Mitigasi Diperkuat, Pemerintah Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah mitigasi bencana hidrometeorologi dengan mengintensifkan operasi modifikasi cuaca guna mencegah terjadinya banjir susulan di sejumlah wilayah Pulau Sumatera.

Kebijakan ini diambil sebagai respons cepat atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi sekaligus, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, akibat dampak Siklon Tropis Senyar. Upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan kerugian sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno mengungkapkan bahwa operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk menekan intensitas curah hujan di daratan Sumatera. Menurutnya, meskipun Siklon Tropis Senyar tergolong sangat dahsyat, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa kekuatannya mulai menurun.

“Ini adalah Siklon Tropis Senyar yang memang sangat dahsyat, tetapi menurut BMKG sudah mulai menurun,” ujar Pratikno.

Ia menambahkan, melalui operasi modifikasi cuaca, pemerintah berupaya mengalihkan hujan ke wilayah perairan agar tidak memperparah kondisi di daratan.

“Sudah mulai bisa diterbangkan untuk mengurangi curah hujan di daratan, sehingga nanti curah hujan kita bawa ke lautan,” jelasnya.

Langkah tersebut dilaksanakan secara terpadu oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI Angkatan Udara dan BMKG. Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa operasi modifikasi cuaca masih terus berlangsung untuk mengantisipasi hujan ekstrem dan banjir susulan di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Upaya ini dinilai sangat krusial mengingat intensitas hujan di beberapa wilayah terdampak mengalami peningkatan dalam dua hingga tiga hari terakhir.

“Operasi modifikasi cuaca ini sangat penting karena di beberapa tempat terjadi banjir susulan akibat intensitas hujan yang mulai naik,” kata Abdul.

Untuk mendukung operasi tersebut, BNPB menyiapkan enam unit pesawat yang ditempatkan secara strategis. Sebanyak tiga pesawat disiagakan di Bandara Kualanamu untuk menjangkau wilayah Sumatera Utara dan Aceh, sementara tiga unit pesawat lainnya disiapkan untuk operasi di Sumatera Barat.

Abdul menegaskan bahwa cakupan operasi dirancang seluas mungkin agar seluruh lokasi terdampak dapat tertangani secara optimal.

“Upaya ini mencakup seluruh lokasi supaya operasi tanggap darurat dan pemulihan sektor fisik serta pembukaan akses jalan dapat berjalan maksimal,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa modifikasi cuaca dilakukan dengan menyemai awan hujan agar presipitasi terjadi di lokasi yang lebih aman, seperti perairan atau laut.

“Operasi modifikasi cuaca kita lakukan untuk mencegah awan-awan hujan mendekati daratan Indonesia,” tuturnya.

Ia menyebutkan bahwa teknologi ini terbukti mampu menurunkan curah hujan hingga 20–50 persen, sehingga berperan penting dalam mengendalikan risiko bencana meteorologi akibat cuaca ekstrem.

Operasi modifikasi cuaca menjadi bagian dari strategi komprehensif pemerintah dalam memperkuat ketangguhan nasional menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang semakin kompleks.

Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga ini, pemerintah berharap dampak lanjutan bencana dapat ditekan, sekaligus mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Pemerintah Pastikan Semua Akses Jalan Terdampak Banjir Sumatera Segera Dipulihkan

Jakarta – Pemerintah memastikan percepatan pemulihan seluruh akses jalan dan jembatan terdampak banjir serta longsor di sejumlah wilayah Sumatera terus berjalan dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menyampaikan bahwa Kementerian PU memfokuskan perbaikan jalan nasional dan jembatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Targetnya itu semua di akhir Desember 2025, Insyaallah kita bisa menyelesaikan semua kebutuhan untuk jalan-jalan nasional, termasuk jembatan-jembatan nasional,” kata Dody.

Berdasarkan laporan awal Kementerian PU, sekitar 80 ruas jalan nasional terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi, dengan sekitar 81 persen di antaranya telah kembali berfungsi. Dody merinci, 26 ruas jalan sudah pulih, sementara 12 ruas lainnya masih dalam proses perbaikan.

“Sumatera Barat 30 (ruas), sudah fungsional 29, 1 masih terdampak. Tapi, sebetulnya 1 ini sudah fungsional dari kemarin,” ujarnya.

Selain jalan nasional, pemerintah juga terus mempercepat pemulihan infrastruktur jembatan. Dari total 33 jembatan nasional yang terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatera, sebanyak 19 jembatan telah kembali beroperasi.

“Sudah fungsional hampir sekitar 60 persenan, sekitar 19 jembatan,” tutur Dody.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan TNI telah menyiapkan puluhan jembatan bailey untuk mempercepat pemulihan konektivitas. TNI menyiapkan 18 jembatan bailey, dengan tujuh di antaranya telah memasuki tahap pemasangan. Beberapa jembatan yang menjadi prioritas pemasangan antara lain Jembatan Alu Kulus, Jembatan Enang-Enang, dan Jembatan Weh Pase.

“Penyiapan dan pemasangan jembatan bailey sudah disiapkan 32 jembatan bailey di tiga provinsi. Jembatan Teupin Redep 99 persen, kemudian Jembatan Teupen Mane Juli sudah 100 persen dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat, kemudian Jembatan Kota Blang 60 persen, Jembatan Jerata sedang dalam tahap pemasangan,” jelas Agus.

Sementara itu, di Sumatera Utara, tiga jembatan bailey telah terpasang 100 persen, dan tiga lainnya masih dalam proses pemasangan.

“Jembatan Garoga, Tapanuli Selatan, serta Jembatan Hamparan Perak masih dalam proses pemasangan,” tambah Panglima Agus.

Pemerintah menegaskan sinergi Kementerian PU, TNI, dan pemerintah daerah terus diperkuat guna memastikan pemulihan seluruh akses jalan dan jembatan terdampak banjir di Sumatera, sekaligus mendukung pemulihan aktivitas masyarakat, distribusi logistik, dan perekonomian daerah.

Pembangunan Hunian Sementara Dipercepat di Sumatera Barat

Oleh: Anggina Marlina Sulastri )*

Percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat menunjukkan keseriusan negara dalam memastikan keselamatan, martabat, dan keberlanjutan hidup warganya. Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga mengguncang sendi-sendi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dalam situasi tersebut, kehadiran negara melalui langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi menjadi faktor penentu bagi proses pemulihan. Fokus pemerintah pada percepatan pembangunan Huntara merupakan keputusan strategis yang mencerminkan orientasi kebijakan yang berpihak pada kebutuhan paling mendasar warga, yakni tempat tinggal yang layak dan aman.

Presiden Prabowo Subianto, saat kunjungan langsung ke daerah terdampak di Sumatera Barat, memperlihatkan pendekatan kepemimpinan yang responsif dan berbasis lapangan. Peninjauan pembangunan hunian sementara di Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, menjadi simbol bahwa kebijakan tidak berhenti pada perencanaan di atas kertas, melainkan diwujudkan secara konkret di tengah masyarakat. Pemerintah memprioritaskan pengurangan jumlah pengungsi di posko darurat dengan membangun ratusan unit Huntara, sekaligus menyiapkan puluhan ribu unit di berbagai provinsi terdampak. Langkah ini menandai pergeseran fase penanganan dari tanggap darurat menuju pemulihan awal yang lebih berkelanjutan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah memastikan warga tidak terlalu lama berada di pengungsian. Huntara dipandang sebagai jembatan penting menuju relokasi dan pembangunan hunian tetap. Pendekatan ini menunjukkan perencanaan yang berlapis dan berjangka, di mana Huntara tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari peta jalan pemulihan pascabencana. Pemerintah juga memastikan bahwa pembangunan dilakukan secara terkoordinasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta melibatkan TNI dan Polri.

Selain hunian, percepatan pemulihan infrastruktur menjadi elemen krusial yang tidak terpisahkan. Pembangunan jembatan Bailey di Padang Pariaman, yang dikerjakan oleh aparat TNI dengan dukungan masyarakat setempat, menjadi bukti bahwa konektivitas wilayah adalah prasyarat utama pemulihan ekonomi dan sosial. Akses jalan yang kembali tersambung memungkinkan distribusi logistik, aktivitas perdagangan, serta mobilitas masyarakat berjalan normal kembali. Upaya percepatan perbaikan ruas jalan nasional di kawasan Lembah Anai juga mempertegas komitmen pemerintah untuk segera memulihkan jalur strategis penghubung Padang dan Bukittinggi.

Perhatian Presiden terhadap aspek lingkungan turut memperkaya pendekatan pemulihan yang ditempuh pemerintah. Penertiban kawasan hutan, evaluasi izin pertambangan, serta pengendalian aktivitas di bantaran sungai menjadi bagian dari refleksi kebijakan agar bencana serupa dapat diminimalkan di masa depan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan demikian, pembangunan Huntara tidak dipisahkan dari upaya mitigasi dan penataan ruang yang lebih bertanggung jawab.

Di tingkat daerah, semangat percepatan juga tercermin melalui inisiatif gotong royong pembangunan hunian sementara mandiri di Kecamatan Pauh dan Kuranji, Kota Padang. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseymi bersama Wakil Ketua DPRD Sumbar,Evi Yandri Rajo Budiman menggagas pembangunan Huntara dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan dukungan donasi dari figur publik Raffi Ahmad. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa pemulihan bencana merupakan kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan unsur swasta, yang saling melengkapi dalam satu tujuan kemanusiaan.

Huntara mandiri yang dirancang untuk menampung ratusan kepala keluarga dilengkapi fasilitas penunjang seperti MCK terpisah, sehingga menjaga standar kesehatan dan kebersihan lingkungan. Pengerjaannya melibatkan siswa SMK, relawan Tagana dari berbagai daerah, serta personel TNI dan Polri. Partisipasi lintas elemen ini mencerminkan kuatnya solidaritas sosial dalam menghadapi bencana. Pernyataan Evi Yandri Rajo Budiman menegaskan bahwa percepatan pembangunan hunian merupakan bentuk kepedulian nyata agar warga segera keluar dari kondisi darurat dan kembali menjalani kehidupan yang lebih bermartabat.

Pada level nasional, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno menyampaikan bahwa percepatan pembangunan Huntara dan hunian tetap dilakukan secara intensif dan terkoordinasi di seluruh wilayah terdampak Sumatera. Pendataan penerima manfaat, penyiapan lahan, hingga konstruksi dilakukan secara simultan untuk memangkas waktu tunggu masyarakat. Di Sumatera Barat, pembangunan Huntara telah berjalan di sejumlah kabupaten dan kota dengan target penyelesaian dalam hitungan minggu. Pendekatan ini menegaskan bahwa negara hadir dengan kapasitas penuh untuk memastikan pemulihan berjalan cepat dan menyeluruh.

Secara keseluruhan, percepatan pembangunan Huntara di Sumatera Barat mencerminkan wajah negara yang tanggap, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Kebijakan ini tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak pascabencana, tetapi juga menjadi fondasi awal bagi pemulihan sosial ekonomi dan pembangunan yang lebih tangguh. Melalui sinergi pusat dan daerah, dukungan masyarakat, serta kepemimpinan yang kuat, proses pemulihan di Sumatera Barat menunjukkan bahwa di tengah bencana, semangat gotong royong dan kehadiran negara mampu menjadi sumber harapan dan kekuatan bersama.

)* Penulis merupakan Aktivis Lingkungan

Pemerintah Siapkan Dana Puluhan Triliun untuk Pemulihan Sumatera

Oleh: Andik Noor )*

Komitmen negara dalam melindungi masyarakatnya kembali diuji saat rangkaian bencana alam melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan sekadar peristiwa alam, melainkan ujian atas kesiapan kebijakan publik dalam merespons krisis secara cepat, terukur, dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, langkah pemerintah menyiapkan dana hingga Rp60 triliun untuk pemulihan Sumatera menunjukkan keseriusan negara hadir sejak fase tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang.

Kesiapan anggaran dalam jumlah besar tersebut bukan keputusan reaktif yang diambil secara tergesa-gesa. Pemerintah telah mengamankan ruang fiskal melalui efisiensi dan penghematan belanja negara, sehingga dana pemulihan dapat dimasukkan secara solid dalam postur APBN 2026. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa kebutuhan riil pemulihan di tiga provinsi terdampak diperkirakan mencapai Rp51 triliun. Dengan menyiapkan anggaran di atas estimasi kebutuhan, pemerintah tidak hanya menutup kekurangan pembiayaan, tetapi juga menciptakan bantalan fiskal agar proses pemulihan tidak terhambat dinamika keuangan negara.

Pendekatan ini mencerminkan pembelajaran dari pengalaman penanganan bencana sebelumnya, di mana keterbatasan anggaran kerap memperlambat pembangunan kembali infrastruktur dan pemulihan ekonomi masyarakat. Pemerintah kini memilih bersikap antisipatif dengan memastikan ketersediaan dana sejak awal, sehingga pembangunan rumah warga, perbaikan jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan dapat segera dilakukan tanpa harus menunggu proses anggaran tambahan yang berlarut-larut.

Di sisi penanganan jangka pendek, negara juga bergerak cepat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memperoleh tambahan anggaran Rp1,6 triliun pada tahun berjalan, di luar dana siap pakai yang masih tersedia. Langkah ini penting untuk menjamin keberlanjutan operasi kemanusiaan, distribusi logistik, serta pemulihan awal kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. Pemerintah juga menerapkan relaksasi dana transfer ke daerah, memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah cepat sesuai kebutuhan lapangan tanpa terbelenggu prosedur fiskal yang kaku.

Dukungan fiskal tersebut diperkuat dengan keputusan Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan langsung senilai Rp268 miliar kepada pemerintah daerah terdampak. Skema ini memastikan dana masuk langsung ke APBD provinsi serta kabupaten dan kota, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan mendesak. Pendekatan ini menunjukkan pemahaman bahwa pemulihan tidak hanya bergantung pada proyek besar nasional, tetapi juga pada kemampuan daerah merespons kebutuhan warganya secara cepat dan kontekstual.

Koordinasi lintas sektor juga menjadi kunci keberhasilan agenda pemulihan ini. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa penanganan bencana di Sumatera dilakukan dalam skala nasional, dengan pengerahan personel dan logistik dari berbagai wilayah. Sementara itu, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,Pratikno menegaskan bahwa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ditetapkan sebagai prioritas nasional hingga proses pemulihan benar-benar tuntas. Penegasan ini penting untuk menjaga konsistensi kebijakan lintas kementerian dan lembaga agar tidak terjadi fragmentasi program di lapangan.

Pemerintah juga menunjukkan fleksibilitas kebijakan dengan membuka opsi restrukturisasi hingga penghapusan pinjaman daerah yang terdampak bencana. Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menjelaskan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional dapat disesuaikan melalui perpanjangan tenor atau pengurangan cicilan, bahkan dihapus apabila infrastruktur yang dibiayai mengalami kerusakan berat. Kebijakan ini mencerminkan keberpihakan negara kepada daerah, agar beban fiskal pascabencana tidak menghambat pemulihan layanan publik dan pembangunan jangka menengah.

Selain itu, percepatan klaim asuransi atas Barang Milik Negara yang terdampak bencana menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembiayaan pembangunan kembali. Koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan dilakukan agar dana asuransi dapat segera dicairkan dan digunakan secara efektif. Pada 2026, pemerintah juga menyiapkan penyaluran pooling fund bencana melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup, memperkuat arsitektur pembiayaan risiko bencana yang lebih berkelanjutan.

Seluruh instrumen ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan satu sumber pendanaan, melainkan mengonsolidasikan berbagai skema pembiayaan secara terkoordinasi. Penyesuaian prioritas belanja APBN, pemanfaatan anggaran infrastruktur kementerian dan lembaga, hingga pelaksanaan Instruksi Presiden diarahkan untuk memastikan pemulihan Sumatera berjalan menyeluruh dan berkesinambungan.

