Program MBG Wujud Nyata Semangat Sumpah Pemuda dalam Membangun Bangsa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*
Setiap 28 Oktober, bangsa Indonesia kembali diingatkan pada semangat persatuan yang dipelopori generasi muda melalui Sumpah Pemuda. Perayaan ini bukan semata nostalgia sejarah, melainkan momentum untuk memperkuat peran pemuda dalam membangun masa depan bangsa. Salah satu fondasi terpenting bagi kemajuan tersebut yaitu pemenuhan gizi yang baik bagi generasi penerus. Dalam kaitan itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai langkah nyata pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa mendatang.
Semangat pembangunan generasi muda melalui MBG ditegaskan pula oleh Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Hariqo Wibawa Satria. Ia menekankan program MBG harus dilaksanakan tanpa kesalahan sedikit pun karena menyangkut masa depan bangsa. Ia menyebut program ini wajib memberikan manfaat seluas mungkin mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, pelajar hingga santri. Program ini dinilai harus pula menghadirkan peluang ekonomi bagi pelaku UMKM, petani, peternak, pedagang, nelayan dan pekebun sehingga dampaknya tidak hanya menyentuh kebutuhan gizi, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat.
Pemerintah saat ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan program tersebut. Dalam laporan pada 20 Oktober 2025, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program MBG telah menyentuh 36,7 juta penerima manfaat serta didukung 12.508 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari target 32.000 unit di akhir tahun. Selain itu, lebih dari 1,4 miliar porsi makanan bergizi telah disalurkan dan sebanyak satu juta lapangan kerja tercipta melalui operasional dapur program ini. Capaian tersebut menggambarkan keseriusan pemerintah menjadikan MBG sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki visi jangka panjang sebagai seorang negarawan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, Program MBG mencerminkan kepedulian Presiden Prabowo terhadap generasi penerus bangsa agar memiliki kecukupan nutrisi sejak dini.
Ia menambahkan penguatan partisipasi publik akan membantu mengawal tujuan MBG agar berjalan lancar dan minim hambatan. Bawono menilai keterlibatan publik menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan program.
Ia juga menyoroti pentingnya platform seperti Indonesia Food Security Review (IFSR) sebagai wadah partisipasi masyarakat. Melalui platform tersebut, publik luas baik guru maupun masyarakat umum diberikan wadah untuk memberikan ulasan langsung terkait menu makanan dan pelaksanaan Program MBG. Sehingga memastikan Program MBG berjalan mulus ke depannya bukan hanya tugas pemerintah, tapi pekerjaan bersama.
Penguatan partisipasi publik ini sangat bagus dan bermanfaat sebagai ikhtiar bersama mengawal dan menjaga agar program dengan tujuan baik dan mulia seperti MBG bisa berjalan lancar, minim hambatan implementasi di lapangan. Bahkan berkali-kali ia menegaskan, Program MBG merupakan salah satu tonggak utama pemerintahan Presiden Prabowo sebagai investasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada masa depan.
Kemudian, menurut Direktur Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) Gunalan, Program MBG merupakan fondasi penting dalam membangun generasi muda yang sehat dan sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Program ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju melalui pemenuhan gizi yang baik sejak dini.
Implementasi MBG di lingkungan sekolah juga memberikan dampak positif yang signifikan. Salah satunya adalah peningkatan angka kehadiran siswa di sekolah. Dengan tersedianya makanan bergizi secara gratis, siswa tidak perlu khawatir tentang bekal makan mereka, sehingga mereka dapat fokus pada kegiatan belajar. Selain itu, program ini juga membantu mengurangi beban ekonomi orang tua dalam menyediakan makanan sehat bagi anak-anak mereka.
Pernyataan Gunalan diamini oleh Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto yang menegaskan bahwa MBG bukan hanya soal pembagian makanan, melainkan bentuk nyata kepedulian negara terhadap generasi penerus bangsa. Ia mengatakan, pemenuhan gizi sejak dini merupakan fondasi penting untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul. Dengan anak-anak yang sehat dan bergizi baik, kita sedang menyiapkan pondasi kokoh menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan bahwa MBG merupakan investasi untuk generasi muda. Dengan memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi, negara sedang mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang sehat dan produktif di masa depan. Hal ini sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda yang menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam membangun bangsa.
Hari Sumpah Pemuda seharusnya menjadi momentum untuk merenungkan kembali komitmen kita terhadap pembangunan bangsa, terutama dalam hal pemenuhan gizi bagi generasi muda. Program MBG adalah langkah konkret yang menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas. Namun, keberhasilan program ini memerlukan dukungan dan partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk masyarakat, sekolah, dan pemerintah daerah.
Dengan semangat Sumpah Pemuda, pentingnya seluruh elemen tersebut bersama-sama mendukung Program MBG sebagai upaya nyata dalam membangun Indonesia Emas 2045. Karena generasi muda yang sehat dan cerdas adalah kunci untuk mencapai masa depan bangsa yang gemilang dan mampu bersaing dengan negara-negara maju.
)* Pemerhati Isu Sosial-Ekonomi

