TNI-Polri Pastikan Papua Tetap Kondusif, Masyarakat Diajak Lawan Hoaks

PAPUA TENGAH – Stabilitas keamanan di Papua terus menjadi perhatian utama pemerintah melalui penguatan sinergi TNI dan Polri di berbagai wilayah strategis. Kehadiran aparat keamanan dinilai berperan penting dalam menjaga ketertiban masyarakat sekaligus memastikan pembangunan di Papua dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Operasi pengamanan yang dilakukan aparat gabungan TNI dan Polri terus diperkuat guna menciptakan situasi aman dan kondusif. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat aktivitas sosial, pendidikan, maupun perekonomian masyarakat.

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan aparat keamanan memiliki komitmen penuh untuk menjaga keselamatan masyarakat Papua. “Yang kami ingin pastikan adalah masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan nyaman serta pembangunan di Papua terus berjalan,” ujarnya.

Selain menjaga keamanan wilayah, aparat juga aktif mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi bohong atau hoaks yang beredar di media sosial. Informasi yang tidak terverifikasi dinilai dapat memicu keresahan serta mengganggu stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini menegaskan bahwa pengamanan dan patroli akan terus dilakukan secara intensif di sejumlah titik rawan. “Kami memastikan situasi tetap aman dan terkendali demi memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan faktor penting dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat di Papua. Karena itu, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat harus terus diperkuat agar situasi damai tetap terjaga.

Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat juga mendapat apresiasi dari berbagai elemen warga karena dinilai mampu memberikan rasa aman dan meningkatkan optimisme masyarakat terhadap masa depan Papua. Kondisi keamanan yang semakin baik diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sektor ekonomi masyarakat.

Masyarakat Papua pun diimbau untuk terus menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat dan aparat keamanan, Papua diyakini dapat terus berkembang menjadi wilayah yang aman, damai, dan sejahtera.

Sinergi TNI-Polri Jaga Papua Damai dan Aman dari Ancaman Disinformasi

PAPUA TENGAH – Sinergi antara TNI dan Polri terus diperkuat dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman sekaligus mendukung percepatan pembangunan di berbagai wilayah Papua.

Aparat keamanan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di sejumlah daerah strategis guna mencegah berbagai gangguan keamanan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat. Pengamanan dilakukan secara profesional dan terukur dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa keamanan merupakan fondasi utama bagi kemajuan Papua. “Kami ingin memastikan masyarakat dapat hidup dengan tenang dan seluruh proses pembangunan berjalan tanpa hambatan,” ujarnya.

Selain penguatan keamanan, aparat juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi di media sosial. Penyebaran hoaks dan informasi provokatif dinilai dapat memicu keresahan serta merusak persatuan masyarakat Papua yang selama ini terus dijaga bersama.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengatakan aparat keamanan terus melakukan pengawasan dan patroli di berbagai titik penting demi menjaga situasi tetap kondusif. “Kami berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat sehingga aktivitas ekonomi dan sosial dapat berjalan lancar,” katanya.

Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Karena itu, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan informasi yang meragukan maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

Penguatan keamanan yang dilakukan aparat dinilai membawa dampak positif terhadap aktivitas masyarakat. Sejumlah wilayah yang sebelumnya rawan kini mulai menunjukkan kondisi yang lebih aman dan tertib sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan lebih nyaman.

Keberhasilan menjaga keamanan Papua juga tidak terlepas dari peran tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama yang terus mengajak warga menjaga persatuan dan kedamaian. Dengan sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan masyarakat, Papua diharapkan semakin maju, aman, dan sejahtera di masa mendatang.

Aparat Keamanan Perkuat Stabilitas Papua demi Kelancaran Pembangunan

PAPUA TENGAH – TNI dan Polri terus memperkuat stabilitas keamanan di Papua guna memastikan pembangunan dan aktivitas masyarakat berjalan lancar. Penguatan pengamanan dilakukan di sejumlah wilayah strategis sebagai bentuk komitmen negara dalam menjaga ketertiban serta melindungi masyarakat Papua.

Kehadiran aparat keamanan dinilai memberikan dampak positif terhadap situasi keamanan di berbagai daerah. Aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga perekonomian, kini dapat berlangsung dengan lebih aman dan tertib berkat meningkatnya pengawasan aparat di lapangan.

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap operasi keamanan. “Kami hadir untuk memastikan masyarakat Papua dapat hidup aman dan pembangunan terus berjalan demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Menurut Lucky, seluruh operasi keamanan dilakukan secara profesional dengan tetap menjunjung tinggi hukum, hak asasi manusia, dan prinsip kemanusiaan. Aparat keamanan juga terus mengedepankan pendekatan persuasif dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat Papua.