Di tengah tantangan fiskal global dan kebutuhan pembangunan nasional yang besar, keberanian pemerintah menempatkan pemulihan Sumatera sebagai agenda prioritas patut diapresiasi. Kebijakan ini bukan semata soal angka triliunan rupiah, melainkan tentang kehadiran negara dalam memastikan masyarakat terdampak dapat bangkit, merasa dilindungi, dan kembali menatap masa depan dengan optimisme. Jika konsistensi kebijakan dan pengawasan pelaksanaan dapat dijaga, agenda pemulihan Sumatera berpotensi menjadi contoh kuat bagaimana negara bekerja efektif saat warganya menghadapi krisis.

Dengan memastikan kesinambungan pendanaan, koordinasi pusat–daerah, dan fleksibilitas kebijakan keuangan, pemerintah tidak hanya membangun kembali wilayah terdampak, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik bahwa negara hadir secara nyata dalam situasi krisis. Dalam jangka panjang, konsistensi kebijakan semacam ini akan menjadi fondasi penting bagi ketahanan sosial, ekonomi, dan infrastruktur nasional di tengah risiko bencana yang kian kompleks.

)* Analis Kebijakan Publik

Langkah Terpadu Pemerintah Sukses Redam Transaksi Judi Daring Selama 2025

Jakarta – Langkah terpadu pemerintah dalam memberantas judi daring sepanjang 2025 mulai menunjukkan hasil yang nyata. Melalui kombinasi penguatan regulasi, pengawasan ruang digital, penindakan hukum, serta pemutusan aliran dana, aktivitas judi daring berhasil ditekan secara signifikan. Capaian ini mencerminkan keseriusan negara dalam melindungi masyarakat dari dampak sosial dan ekonomi judi daring, sekaligus menegaskan efektivitas kolaborasi lintas kementerian, lembaga, sektor swasta, dan partisipasi publik dalam menjaga ruang digital Indonesia tetap aman dan sehat.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan bahwa berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), perputaran dana judi daring di Indonesia sejak awal 2025 hingga kuartal ketiga tercatat sekitar Rp155 triliun. Angka tersebut turun sekitar 57 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp359,8 triliun.

“Ini adalah capaian kolektif pemerintah dan masyarakat. Data ini menunjukkan negara hadir secara serius untuk melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan, dari jeratan judi online,” ujar Meutya Hafid dalam keterangan resminya di Jakarta.

Menurut Meutya, penurunan tersebut merupakan hasil dari kebijakan pengawasan digital yang semakin ketat, pemutusan akses terhadap konten dan situs judi daring, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam penegakan hukum dan pengawasan aliran dana. Meski mencatat tren positif, pemerintah menegaskan tidak akan berhenti pada capaian saat ini.

“Pada prinsipnya, kami akan terus mempersempit ruang gerak pelaku, baik dari sisi konten, infrastruktur digital, maupun aliran dananya,” tegas Meutya.

Capaian tersebut diperkuat oleh pernyataan Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, yang menyebutkan bahwa penurunan nilai transaksi juga diikuti oleh berkurangnya jumlah pemain judi daring secara signifikan. Pada 2025, jumlah pemain tercatat sekitar 3,1 juta orang, turun tajam dibandingkan 9,7 juta pemain pada 2024.

“Penurunan transaksi dan jumlah pemain ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan penindakan yang dilakukan secara terpadu mulai memberikan hasil nyata,” ujar Ivan.

Ia menjelaskan, PPATK terus memperkuat analisis transaksi keuangan mencurigakan serta bekerja sama dengan perbankan dan penyedia layanan keuangan digital untuk memutus aliran dana yang terkait dengan judi daring.

Pemerintah menilai keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan sektor swasta dan partisipasi masyarakat melalui edukasi publik dan literasi digital. Ke depan, kolaborasi lintas pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar tren penurunan judi daring dapat dijaga secara berkelanjutan, sekaligus mewujudkan ruang digital nasional yang lebih aman dan sehat.

Pemberantasan Judi Daring 2025 Perlihatkan Hasil Nyata, Kepercayaan Publik Menguat

Jakarta – Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Steven Izaac Risakotta, menilai upaya pemerintah dalam pemberantasan judi daring sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang nyata dan terukur.

Steven mengapresiasi atas data terbaru yang dirilis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang mencatat penurunan jumlah pemain judi daring lebih dari 68 persen pada 2025. Menurutnya, capaian ini tidak sekadar angka statistik, melainkan refleksi dari kebijakan yang konsisten dan sinergi lintas lembaga.

“Melindungi masyarakat dari jeratan judi daring bukan sekadar statistik — ini soal masa depan generasi kita,” ujar Steven.

Berdasarkan data PPATK, nilai transaksi judi daring sepanjang 2025 tercatat sekitar Rp 155,4 triliun, turun drastis dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp 359,8 triliun. Jumlah pemain juga mengalami penurunan signifikan dari sekitar 9,7 juta orang pada 2024 menjadi sekitar 3,1 juta orang pada 2025, atau turun lebih dari 68 persen.

Steven menilai data tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pengawasan dan penindakan yang dilakukan pemerintah mulai memberikan dampak nyata di lapangan.

