Kemkomdigi Serukan Peran Aktif Semua Pihak untuk Berantas Judi Online

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam memberantas praktik judi online. Karena itu, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap Gerakan Judi Pasti Rugi yang melibatkan mitra driver Gojek sebagai agen edukasi bahaya judi online.

“Kami telah memblokir lebih dari 1 juta situs judi online, namun masalah ini belum usai. Pemerintah memiliki kewenangan, tetapi yang jauh lebih penting adalah dukungan ekosistem secara menyeluruh. Mengapresiasi langkah platform dan para stakeholder dalam Aliansi Judi Pasti Rugi yang mau bergerak bersama melawan judi online,” ujar Meutya.

Meutya juga mengajak para mitra driver Gojek yang dikenal dekat dengan masyarakat untuk menjadi agen perubahan.

“Kami ingin angka judi online turun signifikan. Kuncinya adalah memperkuat pemahaman masyarakat, dimulai dari lingkungan terdekat. Mitra driver Gojek diharapkan bisa bantu mengedukasi publik tentang bahaya judi online,” tambahnya.

Langkah ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam memerangi judi daring dengan menggandeng berbagai pihak demi menciptakan ekosistem digital yang sehat dan aman bagi masyarakat Indonesia.

Aliansi Judi Pasti Rugi ini mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memerangi judi online yang bukan hanya merugikan diri sendiri, namun juga menjudikan mimpi dan masa depan generasi bangsa.

Gerakan Judi Pasti Rugi dimulai dengan mitra driver Gojek. Dengan mobilitas tinggi dan interaksi langsung dengan masyarakat luas, mitra driver Gojek memiliki peran penting sebagai agen edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya aktivitas judi online di lingkungan sekitarnya.

Direktur Utama GoTo Patrick Walujo, menjelaskan pembentukan aliansi Judi Pasti Rugi merupakan kelanjutan dari komitmen GoPay dalam memberantas judi online lewat konten edukasi yang mudah dipahami dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Pemberantasan judi online memerlukan peran serta seluruh pihak. Karena itu, kami membentuk Aliansi Judi Pasti Rugi sebagai wadah dalam menyatukan kekuatan bersama untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya judi online. Gerakan ini turut melibatkan peran serta anggota keluarga terdekat untuk saling mengingatkan dan mencegah anggota keluarga lainnya agar tidak terjerumus judi,” katanya.

Adapun selain GoPay dan ekosistem GoTo seperti mitra driver Gojek, pihak-pihak yang tergabung di dalam aliansi Judi Pasti Rugi juga berasal dari berbagai institusi yakni Telkomsel, Google, TikTok dan berbagai media massa, serta didukung penuh oleh Kemkomdigi.

Sementara itu, Telkomsel turut bergabung dalam inisiatif aliansi Judi Pasti Rugi guna memperkuat upaya pemberantasan praktik judi online di Indonesia. Langkah ini selaras dengan kebijakan prioritas pemerintah melalui Kemkomdigi, sekaligus menjadi wujud kolaborasi lintas sektor dalam penciptaan nilai sinergi untuk ruang digital yang lebih aman dan inklusif.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Saki H. Bramono, mengatakan, Telkomsel terus berupaya menjalin kolaborasi strategis untuk mengakselerasi kemajuan masyarakat Indonesia, menuju hari yang lebih baik dan masa depan gemilang.

“Dengan bergabungnya Telkomsel di Aliansi Judi Pasti Rugi 2025, kami ingin menegaskan dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menutup akses dan memberantas situs ilegal judi daring,” ujarnya.

“Langkah ini sekaligus mewujudkan komitmen Telkomsel untuk melindungi pelanggan dari ancaman kejahatan siber, menguatkan sinergi bersama GoTo Group melalui GoPay, serta mendukung terwujudnya ekosistem digital yang lebih sehat, aman, dan berdampak positif bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.

Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Pengangkatan CASN dan PPPK

Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia mempercepat pengangkatan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun anggaran 2024 sebagai bagian dari upaya memperkuat birokrasi dan meningkatkan efektivitas pelayanan publik.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pengangkatan CPNS akan diselesaikan paling lambat pada Juni 2025, sementara PPPK tahap pertama dan kedua ditargetkan selesai pada Oktober 2025.

