Kelompok Profesional Berkomitmen Berkontribusi pada Pembangunan IKN

Jakarta – Ibu Kota Nusantara (IKN) mengalami progres pembangunan yang signifikan karena mendapat dukungan dan bantuan dari berbagai kelompok profesional. Salah satunya adalah Persatuan Insinyur Indonesia (PII). PII dinilai tidak hanya melakukan dukungan pembangunan fisik pada Ibu Kota Nusantara (IKN), tapi juga nonfisik.

“PII memberikan dukungan pada pembangunan IKN, tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga non fisik. PII memiliki peran dalam mengelola tanah dan konservasi sumber daya air,” ujar Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Basuki menyebut banyak sekali dukungan yang bisa dilakukan PII dalam pembangunan IKN. Seperti membangun jalan di beberapa daerah wilayah IKN.

“Yang mempunyai namanya clay shale, kondisi tanah perlu mendapatkan treatment spesial supaya lebih kuat, dan untuk konservasi sumber daya air. Kita bangun 60 embung,” ungkap Basuki.

Basuki mengatakan untuk IKN ada dua timeline. Pertama menyiapkan ekosistem tahun 2025 yang direncanakan dengan pemindahan ASN secara bertahap.

“Perkantoran harus siap Desember ini, kantor Kemenko terdiri dari 16 tower, hunianya 47 tower sudah siap. Kemudian restoran, kafe, laundry, barber shop, semua kita siapkan di sana (IKN),” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PII 2021-2024, Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan bahwa insinyur saat ini memiliki sejumlah kontribusi seperti infrastruktur, sumber daya air, energi, transportasi, telekomunikasi, hingga pembangunan IKN, yang telah melibatkan berbagai disiplin ilmu keteknikan. Pada pemerintahan baru ini, peran insinyur sangat dibutuhkan mewujudkan Asta Cita.

“Khususnya swasembada pangan, energi, air ekonomi hijau, ekonomi biru, pengembangan infrastruktur, memperkuat pembangunan SDM, hilirasisi dan industrisalisasi untuk peningkatan nilai tambah dalam negeri. Meningkatkan nilai tambah, daya guna, hasil guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, dan yang paling penting dalam melakukan tugas tersebut harus dilandasi profesionalitas, integritas, etika, keadilan, keselarasan, kemanfaatan, kelestarian, serta keberlanjutan,” ujar Danis.

Di sisi lain, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan misi utama para insinyur, sudah seharusnya menempatkan teknologi dalam kepemihakan pada pemberdayaan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebagai wujud pengabdian sosial, para insinyur juga dapat berperan dalam upaya meningkatkan pengembangan teknologi yang bertumpu pada potensi dan kearifan lokal.

Sri Sultan juga mengatakan, jika berbicara pengembangan teknologi berbasis kearifan lokal, setidaknya harus memahami konteks dasar budaya, yaitu cipta, rasa, karsa, untuk berkarya.

“Falsafah cipta, rasa, dan karsa adalah warisan luhur yang meresapi kehidupan manusia. Ketiganya dikenal pula sebagai Tridaya atau tiga daya utama dalam diri setiap insan yang mencakup pikiran, hati, dan tekad semangat. Ketiga unsur ini bukanlah entitas yang berdiri sendiri, melainkan sebuah kesatuan yang saling menghidupkan,” jelas Sri Sultan. [*]

Pemerintahan Kolaborasi dengan Para Insinyur Percepat Pembangunan IKN

Oleh : Avian Saputra )*

Pemerintah Indonesia terus mempercepat realisasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur sebagai pusat pemerintahan dan inovasi masa depan. Untuk mendukung pencapaian ini, pemerintah menggandeng para insinyur Indonesia agar dapat berkontribusi lebih dalam proyek ini. Dengan keahlian dan pengalaman mereka, diharapkan mampu menghadirkan solusi inovatif dalam membangun infrastruktur berkelanjutan yang sejalan dengan visi pemerintah tentang kota modern yang ramah lingkungan.

Pembangunan IKN menjadi langkah strategis pemerintah dalam menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Proyek ini tidak hanya memindahkan pusat pemerintahan tetapi juga membawa semangat baru untuk menciptakan Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing. Dengan melibatkan para insinyur lokal, pemerintah memberikan peluang bagi putra-putri terbaik bangsa untuk terlibat langsung dalam menciptakan infrastruktur berkualitas tinggi, yang mencerminkan kemampuan anak bangsa di kancah internasional.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimoeljono mengajak Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ikut berkontribusi dalam pembangunan IKN di Kalimantan Timur (Kaltim). Banyak aspek yang butuh dukungan dari insinyur baik fisik maupun nonfisik. Para insinyur sangat dibutuhkan dalam penataan kawasan Sepaku di Penajam Paser. Tidaknya hanya pada permasalahan enginering namun juga sosio enginering juga.

Ketua PII, Danis Hidayat Sumadialaga menjelaskan insinyur memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung kemajuan peradaban manusia, terutama melalui pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peran ini semakin relevan di tengah upaya percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan modern yang berkelanjutan. Dengan kemampuan teknis dan inovasi yang dimiliki, insinyur menjadi ujung tombak dalam menghadirkan infrastruktur berkualitas tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Keberadaan para insinyur dalam pembangunan IKN sangat penting karena kompleksitas proyek ini membutuhkan tenaga ahli yang mumpuni. Dari perencanaan tata ruang, pengelolaan sumber daya air, hingga pengembangan teknologi hijau, keterlibatan para insinyur memungkinkan setiap elemen pembangunan dilakukan secara efisien dan inovatif. Pemerintah juga berharap keterlibatan ini dapat meningkatkan kemandirian nasional dalam bidang teknologi dan infrastruktur, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga ahli asing.

