Judi Daring dan Tanggung Jawab Kolektif Melindungi Generasi Muda

Oleh : Ravisya Darasya)*

Perkembangan teknologi digital membawa dua sisi mata uang bagi Indonesia. Di satu sisi, ruang digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan berinovasi. Namun di sisi lain, ia juga menjadi medium subur bagi kejahatan siber, termasuk maraknya judi daring yang kini kian mengkhawatirkan. Fenomena ini tidak lagi menyasar kalangan tertentu, melainkan telah merambah pelajar, mahasiswa, bahkan anak di bawah umur.

Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara terbuka menyoroti maraknya judi daring sebagai tantangan serius bangsa. Dalam pembukaan retret Kokam di Satlat Brimob, Bogor, ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi di satu sisi berdampak pada kemudahan akses, tetapi di sisi lain juga memicu peningkatan kejahatan digital, dengan judi daring menjadi salah satu yang paling marak. Ia mengungkapkan keprihatinan karena pemain judi daring didominasi pelajar dan mahasiswa, disusul karyawan dan wiraswasta. Bahkan, anak-anak di bawah 18 tahun pun tercatat ikut terpapar praktik tersebut.

Kapolri menegaskan bahwa situasi ini menjadi tantangan bersama yang tidak bisa ditangani secara parsial. Ia memerintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk bekerja sama dengan kementerian, lembaga, serta elemen masyarakat dalam upaya edukasi dan penindakan, guna menekan angka judi daring dan melindungi generasi muda dari dampak destruktifnya.

Ancaman judi daring tidak berdiri sendiri. Ia sering kali berkelindan dengan penipuan digital yang memanfaatkan dokumen elektronik palsu, tautan manipulatif, hingga rekayasa identitas. Dalam konteks ini, langkah pencegahan menjadi sangat krusial. Kementerian Komunikasi dan Digital bersama penyelenggara sertifikat elektronik Privy meluncurkan inisiatif #CekDuluBaruPercaya untuk mendorong masyarakat membangun kebiasaan memverifikasi dokumen digital sebelum mempercayai, menandatangani, atau mengambil keputusan.

Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kemkomdigi, Teguh Arifiyadi, menekankan bahwa budaya verifikasi merupakan langkah proaktif dalam melindungi masyarakat dari maraknya penipuan berbasis dokumen digital. Ia memandang kolaborasi antara sektor publik dan swasta sebagai kunci dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman.

Data dari Indonesia Anti Scam Center Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan betapa genting situasi ini. Sepanjang November 2024 hingga Desember 2025, kerugian akibat penipuan digital mencapai Rp9,1 triliun dengan lebih dari 411 ribu laporan. Angka tersebut menjadi alarm keras bahwa literasi digital dan kebiasaan verifikasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Chief Executive Officer & Founder Privy, Marshall Pribadi, menyampaikan bahwa di dunia digital, kepercayaan harus bisa diverifikasi dan tidak cukup dinilai dari tampilan visual semata. Menurutnya, dokumen bisa terlihat resmi, lengkap dengan kop surat dan QR Code, tetapi belum tentu sah dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menegaskan bahwa proses verifikasi tidak seharusnya dipersepsikan rumit, karena dengan dukungan teknologi yang tepat, pengecekan keaslian dokumen dapat dilakukan secara cepat dan mudah.

Upaya penguatan ekosistem digital juga menyasar aspek perlindungan anak. Melalui kegiatan CommuniAction Malang bertema Anak di Dunia Digital: Aman atau Sekadar Diawasi, Direktur Informasi Publik Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo, mengajak generasi muda memanfaatkan ruang digital secara positif, kreatif, dan bertanggung jawab.

Ia mengingatkan bahwa ruang digital memang menawarkan peluang besar, tetapi juga menyimpan tantangan berupa perundungan siber, eksploitasi online, paparan konten berbahaya, serta penyalahgunaan data pribadi. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas sebagai bentuk komitmen melindungi anak di ruang digital. Namun ia menegaskan bahwa regulasi saja tidak cukup. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, kapasitas teknis yang kuat, serta komunikasi publik yang responsif, kreatif, dan berdampak.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Tri Joko, turut mengingatkan bahwa banyak perkara hukum berawal dari aktivitas media sosial yang tidak disaring dengan baik. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengunggah dan membagikan informasi, mengingat Pasal 27 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik melarang distribusi konten bermuatan negatif, termasuk perjudian, dengan ancaman sanksi pidana.

Di tingkat daerah, suara kewaspadaan juga digaungkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Abdul Rahim. Dalam berbagai pertemuan warga, ia mengingatkan bahaya narkoba dan judi daring yang mengancam masa depan generasi muda. Menurutnya, ancaman tersebut tidak hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan harapan keluarga. Ia mengajak orang tua, tokoh masyarakat, dan pemuda untuk aktif menciptakan lingkungan yang sehat dan aman, karena pencegahan paling efektif justru dimulai dari kesadaran kolektif di tingkat komunitas.

Fenomena judi daring pada akhirnya menjadi cermin bahwa transformasi digital harus dibarengi dengan transformasi etika dan literasi. Negara telah hadir melalui regulasi, penindakan, dan edukasi. Sektor swasta berkontribusi melalui inovasi teknologi verifikasi. Aparat penegak hukum memperkuat pengawasan dan penindakan. Namun, tanpa partisipasi aktif masyarakat, upaya tersebut tidak akan optimal.

