Presiden Prabowo-Putin Perkuat Kemitraan, Perdagangan RI-Rusia Tumbuh 12 Persen

Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Prabowo Subianto memperkuat komitmen peningkatan kemitraan Indonesia-Rusia dalam pertemuan bilateral di sela agenda Eastern Economic Forum 2026 di Vladivostok, Rusia.

Dalam pertemuan itu, Putin menyambut hangat kedatangan Prabowo sekaligus menyoroti eratnya hubungan kedua negara. Ia menyebut persahabatan Indonesia dan Rusia telah terjalin selama bertahun-tahun dan tercermin dalam perkembangan perdagangan bilateral.

Putin mengungkapkan volume perdagangan kedua negara mengalami pertumbuhan signifikan pada 2025. Menurutnya, nilai perdagangan Indonesia-Rusia meningkat 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kita terkait dengan hubungan persahabatan selama bertahun-tahun. Perdagangan antara kedua negara kita juga berkembang. Pada tahun lalu, volume perdagangan naik 12%,” ujar Putin.

Putin kemudian menjelaskan kerja sama pemerintah Rusia dan Indonesia terus berjalan melalui mekanisme teknis di bidang ekonomi dan perdagangan. Kolaborasi itu mencakup sejumlah sektor strategis, termasuk pertanian, industri, teknologi digital, pembangunan kapal, hingga energi nuklir.

“Komisi Bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis terus bekerja. Kami memperhatikan pembangunan kerja sama bilateral di bidang pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi, khususnya energi nuklir,” papar Putin.

Prabowo menyambut baik pernyataan Putin dan mengamini adanya peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Rusia. Ia menilai kemajuan terlihat dalam bidang ekonomi, perdagangan, serta berbagai sektor lainnya.

“Dalam beberapa hal hubungan kita terus meningkat, sebagaimana Yang Mulia telah menyampaikan di bidang ekonomi, perdagangan kita meningkat. Kita juga kerjasama dalam berbagai bidang juga mengalami kemajuan. Dan kami siap untuk meningkatkan kerjasama ini,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan Indonesia akan terus mendorong perluasan kolaborasi demi kepentingan bersama kedua negara.

Kementerian Perdagangan mencatat nilai perdagangan Indonesia-Rusia pada 2025 mencapai US$4,8 miliar.

Rusia juga menjadi mitra utama Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union dengan kontribusi 90,6 persen terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut.

Di sisi lain, Indonesia dan Rusia juga membahas rencana latihan militer bersama antarmatra serta kerja sama pasukan khusus. Agenda itu dibahas Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Duta Besar Rusia Sergei Gennadievich Tolchenov.

Sjafrie menegaskan Indonesia memandang Rusia sebagai salah satu mitra penting dalam kerja sama pertahanan.

“Yang dilandasi prinsip saling menghormati, saling percaya, kepentingan bersama serta penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara,” kata Sjafrie.

Presiden Prabowo dan Putin Perkuat Kemitraan RI-Rusia, Bahas Energi Nuklir hingga Perdagangan

Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan minat untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia di sejumlah sektor strategis, mulai dari pembangunan kapal hingga energi nuklir.

Putin mengatakan kerja sama ekonomi dan teknis antara Rusia dan Indonesia terus berjalan melalui komisi bersama kedua negara. Menurutnya, sejumlah sektor memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Komisi bersama Rusia Indonesia di bidang ekonomi perdagangan dan kerja sama teknis terus bekerja. Kami memerhatikan pembangunan kerja sama bilateral di bidang pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi khususnya energi nuklir,” kata Putin.

Putin juga menilai Indonesia merupakan salah satu mitra kunci Rusia di kawasan Asia Pasifik. Ia menyebut hubungan kedua negara telah terjalin dalam persahabatan selama bertahun-tahun dan terus berkembang, termasuk dalam sektor perdagangan.

Menurut Putin, Indonesia juga menjadi salah satu sahabat Rusia yang tepercaya dalam kerangka ASEAN. Karena itu, Rusia memiliki minat untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang strategis tersebut.

Di kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dengan Rusia di berbagai bidang.

Prabowo menilai posisi kedua negara sebagai negara Pasifik membuat konektivitas dan kerja sama maritim menjadi aspek yang penting untuk diperkuat.

Prabowo juga menyoroti perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-Rusia yang terus meningkat. Ia mengatakan kerja sama di berbagai bidang juga menunjukkan kemajuan sehingga kedua negara siap memperluas kolaborasi untuk memberikan keuntungan bagi masing-masing pihak.

“Dalam beberapa hal hubungan kita terus meningkat bagaimana Yang Mulia telah sampaikan di bidang ekonomi perdagangan kita meningkat, kita juga kerja sama dalam berbagai bidang juga mengalami kemajuan. Dan kami siap untuk meningkatkan kerja sama ini,” kata Prabowo.

