Sekolah Rakyat Komitmen Pemerintah Berikan Pendidikan Layak untuk Anak

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmen untuk memberikan pendidikan layak bagi seluruh anak Indonesia melalui program strategis Sekolah Rakyat. Program ini hadir di tengah upaya pemerintah untuk menjawab tantangan pemerataan pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan di wilayah 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar).

Kunjungan lapangan ke berbagai daerah menunjukkan bahwa program Sekolah Rakyat bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata. Di Palangka Raya, misalnya, telah dilakukan verifikasi pelaksanaan program, diikuti dengan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 69 di Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Kedua lokasi ini membawa pesan kuat bahwa pemerintah saat ini memiliki visi jelas untuk menjadikan pendidikan sebagai pintu menuju kesempatan yang setara bagi semua anak.

Kepala Staf Kepresidenan RI, Muhammad Qodari, menyampaikan tiga pesan penting dari Presiden RI kepada para siswa di Palangka Raya.

“Bapak Presiden berpesan, kalian semua harus punya cita-cita. Cita-cita itulah yang akan menggerakkan kita untuk berusaha dan berjuang. Ke depannya mau jadi apa, pikirkan mulai sekarang,” ujar Qodari.

“Presiden juga berpesan, supaya berhasil kalian harus rajin belajar. Semua fasilitas sudah disiapkan. Tugas kalian hanya belajar dengan sungguh-sungguh. Ingat, rajin pangkal pandai,” tambah Qodari.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, meninjau langsung Sekolah Rakyat Terintegrasi 69 di Buton Tengah dan menegaskan bahwa pemerataan pendidikan adalah pekerjaan kolektif antara pusat dan daerah.

“Mimpi Bapak Presiden itu kan bagaimana seluruh anak Indonesia, termasuk yang tidak mampu, itu bisa punya kesempatan untuk menuntut ilmu. Dan itu tidak mudah, itu memerlukan kerja sama yang sangat keras dengan semua,” ungkap Bima.

Bima pun melihat realisasi ini merupakan bagian dari menciptakan kesempatan dan peluang.

“Saya melihat di sini Pak Bupati Buton Tengah bekerja keras, melihat semua peluang-peluang dan kesempatan, memanfaatkan ruang-ruang yang ada, lokasi, tempat, universitas, kemudian Sekolah Rakyat ini bisa diadakan di sini,” jelasnya setelah berdialog dengan siswa dan para pemangku kepentingan.

Secara khusus eks Koordinator Pusat BEM Nusantara, Eko Pratama, menyebut program Sekolah Rakyat sebagai bukti konkret bahwa pemerintah serius membangun kualitas sumber daya manusia dan memutus rantai kemiskinan antar-generasi.

“Program Sekolah Rakyat menyediaan sekolah ber asrama gratis, fasilitas lengkap, dan bebas biaya bagi siswa kategori sosial ekonomi rendah,” kata Eko.

Ia juga mengingatkan bahwa keberlanjutan kualitas, sumber daya guru, dan monitoring hasil akan menjadi kunci sukses jangka panjang.

Pemerintah telah menempatkan pendidikan sebagai pilar utama dalam agenda transformasi nasional, dan Sekolah Rakyat merupakan fasilitas strategis yang menjawab dua kebutuhan sekaligus: akses dan kualitas.

Ke depan, pemerintah terus mendorong keterlibatan daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memastikan bahwa fasilitas yang sudah disediakan, mulai dari seragam, asrama, hingga layanan makan dan pendampingan dapat dioptimalkan guna meraih hasil yang maksimal. Hal ini selaras dengan arahan Presiden bahwa pendidikan bukan hanya hak, namun juga investasi masa depan bangsa.

Dengan momentum yang tepat dan sinergi yang semakin kuat antar-instansi, program Sekolah Rakyat akan semakin solid memberikan dampak nyata bagi generasi muda Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas cakupan, memperbaiki kualitas, dan menjamin bahwa tidak ada anak yang tertinggal dalam kesempatan meraih pendidikan layak.*

Pemerintah Buka Peluang Perluas Akses Sekolah Rakyat Untuk Penyandang Disabilitas

Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi penyandang disabilitas. Melalui langkah strategis yang kini tengah dirumuskan lintas kementerian, pemerintah membuka peluang untuk memperluas akses Sekolah Rakyat agar lebih inklusif dan ramah disabilitas.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bahwa pihaknya akan mempelajari usulan dari kalangan orang tua untuk mengembangkan Sekolah Rakyat sebagai lembaga pendidikan inklusif, yang juga menjangkau anak-anak penyandang disabilitas.

“Kami akan belajar, akan berdiskusi dengan semua pihak untuk menindaklanjuti usulan ini. Ini masih tahap awal ya,” kata Gus Ipul.

Lebih lanjut Gus Ipul menyampaikan, bahwa Kementerian Sosial akan mempelajari usulan itu secara lebih lanjut salah satunya bersama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) selaku bagian dari tim formatur Sekolah Rakyat.

Namun terlepas dari situ, Gus Ipul mengungkapkan bahwa dari 9.700 siswa di 100 titik Sekolah Rakyat yang berjalan saat ini sudah ada sejumlah penyandang disabilitas yang bergabung.

“Contohnya Sekolah Rakyat di Lamongan, dan juga ada di Cibinong Jawa Barat misalnya, sudah ada anak-anak yang diterima dengan disabilitas intelektual,” kata Gus Ipul.