“Pengangkatan CASN dipercepat, yaitu CPNS diselesaikan paling lambat Juni 2025, sedangkan PPPK seluruhnya diselesaikan paling lambat Oktober 2025. Penyelesaian pengangkatan ini agar dilakukan sesuai kesiapan masing-masing kementerian, lembaga, dan pemda dalam memenuhi persyaratan yang ada,” jelas Prasetyo.

Ia menekankan bahwa percepatan ini tidak hanya soal membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga untuk memastikan pelayanan publik berjalan dengan lebih optimal dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat.

Prasetyo juga mengimbau agar seluruh instansi pemerintah menjaga nilai-nilai meritokrasi dalam pelaksanaan pengangkatan CASN.

Senada, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi menegaskan bahwa proses pengangkatan calon aparatur sipil negara (CASN) harus dilakukan dengan cermat dan tidak tergesa-gesa. Ia menekankan bahwa ASN merupakan tulang punggung bangsa yang berperan sebagai pelayan masyarakat.

“CASN itu kan pelayan publik, pelayan masyarakat. Jadi ‘backbone’-nya bangsa kita. Kalau mau jujur, orang (jabatan) politik seperti saya, itu lima tahun bisa hilang. Jangankan lima tahun, enam bulan, tiga bulan juga bisa hilang. Tapi ASN, dia akan berpuluh-puluh tahun di situ,” ujar Hasan.

Menurutnya, berbeda dengan jabatan politis seperti menteri atau kepala lembaga, ASN mengabdi dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan analisis jabatan untuk memastikan penempatan CASN sesuai kebutuhan.

Hasan menyampaikan bahwa pemerintah tengah mengkaji berbagai masukan dari masyarakat terkait pengangkatan CASN. Ia menegaskan bahwa langkah ini penting agar keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelayanan publik di berbagai instansi.

“Karena memang kemudian pemerintah punya rencana, tapi ada masukan-masukan dari masyarakat, nah ini harus dikaji, harus dirumuskan, harus dibuatkan simulasinya sesuai apa enggak dengan kebutuhan. Sesuai apa enggak dengan pelayanan publik nantinya. Ketika kita sudah ketemu formulasinya, kemudian baru bisa diumumkan,” jelasnya.

Pemerintah berkomitmen untuk memastikan pengangkatan CASN dilakukan secara tepat agar dapat mendukung efektivitas pelayanan publik dalam jangka panjang.

Mengapresiasi Tindakan Cepat Pemerintah Pulangkan Korban TPPO dari Myanmar

Oleh : Ary Nugraha )*

Sebanyak 400 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) eksploitasi online scam berhasil dipulangkan dari wilayah konflik Myawaddy, Myanmar, pada Senin (17/3/2025). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melindungi hak-hak dan keselamatan warganya, di mana langkah-langkah strategis serta koordinasi erat dengan berbagai pihak berperan besar dalam memastikan pemulangan yang lancar dan aman.

Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, menjelaskan bahwa para korban berhasil diseberangkan ke Kota Maesot, Thailand, melalui 2nd Friendship Bridge. Setelah melalui proses screening kesehatan dan National Referral Mechanism, mereka diberangkatkan melalui jalur darat selama sembilan jam menggunakan sembilan bus menuju Bandara Don Mueang Bangkok. Selanjutnya, mereka diterbangkan dengan pesawat carter menuju Tanah Air.

Dalam proses pemulangan ini, Rachmat Budiman, Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand, turut memimpin langsung koordinasi dengan berbagai pihak di Thailand. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh otoritas Thailand dan Myanmar yang memfasilitasi proses penyeberangan dan pemeriksaan administratif sehingga seluruh WNI dapat kembali ke Indonesia dengan aman dan tertib.

Pemerintah juga terus memperkuat langkah-langkah pencegahan untuk memastikan tidak ada lagi warga negara yang terjebak dalam jeratan TPPO. Kebijakan proaktif dalam memberantas perdagangan orang telah diterapkan secara menyeluruh, termasuk peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan modus operandi sindikat TPPO yang terus berkembang.

Salah satu bentuk komitmen tersebut terlihat dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanganan TPPO Tahun 2020-2024. Regulasi ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta lembaga terkait dalam menciptakan sistem perlindungan yang lebih efektif dan komprehensif.

Tak hanya itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) juga telah membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO. Gugus tugas ini berperan dalam mengoordinasikan berbagai langkah strategis untuk memberantas perdagangan orang serta memberikan perlindungan maksimal bagi korban yang telah berhasil diselamatkan.

Perhatian terhadap korban TPPO tidak berhenti setelah pemulangan. Kementerian Sosial, bersama dengan berbagai instansi terkait, terus memberikan pendampingan bagi para korban agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan baik. Upaya rehabilitasi dan reintegrasi sosial menjadi salah satu prioritas utama agar mereka dapat bangkit dan memperoleh kesempatan baru dalam kehidupan yang lebih baik.

Langkah-langkah preventif juga semakin diperkuat. Edukasi dan sosialisasi secara masif dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya TPPO. Peran aktif masyarakat dalam mengenali dan melaporkan indikasi perdagangan orang menjadi faktor penting dalam menekan angka kasus serupa di masa depan. Sosialisasi ini dilakukan melalui berbagai media, baik secara langsung melalui pertemuan dan seminar, maupun melalui platform digital yang menjangkau lebih banyak masyarakat.

Komitmen pemerintah dalam menangani TPPO semakin terlihat dengan adanya penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku. Aparat penegak hukum bekerja secara maksimal untuk mengusut tuntas kasus-kasus TPPO serta memastikan bahwa para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Dengan langkah ini, diharapkan muncul efek jera yang dapat mencegah kasus serupa terulang. Pemerintah juga memperkuat kerja sama internasional dalam menangani kejahatan lintas negara ini dengan berbagai negara sahabat dan organisasi internasional.

Keberhasilan pemulangan 400 WNI dari Myanmar ini menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam terus memperkuat kebijakan perlindungan warga negara. Dengan sinergi yang erat antara berbagai kementerian, lembaga, dan otoritas internasional, Indonesia semakin menunjukkan posisinya sebagai negara yang mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan setiap warganya. Ke depan, upaya ini akan semakin diperkuat dengan strategi diplomasi yang lebih agresif dalam menangani TPPO di tingkat global.

Optimisme semakin tinggi bahwa berbagai kebijakan yang telah diterapkan akan membawa perubahan positif dalam memberantas TPPO secara menyeluruh. Dengan terus mengedepankan kerja sama lintas sektor, edukasi yang berkelanjutan, serta penegakan hukum yang konsisten, perlindungan terhadap warga negara Indonesia di dalam maupun luar negeri akan semakin kuat. Selain itu, pelibatan sektor swasta dalam pencegahan TPPO juga menjadi salah satu langkah inovatif yang terus dikembangkan, terutama dalam hal transparansi rekrutmen tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja migran.

Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan efektivitas diplomasi dan kerja keras berbagai pihak, tetapi juga menjadi bukti bahwa negara selalu hadir untuk melindungi setiap warga negaranya. Langkah konkret yang telah dilakukan menunjukkan bahwa masa depan perlindungan WNI semakin cerah, dengan harapan bahwa kasus TPPO dapat terus ditekan dan akhirnya diberantas sepenuhnya.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, pemerintah berencana untuk meningkatkan kapasitas pusat-pusat rehabilitasi bagi korban TPPO di dalam negeri. Pusat-pusat ini akan dilengkapi dengan program pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi, sehingga para korban dapat lebih mudah beradaptasi dan mendapatkan pekerjaan yang layak setelah kembali ke masyarakat. Selain itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat terus diperkuat agar respons terhadap kasus TPPO semakin cepat dan efektif.

)* Penulis merupakan Pengamat Hubungan Internasional

Program Makan Bergizi Gratis Langkah Strategis Pemerintah Wujudkan Sumber Daya Manusia Yang Unggul

Jakarta – Prof. Chandra Yoga Aditama, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Direktur Program Pascasarjana Universitas Yarsi, Jakarta, menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai modal utama suatu bangsa.

