Pemerintah Dorong Kolaborasi Multipihak Jaga Kelancaran Arus Balik Lebaran
Oleh : Astrid Widia )*
Kelancaran arus balik Lebaran 2025 menjadi prioritas utama pemerintah dan aparat keamanan, dengan berbagai strategi telah disiapkan guna mengurai kepadatan lalu lintas. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik agar dapat menikmati perjalanan yang lebih lancar dan nyaman.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada 5 hingga 7 April 2025. Demi mengantisipasi lonjakan kendaraan, ia menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk pemberian diskon tarif tol dan kemungkinan pembebasan tarif di beberapa ruas jalan tol tertentu. Selain itu, rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow juga akan diterapkan guna memperlancar pergerakan kendaraan.
Menurut Listyo Sigit Prabowo, selain penerapan kebijakan terkait tarif tol, perhatian juga difokuskan pada jalur arteri yang rawan bencana. Hujan lebat dan tanah longsor dapat menghambat perjalanan, sehingga diperlukan kesiapan dalam menyediakan jalur alternatif.
Aparat diminta untuk sigap dalam menangani kendala di lapangan agar lalu lintas dapat kembali normal secepat mungkin. Hal ini bertujuan agar pemudik tidak mengalami keterlambatan yang berlebihan dan dapat kembali ke tempat tujuan dengan aman.
Di sektor transportasi laut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang dan kendaraan pada Hari H Lebaran 2025. Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran, jumlah penumpang yang menyeberang antara Jawa dan Sumatera meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Lintasan Merak-Bakauheni mencatat total 54.323 penumpang, mengalami kenaikan 6,2% dari tahun sebelumnya. Kendaraan roda dua yang menyeberang sebanyak 5.192 unit mengalami kenaikan 3,2%, sedangkan kendaraan roda empat mencapai 8.861 unit, naik 7,6%.
Sebaliknya, di jalur Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni dan BBJ Muara Pilu, tercatat total 24.478 penumpang menyeberang, dengan kenaikan tipis sebesar 0,2% dari tahun lalu. Kendaraan roda dua yang melintasi jalur ini sebanyak 1.390 unit, mengalami peningkatan sebesar 14,7%, sementara total kendaraan yang menyeberang mencapai 5.632 unit atau naik 0,3%.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa perusahaan telah mengoptimalkan layanan digital Ferizy guna memperlancar operasional. Koordinasi aktif dengan regulator juga dilakukan untuk pengaturan jadwal operasi kapal. Sebanyak 30 kapal telah disiapkan di lintasan Merak-Bakauheni dan 31 kapal di Bakauheni-Merak guna menghadapi lonjakan pemudik saat arus balik. Dengan adanya digitalisasi layanan, diharapkan proses reservasi tiket dapat dilakukan lebih mudah dan mengurangi antrean di pelabuhan.
Dalam upaya memastikan kelancaran arus balik, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Ahmad Yani dan Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano meninjau langsung persiapan di Pelabuhan Bakauheni. Berbagai strategi telah disiapkan, termasuk delaying system dan buffer zone di beberapa titik rest area di ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar serta jalur non-tol yang strategis.
Dudy Purwagandhi juga menegaskan pentingnya pengelolaan arus kendaraan secara terstruktur agar kepadatan di pelabuhan dapat diminimalisir. Penataan kantong parkir dan alur lalu lintas yang lebih tertata menjadi kunci dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Ia mengapresiasi kesiapan yang telah dilakukan oleh berbagai pihak dalam menyelenggarakan arus balik yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai langkah meringankan beban pemudik, pemerintah bersama ASDP menetapkan kebijakan diskon tarif penyeberangan lintas Bakauheni-Merak. Diskon ini berlaku mulai 3 April 2025 pukul 12.00 WIB hingga 7 April 2025 pukul 12.00 WIB, dengan potongan harga mencapai 21% hingga 36% untuk berbagai kategori kendaraan. Heru Widodo berharap kebijakan ini dapat membantu masyarakat yang ingin kembali ke Pulau Jawa setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.
Untuk memastikan kelancaran perjalanan, ASDP mengimbau para pemudik agar mematuhi ketentuan yang berlaku. Perjalanan yang lebih lancar dapat dicapai dengan memanfaatkan periode diskon tarif serta melakukan reservasi tiket melalui aplikasi Ferizy. Dengan demikian, risiko antrean panjang di pelabuhan dapat diminimalisir. Selain itu, pemudik juga disarankan untuk datang lebih awal ke pelabuhan agar dapat menghindari antrean yang panjang.
Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry, selama periode H-10 hingga Hari H Lebaran (21-31 Maret 2025), jumlah kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 225.400 unit. Angka ini sedikit menurun 0,4% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 226.299 unit. Namun, jumlah penumpang mengalami kenaikan 3%, dengan total 885.828 orang pada 2025 dibandingkan 859.699 orang pada 2024. Kenaikan jumlah penumpang ini menunjukkan bahwa moda transportasi laut masih menjadi pilihan utama bagi banyak pemudik dalam melakukan perjalanan.
Pemerintah dan aparat keamanan telah berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran 2025. Dengan berbagai strategi yang telah disiapkan, masyarakat diharapkan dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman dan aman.
Perencanaan perjalanan yang matang serta kepatuhan terhadap kebijakan yang diterapkan menjadi kunci utama dalam menghindari kepadatan dan memastikan perjalanan arus balik berjalan lancar. Para pemudik juga diimbau untuk tetap menjaga kondisi fisik yang prima serta mempersiapkan perbekalan yang cukup agar perjalanan tidak terganggu oleh faktor eksternal. Dengan demikian, pengalaman arus balik Lebaran 2025 dapat menjadi lebih baik dan lebih tertata.
)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute