Lonjakan Konsumsi Lebaran 2026 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

JAKARTA – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H menjadi katalisator utama yang memacu mesin ekonomi domestik melalui lonjakan konsumsi rumah tangga secara masif.

Aktivitas belanja masyarakat selama periode tersebut terbukti efektif memperkokoh fundamental ekonomi nasional di tengah tantangan ketidakpastian global yang masih membayangi.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menegaskan bahwa kenaikan pengeluaran masyarakat pada kuartal I 2026 merupakan sinyal positif bagi pertumbuhan bruto.

“Perputaran uang selama perayaan dan libur Idulfitri 1447 H dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata-rata 10%–15% menjadi momentum untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I 2026 yang ditargetkan sebesar 5,4% sampai 5,5%,” kata Sarman Simanjorang.

Ia menambahkan bahwa kestabilan pasokan energi menjadi kunci utama dalam menjaga psikologi pasar.

“Hal ini penting karena masyarakat juga mengikuti perkembangan geopolitik perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan BBM dan gas ke dalam negeri,” katanya.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Peneliti IDEAS, Agung Pardini, memproyeksikan perputaran uang mudik mencapai angka fantastis Rp417,20 triliun.

Menurutnya, distribusi kekayaan dari kota ke desa melalui tradisi tersebut menciptakan efek pengganda yang signifikan.

“Tradisi mudik Lebaran dipastikan menjadi salah satu penopang utama perputaran ekonomi nasional. Lonjakan mobilitas masyarakat dalam waktu singkat mendorong peningkatan konsumsi yang berdampak luas terhadap berbagai sektor ekonomi,” kata Agung.

Ia mengamati bahwa kelompok menengah ke atas mendominasi kontribusi ekonomi itu.

“Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi mudik tidak semata ditentukan oleh jumlah pergerakan masyarakat, tetapi juga oleh daya beli, terutama dari kelas menengah yang semakin dominan dalam struktur ekonomi nasional,” ujarnya.

Sektor riil pun merasakan dampak langsung dari tingginya permintaan pasar.

Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, menyebutkan bahwa industri ritel dan barang konsumsi mengalami masa panen pada periode itu.

“Sektor ritel dan fast moving consumer goods (FMCG) menjadi yang paling terdorong momentum Lebaran,” ujarnya.

Shinta menekankan bahwa sinergi antara mobilitas orang dan distribusi barang mempercepat pemulihan berbagai lini usaha.

“Melonjaknya mobilitas tidak hanya mendorong pergerakan orang, tetapi juga distribusi barang secara lebih intensif,” kata Shinta.

Optimisme pelaku usaha tersebut mengonfirmasi bahwa konsumsi domestik tetap menjadi tulang punggung yang menjaga resiliensi ekonomi Indonesia sepanjang 2026. (*)

 

Transparansi dan Profesionalisme Jadi Kunci Kopdes Merah Putih Dongkrak Ekonomi Desa

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Oleh: Yusuf Maulana )*

 

Di tengah dorongan besar pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat paling bawah, kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih muncul sebagai salah satu taruhan kebijakan yang paling serius. Program ini tidak hanya dimaksudkan sebagai instrumen ekonomi biasa, melainkan sebagai jalan untuk memastikan bahwa perputaran usaha di desa tidak terus mengalir keluar, melainkan kembali menjadi sumber kesejahteraan warga. Di sinilah transparansi dan profesionalisme menjadi dua kata kunci yang menentukan apakah Kopdes Merah Putih benar-benar mampu menjadi mesin baru Pendapatan Asli Desa atau sekadar berhenti sebagai proyek ambisius di atas kertas.

Pemerintah kini bergerak cepat mengakselerasi pembangunan dan operasional Kopdes Merah Putih di berbagai daerah. Langkah ini menunjukkan bahwa desa tidak lagi diposisikan hanya sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan program strategis nasional yang patut disukseskan secara bersama-sama. Penegasan itu menggambarkan bahwa pemerintah melihat koperasi desa bukan sekadar pelengkap kebijakan, tetapi sebagai instrumen utama untuk memperkuat ekonomi lokal, termasuk dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa.

Menurut Yandri Susanto, skema yang disusun dalam program ini memberi ruang bagi desa untuk memperoleh manfaat langsung dari aktivitas usaha koperasi. Minimal 20 persen dari keuntungan Kopdes akan masuk ke Pendapatan Asli Desa, sebagaimana diatur dalam Permendes PDT Nomor 10 Tahun 2025. Lebih jauh lagi, sisa hasil usaha sepenuhnya dikembalikan kepada masyarakat desa, terutama warga berpendapatan rendah pada desil 1 hingga desil 5. Gagasan ini memberi pesan yang jelas bahwa koperasi dirancang bukan untuk memperkaya segelintir pihak, melainkan untuk menjadi alat distribusi manfaat ekonomi yang lebih adil di level desa.

Dari sisi bisnis, Kopdes Merah Putih bertumpu pada model usaha yang cukup realistis, yakni sektor ritel kebutuhan pokok dan penyerapan hasil produksi desa. Model ini relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memberi ruang bagi produk-produk lokal untuk terserap dalam rantai usaha yang lebih teratur. Bila dikelola dengan baik, koperasi tidak hanya akan menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga simpul yang menghubungkan petani, pelaku UMKM, konsumen, dan pemerintah desa dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Dengan kata lain, koperasi dapat menjadi pusat sirkulasi ekonomi desa yang selama ini sering terfragmentasi.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono memandang percepatan pembangunan sebagai faktor penting agar koperasi segera mencapai skala ekonomi yang memadai. Ia menilai bahwa jika proses pengerjaan di lahan-lahan baru dapat dipercepat, maka progres signifikan bisa terlihat pada September mendatang. Pernyataan Ferry Juliantono menunjukkan bahwa tantangan program ini bukan hanya pada aspek gagasan, melainkan pada kecepatan eksekusi dan kemampuan mengubah pembangunan fisik menjadi kinerja ekonomi nyata. Sebab, koperasi tidak akan menghasilkan dampak berarti hanya dengan berdirinya bangunan, melainkan dari kemampuannya beroperasi secara efektif, konsisten, dan dipercaya masyarakat.

Pandangan serupa juga terlihat dari penekanan Ferry Juliantono terhadap pentingnya penguatan sistem distribusi, operasional, serta integrasi logistik pangan. Pemerintah saat ini masih berkonsentrasi pada pematangan ekosistem sebelum seluruh gerai beroperasi penuh. Termasuk di dalamnya memastikan standar layanan pada unit-unit usaha seperti gerai obat dan klinik. Ini menunjukkan bahwa Kopdes Merah Putih tidak dirancang sebagai koperasi konvensional yang bergerak tanpa standar, tetapi sebagai lembaga ekonomi desa yang diharapkan mampu menghadirkan layanan profesional dengan jangkauan luas.

Dari perspektif akademis, pengamat sosial dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh Firdaus Mirza melihat kehadiran koperasi desa sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi ekonomi kolektif yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa. Ia menilai bahwa nilai-nilai seperti gotong royong dan solidaritas sosial merupakan modal penting yang dapat dioptimalkan melalui koperasi. Dengan pendekatan yang tepat, koperasi dapat menjadi wadah yang mengubah kekuatan sosial tersebut menjadi aktivitas ekonomi yang produktif.

Firdaus Mirza juga menekankan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kekuatan modal sosial masyarakat. Kepercayaan, partisipasi aktif, dan rasa memiliki menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan koperasi. Tanpa keterlibatan masyarakat, koperasi berisiko kehilangan legitimasi dan gagal mencapai tujuan yang diharapkan.

Selama satu tahun terakhir, pemerintah dinilai telah menunjukkan sejumlah capaian dalam mendorong pembangunan ekonomi desa, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, hingga penguatan program pemberdayaan masyarakat yang semakin terintegrasi. Berbagai langkah tersebut memperlihatkan komitmen pemerintah dalam menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, Kopdes Merah Putih adalah peluang besar yang tidak boleh disia-siakan. Program ini dapat menjadi tonggak penting bagi kemandirian desa bila dijalankan secara jujur, profesional, dan melibatkan masyarakat sebagai pemilik sesungguhnya. Karena itu, semua pihak, dari pemerintah pusat, pemerintah desa, pengelola koperasi, hingga warga, perlu menjaga semangat transparansi dan partisipasi agar koperasi benar-benar menjadi alat perjuangan ekonomi rakyat. Jika fondasi ini dijaga, maka Kopdes Merah Putih bukan hanya akan mendongkrak ekonomi desa, tetapi juga mempertegas bahwa masa depan pembangunan Indonesia bertumpu pada desa yang kuat, mandiri, dan sejahtera.

 

*)  Praktisi Koperasi dan UMKM

Seluruh Elemen Masyarakat Kompak Jaga Stabilitas Keamanan Tanah Papua

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

 

Papua — Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren yang semakin positif. Stabilitas yang terjaga tidak hanya menghadirkan rasa aman, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi percepatan pembangunan di berbagai sektor strategis.

