1,4 Miliar Porsi MBG Dibagikan, Pemerintah Siapkan Generasi Muda yang Sehat dan Kuat

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menunjukkan hasil nyata bagi masa depan generasi muda Indonesia. Dalam tahun pertamanya, pemerintah berhasil menyalurkan 1,4 miliar porsi makanan bergizi kepada anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Tanah Air.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung perkembangan program MBG tersebut. Dalam keterangannya, Prabowo menjelaskan bahwa selama 10 bulan pelaksanaan, program ini telah mencapai tahap pembangunan 12.508 Sentra Pangan dan Produksi Gizi (SPPG) atau unit dapur terpusat dari target 32 ribu yang direncanakan.

“Hari ini program Makan Bergizi Gratis sudah mencapai 12.508 dari target kita 32 ribu, dan artinya hari ini sudah 1.410.000.000 porsi sudah dimasak dan dibagikan sejak tanggal 6 Januari 2025,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Prabowo menyebutkan bahwa 36,7 juta penerima manfaat telah merasakan langsung manfaat MBG, mencakup anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ia menilai capaian ini sebagai prestasi yang tidak hanya membanggakan Indonesia, tetapi juga menjadi perhatian dunia.

“Yang saya tahu, Presiden Brasil memberi tahu pada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta, kita alhamdulillah dalam satu tahun mencapai 36 juta,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, menilai capaian ini sebagai bukti nyata bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan sesuai dengan visi dan program prioritas yang telah dicanangkan sejak awal. Menurutnya, Prabowo dan Gibran terus menunjukkan kerja nyata di tengah tantangan geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia.

“Proyeksi masa depan Pak Prabowo yang diwujudkan dalam program-program prioritas nasional sudah berjalan, pemerintahan Prabowo-Gibran setia berjuang untuk rakyat,” kata Budi Arie.

Ia menambahkan, program MBG menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan pemerintah tidak hanya menjanjikan, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dari sisi akademik, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Hardinsyah, menilai bahwa pelaksanaan MBG di tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran dapat menjadi dasar bagi peningkatan sumber daya manusia yang sehat.

“Pelaksanaan MBG di tahun pertama ini menjadi dasar penting untuk membangun manusia Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan cerdas,” ujarnya.

Hingga saat ini, pelaksanaan MBG telah terlaksana di 38 provinsi, meliputi 509 kabupaten dan 7.022 kecamatan di seluruh Indonesia. Capaian tersebut menjadi bukti konkret dari upaya pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas gizi nasional. *

Program MBG Jadi Bukti Pemerintah Hadir untuk Generasi Muda

Oleh: Alexandro Dimitri*)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas. Di tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, program ini tidak hanya memastikan anak-anak sekolah mendapatkan asupan gizi seimbang, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan petani, nelayan, dan pelaku UMKM di seluruh penjuru negeri. MBG bukan sekadar kebijakan populis, melainkan langkah strategis membangun fondasi generasi emas menuju Indonesia 2045.

Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa MBG adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Ia menilai kualitas sumber daya manusia Indonesia sangat ditentukan oleh asupan gizi sejak dini. Karena itu, pemerintah mengambil langkah berani dengan menjadikan gizi sebagai prioritas utama yang disiapkan secara sistematis melalui kebijakan negara, bukan sekadar kegiatan seremonial atau bantuan sesaat. Pandangan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memutus rantai stunting, memperkuat ketahanan pangan, dan melahirkan generasi emas yang mampu bersaing secara global.

Kebijakan MBG juga diiringi dengan penataan sistem yang lebih akuntabel dan berbasis data. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menyampaikan bahwa evaluasi terhadap data usulan dapur MBG dilakukan untuk memastikan program ini tepat sasaran dan berjalan efisien. Penyesuaian terhadap lebih dari seribu usulan dapur bukan dimaknai sebagai pengurangan komitmen, melainkan upaya untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga dan tidak ada pemborosan anggaran. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah bergerak tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dalam memastikan setiap rupiah yang dialokasikan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.

Sejalan dengan itu, keberadaan MBG memberikan dampak ekonomi yang signifikan terhadap pelaku usaha kecil. Para pelaku UMKM kuliner lokal hingga petani dan peternak merasakan lonjakan permintaan bahan baku yang stabil. Rantai pasok baru terbentuk dan memberi kepastian pasar bagi produk-produk lokal. Program ini secara tidak langsung menciptakan siklus ekonomi yang sehat, di mana negara hadir sebagai agregator permintaan, sementara masyarakat menjadi subjek ekonomi yang diberdayakan. Dalam konteks ini, MBG telah melampaui perannya sebagai program sosial dan menjelma sebagai penggerak ekonomi rakyat.

Di sisi legislatif, anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, memberi pandangan bahwa langkah pemerintah ini perlu diapresiasi karena menyasar kebutuhan dasar rakyat dengan pendekatan yang menyeluruh. Program MBG dinilai mampu menjadikan sekolah tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat intervensi kesehatan masyarakat yang efektif. Menurutnya, DPR akan terus mengawal agar program ini diperluas cakupannya tanpa mengurangi kualitas layanan, karena keberhasilan program ini akan menjadi parameter penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar MBG semakin kokoh sebagai kebijakan strategis nasional.

