Mendorong Peran Program MBG sebagai Ekosistem Edukasi Gizi Nasional

Oleh: Alexander Royce*)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menunjukkan arah baru yang strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Program yang awalnya dipahami publik sebagai intervensi pemenuhan gizi kini bergerak menuju fungsi yang lebih komprehensif: menciptakan ekosistem edukasi gizi nasional yang melibatkan sekolah, keluarga, pemerintah daerah, hingga komunitas lokal. Transformasi ini penting, mengingat tantangan gizi di Indonesia masih kompleks — mulai dari stunting, kekurangan gizi mikro, hingga peningkatan obesitas dan penyakit tidak menular di kalangan remaja.

Peluncuran enam modul edukasi gizi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 26 November 2025 menjadi salah satu langkah kunci. Wakil Menteri Fajar Riza Ul Haq menekankan bahwa modul ini dirancang bukan sekadar sebagai materi tambahan, tetapi sebagai instrumen pembelajaran yang menanamkan budaya makan sehat sejak dini. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi status kesehatan dan gizi siswa, sehingga MBG harus hadir bukan hanya dalam bentuk makanan, tetapi juga pemahaman yang membentuk kebiasaan. Pembedaan modul untuk jenjang PAUD hingga SMA menunjukkan bahwa pemerintah melihat pendidikan gizi sebagai proses berjenjang yang harus disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang peserta didik.

Upaya ini sejalan dengan berbagai laporan yang menunjukkan bahwa edukasi gizi masih menjadi ruang kosong dalam sistem pendidikan Indonesia. Dengan memasukkan modul gizi ke dalam pembelajaran, pemerintah tidak hanya memperbaiki konsumsi harian anak sekolah, tetapi juga membangun fondasi literasi kesehatan jangka panjang yang dapat mencegah berbagai masalah kesehatan di masa depan. Inilah langkah visioner yang menghubungkan sektor pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan dalam satu kerangka kebijakan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menyoroti bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai institusi pelaksana MBG harus tampil sebagai motor utama edukasi gizi nasional. Ia menilai bahwa BGN tidak cukup hanya mengawasi distribusi makanan atau mengatur standar, tetapi harus aktif melibatkan masyarakat melalui kampanye, pembinaan, hingga pendampingan intensif di lapangan. Pendapat Charles ini memperkuat gagasan bahwa MBG adalah program yang bersifat transformatif; ia harus mengubah perilaku, bukan hanya mengisi kebutuhan.

Pandangan tersebut disampaikan Charles dalam momentum yang penting, terutama setelah muncul beberapa kasus keracunan yang mengaitkan diri dengan penyelenggara program MBG. Ia menegaskan pentingnya langkah tegas pemerintah, termasuk penutupan permanen SPPG yang terbukti lalai. Tindakan cepat ini, menurutnya, menunjukkan bahwa pemerintah serius menjaga kualitas dan keamanan makanan MBG sekaligus menjaga kepercayaan publik. Dalam konteks program berskala nasional, respons seperti ini justru menjadi bukti bahwa sistem pengawasan berjalan.

Perwakilan Badan Gizi Nasional, Mochammad Halim, menyampaikan bahwa edukasi gizi harus menjadi pilar utama keberlanjutan MBG. Ia menilai bahwa interaksi langsung dengan masyarakat  menjadi kunci keberhasilan program. Halim juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan daerah karena implementasi MBG sangat dipengaruhi kesiapan infrastruktur, kapasitas penyelenggara, dan partisipasi komunitas. Dengan pendekatan kolaboratif ini, BGN ingin memastikan bahwa MBG tidak berjalan secara mekanis, tetapi benar-benar menjadi gerakan perubahan perilaku konsumsi.

Menariknya, berbagai kegiatan sosialisasi MBG di daerah, termasuk di Badung dan sejumlah wilayah lainnya, menunjukkan bahwa masyarakat merespons positif program ini. Edukasi tentang pentingnya konsumsi pangan lokal bernutrisi, peran protein hewani, pentingnya kebiasaan sarapan, hingga pencegahan anemia semakin sering disampaikan melalui forum publik. Hal ini menunjukkan bahwa MBG berhasil membuka ruang edukasi yang selama ini tidak terakomodasi oleh pola komunikasi kesehatan konvensional.

Penguatan MBG sebagai ekosistem edukasi gizi nasional juga berkaitan erat dengan agenda pencegahan penyakit tidak menular yang semakin menjadi perhatian pemerintah. Pola makan tidak sehat terbukti menjadi salah satu faktor risiko terbesar PTM pada usia muda. Dengan MBG yang tidak hanya memberikan makanan, tetapi juga membangun pemahaman, pemerintah sesungguhnya sedang melakukan langkah investasi jangka panjang. Kebiasaan makan sehat yang ditanamkan hari ini akan menurunkan biaya kesehatan negara, mengurangi beban penyakit, dan meningkatkan produktivitas generasi muda di masa depan.

MBG juga menciptakan peluang pemberdayaan masyarakat. Banyak sekolah mulai bekerja sama dengan kelompok tani lokal, UMKM pangan, dan koperasi desa untuk memasok bahan baku. Dengan demikian, MBG turut menggerakkan ekonomi daerah melalui pemanfaatan pangan lokal bernilai gizi tinggi. Jika rantai pasok pangan lokal semakin kuat, maka MBG akan menjadi motor penguatan ekonomi berbasis komunitas yang sejalan dengan visi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan impor.