IKN dirancang sebagai kota yang mengedepankan konsep keberlanjutan dengan infrastruktur hijau yang efisien dan hemat energi. Desain kota ini mencakup pembangunan fasilitas modern seperti jaringan transportasi pintar, sistem pengelolaan air terpadu, dan teknologi ramah lingkungan. Para insinyur berperan penting dalam mewujudkan konsep ini, terutama dalam memastikan setiap elemen infrastruktur dapat berfungsi optimal sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Kolaborasi antara pemerintah dan insinyur juga membuka peluang besar bagi pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Para insinyur muda dapat belajar dari proyek berskala besar ini, meningkatkan kemampuan mereka, dan menjadi aset penting bagi pembangunan nasional di masa depan. Pemerintah juga berharap proyek ini dapat mendorong inovasi lokal, seperti pengembangan material konstruksi ramah lingkungan dan teknologi digital berbasis kecerdasan buatan.

Kontribusi insinyur tidak hanya terbatas pada desain dan konstruksi, tetapi juga pada pengembangan solusi inovatif untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan. Di era transformasi seperti saat ini, keterlibatan insinyur menjadi semakin krusial dalam menciptakan infrastruktur ramah lingkungan dan efisien yang mampu menjawab kebutuhan masa depan. Dengan fokus pada kesejahteraan manusia sebagai tujuan akhir, insinyur memainkan peran penting dalam memastikan bahwa pembangunan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan jangka panjang

Percepatan pembangunan IKN juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pembangunan infrastruktur besar-besaran ini membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa lokal. Kolaborasi antara pemerintah, insinyur, dan pelaku usaha lokal menciptakan rantai pasok yang kuat, mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Kalimantan Timur, sekaligus memperkuat daya saing nasional.

Di sisi lain, pembangunan IKN juga mendorong keterlibatan masyarakat setempat dalam proyek ini. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa masyarakat lokal mendapat manfaat langsung dari proyek ini, baik melalui pelatihan, peningkatan kapasitas, maupun penyediaan lapangan kerja. Dengan keterlibatan masyarakat, pembangunan IKN diharapkan dapat menjadi simbol transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kolaborasi dengan para insinyur menjadi salah satu kunci keberhasilan proyek pembangunan IKN. Dengan kemampuan dan inovasi mereka, pemerintah optimistis bahwa IKN akan menjadi pusat pemerintahan yang modern sekaligus motor penggerak ekonomi nasional. Pembangunan ini tidak hanya memberikan harapan baru bagi masa depan Indonesia tetapi juga membuktikan bahwa bangsa ini memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin di bidang pembangunan berkelanjutan. Proyek IKN adalah tonggak sejarah baru yang memperlihatkan bagaimana sinergi antara pemerintah, insinyur, dan masyarakat dapat membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.

)* Mahasiswa pascasarjana tinggal di Yogyakarta

Pemerintahan Prabowo-Gibran Kolaborasi dengan Para Insinyur Percepat Pembangunan IKN

Oleh : Avian Saputra )*

Pemerintah Indonesia terus mempercepat realisasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur sebagai pusat pemerintahan dan inovasi masa depan. Untuk mendukung pencapaian ini, pemerintah menggandeng para insinyur Indonesia agar dapat berkontribusi lebih dalam proyek ini. Dengan keahlian dan pengalaman mereka, diharapkan mampu menghadirkan solusi inovatif dalam membangun infrastruktur berkelanjutan yang sejalan dengan visi pemerintah tentang kota modern yang ramah lingkungan.

Pembangunan IKN menjadi langkah strategis pemerintah dalam menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Proyek ini tidak hanya memindahkan pusat pemerintahan tetapi juga membawa semangat baru untuk menciptakan Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing. Dengan melibatkan para insinyur lokal, pemerintah memberikan peluang bagi putra-putri terbaik bangsa untuk terlibat langsung dalam menciptakan infrastruktur berkualitas tinggi, yang mencerminkan kemampuan anak bangsa di kancah internasional.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimoeljono mengajak Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ikut berkontribusi dalam pembangunan IKN di Kalimantan Timur (Kaltim). Banyak aspek yang butuh dukungan dari insinyur baik fisik maupun nonfisik. Para insinyur sangat dibutuhkan dalam penataan kawasan Sepaku di Penajam Paser. Tidaknya hanya pada permasalahan enginering namun juga sosio enginering juga.

Ketua PII, Danis Hidayat Sumadialaga menjelaskan insinyur memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung kemajuan peradaban manusia, terutama melalui pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peran ini semakin relevan di tengah upaya percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan modern yang berkelanjutan. Dengan kemampuan teknis dan inovasi yang dimiliki, insinyur menjadi ujung tombak dalam menghadirkan infrastruktur berkualitas tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Keberadaan para insinyur dalam pembangunan IKN sangat penting karena kompleksitas proyek ini membutuhkan tenaga ahli yang mumpuni. Dari perencanaan tata ruang, pengelolaan sumber daya air, hingga pengembangan teknologi hijau, keterlibatan para insinyur memungkinkan setiap elemen pembangunan dilakukan secara efisien dan inovatif. Pemerintah juga berharap keterlibatan ini dapat meningkatkan kemandirian nasional dalam bidang teknologi dan infrastruktur, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga ahli asing.

IKN dirancang sebagai kota yang mengedepankan konsep keberlanjutan dengan infrastruktur hijau yang efisien dan hemat energi. Desain kota ini mencakup pembangunan fasilitas modern seperti jaringan transportasi pintar, sistem pengelolaan air terpadu, dan teknologi ramah lingkungan. Para insinyur berperan penting dalam mewujudkan konsep ini, terutama dalam memastikan setiap elemen infrastruktur dapat berfungsi optimal sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Kolaborasi antara pemerintah dan insinyur juga membuka peluang besar bagi pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Para insinyur muda dapat belajar dari proyek berskala besar ini, meningkatkan kemampuan mereka, dan menjadi aset penting bagi pembangunan nasional di masa depan. Pemerintah juga berharap proyek ini dapat mendorong inovasi lokal, seperti pengembangan material konstruksi ramah lingkungan dan teknologi digital berbasis kecerdasan buatan.

Kontribusi insinyur tidak hanya terbatas pada desain dan konstruksi, tetapi juga pada pengembangan solusi inovatif untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan. Di era transformasi seperti saat ini, keterlibatan insinyur menjadi semakin krusial dalam menciptakan infrastruktur ramah lingkungan dan efisien yang mampu menjawab kebutuhan masa depan. Dengan fokus pada kesejahteraan manusia sebagai tujuan akhir, insinyur memainkan peran penting dalam memastikan bahwa pembangunan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan jangka panjang

Percepatan pembangunan IKN juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pembangunan infrastruktur besar-besaran ini membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa lokal. Kolaborasi antara pemerintah, insinyur, dan pelaku usaha lokal menciptakan rantai pasok yang kuat, mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Kalimantan Timur, sekaligus memperkuat daya saing nasional.

