Kunjungan Presiden Prabowo ke Sejumlah Negara, Tegaskan Wibawa Indonesia di Kancah Internasional

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah memulai kunjungan kerja (kunker) luar negeri perdananya pada Jumat (8/11) lalu. Dalam lawatannya, presiden akan menghadiri pertemuan dan undangan di sejumlah negara, Presiden membawa kepentingan bangsa dan negara.

Negara pertama yang dikunjunginya adalah Cina dengan agenda melakukan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping. Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan konkret, baik di sektor ekonomi, bisnis dan politik luar negeri.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping mengatakan pihaknya mengapresiasi Presiden Prabowo karena menjadikan Cina sebagai negara pertama yang dikunjungi dalam kapasitas sebagai presiden baru Indonesia. Langkah ini menegaskan betapa pentingnya hubungan Cina dengan Indonesia.

“Apresiasi layak diberikan kepada Presiden Prabowo karena menjadikan Cina sebagai negara pertama yang dikunjungi dalam kapasitas barunya sebagai presiden. Ini menandakan hubungan Cina dengan Indonesia sangat penting,” kata Xi Jinping.

Dari Beijing presiden langsung menuju ke Washington DC untuk memenuhi undangan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Dalam pertemuan ini dibicarakan sejumlah isu, diantaranya kerjasama Indonesia dan AS, hingga situasi di Gaza, Palestina dan Laut Cina Selatan.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengatakan selain membicarakan soal penguatan hubungan kerjasama antara Indonesia dan AS dan tantangan yang ada di dunia saat ini, juga pembicaraan mengenai situasi di Gaza, Palestina dan Laut China Selatan.

“Yang kami bahas adalah soal penguatan hubungan kerjasama antara Indonesia dengan AS, tantangan global, termasuk situasi di Gaza dan Laut China Selatan,” ujar Biden.

Di tempat lain, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengungkapkan bahwa langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke luar negeri merupakan peluang bagi presiden baru, suasana baru, policy kebijakan baru.

“Dengan lawatan ke beberapa negara, Prabowo memanfaatkan seoptimal mungkin sikap politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Beliau juga ingin menjaga hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara lain,” tegas Paloh.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan China mendukung pendanaan program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan dana ini merupakan hasil dari lawatan Prabowo ke Cina.

“Indonesia Cina menyepakati pendanaan bagi “Food Supplementation and School Feeding Programme in Indonesia.” Kesepakatan ini diumumkan dalam prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Cina, yang disaksikan langsung oleh Prabowo dan Xi Jinping,” imbuhnya.

Sebagai informasi, setelah melakukan kunjungan ke Amerika Serikat, Presiden Prabowo akan menghadiri agenda utama yaitu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di lima, Peru. Setelah itu, Presiden beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Brasil menghadiri kegiatan KTT G20 yang diselenggarakan di Rio de Janeiro. [uy/**]

Keberhasilan Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Subianto Tingkatkan Kerja Sama Bilateral dan Kebanggaan Nasional

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan luar negeri selama dua pekan ke sejumlah negara, termasuk dua kekuatan dunia, yaitu Tiongkok dan Amerika Serikat, sejak tanggal 8 hingga 23 November 2024 mendatang. Kunjungan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, tidak hanya dari negara-negara yang dikunjungi, tetapi juga dari masyarakat Indonesia yang menilai langkah diplomatik Prabowo sebagai upaya memperkuat hubungan internasional Indonesia.

Di Tiongkok, Presiden Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Xi Jinping di Great Hall of the People, Beijing. Xi menyambut Prabowo dengan hangat, menyampaikan penghargaan atas kunjungan pertama Prabowo ke Tiongkok sebagai presiden. “Tak lama setelah pelantikan resmi Anda, Anda pertama kali melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok. Hal ini mencerminkan pentingnya Anda mementingkan hubungan Tiongkok-Indonesia,” ujar Xi dalam pertemuan tersebut. Kunjungan ini menghasilkan komitmen investasi dari Tiongkok senilai USD 10,7 miliar (sekitar Rp157 triliun) yang ditujukan untuk berbagai sektor, termasuk ketahanan pangan dan energi.

