Stop Cyberbullying: Kenapa PP TUNAS Penting Untuk Generasi Digital

Oleh : Ricky Rinaldi *)

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi muda berinteraksi, belajar, dan membangun hubungan sosial. Media sosial, platform komunikasi daring, serta berbagai aplikasi digital memberikan ruang yang luas bagi anak dan remaja untuk mengekspresikan diri. Namun, di balik manfaat tersebut, muncul tantangan serius yang semakin mengkhawatirkan, yaitu cyberbullying atau perundungan digital. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis korban, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental, prestasi belajar, hingga kehidupan sosial anak. Dalam konteks inilah, implementasi PP TUNAS menjadi penting sebagai fondasi perlindungan bagi generasi digital Indonesia.

Cyberbullying berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi di kalangan anak dan remaja. Bentuknya dapat berupa penghinaan, penyebaran informasi pribadi, intimidasi, hingga pelecehan yang dilakukan melalui platform digital. Berbeda dengan perundungan konvensional, cyberbullying dapat terjadi kapan saja dan menyebar dengan cepat melalui internet. Dampaknya sering kali lebih luas karena korban merasa tertekan secara terus-menerus tanpa ruang aman untuk menghindar.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perlindungan terhadap generasi muda harus menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional. Anak-anak dan remaja perlu tumbuh dalam lingkungan yang aman, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi tidak justru menjadi ancaman bagi kesehatan mental dan masa depan generasi muda.

PP TUNAS hadir sebagai kerangka kebijakan yang memperkuat perlindungan anak di tengah perkembangan era digital. Regulasi ini menekankan pentingnya perlindungan terhadap hak-hak anak, termasuk dari ancaman kekerasan dan intimidasi di ruang siber. Dengan pendekatan yang lebih komprehensif, PP TUNAS tidak hanya menitikberatkan pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan dan edukasi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya digital yang sehat. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan etika dalam menggunakan teknologi. Melalui pendidikan yang tepat, siswa dapat memahami pentingnya menghormati orang lain serta menggunakan media digital secara bertanggung jawab.

Implementasi PP TUNAS mendorong penguatan literasi digital di lingkungan pendidikan. Anak-anak perlu dibekali kemampuan untuk memahami risiko dunia digital, termasuk dampak cyberbullying terhadap korban. Dengan literasi digital yang baik, siswa dapat lebih bijak dalam berkomunikasi dan mampu mengenali perilaku yang berpotensi merugikan orang lain.

Selain itu, penguatan kesehatan mental menjadi bagian penting dalam menghadapi fenomena cyberbullying. Korban perundungan digital sering kali mengalami tekanan psikologis yang tidak terlihat secara langsung. Oleh karena itu, sekolah dan keluarga perlu menciptakan ruang komunikasi yang terbuka agar anak merasa aman untuk menyampaikan masalah yang mereka hadapi.

Peran keluarga juga menjadi faktor yang sangat penting dalam mencegah cyberbullying. Orang tua perlu memahami aktivitas digital anak dan memberikan pendampingan yang tepat. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak akan membantu membangun kepercayaan sehingga anak tidak merasa sendirian ketika menghadapi tekanan di ruang digital.

PP TUNAS juga mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman. Pemerintah, sekolah, platform digital, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk memperkuat pengawasan serta edukasi mengenai etika digital. Pendekatan yang terintegrasi akan lebih efektif dalam menekan kasus cyberbullying yang semakin kompleks.

Di sisi lain, perkembangan teknologi harus tetap dimanfaatkan sebagai sarana positif bagi generasi muda. Media digital dapat menjadi ruang belajar, kreativitas, dan pengembangan potensi apabila digunakan secara sehat. Karena itu, pencegahan cyberbullying tidak bertujuan membatasi penggunaan teknologi, tetapi memastikan bahwa ruang digital tetap aman dan mendukung perkembangan anak.

Dalam jangka panjang, perlindungan terhadap generasi digital akan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan digital yang sehat akan memiliki rasa percaya diri yang lebih baik, kemampuan sosial yang lebih kuat, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang produktif dan berkarakter.

Melalui pembaruan kebijakan dan pendekatan pendidikan secara berkala, sistem perlindungan anak di dunia maya kini semakin efektif. Langkah adaptif ini sekaligus menjadi ruang inovasi untuk menghadirkan lingkungan digital yang aman dan sehat bagi generasi muda.

Selain aspek regulasi, kesadaran kolektif masyarakat juga sangat menentukan keberhasilan pencegahan cyberbullying. Budaya saling menghormati dan empati perlu ditanamkan sejak dini agar interaksi di ruang digital tidak dipenuhi kekerasan verbal maupun intimidasi. Dengan lingkungan digital yang lebih sehat, generasi muda dapat berkembang secara lebih optimal.