Sebelumnya, Perkumpulan Orang Tua Anak Disabilitas Indonesia (Portadin) mengusulkan agar minimal lima persen dari Sekolah Rakyat diperkuat sebagai sekolah inklusif agar penyandang disabilitas memperoleh layanan pendidikan yang setara di lingkungan sosialnya sendiri.

Usulan tersebut disampaikan Dewan Penasihat Portadin, Siswandi Abdul Rachim dalam acara diskusi yang dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman bersama Anggota Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati di Gedung Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta, pada 7 Agustus 2025 yang lalu.

Dalam kesempatan tersebut Siswandi mengatakan bahwa saat ini hanya terdapat sekitar 2.396 Sekolah Luar Biasa (SLB) yang melayani 7.287 kecamatan di seluruh Indonesia. Artinya, secara rata-rata satu SLB harus menjangkau hingga tiga kecamatan.

Langkah pemerintah memperluas akses Sekolah Rakyat untuk penyandang disabilitas diharapkan menjadi tonggak penting menuju sistem pendidikan nasional yang lebih adil, inklusif, dan berkeadilan sosial. Dengan keterlibatan masyarakat, lembaga pendidikan, dan dunia usaha, Sekolah Rakyat dapat menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dapat menjangkau semua kalangan tanpa terkecuali.

Upaya ini menegaskan bahwa pemerataan pendidikan bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang menjamin hak, kesetaraan, dan martabat setiap warga negara Indonesia.

Sinergi Lintas Lembaga Sukses Tekan Transaksi Judi Daring hingga 57 Persen

Jakarta – Pemerintah mencatat kemajuan signifikan dalam upaya pemberantasan judi daring sepanjang tahun 2025. Penurunan transaksi hingga 57 persen dinilai sebagai bukti nyata efektivitas kolaborasi lintas lembaga antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menjaga ruang digital nasional tetap bersih dan aman.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyebut capaian tersebut sebagai hasil nyata sinergi pemerintah dalam menekan aktivitas perjudian digital. “Penurunan hingga 57 persen bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti nyata bahwa sinergi antar-lembaga mampu menjaga integritas ruang digital nasional,” ujarnya di Jakarta.

Menurut Dave, langkah tegas Komdigi yang menutup lebih dari 2,45 juta situs dan konten terkait judi daring sejak Oktober 2024 hingga November 2025 menjadi tonggak penting dalam pemberantasan praktik ilegal tersebut. “Penutupan jutaan situs ini menunjukkan keseriusan negara dalam melindungi warganya. Judi daring bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman moral dan ekonomi bangsa,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran strategis PPATK dalam menelusuri aliran dana mencurigakan dan memetakan jaringan transaksi ilegal. “Tanpa analisis keuangan yang presisi, penegakan hukum akan kehilangan arah. Di sinilah PPATK memainkan peran strategis dalam memutus rantai kejahatan digital,” jelas legislator Partai Golkar tersebut.

Senada dengan itu, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menegaskan bahwa terjadi penurunan signifikan dalam aktivitas transaksi judi daring selama 2025. “Memang terjadi penurunan sangat signifikan, sekali lagi saya tegaskan terjadi penurunan sangat signifikan terkait dengan jumlah transaksi judi daring,” katanya.

Ivan memaparkan, pada 2024 total transaksi judi daring mencapai Rp359 triliun, namun hingga kuartal ketiga 2025 nilainya berhasil ditekan menjadi Rp155 triliun. “Jika sepanjang 2024 transaksi judi daring mencapai Rp359 triliun, maka di 2025 kita berhasil menekan sampai Rp155 triliun,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil dari koordinasi yang kuat di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kolaborasi nasional dalam pemberantasan judi daring. “Artinya hingga saat ini kami semua dengan kolaborasi yang sangat kuat, tentunya di bawah arahan Bapak Presiden, telah terjadi penurunan sampai 57 persen transaksi terkait dengan judi daring,” ujar Ivan.

Dave menutup dengan menegaskan bahwa sinergi lintas lembaga ini harus terus dijaga dan diperkuat. “Keberhasilan ini harus menjadi momentum untuk membangun ekosistem digital yang sehat, aman, dan berdaya saing. Negara tidak boleh lengah, karena pelaku kejahatan digital terus berinovasi mencari celah,” pungkasnya. *

Pemerintah Siapkan Strategi Nasional Berantas Judi Daring, Wujudkan Ruang Digital Bersih dan Bermartabat

Jakarta – Pemerintah tengah menyiapkan strategi nasional pemberantasan judi daring dengan melibatkan lintas sektor, termasuk tokoh agama dan masyarakat sipil, guna memastikan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman sosial dan ekonomi akibat praktik perjudian digital yang terus berkembang.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Alexander Sabar menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat langkah strategis dalam memberantas praktik perjudian daring (judol) melalui pendekatan lintas sektor yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikan pada forum diskusi publik yang melibatkan kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah di Jakarta.

“Forum hari ini memiliki makna strategis, bukan hanya untuk berbagi pandangan, tetapi juga menjadi masukan yang konstruktif dan komprehensif dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ujar Alexander di Jakarta.

Komdigi saat ini tengah menyusun rekomendasi kebijakan nasional sebagai tindak lanjut Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada agenda reformasi hukum dan birokrasi.

Rekomendasi tersebut akan menjadi fondasi strategi jangka panjang untuk penegakan hukum di ruang digital dalam menghadapi maraknya judi daring yang kian kompleks.

Alexander menegaskan bahwa judi daring kini bukan lagi isu tunggal, melainkan masalah lintas sektor yang berdampak langsung pada ketahanan sosial, ekonomi, dan keamanan masyarakat.

Data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan tingginya tingkat praktik judi daring di Indonesia, terutama dari kelompok usia muda.

Berdasarkan laporan PPATK terbaru, nilai transaksi judi daring pada Januari–Oktober 2025 turun drastis menjadi Rp155 triliun, dari Rp359 triliun pada tahun sebelumnya. Selain itu, total nilai deposit juga menurun menjadi Rp24 triliun, dibanding Rp51 triliun pada 2024.

Meski demikian, Alexander menyampaikan peringatan penting bahwa keberhasilan sementara ini tidak boleh membuat pemerintah maupun masyarakat lengah. Modus operandi pelaku judi daring terus berkembang seiring kemajuan teknologi digital.

“Keberhasilan ini tidak boleh membuat kita lengah. Modus perjudian daring terus berevolusi. Karena itu, upaya penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan penguatan regulasi, edukasi publik, dan kerja sama lintas sektor,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pemberantasan judi daring tidak dapat hanya bertumpu pada teknologi pemblokiran atau penegakan hukum semata, tetapi memerlukan dukungan sosial dan moral masyarakat. Dalam konteks ini, tokoh agama memiliki peran penting.

“Peran tokoh agama sangat besar. Masyarakat kita religiusitasnya tinggi. Begitu tokoh agama menyampaikan sesuatu, umat pasti akan mengikuti,” ujarnya.

Dengan melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, platform digital, aparat penegak hukum, serta tokoh agama, Pemerintah berkomitmen menjaga ruang digital Indonesia tetap aman, bersih, dan beretika demi melindungi generasi muda dan ketahanan sosial bangsa.

Pemerintah Terus Tekan Dampak Judi Daring Melalui Pemetaan Digital dan Sinergi Lintas Lembaga

Oleh: Arman Panggabean

Upaya pemerintah dalam memberantas praktik judi daring semakin menunjukkan hasil nyata dengan strategi yang lebih komprehensif dan berbasis data. Melalui pendekatan lintas lembaga, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat langkah pemetaan konten sebagai strategi nasional untuk memutus jaringan situs dan platform digital yang memfasilitasi aktivitas ilegal tersebut.

Langkah ini bukan sekadar pemblokiran terhadap situs-situs bermuatan judi daring, tetapi juga melibatkan pemetaan menyeluruh terhadap ekosistem digital yang kerap dimanfaatkan para pelaku untuk menyebarkan konten perjudian secara terselubung. Pendekatan tersebut menjadi tonggak penting dalam menata keamanan ruang digital Indonesia yang semakin kompleks.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pemerintah kini menerapkan strategi yang lebih sistematis dalam menangani maraknya situs dan konten judi daring di berbagai platform. Ia memaparkan hasil kerja Komdigi yang berhasil menutup jutaan konten dan situs dalam waktu singkat. Berdasarkan data yang dihimpun, sejak 20 Oktober hingga 2 November 2025, Komdigi telah menindak lebih dari 2,4 juta situs dan konten yang terindikasi mengandung unsur perjudian daring.

Sebagian besar dari konten tersebut ditemukan tersebar di berbagai platform digital, termasuk layanan berbagi berkas (file sharing), yang sering kali menjadi tempat penyimpanan file dengan konten terselubung. Dalam pandangannya, pendekatan ini tidak hanya sebatas menutup akses, tetapi juga menelusuri sumber serta pola penyebaran konten untuk mengantisipasi kemunculan kembali situs serupa.

Meutya menyebut bahwa sebagian konten di platform berbagi berkas memang bukan murni konten perjudian, namun tetap perlu diwaspadai karena kerap digunakan untuk menyisipkan tautan atau promosi judi daring. Dari hasil pemetaan, tercatat lebih dari 123.000 konten ditemukan di layanan berbagi berkas, lebih dari 106.000 di platform Meta, 41.000 di Google dan YouTube, 18.600 di X (Twitter), serta ribuan lainnya tersebar di Telegram, TikTok, Line, dan App Store.

Pemerintah, kata Meutya, kini mendorong kolaborasi lebih erat dengan penyedia platform digital untuk memastikan sistem penyaringan internal atau sub-sensor berjalan efektif. Kolaborasi tersebut penting agar setiap konten bermuatan judi daring dapat segera diidentifikasi dan dihapus sebelum menyebar luas. Pemerintah juga mendorong platform global untuk memperkuat deteksi otomatis terhadap kata kunci dan pola unggahan yang berpotensi mengandung aktivitas perjudian.

Dalam kerangka yang lebih luas, kebijakan pemberantasan judi daring kini berbasis data konkret agar hasilnya dapat terukur secara objektif. Komdigi pun menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memastikan langkah yang ditempuh tidak hanya menyasar konten, tetapi juga menekan aktivitas finansial di baliknya.

Melalui kerja sama ini, Komdigi dan PPATK secara intensif memantau pergerakan transaksi keuangan yang berkaitan dengan aktivitas perjudian daring. Data terbaru dari hasil koordinasi menunjukkan bahwa terjadi penurunan sekitar 70 persen aktivitas transaksi terkait judi daring, dengan nilai perputaran uang yang kini berada di kisaran Rp155 triliun.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menegaskan bahwa langkah kolaboratif antar lembaga berhasil menekan transaksi judi daring secara signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan pemantauan lembaganya, pada tahun 2024 total transaksi judi daring mencapai Rp359 triliun, namun hingga kuartal ketiga 2025 nilainya turun menjadi Rp155 triliun.

