Tokoh Intelektual Muda Papua Pegunungan Dukung Apkam Tindak Tegas OPM

Wamena – Tokoh Intelektual Muda Papua Pegunungan, Charles Kossay mendukung langkah tegas aparat keamanan dalam memberantas keberadaan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang telah meresahkan masyarakat dan menciptakan ketidakstabilan di wilayah Papua. Tindakan tegas terhadap OPM merupakan langkah yang perlu diambil untuk mewujudkan perdamaian dan kemajuan di Papua.

“Saya atau kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua untuk kita tetap mendukung aparat penegak hukum untuk melakukan penegakan hukum sesuai dengan SOP yang ada, supaya tindakan-tindakan kriminal yang dilakukan oleh kelompok-kelompok TPNPB”, kata Charles.

Menurut Charles, OPM telah melakukan berbagai aksi kekerasan yang tidak hanya merugikan warga sipil, tetapi juga menghambat pembangunan serta kesejahteraan di Papua, sehingga tindakan tegas perlu dilakukan.

“Karena tindakan-tindakan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok TPNPB yang ada di Papua Pegunungan, Papua Tengah, ataupun seluruh Tanah Papua dengan ini bisa aman, damai, nyaman, dan masyarakat boleh melakukan aktivitas seperti biasa untuk kelangsungan hidup yang baik”, ujarnya.

Charles juga mengatakan bahwa kehadiran OPM sangat meresahkan masyarakat Papua yang menginginkan kedamaian dan kesempatan untuk maju. Mereka menyatakan bahwa solidaritas sosial dan kesatuan bangsa harus menjadi prioritas utama demi masa depan yang lebih baik.

“Tindakan-tindakan mereka inilah yang mengakibatkan masyarakat trauma untuk melakukan aktivitas dan kegiatan-kegiatan seperti kerja ke kebun, kantor, dan buat acara apapun sudah tidak bisa dan aktivitas lumpuh total”, lanjutnya.

Selain itu, Charles juga mengajak masyarakat Papua untuk mendukung program pemerintah dalam memajukan tanah Papua.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Tanah Papua tetap mendukung program-program pemerintah baik yang dilakukan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat untuk dapat mewujudkan harapan-harapan masyarakat dalam konteks pembangunan”, kata Charles.

Dukungan tersebut menunjukkan komitmen kuat masyarakat Papua dalam mendukung terciptanya kedamaian dan kemajuan di tanah Papua.

Charles Kossay Ajak Warga Dukung Penegakan Hukum dan Pembangunan

Papua – Kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan gereja di Air Garam, Distrik Asotipo, menjadi perhatian serius bagi Charles Kossay, seorang tokoh intelektual muda dari Papua Pegunungan. Ia menyayangkan tindakan kelompok separatis bersenjata yang terus meresahkan masyarakat di sejumlah wilayah Papua.

“Penembakan terhadap pekerja dan ancaman terhadap guru serta tenaga medis adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Ini tidak hanya melukai korban, tetapi juga merusak ketentraman sosial,” ungkap Charles Kossay.

Ia menilai, aksi-aksi kelompok TPNPB di Papua Pegunungan, Papua Tengah, hingga Intan Jaya telah menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh. Banyak warga tak berani ke kebun, mengajar, maupun melaksanakan kegiatan ekonomi.

Menurut Kossay, tindakan tersebut tidak membantu perjuangan siapa pun. Justru, masyarakat menjadi korban utama karena kehilangan rasa aman dan kesempatan untuk hidup layak.

“Para guru dan perawat datang untuk membangun SDM Papua. Mereka bukan musuh, melainkan pejuang kemanusiaan,” ujarnya Kossay.

Charles Kossay menekankan pentingnya dukungan kepada aparat penegak hukum untuk bertindak tegas namun tetap humanis. Ia meminta masyarakat melaporkan segala bentuk provokasi yang mengganggu ketertiban dan pembangunan.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah dan lembaga sosial untuk terus hadir memberi pendampingan kepada masyarakat terdampak. Trauma sosial yang ditimbulkan tidak bisa diabaikan dan harus ditangani dengan pendekatan psikologis yang menyentuh hati masyarakat Papua.

“Jika masyarakat terus merasa takut, tidak akan ada pertumbuhan. Kita perlu jaminan rasa aman agar pembangunan berjalan dengan lancar,” tambah Kossay.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam menyikapi informasi yang tersebar di media sosial atau grup komunitas. Menurutnya, narasi-narasi yang mengandung kebencian harus disaring dan tidak disebarluaskan demi menjaga harmoni sosial.

