Pengamat Apresiasi Kunjungan Prabowo ke Inggris, Dinilai Perkuat Posisi Indonesia di Dunia

Jakarta – Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke London, Inggris, yang berlangsung pada 18–21 Januari 2026, menuai apresiasi luas dari berbagai pihak karena dinilai semakin memperkuat eksistensi Indonesia di panggung internasional dan membawa hasil konkret yang strategis bagi kepentingan nasional.

Peneliti dari Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia kini lebih aktif dan dihormati dalam pergaulan dunia.

“Harus diakui di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kini Indonesia terlihat jauh lebih aktif berkiprah dalam pergaulan di panggung internasional sehingga membuat Indonesia kian disegani dan dihormati negara-negara lain,” kata Bawono.

Menurut Bawono, langkah diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo bukan sekadar tradisi protokoler, tetapi membawa agenda membangun kerja sama di berbagai bidang strategis seperti pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, energi, lingkungan, serta antisipasi perubahan iklim.

“Ini membuat Indonesia semakin disegani dan memberikan ruang bagi pemerintah untuk memperjuangkan kepentingan nasional di tingkat internasional,” ujar Bawono.

Selain itu, kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris juga membuahkan komitmen investasi signifikan senilai 4 miliar pound sterling atau setara sekitar Rp 90 triliun dari Inggris Raya.

Investasi ini terutama akan dialokasikan pada kerja sama di sektor maritim, termasuk pembangunan 1.582 kapal nelayan yang seluruh proses produksi dan perakitannya dilakukan di Indonesia, diperkirakan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja.

Hasil lain dari pertemuan kenegaraan tersebut adalah penguatan kerja sama strategis bilateral yang dibahas antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Dalam pertemuan di 10 Downing Street, kedua pemimpin membicarakan kemitraan di bidang pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, serta isu-isu global seperti perubahan iklim dan lingkungan.

Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menjelaskan pertemuan Presiden Prabowo dengan PM Starmer tentunya bermanfaat untuk Indonesia.

Kementerian Sekretariat Kabinet turut menyoroti pencapaian kunjungan ini, yang tidak hanya terbatas pada investasi ekonomi, tetapi meluas ke kerja sama pendidikan tinggi dan penguatan sumber daya manusia.

“Ada beberapa pertemuan, sesuatu yang bermanfaat bagi negara kita,” kata Prasetyo saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta.

Presiden Prabowo juga berdiskusi dengan para akademisi dari universitas-universitas terkemuka Inggris dan membuka peluang kolaborasi pendidikan, termasuk pendirian kampus baru di Indonesia dan pertukaran dosen serta mahasiswa.

Berbagai pihak menilai bahwa capaian-capaian tersebut mencerminkan strategi diplomasi ekonomi yang efektif dan berpihak pada kepentingan nasional. Di tengah persaingan dan tantangan geopolitik global, langkah Presiden Prabowo dinilai memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis penting bagi negara-negara besar dunia.

Dengan kombinasi peningkatan investasi, kerja sama bilateral yang lebih luas, serta dialog strategis antarnegara, kunjungan ini turut memperkuat citra Indonesia di kancah internasional sekaligus memberikan dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

Diaspora Apresiasi Pidato Prabowo di WEF 2026, Tegaskan Supremasi Hukum dan Arah Investasi

DAVOS — Pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, mendapat apresiasi dari diaspora Indonesia. Dalam forum ekonomi global tersebut, Presiden Prabowo menegaskan supremasi hukum sebagai fondasi utama iklim investasi, sekaligus menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat kepercayaan investor.

“Tidak akan ada iklim investasi tanpa kepastian penegakan hukum yang adil. Tidak seorang pun akan datang untuk berinvestasi di negara yang tidak taat hukum atau memiliki tradisi hukum yang meragukan,” tegas Prabowo, Kamis (22/1)

Presiden menyampaikan komitmen pemerintah untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan menempatkannya di atas segala kepentingan. Sejak 2025, pemerintah secara terbuka menghadapi persoalan korupsi sebagai bagian dari reformasi tata kelola.

“Kami bertekad untuk memerangi korupsi ini secara langsung. Ini tantangan. Tidak banyak orang yang percaya kita bisa melakukannya, tetapi kita tidak punya pilihan. Saya tidak punya pilihan. Saya telah dilantik, saya telah disumpah untuk menegakkan konstitusi dan supremasi hukum,” kata Prabowo.

Kepala Negara juga mengungkap adanya penyalahgunaan besar dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah, serta praktik ilegal di berbagai sektor. Pemerintah telah menyita jutaan hektare perkebunan dan tambang ilegal.

