Pimpin PB ESI, Herindra: Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar Gim

Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, M.A., M.Sc menegaskan komitmennya untuk membawa industri gim dan esports nasional naik kelas, membangun ekosistem esports yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

“Dengan lebih dari 200 juta gamer aktif dan nilai pasar melampaui US$2 miliar pada 2026, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar, melainkan harus memperkuat ekosistem lokal melalui game developer, event organizer, content creator, dan platform streaming,” kata Herindra dalam sambutannya di Jakarta, Selasa (15/9).

Untuk dikatahui, Herindra resmi memegang tongkat nahkoda PB ESI, dan menyatakan untuk menjadikan Esports sebagai prioritas, khususnya sebagai bagian dari agenda strategis menghadapi transformasi digital.

“PB ESI akan menyediakan jalur prestasi yang jelas bagi atlet. Prestasi internasional menjadi bentuk diplomasi digital dan memperkuat citra Indonesia,”kata Herindra.

Untuk mewujudkan visi besar tersebut, PB ESI memfokuskan strategi penguatan ekosistem nasional secara menyeluruh dan terintegrasi.

PB ESI, lanjutnya mendorong regulasi dan standardisasi untuk melindungi atlet dan pelaku industri.

“Target utama adalah meningkatkan prestasi esports Indonesia, Menjadikan Indonesia sebagai pusat kekuatan esports Asia,” kata Herindra.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman menyampaikan harapannya agar pengembangan game lokal membuat perputaran ekonomi dan belanja masyarakat dalam industri esports lebih banyak berada di dalam negeri.

“Indonesia harus menunjukkan kepada dunia bahwa atlet esports nasional merupakan lawan yang kuat dan mampu bersaing di level internasional,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga menyampaikan selamat kepada M. Herindra dan jajaran pengurus PB ESI masa bakti 2026–2030 serta memberikan doa dan dukungan untuk keberhasilan esports Indonesia.

“Kepemimpinan M. Herindra diharapkan membuat esports Indonesia berlari lebih kencang dalam mengejar prestasi terbaik dunia,” katanya.

Wamenpora Taufik Hidayat menyebutkan bahwa Esports bukan lagi sekadar permainan atau hiburan, tetapi telah menjadi olahraga prestasi, profesi, industri, dan bagian dari masa depan generasi muda.

“Prestasi Indonesia telah terbukti, antara lain menjadi juara umum IIESF World Esports Championship 2022 di Bali. Indonesia kembali menjadi juara umum IIESF World Esports Championship 2024 di Riyadh dengan satu emas MLBB Women dan satu perunggu MLBB Men,” ucapnya.

Selain itu, Indonesia juga menorehkan prestasi di FIFA eWorld Cup 2024 dan menjadi juara perdana AFC eAsian Cup tingkat regional dan meraih medali perunggu SEA Games Thailand 2025 melalui MLBB Men. *

Dikukuhkan Jadi Ketum PB ESI, Herindra Bidik Prestasi Esports Lebih Tinggi

Jakarta – Ketua Umum PB Esports Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra mengatakan pihaknya berkomitmen untuk dapat meningkatkan kualitas atlet – atlet Esports, memperkuat ekosistem kompetisi dan menciptakan jalur prestasi yang jelas agar Esports Indonesia dapat mencapai Prestasi lebih tinggi lagi dan konsisten.

Hal tersebut disampaikan M. Herindra saat dilantik Ketua Umum PB Esports Indonesia di Jakarta, Selasa, 15/09/2026.

Herindra menegaskan menjadi Ketua Umum PB ESI merupakan amanah strategis bangsa, bukan sekadar tugas memajukan olahraga, dan Esports menjadi bagian penting dalam menghadapi era transformasi digital.

Menurutnya, Indonesia memiliki lebih dari 200 juta gamer aktif pada 2026 dengan nilai pasar game lebih dari US$2 miliar. Dengan begitu Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar atau penonton. Perlu diperkuat ekosistem lokal mulai dari game developer, event organizer, content creator, dan platform streaming.

“Talenta lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan pemain kunci di pasar global. Esports bukan lagi sekadar aktivitas hiburan atau buang-buang waktu, Esports merupakan profesi formal yang membutuhkan disiplin, dedikasi, dan intelektualitas. Indonesia telah membuktikan prestasi Esports di SEA Games, Asian Games, dan World Esports Championship,” jelasnya.

Lebih lanjut Herindra menyebutkan PB ESI akan menyediakan jalur prestasi yang jelas bagi atlet. Prestasi internasional menjadi bentuk diplomasi digital dan memperkuat citra Indonesia.

“PB ESI akan mendorong regulasi dan standardisasi untuk melindungi atlet dan pelaku industri. Fokus pada kepastian hukum, perlindungan kontrak pemain, standar pembinaan, serta kesehatan fisik dan mental”, ucap Herindra.

Ditambahkannya, pengembangan Esports membutuhkan sinergi pemerintah, industri, dan komunitas sehingga dapat menciptakan ekosistem Esports yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Sementara itu. ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Marciano Norman mengapresiasi pelantikan dan pengukuhan M Herindra selaku Ketua Umum serta jajaran pengurus PB ESI masa bakti 2026–2030 yang dinilai sebagai momentum penting dalam pembinaan olahraga prestasi Indonesia.

Marciano berharap dibawah kepemimpinan M. Herindra, Esports Indonesia dapat berlari lebih kencang dalam mengejar prestasi terbaik dunia.

Ketum Koni juga menitip pesan agar tata kelola dapat terus diperkuat untuk melakukan pembinaan agar dapat mencetak atlet – atlet Esports yang mampu mendulang prestasi didunia.

“Tata kelola organisasi PB ESI harus terus diperkuat agar mampu melahirkan atlet-atlet Esports Indonesia yang berprestasi di kancah internasional”, tutur Marciano.

Ditambahkannya, pengurus PB ESI harus dapat memberikan dukungan penuh kepada atlet Esport Indonesia yang mengikuti Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya Jepang.

“Prestasi para atlet di berbagai kejuaraan internasional menjadi modal dan peluang untuk meraih hasil terbaik di Asian Games,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wamenpora Taufik Hidayat mengatakan pemerintah sangat mendukung PB ESI masa bakti 2026–2030 dibawah kepemimpinan bapak M.Herindra yang memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan prestasi atlet Esports Indonesia di kancah Internasional.

Taufik Hidayat juga menyoroti tentang pembinaan jangka Panjang untuk atlet tetap berprestasi. “kita butuh anak-anak muda enggak hanya olahraga, tapi kita butuh investasi. Dan selalu yang ditekankan sekarang ini bahwa olahraga ini enggak bisa instan. Kita butuh yang jangka Panjang”, ujarnya.

“Saya rasa Esports ini sekarang sudah sama dengan olahraga-olahraga yang lain yang perlu kita kembangkan lagi. Dan kita juga harus tahu bahwa ke depannya Esports ini akan lebih besar lagi,” tuturnya.*

PB ESI di Bawah Herindra Bidik Prestasi Lebih Tinggi di Asia

Jakartaa – Pengukuhan Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, M.A., M.Sc. sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) menjadi momentum untuk memperkuat agenda peningkatan prestasi esports nasional. Kepemimpinan baru diarahkan membangun pembinaan atlet, ekosistem kompetisi, serta jalur prestasi yang lebih terstruktur agar Indonesia mampu mencatatkan capaian lebih tinggi di tingkat Asia dan dunia.

Herindra menegaskan, esports memiliki posisi strategis di tengah transformasi digital. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dengan lebih dari 200 juta gamer aktif pada 2026 dan nilai pasar game yang telah melampaui US$2 miliar.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar atau penonton. Kita harus memperkuat ekosistem lokal, mulai dari game developer, event organizer, content creator, hingga platform streaming,” kata Herindra.

Ia menekankan, talenta Indonesia harus mampu menjadi pemain utama, baik di dalam negeri maupun pasar global. PB ESI, kata dia, akan menyediakan jalur prestasi yang jelas bagi atlet sekaligus memperkuat aspek perlindungan dan pembinaan.

