MBG Ubah Budaya Sekolah Jadi Lebih Inklusif dan Humanis

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi siswa, tetapi juga mulai membawa perubahan nyata terhadap budaya sekolah di berbagai daerah. Sejumlah kajian sosiologi menunjukkan program ini mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan semangat belajar, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan humanis.

Sosiolog, Musni Umar menilai program MBG memiliki dampak sosial yang luas bagi kehidupan siswa di sekolah. Selain memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang cukup, kegiatan makan bersama juga membuka ruang interaksi sosial yang lebih erat antar siswa. Menurutnya, secara sosiologis kebiasaan makan bersama di sekolah akan menumbuhkan generasi yang tidak hanya sehat dan cerdas, tetapi juga memiliki solidaritas tinggi terhadap sesama.

“MBG di sekolah bisa menciptakan kesetaraan, kebersamaan, dan kedekatan satu sama lain. Selain itu, siswa bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan nyaman karena tidak dalam keadaan lapar. Interaksi yang terbangun dalam kegiatan makan bersama dapat memperkuat rasa empati dan kebersamaan sejak dini,” ujar Musni.

Pandangan tersebut sejalan dengan penilaian Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Toni Toharudin bahwa MBG menjadi salah satu pondasi baru dalam menciptakan pendidikan bermutu di Indonesia karena tidak hanya berdampak pada kesehatan siswa, tetapi juga pada budaya sekolah.

“Kegiatan makan bersama jadi sarana pembelajaran karakter yang alami. Siswa belajar disiplin, menjaga kebersihan, dan menghargai makanan. Ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak selalu harus melalui pendekatan formal, tetapi dapat tumbuh melalui pengalaman keseharian yang dirancang secara bermakna,” jelas Toni.

Lebih jauh, Toni menjelaskan aktivitas makan bersama juga membuka ruang interaksi yang lebih setara antara siswa dan guru. Momen non-formal tersebut dapat memperkuat hubungan pedagogis sekaligus menciptakan rasa aman psikologis bagi siswa.

“Ketika siswa merasa dihargai dan terhubung secara sosial, mereka cenderung lebih berani bertanya, bereksplorasi, dan terlibat aktif dalam proses belajar,” tambahnya.

Di sisi lain, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan sejak awal MBG dirancang sebagai program kemanusiaan dan investasi sosial, bukan program bisnis. Pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap mitra pengelola dapur MBG agar pelaksanaan program tetap sesuai dengan tujuan sosialnya.

“Pak Prabowo waktu itu sangat marah melihat kondisi masyarakat yang harus mengais sisa makanan. Dari situlah muncul tekad beliau, jika suatu saat mendapat amanah menjadi presiden, ingin memastikan masyarakat terutama anak-anak mendapatkan makanan yang layak,” kata Nanik.

Sementara itu, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul Syurya M. Nur menilai keberhasilan program MBG juga dipengaruhi oleh pendekatan komunikasi yang humanis dan kreatif kepada anak-anak. Ketika anak merasa senang, sehat, dan gizinya terpenuhi, maka tujuan besar membangun generasi unggul akan lebih mudah tercapai.

“Pendekatannya harus humanis dan humoris, bahkan bisa kreatif, seperti yang sudah dilakukan petugas SPPG mengenakan kostum superhero sehingga anak-anak tidak hanya menerima makanan, tetapi juga menantikannya,” tuturnya.

Melalui pendekatan gizi, sosial, dan pendidikan yang terintegrasi, Program MBG kini tidak hanya menghadirkan makanan bergizi di sekolah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran sosial yang membentuk karakter, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan budaya sekolah yang lebih inklusif dan humanis. (*/rls)

MBG Bantu Ubah Pola Makan Anak Indonesia

Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama sekitar satu tahun mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perubahan pola makan anak-anak Indonesia.

Sejumlah riset terbaru mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya membantu pemenuhan gizi siswa di sekolah, tetapi juga memicu kebiasaan makan yang lebih sehat di rumah serta meningkatkan semangat belajar anak.

Kajian yang dilakukan Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menemukan adanya perubahan pada rutinitas makan anak penerima program MBG. Direktur RISED, M. Fajar Rachmadi, menjelaskan bahwa sebagian besar orang tua merasakan manfaat langsung dari program tersebut.

