Ketua Lempeng Papua Dorong Dukungan Kolektif terhadap Akselerasi Pembangunan Papua

Papua – Ketua Lembaga Pengembangan Generasi Papua (Lempeng Papua), Pastor Catto Y. Mauri, S.Th., mengajak seluruh masyarakat Papua untuk memberikan dukungan kolektif terhadap pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) sebagai upaya akselerasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Papua.

Menurut Pastor Catto Y. Mauri., PSN merupakan program pemerintah pusat yang dilaksanakan hingga ke daerah dengan tujuan mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi fondasi dalam menciptakan pembangunan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“PSN bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi pembangunan yang inklusif bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong dalam mendukung implementasi PSN di Papua.

“Saya mengajak masyarakat untuk bahu-membahu dan bekerja sama mendukung PSN agar tujuan mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera dapat tercapai,” kata Pastor Catto Y. Mauri.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas sosial di tengah pelaksanaan pembangunan. Masyarakat diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Jangan mudah terprovokasi oleh berita hoaks terkait pembangunan di Papua. Mari kita tetap bersatu dan mendukung program ini agar berjalan dengan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dukungan masyarakat akan memberikan dampak positif terhadap optimalisasi hasil pembangunan. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, manfaat dari PSN diharapkan dapat dirasakan secara luas, baik dalam bentuk peningkatan infrastruktur, akses layanan publik, maupun peluang ekonomi.

“Dengan kebersamaan dan dukungan semua pihak, hasil pembangunan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Papua,” tambahnya.

Ia berharap pelaksanaan PSN dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami optimistis, dengan dukungan bersama, pembangunan ini akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Papua,” pungkas Pastor Catto Y. Mauri.

Ketua Lempeng Papua Apresiasi Percepatan Pembangungan Papua

Papua – Upaya percepatan pembangunan di Tanah Papua terus menjadi fokus pemerintah dalam rangka mewujudkan keadilan sosial yang merata bagi seluruh masyarakat. Melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), pemerintah berkomitmen menghadirkan pembangunan yang tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi menjangkau hingga daerah-daerah terpencil di Papua.

Pembangunan di Papua kini tidak lagi sekadar berorientasi pada pembangunan fisik semata, melainkan juga diarahkan untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi lokal. Infrastruktur seperti jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, hingga layanan kesehatan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya mempercepat konektivitas dan membuka akses masyarakat terhadap berbagai peluang ekonomi.

Ketua Lembaga Pengembangan Generasi Papua (Lempeng Papua), Pastor Catto Y. Mauri, S.Th, menegaskan pentingnya memandang PSN sebagai bagian dari fondasi pembangunan yang lebih luas dan inklusif. Ia menyampaikan bahwa masyarakat perlu memahami esensi dari program tersebut agar tidak terjebak dalam persepsi yang keliru.

“Saya ingin mengomentari sedikit terkait Proyek Strategis Nasional (PSN), program strategis nasional yang dilaksanakan atau dilakukan oleh pemerintah pusat sampai ke daerah-daerah. Program PSN ini bukan sekadar sebuah proyek fisik saja, melainkan fondasi pembangunan yang inklusif,” ujar Pastor Catto.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan di Papua sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk bersinergi dan mendukung berbagai program yang tengah dijalankan pemerintah demi mencapai tujuan bersama.

“Saya mengajak semua masyarakat agar dapat bahu-membahu bekerja sama mendukung PSN sehingga dapat terlaksana guna mencapai tujuan besar kita semua yaitu masyarakat yang adil dan makmur sejahtera,” lanjutnya.

Pastor Catto juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar, terutama yang berpotensi menghambat jalannya pembangunan. Ia menilai bahwa penyebaran hoaks dapat merusak kepercayaan publik terhadap program pembangunan yang sejatinya ditujukan untuk kesejahteraan bersama.

“Saya ajak semua kita supaya jangan terprovokasi dengan berita-berita hoax terkait pembangunan di Provinsi Papua, tapi mari kita bahu-membahu, bergandengan tangan, mendukung sehingga program tersebut dapat terlaksana dengan baik dan masyarakat dapat menikmati dampak atau hasil dari program tersebut. Akhirnya masyarakat dapat sejahtera,” tegasnya.

Akselerasi pembangunan Papua diharapkan mampu mengurangi kesenjangan antarwilayah sekaligus memperkuat integrasi nasional. Dengan dukungan masyarakat serta pengawasan yang berkelanjutan, program-program strategis yang dijalankan pemerintah diyakini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua secara menyeluruh.

Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama agar pembangunan di Papua tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga tepat sasaran dan berkelanjutan. Dengan demikian, cita-cita menghadirkan keadilan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk di Papua, dapat benar-benar terwujud.

PSN Dorong Transformasi Pembangunan Papua Menuju Keadilan Sosial

Papua – Pemerintah terus mengakselerasi pembangunan di Papua sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Melalui pendekatan berbasis data lintas sektor, pembangunan kini diarahkan lebih terukur dan inklusif, mencakup sektor pertanian, transportasi, perdagangan, hingga pariwisata.

Seiring dengan itu, pembangunan di Papua tidak lagi terpusat di kawasan perkotaan, melainkan mulai menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Infrastruktur yang dibangun melalui Program Strategis Nasional (PSN) berperan sebagai pengungkit utama dalam membuka konektivitas, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap.

Pendekatan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat dapat merasakan dampak pembangunan secara nyata.

Ketua Lempeng Papua, Pastor Catto Y Mauri, menegaskan bahwa PSN bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan fondasi penting bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Papua.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Program strategis nasional ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi pembangunan yang inklusif. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama bekerja sama mendukung pelaksanaan program ini demi mencapai tujuan besar kita, yaitu masyarakat yang adil dan makmur,” ujar Pastor Catto Y Mauri.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar atau hoaks yang dapat menghambat jalannya pembangunan.

Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan serta membangun kepercayaan terhadap program-program pemerintah yang dirancang untuk kepentingan bersama.

“Saya mengajak kita semua untuk tidak terprovokasi oleh berita-berita hoaks terkait pembangunan di Papua. Mari kita bergandengan tangan mendukung program ini agar dapat terlaksana dengan baik dan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, akselerasi pembangunan di Papua diharapkan mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan serta memperkuat fondasi menuju masa depan yang lebih inklusif.

Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa Papua tumbuh sebagai wilayah yang maju, berdaya saing, dan sejahtera secara berkelanjutan.

Pastor Catto Ajak Masyarakat Papua Bersatu Dukung PSN Demi Kesejahteraan Bersama

Papua – Dukungan terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Papua terus menguat. Ketua Lembaga Pengembangan Generasi Papua, Pastor Catto Y Mauri, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, bergandengan tangan, dan mendukung penuh program pembangunan tersebut sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan bersama.

Dalam pernyataannya, Pastor Catto menegaskan bahwa PSN bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Program strategis nasional yang dilaksanakan atau dilakukan oleh pemerintah pusat sampai ke daerah-daerah. Dimana program PSN ini bukan sekedar sebuah proyek fisik saja, melainkan fondasi pembangunan yang inklusif,” ujar Pastor Catto.

Ia menambahkan bahwa berbagai program dalam PSN telah membuka akses ekonomi baru, meningkatkan konektivitas, serta menghadirkan peluang kerja dan usaha bagi masyarakat lokal.

Kemudian pembangunan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan fasilitas pendukung lainnya terbukti mampu memperlancar distribusi barang dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Lebih lanjut, Pastor Catto juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar terkait pembangunan di Papua.

“Saya ajak semua kita supaya jangan terprovokasi dengan berita-berita hoaks terkait pembangunan di Provinsi Papua, tapi mari kita bahu-membahu, bergandengan tangan, mendukung sehingga program tersebut dapat terlaksana dengan baik dan masyarakat dapat menikmati dampak atau hasil dari program tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan PSN sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan setiap program berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata.

Optimisme terhadap masa depan Papua pun semakin menguat. Dengan kolaborasi yang solid dan semangat kebersamaan, PSN diyakini mampu menjadi pendorong utama transformasi Papua menjadi wilayah yang maju, mandiri, dan sejahtera.

“Saya mengajak semua masyarakat agar dapat bau-membau bekerja sama mendukung PSN sehingga dapat terlaksana guna mencapai tujuan besar kita semua yaitu masyarakat yang adil dan makmur sejahtera.,” tutup Pastor Catto.

Akselerasi Pembangunan Papua untuk Keadilan yang Merata

Oleh: Andreas Wakerkwa)*

Upaya akselerasi pembangunan di Papua terus menjadi prioritas strategis pemerintah dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN), pembangunan di wilayah Papua tidak lagi dipandang semata sebagai proyek infrastruktur, melainkan sebagai langkah komprehensif yang bertujuan menciptakan kesejahteraan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai pusat pembangunan, sehingga setiap kebijakan yang dijalankan diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat setempat.

Ketua Lembaga Pengembangan Generasi Papua (Lempeng Papua), Pastor Catto Y. Mauri, S.Th., mengatakan bahwa PSN merupakan fondasi penting dalam mendorong transformasi pembangunan di Papua. Ia memandang bahwa pembangunan yang tengah berlangsung bukan sekadar pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, atau fasilitas publik lainnya, melainkan bagian dari upaya besar untuk membuka akses, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat daya saing masyarakat Papua di berbagai sektor.

Menurutnya, pembangunan yang inklusif harus melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, dukungan kolektif menjadi kunci keberhasilan implementasi PSN di Papua. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat lokal diyakini mampu mempercepat tercapainya tujuan pembangunan yang berkeadilan. Dalam konteks ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah dan keberhasilan program.

Lebih lanjut, Pastor Catto Y. Mauri, S.Th. menekankan pentingnya menjaga kondusivitas sosial di tengah masifnya pembangunan yang sedang berlangsung. Ia mengajak masyarakat Papua untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang berpotensi menimbulkan perpecahan atau menghambat proses pembangunan. Literasi informasi menjadi hal yang krusial agar masyarakat dapat memilah dan memahami berbagai informasi secara bijak.

Dalam era digital saat ini, arus informasi yang begitu cepat kerap kali menghadirkan tantangan tersendiri. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mampu bersikap kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks yang dapat merusak semangat kebersamaan. Pembangunan yang tengah berjalan membutuhkan stabilitas sosial dan dukungan penuh dari masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh lapisan.

Selain itu, percepatan pembangunan Papua juga diarahkan untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah. Selama ini, tantangan geografis dan keterbatasan akses menjadi salah satu faktor yang menghambat pemerataan pembangunan. Dengan adanya PSN, berbagai infrastruktur strategis dibangun untuk membuka keterisolasian wilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.

Pembangunan yang merata di Papua diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Sektor-sektor potensial seperti pertanian, perikanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif dapat berkembang lebih optimal dengan dukungan infrastruktur yang memadai. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat serta penguatan ekonomi daerah.

Dalam pandangan Pastor Catto Y. Mauri, S.Th., keberhasilan pembangunan Papua tidak hanya diukur dari capaian fisik semata, tetapi juga dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pembangunan harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan. Generasi muda Papua memiliki peran penting sebagai motor penggerak pembangunan di masa depan.

Semangat gotong royong menjadi nilai utama yang perlu terus dijaga dalam proses pembangunan ini. Kolaborasi antara berbagai pihak akan memperkuat fondasi pembangunan yang berkelanjutan. Dengan adanya rasa memiliki terhadap program pembangunan, masyarakat akan lebih aktif berkontribusi serta menjaga hasil pembangunan yang telah dicapai.

Optimisme terhadap masa depan Papua semakin menguat seiring dengan berbagai upaya percepatan pembangunan yang terus dilakukan. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, pembangunan di Papua diharapkan mampu menghadirkan keadilan yang merata, mengurangi ketimpangan, serta menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Akselerasi pembangunan Papua merupakan bagian dari komitmen nasional untuk memastikan bahwa tidak ada wilayah yang tertinggal dalam proses pembangunan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, cita-cita untuk mewujudkan Papua yang maju, adil, dan sejahtera bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Surabaya

AMANAH Masuki Fase Baru, Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Aceh – Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul–Hebat (Amanah) terus memperkuat langkah strategis dalam memasuki fase baru pengembangan program kepemudaan di Aceh. Organisasi ini mulai menyiapkan berbagai inisiatif yang lebih terintegrasi dengan melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, hingga sektor ekonomi kreatif.

Langkah tersebut terlihat dari serangkaian pertemuan dan penjajakan kolaborasi yang dilakukan Amanah dalam beberapa waktu terakhir, termasuk dengan pihak kampus dan pemerintah kota.

Salah satu upaya konkret dilakukan melalui pertemuan dengan pimpinan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat memperkuat pembinaan generasi muda Aceh melalui kolaborasi yang lebih sistematis.

