Danantara Pastikan Distribusi Dividen Secara Transparan

Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar mengatakan pembagian dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke Danantara telah dilakukan secara transparan dan tata kelola yang baik.

Menurut Mahendra, OJK tidak mengatur secara khusus besaran dividien yang dibagikan maupun rasio dividen bagi lembaga jasa keuangan, termasuk BUMN.

Mahendra Siregar menyebutkan pembagian dividen yang dilakukan BUMN harus menerapkan tata kelola baik termasuk mengedepankan aspek transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham.

“Dalam hal BUMN yang dimaksud merupakan emiten dan perusahaan publik, maka pembagian dan pembayaran dividen mengutamakan aspek keterbukaan serta mengikuti aturan yang berlaku di pasar modal,” kata Mahendra.

Menurut Mahendra, ada sejumlah ketentuan yang mengatur bank wajib memiliki kebijakan dividen berupa besaran dividen yang dibagikan dan pertimbangan dalam pembagian dividen itu.

Kemudian dalam pembagian dan pertimbangan dividen itu, maka lembaga jasa keuangan atau dalam hal ini bank harus memperhatikan kondisi kinerjanya, baik untuk pemenuhan ekuitas dan penguatan permodalan sesuai ketentuan, rencana penguatan dan pengembangan ke depan, serta untuk meningkatkan daya saing.

“Nah, seluruh kebijakan dividen tadi dikomunikasikan kepada pemegang saham. Terkait dengan perbankan, maka hal itu semua merupakan ketentuan dalam POJK 17 tahun 2023 tentang penerapan tata kelola bagi bank umum,” ujar Mahendra.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan pihaknya sudah menyetujui penunjukkan salah satu BUMN yang ditetapkan menjadi Holding Investasi Danantara.

BUMN yang belum diungkapkan namanya itu memang selama ini bergerak di bidang investasi, sehingga ditunjuk sebagai Holding Investasi Danantara alias Danantara Investment Management.

“Saya sudah tanda tangan. Nanti proses, mudah-mudahan 1-2 minggu jadi,” kata Erick.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani mengatakan Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar seluruh investasi Danantara memperhatikan prinsip transparansi dan akuntabilitas, baik untuk investasi sektor hilirisasi hingga energi bersih.

“Penekanan di tata kelola, transparansi, keterbukaan, dan akuntabilitas. Juga ditekankan agar BUMN ini menjadi lebih baik dan menjadi penggerak, terutama dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan,” kata Rosan.

Kepercayaan yang dibangun melalui transparansi ini diyakini akan mendukung pertumbuhan investasi jangka panjang Danantara serta meningkatkan daya saing di pasar nasional dan internasional.

Dengan komitmen kuat terhadap tata kelola yang baik, Danantara terus berupaya menjadi badan pengelola investasi yang dipercaya dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

Investasi Danantara Suntik Rp 81,5 Triliun untuk 8 Sektor Prioritas

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan investasi sebesar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp81,54 triliun (asumsi kurs Rp16.309 per dolar AS) untuk tahun 2025. Target ambisius ini akan direalisasikan dalam kurun waktu enam hingga sembilan bulan ke depan.

Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan arahan agar seluruh aktivitas investasi yang dilakukan Danantara berpegang pada prinsip transparansi dan akuntabilitas. Beberapa proyek strategis Danantara telah melalui proses uji kelayakan (due diligence) secara menyeluruh dan saat ini berada pada tahap akhir sebelum direalisasikan.

“Buat kami yang paling penting, juga prosesnya ini kami sudah lakukan secara benar, secara komprehensif dan sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Managing Director Danantara Indonesia, Arief Budiman, menyampaikan bahwa alokasi dana tersebut akan difokuskan ke delapan sektor prioritas yang dinilai strategis bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saat ini kita melihat untuk tahun 2025 diharapkan kita bisa melakukan investasi sekitar 5 miliar dolar AS, dalam 6- 9 bulan yang tersisa,” ujarnya.

