Pakar Nilai Tahun Pertama Prabowo–Gibran Jadi Titik Balik Kebangkitan Nasional

JAKARTA – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, geliat optimisme menyelimuti seluruh penjuru negeri. Berbagai kebijakan strategis yang dijalankan pemerintah berhasil memperkuat fondasi ekonomi nasional, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mengangkat posisi Indonesia di panggung dunia.

Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, menilai capaian pemerintahan dalam satu tahun terakhir tergolong luar biasa. “Dari sisi neraca perdagangan, sepanjang Januari–September 2025 terjadi lonjakan hingga 45,8%, sementara tingkat pengangguran menurun menjadi 4,76% terendah sejak krisis 1998. Ini bukti nyata bahwa kebijakan ekonomi Presiden Prabowo efektif menumbuhkan lapangan kerja dan memperkuat daya beli rakyat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12% dan penurunan angka kemiskinan hingga 8,47% menunjukkan arah kebijakan yang semakin terarah. “Keputusan Presiden Prabowo mengganti Menteri Keuangan menjadi langkah berani yang memunculkan optimisme baru dalam kebijakan fiskal dan likuiditas nasional. Likuiditas sebesar Rp230 triliun yang digelontorkan ke masyarakat mendorong geliat ekonomi di berbagai sektor,” tegas Prof. Perdana.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Kristen Indonesia dan pakar hubungan internasional, Prof. Angel Damayanti, Ph.D., menilai langkah diplomasi Presiden Prabowo telah membawa nama Indonesia semakin diperhitungkan dunia. “Kunjungan kenegaraan yang menghasilkan potensi investasi Rp380 triliun adalah bukti nyata keberhasilan diplomasi ekonomi Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti diplomasi perdamaian yang diperjuangkan Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB dan KTT Perdamaian Gaza. “Pidato Presiden Prabowo yang penuh semangat tanpa teks membangkitkan rasa bangga nasional dan diapresiasi oleh pemimpin dunia. Itu simbol kepemimpinan yang berwibawa dan berprinsip,” tuturnya.

Di sektor ekonomi rakyat, ekonom senior Drajad Wibowo menilai program swasembada pangan dan deregulasi pupuk bersubsidi mempercepat peningkatan produktivitas pertanian nasional. “Pemerintah juga memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan perempuan, dengan 15 juta nasabah perempuan mendapat akses pembiayaan untuk membuka usaha. Ini langkah konkret membangun ekonomi keluarga dari akar rumput,” jelasnya.

Program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Magang Nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. “MBG tidak hanya menyehatkan generasi muda, tapi juga menggairahkan sektor pangan dan UMKM,” tambah Drajad.

Satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran telah menunjukkan arah yang jelas menuju Indonesia Emas 2045. Dengan fondasi ekonomi yang kokoh, diplomasi yang berpengaruh, dan program kerakyatan yang berpihak pada rakyat, semangat optimisme kini tumbuh di setiap lapisan masyarakat menandai lahirnya era baru kebangkitan nasional yang penuh harapan.

Ekonomi Tumbuh, Diplomasi Menguat, Publik Apresiasi Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Jakarta — Setahun sudah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan. Dalam waktu singkat, berbagai kebijakan strategis mereka mulai menunjukkan hasil nyata. Dari membaiknya perekonomian nasional, hingga meningkatnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia—semua menandai bangkitnya optimisme baru di tanah air.

Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, menyebut kinerja ekonomi Indonesia selama setahun terakhir luar biasa. “Dari sisi neraca perdagangan, pertumbuhannya mencapai 45,8% hingga September 2025. Sementara angka pengangguran turun ke 4,76% dan kemiskinan menurun menjadi 8,47%—terendah sejak krisis 1998,” jelasnya.

Menurutnya, penurunan angka pengangguran tidak terlepas dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Magang Nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang membuka lapangan kerja baru. “Kita lihat optimisme tumbuh di masyarakat. Pasar modal pun mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.250, bukti kepercayaan terhadap ekonomi kita semakin kuat,” tambahnya.

Perdana juga menilai kebijakan penambahan likuiditas Rp30 triliun untuk bantuan sosial dan magang berpotensi menambah pertumbuhan ekonomi hingga 0,58% dalam enam bulan ke depan. “Ini bukti ekonomi Indonesia sedang menuju arah yang sangat positif,” tegasnya.

Tidak hanya ekonomi, kebijakan luar negeri juga mencuri perhatian dunia. Guru Besar UKI dan pakar hubungan internasional, Prof. Angel Damayanti, Ph.D., menilai kepemimpinan Presiden Prabowo membawa angin segar dalam diplomasi global.