“Membangun bangsa dimulai dari membangun rakyatnya, dan pembangunan SDM adalah prioritas utama yang tercantum dalam astacita,” ungkapnya.

Pembangunan SDM, menurut Prof. Chandra, bergantung pada dua faktor utama: kesehatan dan pendidikan.

“Kesehatan dan pendidikan yang baik membuka peluang bagi SDM untuk berkembang dalam berbagai aspek kehidupan, baik pribadi, keluarga, maupun bangsa,” jelasnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan di berbagai sekolah, terutama di daerah terpencil, mendapat apresiasi positif dari orang tua. Prof. Chandra menekankan, “Makanan bergizi sangat penting untuk kesehatan dan proses pendidikan. Program ini harus diprioritaskan di wilayah yang sangat membutuhkan, seperti daerah terpencil.”

WHO mengusung konsep from farm to plate yang memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak terjaga, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengiriman. Prof. Chandra juga menyebutkan bahwa pengelolaan limbah juga menjadi perhatian penting dalam implementasi program ini.

MBG bukan sekadar program jangka pendek, tetapi investasi untuk masa depan.
“Jika dilakukan dengan benar dan konsisten, program ini akan memberikan dampak jangka panjang dalam penguatan SDM kita,” katanya.

Namun, untuk menjamin keberhasilan program, diperlukan sistem monitoring yang komprehensif. Prof. Chandra menyarankan tiga strategi penting dalam evaluasi program ini: pengawasan dari hulu ke hilir, pelaksanaan yang merata, dan peran serta semua pihak, tidak hanya pemerintah. “Semua pihak harus terlibat dalam menciptakan SDM yang lebih baik untuk masa depan bangsa,” ujarnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) patut diapresiasi sebagai langkah konkret pemerintah dalam mendukung kesehatan dan pendidikan anak-anak Indonesia, yang diharapkan dapat memperkuat SDM dan menciptakan generasi emas untuk masa depan bangsa.

Makan Bergizi Gratis, Langkah Strategis Menuju Generasi Indonesia Emas

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berlangsung selama beberapa bulan di sejumlah sekolah pelosok Indonesia mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan.

Program ini dinilai penting dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), menuju Indonesia Emas, sekaligus menggerakkan perekonomian.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus Direktur Program Pascasarjana Universitas Yarsi, Prof. dr. Chandra Yoga Aditama, menyatakan bahwa makanan bergizi merupakan komponen penting untuk kesehatan.

“Perilaku hidup bersih dan sehat salah satu faktornya adalah makan bergizi. Makanan bergizi akan menjadi unsur yang sangat penting untuk kesehatan, dan jika diberikan di sekolah, tentu sangat menunjang proses pendidikannya,” ujar Prof. Chandra.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis ini telah berjalan di beberapa sekolah pelosok negeri. Program ini mendapat respon positif dari para orangtua, mengingat siapapun membutuhkan asupan gizi yang baik. Namun, Prof. Chandra menggarisbawahi bahwa prioritas pelaksanaan program ini sebaiknya diberikan kepada anak-anak di wilayah terpencil dan terpelosok yang minim fasilitas.

Di sisi lain, Prof. Chandra juga mengapresiasi metode pengolahan makanan dalam program MBG yang mengikuti konsep “from farm to plate” dari WHO. Menurutnya, konsep tersebut memastikan kualitas pangan tetap terjaga mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengiriman, proses memasak, hingga distribusi ke sekolah.

“Metode yang digunakan ternyata lebih bagus dari yang dibayangkan, sehingga tidak terlalu banyak limbah,” ungkapnya.

Program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan anak-anak, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun generasi emas Indonesia.

“Makan bergizi gratis untuk semua anak di seluruh Indonesia dan ibu hamil bukan hal yang sederhana. Perlu manajemen sebaik-baiknya sehingga program yang bagus ini bisa sejalan dengan tujuannya yakni mencapai anak-anak Indonesia Emas atau penguatan SDM kita,” tutur Prof. Chandra.