Searah dengan Sumpah Pemuda, MBG Jadi Gerakan Nasional Generasi Indonesia Bebas Gizi Buruk

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Hariqo Wibawa Satria, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi (MBG) harus berjalan tanpa kesalahan sedikit pun karena menyangkut masa depan generasi muda Indonesia. Ia menyebut program ini wajib menghadirkan “berjuta manfaat” bagi ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, anak PAUD, pelajar, santri hingga para pelaku ekonomi kerakyatan seperti UMKM, petani, peternak, pedagang, nelayan, serta pekebun. Semua itu diyakini sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda yang menggerakkan peran anak muda sebagai fondasi Indonesia Emas.

Pernyataan Hariqo tersebut sejalan dengan pandangan Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, yang menilai MBG bukan sekadar agenda pembagian makanan, melainkan gerakan nasional untuk menyiapkan generasi bebas gizi buruk. Ia menegaskan, investasi gizi sejak dini merupakan kunci mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045.

“Program MBG merupakan salah satu investasi jangka panjang demi membentuk generasi muda yang kuat dan sehat. Melalui asupan gizi yang baik dan benar sejak usia dini, kita dapat menekan angka stunting di Indonesia,” ujar Putih Sari.

Menurutnya, keberhasilan MBG membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah. Peran keluarga serta komunitas menjadi penentu utama anak-anak menerima nutrisi yang layak untuk tumbuh dan berkembang.

“Kesadaran gizi harus dibangun bersama, baik oleh pemerintah, keluarga, maupun masyarakat. Semua pihak punya tanggung jawab memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup agar tumbuh menjadi generasi yang sehat dan produktif,” tambahnya.

Komitmen tersebut diperkuat oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang terus memperluas implementasi MBG hingga ke daerah terpencil di seluruh pelosok Tanah Air. Kolonel Cba Rustandi Wiramanggala dari Sekretariat Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN menjelaskan bahwa penerapan konsep Paham Gizi menjadi strategi penting untuk memastikan masyarakat memahami pola makan seimbang setiap hari.

“Ketika masyarakat memahami cara mengatur gizi yang sehat dan benar, kita bersama-sama dapat membangun generasi emas Indonesia. Protein, baik hewani maupun nabati, merupakan komponen penting yang tidak boleh diabaikan dalam tumbuh kembang anak,” tuturnya.

Di tingkat lokal, dukungan antusias juga terlihat dari pemerintah desa. Kepala Desa Dawuan Tengah, Jejen Jaenal Arifin, menyambut MBG sebagai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat. Ia mengajak warganya untuk memanfaatkan program ini sebaik mungkin.

“Program MBG adalah langkah nyata pemerintah yang harus kita dukung bersama. Masyarakat perlu lebih sadar akan pentingnya asupan gizi anak agar mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat dan cerdas,” katanya.