Melindungi generasi muda dari jerat judi daring bukan semata tugas pemerintah atau aparat, melainkan tanggung jawab kolektif. Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak. Sekolah dan kampus harus memperkuat literasi digital. Komunitas dan media perlu konsisten menyuarakan edukasi. Generasi muda sendiri dituntut lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital.

Menuju Indonesia Emas 2045, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan kedewasaan komunikasi dan integritas moral. Judi daring dan kejahatan digital lainnya hanya dapat ditekan jika seluruh elemen bangsa berdiri dalam barisan yang sama: memperkuat literasi, membangun budaya verifikasi, serta menanamkan nilai tanggung jawab dalam setiap aktivitas digital. Dengan demikian, ruang digital Indonesia tidak hanya menjadi arena inovasi, tetapi juga ruang aman bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa..

)* Pengamat Kebijakan Pemerintah

Pemerintah Jamin Situasi Papua Aman dan Kondusif

JAKARTA – Komitmen pemerintah menjaga stabilitas keamanan di Papua kembali ditegaskan melalui langkah-langkah cepat dan terukur menyusul sejumlah gangguan keamanan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Penembakan terhadap pesawat perintis di Bandara Koroway, gangguan terhadap rombongan kendaraan operasional PT Freeport Indonesia, hingga ancaman terhadap pekerja layanan publik menjadi perhatian serius negara. Respons yang diambil tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

Penguatan pengamanan segera dilakukan di sejumlah titik strategis, terutama di wilayah penerbangan perintis dan kawasan operasional vital. Bandara Koroway di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, yang berperan penting sebagai jalur distribusi logistik dan mobilitas tenaga kesehatan serta pendidikan, kini mendapat tambahan personel TNI–Polri. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perlindungan menyeluruh agar akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap terjamin.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan aksi kekerasan mengganggu stabilitas daerah.

“Penguatan pengamanan dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara aman dan tenang,” tegas Djamari Chaniago.

Pernyataan tersebut menandai pendekatan preventif yang kini diperkuat di Papua. Pemerintah menempatkan keamanan sebagai fondasi utama pembangunan, sehingga setiap potensi eskalasi segera diantisipasi melalui koordinasi lintas institusi. Aparat di lapangan bergerak berdasarkan evaluasi situasi dan pemetaan risiko yang terukur.

Di Timika, aparat juga bergerak cepat menangani insiden di area operasional PT Freeport Indonesia. Proses evakuasi korban berlangsung sigap dan pelayanan medis diberikan secara optimal. Langkah pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku, menunjukkan bahwa supremasi hukum tetap menjadi pijakan utama.

Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menekankan bahwa perlindungan masyarakat sipil menjadi prioritas dalam setiap operasi keamanan.

“Negara hadir untuk menjamin keamanan warga yang tidak terlibat konflik dan memastikan ruang publik tetap aman,” ujar Johnny Eddizon Isir.

Penegasan tersebut memperlihatkan bahwa kebijakan keamanan dijalankan dengan pendekatan humanis. Aparat tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga menjaga rasa aman masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik tetap diupayakan berjalan tanpa gangguan berarti.

Satgas Operasi Damai Cartenz pun memperlihatkan profesionalisme melalui langkah investigasi berbasis intelijen dan koordinasi antarlembaga. Proses pengungkapan dugaan keterlibatan kelompok bersenjata dilakukan secara sistematis dengan dukungan data dan bukti yang kuat. Transparansi penanganan perkara menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Di tengah dinamika keamanan tersebut, agenda pembangunan di Papua tetap berjalan. Proyek infrastruktur, layanan kesehatan, dan peningkatan kualitas pendidikan terus dilanjutkan sebagai wujud kehadiran negara yang berkelanjutan. Stabilitas yang terjaga diyakini menjadi kunci percepatan kesejahteraan masyarakat.

Penguatan pengamanan bukan sekadar respons situasional, melainkan bagian dari strategi jangka panjang menjaga Papua tetap aman dan kondusif. Ketegasan aparat yang disertai profesionalisme dan akuntabilitas memberikan pesan jelas bahwa stabilitas adalah prioritas utama. Dengan situasi yang terkendali, Papua memiliki ruang lebih luas untuk melangkah menuju kemajuan yang berkelanjutan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tokoh Pemuda Papua Kecam Keras Penembakan Pesawat Sipil oleh OPM

Papua Tengah- Aksi penembakan terhadap pesawat sipil kembali mengguncang Papua dan memicu kecaman luas dari berbagai elemen masyarakat. Insiden yang terjadi saat pesawat jenis Caravan milik Smart Air mendarat di Bandara Korowai Batu, Rabu siang, menewaskan dua awak pesawat dan menimbulkan duka mendalam. Peristiwa ini disebut sebagai salah satu serangan paling serius terhadap penerbangan sipil di wilayah pedalaman Papua dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan kronologi, pesawat dengan registrasi PK-SNR tersebut berangkat dari Bandara Tanah Merah menuju Korowai Batu dalam penerbangan rutin. Saat roda pesawat menyentuh landasan sekitar pukul 11.05 WIT, rentetan tembakan menghantam badan pesawat. Serangan diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka. Dalam situasi genting, pilot berupaya mengendalikan pesawat hingga berhenti di ujung landasan, memberi kesempatan bagi para penumpang untuk menyelamatkan diri.

Sebanyak 13 penumpang dilaporkan selamat setelah berlari mencari perlindungan di sekitar area bandara. Pilot sempat mengirimkan laporan darurat melalui perangkat komunikasi Garmin kepada pihak maskapai. Namun komunikasi terputus, dan kedua awak pesawat kemudian ditemukan meninggal dunia akibat luka tembak. Tragedi ini menambah daftar panjang kekerasan bersenjata yang menyasar fasilitas sipil di Papua dan memunculkan kembali kekhawatiran atas keselamatan transportasi udara di daerah terpencil.

Tokoh Pemuda Papua Ali Kabiay menyampaikan kecaman keras atas insiden tersebut saat memberikan keterangan kepada media di Nabire. Kepada wartawan, termasuk dari TribunPapuaTengah.com, Ali menilai penembakan terhadap pesawat sipil merupakan tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan dan merusak martabat orang Papua. Ia menyatakan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam alasan apa pun.

“Apa yang dilakukan kelompok-kelompok yang bertentangan dengan kedaulatan negara ini telah mencederai nilai kasih yang ditanamkan oleh agama,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa masyarakat Papua menginginkan kedamaian dan pembangunan, bukan konflik berkepanjangan yang justru merugikan warga di daerah terpencil.

Ali juga mendesak aparat keamanan untuk mengejar pelaku dan mengusut tuntas kasus tersebut agar memberi rasa keadilan bagi korban. Selain penegakan hukum, ia merekomendasikan penguatan pengamanan di wilayah perbatasan, khususnya di kawasan Kabupaten Boven Digoel dan sekitarnya di Papua Selatan. Menurutnya, kehadiran pos keamanan di titik rawan penting untuk membatasi ruang gerak kelompok bersenjata.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat utama bagi kelancaran layanan publik dan konektivitas di Papua. Serangan terhadap penerbangan sipil tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga berpotensi mengisolasi masyarakat pedalaman yang sangat bergantung pada transportasi udara untuk mobilitas orang dan logistik. Karena itu, banyak pihak berharap langkah tegas dan terukur segera diambil agar tragedi serupa tidak terulang.

Penegakan Hukum terhadap OPM Menjadi Kunci Pemulihan Papua

Oleh: Ruben Murib *)

Gelombang kekerasan bersenjata yang kembali terjadi di Papua bukan sekadar catatan kriminal biasa, melainkan alarm serius bagi negara untuk memperkuat keberpihakan pada keselamatan warga sipil. Ketika sebuah pesawat perintis ditembaki saat mendarat di Bandara Korowai Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, publik tidak hanya dikejutkan oleh brutalitas aksinya, tetapi juga oleh pesan ancaman yang menyertainya, yaitu kelompok bersenjata masih berupaya menciptakan ketakutan di ruang-ruang hidup masyarakat. Dalam situasi seperti ini, sikap negara tidak boleh ragu. Tindakan tegas terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pilihan kebijakan.

Insiden di Bandara Korowai Batu memperlihatkan betapa rentannya jalur transportasi perintis yang selama ini menjadi urat nadi bagi masyarakat pedalaman. Serangan yang meninggalkan belasan lubang peluru pada badan pesawat dan merenggut nyawa awak penerbangan adalah bentuk kekerasan yang secara terang-terangan menyerang fasilitas publik. Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, memaparkan bahwa berdasarkan olah TKP, keterangan saksi, dan barang bukti, terdapat 13 bekas proyektil di badan pesawat. Fakta ini bukan sekadar angka, melainkan simbol bahwa aksi bersenjata dilakukan dengan niat membunuh dan menciptakan teror terbuka di ruang sipil.

Dalam kronologi yang disampaikan Yusuf Sutejo, penyerangan terjadi ketika pesawat sudah mendarat dan bergerak menuju apron. Penumpang yang baru turun maupun yang hendak melanjutkan perjalanan dibuat panik. Bahkan pilot dan kopilot dikejar hingga ditembak di dekat runway. Jika ruang bandara yang seharusnya menjadi titik aman saja bisa berubah menjadi arena penembakan, maka jelas ada persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan setengah hati.

Langkah Satgas Damai Cartenz yang menerjunkan personel untuk mengamankan area Korowai serta melakukan pengejaran patut dipandang sebagai respons yang tepat. Dalam konteks Papua, ketegasan bukan identik dengan kekerasan berlebihan, melainkan penegakan hukum yang terukur agar ruang publik tidak dikuasai oleh senjata ilegal.

Yang perlu digarisbawahi, serangan seperti ini bukan hanya menyasar aparat keamanan, tetapi juga merusak kehidupan warga biasa. Jalur penerbangan perintis di Papua bukan fasilitas mewah, melainkan akses vital bagi distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan mobilitas masyarakat. Ketika kelompok bersenjata menembaki pesawat sipil, sebenarnya yang diserang bukan hanya awak penerbangan, tetapi juga harapan warga pedalaman untuk hidup normal. Oleh sebab itu, agenda pemerintah untuk memastikan stabilitas keamanan di Papua adalah agenda kemanusiaan, bukan semata agenda politik.

Tindakan tegas juga semakin relevan ketika serangan OPM menyasar objek vital nasional lainnya. Dalam insiden di KM 50 Area PT Freeport Indonesia, Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto menyampaikan bahwa terjadi kontak tembak yang menyebabkan seorang prajurit gugur dan sejumlah korban lainnya terluka, termasuk pekerja sipil. Serangan di kawasan strategis seperti ini tidak bisa dianggap gangguan kecil, sebab dampaknya dapat meluas terhadap keamanan investasi, keselamatan pekerja, serta kelangsungan ekonomi Papua sendiri. Ketika negara menjamin keamanan objek vital, yang dilindungi bukan hanya perusahaan, tetapi juga ribuan pekerja lokal dan rantai ekonomi yang bergantung pada stabilitas wilayah.

