Masyarakat Jadi Garda Depan Jaga Kondusivitas Pasca Pilkada

Jakarta – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang baru saja berlangsung menjadi tonggak penting demokrasi di Indonesia. Namun, tugas menjaga kondusivitas pasca-Pilkada tidak berhenti pada penghitungan suara. Masyarakat kini memegang peran penting sebagai garda depan dalam memastikan stabilitas sosial dan politik di setiap daerah.

Dosen Pascasarjana Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh, Dr. Khausar, mengatakan partisipasi dan peran masyarakat dalam menjaga situasi pasca-Pilkada sangat krusial.

“Masyarakat memiliki peran utama untuk mencegah potensi konflik yang sering kali muncul akibat hasil Pilkada. Perbedaan pilihan politik seharusnya tidak menjadi alasan untuk merusak persatuan. Justru, momen ini adalah waktu yang tepat untuk kembali merajut kebersamaan,” kata Khausar.

Sementara itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesatuan bangsa dan Politik (KesbangPol) Propinsi Kalimantan Tengah, Mulyo Suharto menegaskan siapapun yang maju dalam berkontestasi saat Pilkada serentak 2024 di tingkat Propinsi maupun Tingkat Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah, diharapkan mampu memenangkan massa pendukungnya dan mengajak agar bersama sama aparat pemerintah menjaga dan mengutamakan suasana yang lebih aman, stabil dan kondusif.

“Suasana Kondusif pasca pemungutan Suara Pilkada serentak 2024 diharapkan tetap terjaga dan kondusif agar gerak laju roda perekonomian Masyarakat dan perekonomian daerah Kalimantan Tengah tetap lancar dan stabil,” ujarnya.

Suasana yang tenang dan stabil saat ini harus selalu dijaga dan dikawal seluruh lapisan Masyarakat. Jangan sampai suasana pasca Pilkada serentak 2024 di manfaatkan oleh oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk berbuat hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa membuat kondisi suasana sosial kemasyarakatan tidak nyaman dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Suasana yang tenang ini harus selalu dijaga, jangan sampai suasana pasca Pilkada di manfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk berbuat hal-hal yang tidak diinginkan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari,” tambahnya.

Di sisi lain, Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal, menyebut Pilkada 2024 yang berjalan aman, lancar, dan jujur merupakan kemenangan bagi masyarakat Provinsi Riau. Masyarakat Riau juga telah menunjukkan sebuah kedewasaan dalam berdemokrasi.

“Kondisi seperti ini adalah kemenangan masyarakat Provinsi Riau. Masyarakat Riau sudah sangat paham arti demokrasi, sudah sangat dewasa dalam berdemokrasi,” kata Iqbal.

Untuk mendorong stabilitas lebih lanjut, para tokoh masyarakat dan pemimpin lokal diharapkan menginisiasi dialog yang memperkuat solidaritas di tengah masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi strategi utama dalam memastikan pasca-Pilkada berjalan aman dan lancar.

“Para tokoh masyarakat dan pemimpin lokal diharapkan menginisiasi dialog yang memperkuat solidaritas di tengah masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi strategi utama pasca-Pilkada,” pungkasnya.

Pilkada serentak telah selesai, namun tanggung jawab untuk menjaga harmoni harus terus dipegang bersama. Masyarakat sebagai garda depan stabilitas diharapkan mampu menciptakan suasana damai, memastikan bahwa demokrasi tetap menjadi ajang pemersatu bangsa. Dengan semangat kebersamaan, Indonesia dapat melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Perangi Judol, Pemerintah Perkuat Penegakan Hukum

Jakarta – Upaya pemerintah memberantas judi online terus dilakukan melalui penegakan hukum dan pengawasan ketat.

Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur berhasil membongkar sindikat judi online internasional yang terlibat dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sebanyak enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kasubdit II Dirresiber Polda Jatim AKBP Charles P Tampubolon mengungkapkan besarnya perputaran uang dalam jaringan tersebut.

“Perputaran uang dalam rekening website perjudian online tersebut dalam kurun waktu 6 bulan mencapai 200 miliar,” ujarnya.