Program nasional ini turut diperkuat oleh dukungan organisasi sosial dan keagamaan.

Gelombang dukungan lintas sektor ini memberi optimisme bahwa Program Makan Bergizi akan tumbuh sebagai gerakan moral dan sosial nasional yang memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap memimpin masa depan. Semangat kebangsaan Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia berada di pundak generasi muda, yang hari ini sedang dibentuk melalui upaya menghapus gizi buruk dari negeri.

Dengan sinergi yang terus diperkuat, MBG diharapkan melaju tanpa kesalahan seperti harapan Hariqo, menghadirkan peluang ekonomi baru bagi masyarakat, sekaligus meneguhkan cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat diraih dari meja makan anak bangsa. *

Rayakan Semangat Pemuda, Pemerintah Mantapkan Masa Depan Lewat MBG

Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun masa depan generasi muda yang sehat dan produktif melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, Presiden menegaskan bahwa semangat gotong royong yang diwariskan para pendiri bangsa kini diwujudkan dalam kebijakan yang nyata dan berdampak langsung bagi rakyat.

“Program ini lahir dari tekad kita untuk memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat dan siap bersaing,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menjelaskan bahwa hingga Oktober 2025, program MBG telah menjangkau lebih dari 36,7 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Ia menilai pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras lintas sektor untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia sejak dini.

“Anak-anak harus makan yang bergizi, karena mereka adalah masa depan bangsa,” kata Presiden.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memperluas jangkauan dan memastikan kualitas pangan agar manfaat program dirasakan merata di seluruh daerah.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa MBG bukan hanya program bantuan sosial, melainkan investasi strategis untuk mencetak generasi unggul yang akan memimpin Indonesia di masa depan. Ia menilai kesehatan dan gizi menjadi kunci keberhasilan pembangunan jangka panjang.

“Kalau gizi anak-anak baik, maka masa depan bangsa juga akan kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Gigi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, berujar Pemerintah terus mempercepat pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia sebagai bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Alhamdulillah, sampai hari ini sudah ada 13.245 SPPG yang terbangun, dan kita sedang mengejar target 14.000 unit di akhir Oktober 2025. Serta 25.400 unit hingga akhir Desember untuk wilayah aglomerasi,” ujar Dadan.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat pembangunan SPPG di daerah terpencil dengan target 6.000 unit. Saat ini sekitar 4.770 unit telah terealisasi, dan sisanya akan segera diselesaikan.

Ini dilakukan agar seluruh masyarakat, termasuk di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), dapat menikmati manfaat program MBG. “Dari sini kita memastikan makanan sampai tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran kepada penerima manfaat,” ucap Dadan.

”Kita berikan semangat, evaluasi capaian, dan sosialisasi SOP terbaru agar program SPPG ini bisa dijalankan lebih efektif,” katanya.

Pemerintah menargetkan hingga akhir tahun 2025, pembangunan SPPG dapat menjangkau 82,9 juta penerima manfaat. Keberadaan SPPG diharapkan menjadi tulang punggung pelaksanaan program MBG.

Semangat Kolaborasi Warnai Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97

Jakarta – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 membawa pesan bahwa kejayaan Indonesia di masa depan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir mengatakan, dengan mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, pemerintah mengharapkan munculnya para pemuda-pemudi Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai patriotik, gigih, serta penuh empati.

“Semangat ini sejalan dengan arah pembangunan kepemudaan dalam RPJMN dan Asta Cita Prabowo – Gibran yang menegaskan pentingnya sinergi pusat dan daerah, peran organisasi kepemudaan, inovasi generasi muda, serta penguatan jejaring nasional dan global,” urai Menpora.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, imbuhnya, bukan hanya sekadar pengingat bagi para pemuda-pemudi masa kini tentang pentingnya persatuan.

“Tetapi juga menjadi pengikat misi para pemuda untuk membangun bangsa dengan nilai patriotik, gigih dan penuh empati,” tambah Menpora Erick.