Arief mengungkapkan, dana investasi tersebut akan diarahkan ke delapan sektor prioritas, yaitu mineral (termasuk proses hilirisasi), energi terbarukan, infrastruktur digital, layanan kesehatan, jasa keuangan, utilitas infrastruktur, kawasan industri, serta sektor pangan sebagai bagian dari bidang pangan dan pertanian.

Pemilihan sektor-sektor tersebut mempertimbangkan berbagai aspek, seperti dampaknya terhadap perekonomian nasional, potensi tingkat pengembalian (return), serta prospek peluang yang dimiliki.

+“Financial services bukan untuk berinvestasi di bank atau di industri keuangan, tapi bagaimana kita mengembangkan instrumen-instrumen untuk bisa memperdalam pasar keuangan,” kata Arief.

Arief juga memperkirakan bahwa Danantara Indonesia akan menerima dividen sekitar Rp120 triliun dari perusahaan-perusahaan BUMN pada tahun ini. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk mendorong nilai tambah melalui penanaman modal di sektor-sektor strategis nasional.

“Ekspektasinya adalah, dari kontribusi kita di tahun ini kurang lebih dividen yang dikontribusikan adalah Rp120 triliun, bagaimana kita bisa meningkatkan nilai kontribusi dividen ini yang akan dikelola dan di re-investasikan kembali oleh Danantara,” ungkap Arief.

Selain mengelola dividen, Arief menjelaskan bahwa Danantara Indonesia juga memiliki peran dalam menarik investasi bersama (co-investment), baik dalam bentuk dana maupun keahlian dan daya saing yang saat ini belum dimiliki Indonesia, namun sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan nasional.

“Dalam proses itu, ada inovasi, ada investasi di teknologi, ada human capital, dan diharapkan dalam lakukan ini kita menjadi penggerak yang lebih aktif untuk pembangunan dan juga untuk kemakmuran Indonesia bersama,” imbuh Arief.

Di sisi lain, Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir mengatakan Danantara akan mengedepankan aspek komersialisasi dan pengembalian investasi dalam setiap proyek yang mendapatkan investasinya.

“Paling penting bagi Danantara adalah tingkat pengembalian investasi dan komersialitas sebuah kegiatan,” tutur Pandu.

Kebijakan investasi strategis Danantara mencerminkan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo dalam mengarahkan dana publik untuk pembangunan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang profesional dan prinsip tata kelola yang kuat, Danantara diharapkan mampu menjadi lokomotif investasi nasional sekaligus mitra terpercaya dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Sinergi Danantara – Himbara Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terus menunjukkan langkah konkret dalam memperkuat struktur perekonomian nasional. Melalui pertemuan strategis yang digelar pada awal Juni 2025, kedua entitas besar di sektor keuangan nasional ini memperdalam sinergi dalam menyusun langkah-langkah kolaboratif yang terarah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Pertemuan tersebut menjadi simbol penguatan komitmen bersama dalam menyelaraskan visi dan strategi pembangunan ekonomi nasional. Dalam pertemuan tersebut, pimpinan utama dari Danantara Indonesia bertemu langsung dengan jajaran direktur utama seluruh bank yang tergabung dalam Himbara. Agenda diskusi difokuskan pada evaluasi kinerja operasional, perumusan strategi ekspansi, serta inisiatif kolaboratif untuk memperkuat ekosistem keuangan nasional secara keseluruhan.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menyatakan bahwa pihaknya ingin memastikan bahwa Danantara dapat berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Karena itu, Danantara memandang pentingnya kerja sama lintas institusi keuangan untuk membentuk pondasi ekonomi yang tangguh dan adaptif terhadap dinamika global. Dengan menggandeng Himbara, Danantara memperkuat kapabilitas pendanaan dan distribusi nilai yang luas, guna menciptakan efek ganda bagi sektor riil dan sosial masyarakat.

