Simak Deretan Fakta Unik Film ‘Bring Her Back’

Jakarta: Film horor Bring Her Back sukses membuat penonton bergidik sejak awal kemunculannya di layar lebar, Kamis (29/5/2025). Film horor besutan duo sutradara kembar asal Australia, Danny dan Michael Philippou ini bukan sekedar menyuguhkan adegan menyeramkan.

Sebelumnya, mereka meluncurkan film Talk To Me yang juga tidak kalah seramnya dengan Bring Her Back. Berbeda dengan sebelumnya, di balik film Bring Her Back tersimpan lapisan emosi yang dalam, personal, dan menyentuh hati.

Bukan film horor namanya jika tidak mengalami hal yang mencekam. Hal tersebut diceritakan oleh sang sutradara saat sesi wawancara di kanal YouTube Sinema Tengah Malam, Selasa (3/6/2025).

Lantas hal janggal apa yang pernah dialami oleh Danny dan Michael Philippou saat menggarap film Bring Her Back? Berikut ulasannya.

1. Lebih Seram dari Film Talk To Me

Jika Talk to Me saja udah bikin Anda merinding, Bring Her Back akan membuat bulu kuduk makin berdiri. Menariknya, film ini menampilkan elemen okultisme yang sangat intens dengan pemindahan roh lewat rekaman VHS jadul.

2. Gangguan Aneh saat Syuting Bring Her Back

Michael Philippou menceritakan adanya kejadian yang cukup aneh saat syuting film Bring Her Back berlangsung. Hal ini dibuktikan dengan salah satu patung anjing yang digunakan untuk properti tidak ada di tempat semula.

Beberapa kru film tidak ada yang merasa memindahkan patung anjing tersebut sehingga membuat Michael agak kebingungan pada saat itu. Sementara itu, pihak rumah produksi juga menyewa sejumlah paranormal untuk mengusir hal negatif yang berada di lokasi tersebut.

3. Melakukan Riset Panjang Tentang Budaya Okultisme

Sebelum menggarap film Bring Her Back, Michael Philippou dan Danny melakukan riset panjang tentang budaya okultisme. Bahkan, ia sampai harus menyamar demi bisa berbicara dengan narasumber dari dunia yang tertutup itu.

Undang Tawa, Inilah Fakta-Fakta Film ‘Keluarga Super Irit’

Jakarta: Film ‘Keluarga Super Irit’ adalah film komedi keluarga Indonesia yang mengangkat tema kehidupan hemat sehari-hari. Film ini diproduksi oleh Falcon Pictures dan akan tayang pada 12 Juni 2025, di bioskop nasional.

Cerita film ini sendiri mengikuti keluarga sederhana yang menghadapi tantangan ekonomi dengan cara-cara unik dan menggelitik. Dengan gaya penceritaan ringan, film ini mengajarkan nilai hemat melalui humor dan kedekatan keluarga.

Film ini sendiri diadaptasi dari manhwa Korea populer berjudul Saving Family Chronicles. Manhwa ini pertama kali terbit tahun 2019 dan langsung viral karena ide unik dan humornya.

Gaya gambar dalam manhwa sangat ekspresif, mendukung jalan cerita yang ringan tapi penuh makna. Setiap bab manhwa menyisipkan pesan tentang keuangan keluarga, kebersamaan, dan pentingnya hidup sederhana.

Walaupun film ‘Keluarga Super Irit’ diadaptasi dari komik yang ada di korea, terdapat beberapa perbedaan dalam film ini. Nuansa dan komedi khas indonesia akan tetap hadir dalam film ini, sehingga masnyarakat tetap merasa relevan dengan ceritanya.

Dilansir dari berbagai sumber. Berikut adalah perbedaan film ‘Keluarga Super Irit’ yang tayang di Indonesia dengan komiknya.

