Masyarakat Diimbau Jaga Kondusivitas Selama Masa Tenang Pilkada

Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah berkomitmen untuk memastikan bahwa masa tenang menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 berlangsung sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan patroli pengawasan selama masa tenang untuk mencegah pelanggaran peraturan yang berlaku.

“Kami mengadakan patroli untuk memastikan masa tenang berjalan dengan baik dan tidak ada tindakan yang melanggar peraturan perundang-undangan,” ujar Bagja saat ditemui di kantor Bawaslu RI, Jakarta.

Patroli ini dilaksanakan pada 23 hingga 26 November 2024, menjelang hari pemungutan suara.

Patroli pengawasan ini melibatkan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam), aparat keamanan, serta tokoh masyarakat. Bagja menambahkan bahwa pelaksanaannya dilakukan secara bergantian untuk menghindari kelelahan.

Pemetaan terhadap daerah-daerah yang rawan terjadi “serangan fajar” atau politik uang juga sudah dilakukan oleh Bawaslu bersama dengan pengawas daerah. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, laporan akan segera diteruskan ke kepolisian, karena pelanggaran tersebut termasuk dalam kategori tindak pidana pemilu.

Di Solo, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Solo, Poppy Kusuma, mengingatkan pentingnya menghindari kegiatan yang dapat mengarah pada pelanggaran selama masa tenang.

Kegiatan seperti doa bersama atau pelatihan saksi yang berpotensi menjadi kampanye terselubung harus dihindari.

“Lebih baik tidak mengadakan kegiatan yang dapat disalahartikan sebagai kampanye. Masa tenang harus dijalani tanpa aktivitas yang berpotensi melanggar aturan,” jelas Poppy.

Ia juga menegaskan bahwa tim pengawas akan melakukan patroli intensif di berbagai wilayah untuk memastikan tidak ada pelanggaran yang terjadi.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hassanudin, mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban selama masa tenang Pilkada.

Dirinya menekankan bahwa semua pihak, baik kontestan maupun pendukung, harus bersikap bijak untuk memastikan Pilkada berjalan damai dan kondusif.

“Mari kita sambut pesta demokrasi ini dengan sukacita dan damai, sehingga hasilnya dapat melahirkan pemimpin terbaik untuk kemajuan daerah,” tegasnya.

Hassanudin juga meminta dukungan dari media untuk menyampaikan pesan ini kepada masyarakat luas.

Ia berharap Pilkada 2024 dapat menghasilkan pemimpin terbaik yang dapat melanjutkan pembangunan di NTB menuju kemajuan yang lebih baik.

“Mari kita wujudkan Pilkada yang damai. Bersama-sama kita ciptakan suasana pesta demokrasi yang menyenangkan, sehingga NTB semakin maju, baik, dan sukses,” tutupnya.

Dengan pengawasan yang intensif dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan Pilkada 2024 dapat berlangsung damai, tertib, dan mencerminkan semangat demokrasi sejati. []

Komitmen Bersama dalam Menghormati Masa Tenang Pilkada 2024

Oleh: Natali Julia )*

 

Dalam setiap proses demokrasi, masa tenang memiliki peran yang sangat vital. Masa ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merenungkan pilihan mereka secara bijaksana, tanpa adanya tekanan atau pengaruh berlebihan dari aktivitas politik. Masa tenang menjadi saat yang penting bagi pemilih untuk mempertimbangkan calon pemimpin mereka dengan hati-hati, setelah menjalani proses kampanye dan mendapatkan informasi yang cukup. Pada Pilkada Serentak 2024, pemerintah, lembaga pengawas, dan masyarakat bersama-sama berkomitmen untuk menghormati dan menjaga kesucian masa tenang ini.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memainkan peran penting dalam memastikan bahwa masa tenang Pilkada 2024 berlangsung dengan tertib dan sesuai aturan. Bawaslu mengadakan patroli pengawasan guna memastikan bahwa tidak ada pelanggaran yang terjadi selama periode tersebut. Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menjelaskan bahwa patroli ini bertujuan untuk menjaga agar masyarakat mematuhi peraturan dan tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat mengganggu ketenangan masa tenang.

Patroli pengawasan ini dimulai pada H-3 pemungutan suara, yaitu pada 23 hingga 26 November 2024, dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari panitia pengawas di tingkat kecamatan, aparat keamanan, hingga tokoh masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan bahwa pengawasan bukan hanya tanggung jawab Bawaslu saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Selain patroli pengawasan, Bawaslu juga melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang rawan terjadi pelanggaran, seperti serangan fajar yang sering terjadi menjelang hari pencoblosan. Serangan fajar, yang melibatkan praktik politik uang, bisa merusak integritas Pemilu. Jika ditemukan pelanggaran saat patroli masa tenang, Bawaslu berjanji untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

Penanganan pelanggaran Pilkada ini menunjukkan keseriusan lembaga negara dalam menjaga integritas pemilu dan memastikan kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi tetap terjaga. Dengan langkah tegas ini, Bawaslu bertujuan untuk menciptakan Pilkada yang tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga bersih dan transparan.

Masyarakat Jakarta, serta masyarakat di daerah lain yang akan mengikuti Pilkada 2024, diharapkan dapat memanfaatkan masa tenang untuk merenungkan pilihan mereka dengan penuh tanggung jawab. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta, Wahyu Dinata, mengingatkan agar seluruh masyarakat tidak terpengaruh oleh kegiatan atau pengaruh yang dapat merusak ketenangan ini.

Selain itu, penting bagi semua pihak yang terlibat dalam Pilkada untuk mematuhi prinsip dasar Pemilu yang sehat, seperti kebebasan, kerahasiaan, dan tanpa paksaan. Masa tenang memberikan ruang bagi masyarakat untuk memilih dengan hati nurani, tanpa tekanan atau pengaruh dari pihak luar yang dapat menyesatkan pilihan mereka.

Penting juga  untuk mengingat bahwa masa tenang bukan hanya berarti tidak adanya kampanye, tetapi juga tentang menjaga ketenangan mental masyarakat dalam memilih. Selama periode ini, tidak ada kegiatan yang boleh mengganggu proses pemilih untuk berpikir dengan jelas dan rasional. Kampanye yang berlebihan atau kegiatan yang bisa dianggap sebagai kampanye terselubung sangat dilarang.

Salah satu contoh pelanggaran yang sering muncul dalam Pilkada adalah kegiatan pengumpulan massa atau acara yang secara tidak langsung mendukung salah satu calon kepala daerah. Bawaslu menegaskan bahwa kegiatan semacam ini adalah pelanggaran serius yang harus dihindari oleh semua pihak agar masa tenang bisa dijalani dengan baik.

Pada saat yang sama, keberhasilan Pilkada 2024 sangat bergantung pada kerjasama yang solid antara pemerintah, lembaga pengawas, dan masyarakat. Pemerintah melalui aparat keamanan berperan dalam menjaga ketertiban umum, sementara lembaga pengawas seperti Bawaslu berfungsi untuk memastikan bahwa tidak ada pelanggaran yang terjadi.

Sementara itu, masyarakat berperan aktif dalam menjaga ketenangan di lingkungan mereka, tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas, dan mengikuti aturan yang berlaku. Setiap elemen masyarakat harus saling bekerja sama untuk menjaga kualitas demokrasi dan memastikan Pilkada berjalan dengan transparan dan bebas dari kecurangan.

Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, juga menekankan bahwa Pilkada serentak di Jakarta harus menjadi contoh yang baik bagi daerah lain dalam menjaga kualitas demokrasi. Jakarta, sebagai ibu kota negara, memiliki pengaruh yang besar terhadap suasana demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, menjaga suasana yang damai selama masa tenang sangat penting untuk kelancaran proses pemilu yang lebih luas. Jakarta memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana Pilkada yang damai dan kondusif, yang bisa diikuti oleh daerah lain di seluruh Indonesia.

Dengan demikian, masa tenang Pilkada 2024 bukan hanya soal tidak adanya kegiatan kampanye, tetapi juga tentang memelihara kedamaian, ketertiban, dan integritas dalam proses pemilihan. Komitmen bersama antara pemerintah, lembaga pengawas, dan masyarakat akan memastikan bahwa Pilkada 2024 berjalan lancar, demokratis, dan menghasilkan pemimpin yang sah serta kredibel untuk memimpin daerah

Akhirnya, melalui kerjasama antara semua pihak dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kedamaian dan ketertiban, Pilkada Serentak 2024 diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam penyelenggaraan pemilu yang berintegritas dan berkualitas di Indonesia. Dengan mempertahankan integritas masa tenang, kita bersama-sama berkomitmen untuk mewujudkan Pilkada yang tidak hanya adil, tetapi juga membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

 

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Toyota Avanza: Simbol Kejayaan para Bapak Indonesia dan Mobil Favorit Lintas Generasi

 Toyota Avanza melebihi statusnya sebagai simbol kejayaan para bapak Indonesia. Kini,  Avanza sudah menjadi gambaran warisan dan mobil lintas generasi. 

Selama beberapa tahun terakhir, lahir banyak mobil dengan fitur canggih dan desain futuristik. Namun, di tengah itu semua, kita tidak memungkiri bahwa ada sebuah mobil yang bisa bertahan dan tetap menjadi top of mind para bapak di Indonesia. Mobil yang saya maksud adalah Toyota Avanza.

Toyota Avanza adalah arti dari bapak-bapak Indonesia yang sejati. Yaitu, ia sederhana, tahan banting, dan setia.

Mungkin kita sering bercanda. Menyebut Toyota Avanza sebagai mobil yang “bapak-bapak” banget. Namun, apakah kamu pernah mencoba memahami alasan Avanza malah menjadi mobil favorit lintas generasi?

Untuk menjawab pertanyaan itu, saya mencoba menyusun beberapa analisis. Dan di akhir tulisan ini nanti, kamu akan yakin kalau Toyota Avanza lebih dari sekadar alat transportasi.

#1 Pragmatisme ala bapak Indonesia, yaitu anti sama ribet

Mayoritas bapak di Indonesia itu nggak mau ribet. Mereka maunya yang simpel saja, sederhana, dan nggak bikin hidup mereka tambah ribet. Maklum, kebanyakan bapak, khususnya di usia 35 sampai 40 tahun, harus menanggung beban lebih dari satu keluarga. Makanya, kalau berkesempatan beli mobil, maunya yang simpel dan awet.

Nah, di sini Toyota Avanza hadir menawarkan mesin yang awet dan bensin irit. Mobil ini juga fungsional dan nggak ribet. Kamu bisa membandingkan mobil ini dengan mobil-mobil yang lebih fancy, dengan tombol-tombol bikin pusing. Avanza itu jelas. Nggak bikin pusing.

Buat banyak bapak di Indonesia, kalau mesin bisa nyala dan AC dingin, udah selesai semua masalah. Mau cari apa lagi dalam hidup ini.

Ini adalah nilai jual utama bagi Toyota Avanza. Kelihatan sederhana banget, tapi malah bikin mobil ini tetap jadi pilihan.

#2 Toyota Avanza sebagai simbol tanggung jawab kepala keluarga

Toyota Avanza pasti bisa membuat para pemiliknya bangga. Bukan karena mobilnya fancy dan canggih, tapi karena mobil ini selalu bisa diandalkan.

Avanza memberikan rasa aman karena ia punya reputasi sebagai mobil yang jarang rewel dan ekonomis. Bagi banyak bapak di Indonesia, Avanza adalah bukti dedikasi dan simbol tanggung jawab kepala keluarga.

Bayangkan situasi ini. Ketika libur Lebaran atau mudik, satu keluarga penuh (plus mungkin dua atau tiga keponakan) bisa masuk ke dalam Avanza. Mobil ini adalah alat penghubung keluarga yang tak lekang oleh waktu. Saat mobil-mobil lain hadir dengan embel-embel teknologi terbaru, Avanza tetap jadi pilihan karena fungsionalitas yang selalu terjamin.

#3 Fakta menarik. Avanza = Investasi yang stabil

Di dunia otomotif, nilai jual kembali adalah poin penting. Nah, bapak-bapak yang hobi investasi tahu betul kalau Toyota Avanza termasuk investasi yang “aman.”

Beli hari ini, pakai selama lima tahun, kalau jual lagi enggak bakal rugi-rugi amat. Di pasar mobil bekas, Avanza punya “nilai jual tetap.” Bahkan ketika ada mobil-mobil baru bermunculan dengan gaya dan fitur yang lebih canggih, mobil ini masih tetap diminati karena harganya yang stabil.

Ini alasan kuat kenapa banyak kepala keluarga lebih memilih Avanza daripada sedan atau SUV yang value-nya bakal jatuh lebih cepat. Karena di sini, “keuntungan jangka panjang” itu lebih penting ketimbang tampilan.

#4 Mobil sejuta umat yang tidak pernah ketinggalan zaman

Fenomena Toyota Avanza ini juga bisa dibilang “warisan budaya” di jalanan Indonesia. Kita bisa menemukan Avanza di berbagai kota besar seperti Jakarta sampai pelosok Sumatera dan Papua.

Avanza seperti “kawan lama” yang nggak pernah gagal menemani kita di jalan. Misalnya, dalam situasi mudik, ia adalah mobil yang bisa bikin penumpangnya merasa nyaman. Ciri khasnya, seperti ruang kabin yang luas, kursi belakang yang bisa dilipat rata, serta bagasi yang muat koper besar, sudah menjadi template kenyamanan standar yang susah ditandingi.

Banyak bapak memilih  Avanza bukan tanpa alasan. Mobil ini jadi semacam ikon yang tak lekang oleh waktu. Bahkan ketika ditanya: “Kenapa nggak ganti yang baru aja, Pak?”

Jawabannya sering simpel: “Lha, yang ini masih enak, kok.”

Begitu aja. Nggak pakai drama.

#5 Toyota Avanza dan transisi generasi: Dari para bapak ke anak muda

Meskipun identik dengan bapak-bapak, banyak generasi muda mampu melihat daya tarik  Toyota Avanza. Makanya, banyak anak muda menjadikan mobil ini sebagai “mobil pertama”. Harganya terjangkau dan nggak bikin ribet. Maklum, sama seperti para bapak, anak muda sekarang itu malas sama keribetan.

Selain itu, ada beberapa alasan lain yang membuat anak muda kepincut sama Avanza, misalnya murah dan hemat. Kalau dari sisi desain, Toyota masih setia membuat desain baru yang modern, tanpa kehilangan “sisi bapak” yang pragmatis dan sederhana.

Bahkan, di 2023 yang lalu, Toyota merilis varian baru dengan sentuhan modern. Mereka mencoba menarik pasar anak muda tanpa meninggalkan kesan “ramah bapak” yang telah menjadi ciri khas. Ini seperti Avanza bilang, “Ayo kita sama-sama teruskan warisan ini. Biar anak-cucu kita nanti juga tahu enaknya Avanza.”

#6 Lebih dari sekadar mobil

Toyota Avanza adalah bukti nyata bahwa di balik setiap pilihan kendaraan, ada filosofi hidup yang sederhana tapi mendalam. Mungkin bagi banyak orang, Avanza ini terkesan biasa saja. Tapi justru dalam “kebiasaannya” itu, Avanza berhasil menyentuh banyak lapisan masyarakat Indonesia, dari generasi ke generasi.

Inilah yang membuatnya lebih dari sekadar mobil bapak-bapak. Avanza adalah simbol kebersahajaan, bukti dedikasi, dan kenyamanan yang tak lekang oleh waktu. Bagi sebagian orang, Avanza itu ibarat teman lama yang selalu ada di saat senang dan susah. Jadi wajar saja kalau mobil ini disebut sebagai “mobil sejuta umat.”

Penulis: Alan Kurniawan

Editor: Yamadipati Seno

Ibu Tunggal ini Rela Tinggalkan Pekerjaan di Malaysia dan Jadi Driver Ojol di Jakarta demi Anak

Tak mudah menjadi driver ojol perempuan. Rika (30) beberapa kali mendapat penolakan dari penumpang. Namun, dia tidak berhenti. Ibu tunggal itu bersyukur masih bisa membiayai hidup anak semata wayangnya dari ngojol dan menjadi content creator.

Rika kelimpungan ketika pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia. Perempuan asal Jakarta itu tak tega meninggalkan anaknya di Indonesia hanya bersama sang nenek, sebab dia masih bekerja di luar negeri.

Ketika puncak pandemi Covid-19, berbagai media melaporkan jumlah kematian yang terus meningkat. Karena terus kepikiran, Rika memilih meninggalkan pekerjaannya sebagai personal assistant artis di Malaysia.

Rika pun memutuskan pulang ke Indonesia sebelum semua bandara ditutup. Saat itu, dia tidak punya pekerjaan. Hingga akhirnya, Rika melihat peluang sebagai driver ojol. Dia pun mendaftar dan alhasil diterima.

Pulang ke Jakarta dan menjadi driver ojol 

Rika mulai menggantungkan hidupnya dengan ngojol sejak tahun 2019. Awal mula menjadi driver ojol, dia tidak banyak mengangkut penumpang, karena kebijakan lock down saat itu.

“Saya hanya mengantar makanan atau barang, tapi pesanan untuk ngirim-ngirim obat jadi banyak,” ucap Rika kepada Mojok, Selasa (19/11/2024).

Setelah pandemi usai, Rika mengaku lebih memilih mengangkut penumpang ketimbang mengantar barang atau makanan. Sebab biasanya, dia banyak menjumpai masalah.

“Kadang saya bingung titiknya di mana, rumahnya di mana? Jadi lebih banyak mancing emosi. Nggak kuat, udah panas di jalan, harus nunggu lagi lama,” kata dia.

Misalnya, saat mengantar makanan. Biasanya Rika harus menunggu lama untuk antre di tempat makan. Setelah makanan jadi, dia harus menunggu lagi sampai customer keluar.

“Jadi kayak, wah nggak bisa lah terlalu banyak makan waktu,” ucapnya.

Selama ngojol, Rika punya target sendiri untuk menarik penumpang. Dia mulai bekerja dari jam 06.00 WIB sampai 18.00 WIB.

Jika kesiangan, dia bisa berangkat dari pukul 07.00 WIB. Yang jelas, rentan waktunya ngojol adalah 12 jam. Sebab, siangnya sudah dia pakai untuk istirahat, makan, dan salat.

Jika situasi dan kondisi sedang mendukung, Rika bisa menarik penumpang sampai 30 kali perjalanan dalam sehari. Namun, jika kondisinya agak berat, minimal dia harus bawa 15-20 penumpang.

Tantangan jadi driver ojol perempuan di Jakarta

Meski sudah punya target kerja tersendiri, Rika pernah mengalami kendala karena banyak penumpang yang menolaknya. Rika menduga penolakan itu karena dia driver ojol perempuan.

“Satu jam itu bisa lima di-cancel. Itu sudah benar-benar kesal, mau nangis, campur aduk, semuanya lah,” kata Rika.

Suatu hari, dia mendapat customer laki-laki. Penumpang itu mengeluh karena tidak terbiasa digonceng oleh perempuan. Ada juga yang bertanya seperti merendahkan.

“Misalnya ada yang berpandangan kalau driver cewek itu nggak bisa ngebut, nggak bisa cepat, pokoknya mereka sudah underestimate driver cewek duluan,” ujarnya.

Menurut Rika, driver ojol perempuan pasti tahu kapasitas diri mereka. Jika memang tidak menyanggupi untuk menarik penumpang, biasanya pesanan itu tidak akan mereka terima. Mereka akan lebih memilih mengantar makanan atau barang yang tidak terlalu berat.

Belajar jadi content creator ala-ala

Rika kemudian curhat ke teman-temannya soal keresahan dia menjadi driver ojol perempuan. Salah satu driver ojol yang dekat dengannya bernama Ryan.

Kebetulan, Ryan juga seorang content creator. Dia punya ide agar Rika membuat konten seperti dirinya di media sosial. Setelah mencoba, Rika tak menyangka kontennya jadi viral.

Rika pun mendapat banyak masukkan, terutama dari customer perempuan. Mereka usul, kalau bisa penumpang perempuan bisa memilih sopir yang juga perempuan. Selebihnya bahkan memberi dukungan.

Atas dorongan dari teman-temannya pula, Rika pelan-pelan belajar membuat konten. Dia terinspirasi dari pengalaman pribadinya menarik penumpang.

“Waktu itu teman-teman pernah berucap ‘enak kan Rik, bisa viral’ eh ternyata sama Allah dijawab beneran. Alhamdulillah,” ujarnya.

Saat ini, Rika lebih sering membuat konten yang berhubungan dengan kehidupan driver ojol maupun penumpang, sehingga natural atau tidak dibuat-dibuat.

Setelah bahannya jadi, dia akan melakukan editing sendiri. Sesekali dia juga minta bantuan temannya untuk me-review, apakah konten tersebut sudah oke atau belum?

Harus percaya diri dan panas-panasan demi anak

Rika tak pernah berpikir untuk menjadi content creator sebelumnya. Dia mengaku tidak terlalu percaya diri tampil di depan layar.

“Saya saja jarang selfie di HP dan nggak pernah ngomong di depan kamera. Sekarang pun masih banyak salahnya,” ucapnya.

Namun, Rika merasa kegiatan itu cukup menyenangkan di sela-sela dirinya menarik penumpang. Sesekali dia juga mendapatkan endorse, sehingga bisa menambah pemasukan dari ngojol.

Sebetulnya, kata dia, pekerjaan menjadi driver ojol sudah mencukupi kebutuhan hidupnya dengan anaknya, Alea, yang masih berusia 7 tahun. Jika dia rajin dan disiplin, gajinya bisa mencapai UMR Jakarta bahkan lebih dalam sebulan.

“Kalau kita jago mengatur keuangan, alhamdulillah mencukupi,” ucapnya.

Saat ini, Rika belum punya pikiran untuk pindah profesi. Dia berencana menabung untuk menyekolahkan anaknya sampai pendidikan tinggi dari penghasilannya ngojol.

“Nggak berasa Alea sudah makin besar, udah Sekolah Dasar sekarang. Aku mau lihat Alea tumbuh dewasa dan sekolah tinggi nantinya,” tulisnya di akun Instagram @godeliarika pada Kamis (20/07/2024).

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

Sukses Tuntaskan S1 Peternakan di UGM, Saya Pilih Abdikan Diri “Mengurus” Sapi di Papua

Papuana Rosalia Petegau (23) punya keinginan untuk mengembangkan peternakan sapi di Kabupaten Mappi, Papua Selatan usai lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Dia rela merantau dari desanya ke Jogja untuk belajar memelihara sapi dengan benar.

Di desanya, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, Papuana resah melihat hewan ternak yang tidak terurus dengan baik. Desanya itu terkenal dengan banyak hewan, seperti babi dan anjing. Namun, masih sedikit yang memelihara sapi. Kalaupun ada, masyarakat masih bingung merawatnya.

Oleh karena itu, Papuana rela merantau dari Papua Selatan ke Jogja untuk berkuliah di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM). Perjuangan itu terbayarkan setelah dirinya lulus dan mendapat gelar sarjana pada Rabu (20/11/2024). Dia bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga besar UGM, salah satu kampus bergengsi di Indonesia.

Semangat belajarnya tinggi sejak SMA

Sejak di bangku SMA, Papuana sudah semangat mencari  ilmu. Dia rela jalan kaki dari rumahnya ke SMA Negeri 1 Edera Bade Mappi yang berjarak 12 kilometer. Hal itu dilakoninya tanpa banyak mengeluh, mengingat kondisi keluarganya yang berasal dari keluarga sederhana.

Ayahnya bekerja sebagai petani. Sementara, ibunya meninggal saat Papuana berusia 5 tahun.

“Ya jalan kaki. Sekolah masuk pukul 07.30 WIB sehingga dari rumah harus berangkat pukul 05.30 WIB,” kenang Papuana.

Demi meringankan beban ayahnya juga, Papuana mulai mencari beasiswa. Kebetulan, pemerintah daerah Kabupaten Mappi, Papua Selatan saat itu membuka pendaftaran beasiswa di tiap distrik khususnya untuk lulusan SMA.

Setelah mendapat informasi itu, Papuana bergegas menyiapkan berkas yang harus dia kirim. Dia tak perlu pergi ke Kota Kabupaten Mappi untuk mendaftar, sebab keluarga dari ibunya tinggal di sana.

Jadi, mereka bisa membantu mengantar formulir dari kantor dinas ke rumah Papuana. Berkat bantuan itu juga, Papuana berhasil mendapatkan beasiswa.

“Kebetulan hanya 2 orang yang dapat beasiswa, dari satu SMA yang sama dengan saya,” kata Papuana.

Memilih Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM)

Sejak awal memilih jurusan kuliah, Papuana sudah memantapkan diri memilih Fakultas Peternakan. Ketika hasil tes jalur Mandiri sudah keluar, pengasuh Papuana sudah mewanti jika nilainya berpeluang masuk UGM.

 

Saat itu, pengasuhnya menyarankan Papuana agar memilih Fakultas Pertanian atau Fakultas Peternakan jika ingin lolos masuk UGM. Dia pun memilih Fakultas Peternakan karena tertarik dengan cara pemeliharaan ternak yang baik.

Dia mengaku, tinggal di Kabupaten Mappi, Papua Selatan membuatnya terbiasa hidup dengan berbagai macam hewan. Di kampungnya itu, ada banyak kanguru, kuskus, anjing, babi, dan sebagainya. Namun, ternak hewan khususnya sapi tidak terlalu diurus dengan baik.

“Sapi dibiarkan saja tidak diurus dan mencari makan seadanya. Kalau sakit ya akhirnya mati. Untuk itu saya tertantang untuk mencari ilmu bagaimana memelihara sapi dengan benar,” kata dia.

Ayahnya sendiri tidak terlalu ikut campur mengenai jurusan tersebut, yang jelas dia sangat mendukung pilihan Papuana untuk menempuh pendidikan tinggi meski harus jauh dari keluarga.

“Walaupun setiap telepon beliau selalu menangis, tapi juga mengingatkan saya setiap hari agar tak berhenti berdoa setiap pagi dan malam,” ucapnya.

Ayahnya selalu berpesan agar Papuana tidak lupa sembayang di gereja, serta menghormati orang lain. Jika dosen atau orang yang lebih tua berbicara, dia harus mendengarkan.

Menghadapi kehidupan pertama di perantauan

Papuana mengaku harus mengikuti les privat untuk beberapa mata pelajaran, setibanya di Jogja tahun 2019. Dia kesulitan dalam bidang bahasa, terutama Bahasa Jawa.

Untungnya, Papua bukan anak yang pemalu sehingga mudah dalam bergaul. Apalagi, dosen dan teman-temannya baik hati mengajarkannya.

“Saya banyak belajar dari para dosen dan teman-teman di sini,” ujarnya.

Guna bertahan hidup di perantaun, Papuana mengandalkan beasiswa yang dia perolah. Beasiswa itu mencakup biaya kebutuhan hidup sehari-hari, misalnya makan, jajan bulanan, uang saku dan transportasi sudah disisipkan melaui aplikasi ojek online.

“Kalau ada keperluan penting, saya akan membelinya tapi kalau tidak penting ya tidak saya beli,” ucapnya.

Mengelola ternak sapi di Papua usai Lulus di Peternakan UGM

Papuana bersyukur bisa lulus tepat waktu di Fakultas Peternakan di UGM tahun 2024, karena prosesnya tentu tidak mudah. Dia teringat semasa kuliah pernah di tendang sapi sampai layar handphone-nya retak.

“Salah saya waktu itu berdiri lama banget di belakang sapi, jadi di tendang. Terus saya juga kayak ganguin dia, jadi di tendang tiba-tiba. Hp ku di samping saku celana jatuh, kena sudah LCD-nya pecah,” ujarnya.

Namun, kejadian itu tidak membuat Papuana trauma. Dia sempat takut beberapa hari, tapi tidak terlalu lama. Justru sekarang itu menjadi momen yang lucu dan berharga.

Kini selepas lulus kuliah, Papuana ingin kembali ke Papua dan membesarkan daerahnya. Mimpinya, bisa menjadi Kepala Dinas Peternakan di daerahnya kelak.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ahmad Romadhoni Surya Putra pun mendukung impian tersebut. Dia yakin Papuana bisa melakukannya.

Sebab menurutnya, Papuana merupakan mahasiswa yang aktif berorganisasi dan rajin di lapangan, terutama terkait dengan riset sapi potong.

Romadhoni berharap Papuana bisa meraih mimpinya, dengan menerapkan  ilmunya untuk mengembangkan peternakan di Papua.

“Fapet UGM terbuka untuk siswa dari daerah 3T. Indonesia Timur adalah lumbung pangan dari hewan masa depan yang sangat terbuka untuk dikembangkan. Semoga Papuana bisa ambil peran di sana nantinya,” ujar Romadhoni.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

Mie Serasi Solo, Andalan Mahasiswa UNS yang Terus Bertahan di Tengah Gempuran Penggusuran

Mie Serasi  Solo menjadi langganan mahasiswa UNS karena selain enak dan banyak, harganya juga murah. Meski populer di kalangan mahasiswa, jalan bisnis kedai ini tak selalu mulus karena pernah mengalami penggusuran.

Di Solo, terdapat salah satu kedai mie oriental yang sedang naik daun. Mie Serasi namanya. Lokasinya berada di sekitar Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Awal saya mengetahui kedai tersebut sekitar November 2023 lalu. Saat itu, saya sedang ingin mencari makan di belakang UNS. Kebetulan, saya melihat sebuah warung yang ramai diserbu pembeli. Ia berada tepat di pinggir jalan arah masuk belokan Techno Park Solo.

Awalnya saya agak skeptis, karena sudah banyak yang menjual masakan sejenis, seperti mie chili oil, mie yamin, dan sebagainya. Tendanya juga kecil. Bahkan terkesan agak kumuh. Antrean yang panjang juga membuat saya malas untuk makan di sana.

Namun, karena penasaran, beberapa hari berselang saya mencoba memesan makanan di kedai tersebut memakai aplikasi ojek online. Saya memesan mie chili oil. Dan, di luar dugaan: ternyata asumsi saya di awal tadi terbantahkan.

Mie kenyal dipadukan kuah yang nendang

Menu makanan di kedai Mie Serasi memiliki porsi yang sangat banyak. Satu kemasan mie chili oil berbungkus styrofoam amat penuh, sampai sedikit terbuka karena tak sanggup menampung banyaknya porsi.

Tampilan mie-nya amat menggoda. Warna mie yang terpadu dengan minyak cabai berwarna merah cerah. Sedikit berminyak, agak nyemek, dengan toping ayam dan sayuran yang melimpah. Saya pun langsung mencicipi mie tersebut. Ternyata, rasanya memang nikmat. Rasa khas dari chili oil, yang gurih dan pedas, bersatu dengan mie yang kenyal.

Tekstur mie yang kenyal membuat saya maklum mengapa antrean pembeli selalu panjang. Akhirnya, satu pertanyaan terlintas: bagaimana rasa menu yang lain di Mie Serasi Solo? Apakah seenak ini? Saking hanyutnya dalam pertanyaan ini, saya sampai tidak fokus menonton video di Youtube.

Saya sudah sering mencoba mie chili oil dari berbagai tempat, dan tentu saja banyak yang enak. Tetapi hanya mie inilah yang membuat saya ingin mencoba menu yang lain. Seolah-olah reputasi dari kedai mie ini sudah dijelaskan dari satu mie yang saya pesan karena rasa penasaran tadi.

Sulit dipercaya bahwa mie seharga 12 ribu ini bisa membalikan asumsi saya yang sebelumnya terkesan merendahkan. Pada akhirnya, saya pun jadi kerap mampir untuk makan dan mencoba menu yang lain. Antara lain gahyong, mie chili oil, dan yamin.

Mie Serasi, nama yang sama dengan anak pemilik kedai 

Karena malas mengantre, saya pada akhirnya lebih sering memesan menu di sana via ojek online. Paling tidak seminggu sekali saya memesan makanan di sana.

Restoran terbaik di dekat sini

Setelah berbulan-bulan jadi langganan, saya baru menyadari bahwa lapak Mie Serasi di sekitar Technopark tadi sudah kukutan. Dari rumor yang beredar, lapak di sana sudah tergusur. Kini lokasinya berada di depan Pasar Mebel belakang UNS.

Saya berkesempatan berbincang dengan pemilik kedai Mie Serasi, Bapak Novan Ginting. Menurut ceritanya, dia menamai kedai usahanya itu dari nama anaknya: Sersi Harmonia.

“Sedari awal saya bangun Mie Serasi untuk menjadi legacy anak saya apabila ia berkenan kelak,” kisah Pak Novan saat diwawancarai Mojok, Sabtu (26/10/2024).

Ternyata jiwa bisnis Pak Novan sudah terpupuk sejak duduk di bangku SMA. Bahkan saat kelas 11, tepatnya pada 2012, dia sudah memulai bisnis pertamanya.

“Saya mulai pre-order kaos dan jaket kelas ke teman teman saya. Keuntungannya untuk saya bangun brand clothing sendiri hingga menyebar ke beberapa kota besar seluruh Indonesia (sistem titip jual di distro),” kata Bapak Novan.

Lulus SMA, beliau kemudian melanjutkan usahanya dengan memasuki bidang kuliner semenjak 2014. Dengan pengalaman ini beliau merintis usaha Mie Serasi pada awal tahun 2022 di bazar dan event-event kuliner. Oktober 2023 adalah pertama kedai kaki lima Mie Serasi mulai didirikan.

“Jujur saja Mie Serasi ini project santai, dengan resep santai dan tidak terlalu memaksakan atau self proclaim ‘paling beda’ atau ‘paling enak’,” tegasnya.

 

Pernah digusur, tapi usaha pantang mundur

Meski populer di kalangan mahasiswa dan para pelanggannya, jalan usaha Bapak Novan tidaklah semulus yang dibayangkan. Sebab, adanya pembangunan Rumah Sakit Internasional di dekat area itu membuat para PKL, termasuk dirinya, harus tergusur.

Penggusuran ini resmi dimulai pada Juni 2024 dan sebelum ke tempat terbaru, Mie Serasi sempat berada di depan asrama UNS. Dan, pada akhirnya berada di depan Pasar Mebel  Surakarta sampai saat ini.

“Saya semua mencari sendiri.” ujar bapak Novan, ketika saya bertanya apakah lokasi baru tersebut disediakan oleh pihak penggusur atau mencari sendiri.

Walaupun terkesan beresiko, memindahkan lokasi yang sudah terbilang ramai pengunjung, ternyata lokasi baru itu malah memberikan keuntungan lebih untuk kedai Mie Serasi.

“Puji Tuhan di tempat baru malah lebih ramai, Mas. Karena lebih luas, nyaman, bersih dan mudah dijangkau.” ujar beliau.

Penulis: Dwi Akbar Setiawan

Editor: Ahmad Effendi

Cerita Dosen Bule di Sastra Inggris UNS, Tinggalkan AS untuk Ngajar di Indonesia hingga Jadi Produser Musik EDM di Jogja

Sastra Inggris Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo punya dosen yang cukup nyentrik. Namanya Sean Stellfox (40). Di samping mengajar, ternyata dia juga menjadi produser musik EDM.

Selama menjadi mahasiswa Sastra Inggris di UNS (hingga sekarang semester 7), rasanya sangat berkesan karena saya juga diajar oleh dosen native speaker. Gampangnya, yaitu dosen bule yang memang didatangkan dari luar negeri.

Di Sastra Inggris UNS ada Mr. Sean Stellfox. Dia adalah dosen asal Delaware, Amerika Serikat, yang mengajar macam-macam mata kuliah penunjang basic English.

Sosok tertutup, tapi menyenangkan

Saat mengajar di kelas, Mr. Sean Stellfox memang terlihat nyaris selalu serius. Itu juga yang membuat beberapa teman saya menjadi agak kurang percaya diri kalau diajar Mr. Sean. Tidak percaya dengan kemampuan bahasa Inggris kami yang masih agak berantakan.

Kalau saya pribadi sih cukup menikmati kelasnya. Sebab, dengan berinteraksi dengan Mr. Sean, saya akhirnya bisa memfasihkan kemampuan bahasa Inggris saya.

Di luar kampus, ternyata Mr. Sean bisa dibilang merupakan sosok nyentrik. Dia tergabung dalam komunitas musik elektronik Jogja Sound Index.

Awalnya saya mendengar cerita bahwa Mr. Sean juga jago nge-DJ dari teman-teman. Saya tentu saja penasaran. Dan ketika iseng-iseng menulis nama “Sean Stellfox” di mesin pencari, ternyata benar. Ada video YouTube yang menunjukkan momen saat Mr. Sean nge-DJ. Namanya juga tercantum dalam komunitas Jogja Sound Index.

Rasa penasaran itu lantas membawa saya pada obrolan langsung dengan Mr. Sean belum lama ini.

Syukur, Mr. Sean dengan ramah dan senang hati berbagi cerita dengan saya. Padahal, meski dikenal akrab dengan mahasiswa di Sastra Inggris UNS, tapi selama ini kami mengenalnya sebagai sosok tertutup.

Terpanggil untuk mengajar hingga ditugaskan ke Indonesia

Bagi Mr. Sean,  mengajar memang sudah jadi panggilan hatinya sejak dulu. Sejak masih tinggal di Amerika pun, dia memang sudah mengajar murid-murid dari berbagai kultur untuk mempersiapkan tes masuk perguruan tinggi di sana, seperti SAT/LSAT.

Karena latar belakang ini, Mr. Sean pun akhirnya terdorong untuk mencoba menambah pengalamannya.

Lewat program Fellowship, dia ingin mengajar anak-anak di luar tanah airnya untuk lebih memahami perspektif murid-murid yang harus menyesuaikan diri di lingkungan yang berbeda.

“Dari program ini juga, saya pun akhirnya ditempatkan di Indonesia sejak 2014. Kalau dihitung-hitung sudah 18 tahun saya menggeluti profesi sebagai pengajar,” ujarnya dengan bahasa Inggris saat kami berbincang pada Rabu (13/11/2024).

Pada awalnya tentu Mr. Sean mengalami culture shock. Namun, seiring waktu, dia mulai menikmati tinggal di Indonesia. Khususnya di Jogja dan Solo.

Dosen Sastra Inggris UNS yang jadi produser musik EDM

Di tahun pertamanya di Indonesia, Mr. Sean tidak langsung ditempatkan di Sastra Inggris UNS. Dia sempat menetap dan mengajar di Jogja selama dua tahun sebagai tenaga pendidik di Universitas Islam Indonesia (UII).

Di kota ini lah Mr. Sean kemudian menemukan komunitas di mana dia bisa menyalurkan hobi yang sudah ditekuni sejak SMA di Amerika, yakni bermusik.

Mr. Sean mengaku, sejak masa sekolah di Amerika dia memang sudah sangat tertarik dengan musik. Dia bahkan tergabung dalam sebuah band. Tapi, seperti band anak sekolahan pada umumnya, band rintisannya tersebut tidak bertahan lama. Hanya saja, tentu saja, hobi bermusiknya tak lantas ikut berhenti.

Sampai akhirnya, pada suatu hari di bulan Maret 2014, dia bertemu beberapa anak yang sedang skateboarding di dekat UGM. Dari sini lah dia bertemu dengan orang dari Jogja Sound Index.

Setelah saling berbincang, Mr. Sean pun akhirnya datang ke acara musik komunitas tersebut hingga akhirnya bergabung dan menjadi anggota. Karena keterlibatanya di komunitas ini, dia pun sempat merilis lagu hingga manggung beberapa kali dengan lagunya sendiri.

Mr. Sean meluruskan, sebenarnya yang dia tekuni bersama Jogja Sound Index bukanlah DJ, melainkan menjadi produser musik EDM..

“Memang cukup mirip, tapi DJ kan biasanya hanya memutar dan mixing lagu-lagu milik orang lain. Sedangkan saya menampilkan suara milik saya sendiri, walaupun ada unsur mixing juga,” ungkapnya.

Ngajar di Sastra Inggris UNS tetap jadi prioritas

Meski sudah merilis lagu sendiri bahkan, Mr. Sean menepis anggapan dari beberapa mahasiswa bahwa produksi musik  merupakan side hustle yang dia lakoni. Baginya, musik hanyalah hobi. Dia tidak berniat untuk mencari penghasilan dari sana.

Karena baginya, mengajar–yang untuk saat ini menjadi dosen di Sastra Inggris UNS–tetap menjadi prioritas yang tidak bisa diganggu gugat. Hobi maupun pekerjaan lainya tidak boleh sampai mengganggu kegiatan akademiknya.

Lagipula, menurut Mr. Sean, acara-acara di mana dia manggung biasanya juga hanya acara musik komunitas biasa. Dia akan datang kalau memang sedang benar-benar luang dari urusan pekerjaan.

Salah satu pengalaman paling unik selama dia menyalurkan hobi bermusiknya adalah tampil  di tengah tong setan saat perayaan Sekaten di Solo pada 2017.

“Sama sekali tanpa persiapan, hanya karena teman saya sempat ngobrol dengan pihak pemilik atraksi sehari sebelumnya, saya diajak tampil,” beber Mr. Sean.

Sampai hari ini, Mr. Sean masih menikmati kehidupannya di Indonesia. Sebagai dosen di Sastra Inggri UNS sekaligus bergiat di komunitas musik. Apakah suatu hari nanti Mr. Sean bakal pulang sekaligus menetap lagi di kampung halamannya di Amerika? Saya tidak berani bertanya.

Penulis: Dahayu Aida Yasmin
Editor: Muchamad Aly Reza

Pilkada Serentak Diharapkan Jadi Pendorong Inovasi dalam Pemerintahan

Jakarta – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024, diharapkan dapat mendorong inovasi serta memperkuat sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan bahwa tujuan utama dari Pilkada serentak adalah untuk meningkatkan administrasi pemerintahan. Dengan pelaksanaan Pilkada yang dilakukan secara paralel, diharapkan dapat tercipta keselarasan antara visi pembangunan nasional dan daerah.

“Penyelenggaraan Pilkada serentak memiliki tujuan untuk memperbaiki administrasi pemerintahan. Dengan adanya pemilihan yang paralel, diharapkan akan terjadi sinkronisasi antara visi pembangunan nasional dan daerah,” kata Tito.

Menurutnya, sinkronisasi ini sangat penting karena akan berdampak langsung pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang berlangsung selama lima tahun.

Tito menambahkan bahwa dengan adanya Pilkada serentak, potensi konflik vertikal dan horizontal dalam sistem pemerintahan dapat diminimalkan.

“Pilkada serentak dapat mengurangi potensi konflik vertikal dan horisontal dalam sistem pemerintahan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam suatu sistem demokrasi, perbedaan pendapat sering kali muncul, dan perbedaan tersebut bisa menimbulkan konflik. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi kekerasan, yang dapat mengganggu stabilitas pemerintahan.

Lebih lanjut, Tito berharap bahwa pelaksanaan Pilkada serentak 2024 dapat menciptakan kebijakan yang lebih sinkron antara pemerintah pusat dan daerah, yang akan berdampak pada keberhasilan pembangunan nasional.

“Kami berharap Pilkada serentak akan memperkuat sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah, yang akhirnya akan meningkatkan kualitas pemerintahan,” katanya.

Sementara itu, sejalan dengan Mendagri, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, menambahkan bahwa tujuan Pilkada serentak 2024 adalah untuk menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Bima juga menjelaskan bahwa Pilkada serentak akan memperkokoh kewenangan eksekutif dalam sistem pemerintahan presidensial Indonesia.

“Pilkada serentak ini bisa memperkuat sistem presidensial kita, mengokohkan kewenangan eksekutif, dan menyelaraskan pembangunan pusat dan daerah,” ungkap Bima.

Dengan adanya sinkronisasi ini, Pilkada serentak 2024 diharapkan dapat membawa inovasi dalam pemerintahan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat stabilitas pemerintahan yang lebih terkoordinasi. Ini

Pilkada 2024 menjadi momentum penting untuk memastikan pemerintahan yang lebih efektif dalam menjalankan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Mewujudkan Keadilan dan Persatuan Melalui Pilkada Serentak 2024

Oleh: Alfandi Nagara )*
Pilkada Serentak 2024 akan menjadi momen yang sangat penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Bukan hanya sebagai ajang untuk memilih pemimpin daerah, namun juga sebagai ruang untuk memperkokoh prinsip-prinsip demokrasi yang damai, adil, dan berintegritas. Dalam setiap perhelatan pemilihan umum, baik di tingkat nasional maupun daerah, selalu ada tantangan dan dinamika yang harus dihadapi.
Dengan adanya komitmen bersama antara masyarakat, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya, Pilkada kali ini diharapkan mampu mewujudkan keadilan sosial dan persatuan yang semakin kokoh, selaras dengan semangat Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan pentingnya merawat persatuan bangsa selama perhelatan Pilkada. Meskipun dalam Pilkada ada perbedaan pandangan politik dan preferensi pribadi yang sangat wajar, Puan menekankan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap dijaga di atas segala perbedaan tersebut.
Indonesia yang kaya akan keragaman suku, agama, dan budaya harus mampu menanggalkan segala perbedaan politik dan fokus pada tujuan bersama untuk kemajuan bangsa. Meskipun berbeda pendapat, semua elemen bangsa harus mengutamakan kerukunan demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berkemajuan.
Puan juga mengingatkan bahwa segala peristiwa yang terjadi dalam Pemilu, baik yang manis atau pahit, harus dijadikan bahan introspeksi untuk perbaikan di masa depan. Masyarakat perlu memahami bahwa prinsip-prinsip demokrasi harus dijaga dalam setiap tahapan pemilihan, mulai dari kampanye hingga proses penghitungan suara. Sebuah pemilu yang baik adalah yang tidak hanya menghasilkan pemimpin yang sah, tetapi juga mencerminkan kedewasaan demokrasi yang matang dan penuh integritas.
Sejalan dengan itu, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Puadi, mengingatkan setiap pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk menciptakan Pilkada yang aman dan berintegritas. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pilkada termasuk calon kepala daerah, partai politik, aparat keamanan, hingga masyarakat harus memiliki komitmen bersama untuk menjaga agar pemilihan berlangsung sesuai dengan aturan yang ada.
Proses pemilihan yang damai, jujur, dan adil hanya dapat terwujud jika ada kerjasama yang solid antar semua elemen. Bawaslu juga berperan penting dalam memastikan bahwa seluruh tahapan Pilkada tidak hanya berjalan sesuai prosedur, tetapi juga berlangsung dalam suasana yang kondusif dan menghindari potensi konflik atau ketegangan.
Pentingnya pengawasan yang efektif dan partisipasi aktif masyarakat juga ditegaskan oleh Puadi. Masyarakat diharapkan untuk tidak hanya menjadi pemilih pasif, tetapi juga aktif dalam mengawasi jalannya pemilihan dan melaporkan segala bentuk pelanggaran atau ketidakberesan yang mungkin terjadi. Salah satu tantangan terbesar dalam setiap pemilu adalah mencegah penyebaran hoaks, politisasi SARA, dan ujaran kebencian. Karena itu, pengawasan yang ketat dan partisipasi masyarakat dalam menjaga integritas Pilkada sangatlah penting.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, juga turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama menjelang Pilkada 2024. Menurut Muzani, meskipun masyarakat memiliki beragam pilihan politik, hal tersebut seharusnya tidak menghalangi kerukunan antar sesama. Pilkada adalah proses demokrasi yang harus dijalankan dengan damai, bukan sebagai ajang untuk bermusuhan.
Muzani mengajak seluruh masyarakat untuk menyadari bahwa kebersamaan dan kerukunan adalah kunci untuk membangun daerah, provinsi, bahkan negara. Tanpa persatuan yang terjaga, semua usaha pembangunan akan sia-sia.
Dalam hal ini, pemerintah memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa Pilkada berlangsung dengan integritas. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah memperkuat lembaga penyelenggara pemilu, seperti KPU dan Bawaslu, untuk menjalankan tugas mereka dengan profesional dan independen.
Pemerintah juga berperan dalam menjaga agar seluruh tahapan Pilkada berjalan dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Melalui pengawasan yang ketat dan upaya preventif terhadap pelanggaran, pemerintah berharap dapat menciptakan iklim politik yang sehat dan bebas dari manipulasi.
Pemerintah Indonesia telah berupaya untuk menciptakan ruang yang aman bagi semua pihak, termasuk calon kepala daerah, partai politik, dan masyarakat umum, untuk menyampaikan aspirasi mereka dengan bebas dan tanpa rasa takut. Oleh karena itu, penting bagi setiap pihak untuk menjaga etika politik dan menghindari praktik-praktik yang dapat merusak demokrasi, seperti politik uang, penyebaran hoaks, atau politik identitas. Pilkada yang bersih dari praktik-praktik tersebut adalah Pilkada yang mencerminkan kualitas demokrasi yang sesungguhnya.
Pilkada serentak 2024 merupakan ujian besar bagi bangsa Indonesia untuk menunjukkan kedewasaan demokrasi. Melalui pelaksanaan yang aman, damai, dan berintegritas, Pilkada ini harus dapat mengukuhkan bahwa Indonesia adalah negara yang mampu mengelola keragaman, menjaga persatuan, dan mengedepankan keadilan sosial. Persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap dijaga, karena itulah yang menjadi pondasi bagi Indonesia untuk terus maju.
Demokrasi yang sehat dan berkualitas tidak hanya diukur dari pelaksanaan pemilu yang bebas dan adil, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat, pemerintah, dan semua pemangku kepentingan lainnya dapat bekerja sama untuk menciptakan proses pemilihan yang tidak hanya menghasilkan pemimpin yang sah, tetapi juga memperkuat semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Dalam semangat gotong royong dan kolaborasi, Pilkada Serentak 2024 dapat menjadi momentum untuk memperkokoh demokrasi Indonesia, serta mewujudkan keadilan dan persatuan yang sejati bagi seluruh rakyat Indonesia.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Khatulistiwa

Sambut Indonesia Emas 2045, Pemerintah Pastikan Pembangunan IKN Sesuai Target

Jakarta – Pemerintah memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur tetap berjalan sesuai target yang ditetapkan demi menyambut Indonesia Emas 2045.

Presiden Prabowo Subianto, menegaskan komitmen untuk menjadikan IKN sebagai pusat pemerintahan baru yang modern dan berkelanjutan. Dalam arahan terbarunya, Presiden Prabowo menargetkan penyelesaian seluruh infrastruktur utama IKN dalam waktu 4-5 tahun.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menginstruksikan pembangunan IKN mencakup fasilitas untuk eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

“Gedung-gedung tersebut harus segera diselesaikan agar dapat digunakan secara optimal,” jelas Prasetyo Hadi.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, optimistis proyek IKN tetap sesuai timeline meski ada beberapa penyesuaian pembangunan. Ia menegaskan bahwa proyek tersebut akan selesai dalam lima tahap hingga 2045, sesuai rencana awal.

“Tidak ada perubahan timeline. Bismillahirrahmanirrahim, proyek ini tetap berjalan sesuai yang disampaikan Presiden Prabowo,” ujarnya di Jakarta.

Diana juga menyebut bahwa prioritas pemerintah meliputi swasembada pangan dan energi, sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo.

Meski prioritas program Presiden Prabowo sebagaimana dalam Asta Citanya, yakni berkaitan dengan swasembada pangan dan energi, namun Kementerian PU memastikan bahwa pembangunan proyek IKN tetap berlanjut.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelesaikan pusat pemerintahan.

AHY menjelaskan bahwa pembangunan kantor pemerintahan dan fasilitas pendukung bagi aparatur sipil negara (ASN) menjadi prioritas.

“Targetnya, dalam 4-5 tahun, pusat pemerintahan sudah bisa berfungsi secara penuh,” tegas AHY.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga telah menggarisbawahi pentingnya menjadikan IKN sebagai simbol kesiapan Indonesia menuju 2045. Pemerintah tidak hanya memastikan keberlanjutan proyek, tetapi juga memaksimalkan anggaran yang terbatas untuk memberikan dampak luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia.