Akademisi Tegaskan Tata Kelola Bursa sebagai Pilar Ketahanan Ekonomi Nasional

Jakarta – Sejumlah pemangku kepentingan menilai guncangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) harus menjadi momentum mempercepat reformasi tata kelola pasar keuangan. Langkah ini dipandang penting agar fondasi ekonomi nasional semakin kokoh dan tidak mudah terpengaruh tekanan eksternal.

Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Edy Prasetyono, menegaskan pembenahan sistem merupakan kebutuhan mendesak. “Ada atau tidak guncangan di bursa, perbaikan tetap harus dilakukan. Bukan hanya untuk memenuhi standar global, melainkan agar perekonomian nasional benar-benar kuat,” kata Edy.

Ia menilai gejolak pasar tidak bisa dilihat semata sebagai dinamika finansial. Menurutnya, penurunan peringkat oleh sejumlah lembaga internasional memunculkan pertanyaan mengenai kepentingan di balik standar global. “Guncangan ini terjadi karena ada lembaga asing menyatakan di Indonesia tidak sesuai dengan standar. MSCI, Moody’s, dan segala macam itu lalu menurunkan peringkat. Standar siapa? Untuk kepentingan siapa standar itu? Tidak ada yang bebas nilai, bebas kepentingan,” tuturnya.

Edy juga mempertanyakan relevansi saham yang terdampak terhadap masyarakat luas. “Saham-saham yang terguncang itu apakah terkait hajat hidup orang banyak? Apakah saham itu terkait kepentingan segelintir orang saja,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI, Mervin Goklas Hamonangan, yang melihat masih kuatnya hegemoni aset keuangan global. “Keputusan yang diambil negara-negara utama berfokus pada kepentingan domestik tanpa menghiraukan dampak terhadap negara berkembang. Negara berkembang cukup rapuh,” ujarnya.

Ia mencontohkan gejolak taper tantrum 2013 yang memicu arus modal keluar, pelemahan rupiah, hingga koreksi tajam IHSG. Kondisi tersebut bahkan memaksa Bank Indonesia menaikkan suku bunga, sehingga pertumbuhan ekonomi ikut tertahan.

Pengalaman itu menunjukkan keterkaitan erat antara geopolitik dan geoekonomi. Karena itu, penguatan tata kelola, transparansi, serta basis investor domestik dinilai menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong kemandirian ekonomi Indonesia di tengah kompetisi global.***

Reformasi Iklim Usaha Dorong Kepercayaan Investor ke Indonesia

JAKARTA — Komitmen memperkuat iklim usaha nasional kian ditegaskan sebagai fondasi utama menjaga stabilitas investasi Indonesia. Berbagai pemangku kepentingan menilai momentum dinamika pasar justru menjadi pendorong percepatan reformasi struktural agar perekonomian nasional semakin kokoh, adaptif, dan berdaya saing global.

Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Edy Prasetyono, menegaskan bahwa penguatan tata kelola dan transparansi merupakan langkah strategis untuk memastikan ekonomi Indonesia tumbuh di atas fondasi yang sehat. “Perbaikan dilakukan sebagai bagian dari konsolidasi nasional. Tujuannya bukan sekadar memenuhi standar global, tetapi memastikan perekonomian Indonesia benar-benar kuat dan mandiri,” ujarnya.

Menurut Edy, peningkatan kualitas regulasi, akuntabilitas, dan integritas pasar akan memperkuat kepercayaan investor jangka panjang. Ia menilai Indonesia memiliki kapasitas untuk terus menyempurnakan sistem ekonomi nasional sehingga mampu bersaing secara setara dalam arsitektur keuangan global.

Pandangan senada disampaikan peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Mervin Goklas Hamonangan. Ia menyebut pengalaman dinamika pasar global di masa lalu menjadi pembelajaran berharga bagi Indonesia untuk memperdalam pasar keuangan domestik dan memperluas basis investasi. “Indonesia semakin matang dalam mengelola volatilitas global. Ketahanan fiskal, stabilitas moneter, dan koordinasi kebijakan kini jauh lebih solid,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan iklim usaha juga berarti mendorong diversifikasi mitra investasi serta memperbesar partisipasi investor domestik. Dengan demikian, struktur pembiayaan pembangunan tidak bergantung pada satu sumber, melainkan bertumpu pada kekuatan ekonomi nasional sendiri.

Sementara itu, peneliti Departemen Hubungan Internasional CSIS, M. Habib Abiyan Dzakwan, menekankan pentingnya membangun optimisme berbasis evaluasi internal. “Kita perlu menumbuhkan mental melihat ke dalam untuk terus berbenah. Setiap momentum adalah peluang memperbaiki sistem agar semakin kredibel dan kompetitif,” ujarnya.

Habib menilai perbaikan iklim usaha harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup kepastian hukum, konsistensi regulasi, serta koordinasi lintas sektor. Menurut dia, investor membutuhkan jaminan stabilitas jangka panjang. “Investor menanamkan modal untuk horizon waktu panjang. Kepastian regulasi dan penegakan hukum menjadi faktor utama dalam membangun keyakinan tersebut,” katanya.

Penguatan peran lintas kementerian, termasuk koordinasi aspek ekonomi dan diplomasi, juga dinilai penting untuk memastikan kepentingan nasional terlindungi dalam interaksi global. Reformasi yang konsisten akan memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman dan prospektif di kawasan.

Para akademisi sepakat, perbaikan iklim usaha bukan sekadar respons terhadap dinamika pasar, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkokoh kedaulatan ekonomi. Dengan tata kelola yang semakin transparan, regulasi yang pasti, serta stabilitas makroekonomi yang terjaga, Indonesia diyakini mampu mempertahankan momentum pertumbuhan dan menjadikan investasi sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan.

Gejolak Global Jadi Momentum Pemerintah Memperkokoh Kemandirian Ekonomi

Oleh : Aldia Putra )*

Ketika banyak negara masih bergulat dengan ketidakpastian global, Indonesia justru menunjukkan sinyal ketahanan yang patut diperhitungkan. Gejolak yang sempat terjadi di Bursa Efek Indonesia bukanlah alarm krisis, melainkan pengingat bahwa ekonomi modern selalu bergerak dalam lanskap yang dinamis. Yang lebih penting, dinamika tersebut membuka ruang refleksi sekaligus mempercepat langkah pemerintah dalam memperkuat tata kelola ekonomi agar semakin transparan, adaptif, dan berdaya tahan tinggi.