Program ini memiliki potensi besar untuk menjadi model kebijakan gizi terintegrasi yang menghubungkan pendidikan,  kesehatan, ekonomi, dan sosial. Dengan ekosistem yang saling terkoneksi, MBG dapat membentuk generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki literasi gizi yang kuat. Ketika anak-anak memahami alasan di balik makanan bergizi, maka perubahan perilaku dapat berlangsung secara mandiri dan berkelanjutan.

Dengan langkah-langkah progresif yang kini dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen nyata dalam membangun Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing. MBG adalah bukti bahwa kebijakan publik dapat dirancang secara visioner sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Semoga program ini terus berkembang, dikawal, dan diperkuat bersama oleh seluruh elemen bangsa sebagai bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

*) Pengamat Sosial

Pemerintah Gencarkan Sosialisasi Program MBG Sebagai Edukasi Informasi Tentang Gizi ke Masyarakat

Oleh: Dhita Karuniawati )*

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu agenda prioritas nasional yang terus digenjot pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini. Upaya ini bukan hanya tentang menyediakan makanan bernutrisi bagi anak-anak sekolah dan kelompok masyarakat tertentu, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sosialisasi yang semakin intensif di berbagai daerah, pemerintah berharap program ini dapat membentuk pola makan sehat yang berkelanjutan serta menurunkan angka kekurangan gizi di masyarakat.

Seiring mulai digulirkannya program MBG di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada tingkat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi. Oleh karena itu, sosialisasi dilakukan secara masif melalui berbagai kanal, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, hingga melalui media sosial dan kampanye publik.

Materi sosialisasi tidak hanya berfokus pada penjelasan teknis mengenai mekanisme penyaluran MBG, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai hal-hal mendasar seperti komposisi gizi seimbang, kebutuhan nutrisi harian, manfaat konsumsi protein hewani dan nabati, serta pentingnya kebiasaan makan teratur. Dengan pendekatan edukatif tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga turut berperan aktif dalam menjaga pola hidup sehat.

Salah satu sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) digelar di Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Gedung Serba Guna Desa Batujajar, Kecamatan Batujajar. Warga Desa Batujajar antusias menyambut kehadiran program strategis nasional tersebut, yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan oleh DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) dan dihadiri sejumlah tokoh penting. Di antaranya Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, Anggota Komisi II DPR RI Dapil Jabar II, Ahmad Heryawan, serta Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Teguh Supangardi. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program nasional yang menyasar kelompok rentan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani mengatakan bahwa Program MBG lahir dari keprihatinan atas darurat gizi kronis yang masih terjadi di Indonesia. Masalah stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak dan kecerdasan. Program MBG hadir bukan hanya untuk menyediakan makanan sehat, tetapi juga untuk meningkatkan edukasi masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang.

Netty menjelaskan periode 1.000 hari pertama kehidupan merupakan fase yang sangat penting dan harus dipenuhi kebutuhan gizinya. Netty menekankan perlunya penyesuaian paradigma gizi di masyarakat agar tidak lagi terpaku pada konsep lama. Pedoman ‘4 Sehat 5 Sempurna’ kini telah bergeser menjadi panduan ‘Isi Piringku’ yang lebih aplikatif. Dengan gizi yang baik, kita sedang menyiapkan generasi yang lebih sehat, lebih cerdas, dan siap menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan Program MBG. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari penyediaan makanan bergizi, tetapi juga dari meningkatnya ketahanan keluarga. Kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan peserta didik harus menjadi prioritas utama.

Ahmad Heryawan mengatakan bahwa pelibatan pelaku usaha lokal menjadi faktor penting dalam penguatan ekonomi masyarakat sekitar. Program MBG harus mendorong rantai pasokan pangan lokal agar manfaatnya tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada kemandirian ekonomi. MBG bukan hanya program kesehatan, tetapi sebuah gerakan nasional dengan dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Badan Gizi Nasional, Teguh Supangardi, memaparkan sejumlah tantangan gizi yang masih dihadapi Indonesia. Ia menyoroti tingginya kasus stunting dan gizi ganda sebagai pekerjaan rumah yang harus segera ditangani secara terpadu. Program MBG didesain dengan empat prinsip utama yakni pemenuhan energi, keseimbangan zat gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.

Selain institusi formal, pemerintah turut melibatkan organisasi masyarakat, kader posyandu, hingga tokoh lokal dalam menyebarkan informasi mengenai MBG. Melalui pendekatan berbasis komunitas, edukasi tentang gizi diharapkan lebih mudah diterima karena disampaikan oleh orang-orang yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Pendekatan ini juga menciptakan ruang bagi masyarakat untuk aktif berpartisipasi. Partisipasi masyarakat merupakan kunci agar program MBG tidak hanya berjalan sampai tahap distribusi makanan, tetapi juga membentuk kebiasaan jangka panjang.

Dengan sosialisasi yang semakin gencar, pemerintah menargetkan bahwa program MBG tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga kontribusi jangka panjang dalam pembentukan generasi Indonesia yang lebih sehat. Literasi gizi yang meningkat diharapkan mampu mengubah perilaku makan masyarakat secara lebih sadar dan bertanggung jawab.

Keberhasilan program MBG adalah keberhasilan seluruh elemen bangsa. Pemerintah mengajak masyarakat, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, hingga pelaku usaha untuk bersinergi memastikan bahwa setiap warga Indonesia dapat menikmati hak dasar berupa makanan bergizi dan kesehatan optimal. Dengan perhatian serius pada aspek gizi, Indonesia optimistis melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global.

*) Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

Program MBG Berhasil Serap Tenaga Kerja Baru Di Berbagai Wilayah

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan oleh pemerintah semakin menunjukkan dampak positifnya, baik dari segi kesejahteraan masyarakat maupun ekonomi lokal. Sejak diluncurkan, program ini telah berhasil menyerap tenaga kerja baru di berbagai wilayah, menciptakan peluang kerja dan memperkuat ketahanan pangan. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan gizi bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan perekonomian lokal.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menyampaikan bahwa salah satu kunci keberhasilan program MBG adalah keterlibatan masyarakat dalam pengadaan bahan baku. Sony menekankan bahwa pelibatan masyarakat sangat penting, terutama dalam memastikan kelancaran pasokan bahan baku.

“Pelibatan masyarakat akan membantu pasokan bahan baku, seiring meningkatnya jumlah Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG),” ujar Sony

Keberhasilan program MBG terlihat dari meningkatnya jumlah dapur BGN yang kini telah mencapai lebih dari 15 ribu unit di seluruh Indonesia. Namun, permintaan terhadap komoditas tertentu seperti sayur, telur, dan buah-buahan mulai mengalami peningkatan yang signifikan.

Untuk itu, Sony mengajak masyarakat untuk menjaga kestabilan pasokan pangan dengan berpartisipasi dalam urban farming atau bercocok tanam di halaman rumah. “Urban farming bisa menjadi solusi, agar daerah tidak terlalu bergantung pada rantai distribusi yang panjang,” tambahnya.

Program MBG juga mendukung pemerintah daerah dalam mengkoordinasikan produksi pangan sesuai dengan potensi desa. Misalnya, satu desa fokus menanam wortel, desa lainnya menanam pisang, dan desa lain lagi beternak ayam petelur atau pedaging. Dengan pendekatan ini, setiap daerah memiliki cadangan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG yang terus meningkat.

Keberhasilan ini juga dibuktikan oleh semangat UMKM yang terlibat langsung dalam pengadaan bahan baku, yang berjumlah hampir 200 pelaku usaha yang turut menyambut gembira acara lintas sektor tersebut.

Di sisi lain, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia turut memberikan kontribusi besar terhadap pelaksanaan program MBG. Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie, mengungkapkan bahwa Kadin telah berhasil membangun sekitar 500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Target selanjutnya adalah membangun 1.000 SPPG yang akan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

“Kami sudah mengeluarkan Rp 750 miliar untuk membangun 500 SPPG ini tanpa bantuan kredit perbankan, sebagai bentuk kepercayaan kepada pemerintah,” ujar Anindya.

Program MBG yang digagas oleh pemerintah ini juga memberi dampak positif pada perekonomian lokal. Setiap dapur MBG telah menciptakan 50 lapangan kerja, yang berarti sekitar 25 ribu pekerja terlibat dalam operasional program ini.

Tak hanya itu, program ini juga meningkatkan permintaan komoditas pangan, yang turut merangsang hilirisasi sektor pertanian dan memberi kesempatan bagi para petani dan pengusaha untuk memasok bahan baku ke program MBG.

Sementara itu, di Kalimantan Tengah, program MBG berhasil menggerakkan roda perekonomian lokal dengan melibatkan lebih dari 1.800 petugas dan 233 supplier lokal. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Tengah, Herry Hernawan, mengatakan bahwa program ini telah membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang sebelumnya kurang terjangkau.

“Dengan 58 SPPG aktif, program ini telah melayani lebih dari 150 ribu penerima manfaat, menjangkau berbagai lapisan masyarakat mulai dari balita hingga dewasa,” ujar Herry.

Keberhasilan program MBG yang terus berkembang ini menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen tidak hanya dalam meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga dalam menciptakan lapangan pekerjaan, memberdayakan ekonomi lokal, dan memperkuat ketahanan pangan.

Program MBG Tingkatkan Kualitas SDM Indonesia Sejak Usia Dini

JAKARTA – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah sejak 6 Januari 2025 terus menunjukkan kontribusi nyata sebagai salah satu terobosan strategis dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia sejak usia dini. Program ini tidak hanya menghadirkan solusi terhadap kesenjangan akses pangan, tetapi juga mempertegas komitmen pemerintah dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Guru Besar Departemen Gizi sekaligus Wakil Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan FKM UI, Prof. Sandra Fikawati, menilai MBG merupakan kebijakan visioner yang mampu memperkuat pondasi perkembangan anak secara komprehensif. “MBG ini peluang besar. Dengan program ini daya saing kita bisa lebih baik, karena SDM kita sejak kecil sudah dipupuk,” ujarnya, Jumat, 28 November 2025. Ia menekankan bahwa selama bertahun-tahun Indonesia kehilangan momentum daya saing akibat minimnya perhatian pada pemenuhan gizi anak.

Prof. Fika menambahkan bahwa MBG sangat berdampak bagi peningkatan daya belajar, perkembangan kognitif, serta kehadiran sekolah, terutama di wilayah 3T. Menurutnya, program ini bukan hanya bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. “MBG harus jadi program berkelanjutan. Jika berhenti, kita sendiri yang rugi,” tegasnya.

Simulasi pemberian makanan bergizi di enam daerah menunjukkan penurunan gizi buruk dari 2,0 persen menjadi 0,5 persen dalam 15 minggu. Anak-anak mengalami peningkatan berat badan rata-rata 2 kg, tinggi badan 2,9 cm, serta kenaikan angka kecukupan gizi dari 69,9 persen menjadi 93,4 persen.