“Pada tahun pertama pemerintahan saya, kami telah menyita empat juta hektare perkebunan ilegal dan tambang ilegal. Ini luar biasa. Saya menyebut ini bukan usaha bebas, saya menyebut ini bukan pasar bebas. Saya menyebutnya secara terang-terangan ini ekonomi keserakahan, ekonomi ketamakan, ekonomi dengan praktik yang rakus,” ujar Presiden.

Prabowo menambahkan, penegakan hukum telah berdampak pada penurunan kemiskinan ekstrem ke level terendah dalam sejarah. “Tidak ada yang lebih rentan, tidak ada yang lebih memuaskan daripada menurunkan kemiskinan dan memberantas kelaparan,” ucapnya.

Pidato tersebut mendapat apresiasi dari diaspora. Alvin Wihono, mahasiswa magister di ETH Zurich sekaligus materials engineer di Hilti Group, menilai Prabowo sebagai pemimpin dengan visi jangka panjang.

“Menurut saya, Pak Prabowo adalah sosok yang memiliki mimpi besar,” ujar Alvin. Ia juga menyebut kehadiran Presiden di Davos sebagai langkah strategis dan berharap agenda WEF turut memperkuat pembangunan human capital Indonesia.***

Prabowo di WEF 2026: Indonesia Pilih Perdamaian Global

Davos – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang memilih jalan perdamaian dan stabilitas global dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para pemimpin negara, ekonom dunia, investor global, serta pelaku usaha internasional yang berkumpul di Congress Hall, menjadikan Indonesia sorotan dalam diskursus geopolitik dan ekonomi global.

Dalam forum bergengsi tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa arah kebijakan luar negeri Indonesia tidak didasarkan pada konfrontasi, melainkan pada semangat persahabatan dan tanggung jawab global. Di tengah dinamika dunia yang sarat konflik dan ketidakpastian, Indonesia memilih untuk tampil sebagai kekuatan penyejuk yang mengedepankan stabilitas dan kerja sama.

“Jika Anda ingin mengambil satu hal dari pidato saya hari ini, inilah pesannya: Indonesia memilih perdamaian daripada kekacauan,” ujar Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa Indonesia ingin menjadi sahabat bagi seluruh negara dan tidak menjadi musuh bagi siapa pun.

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa prinsip tersebut menjadi fondasi utama politik luar negeri Indonesia ke depan. Indonesia memandang hubungan internasional sebagai ruang untuk membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan manfaat bersama, bukan arena pertarungan kepentingan sempit.

“Kami ingin menjadi tetangga yang baik, warga dunia yang bertanggung jawab, melindungi lingkungan, dan menjaga alam,” tambahnya.

Komitmen Indonesia terhadap perdamaian global, lanjut Presiden, tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh fondasi pemerintahan yang kuat dan kebijakan publik yang kredibel. Menurutnya, stabilitas di dalam negeri menjadi prasyarat utama agar sebuah negara dapat berkontribusi positif bagi tatanan dunia.

“Harapan harus berdasarkan kredibilitas, tata kelola kebijakan publik yang sehat, serta pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkeadilan,” kata Presiden Prabowo di hadapan peserta WEF.

Pesan tersebut sekaligus mencerminkan arah pemerintahan Indonesia yang menempatkan pembangunan berkelanjutan, keadilan sosial, dan perlindungan lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari agenda nasional. Dalam konteks global, Indonesia ingin menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab moral terhadap perdamaian dan kelestarian bumi.

Pidato Presiden Prabowo di WEF 2026 juga menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang terbuka bagi kerja sama internasional, baik di bidang ekonomi, investasi, lingkungan, maupun pembangunan manusia. Sikap moderat dan inklusif ini dinilai relevan di tengah meningkatnya fragmentasi geopolitik dan tantangan global yang kian kompleks.

Di penghujung pidatonya, Presiden Prabowo mengajak para pemimpin dunia dan seluruh pemangku kepentingan global untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik, aman, dan inklusif bagi seluruh umat manusia.

“Mari kita membangun dunia yang ingin kita tinggali bersama,” ajaknya.

Melalui pesan tersebut, Indonesia menegaskan perannya sebagai negara yang tidak hanya fokus pada kepentingan nasional, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menciptakan perdamaian dan stabilitas global.

Berpidato di WEF 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Tegakkan Hukum

Davos, Swiss — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang menjamin kepastian hukum bagi para investor. Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat berpidato dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Dalam forum ekonomi global tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan tidak akan pernah terwujud tanpa penegakan hukum yang kuat dan konsisten. Menurutnya, kepastian hukum menjadi faktor utama yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modal di suatu negara.

“Tidak akan ada yang datang untuk berinvestasi di negara yang tidak memiliki hukum atau mempunyai tradisi hukum yang lemah. Karena itu, saya bertekad untuk menegakkan aturan hukum dalam pemerintahan yang saya pimpin,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku usaha global.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa komitmen tersebut bukan sekadar pernyataan, melainkan telah dibuktikan melalui kebijakan konkret pemerintah. Ia menyebutkan bahwa Indonesia telah mengambil langkah tegas dengan menutup jutaan hektare perkebunan dan tambang ilegal di berbagai wilayah Tanah Air, sebagai bentuk keberpihakan negara pada supremasi hukum.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyoroti penegakan hukum di sektor kehutanan yang dinilainya sebagai yang paling tegas sepanjang sejarah Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak ragu untuk menindak para pelaku usaha yang terbukti melanggar hukum, meskipun memiliki kekuatan ekonomi besar.

“Kami sebenarnya telah memberlakukan upaya penegakan hukum kehutanan yang paling tegas dan paling berani dalam sejarah Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo merinci, melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), pemerintah telah berhasil menguasai kembali lebih dari 4,09 juta hektare kawasan hutan yang sebelumnya dikuasai secara ilegal. Selain itu, pemerintah juga mencabut izin 28 korporasi yang terbukti melanggar hukum, dengan total luas kawasan mencapai 1,01 juta hektare hutan.

Menurut Presiden Prabowo, kebijakan tersebut tidak mudah untuk dijalankan karena kerap menghadapi tekanan dari kelompok-kelompok tertentu yang selama ini menguasai sebagian sektor ekonomi nasional. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mundur dalam menegakkan hukum demi kepentingan bangsa.

“Upaya kita untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang adil membutuhkan supremasi hukum. Dan menegakkan supremasi hukum membutuhkan tekad dan kemauan politik yang kuat,” tegasnya.

Melalui pernyataan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia membuka diri terhadap investasi, dengan jaminan kepastian hukum sebagai fondasi utamanya. Pemerintah berkomitmen menciptakan iklim usaha yang transparan, adil, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan bahwa setiap aktivitas ekonomi berjalan sesuai aturan. Pesan yang disampaikan di WEF 2026 ini menjadi sinyal kuat bagi komunitas global bahwa Indonesia adalah negara yang serius menegakkan supremasi hukum demi menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi investasi. (*)

Hadiri WEF 2026, Tokoh Dunia Puji Kepemimpinan Presiden Prabowo

Davos, Swiss — Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan penting dalam percaturan geopolitik global. Di tengah forum bergengsi yang dihadiri para pemimpin dunia, Presiden Prabowo tampil sebagai figur negarawan yang disegani, dengan kepemimpinan yang memperoleh apresiasi langsung dari tokoh-tokoh internasional.

Salah satu momen yang mencuri perhatian dunia terjadi saat sesi penandatanganan Piagam Perdamaian Board of Peace Charter. Presiden Prabowo menandatangani piagam tersebut berdampingan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban. Dalam suasana yang sarat simbol diplomatik, Presiden Trump tampak menepuk pundak Presiden Prabowo dan menyebutnya sebagai sosok pemimpin tangguh.

“Two tough guys,” ujar Trump sambil tersenyum kepada Presiden Prabowo dan Viktor Orban, sebuah pernyataan yang dipandang sebagai bentuk pengakuan personal sekaligus simbol penghormatan terhadap kepemimpinan Indonesia.

Penandatanganan piagam ini menandai dimulainya operasional Board of Peace (BoP), sebuah badan internasional baru yang bertugas mengawasi proses gencatan senjata, stabilisasi keamanan, serta rekonstruksi Gaza pascakonflik. BoP dibentuk sebagai bagian dari Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict dan telah memperoleh legitimasi kuat melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 Tahun 2025.

Keterlibatan Indonesia dalam BoP dinilai sebagai langkah strategis yang mencerminkan kepemimpinan global Presiden Prabowo dalam isu perdamaian dunia. Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi sebagai suara moral yang konsisten memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan. Presiden Prabowo menegaskan bahwa partisipasi Indonesia bertujuan menjaga agar proses transisi Gaza tetap berada dalam kerangka solusi dua negara dan selaras dengan hukum internasional.

“Saya kira ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza secara adil dan berkelanjutan,” ujar Presiden Prabowo usai penandatanganan piagam.

Kehadiran Presiden Prabowo di WEF 2026 sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara berdaulat yang aktif, berprinsip, dan berpengaruh di tingkat global. Sikap tegas namun diplomatis yang ditunjukkan Presiden Prabowo mendapat apresiasi luas, menandai babak baru kepemimpinan Indonesia yang tidak hanya fokus pada pembangunan nasional, tetapi juga berkontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas dunia.

Melalui kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia kembali menegaskan jati dirinya sebagai kekuatan penyeimbang global yang dihormati, dipercaya, dan didengar oleh komunitas internasional.

Pidato di WEF, Kepemimpinan Presiden Prabowo Semakin Tingkatkan Eksistensi Indonesia

Davos, Swiss – Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) Davos 2026 menandai kembalinya Indonesia ke panggung dialog ekonomi global setelah hampir satu dekade. Momentum ini menegaskan arah baru kepemimpinan Indonesia yang semakin aktif, percaya diri, dan berpengaruh dalam percaturan dunia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kehadiran Presiden Prabowo di WEF bukan sekadar simbolik, melainkan membawa agenda strategis nasional.

“Kehadiran Presiden Prabowo di WEF Davos menandai kembalinya Indonesia ke panggung dialog ekonomi global setelah sekitar satu dekade absen,” ujar Teddy.

Dalam pidatonya di hadapan ribuan pemimpin dunia dan CEO global, Presiden Prabowo menegaskan fondasi kuat ekonomi Indonesia, khususnya terkait kredibilitas fiskal dan stabilitas keuangan negara.

“Dalam sejarah kita, Indonesia tidak pernah sekali pun gagal membayar utang kita. Tidak sekali pun,” tegas Presiden Prabowo.

Komitmen tersebut diperkuat dengan penegasan bahwa Indonesia menjamin kepastian hukum bagi investor dan berani mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran.

“Indonesia adalah negara yang menjamin kepastian hukum bagi para investor,” kata Presiden Prabowo.

Agenda diplomasi Presiden Prabowo juga menghasilkan capaian konkret. Lawatan ke Inggris membuahkan komitmen investasi senilai 4 miliar pound sterling atau sekitar Rp90 triliun, termasuk kerja sama maritim dan pembangunan 1.582 kapal nelayan yang diproduksi di dalam negeri.

“Yang menarik, kapal-kapal ini nanti akan diproduksi dan dirakit di Indonesia, dan diperkirakan akan memperkerjakan sekitar 600 ribu orang,” ungkap Seskab Teddy Indra Wijaya.

Selain sektor maritim, Presiden Prabowo juga mendorong penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan dengan Inggris, khususnya di bidang kedokteran dan STEM.

“Pengiriman mahasiswa ke luar negeri serta pembangunan universitas di Indonesia, terutama dalam bidang kedokteran dan STEM, menjadi fokus utama Presiden Prabowo,” ujar Teddy.

Di hadapan forum global, Presiden Prabowo turut memaparkan keberhasilan program strategis nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Program makan bergizi gratis berhasil menciptakan ratusan ribu pekerjaan,” kata Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Dalam isu global, Presiden Prabowo menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang mengedepankan perdamaian dan stabilitas dunia.

“Jika Anda ingin mengambil satu hal dari pidato saya hari ini, inilah pesannya: Indonesia memilih perdamaian daripada kekacauan,” tegas Presiden Prabowo.

Sikap tersebut diperkuat dengan keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian dan komitmen untuk mengurangi penderitaan rakyat Gaza.

“Ini adalah peluang nyata untuk mencapai perdamaian di Gaza, agar penderitaan rakyat Gaza bisa sangat berkurang,” ujar Presiden Prabowo.

Sejumlah pengamat menilai kepemimpinan Presiden Prabowo telah meningkatkan posisi Indonesia di mata dunia. Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menyebut Indonesia kini semakin disegani secara internasional.

“Harus diakui, di era kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia terlihat jauh lebih aktif berkiprah di panggung internasional sehingga semakin dihormati negara-negara lain,” ujarnya.

Optimisme serupa datang dari kalangan diaspora. Mahasiswa Indonesia di Swiss, Alvin Wihono, menilai Presiden Prabowo memiliki visi global yang jelas.

“Pak Prabowo adalah sosok yang memiliki mimpi besar,” kata Alvin.

Apresiasi juga datang dari tokoh dunia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan memberikan pujian langsung terhadap sosok Presiden Prabowo.

“Tough guy!” ujar Trump dalam salah satu pertemuan di sela WEF 2026.

Secara keseluruhan, pidato dan rangkaian agenda Presiden Prabowo di WEF 2026 menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya kembali hadir di panggung global, tetapi tampil sebagai negara dengan kepemimpinan kuat, agenda jelas, dan keberanian bersuara, sekaligus memperkuat eksistensi Indonesia di tengah dinamika dunia yang penuh ketidakpastian.

