Waspada Hoaks OPM Ganggu Program Pemerintahan Prabowo–Gibran

Papua – Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menunjukkan komitmen nyata dalam mempercepat pembangunan di Papua. Dengan pendekatan humanis dan dialogis, pemerintah terus berupaya menciptakan kesejahteraan dan stabilitas di wilayah tersebut.

Namun, tantangan berupa hoaks dan propaganda dari pihak tertentu, seperti yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM), menjadi perhatian penting bagi semua pihak.

Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa beberapa narasi yang disebarkan oleh OPM, seperti klaim pencurian senjata api di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, adalah informasi tidak benar.

“Kami memastikan bahwa klaim tersebut adalah hoaks. Narasi semacam ini hanya bertujuan menciptakan keresahan di masyarakat dan mengganggu upaya stabilitas keamanan,” ungkap Faizal.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, juga mengonfirmasi bahwa tuduhan Gereja Efesus GIDI di Oksop dijadikan markas militer oleh aparat keamanan adalah tidak benar.

“Kami mengimbau masyarakat Papua untuk tidak mudah percaya pada isu-isu negatif yang disebarkan oleh pihak tertentu. Fokus kita adalah mendukung pemerintah menciptakan perdamaian dan kesejahteraan di Papua,” tegasnya.

Pemerintahan Prabowo-Gibran telah memprioritaskan program pembangunan di Papua dengan pendekatan humanis, melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat adat. Beberapa langkah konkret yang dilakukan antara lain pembangunan infrastruktur transportasi untuk meningkatkan konektivitas wilayah, pembangunan fasilitas kesehatan yang lebih merata, serta peningkatan akses pendidikan berkualitas.

Selain itu, pendekatan dialogis menjadi strategi utama pemerintah untuk menjalin komunikasi dengan semua elemen masyarakat, termasuk kelompok-kelompok yang sebelumnya merasa termarjinalkan. Pemerintah optimistis bahwa sinergi ini akan memberikan dampak positif, terlihat dari meningkatnya partisipasi masyarakat Papua dalam mendukung program pembangunan.

“Kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Papua. Media juga memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan meluruskan hoaks yang beredar,” ujar Yusuf Sutejo.

Dalam berbagai upaya ini, pemerintahan Prabowo-Gibran tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia untuk mewujudkan Papua yang maju dan sejahtera. Dengan sinergi dari semua pihak, cita-cita menciptakan Papua yang damai dan harmonis diyakini dapat tercapai demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Masyarakat Papua diharapkan dapat terus mendukung program pemerintah dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu yang hanya bertujuan mengganggu harmoni sosial. Pemerintah optimistis bahwa dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, masa depan Papua yang lebih baik dapat diwujudkan.

Aparat Keamanan Kerahkan Pasukan Gencarkan Penegakan Hukum pada OPM

Oleh : Patricia Oktavia Sikoway )*

Aparat keamanan semakin intensif menindak Organisasi Papua Merdeka (OPM). Operasi penegakan hukum terus diperkuat untuk memastikan stabilitas keamanan di Papua. Satgas Operasi Damai Cartenz telah mengerahkan pasukan guna memburu serta menangkap anggota OPM yang selama ini menjadi buronan.

Salah satu keberhasilan terbaru dalam operasi tersebut adalah penangkapan Yantis Murib alias Nosin Murib, seorang buronan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Penangkapan itu terjadi di Sentani, Jayapura, pada Jumat, 31 Januari 2025. Yantis tergabung dalam kelompok pimpinan Jeki Murib alias Papuanus alias Kasuari dan telah lama masuk dalam daftar pencarian orang.

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Faizal Ramadhani, mengungkapkan bahwa Yantis Murib beralamat di Kampung Pinggil/Eronggobak, Kabupaten Puncak, dan pernah terlibat dalam berbagai kekerasan di Papua.

Yantis diduga memainkan peran penting dalam insiden penembakan terhadap warga sipil di Ilaga pada 2024, yang menyebabkan seorang korban bernama Suherman mengalami luka tembak di bagian kaki. Selain itu, dalam operasi tersebut, aparat mengamankan barang bukti berupa kartu identitas, dompet, tiket pesawat, kalung manik-manik, noken, serta sejumlah uang tunai.

Di sisi lain, aparat keamanan terus menyerukan kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan wilayah Papua. Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2025, Kombespol Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa kerja sama aparat dengan masyarakat membawa stabilitas Papua

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu ketertiban. Keberhasilan pemberantas OPM bukan hanya bergantung pada aparat, namun juga bagaimana partisipasi masyarakat.

Keberadaan OPM terus jadi penghambat pembangunan Papua. Serangan terhadap aparat keamanan, intimidasi terhadap masyarakat sipil, serta aksi-aksi destruktif lainnya semakin memperumit upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Infrastruktur pendukung aksesibilitas dan kemajuan ekonomi sering mereka rusak. Sehingga, banyak warga terpaksa mengungsi menyelamatkan diri.

Polri dan TNI terus mengoptimalkan pemberantasan OPM lebih efektif. Namun, mereka kerap menyebarkan propaganda untuk menciptakan keresahan di masyarakat. Salah satu propaganda yang belakangan tersebar adalah klaim bahwa OPM berhasil mencuri dua senjata api milik anggota Polri di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan tegas membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa informasi yang beredar itu hanyalah hoaks yang bertujuan untuk memperkeruh situasi.