1. Cerita Pilihan dari 32 Seri Komiknya

Manhwa aslinya terdiri dari 32 seri buku dengan berbagai cerita tentang kehidupan keluarga hemat. Karena jumlahnya banyak, tim produksi memilih beberapa cerita yang paling cocok untuk difilmkan.

Cerita-cerita pilihan itu lalu dirangkai ulang agar membentuk alur baru yang pas untuk durasi film. Struktur film akhirnya menjadi versi adaptasi unik yang memadukan berbagai bagian dari keseluruhan seri.

2. Perbedaan yang Dipilih Dibandingkan Versi Asli Komiknya

Meski berasal dari komik Korea, film *Keluarga Super Irit* mengalami banyak penyesuaian dalam penceritaannya. Tim produksi mengemas ulang cerita agar sesuai dengan realitas sosial Indonesia saat ini.

Tips-tips hemat juga disesuaikan dengan kondisi lokal, seperti ojek online dan isu PHK di masyarakat. Film ini juga menambahkan lebih banyak karakter pendukung untuk memperkaya dinamika dan konflik dalam cerita.

3. Para Karakter Utama yang Tetap Dipertahankan

Meski ceritanya dikembangkan, film *Keluarga Super Irit* tetap mempertahankan tokoh utama dari komiknya. Karakter seperti anak boros, anak hemat, dan kakek super irit masih hadir dalam ceritanya. (Rafi Ghifari)

JUMBO Pecahkan Rekor, Jadi Film Animasi Indonesia Terlaris

Jakarta: Film animasi karya anak bangsa berjudul Jumbo berhasil mencatatkan sejarah baru dalam perfilman nasional. Dalam waktu kurang dari dua bulan penayangan, film ini meraih lebih dari sepuluh juta penonton.

Keberhasilan luar biasa tersebut menjadikan Jumbo sebagai film animasi Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah perfilman. Bahkan, film ini berhasil melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh KKN di Desa Penari.

Tak hanya mencetak prestasi di tanah air, Jumbo juga meraih kesuksesan besar di tingkat regional. Film ini kini tercatat sebagai film animasi terlaris di kawasan Asia Tenggara.

Dilansir dari Instagram @jumbofilm_id, jumlah penonton Jumbo mencapai angka 10.121.638 sejak awal penayangan hingga hari ke-68 penayangan. Angka ini menjadi prestasi langka bagi film animasi yang sebelumnya kurang diminati penonton Indonesia.

Disutradarai oleh sineas lokal, film ini mengisahkan perjuangan Don yang menghidupkan kembali pertunjukan dongeng warisan orang tuanya. Alur cerita yang emosional dan visual yang memukau berhasil memikat penonton lintas generasi.

Cerita yang sarat nilai budaya dan pendidikan membuat Jumbo unggul dari film horor dan produksi Hollywood. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa film keluarga dengan kearifan lokal tetap relevan dan dicintai.

Sang sutradara, Ryan Adriandhy, mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras dan doa. Film ini juga menjadi debut penyutradaraannya, dengan kisah Don yang diperankan oleh Prince Poetiray. (Amanda Saviolla)

Rekomendasi 7 Menu Masakan Olahan Daging Iduladha

Jakarta: Iduladha atau yang juga dikenal sebagai Lebaran Haji diperingati setiap tanggal 10 Zulhijah. Momen ini identik dengan penyembelihan hewan kurban dan sajian masakan berbahan dasar daging yang menggugah selera.

Berkumpul bersama keluarga saat Iduladha terasa kurang lengkap tanpa hidangan khas yang lezat. Berikut beberapa rekomendasi menu yang cocok disajikan untuk menambah kehangatan suasana Lebaran Haji:

1. Rendang
Rendang menjadi sajian wajib yang selalu hadir saat perayaan Iduladha berlangsung. Anda bisa memasaknya menggunakan daging sapi ataupun kambing dengan teknik yang tepat agar empuk.

