Bansos Berbasis Data Tunggal Pastikan Tepat Sasaran

Jakarta – Pemerintah memperkuat komitmennya untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran dengan menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama. Kebijakan ini mulai diterapkan penuh pada penyaluran bansos Juni–Juli 2025 yang menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi senilai Rp24,44 triliun.

DTSEN sendiri merupakan hasil integrasi dari tiga sistem data utama yakni Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), dan P3KE. Data ini kemudian diverifikasi ulang oleh BPKP untuk memastikan keabsahan dan status terkini penerima manfaat.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan bahwa dari total 20,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) sejumlah data telah diverifikasi.

”Sebanyak 16,5 juta telah diverifikasi, dan sekitar 14,3 juta di antaranya berada pada desil 1 hingga 4 yang menjadi prioritas utama penerima bansos,” ujarnya.

Data Kementerian Sosial menunjukkan, hingga pekan pertama Juli 2025, penyaluran bansos Program Keluarga Harapan (PKH) telah mencapai 80 persen, sementara Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menembus 84,7 persen dari total target 18,3 juta KPM. Total anggaran yang telah dikucurkan pemerintah untuk periode ini mencapai Rp11,93 triliun.

Ekonom dari INDEF, Esther Sri Astuti, menilai capaian tersebut menunjukkan perbaikan signifikan dalam pengelolaan bansos, terutama dalam konteks ketepatan waktu dan sasaran.

“Penyaluran yang mencapai di atas 80 persen pada minggu pertama bulan berjalan patut diapresiasi. Itu menunjukkan ada perbaikan di sisi administrasi dan data,” katanya.

Penyaluran bansos saat ini dilakukan melalui dua jalur utama: bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Proses transisi dari rekening kolektif ke rekening individu terus dilakukan. Kemensos juga menyalurkan BLT Dana Desa dan program permakanan khusus bagi lansia tunggal serta penyandang disabilitas, yang sudah mulai dicairkan sejak 10 Juli di sejumlah wilayah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua.

Penggunaan DTSEN juga didukung oleh langkah digitalisasi data bantuan. Pemerintah tengah menyiapkan infrastruktur digital publik (Digital Public Infrastructure/DPI) untuk memperkuat sistem distribusi dan pemutakhiran data bansos.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menyatakan bahwa sistem digital akan mengurangi kesalahan data dan menutup celah penyaluran ganda atau tidak tepat sasaran.

“Digitalisasi ini bukan hanya soal efisiensi, tapi keadilan. Kita ingin bantuan sampai ke warga yang benar-benar membutuhkan, tanpa celah manipulasi,” ujarnya

Verifikasi lapangan dilakukan secara rutin setiap tiga bulan. Kemensos mencatat setidaknya 1,9 juta KPM telah dicoret dari daftar penerima karena tidak lagi memenuhi kriteria berdasarkan pembaruan data terakhir. Pemerintah daerah juga diminta aktif mendampingi proses ini agar pemutakhiran berjalan partisipatif dan akurat.

Sementara itu, masyarakat dapat memeriksa status penerima bansos secara mandiri melalui laman cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi “Cek Bansos”. Saat ini, sekitar tiga juta KPM masih dalam proses validasi lanjutan, mayoritas karena belum memiliki rekening pribadi atau terkendala kelengkapan data.

Dengan pendekatan berbasis data tunggal dan pemanfaatan teknologi digital, pemerintah berharap seluruh proses penyaluran bansos di masa mendatang dapat dilakukan dengan lebih cepat, adil, dan tepat sasaran. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya memperkuat daya beli masyarakat miskin dan rentan, tetapi juga menjadi fondasi bagi pembangunan sistem perlindungan sosial yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Program MBG di Papua, Investasi Masa Depan Anak Bangsa