Brigjen Pol. Faizal Ramadhani menyebut bahwa narasi yang dibuat oleh OPM tidak memiliki dasar dan fakta yang valid. Informasi tersebut hanya bertujuan untuk memprovokasi aparat keamanan dan menciptakan ketidakstabilan di Papua. Namun, upaya tersebut tidak akan mengendurkan langkah aparat dalam menegakkan hukum serta menjaga ketertiban masyarakat.

Selain menghadapi ancaman bersenjata, aparat keamanan juga harus mengantisipasi dampak sosial yang ditimbulkan oleh propaganda kelompok separatis. OPM kerap memanfaatkan isu-isu sosial dan politik untuk menarik simpati, baik dari masyarakat lokal maupun komunitas internasional.

Mereka membangun narasi sebagai pejuang kemerdekaan, meskipun tindakan mereka justru merugikan rakyat Papua. Banyak masyarakat Papua yang sebenarnya menginginkan kehidupan damai dan pembangunan yang berkelanjutan, tetapi aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh OPM menghambat realisasi hal tersebut.

Di tengah upaya pemberantasan OPM, pemerintah tetap berkomitmen untuk mendorong pembangunan di Papua. Berbagai proyek infrastruktur, seperti pembangunan jalan dan fasilitas umum, terus dikerjakan guna meningkatkan konektivitas serta kesejahteraan masyarakat. Pendidikan dan kesehatan juga menjadi prioritas, karena kedua sektor ini memegang peranan penting dalam menciptakan generasi Papua yang lebih sejahtera dan berdaya saing.

Namun, pencapaian pembangunan ini sangat bergantung pada kondisi keamanan yang stabil. Aparat keamanan memastikan bahwa operasi penegakan hukum terhadap OPM tidak hanya bertujuan untuk menindak para pelaku kejahatan, tetapi juga memberikan jaminan bagi masyarakat agar dapat hidup dengan aman tanpa bayang-bayang teror. Keberlanjutan pembangunan hanya dapat terwujud jika ancaman dari kelompok separatis dapat diminimalkan secara signifikan.

Sementara itu, Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto menekankan bahwa perubahan taktik tempur menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadapi OPM. Evaluasi terhadap doktrin perang terus dilakukan untuk menyesuaikan dengan tantangan di lapangan. Taktik infanteri yang diterapkan oleh pasukan terus diperbarui agar lebih efektif dalam menghadapi kelompok separatis yang kerap melakukan serangan mendadak.

Jenderal Agus menekankan bahwa perubahan strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan tempur pasukan TNI di Papua. Jika OPM berniat melakukan serangan, mereka harus berpikir ulang karena setiap serangan yang dilakukan akan berakhir dengan kekalahan di pihak mereka.

Pihaknya juga mendorong seluruh jajarannya untuk terus mengembangkan ide-ide baru dalam pertempuran, sehingga operasi penegakan hukum terhadap kelompok separatis dapat berjalan lebih efektif.

Aparat keamanan akan terus menggencarkan operasi untuk memastikan bahwa Papua terbebas dari ancaman separatis. Dengan dukungan penuh dari masyarakat serta strategi yang diperbarui, stabilitas keamanan di Papua dapat terjaga, sehingga pembangunan nasional dapat berjalan tanpa gangguan.

Keberhasilan pemberantasan OPM bukan hanya menjadi kemenangan bagi aparat keamanan, tetapi juga bagi seluruh rakyat Papua yang menginginkan masa depan yang lebih aman dan sejahtera. (*)

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua Tinggal di Yogyakarta

Program MBG di 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran: Makanan Lokal Jadi Prioritas

Jakarta – Dalam rangka mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di masa 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran, pemerintah berkomitmen untuk mengoptimalkan pemanfaatan makanan lokal. Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan akses pangan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui hasil bumi nusantara.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, menyatakan bahwa makanan lokal seperti papeda, singkong, keladi, petatas, hingga ubi-ubian sangat cocok menjadi menu utama Program MBG. Menurutnya, makanan lokal memiliki nilai gizi tinggi dan lebih mudah diakses di wilayah pedalaman.

 

“Di pedalaman, pengiriman beras sering memakan waktu lama. Dengan mengutamakan makanan lokal, kita tidak hanya mempercepat distribusi, tetapi juga mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal,” ujar Adolof Kambuaya.

 

Adolof juga menambahkan bahwa tim petugas gizi tengah mengevaluasi kandungan makanan lokal untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar gizi nasional. “Banyak orang besar lahir dari konsumsi makanan lokal seperti petatas dan ubi. Ini membuktikan nilai gizi makanan lokal yang tinggi. Jika dipadukan dengan bahan lain, hasilnya akan sangat baik,” katanya.

 

Sementara itu, Anggota DPD RI, Hasby Yusuf, juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini. Ia menekankan bahwa pemanfaatan makanan lokal merupakan langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional.

 

“Program makan gizi gratis ini adalah program luar biasa. Dengan mengoptimalkan potensi lokal, kita tidak hanya memperbaiki gizi masyarakat tetapi juga meningkatkan perekonomian petani dan nelayan,” ujar Hasby Yusuf dalam rapat Komite III bersama Badan Gizi Nasional.

 

Ia menyoroti potensi besar di wilayah timur Indonesia, seperti hasil laut yang melimpah. Menurut Hasby, potensi tersebut harus dimanfaatkan lebih baik untuk mendukung program ini. “Maluku Utara, misalnya, memiliki hasil perikanan yang melimpah. Jika ikan lokal menjadi menu utama, maka dampaknya akan terasa bagi masyarakat dan perekonomian,” tambahnya.

 

Hasby juga berharap agar program MBG dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. “Pangan lokal harus menjadi pilar utama ketahanan pangan kita. Dengan strategi yang tepat, program ini akan berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat,” tegasnya.

 

Langkah optimalisasi ini mencerminkan keseriusan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal selama 100 hari pertama pemerintahannya. Dengan sinergi antara berbagai pihak, program ini diharapkan mampu menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

 

Pemerintah Optimalkan Peran BUMN Dukung Kelancaran Program Makan Bergizi Gratis

Oleh: Gina Sari Dewi*

 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu inisiatif unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di Indonesia. Program ini tidak hanya mencerminkan komitmen pemerintah untuk menciptakan generasi muda yang sehat dan produktif, tetapi juga menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Apresiasi atas kolaborasi ini patut diberikan mengingat pelaksanaan program MBG telah menunjukkan hasil yang menggembirakan sejak diluncurkan pada Januari 2025.

 

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menyukseskan program ini. Ia memerintahkan seluruh jajaran kabinet Merah-Putih untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah agar distribusi dan pelaksanaan MBG dapat menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Target  jelas telah ditetapkan, yaitu memastikan semua anak sekolah di Indonesia mendapatkan makanan bergizi pada akhir tahun 2025. Hingga saat ini, program MBG telah menyentuh 650.000 anak, dengan proyeksi penerima manfaat yang terus meningkat hingga mencapai 15 juta anak pada bulan September 2025.

 

Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan PT Pertamina (Persero) dalam menyediakan energi seperti BBM, LPG, dan jaringan gas untuk mendukung operasional dapur makan gratis. Sesuai arahan Menteri BUMN, setiap BUMN memiliki tugas yang spesifik dalam mendukung program ini. Pertamina, melalui subholding gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), telah memastikan ketersediaan infrastruktur jaringan gas untuk memfasilitasi proses memasak makanan bergizi. Langkah ini tidak hanya mendukung kelancaran program, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab sosial BUMN dalam mendukung pembangunan nasional.

 

Pertamina Group juga telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung MBG. Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menjelaskan bahwa sinergi yang dilakukan melibatkan penyediaan energi di seluruh Indonesia.

 

Dengan memastikan ketersediaan energi, Pertamina mendukung terciptanya pola makan sehat di masyarakat sekaligus membantu membentuk generasi muda yang lebih sehat dan produktif. Kolaborasi ini merupakan contoh nyata bagaimana sektor publik dan korporasi dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih luas.

 

Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk memanfaatkan hasil efisiensi anggaran tahun 2025 guna mendukung perluasan program MBG. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja negara telah mendorong penghematan pada berbagai sektor, termasuk belanja operasional dan non-operasional. Efisiensi ini diharapkan dapat dialokasikan untuk mendukung program-program yang bersifat produktif, seperti MBG, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung.

 

Sinergi antar pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN dalam program MBG tidak hanya sekadar simbol kerjasama, tetapi juga menjadi fondasi untuk memastikan keberlanjutan program ini. Keterlibatan aktif semua pihak memungkinkan pelaksanaan program berjalan efektif, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga distribusi ke dapur makan gratis di berbagai wilayah. Pemerintah daerah, yang memiliki peran penting dalam eksekusi program di lapangan, turut berkontribusi melalui pengelolaan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di wilayah masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan program MBG adalah hasil dari kerja kolektif yang melibatkan berbagai elemen bangsa.

 

Selain itu, program MBG memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Anak-anak sekolah yang menjadi sasaran utama program ini mendapatkan akses makanan bergizi secara gratis, yang diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan kesehatan mereka. Dalam jangka panjang, program ini berpotensi mengurangi angka stunting dan malnutrisi di Indonesia, sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat. Dampak positif ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

 

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan berbagai pihak terkait. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam memastikan distribusi yang merata dan keberlanjutan program di daerah terpencil. Oleh karena itu, sinergi yang telah terbentuk harus terus diperkuat, baik dalam aspek koordinasi, pendanaan, maupun pemantauan pelaksanaan program. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa standar kualitas makanan yang disediakan tetap terjaga, mengingat pentingnya kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat utama.

 

Dalam konteks ini, program MBG dapat menjadi model bagi inisiatif serupa di masa depan, di mana pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama. Komitmen pemerintah untuk memperluas cakupan program ini hingga mencakup semua anak sekolah di Indonesia menunjukkan tekad yang kuat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat, pemerintah daerah, dan BUMN, program MBG diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju bangsa yang lebih sehat dan sejahtera.