“Mari kita bersatu menjaga Papua tetap damai. Jangan terpancing oleh provokasi yang hanya merugikan kita sendiri,” ucap Kossay.

Lebih lanjut, Kossay mengajak masyarakat untuk mendukung penuh program pembangunan dari pemerintah di semua tingkatan. Dengan dukungan masyarakat, Papua dapat melangkah maju dan keluar dari ketertinggalan.

“Kita semua ingin Papua yang aman, sejahtera, dan berkembang. Itu hanya bisa dicapai bila kita bersatu dan mendukung pembangunan,” tegas Kossay.

Tokoh Muda Papua Serukan Perdamaian dan Hentikan Kekerasan TPNPB di Jayawijaya

Papua – Seruan tegas disampaikan Tokoh Intelektual Muda Papua Pegunungan, Charles Kossay, menanggapi rentetan aksi kekerasan yang terjadi di wilayah Papua, khususnya penembakan terhadap pekerja bangunan di gereja GKI, Air Garam, Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya, yang dilakukan oleh kelompok bersenjata TPNPB.

“Kekerasan yang terjadi, seperti penembakan terhadap warga sipil, pekerja, guru, bahkan perawat, adalah tindakan tidak manusiawi dan melanggar hak asasi manusia. Ini tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun,” ujar Charles Kossay.

Ia menyampaikan bahwa tindakan kelompok separatis di beberapa wilayah seperti Yahukimo, Intan Jaya, dan Puncak, telah menimbulkan trauma yang mendalam di tengah masyarakat. Akibatnya, banyak warga takut beraktivitas, dari bekerja di kebun, ke kantor, hingga kegiatan sosial masyarakat lumpuh total.

Kossay menyerukan kepada kelompok TPNPB untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil. Ia menegaskan bahwa para guru dan tenaga kesehatan adalah pelayan kemanusiaan yang datang ke Papua untuk membantu masyarakat, bukan untuk dijadikan sasaran kekerasan.

“Kami tidak bisa terus kehilangan nyawa hanya karena ambisi segelintir kelompok. Pembunuhan tidak bisa ditoleransi. Ini adalah pelanggaran yang sangat fatal dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan,” tegas Kossay..

Dalam pernyataannya, Charles Kossay juga mengajak masyarakat Papua untuk mendukung langkah-langkah hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum sesuai prosedur yang berlaku. Penegakan hukum harus mengedepankan pendekatan humanis agar masyarakat tetap merasa aman.

Kossay juga mendorong agar semua pihak, termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda, aktif menyuarakan perdamaian dan menjadi penengah yang mempersatukan. Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat dan aparat penegak hukum akan mempercepat terciptanya ketertiban di wilayah rawan konflik.

“Kita harus bergandengan tangan, tidak hanya untuk menolak kekerasan, tetapi juga membangun masa depan Papua yang damai dan maju,” ucap Kossay..

Ia mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang beredar di media sosial atau grup perpesanan yang bertujuan memecah belah dan menimbulkan keresahan.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat Tanah Papua untuk terus mendukung seluruh program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi kunci terwujudnya Papua yang damai, aman, dan sejahtera.

Tokoh Intelektual Muda Papua Pegunungan, Charles Kasuay: Tindak Tegas OPM dan Kawal Pembangunan Papua

Papua – Tokoh Intelektual Muda Papua Pegunungan, Charles Kasuay, menyuarakan dukungan tegas terhadap langkah pemerintah dalam menindak kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan terus mengawal pembangunan yang tengah berlangsung di wilayah Papua. Menurutnya, keamanan adalah prasyarat utama untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan di Tanah Papua.

Charles menilai bahwa tindakan brutal dan kekerasan yang sering dilakukan oleh OPM telah menghambat roda pembangunan serta menciptakan ketakutan di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pegunungan. Ia mendesak aparat keamanan untuk bertindak tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis, agar rakyat sipil tidak menjadi korban.

“Saya atau kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua untuk tetap mempercayai atau mendukung aparat penegak hukum dalam melakukan penegakan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini dilakukan agar tindakan-tindakan kriminal yang dilakukan oleh TPNPB atau kelompok-kelompok ingin merugikan pembangunan bisa ditindak tegas oleh para penegak hukum,” kata Charles.

