Setahun Pragib, Penciptaan Lapangan Kerja Tekan Angka Pengangguran

Jakarta – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Pragib) mencatat kemajuan signifikan dalam penciptaan lapangan kerja.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2025 turun menjadi 4,6 persen, dari 5,3 persen pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini menandai keberhasilan pemerintah dalam menekan angka pengangguran ke level terendah dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan laporan BPS, lebih dari 800 ribu orang kini terserap ke dunia kerja baru, terutama di sektor industri pengolahan, pertanian modern, dan ekonomi digital. Sejumlah program prioritas nasional yang diluncurkan selama tahun pertama pemerintahan Pragib menjadi pendorong utama penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah. Program seperti Gerakan Desa Produktif, Padat Karya Infrastruktur, serta Magang Berbayar Nasional menjadi motor utama penciptaan kerja.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja merupakan prioritas utama pemerintah untuk memastikan kesejahteraan rakyat. Dalam keterangannya di Istana Negara, Prabowo menekankan bahwa pembangunan ekonomi harus berpihak kepada rakyat pekerja.

“Pemerintah tidak hanya ingin menurunkan angka pengangguran, tetapi memastikan rakyat kita bekerja dengan martabat, dengan penghasilan yang layak, dan kesempatan untuk berkembang. Hilirisasi, pertanian mandiri, dan industri berbasis desa adalah masa depan ekonomi Indonesia,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat program pelatihan vokasi dan memastikan setiap investasi yang masuk memberi manfaat langsung bagi tenaga kerja lokal.

“Kami ingin setiap rupiah investasi membawa peluang kerja bagi anak bangsa sendiri,” tegasnya.

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, hingga triwulan III 2025, program padat karya dan pelatihan vokasi telah menjangkau lebih dari 2,1 juta peserta dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 78 persen. Sektor pertanian modern, industri makanan-minuman, logistik, dan usaha mikro digital menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Pemerintah juga memberikan insentif pajak bagi perusahaan yang membuka program magang bersertifikat bagi lulusan sekolah kejuruan.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menilai capaian tersebut merupakan langkah positif yang menunjukkan arah kebijakan ekonomi yang lebih fokus pada pemerataan. Ia menilai, keberhasilan program hilirisasi dan padat karya telah memberi dampak langsung pada masyarakat bawah.

“Program pemerintah berhasil menciptakan lapangan kerja baru, tapi yang lebih penting sekarang adalah menjaga keberlanjutan dan meningkatkan kualitas tenaga kerja,” kata Bhima.

Lebih lanjut Bhima menyampaikan “Pemerintah perlu memastikan pekerja bisa naik kelas ke pekerjaan yang lebih produktif, bukan hanya menambah jumlah tenaga kerja informal berupah rendah,” jelasnya.

Capaian tahun pertama pemerintahan Pragib menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional. Dengan komitmen keberlanjutan program, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta fokus pada pemerataan pembangunan, pemerintah optimistis target Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan melalui ekonomi yang inklusif dan berkeadilan sosial. ***

Setahun Pemerintahan Prabowo Gibran Dorong MBG Serap 1.5 juta Tenaga Kerja

Jakarta – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan capaian signifikan dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berpihak pada rakyat. Salah satu program unggulan yang menjadi motor penggerak ekonomi baru adalah Makan Bergizi Gratis (MBG).

Diluncurkan sebagai program strategis nasional, MBG kini telah menyerap 1,5 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia. Program ini bukan hanya menjamin akses gizi yang layak bagi anak-anak dan masyarakat, tetapi juga menciptakan efek domino ekonomi di berbagai sektor mulai dari hulu hingga hilir.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 8% bukanlah angan-angan, melainkan target yang bisa dicapai melalui intervensi program seperti MBG.

“Saya pikir pertumbuhan ekonomi 8% sangat bisa dicapai. Salah satu sumber pertumbuhan itu adalah MBG. Kita hitung, dari 30.000 dapur SPPG yang masing-masing melibatkan sekitar 50 tenaga kerja, itu berarti 1,5 juta lapangan kerja langsung,” ujar Prabowo.

