Pemerintahan Prabowo- Gibran Perketat Pengawasan Perbatasan Untuk Cegah Narkoba Masuk

Jakarta – Pemerintahan Presdien Prabowo dan Wapres Gibran semakin memperketat pengawasan perbatasan untuk mencegah penyelundupan narkoba ke Indonesia.

 

Hal ini menjadi perhatian utama setelah terungkapnya metode penyelundupan sabu senilai Rp 583 miliar dari Afghanistan yang berhasil masuk ke Indonesia.

 

Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Donald, Parlaungan Simanjuntak, mengungkapkan bahwa narkotika jenis sabu tersebut diduga kuat dibawa melalui jalur laut.

 

“Kita yakini narkotika ini langsung dibawa dari Afghanistan, berdasarkan beberapa tulisan dan cap stempel yang ada di dalam kotak. Dari laut, kemudian melewati jalur darat, mulai dari Aceh sampai Jakarta.” Ungkapnya

 

Keberhasilan pengiriman narkoba ini semakin memicu kebutuhan akan pengawasan yang lebih ketat di perbatasan Indonesia.

 

Kepala Kanwil Bea Cukai Jakarta, Rusman Hadi, menambahkan bahwa pengiriman narkotika ini masuk melalui yang selama ini sudah dikenal sebagai jalur penyelundupan ilegal.

 

“Jalur Aceh memang sudah umum, dan di jalur laut itu bukan pelabuhan resmi. Sepanjang Aceh, itu semuanya jalur tikus,” ujarnya.

 

Rusman mengungkapkan bahwa meskipun Bea Cukai dan pihak terkait selalu melakukan operasi untuk menangkap pelaku penyelundupan, masih banyak jalur yang belum sepenuhnya dapat dijaga dengan baik.

 

“Kami bersama Bea Cukai selalu stand by di sana untuk menangkap,” tambahnya.

 

Selain itu, Rusman juga menekankan pentingnya menjaga keamanan di pelabuhan-pelabuhan tidak resmi di sepanjang pantai timur Indonesia.

 

“Jika lewat jalur laut resmi, risiko masuknya barang haram sangat kecil karena ada alat pemeriksaan seperti X-ray. Tapi jika melalui pelabuhan tidak resmi, operasinya lebih sulit,” jelasnya.

 

Untuk itu, Bareskrim Polri, bersama kementerian terkait, telah membentuk Satgas khusus untuk menangani permasalahan narkoba di Indonesia.

 

Wadirtipid Narkoba Bareskrim Kombes Arie Ardian Rishadi menegaskan bahwa penguatan pengawasan di pintu-pintu masuk Indonesia, baik resmi maupun ilegal, akan menjadi prioritas.

 

Arie menyatakan, “Kita langsung diinstruksikan untuk melakukan penguatan di pintu-pintu masuk, baik itu pintu masuk resmi maupun yang ilegal, karena garis pantai sepanjang pantai timur Pulau Sumatera itu merupakan pintu masuk narkoba.”

 

Arie juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengarahkan seluruh jajaran kepolisian, terutama di daerah-daerah yang rawan menjadi jalur penyelundupan, seperti Aceh, Riau, Palembang, Lampung, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara, untuk meningkatkan pengawasan.

 

“Kami sudah memberikan penekanan kepada Polda-Polda di garis terluar, termasuk di Pelabuhan Ratu dan Anyer, yang juga menjadi atensi kita,” ujarnya.

 

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan Indonesia terhadap ancaman narkoba, dengan mengoptimalkan pengawasan di seluruh wilayah yang rawan menjadi jalur masuk narkotika.

Peduli Masa Depan Generasi Muda, Presiden Prabowo Serius Perangi Narkoba

Oleh: Arman Panggabean )*

Presiden RI kedelapan, Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya dalam melindungi masa depan generasi muda dari ancaman narkoba. Sebagai seorang pemimpin bangsa, beliau menegaskan pentingnya perang total terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Langkah tersebut tidak hanya menjadi wujud kepedulian terhadap generasi penerus, tetapi juga bagian dari upaya menjaga stabilitas dan keberlanjutan bangsa.

Dalam berbagai kesempatan, Kepala Negara menggarisbawahi bahwa ancaman narkoba harus ditangani dengan pendekatan strategis dan menyeluruh. Pemerintah berfokus pada penguatan pengawasan, kerja sama lintas sektor, serta penggunaan teknologi modern untuk mendeteksi dan mencegah peredaran narkoba. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan efek jangka panjang dalam memberantas akar masalah tersebut.

Salah satu langkah strategis Presiden Prabowo adalah penerapan empat pilar utama dalam memerangi narkoba. Pilar-pilar tersebut mencakup edukasi nilai-nilai anti-narkoba sejak dini, tindakan tegas terhadap jaringan bandar, pemanfaatan teknologi canggih, serta kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Upaya ini, menurut beliau, menjadi bagian integral dari program nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa ancaman narkoba kini semakin kompleks, seiring dengan maraknya peredaran judi online dan tawuran di kalangan generasi muda. Peran institusi penegak hukum dan kementerian terkait menjadi sangat penting dalam memberikan edukasi dan perhatian khusus, terutama kepada pelajar di wilayah terpencil seperti Papua. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar Indonesia menuju generasi emas 2045.

Menurutnya, kerja sama antara Polri dan kementerian telah diperkuat untuk memastikan terciptanya lingkungan yang mendukung pertumbuhan generasi muda yang sehat. Dukungan Presiden Prabowo dalam aspek ini semakin memotivasi institusi penegak hukum untuk melaksanakan tugasnya secara optimal, termasuk melalui program pembinaan yang menyasar akar permasalahan sosial. Penanganan terpadu terhadap masalah narkoba, judi online, dan tawuran diyakini dapat melindungi masa depan anak bangsa dari berbagai pengaruh negatif.