“Kehadiran MBG ini justru memberikan rasa tenang kepada keluarga ketika anak-anak mereka di sekolah dan survei kami menunjukkan, 55 persen orang tua setuju bahwa kebiasaan anaknya berubah menjadi tidak pilih-pilih makanan setelah adanya program MBG,” ujar Fajar.

Penelitian RISED yang melibatkan sekitar 1.800 orang tua ini juga menunjukkan bahwa sekitar 80 persen orang tua menyatakan anak-anak mereka menjadi lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi sejak adanya MBG.

Bahkan, sebanyak 81 persen orang tua dari keluarga prasejahtera menyatakan mendukung keberlanjutan program tersebut.

“Menariknya lagi, ketika anak-anaknya bisa mendapatkan makanan di sekolah, orang tua juga merasa aman. Rasa aman ini timbul karena para orang tua yang kami survei yakin anak-anaknya mendapatkan makanan bergizi rutin melalui program MBG,” kata Fajar.

Temuan tersebut sejalan dengan hasil riset Laboratorium Sosiologi Universitas Indonesia (LabSosio UI) yang dirilis pada Maret 2026. Penelitian ini mencatat bahwa 66,4 persen siswa mengaku lebih bersemangat mengikuti pelajaran setelah adanya program MBG.

Ketua LabSosio-LPPSP FISIP UI, Hari Nugroho, menyebut penerimaan masyarakat terhadap program ini sangat tinggi, terutama dari kelompok ekonomi menengah ke bawah.

“Salah satu temuan paling menggembirakan dari riset ini adalah tingginya penerimaan masyarakat, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Para orang tua siswa yang ditemui di lapangan umumnya memberikan penilaian yang sangat positif terhadap program ini,” terangnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD-KPsi, menilai paparan rutin terhadap menu bergizi dapat membantu anak-anak lebih terbiasa dengan variasi makanan sehat.

“Program MBG menurut saya adalah program dengan niat yang bagus. Kita tahu masih banyak masyarakat yang belum mampu mencukupi kebutuhan gizi, dan bahkan pada kelompok ekonomi menengah pun belum tentu pola makan mereka sehat,” jelasnya.

Membangun Generasi Tangguh Melalui Program CKG Anak

Oleh Alvina Triyudha )*

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak dapat dipandang sebagai salah satu langkah pencegahan kesehatan paling berani yang pernah diambil pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Kebijakan ini bukan sekadar program layanan kesehatan biasa, tetapi merupakan upaya strategis yang menempatkan kesehatan anak sebagai fondasi masa depan bangsa. Dengan membuka akses pemeriksaan kesehatan secara luas dan tanpa biaya, pemerintah menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh secara sehat, baik secara fisik maupun mental.

Hasil pelaksanaan program CKG periode 2025–2026 mengungkapkan kondisi kesehatan mental anak yang selama ini tidak sepenuhnya terlihat di permukaan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa dari sekitar tujuh juta anak yang telah menjalani skrining kesehatan, hampir 10 persen di antaranya menunjukkan indikasi masalah kesehatan jiwa. Data tersebut menunjukkan sekitar 4,4 persen anak mengalami gejala kecemasan dan sekitar 4,8 persen menunjukkan gejala depresi. Temuan ini menjadi peringatan serius bahwa persoalan kesehatan mental anak bukanlah isu kecil yang dapat diabaikan, melainkan tantangan nyata yang memerlukan penanganan sistematis dan berkelanjutan.

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan jika dikaitkan dengan tren global yang menunjukkan meningkatnya angka percobaan bunuh diri di kalangan anak dan remaja. Data Global School-Based Student Health Survey menunjukkan peningkatan signifikan angka anak yang mencoba bunuh diri, dari 3,9 persen pada tahun 2015 menjadi 10,7 persen pada tahun 2023. Angka ini menggambarkan bahwa tekanan psikologis yang dialami anak semakin kompleks seiring dengan perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kehidupan modern. Oleh karena itu, langkah pemerintah untuk melakukan skrining kesehatan mental secara massal melalui program CKG dapat dianggap sebagai tindakan preventif yang sangat strategis dalam memetakan sekaligus menanggulangi potensi masalah sejak dini.

Dalam pandangan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, persoalan kesehatan mental anak tidak hanya disebabkan oleh faktor individu, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan yang lebih luas seperti keluarga, pertemanan, serta lingkungan pendidikan. Karena itu, pendekatan yang digunakan tidak dapat bersifat parsial. Pemerintah mendorong penguatan keterampilan hidup atau life skill serta pengenalan konsep pertolongan pertama pada luka psikologis agar anak-anak memiliki kemampuan menghadapi tekanan kehidupan dengan lebih sehat.

Upaya tersebut juga diperkuat melalui rencana perluasan skrining CKG yang ditargetkan menjangkau hingga 25 juta anak di seluruh Indonesia. Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi menyampaikan bahwa hasil skrining akan ditindaklanjuti oleh Puskesmas agar anak-anak yang terdeteksi memiliki gejala dapat memperoleh penanganan yang tepat. Pemerintah juga tengah mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang saat ini jumlahnya masih terbatas. Langkah ini penting karena keberhasilan program skrining sangat bergantung pada kesiapan sistem layanan kesehatan dalam memberikan intervensi lanjutan.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan layanan krisis kesehatan jiwa melalui platform healing119.id sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan kasus secara cepat. Kehadiran layanan ini menunjukkan bahwa negara tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi yang mudah diakses masyarakat. Keberadaan layanan krisis seperti ini menjadi bagian penting dari sistem perlindungan kesehatan masyarakat.

Di sisi lain, pelaksanaan program CKG secara nasional menunjukkan capaian yang sangat signifikan. Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari melaporkan bahwa hingga Maret 2026 terdapat lebih dari 13,8 juta orang yang telah mendaftar untuk mengikuti program tersebut, dan lebih dari 13 juta orang telah menerima layanan pemeriksaan kesehatan. Pada periode Januari hingga Februari 2026 saja, program ini telah melayani lebih dari 10,5 juta masyarakat di ribuan Puskesmas yang tersebar di ratusan kabupaten dan kota. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap program pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah.

Program CKG juga tidak terbatas pada kelompok anak, tetapi diperluas untuk berbagai kelompok masyarakat, termasuk para pengemudi yang bertugas selama arus mudik Lebaran. Inisiatif ini menunjukkan bahwa pendekatan preventif yang diusung pemerintah menyentuh berbagai sektor kehidupan. Dengan memastikan para pengemudi dalam kondisi sehat, pemerintah turut menjaga keselamatan jutaan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Keseluruhan langkah tersebut memperlihatkan bahwa program CKG bukan sekadar agenda kesehatan rutin, melainkan strategi besar untuk membangun budaya pencegahan dalam sistem kesehatan nasional. Selama ini, sistem kesehatan seringkali lebih fokus pada pengobatan setelah penyakit muncul. Program CKG mengubah paradigma tersebut dengan menempatkan deteksi dini sebagai prioritas utama. Pendekatan ini tidak hanya lebih efektif secara medis, tetapi juga lebih efisien dari sisi pembiayaan kesehatan negara.

Dengan semakin luasnya jangkauan program CKG, harapan besar muncul agar generasi muda Indonesia dapat tumbuh dalam kondisi kesehatan yang lebih baik, baik secara fisik maupun mental. Program ini menunjukkan bahwa keberanian negara untuk mengakui dan menangani persoalan kesehatan secara terbuka adalah langkah penting menuju pembangunan manusia yang lebih berkualitas. Dalam jangka panjang, keberanian tersebut dapat menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.

)* penulis merupakan pengamat kesehatan publik

Diskon Tarif Transportasi Jadi Stimulus Perjalanan Mudik Lebaran

Oleh: Herlina Hapsari )*

Pemerintah kembali menghadirkan berbagai kebijakan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat pada musim mudik Lebaran 2026. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pemberian diskon tarif transportasi pada berbagai moda perjalanan. Kebijakan ini dirancang sebagai stimulus bagi masyarakat agar perjalanan mudik dapat dilakukan dengan biaya yang lebih terjangkau sekaligus membantu pengelolaan arus pergerakan secara lebih merata.

Pemberian diskon tarif transportasi menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan mobilitas yang lebih inklusif selama periode Lebaran. Dengan biaya perjalanan yang lebih ringan, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk pulang ke kampung halaman tanpa terbebani oleh tingginya ongkos transportasi.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa kebijakan stimulus transportasi merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu masyarakat menghadapi peningkatan kebutuhan perjalanan selama Lebaran. Menurutnya, pemerintah berupaya memastikan pengelolaan arus mudik berjalan tertib, aman, dan tidak menimbulkan tekanan berlebihan pada infrastruktur transportasi.

Selain stimulus tarif transportasi, pemerintah juga kembali menghadirkan program Mudik Gratis. Program ini menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu masyarakat yang ingin pulang kampung namun memiliki keterbatasan biaya perjalanan.

Kementerian Perhubungan menyiapkan 401 unit bus yang akan melayani perjalanan ke 34 kota tujuan di sembilan provinsi. Program ini memberikan akses transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang ingin mudik menggunakan moda darat.

Tidak hanya melalui jalur darat, program Mudik Gratis juga mencakup layanan transportasi laut. Pemerintah menyediakan kuota sekitar 50.000 penumpang kelas ekonomi pada angkutan laut agar masyarakat dapat memanfaatkan transportasi laut sebagai alternatif perjalanan mudik.

Layanan mudik gratis juga tersedia pada moda kereta api. Pemerintah menyiapkan kapasitas sekitar 28.182 penumpang untuk perjalanan kereta api di Pulau Jawa yang meliputi lintas utara, tengah, dan selatan.

Dudy menjelaskan bahwa seluruh program tersebut disertai dengan upaya peningkatan keselamatan transportasi. Kementerian Perhubungan terus melakukan ramp check atau uji kelaikan terhadap sarana dan prasarana transportasi untuk memastikan seluruh moda yang digunakan masyarakat berada dalam kondisi layak operasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa pemerintah memberikan stimulus diskon tarif transportasi sebagai bagian dari upaya mendorong aktivitas ekonomi selama periode libur Lebaran. Kebijakan ini didukung oleh alokasi anggaran yang berasal dari APBN maupun sumber non-APBN.

Airlangga menyampaikan bahwa total anggaran stimulus transportasi Lebaran tahun ini mencapai Rp911,16 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program diskon transportasi pada sejumlah moda perjalanan.

Pada sektor transportasi udara, pemerintah memberikan diskon tiket pesawat domestik kelas ekonomi sebesar 17 hingga 18 persen. Program diskon ini berlaku untuk periode penerbangan 14 hingga 29 Maret 2026 dengan target pelayanan sekitar 3,3 juta penumpang.

Besaran diskon pada tiket pesawat tahun ini lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Kebijakan ini menunjukkan upaya pemerintah dalam memperluas akses transportasi udara bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik jarak jauh.

Stimulus juga diberikan pada sektor transportasi laut. Pemerintah menetapkan diskon tarif sebesar 30 persen dari tarif dasar pada kapal penumpang yang dioperasikan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PELNI.

Program diskon kapal penumpang tersebut berlaku pada periode 11 Maret hingga 5 April 2026 dengan target pelayanan sekitar 445 ribu penumpang. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat peran transportasi laut sebagai alternatif perjalanan bagi masyarakat di berbagai wilayah kepulauan.

Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon tarif jasa kepelabuhanan pada layanan penyeberangan. Potongan tarif mencapai 100 persen dan berlaku pada periode 12 hingga 31 Maret 2026.

Program diskon jasa kepelabuhanan ini ditargetkan melayani sekitar 945 ribu kendaraan serta 2,4 juta penumpang. Kebijakan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang menggunakan layanan penyeberangan antarpulau.

Stimulus tarif juga diberikan pada sektor perkeretaapian. Pemerintah menetapkan diskon sebesar 30 persen pada tiket kereta api kelas ekonomi di luar layanan yang termasuk dalam skema Public Service Obligation.

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menjelaskan bahwa pemberian diskon pada berbagai moda transportasi bertujuan memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat. Dengan biaya yang lebih terjangkau, masyarakat dapat menyesuaikan moda transportasi yang paling sesuai dengan kebutuhan perjalanan mereka.

Agus Harimurti Yudhoyono juga menilai kebijakan diskon transportasi memiliki peran penting dalam mengelola distribusi perjalanan selama masa mudik. Penurunan tarif pada waktu tertentu dapat mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan di luar puncak arus mudik.

Pendekatan tersebut dinilai mampu membantu mengurai potensi kepadatan kendaraan yang biasanya terjadi pada hari-hari tertentu menjelang Lebaran. Dengan demikian, arus perjalanan dapat tersebar lebih merata sehingga kemacetan dapat diminimalkan.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan perjalanan mudik yang lebih tertib, aman, dan terjangkau bagi masyarakat. Dengan dukungan berbagai stimulus transportasi, pemerintah berupaya memastikan tradisi mudik Lebaran dapat berlangsung lancar sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

*) Analis Kebijakan Publik

Kebijakan Diskon Tarif Tol Bukti Komitmen Pemerintah Jaga Kelancaran Mudik

Oleh: (Lingga Putra )*

Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah pemberian diskon tarif tol sebesar 30 persen pada sejumlah ruas jalan tol di berbagai wilayah Indonesia. Kebijakan ini dihadirkan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap mobilitas masyarakat yang meningkat signifikan selama periode mudik.

