Jelang Lebaran, Pemerintah Salurkan Beras, Minyak Goreng, BPNT dan PIP

Jakarta – Pemerintah mempercepat penyaluran berbagai program bantuan sosial menjelang Hari Raya Idulfitri guna menjaga daya beli masyarakat serta memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau di tengah meningkatnya konsumsi selama Ramadan. Sejumlah bantuan yang disiapkan antara lain Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, serta bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), dengan distribusi yang ditargetkan menjangkau puluhan juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa program tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

“Setiap keluarga penerima manfaat akan menerima 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng per bulan, dengan distribusi yang ditangani oleh Perum Bulog,” ujar Amran Sulaiman

Secara keseluruhan, bantuan beras dan minyak goreng ini akan disalurkan kepada sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program tersebut juga menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menstabilkan harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Pemerintah melalui Bapanas bersama Perum Bulog juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat realisasi distribusi bantuan pangan tersebut. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menekankan pentingnya percepatan penyaluran bantuan agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

“Harus dilaksanakan dan sesegera mungkin, namun persiapan harus matang,” kata Ketut Astawa.

Bantuan pangan tersebut akan disalurkan sekaligus untuk dua bulan, yaitu alokasi Februari dan Maret 2026. Dengan skema tersebut, setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng dalam satu kali penyaluran.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga mulai mencairkan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini memberikan dukungan biaya pendidikan agar para pelajar tetap dapat melanjutkan sekolah tanpa terkendala biaya. Bantuan yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp450.000 per tahun untuk siswa sekolah dasar, sekitar Rp750.000 untuk siswa sekolah menengah pertama, serta nominal yang lebih besar untuk jenjang pendidikan menengah atas.

Sementara itu, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi keluarga penerima manfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok. Bantuan ini diberikan dalam bentuk saldo yang dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warong atau agen yang telah bekerja sama dengan pemerintah. ***
.

Pemerintah Pastikan Rupiah Terkendali di Tengah Gejolak Global

JAKARTA — Nilai tukar rupiah masih menunjukkan stabilitas di tengah dinamika pasar keuangan global yang dipicu ketegangan geopolitik dan penguatan dolar Amerika Serikat.

Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) memastikan berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mempertahankan kepercayaan pelaku pasar terhadap perekonomian nasional.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus melakukan intervensi di pasar guna meredam volatilitas rupiah.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menyatakan bahwa otoritas moneter akan tetap hadir secara aktif untuk menjaga stabilitas di tengah dinamika global yang semakin kompleks, termasuk dampak ketegangan konflik di Timur Tengah.

“Intervensi yang tegas dan konsisten akan terus kami lakukan melalui transaksi NDF di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder,” ujar Destry.

Ia menjelaskan bahwa pergerakan rupiah saat ini masih sejalan dengan tren mata uang negara lain di kawasan. Secara month to date (mtd), rupiah tercatat melemah sekitar 0,51 persen, namun kinerjanya dinilai relatif lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang regional lainnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih berada dalam batas yang wajar di tengah penguatan dolar AS di pasar global.

Ketahanan ekonomi Indonesia juga ditopang oleh posisi cadangan devisa yang kuat. Hingga akhir Januari 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat mencapai 154,6 miliar dolar AS.

Selain itu, arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik sepanjang 2026 juga tercatat mencapai Rp25,7 triliun, mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa perekonomian nasional masih menunjukkan ketahanan yang kuat meskipun lingkungan global penuh tantangan.

“Prospek ekonomi kita tetap kuat dan berdaya tahan,” ujar Perry.

Menurutnya, ketahanan ekonomi Indonesia tercermin dari pertumbuhan domestik yang tetap solid, inflasi yang terkendali, serta stabilitas nilai tukar yang terus dijaga melalui berbagai kebijakan moneter.

Sejumlah analis menilai bahwa tekanan terhadap mata uang negara berkembang saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang menjadi aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Namun, sentimen pasar mulai membaik seiring meningkatnya ekspektasi meredanya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah berpotensi menguat seiring pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak dunia.

Pemerintah dan BI Langsung Bergerak Jaga Stabilitas Rupiah

Jakarta – Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) bergerak cepat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global yang dipicu penguatan dolar Amerika Serikat, volatilitas harga minyak dunia, serta meningkatnya ketidakpastian akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Langkah responsif tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga serta menjaga kepercayaan pasar dan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih berada dalam fase ekspansi yang kuat. Pemerintah, kata dia, terus menjaga daya beli masyarakat dan memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

“Ekonomi sedang ekspansi. Daya beli kami jaga mati-matian. Boro-boro krisis, resesi saja belum, melambat saja belum. Kita masih ekspansi, masih akselerasi,” ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, Indonesia memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam menghadapi berbagai krisis ekonomi global. Pengalaman menghadapi krisis moneter 1998, krisis keuangan global 2008, hingga pandemi COVID-19 pada 2020 menjadi modal penting bagi pemerintah dalam menyiapkan langkah mitigasi terhadap potensi gejolak ekonomi yang muncul saat ini.

