Pemuda dan Tokoh Adat Papua Kompak Serukan Jaga Stabilitas Keamanan

PAPUA – Komitmen pemuda dan tokoh adat Papua dalam mendukung stabilitas keamanan serta percepatan pembangunan nasional semakin menguat. Berbagai pernyataan yang disampaikan mencerminkan harapan besar agar Papua terus bergerak menuju kondisi yang aman, damai, dan sejahtera di bawah kebijakan pemerintah yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Charles Kossay, menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi keberhasilan pembangunan di Papua. Gangguan keamanan yang terjadi selama ini dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sipil serta menghambat berbagai program strategis pemerintah.

“KKB mengklaim berjuang untuk rakyat Papua, tapi fakta di lapangan bicara sebaliknya. Rakyat Papualah yang dibunuh, diusir dari kampung halamannya, dan dirampas hak-hak dasarnya. Masyarakat sipil bukan perisai perjuangan. Mereka adalah korban,” ujar Charles Kossay.

Situasi tersebut, menurutnya, menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan perlindungan serta memastikan pembangunan dapat berjalan tanpa gangguan. Infrastruktur pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi membutuhkan kondisi aman agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

“Ketika kekerasan terus terjadi dan fasilitas umum dirusak, maka pembangunan akan terhambat. Karena itu, perlindungan terhadap masyarakat sipil harus menjadi prioritas agar Papua bisa maju,” tegas Charles Kossay.

Dukungan terhadap langkah pemerintah juga disampaikan Ketua Dewan Adat Meepago, Wolter Belau, yang melihat sinergi antara masyarakat dan aparat sebagai kunci utama menjaga stabilitas wilayah.

“TNI-Polri adalah mitra masyarakat dalam menjaga keamanan. Untuk itu, seluruh elemen harus bersatu dan bekerja sama agar Papua Tengah menjadi wilayah yang aman dan kondusif,” ujar Wolter Belau.

Penegasan serupa disampaikan Kepala Suku Besar Damal Kabupaten Puncak, Nikolaus Alome, yang mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan generasi muda sebagai bagian dari masa depan Papua.

“Tidak boleh bunuh guru dan anak sekolah,” tegas Nikolaus Alome.

Ajakan untuk mendukung program pemerintah juga digaungkan Kepala Suku Besar Biak Kabupaten Mimika, Arnold Ronsumbre, yang menilai stabilitas keamanan menjadi prasyarat utama keberhasilan pembangunan.

“Mari bersatu mendukung TNI/Polri dalam mewujudkan stabilitas keamanan di Tanah Papua serta mendukung program pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo,” ujar Arnold Ronsumbre.

Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Nabire, Karel Misiro, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Masyarakat harus menjaga stabilitas keamanan dan mengutuk setiap serangan terhadap aparat,” tegas Karel Misiro.

Hal senada disampaikan Kepala Suku Besar Damal Kabupaten Puncak, Yohan Dewelek, yang menyebut keamanan sebagai faktor penentu keberhasilan pembangunan.

“Masyarakat harus mendukung TNI/Polri dalam menjaga stabilitas keamanan agar program pembangunan berjalan lancar,” ujar Yohan Dewelek.

Dukungan kuat juga datang dari Kepala Suku Moora, Donatus Sembor, yang menilai stabilitas sebagai dasar utama bagi aktivitas masyarakat.

“Masyarakat mendukung keberadaan TNI/Polri di Papua karena stabilitas keamanan merupakan bekal utama dalam beraktivitas dan kelancaran pembangunan,” pungkas Donatus Sembor.

Kesatuan sikap pemuda dan tokoh adat tersebut memperlihatkan optimisme bahwa Papua dapat terus berkembang melalui stabilitas keamanan yang terjaga dan sinergi kuat antara masyarakat serta pemerintah.

MBG dan Keyakinan pada Arah Pembangunan Gizi Nasional

Oleh : Ricky Rinaldi

Pembangunan gizi nasional menjadi salah satu pilar utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga perubahan pola konsumsi, negara dituntut untuk memastikan bahwa generasi masa depan memiliki fondasi kesehatan yang kuat. Dalam konteks inilah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai langkah strategis yang memperkuat arah pembangunan berbasis kualitas manusia.

MBG tidak sekadar program bantuan pangan, melainkan bagian dari desain besar pembangunan nasional yang menempatkan gizi sebagai investasi jangka panjang. Kecukupan nutrisi sejak usia dini memiliki korelasi langsung dengan perkembangan kognitif, daya tahan tubuh, serta produktivitas di masa depan. Dengan demikian, program ini berperan penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan kompetitif di tingkat global.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas manusia secara menyeluruh. Dalam kerangka tersebut, MBG menjadi instrumen konkret untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki akses terhadap makanan bergizi. Negara hadir untuk menjamin bahwa kebutuhan dasar ini tidak menjadi hambatan dalam proses tumbuh kembang generasi muda.

