Presiden Perkuat Hilirisasi Riset untuk Energi, Pangan, dan Ekonomi

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memperkuat arah hilirisasi riset nasional agar hasil penelitian dapat memberikan dampak langsung bagi kebutuhan masyarakat, ketahanan pangan, energi, kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi. Pemerintah mendorong agar inovasi yang dihasilkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat diproduksi secara massal dan dikembangkan menjadi solusi atas berbagai persoalan strategis nasional.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sejak awal menjadi salah satu perhatian utama Presiden Prabowo. Karena itu, pemerintah terus melakukan konsolidasi riset dengan kementerian dan lembaga terkait agar arah penelitian semakin tajam dan berorientasi pada kebutuhan bangsa.

“Tujuannya hanya satu, yaitu mengonsolidasikan dan menajamkan riset kita dengan tujuan untuk menghasilkan riset-riset yang langsung berdampak dan bisa menyelesaikan problem-problem yang dihadapi bangsa kita,” ujar Prasetyo.

Perhatian Presiden terhadap sektor riset juga ditunjukkan melalui penambahan anggaran penelitian sebesar Rp4 triliun. Kepala BRIN Arif Satria mengatakan tambahan pendanaan tersebut diarahkan untuk mempercepat pengembangan dan hilirisasi berbagai inovasi nasional.

“Beliau sudah memberikan policy akan ada tambahan Rp4 triliun dana riset. Saat ini antara Mendikti Saintek dan BRIN sedang menyusun proposal dan proporsinya sedang diatur,” kata Arif.

BRIN sendiri mengajukan tambahan sekitar Rp1 triliun untuk mendorong hilirisasi hasil penelitian yang telah dipaparkan kepada Presiden.

Sejumlah inovasi yang mendapat perhatian antara lain pengembangan benih unggul padi dan bawang dengan produktivitas tinggi, teknologi desalinasi dan pengolahan air, obat-obatan berbiaya murah, vaksin, pengelolaan sampah, hingga pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

Di sektor energi, teknologi Absorbed Natural Gas (ANG) berbasis Metal Organic Framework juga dinilai memiliki potensi besar. Teknologi tersebut memungkinkan penyimpanan gas alam dengan kapasitas lebih besar pada tekanan rendah sehingga berpeluang menjadi alternatif terhadap LPG impor.

“Kalau biasanya orang menggunakan tabung LPG 3 kilogram dalam waktu 10 hari, dengan menggunakan ANG yang dimiliki BRIN ini bisa menjadi 15 hari. Itu efisiensi yang sangat bagus sekali,” ujar Arif.

Jika berhasil dikomersialisasikan, inovasi tersebut diperkirakan mampu menghemat devisa hingga Rp26 triliun per tahun.

Prasetyo menambahkan, Presiden meminta setiap hasil penelitian dihitung nilai keekonomian dan kapasitas produksinya agar dapat dikembangkan dalam skala besar.

“Kalau kita bicara penelitian, pada ujungnya harus ada kemampuan untuk memproduksi dalam jumlah yang cukup besar karena memang yang kita perlukan jumlahnya cukup banyak,” katanya.

Melalui penguatan pendanaan dan hilirisasi riset, pemerintah berharap inovasi nasional semakin mampu menopang kemandirian energi, memperkuat ketahanan pangan, menciptakan produk bernilai tambah, sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Jelang HUT RI, Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo Capai 79,3 Persen

Jakarta – Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,3 persen. Capaian tersebut menunjukkan tingginya apresiasi publik terhadap berbagai kebijakan pemerintah sepanjang semester I 2026 yang dinilai memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI), Novriansyah, mengatakan hasil survei menunjukkan masyarakat memberikan penilaian positif terhadap sejumlah agenda prioritas pemerintah, khususnya stabilitas harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, pembangunan sektor pertanian, serta program sosial.

“Berdasarkan hasil survei kami, masyarakat menilai berbagai kebijakan pemerintah selama semester I 2026 telah memberikan dampak positif. Komitmen pemberantasan korupsi, perhatian terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani, keberhasilan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta berbagai program sosial pemerintah menjadi faktor utama yang membentuk tingkat kepuasan publik,” ujar Novriansyah di Jakarta.

Stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi aspek dengan tingkat kepuasan tertinggi, yakni 85,8 persen. Sementara kepuasan terhadap kemampuan pemerintah menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok mencapai 84,7 persen. Kebijakan pemberantasan korupsi juga mendapat apresiasi dengan tingkat kepuasan 83,2 persen.

Pada sektor pertanian, sebanyak 78,4 persen responden menyatakan puas terhadap kebijakan pemerintah dalam memperbaiki tata kelola pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Sementara itu, program sosial pemerintah memperoleh tingkat kepuasan 82,1 persen.

“Pada sektor pertanian, sebanyak 78,4 persen responden menyatakan puas terhadap kebijakan pemerintah dalam memperbaiki tata kelola pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” tuturnya.

Survei juga mencatat 80,2 persen responden menilai pemerintah mampu menjaga persatuan nasional dan stabilitas politik. Perhatian Presiden terhadap berbagai kesulitan masyarakat memperoleh kepuasan 76,8 persen.

Di bidang pemberantasan korupsi, 69,9 persen responden menilai kondisinya berada dalam kategori baik atau sangat baik. Sebanyak 60,2 persen responden juga berpandangan pemerintah berhasil menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran.

Novriansyah menilai capaian tersebut menjadi modal positif bagi pemerintah untuk melanjutkan pembangunan nasional. Momentum HUT ke-81 RI dapat menjadi penguat optimisme publik terhadap keberlanjutan pembangunan, peningkatan kesejahteraan, dan persatuan nasional.

Survei LKPI dilaksanakan pada 18–28 Juli 2026 terhadap 1.557 responden di seluruh Indonesia dengan metode multistage random sampling dan margin of error sekitar 2,47 persen.

Menjelang HUT ke-81 RI, Masyarakat Diimbau Waspadai Hoaks soal Demo

Jakarta – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, masyarakat diimbau lebih waspada terhadap berbagai informasi mengenai demonstrasi yang beredar di media sosial. Informasi yang belum terverifikasi dikhawatirkan memicu keresahan hingga mengganggu suasana kondusif.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap narasi yang beredar, khususnya informasi yang mengarah pada aksi demonstrasi dan kerusuhan sepanjang Agustus 2026.

Menurut Agus, informasi yang belum memiliki kepastian kebenaran belakangan beredar cukup masif. Bahkan, sejumlah konten yang beredar di media sosial membawa-bawa nama institusi TNI.

“Ya banyak ya, tentang TNI dan sebagainya. Jadi berita itu kan beredar sangat masif dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata Jenderal Agus

Karena itu, Agus meminta masyarakat melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum mempercayai maupun menyebarluaskan informasi. Sikap kritis diperlukan agar masyarakat tidak ikut menyebarkan kabar yang ternyata tidak sesuai fakta.

“Jadi sekali lagi saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan hal serupa. Dirinya mengajak masyarakat dan media massa bersama-sama menangkal hoaks serta disinformasi yang muncul menjelang HUT ke-81 RI.

Meutya menyoroti beredarnya video demonstrasi yang ternyata merupakan rekaman lama, hasil penyuntingan, atau ditempatkan dalam konteks yang keliru.

“Teman-teman media silakan meliput dan memberitakan yang benar dengan cepat agar tidak memberi ruang kepada disinformasi yang masuk,” ujar Meutya Hafid.

Dia menekankan pentingnya peran media dalam menghadirkan informasi faktual dan berimbang. Masyarakat juga diminta tidak sembarangan mempercayai poster atau ajakan demonstrasi yang tidak jelas sumbernya.

“Informasi yang benar adalah tanggung jawab bersama. Media memiliki peran penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan fakta, bukan informasi yang sengaja dibuat untuk menimbulkan ketakutan,” ujarnya.