Lebih jauh, Prabowo menyebut bahwa kontribusi MBG terhadap ekonomi nasional bukan hanya dalam penciptaan lapangan kerja, tetapi juga dalam peningkatan konsumsi rumah tangga. Dengan bertambahnya pendapatan masyarakat akibat keterlibatan dalam program ini, baik sebagai pekerja dapur maupun sebagai pemasok bahan baku, daya beli masyarakat juga meningkat signifikan.

“Kalau mereka punya penghasilan, tentu mereka akan belanja. Mereka beli sepatu, pakaian, bahkan memperbaiki rumah. Inilah efek berantai yang memperkuat ekonomi domestik kita,” lanjut Prabowo.

Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, menilai MBG sebagai instrumen ekonomi yang konkret. Dampak nyata MBG dari sisi ekonomi salah satunya terciptanya lapangan kerja baru di suatu daerah. Setidaknya ada 47 orang bisa terserap menjadi tenaga kerja di satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur.

“Untuk Bekasi saja dibutuhkan 200 unit SPPG, saat ini baru ada 100. Artinya potensi penyerapan tenaga kerja masih sangat besar. MBG bukan sekadar soal gizi, tapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Nuroji.

Dengan melihat angka tersebut, akan tercipta lapangan kerja baru yang berasal dari program MBG. Hal ini diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

Selain sebagai pekerja, masyarakat juga dapat menjadi mitra Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mendirikan dapur atau menjadi pemasok bahan pangan. Hal ini membuka peluang bagi pelaku UMKM dan petani lokal untuk terlibat langsung dalam rantai pasok MBG.

Anyelir Puspa Kemala, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi BGN, menyebut bahwa program ini merupakan investasi ganda di bidang gizi dan ekonomi.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa MBG bukan hanya soal makanan gratis, tapi tentang membuka pintu rezeki dan menggerakkan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Keberhasilan program MBG menjadi bukti nyata bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran serius membangun ekonomi dari bawah. Dengan mendorong pertumbuhan berbasis permintaan domestik, MBG kini menjadi salah satu pilar penting menuju Indonesia yang sejahtera, tangguh, dan berdaulat.

(*/rls)

Pemerintah Tegas Berantas Judi Daring, Ribuan Rekening dan Konten Diblokir Sepanjang Setahun Pemerintahan

Jakarta — Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik judi daring yang meresahkan masyarakat dan merugikan perekonomian nasional. Selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berhasil memblokir 23.929 rekening dan 2,1 juta konten yang terindikasi terkait aktivitas judi daring.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat telah memblokir 23.929 rekening yang digunakan untuk transaksi judi daring. Menteri Komdigi Meutya Hafid menegaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional.

“Kami ingin memastikan aliran dana dari aktivitas ilegal seperti judi online ini benar-benar terputus,” kata Meutya.

Ia menjelaskan, pemblokiran ribuan rekening tersebut merupakan hasil dari patroli siber, kolaborasi antarinstansi, serta laporan masyarakat melalui kanal pengaduan resmi pemerintah. Menurut Meutya, kerja sama antara Komdigi dan OJK adalah bentuk nyata pemutusan rantai transaksi antara masyarakat dan pengelola situs judi daring.

Meutya juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberantasan judi daring dengan melaporkan situs, akun, maupun rekening yang mencurigakan.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi melaporkan situs, akun, atau aktivitas yang mencurigakan,” ujarnya.
Komdigi menyediakan kanal digital seperti aduankonten.id untuk pelaporan konten dan cekrekening.id untuk melaporkan rekening yang digunakan dalam transaksi judi daring.

Selama satu tahun terakhir, Komdigi juga berhasil menurunkan 2,8 juta konten negatif, di mana 2,1 juta di antaranya merupakan konten perjudian.

“Sejak 20 Oktober tahun lalu hingga 16 September kemarin, ada lebih dari 2,8 juta konten negatif telah kita proses take down dari ruang digital Indonesia, dengan 2,1 juta di antaranya adalah konten perjudian,” jelas Alexander Sabar, Dirjen Pengawasan Digital Komdigi.