Langkah pemerintah memberikan diskon tarif tol menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan perjalanan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Potongan tarif tersebut diharapkan dapat membantu meringankan biaya perjalanan para pemudik sekaligus mendukung kelancaran arus kendaraan di berbagai jalur utama.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa kebijakan diskon tarif tol menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. Ia menyampaikan bahwa program tersebut juga diselaraskan dengan kebijakan diskon pada moda transportasi lain sehingga masyarakat memperoleh manfaat secara menyeluruh.

Dody menerangkan bahwa penerapan diskon pada jalan tol memiliki mekanisme berbeda dibandingkan dengan moda transportasi lain. Pada sektor transportasi seperti pesawat dan kereta api, pemerintah dapat memberikan subsidi langsung. Sementara pada jalan tol, skema yang digunakan dilakukan melalui penyesuaian margin keuntungan badan usaha jalan tol.
Koordinasi antara pemerintah dan badan usaha jalan tol menjadi langkah penting sebelum kebijakan diskon diberlakukan. Kementerian Pekerjaan Umum melakukan pembahasan bersama para pengelola tol untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan lancar sekaligus tetap menjaga keberlanjutan pengelolaan infrastruktur jalan tol.

Hasil koordinasi tersebut menghasilkan kesepakatan bersama untuk menerapkan diskon tarif tol sebesar 30 persen selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Kesepakatan itu menunjukkan dukungan dari para pengelola jalan tol terhadap kebijakan pemerintah yang bertujuan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Pemerintah menetapkan dua periode penerapan diskon tarif tol. Potongan tarif diberlakukan pada masa arus mudik tanggal 15 hingga 16 Maret 2026 serta pada masa arus balik tanggal 26 hingga 27 Maret 2026.

Program diskon diberikan bagi pengguna jalan tol yang melakukan perjalanan jarak terjauh pada ruas-ruas tertentu dengan menggunakan sistem pembayaran uang elektronik. Skema tersebut dirancang untuk menjaga kelancaran transaksi di gerbang tol sekaligus mendukung efisiensi perjalanan selama masa mudik.

Program diskon tarif tol tidak hanya diterapkan di Pulau Jawa. Pemerintah juga memberlakukan potongan tarif pada sejumlah ruas tol di luar Pulau Jawa guna memastikan manfaat kebijakan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Di sisi lain, kesiapan jaringan jalan nasional juga menjadi perhatian utama pemerintah. Jalan nasional non-tol sepanjang 47.603,39 kilometer saat ini berada dalam kondisi mantap dengan tingkat kemantapan mencapai 93,5 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah telah melakukan pemeliharaan infrastruktur secara berkelanjutan agar jalur utama transportasi darat tetap layak digunakan. Jalan yang terjaga kualitasnya menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan masyarakat.

Jaringan jalan tol yang siap melayani arus mudik juga terus bertambah. Saat ini panjang jalan tol yang beroperasi dan siap digunakan mencapai 3.115,98 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Bina Marga, Roy Rizali Anwar, menjelaskan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum menempatkan kondisi jalan nasional sebagai prioritas utama dalam menghadapi arus mudik Lebaran. Pemerintah memastikan seluruh jalur utama berada dalam kondisi baik sehingga dapat dilalui secara aman oleh para pemudik.

Roy menyampaikan bahwa upaya pemeliharaan dilakukan secara intensif untuk memastikan tidak ada kerusakan jalan yang berpotensi mengganggu perjalanan. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap berbagai bangunan pelengkap jalan seperti jembatan, drainase, dan rambu lalu lintas.

Selain menjaga kondisi infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan di jalur mudik. Gangguan tersebut dapat berasal dari bencana alam maupun kerusakan infrastruktur yang terjadi secara tiba-tiba.

Kementerian Pekerjaan Umum menyiagakan Disaster Relief Unit yang terdiri dari peralatan berat, material tanggap darurat, serta personel teknis yang siap bergerak apabila terjadi gangguan di lapangan.

