Pemerintah Terus Perluas Progran Cek Kesehatan Gratis

Oleh: Sesilia Putri )*

Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan memperluas akses layanan cek kesehatan gratis. Program ini dirancang untuk memastikan seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali, mendapatkan layanan kesehatan berkualitas tanpa harus terbebani oleh biaya pemeriksaan. Melalui kebijakan ini, pemerintah ingin menegaskan bahwa kesehatan adalah hak fundamental setiap warga negara yang harus dijamin oleh negara.

Sebagai bagian dari visi Asta Cita Presiden, program ini diresmikan dengan tujuan utama memberikan akses yang lebih luas terhadap layanan kesehatan preventif. Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjelaskan bahwa layanan ini merupakan wujud nyata dari upaya negara dalam membangun sistem kesehatan yang lebih merata dan inklusif. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala, sehingga kehadiran program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran tersebut.

AHY menegaskan bahwa cek gratis ini terbuka bagi seluruh pemegang kartu BPJS Kesehatan dan dapat diakses di fasilitas kesehatan terdekat. Untuk tahap awal, layanan ini tersedia di puskesmas utama di berbagai kota, dan secara bertahap akan diperluas ke puskesmas pembantu di seluruh Indonesia. Pemerintah memastikan bahwa fasilitas kesehatan yang ditunjuk siap memberikan pelayanan optimal dengan tenaga medis yang kompeten serta infrastruktur yang memadai.

Program ini juga didukung oleh inovasi teknologi melalui aplikasi Satu Sehat Mobile yang memungkinkan masyarakat untuk mendaftar serta mendapatkan informasi mengenai layanan kesehatan secara daring. Bagi warga yang mengalami kendala dalam penggunaan aplikasi, tenaga medis di puskesmas akan siap membantu proses pendaftaran agar layanan ini dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa hambatan teknis.

Keseriusan pemerintah dalam memastikan program ini berjalan dengan baik terlihat dari langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang terus mengevaluasi pelaksanaannya di seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah di luar Pulau Jawa. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa pemerataan akses layanan kesehatan menjadi prioritas utama, sehingga tidak ada ketimpangan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Ia juga menyebutkan bahwa target pemerintah adalah mencapai 100 juta peserta dalam program ini, dengan setidaknya 50 persen dari target tersebut dapat tercapai dalam waktu dekat.

Pemerintah juga merancang program ini agar mencakup berbagai kelompok masyarakat dengan kebutuhan kesehatan yang beragam. Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah cek kesehatan gratis bagi siswa sekolah, yang diharapkan dapat dimulai pada bulan Juli mendatang.

Selain itu, layanan ini juga diperuntukkan bagi ibu hamil dan balita sebagai bagian dari upaya pencegahan dini terhadap berbagai masalah kesehatan. Program ini dikemas dalam beberapa skema, seperti pemeriksaan ulang tahun yang menyediakan layanan bagi anak usia 0-6 tahun dan masyarakat dewasa berusia 18 tahun ke atas, yang dilakukan di fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

Untuk memastikan keberhasilan program ini, pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tenaga medis, serta instansi terkait lainnya. Anggota Komisi IX DPR RI, Alifudin, menekankan bahwa kesiapan infrastruktur kesehatan di lapangan menjadi kunci utama agar program ini berjalan lancar. Ia juga mengingatkan pentingnya sosialisasi yang efektif agar masyarakat memahami manfaat dari layanan ini dan dapat memanfaatkannya dengan optimal.

Pemerintah menyadari bahwa program ini tidak hanya harus berjalan dalam jangka pendek, tetapi juga harus menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan cakupan serta kualitas layanan yang diberikan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa program cek kesehatan gratis ini tetap relevan dan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.

Sebagai bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor kesehatan nasional, anggaran sebesar Rp3,2 triliun telah dialokasikan dari APBN 2025 untuk mendukung program ini. Dana tersebut akan digunakan untuk memastikan ketersediaan fasilitas, tenaga kesehatan, serta berbagai kebutuhan lain yang diperlukan dalam penyelenggaraan layanan kesehatan gratis ini. Dengan dukungan anggaran yang memadai, diharapkan program ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.

Selain memberikan manfaat langsung bagi individu, program ini juga memiliki dampak ekonomi yang luas. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan cek kesehatan secara berkala, risiko penyakit yang memerlukan biaya pengobatan tinggi dapat diminimalisir. Hal ini tidak hanya mengurangi beban finansial individu, tetapi juga mengurangi tekanan terhadap sistem kesehatan nasional. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang sehat dan produktif, dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional juga akan semakin terasa.

Sebagai langkah besar dalam transformasi sistem kesehatan nasional, cek kesehatan gratis untuk semua kalangan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. Dengan adanya program ini, pemerintah telah menunjukkan keseriusannya dalam memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan akses kesehatan yang layak, tanpa hambatan biaya. Di masa depan, kebijakan ini akan terus dikembangkan agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh rakyat Indonesia.