Dalam pandangan Steven, capaian ini layak mendapat apresiasi karena konsistensi dalam memperkuat pengawasan ruang digital.

Pemutusan akses terhadap situs judi daring yang tidak berizin terus dilakukan, pemantauan aliran dana dan transaksi mencurigakan diperkuat bersama PPATK, serta kerja sama penegakan hukum lintas lembaga menunjukkan hasil yang menguntungkan masyarakat.

“Ini bukan semata angka turun — ini bukti bahwa negara hadir untuk melindungi rakyat dari potensi kehancuran sosial dan ekonomi akibat praktik judi daring,” tegas Steven.

Ia berharap langkah-langkah yang telah ditempuh pemerintah dapat terus dilanjutkan dan diperkuat secara berkelanjutan, seiring dengan perkembangan teknologi dan tantangan kejahatan digital yang semakin kompleks.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menyatakan bahwa penurunan perputaran dana judi daring sepanjang 2025 merupakan hasil nyata dari komitmen pemerintah yang didukung partisipasi masyarakat.

“Ini adalah capaian kolektif pemerintah dan masyarakat, menunjukkan juga negara hadir secara serius untuk melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan, dari jeratan judi daring,” jelas Meutya.

Meutya menegaskan bahwa data PPATK menjadi indikator kredibel atas efektivitas kebijakan pemerintah dalam pengawasan, pemutusan akses, hingga penegakan hukum.

“Data PPATK menjadi indikator yang sangat kredibel kebijakan pengawasan, pemutusan akses, hingga penegakan hukum yang dilakukan pemerintah berjalan efektif dan terukur,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus mempersempit ruang gerak pelaku, baik dari sisi konten, infrastruktur digital, maupun aliran dana.

Capaian Pemberantasan Judi Daring Sepanjang 2025 Tuai Apresiasi Berbagai Pihak

Oleh: Bara Winatha*)

Upaya pemerintah dalam memberantas praktik judi daring sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang semakin nyata dan terukur. Berbagai kebijakan strategis yang dijalankan secara konsisten berhasil menekan perputaran dana ilegal, menurunkan jumlah pemain, serta mempersempit ruang gerak pelaku judi daring di ruang digital Indonesia. Capaian tersebut tidak hanya menjadi indikator keberhasilan negara dalam menjaga ketertiban digital, tetapi juga menuai apresiasi luas dari kalangan masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga parlemen.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan bahwa penurunan signifikan perputaran dana judi daring merupakan hasil kerja kolektif pemerintah bersama masyarakat. Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), nilai transaksi judi daring hingga kuartal III 2025 tercatat sebesar Rp155 triliun, atau turun sekitar 57 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Menurut Meutya, angka tersebut menjadi bukti kredibel bahwa kebijakan pengawasan digital, pemutusan akses, serta penegakan hukum berjalan efektif dan saling terintegrasi.

Pemerintah tidak hanya fokus pada pemblokiran konten judi daring di hulu, tetapi juga memperkuat pemantauan aliran dana di hilir melalui kolaborasi erat dengan PPATK dan aparat penegak hukum. Langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa pemberantasan judi daring tidak bersifat parsial, melainkan menyasar seluruh ekosistem yang menopang praktik ilegal tersebut. Dengan pendekatan komprehensif, negara dapat melindungi masyarakat, khususnya kelompok rentan, dari dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh judi daring.

Apresiasi atas capaian tersebut juga datang dari kalangan organisasi kepemudaan. Ketua PP AMPG sekaligus Wakil Ketua Umum DPP AMPI, Steven Izaac Risakotta, mengatakan bahwa penurunan jumlah pemain judi daring sepanjang 2025 merupakan sinyal kuat keberhasilan langkah pemerintah. Ia menilai bahwa keberhasilan tersebut tidak sekadar soal angka statistik, melainkan berkaitan langsung dengan upaya menyelamatkan masa depan generasi muda dari jeratan adiksi dan kehancuran sosial.

Data PPATK yang menunjukkan penurunan jumlah pemain dari 9,7 juta orang pada 2024 menjadi sekitar 3,1 juta orang pada 2025 mencerminkan efektivitas kebijakan negara dalam melindungi masyarakat. Judi daring selama ini menjadi ancaman serius karena menyasar berbagai lapisan, termasuk generasi muda yang rentan terhadap iming-iming keuntungan instan. Oleh karena itu, langkah tegas pemerintah dinilai sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga ketahanan sosial dan ekonomi bangsa.

Dukungan dan apresiasi juga mengalir dari parlemen. Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Farah Puteri, mengatakan bahwa kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital dalam menjaga ruang digital patut diapresiasi. Ia menilai penindakan terhadap lebih dari 3,3 juta konten negatif, yang sebagian besar merupakan konten judi daring, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan teknologi dan responsivitas sistem pengawasan digital pemerintah.

Farah menjelaskan bahwa keberhasilan pemblokiran jutaan situs dan konten judi daring mencerminkan adanya sistem crawling dan mekanisme penurunan konten yang semakin efektif. Langkah tersebut tidak hanya berdampak pada penurunan akses masyarakat terhadap konten ilegal, tetapi juga mempersempit ruang promosi bagi pelaku judi daring. Dengan demikian, ekosistem digital nasional dapat terjaga dari praktik-praktik yang merugikan masyarakat luas.