Penurunan lebih dari separuh total nilai transaksi tersebut, menurut Ivan, menjadi bukti bahwa strategi pemetaan konten yang dilakukan oleh Komdigi, ditambah pengawasan finansial yang dilakukan PPATK, memberikan dampak nyata dalam memutus rantai aktivitas perjudian daring. Ia menilai bahwa kolaborasi ini menjadi bentuk konkret dari sinergi lintas lembaga yang efektif dan terukur.

Ivan menjelaskan bahwa penurunan tersebut tidak hanya mencerminkan keberhasilan di sektor teknologi, tetapi juga hasil kerja keras dalam menutup celah keuangan digital yang sebelumnya sering dimanfaatkan oleh jaringan pelaku judi daring. Berkat koordinasi yang kuat, PPATK kini dapat lebih cepat mengidentifikasi pola transaksi mencurigakan, menelusuri sumber dana, serta memberikan rekomendasi tindak lanjut kepada aparat penegak hukum.

Sinergi antara PPATK, Komdigi, dan lembaga terkait lainnya disebut sebagai langkah strategis yang memperlihatkan pendekatan baru pemerintah dalam menjaga keamanan ruang digital nasional. Pemerintah kini tidak hanya menindak secara reaktif, tetapi juga melakukan mapping digital atau pemetaan risiko untuk menganalisis bagaimana konten judi daring menyebar, siapa saja yang terlibat, dan bagaimana pergerakan dananya terjadi lintas platform maupun lintas negara.

Ivan menilai bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan judi daring sebagai prioritas nasional. Di bawah koordinasi presiden, kementerian dan lembaga terkait terus memperkuat kebijakan pengawasan, penegakan hukum, dan pemblokiran akses digital.

Dalam berbagai forum, termasuk Forum APEC, Presiden menegaskan keseriusan Indonesia dalam menangani isu perjudian digital yang bersifat lintas batas negara. Komitmen ini tidak hanya memperkuat kepercayaan internasional terhadap upaya Indonesia menjaga stabilitas ruang siber, tetapi juga menunjukkan kesungguhan pemerintah melindungi masyarakat dari kerugian sosial-ekonomi akibat praktik judi daring.

Dengan dukungan kebijakan yang semakin kuat, langkah pemetaan konten dan pengawasan keuangan kini menjadi bagian integral dari strategi nasional pemberantasan judi daring. Pemerintah tidak lagi semata-mata menutup situs, tetapi juga membangun sistem pemantauan yang mampu mengenali dan mencegah munculnya kembali situs-situs baru yang bermuatan serupa.

Keberhasilan menekan aktivitas judi daring hingga lebih dari 50 persen menjadi cermin dari perubahan paradigma dalam pemberantasan kejahatan digital di Indonesia. Pendekatan berbasis teknologi, data, dan kolaborasi lintas lembaga kini menjadi fondasi utama dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan berdaya saing.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam melaporkan konten mencurigakan agar upaya penegakan hukum bisa berjalan lebih cepat dan menyeluruh. Dengan keterlibatan publik, langkah ini diharapkan semakin mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan digital yang terus berinovasi mencari celah baru.

Secara keseluruhan, strategi pemetaan digital yang dilakukan Komdigi bersama PPATK dan lembaga lain menandai babak baru dalam pemberantasan judi daring di Indonesia. Upaya ini tidak hanya menindak kejahatan, tetapi juga membangun sistem perlindungan digital jangka panjang.

Pemerintah menegaskan, perang melawan judi daring bukan sekadar urusan hukum atau moralitas, tetapi bagian dari menjaga ketahanan sosial, ekonomi, dan digital bangsa. Dengan data yang semakin presisi dan sinergi antar lembaga yang semakin solid, komitmen pemerintah menciptakan ruang digital yang aman, bersih, dan bermartabat kini benar-benar berada di jalur yang tepat.

Pengamat Kebijakan Sosial – Lembaga Sosial Madani Institute

Judi Daring: Dari Iming-Iming Hingga Hidup Berantakan, Pemerintah Terus Gencarkan Penindakan

Oleh: Bara Winatha*)

Fenomena judi daring kembali menjadi perhatian serius di Indonesia. Judi daring bukan hanya menciptakan kerugian ekonomi, tetapi juga memicu kerusakan moral, ketidakstabilan rumah tangga, dan meningkatnya beban sosial di masyarakat. Para ahli dan legislator menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi praktik ilegal ini karena dampaknya telah merambah hingga ke struktur sosial paling dasar, yakni keluarga. Gelombang penindakan yang dilakukan kementerian dan lembaga lintas sektor kini menunjukkan hasil, tetapi perjuangan masih panjang karena perputaran uang judi daring masih mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.

Pakar Ekonomi Syariah sekaligus Guru Besar Ekonomi dan Keuangan Sosial Islam Universitas Airlangga Prof. Dr. Tika Widiastuti mengatakan bahwa judi daring adalah bentuk aktivitas ekonomi yang secara prinsip bertentangan dengan ajaran agama dan etika ekonomi. Dalam pandangan ekonomi syariah, judi daring masuk dalam kategori maisir yang dilarang karena bertumpu pada spekulasi penuh tanpa dasar transaksi nyata. Prof. Tika menyebut bahwa aktivitas ekonomi dalam syariah harus terhindar dari riba, gharar, dan maisir, dan judi daring memenuhi seluruh unsur yang dilarang tersebut.