Alexander menegaskan, judi daring masih menjadi ancaman serius terhadap ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, Komdigi akan terus memperkuat pengawasan serta menindak tegas pelaku maupun penyedia layanan ilegal.

Di sisi lain, Kementerian Sosial juga mengambil langkah serupa. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan hasil kerja sama dengan PPATK yang menemukan lebih dari 600 ribu penerima bansos terindikasi bermain judi daring.

“Yang sudah terbukti terlibat judi online tidak bisa menerima bansos. Bansos hanya untuk mereka yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Langkah lintas kementerian ini mempertegas keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat dan menjaga ruang digital dari ancaman praktik judi daring. ***

[ed]

1 Tahun Prabowo Subianto Jadi Presiden, Diplomasi Luar Negeri Indonesia Jadi Perhatian Dunia

Bukti 1 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo dibidang Diplomasi mendapat apresiasi dari Guru Besar UKI sekaligus Pakar Hubungan Internasional, Prof. Angel Damayanti., Ph.D.

Dirinya menilai, Salah satu bentuk diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo adalah diplomasi ekonomi. Kunjungan ke sejumlah negara di awal-awal beliau menjabat ternyata menghasilkan dampak positif buat Indonesia, karena kita bisa mendapatkan kurang lebih 380 Triliun investasi dari negara-negara yang memang berjanji akan memberikan kepada pemerintah Indonesia.

“Kedua, diplomasi perdamaian. Dan ini bentuk komitmen Indonsia yang benar-benar dinyatakan sejak lama sebenarnya, tapi kemudian ditekankan kembali oleh Presiden Prabowo terutama kemarin di Sidang Mejalis Umum PBB, dan beberapa hari lalu di KTT Perdamaian di Gaza. Itu bukti bahwa kita memang tidak pernah mundur, dari dukungan kita terhadap perdamaian di Israel dan Palestina, dan komitmen untuk terus menjaga perdamaian internasional,” jelas Prof. Angel Damayanti saat diwawancarai di Jakarta, Jumat (17/10).

Yang dilihat adalah peran strategis Indonesia sebagai sebuah negara besar, sebagai sebuah negara dengan mayoritas penduduk Muslim moderat terbesar di dunia, kita dilihat bahwa memang Indonesia punya prinsip dalam pembukaan UUD 1945 yang mau terlibat aktif dalam perdamaian internasional, itu kita diperhitungkan.

“Ketika Presiden Prabowo pidato kurang lebih 20 menit di Sidang Majelis Umum PBB tanpa teks, dengan semangat yang menyala-nyala itu membangun optimisme yang luar biasa, komentar masyarakat banyak memuji, bahkan presiden luar negeri ikut memuji,” tutupnya.

Bukti Kinerja Baik 1 Tahun Prabowo Subianto Sangat Dirasakan Oleh Rakyat

Genap 1 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo
Subianto mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Guru Besar Universitas Yarsi Prof. Dr. Perdana Wahyu mengatakan, bahwa setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto Ada pertumbuhan ekonomi yang di luar dugaan, mencapai 5,12%.

“Angka kemiskinan juga turun hingga 8,47% per Maret 2025. Jadi ini diklaim sebagai angka pengangguran terendah sejak krisis 1998. Jadi pertarungan Indonesia melawan kemiskinan ini mencapai puncaknya,” jelas Prof Dr. Perdana Wahyu ketika diwawancarai stasiun Tv, Jumat (17/10).

Sementara, Ekonom Senior, Drajad Wibowo menilai Program Makan Bergizi Gratis terbukti mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor pangan dan UMKM.

“Ekonomi kerakyatan terus tumbuh seiring pelaksanaan program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, program magang nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih,” jelas Drajad Wibowo.

“Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi sambil terus menggerakkan ekonomi rakyat melalui sinergi program swasembada pangan, MBG, dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penghidupan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Setahun Pemerintahan Pragib, Bangun Optimisme Menuju Visi Besar Indonesia Emas 2045

Jakarta – Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Pragib) genap satu tahun. Pada periode awal kepemimpinan ini, pemerintah menegaskan fokus mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan merata menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu mengatakan dari sisi neraca perdagangan, dalam setahun ini hingga September mampu tumbuh cukup luar biasa, yaitu sekitar 45,8% dari Januari-September 2025.

“Yang luar biasa, penurunan angka pengangguran hingga 4,76% per Februari 2025, mungkin sekarang akan turun lagi, karena di sini MBG sudah berjalan, lalu Program Magang juga sudah dilaksanakan,” katanya saat menjadi narasumber di salah satu stasiun TV swasta, di Jakarta, Jumat (17/10) malam.

Menurutnya langkah yang paling signifikan dari Presiden Prabowo adalah mengganti menteri keuangan. Karena di situ muncul berbagai macam optimisme baru, dari mulai masalah perpajakan, bea cukai, likuiditas yang baru saja dilaksanakan, dan kebijakan-kebijakan lainnya.

“Inilah yang sesuai sekali dengan topik kita malam ini, Optimisme. Purbaya inilah yang membawa optimisme dalam perekonomian.Ini yang saya lihat, secara nyata optimisme sudah terbangun,” jelasnya.

Sementara dalam hal hubungan luar negeri, Guru Besar UKI sekaligus Pakar Hubungan Internasional, Prof. Angel Damayanti., Ph.D mengungkapkan bahwa salah satu bentuk diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo adalah diplomasi ekonomi.

“Kunjungan ke sejumlah negara di awal beliau menjabat ternyata menghasilkan dampak positif buat Indonesia, karena kita bisa mendapatkan kurang lebih 380 Triliun investasi dari negara-negara yang memang berjanji akan memberikan kepada pemerintah Indonesia,” ujar Angel.

Angel menilai bahwa ini bentuk komitmen Indonesia yang benar-benar dinyatakan sejak lama sebenarnya, tapi kemudian ditekankan kembali oleh Presiden Prabowo di Sidang Mejalis Umum PBB, dan beberapa hari lalu di KTT Perdamaian di Gaza.

“Ini jadi bukti bahwa kita memang tidak pernah mundur, dari dukungan kita terhadap perdamaian di Israel dan Palestina, dan komitmen untuk terus menjaga perdamaian internasional,” tuturnya.

Yang perlu dicatat adalah ketika Presiden Prabowo pidato kurang lebih 20 menit di Sidang Majelis Umum PBB tanpa teks, dengan semangat yang menyala-nyala itu membangun optimisme yang luar biasa.

“Komentar masyarakat banyak memuji, bahkan presiden luar negeri ikut memuji Presiden Prabowo,” ucapnya.

Narasumber lain adalah Ekonom Senior, Drajad Wibowo yang menyampaikan bahwa Program swasembada pangan di era Presiden Prabowo mempermudah akses petani terhadap pupuk bersubsidi setelah aturan-aturan yang berbelit disederhanakan agar penyalurannya lebih cepat dan tepat sasaran.

“Langkah deregulasi inilah yang membuat petani lebih mudah memperoleh pupuk bersubsidi untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah telah memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan, dengan 15 juta nasabah perempuan mendapatkan akses pembiayaan untuk membuka dan mengembangkan usaha.

“Kebijakan ini juga mendorong tumbuhnya wirausaha perempuan di berbagai daerah dan memperkuat struktur ekonomi keluarga di tingkat akar rumput,” tutur Drajad.

Sementara pada Program Makan Bergizi Gratis terbukti mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor pangan dan UMKM. Permintaan bahan pangan seperti telur meningkat pesat, dan pemerintah merespons dengan membentuk kelompok usaha desa yang beternak ayam petelur.

“Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi sambil terus menggerakkan ekonomi rakyat melalui sinergi program swasembada pangan, MBG, dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penghidupan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. [*]

Indonesia Melaju Penuh Optimisme di Bawah Satu Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

Jakarta,- Memasuki satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, optimisme terhadap masa depan Indonesia kian menguat. Berbagai capaian ekonomi, sosial, dan diplomasi menegaskan bahwa fondasi pembangunan yang diletakkan pemerintahan saat ini berhasil memperkuat daya tahan nasional sekaligus memperluas pengaruh Indonesia di kancah global. Para pengamat menilai, kerja nyata pemerintah selama setahun terakhir telah menghadirkan perubahan signifikan yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, menilai kinerja ekonomi Indonesia selama setahun terakhir menunjukkan capaian yang luar biasa. Menurutnya, turunnya angka kemiskinan hingga 8,47 persen per Maret 2025 menjadi bukti konkret bahwa arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan di jalur yang benar. Ia menyebut angka tersebut merupakan capaian terendah sejak krisis moneter 1998. “Pertarungan Indonesia melawan kemiskinan ini mencapai puncaknya. Ini bukti bahwa kebijakan fiskal dan sosial pemerintah berjalan efektif,” ujarnya.

Perdana juga menyoroti pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,12 persen, melampaui ekspektasi banyak kalangan. Ia menyebut capaian ini sempat menimbulkan perdebatan di kalangan ekonom, namun hasilnya menunjukkan bahwa program pemerintah berhasil mendorong konsumsi domestik, investasi, dan produktivitas nasional. “Pertumbuhan ini tergolong sangat luar biasa,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menilai kebijakan stimulus fiskal yang baru-baru ini diluncurkan pemerintah, seperti tambahan likuiditas Rp200 triliun dan alokasi Rp30 triliun untuk bantuan langsung tunai (BLT) serta program magang nasional, akan berdampak positif terhadap perekonomian dalam waktu dekat. Berdasarkan simulasi Great Institute, kebijakan ini diprediksi mampu menambah pertumbuhan ekonomi sebesar 0,4 hingga 0,58 persen dalam enam bulan ke depan.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Kristen Indonesia (UKI) sekaligus pakar hubungan internasional, Prof. Angel Damayanti, Ph.D., menilai arah kebijakan luar negeri Presiden Prabowo juga memperkuat posisi Indonesia di mata dunia. Ia menyebut, diplomasi ekonomi menjadi langkah strategis yang telah membuahkan hasil konkret. “Kunjungan Presiden Prabowo ke sejumlah negara di awal masa pemerintahannya menghasilkan potensi investasi sekitar Rp380 triliun. Ini menunjukkan diplomasi ekonomi Indonesia semakin efektif dan produktif,” jelas Angel.

Selain diplomasi ekonomi, Angel juga menyoroti kiprah Indonesia dalam diplomasi perdamaian global. Ia menyebutkan bahwa komitmen Presiden Prabowo dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian dunia semakin diakui. “Di Sidang Majelis Umum PBB dan KTT Perdamaian Gaza, Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendukung perdamaian di Palestina dan menjaga stabilitas global. Ini menunjukkan Indonesia tidak pernah mundur dari amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia,” tuturnya.

Ekonom senior Drajad Wibowo turut menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan menjadi motor utama kebangkitan nasional dalam setahun terakhir. Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), magang nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih dinilainya telah memberi dampak langsung bagi masyarakat bawah. “Program Makan Bergizi Gratis mendorong peningkatan aktivitas ekonomi rakyat, terutama di sektor pangan dan UMKM,” ungkap Drajad.

Menurutnya, keberhasilan pemerintahan Prabowo-Gibran menjaga stabilitas makroekonomi di tengah dinamika global sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat merupakan pencapaian besar. Sinergi antara program swasembada pangan, MBG, dan Koperasi Desa Merah Putih kini menjadi fondasi kokoh bagi pertumbuhan ekonomi inklusif. “Pemerintah tidak hanya menjaga angka, tapi benar-benar memastikan rakyat merasakan hasil pembangunan,” ujarnya.

Satu tahun perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan bahwa kerja nyata, keberanian, dan visi besar mampu membangun optimisme baru. Indonesia kini melangkah dengan lebih percaya diri menuju masa depan yang makmur, berdaulat, dan berkeadilan.

Akademisi Menilai Prabowo-Gibran Tunjukkan Hasil Konkret dalam Satu Tahun Kepemimpinan

Jakarta – Setahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum penting menuju Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera sekaligus menunjukkan arah baru diplomasi Indonesia yang semakin aktif dan berpengaruh di tingkat global.

Diplomasi ekonomi yang dilakukan Presiden Prabowo telah memberikan hasil konkret berupa komitmen investasi asing senilai sekitar Rp380 triliun dari sejumlah negara mitra strategis.

Hal tersebut dikatakan Pakar Hubungan Internasional sekaligus Guru Besar Universitas Kristen Indonesia (UKI), Prof. Angel Damayanti, Ph.D., dalam acara dialog di salah satu stasiun TV di Jakarta, Jumat (17/10)

“Kunjungan ke sejumlah negara di awal-awal beliau menjabat ternyata menghasilkan dampak positif buat Indonesia, karena kita bisa mendapatkan kurang lebih 380 Triliun investasi,” kata Prof. Angel.

Menurutnya, sejak awal masa jabatannya, Presiden Prabowo berhasil memadukan diplomasi ekonomi dan diplomasi perdamaian secara seimbang.

“Ini bentuk komitmen Indonsia yang benar-benar dinyatakan sejak lama sebenarnya, tapi kemudian ditekankan kembali oleh Presiden Prabowo terutama kemarin di Sidang Mejalis Umum PBB, dan beberapa hari lalu di KTT Perdamaian di Gaza,” tuturnya.

Solusi dua negara atau Two State Solution yang digagas Prabowo ,menunjukkan bahwa Indonesia adil dalam mendukung Palestina.

“Fair, dalam arti, kita dukung kemerdekaan Palestina di satu sisi, tapi di sisi lain juga kita terbuka untuk arah pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel,” ungkap Prof. Angel.

Prof. Angel menilai undangan khusus bagi Presiden Prabowo untuk hadir dan berbicara dalam forum internasional tersebut merupakan bukti bahwa Indonesia kini diakui sebagai kekuatan diplomasi yang penting dan berpengaruh di tingkat global.

Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, menilai bahwa capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,12 persen dan penurunan angka kemiskinan merupakan prestasi yang sangat luar biasa di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Angka kemiskinan juga turun hingga 8,47% per Maret 2025. Jadi ini diklaim sebagai angka pengangguran terendah sejak krisis 1998, pertarungan Indonesia melawan kemiskinan ini mencapai puncaknya,” ungkap Prof. Perdana.

“Pertumbuhan ekonomi 5.12 persen tergolong sangat luar biasa,” ungkapnya.

Menurutnya, capaian ini, termasuk kestabilan APBN, menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan memperkuat fondasi fiskal nasional.

Disisi lain, Drajad Wibowo, Ekonom Senior, menyebukan bahwa program swasembada pangan di era Presiden Prabowo menjadi langkah nyata memperkuat sektor pertanian.

“Program swasembada pangan di era Presiden Prabowo mempermudah akses petani terhadap pupuk bersubsidi setelah aturan-aturan yang berbelit disederhanakan agar penyalurannya lebih cepat dan tepat sasaran,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, pemerintah memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan, dengan 15 juta nasabah perempuan mendapatkan akses pembiayaan untuk membuka dan mengembangkan usaha.

“Kebijakan ini mendorong tumbuhnya wirausaha perempuan di berbagai daerah dan memperkuat struktur ekonomi keluarga di tingkat akar rumput,” ungkap Drajad.

Ekonomi kerakyatan, lanjutnya, terus tumbuh seiring pelaksanaan program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, program magang nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih. [-RWA]

Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Diplomasi Kuat, Ekonomi Meningkat

Jakarta — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap memasuki satu tahun masa kepemimpinannya.

Dalam kurun waktu yang relatif singkat, berbagai capaian signifikan telah berhasil diraih, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun hubungan internasional.

Guru Besar Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, menilai satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berhasil menciptakan pondasi ekonomi yang kuat. Data pemerintah menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,12%, sementara inflasi berhasil ditekan di angka 2,65%. Capaian ini disebut luar biasa di tengah ketidakpastian global.

“Neraca perdagangan Indonesia tumbuh hingga 45,8%, mencerminkan peningkatan daya saing industri nasional. Ini menjadi bukti bahwa kebijakan ekonomi pemerintah efektif mendorong pertumbuhan,” ujar Prof. Dr. Perdana Wahyu dalam diskusi di salah satu stasiun TV nasional, Jumat (17/10/2025).

Lebih lanjut, Prof. Perdana menyebut angka pengangguran turun ke 4,76%, seiring keberhasilan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), program magang nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih. Tingkat kemiskinan juga tercatat menurun hingga menyentuh angka terendah sejak krisis 1998, yaitu 4,76%.

“Defisit APBN tetap terjaga, dan optimisme pemerintah untuk menembus pertumbuhan ekonomi sebesar 8% mencerminkan soliditas fiskal yang patut diapresiasi,” tambahnya.

Sektor konsumsi juga menunjukkan geliat positif. Pusat perbelanjaan kembali ramai, sektor pariwisata tumbuh pesat, dan pasar modal mencatat rekor All Time High, yang mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap arah ekonomi Indonesia di bawah Prabowo-Gibran.

Sementara itu, di bidang hubungan internasional, Guru Besar UKI sekaligus Pakar Hubungan Internasional, Prof. Angel Damayanti, Ph.D., menilai pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan performa diplomasi yang sangat menonjol.

“Diplomasi ekonomi Presiden Prabowo membuahkan investasi senilai Rp 380 triliun dalam tahun pertamanya,” ungkap Prof. Angel.

Tak hanya ekonomi, peran aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian, terutama dalam isu Palestina dan konflik Timur Tengah, memperkuat posisi Indonesia sebagai negara muslim besar yang moderat dan damai.

Prof. Angel menuturkan, pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB bahkan dinilai membawa optimisme baru bagi bangsa Indonesia.

“Kehadiran Presiden Prabowo di forum-forum seperti KTT FAZA dan Sidang PBB menunjukkan bahwa Indonesia kini semakin disegani dan diperhitungkan dalam percaturan global,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ekonom Senior Drajad Wibowo menyoroti keberhasilan program swasembada pangan yang mempermudah akses petani terhadap pupuk bersubsidi. Deregulasi yang dilakukan pemerintah terbukti mempercepat distribusi pupuk dan meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

“Pemerintah juga menunjukkan komitmen besar terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan, dengan 15 juta nasabah perempuan kini memiliki akses pembiayaan untuk usaha kecil dan mikro,” jelas Drajad.

Program MBG disebut sebagai penggerak ekonomi rakyat karena menciptakan permintaan tinggi terhadap bahan pangan, seperti telur dan daging ayam.

Menurutnya, Pemerintah pun merespons dengan membentuk kelompok usaha desa, seperti peternak ayam petelur, untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menggerakkan ekonomi desa.

“Sinergi antara swasembada pangan, MBG, dan Koperasi Desa Merah Putih menjadi motor penghidupan ekonomi masyarakat. Ini yang membedakan pemerintahan Prabowo-Gibran—memastikan stabilitas makro sekaligus menyentuh akar rumput,” imbuhnya.

Dengan capaian di berbagai sektor—mulai dari ekonomi makro, pengentasan kemiskinan, hingga diplomasi internasional, pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan performa awal yang menjanjikan. Kebijakan-kebijakan yang dijalankan tidak hanya bersifat populis, tetapi juga berdampak nyata di lapangan. (*)

Setahun Prabowo-Gibran Mampu Menjaga Stabilitas Ekonomi, Pangan dan Angka Pengangguran Turun

Jakarta – Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran sudah banyak program yang dikerjakan, pemerintah berhasil menciptakan swasembada pangan, menurunkan angka pengangguran, peningkatan perdagangan.
Sedangkan di kancah internasional Presiden Prabowo berhasil dalam diplomasi untuk menyudahi perang Gaza. Hal ini terungkap dalam diskusi yang diselenggarakan oleh stasiun TV Swasta Nasional dengan tema Setahun Pemerintah Prabowo Gibran Bangun Optimisme Indonesia di Jakarta (17/10/25).