Di tengah situasi yang mencekam, suara tokoh Papua sendiri menjadi penegas bahwa kekerasan bersenjata tidak pernah sejalan dengan nilai masyarakat Papua. Tokoh pemuda Papua, Ali Kabiay, menyampaikan sikap keras bahwa aksi penembakan terhadap pesawat sipil merupakan tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan dan memalukan harga diri orang Papua. Ali Kabiay juga mendorong aparat untuk memburu pelaku serta mengusulkan pembangunan pos keamanan di wilayah perbatasan yang rawan. Pandangan ini penting karena memperlihatkan bahwa ketegasan negara mendapat legitimasi sosial dari warga Papua yang menginginkan kehidupan damai.

Sikap serupa juga disampaikan Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua, Max Abner Ohee. Dalam pernyataannya, Max Abner Ohee mengecam keras aksi penembakan yang menewaskan awak pesawat, anggota TNI, dan melukai warga sipil. Max menilai tindakan kelompok separatis bersenjata sebagai pelanggaran berat terhadap nilai kemanusiaan. Pernyataan MRP ini menegaskan bahwa agenda keamanan bukan bertentangan dengan prinsip HAM, melainkan justru bagian dari perlindungan HAM itu sendiri, karena hak paling dasar adalah hak untuk hidup tanpa ancaman senjata.

Pemerintah melalui berbagai satgas ataupun operasi di Papua menunjukkan garis kebijakan yang semakin jelas, yaitu menegakkan hukum dengan pendekatan profesional dan terukur. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa aparat hadir untuk memastikan masyarakat tetap merasa aman, dan setiap aksi kekerasan terhadap warga sipil maupun fasilitas publik akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Penegasan ini menjadi komitmen negara untuk tidak membiarkan teror berkembang menjadi normalitas.

Ketegasan terhadap OPM bukan berarti menutup ruang dialog pembangunan, melainkan memastikan bahwa pembangunan hanya bisa berjalan jika keamanan ditegakkan. Papua tidak boleh terus-menerus disandera oleh kelompok bersenjata yang memaksakan agenda politik dengan cara membunuh. Jika negara ragu, korban akan terus berjatuhan. Jika negara tegas, masyarakat punya peluang lebih besar untuk hidup normal, bekerja, bersekolah, dan mengakses layanan dasar tanpa rasa takut.

*) Pemerhati Sosial Politik Papua

Pemerintah Pastikan Situasi Papua Aman dan Kondusif

Oleh: Oktovianus Mote*

Ketegasan negara dalam menindak aksi gangguan keamanan yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan bukti nyata bahwa pemerintah tidak pernah absen dalam melindungi seluruh warga negara, termasuk di Papua. Rangkaian serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil, rombongan kendaraan operasional PT Freeport Indonesia, hingga pekerja layanan publik menjadi momentum konsolidasi nasional bahwa stabilitas keamanan adalah fondasi utama pembangunan dan kesejahteraan. Dalam konteks ini, respons cepat dan terukur pemerintah mencerminkan komitmen kuat menjaga kedaulatan sekaligus memastikan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut.

Langkah strategis segera diambil dengan memperkuat pengamanan di Bandara Koroway, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, menyusul insiden penembakan pesawat perintis Smart Air. Bandara di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar memiliki posisi vital sebagai jalur distribusi logistik, mobilitas tenaga kesehatan, pendidikan, serta kebutuhan pokok masyarakat. Penguatan personel TNI–Polri di titik ini bukan sekadar respons teknis, melainkan bagian dari desain perlindungan komprehensif agar akses masyarakat terhadap layanan dasar tetap terjamin. Negara menunjukkan kehadirannya secara konkret di ruang-ruang yang sebelumnya minim pengamanan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa penambahan kekuatan dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang dan masyarakat merasa aman. Pernyataan tersebut menandakan bahwa kebijakan keamanan dijalankan secara adaptif dan berbasis evaluasi lapangan. Pemerintah tidak menunggu situasi memburuk, melainkan bergerak cepat memperkuat titik-titik rawan demi mencegah eskalasi. Pendekatan preventif ini sekaligus memperlihatkan profesionalisme aparat dalam membaca dinamika keamanan di Papua.

Selain penguatan di sektor penerbangan, aparat keamanan juga bergerak sigap menangani insiden di area operasional PT Freeport Indonesia di Timika. Evakuasi korban dilakukan secara cepat dan penanganan medis diberikan secara optimal. Proses pengejaran terhadap pelaku menjadi bagian dari komitmen penegakan hukum yang konsisten. Dalam perspektif negara hukum, setiap tindakan bersenjata yang mengancam keselamatan prajurit maupun pekerja sipil harus diproses secara tegas dan akuntabel. Ketegasan ini bukan sekadar simbol kekuasaan, tetapi instrumen menjaga tertib sosial dan menjamin keberlangsungan aktivitas ekonomi yang menopang kesejahteraan daerah.

