Kemkomdigi Serukan Peran Aktif Semua Pihak untuk Berantas Judi Online

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam memberantas praktik judi online. Karena itu, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap Gerakan Judi Pasti Rugi yang melibatkan mitra driver Gojek sebagai agen edukasi bahaya judi online.

“Kami telah memblokir lebih dari 1 juta situs judi online, namun masalah ini belum usai. Pemerintah memiliki kewenangan, tetapi yang jauh lebih penting adalah dukungan ekosistem secara menyeluruh. Mengapresiasi langkah platform dan para stakeholder dalam Aliansi Judi Pasti Rugi yang mau bergerak bersama melawan judi online,” ujar Meutya.

Meutya juga mengajak para mitra driver Gojek yang dikenal dekat dengan masyarakat untuk menjadi agen perubahan.

“Kami ingin angka judi online turun signifikan. Kuncinya adalah memperkuat pemahaman masyarakat, dimulai dari lingkungan terdekat. Mitra driver Gojek diharapkan bisa bantu mengedukasi publik tentang bahaya judi online,” tambahnya.

Langkah ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam memerangi judi daring dengan menggandeng berbagai pihak demi menciptakan ekosistem digital yang sehat dan aman bagi masyarakat Indonesia.

Aliansi Judi Pasti Rugi ini mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memerangi judi online yang bukan hanya merugikan diri sendiri, namun juga menjudikan mimpi dan masa depan generasi bangsa.

Gerakan Judi Pasti Rugi dimulai dengan mitra driver Gojek. Dengan mobilitas tinggi dan interaksi langsung dengan masyarakat luas, mitra driver Gojek memiliki peran penting sebagai agen edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya aktivitas judi online di lingkungan sekitarnya.

Direktur Utama GoTo Patrick Walujo, menjelaskan pembentukan aliansi Judi Pasti Rugi merupakan kelanjutan dari komitmen GoPay dalam memberantas judi online lewat konten edukasi yang mudah dipahami dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Pemberantasan judi online memerlukan peran serta seluruh pihak. Karena itu, kami membentuk Aliansi Judi Pasti Rugi sebagai wadah dalam menyatukan kekuatan bersama untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya judi online. Gerakan ini turut melibatkan peran serta anggota keluarga terdekat untuk saling mengingatkan dan mencegah anggota keluarga lainnya agar tidak terjerumus judi,” katanya.

Adapun selain GoPay dan ekosistem GoTo seperti mitra driver Gojek, pihak-pihak yang tergabung di dalam aliansi Judi Pasti Rugi juga berasal dari berbagai institusi yakni Telkomsel, Google, TikTok dan berbagai media massa, serta didukung penuh oleh Kemkomdigi.

Sementara itu, Telkomsel turut bergabung dalam inisiatif aliansi Judi Pasti Rugi guna memperkuat upaya pemberantasan praktik judi online di Indonesia. Langkah ini selaras dengan kebijakan prioritas pemerintah melalui Kemkomdigi, sekaligus menjadi wujud kolaborasi lintas sektor dalam penciptaan nilai sinergi untuk ruang digital yang lebih aman dan inklusif.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Saki H. Bramono, mengatakan, Telkomsel terus berupaya menjalin kolaborasi strategis untuk mengakselerasi kemajuan masyarakat Indonesia, menuju hari yang lebih baik dan masa depan gemilang.

“Dengan bergabungnya Telkomsel di Aliansi Judi Pasti Rugi 2025, kami ingin menegaskan dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menutup akses dan memberantas situs ilegal judi daring,” ujarnya.

“Langkah ini sekaligus mewujudkan komitmen Telkomsel untuk melindungi pelanggan dari ancaman kejahatan siber, menguatkan sinergi bersama GoTo Group melalui GoPay, serta mendukung terwujudnya ekosistem digital yang lebih sehat, aman, dan berdampak positif bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.