Pengungkapan kasus ini bermula dari patroli siber yang dilakukan oleh Unit II Subdit II Ditresiber Polda Jatim.

“Dari hasil pemantauan sosial media itu, kami menemukan dua akun Instagram yang salah satu postingannya melakukan promosi secara aktif situs perjudian online. Dua akun itu, @orkesanbanyuwangi dan @dangdut_banyuwangi,” jelas Charles.

Selain pengungkapan kasus, pemerintah juga memperkuat strategi melalui pengawasan perbankan.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid meminta bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memperketat pengawasan terhadap rekening yang terindikasi terlibat dalam judi online.

“Kami di Kementerian Komunikasi dan Digital terus memblokir situs judi online secara berkala. Namun, akses terhadap rekening bank yang digunakan juga perlu diawasi ketat,” ujar Meutya.

Ia menambahkan, pemblokiran rekening bank akan lebih sulit dipulihkan dibandingkan dengan situs yang diblokir.

“Kalau rekeningnya yang diblokir, pengurusannya akan jauh lebih sulit karena harus melalui pihak bank. Ini salah satu kunci untuk menekan angka transaksi judi online,” tegasnya.

Sinergi antara penegakan hukum dan pengawasan perbankan menjadi langkah penting dalam memberantas judi online. Pemerintah berharap dengan pendekatan ini, praktik ilegal yang merugikan masyarakat dapat diminimalkan.

Pemain Dibuat Sengsara, Judi Online Hanya Untungkan Bandar

JAKARTA – Judi online telah menjadi ancaman bagi masyarakat dan dampaknya merugikan para pemain dan hanya menguntungkan bandar.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Inspektur Jenderal (Pol) Karyoto. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu menyadari bahaya judi online yang tidak memberikan keuntungan apapun kepada pemain.

“Yang lebih penting sebenarnya adanya sebuah pemahaman, kesadaran bagi kita, masyarakat enggak usah ikut main judi lah. Karena cuma menguntungkan bandar, bagi kita rugi,” ujar Karyoto

Ia juga mengungkapkan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran judi online yang dapat menyedot keuangan masyarakat.

“Top up buat beli Gojek makanan, okelah. Kalau top up buat judol ini sangat cepat sekali habisnya. Dan hidup bukan gambling,” tegasnya.

Senada dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik sekaligus CEO Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat, menyebut judi online memberikan keuntungan besar bagi segelintir bandar, sementara masyarakat luas menanggung dampaknya.

“Keuntungan besar dari aktivitas ini hanya dinikmati oleh segelintir pihak, yaitu para bandar yang belum ada satu pun ditahan aparat penegak hukum. Sementara itu, dampak negatifnya meluas ke masyarakat,” kata Achmad.

Ia menyoroti bahwa dari 4,4 juta pelaku judi online, 80 persen di antaranya berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah. Kelompok ini, menurutnya, sangat rentan karena dana yang digunakan untuk berjudi tidak menghasilkan manfaat produktif.

“Dana tersebut malah mengalir ke luar negeri karena banyak platform dijalankan oleh entitas asing. Ini menciptakan kebocoran devisa yang melemahkan stabilitas ekonomi nasional,” ungkap Achmad.

Tindakan tegas terhadap bandar judi online harus segera dilakukan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya judi online juga menjadi langkah penting untuk mengurangi dampaknya.

Dengan banyaknya pemain judi dari berbagai kalangan, peran pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk memberantas aktivitas ilegal ini.

Digitalisasi UMKM sebagai Penggerak Utama Ekonomi Nasional di Era Kepemimpinan Presiden Prabowo

JAKARTA – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengajak pelaku UMKM untuk segera mengadopsi teknologi digital demi meningkatkan produktivitas dan daya saing di era modern.

JAKARTA – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengajak pelaku UMKM untuk segera mengadopsi teknologi digital demi meningkatkan produktivitas dan daya saing di era modern.

“Pelaku UMKM harus mulai beradaptasi dengan ekosistem digital agar siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Maman saat meresmikan revitalisasi Pasar Umum Negara di Kabupaten Jembrana, Bali.