PP TUNAS menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa transformasi digital berjalan seiring dengan perlindungan terhadap generasi muda. Cyberbullying bukan sekadar persoalan teknologi, tetapi persoalan masa depan bangsa yang menyangkut kesehatan mental dan kualitas karakter generasi penerus. Dengan pendekatan preventif, edukatif, dan kolaboratif, Indonesia memiliki peluang besar untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda secara positif.

*) Pengamat Isu Strategis

Danantara Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri Teknologi dan Semikonduktor

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat posisi Indonesia dalam industri teknologi dan semikonduktor melalui penguatan investasi serta kolaborasi strategis dengan pelaku global. Langkah terbaru ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan Hisense yang disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, penandatanganan MoU tersebut langsung disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kerja sama itu menjadi upaya memperkuat investasi dan kemitraan strategis antara Indonesia dengan pelaku industri global.

“MoU tersebut menjadi langkah awal dalam menjajaki kerja sama di bidang teknologi,” ucapnya.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, CTO Danantara Sigit Puji Santosa, dan Chairman Hisense Group Jia Shaoqian. Pemerintah menilai kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat investasi, transfer teknologi, dan pengembangan industri nasional yang memiliki nilai tambah tinggi.

“Presiden Prabowo menyambut baik minat Hisense untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan nasional, peningkatan investasi, serta penguatan ekosistem industri dalam negeri,” ujar Prasetyo.

Menurutnya, kolaborasi dengan Hisense tidak hanya diarahkan pada pengembangan bisnis, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya saing sektor industri strategis. Kemitraan jangka panjang ini diharapkan mampu mempercepat transformasi Indonesia dari pasar teknologi menjadi pusat produksi dan inovasi industri berbasis teknologi maju.

“Melalui penandatanganan MoU tersebut, Indonesia dan Hisense menegaskan komitmen awal untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang,” ungkap Prasetyo.

Sebelumnya, upaya penguatan sektor teknologi itu sejatinya sudah pernah dibangun melalui pengembangan sumber daya manusia dan ekosistem semikonduktor nasional. Kerja sama dilakukan antara Danantara dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dengan perusahaan teknologi global Arm Ltd yang membuka program Joint Semiconductor Training guna menyiapkan talenta di bidang chip dan teknologi digital.

“Saat ini kami membuka pelatihan semikonduktor bersama Danantara. Kemudian, nanti hasil dari pelatihan nanti akan kita bangunkan ekosistem industri di sana,” ujar Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman.

Kolaborasi investasi dengan Hisense dan pengembangan talenta semikonduktor melalui pelatihan nasional menunjukkan arah baru strategi industrialisasi Indonesia. Dengan dukungan Danantara dan kemitraan global, pemerintah berharap Indonesia semakin diperhitungkan dalam rantai pasok teknologi dunia sekaligus memperkuat kemandirian industri strategis di masa depan.

Danantara Dorong Kerja Sama Teknologi Perkuat Industri Nasional

Jakarta – Percepatan hilirisasi dan pengembangan inovasi berbasis teknologi kini menjadi fokus utama pemerintah dalam memperkuat transformasi industri nasional. Melalui kolaborasi lintas sektor dan investasi strategis, pemerintah berkomitmen meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing Indonesia di tengah tantangan ekonomi global.

Dalam konteks tersebut, Danantara hadir sebagai instrumen strategis yang diarahkan untuk mendukung pembangunan industri modern dan memperkuat ekosistem ekonomi nasional.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengintegrasian pengelolaan aset strategis negara di bawah Danantara dilakukan demi memangkas inefisiensi. Langkah terpusat ini diambil guna memastikan tata kelola yang lebih bersih.

“Danantara mengelola aset strategis negara secara terintegrasi. Pengelolaan terpusat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Badan Pengelola Investasi Danantara dengan Hisense Group dalam rangka penjajakan kerja sama di bidang teknologi.

Kerja sama teknologi dinilai penting dalam mendukung percepatan transformasi industri nasional. Selain membuka akses terhadap inovasi dan pengembangan riset, kolaborasi teknologi juga dapat meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta memperluas daya saing produk nasional di pasar global.

Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, lembaga riset, dan mitra strategis diharapkan mampu menciptakan industri yang lebih adaptif dan produktif.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa kesepakatan ini merupakan titik mula dari rencana kolaborasi jangka panjang di sektor inovasi, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama investasi dan kemitraan strategis antara Indonesia dengan pelaku industri global.

“MoU tersebut menjadi langkah awal dalam menjajaki kerja sama di bidang teknologi,” ujarnya.

Sementara itu, sebagai bagian dari strategi besar transformasi ekonomi, Danantara secara khusus mendorong kolaborasi teknologi di empat sektor jangka panjang, yaitu manufaktur, energi, digital, dan industri berbasis sumber daya alam. Pendekatan ini diambil guna memperkokoh fondasi industri nasional agar lebih mandiri dalam menghadapi persaingan global.

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menarik investasi berkualitas, mendorong transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja serta memperkuat daya saing Indonesia di sektor industri strategis.

Kerja Sama Teknologi Danantara Penting bagi Masa Depan Ekonomi

Oleh : Antonius Utomo *)

Transformasi ekonomi global saat ini bergerak ke arah yang semakin dipengaruhi oleh penguasaan teknologi dan inovasi. Jika sebelumnya kekuatan ekonomi suatu negara banyak ditentukan oleh besarnya sumber daya alam atau kapasitas produksi, kini indikator tersebut bergeser menuju kemampuan negara dalam mengembangkan teknologi, sumber daya manusia unggul, dan ekosistem industri modern. Di tengah perubahan tersebut, Indonesia membutuhkan strategi yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan fondasi ekonomi masa depan yang lebih berkelanjutan. Dalam konteks itu, langkah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam memperluas kerja sama teknologi menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian.

Danantara hadir bukan sekadar sebagai lembaga pengelola investasi negara, melainkan juga sebagai instrumen strategis pemerintah untuk mendorong pembangunan ekonomi yang memiliki nilai tambah tinggi. Peran tersebut menjadi semakin penting ketika Indonesia tengah berupaya memperkuat hilirisasi industri, mempercepat transformasi digital, dan meningkatkan daya saing nasional di tingkat global. Investasi yang diarahkan ke sektor teknologi dinilai memiliki efek jangka panjang yang besar karena dapat meningkatkan produktivitas nasional sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

Langkah konkret terbaru terlihat melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Danantara dan perusahaan teknologi global asal Tiongkok, Hisense Group. Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Kertanegara, Jakarta. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama investasi dan kemitraan strategis Indonesia dengan pelaku industri global.

CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani mengatakan pihaknya menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan komitmen pemerintah dalam menarik investasi berkualitas, mendorong transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja, serta menguatkan ekosistem industri dalam negeri, ini menjadi langkah awal dalam menjajaki kerja sama di bidang teknologi.

Pemerintah menyambut positif ketertarikan Hisense untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia. Dalam keterangannya, pemerintah menilai kolaborasi tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan investasi serta memperkuat ekosistem industri nasional. Kerja sama ini dipandang bukan hanya sekadar hubungan bisnis, melainkan menjadi langkah awal membangun kemitraan jangka panjang yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi Indonesia.

Nilai strategis dari kerja sama tersebut terletak pada potensi transfer teknologi yang dapat dihasilkan. Selama ini, salah satu tantangan negara berkembang adalah ketergantungan terhadap teknologi dari luar negeri. Indonesia sering kali hanya menjadi pasar bagi produk teknologi global tanpa memperoleh manfaat lebih besar dalam bentuk pengembangan kapasitas nasional. Melalui skema kemitraan yang tepat, kerja sama teknologi dapat membuka peluang transfer pengetahuan, peningkatan kualitas tenaga kerja, hingga pengembangan kemampuan industri nasional.

Kerja sama Danantara dan Hisense diharapkan dapat menarik investasi berkualitas, mendorong transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing Indonesia pada sektor industri strategis. Hal ini menunjukkan bahwa orientasi kerja sama tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi semata, tetapi juga diarahkan untuk membangun fondasi industri yang lebih kuat.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan dengan minat Hisense untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan nasional, peningkatan investasi, serta penguatan ekosistem industri dalam negeri. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, penguasaan teknologi telah menjadi faktor penentu kekuatan ekonomi suatu negara. Banyak negara maju membangun kekuatan ekonominya melalui inovasi, riset, dan pengembangan industri berbasis teknologi. Indonesia memiliki peluang besar untuk mengikuti jalur tersebut, terutama karena memiliki pasar domestik yang luas, bonus demografi, serta sumber daya yang dapat mendukung pengembangan industri nasional.

Kerja sama seperti yang dijalankan Danantara juga dapat mempercepat proses hilirisasi dan modernisasi industri nasional. Selama ini Indonesia masih menghadapi tantangan berupa dominasi ekspor bahan mentah dan produk dengan nilai tambah rendah. Padahal keuntungan ekonomi terbesar justru berada pada tahapan pengolahan, inovasi, dan pengembangan teknologi. Karena itu, penguatan investasi teknologi akan membantu Indonesia bergerak menuju ekonomi berbasis nilai tambah tinggi.

Dampak lainnya adalah terciptanya efek berganda terhadap perekonomian nasional. Masuknya investasi teknologi dapat membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendorong lahirnya industri pendukung, serta memperkuat rantai pasok nasional. Manfaat tersebut pada akhirnya tidak hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi juga masyarakat secara luas.

Danantara melalui kerja sama dengan Hisense menunjukkan arah yang positif. Kemitraan ini menjadi sinyal bahwa Indonesia tidak ingin sekadar menjadi pasar teknologi dunia, tetapi mulai membangun posisi sebagai bagian dari ekosistem teknologi global.

Pada akhirnya, masa depan ekonomi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh apa yang dimiliki hari ini, tetapi juga oleh kemampuan mempersiapkan kebutuhan masa depan. Kerja sama teknologi Danantara menjadi langkah penting untuk memastikan Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang lebih modern, kompetitif, dan berkelanjutan. Jika dijalankan secara konsisten, kolaborasi semacam ini berpotensi menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi besar di masa mendatang.

)* Pengamat Publik

Danantara dan Langkah Strategis Menuju Ekosistem Teknologi Modern

*) Oleh : Devita Adastri

Pembentukan Danantara dinilai menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat arah pembangunan ekonomi nasional yang berbasis inovasi dan teknologi modern. Kehadiran lembaga investasi nasional tersebut tidak hanya dipandang sebagai instrumen pengelolaan aset negara, tetapi juga sebagai penggerak transformasi menuju ekosistem teknologi yang lebih terintegrasi, adaptif, dan kompetitif di tingkat global. Di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin ketat, Indonesia membutuhkan fondasi investasi yang mampu mendukung percepatan pembangunan sektor-sektor strategis berbasis teknologi agar tidak tertinggal dari negara lain di kawasan Asia maupun dunia.

Dalam konteks perkembangan global, teknologi kini menjadi faktor utama yang menentukan daya saing sebuah negara. Negara-negara maju berlomba memperkuat investasi pada kecerdasan buatan, pusat data, energi hijau, kendaraan listrik, industri semikonduktor, hingga transformasi layanan digital publik. Indonesia pun memiliki peluang besar untuk mengambil peran penting dalam rantai ekonomi digital global karena didukung jumlah penduduk yang besar, pengguna internet yang terus meningkat, serta potensi bonus demografi. Namun, potensi tersebut memerlukan dukungan pendanaan jangka panjang dan tata kelola investasi yang kuat agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Di sinilah Danantara dipandang memiliki peran penting sebagai katalisator pembangunan ekonomi berbasis teknologi.

Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara, Sigit Puji Santosa menjelaskan keberadaan Danantara juga dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, dan sektor inovasi nasional. Selama ini, banyak pengembangan teknologi dalam negeri menghadapi tantangan pendanaan, minimnya dukungan riset, dan keterbatasan akses terhadap investasi strategis. Akibatnya, tidak sedikit talenta muda Indonesia yang memilih mengembangkan inovasinya di luar negeri karena ekosistem domestik belum sepenuhnya mendukung pertumbuhan teknologi secara optimal. Dengan adanya lembaga investasi yang memiliki orientasi jangka panjang, peluang pengembangan startup teknologi, riset kecerdasan buatan, digitalisasi industri, hingga penguatan infrastruktur teknologi nasional dapat berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.

Selain itu, Danantara dapat menjadi instrumen penting dalam mempercepat hilirisasi industri nasional berbasis teknologi. Indonesia selama ini dikenal kaya akan sumber daya alam, tetapi nilai tambah ekonominya belum sepenuhnya dinikmati di dalam negeri. Penguatan investasi pada sektor hilirisasi berbasis teknologi dapat menciptakan rantai produksi yang lebih modern sekaligus membuka lapangan kerja berkualitas tinggi. Misalnya, pengembangan industri baterai kendaraan listrik, pengolahan mineral strategis, hingga penguatan manufaktur berbasis digital dapat menjadi pintu masuk menuju ekonomi masa depan yang lebih kompetitif. Langkah tersebut juga sejalan dengan kebutuhan dunia yang mulai bergerak menuju ekonomi hijau dan industri rendah emisi karbon.

Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir menjelaskan transformasi menuju ekosistem teknologi modern tidak hanya berkaitan dengan pembangunan industri besar, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat secara luas. Digitalisasi layanan publik, pengembangan sistem pendidikan berbasis teknologi, penguatan layanan kesehatan digital, hingga pengembangan UMKM berbasis platform digital merupakan bagian dari perubahan yang perlu didukung secara menyeluruh. Dengan investasi yang tepat, teknologi dapat menjadi alat untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan yang lebih cepat, murah, dan efisien. Oleh sebab itu, pengelolaan investasi nasional perlu diarahkan agar manfaat pembangunan teknologi tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi mampu mendorong pemerataan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Di sisi lain, penguatan ekosistem teknologi juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tantangan terbesar dalam era transformasi digital bukan hanya soal infrastruktur, melainkan kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat. Indonesia membutuhkan lebih banyak tenaga ahli di bidang kecerdasan buatan, keamanan siber, data science, rekayasa perangkat lunak, dan teknologi manufaktur modern. Investasi yang dilakukan melalui Danantara dapat diarahkan untuk mendukung pendidikan vokasi, pelatihan digital, riset universitas, serta kolaborasi industri dengan lembaga pendidikan. Dengan demikian, pembangunan teknologi tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan SDM unggul yang siap bersaing secara global.

Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria menjelaskan pengelolaan investasi yang transparan dan profesional juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik dan investor internasional. Dalam pembangunan ekosistem teknologi modern, kepastian regulasi dan tata kelola yang akuntabel merupakan syarat utama agar investasi dapat berkembang secara sehat. Danantara diharapkan mampu menjalankan prinsip tata kelola yang baik dengan mengutamakan efisiensi, keberlanjutan, dan kepentingan nasional jangka panjang. Kepercayaan investor global terhadap Indonesia akan semakin meningkat apabila pengelolaan investasi mampu menunjukkan stabilitas, konsistensi kebijakan, dan keberpihakan terhadap inovasi nasional. Kondisi tersebut dapat membuka peluang masuknya investasi asing berkualitas yang mendukung transfer teknologi dan pengembangan industri masa depan.

Pada akhirnya, keberadaan Danantara dapat menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempercepat langkah menuju negara dengan ekosistem teknologi modern yang kuat dan mandiri. Perubahan dunia yang semakin cepat menuntut Indonesia untuk tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga menjadi produsen inovasi yang mampu bersaing di tingkat internasional. Dengan dukungan investasi strategis, penguatan SDM, pembangunan infrastruktur digital, serta tata kelola yang profesional, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan. Danantara bukan sekadar lembaga investasi, melainkan bagian dari upaya besar membangun fondasi ekonomi masa depan yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

)* penulis merupakan pengamat kebijakan Teknologi

Pemerintah Optimalkan CKG untuk Tangani Hipertensi Lansia Lebih Cepat

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh wilayah Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna mendeteksi dan menangani kasus hipertensi pada kelompok lanjut usia (lansia) secara lebih cepat, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Kemenkes, hasil skrining nasional melalui program CKG menunjukkan angka prevalensi yang cukup memprihatinkan. Sebanyak 4,36 juta atau sekitar 63,5 persen dari total 6,8 juta lansia yang berpartisipasi dalam program CKG tercatat menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi. Kondisi ini menuntut penanganan yang agresif dan komprehensif di tingkat pelayanan kesehatan primer guna mencegah risiko komplikasi yang lebih fatal.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, mengatakan bahwa beban penyakit hipertensi tidak hanya menjadi tantangan di Indonesia, melainkan juga isu kesehatan berskala global. Berdasarkan estimasi global, terdapat 1,4 miliar orang yang hidup dengan hipertensi, namun hanya satu dari empat orang yang tekanan darahnya dapat terkontrol dengan baik. Tren penuaan populasi dan urbanisasi yang masif kian memperbesar beban tersebut.

“Hipertensi pada lansia memiliki konsekuensi klinis dan sosial yang berat. Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung iskemik, gagal jantung, dan penyakit ginjal kronis. Bukti epidemiologis juga mengaitkan hipertensi jangka panjang dengan percepatan penurunan kognitif dan peningkatan kebutuhan perawatan jangka panjang,” ujar Imran.

Lebih lanjut, Imran menjelaskan situasi riil di lapangan di mana tingginya angka hipertensi pada lansia sering kali diikuti dengan gangguan mobilitas fisik yang signifikan. Ketika fungsi fisik lansia mulai menurun akibat komplikasi tekanan darah tinggi, tantangan medis tersebut akan dengan cepat bertransformasi menjadi beban fungsional dan finansial, baik bagi pihak keluarga selaku penyedia perawatan (caregiver) maupun bagi sistem kesehatan nasional.

Oleh sebab itu, Kemenkes menegaskan bahwa respons intervensi pemerintah melalui CKG tidak boleh hanya terbatas pada aspek kuratif atau sekadar membagikan obat-obatan.

“Upaya pencegahan dan pengendalian tidak boleh berhenti pada pemberian obat semata, melainkan harus mencakup rehabilitasi, dukungan caregiver, dan skema pembiayaan yang melindungi lansia miskin,” tegas Imran.

Melalui optimalisasi program CKG, pemerintah mendorong pelaksanaan skrining deteksi dini yang masif agar penanganan klinis dapat dilakukan jauh lebih cepat sebelum terjadi kerusakan organ. Kemenkes mengimbau agar pemeriksaan tekanan darah dilakukan secara rutin sejak usia 18 tahun, serta pemeriksaan berkala minimal satu kali dalam setahun bagi kelompok lanjut usia.

CKG Perkuat Penanganan Hipertensi Lansia demi Kesehatan Berkualitas

Jakarta – Guna mewujudkan kesehatan masyarakat yang lebih berkualitas, Pemerintah terus mengintensifkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), salah satunya dengan fokus penanganan hipertensi pada lansia. Penguatan program ini dilakukan untuk menjawab temuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai tingginya beban penyakit tersebut di kalangan lansia yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.

Kemenkes mencatat sebanyak 4,36 juta atau 63,5 persen dari 6,8 juta lansia peserta CKG terdeteksi menderita hipertensi. Temuan tersebut mempertegas pentingnya penguatan layanan skrining, pengendalian faktor risiko, serta tindak lanjut medis yang lebih komprehensif di tingkat layanan primer.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi menjelaskan bahwa hipertensi merupakan tantangan kesehatan global dengan sekitar 1,4 miliar penderita di dunia, namun hanya satu dari empat yang tekanannya terkontrol.

“Hipertensi pada lansia memiliki konsekuensi klinis dan sosial yang berat, termasuk risiko stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga penurunan fungsi kognitif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan hipertensi tidak cukup hanya dengan pemberian obat, melainkan harus diperkuat melalui rehabilitasi, dukungan caregiver, hingga skema perlindungan pembiayaan bagi lansia rentan. Menurutnya, skrining rutin sejak usia muda hingga lansia menjadi kunci pencegahan yang efektif, didukung perubahan gaya hidup sehat seperti pengurangan garam, aktivitas fisik, serta berhenti merokok.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyebutkan hipertensi di Indonesia terus meningkat lebih dari satu dekade terakhir.

“Hipertensi tidak bisa dianggap sepele karena dapat memicu komplikasi serius jika tidak dikontrol secara rutin,” ujarnya.

Dari sisi profesi, Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (InaSH) Eka Harmeiwaty menegaskan bahwa pengendalian hipertensi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat. Upaya ini diperkuat melalui edukasi dan kampanye kesehatan secara berkelanjutan.

“Dalam menjalankan program edukasi dan kampanye kesehatan, InaSH juga menggandeng berbagai pihak, termasuk industri farmasi serta komunitas masyarakat,” tutur Eka.

Penanganan hipertensi tidak hanya berfokus pada pengobatan medis, tetapi juga mencakup perubahan gaya hidup sehat, penguatan layanan primer, serta dukungan rehabilitasi dan perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Selain itu, peningkatan kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan angka kejadian hipertensi yang terus meningkat setiap tahunnya.

Silent Killer Itu Nyata: Kenapa Lansia Harus Rutin CKG

Oleh : Muhammad Nanda*

Silent killer bukan lagi sekadar istilah medis yang terdengar jauh dari kehidupan sehari-hari. Ancaman tersebut kini nyata berada di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok lanjut usia yang rentan mengalami penyakit kronis tanpa gejala awal yang jelas. Hipertensi, stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga penurunan fungsi kognitif sering kali berkembang perlahan tanpa disadari, lalu muncul dalam kondisi yang sudah berat. Situasi ini menjadi pengingat bahwa kesehatan lansia tidak cukup hanya ditangani saat sakit muncul, tetapi harus dijaga melalui langkah pencegahan dan deteksi dini yang konsisten.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Di tengah meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia, kebutuhan akan layanan kesehatan preventif menjadi semakin mendesak. Lansia membutuhkan sistem kesehatan yang mampu mendeteksi risiko penyakit sejak awal agar kualitas hidup tetap terjaga. Karena itu, CKG bukan sekadar program pemeriksaan rutin, melainkan instrumen strategis negara untuk melindungi kelompok usia lanjut dari ancaman penyakit tidak menular yang mematikan.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sebanyak 63,5 persen lansia peserta CKG mengalami hipertensi. Angka tersebut memperlihatkan bahwa tekanan darah tinggi telah menjadi persoalan serius yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala, namun menjadi pintu masuk bagi berbagai komplikasi berbahaya seperti stroke, penyakit jantung iskemik, gagal jantung, dan penyakit ginjal kronis. Bahkan dalam jangka panjang, hipertensi juga berkaitan dengan percepatan penurunan fungsi kognitif pada lansia yang berdampak terhadap meningkatnya ketergantungan pada keluarga maupun layanan kesehatan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman kesehatan lansia bukan hanya persoalan individu, melainkan tantangan sosial dan ekonomi yang lebih luas. Ketika lansia mengalami komplikasi penyakit kronis, beban pembiayaan kesehatan meningkat, produktivitas keluarga terganggu, dan kualitas hidup masyarakat ikut menurun. Karena itu, upaya menjaga kesehatan lansia harus ditempatkan sebagai investasi sosial jangka panjang yang memberikan manfaat besar bagi stabilitas kesejahteraan nasional.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala minimal setahun sekali menjadi langkah penting untuk mencegah risiko penyakit kronis yang mematikan. Pernyataan tersebut menegaskan perubahan paradigma pembangunan kesehatan nasional yang kini lebih menitikberatkan pada pencegahan dibanding pengobatan. Selama bertahun-tahun, sebagian masyarakat cenderung memeriksakan diri ketika kondisi kesehatan sudah memburuk. Padahal, banyak penyakit kronis memiliki masa perkembangan yang panjang sebelum menjadi fatal. Dalam rentang waktu tersebut, deteksi dini dapat membuka peluang penanganan lebih cepat dan efektif.

Melalui CKG, masyarakat diajak memahami pentingnya memantau indikator kesehatan dasar seperti tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol secara rutin. Langkah sederhana tersebut memiliki dampak besar dalam mencegah komplikasi berat. Lansia yang mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal akan memiliki kesempatan untuk mengubah pola hidup, menjalani terapi, atau memperoleh penanganan medis sebelum penyakit berkembang semakin parah. Dengan demikian, risiko kecacatan dan kematian dapat ditekan secara signifikan.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin P. Octavianus juga menekankan bahwa CKG berperan penting dalam memperluas skrining penyakit menular seperti tuberkulosis. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya fokus pada penyakit degeneratif, tetapi juga memperkuat sistem deteksi kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Pendekatan komprehensif semacam ini penting karena lansia sering kali memiliki kerentanan ganda akibat penurunan daya tahan tubuh dan adanya penyakit penyerta.

Pelaksanaan CKG di berbagai daerah pun memperlihatkan hasil yang positif. Kepala Dinas Kesehatan Donggala Aprina Lingkeh menyebut bahwa program tersebut difokuskan untuk mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa keberhasilan CKG sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Selain pemeriksaan rutin, pengendalian hipertensi dan penyakit kronis juga membutuhkan perubahan gaya hidup yang konsisten. Pengurangan konsumsi garam, aktivitas fisik teratur, pola makan sehat, pengendalian berat badan, serta berhenti merokok menjadi langkah penting yang harus dijalankan secara berkelanjutan. Lansia membutuhkan dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat agar dapat menjalani pola hidup sehat dengan nyaman dan bermartabat.

Momentum penguatan CKG juga harus menjadi pengingat bahwa pembangunan kesehatan nasional tidak hanya diukur dari jumlah rumah sakit atau kecanggihan teknologi medis, tetapi dari kemampuan negara mencegah masyarakat jatuh sakit. Pendekatan preventif jauh lebih efektif dan berkelanjutan dibanding penanganan ketika penyakit sudah memasuki tahap berat. Dalam konteks itu, CKG menjadi simbol transformasi layanan kesehatan Indonesia menuju sistem yang lebih proaktif, inklusif, dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat.

Pada akhirnya, silent killer memang nyata, tetapi ancaman tersebut bukan tanpa solusi. Pemeriksaan kesehatan rutin melalui CKG memberikan harapan besar bagi lansia untuk menjalani masa tua yang lebih sehat, mandiri, dan produktif. Deteksi dini bukan sekadar prosedur medis, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan keluarga dan bangsa. Dengan memperkuat budaya cek kesehatan secara berkala, Indonesia sedang membangun fondasi masyarakat yang lebih sehat sekaligus mengurangi risiko kehilangan.

*Penulis adalah Pengamat Sosial

Hipertensi Lansia dan Pentingnya Deteksi Dini melalui CKG

Oleh : Ricky Rinaldi *)

Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dialami oleh kelompok lanjut usia di Indonesia. Penyakit ini sering disebut sebagai “silent killer” karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi memiliki risiko serius terhadap kesehatan apabila tidak ditangani sejak dini. Pada kelompok lansia, hipertensi dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga penurunan kualitas hidup. Dalam konteks tersebut, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi langkah penting dalam memperkuat deteksi dini dan pencegahan penyakit pada masyarakat usia lanjut.

Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia membawa tantangan baru bagi sistem kesehatan nasional. Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik seseorang mengalami perubahan yang membuat risiko penyakit tidak menular semakin tinggi. Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang paling umum dialami lansia karena dipengaruhi oleh faktor usia, pola makan, aktivitas fisik, hingga kondisi psikologis.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan kesehatan harus menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk lansia. Kesehatan masyarakat usia lanjut tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis, tetapi juga tentang menjaga kualitas hidup agar tetap produktif dan mandiri. Oleh karena itu, pendekatan preventif melalui pemeriksaan kesehatan berkala menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan kesehatan nasional.

Program CKG hadir untuk memperkuat layanan kesehatan preventif melalui pemeriksaan kesehatan yang lebih mudah diakses masyarakat. Bagi lansia, pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat penting untuk mendeteksi hipertensi sejak dini sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko penyakit dapat ditekan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa penguatan layanan kesehatan primer menjadi langkah strategis dalam menghadapi meningkatnya penyakit tidak menular di masyarakat. Pemeriksaan kesehatan rutin membantu masyarakat mengenali kondisi tubuh mereka dan mendorong kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak dini. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan ketika penyakit sudah berada pada tahap berat.

Hipertensi pada lansia sering kali tidak disadari karena gejalanya cenderung ringan atau bahkan tidak muncul sama sekali. Banyak lansia baru mengetahui kondisi tekanan darah tinggi setelah mengalami komplikasi serius. Karena itu, pemeriksaan rutin melalui CKG menjadi sangat penting untuk mencegah keterlambatan penanganan.

Selain pemeriksaan tekanan darah, program CKG juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat bagi lansia. Pengaturan pola makan, pengurangan konsumsi garam, aktivitas fisik ringan, serta pengelolaan stres menjadi bagian penting dalam mengendalikan hipertensi. Edukasi ini membantu lansia memahami bahwa pencegahan penyakit dapat dilakukan melalui perubahan kebiasaan sehari-hari.

Peran keluarga juga sangat penting dalam mendukung kesehatan lansia. Dukungan keluarga dalam mengingatkan pemeriksaan rutin, menjaga pola makan, dan memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan akan membantu meningkatkan kualitas hidup lansia. Pendampingan keluarga menjadi bagian penting dalam keberhasilan pengelolaan hipertensi.

Program CKG juga memperlihatkan pentingnya pemerataan layanan kesehatan hingga ke tingkat komunitas. Banyak lansia, terutama di daerah terpencil, masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pemeriksaan kesehatan. Dengan pendekatan yang lebih aktif dan dekat dengan masyarakat, layanan kesehatan preventif dapat menjangkau kelompok yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.

Dalam konteks jangka panjang, penguatan deteksi dini hipertensi akan membantu mengurangi beban pembiayaan kesehatan nasional. Penyakit yang terdeteksi lebih awal dapat ditangani dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan ketika sudah menimbulkan komplikasi serius. Pendekatan preventif ini menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem kesehatan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Selain itu, kesehatan lansia juga memiliki dampak terhadap stabilitas sosial keluarga. Lansia yang sehat dan mandiri akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik serta tidak terlalu bergantung pada anggota keluarga lainnya. Hal ini penting dalam menjaga keseimbangan sosial di tengah meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut.

Namun demikian, keberhasilan program deteksi dini tetap membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Lansia perlu didorong untuk tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kesadaran bahwa pemeriksaan dini dapat mencegah risiko yang lebih besar harus terus diperkuat melalui edukasi dan pendekatan persuasif.

Di sisi lain, tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan berjalan optimal. Pendekatan yang ramah dan komunikatif akan membantu lansia merasa lebih nyaman dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan. Dengan pelayanan yang baik, kepercayaan masyarakat terhadap program kesehatan akan semakin meningkat.

Pemeriksaan kesehatan rutin juga membantu lansia menjalani masa tua dengan lebih percaya diri dan aktif dalam kehidupan sosial. Ketika kondisi kesehatan terpantau dengan baik, lansia memiliki peluang lebih besar untuk tetap beraktivitas dan menjaga kemandirian. Hal ini menjadi penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif di semua kelompok usia.

Pada akhirnya, deteksi dini hipertensi melalui CKG menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat usia lanjut. Program ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan dan peningkatan kualitas hidup. Dengan pemeriksaan rutin, edukasi kesehatan, dan dukungan keluarga, lansia memiliki peluang lebih besar untuk hidup sehat, aktif, dan produktif di usia lanjut.

*) Pengamat Isu Strategis

OPM Serang Warga Sipil, Pemerintah Tingkatkan Pengamanan di Yahukimo

YAHUKIMO – Komitmen pemerintah menjaga keamanan masyarakat Papua kembali ditegaskan setelah aksi brutal yang diduga dilakukan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Delapan warga sipil yang bekerja sebagai pendulang emas dilaporkan tewas akibat serangan kelompok bersenjata tersebut.

Peristiwa itu memicu kecaman keras karena korban merupakan masyarakat sipil yang sedang mencari nafkah. Aparat keamanan langsung bergerak cepat melakukan pengamanan dan pengejaran terhadap pelaku guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa korban bukan aparat keamanan sebagaimana tuduhan yang disebarkan kelompok OPM.

“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” ujar Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna.

Aksi tersebut diduga dilakukan kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka. Aparat menilai tindakan itu sebagai bentuk kekerasan yang mengganggu keamanan dan menghambat upaya pemerintah membangun Papua secara damai dan sejahtera.

Pemerintah melalui aparat keamanan memastikan perlindungan terhadap masyarakat menjadi prioritas utama. Patroli dan pengamanan di wilayah Yahukimo pun ditingkatkan untuk mencegah gangguan keamanan kembali terjadi.

“Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” tegas Letnan Kolonel Inf M. Wirya Arthadiguna.

Di sisi lain, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 juga berhasil mengamankan seorang pria berinisial YB (34) yang diduga menjabat sebagai Wakil Komandan Batalyon HSSBI Kodap XVI Yahukimo. Dari hasil pengembangan, aparat menemukan sejumlah barang bukti berupa amunisi, senjata tajam, serta komponen yang diduga berkaitan dengan perakitan senjata.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa langkah penindakan tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah menjaga keamanan Papua.

“Penindakan ini merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan yang dilakukan aparat di Yahukimo. Dari hasil penggeledahan ditemukan sejumlah amunisi dan barang-barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H..

Pemerintah memastikan penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata dilakukan secara profesional dan terukur demi menciptakan Papua yang aman, damai, dan kondusif bagi masyarakat.