Sementara itu, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan ke Rusia.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan kehadiran Bahlil juga diarahkan untuk mengawal tindak lanjut agenda energi yang telah dibahas oleh kedua negara.

Ia memastikan komitmen kerja sama bilateral dapat berjalan sesuai dengan hasil pertemuan para pemimpin Indonesia dan Rusia.

“Kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan ini memiliki peran strategis untuk mengawal tindak lanjut agenda energi, serta memastikan komitmen bilateral berjalan sesuai hasil pertemuan kedua kepala negara,” ujar Dwi Anggia.

Presiden Prabowo Perkuat Kemitraan RI-Rusia, Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci di Asia Pasifik

Oleh: Dimas Arya Nugraha
Presiden Prabowo Subianto memperkuat kemitraan Indonesia dan Rusia melalui pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela agenda Eastern Economic Forum 2026 di Vladivostok, Rusia.

Pertemuan Prabowo dan Putin menjadi momentum untuk membahas perkembangan hubungan bilateral, khususnya kerja sama ekonomi, perdagangan, teknologi, energi, hingga pertahanan.

Presiden Vladimir Putin menyambut hangat kedatangan Prabowo di Vladivostok. Putin menilai hubungan Indonesia dan Rusia telah memiliki kedekatan yang kuat karena dibangun melalui persahabatan selama bertahun-tahun.

Hubungan persahabatan Indonesia dan Rusia juga tercermin dari perkembangan perdagangan bilateral. Putin menyampaikan bahwa volume perdagangan kedua negara mengalami pertumbuhan sebesar 12 persen pada 2025.

Putin menilai peningkatan perdagangan menunjukkan hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia terus berkembang. Pertumbuhan itu menjadi salah satu indikator semakin eratnya hubungan kedua negara dalam bidang ekonomi.

Kementerian Perdagangan mencatat nilai perdagangan Indonesia dan Rusia pada 2025 mencapai US$4,8 miliar. Rusia juga menjadi mitra utama Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union atau EAEU dengan kontribusi 90,6 persen terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut.

Pemerintah Rusia dan Indonesia terus menjalankan kerja sama pada tingkat teknis melalui Komisi Bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis. Putin menyampaikan bahwa mekanisme bilateral itu menjadi bagian dari upaya kedua negara mengembangkan berbagai sektor kerja sama.

Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang masuk dalam agenda pengembangan kerja sama Indonesia-Rusia. Industri, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi juga menjadi bidang yang mendapat perhatian dalam hubungan bilateral kedua negara.

Energi nuklir menjadi salah satu sektor strategis yang disoroti Putin dalam pembahasan bersama Prabowo. Rusia melihat bidang energi, khususnya energi nuklir, sebagai salah satu ruang yang dapat dikembangkan dalam kerja sama jangka panjang dengan Indonesia.

Posisi Indonesia di kawasan Asia Pasifik turut menjadi alasan Rusia memandang Jakarta sebagai mitra penting. Putin menyebut Indonesia sebagai mitra kunci Rusia di kawasan Asia Pasifik, sekaligus negara yang memiliki peran strategis dalam hubungan regional.

Peran Indonesia dalam ASEAN juga menjadi perhatian Rusia. Putin menilai Indonesia sebagai salah satu sahabat Rusia yang tepercaya dalam kerangka ASEAN, sehingga hubungan bilateral dengan Jakarta memiliki arti penting bagi Rusia dalam memperkuat hubungan di kawasan Asia Tenggara.

Presiden Prabowo menyambut baik pandangan Putin mengenai perkembangan hubungan kedua negara. Prabowo mengakui kerja sama Indonesia dan Rusia memang terus mengalami peningkatan, baik dalam pembangunan ekonomi maupun perdagangan.

Prabowo menilai perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan menjadi bukti bahwa kemitraan Indonesia-Rusia memiliki prospek untuk terus diperluas. Pemerintah Indonesia juga melihat kemajuan kerja sama di berbagai bidang sebagai dasar untuk meningkatkan kolaborasi kedua negara.

Prabowo menyatakan Indonesia siap meningkatkan kerja sama dengan Rusia di berbagai sektor. Komitmen itu diarahkan untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus menciptakan manfaat bagi kedua negara.

Indonesia juga melihat posisi kedua negara sebagai negara yang memiliki keterkaitan dengan kawasan Pasifik. Prabowo menilai kondisi geografis itu membuat konektivitas dan kerja sama maritim menjadi aspek penting dalam pengembangan hubungan Indonesia-Rusia.

Sementara itu, kerja sama pertahanan menjadi bagian lain dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia. Kedua negara berencana menggelar latihan militer bersama antarmatra serta mengembangkan kerja sama pasukan khusus.

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, membahas rencana kerja sama pertahanan tersebut saat menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat.