Selain pengamanan wilayah, aparat juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi palsu atau hoaks di media sosial. Informasi yang tidak benar dinilai dapat memicu keresahan dan mengganggu stabilitas yang selama ini terus dijaga bersama.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengatakan patroli keamanan akan terus ditingkatkan untuk memastikan situasi tetap kondusif. “Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” katanya.

Penguatan keamanan di Papua mendapat dukungan luas dari masyarakat karena dinilai mampu menciptakan rasa aman serta meningkatkan optimisme terhadap masa depan Papua. Kondisi yang semakin kondusif juga membuka peluang lebih besar bagi percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat Papua diharapkan terus menjaga persatuan dan bekerja sama dengan aparat keamanan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Dengan stabilitas yang terus terjaga, Papua memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi wilayah yang semakin maju dan sejahtera.

Papua Kondusif Berkat Kehadiran TNI-Polri dan Dukungan Masyarakat

PAPUA TENGAH – Kondisi keamanan di Papua terus menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah. Kehadiran aparat keamanan di berbagai daerah dinilai memberikan rasa aman sekaligus mendukung kelancaran pembangunan di Papua.

Aparat keamanan terus meningkatkan patroli dan pengamanan di sejumlah wilayah strategis guna memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara aman dan nyaman. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen negara dalam menjaga ketertiban serta melindungi masyarakat dari berbagai potensi gangguan keamanan.

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa aparat keamanan hadir untuk menjaga keselamatan masyarakat Papua. “Kami ingin memastikan masyarakat dapat hidup dengan damai dan pembangunan di Papua berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selain penguatan keamanan, aparat juga terus melakukan pendekatan humanis kepada masyarakat melalui komunikasi aktif dengan tokoh adat, tokoh agama, dan warga setempat. Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengatakan pengamanan di wilayah Papua akan terus diperkuat demi menjaga stabilitas daerah. “Kami terus meningkatkan patroli dan pengawasan agar situasi tetap aman dan terkendali,” katanya.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap penyebaran hoaks dan informasi provokatif di media sosial. Informasi yang tidak terverifikasi dinilai dapat memecah persatuan dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Berbagai elemen masyarakat Papua memberikan dukungan terhadap upaya aparat keamanan dalam menjaga kedamaian wilayah. Kehadiran aparat dinilai membantu menciptakan suasana aman yang mendukung aktivitas pendidikan, ekonomi, dan pelayanan masyarakat.

Dengan stabilitas keamanan yang terus terjaga, Papua memiliki peluang besar untuk terus berkembang menjadi wilayah yang maju dan sejahtera. Sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan menjadi kunci penting dalam menjaga kedamaian serta mempercepat pembangunan demi masa depan Papua yang lebih baik.

Waspada Hoaks, TNI-Polri Terus Jaga Keamanan dan Kedamaian Papua

PAPUA TENGAH – TNI dan Polri terus memperkuat pengamanan di Papua guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman. Penguatan keamanan dilakukan di sejumlah wilayah strategis sebagai bentuk komitmen negara dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan di Papua.

Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat dinilai memberikan dampak positif terhadap kondisi keamanan di berbagai daerah. Aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan dan perekonomian, kini dapat berlangsung lebih tertib dan lancar berkat pengawasan yang terus ditingkatkan.

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan aparat keamanan memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat Papua. “Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh operasi keamanan dilaksanakan secara profesional dan mengedepankan prinsip kemanusiaan. Aparat keamanan juga terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat guna menjaga hubungan yang harmonis dan kondusif.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini menegaskan bahwa patroli keamanan akan terus dilakukan secara intensif demi menjaga stabilitas wilayah. “Kami akan terus hadir untuk memastikan situasi tetap aman dan masyarakat merasa terlindungi,” katanya.

Selain menjaga keamanan, aparat juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Hoaks dan informasi provokatif dinilai dapat memicu keresahan serta mengganggu persatuan masyarakat Papua.

Aparat berharap masyarakat dapat ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan informasi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Dukungan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan Papua yang damai dan harmonis.

Situasi keamanan yang semakin baik diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Dengan sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat, Papua diyakini mampu terus berkembang menjadi wilayah yang aman, damai, dan penuh harapan bagi seluruh masyarakat.