2. Gulai Kambing
Gulai kambing terkenal dengan kuah kuning kental yang dihasilkan dari campuran rempah pilihan. Hidangan ini diolah dengan cara merebus daging dalam bumbu hingga matang dan meresap.

3. Sate
Sate merupakan menu favorit yang dibuat dan biasa dimakan saat malam hari setelah penyembelihan hewan kurban. Dengan membakar potongan daging yang telah dibumbui, lalu disajikan sate bersama saus kacang atau kecap manis.

4. Sop Daging
Sop daging adalah pilihan yang menyegarkan karena disajikan dalam kuah bening yang gurih. Biasanya dibuat dari daging sapi atau kambing, termasuk bagian bertulang seperti iga.

5. Tengkleng
Tengkleng adalah masakan berbahan dasar tulang dan jeroan yang dimasak dalam kuah berbumbu. Hidangan ini cocok disantap bersama keluarga sebagai menu khas Lebaran Iduladha.

6. Semur Daging
Semur daging dimasak dengan bumbu kecap yang menciptakan kuah berwarna cokelat dan manis. Kentang sering ditambahkan dalam semur sebagai pelengkap yang menyempurnakan cita rasanya.

7. Tongseng
Tongseng merupakan hidangan berkuah bumbu yang diperkaya dengan kol serta irisan tomat segar. Tongseng biasanya terbuat dari daging kambing, namun bisa juga menggunakan sapi atau domba. (Amanda Saviolla)

Film Dokumenter Indonesia Raih Penghargaan di Bulgaria

Sofia: Film dokumenter pendek berjudul “Mama Jo” meraih penghargaan pada ajang Golden FEMI Film Festival di Sofia, Bulgaria. Film karya sutradara Ineu Rahmawati itu berhasil memenangkan kategori bergengsi yaitu Best Short Documentary (film dokumenter pendek terbaik).

Tropi pemenang diterima Kuasa Usaha Ad-Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Sofia, Irvan Fachrizal. Wakil Presiden Bulgaria, Iliana Iotova, tampak menghadiri pagelaran Golden FEMI Film Festival tahun ini bersama produser sedunia.

Ineu menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya atas penghargaan terhadap filmnya itu secara virtual. Dia tidak dapat hadir secara langsung karena kendala logistik, tetapi sempat menyampaikan salam hangatnya dari Indonesia.

Film “Mama Jo” berkisah tentang Santi, seorang ibu yang memiliki anak penderita cerebral palsy berusia sembilan tahun. Melalui film ini, Ineu menyuarakan realitas yang sering luput dari perhatian yakni perjuangan dan keteguhan keluarga penyandang disabilitas.

Film “Mama Jo” rencananya juga akan diputar di klub film Universitas Sofia, Bulgaria. Penghargaan ini juga mencerminkan meningkatnya apresiasi dunia internasional terhadap sinema Indonesia.

Pada 2024, penonton film nasional tercatat mencapai 68,95 juta orang. Ini merupakan jumlah tertinggi selama 98 tahun perjalanan sejarah perfilman Indonesia.

Jumlah layar bioskop di seluruh Indonesia hingga 2025 tercatat sebanyak 2.088 unit. Dari jumlah tersebut, 60 persen dari total penonton di bioskop memilih untuk menyaksikan film nasional.

Libur Iduladha, Ribuan Wisatawan Kunjungi Gunung Bromo

Jakarta: Sebanyak 9.332 wisatawan berkunjung ke kawasan wisata Gunung Bromo saat berlangsungnya libur panjang pada momen Hari Raya Iduladha. Hal itu disampaikan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. ​

“Jumlah kunjungan pada 6 Juni 2025 ada 1.347 wisatawan, pada 7 Juni 2025 ada 3.504 wisatawan, pada 8 Juni 2025 ada 2.891 wisatawan, dan pada 9 Juni 2025 ada 1.590 wisatawan. Jumlahnya 9.332 wisatawan,” kata Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama dalam keterangannya, Senin (9/6/2025).