Program MBG juga dinilai sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi bangsa Indonesia, terutama dalam mendukung prioritas pembangunan SDM.

Menurut Prof. Chandra, ada dua faktor utama dalam pembangunan SDM, yaitu kesehatan dan pendidikan. Jika keduanya tercapai, maka banyak hal positif dapat diwujudkan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, bangsa, maupun dunia.

Melalui program ini, tidak hanya kesehatan anak-anak yang meningkat, tetapi juga ekonomi lokal dapat bergerak karena pemanfaatan bahan pangan dari petani setempat.

Dengan pelaksanaan yang konsisten dan berkesinambungan, program MBG berpotensi menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.

Program MBG: Fondasi Kuat untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Jakarta, – Program Indonesia Menyapa Malam yang disiarkan oleh RRI Pro 3 menghadirkan diskusi menarik bertajuk “MBG: Langkah Strategis Asta Cita Memperkuat SDM Indonesia Emas”.

Dalam acara ini, Prof. dr. Chandra Yoga Aditama, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus Direktur Program Pascasarjana Universitas Yarsi, menyoroti pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Menurut Prof. Chandra, SDM merupakan modal utama bagi kemajuan bangsa.

“Pada dasarnya membangun bangsa dimulai dari membangun untuk rakyatnya, jadi pembangunan SDM tentunya menjadi prioritas utama dan hal ini sudah tercantum dalam Asta Cita sehingga patut diapresiasi,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, Prof. Chandra juga menekankan bahwa makanan bergizi merupakan faktor krusial dalam menjaga kesehatan.

“Perilaku hidup bersih dan sehat, salah satu faktornya adalah makan bergizi. Makanan bergizi akan menjadi unsur yang sangat penting untuk kesehatan, dan jika diberikan di sekolah, tentu sangat menunjang proses pendidikannya,” jelasnya.

Sejak beberapa bulan terakhir, program MBG telah berjalan di berbagai sekolah di pelosok negeri dan mendapat respons positif dari para orang tua.

“Siapapun perlu makan bergizi, namun program ini lebih baik diutamakan bagi anak-anak yang jauh lebih membutuhkan, tepatnya di wilayah terpencil dan terpelosok yang jauh dari fasilitas yang lebih memadai,” lanjut Prof. Chandra.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan program MBG dalam skala nasional bukanlah hal yang sederhana.

“Makan bergizi gratis untuk semua anak di seluruh Indonesia dan ibu hamil, bukan hal yang sederhana. Perlu manajemen sebaik-baiknya sehingga program yang bagus ini bisa sejalan dengan tujuannya, yakni mencapai anak-anak Indonesia Emas atau penguatan SDM kita,” tambahnya.

Lebih jauh, Prof. Chandra menegaskan bahwa program MBG harus dilakukan secara benar dan konsisten agar dapat memberikan dampak jangka panjang yang maksimal.

“Program MBG ini bisa dikatakan sebagai bentuk investasi jangka panjang, asal dilakukan secara benar dan konsisten secara terus menerus,” tegasnya.

Dengan implementasi yang tepat dan berkelanjutan, program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam menciptakan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkualitas, sesuai dengan visi besar pembangunan Indonesia menuju tahun 2045.

Pemerintah Tertibkan Pedagang Nakal yang Oplos Minyakita

Jakarta – Pemerintah menindak tegas pedagang yang mengoplos Minyakita dengan minyak komersial.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, menegaskan bahwa tindakan ini melanggar aturan karena Minyakita harus berasal dari skema domestic market obligation (DMO), bukan minyak komersial.

“Perusahaannya nakal. Mereka ingin memproduksi lebih banyak, jadi agar tidak ketahuan, mereka menggunakan minyak non-DMO atau minyak komersial,” ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam ekspose temuan pabrik Minyakita di Karawang, Jawa Barat.

Menurutnya, merek Minyakita hanya boleh digunakan untuk minyak DMO, yang berasal dari perusahaan eksportir crude palm oil (CPO) yang wajib menyalurkan minyak goreng rakyat sebelum mendapatkan izin ekspor.