“Target utama kita adalah meningkatkan prestasi esports Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai pusat kekuatan esports Asia,” ujarnya.

Herindra juga mendorong penguatan regulasi dan standardisasi untuk menciptakan ekosistem esports yang sehat, aman, dan berkelanjutan. Hal tersebut mencakup kepastian hukum, perlindungan kontrak pemain, standar pembinaan, serta perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental atlet.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengatakan prestasi atlet esports Indonesia telah membanggakan melalui berbagai capaian sebagai juara dunia, Asia, dan ASEAN. Ia berharap tata kelola PB ESI terus diperkuat agar mampu melahirkan atlet berprestasi dan memberikan dukungan penuh menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya.

Sementara itu, Wamenpora Taufik Hidayat menilai Indonesia telah memiliki modal kuat. Indonesia pernah menjadi juara umum IIESF World Esports Championship 2022 dan 2024, serta menorehkan prestasi di FIFA eWorld Cup dan AFC eAsian Cup.

“Tantangan berikutnya adalah membangun sistem pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan,” kata Taufik.

Menurutnya, jalur kompetisi seperti Liga Esports Nasional, Liga 1 hingga Liga 3, Akademi Esports Garudaku, serta Piala Presiden Esports harus menjadi bagian dari pembinaan berjenjang. Atlet tidak boleh dipersiapkan secara mendadak, tetapi dibentuk sejak dini melalui kompetisi yang berkelanjutan.

Penguatan sistem tersebut diharapkan membawa prestasi Indonesia semakin tinggi di SEA Games, Asian Games, kejuaraan dunia, dan berbagai kompetisi internasional lainnya.

Herindra Resmi Pimpin PB ESI, Targetkan Indonesia Jadi Kekuatan Esports Asia

Jakarta – Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra resmi memimpin Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026–2030. Kepengurusan baru membawa target besar untuk melanjutkan tren prestasi sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan esports Asia.

Herindra mengatakan kepemimpinan di PB ESI bukan semata-mata tugas mengembangkan cabang olahraga, tetapi juga bagian dari menghadapi perubahan di era digital.

“Ini bukan sekadar tugas memajukan olahraga, melainkan sebuah tugas strategis bangsa dalam menghadapi tantangan zaman di era transformasi digital, di mana dunia digital bukan lagi sekadar hiburan, melainkan medan baru perjuangan dan prestasi,” kata Herindra di Jakarta, Selasa (15/9).

Menurut Herindra, Indonesia memiliki lebih dari 200 juta gamer aktif pada 2026. Potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem lokal, mulai dari pengembang gim, penyelenggara kegiatan, kreator konten hingga platform streaming.

“Kita tidak boleh hanya menjadi pasar atau penonton,” ujar Kepala BIN tersebut.

Herindra juga menegaskan target kepengurusan PB ESI periode 2026–2030.

“Mandat yang diberikan kepada saya sangat jelas untuk melanjutkan tren perolehan prestasi Esport Indonesia dan mampu menjangkau prestasi yang lebih tinggi, serta menjadikan Indonesia sebagai pusat kekuatan Esport Asia,” katanya.

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat menilai esports telah berkembang jauh melampaui aktivitas permainan.

“Esports bukan lagi sekadar permainan atau hiburan, tetapi telah menjadi olahraga prestasi, profesi, industri, dan bagian dari masa depan generasi muda,” kata Taufik.

Ia menekankan pembinaan atlet tidak boleh dilakukan secara instan menjelang kejuaraan.

“Pembinaan atlet tidak boleh dilakukan secara mendadak menjelang kejuaraan, tetapi harus dimulai sejak dini dan berkelanjutan,” ujarnya.

Senada, Ketua Umum KONI Pusat Letnan Jenderal TNI (Purn.) Marciano Norman turut menaruh harapan besar pada kepengurusan baru. Ia menilai prestasi Indonesia sebagai juara dunia, Asia, dan ASEAN menjadi modal untuk melangkah lebih jauh.

“Indonesia harus menunjukkan kepada dunia bahwa atlet esports nasional merupakan lawan yang kuat dan mampu bersaing di level internasional,” kata Marciano.

Marciano berharap di bawah kepemimpinan Herindra, tata kelola PB ESI semakin kuat dan esports Indonesia dapat bergerak lebih cepat mengejar prestasi terbaik di tingkat dunia. **

Ketua KONI Dukung PB ESI Era Herindra, Bidik Prestasi Dunia dan Perkuat Game Lokal

Jakarta – Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman optimistis kepengurusan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026–2030 di bawah kepemimpinan Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra mampu membawa esports Indonesia berlari lebih kencang mengejar prestasi dunia.

Hal tersebut disampaikan Marciano usai melantik dan mengukuhkan kepengurusan PB ESI 2026–2030 di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

“PB Esports Indonesia ini telah melahirkan atlet-atlet yang berprestasi dan membanggakan kita semua. Mereka telah berhasil meraih juara, baik di tingkat ASEAN, di tingkat Asia, maupun di tingkat dunia,” kata Marciano.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi Indonesia, termasuk menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya. Ia pun memberikan dukungan penuh kepada Herindra dan jajaran pengurus baru agar pembinaan atlet dan tata kelola organisasi semakin kuat.

Marciano juga menekankan pentingnya menjadikan Indonesia sebagai “tuan rumah” dalam industri esports dengan memperbesar ruang bagi game karya anak bangsa.

“Esports ini juga harus menjadi tuan rumah di negara kita sendiri. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas dan menyosialisasikan game-game yang merupakan produk dalam negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB ESI Muhammad Herindra menyebut kepemimpinan PB ESI sebagai pekerjaan besar untuk membawa esports Indonesia semakin maju. Ia optimistis besarnya potensi talenta muda dapat menjadi kekuatan Indonesia di panggung internasional.

“Saya yakin bahwa ke depan kita akan dapat banyak berprestasi. Karena saya melihat banyak talenta-talenta muda Indonesia yang mempunyai bakat untuk membawa Indonesia lebih berbicara di tingkat internasional,” tegas Herindra.

PB ESI, lanjutnya, akan menyusun program untuk meningkatkan prestasi sekaligus memperkuat ekosistem esports nasional. Target besarnya adalah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat kekuatan esports Asia, dengan dukungan terhadap atlet serta pengembangan ekosistem lokal.

Dukungan juga disampaikan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat. Menurutnya, esports kini telah berkembang setara dengan cabang olahraga lain dan membutuhkan pola pembinaan jangka panjang.

“Jangan orang berasumsi bahwa esports ini hanya main game, tapi mereka butuh latihan itu juga,” ungkap Taufik.

Taufik menegaskan pemerintah mendukung kepengurusan PB ESI 2026–2030. Menurutnya, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai sejak usia dini dan dilakukan secara berkelanjutan.

“Saya rasa esports ini sekarang sudah sama dengan olahraga-olahraga yang lain yang perlu kita kembangkan lagi. Dan kita juga harus tahu bahwa ke depannya esports ini akan lebih besar lagi,” pungkasnya.

Ketum KONI Dukung Kepemimpinan Baru PB ESI, Optimistis Esports Indonesia Makin Mendunia

Jakarta – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letnan Jenderal TNI (Purn.) Marciano Norman mendukung kepemimpinan baru Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) di bawah kepemimpinan Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, M.A., M.Sc. Kepengurusan masa bakti 2026–2030 dinilai menjadi momentum penting untuk melanjutkan prestasi dan memperkuat tata kelola esports nasional.

Marciano mengapresiasi capaian atlet esports Indonesia yang telah menorehkan prestasi sebagai juara dunia, juara Asia, dan juara ASEAN. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada kepengurusan PB ESI periode sebelumnya atas kontribusinya dalam memajukan esports Indonesia.

“Prestasi atlet esports Indonesia selama ini sudah membanggakan. Kita sudah menjadi juara dunia, juara Asia, dan juara ASEAN. Ini menjadi modal yang sangat baik untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” kata Marciano di Jakarta, Selasa (15/9).