Ia berharap pasar yang telah diperbarui ini dapat menjadi pusat ekonomi dan inovasi bagi pengusaha lokal.

“Kabupaten Jembrana memang berbeda dengan Jakarta karena arus media sosial di sana luar biasa. Tapi lima sampai sepuluh tahun lagi akan sama kondisinya. Maka, setelah terbangunnya pasar ini, mari kita ajak UMKM belajar memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk mereka,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Maman mengungkapkan rencana meluncurkan Super Apps Sapa UMKM, sebuah aplikasi yang dirancang untuk mempermudah pelaku UMKM dalam pemasaran produk secara digital.

“Program awal kami adalah membuat Super Apps untuk seluruh pengusaha UMKM di Indonesia. Kami akan berkoordinasi dengan banyak pihak agar semua UMKM bisa disatukan dalam satu platform agar pelaku UMKM bisa memasarkan produknya lebih mudah,” jelasnya.

Maman menambahkan bahwa aplikasi ini akan dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dinamis, memungkinkan data seperti jumlah, produk, dan lokasi UMKM diperbarui secara otomatis.

“Di dalam aplikasi ini, kita akan buat sistem dengan machine learning berbasis kecerdasan buatan yang terus dynamic,” katanya.

Selain itu, aplikasi tersebut juga akan menyediakan akses pembiayaan, pelatihan, serta peluang ekspor bagi pelaku UMKM.

“Kami memprediksi di Sapa UMKM ini nantinya akan ada sekitar 30 hingga 40 juta pelaku usaha yang bergabung. Aplikasi ini juga akan membuka jalan bagi perusahaan dunia untuk melihat potensi pasar dan produk dari UMKM Indonesia,” ujar Maman.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Y Moraza, turut menekankan pentingnya digitalisasi dalam mengatasi kendala klasik yang dihadapi UMKM.

Ia menyebutkan bahwa Presiden Prabowo telah mengamanatkan penguatan permodalan dan akses pasar sebagai prioritas utama.

“UMKM tidak lagi bisa bermanja-manja dengan sistem konvensional. Suka atau tidak, harus masuk ke sistem digitalisasi ekonomi,” tegas Helvi.

“Pelaku UMKM harus mulai beradaptasi dengan ekosistem digital agar siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Maman saat meresmikan revitalisasi Pasar Umum Negara di Kabupaten Jembrana, Bali.

Ia berharap pasar yang telah diperbarui ini dapat menjadi pusat ekonomi dan inovasi bagi pengusaha lokal.

“Kabupaten Jembrana memang berbeda dengan Jakarta karena arus media sosial di sana luar biasa. Tapi lima sampai sepuluh tahun lagi akan sama kondisinya. Maka, setelah terbangunnya pasar ini, mari kita ajak UMKM belajar memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk mereka,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Maman mengungkapkan rencana meluncurkan Super Apps Sapa UMKM, sebuah aplikasi yang dirancang untuk mempermudah pelaku UMKM dalam pemasaran produk secara digital.

“Program awal kami adalah membuat Super Apps untuk seluruh pengusaha UMKM di Indonesia. Kami akan berkoordinasi dengan banyak pihak agar semua UMKM bisa disatukan dalam satu platform agar pelaku UMKM bisa memasarkan produknya lebih mudah,” jelasnya.

Maman menambahkan bahwa aplikasi ini akan dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dinamis, memungkinkan data seperti jumlah, produk, dan lokasi UMKM diperbarui secara otomatis.

“Di dalam aplikasi ini, kita akan buat sistem dengan machine learning berbasis kecerdasan buatan yang terus dynamic,” katanya.

Selain itu, aplikasi tersebut juga akan menyediakan akses pembiayaan, pelatihan, serta peluang ekspor bagi pelaku UMKM.

“Kami memprediksi di Sapa UMKM ini nantinya akan ada sekitar 30 hingga 40 juta pelaku usaha yang bergabung. Aplikasi ini juga akan membuka jalan bagi perusahaan dunia untuk melihat potensi pasar dan produk dari UMKM Indonesia,” ujar Maman.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Y Moraza, turut menekankan pentingnya digitalisasi dalam mengatasi kendala klasik yang dihadapi UMKM.

