Tokoh Indonesia Timur Ajak Publik Dukung PSN Papua dan Tolak Provokasi Film “Pesta Babi”

PAPUA – Pembangunan Papua terus menunjukkan perkembangan positif melalui berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijalankan pemerintah di berbagai sektor. Di tengah percepatan pembangunan tersebut, muncul ajakan dari tokoh masyarakat Indonesia Timur agar publik tidak terjebak pada narasi sepihak yang dinilai dapat memperkuat stigma negatif terhadap Papua, termasuk melalui film dokumenter Pesta Babi.

Ketua Umum Aliansi Indonesia Timur, Emanuel Mikael Kota, menilai Papua saat ini tengah bergerak menuju perubahan yang lebih baik melalui penguatan ekonomi masyarakat, pendidikan, serta pembangunan wilayah yang semakin merata. Karena itu, menurutnya, penggambaran Papua hanya dari sisi konflik dinilai tidak mencerminkan kondisi secara menyeluruh.

“Kalau narasi yang dibangun hanya menonjolkan berbagai persoalan dan tantangan sosial, tentu publik luar akan melihat Papua secara tidak utuh. Padahal masyarakat Papua hari ini sedang berupaya menjaga kedamaian, membangun ekonomi kampung, meningkatkan pendidikan anak-anak, dan memperkuat kehidupan adat,” ujar Emanuel Mikael Kota.

Ia menilai film dokumenter tidak dapat dijadikan satu-satunya rujukan dalam memahami dinamika Papua yang memiliki persoalan sosial, budaya, dan pembangunan yang kompleks. Menurutnya, masyarakat juga perlu melihat berbagai kemajuan yang sedang berlangsung di sejumlah daerah di Papua.

“Film dokumenter harus dilihat secara kritis dan proporsional. Jangan sampai publik diarahkan pada opini tertentu tanpa menghadirkan konteks yang lengkap. Papua bukan hanya cerita konflik. Ada banyak kemajuan, ruang dialog, pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan kehidupan masyarakat adat yang damai yang juga harus diangkat,” beber Emanuel Mikael Kota.

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat pembangunan melalui PSN yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu program yang menjadi perhatian ialah pengembangan kawasan pertanian di Kampung Tulem, Distrik Witawaya, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Program tersebut mencakup pembukaan lahan pertanian sekitar 800 hektare guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi pangan.

Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, mengatakan wilayah Tulem memiliki posisi strategis karena berada di pusat aktivitas masyarakat Wamena sehingga dinilai tepat untuk pengembangan sektor pertanian berkelanjutan.

“Wilayah Tulem sangat potensial karena berada di pusat aktivitas Wamena dan dapat menjadi kawasan pengembangan pangan yang mendukung kebutuhan masyarakat Papua Pegunungan,” ujarnya Ones Pahabol.

Selain sektor pertanian, pembangunan Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena segmen Mamberamo–Elelim sepanjang 50,14 kilometer juga terus berjalan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Papua. Infrastruktur tersebut diharapkan memperlancar distribusi logistik sekaligus membuka akses ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman.

Plt. Direktur HMTP, Kun Hartawan, menyebut pembangunan jalan juga memberikan dampak ekonomi langsung melalui keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proses pengerjaan proyek.

“Keterlibatan masyarakat Papua dalam pembangunan jalan ini menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” kata Kun Hartawan.

Menurut Emanuel, masyarakat Indonesia Timur saat ini lebih membutuhkan stabilitas sosial dan ruang pembangunan dibanding polemik yang berpotensi memecah persatuan. Ia berharap seluruh pihak dapat lebih bijak dalam mengangkat isu Papua agar tidak memperkuat stigma negatif di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami orang Timur menjaga kedamaian di tanah kami sendiri. Karena itu kami berharap jangan ada pihak yang membuat kisruh baru lewat komentar yang tidak konstruktif. Papua membutuhkan solusi dan persatuan, bukan perang opini,” tegas Emanuel Mikael Kota.

“Jangan jadikan Papua sebagai panggung narasi konflik yang terus diulang-ulang. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah rasa aman, pembangunan, dan masa depan yang lebih baik,” tutup Emanuel Mikael Kota.

Reformasi Menyala di Era Prabowo: Dari Disiplin Aparat ke Birokrasi Profesional

*) Oleh : Gavin Asadit

Reformasi sering terdengar seperti slogan, tetapi di era Presiden Prabowo Subianto, ia mulai diletakkan sebagai agenda kerja yang bisa diukur—terutama pada sektor yang paling menentukan kualitas negara: Polri, TNI, birokrasi, dan penegakan hukum. Komitmen untuk menjaga dan mempercepat reformasi bukan hanya soal merapikan prosedur, melainkan menata ulang watak tata kelola: dari budaya nyaman menjadi budaya akuntabel, dari kekuasaan yang sulit disentuh menjadi kekuasaan yang tunduk pada aturan.

