IKN Proyek Strategis Presiden Prabowo Wujudkan Modernisasi Fasilitas Mutakhir

Oleh : Joanna Alexandra Putri )*
Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pembangunan IKN Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Sebagai proyek strategis nasional (PSN), Ibu Kota Nusantara menjadi wujud nyata upaya modernisasi fasilitas dan pemerataan pembangunan. Arahan dari Presiden RI kedelapan tersebut menegaskan keberlanjutan pembangunan, termasuk penyempurnaan infrastruktur yang telah dirintis sebelumnya.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menyampaikan Presiden Prabowo telah memberikan instruksi langsung untuk melanjutkan proyek IKN Nusantara. Langkah konkret akan segera diambil mengingat infrastruktur utama sudah banyak terbangun. Proyek ini tidak hanya menjadi pusat pemerintahan baru, tetapi juga simbol modernisasi fasilitas publik yang mengedepankan efisiensi dan inovasi.
Dukungan penuh juga datang dari Menteri Pekerjaan Umum, Dodi Hanggono. Menurutnya, kementerian PU berkomitmen menyesuaikan pembangunan dengan visi Astacita yang telah dicanangkan Presiden Prabowo. Pemeliharaan dan penyempurnaan beberapa bagian infrastruktur akan dilakukan demi mewujudkan IKN sebagai kota modern berbasis teknologi hijau dan berkelanjutan.
Saat rapat paripurna di IKN Nusantara, Presiden Prabowo menegaskan keinginannya untuk mempercepat pembangunan pusat pemerintahan di kawasan tersebut. Presiden kelahiran tahun 1951 itu menilai IKN Nusantara sebagai proyek besar yang tidak hanya memiliki nilai strategis, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu ikon modernisasi bangsa Indonesia.
Kepala Negara juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif pembangunan yang telah dilakukan oleh Presiden RI ketujuh Joko Widodo, menegaskan bahwa upaya tersebut akan diteruskan hingga tuntas. Presiden Prabowo menunjukkan visi besar yang menghubungkan IKN Nusantara dengan transformasi Indonesia menjadi negara yang lebih modern dan maju.
Proyek ini bukan sekadar perpindahan ibu kota, tetapi juga langkah strategis untuk menciptakan pusat pemerintahan baru yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan mampu menjadi contoh bagi pengembangan kota-kota lain di seluruh negeri. Dalam pandangan Presiden, pembangunan IKN Nusantara adalah bagian dari misi untuk membangun Indonesia yang lebih berdaya saing secara global.
Berbagai inovasi teknologi juga mulai diperkenalkan dalam pembangunan IKN Nusantara. Salah satunya adalah Autonomous Rail Transit (ART), kereta otonom tanpa pengemudi yang diharapkan memberikan efisiensi mobilitas bagi masyarakat. Teknologi tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengintegrasikan sistem transportasi modern ke dalam tata kota yang berbasis teknologi pintar.
Selain ART, pemerintah juga merancang pengembangan fasilitas mobil terbang sebagai bagian dari visi jangka panjang IKN Nusantara. Fasilitas ini direncanakan siap digunakan pada tahun 2045, menjadikan IKN Nusantara sebagai kota pertama di Indonesia yang menghadirkan transportasi udara modern.
Selain transportasi, perencanaan IKN Nusantara mencakup proyek pembangunan tiang listrik pintar yang dirancang untuk menjadi pusat informasi publik. Tiang listrik ini memiliki fitur interaktif yang memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi arah atau lokasi tertentu dengan mudah.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan mendukung mobilitas warga serta pengunjung di IKN Nusantara. Dengan berbagai inovasi yang diperkenalkan, proyek IKN Nusantara menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya pemerintah menciptakan kota masa depan yang selaras dengan perkembangan teknologi global.
Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp27,8 triliun untuk mempercepat pembangunan IKN Nusantara. Anggaran tersebut diarahkan pada enam bidang strategis, termasuk perencanaan dan pertanahan, transformasi hijau dan digital, serta sarana dan prasarana yang mendapatkan porsi terbesar.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menilai bahwa dukungan anggaran tersebut menjadi bukti nyata keseriusan Presiden Prabowo dalam menjadikan IKN Nusantara sebagai kota modern dengan infrastruktur canggih.
Komitmen besar Presiden Prabowo dalam mempercepat pembangunan IKN Nusantara juga terlihat dari upayanya memperkuat fasilitas publik di kota tersebut. Masjid Negara yang tengah dibangun dirancang sebagai ikon keberagaman dan keunggulan budaya bangsa Indonesia.
Masjid tersebut diharapkan menjadi simbol harmonisasi antara nilai-nilai budaya dan teknologi modern di IKN Nusantara. Pemerintah juga berfokus pada pengembangan fasilitas hijau, seperti taman kota yang dirancang untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
Sebagai pusat pemerintahan baru, IKN Nusantara dirancang untuk mencerminkan visi Indonesia masa depan. Berbagai fasilitas publik dan teknologi modern yang dikembangkan di IKN Nusantara bertujuan menciptakan kota yang tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga menarik perhatian dunia. Proyek ini dipandang sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa, sekaligus menjadi solusi atas berbagai tantangan urbanisasi di Jakarta.
Presiden Prabowo Subianto, sebagai pemimpin bangsa yang juga merupakan purnawirawan perwira tinggi militer Indonesia, telah menunjukkan tekad kuat dalam mengimplementasikan visi besar ini.
Pembangunan IKN Nusantara bukan hanya tentang menciptakan ibu kota baru, melainkan juga membangun simbol modernisasi bangsa yang akan dikenang sepanjang sejarah. Dengan berbagai inovasi dan fasilitas yang dirancang, IKN Nusantara menjadi harapan baru bagi masa depan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing global.
Dengan visi yang jelas dan langkah tegas dari Presiden Prabowo, pembangunan IKN Nusantara diharapkan menjadi model bagi pengembangan kota-kota lain di Indonesia. IKN Nusantara bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga simbol transformasi Indonesia menuju era modernisasi yang lebih progresif.
)* Penulis adalah kontributor Jeka Media Institute

Presiden Prabowo Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia Melalui Kesepakatan Multilateral

Presiden RI kedelapan, Prabowo Subianto, terus mengukuhkan posisi Indonesia di kancah internasional melalui upaya diplomasi ekonomi yang produktif.

Dalam kunjungan kerja ke Peru dan China baru-baru ini, pemimpin bangsa kelahiran tahun 1951 itu berhasil mencapai berbagai kesepakatan strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di sela-sela KTT APEC di Lima, Peru, Presiden Prabowo mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau.

Pada pertemuan tersebut, kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk meningkatkan hubungan kerja sama melalui perjanjian Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA) yang telah rampung.

Kepala Negara, dalam pertemuan tersebut menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kerja sama antara Indonesia dengan Kanada, utamanya memperkuat perdagangan dan kolaborasi pada sektor strategis.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas hubungan baik kedua negara yang telah terjalin selama beberapa dekade dan menyoroti potensi kolaborasi di sektor perikanan, manufaktur, dan energi terbarukan.

“Kanada memiliki hubungan yang sangat baik dengan Indonesia. Kami ingin memperkuat hubungan ini. Indonesia memiliki banyak sumber daya energi di luar bahan bakar fosil,” ujar Presiden Prabowo.

PM Trudeau memuji kepemimpinan Presiden Prabowo dalam menghadapi tantangan global dan menyebut perjanjian perdagangan bebas itu sebagai peluang besar bagi kedua negara.

Ia juga mengumumkan rencana memimpin misi dagang terbesar Kanada ke Indonesia dalam waktu dekat.

“Perjanjian ini memberikan manfaat bagi ekonomi, pertumbuhan, dan kemakmuran kedua negara,” ungkap PM Trudeau.

Di China, pemimpin bangsa yang juga merupakan purnawirawan perwira tinggi militer Indonesia itu menyaksikan penandatanganan tujuh kesepakatan bilateral senilai USD 10,07 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis, termasuk ketahanan pangan melalui program makan bergizi gratis.

“China akan mendukung program ini karena mereka sudah lebih dulu melaksanakannya untuk rakyat mereka,” ujar Airlangga di Beijing.

Kunjungan Presiden Prabowo ke dua negara tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan diplomasi ekonomi Indonesia, yang tidak hanya mempererat hubungan bilateral tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kunjungan Kerja Presiden Prabowo Hasilkan Berbagai Kesepakatan Dorong Percepatan Pemerataan Ekonomi Indonesia

Oleh : Gavin Asadit )*

Kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke beberapa negara di luar negeri baru-baru ini telah menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang diharapkan dapat mendorong percepatan pemerataan ekonomi di Indonesia. Kunjungan ini tidak hanya berfokus pada diplomasi politik, tetapi juga pada upaya untuk menarik investasi asing, memperluas peluang ekonomi, dan memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara mitra. Dalam rangka mempercepat pembangunan ekonomi, khususnya di daerah-daerah yang masih tertinggal, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pemerataan ekonomi sebagai salah satu prioritas utama dalam pemerintahan.

Salah satu fokus utama dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo adalah menarik investasi asing untuk memperkuat sektor-sektor ekonomi yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, meningkatkan kualitas infrastruktur, dan mendukung pengembangan industri di daerah-daerah. Presiden Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi investasi asing, terutama di sektor-sektor seperti manufaktur, teknologi, dan energi terbarukan. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui berbagai kebijakan, termasuk penyederhanaan peraturan dan pemberian insentif bagi investor.

Menanggapi kunjungan kerja Presiden Prabowo ke sejumlah negara. Waketum Partai Gerindra, Rahayu Saraswati mengatakan kunjungan luar negeri Presiden Prabowo sebagai langkah strategis untuk menarik target para investor untuk berinvestasi di Indonesia melihat Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi besar dengan sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang terus berkembang.

Kunjungan ini membawa hasil yang cukup menggembirakan dengan tercapainya beberapa kesepakatan yang membuka peluang besar bagi perusahaan-perusahaan asing untuk berinvestasi di Indonesia. Hal ini penting karena, dengan meningkatnya investasi asing, Indonesia dapat mempercepat proses pembangunan di berbagai wilayah, tidak hanya di Pulau Jawa yang sudah berkembang pesat, tetapi juga di luar Jawa yang membutuhkan dorongan ekonomi lebih besar.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pasca kunjungan Presiden Prabowo ke beberapa negara, kesepakatan investasi telah disepakati seperti penandatanganan pedoman kerja sama teknis (Technical Cooperation Guidelines/TCG) dengan Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China Han Jun. Penandatanganan TCG menjadi bagian dari “Implementing Arrangement” yang sebelumnya sudah ditandatangani pemerintah Indonesia dan China pada awal September tahun 2023 lalu.

Pemerataan ekonomi menjadi salah satu isu penting yang dibahas dalam kunjungan Presiden Prabowo. Sebagai negara yang luas dan beragam, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengurangi kesenjangan ekonomi antara pusat dan daerah. Pemerintah berencana untuk mempercepat pemerataan pembangunan dengan meningkatkan akses daerah-daerah yang tertinggal ke pasar global melalui infrastruktur yang lebih baik dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kesepakatan yang tercapai selama kunjungan ini akan memperkuat komitmen pemerintah untuk mengurangi ketimpangan tersebut.

Pemerintah Indonesia, melalui kebijakan pemerataan ekonomi yang lebih inklusif, berupaya untuk mendorong sektor ekonomi berbasis lokal di berbagai daerah agar dapat berkembang secara mandiri. Beberapa daerah di luar Jawa, yang selama ini mengalami kesulitan dalam mengakses pasar dan mendapatkan investasi, kini memiliki peluang lebih besar untuk berkembang berkat kebijakan yang mengedepankan pemerataan.

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mengatakan bahwa lawatan Presiden Prabowo akan membawa manfaat besar bagi Indonesia, tidak hanya mempererat hubungan diplomatik tetapi juga menunjukkan keterbukaan Indonesia terhadap investasi asing, terutama di sektor ekonomi berkelanjutan yang dapat percepat pemerataan ekonomi nasional

Presiden Prabowo sendiri mengatakan bahwa pembangunan ekonomi yang merata sangat penting untuk memastikan tercapainya kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dengan pemerataan ekonomi, diharapkan ketimpangan sosial yang ada di berbagai wilayah dapat dikurangi, dan semua daerah dapat merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai langkah awal, beberapa kesepakatan telah dicapai dengan negara-negara mitra untuk memberikan pelatihan dan pendidikan bagi generasi muda Indonesia, terutama di sektor-sektor yang memiliki potensi besar untuk berkembang di masa depan, seperti teknologi informasi dan energi terbarukan. Dengan pelatihan yang tepat, diharapkan tenaga kerja Indonesia dapat bersaing di pasar global dan memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Secara keseluruhan, hasil dari kunjungan kerja Presiden Prabowo ke luar negeri ini memberikan prospek yang sangat positif bagi perekonomian Indonesia. Kesepakatan-kesepakatan yang tercapai diharapkan dapat membuka peluang investasi yang lebih besar, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan menciptakan lapangan pekerjaan di berbagai sektor. Semua ini akan berdampak langsung pada percepatan pemerataan ekonomi di Indonesia, sehingga tidak hanya daerah-daerah besar yang merasakan manfaat pembangunan, tetapi juga daerah-daerah yang lebih terpencil.

Dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, Indonesia memerlukan strategi ekonomi yang terintegrasi dan inklusif. Pemerintah melalui berbagai kebijakan yang digulirkan dalam kunjungan Presiden Prabowo, berupaya untuk membawa Indonesia menuju arah yang lebih adil dan merata dalam distribusi kesejahteraan. Semoga berbagai kesepakatan yang dicapai ini dapat segera terealisasi, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat Indonesia.

)* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

Dorong UMKM Naik Kelas, Presiden Prabowo Instruksikan Permudah Akses Pembiayaan

JAKARTA – Pemerintah terus mendorong kemajuan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan berbagai langkah strategis guna memastikan UMKM dapat naik kelas, salah satunya dengan membuka akses pembiayaan dan pasar yang lebih luas.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Y. Moraza, menegaskan bahwa Presiden memberikan dua arahan utama untuk mendukung pengembangan UMKM. “Bapak Presiden berpesan agar UMKM dibukakan akses modal dan channel pasar sebanyak-banyaknya,” ujar Helvi.

