Oleh: Nur Utunissa
Sekolah Rakyat bukan sekadar alternatif pendidikan, melainkan representasi keberanian negara dalam menjadikan pendidikan sebagai alat perubahan nasib. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud keberanian negara dalam mengubah nasib anak bangsa. Sekolah ini dipandang sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri secara optimal, tanpa dibatasi oleh latar belakang sosial dan ekonomi. Dengan pendekatan tersebut, pendidikan ditempatkan sebagai hak dasar sekaligus jalan pembebasan bagi anak-anak yang selama ini sulit menjangkau layanan pendidikan formal.
Keberadaan Sekolah Rakyat menjadi semakin relevan di tengah realitas kesenjangan pendidikan antara wilayah dan kelompok sosial. Masih banyak anak yang terancam putus sekolah atau tidak mendapatkan layanan pendidikan yang layak akibat faktor kemiskinan, jarak, dan keterbatasan fasilitas. Sekolah Rakyat menjawab persoalan tersebut melalui pendekatan inklusif dan adaptif yang menyesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat, sehingga pendidikan menjadi lebih dekat, terjangkau, dan bermakna.
Dalam praktiknya, Sekolah Rakyat mengedepankan pembelajaran yang kontekstual dan membumi. Kurikulum dirancang agar selaras dengan realitas kehidupan peserta didik, sehingga proses belajar tidak terlepas dari lingkungan sosial mereka. Anak-anak diajak mengenali potensi diri, memahami lingkungan sekitar, serta mengembangkan keterampilan hidup yang relevan. Pendekatan ini mendorong peserta didik menjadi subjek aktif dalam proses pembelajaran, bukan sekadar penerima materi.
Dari sisi akademik, Sekolah Rakyat tetap mengacu pada standar pendidikan nasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti memastikan bahwa Sekolah Rakyat telah berjalan sesuai dengan kurikulum yang disiapkan pemerintah. Kurikulum tersebut dirancang fleksibel untuk mengakomodasi keberagaman latar belakang peserta didik, termasuk perbedaan usia, kemampuan, dan pengalaman belajar sebelumnya, sehingga proses pendidikan tetap terarah namun tidak kaku.
Dukungan terhadap tenaga pendidik menjadi aspek penting dalam keberhasilan Sekolah Rakyat. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen mendukung penyiapan dan pemenuhan guru Sekolah Rakyat melalui pelatihan khusus. Para guru dibekali pemahaman mengenai kurikulum multi-entry dan multi-exit yang memungkinkan peserta didik masuk dan keluar dari sistem pendidikan sesuai dengan kondisi masing-masing. Dengan pendekatan ini, proses pembelajaran diharapkan mampu menjawab kebutuhan siswa yang beragam secara lebih adil dan efektif.
Lebih dari sekadar penguatan akademik, Sekolah Rakyat berperan besar dalam pembentukan karakter dan ketahanan mental anak. Ketangguhan anak bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kognitif, tetapi juga oleh nilai-nilai seperti disiplin, empati, kerja sama, dan daya juang. Lingkungan belajar yang humanis dan partisipatif memungkinkan anak-anak tumbuh dengan rasa percaya diri serta keberanian menghadapi tantangan hidup.
Pendidikan karakter menjadi pilar penting dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Nilai kebangsaan, gotong royong, toleransi, dan tanggung jawab sosial ditanamkan secara konsisten dalam kegiatan belajar maupun aktivitas keseharian. Anak-anak diajak memahami jati dirinya sebagai bagian dari bangsa yang majemuk, sehingga tumbuh kesadaran untuk menjaga persatuan dan memperkuat kohesi sosial sejak dini.
Selain itu, Sekolah Rakyat juga menaruh perhatian pada penguatan keterampilan dasar yang relevan dengan masa depan. Literasi, numerasi, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif menjadi fokus utama. Anak-anak dilatih untuk memecahkan masalah, berkomunikasi secara efektif, dan bekerja sama dalam tim. Keterampilan ini menjadi bekal penting dalam menghadapi perubahan sosial dan tantangan dunia kerja yang terus berkembang.
Ketangguhan anak bangsa juga berkaitan erat dengan kesehatan fisik dan mental. Sekolah Rakyat mengintegrasikan pendekatan kesejahteraan dalam proses pendidikannya melalui penciptaan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang. Dengan demikian, peserta didik dapat belajar secara optimal tanpa tekanan berlebihan, sekaligus memiliki ruang untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan potensi secara utuh.
Dalam perspektif yang lebih luas, Sekolah Rakyat memiliki fungsi strategis sebagai pintu masuk intervensi sosial yang terintegrasi. Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi sarana awal bagi pelaksanaan intervensi sosial yang lebih komprehensif. Melalui sekolah ini, pemerintah memiliki ruang untuk menyinergikan layanan kesehatan, penyaluran bantuan sosial, serta program pemberdayaan keluarga secara lebih terkoordinasi.
Pendekatan lintas sektor tersebut memperkuat peran Sekolah Rakyat dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Ketika pendidikan berjalan seiring dengan perlindungan sosial dan pemberdayaan keluarga, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga oleh keluarga dan komunitas di sekitarnya. Dalam jangka panjang, hal ini akan berkontribusi pada terbentuknya masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing.
Pada akhirnya, Sekolah Rakyat merupakan fondasi strategis dalam membangun ketangguhan anak bangsa. Melalui pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan terintegrasi dengan intervensi sosial, Sekolah Rakyat membuka jalan bagi lahirnya generasi yang tangguh, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Investasi pada Sekolah Rakyat adalah investasi pada masa depan Indonesia, di mana setiap anak memiliki kesempatan yang adil untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
*) Penulis adalah Penulis adalah Pegiat Literasi pada Narasi Nusa Institute