Penguatan narasi keberhasilan MBG juga terlihat dari respons positif publik. Banyak laporan media menyebutkan bahwa anak-anak sekolah mulai menunjukkan peningkatan konsentrasi belajar dan kehadiran sekolah setelah mendapatkan distribusi makanan bergizi secara rutin. Para orang tua merasa terbantu karena kebutuhan gizi anak kini ikut dipikul negara melalui skema program yang terukur dan berkelanjutan. Di lapangan, semangat gotong royong terlihat dari keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan dapur MBG, sehingga menciptakan rasa memiliki terhadap program ini.

Dalam pemberitaan terbaru, sejumlah daerah mencatat peningkatan partisipasi UMKM lokal hingga 30 persen sejak MBG berjalan. Para pelaku usaha mengaku lebih percaya diri mengembangkan produk mereka karena adanya kepastian permintaan dari dapur MBG. Hal ini menjadi bukti bahwa program sosial yang dirancang dengan pendekatan ekonomi mampu menciptakan efek berganda bagi kesejahteraan masyarakat secara luas. Pemerintah pusat terus menegaskan bahwa keberlanjutan program ini akan diiringi dengan inovasi teknologi, seperti digitalisasi pendataan dan pengawasan dapur agar transparansi tetap terjaga.

Setahun berjalan, MBG semakin menunjukkan bahwa visi besar pemerintah bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi membentuk sistem yang menyehatkan rakyat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi mikro. Ini adalah bentuk kehadiran negara yang menyentuh rakyat sampai ke level paling dasar: memastikan tidak ada anak Indonesia yang belajar dalam keadaan lapar dan tidak ada petani yang memproduksi tanpa pasar. Di tengah tantangan global dan dinamika ekonomi, program ini menjadi bukti bahwa komitmen negara terhadap rakyatnya masih sangat kuat.

Melihat capaian ini, publik patut optimistis bahwa MBG akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan bangsa menuju kemandirian gizi dan kedaulatan pangan. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, legislatif, serta masyarakat, program ini berpotensi menjadi model kebijakan sosial-ekonomi yang diakui dunia. Pemerintahan Prabowo-Gibran telah menunjukkan bahwa keberpihakan kepada rakyat bukan hanya melalui retorika, tetapi diwujudkan dengan kerja konkret dan terukur yang dampaknya dirasakan langsung oleh jutaan keluarga di seluruh Indonesia.

*) Penulis merupakan Pengamat Ekonomi

[edRW]

Program MBG Buka Jalan Baru Pemenuhan Gizi Generasi Muda Indonesia

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), disebut oleh Presiden Prabowo Subianto, telah sukses menjangkau hampir 36,7 juta penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia per Oktober 2025. Program tersebut merupakan inisiatif penting pemerintah untuk memastikan kebutuhan gizi generasi muda tercukupi demi masa depan bangsa yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing.

Presiden Prabowo juga menyatakan total porsi yang telah dibagikan sebanyak 1,4 miliar. Di sisi ekonomi, juga MBG sudah membuka 1 juta lapangan pekerjaan baru di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur. Dia menuturkan 30.000 SPPG yang dimiliki BGN saat ini membutuhkan setidaknya 50 pekerja.

“Jadi kita bisa bandingkan multiplayer effect daripada ini,” ujar Presiden Prabowo di Jakarta (20/10).

Kehadiran Program MBG, utamanya di lingkungan sekolah, membawa dampak positif, salah satunya soal kenaikan angka kehadiran siswa di sekolah. Misalnya di SMP Negeri Serui Laut, Yapen, Papua, tingkat kehadiran siswa biasanya hanya mencapai 70 persen.

“Program Makan Bergizi Gratis ini benar-benar berdampak positif. Kehadiran siswa yang sebelumnya hanya 70 persen, kini bisa mencapao 90 sampai 95 persen. Ini menunjukkan bahwa program tersebut sangat membantu,” ungkap Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah SMP Negeri Serui Laut, Dody Sugiarto.

Dody menambahkan, meningkatnya kehadiran siswa turut menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan kondusif di kelas. Karena itu, pihak sekolah memberikan apresiasi kepada pihak terkait yang telah menggagas dan melaksanakan program ini.

Bila yang terjadi di SMP Serui Laut juga dialami oleh seluruh sekolah yang memperoleh MBG, maka dampak ke depannya tak main-main. Founder Lansia Sejahtera Surabaya, Jani Purwanty, mengatakan MBG penting karena gizi adalah fondasi kecerdasan, produktivitas, dan daya saing bangsa, terutama jika Indonesia akan menghadapi bonus demografi.

Jani menjelaskan, bonus demografi adalah jendela kesempatan yang hanya datang satu kali. Jika anak-anak kita hari ini tumbuh dengan gizi buruk, maka pada tahun 2045 mereka akan menjadi generasi rapuh.

“Jika fondasi sumber daya manusia (SDM) usia produktif tidak dibangun sekarang, maka Indonesia akan memikul beban ganda, yaitu kekurangan tenaga produktif tangguh penopang ekonomi bangsa dan ketika memasuki era aging society, menanggung beban meningkatnya pembiayaan sosial bagi penduduk lansia,” jelas Jani.

Dosen dan Peneliti FH Unair itu juga menekankan bahwa kalau tidak diantisipasi, maka Indonesia akan menanggung beban yang sangat berat. Menurutnya, Program MBG adalah solusi yang tepat.*

[edRW]

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pemberantasan Korupsi Demi Masa Depan Generasi Muda

Oleh : Aditya Nugraha Sentosa )*

Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan arah yang tegas dalam membangun tata kelola negara yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada masa depan generasi muda. Komitmen terhadap pemberantasan korupsi menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan keberlanjutan pembangunan nasional yang berkeadilan.

Ketua Umum Pemuda ICMI, Ismail Rumadan, menilai bahwa langkah Presiden Prabowo dalam memperkuat penegakan hukum merupakan cerminan tekad pemerintah untuk menegakkan pemerintahan yang berdaulat dan bebas dari praktik korupsi. Menurutnya, penegakan hukum yang kuat dan konsisten menjadi fondasi penting untuk memperkuat sendi-sendi negara. Upaya tersebut bukan hanya menunjukkan ketegasan hukum, tetapi juga memberikan harapan bagi generasi muda bahwa masa depan bangsa ini dibangun di atas nilai kejujuran dan tanggung jawab.

Komitmen pemerintah terhadap pemberantasan korupsi terlihat dari berbagai kebijakan yang menekankan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan negara. Pemerintah terus memperkuat sinergi antar lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan Agung, KPK, dan Kepolisian untuk memastikan setiap kasus korupsi dapat diproses secara cepat dan transparan. Langkah besar seperti penyerahan uang sitaan hasil tindak pidana korupsi CPO senilai Rp13,2 triliun dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan menjadi simbol nyata keberhasilan penegakan hukum yang berkeadilan dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Praktisi Hukum, Masriadi Pasaribu, menilai bahwa konsistensi Presiden Prabowo dalam menjaga independensi lembaga hukum menjadi faktor penting dalam keberhasilan pemberantasan korupsi. Pemerintah menunjukkan sikap yang tidak pandang bulu terhadap siapa pun yang terbukti melakukan penyimpangan, sekaligus memperkuat prinsip bahwa hukum berlaku sama bagi semua warga negara. Dalam pandangannya, langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa kepemimpinan nasional berkomitmen penuh untuk mencegah kebocoran anggaran dan memperkuat keuangan negara demi kesejahteraan rakyat.

Masri menambahkan bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia membutuhkan pendekatan menyeluruh yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah terus mendorong partisipasi publik dalam pengawasan anggaran dan meningkatkan literasi hukum agar kesadaran terhadap nilai integritas semakin tertanam di masyarakat. Pendidikan antikorupsi di sekolah, digitalisasi layanan publik, dan keterbukaan informasi menjadi strategi nyata untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan sejak dini.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen memperkuat lembaga hukum melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, reformasi birokrasi, serta pengawasan internal yang ketat. Semua langkah ini diarahkan untuk membangun sistem pemerintahan yang tidak hanya reaktif dalam menindak pelanggaran, tetapi juga preventif dalam mencegah terjadinya praktik korupsi. Reformasi di sektor keuangan negara, pengadaan barang dan jasa, serta sistem administrasi publik terus ditingkatkan untuk memastikan setiap proses berjalan transparan, efisien, dan bebas intervensi.

Pemberantasan korupsi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo bukan hanya upaya hukum, melainkan juga gerakan moral nasional. Pemerintah berupaya menjadikan integritas sebagai budaya kerja di seluruh lini birokrasi. Dalam konteks pembangunan nasional, komitmen terhadap pemerintahan yang bersih menjadi kunci utama dalam mempercepat kemajuan ekonomi dan sosial. Setiap kebijakan yang diambil diarahkan agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, terutama generasi muda yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa.

Keteladanan dari pemimpin menjadi faktor penentu dalam membangun kepercayaan publik. Sikap Presiden Prabowo yang tegas terhadap segala bentuk pelanggaran hukum memberikan inspirasi bahwa keberanian melawan korupsi harus menjadi tanggung jawab bersama. Dengan memperkuat sistem hukum dan moralitas politik, Indonesia sedang bergerak menuju masa depan yang lebih transparan dan berkeadilan.

Generasi muda menjadi penentu keberhasilan upaya pemberantasan korupsi. Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda untuk berpartisipasi dalam pengawasan publik dan inovasi antikorupsi. Melalui digitalisasi pemerintahan dan transparansi anggaran, pemuda Indonesia diharapkan menjadi pelopor perubahan budaya dari permisif terhadap korupsi menjadi intoleran terhadap segala bentuk penyimpangan.

Komitmen Presiden Prabowo mencerminkan visi besar membangun Indonesia yang bersih, berdaulat, dan bermartabat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, lembaga hukum, dunia pendidikan, dan masyarakat, cita-cita Indonesia bebas korupsi bukanlah utopia. Negara yang bebas dari praktik korupsi akan menciptakan kesejahteraan yang merata dan memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk berkembang secara adil.
Langkah-langkah konkret yang diambil pemerintah menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan sekadar program, tetapi gerakan nasional yang menyatukan seluruh elemen bangsa. Dengan konsistensi dan dukungan publik yang kuat, Indonesia dapat membangun fondasi yang kokoh menuju masa depan yang lebih terang, di mana generasi muda tumbuh dengan rasa percaya diri, kebanggaan, dan keyakinan bahwa mereka hidup di negara yang jujur, adil, serta bermartabat.

)* Penulis merupakan Pegiat Milenial Hebat

Estafet Integritas: Prabowo Menggugah Pemuda Melawan Korupsi

Oleh: Moeini Syakir

Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum. Korupsi adalah “pencurian masa depan” yang paling telanjang. Karena itu, ketika pemerintah memusatkan energi pada pemberantasan korupsi, sejatinya yang sedang dilindungi adalah hak-hak generasi muda atas pendidikan yang layak, layanan kesehatan yang manusiawi, dan pasar kerja yang adil. Dalam bingkai itulah komitmen antikorupsi era Prabowo layak dibaca bukan hanya penindakan, melainkan pengembalian ruang hidup yang selama ini digerogoti kebocoran anggaran.