*Loa Murib

Penetapan Universitas Cenderawasih (Uncen) sebagai Regional Centre of Excellence (RCOE) untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Tanah Papua merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Langkah ini menandai keseriusan pemerintah dalam menempatkan isu gizi anak sebagai prioritas utama dalam pembangunan manusia, terutama di wilayah timur Indonesia yang masih menghadapi tantangan besar dalam akses dan pemerataan gizi. Program MBG yang selama ini digulirkan secara nasional, membutuhkan pusat koordinasi dan inovasi daerah agar implementasinya berjalan lebih efektif, adaptif terhadap kondisi lokal, dan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Papua menyambut baik penetapan Uncen sebagai RCOE. Keberadaan lembaga ini diyakini mampu menjadi motor penggerak penguatan kapasitas lokal, baik dalam bentuk riset, pengembangan inovasi, maupun pelatihan tenaga lapangan seperti tenaga kesehatan, guru, hingga kader masyarakat. Selain sebagai pusat pembelajaran, RCOE diharapkan dapat berperan sebagai ruang kolaborasi lintas sektor, yang memadukan pendekatan akademis, kebijakan publik, serta kearifan lokal dalam mewujudkan ketahanan gizi di Papua.

Pelaksana Tugas Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Masyarakat dan Budaya, Matias Mano, mengungkapkan bahwa Pemprov Papua berkomitmen penuh untuk mendukung keberlanjutan program MBG. Komitmen ini tidak sekadar administratif, tetapi mencakup dorongan terhadap pelibatan multipihak dalam implementasi program, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat akar rumput. Ia menekankan bahwa program MBG bukan semata tentang distribusi makanan, tetapi merupakan investasi sosial jangka panjang yang menyasar kelompok paling rentan: anak-anak balita, ibu hamil, serta pelajar di wilayah terpencil.

Dalam konteks Papua yang memiliki tantangan geografis luar biasa, pemerataan akses terhadap makanan bergizi menjadi sangat krusial. Ketika anak-anak tidak memperoleh asupan gizi yang cukup dan aman, maka risiko stunting, keterlambatan perkembangan kognitif, serta rendahnya produktivitas di masa depan akan terus membayangi. Oleh karena itu, MBG harus dimaknai sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap keadilan sosial. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara anak-anak di kota besar dan mereka yang hidup di kampung-kampung pelosok.

Dalam kerangka keadilan tersebut, pentingnya penguatan infrastruktur distribusi program MBG menjadi hal yang mendesak. Salah satu pendekatan inovatif yang kini mulai diusulkan adalah pembentukan dapur satelit di wilayah-wilayah terpencil. Gagasan ini disampaikan oleh Pembina Yayasan Kencana Papua Nusantara, Petrus Thokiman, yang menyuarakan harapan agar MBG benar-benar menjangkau anak-anak di daerah tertinggal, khususnya di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Menurut Petrus, hingga kini pelaksanaan MBG masih terfokus di wilayah perkotaan. Anak-anak di kampung-kampung pelosok belum sepenuhnya merasakan manfaat program ini. Untuk menjembatani kesenjangan itu, pendirian dapur satelit MBG menjadi solusi nyata. Selain menjamin distribusi makanan sehat secara lebih cepat dan efisien, konsep ini juga memungkinkan adanya pemberdayaan masyarakat lokal. Petrus menekankan bahwa pangan lokal seperti sagu, ubi, keladi, dan sayur-mayur dari kebun masyarakat seharusnya bisa diintegrasikan dalam menu MBG. Hal ini akan mendorong ketahanan pangan sekaligus memberdayakan ekonomi lokal.

Lebih jauh, dapur satelit juga sejalan dengan semangat desentralisasi pelayanan publik yang adaptif terhadap karakteristik geografis Papua. Jika dibarengi dengan dukungan regulasi dan pendanaan dari pemerintah pusat dan mitra pembangunan, dapur-dapur ini dapat dibangun di sejumlah titik strategis, terutama yang jauh dari akses jalan raya atau berada di daerah perbukitan dan pesisir terpencil. Dengan demikian, anak-anak yang tinggal di lokasi-lokasi tersebut akan mendapat perlakuan yang setara, tidak terpinggirkan dari kebijakan nasional yang mestinya inklusif.