Kolaborasi ini tidak hanya dirancang untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi dari sisi kapital dan keuntungan semata, tetapi juga menyasar manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Strategi investasi dan ekspansi yang dibahas diarahkan untuk membangun sistem keuangan nasional yang lebih inklusif, efisien, serta responsif terhadap kebutuhan zaman.

Dalam momentum simposium nasional yang diselenggarakan beriringan dengan pertemuan tersebut, Danantara Indonesia memaparkan rencana besar untuk melakukan investasi senilai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp81,54 triliun pada tahun 2025. Alokasi dana tersebut difokuskan ke delapan sektor utama pembangunan nasional yang dinilai strategis dalam mendorong ketahanan dan daya saing ekonomi Indonesia di masa depan.

Sektor-sektor tersebut meliputi industri mineral dan hilirisasi yang berkontribusi pada peningkatan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri, pengembangan energi terbarukan sebagai bagian dari transformasi menuju ekonomi hijau, serta pembangunan infrastruktur digital untuk memperkuat fondasi ekonomi berbasis teknologi. Selain itu, sektor kesehatan, layanan keuangan, infrastruktur utilitas, kawasan industri, dan ketahanan pangan juga menjadi fokus investasi utama, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan nasional.

Danantara Indonesia memperkuat posisi keuangannya melalui optimalisasi aset dan pendapatan dari BUMN. Dengan proyeksi penerimaan dividen sebesar Rp120 triliun dari portofolio investasi di berbagai perusahaan milik negara pada tahun ini, institusi ini mempertegas peran strategisnya sebagai pengelola dana investasi yang profesional, akuntabel, dan berdampak luas.

Sementara itu, Himbara sebagai kumpulan lembaga keuangan nasional memainkan peran vital dalam memperluas penetrasi layanan keuangan ke seluruh lapisan masyarakat. Melalui integrasi strategi dengan Danantara, Himbara memiliki peluang untuk mendorong inovasi layanan, memperkuat literasi keuangan, serta mendorong efisiensi dan modernisasi sistem perbankan nasional.

Sinergi antara Danantara dan Himbara tidak hanya dipandang sebagai kerja sama administratif semata, melainkan sebagai tonggak transformasi sistemik di sektor keuangan Indonesia. Melalui kerja bersama ini, terbuka ruang yang lebih besar bagi masuknya investasi berkualitas tinggi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing industri nasional.

Dalam konteks tantangan global dan kebutuhan pembangunan jangka panjang, langkah yang ditempuh oleh Danantara Indonesia dan Himbara menjadi representasi arah baru pembangunan ekonomi nasional yang lebih progresif. Fondasi kerja sama ini diyakini akan memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem investasi dan keuangan yang produktif, inklusif, serta berdampak luas bagi seluruh elemen bangsa.

Penguatan kerja sama antara Danantara Indonesia dan Himbara juga mencerminkan konsistensi dalam implementasi kebijakan strategis pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis investasi dan penguatan sektor keuangan domestik. Langkah ini menjadi sangat penting di tengah upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi nasional, meningkatkan daya saing industri dalam negeri, serta memperluas pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai institusi pengelola investasi negara, Danantara Indonesia berperan sebagai jembatan antara potensi sumber daya nasional dan kebutuhan investasi yang mendukung transformasi struktural ekonomi. Kolaborasi dengan Himbara memungkinkan sinergi pembiayaan dan pendampingan yang lebih terkoordinasi, tidak hanya untuk proyek-proyek strategis, tetapi juga bagi sektor-sektor yang berpotensi besar namun belum optimal dikembangkan.

Himbara, dengan jaringan perbankan yang luas hingga ke pelosok negeri, menjadi mitra penting dalam mendistribusikan manfaat investasi dan memperluas akses keuangan kepada masyarakat. Melalui program inklusi keuangan dan digitalisasi layanan perbankan, Himbara dapat memainkan peran sentral dalam mempercepat pemerataan pertumbuhan ekonomi yang menjadi tujuan utama kolaborasi ini.