Perlindungan terhadap masyarakat sipil menjadi prioritas utama dalam setiap operasi. Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa negara hadir untuk menjamin keamanan warga yang tidak terlibat konflik bersenjata. Penegasan tersebut memperlihatkan orientasi kebijakan keamanan yang humanis dan berbasis perlindungan warga. Aparat tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan rasa aman dan kepercayaan terhadap negara tetap terpelihara.

Satgas Operasi Damai Cartenz juga menunjukkan profesionalisme dalam mengungkap dugaan keterlibatan kelompok bersenjata tertentu dalam insiden penembakan. Pendekatan berbasis intelijen, investigasi menyeluruh, dan koordinasi lintas institusi memperlihatkan bahwa penegakan hukum dijalankan secara sistematis. Negara bekerja dengan data, bukti, dan prosedur yang sah, sehingga setiap langkah memiliki legitimasi hukum yang kuat. Hal ini sekaligus mengirim pesan jelas bahwa ruang bagi aksi teror dan intimidasi semakin sempit.

Narasi besar yang perlu ditegaskan adalah bahwa Papua adalah bagian integral dari Indonesia yang berhak atas keamanan, pembangunan, dan masa depan yang sejahtera. Aksi-aksi separatis tidak boleh menghambat percepatan pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan yang selama ini terus digencarkan pemerintah. Dengan stabilitas keamanan yang terjaga, investasi dapat berjalan, distribusi logistik lancar, dan masyarakat memperoleh manfaat nyata dari kehadiran negara. Ketegasan terhadap OPM justru menjadi prasyarat agar agenda kesejahteraan dapat terus dilanjutkan tanpa gangguan.

Pendekatan tegas yang diambil pemerintah tidak berdiri sendiri. Ia disertai prinsip akuntabilitas, penghormatan terhadap hukum, dan koordinasi antarinstansi yang solid. Sinergi TNI–Polri bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lain mencerminkan kesatuan visi bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. Negara hadir bukan hanya dengan kekuatan, tetapi juga dengan tata kelola yang terukur dan berorientasi pada hasil.

Kecaman terhadap aksi OPM harus dipahami sebagai sikap moral sekaligus politik yang menempatkan keselamatan rakyat sebagai prioritas utama negara. Tidak ada ruang kompromi terhadap tindakan yang mengancam nyawa, menimbulkan rasa takut, dan mengganggu ketertiban umum. Ketegasan aparat dalam menegakkan hukum mencerminkan komitmen negara untuk melindungi seluruh warga tanpa diskriminasi serta memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga. Konsistensi dalam penindakan juga penting untuk membangun efek jera dan menegaskan bahwa supremasi hukum berlaku di seluruh wilayah Indonesia tanpa pengecualian, sebagai fondasi bagi terciptanya kedamaian, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.

Pada akhirnya, penguatan pengamanan di Papua adalah wujud konkret dari komitmen menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Ketika negara bertindak cepat, profesional, dan terukur, masyarakat memperoleh kepastian bahwa keamanan mereka menjadi prioritas. Papua yang aman adalah Papua yang maju, dan Papua yang maju adalah bagian tak terpisahkan dari Indonesia yang kuat. Dalam kerangka itulah, langkah mengecam dan menindak tegas aksi gangguan keamanan oleh OPM bukan sekadar respons situasional, melainkan fondasi strategis menuju stabilitas, kesejahteraan, dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat.

*Penulis merupakan Tokoh Pemuda Papua dan Ketua Forum Pemuda Adat

Waspada Bersama, Judi Daring Targetkan Generasi Muda

Jakarta – Maraknya praktik judi daring atau judi online semakin menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental, moral, hingga pembentukan karakter remaja dalam jangka panjang.

Berbagai pihak pun mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama agar anak muda tidak terjerumus dalam aktivitas berisiko tersebut.

Mahasiswa Psikologi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Nur Aininingsih Chikita, menilai judi online kerap muncul sebagai pilihan impulsif ketika anak muda berada dalam kondisi bosan maupun tertekan. Situasi tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan mengendalikan diri sebagai benteng utama dalam menghadapi godaan judi daring.

“Kalau impulsnya kuat, keputusan jadi cepat dan tanpa pikir panjang,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Chikita menjelaskan, keinginan untuk memperoleh kepuasan instan menjadi salah satu faktor yang mendorong anak muda mencoba judi online tanpa memikirkan risiko yang akan ditanggung.

Ia pun menyarankan agar anak muda mulai melatih kontrol diri melalui kebiasaan sederhana seperti mengatur jadwal harian, membatasi penggunaan gawai, serta membuat target kecil dalam aktivitas sehari-hari.

“Rutinitas konsisten itu bantu naikkan kontrol diri,” ujarnya.

Sementara itu, akademisi sekaligus praktisi hukum I Gede Arya Wira Sena, SH, M.Kn., menilai judi online dapat membentuk pola pikir instan di kalangan remaja, sehingga berpotensi menciptakan karakter yang terbiasa mencari jalan pintas untuk mendapatkan uang.

Menurutnya, banyak anak muda terjebak dalam permainan judi online karena dorongan untuk cepat menang, namun berujung pada perilaku berulang yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

“Banyak anak muda itu apabila pada saat ini tersandung masalah judi online, kalau kalah, dia akan melakukan segala hal untuk mendapatkan uang itu kembali dan untuk bermain kembali guna tujuannya dia untuk mendapatkan kemenangan,” ujar Arya Wira Sena.

Ia menambahkan, kebiasaan tersebut dapat membentuk karakter yang tidak mempertimbangkan benar atau salah, melainkan hanya berorientasi pada hasil cepat tanpa memikirkan dampak jangka panjang.