 

Secara keseluruhan, apresiasi patut diberikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program MBG. Kolaborasi yang harmonis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN menunjukkan bahwa kerja bersama adalah kunci untuk mencapai tujuan besar. Dengan semangat gotong royong dan sinergi yang kokoh, program MBG tidak hanya menjadi solusi untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan bangsa dalam menghadapi tantangan bersama. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa ketika semua elemen bangsa bersatu, tidak ada tujuan yang terlalu besar untuk dicapai.

 

*Penulis merupakan mahasiswa Ilmu Gizi

Pemerintah Tegaskan Judi Online sebagai Ancaman Terhadap Stabilitas Sosial dan Ekonomi

Jakarta – Pemerintah semakin menyoroti ancaman serius yang ditimbulkan oleh maraknya judi online di Indonesia.

Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI, Sarmuji, menegaskan bahwa perputaran uang dalam judi online yang mencapai sekitar Rp 600 triliun tidak memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional. Ia menilai bahwa sebagian besar uang tersebut justru mengalir ke luar negeri.

“Judi online menyerap sekitar Rp 600 triliun uang masyarakat, tetapi sebagian besar tidak masuk ke dalam negeri, melainkan ke luar negeri,” ungkapnya.

Sarmuji menambahkan bahwa meski peredaran uang yang terkait dengan judi online sangat besar, hal itu tidak memberikan efek berganda bagi perekonomian Indonesia.

“Judi online tidak berdampak pada perekonomian kita. Sebaliknya, aktivitas tersebut malah merugikan stabilitas ekonomi secara signifikan,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo, Herwin Mopangga. Menurutnya, judi online tidak menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian karena sifatnya yang spekulatif dan tidak produktif. Justru dana untuk berjudi mengalir ke luar negeri karena sebagian besar platform judi dioperasikan oleh entitas asing.

“Ini menciptakan kebocoran devisa yang melemahkan stabilitas ekonomi nasional. Uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan pokok, pendidikan, atau investasi keluarga justru terbuang tanpa manfaat,” tegasnya.

Ditambahkannya bahwa judi online memperburuk ketimpangan sosial, dengan masyarakat kelas bawah sebagai target utama. kelompok ini sudah menghadapi berbagai tantangan ekonomi, seperti inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok, sehingga keterlibatan mereka dalam judi online hanya memperparah situasi ekonomi mereka.

“Tentu diperlukan upaya komprehensif untuk memitigasi, merehabilitasi, dan mencegah meluasnya judi online ini. Penegakan hukum harus diperkuat, termasuk pelacakan platform ilegal dan kerja sama internasional untuk menutup jaringan lintas negara,” tambah Herwin.

Sementara itu, Pengamat kebijakan publik sekaligus CEO Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat, menyoroti bahaya judi online yang tidak hanya mengancam perekonomian tetapi juga stabilitas sosial. Menurutnya, aktivitas ilegal ini hanya menguntungkan segelintir bandar judi, sementara masyarakat luas harus menanggung dampak buruknya.

“Keuntungan besar dari aktivitas ini hanya dinikmati oleh para bandar yang sampai sekarang belum ada yang ditahan aparat penegak hukum. Sementara itu, dampak negatifnya dirasakan oleh masyarakat luas,” ujarnya.

 

Pemerintah Bekerja Keras Cegah Generasi Muda Terpapar Judi Online

Jakarta – Maraknya judi online yang menyasar generasi muda mendapat perhatian serius dari pemerintah.

 

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo, mengungkapkan keprihatinannya terhadap data yang disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang menunjukkan lebih dari 190.000 anak di Indonesia telah terpapar judi online dengan total transaksi mencapai Rp 293,4 miliar.

 

“Miris rasanya melihat masyarakat, termasuk anak-anak muda kita, terjerat judi online. Padahal, judi online memiliki dampak yang merusak masa depan bangsa,” ungkap Dito.

 

Sebagai bentuk tanggung jawab, Menpora telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 11.7.42 Tahun 2024 yang menginstruksikan pegawai Kemenpora untuk menyelenggarakan kegiatan edukatif tentang bahaya judi online. Diharapkan kegiatan mampu mencegah generasi muda terjebak dalam aktivitas ilegal tersebut.

 

“Kemenpora juga memiliki banyak program yang bisa diikuti anak muda, seperti Kejuaraan Antar Kampung (Tarkam) dan berbagai kegiatan kepemudaan yang mendorong keterlibatan positif mereka. Dengan ini, mereka tidak akan tergoda mencoba judi online,” jelas Dito.

 

Tidak hanya Kemenpora, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) turut menyoroti peran penting keluarga dalam mencegah anak-anak terpapar judi online.

 

Menurut Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan KemenPPPA, Ciput Eka Purwianti, komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak sangatlah penting.

“Melalui dialog yang positif dan diskusi dua arah, orang tua dapat menjadi benteng pertama bagi anak-anak mereka agar terhindar dari risiko paparan judi online,” ujar Ciput.

 

Ia menjelaskan bahwa banyak anak terjebak dalam judi online bermula dari permainan daring kompetitif yang memicu adiksi dan rasa ingin menang. Situasi ini sering membuat anak tergoda untuk melakukan top-up dana atau bahkan mengambil tindakan melanggar aturan.

 

“Jika anak sudah terjebak dalam adiksi, mereka bisa melakukan hal berisiko, seperti mencuri uang dari orang tua. Ini bisa berkembang menjadi perilaku yang lebih serius bila tidak diawasi dengan bijak,” tegas Ciput.

 

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan bahwa akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak semakin rentan terhadap judi online. Ia mendorong pemerintah untuk bekerja sama dengan penyedia layanan internet dalam memblokir situs judi online serta mengadakan program edukasi digital yang melibatkan orang tua, remaja, dan anak-anak.

 

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga anak-anak Indonesia dari bahaya judi online. Edukasi keluarga dan pengawasan yang bijak menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan ini,” pungkas Puan.

 

Pemerintah Gencarkan Edukasi Bahaya Judi Online untuk Generasi Muda

Oleh: Satria Putra Haryo )*

 

Pemerintah terus menggencarkan upaya edukasi dan literasi digital untuk mencegah generasi muda terpapar bahaya judi online yang semakin marak. Langkah ini tidak hanya dilakukan melalui kebijakan administratif, tetapi juga dengan pendekatan edukatif yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari kementerian hingga komunitas masyarakat.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menjadi salah satu institusi yang sangat aktif dalam menjalankan program literasi digital guna memerangi praktik perjudian daring. Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum, dan Keamanan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Marroli J. Indarto, menegaskan bahwa program literasi digital akan terus diperluas agar masyarakat dapat lebih waspada terhadap konten judi online yang sering kali terselubung dalam bentuk yang menarik, seperti video hiburan atau unggahan artis di media sosial. Bahkan, beberapa akun Instagram dengan ribuan pengikut telah ditutup karena diketahui menyertakan tautan yang mengarah ke situs perjudian daring.

Selain itu, Kemkomdigi juga berperan aktif dalam menyusun berbagai kampanye digital yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya perjudian daring. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah kolaborasi dengan influencer dan kreator konten untuk menyampaikan pesan edukatif mengenai literasi digital. Dengan pendekatan yang kreatif dan menarik, diharapkan pesan tersebut dapat lebih mudah diterima oleh generasi muda yang merupakan pengguna aktif media sosial.

Upaya pemerintah tidak berhenti pada edukasi masyarakat umum. Pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan turut dilibatkan dalam penyebaran informasi mengenai bahaya judi online. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan masyarakat, terutama generasi muda, dapat terhindar dari praktik ilegal tersebut yang memiliki dampak destruktif terhadap kehidupan sosial dan ekonomi.

Kemkomdigi juga mendorong partisipasi aktif generasi muda sebagai relawan digital. Peran mereka dianggap penting dalam menjaga lingkungan digital yang bersih dan aman dari berbagai konten berbahaya. Generasi muda yang melek teknologi diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan pertama dalam menghadapi ancaman judi online, sekaligus berkontribusi pada upaya menjaga ruang digital yang sehat.

Dukungan terhadap langkah pemerintah juga datang dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro menekankan bahwa fenomena judi online telah meresahkan dunia pendidikan, terutama di kalangan mahasiswa. Data menunjukkan bahwa sekitar 960 ribu pelajar dan mahasiswa terlibat dalam praktik ini, dengan dominasi pada kelompok mahasiswa. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat potensi besar mahasiswa sebagai agen perubahan bangsa.

Kemdiktisaintek telah mengambil langkah strategis dengan menginstruksikan perguruan tinggi negeri dan swasta untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan. Pimpinan perguruan tinggi diminta meningkatkan kesadaran seluruh komponen kampus, termasuk dosen dan tenaga kependidikan, mengenai bahaya judi online. Selain itu, kampus juga didorong menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan aktivitas digital yang positif dan produktif.

Dalam menangani mahasiswa yang terdampak judi online, Kemdiktisaintek menyiapkan program rehabilitasi dan pemulihan psikologis. Pendekatan ini dilakukan untuk membantu mereka pulih dari adiksi dan trauma yang diakibatkan praktik perjudian daring. Dengan dukungan psikolog, mahasiswa yang terjerumus dalam aktivitas ini diharapkan dapat kembali fokus pada pendidikan dan mengembangkan potensi mereka secara positif.

Upaya kolaboratif antar kementerian semakin diperkuat dengan dukungan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam). Menteri Budi Gunawan menegaskan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam memberantas judi online. Selain langkah penindakan, pihaknya juga menyoroti pentingnya kampanye edukasi yang masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya perjudian daring.

Menurutnya, langkah preventif adalah kunci utama dalam menjaga masa depan generasi muda. Kampanye edukatif yang digalakkan oleh pemerintah tidak hanya bertujuan untuk melindungi individu, tetapi juga untuk menjaga keutuhan bangsa dari ancaman yang dapat merusak nilai sosial dan moral.

Dalam konteks ini, peran orang tua menjadi sangat penting. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan positif antara orang tua dan anak terkait penggunaan teknologi. Dengan pendekatan yang edukatif dan dialogis, orang tua diharapkan mampu menjadi benteng pertama yang melindungi anak-anak dari risiko judi online.

Kesadaran masyarakat untuk lebih selektif dalam mengakses konten digital juga menjadi perhatian penting. Pemerintah terus mengingatkan bahwa situs perjudian daring sering kali menyamar dalam berbagai bentuk yang menarik, sehingga kewaspadaan menjadi langkah awal yang efektif dalam pencegahan.

Dari berbagai langkah yang telah diambil pemerintah, terlihat jelas komitmen yang tinggi untuk memerangi judi online secara menyeluruh. Edukasi, literasi digital, rehabilitasi, serta kerja sama lintas sektor menjadi fondasi utama dalam menjaga generasi muda dari ancaman yang dapat merusak masa depan mereka. Pemerintah berharap, dengan sinergi yang kuat dari semua pihak, Indonesia dapat menciptakan ruang digital yang bersih, aman, dan mendidik bagi seluruh masyarakat.

 

)*  Kontributor Forum Indonesia Emas

Judi Online Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental

Oleh: Berliana Ayu )*

 

Kecanduan judi online kini menjadi salah satu ancaman serius yang bisa merusak kesehatan mental masyarakat. Pemerintah bersama berbagai institusi kesehatan dan psikologi terus mengedukasi masyarakat mengenai bahaya ini serta menawarkan solusi rehabilitatif yang dapat membantu para korban bangkit dari keterpurukan mental dan sosial.

 

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyoroti dampak destruktif judi online yang tidak hanya merusak kondisi ekonomi korban tetapi juga kesehatan mental mereka. Banyak pasien yang dirawat di ruang psikiatri RSCM memiliki riwayat keterlibatan dalam praktik perjudian daring, dengan berbagai dampak psikologis mulai dari depresi hingga gangguan kecemasan yang serius.

 

Fenomena judi online ini telah menciptakan bencana sosial yang merusak berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dalam banyak kasus, keterlibatan dalam perjudian daring dimulai dengan permainan yang tampaknya tidak berbahaya. Namun, sifat adiktifnya membuat pemain terjebak dalam lingkaran kekalahan dan kemenangan semu, yang pada akhirnya menghancurkan keseimbangan mental mereka. Mereka yang gagal berhenti sering kali berakhir dengan beban finansial yang besar, yang pada gilirannya memicu stres dan rasa putus asa.

 

Ketua Umum Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia, Nael Sumampouw, mengatakan judi online kini telah menjadi masalah kesehatan global yang setara dengan penyalahgunaan narkoba dan alkohol. Mudah diakses dan terselubung dalam bentuk aktivitas digital yang terlihat normatif, judi online menjebak banyak anak muda yang mencari pelarian dari stres atau kesulitan hidup. Dengan mekanisme psikologis yang manipulatif, pemain sering kali diyakinkan bahwa kemenangan besar hanya tinggal satu langkah lagi, meskipun kenyataannya justru sebaliknya.

 

Kepala Divisi Psikiatri RSCM, Dr. Kristiana Siste Kurniasanti, mengungkapkan dampak yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan oleh pelaku judi online tetapi juga oleh keluarga. Mereka terpaksa menanggung beban finansial akibat utang pelaku judi, termasuk teror dari pihak yang menagih pinjaman. Situasi ini memicu gangguan mental seperti depresi pada anggota keluarga, yang bahkan bisa lebih parah dibandingkan kondisi mental pelaku judi itu sendiri.

 

Kristiana menjelaskan bahwa tatalaksana mengobati kecanduan judi online tidak bisa hanya dengan melunasi utang yang ditimbulkan. Hal tersebut tidak akan menghentikan perilaku adiktif sang pelaku. Sebaliknya, pengobatan profesional yang melibatkan terapi psikiatri menjadi langkah penting untuk membantu korban dan keluarganya pulih secara mental. Keluarga juga dianjurkan untuk menjalani perawatan kesehatan mental agar dapat mengatasi tekanan yang mereka alami serta mampu berpikir rasional dalam menghadapi situasi tersebut.

 

Munculnya kondisi psikologis seperti learned helplessness atau perasaan tidak berdaya juga menjadi salah satu dampak buruk yang diwaspadai. Anak muda yang terjebak dalam perjudian daring kerap kehilangan harapan dan tidak lagi percaya bahwa usaha mereka akan membuahkan hasil yang positif. Kondisi ini mematikan potensi dan kreativitas mereka, membuat mereka semakin terjebak dalam siklus keputusasaan yang sulit diputus.

 

Untuk menangani masalah ini, pemerintah melalui berbagai kementerian terus memperkuat edukasi dan kampanye preventif. Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam) mendukung kolaborasi lintas sektor dalam memberantas judi online dengan mengedepankan pendekatan edukatif dan preventif yang melibatkan tokoh agama, lembaga pendidikan, serta komunitas masyarakat.

 

Pemerintah juga diharapkan semakin proaktif dalam menyediakan layanan rehabilitasi yang mudah diakses di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas. Pendekatan yang terpadu antara dukungan keluarga dan langkah preventif dari negara diyakini dapat menjadi solusi efektif untuk meminimalkan dampak negatif judi online terhadap generasi muda.

 

Di sisi lain, peran pendidikan sangat vital dalam menanamkan nilai-nilai positif bagi generasi muda. Kurikulum sekolah dan kampus perlu memperhatikan aspek literasi digital yang kritis, di mana siswa dan mahasiswa diajarkan untuk memahami risiko dan konsekuensi dari berbagai konten digital, termasuk judi online. Dengan edukasi yang terarah, generasi muda dapat lebih siap menghadapi berbagai tantangan di era digital ini.

 

Kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental serta selektif dalam penggunaan internet juga sangat diperlukan. Pemerintah terus mengingatkan bahwa judi online sering kali muncul dalam bentuk yang menarik dan menyamar sebagai konten digital biasa. Kewaspadaan menjadi langkah awal yang efektif dalam mencegah masyarakat terjebak dalam perangkap ini.

 

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) juga turut berperan dalam kampanye edukasi ini. Dengan pendekatan yang lebih dekat dengan komunitas, LSM dapat menjangkau kelompok-kelompok yang rentan terpapar judi online. Mereka tidak hanya memberikan edukasi tetapi juga menyediakan pendampingan bagi korban yang ingin keluar dari jerat kecanduan.

 

Selain itu, media massa memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi yang benar dan mendidik masyarakat mengenai bahaya judi online. Berita-berita yang mengangkat dampak destruktif perjudian daring dapat membuka mata masyarakat akan ancaman yang mereka hadapi. Media juga diharapkan dapat menjadi saluran untuk menyuarakan kisah-kisah inspiratif dari mereka yang berhasil pulih dari kecanduan judi online.

 

Dengan langkah kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, pemerintah optimistis bahwa dampak buruk judi online terhadap kesehatan mental dapat diatasi. Sinergi yang kuat antara keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi mendatang. Pemerintah berharap, melalui upaya yang berkelanjutan, masyarakat dapat semakin terlindungi dari ancaman ini, dan para korban dapat mendapatkan kembali kehidupan yang lebih sehat dan bermakna.

 

)* Kontributor Pertiwi Institute

 

Gotong Royong Wujudkan Indonesia Emas Bebas dari Radikalisme

 

JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Eddy Hartono, menyatakan bahwa upaya untuk menangkal radikalisme di Indonesia memerlukan kerja sama seluruh elemen bangsa.

 

“Pencegahan dalam undang-undang diatur ada tiga hal, yakni kesiapsiagaan nasional, kontraradikalisasi, dan deradikalisasi. Berbagai langkah yang dilakukan merupakan wujud tanggung jawab pemerintah mencegah terorisme,” ujar Eddy.

 

Ia menambahkan bahwa upaya meliterasi masyarakat agar bersama-sama bergotong royong menangkal sebaran radikalisme menjadi salah satu prioritas BNPT. Langkah ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

 

“Melalui kesiapsiagaan nasional, BNPT ingin menciptakan Indonesia yang kuat dan tangguh terhadap ancaman radikalisme,” tambah Eddy.

 

Pendidikan menjadi salah satu cara paling ampuh untuk membangun kesadaran warga dalam memperkuat nilai toleransi, inklusivitas, wawasan kebangsaan, dan cinta tanah air. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro, mengungkapkan pentingnya perguruan tinggi untuk mencegah radikalisme melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

“Pendidikan berperan fundamental membangun masyarakat tangguh. Oleh karena itu, peran perguruan tinggi untuk mencegah radikalisme dan terorisme perlu dioptimalkan,” ujarnya.

 

Satryo juga menekankan bahwa perguruan tinggi perlu membekali mahasiswa dengan nilai-nilai Pancasila dan kesadaran akan pentingnya inklusivitas. Langkah ini, menurutnya, dapat diwujudkan melalui kurikulum pendidikan, kegiatan pengabdian masyarakat, dan kebijakan kampus yang memperkuat komitmen melawan radikalisme.

 

Kolaborasi masyarakat menjadi elemen penting dalam menangkal radikalisme. Perguruan tinggi, komunitas, dan pemerintah diharapkan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang toleran dan inklusif. Dalam konteks ini, BNPT juga berencana mendirikan Pusat Kesiapsiagaan Nasional di Jakarta Barat pada tahun ini. Kepala Biro Umum BNPT, Fanfan Infansyah, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut akan menjadi pusat strategis untuk meningkatkan kesiapan bangsa menghadapi ancaman teror dan radikalisme.

 

“Bangunan ini juga akan berdiri sebagai simbol integrasi nasional. Sarana prasarana yang akan dibangun bukan hanya untuk memperkuat kesiapsiagaan, tapi juga menjadi pusat koordinasi dan rehabilitasi para returnees,” ujar Fanfan.

 

Anggota DPR RI, Nasyirul Falah Amru (Gus Falah), juga menekankan pentingnya perangkat hukum yang kuat untuk menghambat dan menghentikan penyebaran ideologi ekstrem anti-Pancasila.

“Pemerintah perlu menyusun regulasi yang tegas melarang seluruh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, terutama yang berbasis ekstremisme agama,” kata Gus Falah. []

Masyarakat Perlu Aktif Cegah Radikalisme Untuk Wujudkan Indonesia Emas

Oleh : Irfan Aditya )*

 

Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman, baik dari segi budaya, agama, suku, maupun bahasa. Keberagaman ini adalah salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki bangsa ini, namun di sisi lain, keberagaman juga bisa menjadi tantangan apabila tidak dikelola dengan bijaksana. Salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah radikalisme. Radikalisme, yang sering kali berujung pada tindakan terorisme dan ekstremisme, dapat merusak kerukunan sosial dan menghancurkan nilai-nilai persatuan yang telah dibangun dengan susah payah. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk aktif mencegah radikalisme agar kita bisa mewujudkan Indonesia Emas di masa depan.