Ia juga menekankan bahwa judi tidak menciptakan nilai tambah bagi perekonomian, tidak menghasilkan aset riil, dan justru mengikis keberkahan dalam kehidupan pelakunya. Maraknya judi daring bukan hanya merusak moral individu, tetapi juga menghancurkan kestabilan ekonomi keluarga karena uang yang dimainkan tidak memberikan manfaat produktif apa pun. Prof Tika menegaskan bahwa generasi muda harus memahami bahwa rezeki yang berkah datang dari sektor riil dan usaha yang nyata, bukan dari aktivitas spekulatif yang menjanjikan kekayaan instan tetapi berujung pada kerusakan hidup.

Dari perspektif legislatif, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh mengatakan bahwa pemberantasan judi daring harus dilakukan dengan pendekatan penegakan hukum yang agresif dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa pemblokiran situs saja tidak cukup karena jaringan pelaku judi daring beroperasi lintas negara dan menggunakan sistem teknologi yang terus berubah. Oleh menekankan perlunya koordinasi lintas lembaga antara Kementerian Komunikasi dan Digital, aparat kepolisian, PPATK, serta lembaga keuangan untuk memastikan aliran dana ilegal dapat diputus hingga ke akar-akarnya.

Keberhasilan pemerintah memblokir lebih dari 2,4 juta situs dan konten judi daring sepanjang dua minggu pada Oktober–November 2025 merupakan capaian besar yang menunjukkan keseriusan negara melindungi masyarakat. Pihaknya turut mengapresiasi penurunan nilai transaksi judi daring sebesar 57 persen dalam kurun satu tahun, dari Rp359 triliun pada 2024 menjadi Rp155 triliun hingga kuartal ketiga 2025. Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus menggencarkan penindakan hukum dan edukasi publik. Ia menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital agar masyarakat memahami bahwa banyak iklan judi daring disamarkan sebagai peluang investasi, permainan, atau bonus saldo yang seolah tidak merugikan. Edukasi publik menjadi aspek krusial untuk menciptakan kesadaran kolektif bahwa judi daring adalah kejahatan yang merusak masa depan generasi bangsa.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar Nurul Arifin mengatakan bahwa strategi pemerintah dalam pemberantasan judi daring sudah berada di jalur tepat, terutama melalui langkah komprehensif yang tidak hanya memblokir akses, tetapi juga melacak aliran dana. Ia menilai bahwa pemblokiran 2,4 juta konten maupun pelaporan 23.604 rekening mencurigakan oleh Komdigi dan PPATK merupakan bukti konkret dari efektivitas digital governance pemerintah dalam menghadapi kejahatan teknologi.

Penanganan judi daring memerlukan kolaborasi tingkat tinggi, termasuk dengan mitra internasional, karena sifat kejahatan ini sudah lintas negara. Komitmen Menkomdigi Meutya Hafid berkomunikasi dengan pemerintah negara lain dalam memberantas judi daring menjadi langkah strategis menghadapi tantangan digital global. Kecepatan pemerintah menindak platform ilegal harus dibarengi dengan kepekaan masyarakat untuk tidak terjebak konten yang menjurus pada perjudian.

Nurul juga mengatakan bahwa partisipasi publik adalah bagian tak terpisahkan dari keberhasilan pemberantasan judi daring. Ia mengajak masyarakat untuk melaporkan akun, situs, atau iklan digital yang mempromosikan judi daring sehingga pemerintah dapat bergerak cepat dan menutup akses tersebut. Ruang digital adalah ruang publik yang harus dijaga bersama, dan masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan ekosistem digital tetap aman, bersih, dan produktif.

Meski tren penurunan perputaran uang judi daring menunjukkan hasil positif, ancaman ke depan masih besar. Modus baru, penggunaan dompet digital, file sharing, penyamaran sebagai aplikasi gim, dan keterlibatan jaringan internasional menjadikan judi daring sebagai kejahatan kompleks yang memerlukan pengawasan jangka panjang. Tanpa peningkatan literasi digital dan kesadaran kolektif, efek jera hukum tidak akan cukup membendung laju pencarian keuntungan instan oleh pelaku dan platform ilegal.

Judi daring bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi jebakan digital yang menawarkan iming-iming kekayaan cepat namun menghantarkan kebangkrutan, keretakan keluarga, dan hilangnya nilai moral. Pemerintah telah memperlihatkan langkah-langkah tegas dan terukur, tetapi keberhasilan penuh hanya dapat dicapai jika masyarakat juga menolak segala bentuk judi, tidak mudah tergoda, serta mendukung upaya pemberantasan melalui kewaspadaan digital dan pelaporan. Perjuangan memberantas judi daring adalah perjuangan bersama dari masyarakat hingga pemerintah demi menjaga masa depan sosial dan ekonomi bangsa.

*)Penulis merupakan pengamat sosial dan kemasyarakatan.

Kemajuan Alsintan Dorong Modernisasi Pertanian Menuju Swasembada Pangan Nasional

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah menuju swasembada pangan nasional melalui transformasi sektor pertanian berbasis teknologi modern.

Dalam kunjungannya ke Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) di Serpong, Tangerang, Mentan Amran meninjau langsung performa prototipe terbaru combine harvester bernama MUD MAX.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kemajuan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi pilar penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian Indonesia. Ia menyebut bahwa kehadiran alat ini merupakan bukti nyata transformasi menuju pertanian modern yang berkelanjutan.

“Kita melakukan transformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern. Kita pakai drone untuk memupuk dan menanam, menerapkan precision agriculture dan smart farming. Dengan pertanian modern, biaya produksi turun dan produktivitas meningkat,” ujar Amran.

Amran menjelaskan bahwa alat ini bukan hanya simbol kemajuan mekanisasi pertanian, tetapi juga tonggak penting dalam mendorong kemandirian teknologi pertanian nasional. Diharapkan alat ini terus dikembangkan, bahkan nanti bisa berbasis baterai dan robotik.

“Jadi ke depan, generasi milenial dan Gen Z dapat mengolah lahan dan panen secara otomatis dari jarak jauh. Itulah mimpi pertanian masa depan,” ungkapnya.

Menurut Mentan Amran, harga alsintan saat ini juga semakin terjangkau berkat efisiensi produksi dalam negeri. Ini kemajuan luar biasa yang membuat petani semakin mudah mengakses teknologi,

“Combine harvester dulu harganya Rp600 juta, sekarang hanya sekitar Rp300 juta. Rice transplanter dari Rp60 jutaan kini bisa Rp10 jutaan” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan alsintan modern telah mengubah pola kerja di sektor pertanian. Jika dulu satu hektare sawah membutuhkan 25 orang untuk menanam, kini hanya diperlukan satu operator dengan bantuan mesin.

“Dengan teknologi, produktivitas naik, indeks pertanaman meningkat, dan biaya produksi menurun. Semua ini membawa kita semakin dekat pada cita-cita swasembada pangan nasional,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Combine Harvester – MUD MAX hasil inovasi BRMP Mektan memiliki spesifikasi unggul dengan lebar kerja 2,05 meter, daya mesin 100 HP, serta bobot 2.905 kilogram. Dengan tekanan tanah rendah sebesar 0,17 kg/cm² dan ground clearance 480 mm, alat ini mampu beroperasi optimal di lahan berlumpur dengan daya sangga rendah, sehingga mendukung efektivitas panen di berbagai kondisi geografis Indonesia.

Selain MUD MAX, BRMP Mektan juga mengembangkan Mini Transplanter 4 Row, alat penanam padi yang dirancang untuk lahan kecil dan menengah. Alat ini telah diuji di Lampung Tengah dan mendapat sambutan positif dari petani karena mudah dioperasikan serta hemat energi.

Teknologi Bantuan Sektor Pertanian Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

JAKARTA – Pemanfaatan teknologi tinggi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kini menjadi motor utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan hal ini dalam APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea.

“Kita sedang memasuki era baru yang ditandai oleh kemajuan teknologi tinggi, khususnya kecerdasan buatan. Di saat yang sama, kita juga menghadapi tantangan perubahan demografi yang menuntut inovasi dalam kebijakan dan strategi pembangunan,” kata Presiden Prabowo.

Presiden menekankan bahwa pemanfaatan teknologi berbasis AI menjadi strategi utama untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan kelaparan. Menurutnya, penerapan kecerdasan buatan di sektor pertanian telah memberikan hasil nyata, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

“Kami kini menggunakan AI di sektor pertanian untuk mengembangkan sistem pertanian presisi dan modern. Hasilnya, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dan jagung lebih cepat dari yang direncanakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 triliun untuk mendorong penerapan pertanian modern berbasis kecerdasan buatan. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan teknologi seperti drone pertanian, sensor tanah, sistem data berbasis AI, serta robotik pertanian.

“Dengan teknologi itu produktivitas naik, indeks pertanaman meningkat, dan biaya produksi turun. Kita pakai drone, sensor untuk mengetahui unsur hara tanah, hingga robotik pertanian. Ini semua untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional,” ujar Amran saat meninjau Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).

Upaya modernisasi pertanian juga berjalan di tingkat daerah. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, misalnya, menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 17 kelompok tani di 11 kecamatan. Bantuan tersebut meliputi combine harvester, traktor roda empat, pompa air, dan handsprayer untuk mempercepat masa tanam serta meningkatkan luas tanam padi hingga 60.255 hektare.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menegaskan bahwa petani adalah garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Bantuan pertanian ini harus dimanfaatkan dengan optimal. Jika produksi padi meningkat, kesejahteraan petani juga ikut naik,” tuturnya.

Dengan sinergi antara kebijakan nasional, dukungan anggaran besar, dan pemanfaatan teknologi tinggi di lapangan, Indonesia menunjukkan langkah nyata menuju kemandirian pangan. Inovasi berbasis kecerdasan buatan bukan hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi fondasi utama menuju kesejahteraan dan kedaulatan bangsa di masa depan.