Arah pembangunan gizi nasional melalui MBG juga menunjukkan pendekatan yang lebih terintegrasi. Program ini melibatkan berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi. Sinergi lintas sektor memungkinkan pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pendekatan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengelola isu gizi secara komprehensif.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menekankan bahwa MBG dirancang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat. Setiap intervensi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lokal sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal. Dengan sistem pengelolaan yang terukur, program ini tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata di lapangan.

Selain meningkatkan kualitas kesehatan, MBG juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi. Program ini membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok penyediaan makanan. Mulai dari petani, peternak, hingga pelaku usaha kecil di bidang kuliner dapat menjadi bagian dari ekosistem program ini. Dengan demikian, MBG turut mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

Keyakinan terhadap arah pembangunan gizi nasional semakin menguat ketika masyarakat melihat manfaat langsung dari program yang dijalankan. Ketika anak-anak mendapatkan asupan gizi yang lebih baik, dampaknya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dalam peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan secara keseluruhan. Hal ini memperkuat kepercayaan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah berada pada jalur yang tepat.

Dalam jangka panjang, keberhasilan MBG akan berkontribusi pada penurunan angka stunting dan berbagai masalah gizi lainnya. Permasalahan gizi yang selama ini menjadi tantangan nasional dapat diatasi secara bertahap melalui intervensi yang konsisten dan berkelanjutan. Dengan fondasi gizi yang kuat, generasi mendatang akan memiliki kapasitas lebih baik untuk berkontribusi dalam pembangunan.

Namun demikian, keberlanjutan program tetap membutuhkan komitmen bersama. Pemerintah memastikan pengawasan dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas pelaksanaan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi elemen penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap program ini.

Peran masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan MBG. Edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat serta partisipasi dalam pengawasan program akan memperkuat implementasi di lapangan. Kolaborasi antara negara dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan secara luas dan merata.

MBG mencerminkan arah pembangunan yang tidak hanya fokus pada output ekonomi, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat. Program ini menunjukkan bahwa negara hadir dalam memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan, pembangunan gizi nasional dapat berjalan lebih efektif.

Pada akhirnya, keyakinan terhadap arah pembangunan gizi nasional tidak lahir dari retorika semata, tetapi dari kebijakan yang nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. MBG menjadi simbol komitmen negara dalam membangun masa depan bangsa melalui peningkatan kualitas manusia. Dengan fondasi gizi yang kuat, Indonesia memiliki peluang besar untuk melangkah menuju masa depan yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi.

Penguatan implementasi MBG ke depan juga menuntut adanya inovasi dalam sistem distribusi dan pengawasan. Pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi solusi untuk memastikan penyaluran program berjalan tepat sasaran, transparan, dan efisien. Dengan sistem yang terintegrasi, potensi kendala di lapangan dapat diminimalkan sejak dini, sekaligus meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan program di berbagai daerah.

Lebih jauh, MBG juga berpotensi menjadi fondasi bagi transformasi budaya konsumsi masyarakat Indonesia. Dengan membiasakan pola makan bergizi sejak dini, program ini tidak hanya berdampak pada penerima manfaat secara langsung, tetapi juga membentuk kesadaran kolektif tentang pentingnya gizi seimbang. Dalam jangka panjang, perubahan pola konsumsi ini akan menjadi modal sosial yang memperkuat ketahanan kesehatan nasional serta mendukung keberlanjutan pembangunan manusia Indonesia.

*)Pengamat Isu Strategis

MBG di Jalan yang Benar: Dari Piring Makan ke Masa Depan Bangsa

Oleh : Yuziati Melia Putri
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu kebijakan strategis yang berada di jalur tepat dalam membangun masa depan bangsa. Lebih dari sekadar program bantuan pangan, MBG merupakan investasi jangka panjang yang menyasar akar persoalan kualitas sumber daya manusia, yakni pemenuhan gizi yang merata dan berkelanjutan. Dalam konteks pembangunan nasional, langkah ini mencerminkan kesadaran bahwa kemajuan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas kesehatan dan kecerdasan masyarakatnya. Dengan menjadikan piring makan sebagai titik awal intervensi, MBG sesungguhnya sedang membangun fondasi peradaban yang lebih kuat.