Di sisi lain, pembangunan IKN juga mendorong keterlibatan masyarakat setempat dalam proyek ini. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa masyarakat lokal mendapat manfaat langsung dari proyek ini, baik melalui pelatihan, peningkatan kapasitas, maupun penyediaan lapangan kerja. Dengan keterlibatan masyarakat, pembangunan IKN diharapkan dapat menjadi simbol transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kolaborasi dengan para insinyur menjadi salah satu kunci keberhasilan proyek pembangunan IKN. Dengan kemampuan dan inovasi mereka, pemerintah optimistis bahwa IKN akan menjadi pusat pemerintahan yang modern sekaligus motor penggerak ekonomi nasional. Pembangunan ini tidak hanya memberikan harapan baru bagi masa depan Indonesia tetapi juga membuktikan bahwa bangsa ini memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin di bidang pembangunan berkelanjutan. Proyek IKN adalah tonggak sejarah baru yang memperlihatkan bagaimana sinergi antara pemerintah, insinyur, dan masyarakat dapat membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.

 

)* Mahasiswa pascasarjana tinggal di Yogyakarta

Mantab Gelar Uji Coba di 15 Desember! Jalan Tol Pertama Sumatera Barat Akhirnya Beroperasi Setelah 6 Tahun Penantian

Provinsi Sumatera Barat akhirnya bisa dipastikan ikut terlibat dalam pengoperasian jalan tol pada libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

Hal tersebut terkonfirmasi setelah Jalan Tol Padang Sicincin akan dioperasikan pada Libur Nataru 2024/2025 ini.

Dalam rangka persiapan sebelum pengoperasian, jalan tol pertama Sumatera Barat ini pun akan melakukan uji coba terlebih dahulu.

Hutama Karya selaku pihak pengelola Jalan Tol Padang Sicincin memastikan uji coba jalan tol sepanjang 36,6 km ini akan dilakukan pada Minggu, 15 Desember 2024.

Adapun kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim.

Adjib mengatakan, khusus di ruas Tol Padang – Sicincin, sebelum dibuka fungsional secara resmi, pihaknya akan melakukan uji coba fungsional terlebih dahulu pada 15 Desember.

Setelah melakukan uji coba hingga rampung, Hutama Karya akan membuka secara tol Padang – Sicincin secara fungsional mulai 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.

Terkait waktu atau jam operasional, baik saat masa uji coba maupun pemberlakukan fungsional, pihak pengembang menunggu keputusan lebih lanjut dari Ditlantas Provinsi Sumbar..

Hutama Karya menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait menyangkut waktu operasional dan beberapa hal lainnya.

Rencananya, segmen Padang – Sicincin ini akan menerapkan sistem one way atau satu jalur saja yang mengarah dari Padang ke Sicincin atau Bukittinggi.

Adapun untuk kendaraan yang berasal dari Bukittinggi dan ingin ke Padang, Hutama Karya menyarankan agar pengendara dapat mengarahkan kendaraannya melewati jalan nasional.

Adjib memungkasi, ia berharap dengan dioperasikan secara fungsional Jalan Tol Padang Sicincin ini, pengguna jalan khususnya warga Sumatera Barat dapat merasakan kenyamanan dan kelancaran perjalanan.

Pengoperasian jalan tol pertama Sumatera Barat ini juga telah begitu dinanti, terlebih segmen Padang – Sicincin ini telah digarap selama 6 tahun lamanya sejak 2018 silam.

Indonesia Ditahan Imbang Laos 3-3

Jakarta – Tim nasional Indonesia ditahan imbang Laos 3-3 pada pertandingan kedua grup B ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024 di Stadion Manahan Solo, Kamis malam.

Memulai pertandingan, Indonesia langsung tampil menekan lewat pergerakan umpan satu dua di kedua sisi sayap. Meski demikian Laos mampu menahan serangan-serangan tim Garuda dengan menerapkan skema pertahanan garis rendah.

Tim Garuda yang bermain menekan justru kecolongan lewat skema serangan balik cepat Laos. Laos membuka keunggulan terlebih dahulu atas Indonesia tepatnya pada menit ke-9.

Pergerakan dari Bounpachan Bounkong mengirimkan umpan terobosan di sisi tengah pertahanan, yang langsung dimanfaatkan oleh Phousomboun Panyavong untuk menjebol gawang Daffa Fasya. Laos unggul 1-0.

Tak perlu waktu lama, tim Merah Putih mampu menyamakan kedudukan dua menit berselang. Pergerakan individu Marselino Ferdinan di sektor kiri membuat pergerakan di dalam kotak penalti namun masih bisa diantisipasi oleh bek Laos.

Kadek Arel yang menerima bola liar langsung melepaskan tendangan keras ke gawang Keo Souvannasangsgo pada menit ke-11. Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

 

Hasil seri di papan skor tak lama kemudian berubah kembali usai Laos mampu memporak-porandakan pertahanan Indonesia. Laos mengubah kedudukan pada menit ke-13 usai tendangan keras Phatthana Phommathep sempat deflect dan tak dapat diantisipasi oleh Daffa Fasya.

Indonesia dalam kondisi tertinggal mencoba tampil lebih menekan dan terus mengurung pertahanan Laos.

Lima menit berselang, permainan agresif tersebut membuahkan hasil. Melalui lemparan Pratama Arhan, Muhammad Ferrari yang mampu lepas dari pengawalan langsung menyundul bola yang meluncur deras ke gawang Laos pada menit ke-18. Skor imbang 2-2.

Usai kedua tim sama-sama bermain terbuka, memasuki menit ke-30 kini pertandingan semakin memainkan tempo pelan usai Indonesia bermain lebih agresif dengan mengurung pertahanan rapat Laos.