Dari kacamata kebijakan publik, sinyal kemajuan tampak dalam dua ranah sekaligus—penegakan hukum dan disiplin fiskal. Pengamat sosial, Serian Wijatno, menilai capaian antikorupsi di tahun pertama pemerintahan telah memberi dorongan pada ekonomi dan kesejahteraan sosial; ia mengaitkannya dengan dua hal: kepercayaan investor yang membaik dan kembalinya dana publik ke fungsi pelayanan. Ia juga menekankan bahwa langkah antikorupsi yang dikerjakan bersama Kejaksaan Agung dan aparat penegak hukum bukan sekadar proses hukum, tetapi investasi jangka panjang yang mengembalikan hak rakyat dan membuat program berjalan tepat sasaran. Di tingkat makro, ia menunjuk kombinasi indikator—inflasi rendah, defisit APBN terkendali, pengangguran dan kemiskinan menurun—sebagai bukti pondasi ekonomi yang makin kuat di bawah payung penataan pemerintahan yang bersih. Pada saat yang sama, survei opini publik yang dicatat lembaga riset menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, menandakan modal sosial untuk berbenah tetap tersedia.

Dari sisi kepemimpinan politik, Presiden Prabowo memosisikan antikorupsi sebagai reformasi fiskal yang konkret. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berhasil mengalihkan ratusan triliun rupiah dari pos-pos rawan korupsi ke program yang langsung menyentuh rakyat—mulai dari Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan, hingga infrastruktur desa dan pertanian. Ia juga menegaskan komitmen bahwa tidak ada perkara korupsi yang kebal dari proses hukum, sembari menilai korupsi sebagai “penyakit” yang bila dibiarkan akan merusak negara. Dalam kerangka pencegahan, ia menaruh perhatian pada integritas garda terdepan, antara lain dengan kebijakan peningkatan kesejahteraan aparat penegak hukum agar independensi mereka lebih terlindungi dari godaan suap.

Di jalur penegakan, angka-angka yang dicatat berbagai lembaga dalam setahun memberi gambaran arah kebijakan. Kejaksaan Agung, misalnya, dikabarkan mengembalikan belasan triliun rupiah dalam perkara ekspor CPO dan turunannya. Catatan riset independen juga menyebut puluhan perkara korupsi ditangani lintas lembaga, dengan estimasi kerugian negara yang berhasil ditekan ratusan triliun rupiah. Ada pula angka pengembalian aset negara yang kembali ke kas; dan pada perkara strategis bertiket besar, seperti tata kelola minyak, penegak hukum mendorong pemulihan kerugian bernilai sangat besar. Di parlemen, apresiasi datang dari Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah, yang melihat konsistensi pemerintah memperkuat supremasi hukum; apresiasi ini disertai catatan dukungan bahwa pengawasan harus terus dijalankan secara transparan dan akuntabel.

Namun antikorupsi tidak pernah selesai sebagai deret angka. Soal yang sama pentingnya adalah bagaimana agenda ini disambung oleh generasi muda sebagai budaya. Di sinilah pendidikan etika publik, literasi anggaran, dan partisipasi digital menjadi jembatan. Generasi muda adalah pengguna utama layanan publik hari ini dan pembayar pajak terbesar besok; logis bila mereka dilibatkan bukan sekadar sebagai “penonton” kampanye, melainkan sebagai produsen praktik integritas.

Langkah-langkah perbaikan yang dikerjakan pemerintah—dari sisi hukum, fiskal, hingga tata kelola—membuka ruang bagi keterlibatan kaum muda secara bermakna. Ketika presiden menegaskan arah antikorupsi sembari mengarahkan dana efisiensi ke program pro-rakyat, maka ruang partisipasi yang paling tepat adalah memastikan manfaat itu benar-benar sampai: nutrisi anak sekolah yang tepat waktu dan aman, beasiswa dan sarana belajar yang transparan, puskesmas yang melayani tanpa biaya tersembunyi, serta proyek infrastruktur yang fungsional, bukan sekadar estetika. Dengan kata lain, “hasil” dari antikorupsi adalah pengalaman warga yang lebih adil dan bermartabat; dan yang paling berhak menjadi juru uji pertama adalah generasi muda.

Tentu, pekerjaan rumah tetap ada. Penataan regulasi yang konsisten, mencegah konflik kepentingan, memperkuat perlindungan pelapor, dan memastikan independensi institusi penegak hukum terus terjaga. Tetapi arah besarnya sudah ditetapkan bahwa uang publik harus kembali menjadi manfaat publik. Di titik ini, dukungan kritis dari anak muda menjadi krusial—dukungan yang tidak larut dalam fanatisme, namun juga tidak terjebak sinisme. Etosnya sederhana, bagaimana bantu yang benar menjadi berjalan, dan koreksi yang keliru tanpa menambah gaduh yang sia-sia.

Generasi muda Indonesia telah lama menginginkan politik yang bermakna. Antikorupsi memberi panggung terjernih untuk mewujudkannya. Pemerintah mengeksekusi penindakan dan reformasi. Kaum muda mengawal manfaat dan membangun budaya. Jika duet ini dijaga, kita tidak hanya menghukum perilaku menyimpang, tetapi juga menumbuhkan ekosistem yang membuat korupsi kian mahal, kian berisiko, dan pada akhirnya kian tidak masuk akal. Itu sebabnya, komitmen antikorupsi era Prabowo layak dibaca sebagai undangan: estafet integritas yang menunggu diambil alih oleh generasi yang akan paling lama hidup bersama hasilnya.