Penting untuk dipahami bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan bergizi, melainkan juga pada tata kelola yang efisien dan partisipatif. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan—termasuk dari perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, hingga pemerintah mitra seperti Australia, China, dan Jepang. Mereka selama ini telah berperan aktif dalam memperkuat sistem pangan dan gizi yang lebih tangguh dan berkelanjutan di Papua.

Sebagai pusat keunggulan, Uncen dapat memainkan peran strategis dalam mengembangkan modul pelatihan, riset intervensi gizi berbasis lokal, serta membangun sistem monitoring dan evaluasi berbasis data. Ini penting untuk mengidentifikasi titik-titik rawan gizi, mengevaluasi efektivitas menu yang diberikan, hingga merancang intervensi lanjutan yang lebih tepat sasaran. Kampus sebagai pusat ilmu pengetahuan memiliki posisi ideal untuk mengintegrasikan pendekatan ilmiah dengan konteks sosial dan budaya masyarakat Papua.

Langkah-langkah ini pada akhirnya bertujuan pada satu hal: memastikan bahwa setiap anak Papua memiliki masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif. Upaya pembangunan manusia tidak bisa dipisahkan dari pemenuhan kebutuhan dasar seperti gizi yang layak. Oleh karena itu, program MBG harus ditempatkan sebagai prioritas utama, bukan hanya sebagai program sosial temporer, tetapi sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperkuat fondasi generasi masa depan bangsa.

Membangun Papua tidak cukup hanya dengan membangun jalan dan jembatan. Membangun Papua adalah juga tentang membangun manusia-manusianya—dimulai dari piring makan mereka. Program MBG, bila dilaksanakan dengan serius, dapat menjadi jawaban atas tantangan multidimensi di Papua: mulai dari kemiskinan, kesenjangan pendidikan, hingga rendahnya indeks pembangunan manusia. Inilah saatnya untuk menyatukan langkah dan memperluas cakupan program ini, agar tidak ada lagi anak bangsa yang tertinggal hanya karena letak geografisnya.

*Penulis adalah Mahasiswa Papua di Surabaya

Program MBG Didorong Jadi Investasi Sosial Jangka Panjang di Papua

Jayapura — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar agenda pemenuhan gizi, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam membangun keadilan sosial bagi seluruh anak bangsa, termasuk di tanah Papua. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Papua kini mempercepat pelaksanaan program ini melalui penguatan kapasitas daerah dan pemberdayaan pangan lokal.

Penunjukan Universitas Cenderawasih sebagai Regional Centre of Excellence (RCOE) menjadi bukti keseriusan pemerintah. Di tempat ini, pelatihan, riset, dan inovasi lokal akan tumbuh untuk mendukung pelaksanaan MBG secara adaptif terhadap kondisi Papua.

“Pemprov Papua berkomitmen penuh untuk mendukung keberlanjutan program MBG. Komitmen ini tidak sekadar administratif, tetapi mencakup pelibatan multipihak dan penguatan SDM di akar rumput,” ujar Matias Mano, Pelaksana Tugas Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Pengembangan Masyarakat dan Budaya.

Program MBG di Papua menyasar anak-anak balita, ibu hamil, serta pelajar di wilayah terpencil yang selama ini sulit menjangkau makanan bergizi. Langkah ini sekaligus menjadi investasi sosial jangka panjang untuk membangun generasi Papua yang sehat, cerdas, dan produktif.

“Di balik sepiring makanan sederhana, tersimpan potensi besar bagi daerah,” ujar Rinna Syawal, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional. Ia menambahkan, “Potensi pangan kita luar biasa besar. Tapi kita masih terbiasa makan yang itu-itu saja.”

Rinna menegaskan, Indonesia memiliki lebih dari 77 jenis karbohidrat, 75 protein hewani, dan ratusan sayuran serta buah lokal. Semua ini bisa menjadi kekuatan ekonomi daerah bila diintegrasikan dalam dapur MBG.

“Isi piring anak Papua tidak harus sama dengan di Jawa. Karena pangannya berbeda, budayanya berbeda. Dari situ kita bisa membangun kemandirian,” tuturnya.