Judi Online Jadi Masalah Bersama, Komdigi Minta Semua Pihak Turun Tangan

Oleh : Andi Mahesa )*

Judi online telah menjadi masalah serius di Indonesia, merambah berbagai kalangan dan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk berkembang pesat. Fenomena ini tak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga memengaruhi aspek sosial dan psikologis individu yang terlibat. Pemerintah dengan tegas mengimbau semua pihak, baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, penyedia layanan internet, hingga masyarakat umum, untuk bersatu dalam memberantas praktek ilegal ini.
Keberadaan judi online di Indonesia sudah jelas melanggar hukum, namun kenyataannya, meski regulasi telah ada, praktik ini tetap berkembang. Hal ini menunjukkan adanya celah yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk terus menjalankan aktivitas ilegal mereka. Tidak hanya itu, judi online juga seringkali disamarkan dalam berbagai bentuk aplikasi atau website yang menarik dan memikat, sehingga semakin sulit untuk terdeteksi.
Lebih jauh lagi, upaya ini tidak bisa hanya mengandalkan pihak berwajib atau perusahaan digital semata. Semua pihak harus terlibat, karena permasalahan judi online ini bersifat lintas sektoral. Penyuluhan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang rentan terjebak, harus dilakukan dengan cara yang lebih menarik dan menyentuh langsung ke akar permasalahan. Komdigi sendiri memiliki peran strategis dalam menggerakkan kesadaran ini, serta menjadi jembatan bagi pemerintah dan sektor digital untuk bekerja sama secara efektif.
Judi online juga bukan hanya masalah hukum saja, tetapi juga masalah moral dan sosial. Ketika sebuah masyarakat dibayangi oleh perjudian digital, maka semakin banyak individu yang akan terjerat dalam lingkaran setan ketergantungan dan kerugian yang besar. Oleh karena itu, bukan hanya penegakan hukum yang perlu diperkuat, tetapi juga kesadaran kolektif kita sebagai bangsa untuk melindungi generasi penerus dari ancaman yang merusak ini.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam memberantas praktik judi online. Maka dari itu, Menkomdigi mengajak para mitra driver Gojek yang dikenal dekat dengan masyarakat untuk menjadi agen perubahan.
Menurutnya, dengan adanya Gerakan Judi Pasti Rugi yang melibatkan mitra driver Gojek dapat menurunkan angka judi online secara signifikan. Pihaknya mengatakan bahwa kunci dari pemberantasan judi online yang optimal adalah dengan adalah memperkuat pemahaman masyarakat, dimulai dari lingkungan terdekat. Maka Meutya berharap para mitra driver Gojek bisa membantu mengedukasi publik tentang bahaya judi online.
Direktur Utama GoTo, Patrick Walujo, mengungkapkan bahwa pembentukan Aliansi Judi Pasti Rugi merupakan langkah lanjutan dari komitmen GoPay dalam memberantas judi online. Menurutnya, pemberantasan judi online memerlukan peran serta seluruh pihak, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat itu sendiri.
Aliansi ini bertujuan untuk menyatukan kekuatan antara berbagai pihak dalam menciptakan kampanye edukasi yang mudah dipahami dan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, Aliansi Judi Pasti Rugi juga berfokus pada pemberdayaan keluarga sebagai benteng pertama dalam mencegah anggota keluarga terjerumus dalam judi online.
Aliansi semacam ini memang sangat penting, karena masalah judi online tidak hanya berhubungan dengan hukum dan teknologi, tetapi juga dengan budaya dan pola pikir masyarakat. Salah satu strategi yang digagas adalah melalui pendekatan keluarga, dengan harapan anggota keluarga dapat saling mengingatkan dan membantu satu sama lain untuk menghindari bahaya judi online. Pendidikan dari keluarga menjadi pondasi yang kuat untuk membangun kesadaran dan kepedulian terhadap bahaya judi online. Masyarakat diharapkan bisa lebih terbuka satu sama lain dalam mengidentifikasi dan membicarakan masalah ini, baik secara individu maupun dalam lingkungan keluarga.
Adapun selain GoPay dan ekosistem GoTo seperti mitra driver Gojek, pihak-pihak yang tergabung di dalam aliansi Judi Pasti Rugi juga berasal dari berbagai institusi yakni Telkomsel, Google, TikTok dan berbagai media massa, serta didukung penuh oleh Kemkomdigi. Gerakan Judi Pasti Rugi dimulai dengan mitra driver Gojek. Dengan mobilitas tinggi dan interaksi langsung dengan masyarakat luas, mitra driver Gojek memiliki peran penting sebagai agen edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya aktivitas judi online di lingkungan sekitarnya.
Telkomsel turut bergabung dalam inisiatif aliansi Judi Pasti Rugi guna memperkuat upaya pemberantasan praktik judi online di Indonesia. Langkah ini selaras dengan kebijakan prioritas pemerintah melalui Kemkomdigi, sekaligus menjadi wujud kolaborasi lintas sektor dalam penciptaan nilai sinergi untuk ruang digital yang lebih aman dan inklusif.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Saki H. Bramono, mengatakan bahwa Telkomsel terus berupaya menjalin kolaborasi strategis untuk mengakselerasi kemajuan masyarakat Indonesia, menuju hari yang lebih baik dan masa depan gemilang. Dengan bergabungnya Telkomsel di Aliansi Judi Pasti Rugi 2025, menunjukkan bahwa Telkomsel secara tegas memberikan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah dalam menutup akses dan memberantas situs ilegal judi daring.
Judi online bukan hanya masalah hukum, tetapi juga masalah moral dan sosial. Ketika sebuah masyarakat dibayangi oleh perjudian digital, maka semakin banyak individu yang akan terjerat dalam lingkaran setan ketergantungan dan kerugian yang besar. Oleh karena itu, bukan hanya penegakan hukum yang perlu diperkuat, tetapi juga kesadaran kolektif kita sebagai bangsa untuk melindungi generasi penerus dari ancaman yang merusak ini.
)* Penulis merupakan Mahasiswa yang tinggal di Jakarta.

Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Pengangkatan CASN dan PPPK

Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia mempercepat pengangkatan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun anggaran 2024 sebagai bagian dari upaya memperkuat birokrasi dan meningkatkan efektivitas pelayanan publik.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pengangkatan CPNS akan diselesaikan paling lambat pada Juni 2025, sementara PPPK tahap pertama dan kedua ditargetkan selesai pada Oktober 2025.

“Pengangkatan CASN dipercepat, yaitu CPNS diselesaikan paling lambat Juni 2025, sedangkan PPPK seluruhnya diselesaikan paling lambat Oktober 2025. Penyelesaian pengangkatan ini agar dilakukan sesuai kesiapan masing-masing kementerian, lembaga, dan pemda dalam memenuhi persyaratan yang ada,” jelas Prasetyo.

Ia menekankan bahwa percepatan ini tidak hanya soal membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga untuk memastikan pelayanan publik berjalan dengan lebih optimal dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat.

Prasetyo juga mengimbau agar seluruh instansi pemerintah menjaga nilai-nilai meritokrasi dalam pelaksanaan pengangkatan CASN.

Senada, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi menegaskan bahwa proses pengangkatan calon aparatur sipil negara (CASN) harus dilakukan dengan cermat dan tidak tergesa-gesa. Ia menekankan bahwa ASN merupakan tulang punggung bangsa yang berperan sebagai pelayan masyarakat.

“CASN itu kan pelayan publik, pelayan masyarakat. Jadi ‘backbone’-nya bangsa kita. Kalau mau jujur, orang (jabatan) politik seperti saya, itu lima tahun bisa hilang. Jangankan lima tahun, enam bulan, tiga bulan juga bisa hilang. Tapi ASN, dia akan berpuluh-puluh tahun di situ,” ujar Hasan.

Menurutnya, berbeda dengan jabatan politis seperti menteri atau kepala lembaga, ASN mengabdi dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan analisis jabatan untuk memastikan penempatan CASN sesuai kebutuhan.

Hasan menyampaikan bahwa pemerintah tengah mengkaji berbagai masukan dari masyarakat terkait pengangkatan CASN. Ia menegaskan bahwa langkah ini penting agar keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelayanan publik di berbagai instansi.

“Karena memang kemudian pemerintah punya rencana, tapi ada masukan-masukan dari masyarakat, nah ini harus dikaji, harus dirumuskan, harus dibuatkan simulasinya sesuai apa enggak dengan kebutuhan. Sesuai apa enggak dengan pelayanan publik nantinya. Ketika kita sudah ketemu formulasinya, kemudian baru bisa diumumkan,” jelasnya.

