Impact Papua Jadi Panggung Anak Muda Mengangkat Kreativitas dan Budaya ke Tingkat Nasional

JAYAPURA – Komunitas kreatif Imaji Papua menggelar Impact Papua: Film, Culture & Creativity di halaman Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih, Jayapura, Rabu (12/8/2026). Bertepatan dengan Hari Pemuda Internasional, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda Papua untuk menampilkan karya, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi di bidang ekonomi kreatif.

Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kreativitas anak muda Papua terus berkembang dan mampu mengolah kekayaan budaya lokal menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi. Sineas, fotografer, desainer, ilustrator, musisi hingga pelaku UMKM melebur dalam satu ruang untuk memperkuat ekosistem kreatif berbasis komunitas.

Head of Imaji Papua Yulika Anastasia mengatakan kolaborasi menjadi kunci agar potensi ekonomi kreatif Papua dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kalau berkolaborasi, akan jauh lebih meyakinkan semua pihak, bisa bergandengan tangan, dan tumbuh bersama. Hari ini tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” ujar Yulika Anastasia.

Salah satu karya yang menjadi perhatian adalah film dokumenter berdurasi 33 menit berjudul Tong Masih di Sini. Film garapan Yulika Anastasia tersebut merekam kehidupan pelaku ekonomi lokal, mulai dari anak muda yang menjadi petani kopi, petani sagu, pedagang pinang hingga petani sayur-mayur. Cerita tersebut menggambarkan bagaimana masyarakat biasa turut berperan menggerakkan ekonomi daerah.

Semangat serupa terlihat dalam Fashion Show Noken yang menghadirkan lima desainer muda Papua, yakni Agusta Bunai, Pretty Syul Rogi, Margaretha Uktoselya, Lusi Umbora dan Alfianty Mandosir. Mereka memadukan kearifan lokal dengan sentuhan desain kontemporer.

Desainer Agusta Bunai menilai panggung tersebut memberikan ruang penting bagi talenta lokal untuk meningkatkan nilai karya sekaligus memperkenalkan produk Papua kepada khalayak yang lebih luas.

“Panggung Impact Papua menjadi kesempatan besar untuk memamerkan karya, meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, sekaligus menambah jam terbang,” ujar Agusta Bunai.

Dari bidang fotografi, sebanyak 240 karya hasil kurasi 34 fotografer muda dipamerkan. Karya tersebut merekam keindahan alam, budaya, aktivitas ekonomi masyarakat hingga perkembangan pembangunan Papua dari perspektif kreator lokal. Koordinator Pameran Yosin Kogoya mengatakan karya fotografi tersebut dihadirkan untuk mengajak publik melihat Papua melalui pengalaman dan cerita masyarakatnya sendiri.

Dukungan terhadap kreativitas generasi muda juga disampaikan Pemerintah Kota Jayapura. Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Pemkot Jayapura Sem Meraudje menilai kemampuan anak muda Papua memanfaatkan film, media digital dan seni audio-visual semakin kuat.

“Anak-anak muda Papua semakin cerdas dan adaptif memanfaatkan platform digital, film, media sosial, hingga seni audio-visual untuk menceritakan realitas dan keindahan tanah Papua secara utuh kepada dunia,” tegas Sem Meraudje.

Menurut Sem Meraudje, karya kreatif tersebut tidak hanya menjadi sarana menjaga identitas budaya, tetapi juga berpotensi membawa nama Papua ke tingkat nasional hingga internasional.

“Tong masih ada di sini, tra habis. Daya cinta itu masih ada, masih bisa bangkit dan terus berkarya. Keberadaan ini membawa nilai-nilai positif bagi tanah ini,” pungkas Sem Meraudje.

Impact Papua pun menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda dapat menjadi kekuatan baru dalam memperkenalkan wajah Papua yang kaya budaya, produktif, adaptif dan penuh peluang. (*)

Generasi Muda Papua Bergerak, Impact Papua Hidupkan Ekonomi Kreatif

JAYAPURA – Semangat generasi muda Papua untuk berkarya dan mengembangkan potensi daerah terus mendapat ruang. Momentum tersebut terlihat dalam gelaran “Impact Papua: Film, Culture & Creativity” yang digelar komunitas kreatif Imaji Papua di Halaman Museum Loka Budaya, Universitas Cenderawasih, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Pemuda Internasional itu dihadiri ratusan warga.

Impact Papua tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni, tetapi menjadi ruang bertemunya para pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas jejaring, memperkenalkan karya, dan membuka peluang ekonomi. Berbagai subsektor seperti film, fotografi, mode, musik, hingga kuliner khas Papua tampil dalam satu rangkaian kegiatan yang menonjolkan kekuatan kreativitas lokal.