“Salah satu keberhasilan awal adalah diplomasi ekonomi, yang menghasilkan komitmen investasi sekitar Rp380 triliun dari berbagai negara,” ujarnya. Namun bukan hanya itu, peran Indonesia dalam diplomasi perdamaian juga kian menonjol.

Angel menyoroti momen ketika Presiden Prabowo berpidato tanpa teks selama 20 menit di Sidang Majelis Umum PBB, serta kehadirannya dalam KTT Perdamaian Gaza. “Pidatonya yang berapi-api menunjukkan karakter pemimpin yang berani dan berprinsip. Dunia menaruh hormat pada Indonesia. Ini menumbuhkan kebanggaan dan optimisme di dalam negeri,” katanya.

Sementara itu, Ekonom Senior Drajad Wibowo menilai kebijakan ekonomi kerakyatan menjadi fondasi penting di tahun pertama pemerintahan ini. Ia mencontohkan program swasembada pangan yang kini memudahkan petani memperoleh pupuk bersubsidi berkat deregulasi besar-besaran. “Petani tidak lagi menunggu lama. Produksi meningkat, dan desa kembali hidup,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga memberi ruang luas bagi pemberdayaan perempuan. “Sebanyak 15 juta perempuan sudah mendapat akses pembiayaan usaha, dan ini memperkuat struktur ekonomi keluarga,” jelas Drajad.

Menurutnya, program MBG, magang nasional, dan Kopdes Merah Putih menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di berbagai daerah. “Pemerintah berhasil menjaga stabilitas makro sambil tetap menggerakkan ekonomi akar rumput. Inilah wajah pembangunan yang berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Capaian satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran layak diapresiasi karena berhasil membangun fondasi kuat bagi kemajuan bangsa. Berbagai indikator ekonomi yang membaik, diplomasi yang diperhitungkan dunia, serta program-program kerakyatan yang langsung dirasakan masyarakat menunjukkan arah kepemimpinan yang visioner dan berpihak pada rakyat. Optimisme publik pun tumbuh, menandai awal baru bagi Indonesia untuk melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berdaulat. (*)

Prabowo–Gibran Dinilai Berhasil Bangun Fondasi Kuat Ekonomi dan Kepercayaan Publik di Tahun Pertama Pemerintahan

Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai berhasil membangun optimisme nasional melalui capaian konkret di bidang ekonomi, diplomasi, dan pemberdayaan rakyat selama satu tahun pertama masa kepemimpinan.

Hal tersebut mengemuka dalam dialog Sapa Indonesia Malam Kompas TV bertema “Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Bangun Optimisme Masa Depan”, yang menghadirkan tiga narasumber lintas bidang: Prof. Dr. Perdana Wahyu (Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI), Prof. Angel Damayanti, Ph.D (Guru Besar UKI dan Pakar Hubungan Internasional), serta Drajad Wibowo (Ekonom Senior).

Prof. Dr. Perdana Wahyu menilai kinerja ekonomi nasional selama satu tahun terakhir menunjukkan lonjakan signifikan. Ia mengungkapkan bahwa neraca perdagangan Indonesia hingga September 2025 tumbuh 45,8 persen, angka pengangguran menurun hingga 4,76 persen, dan tingkat kemiskinan turun ke 8,47 persen — yang merupakan rekor terendah sejak krisis 1998.

“Pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5,12 persen, di luar dugaan banyak pihak. Ini menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah berjalan efektif dan mampu menumbuhkan kepercayaan pasar,” ujarnya.

Menurutnya, tanda-tanda optimisme kini terlihat jelas dari meningkatnya aktivitas publik di pusat ekonomi hingga pasar modal yang mencatat rekor tertinggi di level 8.250.

“Likuiditas baru senilai lebih dari 200 triliun ditambah stimulus BLT dan program magang berpotensi menambah 0,4 hingga 0,58 persen pertumbuhan dalam enam bulan ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Angel Damayanti menilai bahwa Presiden Prabowo berhasil mengangkat posisi Indonesia di panggung internasional melalui diplomasi ekonomi dan diplomasi perdamaian yang berimbang.

Ia menjelaskan, kunjungan Presiden ke sejumlah negara telah menghasilkan potensi investasi sebesar 380 triliun rupiah.

“Ini bukti konkret diplomasi ekonomi yang efektif. Dunia kini melihat Indonesia sebagai mitra yang strategis, bukan hanya pasar,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti peran Indonesia dalam mendorong perdamaian global, khususnya melalui pidato Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB dan kehadirannya dalam KTT Perdamaian Gaza.

“Ketika Presiden berpidato tanpa teks selama dua puluh menit di PBB dengan semangat yang luar biasa, itu menjadi simbol kepemimpinan yang berwibawa dan berprinsip. Banyak pemimpin dunia memberi apresiasi karena melihat Indonesia berdiri teguh untuk keadilan dan perdamaian,” ujarnya.

Menurut Prof. Angel, sikap Indonesia yang tetap mendukung kemerdekaan Palestina sambil membuka ruang dialog dengan Israel menunjukkan kedewasaan diplomasi yang berpegang pada prinsip, sekaligus fleksibel terhadap realitas global.

“Sebagai negara dengan penduduk Muslim moderat terbesar di dunia, posisi Indonesia kini benar-benar diperhitungkan,” tegasnya.

Dalam pandangan ekonom senior Drajad Wibowo, arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo tidak hanya berfokus pada stabilitas makro, tetapi juga memberi ruang besar bagi penguatan ekonomi rakyat.

Ia menyebut program Swasembada Pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), Magang Nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.

“Program swasembada pangan telah mempermudah petani mendapatkan pupuk bersubsidi karena aturan disederhanakan. Itu membuat produktivitas pertanian meningkat,” jelas Drajad.

Ia juga menekankan pentingnya kebijakan pemberdayaan perempuan yang telah membuka akses pembiayaan bagi 15 juta nasabah perempuan di seluruh Indonesia.

“Langkah ini melahirkan banyak wirausaha perempuan dan memperkuat ekonomi keluarga di tingkat desa,” katanya.

Drajad menilai program MBG menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan sosial dapat memberi dampak ekonomi langsung.

“Ketika anggaran MBG meningkat, permintaan telur dan bahan pangan melonjak, pemerintah merespons cepat dengan membentuk kelompok usaha desa untuk beternak ayam petelur. Ini bukti bahwa kebijakan pemerintah berjalan sinergis antara pangan, UMKM, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai penutup, Prof. Perdana menilai capaian ekonomi dan sosial selama setahun terakhir telah melahirkan keyakinan baru di tengah masyarakat.

“Optimisme yang dibangun pemerintah saat ini bukan retorika, tapi realitas yang dirasakan masyarakat. Itulah modal sosial yang paling berharga untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih kuat dan mandiri,” tutup Prof. Perdana.

Ekonomi Semakin Tumbuh, Diplomasi Menguat: Setahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran Tuai Apresiasi

Jakarta – Tiga tokoh akademisi dan ekonom nasional kompak memberikan apresiasi terhadap capaian setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam sebuah talkshow di salah satu stasiun televisi nasional. Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, ketiganya menilai arah pembangunan nasional selama setahun terakhir berjalan stabil, terukur, dan disertai meningkatnya optimisme publik terhadap kebijakan ekonomi serta diplomasi Indonesia di kancah global.

Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu menilai capaian ekonomi Indonesia selama setahun terakhir tergolong luar biasa.

“Dari sisi neraca perdagangan, hingga September 2025 mampu tumbuh sekitar 45,8 persen. Penurunan angka pengangguran juga signifikan, mencapai 4,76 persen per Februari 2025,” ujar Prof. Perdana.

Ia menambahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), program magang nasional, dan penguatan Koperasi Desa (Kopdes) menjadi faktor penting yang menurunkan pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,12 persen menurutnya merupakan hasil nyata dari kebijakan yang konsisten.

“Pertumbuhan ini tergolong sangat luar biasa. Bahkan, sempat membuat polemik di kalangan akademik, namun ini menunjukkan metode baru penghitungan ekonomi yang lebih realistis,” tambah Prof. Perdana.

Menurutnya, langkah strategis Presiden Prabowo mengganti Menteri Keuangan menjadi momen penting dalam membangun optimisme baru di bidang fiskal dan moneter.

“Inilah yang saya sebut sebagai psikologi optimisme ekonomi. Orang mulai percaya diri, mal kembali ramai, hotel penuh, dan pasar modal mencapai all time high di level 8.250. Itu menandakan ekspektasi positif terhadap kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Kristen Indonesia sekaligus pakar hubungan internasional, Prof. Angel Damayanti, Ph.D, menilai tahun pertama pemerintahan ini juga menunjukkan keberhasilan diplomasi ekonomi dan perdamaian.

“Kunjungan Presiden Prabowo ke sejumlah negara sejak awal masa jabatan berhasil membawa komitmen investasi sekitar Rp380 triliun,” ujar Prof. Angel.

Ia menilai posisi Indonesia di panggung global semakin kuat, terutama melalui peran aktif dalam forum internasional seperti Sidang Majelis Umum PBB dan KTT Perdamaian di Gaza.

“Presiden Prabowo menyampaikan pidato tanpa teks selama 20 menit di PBB dengan semangat yang luar biasa. Itu menunjukkan karakter pemimpin yang percaya diri dan dihormati,” tambahnya.

