Setahun Memimpin, Pemerintahan Prabowo-Gibran Mampu Ciptakan Cadangan Pangan dan Energi Melimpah

Jakarta- Di sektor pangan, Presiden Prabowo memiliki cita-cita besar mencapai ketahanan pangan. Indonesia kini surplus produksi beras dengan cadangan lebih dari 4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah bangsa Indonesia.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kebijakan pangan nasional kini menunjukkan hasil nyata. Stok beras nasional mencapai lebih dari 4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, sekaligus menandai berakhirnya impor beras medium yang selama ini membebani negara.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, kita masih impor. Sekarang tidak lagi. Ini hasil dari gagasan besar Bapak Presiden RI, mulai dari regulasi, kolaborasi, sampai eksekusi,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menjelaskan, pemerintah berani melakukan deregulasi besar-besaran dengan mencabut 240 aturan yang menghambat sektor pertanian. “Dalam 10 bulan, ada 17 Perpres dan Inpres yang diterbitkan mengubah banyak hal. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” tegasnya.

Di sektor energi, Pertamina menunjukkan kinerja yang luar biasa pada Semester I 2025, mencatatkan capaian gemilang. Pertamina mampu menjaga produksi migas sebesar 1,04 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD).

Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno, capaian ini sejalan dengan keinginan semua dalam mewujudkan ketahanan energi.

“Ya, tentu. Jadi, ini adalah bagian dari upaya kita untuk menciptakan ketahanan energi dalam rangka menciptakan kemandirian dan swasembada energi ke depan,” ujar.

”Penemuan tersebut, menunjukkan bahwa kegiatan hulu Pertamina di bidang eksplorasi dan pengeboran menghasilkan cadangan baru. Hal ini akan menambah peluang bagi Indonesia untuk bisa meningkatkan lifting minyak sesuai dengan target Indonesia untuk melakukan lifting minyak sebesar 1 juta barel per hari di tahun 2030,” jelas Eddy

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan. Hingga 7 Oktober 2025, tercatat sebanyak 10.643 unit SPPG telah beroperasi yang tersebar di 38 provinsi, melayani masyarakat dari wilayah perkotaan hingga pelosok desa. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi BGN untuk mempercepat pemerataan akses gizi berkualitas dan meningkatkan transparansi publik. MBG telah menciptakan 290.000 lapangan kerja baru di dapur-dapur, dan melibatkan 1 juta petani, nelayan, peternak dan UMKM.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan hingga akhir September 2025 Badan Gizi Nasional mencatat 1,1 miliar porsi makanan bergizi telah tersaji ke masyarakat Indonesia.

“layanan SPPG sudah mencakup 1,1 miliar porsi” ujarnya. Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, adalah upaya pemerintah dalam memastikan akses gizi yang merata bagi seluruh masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah dan kelompok rentan” katanya.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, tetapi juga untuk menciptakan generasi yang lebih cerdas dan berdaya saing.

Dalam satu tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, masih banyak catatan pekerjaan yang perlu dilakukan untuk memastikan bahwa Indonesia dapat mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan.

Arah kebijakan dan capaian pemerintah saat ini sudah on the track, oleh karena itu, meskipun masih ada catatan, tetapi tidak perlu dihina karena kemajuan bangsa membutuhkan usaha dan upaya bersama dari seluruh elemen bangsa. (*)

Setahun Prabowo-Gibran : Energi Mandiri, Pangan Berdaulat, Rakyat Dapat Kerja

JAKARTA — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melewati satu tahun kinerjanya dengan capaian signifikan di bidang energi, pangan, hingga penciptaan lapangan kerja. Pemerintah berhasil memperkuat ketahanan energi nasional, mempercepat hilirisasi pangan, serta membuka jutaan peluang kerja baru bagi masyarakat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan dua capaian swasembada energi selama satu tahun pemerintahan.

“Energi yang pertama di 2025, dari lifting kita yang cuma 580.000 barrel sekarang sudah mencapai 605.000 barrel,” ujar Bahlil.

“Yang kedua untuk transisi (energi) yang tadinya cuma 11 persen dari total energi baru terbarukan dari total listrik, sekarang sudah mencapai 15,5 persen,” imbuhnya.

Ia menambahkan, swasembada energi terealisasi secara bertahap karena sektor energi memerlukan waktu lebih panjang dibandingkan sektor lain.

“Kalau pangan itu cukup ada duit, ada lahan, ada pupuk, tiga bulan ada hasil. Tetapi kalau energi, ada duit, ada teknologi, ada wilayah kerja, nanti tunggu tiga tahun baru lihat hasilnya. Syukur kalau ada,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan hilirisasi menjadi strategi utama pemerintah agar Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah ke luar negeri.

“Rencana kita hilirisasi. Hilirisasi merupakan strategi utama agar Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah ke luar negeri, melainkan mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi,” kata Amran.

Amran mencontohkan potensi ekonomi dari hilirisasi kelapa yang besar.

“Itu bisa menghasilkan Rp2.400 triliun. Katakanlah separuh saja, bisa menghasilkan Rp1.200 triliun,” jelasnya

Ia juga menyebut komoditas gambir, CPO, dan biofuel berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional.

Amran mengatakan pemerintah telah menggelontorkan dana Rp9,95 triliun untuk program penghiliran pertanian dengan luas 800 ribu hektare.

“Program hilirisasi ini juga diarahkan untuk membuka lapangan kerja baru dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujarnya.

Program ini diperkirakan menyerap 1,6 juta tenaga kerja baru dalam dua tahun ke depan.

Sinergi kebijakan energi, pangan, dan ketenagakerjaan tersebut menjadi pijakan utama pembangunan ekonomi berdaulat di tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.*

Setahun Prabowo-Gibran, Aksi Nyata Wujudkan Kemandirian Pangan, Energi dan SDM

Jakarta – Satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan langkah nyata menuju kemandirian nasional. Melalui program strategis di sektor pangan, energi, dan penguatan sumber daya manusia (SDM), pemerintah memperkuat pondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, kebijakan pangan nasional kini menunjukkan hasil signifikan.

“Stok beras nasional mencapai lebih dari 4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan menandai berakhirnya impor beras medium,” ujarnya di Jakarta.

Amran menegaskan capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Capaian stok beras tertinggi sepanjang sejarah merupakan hasil nyata kolaborasi seluruh pihak dan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menjaga ketahanan pangan nasional berkelanjutan,” katanya.

Berdasarkan data BPS, produksi beras nasional tahun ini telah mencapai 33,1 juta ton dan diperkirakan menembus 34 juta ton hingga akhir tahun.

Di sektor energi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan dua capaian swasembada energi selama satu tahun pemerintahan.

“Dari lifting kita yang cuma 580.000 barrel sekarang sudah mencapai 605.000 barrel. Untuk transisi [energi] yang tadinya cuma 11 persen dari total energi baru terbarukan dari total listrik, sekarang sudah mencapai 15,5 persen,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebut kebijakan mandatori biodiesel memberikan dampak ekonomi besar.

“Pada tahun 2024 dan 2025, Indonesia berhasil menghemat devisa sebesar USD17,19 miliar atau setara Rp271,78 triliun,” katanya.

Di bidang SDM, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo mengatakan sebanyak 100 Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi sejak 14 Juli 2025 dan kini bertambah menjadi 165 titik.

“Perintah Pak Presiden, setiap pemda harus memiliki minimal satu Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi momentum awal mewujudkan Indonesia berdaulat di bidang pangan, energi, dan pendidikan rakyat. Dari sawah hingga sekolah, kerja nyata pemerintah terus dirasakan masyarakat.