Sejumlah pemangku kepentingan melihat guncangan pasar sebagai momentum strategis untuk memperbaiki fondasi sistem keuangan nasional. Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Edy Prasetyono, menekankan bahwa pembenahan tidak boleh bersifat reaktif. Menurutnya, reformasi harus tetap berjalan terlepas dari ada atau tidaknya tekanan pasar, karena tujuan utamanya adalah memastikan perekonomian nasional benar-benar kokoh sekaligus memenuhi standar global.

Ia juga mengingatkan bahwa gejolak pasar tidak dapat dipahami hanya sebagai fenomena finansial semata. Dalam pandangannya, penilaian lembaga internasional seperti MSCI dan Moody’s sering kali membawa perspektif tertentu yang tidak sepenuhnya bebas dari kepentingan. Karena itu, pertanyaan mengenai standar global, siapa yang menetapkan dan untuk kepentingan apa, menjadi relevan bagi negara berkembang yang ingin menjaga kedaulatan ekonominya.

Lebih jauh, Edy mengajak melihat secara jernih dampak riil dari saham yang berfluktuasi. Ia mempertanyakan apakah instrumen yang terguncang benar-benar berkaitan dengan kepentingan publik luas atau lebih mencerminkan kepentingan kelompok terbatas. Perspektif ini penting agar respons terhadap volatilitas pasar tetap proporsional dan tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

Pandangan tersebut sejalan dengan peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI, Mervin Goklas Hamonangan, yang menyoroti masih dominannya kekuatan aset keuangan global. Ia menilai kebijakan negara-negara besar umumnya berorientasi domestik tanpa selalu mempertimbangkan dampaknya terhadap negara berkembang, sehingga struktur pasar negara berkembang cenderung lebih rentan terhadap perubahan eksternal.

Pengalaman taper tantrum 2013 menjadi pelajaran berharga. Ketika stimulus moneter Amerika Serikat mulai dikurangi, arus modal keluar tak terhindarkan, nilai tukar melemah, dan pasar saham terkoreksi tajam. Bahkan, otoritas moneter saat itu harus menaikkan suku bunga yang pada akhirnya menahan laju pertumbuhan. Episode tersebut menegaskan betapa erat hubungan antara geopolitik dan geoekonomi, sekaligus menguatkan urgensi membangun basis investor domestik serta memperbaiki transparansi pasar.

Di tengah konteks global yang kompleks itu, kabar baiknya adalah fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan resiliensi tinggi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mencatat pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 5,11 persen dengan akselerasi pada kuartal keempat hingga 5,39 persen. Capaian ini menempatkan Indonesia di jajaran negara dengan performa ekonomi terbaik di antara kelompok ekonomi besar dunia.

Pertumbuhan tersebut tidak berdiri sendiri. Berbagai indikator sosial ikut membaik, kemiskinan menurun, ketimpangan lebih terkendali, dan pengangguran berangsur turun. Penyerapan tenaga kerja yang meningkat menjadi bukti bahwa ekspansi ekonomi mulai diterjemahkan ke dalam manfaat nyata bagi masyarakat.

Pemerintah pun menatap ke depan dengan optimisme terukur. Target pertumbuhan 2026 dipatok pada kisaran 5,4 hingga 5,6 persen, sebuah sasaran yang disusun berdasarkan evaluasi kinerja sebelumnya sekaligus membaca peluang global. Mesin pertumbuhan terus diperkuat melalui program prioritas nasional yang tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga pada perluasan kesempatan kerja.

Strategi memperluas basis ekonomi tampak dari penguatan koperasi desa hingga pembangunan perumahan rakyat. Ekonomi desa dipandang sebagai jangkar stabilitas karena peningkatan pendapatan masyarakat di akar rumput akan memperkuat daya beli sekaligus menjaga keseimbangan harga.

Dari sisi fiskal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran negara tetap ekspansif namun dikelola secara hati-hati. Defisit dijaga dalam batas aman guna mempertahankan kredibilitas fiskal jangka panjang. Pemerintah juga mempercepat realisasi belanja sejak awal tahun agar aktivitas ekonomi langsung bergerak, sementara penerimaan pajak yang meningkat menjadi sinyal bahwa roda ekonomi berputar sehat.

Pembiayaan investasi strategis turut diperluas, terutama melalui hilirisasi di sektor mineral, energi, pangan, dan industri kreatif. Langkah ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja dalam skala besar. Pada saat yang sama, stabilitas pasar keuangan mulai membaik dengan kembalinya arus modal asing ke instrumen obligasi yang menjadi indikasi meningkatnya kepercayaan investor.

Prioritas pemerintah terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok juga mencerminkan pendekatan ekonomi yang menyeluruh. Distribusi bantuan pangan bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan instrumen menjaga keseimbangan pasar sekaligus melindungi kelompok rentan.

Jika seluruh potret ini dirangkai, terlihat jelas bahwa ekonomi Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga berbenah. Reformasi tata kelola berjalan berdampingan dengan penguatan fundamental, menciptakan kombinasi antara stabilitas dan kesiapan menghadapi masa depan.

Pada akhirnya, ketahanan ekonomi bukanlah kondisi yang tercipta secara kebetulan. Ia lahir dari konsistensi kebijakan, disiplin fiskal, keberanian melakukan reformasi, serta kemampuan membaca perubahan global. Gejolak pasar justru menjadi ujian kedewasaan yang menunjukkan bahwa Indonesia tidak sekadar bereaksi terhadap tekanan, melainkan mengubahnya menjadi momentum memperkuat kemandirian.

Dengan fondasi domestik yang solid dan tata kelola yang terus disempurnakan, optimisme terhadap ekonomi Indonesia memiliki pijakan rasional. Di tengah dunia yang semakin kompetitif, arah kebijakan yang stabil dan reformis memberi pesan tegas: Indonesia tidak hanya siap bertahan dari guncangan, tetapi juga bersiap melangkah sebagai kekuatan ekonomi yang semakin diperhitungkan.

)* Penulis adalah kontributor Jendela Baca Institute

Ketahanan Ekonomi dan Konsistensi Reformasi Pemerintah

Oleh : Astrid Widia )*

Ketika ketidakpastian global masih menjadi bayang-bayang bagi banyak negara, Indonesia justru memperlihatkan daya tahan ekonomi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Koreksi yang sempat terjadi di Bursa Efek Indonesia memang menimbulkan perhatian, namun alih-alih menjadi sinyal pelemahan, dinamika tersebut justru mempertegas satu hal penting: fondasi ekonomi nasional tetap kuat, sementara pemerintah terus bergerak memperbaiki tata kelola agar sistem ekonomi semakin transparan, adaptif, dan tahan terhadap tekanan eksternal.

Dalam beberapa tahun terakhir, arah kebijakan ekonomi Indonesia menunjukkan konsistensi pada keseimbangan antara stabilitas makro dan transformasi struktural. Pendekatan ini bukan sekadar strategi jangka pendek, melainkan bagian dari desain besar untuk memperkokoh fondasi ekonomi sekaligus menjaga momentum pertumbuhan. Hasilnya terlihat nyata. Di tengah perlambatan global, ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh sekitar 5,11 persen, angka yang mencerminkan efektivitas stimulus pemerintah sekaligus ketahanan mesin domestik.

Presiden Prabowo Subianto menilai capaian tersebut sebagai buah kerja kolektif pemerintah. Ia menekankan bahwa koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas sekaligus memastikan kebijakan berjalan efektif. Penilaian itu penting karena stabilitas ekonomi tidak lahir dari satu kebijakan tunggal, melainkan dari orkestrasi kebijakan fiskal, sektor keuangan, hingga penguatan sektor riil.

Optimisme serupa disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang melihat fundamental ekonomi nasional terus menunjukkan tren penguatan. Konsumsi rumah tangga yang tumbuh mendekati lima persen menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga, sebuah faktor penting mengingat struktur ekonomi Indonesia bertumpu pada permintaan domestik. Stabilitas harga dan meningkatnya mobilitas masyarakat turut menjaga ritme pertumbuhan, terutama pada periode libur dan hari besar keagamaan yang memperkuat perputaran ekonomi.

Memasuki 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen. Target ini bukan ambisi kosong, melainkan ditopang oleh sinergi belanja negara, investasi swasta, serta penguatan lembaga investasi strategis. Analogi kesiapan ekonomi sebagai pesawat yang bersiap lepas landas menggambarkan keyakinan bahwa sektor produksi nasional semakin siap mendorong akselerasi pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, bahkan melihat prospek ekonomi Indonesia tetap cerah meski dunia dilanda tekanan ketidakpastian. Menurutnya, kekuatan permintaan domestik menjadi penopang utama pertumbuhan, sementara kebijakan fiskal berperan menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak. Sinergi dengan sektor keuangan juga memastikan pembiayaan dunia usaha terjaga, sekaligus mempertahankan likuiditas perekonomian.

Namun kekuatan ekonomi tidak cukup hanya bertahan; ia harus terus diperkuat melalui tata kelola yang baik. Koreksi pasar saham menjadi pengingat bahwa reformasi sistem investasi tidak boleh menunggu krisis. Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Edy Prasetyono, menilai peningkatan transparansi dan tata kelola merupakan kebutuhan strategis jangka panjang. Menurutnya, pembenahan sistem ekonomi harus tetap berjalan terlepas dari ada atau tidaknya guncangan pasar, karena langkah tersebut penting untuk memenuhi standar global sekaligus memperkokoh ketahanan nasional.

Edy juga mengingatkan bahwa gejolak pasar saham tidak bisa dilihat semata sebagai peristiwa finansial. Standar internasional yang dibentuk lembaga seperti MSCI dan Moody’s sering menjadi rujukan investor, dan kerap mencerminkan kepentingan aktor ekonomi besar. Dalam konteks itu, negara berkembang seperti Indonesia perlu memiliki strategi mandiri agar tidak terlalu rentan terhadap perubahan persepsi global.

Pandangan tersebut sejalan dengan analisis Peneliti LPEM FEB UI, Mervin Goklas Hamonangan, yang menyoroti kuatnya dominasi aset keuangan global. Ia melihat kebijakan negara maju sering berorientasi domestik tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap negara berkembang, sehingga pasar keuangan emerging markets menjadi lebih sensitif terhadap perubahan global. Pengalaman taper tantrum 2013 menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana pengurangan stimulus oleh Federal Reserve dapat memicu pelemahan nilai tukar dan arus keluar likuiditas.

Di sinilah urgensi reformasi tata kelola menemukan relevansinya. Pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk memperbaiki regulasi, memperkuat pengawasan pasar, serta memastikan kepastian investasi. Perbaikan iklim investasi domestik bukan hanya soal menarik modal asing, tetapi juga membangun kepercayaan investor nasional agar struktur pembiayaan lebih berimbang dan mandiri.

Langkah pemerintah menyalurkan stimulus ke sektor perbankan untuk menjaga likuiditas, misalnya, menunjukkan keberpihakan pada stabilitas jangka panjang. Dampaknya terasa pada meningkatnya aktivitas ekonomi serta perbaikan daya beli masyarakat sebagai salah satu indikator nyata bahwa kebijakan fiskal yang tepat sasaran mampu mendorong permintaan domestik secara berkelanjutan.

Kinerja sektor manufaktur yang masih berada di zona ekspansi semakin mempertegas bahwa aktivitas produksi nasional tetap kuat. Industri tidak hanya menjadi penopang stabilitas, tetapi juga motor penciptaan lapangan kerja. Ketika sektor riil bergerak, optimisme ekonomi pun mendapatkan landasan yang konkret.

Pada akhirnya, kekuatan ekonomi Indonesia hari ini bukan sekadar hasil dari kondisi eksternal yang kebetulan menguntungkan. Ia adalah produk dari sinergi kebijakan, reformasi struktural, serta komitmen pemerintah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas. Koreksi pasar justru memperlihatkan kedewasaan ekonomi nasional, bahwa Indonesia tidak alergi terhadap dinamika, tetapi menjadikannya momentum untuk berbenah.

Jika konsistensi ini terjaga, Indonesia tidak hanya akan mampu bertahan dari guncangan global, tetapi juga berpeluang melompat menjadi kekuatan ekonomi yang semakin diperhitungkan. Dengan fondasi domestik yang kuat dan tata kelola yang terus diperbaiki, narasi tentang ketahanan ekonomi Indonesia bukan lagi sekadar optimisme, melainkan realitas yang sedang dibangun.

)* Penulis adalah pengamat kebijakan publik

Koreksi IHSG Dorong Pemerintah Perkuat Fondasi Investasi dan Ketahanan Ekonomi

Oleh: Indah Sekar )*

Koreksi yang terjadi di Bursa Efek Indonesia menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem investasi nasional. Dinamika pasar global yang semakin kompleks mendorong Indonesia untuk mempercepat pembenahan tata kelola ekonomi agar lebih adaptif, transparan, dan berdaya tahan tinggi terhadap tekanan eksternal. Momentum ini juga memperlihatkan bahwa fondasi ekonomi nasional tetap kuat sehingga pemerintah memiliki ruang untuk melakukan reformasi struktural yang lebih terarah.

Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Edy Prasetyono, menilai peningkatan tata kelola dan transparansi merupakan kebutuhan strategis jangka panjang. Ia berpandangan bahwa perbaikan sistem ekonomi harus tetap berjalan tanpa bergantung pada ada atau tidaknya guncangan pasar. Upaya penguatan itu dinilai penting bukan hanya untuk memenuhi standar global, tetapi juga untuk memastikan ketahanan ekonomi nasional semakin kokoh dalam menghadapi dinamika global.

Edy juga menilai guncangan pasar saham tidak bisa dipahami hanya sebagai peristiwa finansial. Menurut pandangannya, terdapat pengaruh dari standar internasional yang dibentuk oleh aktor ekonomi global. Lembaga seperti MSCI dan Moody’s sering menjadi rujukan investor dalam menentukan keputusan investasi. Standar global itu kerap mencerminkan kepentingan ekonomi negara atau aktor besar sehingga negara berkembang harus memiliki strategi mandiri dalam menjaga stabilitas ekonominya.

Perspektif itu memperlihatkan bahwa sistem investasi nasional harus terus diperkuat agar tidak terlalu rentan terhadap perubahan persepsi global. Pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan ekonomi mampu menjaga kepercayaan investor domestik sekaligus meningkatkan daya saing investasi nasional. Upaya reformasi regulasi dan penguatan pengawasan pasar menjadi bagian dari strategi jangka panjang yang mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Peneliti pada LPEM FEB UI, Mervin Goklas Hamonangan, menilai dominasi aset keuangan global masih sangat kuat. Ia melihat keputusan negara maju sering berorientasi pada kepentingan domestik tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap negara berkembang. Kondisi itu membuat pasar keuangan negara berkembang cenderung lebih sensitif terhadap perubahan kebijakan global.

Pengalaman taper tantrum 2013 menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan moneter global dapat memengaruhi stabilitas ekonomi domestik. Saat Federal Reserve mengurangi stimulus melalui kebijakan quantitative easing, pasar keuangan global mengalami gejolak besar. Dampaknya terasa pada pelemahan nilai tukar dan keluarnya likuiditas dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Saat itu, nilai tukar rupiah mengalami tekanan signifikan dan indeks saham nasional terkoreksi tajam. Kondisi tersebut memaksa Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk mengendalikan inflasi. Kebijakan moneter yang ketat berdampak pada meningkatnya biaya pinjaman sehingga menekan sektor usaha dan memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Pengalaman historis itu memperlihatkan pentingnya penguatan fondasi ekonomi domestik. Pemerintah saat ini dinilai berada pada jalur yang tepat dengan terus memperkuat stabilitas fiskal, memperbaiki regulasi investasi, serta memperluas basis investor domestik. Langkah ini penting agar ketergantungan terhadap arus modal asing dapat dikurangi secara bertahap.

Sementara itu, Peneliti Departemen Hubungan Internasional CSIS, M Habib Abiyan Dzakwan, menilai faktor domestik memiliki peran besar dalam dinamika pasar saham nasional saat ini. Ia melihat pentingnya membangun pola pikir yang menempatkan pembenahan internal sebagai prioritas utama dalam menghadapi tekanan pasar.

Habib menekankan perbaikan tata kelola ekonomi harus dilakukan secara menyeluruh. Pembenahan tidak hanya pada sektor pasar keuangan, tetapi juga pada aspek hukum, regulasi usaha, serta stabilitas kebijakan jangka panjang. Kepastian hukum menjadi faktor utama dalam menarik investasi karena investor membutuhkan jaminan stabilitas dalam jangka panjang.

Keterlibatan lintas sektor juga menjadi kebutuhan penting. Dalam konteks geopolitik ekonomi, peran Kementerian Luar Negeri dinilai perlu diperkuat dalam koordinasi kebijakan ekonomi nasional. Sinergi antar lembaga dapat membantu pemerintah mengantisipasi risiko global secara lebih cepat dan terukur.

Stabilitas fiskal juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan investor. Pengelolaan utang yang sehat akan menjaga profil risiko negara tetap stabil di mata investor global. Hubungan antara utang negara dan lembaga pemeringkat sangat erat karena penilaian kredit menjadi indikator utama dalam menentukan biaya modal investasi.

Dalam konteks global, pola arus investasi cenderung bergerak menuju aset yang dianggap aman ketika terjadi ketidakpastian geopolitik. Kondisi itu dapat memicu arus modal keluar dari negara berkembang dan berpotensi melemahkan nilai tukar mata uang. Pemerintah Indonesia terus berupaya mengantisipasi kondisi itu melalui penguatan fundamental ekonomi dan stabilitas sektor keuangan.

Kebijakan suku bunga global juga memengaruhi arus investasi. Kenaikan suku bunga di negara maju dapat mengurangi daya tarik investasi di negara berkembang. Pemerintah merespons dinamika ini dengan memperkuat daya saing investasi domestik melalui reformasi struktural, digitalisasi layanan investasi, serta penyederhanaan regulasi usaha.

Koreksi pasar saham justru menjadi momentum strategis untuk mempercepat pembenahan sistem investasi nasional. Pemerintah dinilai memiliki komitmen kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas iklim investasi. Dukungan kebijakan yang konsisten akan memperkuat kepercayaan investor domestik dan internasional.

Ke depan, pembenahan sistem investasi membutuhkan komitmen jangka panjang. Tantangan kepentingan global dan domestik akan selalu ada. Pemerintah perlu terus memastikan kebijakan ekonomi berjalan konsisten demi menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya reformasi yang berkelanjutan diyakini mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Reformasi Berkelanjutan dan Ketahanan Ekonomi Nasional

Oleh : Citra Ayu Sanjaya )*

Di tengah lanskap global yang terus bergerak dan kerap menghadirkan kejutan, ketahanan ekonomi tidak lagi sekadar menjadi target pembangunan, melainkan prasyarat utama bagi keberlanjutan sebuah negara. Indonesia tampaknya memahami betul premis tersebut. Alih-alih bersikap defensif menghadapi guncangan pasar modal beberapa waktu lalu, pemerintah justru menjadikannya momentum untuk mempercepat reformasi lintas sektor dan memperkuat tata kelola ekonomi nasional.

Sejumlah akademisi menilai langkah pembenahan struktural mulai dari kepastian regulasi hingga kesehatan fiskal merupakan faktor krusial agar perekonomian tetap stabil sekaligus berdaya saing. Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Edy Prasetyono, mengingatkan bahwa perbaikan kebijakan tidak boleh bersifat reaktif. Ia berpandangan reformasi harus berjalan konsisten, terlepas dari ada atau tidaknya gejolak pasar, karena tujuan akhirnya adalah membangun ekonomi yang benar-benar kuat dan bukan sekadar memenuhi tolok ukur global.

Edy juga mengajak melihat dinamika di Bursa Efek Indonesia secara lebih komprehensif. Menurutnya, fluktuasi pasar tidak dapat dilepaskan dari cara lembaga internasional menilai standar ekonomi suatu negara, penilaian yang kemudian membentuk persepsi investor global. Ketika lembaga seperti MSCI atau Moody’s menyesuaikan peringkat, dampaknya tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga psikologis terhadap kepercayaan pasar.

Pandangan tersebut menemukan resonansi dalam analisis peneliti Institute for Economic and Social Research (LPEM) Universitas Indonesia, Mervin Goklas Hamonangan. Ia menegaskan bahwa kepastian hukum dan regulasi merupakan fondasi utama bagi ketahanan ekonomi jangka panjang. Dalam logikanya, investor menanamkan modal dengan horizon bertahun-tahun; tanpa kejelasan aturan, sulit mengharapkan komitmen investasi yang berkelanjutan.

Mervin juga menyoroti pentingnya reformasi lintas sektor untuk menciptakan iklim usaha yang lebih inklusif dan tahan terhadap perubahan global. Diversifikasi mitra ekonomi, menurutnya, perlu diperluas agar arus investasi tidak bertumpu pada segelintir negara. Pada saat yang sama, kesehatan fiskal harus dijaga supaya pemerintah memiliki ruang manuver yang cukup ketika tekanan eksternal meningkat. Pengelolaan utang yang prudent, lanjutnya, akan memperkuat kepercayaan pasar sekaligus melindungi perekonomian domestik dari risiko global.

Apa yang disampaikan para akademisi tersebut pada dasarnya sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir, strategi ekonomi nasional memang menempatkan keseimbangan antara stabilitas makro dan percepatan transformasi struktural sebagai prioritas. Pendekatan ini membuat Indonesia berada pada jalur yang semakin matang untuk memperkokoh fondasi jangka panjang tanpa kehilangan momentum pertumbuhan.

Presiden Prabowo Subianto menilai capaian ekonomi saat ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintahan. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga, menurutnya, menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sekaligus memastikan kebijakan berjalan efektif. Kinerja kabinet pada tahun pertama pemerintahan juga dinilai telah memberikan sinyal positif bagi dunia usaha dan investor internasional—indikasi bahwa arah kebijakan ekonomi relatif kredibel.

Dari sisi makro, fundamental ekonomi menunjukkan tren penguatan yang konsisten. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,11 persen, angka yang mencerminkan efektivitas stimulus pemerintah. Konsumsi rumah tangga yang tumbuh mendekati lima persen menandakan daya beli masyarakat tetap terjaga dan tentu saja ini menjadi sebuah penopang penting bagi ekonomi yang berbasis pasar domestik besar seperti Indonesia.

Stabilitas harga dan meningkatnya mobilitas masyarakat turut menjaga ritme pertumbuhan. Aktivitas ekonomi yang menguat pada berbagai momentum nasional memperlihatkan bahwa struktur ekonomi domestik memiliki daya tahan yang relatif baik terhadap gejolak eksternal.

Optimisme pemerintah juga tercermin pada target pertumbuhan 2026 yang diproyeksikan berada pada rentang 5,4 hingga 5,6 persen. Sasaran tersebut ditopang oleh sinergi belanja negara, investasi swasta, dan penguatan lembaga investasi strategis. Kolaborasi antara sektor publik dan swasta dipandang sebagai kunci akselerasi pembangunan.

Kesiapan sektor produksi nasional yang semakin membaik bahkan dianalogikan seperti pesawat yang bersiap lepas landas. Perbaikan iklim investasi terus diupayakan melalui berbagai instrumen kebijakan guna menjaga stabilitas sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru.

Stimulus yang disalurkan ke sektor perbankan untuk memperkuat likuiditas menjadi contoh konkret bagaimana kebijakan dirancang menyentuh sisi permintaan dan penawaran sekaligus. Dampaknya terlihat pada meningkatnya aktivitas ekonomi dan membaiknya daya beli masyarakat, yang oleh pemerintah dipandang sebagai indikator keberhasilan kebijakan fiskal.

Kinerja sektor manufaktur yang tetap berada di zona ekspansi semakin mempertegas bahwa aktivitas produksi nasional berjalan solid. Industri tidak hanya menopang stabilitas ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja yang merupakan sebuah faktor yang menentukan kualitas pertumbuhan.

Jika ditarik dalam perspektif yang lebih luas, sinergi kebijakan lintas sektor mulai dari regulasi investasi hingga tata kelola pasar keuangan, menunjukkan bahwa reformasi bukan sekadar jargon, melainkan proses yang sedang berlangsung. Reformasi berkelanjutan inilah yang diyakini dapat meningkatkan daya tahan terhadap guncangan global sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih inklusif.

Pada akhirnya, ketahanan ekonomi tidak terbentuk dalam semalam. Ia lahir dari konsistensi kebijakan, disiplin fiskal, kepastian regulasi, serta keberanian melakukan pembenahan struktural. Indonesia tampaknya sedang menapaki jalur tersebut. Di tengah ketidakpastian global, kombinasi antara stabilitas dan reformasi memberi pesan kuat bahwa ekonomi nasional tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga siap melangkah dengan fondasi yang semakin kokoh.

)* Penulis adalah pengamat ekonomi

Bersama Melindungi Generasi Muda dari Judi Daring

Oleh : Ricky Rinaldi

Perkembangan teknologi digital telah membuka ruang baru bagi kreativitas, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi. Namun di balik kemajuan tersebut, ancaman serius juga muncul, salah satunya adalah maraknya praktik judi daring yang menyasar generasi muda. Pemerintah memandang persoalan ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman nyata terhadap masa depan bangsa yang harus ditangani secara tegas, terstruktur, dan berkelanjutan.

Judi daring berkembang dengan pola yang semakin kompleks. Platform digital, media sosial, hingga sistem pembayaran elektronik dimanfaatkan untuk menjangkau anak-anak dan remaja secara masif. Generasi muda yang aktif di ruang digital kerap menjadi target empuk karena minimnya literasi risiko dan mudah tergoda oleh janji keuntungan instan. Dampaknya tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga memicu gangguan psikologis, penurunan prestasi akademik, konflik keluarga, hingga potensi tindak kriminal lanjutan.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menempatkan perlindungan generasi muda sebagai prioritas strategis pembangunan sumber daya manusia. Negara memastikan bahwa ruang digital tidak boleh dibiarkan menjadi arena eksploitasi yang merusak moral dan masa depan anak bangsa. Ketegasan negara dalam memberantas judi daring merupakan bagian dari komitmen menjaga kualitas generasi penerus sebagai aset utama Indonesia.

Langkah konkret diwujudkan melalui penguatan regulasi, percepatan pemblokiran situs ilegal, serta penindakan hukum terhadap jaringan pelaku judi daring. Pemerintah tidak hanya menyasar operator dan bandar, tetapi juga memutus aliran dana serta membongkar jaringan promosi yang kerap menyusup dalam konten hiburan digital. Pendekatan ini menunjukkan bahwa negara bergerak secara sistematis dan menyeluruh.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pengawasan ruang digital diperketat secara berkelanjutan. Kementerian yang dipimpinnya meningkatkan kerja sama dengan platform digital dan penyedia layanan internet untuk mempercepat pemblokiran konten judi daring. Upaya ini dilakukan secara masif, dengan ribuan hingga jutaan konten ilegal yang telah ditindak sebagai bagian dari strategi pembersihan ruang digital nasional.

Penanganan judi daring juga melibatkan sinergi lintas lembaga. Aparat penegak hukum, otoritas keuangan, serta kementerian terkait membangun koordinasi untuk memutus akses transaksi dan menindak pihak-pihak yang terlibat dalam ekosistem ilegal tersebut. Negara memastikan bahwa upaya pemberantasan tidak bersifat simbolik, melainkan memiliki dampak nyata dalam menekan aktivitas dan transaksi judi daring.

Namun, kebijakan dan penegakan hukum saja tidak cukup. Perlindungan generasi muda membutuhkan partisipasi aktif keluarga dan masyarakat. Orang tua memiliki peran sentral dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, mengawasi aktivitas digital, serta menanamkan nilai tanggung jawab dan integritas sejak dini. Pendidikan karakter menjadi benteng utama dalam menghadapi godaan instan yang ditawarkan judi daring.

Sekolah juga memegang peran strategis dalam membangun literasi digital yang komprehensif. Pendidikan literasi digital tidak hanya membahas kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan memahami risiko, mengenali manipulasi digital, dan mengambil keputusan yang bijak. Generasi muda harus dibekali kesadaran bahwa keuntungan instan yang ditawarkan judi daring hanyalah ilusi yang berujung pada kerugian.

Pemerintah juga mendorong penguatan kegiatan positif bagi anak dan remaja sebagai alternatif yang produktif. Program olahraga, seni, kewirausahaan, serta inovasi teknologi menjadi ruang penyaluran energi dan kreativitas generasi muda. Ketika ruang digital diisi dengan aktivitas konstruktif, maka ruang bagi praktik ilegal akan semakin menyempit.

Dampak ekonomi dari judi daring tidak bisa diabaikan. Banyak keluarga mengalami tekanan finansial akibat anggota keluarganya terjerat kecanduan judi online. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memperburuk ketimpangan sosial dan menghambat mobilitas ekonomi. Oleh karena itu, pemberantasan judi daring juga menjadi bagian dari strategi perlindungan ekonomi keluarga dan stabilitas sosial nasional.

Komitmen negara dalam memberantas judi daring menunjukkan bahwa pembangunan manusia tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang perlindungan moral dan mental generasi bangsa. Ruang digital harus menjadi sarana pembelajaran, inovasi, dan kreativitas, bukan arena yang merusak masa depan anak-anak Indonesia.

Melindungi generasi muda dari judi daring adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah telah mengambil langkah tegas dan sistematis. Kini, dukungan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan. Dengan sinergi yang kuat antara negara, keluarga, sekolah, dan komunitas, Indonesia dapat memastikan bahwa generasi mudanya tumbuh dalam lingkungan digital yang aman, sehat, dan bermartabat.

Masa depan bangsa tidak boleh dipertaruhkan oleh praktik ilegal yang merusak. Bersama, Indonesia bergerak menjaga generasi muda dari ancaman judi daring demi masa depan yang lebih kuat dan berdaya saing.

*)Pengamat Isu Strategis

Judi Daring dan Tanggung Jawab Kolektif Melindungi Generasi Muda

Oleh : Ravisya Darasya)*

Perkembangan teknologi digital membawa dua sisi mata uang bagi Indonesia. Di satu sisi, ruang digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan berinovasi. Namun di sisi lain, ia juga menjadi medium subur bagi kejahatan siber, termasuk maraknya judi daring yang kini kian mengkhawatirkan. Fenomena ini tidak lagi menyasar kalangan tertentu, melainkan telah merambah pelajar, mahasiswa, bahkan anak di bawah umur.

Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara terbuka menyoroti maraknya judi daring sebagai tantangan serius bangsa. Dalam pembukaan retret Kokam di Satlat Brimob, Bogor, ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi di satu sisi berdampak pada kemudahan akses, tetapi di sisi lain juga memicu peningkatan kejahatan digital, dengan judi daring menjadi salah satu yang paling marak. Ia mengungkapkan keprihatinan karena pemain judi daring didominasi pelajar dan mahasiswa, disusul karyawan dan wiraswasta. Bahkan, anak-anak di bawah 18 tahun pun tercatat ikut terpapar praktik tersebut.

Kapolri menegaskan bahwa situasi ini menjadi tantangan bersama yang tidak bisa ditangani secara parsial. Ia memerintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk bekerja sama dengan kementerian, lembaga, serta elemen masyarakat dalam upaya edukasi dan penindakan, guna menekan angka judi daring dan melindungi generasi muda dari dampak destruktifnya.

Ancaman judi daring tidak berdiri sendiri. Ia sering kali berkelindan dengan penipuan digital yang memanfaatkan dokumen elektronik palsu, tautan manipulatif, hingga rekayasa identitas. Dalam konteks ini, langkah pencegahan menjadi sangat krusial. Kementerian Komunikasi dan Digital bersama penyelenggara sertifikat elektronik Privy meluncurkan inisiatif #CekDuluBaruPercaya untuk mendorong masyarakat membangun kebiasaan memverifikasi dokumen digital sebelum mempercayai, menandatangani, atau mengambil keputusan.

Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kemkomdigi, Teguh Arifiyadi, menekankan bahwa budaya verifikasi merupakan langkah proaktif dalam melindungi masyarakat dari maraknya penipuan berbasis dokumen digital. Ia memandang kolaborasi antara sektor publik dan swasta sebagai kunci dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman.

Data dari Indonesia Anti Scam Center Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan betapa genting situasi ini. Sepanjang November 2024 hingga Desember 2025, kerugian akibat penipuan digital mencapai Rp9,1 triliun dengan lebih dari 411 ribu laporan. Angka tersebut menjadi alarm keras bahwa literasi digital dan kebiasaan verifikasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Chief Executive Officer & Founder Privy, Marshall Pribadi, menyampaikan bahwa di dunia digital, kepercayaan harus bisa diverifikasi dan tidak cukup dinilai dari tampilan visual semata. Menurutnya, dokumen bisa terlihat resmi, lengkap dengan kop surat dan QR Code, tetapi belum tentu sah dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menegaskan bahwa proses verifikasi tidak seharusnya dipersepsikan rumit, karena dengan dukungan teknologi yang tepat, pengecekan keaslian dokumen dapat dilakukan secara cepat dan mudah.

Upaya penguatan ekosistem digital juga menyasar aspek perlindungan anak. Melalui kegiatan CommuniAction Malang bertema Anak di Dunia Digital: Aman atau Sekadar Diawasi, Direktur Informasi Publik Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo, mengajak generasi muda memanfaatkan ruang digital secara positif, kreatif, dan bertanggung jawab.

Ia mengingatkan bahwa ruang digital memang menawarkan peluang besar, tetapi juga menyimpan tantangan berupa perundungan siber, eksploitasi online, paparan konten berbahaya, serta penyalahgunaan data pribadi. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas sebagai bentuk komitmen melindungi anak di ruang digital. Namun ia menegaskan bahwa regulasi saja tidak cukup. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, kapasitas teknis yang kuat, serta komunikasi publik yang responsif, kreatif, dan berdampak.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Tri Joko, turut mengingatkan bahwa banyak perkara hukum berawal dari aktivitas media sosial yang tidak disaring dengan baik. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengunggah dan membagikan informasi, mengingat Pasal 27 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik melarang distribusi konten bermuatan negatif, termasuk perjudian, dengan ancaman sanksi pidana.

Di tingkat daerah, suara kewaspadaan juga digaungkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Abdul Rahim. Dalam berbagai pertemuan warga, ia mengingatkan bahaya narkoba dan judi daring yang mengancam masa depan generasi muda. Menurutnya, ancaman tersebut tidak hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan harapan keluarga. Ia mengajak orang tua, tokoh masyarakat, dan pemuda untuk aktif menciptakan lingkungan yang sehat dan aman, karena pencegahan paling efektif justru dimulai dari kesadaran kolektif di tingkat komunitas.

Fenomena judi daring pada akhirnya menjadi cermin bahwa transformasi digital harus dibarengi dengan transformasi etika dan literasi. Negara telah hadir melalui regulasi, penindakan, dan edukasi. Sektor swasta berkontribusi melalui inovasi teknologi verifikasi. Aparat penegak hukum memperkuat pengawasan dan penindakan. Namun, tanpa partisipasi aktif masyarakat, upaya tersebut tidak akan optimal.

Melindungi generasi muda dari jerat judi daring bukan semata tugas pemerintah atau aparat, melainkan tanggung jawab kolektif. Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak. Sekolah dan kampus harus memperkuat literasi digital. Komunitas dan media perlu konsisten menyuarakan edukasi. Generasi muda sendiri dituntut lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital.

Menuju Indonesia Emas 2045, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan kedewasaan komunikasi dan integritas moral. Judi daring dan kejahatan digital lainnya hanya dapat ditekan jika seluruh elemen bangsa berdiri dalam barisan yang sama: memperkuat literasi, membangun budaya verifikasi, serta menanamkan nilai tanggung jawab dalam setiap aktivitas digital. Dengan demikian, ruang digital Indonesia tidak hanya menjadi arena inovasi, tetapi juga ruang aman bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa..

)* Pengamat Kebijakan Pemerintah

Pemerintah Jamin Situasi Papua Aman dan Kondusif

JAKARTA – Komitmen pemerintah menjaga stabilitas keamanan di Papua kembali ditegaskan melalui langkah-langkah cepat dan terukur menyusul sejumlah gangguan keamanan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Penembakan terhadap pesawat perintis di Bandara Koroway, gangguan terhadap rombongan kendaraan operasional PT Freeport Indonesia, hingga ancaman terhadap pekerja layanan publik menjadi perhatian serius negara. Respons yang diambil tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

Penguatan pengamanan segera dilakukan di sejumlah titik strategis, terutama di wilayah penerbangan perintis dan kawasan operasional vital. Bandara Koroway di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, yang berperan penting sebagai jalur distribusi logistik dan mobilitas tenaga kesehatan serta pendidikan, kini mendapat tambahan personel TNI–Polri. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perlindungan menyeluruh agar akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap terjamin.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan aksi kekerasan mengganggu stabilitas daerah.

“Penguatan pengamanan dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara aman dan tenang,” tegas Djamari Chaniago.

Pernyataan tersebut menandai pendekatan preventif yang kini diperkuat di Papua. Pemerintah menempatkan keamanan sebagai fondasi utama pembangunan, sehingga setiap potensi eskalasi segera diantisipasi melalui koordinasi lintas institusi. Aparat di lapangan bergerak berdasarkan evaluasi situasi dan pemetaan risiko yang terukur.

Di Timika, aparat juga bergerak cepat menangani insiden di area operasional PT Freeport Indonesia. Proses evakuasi korban berlangsung sigap dan pelayanan medis diberikan secara optimal. Langkah pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku, menunjukkan bahwa supremasi hukum tetap menjadi pijakan utama.

Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menekankan bahwa perlindungan masyarakat sipil menjadi prioritas dalam setiap operasi keamanan.

“Negara hadir untuk menjamin keamanan warga yang tidak terlibat konflik dan memastikan ruang publik tetap aman,” ujar Johnny Eddizon Isir.

Penegasan tersebut memperlihatkan bahwa kebijakan keamanan dijalankan dengan pendekatan humanis. Aparat tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga menjaga rasa aman masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik tetap diupayakan berjalan tanpa gangguan berarti.

Satgas Operasi Damai Cartenz pun memperlihatkan profesionalisme melalui langkah investigasi berbasis intelijen dan koordinasi antarlembaga. Proses pengungkapan dugaan keterlibatan kelompok bersenjata dilakukan secara sistematis dengan dukungan data dan bukti yang kuat. Transparansi penanganan perkara menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Di tengah dinamika keamanan tersebut, agenda pembangunan di Papua tetap berjalan. Proyek infrastruktur, layanan kesehatan, dan peningkatan kualitas pendidikan terus dilanjutkan sebagai wujud kehadiran negara yang berkelanjutan. Stabilitas yang terjaga diyakini menjadi kunci percepatan kesejahteraan masyarakat.

Penguatan pengamanan bukan sekadar respons situasional, melainkan bagian dari strategi jangka panjang menjaga Papua tetap aman dan kondusif. Ketegasan aparat yang disertai profesionalisme dan akuntabilitas memberikan pesan jelas bahwa stabilitas adalah prioritas utama. Dengan situasi yang terkendali, Papua memiliki ruang lebih luas untuk melangkah menuju kemajuan yang berkelanjutan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tokoh Pemuda Papua Kecam Keras Penembakan Pesawat Sipil oleh OPM

Papua Tengah- Aksi penembakan terhadap pesawat sipil kembali mengguncang Papua dan memicu kecaman luas dari berbagai elemen masyarakat. Insiden yang terjadi saat pesawat jenis Caravan milik Smart Air mendarat di Bandara Korowai Batu, Rabu siang, menewaskan dua awak pesawat dan menimbulkan duka mendalam. Peristiwa ini disebut sebagai salah satu serangan paling serius terhadap penerbangan sipil di wilayah pedalaman Papua dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan kronologi, pesawat dengan registrasi PK-SNR tersebut berangkat dari Bandara Tanah Merah menuju Korowai Batu dalam penerbangan rutin. Saat roda pesawat menyentuh landasan sekitar pukul 11.05 WIT, rentetan tembakan menghantam badan pesawat. Serangan diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka. Dalam situasi genting, pilot berupaya mengendalikan pesawat hingga berhenti di ujung landasan, memberi kesempatan bagi para penumpang untuk menyelamatkan diri.

Sebanyak 13 penumpang dilaporkan selamat setelah berlari mencari perlindungan di sekitar area bandara. Pilot sempat mengirimkan laporan darurat melalui perangkat komunikasi Garmin kepada pihak maskapai. Namun komunikasi terputus, dan kedua awak pesawat kemudian ditemukan meninggal dunia akibat luka tembak. Tragedi ini menambah daftar panjang kekerasan bersenjata yang menyasar fasilitas sipil di Papua dan memunculkan kembali kekhawatiran atas keselamatan transportasi udara di daerah terpencil.

Tokoh Pemuda Papua Ali Kabiay menyampaikan kecaman keras atas insiden tersebut saat memberikan keterangan kepada media di Nabire. Kepada wartawan, termasuk dari TribunPapuaTengah.com, Ali menilai penembakan terhadap pesawat sipil merupakan tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan dan merusak martabat orang Papua. Ia menyatakan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam alasan apa pun.

“Apa yang dilakukan kelompok-kelompok yang bertentangan dengan kedaulatan negara ini telah mencederai nilai kasih yang ditanamkan oleh agama,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa masyarakat Papua menginginkan kedamaian dan pembangunan, bukan konflik berkepanjangan yang justru merugikan warga di daerah terpencil.

Ali juga mendesak aparat keamanan untuk mengejar pelaku dan mengusut tuntas kasus tersebut agar memberi rasa keadilan bagi korban. Selain penegakan hukum, ia merekomendasikan penguatan pengamanan di wilayah perbatasan, khususnya di kawasan Kabupaten Boven Digoel dan sekitarnya di Papua Selatan. Menurutnya, kehadiran pos keamanan di titik rawan penting untuk membatasi ruang gerak kelompok bersenjata.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat utama bagi kelancaran layanan publik dan konektivitas di Papua. Serangan terhadap penerbangan sipil tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga berpotensi mengisolasi masyarakat pedalaman yang sangat bergantung pada transportasi udara untuk mobilitas orang dan logistik. Karena itu, banyak pihak berharap langkah tegas dan terukur segera diambil agar tragedi serupa tidak terulang.