Kesehatan Berkualitas Anak Diperkuat lewat Penanganan Gigi Berlubang dalam CKG

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui pendekatan kesehatan preventif yang menyasar anak sejak usia dini. Salah satu langkah nyata yang kini mendapat perhatian luas adalah penanganan masalah gigi berlubang pada anak melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Data terbaru hasil pelaksanaan CKG menunjukkan persoalan kesehatan gigi masih menjadi tantangan serius. Dari hasil skrining terhadap 4,8 juta anak di 48 ribu sekolah di seluruh Indonesia sejak Januari hingga awal Mei 2026, ditemukan sekitar 41 persen atau 1,1 juta anak mengalami gigi berlubang.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa temuan tersebut menjadi alarm penting bagi seluruh pihak untuk lebih serius memperhatikan kesehatan anak Indonesia.

“Hasilnya sebagai berikut, sebanyak 41 persen atau 1,1 juta anak mengalami gigi berlubang, sebanyak 22,1 persen atau 663 ribu anak mengalami peningkatan tekanan darah,” ujar Qodari.

Menurut Qodari, kehadiran CKG justru membuktikan negara hadir lebih awal dalam mendeteksi berbagai persoalan kesehatan tersembunyi pada anak. Dengan skrining yang dilakukan secara luas dan terintegrasi, pemerintah kini memiliki basis data yang lebih kuat untuk menentukan langkah intervensi yang tepat sasaran.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa masalah gigi berlubang memang masih mendominasi persoalan kesehatan anak Indonesia, terutama pada kelompok usia balita dan anak prasekolah.

“Masalah utama pada balita itu gigi berlubang. Ada 31 persen. Artinya satu dari tiga anak mengalami karies,” jelas Maria.

Ia menegaskan bahwa kesehatan gigi memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak, termasuk terhadap asupan gizi, kemampuan belajar, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.

Berbagai kalangan juga menilai langkah pemerintah melalui CKG merupakan kebijakan strategis yang sangat relevan dengan tantangan kesehatan generasi muda saat ini. Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, menyebut temuan kesehatan pada anak sekolah harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen bangsa.

Ia menilai hasil CKG tidak boleh berhenti sebatas data statistik, melainkan harus diikuti langkah konkret dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah dan keluarga.

“Kantin sekolah harus lebih sehat, aktivitas fisik perlu diperkuat, edukasi gizi harus masuk dalam keseharian siswa, dan orang tua perlu dilibatkan,” lanjutnya.

Ashabul Kahfi juga menekankan pentingnya keberlanjutan program skrining kesehatan nasional tersebut.

“Justru di sinilah pentingnya CKG. Tanpa skrining, kita mungkin tidak tahu ada masalah kesehatan tersembunyi pada anak-anak kita, mulai dari gigi berlubang hingga tekanan darah tinggi,” pungkasnya.

Sejumlah pakar kesehatan gigi juga mengingatkan bahwa gigi berlubang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam mengunyah makanan sehingga berdampak pada pemenuhan nutrisi harian dan proses tumbuh kembangnya. Karena itu, langkah pemerintah memperluas jangkauan pemeriksaan kesehatan anak dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas generasi penerus bangsa.

Melalui Program CKG, pemerintah menunjukkan komitmen kuat untuk membangun sistem kesehatan yang lebih preventif, inklusif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Upaya ini menjadi bukti bahwa pemerintahan saat ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga serius memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik demi masa depan Indonesia yang semakin maju.*

CKG Perkuat Kesehatan Berkualitas lewat Deteksi Dini Gigi Berlubang Anak

Jakarta- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan berkualitas, khususnya melalui deteksi dini masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak. Upaya tersebut dinilai penting mengingat kasus gigi berlubang pada anak masih cukup tinggi dan dapat berdampak pada tumbuh kembang, konsentrasi belajar, hingga kualitas hidup anak di masa depan.

Menteri Kesehata,n Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi kunci utama untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius di kemudian hari, termasuk kesehatan gigi anak.

“Melalui CKG, anak-anak bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara lebih mudah sehingga masalah seperti gigi berlubang dapat diketahui dan ditangani lebih cepat,” ujar Budi.

Ia menjelaskan bahwa kesehatan gigi sering kali dianggap sepele, padahal kondisi gigi berlubang dapat memicu infeksi, gangguan makan, hingga menurunkan rasa percaya diri anak. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong edukasi kesehatan gigi sekaligus memperluas akses pemeriksaan melalui berbagai fasilitas kesehatan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Usman Sumantri menilai deteksi dini sangat penting karena sebagian besar kasus gigi berlubang pada anak baru diketahui setelah menimbulkan rasa sakit.

“Kalau diperiksa lebih awal, penanganannya bisa lebih sederhana dan anak tidak sampai mengalami nyeri berat atau infeksi,” tuturnya.