Sebanyak 1.461 unit peralatan telah disiapkan dan disebarkan di berbagai wilayah Indonesia selama masa siaga mudik. Ketersediaan peralatan tersebut memungkinkan penanganan cepat apabila terjadi kerusakan jalan atau kondisi darurat lainnya.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai material tanggap darurat seperti jembatan bailey, bronjong, sandbag, serta material perbaikan cepat seperti cold mix asphalt. Material tersebut menjadi bagian penting dari strategi penanganan cepat apabila terjadi kerusakan infrastruktur.

Dukungan operasional juga diperkuat melalui penyediaan 496 posko mudik yang tersebar di seluruh Indonesia. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat pemantauan kondisi jalan sekaligus titik koordinasi bagi petugas lapangan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa pengoperasian ruas tol fungsional selama masa mudik akan dilakukan secara fleksibel mengikuti kondisi lalu lintas di lapangan. Pengaturan arus kendaraan dapat disesuaikan dengan diskresi kepolisian untuk menjaga kelancaran perjalanan.

Pengoperasian ruas tol fungsional ditujukan bagi kendaraan golongan satu non-bus. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan pada ruas tol utama selama periode mudik Lebaran.

Berbagai langkah yang disiapkan pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, nyaman, dan lancar. Diskon tarif tol menjadi salah satu instrumen penting yang memperlihatkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat selama momen Lebaran.

*) Pengamat Kebijakan Transportasi

Kejutan Manis, Pemerintah Siapkan Sejumlah Ruas Tol Gratis dan Diskon Transportasi Lebaran 2026

Jakarta – Pemerintah resmi merilis rangkaian kebijakan insentif bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026. Berbagai moda transportasi akan mendapatkan potongan tarif selama periode Lebaran 2026, sementara sejumlah ruas jalan tol juga direncanakan dapat dilalui secara gratis. Kebijakan ini disiapkan untuk meringankan beban biaya perjalanan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran mobilitas selama periode mudik dan arus balik lebaran.

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan pemerintah memberikan stimulus tarif pada berbagai moda transportasi, agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau.

“Diskon. Ini tentunya dinantikan, berapa pun diskon itu. Yang jelas untuk angkutan laut 30 persen, sebesar 30 persen diskonnya kelas ekonomi di seluruh trayek kapal PSO Pelni. Ini berlaku selama 26 hari, 11 Maret – 5 April 2026. Untuk angkutan kereta api kelas ekonomi, pemerintah memberikan diskon sebesar 30 persen yang berlaku mulai 14 – 29 Maret 2026. Untuk angkutan udara tahun ini bisa kita tambah lagi diskonnya 17 – 18 persen,” jelas AHY.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan sejumlah ruas tol yang akan dioperasikan sementara secara gratis guna mendukung kelancaran perjalanan masyarakat menuju kampung halaman.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizal, mengatakan pemerintah telah menyiapkan 10 ruas tol baru yang akan dibuka secara fungsional selama periode mudik dan balik Lebaran 2026.

“Untuk mendukung pelayanan arus mudik dan balik Lebaran 2026, kami menyiapkan 10 ruas tol yang akan dibuka fungsional dengan panjang 291,13 km,” kata Roy.

Ia merinci, dari total ruas tol tersebut, tiga ruas berada di Pulau Sumatra dengan panjang 90,73 km. Sementara di Pulau Jawa terdapat enam ruas tol sepanjang 148,03 km, dan satu ruas di Pulau Kalimantan dengan panjang 52,37 km.

“Kami berharap pembukaan tol fungsional ini dapat membantu mengurai kepadatan arus kendaraan serta memperlancar mobilitas masyarakat selama mudik dan arus balik Lebaran,” ujarnya.

Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah berharap perjalanan mudik tahun ini dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga.

Pemerintah Buka Tol Gratis dan Diskon Transportasi Lebaran 2026, Siap Antar Pemudik Pulang

Jakarta – Pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan strategis guna memastikan mobilitas jutaan pemudik berlangsung aman, lancar, dan terjangkau. Kebijakan tersebut mencakup pemberlakuan diskon tarif tol, pembukaan ruas tol fungsional tanpa biaya, serta program diskon transportasi dan mudik gratis.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

“Diskon tarif tol sebesar 30 persen akan mulai diterapkan H-9 Lebaran. Semua ruas jalan tol akan mendapatkan kebijakan yang sama seperti tahun lalu, hanya saja tahun ini besarannya meningkat menjadi 30 persen dari sebelumnya 20 persen,” ujar Dody.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan mendorong masyarakat melakukan perjalanan lebih awal sehingga kepadatan tidak terpusat pada satu waktu.