Balai Besar TNBTS merinci 9.332 wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo selama libur panjang Iduladha, terdiri dari 8.975 wisatawan nusantara dan 357 wisatawan mancanegara. Berdasarkan catatan lembaga tersebut, diketahui jumlah wisatawan nusantara ke Gunung Bromo paling banyak terjadi pada Sabtu (7/6) yang sebanyak 3.421 wisatawan.

Sedangkan, kunjungan wisatawan mancanegara paling banyak terjadi pada hari Senin ini, yakni sebanyak 115 wisatawan. Endrip menyatakan bahwa kuota kunjungan wisata pada libur panjang ini tetap sama, yakni dengan total sebesar 4.752 wisatawan.

“Bromo untuk kuota normal 2.752. Lallu saat libur panjang ada penambahan kuota sebesar 2 ribu untuk kuota sunrise,” ujarnya.

Soal kemacetan di jalur wisata Gunung Bromo yang terjadi, pada Sabtu (7/6), Endrip menyatakan jika hal itu terjadi karena banyaknya pengunjung yang datang menjelang sesi sunrise. “Mereka data untuk berburu (melihat) sunrise, jadi terjadi penumpukan pengunjung di titik yang sama pada waktu yang sama. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, otomatis jumlah kendaraan (jip) juga bertambah,” ucapnya.

Selain Bromo, Balai Besar TNBTS juga mencatat angka kunjungan wisata di kawasan Ranu Regulo selama berlangsungnya libur panjang. Ini pada momen Idul Adha mencapai 1.104 wisatawan.

Pemerintah Tegas Jaga Lingkungan dalam Investasi Tambang di Raja Ampat

Oleh: Marinus Imbenai *)

Raja Ampat dikenal sebagai salah satu kawasan terindah di Indonesia, dengan laut biru jernih dan kekayaan alam yang luar biasa. Namun di balik keindahannya, wilayah ini juga mulai menjadi bagian dari pembangunan nasional, termasuk lewat aktivitas pertambangan nikel. Situasi ini turut menjadi perhatian pemerintah agar investasi tetap berpihak pada pelestarian lingkungan. Pemerintah pun berupaya memastikan bahwa kegiatan pertambangan di Raja Ampat dilakukan dengan aturan yang jelas dan tetap menjaga keseimbangan alam. Pemerintah menempatkan tata kelola investasi sebagai prioritas, agar pembangunan bisa berjalan tanpa mengorbankan lingkungan yang menjadi aset berharga bagi Indonesia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa seluruh kegiatan penambangan yang berlangsung di wilayah ini telah memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk perlindungan terhadap wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Hal ini sekaligus menjadi penegasan bahwa negara tidak mengabaikan aspek ekologis dalam merancang kebijakan ekonomi di kawasan prioritas konservasi.

Hingga saat ini, lima perusahaan tambang nikel telah mengantongi izin resmi untuk beroperasi di Raja Ampat. Dua di antaranya, yakni PT Gag Nikel dan PT Anugerah Surya Pratama (ASP), mendapat izin langsung dari pemerintah pusat. Tiga lainnya, yaitu PT Mulia Raymond Perkasa (MRP), PT Kawei Sejahtera Mining (KSM), dan PT Nurham, menerima izin dari Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Keberadaan kelima perusahaan ini telah melalui proses perizinan yang legal dan diawasi secara ketat. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menerapkan prinsip legalitas dan kehati-hatian.

Pemerintah tidak hanya berhenti pada proses penerbitan izin, tetapi juga menerapkan sistem pengawasan berlapis untuk memastikan bahwa kegiatan pertambangan benar-benar sejalan dengan kaidah lingkungan. Pengawasan ini mencakup aspek legalitas, kepatuhan terhadap zona konservasi, serta pemeliharaan hutan lindung yang menjadi penyangga ekosistem kawasan yang dilakukan secara berjenjang dari pusat hingga daerah. Bahkan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menekankan evaluasi menyeluruh dilakukan secara berkala oleh tim inspektur tambang yang diturunkan langsung oleh Kementerian ESDM.