Dengan semakin cepatnya penyebaran informasi di ruang digital, masyarakat diharapkan mengedepankan verifikasi sebelum membagikan setiap konten, terutama informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.**

Sambut Kemerdekaan, Masyarakat Diajak Perkuat Persatuan dan Tolak Provokasi

Jakarta – Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat diajak bersama-sama menjaga persatuan, kerukunan, dan situasi yang kondusif. Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terkonfirmasi atau berbagai narasi yang berpotensi memicu perpecahan di tengah suasana perayaan kemerdekaan.

Ajakan tersebut menjadi bagian dari semangat Bulan Kemerdekaan 2026 yang disiapkan Kementerian Sekretariat Negara. Dengan mengangkat tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan diarahkan untuk memperkuat kebersamaan serta membangun partisipasi masyarakat dalam menyambut HUT ke-81 RI.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan kemerdekaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkokoh semangat kebangsaan dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Juri, tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” merefleksikan semangat kebangsaan sekaligus upaya nyata pemerintah dalam mewujudkan cita-cita Indonesia. “Tahun ini, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI mengusung tema ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’. Tema ini menggambarkan semangat dan kerja nyata pemerintah mewujudkan cita-cita kebangsaan kita,” kata Juri di Jakarta.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menegaskan bahwa menjaga keamanan Jakarta merupakan bagian dari menjaga Indonesia.

“Menjaga Jakarta berarti menjaga Indonesia. Melalui semangat kebangsaan, kita bangun kekuatan bersama antara unsur pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta persatuan,” ujarnya.

Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi turut mengingatkan pentingnya stabilitas ibu kota. “Jakarta adalah wajah Indonesia. Ketika Jakarta aman, Indonesia semakin kuat,” ujarnya.

Dalam apel tersebut, masyarakat membacakan Deklarasi Jaga Jakarta untuk Indonesia yang memuat komitmen menolak provokasi, intoleransi, kekerasan, dan perpecahan serta memperkuat gotong royong.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengajak masyarakat terus menjaga kedamaian dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Apel Kebangsaan ini menjadi momentum memperkuat persatuan, sinergitas, dan kebersamaan lintas suku maupun agama. Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga Jakarta tetap damai dan kondusif,” ujarnya.

Menjelang 17 Agustus, masyarakat diharapkan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, memasang Bendera Merah Putih, mempererat silaturahmi, serta menjaga lingkungan tetap aman dan tertib. Perbedaan pandangan hendaknya tidak menjadi alasan mengorbankan persatuan. Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, HUT ke-81 RI diharapkan berlangsung aman, damai, dan penuh sukacita.

Jelang HUT RI, Prabowo Paparkan Capaian Pemerintah: Revenue Danantara Naik 400%

Jakarta – Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Capaian tersebut mencakup ketahanan pangan, stabilitas energi, pembangunan infrastruktur desa, hingga peningkatan pendapatan Danantara.

Presiden Prabowo menilai berbagai capaian tersebut menjadi modal penting Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global. Ia menyebut kinerja pemerintah selama dua tahun terakhir menunjukkan hasil yang positif.

“Terus terang saja, saya dua tahun ini kita baru berprestasi. Tapi, saya kira dua tahun boleh lah kita, ya. Rapor kita oke menurut saya, ya,” ujar Prabowo.

Di sektor pangan, pemerintah terus mendorong terwujudnya swasembada sekaligus memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman di tengah ancaman krisis global.

“Swasembada, swasembada pangan nyata. Periksa gudang semua. Kita siap. Ancaman di dunia, kita siap. Swasembada pangan, kita menuju dan kita lebih kuat dari banyak negara lain saudara-saudara,” tegasnya.

Prabowo juga menyoroti stabilitas energi, termasuk kemampuan pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi di tengah gejolak ekonomi dunia. Selain itu, pembangunan infrastruktur desa terus dipercepat. Pemerintah kini mendekati pembangunan 2.500 jembatan di berbagai desa.

Pada sektor investasi, Prabowo menyampaikan bahwa pendapatan Danantara berdasarkan laporan yang diterimanya meningkat sekitar 400 persen dalam satu tahun operasional. Meski demikian, ia menekankan angka tersebut masih harus melalui proses audit dan verifikasi.