Pendekatan yang digunakan dalam MBG menunjukkan adanya transformasi paradigma dalam kebijakan publik. Selama ini, program pemenuhan gizi sering kali bersifat parsial dan terbatas pada kelompok tertentu, seperti anak usia sekolah. Namun, MBG hadir dengan pendekatan yang lebih komprehensif melalui konsep school meal plus, yang tidak hanya menjangkau peserta didik, tetapi juga kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, menekankan bahwa fokus pada kelompok 3B tersebut merupakan langkah krusial karena berkaitan langsung dengan periode 1.000 hari pertama kehidupan yang menentukan kualitas generasi mendatang. Penegasan ini memperlihatkan bahwa MBG tidak berjalan secara sporadis, melainkan berbasis pada pendekatan ilmiah dan siklus kehidupan manusia.

Lebih jauh, MBG juga memperlihatkan kekuatan kolaborasi lintas sektor yang menjadi kunci keberhasilan program publik. Pemerintah tidak berjalan sendiri, melainkan menggandeng berbagai elemen masyarakat, mulai dari lembaga negara hingga organisasi sosial seperti Muhammadiyah. Keterlibatan organisasi besar ini menjadi bukti bahwa MBG telah memperoleh legitimasi sosial yang kuat. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, memandang bahwa program ini merupakan bagian dari ikhtiar membangun generasi yang unggul secara intelektual dan tangguh secara fisik. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi diwujudkan melalui kerja sama konkret yang memperluas jangkauan program di masyarakat.

Sinergi ini juga diperkuat melalui keterlibatan kader-kader di tingkat akar rumput, seperti PKK dan Tim Pendamping Keluarga, yang berperan sebagai ujung tombak implementasi. Kehadiran mereka memungkinkan program MBG menjangkau masyarakat secara lebih tepat sasaran, karena mereka memahami kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, MBG tidak hanya menjadi kebijakan dari atas ke bawah, tetapi juga gerakan sosial yang tumbuh dari bawah. Pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa intervensi gizi tidak berhenti pada distribusi makanan, melainkan juga mencakup edukasi dan perubahan perilaku masyarakat.

Dalam perspektif yang lebih luas, MBG memiliki potensi besar dalam mengurangi ketimpangan sosial, khususnya di bidang kesehatan. Selama ini, akses terhadap makanan bergizi sering kali ditentukan oleh kemampuan ekonomi rumah tangga. Keluarga dengan pendapatan terbatas cenderung memilih makanan berdasarkan harga, bukan kualitas nutrisi, sehingga meningkatkan risiko kekurangan gizi pada anak. Kehadiran MBG menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat terhadap pangan bergizi. Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menilai bahwa pemenuhan gizi sejak dini merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus menjadi investasi strategis bagi masa depan bangsa.

Selain itu, dimensi edukasi dalam MBG juga menjadi aspek yang tidak kalah penting. Program ini tidak hanya memberikan makanan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Anggota Komisi IX DPR RI, Sri Meliyana, menekankan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal karena banyak sumber nutrisi yang terjangkau dan mudah ditemukan. Perspektif ini menjadi penting untuk mengubah pola pikir masyarakat, bahwa kualitas gizi ditentukan oleh kandungan nutrisi, bukan oleh harga semata. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Lebih dari itu, MBG juga mengandung dimensi pembangunan karakter. Pemenuhan gizi yang baik akan melahirkan individu yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan intelektual untuk menghadapi tantangan zaman. Dalam pandangan Abdul Mu’ti, keseimbangan antara kekuatan ilmu dan kesehatan jasmani menjadi kunci dalam membentuk generasi yang unggul. Oleh karena itu, MBG tidak dapat dipandang semata sebagai program kesehatan, melainkan sebagai bagian dari strategi besar pembangunan manusia Indonesia.

Dengan berbagai capaian dan pendekatan yang komprehensif tersebut, MBG menunjukkan bahwa arah kebijakan ini berada di jalur yang benar. Program ini tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Dari piring makan keluarga, lahir harapan tentang generasi yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih tangguh. Dalam kerangka besar pembangunan nasional, MBG adalah investasi yang hasilnya mungkin tidak terlihat secara instan, tetapi akan menentukan wajah Indonesia di masa depan. Ketika gizi masyarakat terjamin, maka kualitas sumber daya manusia akan meningkat, dan pada akhirnya memperkuat daya saing bangsa di tingkat global.
*Penulis adalah Pengamat Sosial