*) pemerhati kebijakan publik

Dukung Pemberantasan Korupsi demi Lindungi Generasi Muda, Elemen Masyarakat Komitmen Bantu Pemerintah

Jakarta,— Wakil Presiden DPP, Imam Bogie Yudhaswara, bersama Sekjen Adam Irham serta Menteri Zulkarnain Idris dan Rusdi Ali Hanafiah, melakukan kunjungan ke kantor pemerintah untuk membahas komitmen dalam pemberantasan korupsi. Pertemuan tersebut menyoroti keseriusan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih sekaligus melindungi generasi muda dari dampak sosial dan ekonomi praktik koruptif.

Imam Bogie menekankan pentingnya menjaga kepentingan nasional di tengah hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan (HTAG) yang berpotensi menghambat kemajuan bangsa. Ia menyampaikan bahwa penegakan hukum, terutama dalam pemberantasan korupsi, harus dijalankan secara kolektif dan menjadi agenda prioritas agar Indonesia tetap kuat dan berdaulat di tengah perubahan global.

Sekjen DPP, Adam Irham, menjelaskan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan hasil nyata dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan. Menurutnya, sejak pelantikan pada 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo berhasil meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) dari skor 34 menjadi 37 per 100, serta mengangkat posisi Indonesia ke peringkat 99 dari 180 negara. “Menurut catatan pak Mahfud MD, kepemimpinan pak Prabowo Subianto dalam kurun waktu 9 bulan saja telah berhasil mengungkap 16 kasus besar. Dan menurut laporan Menkopolkam, dalam 100 hari kepemimpinan pak Prabowo berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp6,7 triliun,” ujar Adam.

Ia menegaskan bahwa komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam melawan korupsi sudah terbukti dan harus mendapat dukungan luas dari masyarakat. “Dalam pidato saat Hari Buruh Mei 2025, pak Presiden Prabowo Subianto mengatakan: ‘Pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk berusaha menghilangkan korupsi dari bumi Indonesia. Saya tahu, bahwa ini bukan pekerjaan yang ringan, ini pekerjaan yang berat’. Artinya, presiden menegaskan kesiapannya untuk berkorban demi kepentingan bangsa dan negara,” ucap Adam.

Adam menilai, pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat arah kebijakan pemerintah yang menempatkan pemberantasan korupsi sebagai salah satu agenda utama pemerintahan Prabowo–Gibran. Ia menambahkan, seluruh elemen bangsa perlu bergandengan tangan agar Presiden Prabowo tidak merasa “sendirian” dalam perjuangan melawan korupsi.

Pemerintah pun menyambut baik aspirasi dan dukungan terhadap langkah tegas dalam menegakkan pemerintahan yang bersih. Dalam kesempatan itu, perwakilan pemerintah menegaskan pentingnya dukungan moral dari masyarakat untuk menjaga integritas bangsa. “Kami akan dukung selama gerakan ini membawa kebaikan bagi negara dan masyarakat Indonesia,” ujar salah satu pejabat pemerintah yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Selain itu, pemerintah juga mengingatkan pentingnya edukasi publik untuk menangkal pengaruh negatif media sosial terhadap anak muda. Sejumlah isu yang muncul di dunia maya, menurutnya, kerap dimainkan oleh pihak asing yang ingin melemahkan stabilitas nasional. “Kita harus mengedukasi masyarakat tentang proxy yang dimainkan di sosial media. Ada pihak asing yang memang tidak senang melihat Indonesia maju perekonomiannya dan pemerintahan yang kuat,” tegasnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan ajakan kolaboratif untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam menciptakan tata kelola yang transparan dan berintegritas. Langkah ini menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi upaya penegakan hukum semata, tetapi juga bagian dari perlindungan moral dan masa depan generasi muda Indonesia agar tumbuh dalam lingkungan yang bersih, jujur, dan beretika.

Presiden Prabowo Tegas Berantas Korupsi, Siapkan Masa Depan Bersih untuk Generasi Muda

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya. Ia memerintahkan seluruh aparat penegak hukum agar tidak ragu mengusut tuntas setiap kasus korupsi tanpa pandang bulu.

“Kita bertekad tidak ada kasus korupsi yang tidak bisa diselidiki, tidak ada no more untouchable, tidak ada yang untouchable lagi. Saya terima kasih penegak hukum yang tegar meneruskan tugas yang mulia ini,” tegas Prabowo di Jakarta, (20/10).

Presiden menyebut, pemerintah berhasil mengalihkan Rp306 triliun anggaran yang sebelumnya rawan korupsi untuk mendanai berbagai program rakyat. Ia juga mengapresiasi aparat penegak hukum yang berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga lebih dari Rp1.000 triliun.

“Lebih dari 4 juta hektare kebun kelapa sawit dalam kawasan hutan yang melanggar hukum ini kita kuasai kembali oleh rakyat, oleh negara,” ujarnya.

Langkah tegas ini, menurut Prabowo, menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun tata kelola negara yang bersih dan berpihak pada rakyat. Ia mengingatkan agar seluruh jajaran pemerintahan berhati-hati dalam mengelola anggaran publik, terutama untuk program kesejahteraan masyarakat.

“Tidak boleh ada rasa kasihan pada koruptor. Yang perlu dikasihani adalah rakyat Indonesia. Saya enggak apa-apa dibenci, asal rakyat saya tidak dibenci,” tegasnya.