Ketua Yayasan Amanah, Dr. Syaifullah Muhammad, menegaskan bahwa penguatan kapasitas pemuda menjadi fokus utama dalam fase pengembangan selanjutnya. Ia menyebut, tantangan generasi muda saat ini tidak cukup dijawab dengan pendekatan konvensional.

“Kita ingin membangun kompetensi, mengubah mindset, dan membuka akses pemuda Aceh ke ekosistem kreatif global,” ujarnya dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman, menyambut baik sinergi tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan pembinaan pemuda yang berkelanjutan.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan daya saing generasi muda, sehingga kemitraan dengan organisasi seperti Amanah perlu terus diperkuat.

“Sinergi ini penting agar pembinaan pemuda tidak berjalan parsial, tetapi terarah dan berdampak luas,” ungkapnya.

Selain dengan kalangan akademisi, Amanah juga mulai menjajaki kolaborasi dengan pemerintah daerah. Dalam kunjungan ke gedung Amanah, Wali Kota Banda Aceh menyoroti potensi kerja sama di sektor ekonomi kreatif sebagai ruang baru bagi pengembangan anak muda.

Inisiatif tersebut dinilai sejalan dengan visi Amanah untuk menghadirkan program yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi generasi muda.

Di sisi lain, dukungan terhadap penguatan peran pemuda juga datang dari berbagai pihak. Pemerintah mendorong agar organisasi kepemudaan mampu menjadi motor penggerak pembangunan berbasis kreativitas dan inovasi, khususnya di daerah.

Dengan rangkaian kolaborasi ini, Amanah menegaskan komitmennya untuk memasuki fase baru dengan pendekatan yang lebih terintegrasi—menggabungkan aspek pendidikan, pengembangan karakter, hingga penciptaan peluang ekonomi.

Ke depan, Amanah berharap sinergi lintas sektor ini dapat melahirkan ekosistem pembinaan pemuda Aceh yang lebih kuat, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Relaunching AMANAH Dorong Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Pemuda Aceh

Aceh Besar – Menjelang relaunching yang diagendakan pada pertengahan April 2026, Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) memperkuat arah pengembangan generasi muda melalui program pembinaan yang lebih terarah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyelenggaraan Future Leaders Bootcamp (FLB) sebagai upaya membentuk karakter dan kapasitas kepemimpinan pemuda Aceh.

Kegiatan yang digelar oleh Bidang Pelatihan dan Sertifikasi Badan Pekerja AMANAH ini berlangsung di Gedung AMANAH, Kawasan Industri Aceh (KIA), Ladong, Aceh Besar. Sebanyak 26 peserta terpilih dari berbagai kabupaten/kota di Aceh mengikuti program tersebut setelah melalui proses seleksi ketat.

Mengusung tema “Mengenal Diri, Menentukan Arah, Mewujudkan Masa Depan”, FLB dirancang sebagai ruang pembentukan karakter dan penguatan kepemimpinan generasi muda. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan mengasah potensi diri melalui pendekatan interaktif.

Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menegaskan pentingnya membangun ekosistem yang mampu mendorong lahirnya pemimpin muda yang berintegritas dan berdaya saing.

“Anak muda Aceh tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan adalah ekosistem yang mampu mengubah potensi itu menjadi produktivitas dan daya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan, AMANAH hadir sebagai wadah pengembangan yang tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga pada pembentukan pola pikir kepemimpinan, komitmen, dan peran aktif generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan.

Dalam kegiatan ini, peserta dibekali berbagai materi aplikatif, mulai dari penguatan pola pikir kewirausahaan melalui sesi entrepreneurial mindset, hingga penyusunan visi hidup dan peta jalan masa depan (life roadmap). Selain itu, kemampuan komunikasi efektif dan public speaking juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan.

Bootcamp ini menghadirkan Said Muniruddin, akademisi Universitas Syiah Kuala dan praktisi pengembangan diri. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dalam membangun kepemimpinan yang utuh.

AMANAH juga menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pengembangan generasi muda yang lebih terintegrasi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Penguatan program diarahkan pada penciptaan ruang yang mampu menyalurkan potensi anak muda secara produktif dan berkelanjutan.

Relaunching AMANAH diharapkan menjadi momentum untuk memperluas jangkauan program serta memperkuat peran lembaga sebagai pusat pengembangan kepemimpinan dan inovasi generasi muda Aceh.