Menurutnya, kepemimpinan Herindra memberikan optimisme bagi perkembangan esports nasional, termasuk menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya. Prestasi yang telah dicapai dalam berbagai kejuaraan internasional menjadi modal bagi Indonesia untuk kembali menunjukkan daya saing.

“Saya berharap di bawah kepemimpinan Bapak M. Herindra, esports Indonesia bisa berlari lebih kencang dalam mengejar prestasi terbaik dunia. Kita harus menunjukkan bahwa atlet esports Indonesia merupakan lawan yang kuat dan mampu bersaing di level internasional,” ujarnya.

Optimisme tersebut turut diperkuat Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat. Ia menilai esports telah berkembang menjadi olahraga prestasi, profesi, industri, sekaligus bagian dari masa depan generasi muda.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar game terbesar, tetapi harus menjadi salah satu kekuatan esports terbesar dunia,” kata Taufik.

Ia menyebut potensi atlet Indonesia telah terbukti melalui berbagai capaian internasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan pembinaan berjalan konsisten dan berkelanjutan, mulai dari pencarian talenta hingga pembentukan atlet untuk kompetisi internasional.

Sementara itu, Herindra menegaskan amanah memimpin PB ESI bukan sekadar tugas memajukan olahraga, tetapi juga bagian dari agenda strategis menghadapi transformasi digital.

“Menjadi Ketua Umum PB ESI merupakan amanah strategis bangsa, bukan sekadar tugas memajukan olahraga. Esports menjadi bagian penting dalam menghadapi era transformasi digital,” kata Herindra.

Herindra mengajak seluruh elemen esports memperkuat prestasi dan ekosistem nasional agar Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat internasional.

Herindra Pimpin PB ESI, Pembinaan Atlet Esports Diperkuat Berkelanjutan

JAKARTA — Kepengurusan baru Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026–2030 menempatkan penguatan pembinaan atlet sebagai salah satu agenda utama. Di bawah kepemimpinan Jenderal TNI Purn. M. Herindra, pembinaan diarahkan agar berlangsung lebih terstruktur, profesional, dan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing esports Indonesia di tingkat internasional.

Penguatan tersebut tidak hanya menyasar kemampuan teknis atlet, tetapi juga mencakup disiplin, kebugaran, kesehatan mental, perlindungan kontrak, hingga kepastian jalur karier. Langkah itu dinilai penting seiring esports berkembang menjadi olahraga prestasi sekaligus bagian dari industri digital.

M. Herindra, menegaskan kepengurusan baru akan melanjutkan capaian yang telah dibangun sebelumnya sembari menyusun program pembinaan yang lebih kuat. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak talenta muda yang berpotensi membawa prestasi nasional ke level dunia.

“Tentunya nanti kita akan menyusun program, dan saya yakin dengan bantuan semua pihak, kita sangat optimistis bahwa Indonesia ke depan akan banyak berprestasi,” ujar M. Herindra di Jakarta, Selasa (15/9).

Komitmen tersebut sejalan dengan pandangan KONI yang mendorong perbaikan tata kelola organisasi sekaligus penguatan dukungan kepada atlet. Letnan Jenderal TNI (Purn.) Marciano Norman selaku Ketua Umum KONI Pusat, menilai prestasi atlet esports Indonesia telah menunjukkan fondasi yang kuat setelah meraih berbagai gelar di tingkat ASEAN, Asia, hingga dunia.

“Saya betul-betul memberikan dukungan penuh kepada Ketua PB Esports Indonesia, Bapak Muhammad Herindra, beserta jajaran pengurus masa bakti 2026–2030, agar prestasi esports kita dari waktu ke waktu semakin baik,” tegas Marciano Norman.

Selain prestasi, pengembangan esports juga diarahkan agar memberi ruang lebih besar bagi industri dalam negeri. Game lokal, komunitas, penyelenggara kompetisi, dan talenta digital dinilai perlu tumbuh bersama sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi mampu menjadi pemain penting dalam industri esports global.