Secara keseluruhan, sinergi antara Danantara Indonesia dan Himbara mencerminkan tekad bersama untuk mempercepat lompatan ekonomi Indonesia menuju masa depan yang berdaya saing global. Kolaborasi ini bukan sekadar strategi bisnis, melainkan perwujudan nyata dari semangat gotong royong untuk membangun ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan nasional.

*) Pemerhati Ekonomi

Danantara Investasikan Kembali Dividen Rp81,5 T

Oleh: Fitra Karen *)

Dalam upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional dan mempercepat transformasi sektor strategis, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengambil langkah signifikan dengan menginvestasikan kembali dividen sebesar Rp81,5 triliun pada 2025. Reinvestasi ini bukan sekadar penempatan dana semata, melainkan sebuah strategi terukur untuk memperbesar daya ungkit ekonomi melalui sektor-sektor prioritas yang mendukung kebijakan pembangunan nasional.

Pengelolaan dividen ini berasal dari proyeksi penerimaan hingga Rp120 triliun dari perusahaan-perusahaan BUMN. Alih-alih hanya menjadi pendapatan pasif negara, Danantara menempuh pendekatan produktif dengan mengarahkan dana tersebut ke sektor-sektor yang diyakini dapat menciptakan nilai tambah jangka panjang. Langkah ini mempertegas peran Danantara sebagai katalis investasi strategis, bukan sekadar sebagai pengelola dana.

Investasi sebesar 5 miliar dolar AS tersebut ditargetkan untuk digelontorkan dalam kurun waktu enam hingga sembilan bulan ke depan. Managing Director Danantara Indonesia, Arief Budiman, menyampaikan bahwa sektor yang menjadi sasaran ditentukan berdasarkan kombinasi antara potensi dampak ekonomi, prospek pengembalian investasi, dan kesesuaiannya dengan arah kebijakan nasional. Di sinilah letak kehati-hatian sekaligus keberanian Danantara, yakni mengarahkan dana publik ke sektor-sektor yang tidak hanya menjanjikan secara ekonomi, tetapi juga relevan dalam menjawab tantangan pembangunan jangka panjang.

Sektor-sektor yang menjadi perhatian meliputi mineral dan hilirisasi, energi terbarukan, infrastruktur digital, kesehatan, jasa keuangan, utilitas infrastruktur, kawasan industri, hingga pangan. Penempatan modal pada sektor-sektor tersebut tidak dilakukan secara serampangan, tetapi berdasarkan kalkulasi dampak makroekonomi serta peluang strategis untuk memperkuat kemandirian nasional. Misalnya, pada sektor pangan, Danantara menyatakan komitmen untuk turut mendukung program swasembada yang sejalan dengan agenda ketahanan pangan nasional. Hal serupa juga berlaku untuk sektor perumahan, dengan adanya sinyal dukungan terhadap program 3 juta rumah, selama terdapat dana Kewajiban Pelayanan Publik (PSO).

Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa aspek komersialisasi dan tingkat pengembalian investasi menjadi elemen yang selalu dikedepankan. Namun, pendekatan ini tidak serta-merta mengesampingkan misi pembangunan. Justru, dengan fokus pada kegiatan ekonomi yang feasible dan bankable, Danantara menempatkan diri sebagai penghubung antara aspirasi pembangunan dan logika bisnis berkelanjutan.

Dalam praktiknya, strategi Danantara meniru semangat konsolidasi aset BUMN yang pernah digagas oleh Begawan Ekonomi Sumitro Djojohadikusumo. Aset-aset negara tidak lagi dipandang sebagai entitas yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan nasional yang harus dioptimalkan melalui investasi yang produktif. Danantara memosisikan diri sebagai orkestrator yang menyatukan potensi, baik dari dalam negeri maupun mitra asing, untuk membentuk koalisi modal yang kuat.

