Sejumlah Pihak Ajak Mahasiswa Jaga Aspirasi Tetap Murni dan Konstruktif

Jakarta – Kesadaran mahasiswa untuk menjaga kemurnian aspirasi dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat kualitas demokrasi. Di tengah berbagai dinamika yang berkembang, sejumlah pihak mengingatkan agar gerakan mahasiswa tetap berlandaskan idealisme, integritas, dan kepentingan masyarakat, tanpa dipengaruhi kepentingan politik praktis maupun iming-iming materi.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan mahasiswa berada pada fase membangun kapasitas intelektual sekaligus memperkuat karakter sebagai calon pemimpin bangsa.

Karena itu, ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan mahasiswa demi kepentingan tertentu.

“Jangan membeli idealisme dan integritas mahasiswa dengan uang. Maka jangan ada pihak-pihak yang memanfaatkan mahasiswa untuk kepentingan politik,” ujar Lalu Hadrian.

Pihaknya mengingatkan pelaksanaan demo mahasiswa harus tetap berlandaskan idealisme dan kepentingan masyarakat.

“Mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral yang independen. Ketika aksi mahasiswa digerakkan oleh kepentingan uang, maka nilai-nilai perjuangan, objektivitas, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat akan tergerus,” tegasnya.

Ia juga berharap setiap aksi demonstrasi tetap menjadi sarana penyampaian kritik, aspirasi, dan masukan secara murni sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara, bukan karena dorongan pihak tertentu maupun kepentingan finansial.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Sekjen Partai Gerindra, Didi Mahardhika.

Menurutnya, penunggangan gerakan kemahasiswaan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa.

“Berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa sebagai kekuatan moral dan agen perubahan,” kata Didi.

Ia menegaskan kampus memiliki peran penting dalam membentuk karakter, integritas, dan tanggung jawab mahasiswa.

Karena itu, idealisme gerakan mahasiswa harus tetap dijaga agar tidak terkooptasi kepentingan elite politik.

Sementara itu, Aliansi BEM Bersatu juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi gerakan mahasiswa dari berbagai bentuk intervensi eksternal.

Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, menyatakan pihaknya menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis.

“Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan,” tegas Rahmat.

Berbagai pandangan tersebut menunjukkan bahwa kemurnian aspirasi mahasiswa perlu terus dijaga agar gerakan kemahasiswaan tetap menjadi ruang penyampaian kritik yang konstruktif, independen, serta berorientasi pada kepentingan bangsa dan masyarakat.

Legislator Ingatkan Demo Mahasiswa Tetap Murni, Jangan Dimanfaatkan untuk Politik Praktis

Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani mengingatkan seluruh pihak agar tidak memanfaatkan gerakan mahasiswa sebagai instrumen kepentingan politik praktis. Menurutnya, mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki idealisme, integritas, dan independensi yang harus dijaga karena selama ini berperan sebagai kekuatan moral dalam mengawal jalannya demokrasi serta mengawasi kebijakan publik secara objektif.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya dugaan adanya upaya mengarahkan aksi demonstrasi mahasiswa melalui pemberian imbalan kepada sejumlah peserta aksi. Lalu menilai praktik semacam itu berpotensi mencederai marwah gerakan mahasiswa, mengaburkan substansi penyampaian aspirasi, serta melemahkan kepercayaan publik terhadap independensi gerakan mahasiswa.

“Jangan membeli idealisme dan integritas mahasiswa dengan uang. Mahasiswa sedang berada pada fase membangun intelektualitas dan karakter yang akan menjadi bekal penting bagi masa depan bangsa,” ujar Lalu.

Ia menambahkan, demonstrasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat yang dijamin dalam sistem demokrasi. Karena itu, setiap aksi harus lahir dari kesadaran, idealisme, dan aspirasi yang tulus, bukan dipengaruhi kepentingan pihak tertentu maupun iming-iming materi.

Menurutnya, menjaga independensi gerakan mahasiswa merupakan tanggung jawab bersama agar ruang demokrasi tetap sehat dan kritik yang disampaikan benar-benar berorientasi pada kepentingan publik.

“Mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral yang independen. Aksi demonstrasi hendaknya benar-benar dilakukan untuk menyampaikan kritik dan aspirasi demi kepentingan masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin, mendorong agar dugaan adanya pihak yang mencoba memengaruhi arah demonstrasi dapat diusut secara terbuka. Menurutnya, transparansi diperlukan untuk menjaga marwah gerakan mahasiswa agar tetap dipercaya publik.