Pemerintah berkomitmen untuk memastikan pengangkatan CASN dilakukan secara tepat agar dapat mendukung efektivitas pelayanan publik dalam jangka panjang.

Mengapresiasi Tindakan Cepat Pemerintah Pulangkan Korban TPPO dari Myanmar

Oleh : Ary Nugraha )*

Sebanyak 400 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) eksploitasi online scam berhasil dipulangkan dari wilayah konflik Myawaddy, Myanmar, pada Senin (17/3/2025). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melindungi hak-hak dan keselamatan warganya, di mana langkah-langkah strategis serta koordinasi erat dengan berbagai pihak berperan besar dalam memastikan pemulangan yang lancar dan aman.

Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, menjelaskan bahwa para korban berhasil diseberangkan ke Kota Maesot, Thailand, melalui 2nd Friendship Bridge. Setelah melalui proses screening kesehatan dan National Referral Mechanism, mereka diberangkatkan melalui jalur darat selama sembilan jam menggunakan sembilan bus menuju Bandara Don Mueang Bangkok. Selanjutnya, mereka diterbangkan dengan pesawat carter menuju Tanah Air.

Dalam proses pemulangan ini, Rachmat Budiman, Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand, turut memimpin langsung koordinasi dengan berbagai pihak di Thailand. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh otoritas Thailand dan Myanmar yang memfasilitasi proses penyeberangan dan pemeriksaan administratif sehingga seluruh WNI dapat kembali ke Indonesia dengan aman dan tertib.

Pemerintah juga terus memperkuat langkah-langkah pencegahan untuk memastikan tidak ada lagi warga negara yang terjebak dalam jeratan TPPO. Kebijakan proaktif dalam memberantas perdagangan orang telah diterapkan secara menyeluruh, termasuk peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan modus operandi sindikat TPPO yang terus berkembang.

Salah satu bentuk komitmen tersebut terlihat dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanganan TPPO Tahun 2020-2024. Regulasi ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta lembaga terkait dalam menciptakan sistem perlindungan yang lebih efektif dan komprehensif.

Tak hanya itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) juga telah membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO. Gugus tugas ini berperan dalam mengoordinasikan berbagai langkah strategis untuk memberantas perdagangan orang serta memberikan perlindungan maksimal bagi korban yang telah berhasil diselamatkan.

Perhatian terhadap korban TPPO tidak berhenti setelah pemulangan. Kementerian Sosial, bersama dengan berbagai instansi terkait, terus memberikan pendampingan bagi para korban agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan baik. Upaya rehabilitasi dan reintegrasi sosial menjadi salah satu prioritas utama agar mereka dapat bangkit dan memperoleh kesempatan baru dalam kehidupan yang lebih baik.

Langkah-langkah preventif juga semakin diperkuat. Edukasi dan sosialisasi secara masif dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya TPPO. Peran aktif masyarakat dalam mengenali dan melaporkan indikasi perdagangan orang menjadi faktor penting dalam menekan angka kasus serupa di masa depan. Sosialisasi ini dilakukan melalui berbagai media, baik secara langsung melalui pertemuan dan seminar, maupun melalui platform digital yang menjangkau lebih banyak masyarakat.

Komitmen pemerintah dalam menangani TPPO semakin terlihat dengan adanya penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku. Aparat penegak hukum bekerja secara maksimal untuk mengusut tuntas kasus-kasus TPPO serta memastikan bahwa para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Dengan langkah ini, diharapkan muncul efek jera yang dapat mencegah kasus serupa terulang. Pemerintah juga memperkuat kerja sama internasional dalam menangani kejahatan lintas negara ini dengan berbagai negara sahabat dan organisasi internasional.

Keberhasilan pemulangan 400 WNI dari Myanmar ini menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam terus memperkuat kebijakan perlindungan warga negara. Dengan sinergi yang erat antara berbagai kementerian, lembaga, dan otoritas internasional, Indonesia semakin menunjukkan posisinya sebagai negara yang mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan setiap warganya. Ke depan, upaya ini akan semakin diperkuat dengan strategi diplomasi yang lebih agresif dalam menangani TPPO di tingkat global.