Presiden Prabowo Subianto menyebut MBG sebagai langkah nyata pemerintah memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan berdaya saing tinggi. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk keberpihakan negara kepada anak bangsa dan investasi jangka panjang dalam pembangunan kualitas SDM nasional. “Program ini lahir dari keprihatinan saya melihat langsung anak-anak yang mengalami kekurangan gizi dan stunting,” ujarnya.

Pemerintah hingga Oktober 2025 telah membangun 11.900 dapur MBG untuk melayani lebih dari 35 juta anak dan ibu hamil. Selain meningkatkan kualitas gizi, program ini turut menggerakkan ekonomi desa melalui keterlibatan petani kecil, nelayan, UMKM, dan koperasi sebagai pemasok utama.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa MBG adalah intervensi penting agar Indonesia tidak kehilangan bonus demografi. “Kalau kita tidak intervensi sekarang, bonus demografi bisa berubah menjadi bencana demografi,” ucapnya.

Dengan berbagai capaian tersebut, Program MBG semakin dipandang sebagai motor penggerak peningkatan kualitas SDM sejak dini dan pijakan kuat menuju generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan kompetitif.

Presiden Prabowo Tinjau Korban Bencana di Sumatera, Tegaskan Penguatan Solidaritas Nasional

Sibolga — Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung ke wilayah-wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara yang beberapa hari terakhir mengalami kerusakan cukup luas. Kedatangan Presiden menjadi penguatan moral bagi masyarakat, sekaligus memastikan seluruh langkah penanganan berjalan cepat, terukur, dan melibatkan kekuatan nasional secara terpadu.

“Saya melihat langsung kondisi di lapangan, banyak akses terputus akibat cuaca ekstrem. Namun seluruh jajaran sudah bergerak maksimal untuk membuka jalur dan menyalurkan bantuan secepat mungkin,” ujar Presiden Prabowo Subianto di Sibolga.

Peninjauan tersebut disertai arahan untuk mempercepat penyaluran logistik, penanganan medis, serta pengamanan kawasan rawan. Operasi udara dan laut turut dioptimalkan untuk menjangkau daerah yang masih terisolasi akibat longsor dan banjir. Kapal pengangkut bahan bakar telah mulai merapat di pelabuhan, sedangkan pesawat Hercules terus diterbangkan guna mendistribusikan bantuan ke titik-titik terdampak.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang sudah bekerja cepat. TNI, Polri, Kementerian PUPR, BNPB, dan pemerintah daerah menunjukkan sinergi yang kuat dalam situasi darurat ini. Musibah dihadapi dengan ketabahan dan solidaritas. Bangsa ini kuat dan mampu melewati cobaan ini,” tegas Presiden Prabowo Subianto.

Kehadiran Presiden dan langkah cepat pemerintah mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menilai bahwa kehadiran Presiden di lapangan menunjukkan komitmen tinggi pemerintah pusat untuk tidak membiarkan daerah menghadapi bencana seorang diri.

“Sekarang saja, bantuan telah dikirim Presiden Prabowo dengan menggunakan empat pesawat. Ini adalah bentuk perhatian nyata yang seharusnya menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk mempercepat langkah penanganan,” ujar Alex Indra Lukman.

Menurutnya, daerah perlu segera mempercepat proses pendataan dampak bencana agar alur bantuan dari pusat dapat disalurkan lebih optimal dan tepat sasaran. Langkah Presiden dinilai menjadi indikator bahwa pemerintah pusat siap mem-backup penuh proses pemulihan.

“Presiden Prabowo telah memberikan sinyal kuat, bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara bersama-sama. Pengiriman bantuan melalui empat pesawat ditambah dua helikopter adalah bukti bahwa pemerintah tidak menunda respons,” tambah Alex Indra Lukman.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengemukakan bahwa arahan Presiden telah menggerakkan seluruh kementerian, lembaga, serta aparat keamanan untuk fokus pada penanganan fase tanggap darurat.

“Perintah Bapak Presiden adalah seluruh kekuatan nasional dikerahkan untuk tahapan tanggap darurat sekarang ini untuk meringankan beban masyarakat,” ujar Pratikno.

Ia menambahkan bahwa kementerian dan lembaga terkait telah berada di lokasi sejak hari pertama bencana terjadi, memastikan akses jalan mulai dibuka, jaringan listrik dipulihkan, dan distribusi bantuan berlangsung tanpa hambatan. Pemerintah juga mulai mempersiapkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk penyediaan hunian sementara dan perbaikan fasilitas vital.

Upaya terpadu ini menjadi cerminan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada respons cepat, tetapi juga pada pemulihan berkelanjutan. Solidaritas seluruh unsur pemerintahan memperlihatkan bahwa kekuatan bangsa terletak pada kebersamaan dalam menghadapi tantangan besar. Pemerintah terus memastikan bahwa setiap langkah penanganan memberikan rasa aman, harapan, dan kepastian bagi warga terdampak.

Presiden Prabowo Kunjungi Korban Bencana di Sumatera: Semua Bergerak, Kita Hadapi Dengan Tabah dan Solidaritas

Sumatera Utara — Presiden Prabowo Subianto turun langsung meninjau lokasi bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan sekitarnya. Dalam kunjungannya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat mengerahkan seluruh kekuatan nasional untuk membantu warga terdampak, membuka akses jalur terputus, dan memastikan distribusi logistik berjalan lancar.