Di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Presiden Prabowo juga mengajak generasi muda untuk menjadi bagian dari perjuangan melawan korupsi. Ia menekankan bahwa masa depan bangsa ada di tangan pemuda yang jujur, berani, dan berintegritas.

Terkait hal itu, Pakar Hukum dan Pembangunan, Hardjuno Wiwoho, menilai langkah Presiden Prabowo merupakan momentum penting dalam membuktikan keseriusan negara melawan korupsi

“Statement Presiden jelas, arahnya jelas, dan harus kita dukung. Presiden harus membuktikan terus, setiap hari, bahwa apa yang dia katakan akan menjadi kenyataan rakyat Indonesia yakni negara tanpa korupsi,” ujarnya.

Dengan langkah tegas dan pesan moral kepada generasi muda, pemerintahan Prabowo menegaskan bahwa perang terhadap korupsi bukan hanya soal hukum, tetapi juga tentang warisan nilai untuk masa depan bangsa. *

Pemerintah Tegas Lindungi Generasi Muda Lewat Pemberantasan Judi Daring

Oleh: Arman Panggabean
Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menandai komitmen kuat pemerintah dalam melindungi generasi muda dari ancaman judi daring yang semakin marak di dunia digital. Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menciptakan ruang digital yang aman, bersih, dan produktif, sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam menjaga moralitas publik di tengah kemajuan teknologi.

Pemerintah menilai praktik judi daring bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman serius bagi masa depan bangsa. Aktivitas tersebut telah menimbulkan dampak sosial yang luas, mulai dari keretakan rumah tangga hingga meningkatnya kasus hutang dan kriminalitas di masyarakat. Karena itu, pendekatan yang ditempuh pemerintah bersifat menyeluruh, mencakup tindakan penegakan hukum, pengawasan keuangan, serta peningkatan literasi digital masyarakat.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menjadi ujung tombak dalam operasi pemberantasan ini. Di bawah kepemimpinan Meutya Hafid, kementerian tersebut memperluas jangkauan pengawasan dengan tidak hanya memblokir situs-situs judi daring, tetapi juga menelusuri rekening bank yang digunakan dalam transaksi ilegal. Ribuan rekening dilaporkan setiap bulan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera ditutup, sementara koordinasi dengan lembaga seperti PPATK dan kepolisian terus diperkuat agar penegakan hukum berjalan efektif.

Pemerintah menekankan bahwa kejahatan judi daring bersifat terorganisasi, sehingga penanganannya juga harus dilakukan melalui kerja sama lintas lembaga yang solid. Sinergi dengan perusahaan teknologi dan platform digital besar menjadi langkah penting agar tautan dan promosi terkait judi daring segera dihapus. Pendekatan kolaboratif ini dinilai sebagai kunci untuk mempersempit ruang gerak para pelaku di dunia maya yang tidak mengenal batas wilayah.

Data Kemkomdigi menunjukkan hasil konkret dari upaya tersebut. Dalam kurun waktu satu tahun, lebih dari tiga juta konten negatif berhasil ditindak, dan sekitar 2,3 juta di antaranya berkaitan langsung dengan aktivitas perjudian daring. Capaian ini mencerminkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menekan laju penyebaran konten ilegal yang dapat merusak moral dan tatanan sosial masyarakat.

Dari sisi pengawasan keuangan, PPATK mencatat adanya penurunan signifikan dalam transaksi judi daring selama tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran. Berdasarkan pemantauan lembaga tersebut, perputaran dana judi daring menurun lebih dari 80 persen pada kuartal pertama 2025. Sinergi antara Kemkomdigi, OJK, dan perbankan nasional dinilai berhasil memperkuat sistem keuangan nasional dari infiltrasi dana ilegal. Langkah ini juga membantu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kecil yang sebelumnya terdampak oleh praktik perjudian digital.

Pakar ekonomi digital dari Universitas Padjadjaran, Rachmat Wibisono, menilai kebijakan pemerintah dalam memberantas judi daring memiliki efek positif terhadap perekonomian nasional. Ia berpendapat bahwa dengan menekan perputaran uang ilegal di sektor perjudian, pemerintah turut mendorong aliran dana masyarakat kembali ke sektor-sektor produktif seperti UMKM, investasi lokal, dan konsumsi rumah tangga. Langkah ini dianggap sebagai bukti bahwa pemerintah berupaya mewujudkan ekonomi berdaulat yang berlandaskan moralitas dan disiplin digital.

Dari sisi teknologi, Kemkomdigi juga melakukan inovasi dalam sistem pengawasan ruang digital. Melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, pemerintah menerapkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat deteksi konten berisiko tinggi. Sistem tersebut memungkinkan pengawasan yang lebih cepat dan adaptif terhadap modus-modus baru yang digunakan pelaku judi daring. Selama satu tahun terakhir, lebih dari 1,3 juta konten perjudian daring berhasil ditindak di berbagai platform digital, termasuk media sosial seperti Facebook, Instagram, dan X.

Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada pendekatan edukatif sebagai langkah pencegahan jangka panjang. Program literasi digital terus digalakkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan muda, terhadap bahaya judi daring. Edukasi publik dilakukan melalui kampanye digital, kerja sama dengan lembaga pendidikan, serta pemberdayaan komunitas agar generasi muda memiliki ketahanan moral dan kemampuan mengenali risiko dunia maya.

Sosiolog dari Universitas Indonesia, Nina Anggraini, menilai langkah edukatif tersebut sangat penting mengingat generasi muda merupakan kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh judi daring. Ia menilai, akses internet yang tinggi tanpa diimbangi dengan kedewasaan digital dapat membuat remaja mudah tergoda oleh promosi judi online yang menjanjikan keuntungan cepat. Karena itu, kebijakan pemerintah untuk menyeimbangkan pendekatan represif dan preventif dianggap sebagai langkah strategis dalam melindungi mereka.

Kebijakan pemberantasan judi daring yang dijalankan pemerintahan Prabowo–Gibran dinilai menjadi tonggak baru dalam membangun kedaulatan digital nasional. Langkah ini tidak hanya berorientasi pada aspek hukum, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, moral, dan ekonomi. Dalam konteks global yang semakin terhubung, upaya menjaga ruang digital bersih dipandang sebagai bagian penting dari pertahanan nasional, sekaligus bentuk nyata kepedulian negara terhadap masa depan generasi muda.

Setahun perjalanan pemerintahan menunjukkan hasil yang nyata. Penurunan signifikan aktivitas judi daring, peningkatan kolaborasi antarinstansi, serta kampanye literasi digital yang semakin luas menjadi bukti bahwa negara hadir secara konsisten untuk melindungi rakyatnya. Pemerintah memandang keberhasilan ini bukan sebagai akhir, melainkan sebagai fondasi untuk memperkuat pengawasan digital dan menanamkan nilai-nilai etika di ruang siber.

Melalui kolaborasi yang berkesinambungan antara lembaga negara, sektor swasta, dan masyarakat, pemerintah berkomitmen menjadikan ruang digital Indonesia sebagai lingkungan yang aman bagi tumbuhnya generasi muda yang produktif dan berintegritas. Perang melawan judi daring tidak hanya tentang menutup situs ilegal, tetapi juga tentang menjaga masa depan bangsa agar terbebas dari pengaruh destruktif dunia maya dan mampu melangkah menuju era digital yang sehat, beretika, dan berdaulat.

Pengamat Kebijakan Sosial

Pemerintah Kian Tegas Berantas Judi Daring demi Lindungi Generasi Muda Digital

Oleh: Bara Winatha*)

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi generasi muda dari ancaman judi daring yang semakin marak di dunia digital. Bagi negara, judi daring bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman serius terhadap moralitas, produktivitas, dan masa depan sosial ekonomi masyarakat. Melalui koordinasi lintas lembaga, langkah-langkah tegas seperti pemblokiran situs ilegal, pelaporan rekening mencurigakan, hingga penghentian bantuan sosial bagi pelaku penyalahgunaan dana terus dilakukan. Pendekatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang bersih, sehat, dan beretika—fondasi penting bagi tumbuhnya generasi muda yang cerdas dan berintegritas di era digital.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan bahwa pemberantasan judi daring kini dilakukan secara menyeluruh dan sistematis, tidak hanya berfokus pada penutupan situs-situs yang melanggar hukum, tetapi juga melibatkan pelacakan aliran dana yang digunakan dalam transaksi ilegal. Setiap bulan, kementeriannya mengirimkan ribuan rekening bank yang terindikasi terlibat dalam aktivitas judi daring kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk ditindaklanjuti. Upaya ini memperlihatkan sinergi antara penegakan hukum dan pengawasan finansial sebagai dua sisi penting dalam memutus rantai kejahatan digital yang semakin kompleks.

Lebih lanjut, Kementerian Komunikasi dan Digital terus memperkuat kerja sama dengan platform digital besar untuk mempercepat proses penutupan akses dan menonaktifkan akun-akun yang terlibat dalam promosi judi daring. Ia menegaskan bahwa kewenangan menutup rekening berada di lembaga lain seperti OJK dan PPATK, sementara Kemkomdigi berfokus pada pembersihan ruang siber dan pengawasan konten. Kolaborasi antarinstansi ini menunjukkan bahwa negara hadir secara komprehensif dalam melindungi masyarakat dari dampak destruktif judi daring, baik secara finansial maupun moral.

Upaya pemerintah pusat tersebut juga mendapat dukungan dari daerah. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sanggau, Joni Irwanto, mengatakan bahwa tantangan menghadapi peredaran judi daring di daerah sangat besar, terutama karena jangkauan internet kini telah meluas hingga ke pelosok desa. Ia menilai bahwa kemudahan akses digital tidak selalu diiringi dengan peningkatan literasi digital masyarakat, khususnya di kalangan anak muda. Situasi ini menjadikan banyak warga rentan terhadap bujuk rayu iklan judi daring yang kerap muncul di media sosial atau aplikasi hiburan.

Menurut Joni, meski berbagai situs judi daring telah diblokir oleh pemerintah, praktik ini terus beradaptasi dengan munculnya domain-domain baru yang sulit dilacak. Ia menggambarkan kondisi tersebut seperti permainan “kucing dan tikus,” di mana setiap kali satu situs diblokir, beberapa situs baru kembali bermunculan dengan identitas berbeda. Untuk menanggulangi hal ini, pemerintah daerah terus memperkuat kampanye literasi digital secara masif di sekolah-sekolah, komunitas, dan kelompok masyarakat. Edukasi menjadi senjata utama dalam membentengi warga dari jebakan judi daring, dengan menekankan bahwa permainan ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menghancurkan kehidupan sosial dan ekonomi keluarga.

Peran keluarga sangat penting dalam upaya pencegahan. Orang tua harus lebih waspada terhadap aktivitas daring anak-anak mereka, termasuk mengawasi aplikasi, media sosial, dan situs yang sering diakses. Keterlibatan keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah generasi muda terjerumus dalam praktik judi daring. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, karena perang melawan judi daring bukan sekadar urusan hukum, melainkan juga tanggung jawab moral bersama.