Komitmen tersebut selalu ditekankan Presiden Prabowo dalam berbagai agenda pemerintahan, termasuk saat mendorong reformasi menyeluruh di sejumlah lembaga strategis negara. Pemerintah memandang reformasi bukan sekadar perubahan administratif, melainkan langkah besar untuk memperkuat kualitas institusi agar lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Di tengah tantangan global yang terus berkembang, pemerintah ingin memastikan seluruh lembaga negara mampu bekerja lebih adaptif, efisien, dan memiliki koordinasi yang kuat dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Salah satu perhatian utama pemerintah saat ini adalah reformasi institusi penegakan hukum dan birokrasi pelayanan publik. Penasihat Khusus Presiden bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Ahmad Dofiri menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menginginkan reformasi dilakukan secara menyeluruh terhadap lembaga-lembaga pemerintahan, dimulai dari institusi yang memiliki peran langsung terhadap pelayanan dan kepercayaan publik. Pemerintah menilai pembenahan kelembagaan penting dilakukan agar institusi negara semakin profesional dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaring masukan publik sebagai bagian dari proses reformasi. Pendekatan tersebut dinilai penting agar reformasi tidak hanya bersifat struktural, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan reformasi mampu memperkuat integritas lembaga negara sekaligus meningkatkan efektivitas kerja aparatur pemerintahan. Karena itu, sejumlah evaluasi terhadap sistem kerja, pengawasan internal, hingga pola koordinasi antarlembaga terus dilakukan secara bertahap.

Agenda reformasi lembaga juga sejalan dengan visi besar pemerintahan Prabowo dalam membangun negara yang lebih kuat dan berdaya saing. Pemerintah menilai tantangan pembangunan nasional ke depan membutuhkan birokrasi yang cepat, tepat, dan mampu bekerja secara kolaboratif. Oleh sebab itu, reformasi kelembagaan tidak hanya menyasar aspek regulasi, tetapi juga penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital, hingga peningkatan budaya kerja profesional di lingkungan pemerintahan. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan dan memperkuat kualitas pelayanan publik di berbagai sektor.

Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie sebelumnya juga menekankan pentingnya reformasi institusi negara dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan terus meningkat. Pemerintah memandang reformasi kelembagaan harus menjadi proses jangka panjang yang dilakukan secara konsisten, bukan sekadar respons sesaat terhadap dinamika politik atau tekanan publik. Karena itu, berbagai rekomendasi reformasi yang disusun pemerintah diarahkan untuk menciptakan sistem kelembagaan yang lebih modern, transparan, dan memiliki mekanisme pengawasan yang kuat.

Selain reformasi di sektor penegakan hukum, pemerintah juga mulai memperkuat efektivitas lembaga negara dalam mendukung program-program prioritas nasional. Berbagai kebijakan strategis seperti ketahanan pangan, hilirisasi industri, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pembangunan sumber daya manusia membutuhkan koordinasi kelembagaan yang lebih solid. Pemerintah menilai keberhasilan program prioritas nasional sangat bergantung pada kemampuan institusi negara dalam bekerja secara terintegrasi dan memiliki orientasi pelayanan yang kuat kepada masyarakat.

Transformasi birokrasi juga menjadi bagian penting dalam agenda reformasi pemerintahan Prabowo. Pemerintah terus mendorong digitalisasi layanan publik untuk mempercepat proses administrasi dan mengurangi praktik birokrasi yang berbelit. Dengan sistem pemerintahan yang semakin modern, pemerintah berharap pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses. Reformasi tersebut sekaligus menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi anggaran dan memperkuat pengawasan terhadap kinerja aparatur negara.

Pemerintah meyakini reformasi lembaga yang berjalan konsisten akan memberikan dampak besar terhadap stabilitas nasional dan pertumbuhan ekonomi. Institusi negara yang kuat dinilai mampu menciptakan kepastian hukum, meningkatkan iklim investasi, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Karena itu, agenda reformasi ditempatkan sebagai bagian penting dalam strategi besar pembangunan nasional menuju Indonesia maju. Pemerintah ingin memastikan seluruh lembaga negara bekerja dengan orientasi yang sama, yakni melayani masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan nasional.

Pemerintah akan terus memperluas agenda reformasi ke berbagai sektor strategis lainnya. Penguatan sistem pengawasan, peningkatan profesionalisme aparatur, serta pembenahan tata kelola kelembagaan akan menjadi fokus yang terus dijalankan secara bertahap. Pemerintahan Prabowo menilai reformasi lembaga bukan hanya kebutuhan birokrasi, tetapi menjadi syarat penting untuk membangun pemerintahan yang kuat, modern, dan dipercaya masyarakat. Dengan reformasi yang berjalan konsisten, pemerintah optimistis kualitas pelayanan publik dan efektivitas institusi negara akan semakin meningkat dalam mendukung kemajuan Indonesia.

)* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

Presiden Prabowo Serius Jaga Semangat Reformasi dan Berantas Korupsi

Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya menjaga semangat reformasi dengan mendorong pembenahan menyeluruh di lembaga-lembaga negara, termasuk penguatan reformasi di tubuh Polri. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat pemerintahan yang bersih, profesional, serta mempercepat pemberantasan korupsi dan kebocoran kekayaan negara.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan Reformasi Kepolisian, Ahmad Dofiri, mengatakan bahwa Presiden menginginkan reformasi tidak hanya dilakukan pada satu institusi, tetapi menyentuh seluruh lembaga negara agar semakin efektif, transparan, dan akuntabel.

“Pak Presiden menyampaikan yang diinginkan itu memang semua lembaga perlu direformasi,” ujar Ahmad Dofiri.

Menurut Dofiri, reformasi dimulai dari Polri karena institusi tersebut menjadi salah satu lembaga yang paling banyak mendapat perhatian publik. Selain memiliki fungsi strategis dalam penegakan hukum, Polri juga berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional serta mendukung keberhasilan program prioritas pemerintah.

“Oleh karena itu Presiden menyampaikan, ‘Ok, kita mulai dari Polri’,” jelas Dofiri.

Presiden juga memberikan perhatian besar terhadap isu pemberantasan korupsi dan kebocoran kekayaan negara. Pemerintah menilai bahwa keberhasilan agenda pembangunan nasional membutuhkan aparat penegak hukum yang profesional, berintegritas, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat.

“Nah, di situlah pentingnya mengapa kemudian Polri selaku aparat penegak hukum ya, karena ada sangkut paut dengan itu,” lanjut Dofiri.

Sementara itu, Ketua KPRP Jimly Asshiddiqie menyampaikan bahwa Presiden telah menerima sejumlah rekomendasi reformasi yang diajukan komisi tersebut. Salah satu poin yang mendapat dukungan Presiden ialah penguatan Komisi Kepolisian Nasional agar memiliki fungsi pengawasan yang lebih kuat dan independen.

“Presiden sangat menyetujui untuk dilakukannya penguatan Kompolnas sehingga keputusan dan rekomendasinya mengikat,” kata Jimly.

Langkah reformasi yang didorong Presiden Prabowo dinilai menjadi upaya strategis untuk membangun institusi negara yang semakin profesional, transparan, dan mampu menjawab tantangan pembangunan nasional di masa mendatang.****

Presiden Prabowo Pastikan Semangat Reformasi Tetap Hidup Lewat Penegakan Hukum dan HAM

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mempertegas komitmen pemerintah untuk menjalankan reformasi menyeluruh terhadap seluruh lembaga penegak hukum di Indonesia. Langkah strategis ini ditempatkan sebagai pilar utama dalam transformasi tata kelola negara guna menciptakan birokrasi yang lebih profesional, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM).

Presiden menekankan bahwa reformasi ini bukan sekadar pembenahan administratif, melainkan upaya besar untuk memperkuat kepercayaan publik sebagai fondasi stabilitas nasional. Hal ini selaras dengan momentum pemberlakuan KUHP Nasional pada tahun 2026 yang dirancang untuk mengedepankan keseimbangan hak sipil dan pendekatan keadilan yang lebih humanis.

“Negara butuh lembaga-lembaga penegak hukum yang profesional, yang bersih, yang penuh integritas, itu mutlak,” ujar Presiden Prabowo.

Senada dengan visi tersebut, Direktur Eksekutif Forum Kajian Keilmuan Hukum (FK2H) Universitas Jember, Bima, menilai bahwa langkah reformasi dan implementasi hukum nasional yang baru merupakan wujud nyata dekolonisasi hukum di Indonesia. Menurutnya, transisi ini sangat krusial untuk memastikan perlindungan HAM tetap terjaga di tengah modernisasi birokrasi.

“KUHP Nasional 2026 mengadopsi aliran hukum keseimbangan. Ini adalah momentum untuk memastikan bahwa tidak ada lagi pasal-pasal warisan kolonial yang mencederai hak-hak sipil, sekaligus menjadi acuan bagi aparat penegak hukum dalam bertindak secara lebih terukur dan humanis,” ujar Bima.

Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, menambahkan bahwa arahan Presiden menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat kualitas lembaga penegak hukum secara menyeluruh dan terpadu.

“Bapak Presiden memberi arahan bahwa reformasi tidak hanya dilakukan pada satu lembaga, tetapi harus dilakukan secara terpadu agar seluruh institusi semakin profesional dan mampu menjawab harapan masyarakat,” kata Jimly.

Sementara itu, Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Ahmad Dofiri, menyampaikan bahwa Presiden juga meminta seluruh jajaran untuk menghimpun masukan masyarakat secara luas agar reformasi berjalan tepat sasaran.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, seluruh masukan masyarakat harus dihimpun seluas-luasnya agar reformasi berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dofiri.