Head of Imaji Papua Yulika Anastasia mengatakan kolaborasi menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Papua. “Di tanah Papua, para kreator perlu bergandengan tangan, berkolaborasi membangun Papua lewat ekonomi kreatif, dan maju bersama,” ujar Yulika.

Semangat tersebut salah satunya diwujudkan melalui Fashion Show Noken yang menghadirkan karya lima desainer muda, yakni Agusta Bunai, Pretty Syul Rogi, Margaretha Uktoselya, Lusi Umbora, dan Alfianty Mandosir. Koleksi yang ditampilkan memadukan unsur budaya Papua dengan sentuhan desain modern sehingga memiliki nilai artistik sekaligus peluang ekonomi.

Desainer asal Wamena Agusta Bunai menampilkan busana berbahan benang noken rajutan tangan mama-mama Papua. “Ini upaya mempertahankan kearifan lokal sekaligus menambah nilai jual produk untuk meningkatkan perekonomian masyarakat asli Papua,” ungkap Agusta.

Dari dunia sinema, Impact Papua turut menghadirkan film dokumenter “Tong Masih Disini” karya Yulika Anastasia. Film tersebut mengangkat kehidupan empat tokoh dari Wamena, Jayapura, dan Merauke yang memiliki keterhubungan melalui aktivitas ekonomi, mulai dari kopi, pinang, hingga sagu.

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan Papua tidak hanya tercermin dari keindahan alam, tetapi juga dari ketekunan masyarakat dalam mengembangkan usaha dan menjaga hubungan dengan lingkungan. Pesan serupa hadir melalui pameran fotografi yang melibatkan 34 fotografer dari berbagai wilayah Papua dengan 240 karya terpilih.

Kurator pameran Yosin Kogoya mengatakan fotografi dapat menjadi medium untuk memperkenalkan kehidupan Papua secara lebih dekat. “Pengunjung diharapkan tidak hanya melihat keindahan visual, tetapi juga merasakan kisah hidup di balik setiap bingkai,” kata Yosin.

Dukungan terhadap ruang kreatif tersebut disampaikan Kepala Taman Budaya Papua Melki Ohee. “Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat identitas budaya Papua sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkarya melalui film, fashion, musik, dan seni visual,” ujarnya.

Staf Ahli Pemerintahan Kota Jayapura Stem Meraudje menilai geliat kreativitas anak muda menjadi modal penting bagi pembangunan daerah. “Tong masih di sini, tong masih berkarya. Di tengah berbagai tantangan, semangat untuk membangun dan berkontribusi tidak pernah padam,” tegasnya.

Melalui Impact Papua, kreativitas anak muda mendapat panggung sekaligus diarahkan menjadi kekuatan ekonomi yang berakar pada budaya lokal. Kolaborasi antarpelaku kreatif diharapkan semakin memperluas kesempatan bagi generasi muda Papua untuk berkarya, berdaya, dan memperkenalkan potensi Papua kepada masyarakat luas. (*)

Rangkaian HUT RI Berlangsung Kondusif, Publik Tunjukkan Semangat Kebangsaan

Jakarta – Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia berlangsung aman dan kondusif di berbagai daerah. Antusiasme publik juga terlihat dari tingginya partisipasi dalam berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan, yang mencerminkan kuatnya semangat kebangsaan dan kebersamaan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia berjalan aman dan kondusif. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari sinergi Polri bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan selama rangkaian perayaan kemerdekaan.

“Kita bersama seluruh kementerian dan lembaga, khususnya yang memiliki tugas untuk menjaga stabilitas keamanan, bekerja sama dengan pemerintah daerah semuanya di seluruh Indonesia,” ujar Listyo.

Lebih lanjut, Kapolri mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan. Menurutnya, perayaan kemerdekaan merupakan momentum bersama yang perlu dijaga agar tetap berlangsung dengan tertib sekaligus memperkuat keutuhan bangsa.

“Tentunya ini adalah perayaan kita, perayaan kemerdekaan yang ke-81, perayaan kita bersama, tentunya mari kita rayakan bersama-sama dengan baik, dan kita jaga keutuhan bangsa ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka. Lebih dari 336 ribu masyarakat tercatat mengikuti mekanisme pendaftaran undangan atau war ticket yang dibuka pemerintah.

“Kami selaku Ketua Panitia, selaku Mensesneg menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah berpartisipasi di dalam war ticket untuk mendapatkan undangan. Ini menunjukkan dan membuktikan antusias masyarakat untuk dapat hadir mengikuti peringatan detik-detik proklamasi sangat tinggi,” ujar Prasetyo.