Menariknya, Danantara tidak hanya mengandalkan dana internal. Upaya menarik co-investment menjadi bagian integral dari strategi yang dijalankan. Baik dalam bentuk modal finansial maupun transfer teknologi dan keahlian, investasi bersama ini diharapkan mampu menjawab keterbatasan domestik dan memperluas kapasitas ekonomi nasional. Pendekatan ini bukan sekadar memperbesar skala proyek, tetapi juga menjadi jalan bagi peningkatan daya saing nasional dalam teknologi, efisiensi, dan inovasi.

Dalam eksekusinya, Danantara memilih pendekatan berbasis prioritas sektoral. Beberapa sektor yang disoroti Pandu antara lain hilirisasi mineral seperti nikel, timah, dan bauksit; sektor energi baik dari sisi pembangkitan maupun transmisi; serta infrastruktur air dan limbah. Di bidang manufaktur, Danantara melihat peluang dari ekosistem kendaraan listrik dan semikonduktor yang didorong oleh relokasi industri dari China dan dorongan global terhadap dekarbonisasi.

Khusus untuk kawasan industri, investasi senilai 8 miliar dolar AS telah dialokasikan untuk membangun kawasan industri ramah lingkungan di Sulawesi Tengah. Proyek ini mencerminkan pendekatan yang selaras dengan kebijakan pemerataan pembangunan, serta menjadi upaya konkret dalam mendukung visi Indonesia sebagai pusat manufaktur berkelanjutan. Dalam jangka panjang, pembangunan kawasan seperti ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan kapasitas ekspor dan mengurangi ketergantungan pada bahan mentah.

Lebih dari sekadar manajemen dana, peran Danantara menggambarkan wajah baru pengelolaan investasi pemerintah. Pendekatan yang diusung mampu menjembatani kebutuhan akan efisiensi fiskal dengan tuntutan pembangunan berkelanjutan. Transformasi ini menjadikan dividen bukan sebagai akhir dari proses ekonomi, melainkan sebagai bahan bakar baru untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan.

Reinvestasi Rp81,5 triliun bukan hanya sebuah angka besar di atas kertas. Hal ini mencerminkan perubahan paradigma dalam pengelolaan aset publik. Pemerintah, melalui Danantara, menunjukkan bahwa dengan tata kelola yang transparan dan visi yang tajam, dana negara dapat digunakan untuk menciptakan nilai lebih, memperkuat kedaulatan ekonomi, dan membangun fondasi masa depan yang lebih tangguh.

Dengan langkah ini, pemerintah tidak hanya mengandalkan belanja negara dalam mendukung pembangunan, tetapi juga memperkuat peran aset dan investasi sebagai instrumen penggerak utama pertumbuhan ekonomi dalam mewujudkan arah kebijakan pembangunan yang modern, efisien, dan berpihak pada kepentingan nasional jangka panjang.

*) Pengamat Ekonomi dan Investasi

Menkomdigi Tekankan Transformasi Digital Harus Sejalan dengan Konektivitas

Jakarta: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyatakan tranformasi digital tidak dapat terlaksana tanpa konektivitas yang baik. Hal itu disampaikannya saat menyapa siswa SD Inpres 9 Halmahera Barat, melalui sambungan internet dari program BAKTI AKSI.

Kehadiran konektivitas digital ini, menandai perluasan pembangunan BTS Universal Service Obligation (USO) di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Menkomdigi menegaskan, hal tersebut merupakan langkah nyata Presiden Prabowo Subianto, dalam meningkatkan pelayanan publik dalam bentuk digitalisasi.