Pertemuan Sjafrie dan Tolchenov membahas perkembangan hubungan bilateral sekaligus langkah konkret untuk memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia-Rusia. Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI menyampaikan bahwa agenda kerja sama mencakup sejumlah bidang.

Rencana kunjungan kerja ke Rusia menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan pertahanan kedua negara. Dialog dan latihan bersama antarmatra, kerja sama pasukan khusus, pendidikan dan pelatihan personel, serta pengembangan kapasitas di bidang kedokteran militer juga masuk dalam agenda.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menilai Rusia merupakan salah satu mitra penting Indonesia dalam membangun kerja sama pertahanan. Sjafrie menekankan bahwa kemitraan pertahanan kedua negara perlu dibangun berdasarkan prinsip saling menghormati, saling percaya, kepentingan bersama, serta penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara.

Kemitraan Indonesia-Rusia memiliki dimensi strategis karena posisi Indonesia di Asia Pasifik dan ASEAN. Pengakuan Putin terhadap peran Indonesia menunjukkan bahwa hubungan Jakarta-Moskow tidak hanya memiliki kepentingan ekonomi, tetapi juga nilai strategis dalam konteks kawasan.

Presiden Prabowo dan Presiden Putin memiliki peluang untuk mendorong hubungan kedua negara menuju kemitraan yang semakin kuat. Perkembangan perdagangan, perluasan kerja sama sektoral, dan penguatan hubungan pertahanan menjadi fondasi bagi agenda bilateral berikutnya.

Kemitraan RI-Rusia pada akhirnya tidak hanya bertumpu pada hubungan persahabatan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Penguatan kerja sama ekonomi, energi, teknologi, maritim, dan pertahanan menunjukkan upaya kedua negara membangun hubungan yang lebih luas dan berorientasi pada kepentingan bersama.

*) Pengamat Hubungan Internasional dan Geopolitik

Presiden Prabowo dan Putin Bahas Masa Depan Kemitraan RI-Rusia, Energi Nuklir Jadi Salah Satu Fokus

Oleh: Arbhi Pratama )*

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin membahas arah masa depan kemitraan Indonesia dan Rusia dalam pertemuan di Vladivostok, Rusia. Penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, teknologi, hingga energi menjadi bagian penting dalam pembicaraan kedua kepala negara.

Pertemuan Prabowo dan Putin berlangsung di sela agenda Eastern Economic Forum 2026. Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut kedatangan Prabowo dalam jamuan santap siang yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Presiden Indonesia ke Rusia.

Hubungan Indonesia dan Rusia telah memiliki fondasi yang kuat melalui persahabatan yang terjalin selama bertahun-tahun. Presiden Vladimir Putin menilai kedekatan kedua negara dapat menjadi dasar untuk memperluas kerja sama ke berbagai sektor strategis.

Posisi Indonesia di kawasan Asia Pasifik juga menjadi perhatian Rusia. Presiden Vladimir Putin memandang Indonesia sebagai salah satu mitra kunci Rusia di kawasan karena peran strategis Indonesia dalam hubungan regional.

Hubungan Indonesia dan Rusia juga mencakup kerja sama dalam kerangka ASEAN. Presiden Vladimir Putin menilai Indonesia sebagai salah satu sahabat Rusia yang tepercaya dalam organisasi kawasan Asia Tenggara.

Kerja sama ekonomi dan teknis Indonesia-Rusia terus berjalan melalui Komisi Bersama di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis. Presiden Vladimir Putin menyampaikan bahwa mekanisme bilateral itu terus digunakan untuk mengembangkan berbagai bidang kerja sama.

Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam pengembangan hubungan bilateral Indonesia-Rusia. Pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi juga masuk dalam sektor yang dinilai memiliki peluang untuk diperkuat.

Energi nuklir menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian khusus dalam pembahasan kedua negara. Rusia menunjukkan minat untuk mengembangkan kerja sama energi nuklir bersama Indonesia sebagai bagian dari perluasan kemitraan di sektor energi.

Pengembangan energi nuklir dapat menjadi salah satu peluang kerja sama jangka panjang bagi Indonesia dan Rusia. Teknologi, pengetahuan, dan pengembangan kapasitas menjadi aspek yang dapat mendukung kerja sama energi apabila kedua negara melanjutkan pembahasan ke tahap yang lebih konkret.

Presiden Vladimir Putin berharap pertemuan dengan Presiden Prabowo dapat memberikan dorongan baru bagi hubungan bilateral Indonesia dan Rusia. Pemerintah Rusia melihat momentum pertemuan kedua pemimpin sebagai kesempatan untuk memperkuat kerja sama yang sudah berjalan sekaligus membuka peluang baru.