“Kita lihat memang kondisi alam sangat menantang dan menimbulkan kesulitan, banyak jalur masih terputus. Tapi kita segera melakukan segala upaya untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dialami,” ujar Prabowo di Sibolga.

Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja cepat dalam menangani bencana tersebut.

“Saya terima kasih kepada semua pihak terutama semua instansi yang reaksinya sangat cepat untuk memberi bantuan. TNI, Polri, Kementerian PU, BNPB, dan Pemda bekerja dengan baik. Kita hadapi musibah dengan tabah dan dengan solidaritas. Negara kita kuat, dan mampu untuk mengatasi,” tegasnya.

Prabowo menyebut bahwa kapal-kapal pengangkut bahan bakar kini sudah bisa merapat di Sibolga, sementara pesawat Hercules terus dikerahkan setiap hari untuk menjangkau titik-titik terdampak.

Langkah tanggap darurat ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menilai bahwa tindakan cepat Presiden Prabowo menunjukkan kepedulian tinggi terhadap rakyat yang tertimpa musibah.

“Sekarang saja, bantuan telah dikirim Presiden Prabowo dengan menggunakan empat pesawat. Ini merupakan sinyal kepedulian yang mesti ditangkap dengan baik oleh kepala daerah di wilayah terdampak bencana,” katanya.

Alex berharap pemerintah daerah dapat mempercepat pendataan dampak bencana dan menyiapkan rencana pemulihan agar bantuan pusat dapat tersalurkan lebih optimal.

“Presiden Prabowo telah memberikan sinyal kuat, tak membiarkan daerah sendirian menghadapi bencana. Indikatornya, langsung mengirimkan bantuan dengan empat pesawat itu plus dua unit helikopter,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa arahan Presiden menjadi dasar mobilisasi besar-besaran lintas kementerian, lembaga, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

“Perintah Bapak Presiden adalah seluruh kekuatan nasional dikerahkan untuk tahapan tanggap darurat sekarang ini untuk meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Pratikno juga memastikan bahwa kementerian dan lembaga telah berada di lokasi sejak hari pertama bencana, dengan fokus utama pada pembukaan akses darat, pemulihan listrik, serta distribusi logistik melalui udara dan laut. Pemerintah pun mulai menyiapkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.

Dengan koordinasi yang solid dan langkah cepat lintas sektor, pemerintah menunjukkan bahwa penanganan bencana bukan hanya soal tanggap darurat, tetapi juga tentang semangat gotong royong dan kekuatan bangsa menghadapi ujian bersama.

Presiden Prabowo Terjun Langsung ke Sumatera, Pastikan Pemulihan Pasca Bencana Berjalan Cepat

Oleh : Aditya Akbar )*

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada Senin (1/12) bukan hanya rangkaian agenda kepresidenan, tetapi penegasan bahwa negara hadir penuh ketika rakyat menghadapi situasi sulit. Di tengah bencana yang melanda sejumlah wilayah Sumatera, kehadiran langsung kepala negara menghadirkan optimisme baru bahwa penanganan berjalan cepat, terkoordinasi, dan menyentuh kebutuhan paling mendesak masyarakat.

Presiden Prabowo tiba di Tapanuli Tengah pada Senin pagi(1/12), setelah berangkat dari Jakarta dan mendarat di Bandara Raja Sisingamangaraja XI. Turun dari pesawat, Presiden Prabowo langsung menuju helikopter bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf untuk bergerak menuju wilayah terdampak. Perjalanan udara sekitar 40 menit membawa rombongan ke Tapanuli Tengah, di mana Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, dan Bupati Masinton Pasaribu telah menunggu.

Di lokasi bencana, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat, meski kondisi alam sangat menantang. Beliau menyampaikan apresiasi terhadap instansi yang telah bertindak tangkas sejak awal, meski banyak jalur darat masih terputus. Armada Hercules diterbangkan setiap hari untuk mengirim bantuan menuju titik-titik terisolasi, sementara kapal-kapal berhasil merapat di Sibolga guna memperlancar suplai BBM. Prabowo menekankan pentingnya kekompakan antarinstansi, terutama TNI, Polri, Kementerian PUPR, BNPB, dan pemerintah daerah, yang bersama-sama menjaga ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana. Pesannya jelas: bangsa ini kuat karena solidaritasnya, dan pemerintah berkomitmen penuh mengatasi seluruh hambatan di lapangan.

Penegasan itu sejalan dengan laporan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK)Pratikno. Menurutnya, arahan Presiden menjadi dasar mobilisasi besar-besaran lintas kementerian dan lembaga. Seluruh unsur negara diperintahkan memastikan bantuan tiba cepat dan tepat. Sejak hari pertama bencana, personel kementerian, TNI, Polri, dan pemda berada di lokasi untuk fokus pada pemulihan listrik, pembukaan akses darat, serta distribusi logistik melalui udara dan laut. Pratikno menyebut sinergi besar ini sebagai bukti bahwa negara bekerja maksimal, tidak menunggu perintah tambahan, dan bergerak secepat mungkin untuk meringankan beban masyarakat.

Setelah tahap tanggap darurat berjalan, pemerintah telah menyiapkan fase rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap. Langkah ini bertujuan memastikan warga dapat segera kembali beraktivitas dan memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap risiko bencana di masa depan. Pendekatan komprehensif seperti ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat, tetapi dirancang untuk memulihkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

Di Aceh, situasi darurat juga direspons cepat oleh pemerintah pusat dan daerah. Kerusakan infrastruktur membuat sejumlah wilayah sulit diakses, sehingga BNPB mengirim logistik melalui jalur laut dari Pelabuhan Ulee Lhueu. Bantuan seberat 27 tondiberangkatkan menggunakan kapal Express Bahari untuk menjangkau lima wilayah: Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang. Pengiriman ini berhenti di dua pelabuhan, yakni Krengkuku dan Kuala Langsa, untuk mempercepat distribusi menuju lokasi-lokasi yang masih terisolasi. Model pengiriman ini mencerminkan fleksibilitas negara dalam menggunakan moda transportasi apa pun demi memastikan bantuan tidak terhambat.

Selain jalur laut, pemerintah juga mengerahkan metode airdrop. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan banyak pengungsi kesulitan mendapatkan bantuan karena ruas jalan dan jembatan putus total. Melalui airdrop, bantuan dijatuhkan dari udara dan diterima langsung oleh prajurit untuk segera dibagikan kepada warga di titik-titik yang masih sulit dijangkau. Pendekatan ini bukan hanya mempercepat distribusi, tetapi menunjukkan adaptasi strategis pemerintah terhadap kondisi medan yang berubah-ubah.

Untuk memperkuat mobilitas logistik dan evakuasi, pemerintah pusat mengirim sebelas helikopter dari Jakarta. Pengiriman armada udara dalam jumlah besar ini menunjukkan betapa seriusnya upaya negara dalam merespons bencana yang simultan di sejumlah provinsi di Sumatera. Keputusan cepat ini memastikan bahwa proses distribusi, evakuasi, hingga penanganan kesehatan dapat berjalan lebih efektif.

Di sisi komunikasi publik, Polda Aceh juga mengambil langkah sigap dengan memasang perangkat Starlink untuk menyediakan akses internet gratis bagi warga yang sudah lima hari terisolasi tanpa jaringan telekomunikasi. Pemasangan dua perangkat di lokasi-lokasi terdampak membuat masyarakat kembali terhubung dengan keluarga mereka, sekaligus mempermudah koordinasi antarpetugas di lapangan. Kehadiran internet menjadi aspek penting dalam pemulihan, karena memudahkan proses pendataan, pelaporan kebutuhan, dan penyebaran informasi.

Rangkaian kunjungan Prabowo ke Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara memperlihatkan gaya kepemimpinan yang tidak hanya reaktif, tetapi langsung turun ke lapangan untuk memastikan setiap instruksi berjalan. Ini adalah pesan penting bahwa negara berdiri di depan rakyatnya, hadir untuk memastikan keselamatan, ketahanan, dan pemulihan berjalan sebaik mungkin. Di tengah tantangan besar akibat bencana, perjalanan Prabowo di tiga provinsi besar di Sumatera ini memberi harapan baru bahwa pemerintah bekerja cepat, solid, dan tidak meninggalkan satu pun wilayah.

Optimisme ini penting dipelihara. Dari helikopter yang mengangkut bantuan, kapal yang menembus ombak Aceh, hingga perangkat internet yang dinyalakan kembali untuk warga, semuanya menggambarkan satu hal: negara bergerak, dan rakyat tidak dibiarkan sendirian. Dengan kepemimpinan yang hadir langsung seperti ini, diharapkan pemulihan pasca bencana berjalan cepat dan lancar.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Kunjungan Presiden Prabowo di Sumatera Bukti Pemerintah Hadir untuk Pulihkan Infrastruktur dan Layanan Kesehatan

Oleh: Reza Mahendra Siregar

Presiden Prabowo Subianto mengawali pekan dengan langkah cepat menuju wilayah terdampak banjir di Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). Keputusan berangkat langsung ke lokasi bencana sejak pagi hari menegaskan komitmen bahwa pemerintah ingin memberikan respons terdepan, terutama dalam pemulihan infrastruktur dan layanan kesehatan yang terdampak parah akibat banjir besar di sejumlah provinsi di Sumatera. Dalam arahannya sebelum keberangkatan, Presiden menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang bergerak cepat menangani bencana ini, seraya menekankan bahwa pemerintah segera melakukan segala upaya untuk memperbaiki jaringan infrastruktur yang rusak dan memulihkan distribusi logistik penting seperti bahan bakar.

Prabowo terbang dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 06.00 WIB menuju Bandara Raja Sisingamangaraja XII di Tapanuli Utara. Agenda tersebut telah disiapkan sebagai kunjungan kerja darurat untuk memastikan bahwa langkah penanganan bencana yang dilakukan berbagai instansi sudah berjalan sesuai standar. Pemerintah memusatkan perhatian pada sejumlah infrastruktur dasar yang mengalami kerusakan signifikan, seperti akses jalan dan jembatan, jaringan energi, telekomunikasi, serta layanan kesehatan di daerah yang terisolasi. Dalam laporannya, Biro Pers Sekretariat Presiden menyebutkan bahwa Presiden ingin melihat langsung kondisi lapangan, terutama titik-titik yang hingga kini belum tersentuh bantuan maksimal akibat hambatan akses.

Setibanya di bandara sekitar pukul 08.00 WIB, Presiden yang terlihat mengenakan setelan safari berwarna krem langsung menuju helikopter yang telah disiapkan untuk membawanya ke GOR Pengungsian di Tapanuli Tengah. Kehadiran Presiden di titik-titik terdampak menjadi simbol kuat bahwa negara tidak hanya bekerja dari pusat komando di Jakarta, tetapi hadir secara fisik untuk memastikan setiap kebijakan penanganan bencana benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dua pejabat yang sejak awal turut memantau dinamika penanganan banjir besar di Pulau Sumatera.