Menurut Charles, tindakan-tindakan yang dilakukan TPNPB tidak dapat dipuji atau tidak dapat dibenarkan oleh siapapun karena mereka melanggar hak hidup orang atau melanggar Hak Asasi Manusia.

“Apalagi tindakan-tindakan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok TPNPB dilakukan di beberapa tempat seperti di Yahukimo, Intan Jaya, Puncak, dan beberapa daerah lainnya. Tindakan-tindakan TPNPB tersebut mengakibatkan masyarakat trauma untuk melakukan aktivitas dan kegiatan sehari-hari seperti bekerja ke kebun, kantor, dan lainnya,” jelas Charles.

Charles mengatakan bahwa keberlanjutan pembangunan sangat penting untuk kemajuan di wilayah Papua. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat untuk mendukung program-program yang tengah dilaksanakan pemerintah di Tanah Papua.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Tanah Papua tetap mendukung program-program pemerintah baik yang dilakukan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat untuk dapat mewujudkan harapan-harapan masyarakat dalam konteks pembangunan,” ungkap Charles.

Charles juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oknum tertentu yang dapat menimbulkan kegaduhan atau mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Papua. Jika hal itu terjadi, masyarakat dapat melaporkannya kepada aparat keamanan untuk segera ditindaklanjuti.

“Ketika ada sesuatu atau ada narasi yang memprovokasi dan membuat orang gaduh dalam keluarga, kelompok, atau situasi apapun, kita untuk dapat melakukan laporan terhadap kelompok atau terhadap aparat penegak hukum supaya mereka bisa menangani persoalan dengan baik dan mengedepankan pendekatan humanis, supaya dalam proses penegakan hukum ini bisa dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan harapan masyarakat supaya tidak terjadi tindakan-tindakan kriminal di dalam lingkungan atau di seluruh Tanah Papua,” jelas Charles.

Pernyataan Charles Kasuay menjadi suara penting dari generasi intelektual muda Papua yang mendambakan kemajuan, perdamaian, dan keadilan di bumi Cenderawasih.

Tokoh Intelektual Muda Papua Pegunungan Dukung Penegakan Keamanan Terhadap OPM dan Pembangunan Papua

Papua – Tokoh Intelektual Muda Papua Pegunungan, Charles Kasuay, menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam menegakkan keamanan terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM) sekaligus mendorong percepatan pembangunan di Tanah Papua. Menurutnya, stabilitas keamanan adalah fondasi utama dalam menciptakan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua secara menyeluruh.

Dalam pernyataannya, Charles Kasuay menegaskan bahwa aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak terpuji dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Tokoh Intelektual Muda Papua Pegunungan, Charles Kasuay mengatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir ini di Tanah Papua khususnya di Air Garam, Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya, telah terjadi penembakan yang dilakukan oleh kelompok TPNPB terhadap para pekerja bangunan di salah satu geraja GKI di Air Garam.

“Tindakan-tindakan yang dilakukan TPNPB tidak dapat dipuji atau tidak dapat dibenarkan oleh siapapun karena mereka melanggar hak hidup orang atau melanggar Hak Asasi Manusia. Apalagi tindakan-tindakan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok TPNPB dilakukan di beberapa tempat seperti di Yahukimo, Intan Jaya, Puncak, dan beberapa daerah lainnya,” ujar Charles.

Menurut Charles, tindakan-tindakan TPNPB tersebut mengakibatkan masyarakat trauma untuk melakukan aktivitas dan kegiatan sehari-hari seperti bekerja ke kebun, kantor, dan lainnya.

Charles mengajak masyarakat Papua, khususnya di wilayah pegunungan, untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi separatisme yang sering dimainkan oleh kelompok-kelompok tertentu melalui media sosial.

“Apalagi kita mendengarkan narasi-narasi yang bersifat provosi itu akan mengganggu konteks pembangunan kita.
Oleh sebab itu, narasi-narasi yang memojokkan kita atau narasi-narasi yang memprovokasi dalam WhatsApp Group, komunitas, keluarga, atau dimana pun kita berkumpul ada sesuatu atau ada oknum-oknum tertentu yang memprovokasi kita tidak perlu mendengarkan tapi kita mencerna informasi itu dengan baik dan benar supaya kita tidak terjebak atau kita merasa panik dalam kehidupan,” jelas Charles.