Sementara itu, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengatakan bahwa pemerintah mengambil langkah tegas dengan menghentikan penyaluran bantuan sosial kepada lebih dari 600 ribu penerima manfaat yang terindikasi menggunakan rekening bantuan untuk transaksi judi daring. Keputusan ini diambil setelah hasil investigasi bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan adanya penyalahgunaan dana bantuan. Bagi Gus Ipul, kebijakan ini bukan hanya langkah disipliner, melainkan juga bentuk perlindungan agar bantuan sosial benar-benar digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan untuk aktivitas yang merusak moral dan keuangan keluarga.

Lebih jauh, penerima manfaat yang merasa masih layak mendapatkan bantuan diberikan kesempatan untuk mengajukan reaktivasi data melalui mekanisme resmi di tingkat kelurahan atau melalui aplikasi digital seperti Cek Bansos dan SIKS-NG. Kemensos kini mengikuti kebijakan Satu Data Indonesia sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Melalui integrasi data dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS), penyaluran bantuan sosial ke depan diharapkan akan semakin tepat sasaran, transparan, dan berkeadilan.

Dalam refleksi satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, Gus Ipul menilai bahwa pemerintah telah membangun fondasi kuat dalam program perlindungan sosial berbasis integritas dan akuntabilitas. Sistem baru ini bukan hanya soal efisiensi data, tetapi juga moralitas kebijakan, di mana setiap rupiah dana bantuan harus membawa manfaat langsung bagi rakyat miskin, bukan menjadi celah bagi praktik-praktik destruktif seperti judi daring. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa negara tidak akan menoleransi bentuk penyimpangan apa pun yang merusak tujuan kesejahteraan sosial.

Judi daring bukan hanya masalah individu, tetapi juga ancaman kolektif terhadap stabilitas sosial dan ekonomi bangsa. Upaya pemerintah yang kian tegas dalam memberantas judi daring mencerminkan komitmen kuat negara dalam melindungi generasi muda di era digital. Dengan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat, ekosistem daring yang bersih dari praktik judi dapat terwujud. Ketegasan ini bukan semata bentuk penindakan, melainkan investasi moral dan sosial untuk memastikan masa depan generasi muda yang berintegritas, berdaya saing, dan terbebas dari jerat destruktif dunia maya.

*)Penulis merupakan pengamat sosial dan kemasyarakatan.

Pemerintah Perkuat Langkah Pemberantasan Judi Daring demi Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Digital

Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya melindungi generasi muda dari ancaman judi daring yang semakin marak di dunia digital. Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), upaya pemberantasan dilakukan secara masif dengan menutup situs ilegal dan menindak rekening bank yang digunakan untuk transaksi perjudian daring.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa langkah ini menjadi bagian penting dari fokus pemerintah pada tahun pertama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam menjaga ruang digital agar tetap sehat, aman, dan bebas dari konten destruktif bagi generasi muda.

Dalam keterangan resminya di Jakarta, Meutya menegaskan bahwa langkah pemberantasan tidak cukup hanya dengan menutup situs-situs yang terlibat, melainkan juga harus mencakup pemantauan terhadap aliran transaksi keuangan yang terkait dengan aktivitas tersebut.

“Setiap bulan saya selaku Menkomdigi mengirimkan ribuan akun rekening bank untuk ditutup karena dipakai untuk transaksi judi daring. Kita pantau dari konten, kita catat rekeningnya, lalu diserahkan tiap bulan ke OJK karena memang harus bersama-sama,” ujar Meutya.

Ia menjelaskan bahwa Kemkomdigi secara rutin melakukan pengawasan konten digital yang mempromosikan atau memfasilitasi perjudian daring. Tindakan tidak hanya menyasar situs utama, tetapi juga subdomain, tautan turunan, dan akun media sosial yang terlibat dalam penyebaran promosi permainan ilegal.

“Kewenangan menutup rekening bukan di Komdigi. Kami menutup situs dan berkoordinasi dengan platform untuk menonaktifkan akun-akun yang mempromosikan judol. Sedangkan untuk rekening dan penegakan hukumnya dilakukan oleh lembaga lain,” jelasnya.

Menurut Meutya, praktik judi daring merupakan bentuk kejahatan terorganisasi (organized crime) yang memerlukan penanganan lintas sektor. Oleh karena itu, koordinasi antara Kemkomdigi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta aparat penegak hukum terus diperkuat agar proses pemblokiran situs dan penindakan pelaku bisa berlangsung lebih cepat dan efektif.

“Organized crime seperti ini memang harus dihadapi secara terorganisasi juga. Koordinasi berjalan, meski percepatan penindakan masih terus kita dorong agar lebih masif,” ungkap Meutya.

Dalam satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, agenda pemberantasan judi daring menjadi bagian dari prioritas nasional di bidang penguatan keamanan digital dan perlindungan masyarakat di ruang siber.

Pemerintah berkomitmen menciptakan ekosistem digital yang sehat dan aman dari konten ilegal, termasuk perjudian daring yang merugikan masyarakat dan perekonomian nasional.

Langkah tegas yang dilakukan Kemkomdigi menunjukkan konsistensi pemerintah dalam menjaga ruang digital yang bersih, aman, dan beretika, sejalan dengan visi besar untuk mewujudkan kedaulatan digital Indonesia***

[w.R].