Prasetyo juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inisiatif masyarakat di seluruh Indonesia dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Beragam kegiatan yang digelar masyarakat, baik berupa perlombaan maupun aktivitas kreatif, tradisional, hingga modern, dinilai menunjukkan tingginya partisipasi publik dalam mengisi Bulan Kemerdekaan.

“Banyak inisiatif digelar di seluruh Indonesia. Kreativitas-kreativitas, inovasi-inovasi, perlombaan-perlombaan, mulai dari yang modern, tradisional sampai yang unik-unik,” katanya.

Antusiasme masyarakat untuk hadir dalam upacara kenegaraan serta maraknya berbagai kegiatan di daerah menunjukkan bahwa peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan rasa nasionalisme dan memperkuat kebersamaan. Kondisi keamanan yang tetap kondusif turut memberikan ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan secara tertib, positif, dan penuh semangat kebangsaan.

Sinergi pemerintah, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga suasana perayaan kemerdekaan tetap aman dan kondusif.

Antusiasme Publik Rayakan Momentum HUT ke-81 RI Tunjukkan Semangat Persatuan

Jakarta – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di berbagai penjuru Tanah Air. Beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat persatuan bangsa.

Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menilai antusiasme masyarakat dalam merayakan Hari Kemerdekaan tetap terjaga dari tahun ke tahun. Menurutnya, berbagai perlombaan telah menjadi ruang yang efektif untuk mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa.

“Antusiasme masyarakat dalam merayakan hari jadi proklamasi kemerdekaan tidak berubah dari tahun ke tahun. Denyut nadi kehidupan dan kebahagiaan masyarakat tertuang dalam setiap Sabtu dan Minggu melalui lomba-lomba di masing-masing RT dan RW,” ujarnya.

Fathoni menegaskan bahwa makna peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada kemeriahan perlombaan semata. Ia menekankan bahwa perjuangan generasi saat ini adalah merawat keberagaman sebagai fondasi kokoh persatuan nasional.

“Perjuangan kemerdekaan di masa lalu susahnya luar biasa. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah bagaimana merawat keberagaman sebagai pilar utama persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” tambahnya.

Semangat serupa disampaikan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, yang mengapresiasi pemerintah bersama masyarakat atas penyelenggaraan berbagai kegiatan dalam menyambut HUT ke-81 RI.

Menurutnya, momentum kemerdekaan menjadi pengingat bahwa kebebasan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu bangsa.

“Momentum HUT Kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini diperoleh melalui perjuangan yang panjang. Karena itu, semangat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan harus terus kita pelihara dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Kemudian, antusiasme masyarakat juga terlihat dalam penyelenggaraan Merdeka Run 2026 yang mendapat sambutan luar biasa. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa seluruh tiket kegiatan tersebut habis terjual hanya dalam waktu dua jam sejak pendaftaran dibuka.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang begitu antusias menyambut Merdeka Run. Tiket habis hanya dalam waktu dua jam sejak pendaftaran dibuka. Ini menunjukkan semangat masyarakat untuk berolahraga sekaligus merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sangat luar biasa,” katanya.

Menurut Erick, ajang lari sejauh delapan kilometer dari Istana Merdeka itu tidak sekadar mengajak masyarakat hidup sehat, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan persatuan.

“Merdeka Run bukan hanya tentang berlari. Ini adalah momen kita bersama-sama merayakan kemerdekaan dengan penuh kebahagiaan, semangat kebersamaan dan persatuan. Kita ingin olahraga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan,” pungkasnya. (*)

Ekonomi RI Tumbuh Solid, Pemerintah Jaga Optimisme dan Daya Beli Rakyat

JAKARTA — Perekonomian Indonesia tumbuh resilien sebesar 5,29 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,12 persen (yoy).

Capaian ini diraih di tengah kondisi global yang masih dibayangi ketidakpastian, didorong oleh investasi yang kuat, konsumsi rumah tangga yang meningkat, serta berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan terus memperkuat mesin-mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

“Di tengah tantangan global yang masih tinggi, Pemerintah akan terus memperkuat mesin-mesin pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan dan reformasi struktural guna menjaga momentum pertumbuhan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen (yoy) dan tetap menjadi penopang utama perekonomian nasional.

Daya beli masyarakat terjaga lewat penyaluran gaji ke-13, program perlindungan sosial, pemberian subsidi, hingga inflasi yang tetap terkendali.

Keyakinan konsumen pun tetap solid, tercermin dari peningkatan Mandiri Spending Index serta naiknya penjualan listrik, kendaraan bermotor, dan bahan bakar minyak.