Melalui langkah strategis ini, pemerintah optimis bahwa reformasi menyeluruh akan menjadi momentum penting dalam memperkuat institusi negara, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan menghormati hak asasi manusia.

Dukung Komitmen Presiden Prabowo Jaga Semangat Reformasi dan Bersihkan Birokrasi

Oleh: Maya Paramitha)*

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan agenda reformasi secara menyeluruh, mulai dari tata kelola pemerintahan, penegakan hukum, hingga penguatan supremasi sipil dalam kehidupan bernegara. Komitmen tersebut menunjukkan bahwa reformasi bukan hanya dipahami sebagai perubahan administratif, melainkan upaya besar untuk membangun institusi negara yang profesional, bersih, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Agenda reformasi yang diusung Presiden Prabowo juga dipandang sebagai langkah penting untuk memastikan birokrasi negara mampu bergerak lebih adaptif menghadapi tantangan global. Di tengah persaingan ekonomi internasional, perkembangan teknologi digital, hingga ancaman kejahatan transnasional, negara membutuhkan institusi yang kuat, responsif, dan mampu bekerja secara efektif. Karena itu, reformasi kelembagaan tidak hanya relevan bagi kebutuhan internal pemerintahan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing nasional.

Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Ahmad Dofiri, menyampaikan bahwa visi Presiden Prabowo tidak terbatas pada pembenahan satu institusi semata, melainkan mencakup seluruh lembaga negara agar mampu bekerja secara efektif dan selaras dengan prinsip demokrasi modern. Pendekatan yang menyeluruh tersebut dinilai penting untuk memastikan reformasi berjalan sistemik dan tidak berhenti pada perubahan parsial.

Menurutnya, pembaruan kelembagaan harus diarahkan untuk memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus menjaga supremasi sipil sebagai fondasi utama negara demokrasi. Dalam sistem demokrasi yang sehat, setiap institusi negara dituntut bekerja secara profesional, tunduk pada hukum, serta menjunjung tinggi kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok tertentu. Supremasi sipil menjadi elemen penting agar seluruh kebijakan negara tetap berjalan sesuai amanat konstitusi dan prinsip demokrasi yang menjamin hak-hak masyarakat.

Semangat reformasi juga berkaitan erat dengan upaya pemberantasan korupsi yang selama ini menjadi tantangan besar dalam tata kelola pemerintahan. Pemerintahan Presiden Prabowo dipandang memiliki tekad kuat untuk memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan transparansi birokrasi, dan menutup celah penyalahgunaan kewenangan yang dapat merugikan negara maupun masyarakat. Upaya tersebut menjadi penting karena korupsi tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi negara, tetapi juga dapat menghambat pembangunan dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.

Dalam konteks tersebut, reformasi kelembagaan bukan hanya menyentuh aspek struktur organisasi, tetapi juga menyasar budaya kerja aparatur negara. Integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas menjadi nilai utama yang harus diperkuat agar setiap institusi mampu menjalankan mandat konstitusional secara optimal. Tanpa perubahan budaya birokrasi, reformasi berisiko berhenti pada tataran simbolik tanpa menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Transformasi budaya kerja tersebut juga perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan. Aparatur negara dituntut memiliki kompetensi, disiplin, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Dengan birokrasi yang modern dan profesional, pelayanan publik diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, dan bebas dari praktik maladministrasi.

Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, menilai bahwa agenda reformasi perlu diperluas hingga menyentuh lembaga hukum dan peradilan secara menyeluruh. Menurutnya, penguatan sistem hukum merupakan syarat penting dalam menciptakan kepastian hukum dan menjaga kepercayaan publik terhadap negara.

Ia menekankan bahwa supremasi hukum hanya dapat terwujud apabila aparat penegak hukum, hakim, dan seluruh perangkat peradilan memiliki integritas yang kuat. Oleh sebab itu, reformasi di sektor hukum harus berjalan beriringan dengan penguatan mekanisme pengawasan dan evaluasi yang konsisten agar praktik korupsi maupun penyalahgunaan kewenangan dapat dicegah secara efektif.

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa agenda reformasi Presiden Prabowo diarahkan untuk memperkuat fondasi demokrasi sekaligus memastikan negara hadir secara adil bagi seluruh masyarakat. Ketika lembaga negara bekerja secara profesional dan bebas dari praktik koruptif, maka stabilitas nasional dan kepercayaan publik akan semakin kokoh. Kepastian hukum yang terjaga juga akan memberikan dampak positif terhadap iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, reformasi kelembagaan juga menuntut sinergi antarlembaga agar kebijakan pemerintah dapat berjalan efektif dan tidak terhambat ego sektoral. Koordinasi yang kuat menjadi kunci dalam menghadirkan pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di tengah dinamika global dan tantangan sosial yang semakin kompleks. Sinergi tersebut penting agar program pembangunan dapat berjalan terarah, efisien, dan tepat sasaran.