Setelah kunjungannya di Tiongkok, Presiden Prabowo melanjutkan lawatan ke Amerika Serikat, di mana ia bertemu Presiden Joe Biden di Gedung Putih, Washington DC. Pertemuan ini membahas penguatan hubungan bilateral serta isu global seperti situasi di Gaza dan Laut China Selatan. Biden menyatakan kebanggaannya atas kemitraan yang kuat antara kedua negara. “Selama 75 tahun hubungan diplomatik dengan Indonesia dan AS, kita telah membangun kemitraan yang terkuat yang pernah ada,” ujar Biden dalam pernyataan resminya.

Pengamat politik Ujang Komaruddin menilai bahwa kunjungan Prabowo ke Tiongkok dan Amerika Serikat memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Menurut Ujang, langkah-langkah diplomasi yang ditempuh Prabowo tidak hanya menunjukkan hubungan yang kuat dengan berbagai negara, tetapi juga membuktikan kapasitas kepemimpinannya di mata dunia.

“Kunjungan kerja ini membangkitkan rasa bangga rakyat Indonesia. Kita bisa melihat antusiasme dan kebanggaan masyarakat, baik di dalam maupun di luar negeri. Pak Prabowo menunjukkan dirinya sebagai pemimpin yang bisa menjalin hubungan baik dengan banyak negara,” ujar Ujang

Melalui kunjungan ini, Prabowo menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antarnegara. Setelah pertemuannya dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, Prabowo menegaskan pentingnya kerja sama yang produktif dan saling menghormati, ketimbang konfrontasi. “Kami menghormati semua kekuatan, namun kami akan mempertahankan kedaulatan kami. Namun, saya selalu memilih untuk mencari peluang kerja sama,” ujar Prabowo.

Dengan rangkaian kunjungan yang membawa banyak hasil positif, kepemimpinan Prabowo Subianto diharapkan dapat terus memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional serta memberikan manfaat nyata bagi rakyat Indonesia.

Lawatan Presiden Prabowo ke Luar Negeri Perkuat Diplomasi Wujudkan Perdamaian Dunia

Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke luar negeri perdananya dalam rangka memperkuat hubungan diplomatik, meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, serta berkontribusi pada upaya menciptakan perdamaian dunia. Kunjungan ini mencakup serangkaian pertemuan dengan para pemimpin negara dan pejabat tinggi.

Melalui dialog konstruktif, Presiden Prabowo dapat mempererat hubungan Indonesia dengan berbagai negara, baik di kawasan regional maupun global, untuk menghadapi tantangan bersama di era yang semakin kompleks ini. Beberapa isu penting yang akan dibahas meliputi kerja sama pertahanan, ekonomi, perdagangan, serta diplomasi multilateral.

Sebagai bagian dari komitmen Indonesia untuk menjadi kekuatan pemersatu bangsa di dunia, Presiden Prabowo juga membahas peran Indonesia dalam mendorong terciptanya perdamaian global. Indonesia terus aktif dalam berbagai inisiatif perdamaian internasional, dan kunjungan ini menjadi kesempatan untuk menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai negara yang berperan penting dalam upaya penyelesaian konflik global, terutama di kawasan-kawasan yang rentan terhadap ketegangan politik dan militer.

Presiden Prabowo mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menangani konflik Palestina dan Israel. Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden berkomitmen untuk memerdekakan Palestina.

“saya bersama Presiden Amerika Serikat, Joe Biden berkomitmen untuk membantu kemerdekaan Palestina karena menjadi bagian dari solusi dua negara (two state solution) guna mengakhiri konflik kemanusiaan di Gaza,” ujar Presiden Prabowo.

Kedua negara tersebut juga menilai bahwa Palestina layak untuk Merdeka.

“Kedua pemimpin tetap berkomitmen pada negara Palestina yang layak dan merdeka, serta masalah keamanan Israel sebagai bagian dari solusi dua negara,” tambahnya.

Sementara, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken mengatakan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral, meningkatkan kerjasama di bidang pertahanan, serta membahas isu-isu global yang relevan, termasuk perdamaian dan stabilitas regional.

“Kami menyambut dengan hangat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat. Kunjungan ini merupakan bukti dari hubungan yang semakin kuat antara kedua negara kami, yang didasarkan pada nilai-nilai bersama dan kepentingan strategis bersama di kawasan Indo-Pasifik dan di seluruh dunia,” ujar Antony.

Blinken juga menyebut bahwa Amerika sedang bekerja keras untuk menangani konflik global termasuk konflik Israel-Palestina.

“Kedua Kepala Negara tersebut (Presiden Prabowo dan Presiden Joe Biden) berkomitmen akan mengakhiri konflik Palestina dan sedang bekerja sangat keras untuk penanganan konflik itu,” jelasnya.

Kunjungan ini menjadi momentum untuk Indonesia meningkatkan perannya di tingkat global, seiring dengan meningkatnya ketegangan internasional dan tantangan global yang semakin kompleks, serta hasil dari kunjungan ini diharapkan memberikan dampak positif tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi perdamaian dan stabilitas dunia secara keseluruhan.

Lawatan Presiden Prabowo ke AS dan China Perkuat Hubungan Global, Raih Apresiasi Publik

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar lawatan ke luar negeri yang menarik perhatian publik dan meraih apresiasi luas. Dalam kunjungannya ke dua negara besar, China dan Amerika Serikat, Presiden Prabowo bertemu langsung dengan Presiden Xi Jinping dan Presiden Joe Biden untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, keamanan, kesehatan, dan pendidikan.

Pengamat Politik, Ujang Komaruddin menyampaikan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ini membangkitkan rasa bangga rakyat Indonesia.

“Kalau kita menganalisa dan mengamati apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo sebagai Presiden RI ke-8, itu membuat decak kagum bagi seluruh rakyat Indonesia. Beliau punya pengalaman dan hubungan baik dengan banyak negara serta tokoh dunia,” ujar Ujang.

Ujang Komaruddin mengungkapkan bahwa kepemimpinan Prabowo yang aspiratif, komunikatif, dan terbuka ini memunculkan kebanggaan baru bagi rakyat Indonesia.

“Presiden Prabowo punya kecerdasan, banyak pengetahuan, dan juga sangat humble. Itu kesaksian-kesaksian yang diberikan warga Indonesia di luar negeri ketika bertemu Pak Prabowo,” jelas Ujang.

Prabowo pertama kali mengunjungi China, di mana ia disambut hangat oleh Presiden Xi Jinping di Great Hall of the People, Beijing, pada Sabtu, 9 November 2024. Xi Jinping mengapresiasi keputusan Prabowo menjadikan China sebagai negara pertama yang dikunjungi pasca-pelantikan, menyatakan bahwa kunjungan tersebut mencerminkan pentingnya hubungan Tiongkok-Indonesia.

Xi Jinping juga menegaskan komitmen China untuk terus mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo dan siap menjalin kerja sama erat di berbagai bidang strategis.

Kunjungan ini membuahkan hasil signifikan, termasuk penandatanganan perjanjian investasi antara Indonesia dan China senilai USD 10,7 miliar atau setara Rp157 triliun. Investasi ini mencakup sektor ketahanan pangan, ketahanan energi, dan hilirisasi, yang diharapkan akan memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Perjanjian yang ditandatangani bernilai 10 miliar dolar AS,” ujar Presiden Prabowo.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan China dan menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menyambut investasi ini dengan menyediakan iklim usaha yang kondusif.

Selain itu, Presiden Prabowo juga berhasil memperoleh dukungan China untuk program makan siang bergizi gratis yang ditargetkan bagi siswa sekolah di Indonesia.

Presiden Prabowo dan Presiden Xi Jinping menyaksikan langsung penandatanganan MoU Project Funding Agreement terkait program ini, yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.

Setelah menyelesaikan lawatannya di Tiongkok, Presiden Prabowo melanjutkan kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat dan bertemu Presiden Joe Biden di Gedung Putih, Washington DC, pada Selasa, 12 November 2024.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin mendiskusikan berbagai isu global dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat, termasuk tantangan di Gaza dan Laut China Selatan. Presiden Prabowo juga mengapresiasi sambutan hangat dari Biden dan menyampaikan rasa hormat yang mendalam.

Biden menilai bahwa hubungan diplomatik Indonesia-AS yang telah terjalin selama 75 tahun kini berada pada titik terkuatnya.

“75 tahun hubungan diplomatik dengan Indonesia dan AS. Saya bangga bahwa kemitraan antara negara kita adalah yang terkuat yang pernah ada,” ujar Biden.

Keduanya sepakat memperluas kerja sama militer, khususnya dalam latihan Super Garuda Shield, yang kini telah berkembang menjadi latihan multinasional dengan lebih dari 4.000 personel dari 23 negara.

Keduanya juga membahas penguatan keamanan kesehatan, termasuk program pencegahan penyakit menular dan zoonosis di Indonesia. Melalui dukungan USAID, sistem peringatan dini Indonesia diperluas hingga 38 provinsi. Program ini juga mencakup deteksi tuberkulosis di lebih dari 250 rumah sakit, mencapai lebih dari empat juta orang.

Kesepakatan lainnya mencakup dukungan Amerika Serikat terhadap program makan siang bergizi untuk siswa Indonesia, yang sejalan dengan program serupa yang telah dilaksanakan di AS. Dukungan ini dituangkan dalam pernyataan bersama usai pertemuan kedua pemimpin negara di Gedung Putih.

“Presiden Biden juga menyatakan dukungannya terhadap program nasional Indonesia untuk menyediakan makanan bergizi dan sehat bagi anak sekolah dan ibu hamil,” jelas Joint Statement atau pernyataan bersama yang diunggah di situs resmi Gedung Putih.

Dalam lawatannya yang berlangsung selama dua pekan ini, Presiden Prabowo dianggap mampu membawa Indonesia lebih diperhitungkan di kancah internasional, sejalan dengan visinya untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan pengaruh regional dan global.

Presiden Xi Jinping Puji Kepemimpinan Presiden Prabowo: Indonesia Sangat Penting bagi Tiongkok

Jakarta – Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan apresiasi kepada yang tinggi bagi pemimpin baru Indonesia Prabowo Subianto. Tiongkok sebagai negara pertama yang dikunjungi menjadi satu kehormatan. Pertemuan ini sangat penting dalam membangun kerjasama kedua pihak.

“terimakasih tuan presiden, kunjungan anda sangat penting untuk membangun dan memperkuat kerjasama bilateral” katanya.

Kunjungan ke Cina menandakan bahwa negara tersebut memiliki posisi strategis bagi Indonesia dalam peta geopolitik ke depan. Sedangkan kunjungan ke Amerika memiliki kedudukan yang sangat penting bagi Indonesia

Kunjungan Presiden Prabowo keluar negeri akan membawa banyak manfaat bagi hubungan diplomatik Indonesia. Lawatan Presiden Prabowo Subianto selain soal kerja sama regional, Prabowo akan menunjukkan kepada masyarakat Internasional bahwa Indonesia akan terbuka untuk investasi hingga kolaborasi untuk menangani masalah perubahan iklim. Selain itu Indonesia juga terbuka untuk masalah transisi energi yang selama ini banyak menjadi perbincangan global.

Dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin negara Presiden Prabowo Subianto menyinggung targetnya dalam membawa swasembada pangan dan energi bagi Indonesia. Prabowo menyampaikan saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri China Li Qiang di Balai Besar Rakyat, Beijing. Dilansir dari Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT).

Sedangkan Guru Besar UI Fredy Buhama Lumban Tobing mengatakan Tiongkok merupakan negara sahabat pertama yang dikunjungi Prabowo Subianto sebagai presiden.

“undangan ke Tiongkok merupakan wujud pengakuan atas Prabowo sebagai Presiden RI” katanya.

Kunjungan Prabowo ke China dan AS menandakan bahwa Indonesia tidak memihak salah satu kubu. Lawatan Prabowo Subianto keluar negeri sekaligus ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam percaturan global. **AR

Kunjungan Presiden Prabowo ke Tiongkok Perkuat Diplomasi dan Wujudkan Program Prioritas Indonesia

Jakarta, – Kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Tiongkok yang dimulai pada minggu ini semakin mempererat hubungan diplomatik kedua negara serta memperkuat komitmen Indonesia dalam mewujudkan program-program prioritas pemerintah. Langkah pertama Presiden Prabowo dalam kunjungan luar negeri ini membawa dampak positif, tidak hanya dalam bidang diplomasi, tetapi juga dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya terkait dengan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, memberikan apresiasi tinggi atas keputusan Presiden Prabowo menjadikan Tiongkok sebagai negara pertama yang dikunjungi dalam kapasitas barunya sebagai presiden. Menurutnya, hal ini menegaskan pentingnya hubungan antara kedua negara. “Apresiasi layak diberikan kepada Presiden Prabowo untuk menjadikan Tiongkok sebagai negara pertama yang dikunjungi dalam kapasitas barunya sebagai presiden. Langkah tersebut menegaskan pentingnya hubungan Tiongkok dengan Indonesia,” ungkap Xi Jinping dalam pernyataan resminya.

Kunjungan tersebut juga mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak. Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI), Fredy Buhama Lumban Tobing, menilai bahwa keputusan Presiden Prabowo untuk mengunjungi Tiongkok sebagai negara sahabat pertama menggambarkan pengakuan China atas posisi Indonesia di peta geopolitik dunia. “Menjadi menarik karena China merupakan negara sahabat pertama yang dikunjungi oleh Pak Prabowo sebagai Presiden RI ke-8. Undangan pemerintah China merupakan wujud pengakuan China atas Prabowo sebagai Presiden RI. Kunjungan Prabowo ini pun menandakan bahwa China memiliki posisi penting dan strategis bagi Indonesia dalam peta geopolitik dunia ke depan,” ujarnya.

Selain aspek diplomatik, kunjungan ini juga membawa hasil nyata bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah Tiongkok telah menyepakati untuk mendukung pendanaan program “Makan Bergizi Gratis” yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. “Pemerintah China akan mendukung pendanaan program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan dana ini merupakan hasil dari lawatan Prabowo ke Negeri China,” ujar Airlangga Hartarto dalam konferensi pers setelah penandatanganan kesepakatan.

Salah satu kesepakatan penting yang dihasilkan dalam kunjungan ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok mengenai pendanaan untuk program “Food Supplementation and School Feeding Programme in Indonesia”. Kesepakatan tersebut diumumkan dalam prosesi penandatanganan yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo dan Presiden Xi Jinping.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Tiongkok semakin mengukuhkan komitmen Indonesia untuk memperluas kerjasama internasional, khususnya dalam mendukung pembangunan sektor sosial dan ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Tiongkok, sebagai mitra strategis, diharapkan dapat terus berperan aktif dalam mendukung program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo ke depan.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Tiongkok Perkuat Diplomasi dan Wujudkan Program Prioritas Indonesia