Menurut Prof. Angel, diplomasi dua arah yang dijalankan pemerintah menunjukkan keseimbangan antara prinsip kemanusiaan dan keterbukaan.

“Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina, namun juga realistis membuka peluang hubungan diplomatik dengan Israel demi perdamaian,” tutupnya.

Dari sisi ekonomi kerakyatan, Ekonom senior Drajad Wibowo menyoroti dampak positif kebijakan pemerintah terhadap sektor pertanian dan UMKM.

“Swasembada pangan di era Presiden Prabowo membuat akses pupuk bersubsidi lebih mudah dan tepat sasaran. Deregulasi ini meningkatkan produktivitas petani,” ujar Drajad.

Ia juga menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi nasional.

“Sebanyak 15 juta perempuan telah mendapat akses pembiayaan untuk membuka dan mengembangkan usaha. Ini memperkuat struktur ekonomi keluarga dan desa,” tambahnya.

Menurut Drajad, kolaborasi antara program swasembada pangan, MBG, dan Kopdes Merah Putih menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Pemerintah berhasil menjaga stabilitas makroekonomi sambil memastikan kesejahteraan masyarakat terus meningkat. “Keseimbangan antara kebijakan makro dan ekonomi rakyat inilah yang membuat setahun pemerintahan Prabowo-Gibran begitu berkesan,” pungkasnya.

Para Guru Besar Akui Indonesia Kian Diperhitungkan Dunia, di Setahun Prabowo–Gibran

Jakarta — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap berusia satu tahun. Berbagai capaian strategis di bidang ekonomi dan diplomasi dinilai telah mengangkat posisi Indonesia sebagai negara yang semakin berpengaruh di panggung global.

Dalam program Live Kompas TV bertajuk “Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran Bangun Optimisme Masa Depan Indonesia”, Jumat (17/10), Guru Besar Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan pakar hubungan internasional Prof. Angel Damayanti, Ph.D., menyampaikan bahwa langkah diplomasi yang dijalankan Presiden Prabowo telah membawa dampak positif yang signifikan.

“Diplomasi ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo di awal masa pemerintahannya berdampak positif bagi Indonesia dan berhasil membuahkan investasi senilai sekitar 380 triliun rupiah,” ujar Prof. Angel.

Ia menambahkan, diplomasi perdamaian yang dijalankan Presiden Prabowo merupakan wujud nyata komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia.

Lebih lanjut, Prof. Angel menilai bahwa kiprah Presiden Prabowo di forum-forum internasional semakin memperkuat posisi strategis Indonesia.

“Kehadiran dan eksistensi Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB, KTT FAZA, serta berbagai forum internasional lainnya menunjukkan bahwa dunia internasional kini semakin memperhitungkan peran strategis Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak pidato Presiden Prabowo di forum PBB yang dinilai membangkitkan rasa percaya diri nasional.

“Pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB menjadi sumber optimisme baru bagi bangsa Indonesia dan mendorong publik untuk menjaga semangat persatuan serta kepercayaan diri nasional,” katanya.

Prof. Angel menegaskan bahwa seluruh kebijakan diplomasi yang dijalankan pemerintah perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen bangsa.

“Seluruh capaian diplomasi tersebut menjadi bukti bahwa dalam setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, posisi Indonesia di kancah global semakin kuat, disegani, dan berpengaruh,” tambahnya.

Sementara itu, Guru Besar Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi yang sangat baik dan stabil.

“Data yang dirilis pemerintah menunjukkan bahwa kondisi perekonomian nasional saat ini berada dalam situasi yang kuat dan stabil, sebuah capaian nyata dalam setahun pemerintahan Prabowo-Gibran,” katanya.

Menurutnya, peningkatan ekspor dan pertumbuhan industri nasional menjadi pendorong utama ekonomi.

“Neraca perdagangan Indonesia tumbuh luar biasa hingga mencapai 45,8 persen, mencerminkan peningkatan ekspor dan daya saing industri nasional,” ujar Prof. Perdana.

Ia juga menyampaikan bahwa berbagai program unggulan pemerintah telah berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Angka pengangguran berhasil turun ke level 4,76 persen berkat program Makan Bergizi Gratis, program magang nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih yang dijalankan dalam setahun pemerintahan Prabowo-Gibran,” jelasnya.

Selain itu, penurunan tingkat kemiskinan menjadi catatan penting keberhasilan pemerintah.

“Tingkat kemiskinan kini hanya berada di angka 4,76 persen, menjadi yang terendah sejak krisis ekonomi tahun 1998, sekaligus bukti keberhasilan program pengentasan kemiskinan,” tegas Prof. Perdana.

“Pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,12 persen, sebuah capaian luar biasa di tengah ketidakpastian ekonomi global, dan menjadi hasil nyata kebijakan ekonomi setahun pemerintahan Prabowo-Gibran,” lanjutnya.

Menurutnya, pemerintah juga berhasil menjaga stabilitas harga dan fiskal negara.

Pada kesempatan yang sama, Ekonom Senior, Drajad Wibowo, menilai program swasembada pangan di era Presiden Prabowo mempermudah akses petani terhadap pupuk bersubsidi setelah aturan-aturan yang berbelit disederhanakan agar penyalurannya lebih cepat dan tepat sasaran.

“Langkah deregulasi membuat petani kini lebih mudah memperoleh pupuk bersubsidi untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional,” tetegasnya.

Drajad pun mengapresiasi pemerintah yang memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan, dengan 15 juta nasabah perempuan mendapatkan akses pembiayaan untuk membuka dan mengembangkan usaha.

“Kebijakan ini mendorong tumbuhnya wirausaha perempuan di berbagai daerah dan memperkuat struktur ekonomi keluarga di tingkat akar rumput,” terangnya.

Ekonom Nilai Neraca Perdagangan Positif dan Penurunan Pengangguran Jadi Prestasi Setahun Prabowo–Gibran

Jakarta – Memasuki satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, berbagai capaian positif dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat menuai apresiasi dari para ekonom nasional. Sejumlah indikator utama menunjukkan perbaikan signifikan, mulai dari neraca perdagangan hingga penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.

Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, menilai kinerja ekonomi nasional dalam satu tahun terakhir tergolong luar biasa. “Dari sisi neraca perdagangan, dalam setahun ini hingga September tumbuh cukup tinggi, sekitar 45,8 persen dari Januari hingga September 2025,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menekan angka pengangguran secara signifikan. “Per Februari 2025, tingkat pengangguran turun hingga 4,76 persen. Mungkin sekarang akan turun lagi karena program Makan Bergizi Gratis sudah berjalan, program magang juga sudah dilaksanakan, dan Koperasi Desa mulai diaktifkan. Banyak sekali program yang membantu menurunkan angka pengangguran,” jelasnya dalam sebuah dialog di Stasiun Televisi Swasta, Jumat (17/10).

Menurut Prof. Perdana, capaian lain yang patut diapresiasi adalah penurunan angka kemiskinan menjadi 8,47 persen per Maret 2025. Ia menegaskan, “Ini merupakan angka kemiskinan terendah sejak krisis 1998, menandakan bahwa pertarungan Indonesia melawan kemiskinan mencapai puncaknya.” Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,12 persen juga disebutnya sebagai pencapaian yang melampaui ekspektasi banyak pihak. “Pertumbuhan ini sangat luar biasa, bahkan sempat menimbulkan perdebatan di kalangan ekonom karena di luar dugaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ekonom Senior Drajad Wibowo juga memberikan apresiasi terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo–Gibran. Ia menilai program swasembada pangan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Deregulasi yang dilakukan pemerintah mempermudah petani memperoleh pupuk bersubsidi. Aturan yang dulu berbelit kini disederhanakan, sehingga penyaluran menjadi lebih cepat dan tepat sasaran,” terangnya.

Selain itu, Drajad menilai kebijakan pemerintah yang memberi perhatian besar terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan juga membawa dampak positif. “Sebanyak 15 juta nasabah perempuan kini mendapat akses pembiayaan untuk membuka dan mengembangkan usaha. Ini memperkuat struktur ekonomi keluarga dan mendorong tumbuhnya wirausaha perempuan di berbagai daerah,” tuturnya.

Ia menambahkan, ekonomi kerakyatan terus tumbuh berkat sinergi program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), program magang nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih. “Program Makan Bergizi Gratis bahkan terbukti mendorong aktivitas ekonomi di sektor pangan dan UMKM. Ketika anggarannya ditambah, permintaan bahan pangan seperti telur meningkat pesat, dan pemerintah cepat merespons dengan membentuk kelompok usaha desa yang beternak ayam petelur,” jelasnya.

Drajad menegaskan, pemerintah berhasil menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan penguatan ekonomi rakyat. “Kebijakan swasembada pangan, MBG, dan Koperasi Desa Merah Putih menjadi motor penghidupan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Capaian-capaian tersebut memperlihatkan bahwa dalam satu tahun pertama, pemerintahan Prabowo–Gibran tidak hanya mampu menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga mewujudkan pertumbuhan yang berpihak pada rakyat kecil—sebuah fondasi kuat menuju kemandirian ekonomi nasional.

Akademisi Puji Setahun Prabowo–Gibran, Dorong Perluasan Lapangan Kerja dan Penguatan UMKM

Jakarta – Sejumlah Pakar Ekonomi dan Guru Besar menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan kinerja positif selama satu tahun pertama. Capaian di bidang ekonomi, diplomasi, dan pemberdayaan rakyat dinilai mencerminkan arah kebijakan yang tepat serta berdampak langsung bagi masyarakat.

Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, mengatakan capaian ekonomi Indonesia dalam setahun terakhir patut diapresiasi.

“Dari sisi neraca perdagangan, dalam setahun ini hingga September mampu tumbuh cukup luar biasa, yaitu sekitar 45,8% dari Januari-September 2025,” ujarnya dalam sebuah dialog di Stasiun Televisi, Jumat (17/10).

Ia menambahkan, angka pengangguran turun menjadi 4,76 persen per Februari 2025, didorong oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG), Magang Nasional, dan Koperasi Desa. Bahkan, angka kemiskinan yang menurun hingga 8,47 persen per Maret 2025 merupakan yang terendah sejak krisis 1998.

Ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi nasional 5,12 persen yang menurutnya diluar dugaan.

“Pertumbuhan ini tergolong sangat luar biasa” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Universitas Kristen Indonesia (UKI) sekaligus pakar hubungan internasional Prof. Angel Damayanti, Ph.D., menilai diplomasi ekonomi Presiden Prabowo membawa hasil konkret.

“Kunjungan ke sejumlah negara menghasilkan komitmen investasi sekitar Rp380 triliun,” ungkapnya.

Ia juga memuji diplomasi perdamaian Indonesia di Sidang Majelis Umum PBB dan KTT Perdamaian Gaza, yang menunjukkan konsistensi Indonesia mendukung perdamaian dunia.

“Hanya 30 negara diundang, dan Indonesia salah satunya. Itu menunjukkan peran strategis kita,” tuturnya.

Dari sisi ekonomi rakyat, ekonom senior Drajad Wibowo mengapresiasi reformasi besar di sektor pertanian.

“Penyaluran pupuk yang dulu diatur lewat 145 peraturan kini disederhanakan jadi satu. Ini mempercepat suplai bagi petani,” katanya.

Ia juga menyebut 15,9 juta perempuan pra-sejahtera telah mendapat pembiayaan mikro, serta banyak UMKM lokal terlibat dalam rantai pasok program MBG.

Beragam capaian tersebut, menurut para akademisi, menjadi bukti nyata bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran bekerja efektif dalam membangun ekonomi rakyat dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global. ***

Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Dapat Pujian dan Apresiasi dari Guru Besar dan Ekonom Senior

Jakarta – Guru Besar FEB Universitas YARSI yang juga sebagai Ekonom Great Intitute Prof Perdana Wahyu, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi setahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Keseimbangan Ekonomi luar biasa terjaga dengan baik dan stabil.

Hal tersebut disampaikan Guru Besar FEB Universitas YARSI yang juga sebagai Ekonom Great Intitute Prof Perdana Wahyu saat berdialog dengan tema “Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Bangun Optimisme Masa Depan Indonesia”, di Stasiun Televisi Swasta Nasional Jakarta Jumat 17/10/2025.

Menurutnya ada sesuatu yang diluar dugaan dan luar biasa dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini mencapai 5,12 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat luar biasa mencapai 5,12 persen dan pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan negara-negara G20 lainnya”, jelasnya.

Selain itu, juga Bank Indonesia dapat menjaga inflasi untuk tetap berada di angka 2,5 persen.

“Bank Indonesia berhasil menjaga inflasi 2,5 persen sehingga berdampak pada kestabilan ekonomi”, ujar Prof Perdana.

Pada kesempatan yang sama juga disampaikan ekonom senior Drajat Wibowo. Menurutnya banyak indikator keberhasilan ekonomi mikro setahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Sebagai contoh dibidang pangan yang telah swasembada.

Selain itu, Drajat mengungkapkan masyarakat perlu mengetahui bahwa saat ini untuk penyaluran pupuk subsidi hanya ada 1 peraturan dimana sebelumnya ada 145 peraturan yang kini trlah dipangkas.

“Untuk penyaluran pupuk subsidi dulunya ada 145 peraturan tapi dengan kebijakan Presiden Prabowo dipotong hanya menjadi 1 saja. Dulunya berbelit belit saat ini hanya 1 peraturan”, tuturnya.

Disisi lain, keberhasilan pemberdayaan perempuan yang memiliki penghasilan kurang juga dibantu oleh kebijakan Presiden Prabowo dengan memberikan bantuan modal yang harus dikembalikan. Dengan begitu mereka bisa mengembangkan usahanya.