Total Indonesia menguasai 71 persen penguasaan bola namun masih kesulitan untuk membongkar pertahanan Laos yang banyak menumpuk pemain di dalam kotak penalti.

Di masa perpanjangan waktu babak pertama, lewat skema umpan silang Donny Tri Pamungkas, Kadek Arel melepaskan tendangan yang masih membentur mistar gawang Panyavong.

Hingga wasit meniup peluit babak pertama, kedudukan 2-2 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Indonesia bermain lebih keluar menekan dengan mengandalkan permainan kombinasi umpan satu-dua.

Tempo permainan lebih cepat coba dimainkan oleh Tim Garuda untuk membongkar pertahanan Laos yang terus bermain menunggu.

15 menit babak kedua berjalan, Indonesia menguasai 59 persen penguasaan bola berbanding 41 persen di pihak Laos.

Marselino mendapatkan kartu kuning kedua pada menit ke-69 usai melakukan tackle keras menghalangi lari Phommathep.

 

Di menit ke-71, tendangan dari luar kotak penalti dilesatkan oleh Rafael Struick yang masih mampu ditepis Souvannasangsgo.

Melalui skema tendangan sudut pada menit ke-72, Donny Tri Pamungkas mengirimkan umpan terukur ke area tengah kotak penalti pertahanan Laos. Ferrari yang tanpa pengawalan dengan leluasa melepaskan sundulan keras untuk membawa Indonesia unggul 3-2.

Tim Garuda tak mampu mempertahankan keunggulan dalam jangka waktu lama. Lima menit berselang lewat skema serangan balik cepat Damoth Thongkhamsavath mengirimkan umpan silang yang langsung disambut lewat tandukan Peter Phanthavong. Kedudukan kembali imbang 3-3.

Di menit ke-84, Robby Darwis mengirimkan umpan lewat lemparan dalam yang disambut oleh tandukan Asnawi namun masih bisa di blok oleh pertahanan Laos.

Meski bermain dengan 10 pemain, Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan tetap terus menguasai tempo permainan dan terus mencoba untuk membongkar pertahanan rapat Laos.

Namun hingga wasit meniup peluit akhir babak kedua, tim Garuda tak mampu menambah gol dan harus puas bermain imbang atas Laos 3-3.

 

Dengan tambahan satu poin kini membuat tim asuhan Shin Tae-yong tersebut berada di puncak klasemen sementara grup B usai mendulang empat poin. Sementara tambahan satu poin membawa Laos untuk saat ini menempati posisi juru kunci. (*)

Peran Ormas Keagamaan Ajak Masyarakat Menghormati Hasil Pilkada

Oleh Marlinda Yusril )*

Pilkada Serentak merupakan momentum penting dalam perjalanan demokrasi di Indonesia. Di tengah berbagai tantangan, pelaksanaan pesta demokrasi ini menjadi cerminan kedewasaan politik masyarakat dan komitmen terhadap sistem demokrasi yang sudah menjadi fondasi negara. Namun, proses demokrasi yang melibatkan berbagai pihak ini juga tidak terlepas dari potensi konflik yang disebabkan oleh perbedaan pandangan dan hasil yang tidak sesuai harapan. Dalam konteks ini, peran organisasi masyarakat (ormas) keagamaan sangat dibutuhkan untuk menjaga suasana tetap kondusif dan mengajak masyarakat menghormati hasil Pilkada.

Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta periode 2023-2025, Chrysmon Wifandy Gultom, menyoroti pentingnya sikap bijak dalam menyikapi hasil Pilkada. Menurutnya, masyarakat harus memahami bahwa perbedaan adalah bagian dari dinamika politik yang sehat dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus ikatan persatuan. Hal ini relevan dengan kondisi pasca-Pilkada, di mana masyarakat sering kali terjebak dalam euforia kemenangan atau kekecewaan yang mendalam. Chrysmon menekankan pentingnya kembali merajut persatuan yang mungkin sempat terkoyak akibat perbedaan pilihan politik, mengingat Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Samsul Ma’arif, yang mengingatkan masyarakat akan esensi dari demokrasi. Menang atau kalah dalam Pilkada adalah hal yang wajar dan harus diterima dengan lapang dada. Sikap bijak dalam menerima hasil pemilu adalah bentuk nyata kedewasaan berdemokrasi. KH Samsul juga menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih adalah pemimpin bagi semua, bukan hanya bagi kelompok pendukungnya. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan terus mendukung kepemimpinan yang terpilih demi kebaikan bersama, sekaligus memberikan kritik yang membangun apabila terdapat kekurangan.

Sementara itu di Papua, Pendeta Jones Wenda memberikan teladan yang luar biasa. Ia mengapresiasi pelaksanaan Pilkada Serentak yang berlangsung aman dan damai di tanah Papua. Hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat Papua mampu menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi, bahkan menjadi contoh bagi daerah lain. Pendeta Jones mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan bersama, tanpa memupuk permusuhan akibat perbedaan pilihan politik. Pesan untuk tidak terprovokasi oleh hoaks dan menjaga persatuan ini sangat relevan, mengingat dinamika politik sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memecah belah masyarakat.

Ormas keagamaan memiliki posisi strategis untuk menjadi penjaga harmoni dalam masyarakat. Dengan basis yang kuat di akar rumput, mereka memiliki kemampuan untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan menyampaikan pesan-pesan damai yang dapat meredam potensi konflik. Selain itu, tokoh-tokoh agama yang dihormati sering kali menjadi panutan bagi masyarakat, sehingga suara mereka memiliki pengaruh besar dalam membangun suasana yang kondusif. Dalam hal ini, seruan dari tokoh-tokoh seperti Chrysmon Wifandy, KH Samsul Ma’arif, dan Pendeta Jones Wenda sangat penting untuk terus digaungkan.

Penghormatan terhadap hasil Pilkada juga harus didukung oleh langkah-langkah strategis dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan lembaga terkait. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu memiliki peran untuk memastikan transparansi dan kredibilitas dalam setiap tahapan Pilkada, sehingga hasil yang diumumkan dapat diterima dengan baik oleh semua pihak. Di sisi lain, aparat keamanan perlu terus menjaga stabilitas selama dan setelah proses Pilkada, untuk mencegah potensi gesekan yang mungkin terjadi.