)* Pengamat kebijakan publik

Presiden Prabowo Tegas Berantas Mafia Migas, Kasus Korupsi Pertamina Jadi Prioritas

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memberantas mafia migas, menyusul terbongkarnya mega korupsi Pertamina yang merugikan negara hingga Rp193,7 triliun per tahun selama periode 2018-2023. Kasus ini mencakup markup impor minyak mentah, impor BBM, serta pengapalan impor minyak mentah dan BBM yang dilakukan oleh oknum di anak perusahaan Pertamina dan beberapa perusahaan swasta.

Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Fahmy Radhi, MBA, menilai bahwa kasus ini seharusnya tidak dialihkan pada perdebatan mengenai modus blending, karena hal tersebut hanya mengaburkan praktik perampokan negara yang sebenarnya.

“Kejaksaan Agung harus tetap fokus pada penanganan dugaan mega korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina periode 2018-2023,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa perdebatan antara Kejaksaan Agung dan Pertamina terkait blending justru dapat berdampak negatif terhadap migrasi konsumen Pertamax ke SPBU asing atau ke BBM subsidi seperti Pertalite, yang pada akhirnya dapat membebani APBN.

Dr. Fahmy Radhi menegaskan bahwa pembersihan besar-besaran harus dilakukan terhadap semua pihak yang terlibat dalam mafia migas, baik di Pertamina maupun di kementerian terkait, termasuk mereka yang menjadi backing mafia migas.

“Saat menjadi Menteri BUMN, Dahlan Iskan menyampaikan bahwa dirinya tidak sanggup membubarkan Petral, anak perusahaan Pertamina, yang ditengarai sebagai sarang mafia migas lantaran backing-nya sangat kuat,” ungkap Fahmy.

Menurutnya, pengungkapan mega korupsi ini baru terjadi di awal 2025 setelah berlangsung selama lima tahun, yang menunjukkan bahwa ada kekuatan besar yang melindungi praktik tersebut sebelumnya.

“Seolah selama 2018-2023 mega korupsi tidak tersentuh sama sekali karena kesaktian backing dan tidak sakti lagi sejak awal 2025. Tanpa operasi besar-besaran terhadap jaringan mafia migas, termasuk menyikat backing-nya, mega korupsi Pertamina pasti terulang lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan bahwa Kejaksaan Agung telah mengumpulkan sejumlah barang bukti terkait dugaan korupsi, termasuk dokumen, laptop, handphone, serta alat komunikasi lainnya.

“Sudah ada beberapa barang bukti yang dikumpulkan pihak Kejaksaan Agung, antara lain dokumen-dokumen, laptop, handphone, alat komunikasi. Itu sudah berlangsung pada saat pemeriksaan sebelumnya,” ungkap Simon.

Simon juga menegaskan bahwa Pertamina akan mendukung penuh proses hukum dan bersikap transparan dalam penyelidikan.

“Jika dalam perjalanan nanti dibutuhkan tambahan barang bukti, tentunya kami sangat menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan sangat menghormati Kejaksaan Agung dalam proses penyelidikan ini. Jadi akan kami dukung,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk menyelamatkan negara dari kerugian triliunan rupiah akibat praktik mafia migas. Kejaksaan Agung diberi kewenangan penuh untuk mengusut kasus ini hingga ke akar-akarnya, termasuk menindak backing kuat yang selama ini melindungi para pelaku korupsi di sektor energi.

Dengan pendekatan tegas dan dukungan penuh dari berbagai pihak, mega korupsi Pertamina diharapkan menjadi titik balik dalam reformasi tata kelola migas di Indonesia, memastikan keuangan negara tidak lagi dirugikan oleh praktik korupsi yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Sinergi Swasta dan PPATK dalam Memerangi Judi Online melalui Gebuk Judol

Oleh : Andi Mahesa )*

Maraknya judi online di Indonesia menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama dengan semakin luasnya akses terhadap platform digital. Data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024 terdapat lebih dari 209 ribu transaksi terkait judi online dengan nilai mencapai Rp359 triliun. Lebih mencengangkan lagi, jumlah pemain judi online mencapai 8,8 juta orang, dengan kelompok usia 30-50 tahun mendominasi angka tersebut. Bahkan, sekitar 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun diduga turut terlibat dalam aktivitas ini. Situasi ini menuntut langkah konkret dari berbagai pihak guna menekan peredaran judi online secara signifikan.

Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya judi online, PT Visionet Internasional (Ovo) berinisiatif mengadakan Gerakan Bareng Ungkap Judi Online (Gebuk Judol). Program ini mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendeteksi dan melaporkan akun yang disalahgunakan untuk transaksi terkait judi online. Dengan menggandeng PPATK, Ovo berupaya memperkuat sistem deteksi dini guna mencegah aktivitas ilegal ini merajalela di ruang digital.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memberantas judi online dan menciptakan ekosistem keuangan digital yang lebih aman. Inisiatif ini pertama kali diperkenalkan pada November 2024 dalam Seminar Gerakan Nasional: Memerangi Judi Online dan Kejahatan Baru Era Ekonomi Digital 5.0. Sejak itu, Ovo terus mengembangkan sistem keamanan dengan mengoptimalkan teknologi untuk mendeteksi transaksi mencurigakan serta memperketat verifikasi pengguna melalui Customer Due Diligence (CDD) dan Enhanced Due Diligence (EDD).