Dari sisi investasi, Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh kuat 6,87 persen (yoy), ditopang belanja modal pemerintah dan investasi swasta.

Realisasi investasi langsung tumbuh 7,1 persen, dengan penanaman modal asing melonjak 25,7 persen, mencerminkan kepercayaan investor yang tetap terjaga seiring keberhasilan Satuan Tugas Debottlenecking dalam menuntaskan berbagai hambatan investasi.

Perbaikan ekonomi turut berimbas positif pada pasar kerja. Jumlah penduduk bekerja pada Mei 2026 mencapai 148,19 juta orang, bertambah 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka menurun menjadi 4,65 persen.

Tingkat kemiskinan turut turun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026, berkurang sekitar 430 ribu orang dibandingkan September 2025.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai pertumbuhan ekonomi tersebut semakin berkualitas karena diiringi penurunan kemiskinan dan pengangguran.

“Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya solid secara angka, tetapi juga semakin berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Qodari menambahkan, daya beli masyarakat turut terjaga lewat kebijakan pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi serta pelaksanaan sejumlah program prioritas.

Guna menjaga momentum pada semester II 2026, pemerintah menyiapkan Paket Stimulus Ekonomi senilai Rp26,34 triliun, mencakup bantuan pangan bagi 33,4 juta penerima manfaat, insentif tarif transportasi, serta program magang nasional dan pelatihan vokasi bagi angkatan kerja muda.

Pemerintah menyatakan sejumlah agenda lanjutan akan digarap dalam beberapa waktu ke depan, di antaranya hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. (*)

Ekonomi Indonesia Tetap Perkasa di Tengah Tekanan Global

JAKARTA – Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketangguhannya di tengah berbagai tantangan global. Pada triwulan II 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen (year on year/yoy), mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi di tengah ketidakpastian akibat konflik geopolitik, perang dagang, dan disrupsi teknologi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai capaian tersebut sangat positif karena Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan yang kuat saat banyak negara masih menghadapi perlambatan ekonomi.

“Walaupun berbagai lembaga melihat pertumbuhan ekonomi global hanya tumbuh rata-rata di atas 3 persen, Indonesia masih mampu tumbuh di triwulan kedua sebesar 5,29 persen,” kata Airlangga di Kemenko Perekonomian

Airlangga menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi 5,29 persen pada triwulan II 2026 menjadi semakin berarti karena tidak ditopang momentum konsumsi besar seperti Hari Raya Idulfitri yang telah berlangsung pada triwulan I. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kuatnya fundamental ekonomi nasional. Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen, termasuk salah satu yang tertinggi di ASEAN, sekaligus memperpanjang tren pertumbuhan di atas 5 persen selama tujuh tahun terakhir.

“Jadi angka 5,29 ini angka yang cukup baik dan kita sepanjang satu semester ini kita tumbuh sebesar 5,45 persen. Dan tumbuh ini kita menjaga terhadap dijaganya 7 tahun pertumbuhan di atas 5 persen. Sehingga dengan pertumbuhan 5,45 persen sepanjang satu semester ini juga di antara negara lain termasuk di ASEAN itu salah satu adalah top, salah satu yang top,” tegas dia.

Data BPS menunjukkan perekonomian Indonesia pada triwulan II 2026 berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan mencapai Rp3.576,2 triliun.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2026 bila dibandingkan dengan triwulan II tahun 2025 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,29 persen, bila dibandingkan dengan triwulan 1 tahun 2026 atau secara quartal to quartal tumbuh sebesar 3,73 persen,” ujar Edy saat Rilis BPS, Rabu (5/8/2026).

BPS juga mencatat industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 0,90 persen. Selain itu, sektor perdagangan menyumbang 0,83 persen, konstruksi 0,62 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 0,48 persen. Kinerja sektor-sektor strategis tersebut menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat optimisme bahwa Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas dan daya saing ekonomi di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

Ekonomi RI Tumbuh, Buktikan Indonesia Tetap Tangguh

Oleh: Citra Kurnia Khudori )*

Pertumbuhan ekonomi sering kali dibaca sebagai angka statistik yang menggambarkan aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi suatu negara. Namun, di balik angka tersebut terdapat cerita mengenai daya tahan masyarakat, kemampuan dunia usaha bertahan menghadapi tekanan, serta kapasitas pemerintah menjaga perekonomian tetap bergerak ketika situasi global belum sepenuhnya bersahabat.

Indonesia menunjukkan bahwa ketahanan tersebut masih terjaga melalui pertumbuhan ekonomi 5,29 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan. Angka itu menjadi sinyal bahwa mesin ekonomi nasional tetap bekerja, sementara konsumsi masyarakat, investasi, dan aktivitas domestik mampu menjadi penyangga ketika perekonomian dunia menghadapi ketidakpastian.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melihat pertumbuhan ekonomi nasional sebagai modal penting untuk memperkuat kepercayaan investor. Ia menilai kondisi ekonomi yang tetap tumbuh memberikan ruang bagi pemerintah untuk terus menarik investasi, termasuk melalui penguatan pasar modal sebagai bagian dari pembiayaan pembangunan.

Menurutnya, pasar modal memiliki posisi strategis karena dapat mempertemukan kebutuhan pembiayaan perusahaan dengan sumber dana investor. Penguatan ekosistem pasar modal juga menjadi penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada belanja pemerintah, tetapi semakin ditopang oleh investasi swasta dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 sendiri menunjukkan bahwa aktivitas domestik masih menjadi kekuatan penting Indonesia. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan dengan nilai PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun dan atas dasar harga konstan sebesar Rp3.576,2 triliun.

Edy menegaskan bahwa kinerja tersebut ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik. Pertumbuhan triwulan II 2026 juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang berada di level 5,12 persen, meskipun secara kuartalan laju pertumbuhan melambat dari 5,61 persen pada triwulan sebelumnya.

Kinerja tersebut memberikan pelajaran bahwa kekuatan pasar domestik tetap menjadi salah satu benteng utama perekonomian Indonesia. Ketika perdagangan global, geopolitik, dan pasar keuangan menghadirkan ketidakpastian, konsumsi rumah tangga dan investasi domestik dapat menjadi penyangga agar aktivitas ekonomi tidak kehilangan momentum.

Namun, pertumbuhan sebesar 5,29 persen harus terus dikawal agar kualitasnya semakin baik, terutama melalui penciptaan pekerjaan produktif, peningkatan daya saing industri, serta penguatan sektor-sektor yang memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai pertumbuhan ekonomi 5,29 persen semakin berkualitas karena berjalan beriringan dengan perbaikan sejumlah indikator sosial. Ia mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 22,93 juta orang, atau berkurang sekitar 430 ribu orang dibandingkan September 2025, sementara tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 berada di 4,68 persen.

Qodari menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga juga tumbuh 5,06 persen secara tahunan, yang menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga. Menurutnya, investasi turut memberikan kontribusi melalui pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 6,87 persen, sebuah sinyal bahwa dunia usaha masih melihat peluang untuk melakukan ekspansi di tengah ketidakpastian global.

Gambaran tersebut memperkuat alasan untuk melihat pertumbuhan ekonomi secara lebih komprehensif. Ketika konsumsi bertahan, investasi bergerak, kemiskinan menurun, dan pengangguran terkendali, pertumbuhan memiliki fondasi sosial yang lebih kuat dibandingkan pertumbuhan yang hanya ditopang oleh satu atau dua sektor.

Di samping itu, pemerintah juga perlu memastikan investasi yang masuk memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional. Investasi idealnya tidak hanya menghasilkan peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat industri lokal, menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan mendorong keterhubungan antara perusahaan besar dengan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Agenda hilirisasi menjadi salah satu jalan untuk mencapai tujuan tersebut. Pengolahan sumber daya alam di dalam negeri dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar, memperluas rantai pasok industri, sekaligus membuka kesempatan kerja apabila dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekosistem industri yang kompetitif.

Qodari mengungkapkan pemerintah akan menjaga momentum pertumbuhan pada semester II 2026 melalui sejumlah kebijakan, termasuk Paket Stimulus Ekonomi Semester II senilai Rp26,34 triliun. Paket tersebut mencakup bantuan pangan, insentif tarif transportasi, program magang nasional, dan pelatihan vokasi bagi angkatan kerja muda.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa mempertahankan pertumbuhan membutuhkan kombinasi antara kebijakan jangka pendek dan strategi struktural. Stimulus dapat menjaga daya beli dan aktivitas ekonomi dalam jangka pendek, sementara hilirisasi, infrastruktur, ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang.

Dengan fondasi konsumsi domestik, investasi, dan kebijakan pemerintah yang terus diperkuat, Indonesia memiliki modal untuk menjaga momentum pertumbuhan. Angka 5,29 persen bukan garis akhir, melainkan pijakan untuk membangun ekonomi yang lebih inklusif, produktif, dan tahan terhadap guncangan.