“Kami berharap persoalan ini diungkap secara transparan sehingga gerakan mahasiswa tetap berdiri di atas idealisme, bukan kepentingan pihak tertentu,” ungkapnya.

Independensi mahasiswa merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi. Oleh sebab itu, seluruh elemen bangsa diharapkan menghormati kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi tanpa intervensi maupun kepentingan politik praktis.

Dengan menjaga kemurnian gerakan mahasiswa, ruang demokrasi di Indonesia diharapkan tetap berkembang secara sehat, konstruktif, dan mampu menghadirkan kritik yang objektif sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan serta pembangunan nasional.

Menolak Politisasi Kampus demi Menjaga Marwah Gerakan Mahasiswa

Oleh: Satria Kurniawan )*

Gerakan mahasiswa merupakan salah satu pilar penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Sejak lama, mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual yang menyuarakan aspirasi masyarakat melalui kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta sikap kritis terhadap berbagai kebijakan publik. Karena itu, menjaga independensi gerakan mahasiswa menjadi kebutuhan penting agar fungsi kontrol sosial tetap berjalan secara objektif dan bertanggung jawab.

Di tengah dinamika politik nasional, muncul berbagai pengingat agar kampus tidak menjadi ruang yang dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis. Aspirasi mahasiswa dinilai harus tetap lahir dari kepedulian terhadap kepentingan masyarakat, bukan karena dorongan pihak luar yang berpotensi menggeser orientasi perjuangan mahasiswa sebagai kekuatan moral bangsa.

Sikap tersebut disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu yang secara terbuka menyatakan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis.

Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula menilai sejumlah aksi mahasiswa belakangan ini mulai kehilangan fokus karena tidak dibangun di atas kajian yang memadai, argumentasi yang kuat, maupun substansi tuntutan yang jelas. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangi kualitas gerakan mahasiswa sebagai ruang intelektual yang selama ini dihormati masyarakat.

BEM bersatu juga mengingatkan bahwa perhatian mahasiswa sebaiknya diarahkan pada persoalan yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Dalam konteks itu, BEM Bersatu memandang Program Makan Bergizi Gratis sebagai kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat, meskipun pelaksanaannya tetap memerlukan evaluasi agar semakin tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Selain itu, BEM Bersatu menyampaikan adanya dugaan keterlibatan aktor politik praktis dalam sejumlah gerakan mahasiswa. Meski demikian, organisasi tersebut juga menyadari bahwa dugaan tersebut tetap memerlukan proses klarifikasi dan pembuktian sesuai mekanisme yang berlaku sehingga tidak berkembang menjadi kesimpulan yang prematur.

Dalam sikap resminya, BEM Bersatu turut menolak narasi krisis yang dinilai tidak didasarkan pada data yang utuh. Organisasi tersebut berpandangan bahwa penyampaian informasi kepada publik harus dilakukan secara proporsional agar perhatian masyarakat tetap terarah pada agenda pembangunan nasional maupun pemberantasan korupsi yang sedang dijalankan pemerintah.

Sebagai bentuk komitmennya, BEM Bersatu menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari sterilisasi gerakan mahasiswa dari intervensi politik praktis, dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan tata kelola yang lebih baik, hingga dukungan terhadap penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.

Pandangan mengenai pentingnya menjaga marwah gerakan mahasiswa juga disampaikan Wakil Sekjen Partai Gerindra, Didi Mahardhika. Menurutnya, isu penunggangan organisasi kemahasiswaan apabila terbukti benar dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus kekuatan moral bangsa.

Didi menilai kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, nilai-nilai yang diwariskan oleh institusi pendidikan harus tetap dijaga agar mampu melahirkan lulusan yang memiliki keberanian menyampaikan kebenaran tanpa dipengaruhi kepentingan politik praktis.

Didi juga berpandangan bahwa mahasiswa memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Namun, hak tersebut harus dijalankan secara independen sehingga objektivitas gerakan tetap terpelihara dan tidak berubah menjadi instrumen kepentingan kelompok tertentu.

Menurut Didi, fungsi utama gerakan mahasiswa adalah mengawasi, memberikan masukan, serta mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah agar semakin efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan cara tersebut, kritik mahasiswa akan menjadi bagian dari proses penyempurnaan kebijakan publik, bukan sekadar membangun konfrontasi yang tidak menghasilkan solusi.

Koordinator Nasional FAM UBK, Romario Simbolon, menegaskan bahwa mahasiswa harus tetap berada dalam ruang intelektual yang independen. Menurutnya, marwah gerakan mahasiswa tidak boleh dirusak oleh fitnah, hoaks, maupun informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun akademik.