Ia menilai fondasi ekonomi nasional tetap kuat karena didukung oleh konsumsi domestik yang stabil, pengelolaan fiskal yang hati-hati, serta koordinasi erat antara pemerintah dan otoritas moneter. Pemerintah juga memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi.

“Investor di pasar saham tidak perlu khawatir. Fondasi ekonomi dijaga dengan baik dan pemerintah memiliki pengalaman dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan global,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan harga energi global yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah. APBN akan diposisikan sebagai _shock absorber_ atau peredam gejolak ekonomi apabila tekanan eksternal meningkat.

Koordinasi erat antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Dengan fondasi ekonomi yang relatif kuat serta respons kebijakan yang cepat, Indonesia dinilai masih memiliki ruang yang cukup untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah.

Tekanan Global terhadap Rupiah dan Strategi Pemerintah Menjaga Stabilitas

Oleh: Dewi Hesti*)

Di tengah dinamika ekonomi global yang terus bergerak dinamis, nilai tukar rupiah turut menyesuaikan diri dengan berbagai perkembangan internasional, termasuk penguatan dolar Amerika Serikat dan perubahan arus modal global. Kondisi ini merupakan fenomena yang juga dialami banyak mata uang negara berkembang. Meski demikian, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat berkat fondasi makroekonomi yang semakin solid, didukung oleh stabilitas inflasi, pertumbuhan ekonomi yang terjaga, serta sistem keuangan yang semakin kuat.

Pergerakan nilai tukar rupiah pada dasarnya mencerminkan dinamika pasar keuangan global yang semakin terintegrasi. Ketika investor meningkatkan minat terhadap aset berbasis dolar, sebagian arus modal internasional memang menyesuaikan arah investasinya. Namun situasi tersebut lebih merefleksikan perubahan sentimen global dibandingkan kondisi fundamental ekonomi domestik. Stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga dengan baik berkat kinerja sektor riil yang produktif serta kebijakan ekonomi yang konsisten dan adaptif.

Dalam menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mempertahankan kepercayaan pelaku pasar. Berbagai instrumen kebijakan moneter dan stabilisasi pasar dijalankan secara terukur agar pergerakan rupiah tetap selaras dengan fundamental ekonomi nasional. Pendekatan yang tenang, terukur, dan berbasis koordinasi ini menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan Indonesia tetap tumbuh kuat di tengah perubahan global.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan terkait potensi tekanan ekonomi akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, ia memastikan akan mengambil kebijakan yang bisa meredam dampak lonjakan harga minyak ketika harga sudah di luar kendali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) nantinya.

Ia juga menekankan bahwa saat ini pemerintah terus menjaga fundamental ekonomi agar tetap kuat sehingga para investor diharapkan tidak panik terhadap pergerakan pasar saat ini. Berbagai indikator ekonomi juga menunjukkan bahwa perekonomian nasional dalam kondisi yang baik.

Pendekatan kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas pasar dan keberlanjutan ekonomi jangka panjang. Dengan memperkuat koordinasi kebijakan serta menjaga fondasi ekonomi tetap solid, berbagai tekanan eksternal diharapkan dapat dikelola tanpa memicu gejolak yang lebih besar.

Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik juga memastikan bahwa sistem infrastruktur dan peraturan di BEI telah siap untuk menghadapi gejolak pasar saham akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Ia menegaskan bahwa volatilitas pasar yang terjadi saat ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal global yang juga dirasakan oleh berbagai bursa saham di dunia.

Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan sistem dan tata kelola pasar modal Indonesia menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas di tengah gejolak global. Infrastruktur perdagangan, mekanisme pengawasan, serta perangkat regulasi yang telah disiapkan BEI memberikan ruang bagi pasar untuk tetap berfungsi secara tertib meskipun menghadapi tekanan eksternal. Dalam situasi ketidakpastian global, kesiapan institusi pasar keuangan seperti ini menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memastikan bahwa volatilitas yang terjadi tidak berkembang menjadi kepanikan yang berlebihan di pasar.

Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, menilai pandangan otoritas moneter bahwa nilai tukar saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia memiliki dasar yang kuat. Beberapa indikator makro menunjukkan ekonomi nasional masih berada pada jalur yang relatif stabil, dari penyaluran kredit perbankan pada Januari 2026 tercatat tumbuh sekitar 9,96 persen secara tahunan. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 juga mencapai sekitar 5,11 persen.