Sementara itu, Taufik Hidayat, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, menekankan bahwa pembinaan atlet esports membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, latihan fisik, daya tahan, serta pembentukan mental perlu menjadi bagian dari pembinaan sejak usia dini.

“Yang saya titipkan bahwa jenjang atletnya harus pembinaan dari usia dini agar lebih baik lagi,” tambah Taufik Hidayat.

Dengan arah tersebut, PB ESI diharapkan mampu membangun sistem pembinaan yang memberikan kepastian bagi atlet sejak pencarian bakat hingga jenjang profesional. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi untuk memperkuat prestasi Indonesia dan menjadikan esports sebagai olahraga yang sehat, profesional, serta berkelanjutan. (*)

Stimulus Ekonomi Pemerintah Mulai Memberikan Sinyal Positif bagi Keyakinan Konsumen

Oleh : Antonius Utomo

Di tengah ketidakpastian perekonomian global, Indonesia menunjukkan sinyal yang cukup menggembirakan dari sisi kepercayaan masyarakat. Dinamika geopolitik, perlambatan ekonomi sejumlah negara maju, hingga fluktuasi harga komoditas memang masih menjadi tantangan. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan optimisme masyarakat terhadap perekonomian nasional.

Salah satu indikator yang menunjukkan perkembangan positif tersebut adalah meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2026. Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia (BI), IKK Agustus tercatat sebesar 118,5, naik dari 116,8 pada Juli 2026. Peningkatan ini memperlihatkan bahwa masyarakat semakin optimistis dalam melihat kondisi perekonomian, baik saat ini maupun dalam beberapa bulan mendatang.

Kenaikan keyakinan konsumen tersebut menjadi sinyal penting karena terjadi ketika pemerintah terus menjalankan berbagai kebijakan stimulus ekonomi. Penguatan belanja negara, percepatan pembangunan, program pemberdayaan masyarakat, serta berbagai kebijakan untuk menjaga daya beli dan aktivitas dunia usaha menjadi instrumen yang diharapkan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan demikian, membaiknya IKK dapat dibaca sebagai indikasi awal bahwa stimulus yang digulirkan pemerintah mulai memberikan efek terhadap persepsi masyarakat. Kebijakan ekonomi pada akhirnya tidak hanya dinilai dari besaran anggaran atau program yang diluncurkan, tetapi juga dari seberapa jauh kebijakan tersebut mampu menciptakan rasa aman dan keyakinan masyarakat terhadap masa depan ekonomi.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa peningkatan IKK pada Agustus menunjukkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Menurutnya, penguatan tersebut tercermin dari perbaikan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini sekaligus meningkatnya ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan.

Data BI memperkuat gambaran tersebut. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) meningkat dari 107,9 pada Juli menjadi 109,4 pada Agustus. Sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) naik dari 125,7 menjadi 127,6. Kedua indikator itu berada di atas level 100, yang menunjukkan konsumen masih berada dalam zona optimistis.

Peningkatan tersebut juga terlihat dari sejumlah komponen yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama mengalami perbaikan. Pada sisi ekspektasi, masyarakat juga semakin optimistis terhadap penghasilan, lapangan kerja, dan kegiatan usaha dalam periode mendatang.

Kondisi ini menjadi penting karena optimisme konsumen merupakan salah satu bahan bakar utama perekonomian. Ketika masyarakat memiliki keyakinan terhadap penghasilan dan prospek ekonomi, mereka cenderung lebih berani melakukan konsumsi dan merencanakan pengeluaran. Peningkatan konsumsi kemudian menciptakan permintaan terhadap barang dan jasa yang pada akhirnya mendorong aktivitas produksi serta dunia usaha.

Pandangan serupa datang dari Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Erwin Aksa. Ia menilai kenaikan IKK merupakan sinyal positif bagi perekonomian nasional, terutama setelah masyarakat sebelumnya menghadapi tekanan terhadap sentimen ekonomi.