FAM UBK juga menyampaikan institusi pendidikan tidak semestinya dikapitalisasi untuk kepentingan politik jangka pendek karena hal itu justru dapat merugikan citra perguruan tinggi serta mengaburkan fungsi utama kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan.

Melalui pernyataan sikapnya, FAM UBK mendorong seluruh organisasi mahasiswa untuk kembali memperkuat tradisi akademik melalui riset, diskusi ilmiah, dan advokasi kebijakan berbasis data. Organisasi tersebut juga mengajak mahasiswa tetap kritis terhadap kebijakan publik dengan tetap menjunjung tinggi etika ilmiah, integritas intelektual, dan prinsip demokrasi yang sehat.

Komitmen berbagai elemen mahasiswa dan alumni tersebut menunjukkan bahwa menjaga independensi kampus merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas demokrasi Indonesia. Pemerintah membutuhkan masukan yang objektif dan berbasis kajian agar setiap kebijakan dapat terus disempurnakan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pada saat yang sama, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap aspirasi yang disampaikan tetap lahir dari kepentingan rakyat, bukan hasil intervensi pihak tertentu. Dengan menjaga kemurnian gerakan mahasiswa, kampus akan tetap menjadi ruang lahirnya gagasan, kritik yang konstruktif, serta solusi yang mampu mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.

*) pemerhati sosial

Menjaga Kemurnian Aspirasi Mahasiswa dari Kepentingan Politik Praktis

Oleh: Alifia Setiani )*

Gerakan mahasiswa selama ini menjadi salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Melalui tradisi akademik yang kuat, mahasiswa mampu menghadirkan kritik, gagasan, dan solusi terhadap berbagai persoalan publik. Peran tersebut perlu terus dipertahankan agar aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kepentingan masyarakat, bukan dipengaruhi agenda politik praktis yang dapat mengurangi independensi gerakan mahasiswa.

Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas dalam setiap aktivitas kemahasiswaan. Sikap kritis yang dibangun melalui kajian ilmiah akan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan nasional sekaligus memperkuat kualitas demokrasi. Sebaliknya, apabila gerakan mahasiswa dipengaruhi kepentingan di luar kepentingan publik, fungsi mahasiswa sebagai kekuatan moral akan kehilangan makna.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengingatkan seluruh pihak agar tidak memanfaatkan mahasiswa untuk kepentingan politik praktis maupun kepentingan tertentu dengan iming-iming materi. Menurutnya, masa perkuliahan merupakan fase penting bagi mahasiswa untuk membangun kapasitas intelektual, memperkuat idealisme, serta membentuk integritas sebagai bekal memimpin bangsa pada masa depan.

Pihaknya menyampaikan tindakan penunggangan aksi demo oleh kepentingan politik praktis dinilai dapat mencederai nilai-nilai independensi yang selama ini melekat pada gerakan mahasiswa. Lalu Hadrian Irfani berpandangan bahwa kondisi tersebut berpotensi menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang selama ini dikenal konsisten mengawal demokrasi dan kepentingan rakyat.

Demonstrasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat terhadap kebijakan publik. Hak tersebut, menurut Lalu Hadrian Irfani, harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan aspirasi yang lahir dari kesadaran intelektual, bukan karena dorongan kepentingan pihak tertentu maupun iming-iming materi.

Wakil Sekjen Partai Gerindra, Didi Mahardhika, juga memberikan perhatian serupa. Menurutnya, dampaknya berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap mahasiswa sebagai agen perubahan. Didi Mahardhika menilai kampus memiliki fungsi yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat memperoleh ilmu pengetahuan. Lingkungan akademik merupakan ruang pembentukan karakter, integritas, kejujuran, dan tanggung jawab sosial yang akan menentukan kualitas generasi penerus bangsa.

Universitas, menurut Didi Mahardhika, didirikan dengan semangat melahirkan generasi yang kritis, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan bangsa. Nilai-nilai tersebut perlu terus dijaga agar tidak tergerus oleh dinamika politik praktis yang dapat mengaburkan fungsi utama perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan.

Evaluasi terhadap berbagai dinamika yang berkembang di lingkungan kampus juga dinilai penting dilakukan agar marwah institusi pendidikan tetap terpelihara. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kembali budaya akademik yang menjunjung tinggi kejujuran, independensi, serta tanggung jawab moral.