Mengapa MBG Perlu Didukung

MBG itu strategi menggunakan uang negara lebih tepat sasaran daripada dikorupsi oknum birokrat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatatkan capaian signifikan dalam pemulihan aset negara (asset recovery) sepanjang 2025. Hingga Desember 2025, nilai aset hasil tindak pidana korupsi yang berhasil dikembalikan ke kas negara mencapai Rp1,531 triliun—meningkat 107 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp739,6 miliar. Sepanjang 2025 KPK telah menangani 116 penyidikan, 70 penyelidikan, 115 penuntutan, serta 78 eksekusi. Sebanyak 87 perkara telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), dengan modus korupsi tertinggi tetap didominasi suap dan gratifikasi.
Program MBG bukan sekadar kebijakan sosial, tetapi merupakan amanah konstitusional dan moral bangsa dalam melindungi hak anak Indonesia atas gizi yang layak, sehat, dan bergizi.
Program MBG adalah perintah langsung dari nilai-nilai yang termaktub dalam Pasal 28A, 28B, 28H, dan 34 UUD 1945, serta diperkuat oleh UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Bagaimanapun juga, keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh integritas dan akuntabilitas seluruh pelaksana program. Mulai dari pengadaan bahan pangan hingga penyaluran ke penerima manfaat. Potensi pelanggaran yang perlu diantisipasi meliputi: penyalahgunaan anggaran dan praktik korupsi, penyimpangan dalam pengadaan bahan pangan, kelalaian terhadap keamanan pangan yang berisiko pada keselamatan anak, serta manipulasi data dan laporan fiktif.
MBG perlu diimbangi dengan penerapan sistem pengawasan dan kepatuhan yang lebih kuat di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui transparansi pengadaan berbasis harga pasar yang wajar dan verifikasi pemasok, penerapan higienitas dan keamanan pangan ilmiah, audit keuangan secara berkala, koordinasi lintas lembaga pengawasan, dan penerapan sanksi proporsional terhadap pelanggaran, baik administratif maupun pidana.
Keberhasilan program MBG tidak diukur dari banyaknya piring yang tersaji, melainkan dari ketulusan dan integritas setiap pelaksana di lapangan. Oleh karena itu, setiap upaya kecil dalam menjaga keamanan pangan dan kejujuran administrasi akan berdampak besar bagi masa depan generasi bangsa.
(Erlangga Pratama – Penulis adalah pemerhati masalah internasional dan Alumni Fisipol Universitas Jember dan Pasca Sarjana Universitas Indonesia).

MBG Dinilai Berada di Jalur yang Tepat, Perkuat Pemenuhan Gizi Generasi

Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berjalan di jalur yang tepat dalam memperkuat pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Berbagai pihak menilai implementasi program ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam mendukung kualitas sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan program MBG sebagai prioritas utama karena menyasar persoalan mendasar, yakni kondisi gizi anak-anak di berbagai daerah.

Saya yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029, kita lihat, tuturnya.

Ia juga mengeklaim program tersebut memiliki dampak ekonomi jangka panjang yang signifikan, merujuk pada kajian lembaga internasional.

Menurut Prabowo, manfaat tersebut tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga menyangkut pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Jadi, this is strategic. Ini untuk human capital kita, ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LabSosio-LPPSP FISIP UI, Hari Nugroho, menegaskan bahwa penerimaan masyarakat terhadap program ini sangat positif.

“MBG membantu meringankan beban ekonomi keluarga dan menghemat uang jajan anak. Bagi orang tua yang sibuk bekerja di pagi hari, program ini menjadi solusi praktis untuk memastikan anak tetap mendapat makanan bergizi di sekolah,” ujarnya.

Program ini menjawab persoalan dasar yang selama ini kerap dihadapi keluarga rentan. Hampir separuh siswa, yakni 48,5 persen, tercatat jarang atau bahkan tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Dengan adanya MBG, 85,8 persen siswa dilaporkan selalu menghabiskan makanan yang disediakan.

Peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi, menyebut dukungan terhadap program ini sangat kuat, terutama dari kelompok rumah tangga yang paling membutuhkan.

“Sebanyak 81 persen orang tua dari rumah tangga rentan mendukung keberlanjutan MBG. Dukungan ini tidak hanya terkait penghematan biaya, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepastian bahwa anak mereka memperoleh gizi yang cukup selama berada di sekolah,” jelasnya.

Dampak positif MBG juga dirasakan dalam aspek non-gizi. Anak-anak dinilai lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar, lebih siap menerima pelajaran, dan memiliki kondisi fisik serta mental yang lebih baik selama di sekolah.

Pemerintah pun berkomitmen untuk memastikan program ini berjalan optimal demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

MBG Terus Berjalan, Program Pastikan Generasi Dapat Asupan Gizi

Jakarta – Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dilakukan, program ini justru dipertahankan karena dinilai memiliki dampak strategis bagi masa depan generasi bangsa.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa MBG tidak akan dihentikan meskipun pemerintah melakukan penyesuaian fiskal. Ia menekankan bahwa penghematan anggaran akan difokuskan pada sektor lain yang tidak berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Jadi jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat, masih banyak,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden menilai bahwa MBG merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang yang telah terbukti diadopsi banyak negara. Bahkan, berbagai lembaga internasional menilai bahwa setiap anggaran yang dikeluarkan melalui program ini memberikan manfaat berlipat bagi masyarakat.

Presiden Prabowo mengatakan bahwa program MBG harus tetap berjalan karena menyangkut kebutuhan dasar rakyat, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Ia bahkan menegaskan prioritas moral dalam penggunaan anggaran negara.

“Saya akan bertahan (melanjutkan MBG) sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” kata Presiden Prabowo.

Hal tersebut menunjukkan bahwa MBG tidak hanya dipandang sebagai program kebijakan, tetapi juga sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap kesejahteraan rakyat. Program ini dirancang untuk mengatasi persoalan gizi buruk dan stunting yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

Sementara itu, Ketua Umum ReJO for Prabowo Gibran, Darmizal MS menilai bahwa program MBG merupakan pilar penting dalam mewujudkan keadilan sosial. Ia menegaskan bahwa MBG bukanlah beban anggaran, melainkan investasi strategis negara untuk masa depan.

“Dengan kata lain, MBG adalah investasi strategis negara bukan beban anggaran,” ungkap Darmizal.

Darmizal mengajak seluruh komponen bangsa dan masyarakat berperan aktif mensukseskan program ini. Partisipasi publik menjadi kunci program ini berjalan secara transparan.

“Partisipasi publik menjadi kunci, baik melalui sosialisasi yang masif dan edukatif, pengawasan distribusi yang transparan dan akuntabel, keterlibatan sukarela dalam memastikan kualitas layanan sesuai standar yang ditetapkan,” ucap Darmizal.

Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah serta dukungan berbagai pihak, MBG diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. Program ini menjadi bukti nyata bahwa investasi pada manusia merupakan kunci utama menuju pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Negara Perkuat Pengawasan untuk Bersihkan Judi Daring di Ruang Digital

Oleh: Alvin Febrian )*

Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan ruang digital yang bersih dari praktik judi daring. Upaya ini dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan regulasi, peningkatan pengawasan, serta penindakan tegas terhadap berbagai pihak yang terlibat dalam penyebaran konten ilegal di platform digital.

Langkah strategis tersebut salah satunya ditunjukkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital yang memberikan perhatian serius terhadap peran penyelenggara platform digital global. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menilai masih terdapat kelemahan dalam kepatuhan sejumlah platform terhadap kewajiban penanganan konten bermuatan negatif, termasuk judi daring dan disinformasi.

Dalam peninjauan langsung ke kantor operasional Meta di Jakarta, Meutya menyoroti rendahnya tingkat kepatuhan perusahaan tersebut dalam menindaklanjuti temuan konten yang melanggar. Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah, tingkat kepatuhan Meta dalam menangani konten judi daring serta disinformasi, fitnah, dan kebencian masih berada pada level yang dinilai belum optimal.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat tingginya jumlah pengguna platform Meta di Indonesia. Basis pengguna yang mencapai ratusan juta dinilai memperbesar potensi penyebaran konten negatif apabila tidak diimbangi dengan sistem moderasi yang kuat dan responsif.

Pemerintah menilai bahwa kelambanan dalam menangani konten ilegal dapat berdampak langsung pada keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong agar platform digital meningkatkan kapasitas moderasi serta mempercepat proses penanganan terhadap konten yang melanggar hukum.

Selain itu, pemerintah juga menegaskan bahwa penyebaran disinformasi dan konten ilegal tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berpotensi melemahkan tatanan sosial dan demokrasi. Oleh karena itu, pengawasan ruang digital menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas nasional.

Dalam kerangka regulasi, pemerintah telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang memberikan kewenangan untuk melakukan pencegahan serta penanganan terhadap konten ilegal. Setiap penyelenggara sistem elektronik diwajibkan untuk mematuhi ketentuan hukum nasional serta bertanggung jawab atas keamanan platform yang dikelolanya.

Komitmen pemberantasan judi daring juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap berbagai bentuk penyebaran judi daring di ruang publik, termasuk melalui media fisik seperti stiker kode QR.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut telah menginstruksikan jajaran organisasi perangkat daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan pengawasan serta penindakan apabila ditemukan indikasi penyebaran konten judi daring melalui sarana tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam memberantas praktik judi online.

Pramono menilai bahwa keberadaan judi daring telah memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, tindakan pencegahan dan penindakan di tingkat daerah menjadi sangat penting untuk melindungi warga dari jeratan praktik ilegal tersebut.

Di sisi penegakan hukum, aparat kepolisian juga terus bergerak mengungkap berbagai modus baru yang digunakan pelaku. Salah satu temuan terbaru adalah penyebaran stiker kode QR yang terhubung langsung ke situs judi daring sekaligus penipuan digital.

Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat dan viralnya rekaman kamera pengawas di media sosial. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pelaku menyebarkan stiker di sejumlah lokasi publik seperti warung makan dan kendaraan.

Setelah dilakukan pendalaman, stiker tersebut terbukti terhubung ke situs judi daring yang beroperasi melalui jaringan luar negeri. Modus ini menunjukkan bahwa pelaku terus beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi untuk mengelabui masyarakat dan aparat penegak hukum.

Aparat kepolisian kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap salah satu pelaku di wilayah Tangerang. Sementara itu, pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam daftar pencarian orang.

Pengungkapan kasus ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pemblokiran konten di ruang digital, tetapi juga menindak langsung pelaku di lapangan yang menjadi bagian dari jaringan penyebaran judi daring.

Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat untuk memastikan efektivitas penanganan. Aparat kepolisian bekerja sama dengan berbagai satuan serta instansi terkait guna menelusuri jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak luar negeri dalam operasional situs tersebut.

Upaya ini semakin diperkuat dengan peningkatan literasi digital masyarakat agar mampu mengenali berbagai modus penipuan dan perjudian daring yang terus berkembang. Pemerintah mendorong edukasi publik sebagai langkah preventif agar masyarakat tidak mudah terjerat oleh tawaran yang menyesatkan di ruang digital.

Secara keseluruhan, berbagai langkah yang dilakukan pemerintah menunjukkan pendekatan yang komprehensif dalam memberantas judi daring. Upaya tersebut mencakup penguatan regulasi, peningkatan pengawasan platform digital, penindakan hukum, serta keterlibatan pemerintah daerah dalam pengawasan di lapangan.

Komitmen yang konsisten ini diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang lebih aman, sehat, dan produktif bagi seluruh masyarakat. Pemerintah juga terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan konten atau aktivitas mencurigakan sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga ekosistem digital nasional.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, aparat penegak hukum, serta dukungan masyarakat, pemberantasan judi daring diyakini dapat berjalan lebih efektif. Langkah ini sekaligus mempertegas kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari dampak negatif kejahatan digital yang semakin berkembang.

)* Penulis adalah kontributor Jaringan Muda Indonesia Maju (JMIM)

Strategi Konsisten Pemerintah dalam Menekan Judi Daring

Oleh: Rizwan Akbar Hidayat )*

Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memastikan penindakan terhadap praktik judi daring atau judi online berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial, melindungi masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari dampak negatif aktivitas ilegal di ruang digital.

Keseriusan tersebut tercermin dari langkah aparat penegak hukum, khususnya Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, yang terus mengintensifkan penanganan kasus judi daring. Kinerja penegakan hukum menunjukkan hasil signifikan dengan penanganan ratusan perkara serta pengamanan aset bernilai ratusan miliar rupiah dari hasil kejahatan tersebut.

Wakil Kepala Bareskrim Polri, Irjen Pol Nunung Syaifuddin, menjelaskan bahwa pihaknya telah menangani ratusan kasus tindak pidana siber dengan jumlah tersangka yang juga mencapai ratusan orang. Dari pengungkapan tersebut, aparat berhasil menyita uang dan aset bernilai lebih dari Rp286 miliar, yang menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak hanya menyasar pelaku, tetapi juga berfokus pada pemulihan kerugian negara.

Selain penindakan, langkah pencegahan dilakukan secara masif melalui pemblokiran ratusan ribu situs judi daring serta pelaksanaan ribuan kegiatan pre-emtif. Upaya ini dinilai penting untuk menutup ruang gerak pelaku sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko dan dampak judi daring.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Himawan Bayu Aji, mengungkapkan bahwa pengungkapan jaringan judi daring berawal dari patroli siber yang menemukan sejumlah situs mencurigakan. Dari temuan awal tersebut, pengembangan kasus menunjukkan adanya puluhan situs yang beroperasi lintas wilayah dengan berbagai jenis permainan.

Dalam proses penyidikan, aparat menemukan bahwa pelaku menggunakan metode yang semakin kompleks, termasuk memanfaatkan berbagai saluran pembayaran dan mendirikan perusahaan fiktif untuk menyamarkan aliran dana. Skema ini dilakukan secara berlapis agar sulit dilacak, termasuk melalui penggunaan layanan pembayaran digital.

Pengembangan lebih lanjut mengungkap keterlibatan sejumlah penyedia jasa pembayaran serta perusahaan fiktif yang digunakan untuk menampung dana hasil perjudian. Dari hasil penindakan tersebut, aparat berhasil memblokir dan menyita dana dalam jumlah besar, sekaligus berkoordinasi dengan kementerian terkait dan sektor perbankan untuk menutup seluruh akses keuangan yang terafiliasi.

Penegakan hukum dilakukan secara menyeluruh dengan menetapkan sejumlah tersangka yang memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut. Para pelaku diketahui memanfaatkan identitas dan dokumen palsu untuk mendirikan perusahaan yang kemudian digunakan sebagai sarana operasional perjudian daring. Proses hukum terhadap para tersangka terus berjalan dengan ancaman pidana berat sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih jauh, penyidikan terus dikembangkan untuk menelusuri pihak lain yang terlibat, termasuk pihak yang memfasilitasi pembuatan dokumen perusahaan fiktif. Langkah ini menunjukkan bahwa penindakan dilakukan secara komprehensif dan tidak berhenti pada satu kasus saja.

Dalam mendukung konsistensi penegakan hukum, Polri juga memperkuat kerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Pemanfaatan laporan analisis transaksi menjadi instrumen penting dalam melacak aliran dana serta mempercepat proses penindakan, termasuk melalui mekanisme perampasan aset sesuai regulasi yang berlaku.

Di sisi lain, PPATK mencatat adanya dinamika dalam aktivitas transaksi judi daring. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyampaikan bahwa laporan transaksi keuangan mencurigakan terkait judi online mengalami peningkatan dalam periode tertentu, khususnya setelah momentum perayaan besar ketika perputaran uang di masyarakat meningkat.

Meski demikian, ia menekankan bahwa tren tersebut masih memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan pola yang terjadi secara menyeluruh. Data sebelumnya menunjukkan bahwa nilai deposit judi daring mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, yang menjadi indikasi bahwa upaya pemerintah mulai menunjukkan hasil positif.

Konsistensi penindakan yang dilakukan pemerintah dinilai sebagai langkah strategis dalam mempersempit ruang gerak pelaku judi daring. Pendekatan yang menggabungkan penegakan hukum, pemblokiran akses, serta pengawasan transaksi keuangan terbukti mampu menekan aktivitas ilegal secara signifikan.

Upaya ini juga diperkuat dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta pemanfaatan teknologi dalam patroli siber. Pemerintah mendorong agar seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga keuangan dan penyedia layanan digital, berperan aktif dalam mendeteksi dan melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi terkait dengan judi daring.

Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan ruang digital Indonesia tetap aman dan produktif. Penindakan yang dilakukan secara konsisten diharapkan tidak hanya memberikan efek jera bagi pelaku, tetapi juga melindungi masyarakat dari dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh praktik judi daring.

Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap ekosistem digital agar tidak dimanfaatkan sebagai sarana praktik ilegal. Langkah ini mencakup peningkatan koordinasi dengan platform digital global untuk mempercepat proses penurunan konten bermuatan judi daring.

Edukasi kepada masyarakat turut diperluas melalui kampanye literasi digital yang menekankan bahaya judi daring terhadap kondisi finansial dan psikologis. Dengan pendekatan yang semakin terintegrasi antara penegakan hukum, pengawasan teknologi, dan peningkatan kesadaran publik, pemerintah optimistis upaya pemberantasan judi daring dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan di masa mendatang.

)* penulis adalah pegiat anti Judi Daring

Negara Bergerak Cepat Berantas Judi Online, Ribuan Rekening Diblokir

Pemerintah terus mengintensifkan pemberantasan praktik judi daring yang dinilai merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah. Upaya ini dilakukan melalui sinergi lintas lembaga, baik dalam pengawasan ruang digital maupun penegakan hukum terhadap pelaku dan aliran dananya.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Alexander Sabar, mengungkapkan bahwa potensi kerugian akibat judi daring dapat mencapai Rp 1.100 triliun apabila tidak dilakukan intervensi yang memadai. Angka tersebut merujuk pada laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Sebagaimana disampaikan oleh PPATK, tanpa intervensi yang memadai, potensi kerugian akibat judi online diperkirakan bisa mencapai Rp1.100 triliun di akhir 2025,” ujar Alexander.