Gebuk Judol resmi dibuka pada 24 Februari 2025 dan berlangsung hingga 24 Maret 2025. Masyarakat dapat melaporkan akun yang terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online melalui situs resmi Gebuk Judol dan Pusat Bantuan di aplikasi Ovo. Untuk meningkatkan partisipasi publik, Ovo menyediakan apresiasi berupa hadiah senilai total Rp60 juta bagi tiga pelapor dengan jumlah laporan valid terbanyak. Hal ini diharapkan dapat mendorong masyarakat agar lebih proaktif dalam menjaga keamanan ruang digital dari praktik judi online yang semakin masif.

Sebagai bagian dari upaya transparansi, Ovo akan secara berkala mengumumkan jumlah laporan yang masuk, baik yang valid maupun tidak valid, serta tindakan yang diambil terhadap laporan tersebut. Dengan dukungan PPATK, akun yang terbukti digunakan untuk judi online akan diblokir, sementara informasi terkait akan diteruskan ke pihak berwenang untuk langkah lebih lanjut.

Selain melibatkan masyarakat, Ovo juga melakukan patroli siber untuk mengidentifikasi situs, aplikasi, atau platform yang terlibat dalam praktik judi online. Dari hasil pemantauan ini, Ovo menyusun Daftar Pantau Judi Online yang terus diperbarui guna meningkatkan keamanan sistem keuangan digital. Dengan demikian, platform ini tidak hanya mengandalkan laporan dari masyarakat, tetapi juga secara aktif melakukan deteksi terhadap kemungkinan transaksi mencurigakan.

Pihak PPATK menilai langkah yang dilakukan Ovo melalui Gebuk Judol sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat pencegahan judi online. Program ini juga dikaitkan dengan Asta Cita ke-7 yang diusung Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pemberantasan judi online sebagai bagian dari perlindungan terhadap kepentingan bangsa dan negara. Dengan adanya sinergi antara sektor swasta dan regulator, harapannya peredaran judi online dapat ditekan secara signifikan.

Gebuk Judol merupakan contoh nyata bagaimana kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dapat berkontribusi dalam menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks. Langkah ini tidak hanya membantu dalam penegakan hukum terhadap pelaku judi online, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya judi online serta bagaimana mereka dapat berperan dalam memberantasnya.

Melalui konsep gotong royong, Ovo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam upaya menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat dan bebas dari praktik ilegal. Dengan semakin tingginya partisipasi publik dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan inisiatif seperti Gebuk Judol dapat memberikan dampak nyata dalam menekan laju judi online di Indonesia. Lebih dari sekadar kampanye, ini adalah bentuk tanggung jawab sosial dalam menjaga keamanan finansial masyarakat serta mendukung pemerintah dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan berintegritas.

Namun, keberhasilan program ini juga bergantung pada keberlanjutan dan komitmen berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat. Selain itu, peningkatan literasi digital perlu terus dilakukan agar masyarakat dapat lebih memahami risiko judi online serta dampak negatifnya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi. Dengan kombinasi strategi pengawasan ketat, edukasi publik, dan penegakan hukum yang tegas, diharapkan judi online dapat diberantas secara menyeluruh dan tidak lagi menjadi ancaman bagi generasi mendatang.

Pemberantasan judi online membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Langkah-langkah seperti pemantauan transaksi keuangan, pemblokiran akun terindikasi, serta peningkatan literasi digital menjadi strategi utama dalam menekan laju penyebaran judi online di Indonesia. Inisiatif seperti Gebuk Judol menunjukkan bahwa kolaborasi antara regulator dan pelaku industri keuangan dapat memperkuat sistem pengawasan dan pencegahan. Dengan pengawasan yang lebih ketat, edukasi yang berkelanjutan, serta penegakan hukum yang tegas, diharapkan judi online dapat diberantas secara menyeluruh, menciptakan ruang digital yang lebih aman dan berintegritas.

)* Penulis merupakan Mahasiswa yang tinggal di Jakarta.

Presiden Prabowo Tegas Menumpas Mafia Migas Demi Kedaulatan Energi

Oleh: Khaylila Nafisah )*

Indonesia selama bertahun-tahun menghadapi tantangan besar dalam sektor migas, mulai dari skandal korupsi, praktik monopoli, hingga tata kelola yang tidak transparan, yang tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat upaya menuju kemandirian energi. Namun, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, komitmen untuk memberantas mafia migas semakin nyata.

Keseriusan pemerintah dalam menegakkan transparansi di sektor energi terlihat dari dukungan penuh terhadap penyelidikan dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina (Persero) periode 2018-2023. Pemerintah mendukung upaya Komisi VI DPR RI yang mendorong pembentukan Panitia Kerja (Panja) guna mengusut lebih dalam praktik korupsi yang merugikan negara.

