Publik Bersama Aparat Tolak Aksi Anarkis Ancam Demokrasi

Jakarta – Penolakan terhadap aksi anarkis yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional semakin menguat di berbagai daerah. Publik bersama aparat keamanan menegaskan kesepakatan bahwa segala bentuk kekerasan jalanan, perusakan fasilitas umum, maupun provokasi destruktif tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Kesadaran bersama ini lahir dari pemahaman bahwa demokrasi hanya dapat tumbuh sehat bila dijalankan secara damai, tertib, dan menghormati hukum. Aspirasi publik harus disalurkan melalui jalur konstitusional, bukan dengan cara-cara yang justru merugikan masyarakat luas.

Koordinator Warga Jakarta Timur, Edi Marzuki, menekankan pentingnya menjaga kondusivitas di tengah isu provokatif yang beredar.

“Kita ingin mengabarkan kepada warga bahwa Jakarta Timur baik-baik saja. Jadi warga Jakarta Timur tidak sebagaimana seperti yang orang gadang-gadangkan, Jakarta Timur rusuh. Kita menolak akan kerusuhan, kita menolak akan penjarahan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI), Syarief Hidayatullah, mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi memang hak konstitusional, namun harus tetap berlandaskan aturan hukum.

“Hak itu jangan dijalankan dengan cara-cara yang justru merugikan masyarakat luas. Kalau demonstrasi berujung pada bentrokan dengan aparat dan perusakan fasilitas publik, aspirasi yang diperjuangkan bisa hilang fokus,” tegasnya.

Dukungan terhadap penyampaian aspirasi secara damai juga datang dari parlemen. Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan bahwa lembaganya siap menyerap masukan publik.

“Kami DPR RI juga akan membuka diri untuk menerima masukan-masukan tersebut untuk bisa menerima hal tersebut sebagai meaningful participation yang akan dimulai besok diterima oleh Komisi IX,” kata Puan.

Kesepahaman publik dan aparat untuk menolak anarkisme dipandang sebagai sinyal penting bahwa demokrasi Indonesia berada di jalur yang sehat. Demokrasi bukan hanya tentang kebebasan berbicara, tetapi juga tanggung jawab kolektif menjaga keutuhan bangsa dari ancaman tindakan merusak.

Dalam sejumlah pertemuan koordinasi, aparat keamanan menekankan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat. Langkah preventif seperti patroli gabungan, sosialisasi ke komunitas, hingga penegakan hukum yang cepat dan terukur disebut sebagai kunci menjaga situasi tetap kondusif.

Aparat menegaskan bahwa mereka akan bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan ruang kebebasan berekspresi untuk melakukan aksi anarkis. Namun, pendekatan humanis tetap diutamakan agar aspirasi masyarakat tetap dapat tersampaikan tanpa harus mengorbankan keamanan publik.

Dengan adanya komitmen bersama dari tokoh masyarakat, pemuka agama, parlemen, dan aparat, diharapkan ruang demokrasi Indonesia semakin berwarna oleh partisipasi politik yang cerdas, damai, dan beradab. Pesan ini sekaligus menegaskan bahwa bangsa Indonesia mampu menyelesaikan perbedaan melalui dialog, bukan dengan kekerasan.

Sinergitas TNI Polri dan Masyarakat Jadi Penjaga Aspirasi Damai

Jakarta – Sinergitas antara TNI, Polri, dan masyarakat terus diperkuat sebagai pilar utama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas nasional. Kolaborasi ini diyakini mampu memastikan setiap aspirasi masyarakat dapat tersalurkan dengan damai, tanpa menimbulkan keresahan atau aksi anarkis.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen aparat dalam mengawal jalannya demokrasi, khususnya ketika masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum.

“Kami bersama TNI akan terus hadir memastikan bahwa hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tetap terjaga, namun harus dilakukan secara tertib, aman, dan tidak merugikan kepentingan umum,” ujarnya

Senada dengan itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menekankan bahwa kekuatan bangsa Indonesia terletak pada persatuan. Ia menegaskan, kebebasan berpendapat harus tetap dalam koridor hukum agar tidak menimbulkan perpecahan.

“TNI bersama Polri berkomitmen menjaga aspirasi rakyat agar tidak ditunggangi pihak-pihak yang ingin merusak kedamaian. Persatuan adalah modal utama kita sebagai bangsa,” tegasnya.

Komitmen serupa juga disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho yang menekankan pentingnya peran masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi mitra strategis dalam menjaga keamanan. Kolaborasi ini bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama agar bangsa ini tetap aman dan damai,” tutur Sandi

Sinergitas ini tampak nyata melalui berbagai kegiatan di lapangan. Aparat TNI dan Polri melaksanakan patroli gabungan, pengamanan aksi masyarakat, hingga sambang ke pos kamling bersama warga.