“Dari sanalah kita melihat ada satu sifat karakter yang akan terbentuk untuk si anak ini melakukan perbuatan-perbuatan yang itu lagi diulang lagi,” katanya menambahkan.

Arya menekankan pentingnya edukasi sejak dini agar remaja memahami aturan, konsekuensi hukum, serta dampak sosial dari perilaku tersebut. Ia juga mendorong peran aktif orang tua dan sekolah dalam membimbing anak muda agar tidak terjerumus pada aktivitas yang merugikan.

Pemerintah Bangun Kemandirian Energi demi Masa Depan Papua

Oleh: Zahra Amalia Putri )*

Pemerintah terus mempercepat pembangunan sektor energi sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian energi di Papua. Langkah ini dipandang penting untuk memastikan masa depan pembangunan daerah berjalan lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Papua menjadi salah satu wilayah strategis dalam agenda nasional karena memiliki potensi energi yang besar dan peran penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Pembangunan kemandirian energi di Papua tidak hanya berkaitan dengan penyediaan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan nasional. Akses energi yang memadai akan membuka peluang ekonomi baru dan mempercepat transformasi wilayah. Pemerintah ingin memastikan bahwa Papua dapat berkembang secara optimal dengan dukungan energi yang kuat.

Presiden Prabowo Subianto menempatkan swasembada energi sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan nasional. Pemerintah berkomitmen memastikan bahwa seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua, memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan energi nasional.

Kemandirian energi juga dipandang sebagai fondasi penting dalam memperkuat stabilitas ekonomi dan pembangunan daerah. Dengan energi yang cukup dan stabil, berbagai sektor ekonomi dapat berkembang secara optimal. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.

Pemerintah terus mendorong pemanfaatan sumber daya energi lokal sebagai bagian dari strategi mencapai swasembada energi. Papua memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan energi daerah maupun nasional. Pemanfaatan potensi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menilai bahwa penguatan sektor energi di Papua merupakan bagian penting dari agenda nasional. Pemerintah terus mendorong pengembangan energi berbasis sumber daya dalam negeri agar Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor energi. Langkah ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mandiri secara energi.

Menurut Bahlil, Papua memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan energi nasional. Pemerintah akan memastikan bahwa potensi energi di wilayah tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Pengembangan sektor energi juga akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah.

Selain itu, pembangunan infrastruktur energi terus dipercepat untuk memastikan distribusi energi dapat menjangkau seluruh wilayah Papua. Infrastruktur yang memadai akan memastikan akses energi menjadi lebih merata. Hal ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam mempercepat pembangunan wilayah.

Penguatan sektor energi di Papua juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ketersediaan energi yang stabil akan membuka peluang investasi dan memperkuat sektor industri. Dampak positif ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa pembangunan sistem energi nasional menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kemandirian energi. PLN terus berupaya memastikan pasokan energi dapat tersedia secara merata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurut Darmawan, pemanfaatan sumber energi dalam negeri menjadi kunci utama dalam mencapai kemandirian energi. Pengembangan energi lokal akan membantu menciptakan sistem energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Hal ini juga akan memperkuat stabilitas pasokan energi nasional.

Pemerintah juga terus mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Energi terbarukan dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan energi di Papua. Pemanfaatan energi bersih juga akan membantu menjaga keberlanjutan lingkungan.

Papua memiliki berbagai potensi energi yang dapat dikembangkan secara optimal. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung agenda swasembada energi nasional. Pemerintah terus mendorong percepatan pengembangan sektor energi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Selain memperkuat ketahanan energi, kemandirian energi juga akan mempercepat pembangunan ekonomi daerah. Ketersediaan energi yang stabil akan mendorong pertumbuhan sektor usaha dan industri. Hal ini akan membantu meningkatkan daya saing ekonomi Papua.

Pemerintah memahami bahwa keberhasilan pembangunan energi membutuhkan kerja sama yang kuat antara berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor usaha menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan tersebut. Pendekatan ini akan memastikan setiap program berjalan secara efektif.

Komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian energi menunjukkan arah pembangunan nasional yang semakin kuat. Papua menjadi bagian penting dalam strategi tersebut karena memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan energi nasional. Pengembangan sektor energi di Papua diharapkan dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pemerataan pembangunan nasional. Kemandirian energi akan membantu menciptakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Papua diharapkan dapat menjadi simbol keberhasilan pembangunan energi nasional.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat kebijakan yang mendukung pengembangan energi nasional. Fokus utama diarahkan pada pemanfaatan potensi dalam negeri serta peningkatan kapasitas produksi energi. Strategi ini akan memastikan Indonesia memiliki sistem energi yang mandiri.

Upaya ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan memperkuat pembangunan daerah. Kemandirian energi menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan Papua yang lebih maju dan sejahtera.

*Penulis merupakan Ekonom Pembangunan Regional

Huntara dan Huntap Dikebut, Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Pulih Sebelum Ramadhan

SUMATERA — Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kuat negara dalam memastikan proses pemulihan sosial dan ekonomi berjalan optimal, sehingga warga dapat menempati hunian yang layak, aman, dan nyaman sebelum Ramadan 2026.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Suharyanto, menyampaikan bahwa progres pembangunan menunjukkan capaian yang sangat signifikan dan dilaksanakan secara paralel di berbagai wilayah terdampak. Di Aceh, sebanyak 5.774 unit huntara telah terbangun dan ribuan unit lainnya berada dalam tahap penyelesaian dengan ritme pekerjaan yang dipercepat.

“Kami bekerja siang dan malam agar masyarakat bisa segera menempati hunian yang layak sebelum Ramadan. Semua proses berjalan serentak dan terkoordinasi,” ujar Suharyanto.

Ia menambahkan bahwa unit yang telah selesai dan dilengkapi fasilitas dasar seperti air bersih dan listrik langsung dihuni warga agar proses pemulihan kehidupan dapat berlangsung lebih cepat.

“Yang sudah siap, segera kami masukkan untuk dihuni supaya masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” katanya.

Di Sumatera Utara, pembangunan huntara kini memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung seluruhnya sebelum Ramadan. Sementara itu, di Sumatera Barat, dari 728 unit yang direncanakan, sebanyak 610 unit telah selesai dibangun dan sebagian besar telah ditempati masyarakat. Data terbaru mencatat 1.763 unit telah dihuni di Aceh, 256 unit di Sumatera Utara, dan 445 unit di Sumatera Barat.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menunjukkan keberpihakan nyata melalui penyaluran dana tunggu hunian kepada 10.776 keluarga dengan total Rp19,39 miliar guna membantu kebutuhan selama masa transisi.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa 1.200 unit huntara yang menjadi tanggung jawab kementeriannya dipastikan selesai sebelum Ramadan.

“Huntara yang dibangun Kementerian PU harus tuntas sebelum Ramadan agar masyarakat dapat merasakan kenyamanan dan kepastian,” tegas Dody.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan percepatan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Percepatan pembangunan hunian ini menjadi bukti konkret kehadiran negara dalam menghadirkan harapan baru, mempercepat pemulihan wilayah, serta memastikan masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan lebih tenang dan bermartabat. (*)

Pemerintah Pastikan Pemulihan Bencana Sumatera Tuntas Sebelum Ramadhan

SUMATERA – Pemerintah memastikan seluruh proses pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera dituntaskan sebelum memasuki bulan Ramadhan 2026. Melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, negara memacu penanganan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar masyarakat terdampak dapat menjalani ibadah dengan aman dan nyaman.

Ketua Satgas yang juga Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan fokus utama pemerintah berada pada normalisasi roda pemerintahan daerah serta pemulihan logistik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi kebutuhan pokok dan BBM tetap lancar menjelang Ramadhan dan Lebaran.

Percepatan pemulihan didukung penyaluran dana dalam skala besar. Hingga Februari 2026, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah mencairkan dana pemulihan sebesar Rp4,7 triliun.

Selain itu, dana stimulan senilai Rp369,5 miliar disalurkan kepada 17.254 kepala keluarga untuk perbaikan rumah rusak ringan dan sedang di tiga provinsi terdampak. Penyaluran bantuan tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.

“Tidak hanya mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak kembali normal, tetapi juga harus menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Ia menegaskan bantuan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Atas arahan Bapak Presiden, bukan hanya membangun kembali, tetapi membangun lebih baik,” tambah Pratikno.

Dari Lhokseumawe, Kepala BNPB Suharyanto menegaskan dana stimulan menjadi simbol kehadiran negara dalam pemulihan rumah warga.

“Alhamdulillah, hari ini telah kita lakukan penyerahan dana perbaikan rumah rusak kepada bapak-ibu sekalian yang menerima haknya. Ini adalah wujud komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk terus mendampingi hingga kehidupan kembali pulih lebih baik,” katanya.

“Kami berharap dana ini benar-benar digunakan untuk memperbaiki rumah rusak ringan dan sedang. Tidak boleh dipakai untuk kepentingan lain,” tekannya.

Di sektor infrastruktur, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan rehabilitasi berjalan dengan pendekatan build back better. Jalan dan jembatan nasional telah kembali berfungsi penuh, sementara pembangunan hunian sementara ditargetkan rampung sebelum Ramadhan.

“Sebagaimana arahan Presiden, penanganan muara menjadi prioritas langsung dalam percepatan normalisasi aliran sungai,” ujar Dody.

Dengan dukungan ribuan personel, alat berat, serta program padat karya, pemerintah menegaskan komitmen menyelesaikan pemulihan bencana Sumatera secara menyeluruh sebelum Ramadhan, sekaligus mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. (*)

Menjemput Ramadhan dengan Pemulihan Martabat Korban Bencana Sumatera

Oleh: Dewi Kartika*

Pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatera menjadi wujud nyata komitmen moral dan kemanusiaan bangsa menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Pemerintah bergerak cepat dan terintegrasi memastikan warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat kembali menempati hunian yang layak, memperoleh layanan dasar yang optimal, serta melanjutkan aktivitas sosial dan ekonomi dengan penuh kepercayaan diri. Pemulihan tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan rasa aman, kenyamanan beribadah, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat. Langkah ini menegaskan bahwa kehadiran negara hadir secara konkret dan menyeluruh, menjadikan pemulihan martabat penyintas sebagai prioritas utama sekaligus simbol kebangkitan dan ketangguhan bersama menyambut Ramadan dengan semangat baru.

Ribuan unit hunian sementara dipacu penyelesaiannya pada awal Februari 2026, didukung alokasi anggaran pemulihan dan dana kompensasi kerusakan rumah yang mencapai triliunan rupiah. Langkah tersebut menunjukkan kehadiran negara dalam menjamin hak dasar korban bencana, terutama hak atas tempat tinggal yang layak.