Program ini juga mendorong pembentukan dapur satelit di wilayah terpencil. Konsep ini memastikan makanan sehat lebih cepat tersaji, sekaligus menggerakkan ekonomi desa. “Kalau bisa, anak-anak makan dari yang tumbuh di tanah mereka sendiri. Karena pangan bukan cuma soal kenyang, tapi juga soal kedaulatan,” tegas Rinna.

Membangun Papua berarti membangun manusianya. Program MBG harus dipandang sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. MBG adalah harapan baru. Ini bukan program sementara, tapi fondasi strategis untuk membangun Papua dari meja makan hingga masa depan.

Ceker Mercon, Kudapan Pedas Yang Membakar Lidah

Jakarta: Ceker, merupakan bagian dari ayam yang lazim dikonsumsi masyarakat, termasuk di Indonesia. Selain mudah didapat dan diolah, rupanya ceker juga memiliki banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Melansir dari lama alodokter.com, setiap 100 gram ceker ayam matang terkandung sekitar 215 kalori. Selain itu, ceker ayam juga mengandung aneka nutrisi lainnya, diantaranya:

• 19,5 gram protein
• 14,5 gram lemak
• 90 miligram kalsium
• 0,9 miligram zat besi
• 30 mikrogram vitamin A (setara 100 IU)
• 85 mikrogram folat atau vitamin B9

Ceker ayam juga mengandung fosfor, selenium, zinc, kolin, vitamin B kompleks, dan vitamin K, serta merupakan sumber gelatin dan kolagen yang baik.

Dibalik nutrisinya yg melimpah, ceker juga dapat diolah dengan berbagai macam cara. Salah satu resep ceker yang cukup populer di masyarakat adalah ceker mercon.

Berikut adalah resep olahan dari ceker ayam yaitu ceker mercon yang bisa menjadi inspirasi.

Bahan:
1 kilogram ceker ayam

Bumbu mercon:
250 gram cabai rawit
250 gram cabai keriting
(Cabai bisa disesuaikan, sesuai dengan tingkat kepedasan yang diinginkan)
2 Butir bawang putih
8 Butir bawang merah
1 butir kemiri

3 cm lengkuas (iris)
3 lembar daun jeruk
1 sdm Garam
1 sdt Gula putih
Penyedap secukupnya
Gula merah secukupnya

Cara membuat:
1. Rebus ceker ayam hingga benar-benar empuk. Setelah empuk, tiriskan.
2. Haluskan bumbu mercon. Lalu tumis.
3. Masukkan lengkuas dan daun jeruk.
4. Setelah tercium harum, masukkan ceker dan bumbu lainnya.
5. Aduk hingga merata, sampai bumbu meresap sempurna.
6. Ceker mercon siap disajikan. (Isnaeni)

Simak Enam Cara Alami Hilangkan Stres yang Efektif

Jakarta: Seseorang yang menjalani rutinitas kehidupan seperti ketika bekerja dan sekolah, pastinya sering mengalami stres. Kondisi stres ini, merupakan situasi umum yang bisa dialami siapa saja akibat tekanan dari pekerjaan, hubungan, atau masalah finansial.

Untuk itu, simak enam cara alami menghilangkan kondisi stres yang efektif dalam artikel ini. Jika dibiarkan, stres bisa berkembang menjadi kondisi kronis yang memengaruhi kesehatan fisik dan mental.

Beberapa kebiasaan sehat terbukti dapat membantu meredakan stres secara alami dan menjaga keseimbangan emosi. Berikut sejumlah cara mengatasi stres agar pikiran tetap tenang melansir laman halodoc:

1. Rutin bergerak dan berolahraga

Aktivitas fisik mampu meningkatkan hormon endorfin yang membuat tubuh merasa lebih rileks. Olahraga ringan seperti jalan kaki atau bersepeda bisa membantu meredakan ketegangan pikiran.

2. Konsumsi makanan sehat

Pola makan bergizi menjaga kestabilan suasana hati saat menghadapi tekanan. Hindari makanan tinggi gula, garam, dan kafein yang bisa memperburuk stres.