Lebih jauh, Efektivitas pemberantasan judi daring tidak berhenti pada pemutusan akses semata. Kolaborasi erat antara Kementerian Komunikasi dan Digital dengan PPATK dalam memutus aliran dana menjadi faktor kunci keberhasilan. Pendekatan hulu-hilir tersebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memberantas judi daring secara menyeluruh, bukan sekadar simbolik.

Capaian pemberantasan judi daring sepanjang 2025 juga mencerminkan meningkatnya kesadaran publik terhadap bahaya praktik tersebut. Pemerintah, melalui berbagai kanal komunikasi dan literasi digital, terus mendorong partisipasi masyarakat untuk melaporkan konten judi daring serta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus-modus baru yang berkembang. Partisipasi aktif masyarakat ini dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menekan laju penyebaran judi daring di ruang digital.

Dari sisi kebijakan, pemerintah menegaskan bahwa pemberantasan judi daring merupakan bagian dari agenda besar perlindungan masyarakat di era digital. Penurunan signifikan perputaran dana dan jumlah pemain tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga memberikan efek domino positif bagi stabilitas sosial dan ekonomi. Dana yang sebelumnya mengalir ke aktivitas ilegal dapat ditekan, sementara risiko kerugian finansial dan sosial di tingkat keluarga juga dapat diminimalkan.

Apresiasi yang datang dari berbagai pihak, menunjukkan adanya kepercayaan publik terhadap arah kebijakan pemerintah. Keberhasilan ini sekaligus menjadi modal sosial bagi pemerintah untuk terus memperkuat regulasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ruang digital Indonesia tetap sehat. Dengan capaian sepanjang 2025 tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti pada hasil sementara. Penguatan sistem pengawasan, peningkatan literasi digital masyarakat, serta penegakan hukum yang konsisten akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya jangka panjang.

Capaian pemberantasan judi daring sepanjang 2025 menjadi bukti bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah, dukungan parlemen, serta partisipasi masyarakat mampu menghasilkan dampak nyata. Apresiasi yang mengalir dari berbagai pihak menegaskan bahwa upaya ini tidak hanya relevan, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas dalam menjaga masa depan bangsa dari ancaman judi daring.

*)Penulis merupakan pemerhati sosial dan kemasyarakatan

Pemerintah Bersama Aparat Keamanan Amankan Natal 2025 Secara Terpadu

Oleh : Veronica Candra )*

Pemerintah telah menunjukkan bagaimana keseriusan dalam upaya untuk terus menjaga keamanan dan kenyamanan perayaan Natal 2025 melalui berbagai macam langkah pengamanan secara terpadu yang juga turut melibatkan seluruh unsur aparat keamanan dan para pemangku kepentingan lintas sektor.

Sejak awal Desember, negara telah menyiapkan beragam skema pengamanan yang dirancang secara sangat komprehensif yang bertujuan untuk semakin memastikan bahwa pelaksanaan ibadah Natal berlangsung dengan penuh khidmat, kemudian mobilitas masyarakat bisa tetap berjalan dengan lancar, serta stabilitas keamanan nasional mampu terus terjaga selama periode libur akhir tahun tersebut.

Komitmen itu diwujudkan oleh pemerintah bersama dengan seluruh personel aparat keamanan melalui pelaksanaan Operasi Lilin 2025 yang digelar selama 14 hari, mulai dari tanggal 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Operasi berskala nasional itu turut melibatkan personel gabungan dari lintas kementerian serta lembaga seperti Polri, TNI, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, hingga unsur organisasi kemasyarakatan.

Sebanyak ribuan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu sudah didirikan di berbagai titik strategis untuk mendukung upaya pengamanan pada puluhan ribu objek vital, mulai dari gereja, pusat perbelanjaan, terminal, bandara, hingga kawasan wisata.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) DjamariChaniago menegaskan bahwa pengamanan pada seluruh rangkaian Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dijalankan secara terpadu, antisipatif, dan humanis, yang mana hal tersebut telah sesuai dengan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Pendekatan tersebut juga menempatkan unsur keselamatan masyarakat dan stabilitas keamanan sebagai prioritas utama, sekaligus juga tetap menjaga suasana toleransi antarumat beragama agar senantiasa terjalin dengan baik. Evaluasi pengamanan pada tahun sebelumnya menjadi landasan yang penting dalam menyusun strategi pengamanan untuk periode libur akhir tahun kali ini.

Djamari juga turut menyoroti tingginya mobilitas masyarakat pada Natal dan Tahun Baru sebelumnya yang mencapai sekitar 95 juta pelaku perjalanan. Meski mobilitas tersebut sangat tinggi, situasi tetap terkendali berkat kesiapan aparat di lapangan.

Penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas dan korban kecelakaan pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya dinilai sebagai indikator keberhasilan strategi pengamanan yang terencana dan terkoordinasi. Capaian tersebut kemudian dijadikan acuan untuk memperkuat langkah-langkah strategis pada Natal 2025.

Selain aspek lalu lintas dan keamanan sosial, pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap potensi gangguan akibat cuaca ekstrem. Ancaman banjir dan longsor di sejumlah wilayah seperti Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan dipetakan sebagai faktor risiko yang dapat menghambat aktivitas masyarakat selama libur panjang. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor dipandang penting agar respons cepat dapat dilakukan ketika potensi bencana terjadi, sehingga dampak terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Pada tataran teknis, aparat keamanan melaksanakan pengamanan ketat terhadap rumah ibadah. Satuan Brimob Polda Metro Jaya, misalnya, melakukan sterilisasi menyeluruh di Gereja Katedral Jakarta menjelang perayaan Natal.