Langkah Inovatif Melalui Kemajuan Teknologi Bantu Wujudkan Swasembada Pangan

Oleh: Dhita Karuniawati )*

Upaya mewujudkan swasembada pangan di Indonesia bukanlah perjalanan yang mudah. Dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa dan kebutuhan pangan yang terus meningkat setiap tahun, pemerintah dan para pelaku pertanian menghadapi tantangan besar untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan berkelanjutan. Namun, kemajuan teknologi kini menjadi kunci yang membuka peluang baru bagi Indonesia untuk mempercepat tercapainya kemandirian pangan. Beragam inovasi mulai dari digitalisasi pertanian, penggunaan kecerdasan buatan (AI), hingga teknologi bioteknologi modern telah mengubah wajah sektor pertanian nasional menjadi lebih efisien, produktif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Salah satu langkah paling nyata dalam mewujudkan swasembada pangan adalah transformasi pertanian menuju era digital. Pemerintah melalui berbagai lembaga, seperti Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional, mendorong digitalisasi sektor pangan melalui pengembangan smart farming. Sistem ini memungkinkan petani untuk memanfaatkan teknologi sensor, drone, dan aplikasi berbasis data untuk mengatur pola tanam, memantau kondisi cuaca, hingga mengoptimalkan penggunaan pupuk dan air.

Kemajuan teknologi menghadirkan kecerdasan buatan (AI) dan big data analytics yang mampu meningkatkan efisiensi sistem pangan nasional. Melalui analisis data cuaca, pola panen, dan kebutuhan pasar, pemerintah dapat menyusun kebijakan pangan yang lebih tepat sasaran. AI digunakan untuk memprediksi potensi gagal panen, menentukan varietas unggul yang cocok dengan kondisi tanah, hingga mendeteksi serangan hama lebih awal.

Teknologi seperti Internet of Things (IoT) memainkan peran penting dalam pengumpulan data secara real-time di lahan pertanian. Misalnya, sensor tanah dapat memberikan informasi tentang kadar kelembapan dan pH tanah, sehingga petani dapat menyesuaikan irigasi secara otomatis untuk menghindari pemborosan air. Drone pertanian juga digunakan untuk memantau kesehatan tanaman, mendeteksi hama, serta membantu proses pemupukan dan penyemprotan pestisida secara presisi.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong transformasi pertanian menuju era teknologi. Program Tani Digital hadir untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani melalui Internet of Things (IoT).

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan teknologi harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. IoT dan kecerdasan artifisial harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas.

Salah satu alat yang digunakan dalam program Tani Digital adalah IoT Smart Precision Agriculture System, inovasi lokal buatan anak bangsa, yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menekan biaya, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam KTT APEC 2025 di Korea Selatan. Presiden menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi modern untuk mencapai swasembada pangan.

Menurut Meutya, Presiden Prabowo saat itu mengungkapkan, untuk mencapai swasembada pangan, diperlukan pemanfaatan teknologi-teknologi pertanian modern, seperti IoT dan kecerdasan artifisial.

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) dan teknologi tinggi menjadi kunci bagi Indonesia dalam mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus mencapai swasembada pangan.

Prabowo menekankan, pemerintah berkomitmen menuntaskan kemiskinan dan kelaparan secara cepat dan terukur. Dua hal itu disebutnya sebagai tugas paling mendesak dalam pembangunan nasional.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia mulai merasakan hasil nyata penerapan AI di sektor pertanian. Teknologi modern dinilai mampu meningkatkan produktivitas pangan hingga mencapai swasembada beras dan jagung.

Prabowo menjelaskan target awal pemerintahannya adalah mencapai swasembada dalam empat tahun. Namun, dengan penggunaan teknologi tinggi, pertanian presisi, dan kecerdasan buatan, pihaknya telah berhasil meningkatkan produksi hingga mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah Indonesia semenjak kemerdekaannya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, Indonesia dapat menjadi negara superpower secara ekonomi melalui penguatan sektor pertanian. Indonesia memiliki potensi pasar yang besar. Oleh karena itu, kita harus bergerak. Kalau kita diam, sama saja kita membiarkan rakyat kita sengsara.

Amran mengajak para penyuluh pertanian di seluruh Indonesia menjadi garda terdepan dalam mengawal terwujudnya swasembada pangan nasional. Dia menekankan pentingnya peran penyuluh dalam memastikan distribusi pupuk, alat dan mesin pertanian (Alsintan), serta sarana produksi pertanian lainnya agar tepat waktu dan tepat sasaran. Amran juga menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik mafia pupuk serta memastikan kebijakan pertanian berjalan bersih dan adil di lapangan.

Pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan komunitas petani perlu bekerja sama dalam menyediakan pelatihan, pendampingan, serta fasilitas pembiayaan yang terjangkau. Program seperti smart village, digital farmer training, dan startup agritech incubator perlu diperluas agar teknologi dapat menjangkau hingga ke pelosok desa.

Dengan kombinasi inovasi digital, bioteknologi, dan kebijakan inklusif, Indonesia berada di jalur yang tepat menuju swasembada pangan berkelanjutan. Teknologi telah membuktikan diri sebagai katalis utama dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing sektor pertanian. Namun, kunci keberhasilannya tetap terletak pada sinergi antara manusia dan teknologi, bagaimana petani, pemerintah, dan masyarakat memanfaatkan kemajuan tersebut untuk menjaga kedaulatan pangan bangsa.

Melalui langkah inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, cita-cita Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan pangan bukan lagi sekadar impian. Dengan teknologi sebagai fondasi, swasembada pangan dapat terwujud tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjamin keberlanjutan pangan bagi generasi masa depan.

*) Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

Implementasi Pertanian Presisi Berbasis Data Tingkatkan Hasil dan Percepat Swasembada Pangan

Oleh: R. Sufyan *)

Transformasi pertanian Indonesia tengah memasuki babak baru dengan penerapan teknologi berbasis data yang mengubah paradigma produksi pangan nasional. Pertanian presisi atau precision farming kini menjadi strategi utama dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sektor pangan, sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada yang dicanangkan pemerintah. Pendekatan ini memungkinkan petani mengelola lahan dengan akurasi tinggi melalui sensor, drone, dan sistem analisis data real-time yang memantau kebutuhan spesifik tanaman, mulai dari pemupukan hingga irigasi.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menilai pertanian presisi merupakan jawaban atas tantangan perubahan iklim, degradasi lahan, dan inefisiensi penggunaan pupuk serta air yang selama ini menghambat peningkatan hasil panen. Melalui riset yang dilakukan di 46 titik demplot di 12 provinsi dengan total luas lahan 8.265 hektare, sistem ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk hingga 30 persen, penghematan air sebesar 37 persen, dan produktivitas rata-rata naik 13,5 persen sepanjang 2024. Salah satu hasil paling menonjol terlihat di Subang, Jawa Barat, di mana hasil panen padi meningkat hampir 10 persen berkat integrasi teknologi sensor dan pemantauan digital.

Pupuk Indonesia mengembangkan dua inisiatif unggulan untuk memperkuat praktik pertanian presisi, yakni program Agrosolution dan teknologi PreciX. Agrosolution berfokus pada pembinaan petani melalui pendekatan hulu-hilir, mulai dari akses pupuk, pembiayaan, hingga pemasaran hasil, sedangkan PreciX menjadi platform berbasis data yang mengintegrasikan pengelolaan unsur hara dan kelembapan tanah. Keduanya tidak hanya menekan pemborosan input pertanian, tetapi juga mengubah cara petani memahami kebutuhan lahannya. Transformasi ini menunjukkan bahwa pertanian modern bukan semata soal mekanisasi, melainkan sistem yang cerdas, adaptif, dan berbasis data.

Pemerintah pun menaruh perhatian serius terhadap penguatan sektor pertanian berbasis inovasi. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan pijakan bagi Indonesia menjadi kekuatan ekonomi global. Ia menilai sektor pertanian memiliki potensi luar biasa untuk menopang pertumbuhan ekonomi, dengan catatan seluruh rantai produksi berjalan efisien dan terkoordinasi. Karena itu, Amran menekankan pentingnya peran penyuluh sebagai garda terdepan dalam mengawal implementasi kebijakan di lapangan, termasuk dalam memastikan distribusi pupuk, alat mesin pertanian, serta sarana produksi agar tepat waktu dan tepat sasaran.

Langkah tegas pemerintah dalam memberantas praktik penyimpangan pupuk dan memperkuat rantai pasok menunjukkan arah yang jelas: pertanian Indonesia harus bersih, produktif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dampaknya mulai terasa nyata di berbagai daerah. Harga pupuk bersubsidi turun hingga 20 persen, sementara harga gabah meningkat menjadi Rp6.500 per kilogram. Situasi ini mendorong petani untuk menanam lebih sering dan meningkatkan indeks pertanaman hingga dua sampai tiga kali setahun. Kebijakan tersebut menandai sinergi antara regulasi pemerintah dan inovasi korporasi dalam mempercepat pencapaian swasembada pangan.

Sebagai bagian dari upaya memperluas ekosistem inovasi, Pupuk Indonesia juga meluncurkan FertInnovation Challenge 2025 bersama Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI). Kompetisi ini menjadi wadah bagi peneliti, startup, dan profesional muda untuk menghadirkan ide-ide baru dalam empat kategori strategis: Precision Agriculture & Digital Farming, Climate-Resilient & Sustainable Fertilizer, AI-Driven Agri Supply Chain, serta Process & Plant Engineering. Program yang berlangsung sejak 6 Oktober hingga 20 November 2025 ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan gerakan nasional yang menumbuhkan budaya riset dan kolaborasi lintas sektor. Ide terbaik nantinya akan diinkubasi dalam lingkungan Pupuk Indonesia Group hingga siap dikomersialisasikan.

Sejak pertama kali digelar pada 2021, FertInnovation Challenge telah menjaring lebih dari 1.300 ide inovasi dan menggandeng 37 institusi mitra. Melalui langkah ini, Pupuk Indonesia membuktikan bahwa keberlanjutan inovasi bukan hanya tanggung jawab korporasi, tetapi juga gerakan bersama seluruh elemen bangsa. Kolaborasi antara industri, akademisi, dan generasi muda menjadi motor penting dalam membangun sistem pertanian nasional yang efisien, ramah lingkungan, dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Ke depan, integrasi data, riset, dan kebijakan publik akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berdaulat. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, Internet of Things, serta analisis prediktif terhadap cuaca dan tanah, petani Indonesia dapat mengoptimalkan setiap hektare lahan dengan hasil maksimal dan risiko minimal. Ini bukan lagi visi jangka panjang, melainkan realitas yang tengah diwujudkan melalui kerja sama konkret antara pemerintah, korporasi, dan masyarakat tani.

Melalui implementasi pertanian presisi berbasis data, Indonesia tidak hanya bergerak menuju swasembada pangan, tetapi juga menegaskan diri sebagai negara agraris yang berdaulat teknologi. Di tangan petani yang terlatih, penyuluh yang tangguh, serta dukungan riset dan inovasi berkelanjutan, cita-cita menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia kian mendekati kenyataan.

*) Pengamat Kebijakan Pertanian dan Ketahanan Pangan Nasional