Ia menegaskan bahwa praktik judi daring merupakan ancaman serius bagi ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan mencerminkan dampak nyata terhadap kesejahteraan keluarga dan masa depan generasi bangsa,” lanjutnya.

Di sisi penegakan hukum, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri turut membongkar jaringan judi daring dengan nilai transaksi ratusan miliar rupiah. Berdasarkan hasil analisis, penyidik telah menghentikan sementara transaksi senilai Rp255,75 miliar yang berasal dari 5.961 rekening.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Himawan Bayu Aji, menyatakan bahwa temuan tersebut kemudian dikembangkan menjadi puluhan laporan polisi. “LHA tersebut kemudian kami tindak lanjuti menjadi 27 laporan polisi,” ujarnya.

Himawan menjelaskan bahwa penindakan tidak hanya menyasar pelaku utama, tetapi juga aliran dana melalui penerapan tindak pidana pencucian uang guna memutus operasional perjudian daring.

“Kami menyadari bahwa tindak pidana perjudian online telah menimbulkan kerugian yang signifikan terhadap tatanan ekonomi nasional,” kata Himawan.

Sebagai tindak lanjut, Polri juga mengeksekusi aset hasil kejahatan yang kemudian diserahkan kepada negara melalui Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Himawan menambahkan, eksekusi aset menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan kerugian negara sekaligus bentuk komitmen aparat dalam mendukung program prioritas pemerintah.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PPATK, Kejaksaan Agung Republik Indonesia, kementerian terkait, pihak perbankan, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan,” ujarnya.

Sementara itu, Ombudsman RI menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pemutusan akses situs judi daring serta perlunya pendekatan komprehensif dalam pemberantasannya.

Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, menyatakan masyarakat dapat melaporkan apabila terdapat potensi maladministrasi.

“Judi online bukanlah solusi, itu membahayakan dan tidak ada yang berakhir bahagia,” tegas Yeka.

Sinergi Pemerintah Tekan Judi Online, Aset Ratusan Miliar Diamankan

Pemerintah terus memperketat pengawasan dan penindakan terhadap praktik judi daring atau judi online guna menutup celah di ruang digital. Langkah ini dilakukan melalui sinergi aparat penegak hukum, lembaga pengawas keuangan, serta dukungan inovasi teknologi.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memblokir puluhan rekening yang digunakan untuk menampung transaksi judi online. Rekening tersebut terdeteksi berdasarkan laporan hasil analisis dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Dana yang masih dalam proses pemblokiran senilai Rp 1.678.002.710 dari 40 rekening,” ujar Himawan.

Ia menjelaskan, dari total 51 laporan hasil analisis yang berkaitan dengan operasional 132 situs judi daring, penyidik telah melakukan penghentian sementara terhadap 5.961 rekening dengan nilai mencapai Rp255,75 miliar. Selain itu, penyitaan juga dilakukan terhadap dana sebesar Rp142,01 miliar dari 359 rekening.

Sebagian aset lainnya, yakni Rp58,18 miliar dari 133 rekening, telah diserahkan kepada kejaksaan untuk dieksekusi dan masuk sebagai penerimaan negara.

“Kami telah menindaklanjuti LHA tersebut menjadi 27 laporan polisi,” kata Himawan.

Di sisi lain, aparat kepolisian juga mengungkap modus baru penyebaran judi daring melalui stiker kode QR. Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam, mengatakan pihaknya telah menangkap satu pelaku berinisial SH alias P di wilayah Tangerang.

“Kami melakukan pengembangan dan berhasil menangkap diduga pelaku, inisial SH alias P,” ujarnya.

Stiker tersebut diketahui ditempel di sejumlah lokasi publik dan terhubung langsung ke situs judi daring yang terindikasi terafiliasi dengan jaringan luar negeri melalui VPN. Polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang.

Selain penindakan, upaya pencegahan juga diperkuat melalui inovasi teknologi. Kementerian Komunikasi dan Digital mengadopsi sistem kecerdasan buatan bernama GATE System yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Lampung, Zaka Kurnia Rahman.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, mengapresiasi inovasi tersebut sebagai langkah strategis dalam mempercepat deteksi konten ilegal.

“GATE System adalah bukti nyata kepedulian generasi muda terhadap masalah bangsa. Inovasi ini sejalan dengan misi kami memberantas judi online,” ujarnya.

Pemerintah menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menjaga ruang digital tetap aman dan bebas dari praktik perjudian daring yang semakin kompleks. ***