Unit Penjinak Bom, Detasemen Kimia Biologi Radioaktif, serta Unit K9 diterjunkan untuk memastikan seluruh area ibadah bebas dari ancaman bahan peledak dan benda berbahaya. Pemeriksaan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur pengamanan objek vital, sehingga umat dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan tenang.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Polisi Henik Maryantomenekankan bahwa pengamanan rumah ibadah menjadi prioritas utama dalam Operasi Lilin Jaya 2025. Kesiapsiagaan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.

Hasil sterilisasi di Gereja Katedral menunjukkan situasi yang aman dan terkendali, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kesiapan aparat dalam menjaga perayaan keagamaan.

Dari sisi kesiapan umat, Gereja Katedral Jakarta menyiapkan kapasitas sekitar 5.000 kursi dengan memanfaatkan seluruh kompleks gereja, termasuk ruangan tambahan dan tenda. Pengelolaan kapasitas tersebut dilakukan untuk memastikan ibadah berlangsung tertib, nyaman, dan sesuai dengan standar keamanan yang telah ditetapkan aparat.

Di daerah, pemerintah daerah turut mengambil peran aktif dalam menjaga suasana Natal yang damai. Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menghadiri perayaan Natal Keluarga Besar DPRD Sumut dan menegaskan bahwa perayaan tersebut bukan sekadar kegiatan ibadah, melainkan momentum memperkuat persatuan, persaudaraan, dan toleransi di tengah keberagaman. Nilai-nilai tersebut dipandang penting dalam mendukung stabilitas sosial dan pembangunan daerah.

Bobby juga menekankan pentingnya semangat kasih, kepercayaan, dan sudut pandang positif yang menjadi esensi Natal. Menurutnya, energi positif yang tumbuh dari nilai-nilai tersebut mampu memperkuat solidaritas sosial, terutama bagi masyarakat yang tengah menghadapi musibah. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pun membuka ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi dan komunitas untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana.

Keseluruhan rangkaian pengamanan Natal 2025 mencerminkan kehadiran negara secara nyata di tengah masyarakat. Sinergi pemerintah dan aparat keamanan, dukungan pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan perayaan Natal yang aman, damai, dan penuh kebersamaan. Upaya terpadu tersebut sekaligus menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan toleransi beragama tetap menjadi prioritas utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)

)* Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

Menekan Laju Judi Daring, Kolaborasi Pemerintah dan Publik Berbuah Capaian Nyata Sepanjang 2025

Oleh: Ardiansyah Gunawan

​Pemerintah mencatatkan capaian penting dalam upaya pemberantasan judi daring sepanjang 2025. Berbagai indikator menunjukkan tren penurunan yang signifikan, mulai dari nilai perputaran dana, jumlah pemain, hingga semakin masifnya partisipasi publik dan sektor swasta dalam memerangi praktik ilegal tersebut. Capaian ini dipandang sebagai hasil kerja kolaboratif lintas pemangku kepentingan yang terus diperkuat untuk mewujudkan ruang digital Indonesia yang lebih aman dan sehat.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), perputaran dana judi daring di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan penurunan tajam. Sejak awal tahun hingga kuartal ketiga 2025, total perputaran dana tercatat sekitar Rp155 triliun. Angka tersebut menurun sekitar 57 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp359,8 triliun.

Menurut Meutya, penurunan tersebut mencerminkan keberhasilan nyata dari kebijakan pemerintah dalam menekan praktik judi daring. Ia menilai capaian ini bukan hanya hasil kerja satu lembaga, melainkan buah dari sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, sektor keuangan, pelaku industri digital, serta partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah, kata dia, hadir secara serius untuk melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan, dari dampak sosial dan ekonomi judi daring.

Meski demikian, Meutya menegaskan bahwa tren positif ini tidak membuat pemerintah berpuas diri. Upaya pemberantasan judi daring akan terus diperkuat melalui pengawasan dan penindakan yang lebih masif di ruang digital. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen mempersempit ruang gerak pelaku dari berbagai sisi, baik melalui pemutusan konten dan situs, pengawasan infrastruktur digital, maupun penelusuran dan pemutusan aliran dana yang terkait dengan aktivitas judi daring.

Penegasan tersebut diperkuat oleh data PPATK yang dinilai kredibel dalam memotret dinamika transaksi keuangan ilegal. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, sebelumnya menyampaikan bahwa nilai perputaran dana judi daring pada 2025 berada di kisaran Rp155,4 triliun, jauh lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Selain nilai transaksi, PPATK juga mencatat penurunan signifikan pada jumlah pemain judi daring. Jika pada 2024 jumlah pemain mencapai sekitar 9,7 juta orang, maka pada 2025 turun menjadi sekitar 3,1 juta orang atau menurun lebih dari 68 persen.

Penurunan jumlah pemain ini dipandang sebagai indikator penting keberhasilan strategi pencegahan yang tidak hanya menitikberatkan pada penindakan, tetapi juga pada edukasi publik. Pemerintah mendorong kesadaran masyarakat mengenai bahaya judi daring yang dapat menjerat ekonomi keluarga, memicu masalah sosial, hingga merusak masa depan generasi muda.

Dalam konteks inilah, peran sektor swasta mulai terlihat semakin nyata. Industri dompet digital dan layanan keuangan berbasis teknologi dilibatkan secara aktif dalam ekosistem pemberantasan judi daring. Data PPATK menunjukkan bahwa kontribusi sektor ini turut berpengaruh terhadap penurunan transaksi judi daring sebesar 57 persen pada 2025. Kerja sama lintas sektor ini dinilai menjadi bukti konkret bahwa penanganan judi daring membutuhkan pendekatan menyeluruh, tidak hanya berbasis regulasi, tetapi juga kolaborasi.

Salah satu contoh kontribusi tersebut datang dari GoPay melalui inisiatif kampanye “Judi Pasti Rugi”. Presiden Direktur GoTo Financial, Sudhanshu Raheja, menilai isu judi daring telah menjadi perhatian serius publik, sehingga diperlukan langkah proaktif dari pelaku industri untuk ikut mengambil peran. Melalui kampanye tersebut, GoPay berupaya mendorong pemahaman masyarakat mengenai risiko dan dampak negatif judi daring, sekaligus mengajak masyarakat untuk melawan praktik ini mulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga.

Kampanye “Judi Pasti Rugi” dikembangkan sebagai gerakan nasional yang memadukan pendekatan digital dan luring. Sepanjang 2025, kampanye ini dilakukan melalui berbagai kanal daring seperti situs web dan media sosial, serta roadshow ke 66 kota di Indonesia. Program tersebut dilaporkan melibatkan langsung sekitar 140 ribu masyarakat dari berbagai daerah, menjadikannya salah satu upaya edukasi publik berskala besar dalam isu pemberantasan judi daring.

Bagi pemerintah, partisipasi aktif sektor swasta dan masyarakat menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan capaian yang telah diraih. Meutya menegaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital secara konsisten melakukan pemutusan akses terhadap konten dan situs judi daring yang teridentifikasi. Setiap laporan masyarakat maupun temuan dari sistem pengawasan internal akan ditindaklanjuti secara cepat sebagai bentuk komitmen menjaga ruang digital nasional.

Ke depan, pemerintah memastikan bahwa agenda pemberantasan judi daring akan terus menjadi prioritas. Penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, optimalisasi peran PPATK dan aparat penegak hukum, serta perluasan kerja sama dengan sektor swasta dan masyarakat sipil akan terus dilakukan. Dengan fondasi kolaborasi yang semakin solid, pemerintah optimistis tren penurunan judi daring dapat terus dijaga, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman praktik ilegal di ruang digital.

*) Pengamat Kebijakan Sosial – Lembaga Sosial Madani Institute

Komitmen Negara Jaga Keamanan Natal 2025, Aparat Siaga Penuh di Seluruh Wilayah

JAKARTA — Negara menegaskan komitmen kuat dalam menjaga keamanan perayaan Natal 2025 dengan mengerahkan aparat keamanan secara menyeluruh di berbagai daerah.

Melalui Operasi Lilin 2025, pemerintah memastikan seluruh rangkaian ibadah dan aktivitas masyarakat berlangsung aman, tertib, serta kondusif dengan dukungan penuh personel TNI-Polri dan pemangku kepentingan terkait.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menyampaikan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dilaksanakan secara terpadu, antisipatif, dan humanis sesuai arahan Presiden Prabowo.

“Berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, pengamanan Natal dan Tahun Baru dilaksanakan secara terpadu, antisipatif, dan humanis dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta stabilitas keamanan,” ujar Djamari dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Djamari menjelaskan, evaluasi pengamanan tahun sebelumnya menunjukkan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi dengan jumlah pelaku perjalanan mencapai sekitar 95 juta orang.

Kondisi tersebut tetap berjalan kondusif berkat pengamanan optimal.

“Penurunan angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2024 mencapai sekitar 25 persen dibandingkan tahun 2023, serta penurunan jumlah korban kecelakaan sebesar 0,51 persen,” kata Menko Polkam.

Capaian tersebut menjadi rujukan penyusunan langkah strategis pengamanan Natal 2025.

Di tingkat operasional, Satuan Brimob Polda Metro Jaya melakukan sterilisasi ketat di Gereja Katedral Jakarta melalui Unit Jibom, Detasemen Gegana, dan Unit K9.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Polisi Henik Maryanto menegaskan pengamanan rumah ibadah menjadi prioritas utama.

“Pengamanan dan sterilisasi yang dilakukan merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan umat dapat melaksanakan ibadah Natal dengan rasa aman dan tenang. Kami hadir untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan memastikan seluruh area gereja dalam kondisi aman dan terkendali.

Komitmen negara juga ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang meninjau langsung pelaksanaan ibadah Natal di sejumlah gereja.

Gibran menegaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo untuk menjamin kebebasan beribadah.

“Salam hangat dari Bapak Presiden Prabowo untuk bapak, ibu semua. Selamat Natal, semoga Natal tahun ini membawa keberkahan untuk bapak, ibu semua, diberikan panjang umur, kesehatan,” ujar Gibran.

Melalui kesiapsiagaan aparat dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, negara memastikan perayaan Natal 2025 berlangsung aman, damai, dan penuh kebersamaan di seluruh wilayah Indonesia. (*)