Menurut Erwin, peningkatan indeks tersebut merupakan sinyal positif pada tahap awal. Hal yang perlu dijaga selanjutnya adalah konsistensi konsumsi masyarakat dalam beberapa bulan ke depan sehingga membaiknya sentimen benar-benar dapat diterjemahkan menjadi peningkatan transaksi, produksi, dan investasi dunia usaha.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa stimulus ekonomi memiliki tahapan penting yang harus dilalui. Meningkatnya kepercayaan masyarakat merupakan langkah awal, tetapi keberhasilannya harus terlihat dalam aktivitas ekonomi yang nyata. Optimisme perlu dikonversi menjadi peningkatan konsumsi, kemudian diikuti peningkatan produksi dan investasi.

Dalam konteks Indonesia, efek berganda tersebut sangat penting. Konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi. Ketika konsumsi menguat, sektor perdagangan, industri, transportasi, jasa, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah akan memperoleh manfaat dari meningkatnya permintaan.

Karena itu, berbagai stimulus pemerintah perlu terus diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki dampak luas terhadap masyarakat. Program pembangunan, penguatan daya beli, pemberdayaan UMKM, serta program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dapat menjadi bagian dari ekosistem yang mendorong perputaran ekonomi apabila dilaksanakan secara tepat sasaran.

Stimulus fiskal juga perlu berjalan beriringan dengan stabilitas ekonomi. Inflasi yang terkendali, sistem keuangan yang sehat, serta kebijakan moneter yang mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan menjadi fondasi agar optimisme masyarakat tetap terjaga.

Kenaikan IKK Agustus 2026 pada akhirnya memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjaga momentum positif tersebut. Optimisme masyarakat yang mulai tumbuh perlu dipelihara melalui kebijakan yang konsisten, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat.

Tantangan ke depan tentu tidak ringan. Ketidakpastian global masih dapat memengaruhi perekonomian nasional. Namun, membaiknya keyakinan konsumen memberikan modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tekanan eksternal. Pemerintah memiliki kesempatan untuk memperkuat kepercayaan tersebut dengan memastikan stimulus terus memberikan dampak nyata terhadap daya beli, lapangan kerja, dan aktivitas dunia usaha.

Langkah berikutnya adalah memastikan optimisme tersebut tidak berhenti pada hasil survei. Jika kepercayaan konsumen dapat diterjemahkan menjadi konsumsi yang lebih kuat, investasi yang meningkat, produksi yang tumbuh, dan lapangan kerja yang semakin luas, maka stimulus pemerintah akan memberikan dampak yang lebih besar bagi perekonomian.

Dengan sinergi antara pemerintah, BI, dunia usaha, dan masyarakat, momentum positif ini dapat menjadi pijakan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

)* Pengamat Kebijakan Publik

Indeks Keyakinan Konsumen Naik, Pemerintah Sebut Ekonomi Mulai Membaik

JAKARTA – Optimisme masyarakat terhadap kondisi perekonomian Indonesia menunjukkan penguatan pada Agustus 2026. Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat sebesar 118,5, meningkat 1,7 poin dibandingkan Juli 2026 yang berada pada level 116,8. Perbaikan indeks menjadi sinyal positif terhadap meningkatnya keyakinan masyarakat dalam melihat kondisi ekonomi saat ini maupun prospek perekonomian ke depan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan hasil survei menunjukkan adanya peningkatan optimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian dibandingkan bulan sebelumnya.

“Survei Konsumen Bank Indonesia pada Agustus 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan Juli 2026,” kata Ramdan.

Data BI menunjukkan peningkatan keyakinan konsumen ditopang oleh membaiknya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini serta meningkatnya ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat meningkat menjadi 109,4 pada Agustus 2026 dari 107,9 pada Juli 2026.

Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga mengalami peningkatan dari 125,7 pada Juli menjadi 127,6 pada Agustus 2026. Level indeks yang tetap berada di atas 100 menunjukkan bahwa konsumen masih berada dalam zona optimistis terhadap kondisi dan prospek perekonomian.