Kritik terhadap pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Didi Mahardhika berpandangan bahwa kritik akan memberikan manfaat apabila disampaikan secara objektif, berbasis data, dan tidak dipengaruhi kepentingan politik praktis yang dapat menggeser tujuan utama gerakan mahasiswa.

Gerakan mahasiswa juga dinilai memiliki fungsi strategis untuk mengawasi, memberikan masukan, serta mengevaluasi pelaksanaan berbagai program pemerintah. Pendekatan tersebut akan menghasilkan hubungan yang konstruktif antara pemerintah dan kalangan akademisi sehingga setiap kebijakan dapat terus disempurnakan sesuai kebutuhan masyarakat.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Bersatu melalui Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, turut mengingatkan pentingnya menjaga independensi gerakan mahasiswa dari berbagai bentuk intervensi eksternal. Organisasi tersebut menyampaikan adanya dugaan keterlibatan aktor politik praktis dalam sejumlah aksi demonstrasi yang menolak Program Makan Bergizi Gratis.

Intervensi politik terhadap gerakan mahasiswa dinilai berpotensi mengurangi kemurnian aspirasi yang seharusnya lahir dari proses kajian akademik. Kondisi demikian dapat menggeser fokus mahasiswa dari perjuangan memperjuangkan kepentingan rakyat menuju kepentingan kelompok tertentu.

Komitmen menjaga independensi gerakan mahasiswa kemudian ditegaskan kembali oleh BEM Bersatu melalui sikap organisasi yang menolak segala bentuk penunggangan politik praktis. Organisasi tersebut berpandangan bahwa mahasiswa harus tetap menjadi suara masyarakat yang bebas dari kepentingan elite politik.

Di sisi lain, independensi gerakan mahasiswa tidak berarti menghilangkan fungsi kritis terhadap pemerintah. Justru dalam sistem demokrasi, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kekuatan moral yang menyampaikan kritik secara objektif, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan publik. Oleh karena itu, menjaga gerakan mahasiswa tetap bebas dari kepentingan politik praktis menjadi prasyarat agar setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kajian akademik serta mampu memberikan kontribusi bagi penyempurnaan kebijakan publik.

Pemerintah pada dasarnya membutuhkan kritik yang objektif sebagai bagian dari proses penyempurnaan kebijakan publik. Masukan yang disusun berdasarkan riset, data, dan argumentasi akademik akan membantu meningkatkan efektivitas berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan.

Kemurnian aspirasi mahasiswa akhirnya menjadi kepentingan bersama seluruh elemen bangsa. Kampus harus tetap menjadi ruang lahirnya pemikiran kritis yang independen, sedangkan mahasiswa perlu mempertahankan idealisme agar setiap gerakan benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat. Dengan komitmen tersebut, mahasiswa akan tetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan nasional sekaligus menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

*) pemerhati sosial

Ekonomi RI Diakui Resilien, Pemerintah Perkuat Koordinasi Fiskal dan Moneter

Jakarta – Sinergi pemerintah, DPR RI, Bank Indonesia (BI), dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menjadi kunci menjaga stabilitas dan daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global melalui penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk merespons berbagai tekanan eksternal sekaligus menjaga kepercayaan pasar.

Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penguatan Fiskal dan Moneter yang melibatkan DPR RI, BI, Kementerian Keuangan, DEN, serta kementerian dan BUMN strategis.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan koordinasi antarlembaga diperlukan agar pemerintah mampu merespons perkembangan ekonomi global secara cepat dan terukur.

Menurutnya, pembahasan tidak hanya difokuskan pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memitigasi berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.

“Hari ini kami mengadakan rapat koordinasi untuk pertumbuhan ekonomi sekaligus juga rapat untuk mitigasi beberapa hal yang terjadi belakangan ini,” ujar Dasco.

Dalam forum tersebut, pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih berada pada jalur yang kuat meski tekanan global terus meningkat.

Wakil Ketua DEN, Mari Elka Pangestu menjelaskan, lonjakan harga minyak dunia dan ketidakpastian ekonomi global mulai memberikan dampak terhadap inflasi serta daya beli masyarakat. Karena itu, menjaga stabilitas makroekonomi menjadi prioritas utama.

“Yang paling penting adalah menjaga stabilitas makroekonomi dalam jangka pendek karena dampak ketidakpastian global sudah mulai terasa terhadap inflasi dan daya beli masyarakat,” katanya.

Dari sisi moneter, Bank Indonesia memperkuat bauran kebijakan melalui kenaikan BI Rate menjadi 5,75 persen yang direspons positif pasar dengan meningkatnya arus modal asing ke instrumen keuangan domestik.