Optimisme semakin tinggi bahwa berbagai kebijakan yang telah diterapkan akan membawa perubahan positif dalam memberantas TPPO secara menyeluruh. Dengan terus mengedepankan kerja sama lintas sektor, edukasi yang berkelanjutan, serta penegakan hukum yang konsisten, perlindungan terhadap warga negara Indonesia di dalam maupun luar negeri akan semakin kuat. Selain itu, pelibatan sektor swasta dalam pencegahan TPPO juga menjadi salah satu langkah inovatif yang terus dikembangkan, terutama dalam hal transparansi rekrutmen tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja migran.

Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan efektivitas diplomasi dan kerja keras berbagai pihak, tetapi juga menjadi bukti bahwa negara selalu hadir untuk melindungi setiap warga negaranya. Langkah konkret yang telah dilakukan menunjukkan bahwa masa depan perlindungan WNI semakin cerah, dengan harapan bahwa kasus TPPO dapat terus ditekan dan akhirnya diberantas sepenuhnya.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, pemerintah berencana untuk meningkatkan kapasitas pusat-pusat rehabilitasi bagi korban TPPO di dalam negeri. Pusat-pusat ini akan dilengkapi dengan program pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi, sehingga para korban dapat lebih mudah beradaptasi dan mendapatkan pekerjaan yang layak setelah kembali ke masyarakat. Selain itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat terus diperkuat agar respons terhadap kasus TPPO semakin cepat dan efektif.

)* Penulis merupakan Pengamat Hubungan Internasional

Pemerintah Gandeng Mahasiswa Perangi Judi Online

Jakarta – Pemerintah terus mengintensifkan upaya pemberantasan judi online dengan menggandeng mahasiswa sebagai garda terdepan dalam meningkatkan literasi digital di masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa sangat diperlukan untuk menekan angka perjudian daring yang semakin mengkhawatirkan.

“Judi online ini lebih dari sekadar perjudian, tetapi juga penipuan berbasis algoritma yang selalu merugikan pemainnya. Oleh karena itu, kami meminta bantuan akademisi dan mahasiswa untuk bersama-sama membangun kesadaran masyarakat agar tidak terjerumus dalam praktik ini,” ujar Meutya.

Menurut data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tahun 2024, Sumatera Utara termasuk dalam enam besar provinsi dengan kasus judi online tertinggi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi digital masih perlu diperkuat untuk menghindarkan masyarakat dari jebakan perjudian berbasis teknologi.

Meutya menegaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), platform digital, operator seluler, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk memblokir lebih dari 800.000 situs judi online.

“Namun bahwa pemblokiran saja tidak cukup tanpa adanya edukasi dan peningkatan kesadaran digital di masyarakat,” tambahnya.

Di sisi lain, semangat melawan judi online juga digaungkan oleh sivitas akademika Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang menggelar deklarasi anti-judi online di kampus mereka. Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, menegaskan bahwa kampus harus menjadi lingkungan yang sehat dan bebas dari praktik perjudian.

“Itera berkomitmen mencetak generasi muda yang berpikir jernih, bekerja keras, dan tidak tergoda oleh iming-iming instan yang justru merusak masa depan,” ungkapnya.

Deklarasi ini mendapat dukungan dari mahasiswa, termasuk Presiden Mahasiswa KM-Itera, Muhammad Rizky Saputra, yang mengingatkan bahwa judi online tidak hanya menghabiskan uang saku mahasiswa tetapi juga bisa menyeret mereka ke dalam pinjaman online yang merugikan.

“Judi online bisa berdampak buruk terhadap keuangan dan kesehatan mental mahasiswa. Kita harus mampu mengendalikan diri dan tidak terjerumus dalam praktik ini,” ujarnya.

Dengan semakin luasnya partisipasi mahasiswa dalam memerangi judi online, pemerintah berharap kampanye ini dapat menekan angka keterlibatan masyarakat dalam perjudian daring dan menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat dan produktif bagi bangsa Indonesia.

Makan Bergizi Gratis, Strategi Jitu Pemerintah Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan Anak

Jakarta – Penguatan sumber daya manusia (SDM) dinilai sebagai langkah krusial dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Salah satu strategi nyata yang kini tengah digalakkan pemerintah adalah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diyakini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas generasi bangsa.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus Direktur Program Pascasarjana Universitas YARSI Jakarta, Prof. Chandra Yoga Aditama menegaskan bahwa SDM merupakan fondasi utama kemajuan suatu bangsa.