Tokoh Intelektual Muda Papua Pegunungan tersebut mengimbau kepada kelompok TPNPB untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu aktivitas masyarakat luas. Apalagi tindakan-tindakan ini tidak hanya menyasar pekerja bangunan tetapi dalam aktivitas proses mengajar yang dilakukan oleh guru dan perawat atau tenaga kesehatan.
“Mereka adalah pelayan kemanusiaan yang datang ke Tanah Papua untuk membantu Sumber Daya Manusia, pelayanan kesehatan, dan pembangunan di seluruh Tanah Papua. Menghilangkan nyawa orang adalah perbuatan yang sangat tidak dapat dibenarkan atau fatal serta tidak manusiawi,” kata Charles.

Tokoh Intelektual Muda Papua Pegunungan, Charles Kasuay menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua untuk tetap mempercayai atau mendukung aparat penegak hukum dalam melakukan penegakan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini dilakukan agar tindakan-tindakan kriminal yang dilakukan oleh TPNPB atau kelompok-kelompok ingin merugikan pembangunan bisa ditindak tegas oleh para penegak hukum.

Selain itu, Charles Kasuay menghimbau kepada seluruh masyarakat Tanah Papua tetap mendukung program-program pemerintah baik yang dilakukan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat untuk dapat mewujudkan harapan-harapan masyarakat dalam konteks pembangunan.

Dukungan dari tokoh-tokoh muda seperti Charles Kasuay dinilai penting dalam membangun semangat baru Papua yang damai, aman, dan sejahtera. Suara-suara dari kalangan intelektual lokal menjadi jembatan penting dalam memperkuat sinergi antara masyarakat Papua dan pemerintah demi masa depan yang lebih cerah.

Mendukung Penegakan Keamanan Terhadap OPM dan Pembangunan Papua

Oleh: Dhita Karuniawati )*

Papua, sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memiliki potensi luar biasa dalam aspek sumber daya alam dan kekayaan budaya. Namun, potensi tersebut kerap kali terhambat oleh persoalan keamanan, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas kelompok separatis bersenjata seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dalam beberapa dekade terakhir, OPM telah menjadi ancaman serius terhadap stabilitas, keselamatan masyarakat, dan upaya percepatan pembangunan di Bumi Cenderawasih.

Penegakan keamanan terhadap OPM bukan hanya merupakan langkah pertahanan negara, tetapi juga bentuk perlindungan terhadap hak-hak dasar warga Papua untuk hidup damai dan menikmati kemajuan. Negara memiliki kewajiban untuk menjaga kedaulatan wilayah serta memastikan bahwa pembangunan di Papua berlangsung dengan lancar, adil, dan berkelanjutan.

OPM, sebagai gerakan separatis, telah berulang kali melakukan tindakan kekerasan yang merugikan masyarakat sipil maupun aparat keamanan. Dalam beberapa tahun terakhir, laporan tentang pembakaran fasilitas umum, penyanderaan warga, hingga penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru menjadi potret tragis dari situasi keamanan yang genting.

Kelompok ini memanfaatkan isu ketidakpuasan sosial dan ekonomi sebagai landasan perlawanan bersenjata, padahal cara-cara kekerasan justru merugikan masyarakat Papua sendiri. Ketakutan akibat teror yang dilakukan OPM membuat akses pendidikan terganggu, pelayanan kesehatan terhambat, dan investasi pembangunan menjadi lambat. Masyarakat yang seharusnya menjadi subjek utama pembangunan justru menjadi korban dari konflik yang tidak berkesudahan.

Tokoh Intelektual Muda Papua Pegunungan, Charles Kasuay mengatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir ini di Tanah Papua khususnya di Air Garam, Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya, telah terjadi penembakan yang dilakukan oleh kelompok TPNPB terhadap para pekerja bangunan di salah satu geraja GKI di Air Garam.

Menurut Charles, tindakan-tindakan yang dilakukan TPNPB tidak dapat dipuji atau tidak dapat dibenarkan oleh siapapun karena mereka melanggar hak hidup orang atau melanggar Hak Asasi Manusia. Apalagi tindakan-tindakan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok TPNPB dilakukan di beberapa tempat seperti di Yahukimo, Intan Jaya, Puncak, dan beberapa daerah lainnya.

Tindakan-tindakan TPNPB tersebut mengakibatkan masyarakat trauma untuk melakukan aktivitas dan kegiatan sehari-hari seperti bekerja ke kebun, kantor, dan lainnya.

Tokoh Intelektual Muda Papua Pegunungan tersebut mengimbau kepada kelompok TPNPB untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu aktivitas masyarakat luas. Apalagi tindakan tindakan ini tidak hanya menyasar pekerja bangunan tetapi dalam aktivitas proses mengajar yang dilakukan oleh guru dan perawat atau tenaga kesehatan. Sebab, mereka adalah pelayan kemanusiaan yang datang ke Tanah Papua untuk membantu Sumber Daya Manusia, pelayanan kesehatan, dan pembangunan di seluruh Tanah Papua.

Charles Kasuay mengatakan menghilangkan nyawa orang adalah perbuatan yang sangat tidak dapat dibenarkan atau fatal serta tidak manusiawi.

Pemerintah Indonesia terus memperkuat pendekatan keamanan dalam menghadapi kelompok separatis OPM. Langkah-langkah ini dilakukan melalui operasi terpadu TNI dan Polri yang ditujukan untuk melindungi masyarakat sipil serta menekan aktivitas kelompok bersenjata. Dalam setiap operasi, pemerintah menekankan pendekatan yang profesional, proporsional, dan mengedepankan prinsip hak asasi manusia.

Selain pendekatan militer, pemerintah juga mendorong strategi deradikalisasi dan komunikasi strategis untuk memutus mata rantai rekrutmen dan dukungan terhadap kelompok separatis. Langkah-langkah ini bertujuan tidak hanya menumpas kekuatan bersenjata, tetapi juga memulihkan kesadaran kolektif bahwa Papua adalah bagian sah dan tak terpisahkan dari Indonesia.

Penegakan hukum terhadap aktor-aktor kekerasan juga menjadi bagian dari strategi ini. Pemerintah tak ragu menindak pelaku yang terbukti melakukan kejahatan terhadap masyarakat, dengan tetap membuka ruang dialog bagi warga yang ingin kembali ke pangkuan NKRI.
Penanganan konflik Papua tidak bisa semata-mata dilakukan lewat pendekatan keamanan. Solusi jangka panjang justru terletak pada keberhasilan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Oleh karena itu, pemerintah menempatkan Papua sebagai salah satu prioritas dalam agenda pembangunan nasional, termasuk melalui program Otonomi Khusus (Otsus) yang telah direvisi untuk memberikan manfaat lebih besar bagi rakyat Papua.

Berbagai proyek infrastruktur terus digencarkan, mulai dari pembangunan jalan Trans Papua, jembatan, bandara, hingga rumah sakit. Infrastruktur ini tidak hanya membuka akses wilayah yang sebelumnya terisolasi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi lokal.

Tidak hanya fisik, pembangunan sumber daya manusia juga menjadi fokus. Program pendidikan, beasiswa afirmatif, pelatihan tenaga kerja, dan peningkatan layanan kesehatan terus ditingkatkan. Tujuannya adalah menciptakan generasi Papua yang berdaya saing dan mampu memimpin daerahnya sendiri secara mandiri.

Tokoh Intelektual Muda Papua Pegunungan, Charles Kasuay menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua untuk tetap mempercayai atau mendukung aparat penegak hukum dalam melakukan penegakan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini dilakukan agar tindakan-tindakan kriminal yang dilakukan oleh TPNPB atau kelompok-kelompok ingin merugikan pembangunan bisa ditindak tegas oleh para penegak hukum.

Selain itu, Charles Kasuay menghimbau kepada seluruh masyarakat Tanah Papua tetap mendukung program-program pemerintah baik yang dilakukan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat untuk dapat mewujudkan harapan-harapan masyarakat dalam konteks pembangunan.

Penegakan keamanan dan pembangunan tidak akan optimal tanpa partisipasi aktif dari masyarakat. Rakyat Papua perlu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kedamaian dan menolak kekerasan. Tokoh adat, pemuka agama, dan generasi muda memiliki peran penting dalam menyebarkan nilai-nilai kebangsaan dan mengedepankan dialog sebagai jalan penyelesaian konflik.

Masyarakat juga harus diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tanpa perlu terjebak dalam narasi separatis yang sering kali dimanipulasi oleh kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi atau luar negeri. Demokrasi menjamin hak berpendapat, namun harus tetap dalam bingkai konstitusi dan hukum yang berlaku.