Pidato di WEF 2026, Prabowo: Tak Ada Kemakmuran Tanpa Perdamaian

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mencatatkan momen bersejarah di World Economic Forum (WEF) 2026 Davos dengan mengangkat Indonesia sebagai pusat percakapan global di tengah ketidakpastian dunia.

Melalui pidato kunci di Congress Hall Davos, Prabowo menegaskan konsep Prabowonomics.

Ia menyampaikan bagaimana memaparkan capaian yang telah dilakukan oleh pemerintahannya dalam satu tahun belakangan ini.

Bukan hanya itu, namun Kepala Negara juga menjelaskan di mata dunia, seperti apa arah kebijakan ekonomi jangka panjang yang bertumpu pada stabilitas, pertumbuhan berkelanjutan, dan keberanian strategis.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa kemakmuran hanya dapat terwujud di atas perdamaian dan stabilitas.

“Tidak ada kemakmuran tanpa perdamaian,” kata Prabowo, di Davos, Kamis (22/1).

Ia menegaskan stabilitas Indonesia bukan kebetulan, melainkan hasil pilihan politik yang konsisten untuk menyatukan bangsa dan membangun kolaborasi.

“Indonesia in our history has never once defaulted on the payment of our debt — not once,” katanya ketika menegaskan kredibilitas fiskal Indonesia.

Kepercayaan global terhadap Indonesia diperkuat melalui penjelasan mengenai Danantara, sovereign wealth fund dengan aset kelolaan mencapai USD 1 triliun.

“Dengan Danantara, saya dapat berdiri di hadapan Anda sebagai mitra yang setara. Indonesia kini bukan hanya negeri perdamaian dan stabilitas. Indonesia semakin menjadi negeri peluang,” tegasnya.

Pendekatan Indonesia Incorporated tersebut menegaskan sinergi negara dan dunia usaha dalam menarik investasi strategis.

Presiden Prabowo juga menyoroti investasi sumber daya manusia sebagai kunci pertumbuhan jangka panjang.

“Saya yakin sumber daya manusia itu menentukan pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya, seraya memaparkan program pendidikan, kesehatan, dan Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan.

Momen Davos turut mendapat perhatian diaspora Indonesia. Alvin Wihono, mahasiswa magister di ETH Zurich, menilai kehadiran Prabowo sebagai langkah strategis.

“Menurut saya, Pak Prabowo adalah sosok yang memiliki mimpi besar. Ia memiliki visi yang jelas dan berjangka panjang,” ujarnya.

Alvin juga menekankan pentingnya penguatan human capital dan hilirisasi industri.

Pandangan serupa disampaikan Adli, mahasiswa magister di ETH Zurich.

“Menurut saya, Pak Presiden adalah sosok yang sangat strategis,” katanya.

Ia berharap momentum Davos memperkuat komunikasi berkelanjutan antara pemerintah dan diaspora.

Kehadiran Presiden Prabowo di WEF 2026 menandai babak baru diplomasi Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa Indonesia telah berdiri di pusat percakapan dunia sebagai mitra global yang setara dan visioner. (*)

Pidato di WEF 2026, Prabowo Soroti Pertumbuhan dan Kredibilitas Fiskal Indonesia

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggebrak panggung World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, dengan memamerkan ketahanan ekonomi Indonesia yang impresif.

Kepala Negara menegaskan kepada komunitas internasional bahwa ekonomi nasional berhasil tumbuh stabil di atas 5% selama satu dekade terakhir, sebuah pencapaian yang menempatkan Indonesia sebagai sorotan utama di tengah ketidakpastian dan guncangan geopolitik global.

Dalam pidato kuncinya pada Kamis (22/1/2026), Prabowo menyoroti kredibilitas fiskal dan komitmen negara dalam menjaga integritas ekonomi.

Ia memastikan investor bahwa Indonesia memegang teguh kewajiban pembayaran utang dan disiplin fiskal meski terjadi pergantian kepemimpinan pemerintahan.

“Indonesia in our history has never once defaulted on the payment of our debt — not once. Succeeding regimes always paid the debt of the preceding regime,” katanya.

“Successive presidents will always honor the debts of the previous administration,” tegas Prabowo di hadapan ribuan peserta forum.

Presiden juga menyuarakan optimisme tinggi bahwa kebijakan ekonomi yang diterapkan akan memacu pertumbuhan lebih lanjut pada tahun mendatang.

“And I’m confident that this year, our growth will be higher,” tambah Prabowo.

Selain menonjolkan pertumbuhan, Prabowo menekankan stabilitas inflasi dan defisit anggaran sebagai bukti nyata bahwa Indonesia merupakan destinasi investasi yang aman dan menjanjikan bagi pemodal global.

Mengonfirmasi strategi ekonomi tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden memaparkan gagasan “Prabowonomics” yang telah teruji, termasuk peran strategis Danantara dalam mengelola aset negara.

“Intinya beliau berbicara mengenai konsep-konsep pemikiran ekonomi yang beliau pikirkan dan sudah beliau terapkan, selama beliau sebelum menjadi Presiden dan sejak menjadi Presiden hingga sekarang,” terang Teddy mengenai substansi pidato Presiden.

Kehadiran langsung Prabowo di forum bergengsi itu memantik antusiasme diaspora Indonesia.

Fadli, warga Indonesia yang bermukim di Swiss, menilai momentum tersebut sangat vital untuk menarik modal asing dan memperluas jangkauan aset nasional ke luar negeri.

“Semoga Indonesia semakin membuka pintu investasi, semakin banyak orang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia, dan semakin banyak aset Indonesia yang keluar sehingga Indonesia tumbuh secara internasional,” ungkap Fadli.

Penampilan perdana Prabowo di Davos tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap menjadi pemain inti dalam rantai pasok global. (*)

WEF 2026: Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Negara Stabil dan Tujuan Investasi Global

Oleh : Kurnia Sandi )*

Pidato Presiden Prabowo Subianto di panggung World Economic Forum (WEF) 2026 Davos menempatkan Indonesia sebagai sorotan utama percakapan global mengenai stabilitas dan investasi.

Di tengah fragmentasi geopolitik, ketegangan perdagangan, serta ketidakpastian ekonomi dunia, Presiden Prabowo tampil dengan narasi yang tegas dan terukur, memperlihatkan bahwa Indonesia berdiri di atas fondasi stabilitas yang kokoh sekaligus memiliki daya tarik investasi yang semakin kuat.

Kehadiran Presiden Prabowo sebagai pembicara kunci di Congress Hall Davos menandai kembalinya Indonesia ke panggung utama WEF setelah lebih dari satu dekade. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan posisi Indonesia bukan sekadar sebagai negara berkembang yang bertahan dari guncangan global, melainkan sebagai mitra strategis yang mampu menawarkan kepastian, skala ekonomi, dan visi jangka panjang. Pidato tersebut memperlihatkan pendekatan aktif, tidak defensif, dengan menempatkan stabilitas nasional sebagai aset utama.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa perdamaian dan stabilitas yang dinikmati Indonesia lahir dari pilihan sadar untuk mengedepankan persatuan dan kolaborasi, bukan konfrontasi. Di tengah dunia yang diliputi konflik dan krisis kepercayaan antarnegara, Indonesia diposisikan sebagai pengecualian yang membangun kemakmuran melalui stabilitas politik dan sosial. Narasi tersebut memperkuat pesan bahwa iklim investasi yang sehat hanya tumbuh di atas fondasi perdamaian yang terjaga.

Ketahanan ekonomi Indonesia menjadi pilar utama yang dipamerkan di Davos. Presiden Prabowo memaparkan konsistensi pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di atas lima persen selama satu dekade terakhir, bahkan ketika ekonomi global menghadapi pengetatan finansial dan tekanan geopolitik.

Stabilitas tersebut diperkuat oleh indikator makroekonomi yang terjaga, dengan inflasi rendah dan defisit anggaran yang terkendali. Presiden juga menekankan kredibilitas fiskal Indonesia yang tercermin dari rekam jejak pembayaran utang negara yang selalu dipenuhi tanpa pengecualian lintas pemerintahan, sebuah pesan penting bagi investor global yang menempatkan kepastian sebagai prasyarat utama.

Dalam konteks itulah Presiden Prabowo memperkenalkan Danantara Indonesia sebagai instrumen strategis untuk memperkuat daya tarik investasi. Badan pengelola investasi dengan aset kelolaan mencapai satu triliun dolar Amerika Serikat tersebut diposisikan sebagai mitra setara bagi investor global dalam pembiayaan industri masa depan.

Danantara tidak hanya berfungsi sebagai sovereign wealth fund, tetapi juga sebagai simbol transformasi tata kelola aset negara melalui konsolidasi, rasionalisasi, dan penerapan standar manajemen kelas dunia. Pesan yang disampaikan jelas, Indonesia tidak lagi sekadar menawarkan potensi, tetapi kesiapan struktural untuk berkolaborasi secara jangka panjang.

Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen reformasi regulasi dan pemberantasan korupsi sebagai bagian tak terpisahkan dari agenda stabilitas dan investasi. Pemerintah digambarkan mengambil langkah tegas memangkas ratusan regulasi yang menghambat investasi serta menindak praktik ilegal di berbagai sektor ekonomi.

Penegasan tersebut memperlihatkan bahwa stabilitas Indonesia tidak dibangun di atas kompromi terhadap hukum, melainkan melalui penegakan aturan yang konsisten. Bagi pelaku usaha global, pesan tersebut menempatkan Indonesia sebagai pasar yang semakin transparan dan dapat diprediksi.

Dimensi sosial turut menjadi elemen penting dalam pidato Presiden Prabowo di Davos. Investasi pada pembangunan sumber daya manusia diposisikan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Program strategis seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, serta pembangunan sekolah unggulan dan kampus berstandar dunia dipaparkan sebagai bagian dari strategi ekonomi, bukan semata kebijakan sosial.

Presiden menekankan bahwa negara yang mengabaikan pendidikan akan kehilangan stabilitas dan daya saing, sehingga penguatan kualitas manusia menjadi jaminan keberlanjutan iklim investasi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pidato tersebut merangkum konsep Prabowonomics, yakni pendekatan ekonomi yang telah dirancang dan dijalankan sebelum dan selama satu tahun pertama pemerintahan.

Konsep tersebut menekankan stabilitas, kebijakan berbasis bukti, serta keberanian mengambil keputusan strategis. Penyampaian capaian konkret di hadapan lebih dari 65 kepala negara dan ribuan CEO global memperkuat pesan bahwa visi tersebut telah diterjemahkan ke dalam langkah nyata.

Dari sisi promosi investasi, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan menilai kehadiran Indonesia di WEF Davos sebagai strategi awal pembentukan citra positif Indonesia di mata dunia. Indonesia memanfaatkan forum tersebut untuk menegaskan posisi sebagai negara yang stabil, kompetitif, dan siap berperan aktif dalam ekonomi global. Pendekatan Indonesia Incorporated yang melibatkan pemerintah, Danantara Indonesia, dan pelaku usaha menciptakan satu narasi promosi investasi yang solid dan kredibel.

Melalui pidato luar biasanya pada World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Davos tersebut, Presiden Prabowo Subianto berhasil menempatkan Indonesia menjadi negara dengan stabilitas yang sudah sangat teruji dan juga memiliki daya tarik investasi yang semakin kuat di mata seluruh penjuru dunia.

Davos menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya sekadar bertahan saja di tengah terjadinya ketidakpastian global seperti sekarang ini, tetapi siap untuk terus melangkah lebih jauh sebagai mitra investasi yang tidak hanya dapat diandalkan, namun juga kompetitif, dan berorientasi secara jangka panjang. (*)

)* Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

https://bengkuluraya.com/pidato-presiden-prabowo-di-wef-2026-perkuat-citra-ketahanan-ekonomi-indonesia/

Oleh : Aditya Eka )*

Presiden Prabowo Subianto menarik perhatian forum elite dunia di World Economic Forum (WEF) 2026 Davos dengan memosisikan Indonesia sebagai contoh negara berkembang yang mampu bertahan, beradaptasi, dan tetap tumbuh di tengah tekanan global.

Pidato yang disampaikan di Congress Hall Davos menegaskan pesan tunggal: ketahanan ekonomi Indonesia bukan sekadar narasi optimisme, melainkan hasil dari disiplin kebijakan, keberanian reformasi, dan visi jangka panjang yang terukur.

Di hadapan kepala negara, pemimpin lembaga internasional, serta CEO korporasi global, Prabowo memaparkan kerangka besar kebijakan ekonomi yang kemudian dikenal sebagai Prabowonomics.

Konsep tersebut merangkum stabilitas makro, keberlanjutan fiskal, reformasi struktural, dan investasi serius pada sumber daya manusia. Pendekatan itu ditampilkan bukan sebagai janji politik, melainkan sebagai rekam jejak satu tahun pemerintahan yang telah berjalan.

Presiden Prabowo menekankan kredibilitas fiskal Indonesia sebagai fondasi utama ketahanan ekonomi. Ia menguraikan bahwa sepanjang sejarah modern, Indonesia tidak pernah gagal memenuhi kewajiban pembayaran utang, terlepas dari pergantian rezim politik.

Konsistensi tersebut menjaga kepercayaan pasar dan menekan biaya ekonomi jangka panjang. Di saat banyak negara bergulat dengan defisit dan krisis utang, Indonesia tetap menjaga inflasi di kisaran dua persen serta defisit anggaran di bawah tiga persen dari produk domestik bruto. Narasi itu memperkuat pesan bahwa stabilitas makro bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari disiplin kebijakan yang dijaga lintas pemerintahan.