Dalam puncak acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 ditampilkan arahan Presiden Prabowo, dilanjutkan Sejarah Sumpah Pemuda dan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda oleh Menpora Erick Thohir.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menilai terciptanya suasana aman dan tertib selama peringatan Hari Sumpah Pemuda mencerminkan meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya untuk senantiasa menjaga persatuan di tengah kondisi apapun.

Menurut Pratikno, semangat Sumpah Pemuda di masa kini bukan lagi hanya menjadi sebatas perjuangan yang dilakukan secara fisik semata seperti pada tokoh dan pahlawan dulu untuk melawan penjajah, melainkan justru di jaman sekarang, perjuangan dilakukan secara kolektif untuk senantiasa menjaga keutuhan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital dan tekanan global.

Kesadaran publik untuk terus bersama-sama ikut dan berpartisipasi dalam menjaga kondusivitas tersebut menjadi bukti konkret bahwa semangat persatuan di jaman kini nyatanya masih hidup dalam jiwa masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A. M. Hendropriyono, menilai pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo – Gibran telah berkomitmen menjadikan generasi muda sebagai subjek pembangunan.

Menurutnya, dalam Kabinet Prabowo-Gibran, generasi muda bukan hanya simbol, tapi subjek pembangunan.

“Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti di satu golongan atau wilayah. Ini sejalan dengan semangat Kongres Pemuda 1928 yang menolak sekat kedaerahan dan menegaskan Indonesia sebagai satu kesatuan nasib,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hendropriyono menegaskan semangat Sumpah Pemuda menjadi pondasi moral nasional dalam kepemimpinan Presiden Prabowo, dimana hanya bangsa yang bersatu yang dapat bertahan dalam kompetisi global.

“Nilai Sumpah Pemuda menuntut agar pemuda hari ini tidak hanya bersatu secara slogan, tetapi bersatu dalam produktivitas – menciptakan lapangan kerja, inovasi, dan teknologi yang membangun kemandirian bangsa,” pungkasnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-97: Semangat Generasi Muda Menjadi Penggerak Indonesia Bersatu

*Jakarta*- Peringatan Hari Sumpah pemuda (HSP) ke – 97 menjadi momentum bagi gererasi muda Indonesia untuk menjadi penggerak Indonesia agar tetap kokoh bersatu.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan Pemuda Indonesia harus berani dan pantang meyerah dalam menghadapi tantangan zaman dengan ilmu, kerja keras, dan kejujuran dengan semangat yang sama: Indonesia harus berdiri tegak. Indonesia tidak boleh kalah.

Hal tersebut disampaikan Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam pidatonya saat memperingati Hari Sumpah pemuda ke-97 di Jakarta, Selasa, 28/10.

Menurutnya itu adalah kekuatan yang dimiliki bangsa Indonesia sehingga Indonesia dapat berdiri tegak meski bada datang.

“Itulah kekuatan bangsa kita. Kita butuh pemuda patriotik, gigih dan empati yang mencintai tanah air dengan tindakan nyata, yang tetap berdiri ketika badai datang,” ujar Menteri Brian di lapangan upacara kementerian, saat membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, agar para pemuda tidak takut bermimpi besar, tidak takut gagal, karena kita bukan pelengkap sejarah, namun penentu sejarah berikutnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-97 mengusung tema: Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu. Tema ini mengandung pesan bahwa kejayaan Indonesia di masa depan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto. Menurut Wamen PANRB Purwadi Arianto, Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober mengingatkan seluruh elemen pemuda Indonesia yang telah menebar semangat jiwa patriotisme dan berhasil melahirkan sebuah komitmen kebangsaan yaitu bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

“Pemuda jangan takut bermimpi besar, jangan takut gagal, kalian bukan pelengkap sejarah tetapi kalian adalah penentu sejarah berikutnya, seperti yang selalu dinyatakan dan dicerminkan oleh Bapak Presiden” ujar Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto diJakarta.