Solidaritas nasional terhadap Papua harus terus dibangun. Masyarakat Indonesia di berbagai wilayah perlu melihat isu Papua bukan hanya dari sisi konflik, tetapi sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun Indonesia dari pinggiran. Dukungan terhadap keamanan dan pembangunan di Papua merupakan bentuk kecintaan pada tanah air dan rasa keadilan sosial.

Pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat sipil harus bersinergi untuk memastikan bahwa setiap langkah pembangunan di Papua dirasakan oleh rakyatnya. Papua bukan objek, melainkan subjek yang punya hak dan potensi besar untuk berkembang.

Menjaga keamanan dari ancaman OPM sekaligus mendorong percepatan pembangunan Papua adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Tidak mungkin ada pembangunan tanpa keamanan, dan keamanan pun tidak akan langgeng tanpa keadilan sosial yang hadir melalui pembangunan. Oleh karena itu, upaya pemerintah dalam menghadapi kelompok separatis seperti OPM harus didukung penuh oleh seluruh elemen bangsa.

Langkah ini bukan hanya demi menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga demi memastikan bahwa rakyat Papua bisa hidup dalam damai, aman, dan sejahtera seperti warga negara Indonesia lainnya. Papua adalah Indonesia. Maka, sudah seharusnya setiap warga negara mendukung penuh penegakan keamanan dan percepatan pembangunan demi masa depan Papua yang cerah dan berdaulat.

*) Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

Benarkah Konsumsi Minyak Ikan Bisa Mengatasi Kepikunan?

Jakarta: Saat memasuki usia lanjut, banyak orang mengalami pikun atau demensia. Kondisi ini disebabkan menurunnya fungsi sel-sel otak yang berdampak pada daya ingat.

Namun, kepikunan sebenarnya bisa dicegah sejak dini. Pencegahan dapat dilakukan melalui perawatan kesehatan yang baik dan teratur.

Menurut Klik Dokter, minyak ikan mengandung asam lemak omega-3 yang penting untuk otak. Kandungan DHA di dalamnya bermanfaat meningkatkan daya ingat seseorang.

Minyak ikan juga membantu memperbaiki memori dan mencegah penurunan kognitif. Hal ini penting untuk mencegah demensia pada usia lanjut.

Kadar DHA yang rendah sering dikaitkan dengan gangguan seperti depresi dan autisme. Bahkan bisa meningkatkan risiko terkena penyakit Alzheimer.

Alzheimer adalah penyakit degeneratif otak yang menyebabkan penurunan fungsi secara bertahap. Penurunan ini meliputi ingatan, kemampuan berpikir, berbicara, dan perilaku.

Banyak penelitian telah membuktikan manfaat minyak ikan untuk kesehatan otak. Meski begitu, efektivitasnya dalam mencegah pikun masih perlu diteliti lebih lanjut.

Selain dari minyak ikan, omega-3 juga bisa didapat dari berbagai makanan. Contohnya kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, telur, dan susu.

Susu sapi dan susu kedelai juga bisa menjadi sumber omega-3 yang baik. Begitu juga dengan pemilihan jenis minyak untuk memasak sehari-hari.

Minyak zaitun, minyak kanola, dan minyak kedelai mengandung asam lemak omega-3. Minyak tersebut bisa dipilih sebagai bagian dari pola makan sehat. (Afriani Respati)

Tujuh Prodi Universitas Yarsi Dapat Akreditasi dari FIBAA

Jakarta: Sebanyak tujuh program studi di Universitas Yarsi memperoleh akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Hal ini disampaikan Wakil Rektor IV Universitas Yarsi Universitas Yarsi Prof Dr Nurul Huda.

“Ketujuh prodi tersebut adalah Ilmu Hukum, Perpustakaan dan Sains Informasi, Psikologi, Manajemen, Akuntansi, Magister Kenotariatan, dan Magister Manajemen. Insya Allah di tahun 2025 ini, bulan Juni ini kita akan masuk di tahapan yang keempat dalam pengembangan untuk Universitas Yarsi,” kata Nurul Huda kepada wartawan di Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (22/6/2025).

Nurul menyampaikan bahwa hal tersebut menggambarkan upaya Universitas Yarsi untuk menjadi kampus kelas dunia. Khususnya, dalam rangka mencetak generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.

“Jadi namanya kita sebut dengan pemantapan internasional. Kami tersebut berusaha menjadi kampus yang mendunia dalam rangka mencetak generasi emas,” ucap Nurul.