Upaya pemberantasan mafia migas mendapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi VI DPR, Adisatrya Suryo Sulisto, Menurutnya banyak anggota Komisi VI yang menginginkan Panja segera dibentuk untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia sendiri menyetujui usulan tersebut dan menegaskan bahwa keputusan akhir masih menunggu pembahasan lebih lanjut di Komisi VI.

Selain dukungan dari DPR, Kejaksaan Agung juga telah mengambil langkah konkret dengan menetapkan sembilan tersangka dalam kasus pengoplosan BBM. Salah satu tersangka utama adalah Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, yang diduga terlibat dalam pencampuran Pertalite dengan bahan lain dan menjualnya sebagai Pertamax. Skandal ini menunjukkan bagaimana praktik mafia migas tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga berpotensi merugikan konsumen yang bergantung pada kualitas bahan bakar yang dijual di pasaran.

Pemerintah tidak hanya fokus pada pemberantasan korupsi, tetapi juga berupaya memperbaiki tata kelola industri migas agar lebih transparan dan efisien. Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa Pertamina kini berkomitmen untuk menyerap seluruh produksi minyak mentah yang menjadi bagian pemerintah guna diolah di kilang dalam negeri. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor minyak mentah dan memastikan bahwa produksi dalam negeri dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, Wakil Direktur Utama Pertamina, Wiko Migantoro, menyoroti tantangan yang masih dihadapi dalam negosiasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Menurutnya, tahun lalu Indonesia masih mengekspor sekitar 70 ribu barel minyak mentah per hari, tetapi dengan adanya dukungan dari pemerintah, bagian produksi yang menjadi hak pemerintah kini telah dialokasikan sepenuhnya untuk kebutuhan kilang domestik. Namun, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk mendorong KKKS lainnya agar mengutamakan pasokan minyak mentahnya untuk kebutuhan dalam negeri daripada menjualnya ke luar negeri.

Skandal dugaan korupsi tata kelola minyak mentah ini menjadi momentum bagi pemerintahan Presiden Prabowo untuk melakukan reformasi besar-besaran di sektor migas. Dengan adanya dukungan dari DPR untuk membentuk Panja serta langkah tegas pemerintah dalam meningkatkan transparansi, diharapkan kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.

Presiden Prabowo memahami bahwa kemandirian energi adalah kunci bagi ketahanan ekonomi nasional. Oleh karena itu, reformasi di sektor migas tidak hanya bertujuan untuk menindak para pelaku korupsi, tetapi juga memastikan bahwa industri ini dikelola dengan prinsip akuntabilitas dan keberlanjutan. Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar dan meningkatkan efisiensi produksi dalam negeri.

Keberhasilan dalam menumpas mafia migas tidak hanya berdampak pada perbaikan tata kelola industri, tetapi juga pada kesejahteraan rakyat. Dengan sistem yang lebih transparan dan bersih, harga bahan bakar diharapkan lebih stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, optimalisasi penggunaan sumber daya energi dalam negeri akan memperkuat ketahanan energi nasional, sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar negeri.

Ketahanan energi yang lebih kuat akan menciptakan stabilitas ekonomi jangka panjang, mengurangi risiko inflasi akibat fluktuasi harga minyak global, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha serta investor dalam sektor industri dan transportasi. Di sisi lain, reformasi sektor migas juga berpotensi membuka peluang investasi baru dalam pengembangan energi alternatif, yang dapat mempercepat transisi Indonesia menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Komitmen Presiden Prabowo dalam memberantas mafia migas menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan sektor energi yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan dukungan dari DPR, Kejaksaan Agung, dan Pertamina, berbagai langkah konkret telah diambil untuk mengungkap skandal korupsi dan memperbaiki tata kelola migas.

Meski masih menghadapi tantangan, langkah ini menjadi pijakan penting bagi Indonesia dalam mewujudkan industri migas yang lebih bersih dan mandiri. Reformasi ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan tata kelola yang lebih baik, Indonesia dapat memastikan bahwa sumber daya energi nasional benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk keuntungan segelintir elite yang bermain di balik layar mafia migas.

)* Penulis merupakan pegiat antikorupsi

Program Makan Bergizi GratisTerus Berjalan Selama Bulan Ramadan

oleh: Abdul Muis*

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan selama bulan Ramadan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan kecukupan gizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Meskipun terdapat perubahan dalam mekanisme pendistribusian, program ini tetap dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi ibadah puasa agar tetap efektif dan bermanfaat.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa program MBG tetap dijalankan selama Ramadan. Namun, berbeda dengan hari biasa, makanan bergizi yang diberikan kepada siswa akan dikemas secara khusus agar bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa. Langkah ini bertujuan untuk tetap memenuhi kebutuhan gizi anak-anak tanpa mengganggu ibadah mereka. Menu yang disiapkan terdiri dari makanan yang tahan lama seperti telur rebus, susu, kurma, kue kering fortifikasi, serta buah-buahan, yang dirancang untuk menjaga keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan selama Ramadan.