Wamen Purwadi mengatakan bahwa dunia sudah bergerak cepat, pemuda dituntut untuk tetap optimis dalam membangun bangsa. Hal ini sejalan dengan kebijakan pembangunan sumber daya manusia dalam RPJMN yang menekankan penguatan karakter, produktivitas dan daya saing generasi muda.

“Diharapkan dengan semangat dan tekad serta dukungan teknologi, kita jaga api perjuangan dan buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar” ujarnya.

Ditambahkannya seluruh masyarakat Indonesia harus menghormati jasa para pejuang muda dan jasa para pendiri bangsa dan jasa para pahlawannya agar sejarah kebangkitan pemuda dapat dimaknai dengan baik demi tercapainya kemajuan bangsa Indonesia.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 ini, Wakil Menteri PANRB mengharapkan setiap elemen masyarakat dapat menghormati jasa para pejuang muda, jasa para pendiri bangsa, dan para pahlawan yang sudah berjuang terdahulu. Sejarah kebangkitan pemuda dapat dimaknai secara utuh demi tercapainya kemajuan bangsa. “Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing tetapi mengangkat ilmu, kerja keras dan kejujuran” tutupnya

Apresiasi Peringatan Sumpah Pemuda; Teguhkan Komitmen Generasi Muda Wujudkan Indonesia Emas 2045

Jakarta – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 menjadi momentum reflektif bagi bangsa Indonesia untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, gotong royong, dan dedikasi generasi muda dalam membangun negeri. Di tengah dinamika global yang kian kompleks, generasi muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyampaikan ajakan kepada generasi muda agar terus berinovasi dalam menjaga kelestarian alam dan memperkuat kemandirian bangsa. Dalam kegiatan penanaman mangrove di Taman Mangrove Ketapang, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (27/10), Wapres Gibran menegaskan pentingnya peran pemuda dalam menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial. “Kan, saat ini Pak Presiden sangat concern masalah swasembada pangan, masalah pengairan, masalah pupuk, masalah bibit, lalu mekanisasi ada yang sudah pakai robot juga, terus peningkatan produksi, peningkatan panen,” ujar Gibran.

Menurutnya, kolaborasi antara pemuda, komunitas lokal, dan pemerintah menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan nasional di bidang pangan dan energi. Salah satu upaya konkret adalah pengembangan energi surya bersama Koperasi Merah Putih yang difokuskan untuk mendukung sistem pengairan dan energi berkelanjutan.

“Pak Presiden sudah ada perintah juga terkait solar panel dengan koperasi merah putih, saya kira ini menjadi ide baik nanti untuk bisa dikembangkan ke depan,” tambah Gibran.

Di kesempatan berbeda, Menteri Sosial Saefullah Yusuf menyampaikan bahwa nilai gotong royong yang diwariskan dari Sumpah Pemuda menjadi dasar penting dalam pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah. Ia menilai semangat tersebut sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.

“Semangat gotong royong ala Sumpah Pemuda sangat dibutuhkan untuk mendukung program seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Saefullah Yusuf.

Peringatan Sumpah Pemuda juga menjadi ajang memperkuat sinergi lintas sektor. Pemerintah mendorong partisipasi aktif masyarakat dan generasi muda melalui berbagai program sosial seperti Sekolah Rakyat dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua program ini menjadi simbol nyata keberpihakan negara terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan kesejahteraan di seluruh daerah.

Saefullah Yusuf menuturkan bahwa Sekolah Rakyat akan terus diperluas sebagai model pendidikan berkeadilan bagi keluarga kurang mampu.

“Sekolah Rakyat hadir agar anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan yang layak dan berkarakter sosial kuat. Program ini mengintegrasikan kurikulum akademik dengan pembentukan karakter dan kepemimpinan agar lahir generasi yang tangguh dan berjiwa sosial tinggi, ” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai bahwa keberhasilan Program MBG mencerminkan semangat keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Sumpah Pemuda.

“Program MBG adalah manifestasi nyata semangat Sumpah Pemuda untuk keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan keterlibatan pemuda dalam berbagai inisiatif pembangunan, Indonesia semakin siap menghadapi tantangan global. Perpaduan antara kebijakan pemerintah dan inovasi generasi muda diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-97 tahun ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi pengingat bahwa semangat persatuan dan inovasi anak bangsa akan selalu menjadi energi utama dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Peringatan Pelaksanaan Sumpah Pemuda Momentun Penting Membangun Sinergi Pusat dan Daerah

Jakarta, Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 97, mengingatkan seluruh elemen pemuda Indonesia yang telah menebar semangat jiwa patriotisme dan berhasil melahirkan sebuah komitmen kebangsaan yaitu bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Diera globalisasi saat ini peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke 97 sebagai tonggak dalam membangun sinergi antara pusat dan daerah.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Tohir menyampaikan, peringatan Hari Sumpah Pemuda mengandung semangat sejalan dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada HSP ke 97 di Hall Basket, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Erick Tohir menyampaikan peringatan HSP ke-97 Tahun 2025 ini mengambil tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Tema ini mengandung pesan bahwa kejayaan Indonesia di masa depan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa.

“Semangat ini sejalan dengan arah pembangunan kepemudaan dalam RPJMN dan Asta Cita yang menegaskan pentingnya sinergi pusat dan daerah, peran organisasi kepemudaan, inovasi generasi muda, serta penguatan jejaring nasional dan global,” urai Menpora.

“Pembangunan kepemudaan untuk mewujudkan kemajuan Indonesia membutuhkan kolaborasi, sinergi, dan kebersamaan antar pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah,” imbuh Menpora Erick.

Sedangkan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto mengatakan pemuda harus memiliki mimpi besar dan janga takut gagal, pemuda bukan pelengkap sejarah, tetapi sebagai penentu sejarah bangsa.

“Pemuda jangan takut bermimpi besar, jangan takut gagal, kalian bukan pelengkap sejarah tetapi kalian adalah penentu sejarah berikutnya, seperti yang selalu dinyatakan dan dicerminkan oleh Bapak Presiden” ujar.

Lebih lanjut Wamen Purwadi mengatakan bahwa dunia sudah bergerak cepat, pemuda dituntut untuk tetap optimis dalam membangun bangsa. Hal ini sejalan dengan kebijakan pembangunan sumber daya manusia dalam RPJMN yang menekankan penguatan karakter, produktivitas dan daya saing generasi muda.

“Diharapkan dengan semangat dan tekad serta dukungan teknologi, kita jaga api perjuangan dan buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar” ujarnya.

Sedangkan Menurut Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Hendrapriyono, menyampaikan bahwa Sumpah Pemuda mengandung tiga pilar utama:

Pertama ⁠Satu Tanah Air: pengakuan terhadap wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan geopolitik yang harus dipertahankan bersama.
Kedua, ⁠Satu Bangsa: pengakuan terhadap identitas kolektif bangsa Indonesia, melampaui identitas kesukuan.
Ketiga Satu Bahasa Persatuan: penegasan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan simbol integrasi nasional.

“makna terdalamnya adalah kesetiaan kepada persatuan” ujarnya. Ia menolak fragmentasi, sekat kedaerahan, dan kepentingan sempit. Di situlah letak keabadiannya: meski bentuk zaman berubah, nilai dasarnya tetap relevan – bahwa bangsa ini hanya kuat bila bersatu.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-97: Komitmen Bangun Generasi Muda Lewat Sekolah Rakyat

 

Jakarta – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 menjadi momentum reflektif bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat semangat persatuan dan meneguhkan tekad membangun generasi muda unggul. Di berbagai kementerian, upacara berlangsung khidmat dengan pesan senada bahwa pemuda Indonesia harus tangguh, berilmu, dan berkarakter dalam menghadapi tantangan zaman.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, menyerukan agar semangat perjuangan para pemuda 1928 diwujudkan dalam kerja keras dan integritas.