Adapun salah satu kunci untuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM, Menurut Helvi adalah digitalisasi. Dia menekankan bahwa pemerintah akan terus mendorong pelaku UMKM agar melek teknologi sehingga produk mereka mampu bersaing, baik di pasar domestik maupun internasional.

“UMKM tidak lagi bisa bermanja-manja dengan sistem konvensional. Suka tidak suka, harus masuk ke sistem digitalisasi ekonomi,” jelasnya.

Di sisi lain, berbagai pihak turut mendukung kebijakan pemerintah ini. Founder dan CEO Hive Five, Sabar L. Tobing, menyampaikan pentingnya pendampingan bagi UMKM agar mampu bersaing dan berkembang. Hive Five, sebagai salah satu mitra strategis UMKM, memberikan layanan pendampingan mulai dari legalitas hingga pengelolaan keuangan.

“Dengan memiliki legalitas yang lengkap, pelaku UMKM bisa lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan dan mengembangkan usahanya. Di Hive Five, kami mendampingi mereka dari tahap awal, mulai dari perizinan hingga pelaporan keuangan, sehingga mereka bisa fokus pada pertumbuhan bisnis,” ujar Sabar.

Lebih lanjut, potensi UMKM di Indonesia dinilai sangat besar. Mantan Wakil Menteri Perdagangan, Dr. Jerry Sambuaga, menyebutkan bahwa sektor UMKM Indonesia diperkirakan memiliki nilai bisnis hingga USD 135 miliar pada tahun 2025.

“UMKM kita berpeluang masuk ke pasar internasional. Saat ini, banyak pelaku UMKM yang sudah menembus pasar dunia. Namun, tantangan seperti kuantitas, kualitas, dan konsistensi produk masih perlu diperhatikan,” kata Jerry.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kementerian Perdagangan telah menyediakan berbagai pelatihan gratis dan mempertemukan pelaku UMKM dengan pembeli internasional melalui platform khusus. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM Indonesia di kancah global.

Kebijakan Penghapusan Utang Presiden Prabowo untuk Mendorong Pertumbuhan UMKM

Oleh: Hendra Gunawan )*

Kebijakan baru yang diterapkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia memiliki dampak yang signifikan terhadap stabilitas ekonomi nasional. Melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024, Presiden Prabowo menghapus utang macet yang selama ini membebani pelaku UMKM, petani, nelayan, serta sektor usaha lainnya.

Langkah penghapusan diambil setelah menerima banyak aspirasi dari masyarakat, khususnya kelompok produsen pangan seperti petani dan nelayan, yang kesulitan untuk melanjutkan usaha mereka karena adanya utang yang tidak terbayar. Dalam pertemuan di Istana Merdeka, Presiden Prabowo menyatakan bahwa kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi beban dan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk kembali berkembang, terutama di sektor-sektor yang krusial bagi ketahanan pangan dan ekonomi nasional.

Kebijakan penghapusan utang macet ini memberikan angin segar bagi UMKM yang sebelumnya kesulitan mengakses pembiayaan akibat utang yang tertunggak. Keputusan Presiden Prabowo untuk memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha ini dapat dilihat sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar domestik maupun internasional.

Dengan menghapuskan utang tersebut, banyak pelaku UMKM yang sebelumnya terhambat dapat kembali memperoleh modal untuk mengembangkan usaha mereka. Diharapkan, kebijakan ini juga akan membantu mempercepat pemulihan sektor-sektor yang terdampak krisis, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam implementasinya, kebijakan ini tentunya akan didetailkan melalui peraturan yang lebih spesifik oleh kementerian dan lembaga terkait. Penerapan yang hati-hati dan terarah akan memastikan bahwa kebijakan ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa setelah kebijakan penghapusan utang macet ini diterapkan, diharapkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM lainnya dapat bekerja dengan tenang dan lebih produktif, mengetahui bahwa pemerintah menghargai peran mereka sebagai produsen pangan yang vital bagi kehidupan bangsa.

Di tingkat daerah, kebijakan ini juga mendapatkan sambutan positif dari para pemimpin daerah, salah satunya adalah mantan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Khofifah menyambut baik kebijakan penghapusan utang macet bagi UMKM, karena ia menyadari betul betapa pentingnya sektor UMKM dalam perekonomian daerahnya.

Khofifah menekankan bahwa sebanyak 1.164 usaha UMKM di Jawa Timur akan merasakan manfaat langsung dari kebijakan ini. Kebijakan tersebut membuka peluang bagi para pelaku UMKM yang sebelumnya terdaftar dalam daftar pinjaman bermasalah, namun memiliki potensi untuk berkembang, untuk kembali mendapatkan akses ke pembiayaan. Dengan demikian, kebijakan ini dapat mendorong pemulihan ekonomi di tingkat lokal, terutama di Jawa Timur yang selama ini sangat bergantung pada sektor UMKM.

Khofifah juga menambahkan bahwa kontribusi sektor UMKM terhadap Perekonomian Daerah Bruto (PDRB) di Jawa Timur mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2019, kontribusi UMKM terhadap PDRB Jawa Timur tercatat sebesar 56,94 persen, dan pada akhir 2024, kontribusinya diperkirakan akan mencapai 59,18 persen.

Kontribusi sektor UMKM ini menunjukkan bahwa UMKM tidak hanya menjadi penopang ekonomi daerah, tetapi juga bagian integral dari pembangunan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, kebijakan penghapusan utang macet bagi UMKM merupakan langkah penting untuk memastikan sektor ini terus berkembang dan menjadi pilar ekonomi yang tangguh.

Dukungan terhadap kebijakan ini juga datang dari kalangan ekonom, seorang pakar ekonomi dan Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa kebijakan penghapusan utang macet ini memiliki potensi besar untuk mendorong ekspansi bisnis, khususnya di kalangan petani dan nelayan.

Stimulus kredit yang diberikan pemerintah memungkinkan mereka untuk mengembangkan usaha mereka lebih lanjut, yang pada gilirannya dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian domestik. Nafan menjelaskan bahwa dalam sejarahnya, perbankan juga telah melakukan pemutihan utang pada masa-masa krisis, seperti krisis moneter 1998, krisis keuangan global 2008, serta krisis akibat pandemi COVID-19. Oleh karena itu, kebijakan ini tidak hanya relevan dalam konteks saat ini, tetapi juga berkontribusi pada pemulihan ekonomi jangka panjang.

Selain memberikan akses modal yang lebih luas bagi pelaku UMKM, kebijakan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang lebih menyeluruh dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi. Pemberian kesempatan kedua bagi pelaku usaha kecil dan menengah ini juga menunjukkan bahwa pemerintah hadir untuk mendukung sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Langkah-langkah yang diambil pemerintah ini diperlukan untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat, terutama pelaku UMKM, memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi pada perekonomian negara.

Kebijakan Presiden Prabowo dalam menghapus utang macet bagi pelaku UMKM, petani, dan nelayan ini tentunya akan memiliki dampak yang luas terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.

Dengan memberikan kesempatan kedua bagi pelaku usaha, diharapkan sektor UMKM dapat terus berkembang, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.

)* Kontributor jendela baca Institute

Pemerintahan Prabowo-Gibran Perkuat Pendidikan dan Rehabilitasi untuk Berantas Narkoba

Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadikan pemberantasan narkoba sebagai salah satu program prioritas utama dari 17 agenda nasional. Fokus ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi ancaman narkoba yang dapat merusak generasi muda dan stabilitas bangsa.

Koordinator Kelompok Ahli Badan Narkotika Nasional (BNN), Ahwil Luthan, menegaskan bahwa perang melawan narkoba bersifat asimetris, sehingga membutuhkan strategi yang menyeluruh. “Perang melawan narkoba adalah perang tersembunyi. Musuh dan kawan tidak terlihat, tetapi dampaknya bisa menghancurkan kita secara tiba-tiba,” ujar Ahwil.

Salah satu langkah strategis pemerintah adalah pencegahan melalui pendidikan. Kurikulum anti-narkoba dirancang untuk diterapkan mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Menteri-menteri pendidikan memiliki tugas penting dalam memastikan materi ini menjadi bagian integral dari sistem pendidikan. Tujuannya adalah membangun kesadaran generasi muda tentang bahaya narkoba sejak dini.

Selain pendidikan, penguatan pengawasan di wilayah-wilayah rawan perbatasan juga menjadi prioritas. Pemerintah menitikberatkan pengamanan di pantai timur Sumatera, yang kerap menjadi jalur utama penyelundupan narkoba melalui laut. “Penguatan pantai timur Sumatera harus digiatkan, mengingat jalur laut adalah titik terbesar penyelundupan narkoba,” jelas Ahwil.

Kerja sama internasional juga dijalankan untuk memutus rantai suplai narkoba yang sebagian besar berasal dari kawasan Golden Triangle. Kolaborasi ini melibatkan pertukaran informasi dan pengalaman dengan negara-negara lain, sehingga upaya pemberantasan narkoba bisa lebih efektif.

Di sisi lain, program rehabilitasi bagi pengguna narkoba terus diperkuat. Pemerintah tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pemulihan pengguna agar mereka dapat kembali produktif. “Bagi mereka yang sudah terjerat, ada program treatment and rehabilitation. Mereka harus disembuhkan, bukan dihukum semata,” kata Ahwil.

Pendekatan holistik ini, yang mencakup edukasi, pengawasan, pemberantasan, dan rehabilitasi, diharapkan mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba secara signifikan. Pemerintah optimis bahwa dengan upaya terpadu ini, Indonesia dapat terbebas dari ancaman narkoba dan mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.

Dengan visi yang jelas, pemerintahan Prabowo-Gibran berkomitmen menciptakan generasi muda yang tangguh dan melindungi masa depan bangsa dari bahaya narkoba. Program ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya bertindak reaktif, tetapi juga proaktif dalam memastikan keamanan dan kesejahteraan rakyat.

Diplomasi Multilateral Langkah Nyata Komitmen Kuat Presiden Prabowo Berantas Narkoba

Oleh : Bimo Ariyan Beeran )*

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam pemberantasan narkoba, tidak hanya di tingkat domestik, tetapi juga dalam kerangka diplomasi multilateral yang membawa isu ini ke panggung dunia.

Melalui berbagai upaya strategis, Presiden Prabowo, pemimpin bangsa kelahiran tahun 1951 yang juga merupakan purnawirawan perwira tinggi militer Indonesia tersebut menegaskan bahwa pemberantasan narkoba merupakan prioritas nasional yang harus didukung oleh kerjasama internasional.

Sebagai Kepala Negara, beliau berkomitmen keras untuk memastikan bahwa masa depan Indonesia terbebas dari ancaman narkotika yang dapat merusak generasi muda dan masa depan bangsa.

Salah satu bentuk nyata komitmen Presiden Prabowo terlihat dalam pertemuannya dengan Presiden Peru, Dina Boluarte, di Istana Peru Palacio de Gobierno pada 14 November 2024. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai isu penting, termasuk kerja sama dalam memerangi perdagangan gelap narkoba yang telah menjadi ancaman serius bagi kedua negara.

Presiden Dina Boluarte menekankan pentingnya pembahasan tentang agenda kerja sama untuk memberantas perdagangan narkoba, serta peningkatan hubungan ekonomi Indonesia-Peru. Dina juga berharap, dengan tumbuhnya perekonomian kedua negara, kerja sama bilateral ini dapat memperkuat upaya bersama dalam menghadapi tantangan global, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Langkah Presiden Prabowo tersebut menunjukkan betapa pentingnya dimensi diplomasi multilateral dalam menangani isu narkoba. Tidak hanya sebagai masalah domestik, pemberantasan narkoba telah menjadi isu global yang membutuhkan keterlibatan berbagai negara.

Komitmen Presiden Prabowo dalam membawa isu tersebut ke forum internasional menggambarkan tekad yang kuat untuk melawan jaringan perdagangan narkoba yang semakin meluas dan merusak berbagai lapisan masyarakat, terutama kalangan remaja.

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Marthinus Hukom, sekitar 312 ribu remaja Indonesia terjerat dalam penyalahgunaan narkoba. Angka ini menggambarkan bahwa narkoba semakin menjadi ancaman nyata terhadap masa depan generasi muda Indonesia.

Presiden Prabowo bersama Pemerintah Indonesia, melalui kebijakan yang lebih komprehensif, telah mengambil langkah-langkah nyata untuk melawan ancaman tersebut. Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar), yang bertujuan untuk menjadikan desa-desa di seluruh Indonesia sebagai kawasan bebas narkoba.

Program Desa Bersinar tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada upaya pencegahan dengan membangun kesadaran di tingkat komunitas. Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba.

Dengan memperkuat peran keluarga sebagai garis pertahanan pertama, serta memperkuat pengawasan di tingkat desa, pemerintah berharap dapat membentuk benteng kokoh yang melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Pemerintah juga mengajak berbagai elemen masyarakat untuk bergabung dalam upaya pencegahan, karena perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama.

Selain itu, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA, menyampaikan bahwa salah satu upaya penting untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba adalah melalui pendidikan dan pemberdayaan pemuda.

Program Forum Nasional Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) 2024, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader pemuda, diharapkan dapat menjadi agen perubahan di kalangan remaja. KIPAN menjadi platform strategis untuk mengedukasi pemuda Indonesia tentang bahaya narkoba dan pentingnya hidup sehat.

Keberhasilan dalam pemberantasan narkoba tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif generasi muda itu sendiri. Pemerintah, melalui berbagai program preventif, terus mendorong pemuda untuk menjadi ujung tombak dalam kampanye anti-narkoba. Pendidikan sejak dini tentang bahaya narkoba, serta pelibatan pemuda dalam berbagai kegiatan positif, menjadi bagian dari strategi nasional untuk menciptakan Indonesia yang bebas narkoba.

Upaya Presiden Prabowo dalam memberantas narkoba juga tidak terbatas pada pencegahan dan penegakan hukum, tetapi melibatkan dimensi sosial yang lebih luas. Pemerintah mengakui bahwa dampak sosial dan ekonomi dari penyalahgunaan narkoba sangat besar, termasuk hilangnya produktivitas dan peningkatan beban sosial. Oleh karena itu, pemerintah juga fokus pada rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba, untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup mereka.

Koordinasi lintas lembaga semakin diperkuat untuk mempercepat penanganan masalah narkoba. Kolaborasi antara kejaksaan, kepolisian, dan lembaga pemasyarakatan sangat penting dalam menciptakan efek jera bagi para pelaku tindak kejahatan narkoba. Dengan kerjasama yang lebih baik, sistem peradilan pidana di Indonesia diharapkan dapat mengatasi masalah narkoba dengan lebih efektif.

Pemerintahan Prabowo-Gibran berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program inovatif yang dapat mengedukasi generasi muda dan menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.

Melalui kebijakan yang terstruktur dan dukungan berbagai pihak, Indonesia diharapkan dapat membangun masa depan yang lebih baik, tanpa ancaman narkoba yang merusak generasi penerus bangsa.

Dalam diplomasi multilateral, Presiden Prabowo tidak hanya menunjukkan kepemimpinan dalam menangani masalah narkoba, tetapi juga mengajak negara-negara lain untuk bersama-sama berkolaborasi dalam memberantas ancaman global ini. Dengan komitmen kuat dan langkah nyata, Indonesia menuju masa depan yang lebih bebas dari bahaya narkoba.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Mengupas Kengerian Santet di Film Racun Sangga Bersama Fredericka Cull dan Fahad Hydra

DUNIA perfilman Indonesia kembali menghadirkan sebuah karya yang mengangkat sisi gelap budaya lokal.

 

 

Racun Sangga adalah film horor karya kolaborasi terbaru antara produser Sunil Soraya dan sutradara Rizal Mantovani.

Sebelumnya, keduanya sukses bekerja sama dalam film-film populer seperti 5 cm (2012), Supernova (2012), dan Eiffel I’m in Love 2 (2018).

Dalam film ini, Sunil dan Rizal menghidupkan kisah menyeramkan tentang pasangan suami istri yang menjadi korban santet racun sangga khas Kalimantan yang menawarkan cerita yang berbeda dari horor pada umumnya.

Mengadaptasi kisah nyata, Racun Sangga mengisahkan Maya (Fredericka Cull) dan Andi (Fahad Hydra), pasangan yang menghadapi serangkaian teror setelah rumah tangga mereka menjadi sasaran dari ritual santet tersebut.

Film ini tidak hanya menghadirkan ketegangan, tetapi juga mengeksplorasi konflik emosional dan dinamika hubungan yang terkoyak oleh kekuatan gelap.

Dalam wawancara eksklusif bersama Media Indonesia, Jumat (22/11),  kedua pemeran utama berbagi cerita tentang keterlibatan mereka dalam proyek film ini, riset yang mereka lakukan, dan tantangan memerankan karakter yang terinspirasi dari kisah nyata.

Ketika ditanya apa yang membuat mereka tertarik untuk bergabung dengan proyek ini, Fredericka Cull menjelaskan bahwa kesempatan untuk memerankan tokoh nyata merupakan pengalaman baru yang sangat menantang.

“Yang membuat aku tertarik karena ini diangkat dari kisah nyata. Sebelumnya, aku belum pernah memerankan cerita dari tokoh asli, dan itu menjadi tantangan bagi seorang aktor untuk memerankan seseorang yang masih hidup,” ungkap Fredericka.

 

 

Selain itu, ia menyoroti keunikan cerita Racun Sangga yang tidak melibatkan hantu, tetapi mengusung elemen horor yang berfokus pada psikologi.

“Racun Sangga ini adalah santet dari Kalimantan yang beda dari cerita santet lain. Ini horor tanpa hantu yang lebih banyak diproduksi saat ini, jadi menarik buatku karena dia ini psychological horror,” tambah Fredericka

Fahad Hydra, yang memerankan tokoh Andi, menggemakan pendapat Fredericka. Ia mengaku tertarik karena film ini menawarkan elemen-elemen baru yang jarang ditemukan dalam cerita horor.

“Film ini berbeda karena banyak unsur baru yang jarang diangkat dalam horor. Terornya sangat mengganggu, tidak hanya secara fisik tapi juga psikis,” ujarnya.

Salah satu keunikan Racun Sangga adalah akurasi cerita yang didasarkan pada pengalaman nyata.

Untuk memahami latar belakang santet Racun Sangga, Fredericka dan Fahad melakukan riset mendalam dengan korban asli dan penulis skenario, yang merupakan warga asli Banjarmasin, Kalimantan.

“Kami langsung berdiskusi dengan korban aslinya dan penulisnya, yang kebetulan berasal dari Kalimantan. Dari sana, kami belajar tentang tahap-tahap Racun Sangga dan tujuannya, yang sering kali untuk memisahkan rumah tangga,” jelas Fredericka.