)* Pemerhati isu sosial-ekonomi

Capaian Ekonomi RI Membuktikan Optimisme Bukan Sekadar Narasi, tetapi Fakta

Oleh: Adhitya Ramadani)*

Optimisme terhadap perekonomian Indonesia pada 2026 bukan sekadar narasi, melainkan tercermin dalam capaian ekonomi yang terukur. Di tengah tekanan ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian geopolitik, konflik berkepanjangan, serta dinamika perdagangan internasional, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan. Kinerja tersebut menjadi bukti bahwa fondasi ekonomi nasional tetap kuat dan mampu menjaga momentum pertumbuhan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai 5,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kuartalan, ekonomi nasional tumbuh 3,73 persen dibandingkan triwulan I 2026. Sementara secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa optimisme terhadap perekonomian nasional memiliki dasar yang nyata karena ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang tetap solid.

Kinerja tersebut semakin penting ketika ditempatkan dalam konteks perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tantangan. Konflik geopolitik di Ukraina dan kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya mereda, sementara perang dagang dan perubahan kebijakan perdagangan sejumlah negara turut menciptakan ketidakpastian. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan di atas lima persen. Ketahanan tersebut menunjukkan bahwa perekonomian nasional memiliki daya adaptasi yang semakin baik terhadap perubahan lingkungan eksternal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tetap berada pada level yang positif. Bahkan, capaian pertumbuhan sepanjang semester I 2026 sebesar 5,45 persen menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kinerja ekonomi yang baik di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut memperkuat gambaran bahwa perekonomian nasional mampu menjaga stabilitas sekaligus mempertahankan ekspansi di tengah situasi global yang penuh tantangan.

Salah satu bukti kuat dari ketahanan ekonomi nasional terlihat dari konsumsi rumah tangga yang tetap menjadi penopang utama pertumbuhan dan mampu tumbuh di atas lima persen. Konsumsi yang terjaga menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak. Perputaran konsumsi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap sektor perdagangan, jasa, industri, serta berbagai kegiatan ekonomi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Kekuatan permintaan domestik menjadi semakin penting karena memberikan perlindungan bagi perekonomian nasional ketika kondisi eksternal menghadapi tekanan. Ketika perdagangan global bergerak dinamis, pasar domestik tetap mampu menjadi sumber pertumbuhan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi 5,29 persen memperlihatkan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada faktor eksternal, tetapi juga memiliki basis domestik yang cukup kuat.

Capaian tersebut juga tidak terlepas dari kebijakan yang menjaga aktivitas ekonomi sejak awal tahun. Strategi frontloading belanja negara mendorong percepatan perputaran ekonomi pada semester I 2026. Belanja pemerintah memberikan dorongan terhadap aktivitas usaha, pendapatan masyarakat, dan konsumsi sehingga menciptakan efek pengganda bagi perekonomian.

Stabilisasi harga energi di tengah gejolak global turut memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha. Di sisi lain, stimulus konsumsi membantu mempertahankan pengeluaran masyarakat sehingga permintaan domestik tetap bergerak. Kombinasi kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa optimisme ekonomi dibangun melalui langkah konkret yang diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi.

Selain itu, Peneliti Ekonomi GREAT Institute, Trisha Indraswari, mengatakan pertumbuhan 5,29 persen menunjukkan bahwa fondasi permintaan domestik Indonesia masih kuat. Pertumbuhan tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan China yang tumbuh 4,3 persen dan Arab Saudi sebesar 4,8 persen berdasarkan data triwulan II yang telah dirilis. Perbandingan tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan daya tahan ekonomi yang baik.

Dari sisi ketenagakerjaan, perkembangan ekonomi juga memberikan gambaran positif. Pada Februari 2026, jumlah penduduk bekerja meningkat sekitar 1,90 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,68 persen. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi terus menciptakan ruang bagi peningkatan kesempatan kerja dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan produktif.

Memasuki semester II 2026, momentum pertumbuhan dapat semakin diperkuat melalui peningkatan investasi swasta, khususnya pada sektor manufaktur, agroindustri, pariwisata, konstruksi, dan perumahan. Sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas kesempatan kerja. Kemudahan pembiayaan, percepatan perizinan, penguatan penjaminan, dan penyederhanaan regulasi dapat menjadi instrumen untuk memperbesar kontribusi dunia usaha.

Dengan pertumbuhan 5,29 persen pada triwulan II dan 5,45 persen sepanjang semester I 2026, optimisme terhadap ekonomi Indonesia memiliki pijakan yang jelas. Konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, kebijakan fiskal yang mampu menjaga aktivitas ekonomi, investasi yang terus berkembang, serta ketahanan terhadap tekanan global menjadi bukti bahwa optimisme tersebut hadir dalam bentuk capaian nyata.