Ia menyebutkan bahwa Presiden Prabowo telah mengamanatkan penguatan permodalan dan akses pasar sebagai prioritas utama.

“UMKM tidak lagi bisa bermanja-manja dengan sistem konvensional. Suka atau tidak, harus masuk ke sistem digitalisasi ekonomi,” tegas Helvi.

Strategi Pemerintah Potong Rantai Transaksi Narkoba

Jakarta – Pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya pemberantasan narkoba melalui strategi pemutusan rantai transaksi keuangan terkait perdagangan narkoba. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen ini dengan mengoptimalkan pembekuan dan penyitaan rekening yang terkait dengan transaksi narkoba.

“Kita harus memotong rantai transaksi mereka. Kami sepakat untuk mengoptimalkan pembekuan dan penyitaan uang di rekening,” ujar Jenderal Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta.

Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah memperpanjang masa pembekuan rekening yang diindikasikan terkait dengan aktivitas narkoba. Untuk itu, Kapolri berencana melakukan rapat dengan DPR guna mendorong regulasi yang memberikan kewenangan lebih luas kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam memantau dan membekukan rekening yang mencurigakan.

Selain itu, Kapolri juga menyoroti pentingnya memperluas cakupan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) dan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) terkait pembekuan dan penyitaan aset. Hal ini bertujuan agar proses hukum terhadap pengedar dan bandar narkoba dapat berjalan lebih efektif.

“Kami akan meminta SEMA atau Perma untuk mengatur pembekuan dan penyitaan uang yang terdeteksi oleh PPATK atau sistem perbankan. Jika ada keberatan dari pemilik rekening, mereka harus membuktikan secara terbalik. Jika tidak bisa, uangnya akan disita untuk negara,” tambah Kapolri.

Langkah ini sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang salah satunya adalah pemberantasan narkoba. Menko Polhukam Budi Gunawan juga telah membentuk Desk Pemberantasan Narkoba yang dipimpin langsung oleh Kapolri untuk mengoordinasikan berbagai pihak, termasuk kejaksaan, pengadilan, dan lembaga terkait lainnya.

Dalam rapat koordinasi yang digelar di Mabes Polri, hadir sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Marthinus Hukom. Dalam kesempatan itu, seluruh pihak menyatakan dukungan penuh terhadap upaya memberikan hukuman maksimal bagi para pelaku kejahatan narkoba.

“Jaksa Agung sudah mendukung penuh, dan teman-teman dari Mahkamah Agung juga sepakat memberikan vonis hukuman terberat untuk bandar narkoba,” tegas Jenderal Sigit.

Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memerangi peredaran narkoba yang terus menjadi ancaman serius bagi bangsa. Dengan memperketat regulasi, memperluas kewenangan lembaga terkait, dan mengoordinasikan aparat penegak hukum, pemerintah optimistis dapat memutus rantai kejahatan narkoba di Indonesia.

SIMPANG AMPEK – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Wilayah I Pasaman mengevakuasi tapir yang masuk ke dalam kolam Balai Benih Ikan (BBI) Sukomananti, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Kamis (12/12). Kepala BKSDA Sumbar Wilayah I Pasaman, Ade Putra, menjelaskan laporan terkait keberadaan satwa tersebut diterima pukul 09.30 WIB. Sesampainya di lokasi BBI Pasbar, proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam. “Setelah menerima laporan, kami segera berangkat dari Lubuk Sikaping. Awalnya, kami berasumsi bahwa tapir ini tidak terlalu agresif sehingga penangkapan bisa dilakukan menggunakan jaring seperti biasa. Namun, lokasi berupa area berbahan semen cukup membahayakan bagi satwa langka tersebut. Oleh karena itu, kami harus mengubah strategi evakuasi,” ujar Ade. Proses evakuasi dilakukan hati-hati setelah tim menemukan adanya bekas luka pada tubuh tapir. Hal ini mengindikasikan satwa pemalu yang biasanya menjauh dari manusia ini kemungkinan merasa terancam oleh keramaian di sekitarnya. Baca juga: Tegas! Polres Pasbar Musnahkan 30 Kg Ganja Kering di Hadapan Tersangka Lebih lanjut, Ade menambahkan tapir dewasa tersebut, yang diperkirakan berusia 10 tahun dengan jenis kelamin betina, akan dibawa ke kantor BKSDA untuk observasi. “Jika diperlukan perawatan lebih lanjut, maka kami akan melakukan rehabilitasi terlebih dahulu. Jika sudah layak dilepasliarkan, maka satwa ini akan dilepas di wilayah konservasi,” ungkapnya. (r)

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggelar Festival Pesona Minangkabau tahun 2024.

Festival ini digelar selama 4 hari mulai dari 5-8 Desember 2024 di Istano Pagaruyuang. Festival ini merupakan puncak dari penyelenggaraan program unggulan satu Nagari satu event Pemerintah Kabupaten.

Dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif RI yang diwakili oleh Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Fahmil Akmal. Pembukaan yang cukup meriah ini juga dihadiri Pemerintah Sumatera Barat dan delegasi dari negara Malaysia dan Thailand.
Selama festival diisi dengan berbagai kegiatan seperti pagelaran budaya Minangkabau festival Matrilineal dan pemeran benda pusaka Minangkabau, songket, fashion show, autentik Minangkabau dan pertunjukan lainnya yang ditampilkan oleh pihak pelaku dari Kabupaten dan Kota se-Sumatera Barat.

BKSDA Sumbar Evakuasi Tapir dari Kolam BBI Sukomananti Pasbar

SIMPANG AMPEK – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Wilayah I Pasaman mengevakuasi tapir yang masuk ke dalam kolam Balai Benih Ikan (BBI) Sukomananti, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Kamis (12/12).

Kepala BKSDA Sumbar Wilayah I Pasaman, Ade Putra, menjelaskan laporan terkait keberadaan satwa tersebut diterima pukul 09.30 WIB. Sesampainya di lokasi BBI Pasbar, proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam.

“Setelah menerima laporan, kami segera berangkat dari Lubuk Sikaping. Awalnya, kami berasumsi bahwa tapir ini tidak terlalu agresif sehingga penangkapan bisa dilakukan menggunakan jaring seperti biasa. Namun, lokasi berupa area berbahan semen cukup membahayakan bagi satwa langka tersebut. Oleh karena itu, kami harus mengubah strategi evakuasi,” ujar Ade.

Proses evakuasi dilakukan hati-hati setelah tim menemukan adanya bekas luka pada tubuh tapir. Hal ini mengindikasikan satwa pemalu yang biasanya menjauh dari manusia ini kemungkinan merasa terancam oleh keramaian di sekitarnya.

Lebih lanjut, Ade menambahkan tapir dewasa tersebut, yang diperkirakan berusia 10 tahun dengan jenis kelamin betina, akan dibawa ke kantor BKSDA untuk observasi.

“Jika diperlukan perawatan lebih lanjut, maka kami akan melakukan rehabilitasi terlebih dahulu. Jika sudah layak dilepasliarkan, maka satwa ini akan dilepas di wilayah konservasi,” ungkapnya. (r)

Di SMKN 2 Payakumbuh, JAC Gelar Sosialisasi Kerja Konstruksi di Jepang

PAYAKUMBUH – Japan Association for Construction Human Resources (JAC) menggelar “Sosialisasi Kerja Konstruksi di Jepang” skema Specified Skilled Worker (SSW) bersama puluhan pengajar SMK/SMA wilayah IV Dinas Pendidikan Sumatera Barat di SMKN 2 Payakumbuh, Jumat (13/12).

Perwakilan JAC Ms. Motoko Kanuo menyampaikan JAC merupakan perwakilan dari pemerintah Jepang untuk memfasilitasi untuk meraih peluang peluang bekerja di bidang konstruksi Jepang lewat jalur kualifikasi SSW.

“Kami harap dengan kegiatan ini peserta bisa memahami bagaimana alur penerimaan pekerja di Jepang. Terimakasih atas bantuan seluruh pihak untuk terselenggaranya kegiatan ini,” kata Ms. Matoko Kanou.