“Pada dasarnya membangun bangsa dimulai dari membangun rakyatnya. Maka pembangunan SDM harus menjadi prioritas utama. Hal ini juga sudah tercantum dalam astacita, sehingga patut diapresiasi,” ujarnya dalam acara Sapa Indonesia Malam di RRI.

Menurut Prof. Chandra, terdapat dua elemen utama dalam pembangunan SDM, yaitu kesehatan dan pendidikan.

“Dengan kesehatan dan pendidikan yang baik, maka seseorang akan mampu berkontribusi secara optimal, baik dalam kehidupan pribadinya, keluarga, maupun bangsa dan bahkan dunia,” jelas Prof. Chandra.

Dalam konteks ini, asupan makanan bergizi menjadi salah satu komponen vital dalam menunjang kesehatan. Ia menyebutkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat sangat berkaitan erat dengan konsumsi makanan bergizi.

“Jika makanan bergizi diberikan secara rutin di sekolah, tentu sangat mendukung proses pendidikan karena anak-anak akan lebih sehat dan siap belajar,” tambahnya.

Program MBG yang sudah mulai diimplementasikan di sejumlah daerah pelosok tanah air pun mendapat respons positif dari masyarakat. Namun, Prof. Chandra menekankan pentingnya prioritas penerima manfaat program ini.

“Sebaiknya program ini diutamakan untuk anak-anak yang benar-benar membutuhkan, khususnya di wilayah terpencil dan terpelosok yang minim akses fasilitas,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, Prof. Chandra juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas makanan sesuai dengan standar kesehatan global.

“WHO memperkenalkan konsep from farm to plate, yakni menjaga kualitas makanan mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi ke sekolah. Bahkan, pengolahan limbah pun harus diperhatikan,” katanya.

Menurutnya, metode yang diterapkan sejauh ini menunjukkan hasil yang lebih baik dari yang dibayangkan, dengan limbah yang relatif minim. Namun demikian, untuk menjamin kualitas program secara keseluruhan, diperlukan sistem pemantauan yang komprehensif dari hulu ke hilir.

“Monitoring dan evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh. Pertama, melihat rantai pasok dari hulu ke hilir. Kedua, pelaksanaan di lapangan juga harus diperhatikan secara menyeluruh. Ketiga, yang paling penting adalah adanya peran serta semua pihak. Tidak cukup hanya pemerintah, tapi perlu keterlibatan masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan,” ucap Prof Chandra.

Prof. Chandra menegaskan, jika dikelola dengan benar dan berkelanjutan, Program MBG akan menjadi investasi jangka panjang yang sangat berarti dalam mencetak generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi — sebagai pondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. [-red]

Program Makan Bergizi Gratis: Investasi Jangka Panjang untuk SDM Unggul

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan pakar kesehatan. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Chandra Yoga Aditama, menilai program ini sebagai investasi jangka panjang yang akan berdampak positif pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Dalam wawancara bersama RRI, Prof. Chandra meneybut bahwa SDM merupakan modal utama dalam membangun suatu bangsa.

‘Pada dasarnya, membangun bangsa dimulai dari membangun rakyatnya. Oleh karena itu, pembangunan SDM harus menjadi prioritas utama, sebagaimana telah tercantum dalam astacita,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa upaya peningkatan kualitas SDM harus dilakukan secara konsisten dan terencana.

Lebih lanjut, Prof. Chandra menjelaskan bahwa terdapat dua faktor utama dalam pembangunan SDM, yakni kesehatan dan pendidikan. Dengan kualitas kesehatan dan pendidikan yang baik, masyarakat dapat mencapai berbagai kemajuan dalam kehidupan pribadi, keluarga, hingga tingkat nasional dan global. Dalam konteks ini, makanan bergizi memiliki peran sentral dalam menjaga kesehatan serta mendukung efektivitas proses pendidikan.

“Makanan bergizi merupakan komponen penting bagi kesehatan. Salah satu aspek perilaku hidup bersih dan sehat adalah konsumsi makanan bergizi. Jika program seperti MBG dijalankan di sekolah, tentu akan sangat menunjang proses pendidikan anak-anak kita,” jelasnya.