Setahun Prabowo-Gibran, Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Masyarakat Secara Nyata

Jakarta – Pemerintahan Prabowo Gibran secara nyata telah memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kurun waktu setahun ini. Mulai dari Swasembada Pangan, Swasembada Energi dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kebijakan pangan nasional kini menunjukkan hasil nyata. Stok beras nasional mencapai lebih dari 4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, sekaligus menandai berakhirnya impor beras medium yang selama ini membebani negara.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, kita masih impor. Sekarang tidak lagi. Ini hasil dari gagasan besar Bapak Presiden Prabowo Subianto, mulai dari regulasi, kolaborasi, sampai eksekusi,” ujar Mentan Amran saat di wawancara awak media di Jakarta.

Kementan juga merefokuskan anggaran Rp1,7 triliun untuk penguatan sektor produktif, mulai dari benih hingga alat mesin pertanian. Keberhasilan ini, kata Mentan Amran, tak lepas dari kolaborasi lintas lembaga.

“Kita bergerak bersama Bulog, PIHC, Kemendag, ESDM, Menko Pangan, BUMN, Polri, TNI, bupati, dan gubernur. Semua berorkestra,” ujarnya.

Hasilnya terlihat nyata, stok beras tertinggi, tidak ada impor beras medium, NTP petani naik ke 124,36%, PDB pertanian meningkat, dan bahkan Food and Agriculture Organization (FAO) memprediksi produksi beras Indonesia naik hingga 33,1 juta ton pada November.

Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan kebijakan mandatori biodiesel telah terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama dalam penghematan devisa dan penciptaan lapangan kerja.

Berdasarkan catatan Kemen ESDM, pada tahun 2024 dan 2025, Indonesia berhasil menghemat devisa sebesar USD17,19 miliar atau setara dengan Rp271,78 triliun.

Program ini diluncurkan sebagai upaya memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri dengan mencampurkan biodiesel ke dalam solar. Pada 2025, Indonesia sudah menerapkan mandatori biodiesel B40, dan pemerintah berencana meningkatkan campuran hingga B50 tahun depan.

“Kebijakan mandatori biodiesel ini adalah program pemerintah untuk mencukupi kebutuhan BBM dalam negeri dengan mencampurkan biodiesel ke dalam solar. Pada tahun 2025, kita sudah mandatori biodiesel B40, dan juga untuk tahun depan kita merencanakan implementasi B50,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan sejak diluncurkan pada awal tahun 2025, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) telah menunjukkan performa yang baik.

“Melalui jangkauan yang masif, program ini tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga memberikan stimulasi signifikan bagi perekonomian lokal di seluruh pelosok negeri”, jelas Dadan.

Untuk diketahui hingga tanggal 26 September 2025, Badan Gizi Nasional mencatat sebuah prestasi luar biasa, lebih dari 1,1 miliar porsi makanan bergizi telah tersaji bagi masyarakat Indonesia. **

Lompatan Besar Prabowo-Gibran: Rekor Baru dan Hasil Nyata di Tengah Tantangan Global

Jakarta – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatat capaian nyata di sektor pangan, energi, dan kesejahteraan rakyat. Pemerintah berhasil menekan impor, memperkuat produksi dalam negeri, serta menghadirkan program sosial berskala nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut stok beras nasional kini lebih dari 4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, menandai berakhirnya impor beras medium.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, kita masih impor. Sekarang tidak lagi. Ini hasil dari gagasan besar Bapak Presiden RI,” ujarnya

Ia menuturkan, pemerintah telah mencabut 240 aturan penghambat dan menerbitkan 17 regulasi strategis dalam 10 bulan terakhir. Kementerian Pertanian juga memperkuat tata kelola yang bersih dan tegas terhadap korupsi dan mafia pangan.

Kebijakan penyederhanaan pupuk serta kolaborasi lintas lembaga mendorong kenaikan produksi. Bahkan, Food and Agriculture Organization (FAO) memprediksi produksi beras Indonesia mencapai 33,1 juta ton pada November. Pemerintah menaikkan HPP gabah menjadi Rp6.500/kg dan jagung Rp5.500/kg, meningkatkan pendapatan petani hingga Rp113 triliun.

“Dulu kita impor 7 juta ton, sekarang negara lain ingin impor dari Indonesia,” kata Amran.

Di sektor energi, kebijakan mandatori biodiesel B40 menghemat devisa sebesar USD17,19 miliar atau Rp271,78 triliun serta menyerap hampir 2 juta tenaga kerja.

“Pada tahun 2025, kita sudah mandatori biodiesel B40, dan tahun depan direncanakan B50,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot.

Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyajikan lebih dari 1,1 miliar porsi makanan bagi hampir 30 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, meliputi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS) Aries Marsudiyanto, menyebut Indonesia bergerak lebih cepat dibandingkan negara-negara yang lebih dulu menjalankan kebijakan makan gratis.

“Program makan bergizi gratis sudah ada di lebih dari 76 negara selama puluhan tahun. Contohnya Brazil dari tahun 1955 dengan penerima 40 juta selesai dalam waktu 11 tahun,” ujar Aries

“Di Indonesia program MBG belum setahun sudah 30 juta penerima manfaat dan 1 miliar nampan. Ini kalau 30 juta kurang dalam kurang dari 1 tahun. Maka artinya mencapai 6x penduduk Singapura,” lanjutnya.

Pemerintah juga berhasil memperkuat diplomasi ekonomi dengan Jepang, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi melalui investasi strategis di sektor energi dan hilirisasi.

Serangkaian capaian ini menegaskan pemerintahan Prabowo-Gibran bekerja fokus, terukur, dan berdampak nyata bagi rakyat, sekaligus meletakkan fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045.**

Setahun Pemerintahan Prabowo: Swasembada Pangan dan Energi Melesat, Program SDM Panen Apresiasi

Jakarta — Satu tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memperlihatkan fondasi baru pembangunan berorientasi hasil. Tiga prioritas yakni Swasembada Pangan, Swasembada Energi, dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) telah menunjukkan dampak nyata.

Di sektor pangan, produksi dan pasokan beras serta jagung menguat berkat perbaikan irigasi, benih unggul, dan tata niaga yang lebih tertib. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan arah kebijakan menjaga ketersediaan sekaligus kesejahteraan petani.

“Ketersediaan beras berada pada level aman, panen berlangsung berderet di banyak sentra, dan harga di tingkat petani lebih adil karena rantai pasok dipangkas serta penyerapan melalui koperasi diperkuat. Fokusnya memastikan stok stabil tanpa mengorbankan pendapatan petani,” ujar Andi Amran Sulaiman.

Penguatan kelembagaan lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berperan sebagai agregator gabah, pakan, hingga obat hewan, sehingga biaya logistik menurun dan daya saing naik.

Pada pilar energi, strategi menuju kemandirian ditempuh melalui peningkatan produksi hulu, revitalisasi kilang, serta percepatan bioenergi. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung menilai kebijakan mandatori biodiesel mempertebal ketahanan energi sekaligus menyerap tenaga kerja.

“Implementasi biodiesel bukan sekadar substitusi impor, melainkan mesin penghematan devisa dan pengungkit ekonomi rakyat—dari kebun sawit, pabrik, hingga distribusi. Pasokan lebih terjamin, emisi turun, dan efek berantainya terasa pada transportasi serta logistik,” tegas Yuliot Tanjung.

Kinerja BUMN energi dan pelibatan swasta menjaga suplai di tengah gejolak global, memberi kepastian biaya bagi industri.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana menekankan skala layanan dan standar mutu gizi berjalan beriringan guna menjaga standar mutu Makan Bergizi Gratis (MBG).

“MBG menjangkau jutaan penerima manfaat dengan menu yang memenuhi standar protein, serat, dan mikronutrien. Ekosistemnya menggerakkan UMKM katering, petani, nelayan, hingga pedagang pasar sehingga gizi meningkat, ekonomi daerah ikut berdenyut,” pungkas Dadan Hindayana.

Di sisi pencegahan penyakit, Cek Kesehatan Gratis (CKG) mendorong deteksi dini faktor risiko dan mempercepat penanganan di layanan primer. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyebut partisipasi publik tinggi berkat prosedur sederhana dan jangkauan merata.

“CKG membuat warga diperiksa lebih cepat, menemukan masalah sejak dini—dari hipertensi hingga kesehatan gigi—lalu diarahkan ke terapi yang tepat. Dampaknya menurunkan beban biaya jangka panjang dan meningkatkan produktivitas,” tambah Budi Gunadi Sadikin.

Sinergi sejumlah sektor meliputi pangan berdaulat, energi mandiri, dan SDM sehat-unggul, menjadi kerangka pembangunan inklusif setahun terakhir. Dengan tata kelola lebih efisien, investasi terarah, dan kolaborasi pusat–daerah, fondasi lompatan berikutnya kian kokoh menuju Indonesia Emas 2045.

Pemerintah Kucurkan Rp15,66 Triliun untuk Perbaikan Ekonomi Masyarakat

Jakarta,— Pemerintah mengumumkan 17 program paket stimulus ekonomi terbaru yang bertujuan memperbaiki perekonomian masyarakat. Dari jumlah tersebut, delapan program akan dijalankan tahun ini, empat program dieksekusi pada tahun depan, dan lima program diarahkan khusus untuk penyerapan tenaga kerja.

Kementerian Keuangan menyebut delapan program ekonomi akan diimplementasikan pada semester II-2025 dengan kebutuhan anggaran Rp15,66 triliun. Sebanyak Rp12,79 triliun berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sedangkan Rp2,87 triliun bersumber dari non-APBN.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara merinci, program yang akan digulirkan mencakup magang untuk lulusan perguruan tinggi, perluasan PPh 21 Ditanggung Pemerintah bagi pekerja sektor pariwisata, bantuan pangan, subsidi iuran JKK dan JKM untuk pengemudi ojek online, kurir, serta pekerja logistik. Selain itu terdapat program padat karya tunai, manfaat layanan tambahan (MLT) perumahan BPJS-TK, percepatan regulasi PP28, dan program perkotaan.

“Total dari APBN Rp 12,79 triliun berasal dari APBN dan non-APBN Rp 2,87 triliun dari BPJS-TK,” ujar Suahasil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan melakukan pergeseran anggaran guna memenuhi kebutuhan pendanaan stimulus. Ia memastikan alokasi dana yang terserap lambat akan dialihkan ke program yang lebih prioritas.

“Oh kan kita juga pertama, nggak semuanya bagus kan penyelesaian anggaran sebagai yang digeser. Pokoknya kita geser-geser supaya yang tadi yang kita anggap lambat atau nggak bisa dibelanjain sampai akhir tahun, yang udah sekarang terdeteksi, terdeteksi bisa uang yang bisa dibelanjain,” paparnya.

Dari sisi pasar, stimulus ekonomi ini dipandang positif. Head of Equity Research Tuntun Sekuritas Indonesia, Vincent Tjoe, menilai langkah tersebut akan memberikan sinyal baik bagi investor sekaligus mendorong terbukanya lapangan kerja.

“Bukan hanya dari sisi investor, melainkan juga pebisnis. Jadi kalau bisnis berkembang, artinya lapangan kerja juga semakin banyak dan kita harapkan stimulus-stimulus ini mengarah ke lapangan kerja bukan hanya menciptakan inflasi,” ujar Vincent.

Dengan berbagai program tersebut, pemerintah berharap roda perekonomian dapat bergerak lebih cepat sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Dinamika Global

Jakarta — Perekonomian Indonesia terus menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Kondisi ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang solid, inflasi yang terkendali, serta kinerja ekspor yang menguat di tengah tren penurunan suku bunga dunia.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa prospek ekonomi nasional semakin positif di tengah gejolak eksternal, termasuk kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat.

“Kinerja ekonomi berbagai negara masih resilien hingga tahun 2025, meskipun AS pada periode yang bersamaan menerapkan tarif resiprokal tinggi. Indonesia menjadi bagian dari kelompok negara yang resilien,” ujar Menkeu Purbaya.

Optimisme ini turut didukung oleh langkah International Monetary Fund (IMF) yang merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Indonesia termasuk salah satu negara yang diproyeksikan tumbuh lebih baik, dari 4,7 persen menjadi 4,8 persen pada 2025. Pemerintah bahkan yakin realisasi pertumbuhan bisa melampaui proyeksi tersebut.

“Saya pikir kita akan lebih dari situ ya. Bahkan tahun ini pun akan di atas 4,8 persen,” pungkas Menkeu Purbaya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,12 persen pada triwulan II-2025. Pertumbuhan ini ditopang konsumsi rumah tangga yang naik 5 persen, serta investasi yang menguat hampir 7 persen. Sektor manufaktur, yang menjadi kontributor terbesar, juga mencatatkan kinerja impresif dengan pertumbuhan 5,68 persen, tertinggi sejak 2022.

“Jadi manufaktur kita di Q2 sudah mulai recover. Mungkin Q3 agak melambat sedikit, tapi Q4 pasti akan tumbuh lebih cepat lagi melalui dengan perbaikan ekonomi dan perbaikan demand karena supply uang ditambah di sistem perekonomian,” tegas Menkeu Purbaya.

Kinerja ekspor juga memperlihatkan tren positif. Berdasarkan data Bea Cukai hingga Agustus 2025, ekspor Indonesia tumbuh 7,8 persen secara tahunan, dengan sektor industri pengolahan dan hilirisasi mineral menjadi motor utama. Neraca perdagangan kumulatif Januari–Agustus 2025 bahkan melonjak lebih dari 50 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Ini pertumbuhan yang amat spektakuler. Walaupun orang bilang karena mau ada tarif, mereka ini duluan front loading, tapi kalau saya lihat tetap aja tumbuh,” tambah Menkeu Purbaya.

Faktor lain yang memperkuat daya tahan ekonomi ialah inflasi yang stabil. Hingga Agustus 2025, inflasi tercatat 2,31 persen (year on year), level yang dinilai ideal dalam konsensus global. Kondisi ini mendukung daya beli masyarakat tetap terjaga dan lebih sehat dibanding sejumlah negara kawasan.

“Inflasi yang bagus itu bukan nol, bukan juga di atas 10 persen. Tapi sekarang konsensus ekonomi global antara 1 sampai 3 persen dan kita sekarang di 2,3 persen, level yang pas,” jelas Menkeu Purbaya.

Pemerintah juga terus menguatkan sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Bank Indonesia sebelumnya menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin untuk memperlonggar likuiditas perbankan serta mendorong pembiayaan produktif.

“Sekarang semuanya sudah kita set agar ekonomi bergerak lebih cepat. Konsumsi dan investasi akan naik karena bunga turun, dan multiplier effect untuk pertumbuhan akan semakin signifikan,” tutup Menkeu Purbaya.

Dengan kombinasi faktor eksternal yang membaik, inflasi stabil, serta permintaan domestik yang kuat, prospek ekonomi Indonesia hingga akhir 2025 dipandang semakin optimistis. Momentum ini diyakini menjadi landasan penting untuk menjaga pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan di masa mendatang.

MBG Jadi Bukti Pemerintah Hadirkan Kesetaraan Akses Gizi di Papua

*MBG Jadi Bukti Pemerintah Hadirkan Kesetaraan Akses Gizi di Papua*

Papua – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk memastikan anak-anak Indonesia, termasuk di Papua, mendapatkan hak yang sama atas gizi seimbang.

Kehadiran MBG di tanah Papua dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan, terutama dalam akses pangan sehat dan bergizi yang selama ini masih menjadi tantangan di wilayah timur Indonesia.

Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan SDM Papua. Anak-anak yang sehat dan bergizi baik diyakini akan memiliki konsentrasi belajar yang lebih tinggi, daya pikir yang lebih tajam, serta daya tahan tubuh yang lebih kuat.

Dengan begitu, mereka dapat bersaing secara setara dengan anak-anak dari daerah lain di Indonesia. Hal inilah yang menjadi dasar utama pemerintah dalam memperluas cakupan MBG hingga ke wilayah pelosok dan perkampungan di Papua.

Tokoh Masyarakat Papua, Nikolas Demetouw, menyampaikan dukungan penuh terhadap program MBG yang dinilainya sangat bermanfaat bagi generasi muda Papua. Menurutnya, kehadiran MBG akan membantu anak-anak Papua untuk maju dan cerdas di masa depan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Papua agar mendukung program Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto dengan adanya Makan Bergizi (MBG) untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Nikolas juga menekankan pentingnya agar program MBG dapat didistribusikan secara merata, termasuk ke kampung-kampung di pelosok Papua. Ia menilai, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam mengawal distribusi agar tepat sasaran.

“Kami bersaing dengan daerah-daerah lain atau provinsi lain di Indonesia, maka saya imbaukan untuk semua agar mendukung program ini sampai di kampung-kampung di Papua,” tutupnya.

Kehadiran MBG di Papua juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat rasa keadilan sosial di tengah masyarakat. Selama ini, keterbatasan akses pangan bergizi sering menjadi hambatan bagi anak-anak Papua untuk berkembang secara optimal.

Dengan adanya MBG, pemerintah membuktikan bahwa tidak ada anak Indonesia yang dibiarkan tertinggal, baik di perkotaan maupun di pelosok terpencil. Kesetaraan dalam pemenuhan gizi ini akan menjadi modal penting untuk mencetak generasi emas Papua di masa depan.

MBG Jadi Bukti Nyata Upaya Pemerintah Perkuat Kualitas Generasi Muda Papua

MBG Jadi Bukti Nyata Upaya Pemerintah Perkuat Kualitas Generasi Muda Papua

*) Oleh : Andi Mahesa

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam memperkuat kualitas generasi muda di seluruh Indonesia, termasuk di Papua. Kehadiran program ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak, terutama pelajar di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), mendapatkan akses gizi yang memadai. Papua, dengan kondisi geografis yang menantang, selama ini menghadapi hambatan dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak. Oleh karena itu, MBG hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut, dengan menekankan pentingnya gizi seimbang sebagai pondasi bagi kesehatan, kecerdasan, dan masa depan generasi muda.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas gizi anak-anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif dan fisik mereka. Anak yang mendapatkan asupan makanan bergizi akan memiliki daya konsentrasi yang lebih baik, stamina yang lebih kuat, serta kemampuan berpikir yang lebih tajam. Di sisi lain, kekurangan gizi dapat menyebabkan stunting, rendahnya prestasi akademik, hingga berkurangnya kualitas sumber daya manusia. Melalui MBG, pemerintah secara langsung menjawab persoalan ini dengan menyediakan makanan bergizi yang dapat diakses secara merata, termasuk di pedalaman Papua. Hal ini merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga pendidikan dan pembangunan SDM Papua.

Tokoh Masyarakat Papua, Nikolas Demetouw, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan Presiden Prabowo melalui program MBG. Menurutnya, program ini sangat penting karena membantu anak-anak Papua untuk maju dan cerdas di masa depan. Ia mengajak seluruh masyarakat Papua untuk mendukung penuh program ini, sebab manfaatnya sangat besar bagi peningkatan kualitas generasi muda di tanah Papua. Dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan distribusi program hingga ke pelosok-pelosok, sehingga semua anak tanpa terkecuali dapat merasakan manfaat yang sama. Ajakan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan keberhasilan program nasional.