Hingga 26 Juni 2026, inflow ke Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai sekitar USD9 miliar year to date, disertai ekspansi likuiditas operasi moneter hingga Rp1.000 triliun untuk menjaga stabilitas pasar uang dan valuta asing.

Dari sisi fiskal, pemerintah menjaga ruang APBN tetap sehat dengan defisit hingga Mei 2026 sebesar 0,7 persen PDB dan diproyeksikan tetap di bawah batas 3 persen. Selain itu, pemerintah memperpanjang penempatan dana Rp281 triliun di perbankan hingga Desember 2026 serta menyiapkan tambahan likuiditas Rp100 triliun untuk mendukung penyaluran kredit ke dunia usaha.

Ketahanan Ekonomi RI dan Pengakuan Dunia atas Fundamental yang Tetap Kuat

Oleh : Rahmat Hidayat )*

Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian akibat tensi geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga fluktuasi harga komoditas, Indonesia kembali menunjukkan ketangguhan sebagai salah satu negara dengan fundamental ekonomi yang tetap kokoh. Berbagai lembaga internasional memberikan penilaian positif terhadap prospek ekonomi Indonesia, didukung oleh stabilitas makroekonomi, inflasi yang terkendali, konsumsi domestik yang kuat, serta kesinambungan reformasi struktural yang dijalankan pemerintah. Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa fondasi ekonomi nasional tidak hanya mampu bertahan menghadapi tekanan global, tetapi juga semakin dipercaya sebagai salah satu motor pertumbuhan kawasan.

Kepercayaan dunia terhadap perekonomian Indonesia bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah secara konsisten menjaga disiplin fiskal, memperkuat daya tahan sektor keuangan, mempercepat hilirisasi industri, serta meningkatkan investasi pada sektor-sektor produktif. Kebijakan tersebut menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih resilien sehingga Indonesia mampu mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah perlambatan ekonomi global yang dialami banyak negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam berbagai kesempatan terbaru mengatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi yang kuat. Menurutnya, konsumsi rumah tangga yang terus tumbuh, investasi yang meningkat, serta aktivitas manufaktur yang tetap ekspansif menjadi indikator bahwa mesin pertumbuhan ekonomi nasional masih bekerja secara optimal. Airlangga juga menyampaikan bahwa pemerintah terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makro melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk percepatan investasi, hilirisasi sumber daya alam, transformasi digital, serta penguatan daya saing industri nasional.

Menurut Airlangga, kepercayaan investor global terhadap Indonesia tercermin dari tetap terjaganya arus investasi dan stabilitas pasar keuangan domestik. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter agar mampu merespons dinamika global secara adaptif tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Komitmen tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat berbagai lembaga internasional tetap menempatkan Indonesia sebagai negara dengan prospek ekonomi yang menjanjikan di kawasan Asia.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengatakan bahwa para investor global tetap memandang Indonesia sebagai negara dengan fundamental ekonomi yang kuat. Menurutnya, keputusan investasi yang terus mengalir ke Indonesia menunjukkan bahwa pelaku usaha internasional tidak hanya melihat dinamika jangka pendek, tetapi juga menilai prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Pihaknya menjelaskan bahwa stabilitas makroekonomi, konsistensi kebijakan pemerintah, serta besarnya potensi pasar domestik menjadi faktor utama yang menjaga kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Rosan menambahkan bahwa realisasi investasi yang terus tumbuh menjadi indikator nyata bahwa kepercayaan dunia terhadap Indonesia tetap tinggi. Pemerintah, lanjutnya, akan terus memperkuat iklim investasi melalui penyederhanaan regulasi, percepatan hilirisasi industri, serta pembangunan ekosistem investasi yang semakin kompetitif. Langkah tersebut tidak hanya akan meningkatkan arus modal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya saing industri nasional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan fundamental ekonomi yang tetap solid dan reformasi struktural yang berkelanjutan, Indonesia diyakini akan semakin mampu menarik investasi berkualitas sekaligus memperkokoh posisinya sebagai salah satu tujuan investasi paling prospektif di kawasan Asia.

Pengakuan dunia terhadap fundamental ekonomi Indonesia juga tercermin dari berbagai laporan lembaga internasional yang masih menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara berkembang dengan prospek pertumbuhan terbaik. Stabilitas sektor perbankan, penguatan ekspor produk bernilai tambah melalui hilirisasi, serta meningkatnya investasi di sektor manufaktur menunjukkan bahwa transformasi ekonomi yang dijalankan pemerintah mulai menghasilkan dampak nyata terhadap struktur perekonomian nasional. Kondisi tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik di tengah meningkatnya kecenderungan relokasi rantai pasok global.