“Transformasi digital tidak mungkin terjadi tanpa konektivitas yang baik, karena itu kita perlu mempersiapkan sampai ke pelosok hingga pos di perbatasan untuk bisa terkoneksi. Presiden Prabowo Subianto dalam visi besarnya, juga menegaskan bahwa layanan-layanan publik akan dilakukan secara digital,” kata Meutya dalam keterangan resminya yang diterima RRI.co.id, Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Untuk itu ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital akan terus dilakukan pemerintah, guna mewujudkan transformasi digital. Namun Meutya menyatakan, selain pembangunan infrastruktur, hal yang tidak kalah utamanya ialah meningkatkan edukasi literasi digital.

“Banyak masyarakat ketika infrastruktur turun, belum tahu bagaimana pemanfaatan internet yang baik sehingga kemudian jadi terpapar kepada konten-konten negatif. Jadi saya harapkan, agar menggunakan internet dengan baik,” ujar Menkomdigi.

Dandim 1710/Mimika Tinjau Ketahanan Pangan Milik Kelompok Tani

Timika: Dandim 1710/Mimika Letkol Inf M. Slamet Wijaya didampingi Pasiter dan Babinsa setempat melakukan peninjauan ke lahan percontohan ketahanan pangan. “Ini merupakan binaan Kodim berlokasi di Kelurahan Wonosarijaya, Distrik Wania, Kabupaten. Mimika, Jumat (13/6/2025).

Peninjauan ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui sampai sejauh mana program ketahanan pangan tersebut. Mereka melaksanakan program itu wilayah Kodim 1710/Mimika dengan pendampingan Babinsa.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1710/Mimika mengamati berbagai jenis tanaman yang ditanam dilahan percontohan Kodim 1710/Mimika. Juga sekaligus mendengarkan penjelasan detail dari Pak Samin selaku Ketua Kelompok Tani “Mandiri.”

Yakni mengenai teknik budidaya, pemilihan varietas unggul, hingga pengelolaan pasca panen yang diterapkan di lahan tersebut. Tak lupa upaya optimalisasi lahan, efisiensi penggunaan sumber daya, dan peningkatan produktivitas pertanian.

“Program ketahanan pangan ini sangat penting bagi masyarakat Kabupatem Mimika khususnya dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim. Juga fluktuasi harga pangan, kunjungan ini akan menjadi bekal berharga bagi saya pribadi dan Kodim 1710/Mimika dalam mengembangkan program ketahanan pangan ,” kata Dandim.

Dandim 1710/Mimika juga mendengarkan pengalaman dan kendala yang dihadapi para petani dalam menjalankan program ketahanan pangan. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan membantu dalam merumuskan strategi yang tepat sasaran.

Atasi Banjir, Pemkot Bekasi Bakal Bangun Polder Air

Kota Bekasi: Pemkot Bekasi merencanakan membangun tiga buah polder air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cijambe. Pembangunan polder air bertujuan untuk mengatasi banjir di wilayah sekitar DAS Cijambe.

Jumat (13/6/2025) Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto meninjau sejumlah lokasi strategis untuk dibangunnya polder. Yakni di wilayah Kecamatan Bantargebang dan Mustikajaya.

Polder air sendiri rencananya akan mulai dibangun pada Tahun 2026 mendatang. Proyek ini lahir berkat kolaborasi aktif sejumlah pihak dari mulai Pemkot Bekasi, pengembang perumahan maupun masyarakat.

“Polder yang akan kita bangun merupakan hasil dari kerjasama antara Pemkot Bekasi, pengembang dan para penggiat peduli lingkungan. Hal ini akan menjadi harapan untuk solusi mengurangi dampak banjir dan akan sama sama menikmati area ruang terbuka untuk publik,” kata Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto melalui keteranganya, Jumat (13/6/2025).

Pemkot Bekasi berharap pembangunan ini akan membawa dampak positif tidak hanya dalam pengendalian banjir. Tetapi juga dalam peningkatan kualitas hidup dan fasilitas masyarakat sekitar.

“Kita ingin menciptakan sebuah kota yang nyaman untuk ditinggali masyarakat. Oleh karena itu kita terus berupaya mewujudkan hal itu dengan menggabungkan kemampuan daerah dan stakeholder yang ada,” kata dia.