Distribusi program MBG di Papua memang memerlukan perhatian khusus mengingat kondisi geografis yang tidak mudah. Banyak kampung masih terisolasi dan sulit dijangkau oleh akses transportasi darat. Dalam konteks ini, pemerintah diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat agar distribusi makanan bergizi benar-benar sampai ke seluruh wilayah Papua. Nikolas Demetouw juga menekankan bahwa program ini harus dapat menjangkau kampung-kampung, karena di sanalah banyak anak yang selama ini kurang mendapat perhatian dari sisi gizi. Dengan begitu, MBG bukan hanya dinikmati oleh anak-anak di perkotaan, tetapi juga menyentuh akar rumput masyarakat di pedalaman.

Dari perspektif pembangunan manusia, program MBG juga memperlihatkan visi strategis pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Papua sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional tidak hanya membutuhkan infrastruktur fisik, tetapi juga perhatian serius terhadap pembangunan manusia. Gizi anak adalah kunci agar Papua dapat mencetak generasi yang sehat, tangguh, dan cerdas. Dengan adanya program MBG, anak-anak Papua memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak di daerah lain untuk tumbuh optimal. Inilah yang disebut sebagai keadilan sosial, di mana seluruh anak bangsa memperoleh hak yang sama dalam hal pendidikan dan kesehatan.

Lebih jauh, keberhasilan MBG di Papua akan membawa dampak positif bagi percepatan pembangunan daerah. Anak-anak yang sehat dan cerdas akan tumbuh menjadi generasi penerus yang mampu mengelola potensi alam Papua secara berkelanjutan. Mereka dapat menjadi tenaga profesional, pemimpin, maupun wirausahawan yang berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, MBG bukan hanya soal menyediakan makanan, melainkan juga upaya menyiapkan pondasi kuat bagi Papua agar dapat berdiri sejajar dengan daerah lain dalam hal pembangunan dan kemajuan.

Pemerintah pusat telah berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran besar dalam pelaksanaan MBG, dan hal ini perlu mendapat dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Dukungan tidak hanya dalam bentuk penerimaan program, tetapi juga dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas distribusi. Masyarakat dapat berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan MBG agar benar-benar tepat sasaran. Dengan pengawasan yang baik, penyalahgunaan dana dan hambatan distribusi dapat diminimalisir. Inilah wujud nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung kebijakan pemerintah yang pro-rakyat.

Selain manfaat gizi, MBG juga membawa dampak sosial positif. Program ini mampu mempererat kebersamaan di tingkat sekolah dan masyarakat karena anak-anak akan terbiasa menikmati makanan sehat bersama-sama. Kebiasaan tersebut menumbuhkan rasa solidaritas, kebersihan, dan pola hidup sehat sejak dini. Jika terus ditanamkan, generasi muda Papua akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara sosial. Program ini pada akhirnya memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman Papua yang kaya akan budaya dan tradisi.

Penting pula disadari bahwa MBG memiliki makna simbolis sebagai bentuk kehadiran negara di tanah Papua. Selama ini, masyarakat Papua sering merasa kurang diperhatikan, khususnya dalam hal layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. Dengan MBG, pemerintah menunjukkan bahwa Papua memiliki prioritas khusus dalam agenda pembangunan nasional. Hal ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebangsaan masyarakat Papua, bahwa mereka adalah bagian penting dari Indonesia yang terus diperhatikan dan diperjuangkan hak-haknya.

Pada akhirnya, program MBG bukan hanya kebijakan teknis semata, tetapi juga cerminan visi besar pemerintah dalam membangun manusia Indonesia yang unggul. Di Papua, MBG hadir sebagai bukti nyata kepedulian dan komitmen Presiden Prabowo untuk mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan tangguh. Seruan Nikolas Demetouw agar masyarakat Papua mendukung penuh program ini harus dijadikan pegangan bersama, sebab keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh kesadaran kolektif masyarakat. Jika semua pihak bersatu, maka Papua akan memiliki generasi emas yang mampu membawa perubahan besar di masa depan.

*) Penulis merupakan Kontributor Media Lokal di Sulawesi Utara.