Kunjungan tersebut dilakukan di tengah laporan BNPB yang mencatat tingginya jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Hingga Minggu (30/11/2025) malam, sebanyak 442 korban dinyatakan meninggal dunia, sementara ratusan warga lainnya masih hilang. Jumlah warga luka-luka juga mencapai ratusan orang. Angka ini memberi gambaran betapa besar skala bencana yang terjadi, sekaligus mempertegas perlunya penanganan cepat untuk menjangkau wilayah yang hingga kini masih terisolasi.

Untuk mendukung proses ini, pemerintah telah mengerahkan total 11 helikopter TNI dan Basarnas dari Jakarta. Informasi yang disampaikan Sekretaris Kabinet menyebutkan bahwa sembilan unit telah berada di lokasi sejak 26 November dan langsung digunakan untuk distribusi logistik, pengevakuasian warga, serta pemantauan udara terhadap kondisi kerusakan. Dua helikopter tambahan dikirim ke Aceh untuk memperkuat jangkauan bantuan. Prioritas setiap penerbangan, menurut laporan tersebut, selalu memperhatikan aspek keselamatan dan kondisi cuaca yang hingga kini masih berubah-ubah di sejumlah titik. Pemerintah menilai bahwa mobilisasi udara menjadi pilihan utama karena sebagian besar jalan dan jembatan terputus akibat longsor dan arus banjir.

Dalam peninjauannya, Presiden menekankan pentingnya pemulihan infrastruktur sebagai kunci dari seluruh proses penanganan bencana. Ia menilai bahwa pembukaan akses jalan dan jembatan tidak hanya bertujuan memudahkan mobilitas warga, tetapi juga memastikan bantuan medis, logistik, dan tenaga kesehatan dapat mencapai daerah-daerah terdalam. Pemerintah, melalui kementerian terkait, telah menyiapkan langkah-langkah teknis untuk melakukan pembenahan cepat, termasuk pembangunan jembatan darurat serta normalisasi jalur yang tertutup material longsor.

Sektor layanan kesehatan menjadi perhatian khusus lainnya. Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa banyak fasilitas kesehatan di wilayah terdampak mengalami gangguan layanan, baik karena kerusakan bangunan maupun keterbatasan tenaga kesehatan. Untuk itu, pemerintah menginstruksikan pembukaan pos kesehatan darurat di sejumlah titik pengungsian. Tim kesehatan TNI, Basarnas, Kementerian Kesehatan, dan berbagai relawan diterjunkan dengan membawa perlengkapan medis untuk menangani luka-luka, penyakit pascabanjir, serta kebutuhan kesehatan kelompok rentan. Pemerintah menilai bahwa menjaga ketersediaan layanan kesehatan merupakan langkah penting untuk mencegah krisis lanjutan pascabencana.

Sebelumnya, Presiden telah memerintahkan seluruh jajaran di tingkat pusat maupun daerah untuk bekerja cepat dalam menekan dampak bencana. Ia meminta agar setiap keputusan penanganan diambil dengan pertimbangan koordinasi lintas sektor yang kuat, sehingga tidak ada tumpang tindih maupun keterlambatan distribusi bantuan. Dalam arahannya, Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan kapal distribusi untuk memastikan BBM dapat segera dikirimkan ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Langkah ini diambil karena distribusi energi menjadi faktor penting bagi operasional layanan kesehatan, dapur umum, serta alat-alat berat yang digunakan dalam pembukaan akses.

Presiden juga mengajak seluruh masyarakat untuk menghadapi musibah ini dengan ketabahan dan solidaritas yang kuat. Menurutnya, kekuatan sosial masyarakat Indonesia selalu menjadi faktor penting di setiap penanganan bencana, dan semangat tersebut kembali dibutuhkan saat ini. Pemerintah yakin bahwa dengan kebersamaan seluruh pihak, Indonesia akan mampu melewati situasi ini.

Kehadiran Presiden Prabowo di tengah masyarakat yang sedang mengalami cobaan berat tidak hanya memiliki makna simbolis, tetapi juga mempertegas arah kebijakan pemerintah yang memprioritaskan penanganan langsung di lapangan. Peninjauan ini memastikan bahwa pemerintah hadir secara menyeluruh—mulai dari perbaikan infrastruktur, penguatan layanan kesehatan, hingga pemulihan kehidupan sosial masyarakat. Dengan koordinasi besar yang melibatkan berbagai instansi, pemerintah optimistis bahwa proses pemulihan akan berjalan cepat dan memungkinkan masyarakat segera bangkit dari dampak bencana.

Pengamat Kebijakan Sosial – Lembaga Sosial Madani Institute

Hilirisasi Kelapa Rampung 2025, Investasi Rp1,6 Triliun Dinilai Bisa Dongkrak Pertumbuhan Nasional

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menegaskan bahwa program hilirisasi kelapa ditargetkan rampung pada 2025 dan siap menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Hilirisasi ini diproyeksikan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja berskala besar. Pemerintah memperkirakan investasi yang mengalir ke industri pengolahan kelapa mencapai Rp1,65 triliun dan mampu menyerap sekitar 10 ribu tenaga kerja di berbagai daerah penghasil.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan industrialisasi kelapa dirancang untuk memberikan manfaat menyeluruh, baik bagi sektor industri maupun bagi petani. Menurutnya, fokus hilirisasi tidak hanya pada peningkatan produk turunan bernilai tinggi, tetapi juga pada perbaikan kesejahteraan petani.