Peningkatan IKE antara lain didorong oleh membaiknya persepsi masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama. Pada saat yang sama, seluruh komponen pembentuk IEK tercatat mengalami peningkatan, mencakup ekspektasi terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, serta kegiatan usaha pada periode mendatang.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Erwin Aksa menyebut kenaikan IKK sebagai sinyal positif bagi perekonomian nasional. Menurutnya, peningkatan keyakinan konsumen menunjukkan adanya ruang bagi penguatan aktivitas ekonomi setelah sebelumnya menghadapi tekanan.

“Kenaikan indeks keyakinan konsumen ini merupakan sinyal positif pada tahap awal. Yang perlu dijaga adalah konsistensi konsumsi masyarakat dalam beberapa bulan ke depan agar perbaikan sentimen ini benar-benar berlanjut menjadi peningkatan transaksi, produksi, dan investasi dunia usaha,” ujar Erwin.

Penguatan kepercayaan konsumen diharapkan dapat terus terjaga dalam beberapa bulan mendatang. Ketika optimisme masyarakat diikuti dengan daya beli yang tetap kuat, peningkatan konsumsi dapat memberikan efek berganda terhadap aktivitas perdagangan, produksi, penyerapan tenaga kerja, hingga investasi dunia usaha, sehingga turut menopang momentum pertumbuhan ekonomi nasional. (*/rls)

Ekonomi RI Tunjukkan Sinyal Positif dari Kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen

Jakarta – Kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2026 menjadi sinyal positif bagi perekonomian Indonesia. Perbaikan tersebut menunjukkan mulai pulihnya optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi setelah mengalami tren penurunan dalam beberapa bulan sebelumnya.

Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia (BI), IKK Agustus 2026 tercatat 118,5, meningkat dari 116,8 pada Juli 2026.

Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Novani Karina Saputri mengatakan keyakinan konsumen mulai menunjukkan perbaikan. Kenaikan IKK tersebut menjadi indikasi adanya pemulihan sentimen masyarakat terhadap kondisi perekonomian.

“Peningkatan keyakinan konsumen tetap menjadi sinyal positif bagi prospek konsumsi,” kata Novani.

Menurutnya, membaiknya keyakinan konsumen menjadi faktor penting dalam menjaga prospek konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Semakin kuat optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan pendapatan ke depan, semakin besar pula peluang terjaganya aktivitas konsumsi.

Meski demikian, Novani menilai pemulihan konsumsi yang berkelanjutan masih memerlukan dukungan dari sejumlah faktor fundamental, terutama peningkatan kemampuan daya beli masyarakat.

“Pemulihan konsumsi yang berkelanjutan masih membutuhkan penguatan pendapatan riil, prospek ketenagakerjaan, dan stabilitas inflasi,” ujarnya.

Penguatan pendapatan riil dinilai penting agar peningkatan optimisme masyarakat dapat diikuti dengan kemampuan belanja yang lebih kuat. Pada saat yang sama, membaiknya prospek ketenagakerjaan akan turut memberikan kepastian pendapatan bagi rumah tangga, sementara stabilitas inflasi diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Senada dengan Novani, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Erwin Aksa juga menyebut bahwa kenaikan IKK menunjukkan mulai tumbuhnya optimisme masyarakat.

“Dari sisi dunia usaha, memang mulai terlihat tanda-tanda pemulihan sentimen masyarakat. Setelah melemah dalam beberapa bulan sebelumnya, tingkat optimisme masyarakat mulai membaik,” kata Erwin.

Ia menilai momentum tersebut perlu dijaga agar peningkatan keyakinan konsumen dapat berlanjut menjadi aktivitas konsumsi yang mendorong produksi dan investasi.

“Ke depan, momentum ini perlu dijaga. Jika faktor-faktor tersebut terus membaik, kenaikan confidence akan lebih cepat diterjemahkan menjadi konsumsi yang kemudian mendorong produksi dan investasi dunia usaha,” pungkasnya.

Dengan terjaganya optimisme konsumen, didukung perbaikan pendapatan, kondisi ketenagakerjaan, dan inflasi yang terkendali, konsumsi rumah tangga diharapkan dapat tetap menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. (*)