Partisipasi masyarakat dalam mengawal reformasi juga memiliki peran penting untuk memastikan proses pembenahan berjalan transparan dan konsisten. Kritik, masukan, serta pengawasan publik menjadi bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat. Dengan keterlibatan masyarakat, reformasi tidak hanya menjadi agenda elit pemerintahan, tetapi gerakan bersama untuk memperkuat kualitas tata kelola negara.

Pada akhirnya, keberhasilan reformasi sangat ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan dan keberanian menegakkan prinsip-prinsip good governance. Reformasi bukan sekadar slogan politik, melainkan proses berkelanjutan untuk memastikan negara berjalan di atas prinsip supremasi sipil, penegakan hukum, dan pemerintahan yang bersih dari korupsi.

Dengan komitmen Presiden Prabowo dalam menjaga semangat reformasi, memperkuat supremasi sipil, serta memberantas korupsi, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun institusi negara yang lebih kredibel, responsif, dan dipercaya masyarakat. Agenda besar tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pemerintahan yang kuat sekaligus demokratis demi masa depan bangsa yang lebih baik.

)* Pengamat Reformasi Birokrasi

Pemerintah Pastikan Pengawasan Sekolah Rakyat Berjalan Optimal

JAKARTA – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan program Sekolah Rakyat berlangsung secara transparan dan tepat sasaran. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari proses penjangkauan calon peserta didik hingga pengadaan perlengkapan sekolah agar program tersebut benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat kurang mampu dan terhindar dari praktik penyimpangan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem yang datanya merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Oleh sebab itu, mekanisme penerimaan peserta tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka, melainkan dengan sistem penjangkauan langsung kepada masyarakat yang telah masuk dalam pendataan pemerintah.

Gus Ipul menegaskan proses tersebut harus bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Kami memastikan proses penjangkauan berlangsung secara bersih tanpa adanya titipan, permainan pihak tertentu, pungutan liar, maupun praktik KKN karena hal tersebut bertentangan dengan arahan Presiden,” ujarnya.

Selain memastikan penyaluran program berjalan sesuai aturan, Kementerian Sosial juga tengah mendalami dugaan mark up harga dalam pengadaan sepatu dan perlengkapan Sekolah Rakyat. Pemeriksaan dilakukan melalui audit internal guna mengetahui ada atau tidaknya pelanggaran dalam proses pengadaan barang.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa investigasi tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

“Pekan depan investigasi terkait pengadaan ini harus sudah selesai dan mendapatkan kejelasan,” katanya.

Agus menambahkan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara detail dan menyeluruh agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, hasil investigasi akan diteruskan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

“Saya meminta pemeriksaan ini dilakukan secara serius dan mendalam karena hasilnya nanti akan disampaikan kepada aparat penegak hukum,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Setyo Budiyanto turut memberikan perhatian terhadap pelaksanaan pengadaan barang dalam program Sekolah Rakyat. Menurutnya, pengawasan ketat sangat penting agar program strategis pemerintah dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Setyo menilai keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari penyerapan anggaran, tetapi juga kualitas barang yang diterima masyarakat serta dampak yang dirasakan penerima manfaat.

“Program ini memiliki tujuan yang sangat baik, namun setiap proses pengadaan harus dilaksanakan dengan pengawasan ketat, penuh kehati-hatian, serta mengedepankan langkah antisipatif,” ujar Setyo.

Melalui pengawasan dari pemerintah, audit internal, hingga keterlibatan aparat penegak hukum, program Sekolah Rakyat diharapkan dapat berjalan secara akuntabel, transparan, dan mampu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Program Sekolah Rakyat, Jaga Kualitas Program

Jakarta – Pemerintah memperkuat pengawasan Program Sekolah Rakyat untuk memastikan pelaksanaan berjalan transparan dan akuntabel. Langkah ini dilakukan agar kualitas program terjaga serta anggaran digunakan sesuai peruntukan.

Penguatan pengawasan juga menjadi bagian dari upaya pencegahan potensi penyimpangan sejak tahap perencanaan hingga implementasi di lapangan. Dalam hal ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkolaborasi untuk melakukan pengawasan bersama Kementerian Sosial (Kemensos).

“Tujuan program ini (Sekolah Rakyat) sangat baik. Namun, pengadaan dalam bentuk apapun harus dilandaskan pada pengawasan, ketelitian, dan prinsip antisipatif,” kata Ketua KPK, Setyo Budiyanto.

Setyo menegaskan, pendampingan dan koordinasi antarinstansi diperlukan untuk memastikan tata kelola program berjalan sesuai prinsip integritas. Menurutnya, keterlibatan aparat pengawas internal pemerintah serta dukungan lembaga terkait akan membantu meminimalkan risiko penyalahgunaan anggaran.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Sosial menyambut baik penguatan pengawasan tersebut sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga kualitas program. Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, sehingga diperlukan tata kelola yang baik agar tujuan tersebut tercapai secara optimal.

“Kami sudah berkomitmen dari awal agar program-program strategis ini tidak ternodai dengan praktik-praktik korupsi,” ungkap Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.

Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu menambahkan, kolaborasi dengan lembaga pengawas menjadi bagian dari mekanisme kontrol agar setiap tahapan pelaksanaan sesuai aturan. Ia menegaskan pentingnya keterbukaan data dan koordinasi lintas sektor demi menjaga kepercayaan publik terhadap program sosial pemerintah.

“Keterlibatan banyak pihak dalam pengawasan akan membuat program ini lebih kuat dan akuntabel,” ujarnya.

Di sisi lain, Kemensos juga memastikan proses pengadaan dan perencanaan program dilakukan secara hati-hati. Tim khusus yang dibentuk oleh Gus Ipul telah melakukan investigasi internal terkait proses pengadaan sepatu dan pelbagai perlengkapan lain untuk Sekolah Rakyat.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa evaluasi dan penyempurnaan teknis terus dilakukan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

“Minggu depan harus sudah _clear_ terkait investigasi pengadaan ini,” ujar Agus Jabo.

Dengan penguatan pengawasan dan koordinasi antarlembaga, pemerintah berharap Program Sekolah Rakyat dapat berjalan lebih efektif, transparan, serta berkelanjutan. Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga integritas pengelolaan anggaran, tetapi juga memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran utama kebijakan tersebut.

Sekolah Rakyat Dipastikan Berjalan dengan Pengawasan Ketat Pemerintah

Oleh: Anisa Putri Lestari*

Pemerintah memastikan program Sekolah Rakyat berjalan dengan pengawasan yang ketat demi menjamin bantuan pendidikan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan serta bebas dari praktik penyimpangan. Komitmen tersebut ditegaskan melalui langkah pengawasan berlapis yang melibatkan Kementerian Sosial, aparat penegak hukum, hingga pengawasan dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Program ini dinilai menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin ekstrem sekaligus memperkuat pemerataan kesejahteraan sosial di berbagai daerah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan khusus bagi kelompok masyarakat yang masuk kategori paling tidak mampu berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN. Karena itu, mekanisme penerimaan peserta tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka, melainkan melalui proses penjangkauan langsung oleh pemerintah agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Menurut Gus Ipul, pemerintah tidak ingin program yang ditujukan bagi masyarakat kecil justru disusupi praktik titipan, permainan oknum, maupun tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ia menegaskan bahwa seluruh proses dijalankan sesuai arahan Presiden agar bersih, transparan, dan berpihak kepada rakyat miskin. Penegasan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang terhadap praktik-praktik yang dapat mencederai tujuan utama program sosial tersebut.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menjaga kredibilitas program Sekolah Rakyat sejak tahap awal pelaksanaan. Di tengah tingginya perhatian publik terhadap pengelolaan anggaran negara, langkah antisipatif seperti pengawasan internal dan keterlibatan lembaga pengawas menjadi penting agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap program bantuan pendidikan tersebut.

Kementerian Sosial juga bergerak cepat menindaklanjuti isu dugaan mark up harga pengadaan sepatu dan perlengkapan sekolah dalam program Sekolah Rakyat. Pemeriksaan dan klarifikasi dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengadaan berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan negara maupun masyarakat penerima manfaat. Langkah ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap kritik dan sorotan publik.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan proses investigasi terkait pengadaan perlengkapan sekolah ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Ia meminta tim audit internal melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan mendalam agar hasil investigasi benar-benar objektif serta dapat dipertanggungjawabkan. Setelah proses tersebut rampung, hasilnya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Sikap tegas Agus Jabo Priyono memperlihatkan adanya komitmen pemerintah untuk menjaga integritas program sosial. Pemerintah tampaknya menyadari bahwa pengawasan tidak cukup hanya dilakukan di atas kertas, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata terhadap setiap dugaan pelanggaran. Dengan demikian, program Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi simbol kepedulian sosial, tetapi juga contoh tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Selain menyoroti aspek pengawasan, Agus Jabo Priyono turut mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Kementerian Sosial yang terus bekerja demi menyukseskan pelaksanaan Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut membutuhkan kerja sama yang solid karena menyangkut masa depan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar tetap bekerja sesuai aturan dan menjaga kekompakan dalam menjalankan amanah negara.

Pengawasan terhadap program Sekolah Rakyat juga mendapat perhatian serius dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Ketua KPK Setyo Budiyanto menilai program tersebut memiliki tujuan yang sangat baik karena menyasar masyarakat yang membutuhkan bantuan pendidikan.

Setyo Budiyanto menekankan bahwa keberhasilan program pemerintah tidak semata diukur dari besarnya penyerapan anggaran, tetapi juga dari kualitas manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, pengawasan terhadap pengadaan perlengkapan sekolah dinilai penting agar barang yang diterima siswa benar-benar layak dan sesuai kebutuhan. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa tata kelola anggaran kini menjadi perhatian utama dalam setiap program strategis pemerintah.