“Kita juga tadi disinggung, dalam satu tahun beroperasi Danantara kita, saya dapat laporan bahwa revenue, penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen saudara-saudara, kurang lebih,” ungkapnya.

Sejalan dengan penguatan ekonomi nasional, BRI turut memperluas inklusi keuangan melalui BRILink Agen yang menjadi ujung tombak layanan keuangan masyarakat hingga pelosok daerah.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan BRILink Agen dikembangkan dengan konsep sharing economy untuk memberdayakan warung, kios pasar, dan pelaku usaha ultra mikro.

“Pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, BRI memaknai kemerdekaan sebagai kesempatan yang setara bagi setiap masyarakat untuk tumbuh dan berkembang, tanpa dibatasi letak geografis,” kata Akhmad dalam keterangan, Selasa (11/8/2026).

BRILink Agen kini berkembang menjadi pusat layanan komunitas yang menyediakan berbagai kebutuhan transaksi, mulai pembayaran tagihan, pembelian pulsa, layanan asuransi hingga referensi pinjaman. Melalui pendampingan dan edukasi berkelanjutan, BRI mendorong agen semakin mandiri sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi BRI dalam memperkokoh ketahanan ekonomi nasional dan memastikan manfaat pembangunan serta akses layanan keuangan semakin merata di seluruh Indonesia.

Jelang HUT RI, Pemerintah Pastikan Ruang Digital Aman dan Kondusif

Jakarta – Pemerintah memastikan stabilitas keamanan nasional tetap terkendali menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Upaya menjaga kondisi tersebut juga dilakukan di ruang digital yang dinilai berperan penting dalam membentuk situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan pemerintah bersama aparat keamanan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk memastikan rangkaian peringatan kemerdekaan berlangsung aman dan tertib.

“Sampai saat ini pemerintah menegaskan bahwa stabilitas keamanan nasional dalam kondisi yang mantap dan terkendali,” kata Qodari.

Dia menegaskan tidak terdapat peningkatan ancaman keamanan. Menurutnya, pengamanan yang terlihat di sejumlah ruang publik merupakan bagian dari mitigasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama momentum HUT RI.

“Berbagai langkah pengamanan yang dilakukan di ruang publik merupakan bagian dari upaya mitigasi dan manajemen risiko yang lazim diterapkan untuk melindungi masyarakat, bukan serta-merta mencerminkan adanya peningkatan ancaman keamanan,” bebernya.

Qodari juga meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitas secara normal dan merujuk informasi dari sumber resmi. Pemerintah, kata dia, akan terus menyampaikan perkembangan situasi secara terbuka.

“Pemerintah akan terus menyampaikan informasi secara terbuka, cepat, dan berbasis fakta,” tegasnya.

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat juga diminta tidak terburu-buru mempercayai konten yang beredar di media sosial. Pemeriksaan terhadap sumber, waktu, dan konteks informasi menjadi penting sebelum sebuah kabar dibagikan kembali.

“Penting bagi kita semua untuk selalu memeriksa sumber, waktu, dan konteks suatu informasi sebelum menyimpulkan atau menyebarkannya. Ruang digital yang sehat merupakan tanggung jawab bersama,” kata Qodari.

Sebelumnya, Menko Polkam Djamari Chaniago menyatakan pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap dinamika ruang digital. Penanganan hukum akan dilakukan apabila ditemukan konten yang masuk kategori pelanggaran pidana.

“Aparat penegak hukum akan mengambil tindakan yang terukur untuk menangani penyebaran konten tersebut,” kata Menko Djamari.

Pemerintah tetap menghormati kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat sesuai konstitusi. Namun, pelaksanaannya diharapkan berlangsung damai, tertib, dan mengikuti ketentuan hukum.

Menjelang HUT ke-81 RI, masyarakat pun diajak menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, serta menggunakan ruang digital secara bijak agar suasana kemerdekaan tetap aman dan kondusif. *

Sambut HUT ke-81 RI dengan Gembira, Masyarakat Diajak Utamakan Dialog

Jakarta – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 diharapkan menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan, persatuan, dan suasana yang kondusif.