Jakarta, – Kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Tiongkok yang dimulai pada minggu ini semakin mempererat hubungan diplomatik kedua negara serta memperkuat komitmen Indonesia dalam mewujudkan program-program prioritas pemerintah. Langkah pertama Presiden Prabowo dalam kunjungan luar negeri ini membawa dampak positif, tidak hanya dalam bidang diplomasi, tetapi juga dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya terkait dengan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, memberikan apresiasi tinggi atas keputusan Presiden Prabowo menjadikan Tiongkok sebagai negara pertama yang dikunjungi dalam kapasitas barunya sebagai presiden. Menurutnya, hal ini menegaskan pentingnya hubungan antara kedua negara. “Apresiasi layak diberikan kepada Presiden Prabowo untuk menjadikan Tiongkok sebagai negara pertama yang dikunjungi dalam kapasitas barunya sebagai presiden. Langkah tersebut menegaskan pentingnya hubungan Tiongkok dengan Indonesia,” ungkap Xi Jinping dalam pernyataan resminya.

Kunjungan tersebut juga mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak. Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI), Fredy Buhama Lumban Tobing, menilai bahwa keputusan Presiden Prabowo untuk mengunjungi Tiongkok sebagai negara sahabat pertama menggambarkan pengakuan China atas posisi Indonesia di peta geopolitik dunia. “Menjadi menarik karena China merupakan negara sahabat pertama yang dikunjungi oleh Pak Prabowo sebagai Presiden RI ke-8. Undangan pemerintah China merupakan wujud pengakuan China atas Prabowo sebagai Presiden RI. Kunjungan Prabowo ini pun menandakan bahwa China memiliki posisi penting dan strategis bagi Indonesia dalam peta geopolitik dunia ke depan,” ujarnya.

Selain aspek diplomatik, kunjungan ini juga membawa hasil nyata bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah Tiongkok telah menyepakati untuk mendukung pendanaan program “Makan Bergizi Gratis” yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. “Pemerintah China akan mendukung pendanaan program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan dana ini merupakan hasil dari lawatan Prabowo ke Negeri China,” ujar Airlangga Hartarto dalam konferensi pers setelah penandatanganan kesepakatan.

Salah satu kesepakatan penting yang dihasilkan dalam kunjungan ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok mengenai pendanaan untuk program “Food Supplementation and School Feeding Programme in Indonesia”. Kesepakatan tersebut diumumkan dalam prosesi penandatanganan yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo dan Presiden Xi Jinping.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Tiongkok semakin mengukuhkan komitmen Indonesia untuk memperluas kerjasama internasional, khususnya dalam mendukung pembangunan sektor sosial dan ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Tiongkok, sebagai mitra strategis, diharapkan dapat terus berperan aktif dalam mendukung program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo ke depan.

Pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Serius Perangi Judi Online

Jakarta – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan keseriusan dalam memberantas judi online (Judol) yang merugikan masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa pemerintah akan membentuk Tim Kerja Penanganan Judol yang bekerja sama dengan penyelenggara sistem elektronik dan media.

“Tim ini akan mengoptimalkan pemblokiran konten negatif terkait judol,” ujar Meutya.

Dia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga swasta, dan masyarakat dalam menanggulangi masalah judol yang semakin marak.

Langkah transparan pemerintah dalam mengungkap praktik judol, termasuk pengungkapan melibatkan sejumlah pegawai pemerintah, juga mendapat apresiasi dari Pakar Hukum Siber Universitas Indonesia, Intan Pratama.

“Transparansi ini penting agar publik dapat melihat komitmen pemerintah dalam menindak tegas pelanggaran hukum,” kata Intan.

Ia juga menyatakan pentingnya penguatan sanksi hukum agar menjadi peringatan bagi semua aparat negara yang terlibat dalam kegiatan ilegal.

Menurut Intan, penguatan sanksi akan menjadi salah satu langkah penting untuk memutus rantai tindak pidana tersebut, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Intan berharap agar pemerintah terus memperketat pengawasan terhadap sektor ini guna menghindari potensi praktik ilegal lainnya yang dapat merugikan masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah harus terus memperkuat langkah-langkah tegas tanpa kompromi.