3. Kurangi kebiasaan tidak sehat

Rokok, alkohol, dan makan berlebihan sering dipilih saat stres, padahal justru memperburuk kondisi. Menggantinya dengan kebiasaan positif bisa meningkatkan ketahanan mental.

4. Jangan mengasingkan diri

Dukungan sosial dari keluarga dan teman sangat membantu saat mengalami tekanan pikiran. Berbagi cerita atau sekadar bercengkerama bisa meringankan beban emosional.

5. Cukupi waktu tidur

Tidur yang cukup membantu tubuh dan otak pulih dari stres harian. Kurang tidur bisa menurunkan konsentrasi dan memperparah suasana hati.

6. Pertimbangkan konseling profesional

Jika stres terasa berat dan berkepanjangan, jangan ragu berkonsultasi dengan ahli. Konseling membantu memahami penyebab stres dan menemukan solusinya secara sehat. (Yusuf Bagus)

Wajib Tahu, Ini Asal-usul Seni Musik ‘Gambus Tingkilan’

Jakarta: Maestro Gambus Tingkilan, Syaiful menceritakan, asal-usul penamaan ‘Tingkilan’ yang berasal dari seni berbalas pantun asal Kutai, Kalimantan Timur. Sementara, ‘Gambus’ merupakan alat musik yang digunakan dalam bermain seni musik tradisional, Gambus Tingkilan.

Ia menjelaskan, Gambus Tingkilan merupakan seni musik tradisional yang berada di dalam pendalaman wilayah Kalimantan Timur. Menurutnya, perkembangan seni musik ini ditandai dengan hadirnya etnis Melayu di wilayah tersebut.

“Musik Tingkilan ini tersebar di wilayah Kalimantan Timur yang ada etnis melayunya. Tidak hanya di timur saja, namun juga banyak ditemui di wilayah selatan,” katanya saat Temu dan Bincang Maestro, Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (11/7/2025).

Berkembangnya seni musik Gambus Tingkilan ini diawali dengan masuknya agama Islam ke Kutai. Hingga kemudian, musik ini menjadi media dakwah, dan mengenalkan ajaran Islam melalui lantunan musik dan pantun.

Sebelum menjadi Gambus Tingkilan, masyarakat Kutai menyebutnya sebagai seni musik Ganun. Hal ini disebabkan adanya kesalahan pengucapan dalam seni musik tradisional tersebut.

“Di sana (Melayu) lebih menyebutnya sebagai Ganun. Tapi seiring berjalannya waktu, mereka mulai terbiasa dengan pengucapan Gambus,” ucapnya.

Sebelum menjadi sekarang, alat musik Gambus Tingkilan dahulunya adalah Ganun yang memiliki perbedaan, salah satunya alat musik ketel. Pada Ganun, ketel cenderung lebih kecil dan ramping daripada yang sering digunakan oleh Gambus Tingkilan.

Selain itu, seni musik Gambus Tingkilan ini juga menggunakan syair-syair yang berisi pesan moral dan nasihat. Hal itu dibuktikan dengan penyampaian nasihat melalui pantun yang dilantunkan secara bersahut-sahutan.

Bolu Meranti, dari Dapur Kecil Jadi Ikon Medan

KBRN, Medan: Di tengah riuh lalu lintas Medan, aroma bolu gulung Bolu Meranti tetap memikat warga. Siapa sangka, kudapan ini dulunya hanya dibuat di dapur kecil Jalan Meranti.

Ai Ling, ibu rumah tangga dengan hobi memanggang, memulai usaha ini lebih dari dua dekade lalu. Awalnya ia hanya membuat bolu gulung untuk keluarga dan tetangga sekitar rumah.

“Ibu Ai Ling awalnya hanya menerima pesanan dari teman,” kata Kusno Soh, manager Bolu Meranti Medan. “Namun, lama-kelamaan pembeli dari luar kota mulai datang mencarinya.”

Nama “Bolu Meranti” diambil dari alamat rumah Ai Ling saat pertama berjualan di Medan. Meski rumah itu kini tinggal kenangan, nama Meranti tetap melekat sebagai merek yang dikenal luas.