“Pemberdayaan perempuan yang ekonominya perlu bantuan telah tersalurkan sebanyak 15,9 juta orang. Mereka yang menerima pembiayaan bantuan modal dibawah 10 juta. Di bank mereka tidak layak mendapat pinjaman karena penghasilannya tidak cukup namun tetap diberikan bantuan dengan kebijakan Presiden Prabowo. Bukan hanya diberikan tapi harus mengembalikan. Contoh seorang ibu dulunya jualan hanya 1 gerai ayam geprek tapi dengan bantuan tersebut sekarang berkembang jadi 3 gerai ayam geprek”. Jelas Drajat.

Bukan hanya itu, Drajat menambahkan program MBG juga sudah berhasil memberdayakan masyarakat didaerah – daerah. Rantai pasok didaerah – daerah dapat berjalan.

“Program MBG sudah memberdayalan masyarakt didaerah – daerah. Rantai Pasok seperti ada permintaan yang besar untuk telor dapat diberdayakan dari daerah tersebut”, tandasnya

Ekonom Senior Drajat Wibowo juga menjelaskan saat ini ekonomi rakyat sudah banyak yang bergerak semua.

“Ekonomi rakyat sekarang banyak bergerak berasal dari program – program yang sudah berjalan seperti halnya MBG. Nanti tahun 2026 akan semakin banyak tercakup lagi termasuk untuk lapangan pekerjaan”, tuturnya.

Sementara itu, Guru Besar Fisipol UKI Prof. Angel Damayanti, mengatakan pihaknya juga sangat mengapresiasi diplomasi yang dijalankan presiden Prabowo sehingga dapat menghasilkan investasi hingga Rp.380 triliun.

“Saya apresiasi sekali dengan diplomasi ekonomi Presiden Prabowo dengan sejumlah negara melalui kunjungannya yang menghasilkan Rp.380 triliun investasi.

Disisi lain juga, ditambahkan Prof Angel Damayanti diplomasi perdamaian Presiden Prabowo diakui oleh dunia internasional.

“Komitmen Indonesia terkait perdamaian di Gaza dan pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB sangat patut dipuji dan diapresiasi karena dunia juga mengakui itu. Hal itu juga menunjukkan Indonesia diperhitungkan sekali di dunia Internasional”, ujar Prof Angel.

Guru Besar Fisipol UKI, Prof. Angel Damayanti menyebutkan peran strategis Indonesia dalam perdamaian dunia termasuk perdamaian di Gaza sangat berarti dan menjadi sorotan dunia.

“Peran strategis Indonesia didunia internasional dengan penduduk muslim termoderat terbesar di dunia menjadi penting untuk perdamaian dunia khususnya di Gaza”, katanya.

Pakar Hubungan Internasional UKI Prof Angel Damayanti mengatakan pihaknya juga mengapresiasi pridato Presiden Prabowo dengan bahasa Inggris selama 25 menit di Sidang Umum PBB tanpa teks yang menunjukan optimisme dan kemampuan presiden yang luar biasa.

“Apresiasi yang luar biasa ketika pidato presiden di Sidang Umum PBB selama 25 menit dengan bahasa Inggris tanpa teks dan itu sangat menumbuhkan optimisme dan memperlihatkan kemampuan Presiden Prabowo yang hebat”, tutup Prof Angel Damayanti.

Setahun Pemerintahan, Danantara Jadi Pilar Efisiensi BUMN untuk Indonesia Maju

Jakarta – Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menegaskan bahwa kebijakan efisiensi yang dijalankan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah membawa dampak signifikan terhadap pengelolaan perusahaan-perusahaan pelat merah di bawah naungan pemerintah.

“Jadi kita memiliki 1.000 perusahaan, katakanlah setiap perusahaan punya 5 komisaris, jika dikali 1.000, maka ada 5 ribu komisaris. Tapi kita menghemat setiap tahun itu 500 juta dolar AS hanya dengan melakukan ini,” ujarnya.

Langkah efisiensi yang digagas Danantara menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Melalui perampingan jumlah komisaris BUMN serta penghapusan bonus atau tantiem, kebijakan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam mewujudkan tata kelola perusahaan negara yang lebih sehat, transparan, dan akuntabel.

Rosan menjelaskan bahwa sebelum kebijakan tersebut diterapkan, sejumlah perusahaan pelat merah memiliki jajaran komisaris yang berlebihan hingga mencapai belasan orang.

Kondisi tersebut tidak hanya membebani keuangan perusahaan, tetapi juga menimbulkan ketimpangan dalam sistem remunerasi yang tidak sejalan dengan kinerja dan kontribusi nyata terhadap perusahaan.

“Semua BUMN harus berjalan sebagai perusahaan dengan tata kelola yang baik, transparan, dan juga bertanggung jawab. Jadi saya melihat Dewan Komisaris, yang bukan benar-benar direktur, di dalam perusahaan mereka punya 12, 13, bahkan 14 komisaris,” ungkapnya.