Untuk memastikan keberlanjutan program ini, pemerintah juga menerapkan kebijakan penggunaan kantong makanan yang dapat digunakan kembali. Setiap siswa menerima dua kantong, satu diisi dengan makanan dan dibawa pulang, sementara kantong kosong yang dikembalikan ke sekolah akan ditukar dengan kantong baru yang berisi makanan. Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan kepada anak-anak dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Program MBG telah mencakup 38 provinsi di seluruh Indonesia, termasuk daerah terbaru yang baru mengoperasikan program ini, yaitu Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Ilaga. Hingga saat ini, program tersebut telah melayani lebih dari 2 juta penerima manfaat di berbagai wilayah. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa pemerintah serius dalam memastikan bahwa setiap anak mendapatkan akses terhadap makanan sehat dan bergizi, meskipun di tengah tantangan bulan Ramadan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, menekankan pentingnya program MBG dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Menurutnya, program ini dapat berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dengan memastikan bahwa anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup. Program serupa telah diterapkan di berbagai negara dengan skema yang berbeda, dan Indonesia kini turut berupaya mengimplementasikannya secara optimal.

Dalam skala global, lebih dari 418 juta orang telah menerima manfaat dari program makan bergizi gratis di berbagai negara. Di Indonesia, target penerima manfaat tahun ini mencapai hampir 18 juta orang, dengan peningkatan jumlah penerima secara bertahap. Pemerintah menargetkan 2 juta penerima pada bulan Maret dan meningkat hingga 5 juta pada bulan Mei. Sasaran utama program ini meliputi anak-anak usia di bawah lima tahun yang berada dalam masa pertumbuhan kritis, siswa dari jenjang SD hingga SMA, serta ibu hamil dan menyusui yang membutuhkan nutrisi lebih untuk menunjang kesehatan mereka dan bayi yang dilahirkan.

Pemerintah juga memastikan bahwa pelaksanaan program ini dilakukan dengan pengawasan ketat oleh tenaga ahli gizi dan chef yang bekerja secara bergantian di dapur umum. Setiap dapur melayani hingga 3.000 penerima manfaat, sehingga dibutuhkan manajemen yang baik agar program dapat berjalan dengan lancar dan sesuai standar kesehatan.

Di sisi lain, Menteri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyoroti dampak ekonomi positif dari program ini. Dengan meningkatnya kebutuhan akan bahan pangan bergizi, program MBG turut membantu meningkatkan permintaan terhadap produk pertanian lokal serta mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah yang bergerak di sektor pangan. Hal ini menciptakan efek berantai yang tidak hanya menyejahterakan masyarakat penerima manfaat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain manfaat langsung bagi kesehatan dan ekonomi, program ini juga memberikan dampak positif dalam membentuk kebiasaan hidup sehat di kalangan anak-anak dan keluarga mereka. Dengan tersedianya makanan bergizi secara konsisten, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya pola makan sehat, yang pada akhirnya berkontribusi dalam menciptakan generasi yang lebih kuat dan kompetitif di masa depan. Edukasi tentang pentingnya sarapan sehat dan pemilihan makanan bergizi juga terus disosialisasikan oleh pemerintah agar program ini dapat memberikan efek jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan segala pencapaiannya, program MBG di bulan Ramadan menjadi bukti nyata bahwa pemerintah berkomitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat terus diperbaiki dan diperluas agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaatnya, terutama mereka yang berada di daerah terpencil dan rentan terhadap masalah gizi. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, program ini dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.

*Penulis merupakan pelaku UMKM

Pengamat Dukung Swasembada Energi dan Pangan Pemerintah

Jakarta – Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi dan pangan mendapat dukungan dari para pengamat.

Mereka menilai bahwa program yang dijalankan saat ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sumber daya nasional guna memperkuat ketahanan di kedua sektor tersebut.

Ekonom yang juga Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, menegaskan bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi. Namun, ia menekankan pentingnya komitmen kuat serta penanganan yang tepat dan holistik agar tujuan tersebut tercapai.

“Kalau bicara swasembada pangan dan energi, nuansa yang dibangun dari Presiden Prabowo tampaknya lebih pada konsep ketahanan yang selama ini relatif kita tinggalkan,” ujar Piter

Menurutnya, ketahanan pangan dan energi merupakan aspek krusial bagi kemandirian bangsa. Ia menilai bahwa tanpa pencapaian swasembada di dua sektor tersebut, ketahanan nasional Indonesia akan tetap rentan.

Piter juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Indonesia, baik di sektor pertanian maupun energi. Ia mencontohkan bahwa padi bisa ditanam hingga tiga kali dalam setahun, tetapi berbagai kendala seperti alih fungsi lahan dan berkurangnya jumlah petani muda menjadi tantangan yang harus segera diatasi.

“Di balik masalah ini kita ada peluang. Kalau petani keuntungannya tinggi, tidak perlu didorong-dorong maka petani akan meningkatkan produksinya. Akan banyak yang tertarik dengan pertanian. Swasembada pangan akan tercapai,” jelasnya.