Kondisi kondusif ini dinilai sebagai hasil dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat yang terus menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman. Pendekatan kolaboratif yang konsisten menjadi fondasi penting dalam menciptakan suasana damai yang berkelanjutan.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menegaskan bahwa stabilitas yang dirasakan saat ini merupakan buah dari koordinasi lintas sektor yang berjalan efektif. “Keamanan yang kita rasakan saat ini adalah buah dari kerja bersama. Pemerintah, aparat, dan masyarakat memiliki komitmen yang sama untuk menjaga Papua tetap aman dan damai,” ujar Dominggus Mandacan.

Pernyataan tersebut mencerminkan kuatnya komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh elemen bergerak selaras. Stabilitas yang terbangun tidak hanya bersifat situasional, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendorong kemajuan wilayah.

Sejalan dengan itu, pendekatan keamanan yang humanis turut memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kepercayaan publik. Aparat keamanan terus memperkuat kehadiran di tengah masyarakat dengan mengedepankan dialog dan langkah preventif.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa tren kamtibmas menunjukkan perbaikan yang konsisten dari waktu ke waktu. “Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan kehadiran langsung di tengah masyarakat agar rasa aman benar-benar dirasakan,” tegas Alfred Papare.

Kehadiran aparat yang lebih dekat dengan masyarakat dinilai efektif dalam membangun rasa saling percaya. Pendekatan ini sekaligus menjadi upaya strategis dalam mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

Dari sisi sosial, nilai-nilai kearifan lokal yang menjunjung tinggi toleransi turut menjadi kekuatan utama dalam menjaga kedamaian. Budaya saling menghormati terus terpelihara dan menjadi perekat dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor menekankan bahwa peran masyarakat sangat menentukan dalam menjaga stabilitas tersebut. “Masyarakat Papua memiliki budaya saling menghormati yang kuat. Ini menjadi modal besar dalam menjaga kedamaian,” ungkap Orgenes Wonggor.

Kesadaran kolektif masyarakat juga mendapat apresiasi dari jajaran pemerintah daerah. Partisipasi aktif warga dinilai sebagai faktor kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

Sekretaris Daerah Papua Barat, Ali Baham Temongmere menyampaikan apresiasi atas kontribusi masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah. “Kesadaran kolektif masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas yang ada,” tambah Ali Baham Temongmere.

Papua Aman dan Kondusif, Sinergi Jadi Pilar Utama Stabilitas

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Papua — Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan situasi yang aman, stabil, dan kondusif. Keadaan ini menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman yang ada.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menegaskan bahwa stabilitas yang terjaga merupakan hasil dari koordinasi lintas sektor yang berjalan efektif dan berkesinambungan. “Keamanan yang kita rasakan saat ini adalah buah dari kerja bersama. Pemerintah, aparat, dan masyarakat memiliki komitmen yang sama untuk menjaga Papua tetap aman dan damai,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kapolda Papua Barat, Alfred Papare, menyampaikan bahwa tren kamtibmas terus menunjukkan perbaikan signifikan. Pendekatan preventif dan humanis yang dilakukan aparat kepolisian dinilai mampu memperkuat kepercayaan masyarakat. “Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan kehadiran langsung di tengah masyarakat agar rasa aman benar-benar dirasakan,” katanya.

Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor, turut menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas. Ia menyebut bahwa nilai toleransi yang tinggi menjadi kekuatan utama Papua. “Masyarakat Papua memiliki budaya saling menghormati yang kuat. Ini menjadi modal besar dalam menjaga kedamaian,” ungkapnya.

Dari sisi pemerintahan, Sekretaris Daerah Papua Barat, Ali Baham Temongmere, mengapresiasi kesadaran kolektif masyarakat yang terus mendukung terciptanya lingkungan yang aman. Sementara itu, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Amrin Ibrahim, menegaskan bahwa TNI tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Narasi positif tentang Papua yang aman juga diperkuat oleh berbagai kalangan, termasuk pegiat hukum. Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Papua Tengah, Yosep Temorubun, menyatakan bahwa pendekatan humanis dan penegakan hukum yang adil menjadi fondasi penting dalam menciptakan rasa aman yang berkelanjutan.

Dengan kondisi yang semakin kondusif, Papua kini menunjukkan wajahnya sebagai wilayah yang aman dan terbuka bagi pembangunan. Stabilitas ini tidak hanya memberikan rasa nyaman bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa Papua adalah daerah yang siap maju, damai, dan sejahtera di masa depan.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Ciptakan Stabilitas Keamanan Papua

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Oleh: Yohanes Wandikbo )*

 

Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan perkembangan yang semakin positif dan terkendali. Kondisi ini tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil dari kerja keras yang terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat. Stabilitas yang terjaga menjadi fondasi utama dalam mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor, sekaligus menciptakan ruang sosial yang aman dan produktif bagi seluruh lapisan masyarakat di Papua.