Berlanjutnya tahun 2026, momentum pertumbuhan perlu terus dijaga agar semakin menghasilkan manfaat luas. Pertumbuhan ekonomi bukan hanya perlu dipertahankan, tetapi juga terus diarahkan untuk memperkuat produktivitas, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan aktivitas usaha, dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Dengan fondasi yang telah terbukti melalui berbagai indikator ekonomi, optimisme terhadap masa depan perekonomian Indonesia memiliki alasan kuat untuk terus dipelihara.

)* Penulis adalah Mahasiswa tinggal di Jakarta

Perayaan HUT RI Berlangsung Kondusif, Publik Tunjukkan Semangat Kebangsaan

Jakarta – Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia berlangsung aman dan kondusif di berbagai daerah. Antusiasme publik juga terlihat dari tingginya partisipasi dalam berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan, yang mencerminkan kuatnya semangat kebangsaan dan kebersamaan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia berjalan aman dan kondusif. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari sinergi Polri bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan selama rangkaian perayaan kemerdekaan.

“Kita bersama seluruh kementerian dan lembaga, khususnya yang memiliki tugas untuk menjaga stabilitas keamanan, bekerja sama dengan pemerintah daerah semuanya di seluruh Indonesia,” ujar Listyo.

Lebih lanjut, Kapolri mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan. Menurutnya, perayaan kemerdekaan merupakan momentum bersama yang perlu dijaga agar tetap berlangsung dengan tertib sekaligus memperkuat keutuhan bangsa.

“Tentunya ini adalah perayaan kita, perayaan kemerdekaan yang ke-81, perayaan kita bersama, tentunya mari kita rayakan bersama-sama dengan baik, dan kita jaga keutuhan bangsa ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka. Lebih dari 336 ribu masyarakat tercatat mengikuti mekanisme pendaftaran undangan atau war ticket yang dibuka pemerintah.

“Kami selaku Ketua Panitia, selaku Mensesneg menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah berpartisipasi di dalam war ticket untuk mendapatkan undangan. Ini menunjukkan dan membuktikan antusias masyarakat untuk dapat hadir mengikuti peringatan detik-detik proklamasi sangat tinggi,” ujar Prasetyo.

Prasetyo juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inisiatif masyarakat di seluruh Indonesia dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Beragam kegiatan yang digelar masyarakat, baik berupa perlombaan maupun aktivitas kreatif, tradisional, hingga modern, dinilai menunjukkan tingginya partisipasi publik dalam mengisi Bulan Kemerdekaan.

“Banyak inisiatif digelar di seluruh Indonesia. Kreativitas-kreativitas, inovasi-inovasi, perlombaan-perlombaan, mulai dari yang modern, tradisional sampai yang unik-unik,” katanya.

Antusiasme masyarakat untuk hadir dalam upacara kenegaraan serta maraknya berbagai kegiatan di daerah menunjukkan bahwa peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan rasa nasionalisme dan memperkuat kebersamaan. Kondisi keamanan yang tetap kondusif turut memberikan ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan secara tertib, positif, dan penuh semangat kebangsaan.

Sinergi pemerintah, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga suasana perayaan kemerdekaan tetap aman dan kondusif.

Masyarakat Rayakan HUT RI dengan Damai, Gembira, dan Penuh Kebersamaan

Oleh : Garvin Reviano )*

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia telah menjadi momentum yang memperlihatkan kuatnya semangat persatuan masyarakat. Di berbagai daerah, kemeriahan perayaan kemerdekaan tidak hanya ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih dan pelaksanaan upacara, tetapi juga melalui beragam kegiatan yang menghadirkan kegembiraan, kebersamaan, serta semangat gotong royong. Suasana tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mampu menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus menjaga kehidupan sosial yang damai.

Setelah rangkaian peringatan HUT RI berlangsung, semangat yang terlihat di tengah masyarakat menjadi gambaran bahwa kemerdekaan bukan sekadar peristiwa sejarah yang dikenang setiap tahun. Kemerdekaan juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali membangun rasa memiliki terhadap bangsa. Perlombaan rakyat, kerja bakti, kegiatan sosial, pertunjukan seni, hingga berbagai aktivitas komunitas menjadi ruang sederhana yang mampu mempertemukan warga dari berbagai latar belakang dalam suasana penuh keakraban.