“Hilirisasi kelapa diproyeksikan meningkatkan pendapatan petani. Alur logistik yang selama ini menyebabkan harga jual rendah dapat dipangkas,” ujar Rosan.

Ia menjelaskan bahwa keputusan investor menanamkan modal langsung di Indonesia terbukti memperkuat struktur industri dalam negeri sekaligus mendongkrak harga kelapa di tingkat petani karena biaya logistik ekspor bahan mentah tidak lagi membebani harga jual.

“Produsen kelapa dan produk turunannya terbesar di China, Zhejiang FreeNow Food, tercatat sebagai salah satu investor utama dengan nilai investasi sebesar 100 juta dollar AS,” tambahnya.

Ia menilai, meskipun nominalnya lebih kecil dibanding hilirisasi mineral yang dapat mencapai 1 hingga 3 miliar dollar AS, dampak hilirisasi non-mineral justru signifikan pada penyerapan tenaga kerja.

“Memang kalau dilihat angkanya mineral masih banyak. Tapi penyerapan kerjanya ini peningkatannya dari yang non-mineral, dari perkebunan, pertanian, dan kelautan itu yang lebih besar,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa harga kelapa bulat di sejumlah sentra telah meningkat drastis sejak program hilirisasi berjalan, dari sekitar Rp600 per butir menjadi Rp3.500 per butir.

“Pemerintah menargetkan harga dapat mencapai minimal Rp6.000 per butir guna memberikan insentif optimal bagi petani,” kata Amran.

Dijelaskannya, hilirisasi kelapa akan memperluas nilai ekonomi komoditas yang sebelumnya hanya sekitar Rp24 triliun. Dengan industrialisasi menyeluruh, nilai tambah komoditas tersebut diperkirakan dapat meningkat hingga puluhan kali lipat dan menciptakan jutaan lapangan kerja baru.

“Ke depan, pemerintah menargetkan hilirisasi komoditas strategis seperti kelapa dan gula menjadi motor transformasi sektor pertanian sekaligus pendorong pemerataan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya investasi dan penyerapan produksi lokal, ia meyakini hilirisasi kelapa akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi daerah sekaligus mendorong kontribusi yang lebih besar terhadap ekonomi nasional.

Hilirisasi Nikel Bukti Nyata Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Banten – Hilirisasi nikel terus menjadi bukti nyata bagaimana pengolahan sumber daya alam di dalam negeri dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. Komitmen ini kembali ditegaskan oleh pemerintah dan pelaku industri sepakat bahwa hilirisasi nikel kini menjadi pilar utama transformasi ekonomi, khususnya di wilayah-wilayah penghasil nikel.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa hilirisasi nikel telah memberikan kontribusi besar terhadap realisasi investasi nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.

“Hilirisasi memberikan kontribusi yang sangat besar dan positif terhadap perekonomian kita. Sekitar 30 persen realisasi investasi nasional berasal dari sektor hilirisasi, terutama nikel,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran industri pengolahan nikel di daerah telah menciptakan klaster ekonomi baru, mendorong penyerapan tenaga kerja, hingga meningkatkan daya beli masyarakat setempat.

Rosan menegaskan bahwa hilirisasi nikel tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi perkembangan ekonomi daerah. Ia menilai, kehadiran industri smelter membuka jalan bagi tumbuhnya berbagai sektor pendukung seperti logistik, perumahan, kuliner, hingga jasa transportasi.

“Dampaknya terasa langsung di daerah. Ketika industri nikel tumbuh, maka ekosistem ekonomi di sekitarnya ikut bergerak,” katanya.

Meski Danantara turut mengembangkan hilirisasi di sektor lain, Rosan menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi nikel menjadi contoh paling konkret bagaimana pengolahan sumber daya alam memberikan nilai tambah besar bagi masyarakat.

“Hilirisasi mineral, terutama nikel, menjadi sektor yang paling terlihat manfaatnya karena langsung mengubah struktur ekonomi daerah. Inilah model yang ingin terus kami kembangkan bersama pemerintah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa hilirisasi nikel sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Sebagai usaha bersama, Danantara ingin berkontribusi membangun Indonesia sesuai asas dan peraturan yang ada. Tidak mungkin mencapai pertumbuhan optimal jika kita berjalan sendiri,” tambah Rosan.

Dukungan pemerintah turut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang mengatakan bahwa hilirisasi nikel merupakan fondasi percepatan ekonomi nasional sekaligus pendorong utama pertumbuhan di daerah penghasil.

“Hilirisasi adalah kunci untuk membawa Indonesia naik kelas,” ujarnya.

Airlangga menyebut Indonesia kini berada dalam posisi strategis karena menjadi pusat riset dan investasi tiga pemain besar industri nikel global. Hilirisasi nikel tidak hanya memperkuat neraca perdagangan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas SDM lokal.

Ia menekankan perlunya sinergi kampus, industri, dan pemerintah agar talenta di daerah mampu beradaptasi dengan kebutuhan teknologi pengolahan nikel yang terus berkembang.

Dengan keberhasilan hilirisasi nikel yang kini dirasakan langsung oleh daerah, pemerintah optimistis agenda hilirisasi akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, membuka lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi global.