Di tengah berbagai dinamika sosial dan aspirasi masyarakat, penyampaian pendapat secara damai serta penguatan dialog dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga suasana bulan kemerdekaan tetap aman dan positif.

Sikap tersebut salah satunya ditunjukkan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Presiden KSPI Said Iqbal memastikan kelompok buruh tidak akan menggelar aksi unjuk rasa besar maupun mogok kerja sepanjang Agustus hingga September 2026.

“Untuk mempertegas posisi menyikapi isu-isu yang menyatakan ada potensi aksi besar kaum buruh, itu tidak benar. Atau ada isu-isu yang menyatakan ada potensi kerusuhan. Aksi di bulan Agustus hingga September 2026 itu juga tidak benar,” katanya.

Said menjelaskan kalangan buruh memilih mengedepankan dialog dengan pemerintah dan DPR dalam membahas sejumlah agenda ketenagakerjaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperjuangkan kepentingan pekerja melalui komunikasi dan pembahasan kebijakan.

Semangat serupa terlihat dalam pertemuan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Kapolri mendengarkan aspirasi buruh terkait RUU Ketenagakerjaan.

“Dan tentunya saya akan membantu juga untuk menjadi jembatan untuk menyampaikan terkait dengan poin-poin yang kemudian kita harapkan ini bisa diselesaikan oleh rekan-rekan buruh bersama-sama dengan tim yang ada di DPR,” ujar Kapolri.

Sigit menegaskan aspirasi buruh akan ditampung dan diperjuangkan melalui proses diplomasi maupun dialog sehingga berbagai persoalan dapat dibahas secara terbuka dan konstruktif.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengingatkan masyarakat agar bijak menyikapi informasi di media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi.

“Jadi sekali lagi saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ucapnya.

Agus menilai penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan belakangan berlangsung cukup masif sehingga masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil sikap ataupun menyebarkannya.

Momentum HUT ke-81 RI diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan melalui berbagai kegiatan positif, serta menyelesaikan berbagai perbedaan melalui cara-cara yang damai dan konstruktif.

Rayakan HUT ke-81 RI dengan Gembira, Masyarakat Diminta Waspadai Provokasi Demo Anarkis

Jakarta – Pemerintah mengajak masyarakat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dengan riang gembira dan menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang kebersamaan.

Di tengah tingginya antusiasme publik, masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap informasi bohong dan provokasi di media sosial yang berpotensi mengganggu suasana perayaan.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan pemerintah ingin perayaan kemerdekaan lebih dekat dengan masyarakat. Partisipasi warga dibuka seluas-luasnya dalam berbagai rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI.

“Kita ingin bulan kemerdekaan menjadi ruang perayaan milik kita semua. Sebuah ruang partisipasi publik yang benar-benar terbuka dan inklusif,” kata Qodari.

Semangat tersebut terlihat dari berbagai agenda yang melibatkan masyarakat, mulai dari pemilihan logo resmi hingga Pesta Rakyat di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran Hotel Indonesia. Kegiatan akan diisi hiburan, perlombaan tradisional, pertunjukan, serta pembagian makanan gratis.

“Kita pastikan perayaan kemerdekaan ini benar-benar hidup dan menjadi milik seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali,” ujar Qodari.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari tingginya minat mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan sekitar 336.000 orang mendaftar secara daring dalam empat hari, jauh melampaui kapasitas awal sekitar 5.500 kursi.

Melihat tingginya minat tersebut, Istana memutuskan menambah sekitar 3.400 kursi serta menyiapkan fasilitas tambahan di luar pagar Istana bagi masyarakat yang ingin menyaksikan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi.

“Ya, pasti ada perbedaan ya. Kalau masalah kejutannya, ya ditunggu nanti. Namanya juga kejutan,” kata Prasetyo Hadi.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang beredar di media sosial, terutama narasi yang belum terverifikasi dan mengarah pada demonstrasi hingga kerusuhan selama Agustus 2026.

Masyarakat diminta lebih bijak menyikapi setiap informasi serta memastikan kebenarannya sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kepada pihak lain.