Kepala BNPT Komjen. Pol. Eddy Hartono mengatakan radikalisme dapat merusak kerukunan dan persatuan, serta mengancam nilai-nilai kemanusiaan. Penting untuk menyebarkan pemahaman yang benar, dialog yang konstruktif, dan sikap toleransi di tengah perbedaan. Hanya dengan bersatu melawan radikalisme, kita dapat menciptakan Indonesia yang lebih kuat dan berkeadilan, siap menyongsong masa depan yang cerah dan gemilang.

Indonesia Emas adalah impian bangsa Indonesia untuk menjadi negara yang maju, sejahtera, dan harmonis pada tahun 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, salah satu syarat utamanya adalah terciptanya stabilitas sosial dan politik yang kokoh. Salah satu faktor yang dapat mengancam stabilitas ini adalah penyebaran paham radikal yang dapat memecah belah masyarakat. Radikalisme seringkali muncul dari ketidakpuasan terhadap keadaan sosial atau politik, dan terkadang diperparah oleh informasi yang salah atau hoaks yang tersebar di media sosial.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya toleransi dan keberagaman. Pendidikan tentang pentingnya persatuan dalam keberagaman harus dimulai sejak dini, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kerukunan antar umat beragama, suku, dan ras, masyarakat akan lebih mudah menanggulangi ajakan-ajakan yang berpotensi mengarah pada radikalisme. Di samping itu, media sosial harus digunakan dengan bijak. Masyarakat perlu dilatih untuk lebih kritis dalam menyaring informasi yang diterima, dan tidak mudah terjebak pada berita-berita hoaks yang bisa memperburuk polarisasi.

Selain itu, masyarakat perlu lebih aktif dalam membangun komunikasi antar kelompok. Dialog antar berbagai kelompok masyarakat, baik di tingkat lokal maupun nasional, dapat memperkuat rasa persatuan dan mengurangi kemungkinan terjadinya polarisasi sosial yang berujung pada radikalisme. Pemerintah, bersama dengan organisasi masyarakat dan tokoh agama, memiliki peran penting dalam memfasilitasi pertemuan-pertemuan seperti ini untuk menyamakan persepsi tentang pentingnya kebersamaan dan persatuan.

Di tingkat keluarga, peran orang tua juga sangat vital. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kepribadian seorang anak. Orang tua harus mampu menanamkan nilai-nilai luhur seperti toleransi, kasih sayang, dan kedamaian kepada anak-anaknya sejak usia dini. Selain itu, orang tua juga perlu mengawasi pergaulan anak-anak mereka, terutama di dunia maya, untuk memastikan bahwa mereka tidak terpapar pada konten-konten yang mengandung ajaran radikal.

Sementara itu, Kasatgas II Preemtif Operasi Madago Raya Polda Sulteng, AKBP Moh. Taufik mengatakan pihaknya telah melakukan penguatan moderasi beragama dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi. Kegiatan ini juga untuk mendukung upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta pencegahan radikalisme dan intoleransi di wilayah.

Pencegahan radikalisme juga dapat dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi. Banyak orang yang terjerumus ke dalam radikalisasi karena merasa terpinggirkan atau tidak mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara ekonomi. Oleh karena itu, menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat dapat menjadi solusi untuk mengurangi potensi radikalisasi. Ketika masyarakat merasa sejahtera dan memiliki masa depan yang lebih baik, mereka akan lebih cenderung untuk berfokus pada pembangunan diri dan bangsa daripada terlibat dalam aktivitas yang merugikan.

Pentingnya peran serta masyarakat dalam mencegah radikalisme juga harus didukung oleh langkah-langkah tegas dari pemerintah. Pemerintah perlu terus memperkuat sistem hukum dan memberikan sanksi yang tegas terhadap siapa saja yang terlibat dalam aktivitas radikal. Namun, penegakan hukum semata tidak akan cukup tanpa adanya kolaborasi dengan masyarakat. Masyarakat yang aktif dan peduli akan mampu mendeteksi potensi radikalisasi sejak dini dan melaporkannya kepada pihak berwenang untuk segera ditangani.

Radikalisme bukan hanya ancaman bagi individu yang terlibat, tetapi juga bagi seluruh bangsa. Oleh karena itu, untuk mewujudkan Indonesia Emas, kita semua, baik pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, harus bersatu padu untuk mencegah penyebaran paham radikal. Dengan memperkuat rasa persatuan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberagaman, dan menciptakan kesejahteraan yang merata, Indonesia dapat menjadi negara yang lebih aman, damai, dan maju. Kita memiliki potensi besar untuk mencapai tujuan tersebut, asalkan kita semua berkomitmen untuk menjaga keutuhan bangsa dan mencegah radikalisasi dalam segala bentuknya. Indonesia Emas bukanlah sekadar impian, tetapi sebuah kenyataan yang dapat tercapai jika kita semua bekerja bersama untuk mencapainya.

 

)* Penulis adalah pengamat sosial