Kepala SMKN 2 Payakumbuh Dalius dalam kesempatan itu mengatakan, sosialisasi yang dilaksanakan JAC ini merupakan peluang bagi sekolah untuk mempersiapkan siswanya untuk bisa kerja ke Jepang.

“Ada 23 perwakilan dan SMK/SMA yang hadir dalam kegiatan ini,” tutur Dalius.

Ia mengungkapkan, saat ini sudah ada beberapa siswa SMKN 2 Payakumbuh yang bekerja di Jepang. “Banyak keuntungan yang didapat bekerja di Jepang. Selain gaji yang cukup besar, asuransi pekerja juga diberi fasilitas yang memadai,” katanya. Saat ini, SMKN 2 Payakumbuh tengah mempersiapkan 40 siswanya untuk bisa bekerja di Jepang.

Sementara Kepala Cabang Dinas Wilayah IV Disdik Sumbar Syafrudin mengatakan, saat ini Jepang kekurangan tenaga kerja pascapandemi. Sehingga Jepang membutuhkan sejumlah tenaga kerja termasuk dari Indonesia.

“Ini peluang yang harus kita tidanklanjuti. Sekolah mempersiapkan siswa untuk nantinya bisa bekerja Jepang. Forum sosialisasi dari JAC menjembatani kita untuk mempersiapkan anak-anak memiliki skil sekaligus berkarakter,” tuturnya.

Sementara Jarot Prakoso dari JAC menjelaskan Jepang kekurangan tenaga kerja dalam negeri imbas dari menurunnya penduduk usia muda. Karena itu, mereka sedang merekrut sebanyak-banyaknya pekerja dari negara-negara tetangga, khususnya Indonesia. Salah satu bidang industri paling menguntungkan di Jepang adalah bidang konstruksi.

JAC merupakan satu-satunya lembaga yang menyelengarakan ujian untuk mendapatkan kualifikasi SSW bidang konstruksi di Jepang. Mereka menyediakan pelatihan, tes, dan evaluasi bagi pekerja yang ingin mendapatkan kualifikasi SSW.

Jarot menjelaskan kualifikasi SSW terdiri dari 2 kategori. Pertama, SSW nomor 1. JAC memberikan kualifikasi ini bagi pekerja yang sudah diverifikasi lewat ujian teknis dan bahasa, atau telah menyelesaikan program magang di Jepang.

Pemegang kualifikasi SSW 1 mendapatkan izin masa tinggal selama 5 tahun dan tidak diizinkan untuk membawa keluarganya ke Jepang.

Selanjutnya, ada SSW 2 yang merupakan tingkat lanjutan. Setelah mengikuti ujian JAC, pekerja dengan SSW 2 mendapatkan izin tinggal di Jepang tanpa tenggat waktu dan boleh membawa keluarga. (er)

Kapus Riset BRIN : Program Pemerintahan Prabowo-Gibran Dukung Pemerataan Ekonomi Indonesia

Jakarta – Program-program yang dijalankan Pemerintah Prabowo-Gibran diyakini berkontribusi positif terhadap pemerataan ekonomi di Indonesia.

Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN, Nawawi, SE., MA., Ph.D., mengatakan sektor pertanian menjadi andalan sebagian besar masyarakat Indonesia.

“Pemerintah saat ini menargetkan adanya tambahan 4 juta lahan pertanian baru yang diyakini akan bisa meningkatkan produktivitas pertanian dan ujungnya diharapkan bisa mencapai swasembada pangan,” jelas Nawawi.

Menurutnya, jika program tersebut bisa dicapai, maka ekonomi akan bergerak, meningkat, baik dari pedesaan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

“Program tersebut adalah aksi nyata, yang kalau bisa dicapai, maka akan ada sebagian besar masyarakat yang akan merasakan dampak dari kegiatan ekonomi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nawawi menyebut bahwa program Makan Siang Gratis penting sebagai upaya pemerataan ekonomi karena sangat dibutuhkan dan bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Ketika suatu program bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, maka artinya akan ada efek langsung dari masyarakat itu sendiri yang memanfaatkan program yang diberikan,” tuturnya.