Langkah ini menunjukkan bahwa negara tidak memberikan toleransi terhadap praktik pertambangan yang merusak lingkungan. Bahkan, dalam menjalankan fungsinya sebagai pengambil kebijakan, Menteri ESDM telah melakukan kunjungan langsung ke Pulau Gag, salah satu pusat kegiatan tambang, guna melihat langsung kondisi di lapangan serta menyerap aspirasi masyarakat sekitar. Temuan dari kunjungan tersebut akan dianalisis secara teknis dan menjadi dasar bagi pengambilan keputusan yang lebih komprehensif di masa mendatang.

Penegasan ini menjadi sangat relevan di tengah beredarnya video viral yang menyebut dugaan pencemaran. Namun, informasi tersebut segera diluruskan oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, yang telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama Menteri ESDM. Dalam peninjauan itu, kondisi laut dilaporkan tetap jernih dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebagaimana yang ditampilkan dalam video tersebut.

Gubernur Kambu menyampaikan bahwa tuduhan terhadap kerusakan lingkungan di Pulau Gag merupakan informasi yang tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa aktivitas tambang PT Gag Nikel telah dijalankan dengan penuh tanggung jawab, termasuk dalam hal reklamasi dan reboisasi wilayah pascatambang. Pernyataan ini semakin memperkuat keyakinan bahwa pemerintah daerah dan pusat memiliki persepsi yang selaras dalam menjaga integritas lingkungan Raja Ampat.

Tanggapan tegas dari pemerintah daerah juga menjadi penyeimbang penting di tengah maraknya narasi yang tidak berbasis fakta. Pemerintah menyadari bahwa opini publik kerap terbentuk dari potongan informasi yang belum tentu sahih. Oleh karena itu, klarifikasi yang dilakukan melalui pendekatan faktual di lapangan menjadi strategi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola sumber daya alam nasional.

Lebih dari sekadar meluruskan informasi, pendekatan pemerintah ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan di wilayah seperti Raja Ampat tidak dapat dilepaskan dari konteks lokal. Setiap keputusan yang diambil mempertimbangkan realitas sosial, ekologis, dan ekonomi yang menyatu dalam satu kesatuan wilayah. Evaluasi yang terus dilakukan, bahkan terhadap perusahaan yang telah mengantongi izin resmi, merupakan bentuk kehati-hatian yang patut diapresiasi.

Pemerintah juga menjalankan prinsip kehati-hatian melalui penerapan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Regulasi ini menegaskan bahwa kegiatan reklamasi dan pemanfaatan wilayah harus mempertimbangkan manfaat teknis, sosial, dan terutama lingkungan. Ini menunjukkan bahwa kerangka hukum nasional telah menyediakan instrumen yang cukup kuat untuk memastikan agar pembangunan tetap berjalan dalam koridor keberlanjutan.

Fakta bahwa pemerintah pusat maupun daerah aktif melakukan kunjungan lapangan dan evaluasi rutin menegaskan bahwa investasi di sektor tambang merupakan sektor yang diatur secara ketat dan diawasi penuh oleh negara. Justru sebaliknya, kebijakan dibangun atas dasar transparansi, akuntabilitas, dan orientasi jangka panjang terhadap keseimbangan ekologis dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Dalam konteks geopolitik dan geostrategis Indonesia sebagai negara kepulauan, tata kelola investasi seperti yang diterapkan di Raja Ampat menjadi model ideal dalam mengintegrasikan kepentingan ekonomi dengan perlindungan lingkungan. Pemerintah menyadari bahwa tantangan dalam pengelolaan sumber daya alam bukan hanya menyangkut eksploitasi, tetapi juga soal bagaimana menjamin keberlanjutan ekosistem demi generasi mendatang.