Menurut Usman, kebiasaan konsumsi makanan manis, kurangnya edukasi menyikat gigi yang benar, dan minimnya pemeriksaan rutin menjadi faktor utama tingginya kasus gigi berlubang pada anak. Ia pun mengapresiasi hadirnya program CKG yang dinilai dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan gigi sejak usia dini.

Sementara itu, Pengamat Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, menilai keberhasilan program deteksi dini tidak hanya bergantung pada layanan pemeriksaan, tetapi juga dukungan keluarga dan lingkungan sekolah. Menurutnya, edukasi kesehatan gigi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak terbiasa menjaga kebersihan mulut sejak kecil.

“Pencegahan itu jauh lebih murah dan efektif dibandingkan pengobatan. Karena itu, pemeriksaan rutin dan edukasi harus berjalan bersamaan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa gangguan kesehatan gigi yang tidak ditangani dapat berdampak pada produktivitas belajar anak karena rasa nyeri dan ketidaknyamanan dapat mengganggu konsentrasi di sekolah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi status kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Pemerintah sendiri terus memperluas cakupan program CKG di berbagai daerah dengan melibatkan puskesmas, sekolah, serta tenaga kesehatan untuk memastikan anak-anak mendapatkan layanan pemeriksaan yang mudah dijangkau. Program tersebut diharapkan dapat membangun budaya pemeriksaan kesehatan rutin sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda Indonesia.

Pemerintah Tegas Tindak Celah Korupsi dalam Program MBG

JAKARTA — Pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga integritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menindak tegas berbagai potensi celah korupsi yang dapat menghambat pelaksanaan program prioritas nasional tersebut.

Komitmen tersebut tercermin dalam pertemuan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman dengan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Joko Pramono di Kantor Staf Kepresidenan, Selasa (5/5/2026) lalu.

Dudung mengungkapkan bahwa KPK telah menyampaikan sejumlah potensi kerawanan dalam pelaksanaan program MBG, salah satunya dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur layanan MBG.

“Kami tidak ingin program yang sangat mulia ini dinodai oleh praktik korupsi. Bersama KPK, kami akan turun langsung ke lapangan. Jika ditemukan ada permainan dalam penentuan vendor maupun kualitas makanan yang tidak sesuai standar, tentu akan kami tindak tegas,” ujar Dudung.

Ia menegaskan Presiden Prabowo telah memberikan instruksi langsung agar seluruh program prioritas pemerintah diawasi secara ketat dan transparan.

Pemerintah, lanjut Dudung, tidak akan ragu mengevaluasi bahkan mengekspos pihak-pihak yang terbukti melakukan penyimpangan dalam program MBG.

Sebagai tindak lanjut, KSP bersama KPK akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara acak di berbagai titik operasional MBG di seluruh Indonesia.

Pengawasan akan difokuskan pada rantai pasok, kualitas makanan, distribusi anggaran, hingga mekanisme penentuan lokasi dapur layanan.

Wakil Ketua KPK Agus Joko Pramono menegaskan bahwa keterlibatan lembaga antirasuah merupakan bagian dari langkah pencegahan dini agar program berjalan akuntabel sejak awal.

“Program MBG melibatkan anggaran yang besar sehingga pengawasannya harus berlapis. Kami sudah memberikan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional dan menunggu tindak lanjutnya,” kata Agus.

Pemerintah juga memperkuat pengawasan berbasis digital dan membuka ruang partisipasi publik agar masyarakat dapat melaporkan apabila menemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan MBG di lapangan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan program benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Pengamat sosial dan kebijakan publik, Dr. Iswadi, mengapresiasi langkah tegas Presiden Prabowo dalam memperkuat pengawasan terhadap MBG.

Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola yang bersih dan profesional.

“Pesan Presiden sangat jelas, tidak boleh ada pihak yang bermain-main dengan anggaran rakyat. Ini menunjukkan pemerintah ingin memastikan setiap rupiah uang negara benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Dr. Iswadi.**

Pemerintah Perkuat Pengawasan Program MBG untuk Cegah Korupsi dan Pemborosan

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari komitmen menjaga transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran negara. Program yang menjadi salah satu prioritas nasional tahun 2026 tersebut dipastikan berjalan dengan tata kelola yang akuntabel guna mencegah potensi korupsi maupun pemborosan dalam implementasinya.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program MBG harus dilaksanakan secara tepat sasaran, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program ini untuk rakyat, untuk anak-anak Indonesia. Karena itu pelaksanaannya harus bersih, transparan, dan tidak boleh ada penyimpangan,” ujar Presiden Prabowo.

Pemerintah memandang bahwa pengawasan ketat menjadi langkah penting mengingat program ini melibatkan anggaran besar dan berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan penerima manfaat.

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional bersama kementerian dan lembaga terkait telah memperkuat sistem pengawasan mulai dari proses pengadaan bahan pangan, distribusi, hingga penyajian makanan di lapangan. Penggunaan sistem digital juga mulai diterapkan untuk mempermudah pemantauan pelaksanaan program secara real time sehingga potensi penyimpangan dapat dideteksi lebih cepat.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan secara berlapis untuk memastikan kualitas pelaksanaan program tetap terjaga.

“Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar dan anggaran yang digunakan benar-benar untuk kepentingan masyarakat,” kata Dadan.

Selain pengawasan internal pemerintah, aparat penegak hukum juga dilibatkan dalam upaya pencegahan korupsi sejak awal pelaksanaan program. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama aparat pengawasan internal pemerintah melakukan pendampingan terhadap sejumlah tahapan program guna memperkuat transparansi dan akuntabilitas.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menilai bahwa program dengan cakupan luas seperti MBG membutuhkan sistem pengawasan yang kuat agar pelaksanaannya berjalan efektif dan tidak menimbulkan kebocoran anggaran.

“Pencegahan harus menjadi prioritas agar program strategis nasional dapat berjalan optimal dan bebas dari praktik korupsi,” tegasnya.

Pemerintah juga terus melakukan evaluasi terhadap mekanisme distribusi dan penggunaan anggaran agar pelaksanaan program berjalan efisien. Koordinasi dengan pemerintah daerah diperkuat guna memastikan pengawasan di tingkat lapangan berjalan optimal serta kualitas makanan yang diterima masyarakat sesuai standar kesehatan dan gizi.

Melalui penguatan pengawasan dan tata kelola yang transparan, pemerintah optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Pemerintah menegaskan bahwa setiap program strategis nasional harus dijalankan dengan prinsip akuntabilitas tinggi demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat luas.

Pemerintah Kejar Aktor Asing di Balik Judi Daring Indonesia

Jakarta – Pemerintah melalui Bareskrim Polri terus memburu aktor utama dan pihak perekrut di balik jaringan judi daring internasional yang digerebek di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat.

Pengembangan dilakukan setelah aparat mengamankan 321 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam operasional judi online lintas negara.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Wira Satya Triputra, mengatakan penyidik telah mengantongi data sponsor yang diduga membawa ratusan WNA tersebut ke Indonesia untuk bekerja sebagai operator judi daring.

“Terkait dengan sponsor, sampai saat ini sudah kita mendapatkan datanya, hanya nanti tinggal kita pengembangan untuk proses berikutnya,” ujar Wira.

Menurutnya, penyidik kini masih mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pengendali utama yang berada di atas para operator lapangan.

“Bahwa sampai sekarang ini kita masih fokus untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap para pelaku yang sementara ini kami tangkap. Namun tetap kita berkomitmen untuk melakukan pengembangan sampai dengan ke atasnya,” kata Wira.

Dari 321 WNA yang diamankan, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berasal dari berbagai negara, di antaranya Vietnam, China, Laos, Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Kamboja.

Polisi juga menemukan adanya koordinator di tiap divisi pekerjaan dalam operasional judi daring tersebut.

“Yang sekarang ini ada hanya taraf sebagai koordinator daripada masing-masing jenis pekerjaan,” jelas Wira.

Ia menambahkan sebagian besar pelaku telah mengetahui tujuan kedatangan mereka ke Indonesia adalah untuk bekerja di sektor judi online ilegal.

“Namun sebagian besar mereka memang sudah tahu kalau ke sini tujuannya untuk bekerja di judi online,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris NCB Interpol Divhubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, menilai adanya pergeseran pola kejahatan transnasional ke Indonesia setelah sejumlah negara Asia Tenggara mulai memperketat penindakan.

“Perkembangan hari ini menunjukkan bahwa pola pergeseran tindak pidana transnasional sudah mulai beralih ke Indonesia,” ujar Untung.

Ia menjelaskan Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam sebelumnya menjadi basis utama aktivitas kejahatan daring seperti love scamming, investasi ilegal, dan judi online.

Namun setelah penertiban di negara-negara tersebut, jaringan mulai bergeser masuk ke Indonesia.

Di sisi lain, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan ratusan WNA yang diamankan kini telah dipindahkan ke sejumlah kantor imigrasi untuk pemeriksaan lanjutan.

“Proses ini masih terus berjalan secara berkelanjutan dan simultan,” kata Trunoyudo.