Melalui langkah ini, AMANAH menargetkan lahirnya generasi muda yang adaptif, kreatif, dan memiliki daya saing global, sekaligus mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. #

Bootcamp Kepemimpinan AMANAH Cetak Generasi Muda Aceh yang Visioner

Aceh – Menjelang peluncuran ulang programnya, Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul – Hebat (Amanah) terus memperkuat ekosistem kreatif pemuda melalui penyelenggaraan Future Leaders Bootcamp (FLB). Kegiatan ini diikuti oleh 26 anak muda terpilih dari berbagai daerah di Aceh dan digelar di Gedung Amanah, Kawasan Industri Aceh (KIA), Ladong, Kabupaten Aceh Besar, dengan mengusung tema “Mengenal Diri, Menentukan Arah, Mewujudkan Masa Depan.”

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Amanah dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan. Para peserta yang terlibat telah melalui proses seleksi ketat dari puluhan pendaftar terbaik, sehingga menghasilkan kelompok pemuda dengan potensi unggul. Antusiasme tinggi terlihat sepanjang kegiatan, mencerminkan kesiapan mereka dalam mengembangkan kapasitas diri.

Ketua Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul – Hebat (Amanah), Dr. Saifullah Muhammad menegaskan pentingnya penguatan ekosistem kreatif sebagai fondasi pembangunan pemuda.

“Menjelang peluncuran ulang Amanah, kami ingin memastikan bahwa generasi muda Aceh memiliki pola pikir kepemimpinan yang kuat, kreatif, serta mampu berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan nilai kebangsaan,” ujarnya,

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas, FLB menghadirkan narasumber inspiratif, Akademisi Universitas Syiah Kuala Said Muniruddin, SE, M.Sc., yang memberikan materi utama terkait pengembangan pola pikir kewirausahaan. Ia menekankan bahwa daya saing global pemuda Aceh sangat ditentukan oleh kesiapan mental dan visi yang dimiliki.

“Pemuda Aceh memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat global, selama mereka membangun entrepreneurial mindset yang solid, tidak hanya dari sisi keterampilan teknis, tetapi juga dari kekuatan visi dan nilai spiritual,” jelasnya.

Berbagai sesi pelatihan seperti Vision Building, Life Roadmap, dan Communication & Public Speaking dirancang untuk memperkuat keterampilan praktis peserta. Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan arah yang lebih jelas dalam merancang masa depan.

“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga menyusun langkah konkret untuk pengembangan diri, termasuk meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi,” ungkapnya.

Selain itu, Akademisi Universitas Syiah Kuala, Said Muniruddin, SE, M.Sc. menegaskan pentingnya keseimbangan kemampuan agar pemuda Aceh mampu bersaing di tingkat global dengan didukung fondasi yang kuat.

“Pendekatan growth mindset menjadi kunci agar pemuda mampu menguasai soft skill dan hard skill secara seimbang sebagai bekal menghadapi tantangan global,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Amanah menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kreatif pemuda Aceh menjelang peluncuran ulang, dengan harapan lahir generasi yang inovatif, berkarakter, dan siap membawa daerah menuju kemajuan berkelanjutan.

Momentum Relaunching, AMANAH Aceh Kian Solid Bangun Pemuda Berdaya Saing

Aceh – Menjelang relaunching, Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) semakin mempertegas langkahnya dalam membangun generasi muda yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Penguatan program berbasis teknologi dan kreativitas menjadi fokus utama guna menjawab tantangan zaman sekaligus mendorong kemajuan daerah.

Upaya tersebut tercermin melalui pelaksanaan AMANAH Tech Education yang digelar pada Sabtu, 11 April 2026 di Gedung AMANAH, Ladong. Kegiatan ini melibatkan 48 pelajar dari tingkat SD hingga SMA asal Banda Aceh dan Aceh Besar yang mendapatkan pembekalan teknologi secara langsung dan aplikatif.

Program ini diinisiasi oleh Bidang Pengembangan Teknologi AMANAH sebagai bagian dari komitmen membangun generasi yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan solusi nyata di tengah masyarakat.

Melalui metode pembelajaran interaktif, peserta diperkenalkan pada dunia robotika, mulai dari konsep dasar hingga praktik sederhana. Kegiatan ini turut didukung oleh mentor berpengalaman dari Universitas Syiah Kuala yang membimbing peserta secara intensif sehingga proses belajar menjadi lebih efektif.