Sorotan dari KPK memperlihatkan bahwa pengawasan terhadap program pemerintah kini semakin kuat dan terbuka. Kehadiran lembaga antirasuah dalam mengawal pelaksanaan program sosial dinilai dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mencegah potensi penyimpangan sejak dini. Langkah tersebut juga menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin memastikan seluruh bantuan sosial benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa dikurangi kualitas maupun nilainya.

Di sisi lain, program Sekolah Rakyat juga dipandang sebagai bagian dari keberhasilan pemerintah selama satu tahun terakhir dalam memperkuat perlindungan sosial dan pembangunan sumber daya manusia. Dalam setahun terakhir, pemerintah dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global, memperluas bantuan sosial bagi masyarakat rentan, meningkatkan akses layanan kesehatan, serta memperkuat sektor pendidikan melalui berbagai program afirmatif. Keberhasilan menjaga inflasi tetap terkendali dan penyaluran bantuan sosial yang terus berjalan turut menjadi fondasi penting bagi pelaksanaan program-program kerakyatan seperti Sekolah Rakyat.

Dengan pengawasan ketat, proses pengadaan yang transparan, serta komitmen pemerintah menindak setiap dugaan pelanggaran, program ini diharapkan mampu berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Pemerintah, aparat pengawas, dan masyarakat perlu terus bersinergi agar Sekolah Rakyat benar-benar menjadi program yang bersih, berkualitas, dan memberikan manfaat besar bagi masa depan generasi Indonesia.

*Penulis merupakan akademisi pendidikan

Pemerintah Pastikan Sekolah Rakyat Diawasi Secara Menyeluruh

Oleh: Tiara Ayuningtyas*

Pemerintah terus menunjukkan keseriusannya dalam memastikan program Sekolah Rakyat berjalan transparan, tepat sasaran, dan diawasi secara menyeluruh demi memberikan akses pendidikan yang layak bagi masyarakat kurang mampu. Langkah pengawasan tersebut dilakukan mulai dari pembangunan infrastruktur hingga proses penyaluran bantuan perlengkapan sekolah agar seluruh tahapan berjalan sesuai aturan dan bebas dari praktik penyimpangan. Keseriusan itu terlihat dari keterlibatan langsung sejumlah kementerian dalam mengawal progres pembangunan, pengawasan teknis, hingga investigasi terhadap dugaan persoalan pengadaan yang mencuat di tengah masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo turun langsung meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap yang berada di Kecamatan Majenang. Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan pekerjaan konstruksi berjalan sesuai target serta berbagai persoalan teknis di lapangan dapat segera diatasi. Pemerintah memandang pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek fisik biasa, melainkan bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia nasional melalui pendidikan yang inklusif.

Dalam kunjungannya, Dody Hanggodo memberi perhatian besar terhadap sistem drainase di area proyek. Menurutnya, pengelolaan aliran air menjadi aspek penting karena kondisi tanah di lokasi pembangunan memiliki tingkat kejenuhan air yang cukup tinggi, terlebih ketika intensitas hujan meningkat. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat memastikan sistem drainase bekerja optimal agar tidak menghambat proses pembangunan maupun mengganggu kualitas bangunan di masa depan.

Langkah cepat yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus mengejar target pembangunan fisik, tetapi juga memastikan kualitas proyek tetap terjaga. Pengawasan teknis yang dilakukan secara langsung oleh pejabat kementerian menjadi sinyal bahwa pembangunan Sekolah Rakyat benar-benar diawasi secara ketat demi menghindari kesalahan konstruksi maupun potensi pemborosan anggaran.

Di sisi lain, pengawasan pemerintah terhadap program Sekolah Rakyat juga menyasar aspek sosial dan administrasi penerima manfaat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat diperuntukkan khusus bagi keluarga yang benar-benar tidak mampu sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN. Pemerintah ingin memastikan program tersebut tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.

Saifullah Yusuf menekankan bahwa proses penerimaan peserta didik dilakukan melalui sistem penjangkauan, bukan pendaftaran terbuka seperti sekolah pada umumnya. Mekanisme tersebut diterapkan agar pemerintah dapat langsung memverifikasi kondisi masyarakat yang layak menerima program pendidikan tersebut. Dengan sistem itu, pemerintah berharap tidak ada praktik titipan, pungutan liar, maupun permainan oknum tertentu yang dapat mencederai tujuan mulia program Sekolah Rakyat.

Pernyataan Saifullah Yusuf sekaligus memperlihatkan komitmen pemerintah dalam membangun tata kelola pendidikan yang bersih dan akuntabel. Pemerintah menyadari bahwa program bantuan sosial maupun pendidikan sering kali rentan disusupi kepentingan tertentu. Karena itu, pengawasan menyeluruh terus diperkuat agar pelaksanaan Sekolah Rakyat benar-benar berpihak kepada masyarakat miskin yang membutuhkan.

Keseriusan pengawasan itu juga tampak dari langkah Kementerian Sosial yang melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terkait dugaan mark up harga pengadaan sepatu serta perlengkapan Sekolah Rakyat. Pemerintah memilih bergerak cepat untuk menelusuri isu tersebut demi menjaga kepercayaan publik terhadap program pendidikan yang sedang dijalankan.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan investigasi terhadap dugaan persoalan pengadaan itu ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Ia meminta tim audit internal melakukan pemeriksaan secara mendalam agar seluruh fakta dapat diungkap secara transparan. Hasil investigasi nantinya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan pelanggaran dalam proses pengadaan.

Langkah Agus Jabo Priyono memperlihatkan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap kritik maupun dugaan penyimpangan yang muncul di tengah masyarakat. Sebaliknya, pemerintah memilih membuka ruang pemeriksaan secara terbuka sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola yang bersih. Sikap tersebut menjadi penting karena keberhasilan program sosial sangat ditentukan oleh tingkat kepercayaan publik terhadap integritas pemerintah dalam menjalankannya.

Dalam setahun terakhir, pemerintah memang menunjukkan sejumlah capaian penting di berbagai sektor pembangunan nasional. Selain mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan dan layanan sosial, pemerintah juga berhasil memperkuat program bantuan masyarakat, memperluas akses kesehatan, menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global, serta mempercepat pembangunan konektivitas daerah melalui proyek jalan, irigasi, dan fasilitas publik lainnya. Pemerintah juga dinilai berhasil menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program perlindungan sosial dan subsidi yang tepat sasaran sehingga kondisi ekonomi nasional tetap stabil di tengah tantangan global yang tidak ringan.

Program Sekolah Rakyat sendiri dinilai menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Kehadiran sekolah yang ditujukan khusus bagi masyarakat kurang mampu diharapkan mampu membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

Karena itu, pengawasan menyeluruh yang dilakukan pemerintah patut mendapat dukungan bersama. Seluruh pihak, baik pemerintah daerah, aparat pengawas, lembaga pendidikan, maupun masyarakat, perlu ikut mengawal pelaksanaan program tersebut agar tetap berada di jalur yang benar. Transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada rakyat kecil harus terus dijaga agar Sekolah Rakyat benar-benar menjadi solusi nyata bagi pemerataan pendidikan di Indonesia dan mampu melahirkan generasi yang lebih unggul di masa mendatang.

*Penulis merupakan Konsultan pemberdayaan masyarakat

Presiden Prabowo Perkuat Ketahanan Pangan lewat Hilirisasi Ayam Terintegrasi

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat agenda ketahanan pangan nasional melalui percepatan hilirisasi sektor peternakan, salah satunya melalui pengembangan Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT). Program ini diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani dalam negeri.

Langkah strategis tersebut dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Jakarta dengan melibatkan pemerintah, akademisi, badan riset, serta pelaku industri peternakan nasional. Forum ini menjadi wadah konsolidasi lintas sektor dalam merumuskan arah pengembangan industri ayam terintegrasi yang modern, mandiri, dan berdaya saing global.

Proyek HAT ditetapkan sebagai salah satu program prioritas nasional di bawah pengawalan Kementerian Pertanian. Program ini dirancang untuk membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, pakan, produksi, hingga distribusi dan pengolahan.

Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat implementasi program tersebut. “Kami membuka inovasi kolaborasi untuk membuat atau mendesain proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi agar tercipta seperti harapan kita semua,” ujarnya. Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, korporasi, akademisi, hingga peternak rakyat menjadi kunci dalam menciptakan inovasi yang aplikatif.

Menurut Maryadi, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak. “Kami selaku korporasi senang bisa membantu masyarakat, khususnya peternak rakyat maupun negara, sehingga dapat saling berkolaborasi dengan seluruh stakeholder yang ada,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Pertanian menegaskan bahwa peternak rakyat tetap menjadi prioritas utama dalam pengembangan industri perunggasan nasional. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyatakan bahwa setiap investasi harus memberikan manfaat nyata bagi peternak dalam negeri. “Pemerintah memastikan investasi perunggasan harus memperkuat produksi nasional, menciptakan lapangan kerja, dan menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.

Agung menambahkan, pembangunan subsektor peternakan dilakukan melalui penguatan kemitraan nasional yang melibatkan peternak rakyat, koperasi, pelaku usaha lokal, serta BUMN sektor pangan. “Ekosistem perunggasan nasional harus dibangun secara berkeadilan dengan melibatkan seluruh elemen,” katanya.

Dengan pendekatan hilirisasi terintegrasi, pemerintah optimistis industri perunggasan nasional dapat menjadi lebih efisien, berdaya saing, serta mampu menopang ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia. Program ini juga mampu memperkuat rantai pasok pangan domestik sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.

(*/rls)