*) Pegiat Literasi dan Pemerhati Lingkungan Hutan

Program Listrik Masuk Desa Jadi Prioritas Utama Pemerintah

JAKARTA – Pemerintah terus mendorong pemerataan akses listrik ke seluruh pelosok negeri, khususnya di wilayah yang belum teraliri.

Dalam acara Diseminasi Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman P. Hutajulu mengungkapkan bahwa masih ada sekitar 780 ribu rumah tangga di Indonesia yang belum menikmati akses listrik.

“Ini menunjukkan urgensi program karena masih ada saudara-saudara kita yang belum tersentuh listrik meski pembangunan telah masif,” kata Jisman

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah menyiapkan roadmap Program Listrik Desa (Lisdes) dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp50 triliun. Program ini menargetkan penyaluran listrik ke 5.700 desa yang saat ini belum dilayani oleh PLN.

“Kami ingin desa-desa yang belum terjangkau PLN bisa segera mendapat layanan listrik yang berkelanjutan,” jelas Jisman.

Ia juga menegaskan pentingnya pemberian subsidi kepada masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang belum memiliki akses listrik.

“Pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat 3T mendapatkan akses listrik sebagai dasar penyaluran subsidi yang tepat sasaran,” ujarnya.

Ke depan, program elektrifikasi akan lebih terintegrasi lintas kementerian agar berkelanjutan dan efektif.

“Program sebelumnya menghadapi tantangan keberlanjutan, namun pemerintah kini memastikan agar layanan listrik dapat terus dinikmati masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa PLN dan Kementerian ESDM telah mengembangkan roadmap yang lebih komprehensif, tidak hanya mencakup desa, tetapi juga dusun.

“Kami sekarang menghitung berdasarkan dusun. Totalnya ada 10.068 desa dan dusun yang masuk dalam perencanaan elektrifikasi kami,” ungkapnya saat rapat dengan Komisi XII DPR.

Ia menyebut kebutuhan investasi tambahan sekitar Rp42,3 triliun untuk mewujudkan target tersebut.

“Presiden Prabowo dan Menteri Bahlil sudah menyatakan dukungan penuh untuk program ini,” tegasnya.

Komitmen yang sama juga ditegaskan Direktur Distribusi PLN, Adi Priyanto.

“Listrik adalah kebutuhan primer. Melalui upaya ini, kami hadir untuk mewujudkan sila kelima Pancasila: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Sebagai contoh, PLN melalui UID Kaltimra telah menyelesaikan pembangunan jaringan listrik di sembilan desa, yang kini memungkinkan 275 keluarga menikmati layanan listrik secara berkelanjutan.

Presiden Prabowo Targetkan Seluruh Anak Dapat Akses Makan Bergizi Gratis pada Akhir 2025

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa seluruh anak di Indonesia akan mendapatkan akses makan bergizi gratis paling lambat pada akhir 2025.

Ia menyadari bahwa pelaksanaan program ini tidak mudah, namun menegaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan anggarannya.

“Makan bergizi ini secara fisik tidak mudah untuk segera menyentuh seluruh rakyat. Karena itu, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, minta maaf kepada semua orang tua dan anak-anak yang belum menerima. Tapi saya yakin, di akhir 2025 semua anak Indonesia akan dapat makan bergizi,” ujar Presiden Prabowo.

Ia menjelaskan, tantangan utama tidak hanya pada pendistribusian secara fisik, tetapi juga dalam menjaga akuntabilitas anggaran.

“Proses pengamanan dana agar tidak disalahgunakan juga memerlukan waktu. Tapi saya tekankan, kita harus mencari cara terbaik dan tercepat agar anak-anak kita segera merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Presiden juga menambahkan, meskipun program ini tergolong besar dan kompleks, pemerintah telah memastikan pendanaan tersedia.