Dalam konteks wilayah yang memiliki kompleksitas sosial dan geografis seperti Papua, keberhasilan menjaga stabilitas kamtibmas menjadi capaian yang patut diapresiasi. Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat melalui pendekatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan kohesi sosial serta peningkatan kualitas pelayanan publik yang merata.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyampaikan bahwa stabilitas keamanan yang terjaga saat ini merupakan hasil dari koordinasi lintas sektor yang berjalan konsisten. Pemerintah daerah dinilai terus memperkuat komunikasi dengan aparat keamanan guna memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini. Sinergi tersebut menjadi kunci dalam menciptakan rasa aman yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Sejalan dengan hal tersebut, Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Alfred Papare menjelaskan bahwa kondisi kamtibmas di wilayahnya menunjukkan tren yang semakin kondusif dibandingkan periode sebelumnya. Pendekatan preventif melalui patroli rutin, pengamanan objek vital, serta interaksi aktif dengan masyarakat dinilai efektif dalam menjaga stabilitas. Pendekatan humanis yang diterapkan aparat kepolisian juga memperkuat kepercayaan publik, sehingga masyarakat berperan sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan lingkungan.

Dari sisi legislatif, Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor menilai bahwa kondisi aman dan damai yang dirasakan saat ini merupakan cerminan dari kerja kolektif seluruh elemen masyarakat. Nilai toleransi yang tinggi di Papua menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman. Hubungan antarumat beragama dan antarkelompok masyarakat yang terjalin baik menjadi bukti kuat bahwa stabilitas sosial dapat terus dipertahankan.

Peran masyarakat dalam menjaga stabilitas juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Sekretaris Daerah Papua Barat, Ali Baham Temongmere menilai bahwa kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersamaan menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang kondusif. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban serta menjunjung tinggi nilai toleransi menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

Dari perspektif pertahanan, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Amrin Ibrahim menegaskan bahwa penguatan stabilitas keamanan dilakukan melalui strategi yang terarah dan berkelanjutan. TNI tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan melalui program ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keamanan dan kesejahteraan merupakan dua aspek yang saling berkaitan.

Penguatan sinergi lintas sektor juga menjadi perhatian utama. Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Thevi A. Zebua menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan. Keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi yang akurat dinilai sangat membantu aparat dalam mengambil langkah cepat dan tepat, sehingga stabilitas dapat terus terjaga.

Sementara itu, Komandan Korem 181/Praja Vira Tama, Brigjen TNI Slamet Riyadi menjelaskan bahwa peningkatan kewaspadaan terus dilakukan di wilayah yang memiliki potensi kerawanan. Penguatan fungsi intelijen serta koordinasi antar-satuan menjadi langkah strategis dalam memastikan respons yang cepat terhadap setiap dinamika di lapangan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa upaya menjaga keamanan dilakukan secara adaptif sesuai dengan perkembangan situasi.

Dukungan terhadap terciptanya stabilitas keamanan juga datang dari kalangan masyarakat sipil. Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Papua Tengah, Yosep Temorubun menilai bahwa keamanan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk menjamin keberlangsungan kehidupan masyarakat. Pendekatan humanis serta penegakan hukum yang profesional dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap aparat.

Secara keseluruhan, stabilitas kamtibmas di Papua yang semakin baik mencerminkan keberhasilan pendekatan kolaboratif yang dijalankan pemerintah. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat telah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Kondisi ini juga memberikan kepastian bagi aktivitas ekonomi serta pelayanan publik yang lebih optimal.

Ke depan, konsistensi dalam menjaga kolaborasi serta penguatan nilai toleransi menjadi kunci dalam mempertahankan stabilitas yang telah dicapai. Papua memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai wilayah yang aman, damai, dan sejahtera. Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang tepat serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, Papua dapat melangkah menuju masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

 

)* Penulis merupakan Pengamat Pembangunan Papua

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Ciptakan Papua yang Aman

sharethis sharing button

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Oleh: Yohanis Kambuaya)*

 

Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan kondisi yang relatif stabil dan terkendali. Stabilitas ini menjadi indikator penting bahwa berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat telah berjalan dalam satu arah yang sama, yakni menjaga ruang sosial tetap kondusif. Dalam konteks Papua yang memiliki keragaman sosial, budaya, dan geografis yang kompleks, terjaganya keamanan bukan hanya soal absennya konflik, tetapi juga tentang hadirnya rasa aman yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menegaskan bahwa komitmen menjaga stabilitas telah dibangun melalui koordinasi lintas sektor yang konsisten. Ia menilai bahwa penguatan komunikasi antara pemerintah daerah dengan aparat keamanan menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini. Menurutnya, stabilitas yang terjaga saat ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang dan kerja bersama yang berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang tanpa rasa khawatir terhadap gangguan keamanan.

Sejalan dengan itu, Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Alfred Papare, menyampaikan bahwa situasi kamtibmas di wilayahnya menunjukkan tren yang semakin terkendali dibandingkan periode sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa pendekatan preventif melalui patroli rutin, pengamanan wilayah strategis, serta interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas. Selain itu, pendekatan humanis yang diterapkan oleh aparat kepolisian dinilai mampu membangun kepercayaan publik, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi objek pengamanan, tetapi juga mitra aktif dalam menjaga ketertiban.

Pandangan dari unsur legislatif juga memperkuat gambaran tersebut. Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor, menyampaikan bahwa kondisi aman dan damai yang dirasakan masyarakat merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh elemen. Ia menekankan bahwa nilai toleransi yang tinggi di Papua menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga harmoni sosial. Hubungan antarumat beragama dan antarkelompok masyarakat yang berjalan dengan baik menunjukkan bahwa masyarakat Papua memiliki modal sosial yang kuat dalam menghadapi berbagai dinamika yang ada.

Sekretaris Daerah Papua Barat, Ali Baham Temongmere, turut memberikan apresiasi terhadap peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas. Ia menyoroti bahwa keamanan yang terjaga tidak terlepas dari kesadaran kolektif masyarakat untuk saling menghormati dan mendukung satu sama lain. Praktik toleransi yang berkembang di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan masih sangat kuat. Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas kamtibmas di Papua tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.

Dari perspektif militer, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Amrin Ibrahim, menegaskan bahwa penguatan stabilitas keamanan dilakukan melalui evaluasi berkelanjutan serta perencanaan strategis yang terarah. Ia menyampaikan bahwa peran TNI tidak hanya terbatas pada aspek pertahanan, tetapi juga mencakup dukungan terhadap pembangunan di berbagai sektor. Program-program seperti ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari upaya menciptakan keseimbangan antara keamanan dan kesejahteraan.

Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Thevi A. Zebua, menambahkan bahwa sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi yang akurat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang kondusif. Dengan adanya komunikasi yang baik antara aparat dan masyarakat, potensi gangguan dapat diantisipasi secara lebih efektif.

Di sisi lain, Komandan Korem 181/Praja Vira Tama, Brigjen TNI Slamet Riyadi, menegaskan bahwa aparat terus meningkatkan kewaspadaan di wilayah-wilayah yang memiliki potensi kerawanan. Ia menjelaskan bahwa penguatan fungsi intelijen serta koordinasi antar-satuan dilakukan untuk memastikan respons yang cepat terhadap setiap dinamika yang berkembang. Langkah ini menunjukkan bahwa upaya menjaga stabilitas dilakukan secara adaptif dan responsif terhadap kondisi di lapangan, sehingga keamanan tetap terjaga secara menyeluruh.

Dukungan terhadap upaya menjaga kamtibmas juga datang dari kalangan pegiat hukum dan kemanusiaan. Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Papua Tengah, Yosep Temorubun, menilai bahwa keamanan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi. Ia menekankan bahwa pendekatan humanis yang dilakukan aparat menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Selain itu, penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan dinilai sebagai faktor utama dalam menciptakan rasa aman yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kondisi kamtibmas di Papua yang terjaga dengan baik mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Stabilitas ini menjadi fondasi penting dalam membangun ruang sosial yang produktif serta mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor. Situasi yang kondusif juga memberikan kepastian bagi aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Dengan terus memperkuat kolaborasi, menumbuhkan nilai toleransi, serta meningkatkan profesionalisme aparat, Papua memiliki landasan yang kokoh untuk melangkah menuju kemajuan yang berkelanjutan dan inklusif di masa depan.

 

*)Penulis merupakan Pemerhati Sosial

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Ciptakan Papua yang Aman

sharethis sharing button

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Oleh: Yohanis Kambuaya)*

 

Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan kondisi yang relatif stabil dan terkendali. Stabilitas ini menjadi indikator penting bahwa berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat telah berjalan dalam satu arah yang sama, yakni menjaga ruang sosial tetap kondusif. Dalam konteks Papua yang memiliki keragaman sosial, budaya, dan geografis yang kompleks, terjaganya keamanan bukan hanya soal absennya konflik, tetapi juga tentang hadirnya rasa aman yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menegaskan bahwa komitmen menjaga stabilitas telah dibangun melalui koordinasi lintas sektor yang konsisten. Ia menilai bahwa penguatan komunikasi antara pemerintah daerah dengan aparat keamanan menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini. Menurutnya, stabilitas yang terjaga saat ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang dan kerja bersama yang berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang tanpa rasa khawatir terhadap gangguan keamanan.

Sejalan dengan itu, Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Alfred Papare, menyampaikan bahwa situasi kamtibmas di wilayahnya menunjukkan tren yang semakin terkendali dibandingkan periode sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa pendekatan preventif melalui patroli rutin, pengamanan wilayah strategis, serta interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas. Selain itu, pendekatan humanis yang diterapkan oleh aparat kepolisian dinilai mampu membangun kepercayaan publik, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi objek pengamanan, tetapi juga mitra aktif dalam menjaga ketertiban.

Pandangan dari unsur legislatif juga memperkuat gambaran tersebut. Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor, menyampaikan bahwa kondisi aman dan damai yang dirasakan masyarakat merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh elemen. Ia menekankan bahwa nilai toleransi yang tinggi di Papua menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga harmoni sosial. Hubungan antarumat beragama dan antarkelompok masyarakat yang berjalan dengan baik menunjukkan bahwa masyarakat Papua memiliki modal sosial yang kuat dalam menghadapi berbagai dinamika yang ada.

Sekretaris Daerah Papua Barat, Ali Baham Temongmere, turut memberikan apresiasi terhadap peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas. Ia menyoroti bahwa keamanan yang terjaga tidak terlepas dari kesadaran kolektif masyarakat untuk saling menghormati dan mendukung satu sama lain. Praktik toleransi yang berkembang di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan masih sangat kuat. Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas kamtibmas di Papua tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.

Dari perspektif militer, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Amrin Ibrahim, menegaskan bahwa penguatan stabilitas keamanan dilakukan melalui evaluasi berkelanjutan serta perencanaan strategis yang terarah. Ia menyampaikan bahwa peran TNI tidak hanya terbatas pada aspek pertahanan, tetapi juga mencakup dukungan terhadap pembangunan di berbagai sektor. Program-program seperti ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari upaya menciptakan keseimbangan antara keamanan dan kesejahteraan.

Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Thevi A. Zebua, menambahkan bahwa sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi yang akurat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang kondusif. Dengan adanya komunikasi yang baik antara aparat dan masyarakat, potensi gangguan dapat diantisipasi secara lebih efektif.

Di sisi lain, Komandan Korem 181/Praja Vira Tama, Brigjen TNI Slamet Riyadi, menegaskan bahwa aparat terus meningkatkan kewaspadaan di wilayah-wilayah yang memiliki potensi kerawanan. Ia menjelaskan bahwa penguatan fungsi intelijen serta koordinasi antar-satuan dilakukan untuk memastikan respons yang cepat terhadap setiap dinamika yang berkembang. Langkah ini menunjukkan bahwa upaya menjaga stabilitas dilakukan secara adaptif dan responsif terhadap kondisi di lapangan, sehingga keamanan tetap terjaga secara menyeluruh.

Dukungan terhadap upaya menjaga kamtibmas juga datang dari kalangan pegiat hukum dan kemanusiaan. Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Papua Tengah, Yosep Temorubun, menilai bahwa keamanan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi. Ia menekankan bahwa pendekatan humanis yang dilakukan aparat menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Selain itu, penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan dinilai sebagai faktor utama dalam menciptakan rasa aman yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kondisi kamtibmas di Papua yang terjaga dengan baik mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Stabilitas ini menjadi fondasi penting dalam membangun ruang sosial yang produktif serta mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor. Situasi yang kondusif juga memberikan kepastian bagi aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Dengan terus memperkuat kolaborasi, menumbuhkan nilai toleransi, serta meningkatkan profesionalisme aparat, Papua memiliki landasan yang kokoh untuk melangkah menuju kemajuan yang berkelanjutan dan inklusif di masa depan.

 

*)Penulis merupakan Pemerhati Sosial

Pemerintah Tegaskan Kopdes Merah Putih untuk Tingkatkan Kesejahteraan Desa

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Oleh: Dimas Arya Nugraha )*

 

Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi desa melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu program strategis nasional yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat akar rumput.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menilai bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih merupakan solusi konkret dalam memperkuat struktur ekonomi desa yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses pasar hingga rendahnya nilai tambah produk lokal. Dalam pandangannya, program ini bukan sekadar inisiatif ekonomi biasa, melainkan bagian dari agenda besar negara yang membutuhkan dukungan lintas sektor dan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa.

Yandri Susanto menyampaikan bahwa pemerintah menginginkan koperasi desa tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar berfungsi sebagai instrumen ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa keuntungan yang dihasilkan koperasi akan sepenuhnya kembali ke desa, khususnya untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang berada pada lapisan desil satu hingga lima. Dengan pendekatan tersebut, koperasi diharapkan mampu menjadi alat redistribusi ekonomi yang adil dan berkelanjutan.

Lebih jauh, Yandri Susanto menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan regulasi yang mengatur kontribusi koperasi terhadap Pendapatan Asli Desa. Setidaknya 20 persen dari keuntungan yang diperoleh koperasi akan dialokasikan sebagai PAD, sehingga desa memiliki sumber pembiayaan tambahan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kebijakan ini merupakan turunan dari Peraturan Menteri Desa Nomor 10 Tahun 2025 yang merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan keberlanjutan program.

Yandri Susanto juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap ekosistem ekonomi desa dari dominasi ritel modern. Menurutnya, kehadiran ritel besar yang tidak memberikan kontribusi signifikan kepada masyarakat setempat berpotensi menggerus perputaran ekonomi lokal. Oleh karena itu, pemerintah mendorong adanya pembatasan izin pendirian ritel modern di wilayah desa agar koperasi dapat berkembang secara optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Sementara itu, dari sisi implementasi, pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung Koperasi Desa Merah Putih. Menteri Koperasi Ferry Juliantono melakukan langkah konkret dengan menjalin koordinasi intensif bersama PT Agrinas Pangan Nusantara. Dalam pertemuannya dengan Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota di Jakarta, kedua pihak membahas percepatan pembangunan puluhan ribu gerai koperasi yang tersebar di berbagai wilayah.

Ferry Juliantono menekankan bahwa sinergi antara Kementerian Koperasi dan Agrinas menjadi kunci dalam memastikan target pembangunan dapat tercapai tepat waktu. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus mengintensifkan koordinasi melalui berbagai rapat lanjutan guna mematangkan aspek operasional koperasi, termasuk sistem distribusi, tata kelola, serta integrasi dengan ekosistem logistik pangan nasional. Optimisme pun disampaikan bahwa dengan perencanaan yang matang, koperasi desa akan mampu beroperasi secara efektif setelah seluruh fasilitas pendukung selesai dibangun.

Pembangunan gerai koperasi tersebut mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 yang secara khusus mengatur percepatan pembangunan fisik, pergudangan, serta kelengkapan fasilitas koperasi. Dalam kebijakan ini, PT Agrinas Pangan Nusantara diberikan mandat untuk melaksanakan pembangunan dengan skema padat karya, sehingga tidak hanya mempercepat realisasi proyek, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Ferry Juliantono juga menyoroti pentingnya penyusunan standar operasional yang jelas untuk setiap unit usaha koperasi, termasuk gerai obat dan layanan klinik. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kualitas layanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sebagai lembaga ekonomi yang profesional dan terpercaya.

Di sisi lain, Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota melaporkan perkembangan pembangunan gerai koperasi yang menunjukkan progres signifikan. Hingga saat ini, puluhan ribu unit gerai telah dibangun, dengan ribuan di antaranya telah selesai sepenuhnya. Ia menyampaikan optimisme bahwa dalam waktu dekat, jumlah gerai yang rampung akan terus bertambah secara signifikan seiring dengan percepatan pembangunan yang terus dilakukan.

Joao Angelo De Sousa Mota juga mengungkapkan bahwa sistem pengelolaan koperasi akan mengadopsi praktik terbaik dari berbagai negara, seperti Spanyol dan Singapura, dengan fokus pada digitalisasi dan transparansi. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi, sehingga mampu bersaing di era ekonomi modern.

Dalam satu tahun terakhir, pemerintah juga menunjukkan berbagai capaian signifikan dalam pembangunan nasional, mulai dari penguatan infrastruktur desa, peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, hingga percepatan digitalisasi layanan publik yang semakin memudahkan masyarakat dalam beraktivitas ekonomi. Keberhasilan tersebut menjadi modal penting dalam mendukung implementasi program Koperasi Desa Merah Putih agar dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Pada akhirnya, Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar program, melainkan gerakan bersama untuk membangun kemandirian ekonomi desa. Seluruh pihak diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam menyukseskan inisiatif ini, sehingga desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek utama yang menentukan arah kemajuan bangsa. Dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat, koperasi desa diyakini mampu menjadi jalan menuju kesejahteraan yang lebih merata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

 

*) Peneliti Ekonomi Kerakyatan

Stok BBM Aman Hadapi Lonjakan Arus Balik Lebaran

banner 468x60

Jakarta – Pasca Idulfitri 2026, pemerintah memastikan pasokan energi nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali. Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), elpiji, hingga listrik dinilai mencukupi untuk memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi. Ia menilai upaya yang dilakukan Kementerian ESDM dan BUMN energi berhasil memastikan distribusi tetap lancar hingga mendekati hari raya.

banner 336x280

“Kami mengapresiasi langkah pemerintah melalui Kementerian ESDM dan BUMN energi yang mampu menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan BBM, elpiji, serta listrik hingga menjelang hari raya,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, hingga H-3 Idulfitri, stok BBM dan elpiji tetap terjaga, sementara sistem kelistrikan nasional dinilai siap menghadapi lonjakan konsumsi. Kondisi ini menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik serta menjaga kenyamanan masyarakat.

Selain itu, Bambang juga menyoroti peningkatan konsumsi energi listrik selama Lebaran, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun layanan publik. Menurutnya, kesiapan pembangkit, jaringan transmisi, dan distribusi listrik menjadi aspek krusial dalam menjaga stabilitas pasokan.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM nasional tetap aman meskipun terjadi kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

“Saya ingin mengatakan, bahwa sampai selesai hari raya, subsidi BBM tetap masih di dalam kendali pemerintah,” ujar Bahlil.

Harga minyak mentah dunia diketahui telah menembus 100 dolar AS per barel, melampaui asumsi APBN 2026 sebesar 70 dolar AS per barel. Meski demikian, pemerintah memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan hingga Lebaran.

“Pemerintah punya rasa perhatian besar terhadap kondisi masyarakat. Kita juga tidak ingin semua beban itu diserahkan kepada rakyat,” kata Bahlil.

Ia juga menegaskan bahwa ketersediaan BBM, elpiji, dan listrik masih berada di atas batas minimum stok nasional, sehingga tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Imbauan turut disampaikan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, agar masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan di tengah situasi global yang berpengaruh terhadap harga energi.

“Walaupun saat ini kita semua menghadapi situasi global yang berdampak pada harga minyak, namun pemerintah memastikan bahwa untuk posisi minyak BBM, elpiji saat ini cukup. Jadi, tidak usah ada panic buying,” kata Sigit.

Pemerintah Pastikan Ketersediaan BBM Selama Arus Balik Lebaran

banner 468x60

Jakarta – Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman untuk menghadapi lonjakan kebutuhan selama arus balik Lebaran 2026. Ketahanan stok BBM bahkan dilaporkan mencapai hingga 28 hari, jauh melampaui batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menyatakan kondisi pasokan energi nasional saat ini stabil dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode mudik hingga arus balik.

banner 336x280

“Secara nasional, pasokan BBM berada jauh di atas batas minimum. Ketahanan stok saat ini berkisar antara 27 hingga 28 hari, sementara batas minimum yang diatur sekitar 21 hari,” ujarnya.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan kesiapan perusahaan dalam menjaga distribusi energi dengan meningkatkan stok serta memanfaatkan teknologi digital untuk pemantauan secara real time.

“Kami terus berupaya agar energi selalu hadir mendampingi masyarakat menyambut kemenangan di hari raya Idul Fitri,” ujar Baron.

Seiring kesiapan tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi tetap terjaga.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas, Wahyudi Anas, menyampaikan bahwa stok BBM dan avtur di berbagai simpul transportasi berada dalam kondisi aman, dengan antisipasi lonjakan konsumsi hingga 4 persen.

“Kami melakukan monitoring persiapan arus mudik Lebaran 1447 H. Mulai dari AFT Juanda, di mana BPH Migas telah memastikan stok avtur di AFT Juanda sampai 24 hari, sehingga cukup aman dan lancar. Ada potensi lonjakan konsumsi avtur sekitar 2-4 persen yang telah diantisipasi oleh Pertamina Group untuk penyediaannya,” ujar Wahyudi.

Pemantauan dilakukan di sejumlah titik strategis, seperti Aviation Fuel Terminal Bandara Juanda Surabaya, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, serta SPBU di jalur tol dan non-tol wilayah Pasuruan, Jember, dan Situbondo. Selain itu, stok BBM di Integrated Terminal Tanjung Wangi Banyuwangi tercatat berada di atas 30 hari.

Di ruas Tol Pasuruan, konsumsi Biosolar meningkat sekitar 20 persen akibat pembatasan operasional kendaraan angkutan barang nonsembako sejak H-7 Lebaran, sementara konsumsi Pertalite relatif stabil.

Untuk mendukung distribusi, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara juga menyiagakan 17 mobil kantong, termasuk lima unit di jalur Pantura Banyuwangi–Surabaya guna memastikan pasokan tetap lancar selama arus balik Lebaran.