“Dengan cara itu diharapkan pemudik bisa mudik lebih awal, begitu juga dengan arus balik bisa dilakukan lebih awal sehingga kepadatan lalu lintas dapat terurai,” kata Dody.

Di sisi lain, Kementerian Pekerjaan Umum juga menyiapkan pembukaan ruas tol fungsional secara gratis pada beberapa titik yang masih dalam tahap penyelesaian. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan selama periode puncak mudik.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizal, menyampaikan bahwa pembukaan ruas tol fungsional merupakan strategi untuk membantu mendistribusikan arus kendaraan.

“Kami menyiapkan sejumlah ruas tol yang akan difungsionalkan secara gratis pada periode mudik Lebaran. Ruas-ruas tersebut akan dibuka secara terbatas guna membantu mengurai kepadatan di jalur utama dan memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat,” terang Roy.

Sementara itu, pemerintah juga memperkuat dukungan melalui program mudik gratis guna menekan potensi kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan. Program ini diselenggarakan dengan melibatkan berbagai moda transportasi darat yang menjangkau sejumlah daerah tujuan utama pemudik.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menegaskan bahwa program mudik gratis merupakan langkah nyata pemerintah untuk mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan.

“Program mudik gratis 2026 kami siapkan untuk mengurangi kemacetan sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas selama periode mudik. Dengan memanfaatkan transportasi umum yang disediakan pemerintah, masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman,” pungkas Aan.***

Tidak Hanya Fisik, Program CKG Jangkau Kesehatan Jiwa Anak

Jakarta, Upaya peningkatan kesehatan anak di Indonesia kini semakin komprehensif. Tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini mulai menjangkau aspek kesehatan jiwa anak. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal, baik dari sisi fisik, mental, maupun sosial. Pendekatan yang lebih menyeluruh ini diharapkan mampu memperkuat kualitas generasi muda Indonesia di masa depan.

Selama ini berbagai layanan kesehatan anak cenderung menitikberatkan pada aspek fisik seperti pemenuhan gizi, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan. Namun seiring perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi anak-anak juga semakin kompleks. Tekanan akademik, perubahan pola interaksi sosial, hingga paparan teknologi digital yang semakin masif dapat memengaruhi kondisi psikologis anak jika tidak ditangani dengan baik sejak dini.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, sebanyak 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak menunjukkan gejala cemas _(anxiety disorder)._ Sementara itu, 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi (depression disorder).

“Berdasarkan temuan ini, Kementerian Kesehatan berencana memperluas program skrining CKG dengan target menjangkau hingga 25 juta anak,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi menilai pendekatan kolaboratif tersebut penting untuk membangun ekosistem yang mendukung kesehatan mental anak secara berkelanjutan.

“kesehatan jiwa anak tidak bisa ditangani oleh sektor kesehatan saja. Dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat menentukan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak,” katanya.

Selain pemeriksaan langsung kepada anak, program ini juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan sekolah. Orang tua serta guru diberikan edukasi mengenai tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental dan cara menciptakan lingkungan yang aman serta suportif bagi perkembangan psikologis anak.

Melalui perluasan cakupan program CKG yang kini juga menjangkau kesehatan jiwa anak, diharapkan semakin banyak anak Indonesia yang mendapatkan layanan kesehatan secara utuh. Upaya ini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Melalui penguatan program CKG, pemerintah juga mendorong adanya skrining kesehatan jiwa pada anak yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tanda awal masalah psikologis seperti kecemasan berlebih, kesulitan berkonsentrasi, hingga gangguan perilaku yang dapat memengaruhi proses belajar dan perkembangan sosial anak.

Pemerintah Genjot Hilirisasi dari Laboratorium ke Industri

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat langkah strategis dalam mendorong hilirisasi riset nasional agar berbagai hasil penelitian tidak berhenti pada tahap laboratorium, tetapi mampu berkembang menjadi inovasi yang diterapkan langsung oleh dunia industri. Kebijakan ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat daya saing ekonomi nasional sekaligus menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci agar hasil riset nasional tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah semata. Menurutnya, pemerintah mendorong ekosistem inovasi yang mampu membawa hasil penelitian menuju tahap komersialisasi.

“Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri menjadi kunci agar hasil penelitian tidak berhenti di meja laboratorium, tetapi dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta perekonomian nasional,” ujarnya.

Melalui berbagai program riset prioritas dan skema kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta dunia usaha, pemerintah berupaya mempercepat proses transformasi hasil penelitian menjadi produk dan teknologi yang bernilai ekonomi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkecil kesenjangan antara hasil riset akademik dengan kebutuhan nyata industri.

Pada tahun 2026 pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memperkuat berbagai program riset prioritas nasional yang diarahkan untuk menghasilkan inovasi aplikatif. Program tersebut menekankan kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan pelaku industri agar hasil penelitian dapat langsung dimanfaatkan oleh sektor produksi.

Selain penguatan program riset, pemerintah juga mendorong skema kemitraan langsung antara perguruan tinggi dan sektor industri. Melalui skema ini, industri dapat menyampaikan kebutuhan teknologi atau inovasi tertentu yang kemudian dijawab melalui riset kolaboratif oleh para peneliti di berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan Adziman menyampaikan bahwa hilirisasi riset merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing nasional. Ia menilai bahwa hasil penelitian di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk industri bernilai tambah.

“Hilirisasi riset menjadi motor penggerak inovasi nasional. Dengan sinergi antara dunia akademik dan industri, hasil penelitian dapat berkembang menjadi teknologi dan produk yang mampu memperkuat perekonomian,” kata Fauzan.

Pemerintah menilai selama ini masih terdapat kesenjangan antara hasil penelitian dan kebutuhan industri. Oleh karena itu berbagai kebijakan terus disiapkan untuk membangun ekosistem riset yang terintegrasi, mulai dari dukungan regulasi, penguatan pendanaan riset, hingga pemberian insentif bagi industri yang memanfaatkan hasil penelitian dalam negeri.

Ke depan, pemerintah menargetkan semakin banyak inovasi dari perguruan tinggi dan lembaga riset yang mampu menembus pasar industri dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi. Dengan penguatan hilirisasi riset, Indonesia diharapkan mampu mempercepat transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan serta meningkatkan daya saing di tingkat global.

Pemerintah Perkuat Ekosistem Hilirisasi Pertanian

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat strategi hilirisasi sektor pertanian sebagai langkah penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas nasional sekaligus memperkuat perekonomian Indonesia. Melalui pembangunan ekosistem industri pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, pemerintah menargetkan peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperluas kontribusi sektor pertanian terhadap devisa negara.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa hilirisasi menjadi kunci untuk mengakhiri ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Menurutnya, transformasi sektor pertanian harus diarahkan pada pengolahan dan pengembangan produk bernilai tambah tinggi.

“Kita tidak boleh lagi menjual bahan mentah. Hilirisasi adalah jalan untuk meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat devisa negara. Petani harus menjadi bagian utama dari rantai nilai tersebut agar kesejahteraannya meningkat,” kata Amran.

Ia menambahkan bahwa melalui hilirisasi, produk pertanian tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi juga sebagai produk olahan yang memiliki daya saing tinggi di pasar global. Dengan demikian, keuntungan ekonomi dapat dinikmati lebih luas oleh pelaku usaha di sektor pertanian, khususnya para petani.

Penguatan hilirisasi juga didukung oleh upaya membangun ekosistem industri yang menyeluruh. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, menekankan bahwa hilirisasi tidak bisa dijalankan secara parsial.

“Hilirisasi perkebunan tidak bisa berjalan parsial. Kita harus membangun ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran. Dengan sinergi yang kuat, target peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani dapat tercapai,” kata Roni.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan ekosistem tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk peran aparat penegak hukum dalam memastikan implementasi program berjalan sesuai aturan dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Pertanian, Ito Hediarto, menyampaikan bahwa penguatan hilirisasi merupakan bagian penting dari visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, hilirisasi harus diwujudkan secara konkret melalui berbagai kebijakan yang mendorong pengolahan komoditas di dalam negeri, peningkatan investasi sektor pertanian, serta penguatan kapasitas industri pengolahan hasil pertanian.

Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis sektor pertanian akan semakin kuat dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga membuka peluang kerja baru, memperluas pasar ekspor, serta memastikan petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari setiap komoditas yang mereka hasilkan.