“Kita butuh pemuda patriotik, gigih, dan empati yang mencintai tanah air dengan tindakan nyata, yang tetap berdiri ketika badai datang,” ujar Menteri Brian saat membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga di halaman kantor kementerian, Selasa (28/10).

Brian juga mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto agar para pemuda tidak takut bermimpi besar dan tidak takut gagal, sebab generasi sekarang bukan pelengkap sejarah, melainkan penentu sejarah berikutnya.

“Itulah kekuatan bangsa kita. Indonesia tidak boleh kalah,” tegasnya.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen bangsa untuk memajukan Indonesia. Upacara juga diikuti oleh jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) serta Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menambahkan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan dengan kebanggaan terhadap bahasa, budaya, dan persatuan Indonesia.

“Mari kita bersama-sama, khususnya generasi muda, meningkatkan semangat ke-Indonesiaan. Dengan semangat itu, kita bisa menjadi Indonesia sebagaimana ditetapkan para pendiri bangsa,” ujarnya.

Mendikdasmen juga menekankan kebijakan Trigatra Bahasa: mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing sebagai bentuk kesiapan menghadapi dunia global.

Di sisi lain, Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang memimpin upacara di Museum Sumpah Pemuda menyerukan agar generasi muda meneladani keberanian pemuda 1928 dalam konteks kekinian.

“Hari ini tugas kita berbeda, kita tak lagi mengangkat bambu runcing, tapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangatnya tetap sama, Indonesia harus berdiri tegak. Indonesia tak boleh kalah,” kata Fadli.

Semangat Sumpah Pemuda juga terasa di daerah. Puluhan pelajar Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 2 Aceh Besar menggelar upacara dengan khidmat sebagai bagian dari pendidikan karakter dan nasionalisme.

Wakil Kepala SRMA 2 Aceh Besar, Nurul Aufa, mengatakan peringatan ini bertujuan menanamkan nilai perjuangan dan cinta tanah air di kalangan pelajar.

“Dari upacara ini diharap tertanam jiwa nasionalis dan semangat pemuda dalam diri pelajar guna memberikan kontribusi sebagai generasi muda,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat, yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo, kini telah berdiri di 165 lokasi dan menjadi simbol pemerataan pendidikan nasional. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut, pemerintah ingin memastikan semua anak Indonesia mendapat hak pendidikan yang sama.

“Bapak Presiden ingin semua anak-anak Indonesia berhak dan dapat bersekolah. Yang dulu tidak sempat sekolah karena kesulitan ekonomi, kini diberi kesempatan lagi untuk belajar dan berlatih keterampilan,” jelas Teddy.

Senada, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico menjelaskan, Sekolah Rakyat lahir dari kepedulian Presiden terhadap lambatnya penurunan angka kemiskinan dan tingginya jumlah anak tidak sekolah.

“Sebagian besar anak putus sekolah karena alasan ekonomi. Program Sekolah Rakyat diharapkan menjawab persoalan itu melalui pendidikan gratis berasrama yang komprehensif,” katanya.

Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menegaskan bahwa semangat 1928 tidak hanya diperingati lewat seremoni, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret membangun generasi muda melalui pendidikan yang merata, berkarakter, dan berkeadilan sosial sebagaimana cita-cita Presiden Prabowo dalam mewujudkan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

[]

Merajut Semangat Sumpah Pemuda, Prabowo-Gibran Siapkan Generasi Tangguh Lewat Asta Cita

Jakarta — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 pada 28 Oktober 2025, semangat membangun generasi muda Indonesia yang unggul kembali menjadi sorotan utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Melalui dua program unggulan dalam Asta Cita — Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat — pemerintah menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai program MBG sebagai bentuk keberpihakan negara kepada rakyat kecil. “Ini bukan sekadar kebijakan populis, tetapi investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia muda yang sehat dan kuat,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa perbaikan gizi nasional akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan daya saing bangsa di masa depan.