“Tidak ada kongkalikong atau perlindungan bagi pelaku judol,” kata Presiden.

Ia juga menyoroti empat isu besar yang harus mendapat perhatian serius, yakni judol, narkoba, penyelundupan, dan korupsi. Menurut Presiden, keempat masalah ini menjadi ancaman yang dapat merusak tatanan sosial dan ekonomi negara.

Kepala Negara juga menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap pelanggaran hukum ini untuk menjaga stabilitas dan keadilan di Indonesia.

Pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Serius Perangi Judi Online

Jakarta – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan keseriusan dalam memberantas judi online (Judol) yang merugikan masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa pemerintah akan membentuk Tim Kerja Penanganan Judol yang bekerja sama dengan penyelenggara sistem elektronik dan media.

“Tim ini akan mengoptimalkan pemblokiran konten negatif terkait judol,” ujar Meutya.

Dia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga swasta, dan masyarakat dalam menanggulangi masalah judol yang semakin marak.

Langkah transparan pemerintah dalam mengungkap praktik judol, termasuk pengungkapan melibatkan sejumlah pegawai pemerintah, juga mendapat apresiasi dari Pakar Hukum Siber Universitas Indonesia, Intan Pratama.

“Transparansi ini penting agar publik dapat melihat komitmen pemerintah dalam menindak tegas pelanggaran hukum,” kata Intan.

Ia juga menyatakan pentingnya penguatan sanksi hukum agar menjadi peringatan bagi semua aparat negara yang terlibat dalam kegiatan ilegal.

Menurut Intan, penguatan sanksi akan menjadi salah satu langkah penting untuk memutus rantai tindak pidana tersebut, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Intan berharap agar pemerintah terus memperketat pengawasan terhadap sektor ini guna menghindari potensi praktik ilegal lainnya yang dapat merugikan masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah harus terus memperkuat langkah-langkah tegas tanpa kompromi.

“Tidak ada kongkalikong atau perlindungan bagi pelaku judol,” kata Presiden.

Ia juga menyoroti empat isu besar yang harus mendapat perhatian serius, yakni judol, narkoba, penyelundupan, dan korupsi. Menurut Presiden, keempat masalah ini menjadi ancaman yang dapat merusak tatanan sosial dan ekonomi negara.

Kepala Negara juga menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap pelanggaran hukum ini untuk menjaga stabilitas dan keadilan di Indonesia.

Presiden Prabowo Tindak Tegas Oknum yang Bekingi Judi Online

Oleh: Alif Hakim )*

Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen yang tegas dalam menanggapi semakin maraknya praktik judi online yang meresahkan masyarakat Indonesia. Berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), perputaran dana terkait judi online mencatatkan lonjakan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada semester pertama tahun 2024, transaksi judi online telah mencapai angka Rp 174,56 triliun. Sebelumnya, pada tahun 2023 perputaran dana ini mencapai Rp 327,05 triliun, sementara pada 2022 dan 2021 masing-masing tercatat sebesar Rp 104,42 triliun dan Rp 57,91 triliun. Angka-angka ini menunjukkan betapa pesatnya perkembangan judi online di Indonesia, yang menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

Menanggapi situasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan berbagai lembaga negara untuk bekerja sama dalam memberantas praktik perjudian ilegal ini. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah berulang kali menegaskan pentingnya kerjasama antara lembaga-lembaga pemerintah, seperti Polri, Kejaksaan Agung (Kejagung), dan Kemenko Polkam.

Meutya menyatakan bahwa Presiden Prabowo mengingatkan agar tidak ada pihak yang memberikan perlindungan atau membantu pelaku judi online. Menurut Meutya, Presiden Prabowo menekankan bahwa masalah ini harus diperangi secara serius karena mayoritas korban dari judi online adalah masyarakat yang tidak mampu. Oleh karena itu, Presiden Prabowo mengingatkan semua pihak untuk bekerja sama dalam memerangi praktik judi online tanpa adanya celah untuk beking-bekingan.

Di sisi lain, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana turut memberikan informasi yang mengkhawatirkan terkait perputaran dana judi online. Ivan menyebutkan bahwa pada tahun 2023, dana yang berputar dalam perjudian online mencapai Rp 327,05 triliun, dan pada semester pertama 2024 sudah tercatat Rp 174,56 triliun. Menurut Ivan, kenaikan yang sangat signifikan ini mengindikasikan bahwa jaringan judi online semakin besar dan melibatkan berbagai pihak yang memberikan dukungan terhadap praktik ilegal ini.

Ivan juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara PPATK dan Polri dalam menelusuri aliran dana judi online untuk memastikan bahwa praktik ini dapat dihentikan. Menurutnya, PPATK akan terus memantau dan menganalisis transaksi yang mencurigakan untuk mengidentifikasi oknum yang terlibat dalam judi online.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menegaskan bahwa Polri berkomitmen penuh untuk memberantas judi online dengan tegas. Jenderal Sigit menyatakan bahwa pihak kepolisian tidak akan mentolerir adanya anggota yang terlibat dalam perjudian online, baik sebagai pelaku langsung maupun sebagai pihak yang membekingi. Ia menjelaskan bahwa perintah sudah diberikan kepada Kabid Propam untuk melakukan penertiban dan memberikan sanksi tegas terhadap anggota yang terlibat.

Selain itu, Jenderal Sigit juga mengingatkan bahwa setiap anggota yang terlibat dalam judi online atau yang membekingi pelaku perjudian akan diproses secara pidana tanpa pengecualian. Dalam upaya pemberantasan ini, Kapolri juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus memperkuat kerja sama dengan PPATK dan kementerian terkait lainnya untuk menelusuri dan membekukan aset-aset yang terkait dengan judi online, guna memastikan bahwa upaya pemberantasan dapat berjalan dengan maksimal.

Komitmen tegas dari Presiden Prabowo, PPATK, dan Polri ini menunjukkan bahwa pemberantasan judi online bukan hanya menjadi prioritas pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama untuk melindungi masyarakat. Dalam hal ini, Presiden Prabowo secara konsisten menegaskan bahwa perjudian online harus diperangi habis-habisan karena selain melanggar hukum, judi online juga memberikan dampak sosial yang sangat merugikan.

Untuk diketahui, mayoritas korban judi online adalah masyarakat yang berasal dari kalangan ekonomi lemah, yang terjebak dalam utang dan kerugian besar akibat kecanduan judi. Oleh karena itu, pemberantasan judi online tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga terkait dengan perlindungan sosial dan ekonomi masyarakat.

Presiden Prabowo menekankan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi rakyat dari ancaman judi online yang dapat menghancurkan masa depan. Dalam rangka itu, kerjasama antara berbagai lembaga negara sangat diperlukan. Polri, Kejaksaan Agung, dan PPATK harus terus bekerja bersama untuk menanggulangi peredaran judi online dengan cara yang sistematis dan terpadu. Kerja sama ini juga harus melibatkan masyarakat yang memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada pihak berwenang tentang praktik judi online yang terjadi di sekitar mereka.

Secara keseluruhan, upaya pemberantasan judi online yang dilakukan oleh Presiden Prabowo bersama seluruh instansi pemerintahan mencerminkan tekad untuk memastikan bahwa Indonesia bebas dari praktik perjudian ilegal yang merusak. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa judi online tidak hanya dihentikan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui upaya preventif yang melibatkan semua lapisan masyarakat. Melalui sinergi yang kuat antara lembaga-lembaga negara dan masyarakat, diharapkan praktik judi online yang merugikan dapat dihentikan dan Indonesia bisa menciptakan masa depan yang lebih aman dan sejahtera bagi seluruh rakyat.

)* Penulis adalah kontributor Jendela Baca Institute