Selain itu, ia juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang dinilai dapat membantu memperkuat stabilitas nilai tukar. Dengan mewajibkan sebagian hasil ekspor sumber daya alam disimpan lebih lama di dalam negeri, likuiditas dolar di sistem keuangan domestik berpotensi meningkat signifikan.

Penguatan likuiditas devisa tersebut menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar valuta asing. Dengan ketersediaan dolar yang lebih memadai di dalam negeri, tekanan terhadap nilai tukar dapat dikelola dengan lebih efektif. Kebijakan ini sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional ketika menghadapi gejolak eksternal.

Konsistensi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi makro menjadi faktor kunci dalam meredam gejolak pasar. Respons kebijakan yang terukur, komunikasi yang transparan, serta koordinasi antarlembaga berperan besar dalam membangun kepercayaan pelaku pasar. Ketika arah kebijakan pemerintah dipahami dengan jelas, potensi kepanikan di tengah dinamika pasar dapat diminimalkan.

Dalam jangka panjang, penguatan fundamental ekonomi tetap menjadi fondasi utama untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Upaya mendorong hilirisasi industri, memperkuat ketahanan sektor pangan dan energi, serta memperluas basis ekspor nasional akan meningkatkan daya tahan ekonomi Indonesia dalam menghadapi berbagai guncangan eksternal.

Pada akhirnya, tekanan terhadap rupiah di tengah dinamika global tidak perlu disikapi secara berlebihan. Kebijakan yang konsisten, terukur, dan berorientasi pada penguatan fundamental ekonomi akan membantu menjaga stabilitas nasional sekaligus memastikan bahwa Indonesia mampu menghadapi tantangan ekonomi global dengan lebih percaya diri.

)* Penulis merupakan Pengamat Ekonomi Dalam Negeri

Pemerintah dan BI Satu Suara Jaga Rupiah

Oleh : Rahmat Hidayat )*

Stabilitas nilai tukar rupiah merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga kesehatan perekonomian nasional. Dalam konteks dinamika ekonomi global yang terus berubah, mulai dari ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, hingga perubahan kebijakan moneter negara-negara besar, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menjadi kunci untuk memastikan rupiah tetap terjaga. Ketika pemerintah dan otoritas moneter menunjukkan keselarasan langkah dan komunikasi kebijakan yang kuat, pasar memperoleh sinyal positif bahwa Indonesia memiliki strategi yang solid dalam menghadapi berbagai tekanan eksternal. Dalam situasi seperti inilah pentingnya satu suara antara pemerintah dan BI dalam menjaga stabilitas rupiah sebagai simbol kepercayaan terhadap perekonomian nasional.

Kebijakan ekonomi makro yang terkoordinasi antara pemerintah dan BI mencerminkan pendekatan yang komprehensif dalam menjaga stabilitas. Pemerintah berperan menjaga disiplin fiskal, mengendalikan defisit anggaran, serta memastikan berbagai program pembangunan tetap berjalan secara berkelanjutan. Di sisi lain, BI menjalankan kebijakan moneter yang pruden melalui pengendalian inflasi, stabilisasi nilai tukar, serta penguatan sistem keuangan. Ketika kedua instrumen kebijakan ini berjalan selaras, dampaknya tidak hanya terasa pada stabilitas rupiah, tetapi juga pada meningkatnya kepercayaan investor domestik maupun internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Keselarasan kebijakan ini juga terlihat dalam berbagai langkah konkret yang diambil untuk merespons dinamika pasar keuangan global. Bank Indonesia secara aktif melakukan stabilisasi di pasar valuta asing, menjaga likuiditas rupiah, serta memperkuat koordinasi dengan pelaku pasar. Sementara itu, pemerintah memastikan fundamental ekonomi tetap kuat melalui penguatan sektor riil, peningkatan ekspor, serta pengendalian impor yang lebih produktif. Kombinasi kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa stabilitas rupiah bukan hanya tanggung jawab satu lembaga, melainkan hasil kerja bersama yang dirancang secara strategis.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, mengatakan BI akan terus hadir di pasar dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar. Langkah ini dilakukan untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah. Pelemahan rupiah masih aligned dengan kondisi regional, yang month to date melemah 0,51%. Pelemahan ini relatif lebih baik dibandingkan kondisi mata uang di regional.

Selain itu, pemerintah terus mendorong diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi agar ketahanan rupiah semakin kuat. Program hilirisasi industri, penguatan sektor manufaktur, serta pengembangan ekonomi digital menjadi contoh langkah yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. Ketika struktur ekonomi semakin kuat dan tidak bergantung pada satu sektor saja, tekanan terhadap rupiah dapat lebih mudah dikelola. Dalam konteks ini, kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah menjadi pelengkap penting bagi kebijakan stabilisasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

Koordinasi kebijakan juga semakin diperkuat melalui berbagai forum strategis, seperti rapat koordinasi antara kementerian terkait dan Bank Indonesia dalam merespons perkembangan ekonomi global. Melalui mekanisme ini, setiap kebijakan yang diambil dapat mempertimbangkan berbagai aspek secara menyeluruh, baik dari sisi fiskal, moneter, maupun stabilitas sistem keuangan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan ekonomi Indonesia semakin modern dan berbasis pada kolaborasi institusional yang kuat.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan perekonomian Indonesia tidak sedang menuju krisis atau resesi, meski rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.000 terhadap dolar Amerika Serikat dan IHSG anjlok. Kondisi ekonomi Indonesia justru sebaliknya, sedang ekspansi dan pemerintah terus menjaga daya beli masyarakat. Pihaknya juga memastikan kondisi ekonomi Indonesia masih pada fase pertumbuhan positif.

Kepercayaan pasar terhadap rupiah juga tercermin dari tetap terjaganya aliran investasi ke Indonesia. Investor melihat stabilitas kebijakan sebagai faktor utama dalam menentukan keputusan investasi. Ketika pemerintah dan Bank Indonesia menunjukkan kesatuan sikap dalam menjaga stabilitas ekonomi, risiko ketidakpastian dapat ditekan. Hal ini pada akhirnya memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Tidak kalah penting, stabilitas rupiah juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Nilai tukar yang terjaga membantu mengendalikan inflasi, menjaga daya beli, serta memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam merencanakan kegiatan produksi dan investasi. Dengan demikian, kerja sama erat antara pemerintah dan Bank Indonesia bukan sekadar strategi teknis dalam pengelolaan ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya melindungi kesejahteraan masyarakat secara luas.

Ke depan, tantangan ekonomi global diperkirakan masih akan diwarnai oleh ketidakpastian. Namun pengalaman Indonesia dalam menghadapi berbagai krisis menunjukkan bahwa koordinasi kebijakan yang kuat mampu menjadi tameng yang efektif. Ketika pemerintah dan Bank Indonesia tetap menjaga keselarasan langkah, Indonesia memiliki modal besar untuk mempertahankan stabilitas ekonomi sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan yang ada.

Satu suara antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga rupiah bukan sekadar simbol harmonisasi kebijakan, tetapi merupakan wujud komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dan kedaulatan ekonomi nasional. Dengan fondasi koordinasi yang kuat, rupiah tidak hanya menjadi alat transaksi, tetapi juga representasi dari kepercayaan terhadap masa depan ekonomi Indonesia yang semakin tangguh, inklusif, dan berdaya saing di tengah percaturan ekonomi global.

)* Pengamat Ekonomi

Bansos Lebaran Bukti Negara Dengar Suara Rakyat

Oleh : Gavin Asadit )*

Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, pemerintah kembali menyalurkan berbagai program bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Kebijakan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga mencerminkan komitmen negara dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang terdampak tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan. Di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang Lebaran, kehadiran bantuan sosial menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan masyarakat tetap memiliki daya beli yang memadai.

Momentum Lebaran memang selalu identik dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga. Pada periode ini, harga sejumlah komoditas pangan biasanya mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan. Selain itu, kebutuhan keluarga juga bertambah, mulai dari kebutuhan pangan, pakaian, hingga biaya perjalanan mudik. Dalam situasi seperti ini, intervensi negara melalui kebijakan perlindungan sosial menjadi penting agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar dan merayakan hari raya dengan layak.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial menegaskan bahwa bantuan sosial menjelang Lebaran merupakan bagian dari strategi perlindungan sosial sekaligus stimulus ekonomi. Program ini dirancang untuk menjaga stabilitas konsumsi masyarakat sekaligus membantu mengurangi beban ekonomi keluarga kurang mampu. Dengan menjaga daya beli masyarakat, pemerintah berharap aktivitas ekonomi tetap bergerak dan mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa bansos merupakan instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama ketika harga kebutuhan pokok mengalami fluktuasi menjelang hari besar keagamaan. Pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan dasar dan tidak terbebani oleh lonjakan harga barang. Ia menegaskan bahwa kehadiran negara melalui bantuan sosial bertujuan memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat dalam menyambut hari raya.

Penyaluran bantuan sosial tersebut dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan data sosial ekonomi nasional yang terus diperbarui. Pemerintah berupaya memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak, terutama kelompok masyarakat pada desil terbawah yang paling membutuhkan dukungan negara. Pembaruan data menjadi langkah penting agar kebijakan bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran dan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Pada tahun ini, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp17,5 triliun untuk berbagai program bantuan sosial yang disalurkan menjelang Lebaran. Bantuan tersebut ditujukan kepada sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program yang disalurkan mencakup bantuan sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap hingga menjelang Idulfitri agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain bantuan sosial, pemerintah juga menyiapkan paket stimulus ekonomi selama Ramadan dan Lebaran 2026 yang nilainya mencapai sekitar Rp13 triliun. Paket stimulus tersebut mencakup berbagai kebijakan yang bertujuan memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mendorong konsumsi domestik. Beberapa di antaranya adalah subsidi transportasi, diskon tarif perjalanan, serta berbagai kebijakan yang mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dirancang untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus mendorong aktivitas ekonomi selama periode Ramadan dan Lebaran yang biasanya mengalami peningkatan signifikan.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial khusus bagi masyarakat yang terdampak bencana di beberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut mencakup bantuan logistik, jaminan hidup sementara, hingga bantuan pemulihan ekonomi bagi warga yang terdampak. Kebijakan ini menunjukkan bahwa bansos tidak hanya bersifat umum, tetapi juga adaptif terhadap kondisi sosial yang berkembang di berbagai daerah.

Langkah tersebut mencerminkan upaya negara untuk hadir secara cepat dan responsif dalam membantu masyarakat yang menghadapi situasi darurat menjelang hari raya. Dengan dukungan bantuan yang tepat, masyarakat yang terdampak bencana diharapkan dapat tetap merasakan kebahagiaan dan ketenangan dalam menyambut Idulfitri.

Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menilai bahwa kombinasi antara bantuan sosial dan stimulus ekonomi musiman dapat memberikan dampak positif terhadap konsumsi rumah tangga. Menurutnya, semakin luas jangkauan bantuan sosial, semakin besar pula potensi dampaknya terhadap aktivitas ekonomi nasional. Hal ini karena konsumsi rumah tangga selama Ramadan dan Lebaran merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kebijakan bantuan sosial juga menjadi bukti bahwa pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat. Dalam berbagai kesempatan, masyarakat sering menyampaikan harapan agar negara hadir ketika beban ekonomi meningkat, terutama menjelang momen penting seperti Lebaran. Melalui penyaluran bansos, pemerintah berupaya menjawab harapan tersebut dengan kebijakan yang konkret dan langsung dirasakan manfaatnya.

Pada akhirnya, kebijakan bansos menjelang Lebaran juga mencerminkan bahwa pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pada keadilan sosial. Negara berupaya memastikan bahwa manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

)* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

Perlindungan Warga Sipil Jadi Komitmen Negara Menjaga Papua Tetap Aman

Oleh: Yohanis Kambuaya*

Peristiwa yang menimpa Abraham Franklin Delano Kambu, seorang pegawai honorer Sekretariat Daerah Kabupaten Tambrauw, menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak tentang pentingnya menjaga keselamatan warga sipil di Papua. Pemuda berusia 22 tahun tersebut meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Distrik Fef setelah diduga menjadi korban serangan kelompok bersenjata di wilayah Kampung Banfot. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang mengenalnya. Namun di balik peristiwa tersebut, terdapat pesan kuat mengenai pentingnya memperkuat perlindungan terhadap masyarakat serta meneguhkan komitmen negara dalam menjaga keamanan wilayah Papua.

Masyarakat Papua pada dasarnya menginginkan kehidupan yang damai, stabil, dan penuh harapan. Aktivitas sosial, pelayanan pemerintahan, serta kegiatan ekonomi yang berjalan dengan baik merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat di berbagai wilayah. Oleh karena itu, setiap gangguan keamanan yang mengancam keselamatan warga harus ditangani secara serius melalui langkah-langkah yang terukur dan profesional. Perlindungan terhadap masyarakat sipil merupakan bagian penting dari tanggung jawab negara untuk memastikan bahwa seluruh warga dapat hidup dengan aman dan bermartabat.

Kapolres Tambrauw AKBP Praja Gandha Wiratama menyampaikan bahwa pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengungkap peristiwa yang terjadi serta memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga. Penegakan hukum yang profesional menjadi langkah penting untuk memberikan rasa keadilan bagi masyarakat sekaligus memastikan bahwa setiap tindakan yang mengancam keselamatan warga tidak akan dibiarkan tanpa proses hukum. Upaya tersebut juga menunjukkan komitmen aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah serta melindungi masyarakat dari berbagai ancaman.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, kehadiran negara melalui aparat TNI dan Polri tetap menjadi faktor penting dalam menjaga situasi keamanan. Patroli dan pengawasan terus ditingkatkan di sejumlah wilayah guna memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang. Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga menciptakan ruang yang aman bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi secara produktif.

Dukungan masyarakat terhadap terciptanya situasi yang kondusif juga menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas wilayah. Tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif untuk menolak kekerasan serta mengedepankan nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan. Papua dikenal memiliki kekayaan budaya yang menjunjung tinggi solidaritas sosial. Nilai tersebut menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat di tengah berbagai dinamika yang terjadi.

Peristiwa yang menimpa Abraham Franklin Delano Kambu juga memperlihatkan kuatnya solidaritas masyarakat Papua. Kehadiran keluarga, kerabat, dan masyarakat yang menyambut kepulangan jenazah almarhum di Sorong menunjukkan rasa kebersamaan yang sangat kuat. Solidaritas tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Papua menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai seperti ini merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Pada saat yang sama, pemerintah terus mendorong berbagai program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat menjadi fokus utama dalam mempercepat kemajuan daerah. Program-program tersebut diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda Papua untuk berkembang dan berkontribusi bagi daerahnya.

Stabilitas keamanan menjadi faktor penting agar seluruh program pembangunan dapat berjalan secara optimal. Tanpa kondisi yang aman dan kondusif, berbagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat akan sulit mencapai hasil maksimal. Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Komitmen negara untuk melindungi masyarakat Papua terus ditunjukkan melalui berbagai langkah nyata, mulai dari penguatan pengamanan wilayah hingga peningkatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Pendekatan yang mengedepankan perlindungan masyarakat serta menjaga stabilitas wilayah menjadi landasan penting dalam menciptakan Papua yang damai dan sejahtera.

Melalui sinergi yang kuat antara seluruh elemen bangsa, Papua memiliki peluang besar untuk terus berkembang menuju masa depan yang lebih baik. Kehidupan masyarakat yang aman, pembangunan yang berkelanjutan, serta persatuan nasional yang kokoh menjadi harapan bersama yang terus diperjuangkan. Dengan komitmen tersebut, Papua dapat terus melangkah maju sebagai bagian penting dari Indonesia yang damai, maju, dan sejahtera.

*Penulis merupakan Akademisi dan Pemerhati Sosial Papua*

Penguatan Keamanan Papua Diperkuat untuk Melindungi Warga Sipil

PAPUA – Komitmen negara dalam melindungi masyarakat sipil di Papua terus diperkuat melalui sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Upaya tersebut menjadi semakin penting setelah peristiwa yang menimpa Abraham Franklin Delano Kambu, seorang pegawai honorer Sekretariat Daerah Kabupaten Tambrauw, yang meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Distrik Fef di wilayah Kampung Banfot. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga keselamatan masyarakat serta memastikan stabilitas keamanan di Papua tetap terjaga.

Masyarakat Papua pada dasarnya menginginkan kehidupan yang aman, damai, dan stabil agar dapat menjalankan aktivitas sosial maupun ekonomi secara produktif. Oleh karena itu, berbagai langkah pengamanan terus dilakukan untuk memastikan warga dapat beraktivitas dengan tenang serta mendapatkan perlindungan yang optimal dari negara.

Kapolres Tambrauw AKBP Praja Gandha Wiratama menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas setiap peristiwa yang mengancam keselamatan masyarakat. Menurutnya, penegakan hukum yang profesional merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

“Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan peristiwa ini dapat terungkap dengan jelas sekaligus menjaga situasi keamanan masyarakat tetap kondusif,” ujar Praja Gandha Wiratama.

Di sisi lain, langkah tegas aparat keamanan juga terlihat dari keberhasilan Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz dalam menangkap Philip Kobak yang diketahui merupakan komandan Organisasi Papua Merdeka (OPM) wilayah Kodap XVI Yahukimo. Penangkapan tersebut dinilai sebagai bagian penting dari upaya menjaga keamanan masyarakat serta menegaskan kehadiran negara dalam melindungi warga dari ancaman kelompok bersenjata.

Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan bahwa tersangka sempat berusaha melarikan diri ketika mengetahui keberadaan aparat. Namun setelah dilakukan pengejaran dan penyisiran di wilayah Dekai, aparat akhirnya berhasil mengamankan tersangka.

“Saat mengetahui keberadaan aparat, tersangka sempat meninggalkan kendaraan dan melarikan diri ke arah hutan. Setelah dilakukan penyisiran, tersangka akhirnya berhasil diamankan pada,” jelas Yusuf Sutejo.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Direktur Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) Noor Azhari menegaskan bahwa perlindungan terhadap masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas Papua.

“Warga sipil yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tidak boleh menjadi target kekerasan. Mereka berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman,” ujar Noor Azhari.

Melalui kerja sama yang kuat antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat, stabilitas Papua diharapkan terus terjaga. Kondisi keamanan yang kondusif akan membuka ruang lebih luas bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Papua.

Ketegasan Negara Menindak OPM Demi Menjaga Ketenteraman Masyarakat Papua

Oleh : Yohanes Wandikbo )*

Ketegasan aparat keamanan dalam menindak kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menegaskan komitmen negara dalam melindungi masyarakat Papua dari ancaman kekerasan. Penangkapan Philip Kobak yang diketahui merupakan komandan OPM wilayah Kodap XVI Yahukimo oleh Satgas Operasi Damai Cartenz menunjukkan bahwa pemerintah hadir secara nyata untuk menjaga stabilitas keamanan serta memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi secara aman. Langkah tersebut sekaligus menjadi pesan kuat bahwa negara tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang melakukan tindakan kekerasan yang mengganggu ketenteraman masyarakat.

Keberhasilan aparat dalam mengamankan pelaku terjadi setelah tim melakukan deteksi terhadap keberadaan tersangka di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo. Ketika aparat mendekati lokasi, pelaku sempat berupaya melarikan diri dengan meninggalkan kendaraan dan masuk ke area hutan. Namun berkat kerja cepat dan koordinasi yang solid, aparat akhirnya berhasil melakukan penangkapan setelah proses penyisiran yang terukur. Operasi tersebut memperlihatkan profesionalitas aparat dalam menjalankan tugas serta komitmen kuat negara untuk menjaga keamanan masyarakat Papua.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah aparat memperoleh informasi mengenai keberadaan tersangka di kawasan pertigaan Jalan Jhon Banua, Dekai. Ia menyampaikan bahwa aparat segera melakukan pengejaran ketika pelaku mencoba melarikan diri menuju kawasan Gereja Kali Brasa sebelum akhirnya berhasil diamankan pada sore hari setelah dilakukan penyisiran di sekitar lokasi. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya aparat dalam menegakkan hukum sekaligus memastikan masyarakat dapat hidup dengan aman tanpa ancaman kekerasan.

Setelah pelaku berhasil diamankan, aparat keamanan melakukan penggeledahan di rumah tersangka serta sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata tersebut. Dari proses tersebut, aparat menemukan berbagai barang bukti yang diduga digunakan dalam berbagai aktivitas kekerasan. Barang bukti yang diamankan antara lain amunisi berbagai kaliber, senjata tajam, serta perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan kegiatan kelompok tersebut.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Yusuf Sutejo juga menyampaikan bahwa tersangka diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan yang menimbulkan keresahan di masyarakat, termasuk kasus pembacokan terhadap seorang warga pada Januari 2026 serta pembakaran fasilitas pendidikan SMK Negeri 2 Dekai pada Februari 2026. Ia menegaskan bahwa aparat akan terus mengembangkan penyelidikan guna memastikan seluruh jaringan yang terlibat dapat diungkap sehingga keamanan masyarakat dapat semakin terjamin.

Langkah tegas aparat keamanan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat karena dinilai sebagai bentuk nyata perlindungan negara terhadap warga sipil. Stabilitas keamanan menjadi faktor penting bagi masyarakat Papua agar dapat menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi secara normal. Ketika keamanan terjaga, masyarakat dapat bekerja, belajar, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan rasa aman dan penuh optimisme.

Direktur Merah Pusaka Stratejik Indonesia, Noor Azhari menilai bahwa tindakan tegas aparat merupakan langkah penting dalam memastikan perlindungan terhadap masyarakat sipil. Ia menyampaikan bahwa warga sipil yang menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari merupakan bagian dari masyarakat yang harus mendapatkan jaminan keamanan dari negara. Menurutnya, tindakan kekerasan yang menyasar warga sipil tidak dapat dibenarkan dan harus ditindak secara tegas agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas.

Lebih lanjut, Noor Azhari menegaskan bahwa keberhasilan aparat keamanan dalam menindak pelaku kekerasan menunjukkan bahwa negara benar-benar hadir untuk melindungi masyarakat Papua. Ia menilai langkah tersebut juga memberikan rasa percaya diri bagi masyarakat bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat dalam menjaga stabilitas keamanan dan memastikan masyarakat dapat hidup dengan aman.