Presiden Prabowo Subianto menyambut baik komitmen Rusia untuk meningkatkan hubungan bilateral. Pemerintah Indonesia menilai perkembangan kerja sama ekonomi dan perdagangan menunjukkan kemajuan yang dapat menjadi dasar untuk memperluas kolaborasi.

Posisi Indonesia dan Rusia sebagai negara yang memiliki keterkaitan dengan kawasan Pasifik turut menjadi pertimbangan dalam penguatan hubungan bilateral. Presiden Prabowo menilai konektivitas dan kerja sama maritim memiliki arti penting, terutama bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.

Kerja sama maritim Indonesia-Rusia dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkuat konektivitas kedua negara. Pemerintah Indonesia juga melihat peningkatan kerja sama di berbagai sektor sebagai bagian dari upaya menciptakan manfaat bersama.

Presiden Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dengan Rusia di berbagai bidang. Pemerintah Indonesia berkomitmen memperluas hubungan bilateral sejalan dengan perkembangan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan sektor lainnya.

Sektor energi menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian langsung dalam kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, turut mendampingi Prabowo untuk memastikan pembahasan energi menjadi bagian penting dalam kerja sama bilateral.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa kehadiran Bahlil memiliki peran strategis untuk memastikan komitmen bilateral berjalan sesuai dengan hasil pertemuan kedua kepala negara.

Agenda energi Indonesia-Rusia mencakup peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas, termasuk energi nuklir. Keterlibatan Kementerian ESDM dapat membantu menerjemahkan pembahasan tingkat pemimpin menjadi langkah lanjutan yang lebih konkret.

Kemitraan Indonesia-Rusia memiliki peluang untuk berkembang dari hubungan perdagangan menuju kerja sama strategis berbasis teknologi. Pengembangan energi nuklir menjadi salah satu bidang yang dapat memperkuat dimensi baru dalam hubungan kedua negara.

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Putin menjadi momentum untuk memperkuat arah baru hubungan Indonesia-Rusia. Fondasi persahabatan yang telah dibangun selama bertahun-tahun menjadi pijakan bagi kedua negara untuk memperluas kerja sama.

Energi nuklir menjadi salah satu sektor yang mencerminkan peluang baru dalam kemitraan Indonesia-Rusia. Pembahasan energi menunjukkan adanya ruang bagi kedua negara untuk mengembangkan kerja sama yang lebih berbasis teknologi, pengetahuan, dan kapasitas.

Hubungan Indonesia-Rusia memiliki peluang untuk memasuki tahap kerja sama yang lebih komprehensif. Pemerintah kedua negara dapat melanjutkan berbagai agenda melalui mekanisme bilateral yang telah berjalan, termasuk pembahasan di sektor energi.

Kemitraan Indonesia-Rusia pada akhirnya diarahkan untuk menghasilkan manfaat bagi kedua negara. Komitmen Presiden Prabowo dan Presiden Putin menunjukkan keinginan untuk menjaga hubungan yang telah terjalin sekaligus membuka ruang bagi kerja sama baru di masa depan.

*) Pengamat Politik dan Hubungan Internasional

Target Investasi Tumbuh 7 Persen Jadi Sinyal Optimisme Ekonomi Nasional

Oleh : Rahmat Hidayat )*

Target pemerintah untuk mendorong pertumbuhan investasi hingga 7 persen pada 2027 layak dibaca sebagai sinyal optimisme terhadap prospek ekonomi nasional. Di tengah ketidakpastian global, pemerintah tidak memilih pendekatan defensif, tetapi justru menyiapkan akselerasi investasi sebagai salah satu mesin utama untuk membawa pertumbuhan ekonomi menuju level 6 persen. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI pada 1 September 2026 menyampaikan bahwa percepatan pertumbuhan investasi hingga 7 persen menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa investasi ditempatkan bukan sekadar sebagai indikator ekonomi, melainkan sebagai instrumen strategis untuk memperbesar kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, memperkuat dunia usaha, serta meningkatkan daya saing nasional. Akselerasi investasi juga dinilai dapat menciptakan efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi melalui peningkatan aktivitas produksi, konsumsi, perdagangan, dan pembangunan infrastruktur.

Optimisme tersebut memiliki pijakan yang cukup kuat. Pada semester I 2026, realisasi investasi Indonesia telah mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan. Capaian tersebut juga menyerap sekitar 1,45 juta tenaga kerja langsung. Artinya, investasi telah memperlihatkan kontribusi nyata terhadap aktivitas ekonomi dan penciptaan kesempatan kerja, sekaligus memberikan modal penting bagi pemerintah untuk memasang target yang lebih tinggi pada 2027.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani mengatakan perkembangan investasi memiliki peran penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Pihaknya menjelaskan bahwa investasi telah memberikan kontribusi sekitar 39 persen terhadap pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan investasi mencapai 6,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang berada pada level 5,06 persen.