“Jadi sekali lagi saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ucap Agus.

HUT ke-81 RI, Pemerintah Hadir Menjamin Kemerdekaan Dirayakan dengan Aman

Oleh: Wandi Abdullah*

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa kebangsaan, persatuan, dan optimisme masyarakat terhadap masa depan Indonesia. Di tengah dinamika nasional yang terus berkembang, Pemerintah memastikan seluruh rangkaian perayaan kemerdekaan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kesiapan tersebut memperlihatkan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman sekaligus memastikan masyarakat dapat merayakan hari bersejarah bangsa dengan penuh kegembiraan.

Jaminan keamanan menjelang HUT ke-81 RI menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mempersiapkan aspek seremonial, tetapi juga memperkuat koordinasi nasional untuk menjaga stabilitas. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago bersama Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN telah menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menjaga keamanan nasional. Keterlibatan berbagai institusi tersebut menjadi bukti bahwa negara memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi gangguan sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan perayaan kemerdekaan dengan tenang.

Pengamanan yang disiapkan pemerintah juga memperlihatkan perubahan pendekatan yang semakin mengedepankan pencegahan dan koordinasi. Aparat keamanan bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah melakukan langkah antisipatif untuk memastikan berbagai kegiatan masyarakat berjalan sesuai ketentuan. Dengan koordinasi yang terstruktur, potensi gangguan dapat diidentifikasi lebih awal dan ditangani secara terukur. Pola ini penting karena perayaan HUT RI berlangsung secara luas, mulai dari tingkat pusat hingga lingkungan masyarakat di berbagai daerah.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan kesiapan Polri untuk bekerja bersama seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam memastikan rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI berjalan aman. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa keamanan perayaan kemerdekaan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bekerja sendiri, melainkan membangun kolaborasi dengan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat agar suasana perayaan dapat berlangsung secara tertib dan penuh semangat persatuan.

Kehadiran aparat keamanan dalam momentum kemerdekaan juga perlu dipahami sebagai bentuk pelayanan negara kepada masyarakat. Pengamanan bukan dimaksudkan untuk membatasi kegembiraan masyarakat, melainkan memastikan setiap warga dapat mengikuti kegiatan kemerdekaan secara nyaman. Upacara bendera, perlombaan rakyat, kegiatan budaya, kegiatan sosial, hingga berbagai aktivitas di ruang publik merupakan ekspresi kebangsaan yang perlu mendapatkan jaminan keamanan.

Pemerintah juga menunjukkan komitmen untuk menjaga ruang demokrasi tetap terbuka. Masyarakat tetap memiliki hak menyampaikan kritik dan aspirasi secara damai sesuai dengan ketentuan hukum. Namun, kebebasan berpendapat perlu berjalan bersama tanggung jawab menjaga ketertiban. Pemerintah memberikan batas yang jelas terhadap tindakan anarkistis, pengrusakan, pembakaran, maupun tindakan lain yang dapat merugikan masyarakat dan mengganggu kepentingan umum. Sikap tersebut menunjukkan keseimbangan antara penghormatan terhadap demokrasi dan ketegasan dalam menjaga keamanan nasional.

Aspek lain yang mendapat perhatian adalah keamanan ruang digital. Menjelang peringatan HUT ke-81 RI, pemerintah mengantisipasi penyebaran hoaks, disinformasi, fitnah, dan konten kebencian yang dapat menimbulkan keresahan. Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan bahwa pemerintah bersama aparat penegak hukum akan mengambil langkah sesuai ketentuan apabila ditemukan konten yang memenuhi unsur tindak pidana. Upaya ini penting untuk menciptakan ruang informasi yang sehat sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak mudah dipengaruhi narasi yang dapat memecah persatuan.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang beredar di media sosial, terutama narasi yang mengarah pada demonstrasi hingga kerusuhan sepanjang Agustus 2026. Pihaknya meminta masyarakat lebih bijak menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial dan memastikan kebenarannya sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Komitmen menjaga keamanan juga mencakup Papua. Pemerintah memastikan peningkatan kualitas pengamanan melalui sinergi TNI dan Polri dengan fokus memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil, termasuk Orang Asli Papua. Patroli aktif, kesiapsiagaan personel, dan koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian dari langkah pencegahan untuk mengantisipasi potensi konflik sosial. Kehadiran negara dalam menjaga keamanan di Papua sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan kondisi yang mendukung keberlanjutan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Stabilitas keamanan pada akhirnya memiliki hubungan erat dengan keberhasilan pembangunan nasional. Lingkungan yang aman memungkinkan masyarakat bekerja, berusaha, belajar, dan menjalankan berbagai aktivitas sosial secara optimal. Karena itu, keberhasilan pemerintah menjaga keamanan HUT ke-81 RI bukan hanya tentang kelancaran sebuah perayaan, melainkan juga mencerminkan kemampuan negara menciptakan ruang yang kondusif bagi kehidupan masyarakat dan pembangunan.