Di samping polder air, Pemkot Bekasi merencanakan pembangunan sejumlah fasilitas publik lainnya baik di Bantargebang maupun Mustikajaya. Adapun fasilitas yang dimaksud yaitu pembangunan stadion mini yang dilengkapi dengan jogging track yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang publik.

“Pemkot Bekasi juga merencanakan pembangunan unit tambahan untuk SMP Negeri 61. Hal ini guna mengakomodasi kebutuhan pendidikan masyarakat sekitar yang terus berkembang,” ujarnya mengakhiri keterangannya.

Hari Lansia Sedunia, Pemkot Bekasi Gelar Skrining Kesehatan

Kota Bekasi: Dalam rangka memperingati Hari Lansia Sedunia, Pemkot Bekasi menggelar Gebyar Skrining Kesehatan untuk Lansia. Kegiatan ini diadakan di Puskesmas Jatikramat, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jumat (13/6/2025).

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, Pemkot Bekasi berkomitmen mensejahterakan lansia. Komitmen tersebut dibuktikan dengan aneka kebijakan ramah lansia.

“Pemkot Bekasi memiliki kebijakan ibu asuh yang mana setiap pejabat harus memiliki minimal satu ibu asuh. Itu sudah berjalan dan merupakan wujud kepedulian kami terhadap kesejahteraan lansia,” kata dia, Jumat (13/5/2025).

Ia juga menjelaskan, keberpihakan Pemkot Bekasi terhadap lansia nantinya akan diwujudkan dalam pembangunan kota. Misalnya membuat ruang-ruang atau fasilitas publik yang ramah bagi para lansia.

“Kota Bekasi terus berupaya mewujudkan lingkungan yang inklusif dan adil bagi para lansia. Sehingga mereka tidak hanya dihormati, tapi juga diberdayakan dan bahagia di masa senja,” kata dia.

Ia juga mengatakan, masa lansia bukan hanya sekedar periode menua. Tetapi juga merupakan fase perkembangan yang penting dalam konteks sosial dan psikologis.

“Dengan mendapatkan dukungan dari keluarga, komunitas, dan kebijakan yang tepat, lansia dapat menjalani kehidupan yang bermakna. Itulah kenapa Pemkot Bekasi menaruh perhatian serius kepada para lansia,” kata dia.

Harris juga mengatakan, kesejahteraan lansia menjadi indikator penting kemajuan sosial sebuah kota. Termasuk juga kelompok rentan lainnya mulai dari anak-anak, perempuan, dan penyandang disabilitas.

Gunung Raung Erupsi Lagi Jumat Malam

Jakarta: Gunung Raung di perbatasan Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Jumat (13/6/2025) malam. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menginformasikan erupsi terjadi pada pukul 22.29 WIB.

Demikian dilaporkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pengamat Gunung Api Raung Benny Setyawan, dikutip Sabtu (14/6/2025). Ia mencatat, tinggi kolom abu terpantau mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 4.332 meter di atas permukaan laut.

“Kolom letusan berwarna kelabu dengan intensitas sedang, mengarah ke sisi selatan dan barat daya. Saat laporan ini diterbitkan, aktivitas erupsi masih berlangsung,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati area kawah puncak dalam radius tiga kilometer. Masyarakat juga diminta tidak menuruni kaldera maupun bermalam di kawasan kawah.

Hal ini untuk menghindari potensi bahaya dari aktivitas vulkanik yang masih aktif. Pihak berwenang terus memantau perkembangan erupsi dan siap melakukan tindakan lebih lanjut jika aktivitas Gunung Raung meningkat.

“Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan dari BPBD setempat serta instansi terkait,” ujarnya. Gunung Raung yang berada di perbatasan Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Sebelumnya, erupsi dengan tinggi letusan 750 meter di atas puncak pada Rabu (11/6/2025) pukul 09.18 WIB. Hingga saat ini, Gunung Raung berada pada status Level II (Waspada).

Penerimaan Murid Baru di Jakarta Dibuka 16 Juni

Jakarta: Penerimaan Murid Baru (PMB) Tahun Ajaran 2025/2026 di Jakarta akan dimulai pada Senin (16/6/2025). Calon murid hanya perlu membuktikan sebagai penduduk Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, proses seleksi akan dilaksanakan dengan prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan. Ia juga menjamin PMB tanpa diskriminasi sesuai Keputusan Gubernur Nomor 414 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Murid Baru.

“Adapun ketentuan Calon Murid Baru (CMB) yang dapat mengikuti PMB adalah penduduk berdomisili Jakarta. Dibuktikan dengan Kartu Keluarga yang dikeluarkan oleh Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta paling lambat 16 Juni 2024,” kata Nahdiana, Jumat (13/6/2025).

Nahdiana menjelaskan, pelaksanaan PMB akan dimulai pada 16 Juni hingga 10 Juli 2025 secara daring. Baik untuk jenjang Sekolah Dasar Negeri (SDN), Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN), dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN).

Sementara untuk jenjang SPAUDN (Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Negeri), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Serta Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) dilaksanakan secara luring yang dimulai pada 16 Juni hingga 29 Juli 2025.

“Pengajuan akun sudah dapat dilakukan mulai 26 Mei 2025 untuk jenjang SDN, tanggal 2 Juni 2025 untuk jenjang SMPN. Dan tanggal 5 Juni 2025 untuk jenjang SMAN dan SMKN,” katanya.

Adapun total daya tampung jenjang SDN sebanyak 98.019 murid baru; SMPN sebanyak 72.749 peserta didik baru. Kemudian, SMAN sebanyak 30.105 murid baru; SMKN sebanyak 19.914 murid baru.

Lalu SPAUDN sebanyak 5.990 murid baru; SLBN sebanyak 920 murid baru dan SKB sebanyak 3.052 murid baru. Nahdiana mengingatkan masyarakat mencermati jadwal dan ketentuan yang berlaku dan berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menjanjikan jalur masuk di luar mekanisme resmi.

“PMB DKI Jakarta tidak dipungut biaya, mohon kepada seluruh masyarakat agar mencermati jadwal dan ketentuan yang berlaku. Serta tidak mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan jalur masuk tertentu di luar mekanisme resmi,” katanya.

Nahdiana menambahkan Dinas Pendidikan juga melaksanakan Penerimaan Murid Bersama (PMB Bersama) yang sebelumnya dikenal sebagai PPDB Bersama. PPDB bersama ini melibatkan 138 SMP Swasta dengan daya tampung 1.626 murid baru, 121 SMA Swasta dengan daya tampung 1.761 murid baru.

Kemudian 145 SMK Swasta dengan daya tampung 2.785 murid baru. Adapun jalur Penerimaan Murid Baru (PMB) Tahun Ajaran 2025/2026 di Jakarta meliputi:

Jalur Prestasi: Memberikan apresiasi terhadap calon murid baru yang telah menunjukkan prestasi akademik maupun prestasi non-akademik;

Jalur Afirmasi: Memberikan kesempatan yang lebih besar bagi calon murid baru dari keluarga tidak mampu untuk mengakses pendidikan yang bermutu;

Jalur Domisili: Memberikan kesempatan bagi calon murid baru yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang telah ditetapkan dengan prinsip mendekatkan calon murid baru dengan sekolah. Serta memperhatikan sebaran sekolah, data sebaran domisili calon murid baru, dan daya tampung sekolah;

Jalur Mutasi: Memberikan prioritas kesempatan untuk anak dari keluarga yang orang tuanya pindah tugas, selanjutnya bagi anak guru/tenaga kependidikan yang ingin bersekolah di tempat orang tuanya bertugas.