Salah satu narasumber Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu menyampaikan neraca perdagangan Indonesia dalam setahun ini hingga September mampu tumbuh cukup luar biasa, yaitu sekitar 45,8% dari Januari-September 2025. Pemerintah juga mampu menurunkan pengangguran.

“Yang luar biasa juga, penurunan angka pengangguran hingga 4,76% per Februari 2025, mungkin sekarang akan turun lagi” katanya.

Banyak program yang akan membantu menurunkan tingkat pengangguran, di sini MBG sudah berjalan, lalu Program Magang juga sudah dilaksanakan, lalu Koperasi Desa.

Lebih lanjut Perdana menyampaikan angka kemiskinan juga turun hingga 8,47% per Maret 2025. “Jadi ini diklaim sebagai angka pengangguran terendah sejak krisis 1998” ujarnya. Jadi pertarungan Indonesia melawan kemiskinan ini mencapai puncaknya.

“pertumbuhan ekonomi mencapai 5,12% Itu sebetulnya sangat di luar dugaan, sempat membuat polemik, tapi itu sebetulnya masalah metode saja yang digunakan BPS ke wilayah akademik” katanya.

Likuiditas 200 Triliun, yang kemarin, ditambah lagi sekarang sekitar 30 Triliun untuk BLT dan sebagainya, dan magang tadi, menurut analisis model kami di Great Institute yang kemarin kita coba simulasikan, akan bisa menambah 0,4%-0,58% pertumbuhan ekonomi dalam 6 bulan ke depan.

Sedangkan Ekonom Senior, Drajad Wibowo mengatakan Program swasembada pangan di era Presiden Prabowo mempermudah akses petani terhadap pupuk bersubsidi setelah aturan-aturan yang berbelit disederhanakan agar penyalurannya lebih cepat dan tepat sasaran.

“Banyak regulasi yang telah dihapus untuk mempermudah petani mendapatkan pupuk, mudah penyaluran dan tepat sasaran” katanya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa langkah deregulasi tersebut membuat petani kini lebih mudah memperoleh pupuk bersubsidi untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Selain itu Pemerintah memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan, dengan 15 juta nasabah perempuan mendapatkan akses pembiayaan untuk membuka dan mengembangkan usaha.
“Pemerintah terus membangun ekonomi kerakyatan terus tumbuh seiring pelaksanaan program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, program magang nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih” katanya.

Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi sambil terus menggerakkan ekonomi rakyat melalui sinergi program swasembada pangan, MBG, dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penghidupan ekonomi masyarakat.

Pakar Hubungan Internasional, Prof. Angel Damayanti., Ph.D mengatakan yang dilakukan Presiden Prabowo berkun kunjung ke sejumlah negara melakukan diplomasi ekonomi.
“Salah satu bentuk diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo adalah diplomasi ekonomi” katanya.

Angel menyampaikan kunjungan ke sejumlah negara di awal-awal beliau menjabat ternyata menghasilkan dampak positif buat Indonesia.

“kita bisa mendapatkan kurang lebih 380 Triliun investasi dari negara-negara yang memang berjanji akan memberikan kepada pemerintah Indonesia” ujarnya.

Kedua, diplomasi perdamaian sebagai bentuk komitmen Indonesia. Presiden Prabowo menekankan komitmennya terutama kemarin di Sidang Majelis Umum PBB, dan beberapa hari lalu di KTT Perdamaian di Gaza.
“Itu bukti bahwa kita memang tidak pernah mundur, dari dukungan kita terhadap perdamaian di Israel dan Palestina, dan komitmen untuk terus menjaga perdamaian internasional” ujarnya.

Presiden Indonesia diundang dari sekian negara, hanya 30 negara hal ini menunjukkan bahwa Indonesia, negara yang diperhitungkan sekali dan memiliki peran yang sangat strategis.