Sebagai masyarakat yang berkomitmen terhadap nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah tanggung jawab bersama. Pilkada seharusnya menjadi ajang untuk menunjukkan kedewasaan politik, bukan menjadi sumber perpecahan. Dalam hal ini, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menerima hasil demokrasi dengan lapang dada perlu terus dilakukan. Media massa dan media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan damai dan mencegah penyebaran berita bohong yang dapat memperkeruh suasana.

Selain itu, penting untuk diingat bahwa Pilkada bukanlah akhir dari perjalanan demokrasi, melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk mendukung pemimpin yang terpilih. Masyarakat harus terus mengawal program-program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, tanpa memandang siapa yang memimpin. Kritik yang konstruktif juga menjadi bagian dari kontrol sosial yang sehat dalam demokrasi.

Pasca-Pilkada, masyarakat juga memiliki peran penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan. Proyek-proyek pembangunan yang telah berjalan harus terus didukung, tanpa memandang latar belakang politik kepala daerah yang terpilih. Kebersamaan dalam mengawal pembangunan akan memastikan bahwa hasil Pilkada benar-benar membawa manfaat bagi semua pihak. Dalam hal ini, semangat kolaborasi antara masyarakat, pemimpin, dan berbagai elemen terkait menjadi kunci utama untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai harapan dan dapat dirasakan hingga ke pelosok negeri.

Dalam situasi pasca-Pilkada, kolaborasi antara ormas keagamaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan stabilitas sosial dan politik. Dengan semangat kebersamaan, Indonesia dapat terus melangkah maju sebagai negara yang demokratis dan harmonis. Peran aktif ormas keagamaan dalam mengajak masyarakat menghormati hasil Pilkada adalah salah satu kunci utama untuk mewujudkan hal tersebut. Mari jadikan Pilkada sebagai momentum untuk memperkuat persatuan bangsa dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang mampu menjaga kedamaian di tengah perbedaan.

)* penulis merupakan pemerhati demokrasi Indonesia

Edukasi dan Penindakan Solusi Cegah Kerusakan Mental Masyarakat Akibat Judi Online

Oleh: Darmawan Hutagalung )*

Judi online telah menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat Indonesia. Tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, aktivitas ini juga memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental para pemainnya. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Alexander Sabar, mengungkapkan bahwa kecanduan judi online dapat menimbulkan berbagai masalah psikologis, mulai dari stres, kecemasan, hingga depresi. Kondisi ini sering dialami oleh pemain yang mengalami kerugian besar dalam waktu singkat, menciptakan tekanan emosional yang sulit diatasi.

Upaya pemberantasan judi online memerlukan sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan keluarga. Alexander Sabar menekankan pentingnya peran aktif antar lembaga untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil dapat memberikan dampak jangka panjang. Sementara itu, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung upaya ini, baik dengan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak maupun dengan ikut serta dalam program literasi digital.

Selain itu, ada risiko lain yang jarang disadari oleh masyarakat, yaitu ancaman terhadap keamanan data pribadi. Banyak situs judi online ilegal yang tidak memiliki kebijakan privasi yang jelas, membuat informasi sensitif pemain, seperti nomor telepon, alamat email, hingga data rekening bank, rentan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini memperburuk dampak psikologis yang dialami pemain, karena mereka tidak hanya harus menghadapi kerugian finansial, tetapi juga ancaman pencurian data.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhaimin Iskandar, mengatakan judi online tidak hanya merugikan individu, tetapi juga menciptakan beban sosial dan ekonomi baru bagi negara. Judi online sering menyebabkan “kemiskinan baru” di tengah masyarakat. Struktur ekonomi keluarga hancur akibat anggota keluarga yang terjebak dalam perjudian, sementara narasi palsu tentang peluang keuntungan besar dari judi online terus menarik korban baru. Menurutnya, literasi digital adalah kunci untuk membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya perjudian daring ini.

Muhaimin juga menekankan bahwa literasi digital harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi masalah ini. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu diberi pemahaman tentang bagaimana judi online dirancang untuk menjebak pemain, serta pentingnya mengenali tanda-tanda awal kecanduan. Selain itu, masyarakat perlu diajarkan untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan menghindari konten-konten yang berisiko.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa masalah judi online telah menyebar ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari petani, pedagang kecil, aparatur sipil negara, hingga anak-anak. Data dari Kemkomdigi mencatat bahwa sejak 2017 hingga Desember 2024, lebih dari 5,3 juta akun judi online telah dihapus. Namun, praktik ini tetap saja marak, bahkan pada 2024 terjadi peningkatan signifikan dengan lebih dari 3,6 juta akun judi online yang dihapus. Angka ini menunjukkan bahwa tindakan represif saja tidak cukup untuk memberantas judi online secara menyeluruh.

Salah satu hal yang paling mengkhawatirkan adalah keterlibatan anak-anak dalam judi online. Kemkomdigi mencatat bahwa sebanyak 30 ribu anak di bawah usia 10 tahun telah terpapar aktivitas perjudian daring. Gawai yang seharusnya digunakan untuk belajar justru menjadi media untuk berjudi. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan orang tua. Mereka dituntut untuk lebih waspada dan aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak, terutama jika terlihat perubahan perilaku, seperti lebih sering menyendiri atau menarik diri dari kegiatan sosial.

Direktur Pengelolaan Media Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo, menjelaskan bahwa bandar judi online menggunakan berbagai modus untuk menjaring korban. Salah satu cara yang umum adalah memanfaatkan algoritma iklan di internet untuk menampilkan promosi perjudian secara masif. Korban juga sering kali diajak oleh teman atau kolega untuk mencoba permainan judi daring. Prosesnya dimulai dari pendaftaran, bermain, hingga akhirnya terjerat dalam fase kecanduan yang sulit dilepaskan.

Korban judi online umumnya berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah yang tergoda oleh janji keuntungan cepat. Selain alasan finansial, banyak korban yang bermain judi online untuk mengisi waktu luang karena tidak memiliki pekerjaan tetap. Sayangnya, judi online justru memperburuk keadaan ekonomi mereka, menciptakan lingkaran setan yang sulit diatasi.

Pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk memberantas judi online. Melalui Kemkomdigi, patroli siber dilakukan secara rutin untuk mendeteksi dan menghapus akun-akun yang terindikasi judi online. Dalam satu dekade terakhir, upaya ini telah menghasilkan penutupan jutaan akun perjudian daring. Namun, tanpa pendekatan edukasi yang masif, langkah represif semata tidak cukup efektif.

Judi online adalah ancaman nyata yang tidak boleh dianggap enteng. Dampaknya yang merusak kesehatan mental, ekonomi, dan keamanan data pribadi menjadikannya salah satu tantangan besar bagi masyarakat Indonesia saat ini. Oleh karena itu, langkah edukasi dan penindakan harus berjalan beriringan untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari jebakan perjudian daring. Dengan kesadaran dan kerja sama yang kuat, masyarakat Indonesia dapat terbebas dari bahaya besar ini.

)* Konsultan Pemberdayaan Sosial – Sentra Kesejahteraan Nasional

Penegakan Hukum Jadi Komitmen Pemerintah Memberantas Judi Online

Oleh: Arman Panggabean )*

Judi online kini menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Dampaknya tidak hanya merusak aspek ekonomi tetapi juga memengaruhi kondisi sosial dan moral bangsa. Pemerintah, melalui berbagai lembaga dan instansi terkait, terus menunjukkan komitmen untuk memberantas praktik ilegal ini. Dua ahli hukum, Muhamad Rizky Indriyanto dan Roselani Fitri Primarini Dewi, mengungkapkan berbagai tantangan dan langkah yang perlu diambil untuk mengatasi kejahatan tersebut.

Menurut Muhamad Rizky Indriyanto, judi online telah menjadi fenomena darurat yang membutuhkan perhatian serius. Ia menjelaskan bahwa kemudahan akses teknologi membuat praktik ini meluas, bahkan menyasar anak-anak. Kondisi ini dinilai sangat merusak, tidak hanya bagi pelaku tetapi juga bagi keluarga mereka. Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat dalam memerangi judi online.

Sebagai bentuk komitmen konkret, pemerintah membentuk desk gabungan pemberantasan judi daring yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Budi Gunawan. Desk ini memiliki tiga prioritas utama: pemblokiran sistematis platform judi online, penegakan hukum dan pelacakan aliran keuangan, serta kampanye edukasi publik. Ia menambahkan bahwa penindakan juga akan difokuskan pada aktivitas pencucian uang yang terkait dengan judi online, melalui koordinasi lintas negara.

Edukasi publik menjadi salah satu fokus utama dalam pemberantasan judi online. Pemerintah terus mengingatkan bahwa judi online merupakan bentuk penipuan yang memberikan harapan palsu kepada pemain. Menurut Budi Gunawan, operator judi online sengaja merancang sistem agar pemain selalu kalah dan tidak dapat menarik uang mereka. Oleh karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya ini melalui kampanye masif.

Budi menjelaskan bahwa langkah pemblokiran platform dilakukan dengan melibatkan penyelenggara jasa internet dan perusahaan teknologi. Ia juga menegaskan pentingnya pemantauan terhadap peredaran uang yang digunakan dalam judi online. Berdasarkan data pemerintah, perputaran uang judi daring mencapai Rp900 triliun pada tahun 2024, dengan 8,8 juta pemain yang mayoritas berasal dari kalangan menengah ke bawah. Selain itu, ditemukan adanya ribuan anggota TNI dan Polri serta puluhan ribu anak di bawah usia 10 tahun yang terlibat dalam aktivitas ini.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa perbankan dan layanan dompet digital turut menjadi saluran bagi aktivitas ilegal ini. Beberapa bank besar serta platform seperti Dana, Gopay, LinkAja, Ovo, dan ShopeePay dilaporkan terindikasi sebagai media transaksi judi online. Meutya menyebutkan bahwa pihaknya telah mengajukan ratusan permohonan pemblokiran rekening yang digunakan untuk kegiatan ini. Selain itu, pemerintah juga telah menghapus lebih dari 100.000 situs judi online dari total lebih dari 380.000 situs yang terdeteksi.

Meutya menambahkan, Kementerian Komunikasi dan Digital membuka saluran pelaporan bagi masyarakat, seperti aduankonten.id untuk melaporkan situs judi dan cekrekening.id untuk rekening mencurigakan. Langkah ini, menurutnya, bertujuan untuk memutus operasional bandar judi online secara menyeluruh. Ia juga menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam melaporkan aktivitas mencurigakan agar penindakan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Melalui berbagai langkah yang telah diambil, pemerintah menunjukkan keseriusan dalam memberantas judi online. Koordinasi lintas instansi, kerja sama internasional, dan pemanfaatan teknologi menjadi strategi utama dalam memutus rantai kejahatan ini. Dengan mengedepankan penegakan hukum yang tegas serta edukasi yang berkelanjutan, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan besar ini dan melindungi masyarakat dari dampak negatif judi online.

Upaya pemberantasan judi online memerlukan sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan keluarga. Pentingnya peran aktif antar lembaga untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil dapat memberikan dampak jangka panjang. Sementara itu, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung upaya ini, baik dengan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak maupun dengan ikut serta dalam program literasi digital.

Di sisi lain, Roselani Fitri Primarini Dewi menyoroti kendala teknis dalam penegakan hukum, terutama karena banyak platform judi online beroperasi dari luar negeri. Menurutnya, keberadaan platform internasional ini membuat pengadilan terhadap pelaku utama menjadi sulit. Namun, ia optimis bahwa kerja sama internasional dan penguatan regulasi dapat membantu menutup celah hukum yang dimanfaatkan oleh para pelaku. Ia juga menggarisbawahi pentingnya langkah preventif seperti edukasi masyarakat tentang bahaya judi online, termasuk risiko finansial dan ketergantungan yang diakibatkannya.

Dalam konteks ini, Roselani menilai bahwa langkah edukasi sama pentingnya dengan penindakan hukum. Ia menyebutkan bahwa tanpa pemahaman masyarakat tentang dampak buruk judi online, upaya pemberantasan tidak akan berjalan maksimal. Selain itu, kolaborasi antara instansi pemerintah dan masyarakat juga dianggap sebagai kunci keberhasilan dalam menangani masalah ini.