Kegembiraan dalam merayakan kemerdekaan juga sejalan dengan pesan pemerintah. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah mendorong masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT ke-81 RI sebagai momentum yang dirayakan dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, dan semangat kebangsaan. Menurutnya, suasana perayaan yang positif dapat memperkuat rasa persatuan serta meningkatkan optimisme masyarakat dalam mengisi kemerdekaan. Pesan tersebut memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan memang diharapkan menjadi momentum positif yang dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Kegembiraan tersebut pada akhirnya tidak berhenti pada kemeriahan acara. Di balik berbagai kegiatan perayaan, terdapat nilai sosial yang jauh lebih penting, yakni tumbuhnya interaksi antarmasyarakat. Warga yang sebelumnya jarang berkomunikasi dapat kembali berkumpul, anak-anak bermain bersama, pemuda mengambil peran sebagai panitia, sementara kelompok masyarakat lainnya berkontribusi sesuai kemampuan. Situasi semacam ini menjadi bentuk nyata bahwa kemerdekaan dapat dirayakan melalui kebersamaan yang sederhana tetapi bermakna.

Semangat persatuan juga berkaitan erat dengan pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mengajak masyarakat dan jajarannya memperkuat kebersamaan, integritas, serta budaya kerja yang harmonis. Dalam berbagai pesan kebangsaan, Nasaruddin menempatkan kerukunan dan persaudaraan sebagai kekuatan penting dalam membangun Indonesia yang damai dan maju. Semangat tersebut relevan dengan suasana perayaan HUT RI, ketika masyarakat dari beragam latar belakang dapat duduk bersama, bergembira, dan merayakan kemerdekaan tanpa menjadikan perbedaan sebagai penghalang.

Perayaan kemerdekaan yang berlangsung damai juga memperlihatkan kedewasaan masyarakat dalam menjaga ruang publik. Kemeriahan tidak harus diwujudkan melalui aktivitas berlebihan yang mengganggu kenyamanan orang lain. Sebaliknya, semangat perayaan dapat diwujudkan dengan tetap menghormati lingkungan, menjaga ketertiban, serta memastikan seluruh kegiatan berlangsung secara aman. Dengan demikian, kegembiraan yang tercipta tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi dapat dirasakan seluruh warga.

Momentum HUT RI juga memberikan pelajaran bahwa persatuan tidak selalu harus dibangun melalui kegiatan besar. Hal-hal sederhana seperti memasang bendera, mengikuti upacara, menghadiri perlombaan kampung, membantu tetangga, atau bergotong royong membersihkan lingkungan merupakan bentuk partisipasi kebangsaan yang memiliki arti penting. Ketika kegiatan tersebut dilakukan secara bersama-sama, masyarakat sesungguhnya sedang merawat modal sosial yang menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia.

Di tengah derasnya arus informasi digital, suasana damai selama perayaan kemerdekaan juga perlu dipertahankan di ruang siber. Masyarakat memiliki peran penting untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, provokasi, maupun konten yang dapat memecah persatuan. Sebaliknya, media sosial dapat digunakan untuk menyebarkan dokumentasi kegiatan positif, kreativitas masyarakat, serta pesan-pesan kebangsaan yang memperkuat optimisme terhadap masa depan Indonesia.

Semarak HUT ke-81 RI dengan demikian tidak hanya dapat diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga dari kualitas kebersamaan yang tercipta. Perayaan yang berlangsung tertib dan penuh kegembiraan menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki energi positif untuk menjaga persatuan. Semangat tersebut penting untuk terus dipelihara setelah rangkaian perayaan kemerdekaan berakhir, sehingga nilai gotong royong tidak hanya muncul setiap bulan Agustus, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kemeriahan HUT RI akan memiliki makna yang lebih dalam apabila mampu meninggalkan pesan persatuan setelah perayaan selesai. Damai, gembira, dan kebersamaan bukan sekadar suasana sesaat, melainkan nilai yang perlu terus dibawa dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, memperkuat gotong royong, dan mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang produktif, masyarakat turut memastikan bahwa semangat perjuangan para pendiri bangsa tetap hidup. HUT ke-81 RI pun menjadi momentum untuk menatap masa depan dengan optimisme, sembari menjaga Indonesia tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh rakyatnya.

Perayaan HUT ke-81 RI yang berlangsung damai, meriah, dan penuh kebersamaan menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Kegembiraan yang hadir melalui berbagai kegiatan tidak hanya menciptakan suasana positif, tetapi juga mempererat persaudaraan, memperkuat gotong royong, dan meneguhkan persatuan di tengah keberagaman. Semangat tersebut perlu terus dipelihara setelah momentum perayaan berakhir, sehingga nilai-nilai kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni, melainkan diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga ketertiban, serta berkontribusi secara positif bagi lingkungan dan bangsa.

)* Pemerhati Isu Sosial