Selain memperhatikan aspek gizi, pemerintahan Prabowo-Gibran juga memperkuat pondasi pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Program ini diinisiasi sebagai bagian dari Asta Cita yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya Kementerian Sosial dalam memperluas akses pendidikan yang berkeadilan. “Melalui Sekolah Rakyat, kita ingin menanamkan karakter sosial dan semangat kebersamaan sejak dini, agar generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati sosial yang tinggi,” jelasnya.

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan berkualitas. Kepala Sentra Paramita Mataram, Arif Rohman, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. “Kami ingin memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi. Sekolah Rakyat menjadi jalan pemerataan bagi generasi muda di seluruh pelosok negeri,” ujarnya.

Kehadiran program MBG dan Sekolah Rakyat menunjukkan kesinambungan visi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mencetak sumber daya manusia unggul, yang menjadi prioritas utama dalam Asta Cita. Momentum Hari Sumpah Pemuda tahun ini pun menjadi simbol penting bagi semangat kolektif membangun bangsa melalui pemberdayaan generasi muda.

Dengan memastikan gizi seimbang dan akses pendidikan merata, pemerintah berupaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kerja keras, dan kepedulian sosial yang selaras dengan semangat Sumpah Pemuda 1928. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerus bangsa, tetapi juga pelaku utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkeadilan.

Melalui implementasi nyata Asta Cita, pemerintahan Prabowo-Gibran membuktikan bahwa membangun masa depan bangsa dimulai dari menyiapkan generasi muda hari ini — generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter kuat demi mewujudkan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 : Semangat Persatuan dan Cita-Cita Prabowo Membangun Indonesia

Salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo yang mendapat sorotan adalah Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan inklusif yang memberikan akses belajar kepada anak-anak dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo menyebut pendidikan sebagai bentuk investasi jangka panjang yang paling penting bagi masa depan bangsa.

Selain pendidikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi pilar penting dalam kebijakan sosial pemerintah. Program ini bertujuan memastikan semua anak Indonesia mendapatkan asupan gizi seimbang demi tumbuh kembang optimal.

“Program ini dirancang tidak hanya untuk mengatasi persoalan gizi, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa,” ungkap Presiden Prabowo.

Senada, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengatakan program MBG adalah bentuk nyata keberpihakan negara kepada rakyat kecil.

“Ini investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia muda yang sehat dan kuat menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Tidak kalah penting, pemerintahan Prabowo juga fokus pada kemandirian pangan melalui program Swasembada Pangan. Melalui dukungan pada petani lokal dan teknologi pertanian modern, Indonesia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menilai keberhasilan menuju swasembada tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga pada inovasi dan peran generasi muda.

“Transformasi pertanian harus melibatkan digitalisasi dan kreativitas anak muda. Kita ingin pertanian menjadi sektor yang menarik, modern, dan berdaya saing,” ucap Wapres.

Di sisi lain, untuk menjawab tantangan dunia kerja, pemerintah meluncurkan Program Magang Nasional yang memberikan kesempatan kepada generasi muda memperoleh pengalaman kerja langsung di berbagai sektor industri.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, mengatakan Pemerintah mempercepat pelaksanaan Program Magang Nasional sebagai bagian dari strategi besar peningkatan kualitas tenaga kerja muda di Indonesia.

Menurutnya, program ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menyiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja dengan kompetensi yang lebih matang.

Dengan sinergi program-program tersebut, Hari Sumpah Pemuda ke-97 bukan hanya peringatan sejarah, melainkan momentum memperkuat tekad bangsa menuju Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan berdaulat.

Pemerintahan Prabowo optimis bahwa melalui pendidikan, pangan, dan peluang kerja yang merata, cita-cita para pemuda pada 28 Oktober 1928 akan terwujud dengan nyata. (*)