Ketegasan pemerintah dalam menindak kelompok bersenjata juga menjadi bagian penting dari upaya menciptakan kondisi yang kondusif bagi pembangunan di Papua. Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah terus mendorong berbagai program pembangunan di wilayah tersebut, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan akses pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat. Seluruh program tersebut memerlukan situasi keamanan yang stabil agar dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam konteks tersebut, langkah tegas aparat keamanan terhadap kelompok yang melakukan kekerasan menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menciptakan Papua yang aman dan sejahtera. Keamanan yang terjaga akan membuka ruang bagi masyarakat untuk berkembang, memperkuat aktivitas ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

Penegakan hukum yang konsisten juga memperlihatkan bahwa negara memiliki komitmen kuat dalam menjaga kedaulatan serta melindungi seluruh warga negara tanpa terkecuali. Pemerintah melalui aparat keamanan terus bekerja secara profesional dan terukur untuk memastikan bahwa ancaman terhadap masyarakat dapat diatasi secara cepat dan tepat.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat stabilitas di Papua. Dukungan masyarakat terhadap upaya penegakan hukum menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan wilayah serta memastikan pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dengan komitmen pemerintah yang kuat serta profesionalitas aparat keamanan, Papua diharapkan terus bergerak menuju masa depan yang aman, damai, dan sejahtera. Ketegasan negara dalam menindak kelompok yang melakukan kekerasan merupakan wujud nyata perlindungan terhadap masyarakat sekaligus bukti bahwa pemerintah hadir untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

)* Penulis merupakan pengamat pembangunan Papua

Masyarakat Dukung Penegakan Hukum Tegas terhadap OPM di Papua

YAHUKIMO – Upaya aparat keamanan dalam menindak kelompok bersenjata di Papua kembali menunjukkan hasil nyata. Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz berhasil menangkap Philip Kobak yang diketahui merupakan komandan Organisasi Papua Merdeka (OPM) wilayah Kodap XVI Yahukimo dan diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di wilayah tersebut. Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga keamanan masyarakat sekaligus menegaskan kehadiran negara dalam melindungi warga sipil dari ancaman kelompok bersenjata.

Penangkapan ini dinilai sebagai langkah penting dalam menjaga keamanan masyarakat sekaligus menegaskan komitmen negara untuk melindungi warga sipil dari ancaman kelompok bersenjata.

“Saat mengetahui keberadaan aparat, tersangka sempat meninggalkan kendaraan dan melarikan diri ke arah hutan. Setelah dilakukan penyisiran, tersangka akhirnya berhasil diamankan pada pukul 16.44 WIT,” ujar Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Penangkapan tersebut bermula dari deteksi tim Gakkum terhadap keberadaan pelaku di pertigaan Jalan Jhon Banua, Dekai. Aparat kemudian melakukan pengejaran ketika tersangka mencoba melarikan diri menuju kawasan Gereja Kali Brasa.

Setelah berhasil diamankan, penyidik melakukan penggeledahan di rumah tersangka serta beberapa lokasi lain yang diduga menjadi tempat persinggahan kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo. Dari hasil penggeledahan tersebut, aparat menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.

Barang bukti yang disita antara lain empat butir amunisi kaliber 5,56 mm, dua butir amunisi kaliber 9 mm, besi runcing, busur dan 31 anak panah, empat parang, tiga kapak, satu sangkur, dua pisau dapur, satu proyektil kaliber 5,56 mm, serta 45 selongsong amunisi kaliber 7,62 mm dan 5,56 mm.

“Tersangka juga diduga terlibat dalam beberapa aksi kekerasan, di antaranya pembacokan terhadap Muhammad Syarif pada 11 Januari 2026 serta pembakaran SMK Negeri 2 Dekai pada 14 Februari 2026,” tegas Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Sementara itu, meningkatnya aksi kekerasan yang menyasar warga sipil di Papua turut mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Serangan terhadap masyarakat sipil dinilai sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.

Direktur Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) Noor Azhari menegaskan bahwa warga sipil tidak boleh menjadi sasaran kekerasan, terlebih mereka yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Warga sipil, termasuk para pekerja tambang yang mencari nafkah, tidak boleh menjadi target kekerasan. Mereka bukan bagian dari konflik. Oleh karena itu, mereka harus mendapatkan perlindungan,” ujar Noor Azhari.

Kekerasan terhadap warga sipil, menurutnya, bukan hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memunculkan ketakutan dan trauma berkepanjangan bagi masyarakat di wilayah sekitar. Situasi tersebut berpotensi mengganggu stabilitas sosial sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.

“Para pekerja tambang adalah masyarakat sipil yang menjalankan aktivitas ekonomi. Kekerasan terhadap mereka hanya akan memperburuk situasi kemanusiaan dan menambah daftar korban dalam konflik yang berkepanjangan,” tambah Noor Azhari.

Lebih lanjut, Noor menilai perlindungan terhadap masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua. Koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat dinilai penting untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan kehidupan secara aman dan bermartabat.