Rosan juga menekankan bahwa investasi tidak semata-mata perlu dilihat dari besarnya angka realisasi, tetapi juga dari kemampuannya memperkuat fondasi ekonomi nasional. Pandangan tersebut menegaskan pentingnya mengarahkan investasi pada kegiatan produktif yang mampu menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kapasitas industri, serta memperkuat keterhubungan antara industri besar dengan pelaku usaha domestik.

Untuk 2027, pemerintah menargetkan realisasi investasi mencapai Rp2.322 triliun, meningkat 13,8 persen dibandingkan target 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Target tersebut menjadi bagian dari kebutuhan investasi nasional periode 2025–2029 yang diproyeksikan mencapai Rp13.032 triliun. Besarnya target menunjukkan bahwa pemerintah melihat investasi sebagai fondasi penting dalam memperluas kapasitas ekonomi nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan jangka menengah.

Tantangannya adalah memastikan target tersebut tidak berhenti pada angka perencanaan. Karena itu, pembenahan iklim investasi menjadi pekerjaan penting. Pemerintah perlu memastikan kepastian hukum, penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, ketersediaan infrastruktur, serta kepastian penyelesaian berbagai hambatan yang dapat mengganggu realisasi proyek. Integrasi sistem perizinan juga perlu terus diperkuat agar investor memperoleh kepastian dan kecepatan dalam merealisasikan komitmen investasinya.

Di sisi lain, strategi untuk mencapai pertumbuhan investasi 7 persen juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan lembaga pengelola investasi nasional. APBN dapat diarahkan sebagai katalisator untuk mendorong keterlibatan swasta, sementara investasi pada sektor strategis dan hilirisasi diharapkan mampu memperbesar nilai tambah di dalam negeri. Pendekatan tersebut menjadi penting karena kebutuhan pembiayaan pembangunan semakin besar sementara ruang fiskal pemerintah tetap perlu dikelola secara prudent.

Optimisme terhadap prospek pertumbuhan juga terlihat dari pandangan Bank Indonesia. Gubernur BI terpilih Destry Damayanti menilai perekonomian Indonesia pada 2027 memiliki peluang untuk mencapai pertumbuhan sekitar 6 persen. Peningkatan investasi domestik dan percepatan proyek infrastruktur strategis menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung pencapaian sasaran tersebut. Bank Indonesia sendiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2027 berada pada kisaran 5,2–6 persen.

Selain mengejar peningkatan nilai investasi, pemerintah perlu memastikan bahwa pertumbuhan tersebut memiliki kualitas dan persebaran yang semakin baik. Investasi diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di pusat-pusat ekonomi, tetapi juga mampu membuka peluang baru di berbagai daerah. Penyebaran investasi akan memperkuat aktivitas ekonomi regional, meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal, serta menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas. Dengan demikian, pertumbuhan investasi dapat memberikan dampak yang lebih merata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sektor hilirisasi juga menjadi salah satu kunci untuk memastikan investasi menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian. Pengembangan industri pengolahan berbasis sumber daya alam dapat mendorong Indonesia tidak lagi hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah, tetapi semakin kuat sebagai basis produksi dan manufaktur. Penguatan rantai pasok domestik, peningkatan kapasitas teknologi, serta keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah dalam ekosistem industri menjadi faktor penting agar manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas.

Pada saat yang sama, peningkatan investasi perlu berjalan beriringan dengan penguatan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan kebijakan pemerintah. Konsistensi regulasi, koordinasi antarlembaga, serta kemampuan pemerintah memberikan kepastian terhadap proyek yang telah memiliki komitmen investasi akan menjadi penentu keberhasilan target 2027. Kepercayaan tersebut dapat menjadi modal penting untuk menarik investasi jangka panjang yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga berkontribusi terhadap transformasi struktural ekonomi Indonesia.

)* Pemerhati Masalah Ekonomi

Pemerintah Siapkan Akselerasi Investasi 7 Persen Lewat Kolaborasi Swasta

Jakarta – Pemerintah menyiapkan strategi untuk mengakselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen pada 2027 sebagai salah satu langkah utama mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Upaya tersebut akan ditempuh melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk mendorong investasi yang produktif dan berkelanjutan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan peningkatan investasi menjadi salah satu kunci untuk membawa pertumbuhan ekonomi nasional ke level yang lebih tinggi. Pemerintah akan mengambil peran sebagai katalis melalui kebijakan fiskal, sementara sektor swasta diharapkan menjadi penggerak utama aktivitas investasi dan Danantara diarahkan untuk memperkuat investasi pada sektor-sektor strategis.
“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, mencapai 6 persen di tahun 2027 dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen. Target ini akan dicapai melalui kolaborasi Pemerintah, Swasta dan Danantara,” ujar Purbaya.
Menurutnya, pemerintah akan mengoptimalkan peran APBN sebagai katalis untuk mendorong keterlibatan sektor swasta dalam mempercepat investasi. Kebijakan tersebut dilakukan dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi makro, termasuk inflasi, nilai tukar, serta kondisi likuiditas yang mendukung penyaluran kredit dan aktivitas dunia usaha.
Fundamental ekonomi nasional dinilai masih cukup kuat untuk menopang akselerasi tersebut. Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen secara kumulatif. Selain itu, neraca perdagangan Januari hingga Juni 2026 masih mencatat surplus dan cadangan devisa hingga Juli 2026 mencapai 145,3 miliar dolar AS.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memberikan kepastian bagi investor. Pemerintah terus mendorong masuknya investasi berkualitas, termasuk melalui penguatan peran Danantara dalam menarik investasi strategis dan mengembangkan proyek prioritas.
“Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kepastian kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan proyek yang konkret sehingga memberikan manfaat seimbang dan saling menguntungkan,” ujar Airlangga.
Ia juga menyampaikan bahwa Danantara diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam menarik investasi berkualitas, memperkuat kapasitas produksi nasional, mengembangkan proyek prioritas, meningkatkan transfer teknologi, serta menciptakan lapangan kerja. Penguatan investasi juga diarahkan untuk mendukung hilirisasi dan memperkuat rantai pasok nasional.

Akselerasi Investasi Tumbuh 7 Persen: Buka Jalan Ekonomi Nasional Naik Kelas

Oleh: Rivka Mayangsari*)

Pemerintah terus menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional sekaligus mendorong Indonesia menuju tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi. Salah satu tumpuan utama yang menjadi perhatian adalah investasi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan investasi dapat mencapai 7 persen pada akhir 2026 dan mempertahankan momentum tersebut pada 2027 sebagai bagian dari upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa akselerasi investasi menjadi salah satu instrumen penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Pemerintah akan mendorong pertumbuhan investasi hingga 7 persen pada akhir 2026 dan mengupayakan agar tren tersebut berlanjut pada 2027. Strategi tersebut diharapkan mampu memperluas aktivitas ekonomi sekaligus membuka semakin banyak kesempatan bagi masyarakat.

Target tersebut menunjukkan bahwa investasi tidak semata-mata dipandang sebagai angka dalam indikator ekonomi. Investasi diharapkan menjadi penggerak kegiatan produksi, memperluas kapasitas industri, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah perekonomian nasional. Dengan investasi yang tumbuh secara sehat, berbagai sektor usaha memiliki ruang lebih besar untuk berkembang dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan melibatkan sektor swasta serta memperkuat peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperbesar kapasitas pembiayaan pembangunan tanpa hanya mengandalkan anggaran negara. Peran swasta diperlukan untuk mempercepat realisasi proyek produktif, sementara Danantara diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam mengoptimalkan investasi nasional.

Purbaya menegaskan bahwa akselerasi investasi akan didukung melalui sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan Danantara. Koordinasi antarinstrumen tersebut diperlukan agar kebijakan ekonomi dapat berjalan secara selaras dan saling memperkuat. Dengan ekosistem kebijakan yang terintegrasi, pemerintah berupaya menciptakan kondisi yang semakin kondusif bagi dunia usaha dan investor.

Penguatan investasi juga berkaitan erat dengan fungsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut Purbaya, APBN tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan publik, tetapi juga dapat berfungsi sebagai katalis yang mendorong peningkatan peran sektor swasta. Dengan pendekatan tersebut, belanja negara diharapkan mampu menciptakan efek pengganda bagi kegiatan ekonomi sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Arsitektur Rancangan APBN (RAPBN) 2027 turut menunjukkan arah kebijakan fiskal pemerintah. Pendapatan negara direncanakan mencapai Rp3.426 triliun, sedangkan belanja negara diproyeksikan sebesar Rp4.097,2 triliun. Defisit anggaran dijaga sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kerangka tersebut mencerminkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan keberlanjutan kesehatan fiskal.

Untuk mendukung agenda tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah asumsi makroekonomi. Pertumbuhan ekonomi 2027 ditargetkan mencapai 6,0 persen, inflasi dijaga pada level 2,5 persen, nilai tukar diproyeksikan sekitar Rp17.500 per dolar AS, sementara suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan berada pada 6,9 persen.

Target pertumbuhan investasi sebesar 7 persen menjadi semakin penting dalam mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi tersebut. Investasi yang meningkat dapat memperkuat kapasitas produksi nasional, terutama apabila diarahkan kepada sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi. Perluasan industri, pengembangan infrastruktur, peningkatan produktivitas, serta penguatan rantai pasok domestik menjadi bagian dari proses transformasi ekonomi menuju struktur yang lebih kompetitif.

Di sisi lain, peningkatan investasi perlu dibarengi dengan kepastian kebijakan dan iklim usaha yang mendukung. Pemerintah memiliki kepentingan untuk memastikan proses investasi berjalan efisien, sementara dunia usaha membutuhkan kepastian agar keputusan penanaman modal dapat dilakukan dengan perhitungan jangka panjang. Sinergi pemerintah, swasta, sektor keuangan, dan Danantara menjadi penting untuk menjembatani kebutuhan tersebut.

Akselerasi investasi juga diharapkan menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang hanya terkonsentrasi pada aktivitas modal tanpa menciptakan kesempatan kerja dan peningkatan produktivitas tidak akan memberikan dampak optimal. Karena itu, pemerintah mengarahkan pertumbuhan agar dapat memperluas manfaat ekonomi, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat daya saing nasional.

Dalam kerangka tersebut, investasi menjadi salah satu jalan untuk membawa perekonomian Indonesia naik kelas. Ketika modal produktif masuk ke sektor strategis, kapasitas industri dapat berkembang, lapangan kerja bertambah, dan kemampuan Indonesia menghasilkan produk bernilai tambah semakin kuat. Kondisi tersebut pada gilirannya dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi persaingan ekonomi global.

Purbaya menegaskan bahwa akselerasi investasi dan pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditujukan untuk memperbesar aktivitas ekonomi. Sasaran yang lebih luas adalah memastikan manfaat pertumbuhan dapat dirasakan masyarakat dan mendukung peningkatan kesejahteraan. Dengan demikian, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Melalui target investasi 7 persen, sinergi kebijakan ekonomi, pelibatan sektor swasta, serta optimalisasi peran Danantara, pemerintah berupaya membangun mesin pertumbuhan yang lebih kuat. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menuju target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 sekaligus memperkuat fondasi Indonesia agar mampu berkembang sebagai negara dengan ekonomi yang produktif, kompetitif, dan semakin berdaya saing.

*) Pemerhati ekonomi

Pemerintah Siapkan Strategi Investasi Tumbuh 7 Persen

Jakarta – Pemerintah menyiapkan strategi percepatan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027.

Salah satu sasaran utama yang ditetapkan adalah mengakselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Strategi tersebut dirancang dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi dan kesinambungan fiskal agar ekspansi investasi berlangsung sehat dan berkelanjutan.

Kebijakan ini menegaskan bahwa investasi produktif menjadi instrumen penting untuk memperluas kapasitas ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan target pertumbuhan ekonomi 6 persen membutuhkan peningkatan investasi sebagai salah satu motor utama pertumbuhan.

“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, mencapai 6 persen di tahun 2027 dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen. Target ini akan dicapai melalui kolaborasi Pemerintah, Swasta dan Danantara,” ujar Purbaya.

Menurutnya, pemerintah akan memperkuat sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan Danantara sehingga seluruh instrumen ekonomi dapat bekerja secara optimal dan saling memperkuat.

Dalam kerangka tersebut, APBN tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan publik, tetapi juga berfungsi sebagai katalisator investasi. Pemerintah akan menciptakan ruang bagi sektor swasta untuk memperbesar kontribusinya terhadap pertumbuhan, sementara Danantara didorong mempercepat investasi produktif pada sektor strategis.

“APBN difokuskan untuk memenuhi kebutuhan publik dan berperan sebagai katalis untuk membangkitkan peran swasta dalam akselerasi pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan,” jelas Purbaya.

Pendekatan ini menempatkan pemerintah sebagai pengarah dan katalisator, dengan sektor swasta sebagai motor utama ekspansi ekonomi.

Investasi Danantara juga diarahkan pada sektor strategis dan hilirisasi yang menghasilkan nilai tambah tinggi.

Dengan memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, kebijakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan arus modal, tetapi mampu mempercepat transformasi struktur ekonomi nasional.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan optimismenya terhadap prospek perekonomian tahun depan.

“Sementara di 2027, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan meningkat dalam kisaran 5,2 persen hingga 6 persen. Didukung keyakinan pelaku ekonomi yang meningkat serta kenaikan investasi khusus yang berasal dari Danantara,” kata Destry.

Sinergitas tersebut menjadi fondasi penting untuk memastikan akselerasi investasi berlangsung kredibel, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus membawa Indonesia semakin dekat pada target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.

Penindakan OPM di Yahukimo Dukung Kondusivitas dan Keamanan Warga

YAHUKIMO, Papua Pegunungan — Aparat gabungan TNI-Polri terus memperkuat upaya menjaga keamanan masyarakat di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, melalui penegakan hukum terhadap OPM yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan. Penindakan dilakukan di Distrik Dekai setelah aparat menghadapi gangguan tembakan ketika menjalankan upaya penangkapan, Selasa (1/9/2026).