Makan Siang Gratis, lanjut Nawawi, memiliki banyak manfaat, salah satunya menyiapkan generasi yang sehat dalam konteks pemenuhan gizi, sehingga pemerintah berharap nanti generasi yang akan datang secara fisik sudah tidak diragukan lagi menjadi generasi sehat.

Nawawi menilai hal tersebut merupakan bentuk investasi SDM karena tidak bisa langsung dilihat dalam jangka pendek, tapi dalam jangka panjang program tersebut akan mendukung peningkatan kualitas SDM bangsa yang lebih baik, terutama generasi yang lebih sehat.

Sementara itu, Nawawi menjelaskan bahwa program 3 Juta Rumah bagi Rakyat Miskin merupakan salah satu bentuk program ekonomi yang dirancang bisa berdampak langsung pada masyarakat, salah satunya adalah penyediaan 3 juta rumah per tahun.

“Data menunjukkan masih dibutuhkan sekitar 11 juta rumah baru bagi warga miskin di Indonesia, sehingga menjadikan program tersebut sangat penting. Sekaligus menjadi contoh adanya program pemerataan ekonomi pemerintah yang menyasar masyarakat miskin yang belum memiliki rumah, terlebih rumah sebagai kebutuhan dasar manusia,” jelas Nawawi.

Program lain, yakni Kartu Kesejahteraan merupakan salah satu program Prabowo-Gibran yang memungkinkan pemerataan bisa dirasakan oleh masyarakat, terutama untuk mengurangi kemiskinan absolut.

Pemerataan Ekonomi Jadi Prioritas, Pemerintahan Prabowo-Gibran Perkuat Sektor Riset dan Hilirisasi

JAKARTA — Pemerintahan Presiden RI ke-8 terus berkomitmen memperkuat pemerataan ekonomi nasional melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Berbagai program pemerintahan saat ini menunjukkan upaya nyata untuk mengatasi tantangan ketimpangan ekonomi, khususnya melalui penguatan riset dan hilirisasi komoditas unggulan.

Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN, Nawawi, SE., MA., Ph.D., menyatakan bahwa lembaganya siap memberikan kontribusi maksimal untuk mendukung kesuksesan program-program ekonomi yang dicanangkan Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Nawawi menegaskan, BRIN telah mengarahkan fokusnya pada penelitian berbasis kebijakan, termasuk kajian mendalam tentang migrasi, ketenagakerjaan, serta dinamika perkotaan dan pedesaan.

Penelitian itu diharapkan menjadi dasar kebijakan pemerintah dalam mengatasi ketimpangan antarwilayah.

Selain itu, Nawawi menjelaskan bahwa BRIN tengah menyusun riset tentang dinamika penduduk di wilayah perbatasan, termasuk di kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

“Dokumen kependudukan seperti KTP dan KK menjadi penting untuk memastikan bahwa masyarakat di wilayah perbatasan dapat terintegrasi dalam program pemerataan ekonomi pemerintah,” ujar Nawawi.

Pemerintahan Prabowo-Gibran juga menjadikan hilirisasi industri sebagai salah satu fokus utama.

Komitmen tersebut terlihat dari upaya hilirisasi terhadap 28 komoditas unggulan nasional.

Kebijakan itu bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara inklusif, terutama di luar Pulau Jawa.

Tidak hanya di sektor tambang seperti nikel, bauksit, dan timah, pemerintah juga mengembangkan hilirisasi di sektor pertanian, termasuk produk unggulan seperti padi, jagung, dan sagu.

Hilirisasi tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat petani.

Sementara itu, Nawawi juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui re-skilling dan up-skilling.

Ia menyebut bahwa akses pelatihan kerja yang merata hingga wilayah Indonesia Timur dapat membantu meningkatkan produktivitas masyarakat di kawasan tersebut.

Presiden Prabowo Subianto percaya bahwa keberhasilan pemerataan ekonomi tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penyiapan SDM yang unggul dan strategi ekonomi berbasis data.

Dengan kerja keras pemerintah tersebut, upaya menciptakan keseimbangan ekonomi di seluruh Indonesia kian nyata.