)* Pengamat Kebijakan Sosial – Lembaga Sosial Madani Institute

Presiden Prabowo Kembangkan Peluang Ekonomi UMKM di berbagai sektor

Oleh: Ivan Adrian )*

Sektor produk dan jasa menjadi salah satu pilar utama yang membuka peluang besar bagi perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin pesat, UMKM dapat memanfaatkan sektor ini sebagai lahan subur untuk berinovasi dan berkembang. Sebagai sektor yang sangat beragam, baik dalam hal jenis produk maupun bentuk layanan, sektor produk dan jasa memberikan ruang bagi UMKM untuk memanfaatkan kreativitas dan inovasi mereka dalam menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah.

Pertumbuhan sektor produk dan jasa yang pesat memberikan kesempatan yang luas bagi pelaku UMKM untuk menciptakan produk-produk berkualitas dan relevan dengan kebutuhan konsumen. Produk-produk lokal yang sebelumnya hanya dikenal di pasar tradisional kini memiliki peluang untuk go international berkat kemajuan teknologi dan kemudahan dalam pemasaran melalui platform e-commerce. UMKM dapat menciptakan produk-produk unik yang menonjolkan kekayaan budaya lokal, seperti kerajinan tangan, makanan khas daerah, atau pakaian dengan desain tradisional yang memiliki daya tarik tersendiri. Keberagaman produk ini tidak hanya membuka peluang ekonomi, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia internasional.

Ketua Departemen Humas dan Media Persatuan Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (PW MES) Kalteng, Muhammad Ismail, mengatakan pelaku UMKM harus membangun merk produk dengan kuat. Konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan pelayanan pelanggan juga adalah hal yang tidak kalah penting, serta memahami tren pasar dan menciptakan konten pemasaran yang relevan. Kemudian agar lebih memikat minat pelanggan, pelaku UMKM harus membuat foto produk yang menarik dan menggunakan kata kunci saat berpromosi secara daring.

Kemajuan teknologi informasi turut mempermudah UMKM untuk memasarkan produk dan jasa mereka. Dengan adanya platform digital seperti media sosial, e-commerce, dan aplikasi bisnis, UMKM kini dapat dengan mudah menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Strategi pemasaran digital yang cerdas dapat membuka peluang besar bagi UMKM untuk memperkenalkan produk dan jasa mereka kepada konsumen yang lebih luas. Bahkan, para pelaku UMKM dapat menjalankan bisnis mereka dari rumah dengan modal yang terjangkau, cukup dengan koneksi internet dan perangkat yang sederhana.

Selain itu, banyaknya program pemerintah yang mendukung sektor UMKM juga menjadi faktor penentu dalam perkembangan sektor produk dan jasa. Berbagai inisiatif yang digulirkan oleh pemerintah, seperti pelatihan keterampilan, pemberian modal usaha, dan pendampingan bisnis, memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan mereka. Misalnya, melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), UMKM dapat memperoleh akses keuangan dengan bunga yang terjangkau, sehingga mereka dapat meningkatkan kapasitas produksi atau memperluas usaha mereka. Program ini sangat membantu UMKM dalam mengatasi kendala modal yang seringkali menjadi hambatan utama bagi pengembangan usaha.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengatakan Bea Cukai turut berpartisipasi dalam program pemberdayaan UMKM. Karena Bea Cukai turut mendorong pelaku UMKM agar berorientasi ekspor sehingga produk yang dihasilkan dapat di kenal secara internasional. UMKM menjadi salah satu penopang ekonomi nasional karena mencakup sekitar 99 persen total unit usaha di Indonesia. UMKM juga memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 60,51 persen dan menyerap hampir 97 persen dari total tenaga kerja di Indonesia.

Di sisi lain, perkembangan sektor produk dan jasa juga membuka peluang bagi UMKM untuk menciptakan lapangan kerja baru. UMKM yang berkembang dengan baik dapat menyerap tenaga kerja dari berbagai kalangan, baik yang terampil maupun yang masih membutuhkan pelatihan. Hal ini sangat penting untuk mengurangi angka pengangguran dan menciptakan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang belum terlalu berkembang. Dengan meningkatkan kapasitas produksi dan diversifikasi layanan, UMKM tidak hanya meningkatkan daya saing mereka, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan ekonomi yang lebih inklusif.

Perkembangan sektor produk dan jasa di tengah-tengah tantangan global yang terus berubah juga memberikan peluang bagi UMKM untuk berinovasi dan beradaptasi. Tantangan yang ada, seperti perubahan tren konsumen, kebutuhan akan produk yang ramah lingkungan, atau bahkan perkembangan teknologi terbaru, justru dapat menjadi pemacu kreativitas bagi UMKM. Sebagai contoh, banyak UMKM yang mulai berinovasi dengan memproduksi barang-barang ramah lingkungan, seperti tas daur ulang atau produk-produk berbahan organik. Hal ini tidak hanya membuka peluang pasar yang lebih luas, tetapi juga meningkatkan nilai tambah bagi produk yang ditawarkan.

Sektor produk dan jasa memiliki potensi besar untuk menjadi mesin penggerak bagi perkembangan UMKM di Indonesia. Dengan dukungan teknologi, kebijakan pemerintah, dan kreativitas para pelaku usaha, UMKM dapat terus tumbuh dan berkembang, menciptakan produk dan layanan yang berkualitas, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk terus memberikan perhatian dan dukungan kepada sektor UMKM, agar mereka bisa beradaptasi dengan perubahan zaman dan menjadi bagian dari perekonomian global yang semakin maju.

)* Penulis adalah kontributor tigadetik.id

Pemerintahan Prabowo-Gibran Dorong Rehabilitasi Sebagai Salah Satu Pendekatan Efektif Dalam Penanganan Narkoba

Oleh: Andika Pratama )*

Dalam menghadapi tantangan besar penyalahgunaan narkoba di Indonesia, pendekatan rehabilitasi muncul sebagai solusi strategis yang mampu memberikan dampak holistik. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2023, terdapat 3,3 juta penyalahguna narkotika di Indonesia, dengan angka prevalensi sebesar 1,73 persen. Masalah ini tidak hanya membebani sektor hukum dan kesehatan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang luas. Kondisi overkapasitas lembaga pemasyarakatan (lapas), dengan lebih dari 123.000 penghuni terkait kasus narkotika, menjadi bukti nyata perlunya strategi yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

Rehabilitasi bukan sekadar solusi medis, melainkan juga cara untuk mencegah kejahatan berulang dan memutus siklus ketergantungan. Salah satu langkah signifikan adalah evaluasi terhadap Peraturan Bersama Nomor 1 Tahun 2014, yang mengatur penanganan pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika melalui lembaga rehabilitasi.

Kepala BNN, Irjen Pol Marthinus Hukom, menekankan pentingnya pendekatan rehabilitasi yang tidak hanya fokus pada pemulihan pengguna, tetapi juga pada penguatan sinergi antar pemangku kepentingan. Asesmen terpadu yang dilakukan terhadap lebih dari 8.000 tersangka narkotika pada Januari hingga Oktober 2024, menunjukkan bahwa lebih dari separuhnya direkomendasikan menjalani rehabilitasi rawat inap maupun rawat jalan. Hal ini menegaskan bahwa pendekatan rehabilitasi lebih efektif dibandingkan penahanan di lapas yang sering kali memunculkan masalah baru, seperti pembelajaran modus kejahatan oleh pengguna. Pendekatan ini tidak hanya terbatas pada pengurangan dampak kesehatan dan hukum, tetapi juga memberikan dimensi pemberdayaan.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kalimantan Utara, Hj. Aluh Berlian, mendorong pendirian fasilitas rehabilitasi yang juga berfungsi sebagai balai pelatihan keterampilan. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa para penyalahguna yang telah direhabilitasi memiliki peluang untuk menjalani kehidupan normal dan produktif. Pelatihan keterampilan selama masa rehabilitasi tidak hanya membantu mereka pulih, tetapi juga memberi harapan baru untuk masa depan. Pendekatan yang menggabungkan pemulihan medis dan pemberdayaan sosial, memberikan efek jangka panjang yang positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri, Dwi Astuti Beniyati, mengatakan pihaknya melihat pentingnya pendirian pusat rehabilitasi untuk menangani pengguna narkotika secara efektif. Dwi juga menggarisbawahi bahwa mencampur pengguna dan pengedar dalam satu lembaga pemasyarakatan justru kontraproduktif. Pengguna yang seharusnya direhabilitasi malah berisiko belajar teknik kejahatan baru dari para pengedar. Oleh karena itu, pembangunan pusat rehabilitasi di Kabupaten Bekasi menjadi langkah strategis yang tidak hanya membantu memecahkan masalah overkapasitas di lapas, tetapi juga menciptakan pendekatan penanganan yang lebih humanis. Dukungan pemerintah daerah terhadap rencana ini menunjukkan komitmen untuk mengatasi masalah narkoba dari akar permasalahannya.

Namun, tantangan dalam penerapan pendekatan rehabilitasi masih ada, termasuk kurangnya fasilitas yang memadai di berbagai daerah. Dukungan pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk merealisasikan solusi ini. Tidak hanya fasilitas fisik yang perlu ditingkatkan, tetapi juga penyediaan tenaga medis, psikolog, dan konselor yang kompeten. Di sisi lain, masyarakat juga harus dilibatkan dalam proses pemulihan. Stigma terhadap mantan penyalahguna sering kali menjadi hambatan besar dalam reintegrasi sosial mereka. Pendidikan publik dan kampanye yang menekankan pentingnya rehabilitasi sebagai langkah penyelamatan dan bukan hukuman harus terus digalakkan.

Pendekatan rehabilitasi juga terbukti mampu menekan permintaan narkotika di masyarakat. Penurunan permintaan ini akan berdampak langsung pada menurunnya peredaran gelap narkotika. Oleh karena itu, kebijakan rehabilitasi perlu diintegrasikan ke dalam strategi nasional pencegahan narkoba. BNN telah menunjukkan komitmen kuat dalam hal ini melalui diskusi-diskusi strategis dan asesmen terpadu, tetapi langkah ini harus didukung oleh semua pihak, termasuk aparat penegak hukum, lembaga kesehatan, dan masyarakat luas.

Keberhasilan pendekatan rehabilitasi tidak hanya akan mengurangi beban negara, tetapi juga menyelamatkan masa depan generasi muda. Sebagai salah satu kelompok yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba, generasi muda harus menjadi fokus utama dalam kampanye rehabilitasi. Melalui pendidikan yang baik, kampanye pencegahan yang efektif, dan fasilitas rehabilitasi yang memadai, penyalahgunaan narkoba dapat ditekan secara signifikan. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat adalah kunci dalam mencapai tujuan ini.

Pemerintah terus mendorong kebijakan yang berbasis pada pendekatan rehabilitasi sebagai solusi efektif. Dalam jangka panjang, rehabilitasi tidak hanya akan mengurangi jumlah pengguna narkoba, tetapi juga menghemat biaya negara dalam penegakan hukum dan pengelolaan lapas. Pendekatan ini memberikan peluang untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. Ketika pengguna narkoba diberikan kesempatan kedua untuk memulihkan diri, mereka juga diberi peluang untuk berkontribusi kembali pada masyarakat. Dengan mengutamakan rehabilitasi, Indonesia dapat mengambil langkah besar dalam memerangi ancaman narkoba yang terus menghantui bangsa.

Selain itu, upaya rehabilitasi yang diintegrasikan dengan pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi dapat memberikan dampak positif pada masyarakat. Mantan pengguna yang berhasil pulih dan memiliki keterampilan baru dapat menjadi inspirasi bagi orang lain yang sedang berjuang melawan ketergantungan. Lebih jauh lagi, langkah ini juga mendukung target pembangunan berkelanjutan, terutama dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan. Ketika rehabilitasi dilakukan secara menyeluruh, dampaknya akan dirasakan tidak hanya oleh individu pengguna, tetapi juga oleh keluarga mereka dan masyarakat secara keseluruhan.

)* Penulis adalah kontributor JabarTrigger.com