Koordinator kegiatan, Alsudais, ST menegaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi kebutuhan utama bagi generasi muda saat ini. “Teknologi harus menjadi alat untuk menciptakan solusi. Anak-anak muda perlu dibekali kemampuan agar mampu berkontribusi dalam berbagai sektor strategis seperti pertanian modern, transportasi, pelayanan publik, hingga ekonomi kreatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, teknologi juga berperan penting dalam meningkatkan produktivitas serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, penguatan literasi teknologi dinilai menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul di Aceh.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, khususnya saat sesi praktik robotik. Interaksi aktif antara mentor dan peserta mendorong tumbuhnya kreativitas sekaligus keberanian untuk bereksperimen.

Dukungan pemerintah daerah turut memperkuat peran AMANAH. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, sebelumnya mengapresiasi fasilitas lengkap yang dimiliki Gedung AMANAH.
“Fasilitas di sini sangat lengkap dan luar biasa. Ini adalah jawaban bagi keresahan anak muda kita yang memiliki bakat, tetapi sering terkendala infrastruktur,” ujar Illiza.
Dengan fasilitas yang mencakup sektor digital, industri kreatif, hingga pertanian modern, AMANAH dinilai mampu menjadi pusat pengembangan pemuda yang terintegrasi.**

Jelang Relaunching, AMANAH Aceh Perkuat Pengembangan Talenta Muda

Aceh – Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul-Hebat (AMANAH) terus memperkuat langkah strategisnya dalam membina generasi muda Aceh menjelang relaunching program tersebut.

Upaya ini ditandai dengan penyelenggaraan Future Leaders Bootcamp (FLB), sebuah program pelatihan kepemimpinan intensif yang berlangsung di Gedung AMANAH, Kawasan Industri Aceh (KIA), Ladong, Aceh Besar.

Program ini menjadi sinyal kuat komitmen dalam mencetak talenta muda unggul yang mampu menjawab tantangan zaman.

Sebanyak 26 peserta terpilih dari berbagai kabupaten/kota di Aceh mengikuti kegiatan bertema “Mengenal Diri, Menentukan Arah, Mewujudkan Masa Depan”.

Mereka merupakan hasil seleksi ketat dari puluhan kandidat terbaik, mencerminkan keseriusan program dalam menjaring calon pemimpin muda berkualitas.

Selain itu, pendekatan pelatihan dirancang secara intensif dan terstruktur untuk memperkuat kapasitas personal sekaligus profesional peserta.

Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menegaskan bahwa keberadaan AMANAH semakin relevan di tengah kebutuhan akan generasi muda yang tangguh dan visioner.

“Pentingnya kehadiran AMANAH sebagai wadah pengembangan generasi muda Aceh menjadi semakin krusial, terutama dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan, tetapi juga pada pembentukan pola pikir kepemimpinan dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Dr. Saifullah menekankan pentingnya peran aktif pemuda dalam pembangunan daerah yang selaras dengan nilai kebangsaan.

“Kami mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki semangat cinta tanah air dan tanggung jawab sosial yang tinggi,” katanya.

Menurutnya, AMANAH hadir sebagai platform strategis untuk memastikan anak muda Aceh memiliki bekal memadai untuk menjadi pemimpin di tingkat lokal, nasional, hingga global.

Dalam pelaksanaan FLB, peserta mendapatkan pembekalan dari berbagai narasumber berpengalaman, termasuk Said Muniruddin, akademisi Universitas Syiah Kuala sekaligus praktisi pengembangan diri.

Salah satu materi kunci yang disampaikan adalah “Assessing Entrepreneurial Mindset” yang menekankan pentingnya pola pikir kewirausahaan sebagai fondasi kepemimpinan bisnis modern.

Materi ini dipadukan dengan sesi mentoring dan simulasi yang aplikatif, sehingga peserta mampu menginternalisasi pembelajaran secara komprehensif.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian persiapan relaunching AMANAH yang akan memperluas jangkauan pembinaan secara lebih masif, sistematis, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam penguatan sumber daya manusia, langkah ini diharapkan mampu mendorong lahirnya ekosistem kepemudaan yang produktif dan inovatif di Aceh.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda Aceh yang kreatif, unggul, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa terutama dalam menghadapi persaingan global.