Sementara itu, terkait sektor energi, Piter menegaskan bahwa Indonesia memiliki hampir semua sumber energi, mulai dari panas bumi, gas bumi, minyak bumi, batu bara, hingga energi angin. Namun, ia menekankan bahwa pengelolaan yang optimal menjadi kunci keberhasilan.

“Yang perlu ditekankan adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara optimal. Perlu upaya holistik, di mana kerangka kebijakan nasional yang kemudian mengerucut pada kerangka kebijakan terkait energi,” katanya.

Senada, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Anggono Mahendrawan, menuturkan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan potensi energi yang ada. “Kami mempertahankan dan melakukan optimalisasi potensi yang ada. Selain itu, kami juga akan mempercepat proyek-proyek agar segera produksi,” ujarnya.

Dengan dukungan berbagai pihak dan kebijakan yang terarah, upaya swasembada pangan dan energi diharapkan dapat segera terwujud demi ketahanan nasional yang lebih kuat.

Pemerintah Percepat Swasembada Pangan dan Energi Melalui Pembangunan Infrastruktur

Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto, semakin serius dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah percepatan pembangunan infrastruktur irigasi di 14 provinsi, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025.

Pembangunan irigasi ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Keuangan. Proyek ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya percepatan pengolahan lahan pertanian di berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya melihat potensi besar di NTT yang bisa menjadi solusi mengatasi kemiskinan dan meningkatkan ketahanan pangan. Jika pertanian bergerak, maka sektor lainnya pun ikut berkembang,” ujarnya.

Senada, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menuturkan bahwa program Tanam Padi Nusantara (TAMPAN) menjadi strategi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ada potensi 400 ribu hektare lahan perkebunan sawit yang dapat dimanfaatkan untuk program intercropping dengan tanaman padi,” jelasnya.

Di sektor energi, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Anggono Mahendrawan, menegaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan potensi sumber energi dalam negeri.

“Kami mempertahankan dan melakukan optimalisasi potensi yang ada. Selain itu, kami juga akan mempercepat proyek-proyek agar segera produksi,” ujarnya.

Sementara itu, ekonom dan Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, menilai bahwa swasembada pangan dan energi membutuhkan pendekatan yang holistik.

“Kalau bicara swasembada pangan dan energi, nuansa yang dibangun dari Presiden Prabowo tampaknya lebih pada konsep ketahanan yang selama ini relatif kita tinggalkan,” katanya.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Mewujudkan Swasembada Pangan dan Energi

Oleh : Astrid Widia )*

Pangan dan energi merupakan dua elemen fundamental yang menentukan stabilitas dan kesejahteraan suatu bangsa. Pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi demi memastikan kemandirian nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor. Keberhasilan dalam kedua sektor ini akan menjadi tonggak penting dalam mencapai ketahanan nasional yang berkelanjutan.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai swasembada beras, jagung, gula konsumsi, dan garam konsumsi pada tahun 2025. Pemerintah optimis bahwa dengan perencanaan yang matang, produksi dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan nasional tanpa harus mengandalkan impor dalam jumlah besar. Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah meningkatkan efisiensi produksi gula melalui perbaikan sistem rendemen dan penetapan harga yang menguntungkan bagi petani tebu.

Swasembada pangan bukan sekadar pencapaian dalam angka produksi, tetapi juga mencerminkan kemandirian ekonomi nasional. Dengan produksi pangan yang cukup, Indonesia dapat mengurangi risiko ketidakstabilan harga global yang sering kali berdampak pada kesejahteraan rakyat. Selain itu, ketersediaan pangan yang memadai juga berkontribusi terhadap penguatan sektor industri berbasis pertanian. Sebagai contoh, dengan swasembada jagung, industri pakan ternak dalam negeri dapat berkembang lebih pesat tanpa bergantung pada impor bahan baku.

Untuk merealisasikan swasembada pangan, pemerintah telah mengimplementasikan berbagai kebijakan yang berfokus pada peningkatan produksi pertanian. Salah satu langkah utama adalah membangun dan memperbaiki infrastruktur pertanian, termasuk sistem irigasi, jalan tani, serta fasilitas pengolahan hasil pertanian. Infrastruktur yang baik memungkinkan hasil panen didistribusikan secara efisien, mengurangi potensi kerugian, serta menjaga stabilitas harga pangan. Selain itu, pemerintah juga menggencarkan program cetak sawah dan ekstensifikasi lahan pertanian guna meningkatkan luas tanam serta kapasitas produksi nasional.

Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya keterlibatan petani milenial dalam upaya mencapai swasembada pangan. Generasi muda didorong untuk mengadopsi pertanian modern dengan dukungan mentor dan pendampingan yang berkelanjutan.

Program pelatihan dan penyuluhan pertanian pun terus dikembangkan guna membekali petani dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi. Selain itu, pendidikan vokasi di bidang pertanian dan teknologi pangan semakin diperkuat untuk mencetak tenaga kerja yang siap bersaing di era pertanian berbasis industri.

Teknologi berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi modern, seperti penggunaan benih unggul, sistem irigasi otomatis, serta drone untuk pemantauan lahan. Selain itu, mekanisasi pertanian dan pengolahan hasil pertanian yang lebih canggih menjadi prioritas guna meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Penggunaan Internet of Things (IoT) dalam pertanian juga mulai diterapkan untuk memantau kondisi tanah, kelembaban, dan kebutuhan nutrisi tanaman secara real-time.

Selain aspek pangan, pemerintah juga berkomitmen untuk mewujudkan swasembada energi. Ketergantungan pada energi fosil yang sebagian besar diimpor menjadi tantangan besar yang harus diatasi. Oleh karena itu, pemerintah mengembangkan energi terbarukan sebagai solusi jangka panjang. Pengembangan bioenergi, tenaga surya, serta energi hidro menjadi bagian dari strategi menuju kemandirian energi nasional. Sebagai contoh, pemerintah telah mengembangkan program biodiesel berbasis minyak kelapa sawit (B35) yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit domestik.

Kebijakan pemerintah dalam sektor energi juga mencakup efisiensi penggunaan sumber daya dan peningkatan investasi dalam energi hijau. Program transisi energi yang dicanangkan bertujuan untuk mengurangi emisi karbon serta memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Dengan investasi yang tepat dalam energi terbarukan, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor sekaligus menjaga ketahanan energi nasional. Pemerintah juga telah menginisiasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) guna mendukung kebutuhan listrik nasional secara lebih mandiri.

Upaya swasembada pangan dan energi ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Petani, akademisi, pelaku industri, dan generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan cita-cita besar ini. Kolaborasi antara sektor publik dan swasta juga menjadi faktor kunci dalam mempercepat pencapaian target swasembada. Sebagai contoh, kerja sama antara pemerintah dan perusahaan teknologi pertanian memungkinkan adopsi inovasi yang lebih cepat di lapangan.

Meskipun tantangan yang dihadapi cukup besar, optimisme tetap harus dijaga. Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam hal sumber daya alam, lahan pertanian yang luas, serta tenaga kerja yang produktif. Dengan strategi yang tepat dan kerja sama yang solid, swasembada pangan dan energi dapat terwujud dalam waktu yang lebih cepat. Keberhasilan ini tidak hanya akan memperkuat ekonomi domestik, tetapi juga meningkatkan posisi Indonesia di kancah global sebagai negara mandiri yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Sebagai penerus bangsa, generasi muda memiliki peran sentral dalam menjaga keberlanjutan swasembada ini. Dengan semangat inovasi dan keterbukaan terhadap teknologi, mereka dapat menjadi garda terdepan dalam membangun sektor pertanian dan energi yang lebih maju. Masa depan Indonesia yang mandiri dan sejahtera ada di tangan kita semua. Mari bersama wujudkan swasembada pangan dan energi demi kejayaan bangsa.

)* Penulis merupakan kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Luncurkan Sejumlah Langkah Strategis Percepat Swasembada Pangan dan Energi

Oleh: Moh Jasin )*

Pemerintah terus berupaya memperkuat komitmennya dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi demi memastikan ketahanan nasional yang berkelanjutan. Langkah-langkah strategis terus digencarkan guna mengoptimalkan potensi yang dimiliki Indonesia dalam sektor pertanian dan energi.

Dalam sektor pangan, dukungan terhadap petani melalui penyesuaian harga gabah dan kemudahan akses pembiayaan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan produksi. Sementara itu, di sektor energi, eksplorasi sumber daya dalam negeri seperti panas bumi, angin, dan bioenergi semakin diperkuat.

Pemerintah pun meyakini bahwa swasembada pangan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan nasional. Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar dalam sektor pertanian. Namun, tantangan seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta ketergantungan pada impor masih menjadi kendala dalam mencapai swasembada. Untuk itu, pemerintah meluncurkan serangkaian kebijakan guna mempercepat tercapainya kemandirian pangan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyesuaian Harga Pokok Penjualan (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) menjadi Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong produktivitas pertanian nasional.

Selain penyesuaian harga, pemerintah juga memperluas akses petani terhadap pembiayaan dan sarana produksi. Pemberian kredit dengan bunga rendah bagi petani menjadi langkah strategis agar mereka dapat berinvestasi dalam peralatan pertanian modern dan perluasan lahan. Dengan begitu, produksi pangan dalam negeri dapat meningkat dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Namun, tantangan dalam sektor pertanian masih cukup kompleks. Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menyoroti stagnasi produksi pangan yang menjadi hambatan utama dalam mencapai swasembada. Produksi padi yang menurun sebesar 1,1 persen dalam empat tahun terakhir serta rendahnya produktivitas lahan budidaya ikan menandakan adanya permasalahan yang harus segera ditangani. Oleh karena itu, pemerintah menempuh strategi intensifikasi dan ekstensifikasi guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Di sisi lain, sistem distribusi pangan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah berupaya memperbaiki infrastruktur distribusi dengan membangun jalan-jalan penghubung antara daerah penghasil pangan dan pasar. Dengan distribusi yang lebih efisien, diharapkan harga pangan menjadi lebih stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

Pentingnya ketahanan pangan tidak hanya terbatas pada produksi beras semata. Diversifikasi pangan menjadi salah satu strategi yang diterapkan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada satu komoditas. Pemerintah mendorong konsumsi bahan pangan lokal seperti umbi-umbian, jagung, dan sagu sebagai alternatif yang lebih beragam dan kaya akan nutrisi. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Selain pangan, energi juga merupakan aspek vital dalam membangun kemandirian bangsa. Indonesia memiliki potensi besar dalam sumber daya energi, mulai dari minyak bumi, gas alam, batu bara, hingga energi terbarukan seperti panas bumi dan tenaga angin. Namun, ketergantungan pada energi impor masih menjadi tantangan yang harus segera diatasi. Oleh karena itu, pemerintah terus mengembangkan kebijakan untuk mempercepat transisi menuju swasembada energi.

Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, menekankan bahwa swasembada pangan dan energi merupakan dua elemen penting dalam menjaga ketahanan nasional. Menurutnya, sebuah negara besar seperti Indonesia tidak seharusnya terus bergantung pada negara lain dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya. Jika ketergantungan ini terus berlanjut, maka stabilitas ekonomi dan politik Indonesia akan sangat rentan terhadap dinamika global.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan pemerintah dalam sektor energi adalah optimalisasi potensi sumber daya yang sudah ada. Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Anggono Mahendrawan, menjelaskan bahwa pemerintah saat ini fokus mempertahankan dan mengoptimalkan potensi energi yang ada, sembari mempercepat proyek-proyek strategis agar segera beroperasi. Selain itu, pemerintah juga melakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan energi baru guna meningkatkan ketahanan energi nasional.

Upaya lain yang dilakukan adalah sinergi dengan sektor industri untuk memastikan surplus energi dapat dimanfaatkan secara optimal. Contohnya adalah pemanfaatan gas bumi dalam skala besar untuk industri yang bergantung pada bahan bakar gas. Dengan langkah ini, efisiensi energi dapat meningkat dan ketahanan energi dalam negeri semakin kokoh.

Pemerintah juga mulai mengarah pada pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam mewujudkan swasembada energi. Sumber energi seperti tenaga surya, angin, dan panas bumi memiliki potensi besar di Indonesia, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Untuk itu, berbagai kebijakan telah diterapkan guna mendorong investasi di sektor energi hijau. Dengan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan memastikan keberlanjutan sumber daya energi bagi generasi mendatang.

Komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi merupakan langkah yang sangat penting untuk memastikan kemandirian nasional. Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi antara pemerintah, swasta, serta masyarakat, cita-cita Indonesia untuk menjadi negara yang mandiri dalam sektor pangan dan energi bukanlah hal yang mustahil. Saatnya kita bersama-sama mendukung upaya ini demi masa depan bangsa yang lebih berdaulat dan berkelanjutan

)* Pengamat Ekonomi Nasional PT Linkjaknas

Pemerintah Pastikan Buruh PT Sritex Dapat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)

PT Sritex secara resmi menghentikan operasi sejak 1 Maret 2025. Perusahaan tekstil dan garmen terbesar se Asia tutup total yang berimbas terjadi PHK massal. Pemerintah menjamin buruh yang terkena PHK mendapatkan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan menyampaikan pihaknya sedang memastikan buruh memperoleh pesangon dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kemnaker di garis terdepan membela hak buruh, dan pemerintah menjamin buruh akan memperoleh hak-haknya,” kata Noel.

PHK massal yang menimpa karyawan Sritex menjadi perhatian serius pemerintah. Upaya penyelamatan sejak awal telah dilakukan, namun terdapat sejumlah hal yang dianggap kurator belum ada kesesuaian. Dampaknya PT Sritex harus berhenti beroperasi secara total.

Lebih lanjut Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan menilai keputusan kurator untuk menghentikan operasi PT Sritex Tbk yang berujung Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebelas ribu karyawan perusahaan garmen itu.

“Keputusan PHK Sritex tidak memperhatikan aspek sosial. Apa konsekoensi bagi ekosistem buruh dan masyarakat setempat,” ujar Noel sapaan Immanuel Ebenezer melalui keterangan persnya seperti dikutip Minggu (2/3).

Pemerintah tentu memperhatikan aspek-aspek sosial yang akan dihadapi oleh ribuan karyawan karena PHK. Kemenaker tentu akan menjadi pilar terdepan dalam membela hak- hak karyawan yang terkena PHK Wamenaker Immanuel Ebenezer akan memastikan pihaknya akan berada di garis terdepan dalam membela hak buruh Sritex.

Sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku, perusahaan yang telah diputus pailit oleh hakim Pengadilan Niaga akan beralih kendalinya kepada kurator, yang memiliki kewenangan untuk mengelola perusahaan tersebut.

Wamen menyampaikan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan manajemen telah berupaya maksimal untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, Kurator yang ditunjuk oleh Pengadilan Niaga memilih opsi PHK. Karenanya, pemerintah memastikan bahwa hak-hak buruh tetap dijamin.