Peristiwa tersebut berlangsung di sekitar Kantor KPU lama, Jalan Miyaro. Berdasarkan informasi hasil penyidikan, aparat menduga terdapat anggota pasukan Batalyon Eden Sawi yang berkumpul di sebuah rumah persinggahan. Personel kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 16.35 WIT untuk melakukan tindakan penegakan hukum.

Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan bahwa aparat telah memberikan peringatan sebelum tindakan dilakukan. Namun, situasi berkembang menjadi kontak tembak setelah OPM diduga melepaskan tembakan kepada personel.

“Penangkapan itu dilakukan oleh tim di kawasan kantor KPU lama, Jalan Miyaro, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, namun kelompok tersebut melakukan penembakan sehingga terjadi baku tembak,” kata Yusuf Sutejo.

Dalam kejadian tersebut, empat anggota OPM dilaporkan tewas. Seluruh jenazah telah dievakuasi ke RSUD Dekai untuk menjalani pemeriksaan serta proses identifikasi. Tiga jenazah telah diketahui berinisial EH alias E, YK alias LY, dan M, sementara satu lainnya masih dalam proses identifikasi.

Selain itu, aparat mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi. Barang bukti tersebut berupa satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 11 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, serta tiga unit telepon seluler.

Enam orang berinisial BK, PM, DH, NJK, PA, dan AS juga diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Aparat masih mendalami identitas, aktivitas, peran, serta kemungkinan keterkaitan masing-masing dengan aktivitas OPM.

Penindakan tersebut juga berkaitan dengan proses penegakan hukum terhadap sejumlah perkara yang diduga melibatkan OPM, termasuk kasus dugaan pembunuhan Yonathan Arruan dan Asri Obet pada 30 April 2023 serta dugaan penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru di Distrik Anggruk pada Maret 2025.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa tindakan aparat merupakan bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus perlindungan terhadap masyarakat.

“Penindakan ini merupakan bagian dari penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana dan mengancam keamanan masyarakat. Tetap dikedepankan tindakan yang terukur serta sesuai dengan ketentuan hukum,” tegas Faizal Ramadhani.

Aparat gabungan TNI-Polri kini melanjutkan pemantauan dan pendalaman situasi keamanan di Yahukimo. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta memastikan informasi yang beredar telah terverifikasi agar kondisi keamanan dan aktivitas warga tetap berjalan kondusif. (*)

Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan EEF 2026, Buka Peluang Perluasan Investasi Rusia di Indonesia

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia.

Kehadiran Presiden dalam forum ekonomi tahunan itu menjadi momentum untuk memperkuat hubungan ekonomi sekaligus membuka peluang perluasan investasi Rusia di Indonesia.

Penasihat Kebijakan Luar Negeri, Kremlin Yury Ushakov, menyampaikan Prabowo akan hadir bersama sejumlah pemimpin dan pejabat negara dalam sesi pleno EEF.

Di antaranya Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri Tiongkok Ding Xuexiang.

“Presiden Indonesia, Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Ding Xuexiang akan menghadiri sesi pleno EEF,” kata Ushakov.

Ushakov juga menegaskan posisi khusus Prabowo dalam penyelenggaraan EEF tahun ini. Presiden Indonesia diundang langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai tamu kehormatan utama.

“Pada kesempatan kali ini, Presiden Indonesia Bapak Subianto akan menjadi tamu utama dalam Eastern Economic Forum ke-11,” ujar Ushakov.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan undangan Putin mencerminkan eratnya hubungan Indonesia dan Rusia yang terus diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin.

Menurutnya, kehadiran Prabowo juga menunjukkan semakin strategisnya posisi Indonesia di kawasan Asia-Pasifik dan dunia.

“Ini kali kedua Presiden Prabowo dipercaya menjadi tamu kehormatan dalam forum ekonomi internasional yang diselenggarakan oleh Rusia, setelah sebelumnya pada tahun lalu hadir dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF),” kata Teddy.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengatakan Prabowo juga berpeluang melakukan pertemuan bilateral dengan Putin pada 3 September. Pertemuan itu diharapkan dapat membahas implementasi berbagai kesepakatan kerja sama agar menghasilkan manfaat nyata bagi kedua negara.

“Pak Prabowo akan menjadi tamu utama, jadi tentu saja kami berharap akan ada pembicaraan bilateral. Pertemuan antara para pemimpin kita juga sudah menjadi agenda rutin, jika saya tidak keliru ini akan menjadi pertemuan kelima dalam kurun waktu dua tahun,” ujar Tolchenov.

Tolchenov turut berharap keterlibatan dunia usaha Indonesia dalam EEF dapat memperluas peluang kerja sama bisnis. Kadin Indonesia disebut akan mengirimkan delegasi besar untuk mengikuti pertemuan dan diskusi business-to-business.

Presiden Putin sebelumnya menyampaikan harapan agar EEF menghasilkan solusi efektif yang mampu menciptakan peluang baru bagi dunia usaha dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.