Selain hunian, pemerintah juga mengarahkan fokus pada pemulihan sarana ibadah dan infrastruktur pendukung kehidupan sehari-hari. Masjid dan musala yang rusak ditempatkan sebagai prioritas rehabilitasi agar shalat tarawih dan aktivitas keagamaan dapat berjalan normal.

Di saat bersamaan, normalisasi sungai, pembersihan lumpur, serta pembukaan akses wilayah terisolasi dikebut untuk memulihkan mobilitas warga dan distribusi logistik. Di daerah seperti Aceh Timur, pemenuhan air bersih menjadi perhatian utama guna memastikan kebutuhan wudu dan konsumsi masyarakat selama Ramadhan terpenuhi secara aman.

Di luar peran negara, solidaritas sosial turut menguat melalui keterlibatan lembaga kemanusiaan. Badan Amil Zakat Nasional menempatkan pemulihan Sumatera sebagai prioritas menjelang Ramadhan.

Ketua BAZNAS RI Noor Achmad memandang rangkaian bencana tersebut sebagai panggilan kemanusiaan yang menuntut respons cepat dan berkelanjutan. BAZNAS mengonsolidasikan seluruh sumber daya zakat untuk Sumatera, memperkuat respons darurat sejak hari-hari awal bencana, sekaligus menyiapkan program pemulihan jangka menengah agar penyintas dapat bangkit dengan lebih baik.

Pendekatan kemanusiaan tersebut diterjemahkan secara konkret di lapangan. Di bawah koordinasi pimpinan BAZNAS bidang pendistribusian dan pendayagunaan, Saidah Sakwan, ratusan personel dan tenaga medis diterjunkan ke wilayah terdampak, termasuk daerah yang sulit dijangkau.

Distribusi makanan siap santap, pengoperasian dapur umum, penyaluran air bersih, layanan kesehatan, hingga penyediaan fasilitas komunikasi darurat menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan hidup penyintas. Skala intervensi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan martabat tidak terpisah dari pemenuhan kebutuhan paling dasar manusia.

Memasuki fase pemulihan, BAZNAS juga menyiapkan program Kampung Cahaya Zakat berupa modular housing yang dilengkapi fasilitas keluarga, ruang ibadah, ruang pendidikan, serta ruang bersama.

Konsep tersebut menempatkan penyintas sebagai subjek pemulihan, bukan sekadar penerima bantuan. Dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah, program tersebut diharapkan menjadi fondasi pemulihan sosial yang lebih berkelanjutan, khususnya di wilayah yang tingkat kerusakannya tinggi.

Sementara itu, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera memprioritaskan pemulihan aktivitas ekonomi rakyat menjelang Ramadhan sebagai fondasi kebangkitan kehidupan sehari-hari masyarakat terdampak.

Juru bicara Satgas, Amran, menegaskan kembali pengaktifan pasar-pasar tradisional agar sirkulasi ekonomi warga kembali berjalan normal selama bulan puasa, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok.

Pasar dan rumah ibadah ditempatkan sebagai dua simpul utama pemulihan karena keduanya bersentuhan langsung dengan denyut spiritual dan ekonomi warga. Ketika pasar kembali hidup dan masjid kembali ramai, proses pemulihan tidak hanya memulihkan penghasilan, tetapi juga mengembalikan ritme sosial yang menjadi penopang ketahanan masyarakat pascabencana.

Data lapangan menunjukkan progres pemulihan telah mencapai sekitar 70 persen hingga pertengahan Februari 2026, menandakan kerja kolektif yang mulai membuahkan hasil nyata di berbagai daerah terdampak.

Sebagian besar kabupaten dan kota di tiga provinsi tersebut berangsur kembali normal atau mendekati normal, dengan aktivitas sosial dan ekonomi perlahan pulih. Namun, masih terdapat sejumlah wilayah yang memerlukan perhatian khusus akibat tingkat kerusakan lingkungan yang masif serta keterbatasan akses dan infrastruktur dasar.

Realitas tersebut menjadi pengingat bahwa pemulihan martabat penyintas tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan menuntut konsistensi kebijakan, keberlanjutan pendampingan, serta empati yang terus hidup agar tidak ada warga yang tertinggal dalam proses bangkit pascabencana.

Menjelang Ramadhan, arah pemulihan di Sumatera memperlihatkan wajah kemanusiaan negara dan solidaritas sosial yang bekerja beriringan di tengah luka bencana yang belum sepenuhnya sembuh.

Kehadiran hunian layak menggantikan tenda darurat, sarana ibadah yang kembali difungsikan, pasar rakyat yang mulai berdenyut, serta jaminan pangan dan layanan kesehatan menjadi bukti nyata bahwa para penyintas tidak dibiarkan berjalan sendiri menghadapi masa sulit.

Proses pemulihan tersebut tidak semata membangun fisik, tetapi juga mengembalikan rasa aman, harga diri, dan ruang spiritual masyarakat yang sempat tercerabut. Bangsa Indonesia menjemput bulan suci dengan ikhtiar kolektif memulihkan martabat korban bencana, memastikan Ramadhan hadir bukan dalam bayang-bayang derita, melainkan sebagai momentum harapan untuk bangkit, saling menguatkan, dan menata kembali kehidupan dengan lebih bermakna dan berkeadilan.

*Penulis merupakan Jurnalis Isu Sosial dan Kebencanaan