Selain itu, Prof. Chandra menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada pelaksanaannya yang benar dan konsisten. Jika dikelola dengan baik, MBG akan menjadi investasi jangka panjang yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang. Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan status gizi anak-anak, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.

Agar program ini berjalan optimal, dukungan dari masyarakat juga menjadi faktor penting. Partisipasi aktif orang tua, sekolah, serta komunitas dalam mengedukasi anak-anak tentang pentingnya makanan bergizi akan semakin memperkuat dampak positif dari MBG. Kesadaran kolektif untuk menjaga pola makan sehat sejak dini akan menjadi pondasi bagi generasi yang lebih kuat dan berkualitas di masa depan.

Pemerintah sendiri telah berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperluas cakupan MBG, dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak anak-anak sekolah di berbagai daerah. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia, sehingga mampu bersaing di kancah global.

Program Makan Bergizi Gratis Langkah Strategis Pemerintah Wujudkan Sumber Daya Manusia Yang Unggul

Jakarta – Prof. Chandra Yoga Aditama, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Direktur Program Pascasarjana Universitas Yarsi, Jakarta, menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai modal utama suatu bangsa.

“Membangun bangsa dimulai dari membangun rakyatnya, dan pembangunan SDM adalah prioritas utama yang tercantum dalam astacita,” ungkapnya.

Pembangunan SDM, menurut Prof. Chandra, bergantung pada dua faktor utama: kesehatan dan pendidikan.

“Kesehatan dan pendidikan yang baik membuka peluang bagi SDM untuk berkembang dalam berbagai aspek kehidupan, baik pribadi, keluarga, maupun bangsa,” jelasnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan di berbagai sekolah, terutama di daerah terpencil, mendapat apresiasi positif dari orang tua. Prof. Chandra menekankan, “Makanan bergizi sangat penting untuk kesehatan dan proses pendidikan. Program ini harus diprioritaskan di wilayah yang sangat membutuhkan, seperti daerah terpencil.”

WHO mengusung konsep from farm to plate yang memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak terjaga, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengiriman. Prof. Chandra juga menyebutkan bahwa pengelolaan limbah juga menjadi perhatian penting dalam implementasi program ini.

MBG bukan sekadar program jangka pendek, tetapi investasi untuk masa depan.
“Jika dilakukan dengan benar dan konsisten, program ini akan memberikan dampak jangka panjang dalam penguatan SDM kita,” katanya.

Namun, untuk menjamin keberhasilan program, diperlukan sistem monitoring yang komprehensif. Prof. Chandra menyarankan tiga strategi penting dalam evaluasi program ini: pengawasan dari hulu ke hilir, pelaksanaan yang merata, dan peran serta semua pihak, tidak hanya pemerintah. “Semua pihak harus terlibat dalam menciptakan SDM yang lebih baik untuk masa depan bangsa,” ujarnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) patut diapresiasi sebagai langkah konkret pemerintah dalam mendukung kesehatan dan pendidikan anak-anak Indonesia, yang diharapkan dapat memperkuat SDM dan menciptakan generasi emas untuk masa depan bangsa.

Makan Bergizi Gratis, Langkah Strategis Menuju Generasi Indonesia Emas

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berlangsung selama beberapa bulan di sejumlah sekolah pelosok Indonesia mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan.

Program ini dinilai penting dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), menuju Indonesia Emas, sekaligus menggerakkan perekonomian.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus Direktur Program Pascasarjana Universitas Yarsi, Prof. dr. Chandra Yoga Aditama, menyatakan bahwa makanan bergizi merupakan komponen penting untuk kesehatan.

“Perilaku hidup bersih dan sehat salah satu faktornya adalah makan bergizi. Makanan bergizi akan menjadi unsur yang sangat penting untuk kesehatan, dan jika diberikan di sekolah, tentu sangat menunjang proses pendidikannya,” ujar Prof. Chandra.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis ini telah berjalan di beberapa sekolah pelosok negeri. Program ini mendapat respon positif dari para orangtua, mengingat siapapun membutuhkan asupan gizi yang baik. Namun, Prof. Chandra menggarisbawahi bahwa prioritas pelaksanaan program ini sebaiknya diberikan kepada anak-anak di wilayah terpencil dan terpelosok yang minim fasilitas.

Di sisi lain, Prof. Chandra juga mengapresiasi metode pengolahan makanan dalam program MBG yang mengikuti konsep “from farm to plate” dari WHO. Menurutnya, konsep tersebut memastikan kualitas pangan tetap terjaga mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengiriman, proses memasak, hingga distribusi ke sekolah.

“Metode yang digunakan ternyata lebih bagus dari yang dibayangkan, sehingga tidak terlalu banyak limbah,” ungkapnya.

Program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan anak-anak, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun generasi emas Indonesia.

“Makan bergizi gratis untuk semua anak di seluruh Indonesia dan ibu hamil bukan hal yang sederhana. Perlu manajemen sebaik-baiknya sehingga program yang bagus ini bisa sejalan dengan tujuannya yakni mencapai anak-anak Indonesia Emas atau penguatan SDM kita,” tutur Prof. Chandra.

Program MBG juga dinilai sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi bangsa Indonesia, terutama dalam mendukung prioritas pembangunan SDM.

Menurut Prof. Chandra, ada dua faktor utama dalam pembangunan SDM, yaitu kesehatan dan pendidikan. Jika keduanya tercapai, maka banyak hal positif dapat diwujudkan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, bangsa, maupun dunia.

Melalui program ini, tidak hanya kesehatan anak-anak yang meningkat, tetapi juga ekonomi lokal dapat bergerak karena pemanfaatan bahan pangan dari petani setempat.

Dengan pelaksanaan yang konsisten dan berkesinambungan, program MBG berpotensi menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.

Program MBG: Fondasi Kuat untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Jakarta, – Program Indonesia Menyapa Malam yang disiarkan oleh RRI Pro 3 menghadirkan diskusi menarik bertajuk “MBG: Langkah Strategis Asta Cita Memperkuat SDM Indonesia Emas”.

Dalam acara ini, Prof. dr. Chandra Yoga Aditama, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus Direktur Program Pascasarjana Universitas Yarsi, menyoroti pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Menurut Prof. Chandra, SDM merupakan modal utama bagi kemajuan bangsa.

“Pada dasarnya membangun bangsa dimulai dari membangun untuk rakyatnya, jadi pembangunan SDM tentunya menjadi prioritas utama dan hal ini sudah tercantum dalam Asta Cita sehingga patut diapresiasi,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, Prof. Chandra juga menekankan bahwa makanan bergizi merupakan faktor krusial dalam menjaga kesehatan.

“Perilaku hidup bersih dan sehat, salah satu faktornya adalah makan bergizi. Makanan bergizi akan menjadi unsur yang sangat penting untuk kesehatan, dan jika diberikan di sekolah, tentu sangat menunjang proses pendidikannya,” jelasnya.

Sejak beberapa bulan terakhir, program MBG telah berjalan di berbagai sekolah di pelosok negeri dan mendapat respons positif dari para orang tua.

“Siapapun perlu makan bergizi, namun program ini lebih baik diutamakan bagi anak-anak yang jauh lebih membutuhkan, tepatnya di wilayah terpencil dan terpelosok yang jauh dari fasilitas yang lebih memadai,” lanjut Prof. Chandra.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan program MBG dalam skala nasional bukanlah hal yang sederhana.

“Makan bergizi gratis untuk semua anak di seluruh Indonesia dan ibu hamil, bukan hal yang sederhana. Perlu manajemen sebaik-baiknya sehingga program yang bagus ini bisa sejalan dengan tujuannya, yakni mencapai anak-anak Indonesia Emas atau penguatan SDM kita,” tambahnya.

Lebih jauh, Prof. Chandra menegaskan bahwa program MBG harus dilakukan secara benar dan konsisten agar dapat memberikan dampak jangka panjang yang maksimal.

“Program MBG ini bisa dikatakan sebagai bentuk investasi jangka panjang, asal dilakukan secara benar dan konsisten secara terus menerus,” tegasnya.

Dengan implementasi yang tepat dan berkelanjutan, program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam menciptakan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkualitas, sesuai dengan visi besar pembangunan Indonesia menuju tahun 2045.