Kehadiran aparat di tengah masyarakat bukan hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan lewat dialog persuasif, kegiatan sosial, hingga aksi kemanusiaan.

Selain itu, TNI-Polri juga menaruh perhatian pada ancaman provokasi di media sosial. Aparat terus mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menyebarkan informasi.

“Kita semua harus waspada terhadap berita bohong yang dapat memicu keresahan. Mari saring sebelum sharing,” kata Irjen Sandi.

Presiden Prabowo Tegaskan Kesejahteraan Buruh Jadi Prioritas Nasional sebagai Respon Aspirasi 17+8

Oleh : Ricky Rinaldi

Pemerintah menegaskan bahwa kesejahteraan buruh merupakan prioritas utama dalam agenda nasional. Melalui berbagai kebijakan dan inisiatif strategis, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa negara hadir untuk melindungi dan meningkatkan kualitas hidup pekerja Indonesia, terutama mereka yang berpenghasilan rendah. Kehadiran Presiden dalam momentum Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta, pada 1 Mei 2025 menjadi bukti nyata komitmen tersebut. Dalam acara yang dihadiri lebih dari 200.000 buruh itu, ia menekankan bahwa pekerja adalah tulang punggung ekonomi bangsa, sehingga sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memberi perhatian serius terhadap kesejahteraan mereka.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara wajib hadir secara nyata untuk melindungi buruh dan menjamin masa depan lebih baik bagi pekerja Indonesia. Menurutnya, peningkatan pendapatan bagi buruh bukan hanya sekadar angka upah, tetapi juga menyangkut akses terhadap layanan sosial seperti kesehatan, pendidikan, dan bantuan langsung tunai. Ia mengingatkan kembali amanat konstitusi bahwa kekayaan alam Indonesia harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, dan buruh sebagai salah satu elemen utama pembangunan berhak memperoleh manfaat langsung dari pengelolaan tersebut.

Konsistensi pemerintah dalam memperjuangkan nasib buruh tercermin pada keputusan menaikkan rata-rata Upah Minimum Nasional (UMN) sebesar 6,5 persen untuk tahun 2025. Kebijakan ini diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada akhir tahun 2024 setelah melalui dialog intensif dengan serikat pekerja. Pemerintah meyakini bahwa kenaikan tersebut akan meningkatkan daya beli buruh sekaligus menjaga daya saing industri nasional. Di sisi lain, pemerintah juga mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 500 triliun untuk memperkuat jaring pengaman sosial, seperti pembebasan iuran BPJS Kesehatan, pendidikan gratis bagi anak buruh, subsidi listrik, hingga bantuan langsung tunai bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Sebagai langkah strategis, Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN), sebuah lembaga setingkat kementerian yang bertugas menyalurkan aspirasi pekerja dan memberikan nasihat kebijakan kepada pemerintah. Selain itu, dibentuk pula Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) untuk merespons kebutuhan mendesak akibat maraknya kasus PHK sepihak. Inisiatif ini menjawab aspirasi serikat buruh yang selama bertahun-tahun meminta adanya mekanisme cepat dan adil dalam menangani konflik ketenagakerjaan.

Dialog antara pemerintah dengan serikat buruh juga diperkuat melalui pertemuan terbuka yang digelar pada 1 September 2025. Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo Subianto duduk bersama pimpinan serikat buruh, Ketua DPR, serta tokoh lintas masyarakat untuk membahas tiga RUU prioritas: RUU Ketenagakerjaan, RUU Perampasan Aset, dan desain ulang sistem pemilu. Pemerintah menegaskan kesiapannya untuk menindaklanjuti sejumlah tuntutan buruh dan mendorong DPR agar segera memprosesnya sebagai prioritas legislasi nasional.

Tak hanya berhenti pada ranah kebijakan, pemerintah juga menginisiasi kampanye moral dengan mengajak serikat buruh mengusulkan tokoh pekerja seperti Marsinah menjadi calon pahlawan nasional. Presiden Prabowo Subianto menilai pengakuan terhadap sejarah perjuangan buruh penting untuk memperkuat narasi bahwa pekerja adalah bagian sah dari identitas nasional.

Komitmen pemerintah ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan buruh. Ketua Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal, menyatakan bahwa langkah Presiden patut diapresiasi sebagai bentuk keterbukaan pemerintah. Sementara itu, Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, Ely Rosita Silaban, menekankan perlunya mekanisme pengawalan agar kebijakan yang telah diumumkan dapat benar-benar terealisasi. Keduanya sepakat bahwa kehadiran Presiden dalam peringatan Hari Buruh menjadi simbol kuat hubungan baru yang lebih harmonis antara pemerintah dan buruh.

Bagi pemerintah, kesejahteraan buruh bukan hanya isu jangka pendek, melainkan agenda strategis nasional. Peningkatan kesejahteraan pekerja dipandang sebagai kunci untuk memperkuat daya beli masyarakat, mendorong produktivitas, sekaligus menjaga stabilitas sosial. Dengan pendekatan ini, Presiden Prabowo Subiantomenegaskan bahwa buruh tidak boleh lagi dipandang semata sebagai faktor produksi, melainkan sebagai manusia yang memiliki hak atas kehidupan yang layak dan bermartabat.

Pemerintah juga menyadari adanya tantangan, mulai dari resistensi struktural di sektor ketenagakerjaan hingga disparitas produktivitas antarwilayah. Namun demikian, dengan kolaborasi lintas elemen — antara serikat pekerja, DPR, pengusaha, dan masyarakat sipil — agenda ini diyakini akan berjalan konsisten. Kebijakan yang tengah ditempuh merupakan bukti nyata bahwa pemerintah tidak sekadar melontarkan retorika, tetapi benar-benar menjalankan amanat konstitusi untuk menyejahterakan rakyat pekerja.

Dengan pembentukan lembaga khusus untuk kesejahteraan buruh, kenaikan upah minimum, penguatan dialog legislatif, serta penyediaan program sosial yang inklusif, pemerintah optimistis mampu menciptakan ekosistem kerja yang lebih adil dan produktif. Presiden Prabowo Subianto menutup dengan penegasan bahwa kesejahteraan buruh akan terus dijadikan prioritas nasional demi mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera, adil, dan bermartabat.

*)Pengamat Isu Strategis

Pemerintah Pastikan Perlindungan Buruh Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

Jakarta – Dalam upaya menjaga keseimbangan ekonomi dan sosial, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menjadikan perlindungan buruh sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional. Langkah ini disuarakan melalui pembahasan intensif antara pemerintah, perwakilan serikat buruh, dan anggota legislatif dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan, yang sedang dipersiapkan.

Sebanyak 22 konfederasi serikat buruh di Indonesia telah melakukan pembahasan mendalam mengenai RUU Ketenagakerjaan ini dengan Komisi IX DPR RI. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat, menyampaikan sejumlah poin krusial yang menjadi perhatian buruh. Jumhur menekankan pentingnya menghapuskan ketentuan-ketentuan dalam UU Cipta Kerja yang dianggap merugikan buruh, seperti kemudahan dalam pemutusan hubungan kerja (PHK), ketidakpastian pekerjaan, upah rendah, hingga disparitas upah antar daerah.

“Kami berjuang untuk memastikan hak buruh dilindungi, termasuk hak atas upah yang layak sesuai dengan kebutuhan hidup yang terus berkembang,” ujar Jumhur.

Pihak legislatif pun menunjukkan komitmennya untuk mendengarkan dan menindaklanjuti aspirasi buruh. Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menegaskan bahwa pembahasan RUU ini bertujuan untuk menghasilkan UU yang lebih adil dan komprehensif.

“Penting bagi kami untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil memberikan perlindungan yang adil bagi pekerja, namun tetap memperhatikan keberlanjutan dunia usaha. Kami akan terus berdialog dengan buruh dan pengusaha untuk menciptakan regulasi yang menguntungkan semua pihak,” jelas Irma.

Di sisi lain, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyampaikan bahwa RUU Ketenagakerjaan yang akan disahkan nanti akan mengintegrasikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), khususnya mengenai perlindungan upah dan jaminan sosial bagi seluruh pekerja, baik formal maupun informal.

“RUU ini akan disusun dengan semangat untuk menghadirkan kepastian hukum dan perlindungan yang lebih adil bagi pekerja, sekaligus memberi ruang bagi dunia usaha untuk terus tumbuh,” kata Puan.

Selain itu, proses penyusunan RUU ini juga mengutamakan partisipasi aktif dari serikat buruh dan pengusaha, dengan harapan regulasi yang dihasilkan bisa mengakomodasi kebutuhan semua pihak. Hal ini menunjukkan bahwa dialog sosial yang terbuka sangat penting dalam menghasilkan kebijakan yang berkeadilan.

Pemerintah pun menggarisbawahi bahwa perlindungan buruh merupakan fondasi bagi kemajuan ekonomi nasional. Dengan pekerja yang dilindungi hak-haknya, baik dari segi upah yang layak, jaminan sosial, maupun kondisi kerja yang adil, produktivitas tenaga kerja dapat meningkat, yang pada gilirannya akan memperkuat perekonomian Indonesia.

Melalui pengaturan yang lebih baik ini, buruh tidak hanya menjadi motor penggerak perekonomian, tetapi juga memperoleh kesejahteraan yang sebanding dengan kontribusinya.

Dewan Kesejahteraan Buruh Resmi Dibentuk untuk Lindungi Hak Pekerja

Jakarta — Komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan buruh semakin nyata dengan dibentuknya Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN). Lembaga baru ini diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan hak-hak pekerja terlindungi sekaligus menanggapi berbagai persoalan krusial ketenagakerjaan, mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK), jaminan sosial, hingga penyediaan perumahan layak bagi buruh.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani, menegaskan bahwa DKBN akan memiliki peran strategis dalam membantu proses penyusunan kebijakan terkait buruh. Menurutnya, lembaga ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) PHK guna menyikapi gelombang PHK yang marak terjadi di berbagai industri tanah air.

“Strukturnya akan diisi oleh akademisi, pimpinan buruh, juga unsur pemerintah. Semua akan bekerja sama untuk menyelesaikan persoalan buruh: perumahan, jaminan sosial, PHK, hingga kesejahteraan masyarakat. Semua ada di situ,” kata Andi.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa DKBN akan diberikan legitimasi kelembagaan setingkat kementerian. Hal ini menunjukkan keseriusan Presiden Prabowo dalam memberikan wadah resmi yang kuat bagi buruh untuk berdialog langsung dengan lintas kementerian. “Maksud Presiden sangat baik, supaya Dewan Kesejahteraan Buruh punya legitimasi secara konstitusi, berdialog, berdiskusi, dan memberi masukan langsung dalam kebijakan negara,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum KSPSI, Jumhur Hidayat, menilai bahwa DKBN merupakan penguatan lebih lanjut dari forum LKS Bipartit yang sudah ada, dengan legitimasi kelembagaan yang jauh lebih kuat. LKS Bipartit sendiri merupakan forum komunikasi antara pengusaha dan serikat pekerja di perusahaan untuk menyelesaikan masalah hubungan industrial.

Namun, Jumhur menekankan adanya perbedaan signifikan. Jika LKS Bipartit berfungsi sebagai forum komunikasi di tingkat perusahaan hingga nasional, maka DKBN memiliki legitimasi kelembagaan yang jauh lebih tinggi. “Saya rasa sebenarnya sudah ada LKS [Bipartit]. Itu juga berada di bawah undang-undang langsung dan pimpinannya diangkat oleh presiden. Namun, DKBN akan setara dengan kementerian, sehingga lebih kuat dalam mengawal kepentingan buruh,” jelas Jumhur.

Pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh ini menunjukkan arah baru kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Dengan kedudukan strategis dan struktur yang inklusif, DKBN diharapkan mampu menjadi jembatan efektif antara buruh, pengusaha, dan pemerintah.

Ke depan, DKBN tidak hanya sekadar forum komunikasi, melainkan institusi yang memastikan kesejahteraan buruh benar-benar menjadi prioritas pembangunan nasional. Kehadiran lembaga ini diyakini akan memperkuat perlindungan terhadap pekerja sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi tantangan global.

Pemerintah Kucurkan Rp15,66 Triliun untuk Perbaikan Ekonomi Masyarakat

Jakarta,— Pemerintah mengumumkan 17 program paket stimulus ekonomi terbaru yang bertujuan memperbaiki perekonomian masyarakat. Dari jumlah tersebut, delapan program akan dijalankan tahun ini, empat program dieksekusi pada tahun depan, dan lima program diarahkan khusus untuk penyerapan tenaga kerja.

Kementerian Keuangan menyebut delapan program ekonomi akan diimplementasikan pada semester II-2025 dengan kebutuhan anggaran Rp15,66 triliun. Sebanyak Rp12,79 triliun berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sedangkan Rp2,87 triliun bersumber dari non-APBN.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara merinci, program yang akan digulirkan mencakup magang untuk lulusan perguruan tinggi, perluasan PPh 21 Ditanggung Pemerintah bagi pekerja sektor pariwisata, bantuan pangan, subsidi iuran JKK dan JKM untuk pengemudi ojek online, kurir, serta pekerja logistik. Selain itu terdapat program padat karya tunai, manfaat layanan tambahan (MLT) perumahan BPJS-TK, percepatan regulasi PP28, dan program perkotaan.

“Total dari APBN Rp 12,79 triliun berasal dari APBN dan non-APBN Rp 2,87 triliun dari BPJS-TK,” ujar Suahasil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan melakukan pergeseran anggaran guna memenuhi kebutuhan pendanaan stimulus. Ia memastikan alokasi dana yang terserap lambat akan dialihkan ke program yang lebih prioritas.

“Oh kan kita juga pertama, nggak semuanya bagus kan penyelesaian anggaran sebagai yang digeser. Pokoknya kita geser-geser supaya yang tadi yang kita anggap lambat atau nggak bisa dibelanjain sampai akhir tahun, yang udah sekarang terdeteksi, terdeteksi bisa uang yang bisa dibelanjain,” paparnya.

Dari sisi pasar, stimulus ekonomi ini dipandang positif. Head of Equity Research Tuntun Sekuritas Indonesia, Vincent Tjoe, menilai langkah tersebut akan memberikan sinyal baik bagi investor sekaligus mendorong terbukanya lapangan kerja.

“Bukan hanya dari sisi investor, melainkan juga pebisnis. Jadi kalau bisnis berkembang, artinya lapangan kerja juga semakin banyak dan kita harapkan stimulus-stimulus ini mengarah ke lapangan kerja bukan hanya menciptakan inflasi,” ujar Vincent.

Dengan berbagai program tersebut, pemerintah berharap roda perekonomian dapat bergerak lebih cepat sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Dinamika Global

Jakarta — Perekonomian Indonesia terus menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Kondisi ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang solid, inflasi yang terkendali, serta kinerja ekspor yang menguat di tengah tren penurunan suku bunga dunia.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa prospek ekonomi nasional semakin positif di tengah gejolak eksternal, termasuk kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat.

“Kinerja ekonomi berbagai negara masih resilien hingga tahun 2025, meskipun AS pada periode yang bersamaan menerapkan tarif resiprokal tinggi. Indonesia menjadi bagian dari kelompok negara yang resilien,” ujar Menkeu Purbaya.

Optimisme ini turut didukung oleh langkah International Monetary Fund (IMF) yang merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Indonesia termasuk salah satu negara yang diproyeksikan tumbuh lebih baik, dari 4,7 persen menjadi 4,8 persen pada 2025. Pemerintah bahkan yakin realisasi pertumbuhan bisa melampaui proyeksi tersebut.

“Saya pikir kita akan lebih dari situ ya. Bahkan tahun ini pun akan di atas 4,8 persen,” pungkas Menkeu Purbaya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,12 persen pada triwulan II-2025. Pertumbuhan ini ditopang konsumsi rumah tangga yang naik 5 persen, serta investasi yang menguat hampir 7 persen. Sektor manufaktur, yang menjadi kontributor terbesar, juga mencatatkan kinerja impresif dengan pertumbuhan 5,68 persen, tertinggi sejak 2022.

“Jadi manufaktur kita di Q2 sudah mulai recover. Mungkin Q3 agak melambat sedikit, tapi Q4 pasti akan tumbuh lebih cepat lagi melalui dengan perbaikan ekonomi dan perbaikan demand karena supply uang ditambah di sistem perekonomian,” tegas Menkeu Purbaya.

Kinerja ekspor juga memperlihatkan tren positif. Berdasarkan data Bea Cukai hingga Agustus 2025, ekspor Indonesia tumbuh 7,8 persen secara tahunan, dengan sektor industri pengolahan dan hilirisasi mineral menjadi motor utama. Neraca perdagangan kumulatif Januari–Agustus 2025 bahkan melonjak lebih dari 50 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Ini pertumbuhan yang amat spektakuler. Walaupun orang bilang karena mau ada tarif, mereka ini duluan front loading, tapi kalau saya lihat tetap aja tumbuh,” tambah Menkeu Purbaya.

Faktor lain yang memperkuat daya tahan ekonomi ialah inflasi yang stabil. Hingga Agustus 2025, inflasi tercatat 2,31 persen (year on year), level yang dinilai ideal dalam konsensus global. Kondisi ini mendukung daya beli masyarakat tetap terjaga dan lebih sehat dibanding sejumlah negara kawasan.

“Inflasi yang bagus itu bukan nol, bukan juga di atas 10 persen. Tapi sekarang konsensus ekonomi global antara 1 sampai 3 persen dan kita sekarang di 2,3 persen, level yang pas,” jelas Menkeu Purbaya.

Pemerintah juga terus menguatkan sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Bank Indonesia sebelumnya menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin untuk memperlonggar likuiditas perbankan serta mendorong pembiayaan produktif.

“Sekarang semuanya sudah kita set agar ekonomi bergerak lebih cepat. Konsumsi dan investasi akan naik karena bunga turun, dan multiplier effect untuk pertumbuhan akan semakin signifikan,” tutup Menkeu Purbaya.

Dengan kombinasi faktor eksternal yang membaik, inflasi stabil, serta permintaan domestik yang kuat, prospek ekonomi Indonesia hingga akhir 2025 dipandang semakin optimistis. Momentum ini diyakini menjadi landasan penting untuk menjaga pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan di masa mendatang.

Bansos Tidak untuk Judi Daring, Pemerintah Tegas Coret Penerima yang Terlibat

Jakarta – Pemerintah pusat semakin tegas dalam menindak praktik judi daring dengan mencoret penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi terlibat dalam aktivitas tersebut. Kebijakan ini mendapat sorotan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sumbawa dan Pacitan, Jawa Timur, yang memastikan pengawasan ketat agar pelaksanaannya tepat sasaran.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Takdir, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat namun tetap menekankan pentingnya kehati-hatian. “Kami akan mencoba membangun komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mengetahui secara pasti kategori masyarakat seperti apa yang dicoret dari daftar penerima bansos. Apakah mereka memang pelaku aktif, atau hanya karena rekeningnya dipakai oleh orang lain?” ujarnya.

Takdir mengingatkan bahwa bantuan sosial merupakan penyangga ekonomi bagi masyarakat rentan, sehingga verifikasi mendalam harus dilakukan sebelum mencoret penerima. “Kita tidak dalam posisi menolak, tetapi perlu memastikan bahwa pelaksanaan kebijakan ini tidak keliru sasaran. Jangan sampai ada warga yang benar-benar membutuhkan, tapi justru dicoret hanya karena namanya tercatat dalam sistem akibat hal yang belum tentu benar,” tegasnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi praktik ilegal seperti judi daring. “Stop. Judi daring tidak pernah menyejahterakan masyarakat. Pemiliknya jelas tidak mau rugi. Kalau ada yang menang, itu cuma pancingan saja,” katanya memberi peringatan.

Langkah serupa juga dilakukan Pemerintah Kabupaten Pacitan. Plt Kepala Dinas Sosial Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, menegaskan pihaknya akan menindak tegas penerima bansos yang terhubung dengan situs judi daring. “Dari sekian data penerima bansos di Pacitan, ada beberapa yang nomor HP-nya terhubung dengan situs judi daring. Sebagai sanksinya, penyaluran ke masing-masing penerima akan ditunda. Paling buruk bisa dicabut kepesertaan dalam penerima bansos pemerintah,” ujarnya.

Pandu menambahkan, verifikasi lebih lanjut sedang dilakukan untuk memastikan jumlah penerima yang terindikasi. “Kita akan cek lagi berapa nomor HP yang terhubung dengan situs judi daring,” jelasnya. Data Agustus 2025 menunjukkan, di Jawa Timur terdapat sekitar 9.660 penerima bansos yang terdeteksi bermain judi daring dengan nilai transaksi mencapai Rp53 miliar.

Di Kota Kediri, Kementerian Sosial bersama PPATK telah mencoret 467 keluarga penerima bansos setelah terindikasi terlibat judi daring. Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Paulus Budi Luhur, mengatakan masyarakat yang merasa namanya dicoret bisa mengajukan klarifikasi. “Peserta yang terdampak namun tak terindikasi bisa melakukan reaktivasi dengan melapor ke kelurahan, pendamping PKH, atau langsung ke Dinas Sosial,” ungkapnya.

Pemerintah menegaskan langkah ini dilakukan untuk menjaga integritas program bansos dan memberi efek jera bagi pelaku judi daring. “Masyarakat harus bijak menggunakan bantuan. Lindungi data pribadi dan hindari judi daring dalam bentuk apa pun karena jika terbukti, bansos akan dihapus secara permanen,” kata Paulus.

Pemerintah Tegas Berantas Judi Daring, Pengawasan Bansos Diperketat Demi Efek Jera

Oleh: Irma Nadia Sinaga
Pemerintah pusat terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik judi daring dan pinjaman online (pinjol) yang semakin marak menjerat masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi sorotan publik adalah kebijakan pencoretan nama-nama penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi terlibat dalam aktivitas tersebut. Kebijakan ini tidak hanya menjadi peringatan keras bagi para pelaku, tetapi juga sinyal kuat bahwa bansos harus digunakan sesuai tujuan, yakni sebagai jaring pengaman sosial, bukan untuk membiayai kegiatan ilegal.

Rencana pemerintah pusat untuk menonaktifkan bansos bagi penerima yang terlibat dalam judi daring dan pinjol mendapat perhatian serius dari berbagai daerah. Di Kabupaten Sumbawa, misalnya, Komisi IV DPRD memastikan akan melakukan pengawasan ketat terhadap kebijakan tersebut. Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa, Muhammad Takdir, menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap mengikuti regulasi yang ditetapkan pusat. Namun, ia menilai perlunya pendalaman lebih lanjut agar kebijakan ini tidak merugikan masyarakat yang seharusnya masih berhak menerima bantuan.

Takdir mengungkapkan, penting untuk membangun komunikasi intensif dengan pemerintah pusat guna memastikan kategori penerima bansos yang dicoret benar-benar tepat sasaran. Ia menyoroti kemungkinan adanya masyarakat yang tidak terlibat namun namanya ikut tercatat akibat penyalahgunaan data, seperti rekening yang dipinjam orang lain. Menurutnya, kehati-hatian adalah kunci karena bansos berfungsi sebagai penyangga ekonomi bagi masyarakat rentan. Ia mengingatkan bahwa kebijakan yang diambil tanpa kroscek mendalam justru bisa memunculkan gejolak sosial baru.

Meski demikian, Takdir menegaskan bahwa DPRD Sumbawa tidak menolak kebijakan ini. Ia hanya menekankan pentingnya pelaksanaan yang adil agar tidak ada warga yang benar-benar membutuhkan tetapi malah menjadi korban. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak tergoda dengan praktik-praktik ilegal seperti judi daring dan pinjaman online. Menurutnya, kemudahan akses digital seringkali membuat masyarakat terlena dengan tawaran instan yang pada akhirnya justru menjerat secara ekonomi dan sosial. Ia menegaskan, judi daring tidak pernah menyejahterakan masyarakat karena sistemnya memang dirancang agar pemilik situs tidak merugi.

Komitmen serupa juga disampaikan oleh pemerintah daerah lain. Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan main-main dalam menindak penyalahgunaan bansos. Ia menyebut adanya sejumlah data penerima bansos yang nomor ponselnya terhubung dengan situs judi daring. Sebagai sanksi awal, penyaluran bantuan kepada penerima tersebut akan ditunda, bahkan bisa dicabut secara permanen jika terbukti. Pandu mengungkapkan bahwa verifikasi mendalam masih dilakukan untuk mengetahui jumlah pasti penerima bansos yang terindikasi bermain judi daring.

Data yang dihimpun pada Agustus 2025 menunjukkan bahwa di Jawa Timur saja, terdapat sekitar 9.660 penerima bansos yang terindikasi bermain judi daring dengan nilai transaksi mencapai Rp53 miliar. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa penyalahgunaan bansos untuk kegiatan ilegal bukanlah fenomena kecil. Pandu menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menurunkan angka kemiskinan, mengingat bansos hanyalah bantalan sementara. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah, melainkan memanfaatkannya untuk kegiatan produktif.

Kebijakan pencoretan bansos bagi pelaku judi daring juga sudah diterapkan di Kota Kediri, Jawa Timur. Sebanyak 467 keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non-Tunai (BNPT) dicoret dari daftar penerima setelah terindikasi terlibat judi daring. Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Paulus Budi Luhur, menjelaskan bahwa kebijakan ini dilakukan setelah proses verifikasi bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendeteksi aktivitas mencurigakan di rekening penerima bansos. Namun, bagi masyarakat yang merasa tidak terlibat, pemerintah membuka mekanisme klarifikasi dan reaktivasi kepesertaan.

Paulus menuturkan, peserta yang terdampak tetapi tidak terindikasi terlibat bisa mengajukan reaktivasi dengan melapor ke kelurahan atau pendamping PKH. Prosesnya melibatkan pengisian formulir klarifikasi, verifikasi lapangan, hingga pengecekan data faktual. Sejauh ini, hasil penelusuran menunjukkan bahwa mayoritas penerima yang dicoret ternyata tidak terlibat langsung dalam praktik judi daring, melainkan menjadi korban penyalahgunaan identitas oleh pihak lain. Meski demikian, pemerintah tetap mengimbau penerima bansos untuk melindungi data pribadi dan bijak menggunakan bantuan agar tidak disalahgunakan.

Lebih jauh, kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menekan angka kemiskinan sekaligus menutup celah penyalahgunaan dana publik. Selain menjaga keadilan distribusi bantuan, langkah ini juga memperkuat pesan moral bahwa bansos harus dimanfaatkan untuk kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan, bukan untuk kegiatan yang merusak tatanan sosial. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, terus mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam memanfaatkan kemudahan akses digital agar tidak terjebak dalam praktik yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga.

Melalui serangkaian kebijakan ini, pemerintah menunjukkan keseriusan dalam memberantas judi daring dan pinjaman ilegal yang merusak sendi-sendi kehidupan sosial. Ketegasan dalam menindak penyalahgunaan bansos patut diapresiasi, karena tidak hanya melindungi anggaran negara, tetapi juga menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba memanfaatkan program bantuan untuk kepentingan yang menyimpang. Dengan pengawasan ketat dan mekanisme klarifikasi yang transparan, kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan efek jera, sekaligus memastikan bahwa bansos benar-benar diterima oleh mereka yang layak dan menggunakannya untuk tujuan yang mulia.

Pengamat Kebijakan Sosial

Anak Muda Berinovasi, Kemkomdigi Apresiasi GATE System Penangkal Judi Daring

*) Oleh: Raka Prasetya

Salah satu permasalahan yang kian meresahkan adalah praktik judi daring yang menyasar masyarakat dari berbagai kalangan. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga berimplikasi pada masalah sosial seperti perceraian, kriminalitas, hingga rusaknya masa depan generasi muda. Di tengah kondisi yang memprihatinkan ini, lahir sebuah inovasi dari mahasiswa Universitas Lampung yang menghadirkan harapan baru. Inovasi tersebut adalah Gambling Activity Tracing Engine atau GATE System, sebuah sistem yang dirancang untuk menelusuri dan mengidentifikasi aktivitas judi daring melalui pendekatan teknologi.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Alexander Sabar, mengapresiasi langkah mahasiswa Universitas Lampung tersebut. Menurutnya, GATE System adalah bukti nyata generasi muda ikut hadir dalam solusi pemberantasan judi daring. Menurutnya, inovasi ini sejalan dengan misi pemerintah dalam memberantas judi daring. Ia menambahkan, inovasi dari perguruan tinggi ini memberikan energi baru dalam memperkuat upaya pemerintah menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Apresiasi ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya menempatkan perguruan tinggi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga mitra strategis dalam menjaga ekosistem digital nasional. Dengan dukungan dari Kemkomdigi, inovasi mahasiswa seperti GATE System dapat diintegrasikan dengan kebijakan dan sistem pengawasan pemerintah. Kolaborasi ini menjadi sinyal positif bahwa ruang digital tidak hanya diawasi oleh otoritas negara, melainkan juga diperkuat oleh kreativitas anak bangsa. Inilah wajah baru sinergi antara negara dan generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.

Tim GATE System sendiri terdiri dari lima mahasiswa, yakni Aulia Rafly Lubis, Mohamad Ghinau Thofadilah, Eka Arinda, Belia Nabila Putri, dan Zaka Kurnia Rahman. Mereka bergerak dari keresahan terhadap maraknya kasus judi daring yang tidak hanya merugikan individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat luas. Berangkat dari kondisi itu, mereka mengembangkan sebuah prototipe yang mampu menghimpun data dari situs terindikasi judi melalui analisis linguistik dan visual. Lebih jauh lagi, GATE System juga dilengkapi metode secure yang dapat menelusuri transaksi finansial diduga terkait dengan praktik judi daring.

Salah satu anggota tim, Zaka Kurnia Rahman, menjelaskan bahwa inti pemikiran mereka berfokus pada aspek finansial. Pihaknya bersama tim berhipotesis bahwa judi daring dapat dimatikan secara finansial, karena itu, metode secure GATE System ini dikembangkan untuk melacak transaksi deposito. Pendekatan ini menarik karena mencoba menutup sumber kehidupan judi daring yang kerap mengandalkan aliran dana dari berbagai rekening. Dengan menelusuri transaksi tersebut, pemerintah akan memiliki instrumen tambahan untuk membatasi ruang gerak jaringan judi daring.

Inovasi GATE System tidak hanya penting sebagai karya teknologi, tetapi juga memiliki makna simbolis. Mahasiswa sebagai agen perubahan menunjukkan bahwa mereka tidak hanya pasif mengamati persoalan bangsa, melainkan aktif memberikan solusi. Dalam konteks sosial, inovasi ini juga membangun narasi bahwa ruang digital bukan semata-mata wilayah konsumsi hiburan, tetapi juga ruang perjuangan untuk kebaikan bersama. Dengan demikian, GATE System memiliki nilai lebih yang melampaui fungsinya sebagai perangkat teknologi.

Sementara itu, dukungan juga datang dari pihak kampus. Wakil Rektor III Universitas Lampung, Prof. Dr. Sunyono, M.Si., menegaskan pentingnya mendorong kreativitas mahasiswa yang dapat memberikan dampak nyata. Pihaknya berterima kasih atas sambutan hangat dari Ditjen Pengawasan Ruang Digital, dan Universitas Lampung akan terus mendukung langkah kreatif para mahasiswa. Ia juga berharap semoga inisiatif ini berkembang menjadi kolaborasi konkret antara akademisi dan pemerintah. Pihak kampus melihat inovasi ini sebagai peluang untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan dunia kebijakan publik.

Lebih jauh, Prof. Sunyono berharap agar GATE System dapat menginspirasi lahirnya lebih banyak solusi digital untuk mengawal ruang siber Indonesia. Harapan ini sejalan dengan visi besar pendidikan tinggi sebagai pusat inovasi yang menghasilkan karya nyata bagi masyarakat. Jika kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dapat berjalan konsisten, bukan tidak mungkin Indonesia akan memiliki ekosistem digital yang lebih resilien terhadap ancaman. Sinergi ini sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga berkontribusi langsung pada penyelesaian masalah bangsa.

Pemerintah sendiri terus menunjukkan komitmen untuk menindak tegas aktivitas judi daring yang merugikan masyarakat. Berbagai upaya seperti pemblokiran situs, pemantauan rekening, hingga penindakan hukum telah dilakukan. Namun, dengan kompleksitas teknologi yang digunakan para pelaku, diperlukan pendekatan baru yang lebih inovatif. Kehadiran GATE System menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan tersebut, sekaligus menegaskan pentingnya partisipasi anak muda dalam agenda nasional.

Apabila inovasi GATE System dapat dioptimalkan, maka strategi pemberantasan judi daring akan semakin komprehensif. Tidak hanya dari sisi regulasi dan penindakan, tetapi juga dari sisi teknologi yang mampu menutup celah digital. Hal ini penting karena tantangan ruang siber tidak dapat dihadapi oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi multi-aktor. GATE System membuktikan bahwa generasi muda siap menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton.

*) Penulis merupakan Kontributor Media Lokal.