Usaha Bolu Meranti terus berkembang dengan beragam varian rasa yang semakin banyak. Dari keju, cokelat, pandan, mocca, hingga blueberry, semuanya tetap menjaga rasa otentik.

Setiap hari, toko utama Bolu Meranti di kawasan Sisingamangaraja Medan selalu ramai pembeli. Baik wisatawan maupun warga lokal datang membawa pulang bolu ini sebagai oleh-oleh khas.

Bolu Meranti bukan sekadar makanan biasa, tetapi simbol perjuangan dan ketekunan yang berbuah manis. Usaha rumahan sederhana ini kini menjadi kebanggaan dan identitas kota Medan.

Meski persaingan kuliner semakin ketat, Bolu Meranti tetap bertahan sebagai ikon oleh-oleh Medan. Kehadirannya menjadi bukti bahwa konsistensi dan rasa cinta mampu menciptakan warisan berharga.

Tips Jaga Kesehatan Saat ‘Bediding’ Melanda

Jakarta: Fenomena ‘bediding’ saat musim kemarau kembali dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia. Suhu turun drastis, terutama pada malam hingga pagi hari.
Cuaca dingin seperti ini sering menyebabkan tubuh rentan terserang penyakit. Flu, batuk, dan pilek menjadi gangguan paling umum.
Kondisi ini berisiko bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Perubahan suhu yang terjadi secara ekstrem juga bisa memperburuk penderita asma dan alergi.

Untuk menghindari gangguan kesehatan, penting untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga tubuh tetap prima:
1. Gunakan pakaian tebal.
Pakaian tebal dapat membantu membuat tubuh terasa lebih hangat, terutama saat malam hari. Bila perlu, gunakan selimut saat tidur di malam hari.
2. Kurangi paparan udara dingin secara langsung.
Ini bisa dilakukan dengan menutup jendela atau ventilasi saat malam hari. Dan hindari keluar rumah terlalu lama saat malam hari.
3. Konsumsi makanan bergizi.
Daya tahan tubuh juga dipengaruhi oleh asupan makanan yang masuk ke tubuh kita. Maka penting untuk mengkonsumsi makanan bergizi dan kaya vitamin, seperti buah dan sayuran.
4. Minum air yang cukup.
Meskipun udara dingin tidak membuat haus, tetap penuhi kebutuhan cairan. Minum air hangat bisa bantu menjaga suhu tubuh.
5. Hindari mandi terlalu malam atau pagi buta.
Bila perlu, gunakan air hangat untuk mengurangi risiko kedinginan.
6. Olahraga ringan
Tetap melakukan olahraga ringan seperti jalan pagi. Tapi sebaiknya dilakukan setelah matahari mulai menghangat.
Menurut BMKG, fenomena bediding diperkirakan terjadi hingga awal September. Dengan langkah pencegahan yang tepat, tubuh tetap sehat dan bugar.

Lindungi Anak dari Judi Daring, Waspadai Permainan Digital Berbahaya

Medan – Ancaman judi daring semakin mengkhawatirkan, terutama bagi generasi muda yang mudah terpapar melalui media sosial. Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Sumatera Utara, Desy Wulandari, mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak muda, untuk menghentikan segala bentuk keterlibatan dalam aktivitas judi daring.

“Judi daring membawa kehancuran secara perlahan, terutama pada anak muda yang mulai terpapar lewat media sosial. Ini adalah ancaman serius bagi masa depan bangsa,” ujar Desy.

Menurutnya, dampak judi daring tidak hanya menghancurkan ekonomi rumah tangga, tetapi juga merusak mentalitas generasi muda. Ia menilai bahwa pesatnya penyebaran konten promosi judi di media sosial menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi.

“Ini menjadi tantangan besar. Karena yang mempromosikan justru sebagian besar adalah influencer, bahkan dari kalangan perempuan muda. Ini sangat disayangkan,” tegas Desy.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah dan aparat kepolisian yang terus bekerja keras dalam menutup akses situs-situs judi daring serta menindak para pelaku dan promotor, termasuk yang menyebarkannya di media sosial. Namun, Desy menegaskan bahwa promosi ilegal tersebut masih banyak dijumpai dan dilakukan secara terbuka oleh figur publik.