Rosan menilai, langkah ini juga sebagai bentuk keadilan. Pasalnya, sebagian besar komisaris hanya menjalankan fungsi pengawasan dan tidak terlibat langsung dalam operasional harian perusahaan.

Ia mencontohkan, banyak di antara mereka yang hanya mengikuti rapat satu kali per bulan, bahkan ada yang tiga bulan sekali.

“Karena mereka hanya melakukan rapat dengan direksi 1 kali per bulan. Bahkan di bank yang sudah memiliki operasional yang ketat, itu hanya satu kali dalam 3 bulan. Jadi saya bicara kepada Presiden, saya ingin mengurangi jumlah komisaris,” tuturnya.

Selain itu, Danantara juga meniadakan bonus atau tantiem bagi komisaris BUMN yang sebelumnya mencapai 45 persen dari bonus direktur.

Kebijakan penghapusan tantiem dan perampingan jumlah komisaris ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan BUMN.

Dalam pidatonya pada Penyampaian RUU APBN 2026 dan Nota Keuangan, Prabowo menilai praktik pemberian tantiem jumbo kepada komisaris sebagai hal yang tidak masuk akal dan tidak sejalan dengan semangat reformasi ekonomi.

“Masa ada komisaris yang rapat sebulan sekali, tantiemnya Rp40 miliar setahun. Saya hilangkan tantiem. Direksi pun tidak perlu tantiem kalau rugi, dan untungnya harus untung benar, jangan untung akal-akalan,” tegas Prabowo.

[w.R]

Sinergi Danantara dan Dunia Usaha Dorong Lompatan Ekonomi Nasional di Tahun Pertama Pemerintahan

JAKARTA – Sinergi antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan dunia usaha terus menunjukkan arah positif dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional di tahun pertama pemerintahan baru. Melalui strategi investasi agresif, kolaborasi global, dan restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Danantara diyakini akan menjadi motor penggerak investasi dan pembangunan strategis Indonesia.

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan optimisme bahwa kontribusi lembaga ini terhadap negara akan meningkat tajam dalam lima tahun mendatang. Ia memperkirakan dividen yang disetorkan Danantara dapat mencapai US$10 miliar atau sekitar Rp165 triliun pada 2029.

“Kalau melihat rencana lima tahun ke depan, dividen kami bisa mencapai antara US$7 miliar hingga US$10 miliar,” ujar Rosan.

Dengan proyeksi tersebut, kapasitas investasi Danantara diperkirakan mampu menembus US$40 miliar atau setara Rp664 triliun tanpa leverage. Bila dikombinasikan dengan skema pengembangan aset dan leverage hingga lima kali, total potensi investasi Danantara bisa mencapai US$250 miliar (sekitar Rp4.150 triliun).

“Itu semua dana ekuitas. Jika saya leverage lima kali, maka saya punya sekitar US$250 miliar untuk lima tahun ke depan,” ucapnya.

Rosan mengungkapkan, Danantara tidak bergerak sendirian. Sinergi dengan dunia usaha dan lembaga investasi global menjadi kunci utama. Saat ini, Danantara telah membentuk dana bersama dengan sejumlah sovereign wealth fund (SWF) terkemuka, seperti Qatar Investment Authority (QIA) dan China Investment Corporation (CIC), serta sedang menjajaki kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi.

“Langkah ini akan memberi kami kekuatan lebih besar untuk berinvestasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Dukungan pemerintah terhadap transformasi Danantara pun sangat kuat. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, menilai Danantara akan menjadi penggerak utama investasi nasional sekaligus mitra strategis APBN dalam pembangunan infrastruktur bernilai tambah tinggi.

“Danantara ini menjadi holding yang menyinergikan seluruh BUMN dan berkolaborasi kuat dengan APBN. Belanja modal BUMN di bawah Danantara akan melonjak signifikan,” kata Febrio.

Pemerintah memperkirakan belanja modal BUMN naik dari Rp380 triliun pada 2025 menjadi Rp720 triliun pada 2026, dengan kontribusi Danantara mencapai sekitar 9% terhadap Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Sementara itu, capex dari APBN tetap kuat di kisaran Rp490 triliun hingga Rp530 triliun, difokuskan pada proyek konektivitas dasar seperti jalan, jembatan, dan infrastruktur daerah.

Sinergi Danantara, BUMN, dunia usaha, dan pemerintah menjadi bukti konkret bahwa lompatan ekonomi nasional bukan sekadar target, tetapi agenda nyata yang tengah dijalankan di tahun pertama pemerintahan. Melalui investasi bernilai tambah tinggi, Indonesia menapaki jalan menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan.

(*/rls)