Fahad menambahkan riset ini membuka mata mereka tentang kompleksitas dan dampak besar santet ini terhadap para korban, baik secara fisik maupun psikologis.

“Santet ini tidak hanya menyerang tubuh bagian dalam, tetapi juga luar. Dari riset ini, kami semakin paham bahwa teror yang diciptakan Racun Sangga sangat merusak,” katanya.

Dengan narasi yang kuat, akting mendalam, dan latar belakang budaya yang otentik, Racun Sangga siap menjadi salah satu film horor yang paling dinantikan tahun ini. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 12 Desember 2024.

Adegan tanpa Jilbab Pesinetron yang Kini Berhijab Masih Tayang di TV, Apakah Berdosa?

Mega Putri menangis meminta kepada stasiun televisi agar sinetronnya tak ditayangkan.

Pemain sinetron “Tukang Bubur Naik Haji”, Mega Putri Aulia sedang menjadi pembicaraan di Indonesia. Pasalnya, videonya yang tanpa hijab masih ditayangkan dalam sinetron “Tukang Bubur Naik Haji”.

Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, Mega Putri tampak menangis sembari meminta kepada pihak stasiun televisi agar sinetronnya yang dulu tidak ditayangkan lagi. Karena, Mega saat ini telah berhijab.

Dalam konteks ini, lalu muncul sebuah pertanyaan, apakah berdosa jika tak menghapus foto atau video saat tidak menggunakan hijab?

 

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maemuna menjelaskan, jika yang diunggah di medsos adalah foto atau video sebelum baligh, maka boleh untuk tidak menghapusnya.

“Tapi jika foto setelah baligh maka hendaknya ia menghapus semua,” ujar Margaret saat dihubungi Republika, Jumat (22/11/2024). 

 

Jika kemudian ada yang memposting foto atau video di luar kendalinya, maka dia sudah tidak berdosa lagi. “Menurut salah satu mufti Al Azhar, jika seorang sudah berniat untuk berhijab maka ia sudah bertaubat kepada Allah dan berniat memperbaiki dirinya, maka ia tidak harus meminta orang lain untuk menghapusnya,” ucap Margareth.

 

“Dan sebaiknya, keluarga dan teman-teman yang mengetahui perubahan dirinya, hendaknya berinisiatif untuk menghapus foto-foto (video) tersebut,” kata dia.

Studi Budaya, ASN Timor Leste Kunjungi Desa Badui

LEBAK – Rombongan aparatur sipil negara (ASN) Direktorat Nasional Warisan Budaya Timor Leste melakukan studi budaya ke Desa Wisata Badui, Kabupaten Lebak, Banten. Program tersebut merupakan inisiasi dari Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (PPKB FIB UI).

Program yang digelar pada 21-22 November 2024 ini digelar dalam rangka persaudaraan dua negara. Dalam kegiatan tersebut, sekelompok ASN asal Timor Leste yang berjumlah 11 orang tersebut mendapat pelatihan khusus yang dipandu oleh warga lokal.

Pelatihan itu antara lain, pembuatan tenun dan kerajinan anyaman, serta pengenalan mengenai Desa Badui.

Menurut Kepala Departemen Art Industri Kreativitas Kultural, Chatarina Sarmento da Costa, kerajinan tenun yang ada di Badui juga terdapat di Timor Leste. Namun, ada sedikit perbedaan, yakni pada bahannya.

“Di Badui ada tenun, sama di Timor Leste ada juga. Cara prosesnya hampir sama, hanya di sini kapasnya beda dengan di Timor Leste,” ujar Chatarina, dikutip dari siaran pers, Jumat, 22 November 2024.

Dia melanjutkan, kerajinan tenun di Timor Leste sedikit lebih modern dari pada Badui.  Adapun istilah bagi tenun asal negara tersebut ialah tais.

Selain itu, mereka turut mengikuti diskusi pengenalan budaya Badui berupa tata adat warisan yang masih dipertahankan sampai sekarang, yang dipandu oleh pemuka Badui luar, Sarpin.

Turut hadir dalam studi tersebut Kepala PPKB FIB UI, Lily Tjahjandari, dosen FEB UI, Muthia Pramesti, dan dosen FISIP UI Annisah.

Desa Baduy merupakan wilayah tempat tinggal masyarakat suku Badui yang terbagi menjadi Baduy dalam dan Badui luar. Adapun Badui dalam masih sangat mempertahankan kearifan lokal, bahkan cenderung menolak modernisasi demi menjaga tradisi turun temurun.

Desa Badui mulai mengalami lonjakan kunjungan turis ketika masa pandemi Covid-19. Hal ini tentu menambah kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat, dan meningkatkan kualitas pariwisata lokal.