Hal ini semakin menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Perayaan HUT ke-81 RI harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menghargai keberagaman, serta meneguhkan komitmen bersama terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan kesiapan pemerintah, sinergi TNI-Polri dan kementerian/lembaga, dukungan pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat, HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan berlangsung aman, tertib, dan penuh kegembiraan. Keamanan yang terjaga akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan secara bebas dan positif. Pada momentum 17 Agustus 2026, seluruh elemen bangsa perlu menjadikan persatuan sebagai kekuatan utama, menjaga ketertiban sebagai tanggung jawab bersama, dan mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

*Penulis merupakan Pengamat Kebijakan Publik

HUT RI ke-81, Ruang Gembira yang Harus Kita Jaga Bersama

Oleh: Binnar Majatharo *)

Setiap bulan Agustus, Indonesia memiliki suasana yang khas. Bendera merah putih bermunculan di gang-gang kecil, perlombaan sederhana digelar di kampung, anak-anak berlari membawa hadiah, dan masyarakat berkumpul dalam suasana yang lebih cair. Peringatan kemerdekaan, pada dasarnya, bukan sekadar seremoni kenegaraan. Ia adalah ruang sosial tempat bangsa ini mengingat bahwa kita dibentuk oleh pengalaman bersama, luka bersama, dan harapan bersama.

Karena itu, menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia, ketenangan sosial menjadi sesuatu yang patut dijaga. Bukan karena masyarakat harus berhenti kritis, melainkan karena kritik dan kegembiraan kebangsaan tidak harus saling meniadakan. Demokrasi memberi ruang bagi perbedaan pandangan, tetapi demokrasi juga membutuhkan tanggung jawab agar perbedaan itu tidak berubah menjadi provokasi, kekerasan, atau ketakutan yang justru merugikan masyarakat luas.

Ketua Bidang Organisasi Serumpun Syarikat Islam, Muhammad Nur Ohoitenan, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada narasi, berita, maupun flyer ajakan kerusuhan yang belum terverifikasi. Menurutnya, masyarakat perlu tetap tenang, kritis, dan memastikan kebenaran informasi sebelum meneruskannya. Pesan ini penting, sebab di era media sosial, keresahan dapat menyebar jauh lebih cepat daripada fakta.

Dampaknya tidak berhenti pada psikologi publik. Muhammad Nur Ohoitenan juga mengingatkan bahwa persepsi ketidakstabilan dapat memengaruhi aktivitas ekonomi. Ketika masyarakat takut, konsumsi dapat tertahan. Pelaku usaha memilih menunggu. Sektor perdagangan, UMKM, transportasi, pariwisata, bahkan investasi dapat ikut terdampak. Dengan kata lain, sebuah rumor yang tidak benar dapat memiliki konsekuensi nyata.

Dari sudut pandang sosiologi, masyarakat hidup bukan hanya dari aturan formal, tetapi juga dari kepercayaan. Ketika kepercayaan sosial terganggu oleh disinformasi dan provokasi, ruang publik menjadi rapuh. Sebaliknya, ketika masyarakat mampu memilah informasi dan menahan diri dari reaksi berlebihan, kohesi sosial akan menguat.

Pemerintah sendiri menunjukkan keinginan agar perayaan kemerdekaan tahun ini benar-benar dekat dengan rakyat. Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut Istana menyiapkan kejutan dan sejumlah konsep berbeda untuk perayaan HUT ke-81 RI, agar masyarakat dapat menyaksikan upacara dengan lebih nyaman. Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, telah menegaskan bahwa bulan kemerdekaan ingin dijadikan ruang partisipasi publik yang terbuka dan inklusif. Pemerintah tidak ingin HUT RI hanya menjadi seremoni elite, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat.

Semangat itu diterjemahkan melalui berbagai kegiatan publik, termasuk Pesta Rakyat di kawasan Monas dan Bundaran Hotel Indonesia, perlombaan tradisional, pertunjukan hiburan, hingga penyediaan makanan gratis. Pemerintah mendorong masyarakat menyemarakkan bulan kemerdekaan di lingkungannya masing-masing melalui kegiatan yang memperkuat kebersamaan, kreativitas generasi muda, ekonomi lokal, dan kepedulian sosial.

Dalam perspektif kebijakan publik, pendekatan semacam ini penting karena perayaan nasional tidak hanya memiliki fungsi simbolik. Ia juga memiliki fungsi sosial dan ekonomi. Ketika masyarakat berkumpul dalam suasana aman, ekonomi lokal bergerak, interaksi sosial meningkat, dan rasa memiliki terhadap komunitas tumbuh kembali.

Di tengah berbagai isu mengenai potensi aksi unjuk rasa dan narasi kerusuhan, pemerintah juga telah memberikan kepastian bahwa situasi politik dan keamanan nasional tetap dijaga. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa masyarakat tetap memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat dan kritik. Bahkan, kritik disebut penting bagi jalannya pemerintahan. Namun pemerintah juga menegaskan batas yang jelas terhadap tindakan anarkistis, perusakan, maupun pembakaran fasilitas publik. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap informasi provokatif di media sosial yang berpotensi memicu demonstrasi dan kerusuhan selama Agustus 2026, serta memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

Posisi ini penting untuk dipahami secara proporsional. Hak menyampaikan pendapat adalah bagian dari demokrasi, tetapi hak tersebut tidak berdiri sendiri. Ia selalu berdampingan dengan hak masyarakat lain untuk bekerja, berdagang, bepergian, beribadah, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan aman. Karena itu, ajakan untuk menjaga ketenangan menjelang HUT RI bukanlah ajakan untuk membungkam kritik. Justru sebaliknya, kritik yang dilakukan secara damai dan bertanggung jawab akan memiliki legitimasi moral yang lebih kuat dibanding aksi yang berubah menjadi kekerasan dan merugikan warga.

Secara filosofis, kemerdekaan bukan hanya kebebasan untuk berbicara, tetapi juga kemampuan menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab. Bangsa yang dewasa bukan bangsa yang selalu sepakat, melainkan bangsa yang mampu berbeda tanpa saling menghancurkan. Momentum HUT ke-81 RI seharusnya menjadi ruang untuk mengingat kembali hal sederhana itu. Kita boleh berbeda pandangan politik. Kita boleh berbeda penilaian terhadap kebijakan pemerintah. Tetapi kita tetap berbagi ruang hidup yang sama, nasib ekonomi yang saling terkait, dan masa depan kebangsaan yang sama.

Karena itu, menjaga Indonesia pada bulan kemerdekaan tidak memerlukan tindakan yang rumit. Cukup dengan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas, tidak mudah terpancing provokasi, menghormati hak orang lain, serta ikut menciptakan suasana yang aman dan gembira di lingkungan masing-masing. Perayaan kemerdekaan akan kehilangan maknanya jika dipenuhi ketakutan. Sebaliknya, ketika masyarakat dapat merayakannya dengan tenang, tertib, dan penuh kegembiraan, kita sedang menunjukkan bentuk kemerdekaan yang paling nyata: kemampuan hidup bersama dalam perbedaan tanpa kehilangan persaudaraan.

*) Pemerhati Kebijakan Publik