Selain faktor kebijakan pemerintah, kekuatan ekonomi Indonesia juga ditopang oleh besarnya pasar domestik dan bonus demografi yang dimiliki. Konsumsi masyarakat yang tetap terjaga memberikan bantalan kuat ketika permintaan global mengalami perlambatan. Di sisi lain, meningkatnya produktivitas industri serta percepatan digitalisasi ekonomi membuka ruang pertumbuhan baru yang semakin memperluas basis ekonomi nasional. Kombinasi faktor-faktor tersebut menjadikan Indonesia memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan banyak negara berkembang lainnya.

Ke depan, tantangan global diperkirakan masih akan terus berlangsung. Namun pengalaman Indonesia dalam menghadapi berbagai krisis menunjukkan bahwa koordinasi kebijakan yang solid menjadi modal utama menjaga stabilitas nasional. Sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, pelaku usaha, serta masyarakat akan terus menjadi fondasi dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Dengan fundamental yang tetap kuat, reformasi struktural yang berkelanjutan, serta komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi, Indonesia memiliki peluang besar untuk terus mempertahankan kepercayaan dunia sekaligus mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. Pengakuan internasional terhadap ketahanan ekonomi Indonesia pada akhirnya bukan sekadar apresiasi atas capaian saat ini, melainkan juga cerminan optimisme terhadap masa depan ekonomi nasional yang semakin kompetitif di tingkat global.

)* Pemerhati Isu-Isu Ekonomi

Ekonomi Indonesia Tetap di Jalur Positif

Oleh : Rivka Mayangsari *)
Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, dan fluktuasi pasar keuangan, Indonesia terus menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat. Berbagai indikator makroekonomi memperlihatkan bahwa fundamental perekonomian nasional tetap terjaga, didukung oleh kebijakan pemerintah yang adaptif serta sinergi yang erat dengan otoritas moneter. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat optimisme menuju pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga stabilitas dan ketahanan perekonomian nasional melalui berbagai kebijakan yang responsif terhadap perkembangan global. Menurutnya, sejumlah indikator makroekonomi menunjukkan kinerja yang tetap kuat sehingga Indonesia mampu mempertahankan jalur pertumbuhan positif meskipun dunia masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Salah satu indikator yang menunjukkan ketahanan tersebut adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year). Capaian ini melampaui berbagai proyeksi lembaga internasional dan tetap berada di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara ASEAN. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi domestik masih berjalan dengan baik serta mampu menjadi penopang utama pertumbuhan nasional.
Kinerja positif juga tercermin dari neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatatkan surplus sebesar 0,09 miliar dolar Amerika Serikat pada April 2026. Surplus tersebut menunjukkan bahwa daya saing produk nasional tetap terjaga di tengah perlambatan perdagangan dunia. Stabilitas sektor eksternal ini sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional terhadap berbagai tekanan global.
Di sektor industri, aktivitas manufaktur juga masih menunjukkan kondisi yang sehat. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur S&P Indonesia tetap berada di level 50, yang menandakan sektor manufaktur masih berada pada fase ekspansi. Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas produksi, investasi, serta permintaan domestik masih terus bergerak sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan pada semester II tahun 2026, pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun. Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga aktivitas ekonomi domestik agar tetap tumbuh di tengah ketidakpastian global.
Paket stimulus tersebut mencakup bantuan pangan berupa beras bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan. Program ini tidak hanya bertujuan menjaga ketahanan pangan masyarakat, tetapi juga membantu mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga sehingga konsumsi masyarakat tetap terjaga.
Selain itu, pemerintah memberikan bantuan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kedelai kepada pelaku usaha tahu dan tempe. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha mikro sekaligus memastikan harga pangan tetap stabil di tingkat konsumen. Langkah ini mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil yang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional.
Pemerintah juga memberikan berbagai insentif berupa diskon transportasi untuk moda udara, kereta api, dan angkutan laut kelas ekonomi. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa transportasi yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Optimisme terhadap perekonomian Indonesia juga disampaikan oleh Bank Indonesia. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2026 diprakirakan tetap berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen. Proyeksi tersebut didukung oleh kuatnya permintaan domestik meskipun ekonomi global masih menghadapi perlambatan dan tingginya ketidakpastian geopolitik.
Menurut Perry Warjiyo, konsumsi pemerintah menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi melalui percepatan realisasi berbagai program prioritas nasional. Penyaluran bantuan sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), pemberian gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), serta percepatan belanja negara diyakini akan terus menopang aktivitas ekonomi domestik.
Di sisi lain, berbagai program stimulus yang dijalankan pemerintah juga dipandang mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Sinergi antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Ketahanan ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan bahwa fondasi pembangunan nasional semakin kuat. Stabilitas inflasi, pertumbuhan yang tetap tinggi, surplus perdagangan, cadangan devisa yang memadai, serta meningkatnya konsumsi domestik menjadi indikator bahwa arah kebijakan pemerintah berjalan sesuai sasaran. Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari koordinasi yang erat antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga momentum pembangunan.
Ke depan, tantangan global diperkirakan masih akan berlangsung. Namun, dengan fundamental ekonomi yang kokoh, kebijakan yang adaptif, serta berbagai stimulus yang terus dioptimalkan, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempertahankan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Optimisme tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju dengan ekonomi yang tangguh, berdaya saing, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
*) Pemerhati ekonomi

Ekonomi RI Tetap Tumbuh, Pemerintah Waspadai Inflasi dan Tekanan Eksternal

Jakarta – Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Langkah tersebut difokuskan pada pengendalian inflasi, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terpelihara sepanjang 2026.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, mengatakan tekanan inflasi saat ini masih berada dalam kisaran sasaran. Namun, risiko imported inflation akibat kenaikan harga minyak dan komoditas dunia perlu terus diantisipasi karena berpotensi memengaruhi harga di dalam negeri.

“Faktor risiko inflasi yang menjadi perhatian adalah rambatan kenaikan harga global, yaitu harga minyak dan komoditas ke dalam negeri atau imported inflation,” kata Aida.

Menurutnya, penyesuaian harga energi diperkirakan memberikan tambahan inflasi sekitar 0,25 persen. Meski demikian, Bank Indonesia bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar dampaknya terhadap masyarakat maupun perekonomian tetap terkendali.

Aida menegaskan proyeksi inflasi masih berada dalam target 2,5 persen dengan toleransi plus minus satu persen. BI juga terus menjalankan bauran kebijakan moneter secara konsisten, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta memperkuat koordinasi kebijakan untuk meredam dampak gejolak ekonomi global.

Selain menjaga stabilitas makroekonomi, BI melanjutkan pelonggaran kebijakan makroprudensial, pemberian insentif likuiditas makroprudensial (KLM), percepatan digitalisasi sistem pembayaran, serta penguatan UMKM dan ekonomi inklusif guna mendorong aktivitas sektor riil.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Pada triwulan I 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen secara tahunan, melampaui berbagai proyeksi lembaga internasional dan berada di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara ASEAN.

Airlangga mengatakan pemerintah juga terus menjaga inflasi dan permintaan domestik sekaligus memperluas kerja sama ekonomi melalui proses aksesi ke CPTPP dan OECD. Upaya tersebut diharapkan memperkuat daya saing nasional, meningkatkan investasi, serta menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.

Pemerintah Pastikan Taruna Akmil Tidak Mengajar di Kelas, Hanya Dampingi Kemandirian Siswa Sekolah Rakyat

Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa pelibatan taruna Akademi Militer (Akmil) dalam program Sekolah Rakyat bukan untuk menggantikan peran guru maupun mengajar di ruang kelas. Kehadiran para taruna difokuskan untuk memberikan pendampingan kehidupan berasrama guna membantu siswa beradaptasi, membangun kemandirian, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Melalui kolaborasi Kementerian Sosial (Kemensos) dan TNI, sekitar 1.000 taruna Akmil tingkat I dan II akan diterjunkan ke 178 titik Sekolah Rakyat pada 3–8 Agustus 2026 untuk mendampingi kehidupan berasrama siswa. Wamensos Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa program tersebut bertujuan membantu siswa beradaptasi dan membangun kemandirian dalam kehidupan sehari-hari di asrama.

“Program ini hanya berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 8 Agustus. Tujuannya membantu anak-anak yang tinggal di asrama agar lebih mandiri. Mereka akan dibimbing melakukan hal-hal sederhana, seperti merapikan lemari, merapikan tempat tidur, hingga membiasakan kerapian dalam berseragam,” ujar Agus Jabo.