Oleh karena itu, PT Artha Eka Global Asia (AEGA) terbukti melanggar aturan karena menggunakan minyak komersial.
“Mereka menjual minyak komersial dengan merek Minyakita. Itu jelas pelanggaran,” tegas Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Saat ini, pemerintah masih menyelidiki jenis minyak komersial yang digunakan.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang, menyebut bahwa kelangkaan minyak DMO menjadi penyebab perusahaan beralih ke minyak komersial.

“Rata-rata pasokan minyak DMO hanya 160 ribu–170 ribu ton per bulan, sementara kebutuhan minyak goreng mencapai 257 ribu ton,” ujar Moga Simatupang.

Kementerian Perdagangan telah menyegel pabrik PT Artha Eka Global Asia di Karawang karena melanggar ketentuan Minyakita. Inspeksi menemukan 140 dus Minyakita dan 32.284 botol kosong.

Pengujian volumetrik menunjukkan bahwa minyak yang dikemas dalam botol hanya sekitar 800 ml, bukan 1.000 ml seperti yang tertera di label.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, bersama Satgas Pangan Bareskrim Polri menemukan Minyakita yang tidak sesuai takaran saat inspeksi di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta.

“Atas temuan ini, kami akan bertindak tegas, bahkan hingga menutup perusahaan yang melanggar,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Selain itu, ditemukan Minyakita dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Meski label mencantumkan harga Rp15.700 per liter, minyak dijual Rp18.000.

“Kami menemukan Minyakita dijual di atas HET, seharusnya Rp15.700, tapi dijual Rp18.000,” tambah Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawasi distribusi Minyakita agar sesuai standar dan melindungi konsumen.

Pemerintah Siapkan Sanksi Berat bagi Pengoplos Minyakita Demi Lindungi Konsumen

Jakarta – Pemerintah akan menindak tegas distributor Minyakita yang melakukan pelanggaran demi menjaga stabilitas harga dan melindungi konsumen.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan sanksi kepada distributor lini 2 yang terbukti melakukan kecurangan.

“Ada (sanksinya). Kita peringatkan dulu. Kalau tetap melakukan, kita cabut izin distributornya,” kata Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Ia menjelaskan bahwa pasokan Minyakita aman dan harga sudah diatur pemerintah. Harga dari produsen ke distributor lini 1 ditetapkan Rp13.500 per liter, dari distributor lini 1 ke distributor lini 2 Rp14.000 per liter, dan dari distributor lini 2 ke pengecer Rp14.500 per liter. Harga jual ke konsumen ditetapkan Rp15.700 per liter.

Namun, beberapa distributor nakal menjual Minyakita dengan syarat pembelian minimum yang tidak wajar, misalnya harus membeli minimal 50 atau 100 dus.

“Pengecer kecil jadi kesulitan membeli, sementara pengecer besar justru menjual lagi ke pengecer kecil dengan harga lebih tinggi. Ini membuat harga Minyakita semakin mahal bagi masyarakat,” jelas Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Saat ini, Satgas Pangan bersama pemerintah daerah sedang mengawasi distribusi Minyakita untuk mencegah praktik curang tersebut.

Pemerintah juga meminta masyarakat untuk melaporkan jika menemukan penyimpangan dalam distribusi Minyakita.

Kementerian Perdagangan membuka kanal pengaduan bagi konsumen yang merasa dirugikan. “Jika ada indikasi pelanggaran, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat,” tambah Budi Santoso.

Langkah ini diharapkan menjaga keadilan dalam distribusi.

Senada, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Moga Simatupang, menegaskan bahwa Minyakita yang tidak memenuhi ketentuan akan ditarik dari pasaran sesuai Permendag Nomor 18 Tahun 2024.

“Jika tidak ada perbaikan dalam tujuh hari setelah teguran, sanksinya bisa berupa penghentian penjualan, penutupan gudang, hingga pencabutan izin usaha,” ujarnya.

Pelaku juga bisa dijerat UU Perlindungan Konsumen dengan ancaman penjara lima tahun atau denda Rp2 miliar.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Helfi Assegaf mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah menetapkan satu tersangka dalam kasus distribusi Minyakita secara curang.

“Tersangka adalah kepala pabrik sekaligus kepala cabang PT Arya Rasa Nabati,” kata Brigjen Pol. Helfi Assegaf.

Pemerintah terus mengawasi distribusi Minyakita agar tetap terjangkau bagi masyarakat. []

Mewujudkan Asta Cita Presiden Melalui Hilirisasi untuk Kemandirian Industri Indonesia

Oleh : Naura Astika )*

Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, memiliki potensi besar untuk menjadi negara industri yang tangguh dan mandiri. Namun, selama ini, banyak dari kekayaan alam tersebut hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah tanpa ada nilai tambah yang signifikan. Hal ini menyebabkan Indonesia sering kali hanya menjadi negara konsumen daripada negara produsen dengan produk bernilai tambah yang lebih tinggi.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia fokus mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan meningkatkan industri pengolahan melalui hilirisasi. Kebijakan ini menjadi kunci dalam mewujudkan Asta Cita Presiden untuk menjadikan Indonesia lebih mandiri, berdaya saing, dan bernilai tambah tinggi.

Hilirisasi merujuk pada proses pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi atau setidaknya barang setengah jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Hal ini menjadi sangat penting agar Indonesia tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah, tetapi mampu menciptakan produk yang lebih bernilai dan berkompetisi di pasar global.

Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat mengatakan kebijakan hilirisasi yang dijalankan oleh pemerintah dapat memberikan dampak positif terhadap kawasan industri dan pergudangan. Karena ketika proses A to Z ada di dalam ranah manufaktur maka pihaknya merasa added value ini tidak hanya memberikan nilai tambah pada produk tapi juga memberikan nilai positif terhadap keseluruhan performa pasar kawasan industri.

Salah satu dampak positif dari kebijakan hilirisasi ini adalah perubahan sektor industri di kawasan Greater Jakarta. Kawasan ini yang sebelumnya dikenal dengan sektor industri padat karya, kini tengah beralih menuju high-tech industry. Oleh karena itu, kebijakan hilirisasi yang diterapkan pemerintah tentunya akan didukung oleh pembangunan infrastruktur. Pemerintah juga fokus membangun dan meningkatkan infrastruktur di kawasan industri dan pergudangan. Hal ini diharapkan dapat mendorong investasi serta membuka peluang baru dalam pengembangan sektor industri.

Dengan adanya pengolahan di dalam negeri, Indonesia tidak hanya dapat menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing industri di pasar global. Hilirisasi akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor barang-barang manufaktur, yang seringkali lebih mahal dan kurang terjangkau oleh sebagian besar masyarakat. Proses hilirisasi akan mempercepat terciptanya industri yang dapat bersaing dengan negara lain dalam hal kualitas, efisiensi, dan harga.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa proyek-proyek hilirisasi mencakup berbagai sektor strategis, proyek utama dalam hilirisasi industri salah satunya adalah pembangunan storage proyek minyak di Pulau nipah.

Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dengan memperkuat kapasitas penyimpanan minyak mentah di dalam negeri. Dengan adanya pengolahan di dalam negeri, Indonesia dapat memperluas lapangan pekerjaan, meningkatkan daya saing industri, serta mengurangi ketergantungan pada impor barang-barang manufaktur.

Hilirisasi adalah proses pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi atau setidaknya barang setengah jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Dalam sektor industri, hilirisasi berperan penting untuk mengubah Indonesia dari negara yang hanya mengandalkan ekspor bahan mentah menjadi negara industri yang mampu menghasilkan produk-produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong investasi dalam proyek hilirisasi yang lebih matang. Hilirisasi proyek hilirisasi ini juga diarahkan agar selaras dengan target pemerintah mencapai net zero emission (NZE) pada 2060 agar sesuai dengan industrialisasi yang ingin kita capai sehingga proyek-proyek ini menjadi proyek yang berkelanjutan dan pada saat yang sama, emisinya menjadi lebih baik.

Untuk mewujudkan hilirisasi yang sukses, investasi menjadi faktor penting yang harus didorong. Presiden Prabowo Subianto secara tegas mengarahkan kebijakan untuk menarik investasi asing dan domestik dalam sektor industri, termasuk industri pengolahan hasil alam. Beberapa kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah, seperti kemudahan perizinan, penyederhanaan regulasi, dan pemberian insentif fiskal, bertujuan untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

Keberhasilan hilirisasi sangat bergantung pada masuknya investasi yang tepat. Dengan adanya investasi, sektor industri akan berkembang pesat, dan lebih banyak produk bernilai tambah yang dihasilkan. Investasi ini juga membuka peluang bagi pengembangan sumber daya manusia yang lebih kompeten dalam bidang teknologi, rekayasa, dan manajemen industri. Hal ini akan membantu Indonesia untuk memiliki tenaga kerja yang lebih terampil dan profesional, yang menjadi landasan penting bagi kemajuan industri nasional.

Hilirisasi adalah langkah strategis yang tidak hanya mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan cita-cita besar Presiden Jokowi untuk kemandirian ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan daya saing industri, dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam Indonesia. Investasi yang masuk ke sektor hilirisasi akan mempercepat proses pengolahan bahan mentah, menciptakan produk bernilai tambah, dan pada akhirnya memperkuat perekonomian Indonesia.

Dengan kebijakan yang tepat, dukungan investasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur, Indonesia dapat mewujudkan industri yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi. Hilirisasi bukan hanya sebuah upaya untuk meningkatkan ekonomi, tetapi juga menjadi kunci untuk membuka pintu menuju Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

)* Penulis adalah Pengamat Kebijakan Publik

 

 

Pemerintah Percepat Hilirisasi Nikel untuk Mendukung Industri Hijau dan Ekonomi Berkelanjutan

Jakarta – Pemerintah semakin fokus untuk mempercepat hilirisasi nikel sebagai bagian dari upayanya untuk mendukung pengembangan industri hijau dan ekonomi berkelanjutan.

Hal ini selaras dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi utama di dunia yang tidak hanya mengandalkan bahan baku, namun juga mampu mengolah sumber daya alam secara lebih bernilai.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Indonesia bersama United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) memperkuat kerja sama dalam mengembangkan industri hijau dan hilirisasi mineral kritis, khususnya nikel. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri nasional melalui pendekatan berbasis keberlanjutan dan ramah lingkungan.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy menyambut baik UNIDO dalam penguatan standar kawasan industri ramah lingkungan.

“Kami menyambut baik inisiatif UNIDO dalam penguatan standardisasi kawasan industri berbasis lingkungan. Hal ini sejalan dengan kebijakan Kemenperin yang tengah menyusun regulasi terkait kawasan industri berwawasan lingkungan,” Tri Supondy.

Managing Director UNIDO, Ciyong Zou, mengapresiasi langkah Indonesia dalam mengembangkan ekosistem industri hijau dan hilirisasi mineral. Menurut Zou, inisiatif Indonesia untuk memanfaatkan potensi sumber daya mineral secara berkelanjutan menunjukkan komitmen kuat negara ini terhadap pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan dan industri yang lebih inklusif.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam industri manufaktur dan sumber daya mineral. UNIDO siap mendukung penguatan infrastruktur industri yang berkelanjutan, termasuk melalui transfer teknologi dan pendampingan teknis,” ungkap Zou.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta menekankan pentingnya penguatan rantai pasok industri nikel di Indonesia. Penguatan ini diperlukan untuk mendukung hilirisasi yang lebih efisien, meningkatkan daya saing, dan menciptakan nilai tambah bagi industri dalam negeri.

“Kami ingin memastikan bahwa hilirisasi nikel tidak hanya berhenti pada produksi bahan baku, tetapi juga mencakup pengembangan teknologi daur ulang baterai. Dengan begitu, industri kendaraan listrik nasional bisa lebih mandiri dan kompetitif di pasar global,” ujar Setia Diarta.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menciptakan kebijakan yang mendukung investasi di sektor industri hijau, serta menyediakan insentif bagi perusahaan yang berfokus pada inovasi dan teknologi bersih. Hal ini diharapkan akan menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan industri nasional, dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.