PW IPPNU Sumut menyerukan kepada para influencer, khususnya perempuan, agar berhenti menyebarluaskan konten promosi terkait judi daring. Desy menekankan bahwa keuntungan materi dari promosi tersebut tidak sebanding dengan konsekuensi hukum yang sangat serius.

“Jangan abaikan ancaman pidana. Promosi judi daring melanggar Pasal 303 Ayat 1 Huruf A KUHP dan UU ITE. Ini bukan sekadar kesalahan moral, tapi juga pelanggaran hukum,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Fakfak, Maryo Sapulete, SH, turut mengingatkan masyarakat akan bahaya laten dari judi daring, terutama yang kini kerap menyamar sebagai permainan digital biasa. Dalam program “Jaksa Menyapa”, Maryo menyebut bahwa anak-anak dan remaja menjadi sasaran utama melalui aplikasi game yang terselubung praktik perjudian.

“Awalnya mereka hanya bermain, lama-lama jadi kecanduan dan mulai menggunakan uang sungguhan,” jelasnya dengan tegas.

Maryo menambahkan bahwa banyak pelaku judi daring tidak menyadari bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak pidana yang dilarang oleh hukum positif Indonesia.

“Padahal jelas, baik KUHP maupun UU ITE melarang keras segala bentuk perjudian, termasuk berbasis digital,” katanya.

Dengan maraknya penyamaran aplikasi judi sebagai permainan biasa dan semakin gencarnya promosi di media sosial, peran semua elemen masyarakat sangat dibutuhkan. Terutama peran keluarga, institusi pendidikan, dan organisasi pemuda dalam memberikan pemahaman serta membentengi generasi muda dari pengaruh negatif yang merusak masa depan bangsa.-

[edRW]

Mewaspadai Bahaya Judi Daring di Balik Layar Gawai Anak

Oleh : Rizka Soraya )*

Masyarakat memiliki tanggung jawab secara aktif dalam memerangi maraknya praktik judi daring guna mewujudkan lingkungan digital yang lebih aman dan berkelanjutan di masa depan. Judi daring bukan sekadar persoalan kehilangan uang, melainkan pintu masuk ke dalam lingkaran pelanggaran hukum yang berisiko tinggi. Dengan meningkatnya kasus yang melibatkan berbagai kalangan usia, masyarakat harus dilibatkan secara menyeluruh dalam upaya pencegahan dan edukasi agar tidak menjadi korban dari praktik ilegal yang terus berkembang ini.

Maryo Sapulete, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Fakfak, menegaskan bahwa aplikasi perjudian digital kini semakin lihai dalam menyamar. Banyak dari aplikasi ini tampil seperti permainan biasa yang menyasar anak-anak dan remaja, namun sesungguhnya dirancang untuk menarik mereka ke dalam sistem taruhan.

Maryo juga menyoroti bahwa sebagian besar pelaku tidak menyadari bahwa tindakan mereka masuk dalam kategori tindak pidana. Baik melalui Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) maupun Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), larangan terhadap segala bentuk perjudian sudah diatur dengan jelas. Namun kesadaran akan hal ini belum tersebar merata di masyarakat. Oleh sebab itu, menurut Maryo, selain penegakan hukum, diperlukan juga upaya sosialisasi dan edukasi yang lebih intensif.

Langkah konkret sudah mulai diambil oleh Kejaksaan Negeri Fakfak yang terus menjalin kerja sama lintas lembaga dalam memblokir akses ke situs maupun aplikasi bermuatan judi. Namun, tindakan semacam ini dinilai tak akan memberikan hasil signifikan tanpa keterlibatan aktif masyarakat. Edukasi sejak dini, baik dalam keluarga maupun lingkungan sosial, menjadi hal yang sangat krusial untuk membentuk generasi yang tidak mudah terjerat bujuk rayu digital.

Peran orang tua menjadi sorotan penting dalam upaya perlindungan terhadap anak dari paparan judi daring. Maryo menekankan bahwa penggunaan gawai harus diawasi secara ketat, sebab pemberian akses tanpa kontrol bisa menjadi bumerang. Konten-konten berbahaya dengan tampilan menghibur bisa dengan mudah masuk ke kehidupan anak-anak jika tidak ada pendampingan. Kontrol dan kedekatan emosional orang tua dengan anak harus ditingkatkan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi.

Upaya pencegahan yang lebih sistematis pun kini terus dikembangkan di tingkat nasional. Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Teguh Arifiyadi, mengumumkan bahwa pihaknya tengah menyusun sebuah database terpadu yang memuat informasi lengkap mengenai akun-akun yang terindikasi terlibat dalam aktivitas judi daring. Database ini akan mencakup daftar nomor rekening, nomor ponsel, hingga identitas digital lainnya yang bisa digunakan sebagai dasar sistem deteksi dini.

Teguh menyampaikan bahwa saat ini sudah terdapat lebih dari 300 ribu hingga 400 ribu rekening yang masuk dalam daftar indikasi pidana, termasuk rekening-rekening yang digunakan untuk judi daring. Tidak hanya itu, data blacklist terhadap nomor ponsel juga terus diperluas. Seluruh informasi ini kemudian dibagikan kepada para penyelenggara sistem elektronik yang bekerja sama dengan Kemenkomdigi Saat pengguna melakukan transaksi mencurigakan, sistem akan secara otomatis memberikan peringatan.

Langkah antisipatif ini sudah diadopsi oleh lebih dari 30 penyelenggara sistem, meskipun angka ini dinilai masih jauh dari total keseluruhan penyedia layanan digital di sektor perbankan dan teknologi finansial di Indonesia. Ke depan, pengembangan sistem akan mencakup pengawasan terhadap Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat email, dan bahkan dompet kripto. Semua data ini akan disatukan dalam satu basis data raksasa yang terintegrasi untuk mempermudah identifikasi pelaku kejahatan digital.

Upaya pembersihan ekosistem perbankan dari kegiatan ilegal turut diperkuat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, melaporkan bahwa hingga saat ini sudah ada 17.026 rekening yang diblokir karena terkait aktivitas judi daring. Angka ini mengalami kenaikan dari sebelumnya yang berada di kisaran 14 ribu rekening.

Langkah ini diambil setelah OJK menerima laporan dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Selain itu, pihak OJK juga mewajibkan perbankan untuk menindaklanjuti temuan dengan melakukan penutupan rekening yang datanya sesuai dengan Nomor Induk Kependudukan. Praktik pemantauan juga diperluas dengan melakukan uji tuntas lanjutan atau Enhance Due Diligence (EDD), terutama terhadap rekening-rekening tidak aktif (dormant) agar tidak dimanfaatkan untuk aktivitas mencurigakan.

Laporan transaksi mencurigakan juga menjadi salah satu alat penting yang digunakan oleh OJK dalam mendeteksi aliran dana yang menyimpang. Bank diminta melaporkan segala bentuk transaksi yang berpotensi melanggar hukum kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Analisis aliran dana dan patroli siber terhadap penyalahgunaan logo serta identitas bank di media digital juga menjadi bagian dari strategi pencegahan yang komprehensif.

Sebagai bentuk penguatan lebih lanjut, OJK berencana membentuk satuan tugas khusus atau task force untuk menangani secara langsung insiden keamanan siber yang terjadi di sektor keuangan. Tim ini akan bertugas merespons insiden digital dengan cepat, efektif, dan terkoordinasi guna menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional.

Melalui sinergi antara institusi hukum, regulator, media, dan masyarakat, perang terhadap judi daring terus diperkuat dari berbagai sisi. Namun pada akhirnya, kesadaran individu menjadi kunci utama dalam menolak praktik yang merugikan ini. Dengan memahami bahaya yang ditimbulkan serta mengambil langkah aktif dalam pencegahan, masyarakat bisa menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan bermartabat untuk generasi sekarang maupun masa depan.

) *Penulis adalah kontributor Forum Indonesia Emas

[edRW]