Diketahui, Universitas Yarsi menggelar kegiatan Fun Walk di Pintu 7 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Ahad (22/6). Kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-58 tahun.

Agenda rutin yang sudah digelar ketiga kali ini diikuti 750 orang peserta yang berasal dari internal kampus. Mulai dari para alumni dan keluarganya, serta masyarakat umum.

“Iya, kegiatan ini selalu diadakan, sudah tiga kali digelar di komplek GBK. Saya terharu ya bahwa di tengah kesibukan keluarga masing-masing, mereka masih mau ikut,” ujar Rektor Universitas Yarsi, Prof. Fasli Jalal.

HUT Jakarta, Ada Menu Betawi di Kereta Api

Jakarta: Perayaan ulang tahun Jakarta tahun ini terasa lebih hangat di atas kereta api. Ini karena KAI Services menyajikan menu khas Betawi untuk menyambut HUT Jakarta ke-498.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services Rachman Firhan, sajian ini bagian dari memeriahkan ulang tahun ibu kota. Makanan khas ini disajikan di dalam rangkaian kereta api untuk menemani perjalanan para penumpang.

“KAI Services menghadirkan beragam sajian khas Betawi saat perayaan HUT Jakarta ke 498 tahun. Para pelanggan bisa menikmati perjalanan naik kereta sambil makan Nasi Uduk Kebon Kacang atau roti buaya,“ ujar Firhan dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (22/6/2025).

“Buat yang di Jakarta, bisa ke Loko Café untuk menikmati sajian promo Semarak Jakarta yang menghadirkan sajian khas Soto Betawi.”

Suasana khas Betawi juga dihadirkan melalui prama dan prami yang memakai pakaian adat Jakarta. Sentuhan budaya ini membuat perjalanan terasa berbeda dari biasanya.

Menu spesial ini tersedia di kereta seperti KA Batavia, Jayakarta, Kertajaya, dan Argo Dwipangga. Penumpang juga bisa menikmatinya di kereta Gaya Baru Malam Selatan, Sawunggalih, dan Taksaka.

Kuliner Kereta juga menyajikan roti buaya yang identik dengan tradisi pernikahan warga Betawi. Sajian khas Jakarta ini tersedia sejak 20 Juni hingga 2 Juli 2025 mendatang.

Kehadiran menu ini diharapkan memberi pengalaman baru bagi para penumpang. Bagi yang tidak bepergian naik kereta, Loko Café juga ikut merayakan HUT Jakarta.

Lokasi berburu kuliner Betawi ada di Loko Café Stasiun Pasar Senen, Gambir, dan KCIC Halim. Promo bertajuk Semarak Jakarta menawarkan dua pilihan menu khas ibu kota.

Paket pertama berisi nasi, soto Betawi, dan ice lemon tea seharga Rp49.800. Paket kedua menyajikan nasi goreng dengan telur ceplok dan minuman yang sama.

Penawaran promo ini berlaku dari 22 hingga 26 Juni 2025.

Inilah Asal-Usul Tren ”Dame Un Grrr’ di TikTok

Jakarta: Istilah ‘Dame Un Grrr Un Que’ kini ramai dan bertebaran di media sosial TikTok. Pasalnya, istilah tersebut kerap dijadikan latar belakang suara para pengguna Tiktok.

Meskipun banyak yang menggunakan suara ini, sayangnya tidak banyak yang tahu maksud atau arti dari lagunya. Dame Un Grrr Un Que sendiri diketahui merupakan istilah yang berasal dari Bahasa Spanyol.

Lantas seperti apa asal usul istilah ‘Dame Un Grrr Un Que’ yang viral di TikTok. Berikut adalah penjelasannya.

Tren ini awal mulanya diunggah oleh salah satu akun TikTok bernama @ciambellaglitterata yang memperlihatkan seorang anak remaja bermain kuda bisik. Permainan ini menyebutkan ‘Dame Un Grrr Un Que’ tanpa penyebutan yang salah.

Kalimat ‘Dame Un Grrr Un Que’ berasal dari lagu yang berjudul serupa yang dinyanyikan Fantomel, Kate Linn. Menurut Kate Linn, Dame Un Grr memiliki arti “Berikan Aku Pesonamu.”

Sebetulnya, istilah tersebut merupakan suara yang memiliki makna yang artinya beragam, bisa positif dan sebaliknya. Meskipun demikian, suara ini hanya bertujuan untuk seru-seruan dan tak berfokus pada lirik lagunya.