“Ini proyek besar, tidak ringan secara fisik. Tapi saya jamin, dananya ada. Anak-anak Indonesia pasti dapat makan bergizi. Yang tidak butuh, tidak usah ikut. Berikan jatahnya kepada yang benar-benar membutuhkan,” ucapnya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa hingga Mei 2025, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 4,4 juta penerima manfaat melalui 1.583 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG) di seluruh provinsi.

“Per Mei, kita sudah layani 4,4 juta orang di 1.583 SPPG di 38 provinsi. Awalnya hanya 190 SPPG dan 300-400 penerima,” ujar Dadan.

Ia menargetkan jumlah penerima akan melonjak menjadi 20 juta pada Agustus, mencakup ibu hamil, menyusui, balita, hingga siswa dari PAUD sampai SMA serta santri.

Dadan menilai program ini sebagai investasi strategis untuk mewujudkan generasi emas 2045.

“Manfaat jangka panjangnya besar, tapi dalam waktu dekat kita sudah lihat dampaknya, misalnya peningkatan kehadiran siswa dari 70-75 persen menjadi 95 persen,” katanya.

Di Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama mulai menjalankan Program MBG pada Juni 2025 untuk 4.926 siswa di tiga distrik.

Bupati Elysa Auri menegaskan penggunaan bahan baku lokal agar program ini turut menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Belanja bahan bakunya tidak keluar dari Wondama. Pedagang lokal sudah disiapkan,” ujarnya.

Makan Bergizi Gratis Dukung Penurunan Angka Stunting di Indonesia

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai menjadi langkah strategis untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.

Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, menyatakan bahwa masalah stunting, anemia, dan kekurangan gizi masih menjadi tantangan serius, terutama di Provinsi Jawa Timur.

“Angka prevalensi stunting masih tinggi, khususnya pada anak-anak usia dini. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menunjukkan komitmen nyata menekan stunting melalui program seperti Makan Bergizi Gratis. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan semua pihak sangat penting untuk mempercepat penanganan gizi ini,” ujar Indah.

Program MBG menyasar peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMK, termasuk lembaga nonformal.

Menurut Indah, program ini tidak sekadar memberi makanan gratis, tapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul di masa depan.

Perwakilan dari Badan Gizi Nasional (BGN), Ari Yulianto, menambahkan bahwa pola makan seimbang adalah dasar dari kesehatan anak secara menyeluruh.

“Program MBG mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menitikberatkan pada pemenuhan gizi anak sejak dini. SDM yang berkualitas akan melahirkan generasi sehat, cerdas, dan mampu bersaing secara global,” jelas Ari.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan BGN tanpa wewenang.

Sosialisasi MBG sekaligus menjadi ajang edukasi untuk mencegah penyelewengan program.

Di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, program MBG turut disosialisasikan kepada masyarakat Sembalun.

Warga menyambut program ini dengan antusias dan berharap adanya perbaikan gizi serta penurunan stunting di wilayah mereka.

Anggota Komisi IX DPR RI lainnya, Muazzim Akbar, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor demi keberlanjutan program MBG.

“Membangun SPPG tidak murah. Pemerintah daerah, masyarakat, dan swasta harus bersinergi agar program ini berjalan optimal,” ujarnya.

Muazzim juga menyampaikan rencana pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dengan dana awal Rp5 miliar per unit, untuk menyediakan kebutuhan pokok terjangkau.

Selain itu, BUMDes diinstruksikan untuk mengalokasikan 20% anggarannya guna mendukung MBG.

Provinsi NTB sendiri telah memiliki 30 SPPG—24 di Pulau Lombok dan 6 di Pulau Sumbawa. Kabupaten Lombok Timur telah berkontribusi dengan lima unit SPPG yang aktif.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, program ini diharapkan menjadi kunci dalam membentuk generasi Indonesia yang lebih sehat dan kuat.