Ketahanan tersebut juga tercermin dari kinerja pertumbuhan. Prabowo memaparkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh stabil di atas lima persen selama satu dekade terakhir, bahkan ketika dunia menghadapi perang, ketegangan geopolitik, dan pengetatan keuangan global.

Pengakuan Dana Moneter Internasional yang menempatkan Indonesia sebagai titik terang ekonomi global dijadikan legitimasi eksternal bahwa performa tersebut berbasis data, bukan sekadar kepercayaan diri nasional.

Namun, Prabowo tidak berhenti pada statistik makro. Ia membawa diskursus Davos pada prasyarat yang lebih mendasar, yakni perdamaian dan stabilitas. Presiden menarasikan bahwa sejarah global menunjukkan kemakmuran tidak pernah lahir dari konflik dan ketidakpercayaan.

Dalam dunia yang terfragmentasi oleh perang dan rivalitas, stabilitas politik dan keamanan diposisikan sebagai aset ekonomi paling bernilai. Pesan tersebut mengaitkan ketahanan ekonomi Indonesia dengan sikap konsisten memilih perdamaian dan kerja sama internasional.

Salah satu sorotan utama pidato tersebut adalah peluncuran Danantara sebagai sovereign wealth fund baru Indonesia dengan aset kelolaan mencapai sekitar satu triliun dolar AS. Prabowo menjelaskan bahwa Danantara dirancang sebagai instrumen konsolidasi dan efisiensi, dengan merampingkan ribuan badan usaha milik negara menjadi ratusan entitas yang lebih sehat secara tata kelola dan kinerja keuangan. Melalui Danantara, Indonesia menempatkan diri bukan hanya sebagai tujuan investasi, tetapi sebagai mitra setara yang mampu berinvestasi dan tumbuh bersama pelaku global.

Presiden juga mengaitkan Danantara dengan agenda industrialisasi, ekonomi hijau, dan pengelolaan sumber daya alam bernilai tambah. Pendekatan tersebut menegaskan pergeseran strategi dari ketergantungan ekspor bahan mentah menuju penguatan rantai nilai industri.

Di hadapan audiens global, Prabowo memamerkan keberanian negara untuk melakukan rasionalisasi, menyingkirkan inefisiensi, serta membuka ruang bagi talenta terbaik dunia dalam pengelolaan korporasi strategis.

Di sisi lain, Prabowo menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai investasi ekonomi jangka panjang. Ia menarasikan berbagai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, renovasi sekolah, hingga pembangunan sekolah unggulan dan kampus berstandar dunia.

Presiden menegaskan bahwa tidak ada negara yang stabil dan makmur tanpa pendidikan yang kuat dan kemampuan adaptasi terhadap kemajuan teknologi. Pendidikan diposisikan sebagai strategi struktural untuk memutus rantai kemiskinan dan memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Komitmen terhadap tata kelola bersih turut menjadi pesan keras dari Davos. Prabowo menyampaikan bahwa pemberantasan korupsi dijalankan tanpa kompromi. Dalam satu tahun pertama pemerintahan, negara menyita jutaan hektare lahan ilegal dan mencabut izin puluhan korporasi yang melanggar hukum. Langkah tersebut dipresentasikan sebagai upaya memulihkan supremasi hukum dan menyingkirkan praktik ekonomi rakus yang merusak pasar.

Dari perspektif investasi global, CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan bahwa kehadiran lembaga tersebut di WEF mencerminkan komitmen Indonesia membangun kemitraan jangka panjang dengan tata kelola kuat dan kualitas investasi tinggi.

Rosan memosisikan Danantara bukan sekadar investor finansial, melainkan pemain strategis yang membawa perspektif pasar berkembang di garis depan tantangan perubahan iklim, demografi, dan transisi energi. Prioritas investasi diarahkan pada mineral kritis, ketahanan pangan dan kesehatan, infrastruktur digital, serta peluang ekonomi bagi populasi muda.

Melalui World Economic Forum yang berlangsung di Davos pada 2026 ini, Presiden Prabowo menampilkan Indonesia sebagai negara yang tidak defensif menghadapi ketidakpastian global. Ketahanan ekonomi dipamerkan sebagai kombinasi stabilitas fiskal, keberanian reformasi, investasi manusia, dan keterbukaan kolaborasi.

Forum tersebut telah berhasil menjadi panggung untuk menunjukkan kepada seluruh mata dunia, bahwa sejatinya Indonesia tidak hanya sekadar bertahan saja, tetapi siap untuk terus melangkah lebih jauh sebagai mitra global yang memang kredibel dan berdaya saing. (*)

)* Penulis adalah pengamat hubungan internasional