Menurutnya, pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun karakter dan kebiasaan positif bagi siswa Sekolah Rakyat yang harus tinggal jauh dari keluarga. Para taruna akan berperan sebagai pembimbing kehidupan asrama sehingga peserta didik dapat beradaptasi dengan lingkungan baru secara lebih mudah dan nyaman.

“Taruna tidak mengajar di kelas seperti guru. Mereka memberikan bimbingan di asrama agar anak-anak Sekolah Rakyat dapat tinggal dengan tenang dan nyaman walaupun tidak tinggal satu rumah dengan keluarganya. Mereka juga memberikan pembinaan agar tidak terjadi segala bentuk kekerasan, termasuk perundungan atau kekerasan dari kakak kelas kepada adik kelas,” kata Agus Jabo.

Pemerintah memastikan bahwa pelaksanaan program tersebut memiliki dasar hukum yang kuat, yakni Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Kehadiran taruna di lingkungan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya mendukung pembentukan karakter peserta didik sekaligus memperkuat aspek pengasuhan di asrama.

Agus Jabo menjelaskan bahwa pemilihan taruna Akmil dilakukan karena mereka memiliki pengalaman langsung menjalani kehidupan berasrama yang dinilai relevan untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan baru.

“Kenapa taruna? Karena mereka yang memahami bagaimana hidup di asrama. Pengalaman itu yang ingin ditularkan kepada anak-anak Sekolah Rakyat agar mereka cepat beradaptasi dan memiliki karakter yang mandiri,” ujarnya.

Setiap titik Sekolah Rakyat akan didampingi lima taruna yang membimbing keterampilan dasar kehidupan asrama, seperti merapikan perlengkapan pribadi, menyetrika seragam, dan membangun kebiasaan hidup mandiri serta disiplin. Melalui pendampingan ini, Pemerintah berharap siswa dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan asrama dan mengembangkan karakter yang mandiri.

Pendampingan Taruna Akmil di Sekolah Rakyat Berlangsung Lima Hari untuk Latih Kemandirian

Jakarta – Pemerintah memperkuat pelaksanaan Program Sekolah Rakyat melalui pendampingan kehidupan berasrama yang melibatkan taruna Akademi Militer (Akmil). Pendampingan tersebut dirancang sebagai bagian dari penguatan karakter dan pembentukan kemandirian siswa selama menjalani proses pendidikan di lingkungan asrama. Program akan dilaksanakan selama lima hari pada 178 titik Sekolah Rakyat di berbagai daerah mulai 3 hingga 8 Agustus 2026.

Pelaksanaan pendampingan dilakukan melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial dan TNI dengan melibatkan sekitar 1.000 taruna Akmil tingkat I dan II. Pemerintah menegaskan bahwa keterlibatan taruna tidak ditujukan untuk menggantikan fungsi guru dalam kegiatan belajar mengajar, melainkan mendampingi siswa dalam proses adaptasi kehidupan berasrama dan membangun kebiasaan hidup mandiri.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan bahwa program ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter yang selama ini menjadi salah satu fondasi Sekolah Rakyat.

“Program ini hanya berlangsung selama lima hari, mulai 3 sampai 8 Agustus. Tujuannya membantu anak-anak yang tinggal di asrama agar lebih mandiri,” ujar Agus Jabo di Jakarta.

Menurut pemerintah, materi pendampingan difokuskan pada pembentukan kebiasaan dasar kehidupan sehari-hari seperti merapikan tempat tidur, menata lemari pakaian, menjaga kerapian seragam, menyetrika pakaian, hingga membangun disiplin dalam aktivitas rutin di lingkungan asrama. Pendekatan tersebut diharapkan membantu siswa lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus membangun rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Selain melatih kemandirian, pendampingan juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan asrama yang aman dan nyaman. Para taruna akan memberikan pembinaan preventif guna mencegah praktik kekerasan dan perundungan antarsiswa sehingga proses pendidikan dapat berlangsung secara sehat dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.

Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, Jejen Musfah menilai pembentukan karakter dan kemampuan hidup mandiri merupakan bagian penting dalam pendidikan modern apabila dilakukan secara proporsional dan tetap menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran.

“Pembiasaan terhadap disiplin dan kemandirian dapat menjadi bekal penting bagi siswa selama proses pendidikan berlangsung, terutama pada lingkungan pendidikan berasrama,” ujarnya.

Program pendampingan ini menjadi bagian dari penguatan model Sekolah Rakyat yang tidak hanya berfokus pada peningkatan akses pendidikan, tetapi juga pengembangan karakter dan keterampilan hidup peserta didik.