Komitmen tersebut tidak hanya sekadar retorika. Operasi-operasi gabungan yang digagas dalam arahan Presiden telah berhasil menunjukkan hasil konkret. Salah satunya, penangkapan besar-besaran terhadap jaringan penyelundupan narkoba pada November 2024 menjadi bukti nyata yang dilakukan secara terkoordinasi antara Polri, BNN, dan instansi terkait lainnya.

Kepala Bareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada, menekankan bahwa tindakan tegas terhadap jaringan narkoba menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Asta Cita, visi strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Operasi gabungan yang berhasil mengamankan sejumlah besar narkotika menjadi bagian dari strategi besar untuk memutus rantai penyelundupan narkoba di Indonesia.

Strategi pemberantasan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga mencakup pendekatan sosial dan edukasi. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memastikan bahwa pemberantasan narkoba memberikan dampak jangka panjang, termasuk pengurangan permintaan melalui peningkatan kesadaran masyarakat. Kabareskrim juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas negara untuk mencegah masuknya narkoba dari wilayah-wilayah rawan seperti Golden Triangle.

Presiden Prabowo memandang bahwa penanganan narkoba harus dilakukan dengan perspektif holistik, mulai dari hulu hingga hilir. Tindakan preventif melalui edukasi, penegakan hukum terhadap pelaku utama, hingga rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba menjadi tiga pilar utama yang harus dijalankan secara bersamaan. Pendekatan tersebut diyakini mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas dari narkoba.

Koordinator Kelompok Ahli Badan Narkotika Nasional (BNN), Ahwil Luthan, memberikan pandangan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan pendekatan komprehensif. Ahwil menekankan pentingnya pendidikan sejak dini sebagai langkah preventif yang efektif. Peran keluarga juga disebut sebagai benteng utama dalam melindungi anak-anak dari pengaruh negatif narkoba.

Pengawasan ketat di wilayah perbatasan, yang sering menjadi jalur penyelundupan, menjadi salah satu rekomendasi utama Ahwil. Dalam konteks ini, kerja sama internasional diperlukan untuk memutus rantai distribusi narkotika, khususnya dari wilayah Golden Triangle. Upaya terintegrasi yang melibatkan edukasi, pemberantasan, dan rehabilitasi dianggap mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba secara signifikan.

Ia juga menyebutkan bahwa kolaborasi dengan lembaga pendidikan untuk memasukkan nilai-nilai anti-narkoba dalam kurikulum sekolah dapat memberikan efek positif jangka panjang. Dengan menanamkan kesadaran sejak usia dini, generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang lebih tangguh dan mampu menghadapi godaan narkoba.

Sebagai pemimpin bangsa yang juga merupakan purnawirawan perwira tinggi militer Indonesia, Presiden Prabowo menunjukkan visi besar dalam memastikan generasi muda Indonesia bebas dari bahaya narkoba. Komitmen tersebut tidak hanya terbatas pada langkah represif, tetapi juga mencakup pembangunan ekosistem yang mendukung terciptanya lingkungan sehat dan aman.

Dengan dukungan masyarakat dan sinergi lintas sektor, Indonesia diharapkan dapat menciptakan generasi yang tangguh, produktif, dan mampu berkontribusi pada pembangunan bangsa. Langkah-langkah konkret yang dijalankan pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo menjadi fondasi penting untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Perang melawan narkoba adalah perjuangan kolektif yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Presiden Prabowo percaya bahwa dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang erat, Indonesia dapat menjadi bangsa yang bebas dari narkoba, memberikan harapan cerah bagi masa depan generasi berikutnya. Ini adalah langkah nyata untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang lebih sehat, aman, dan bermartabat di mata dunia.

)* Pengamat Kebijakan Sosial – Lembaga Sosial Madani Institute

Sheila On 7 Resmi Merilis Single Baru Berjudul “Memori Baik” Featuring Anak Sulung Duta “Aishameglio Duta Chiara”

Jogjakarta – Band Sheila On 7 akhirnya resmi merilis single barunya berjudul “Memori Baik”, lagu ini resmi dirilis tepat pada tanggal 25 November 2024. Bahkan menurut keterangan bahwa video clip dari Lagu Memori Baik dibuat dinegara Sakura Jepang. Video Clip Lyric Video sendiri dirilis di youtube resmi Sheila On 7 TV pada pkl.16.00 wib secara serempak.

 

Lagu “Memori Baik” juga terasa unik karena Sheila on 7 mengajak Aishameglio Duta Chiara, putri sulung Duta. Aisha tentu sudah akrab dengan Sheila on 7 sejak awal tahun sebagai penyanyi latar atau backing vocal. Selain itu, keterlibatan Aisha membuat Eross ingat bahwa dia memiliki materi lagu baru yang sudah disiapkan untuk format featuring. Adam menyatakan bahwa lagu itu adalah “Memori Baik”.

 

Eross mengakui bahwa “Memori Baik” sejak awal telah disiapkan untuk format featuring. Erot berpikir bahwa, apa pun temanya atau apa pun yang dibicarakan di situ, lagu itu akan dimainkan oleh banyak orang.

 

Selain itu, Aisha telah pergi ke konser untuk membantu Sheila on 7 sebagai backing vocal, yang merupakan alasan mengapa lagu ini menjadi populer dan didengarkan oleh teman-teman. Kemudian saya berpikir, “Oh iya, aku punya lagu yang konsepnya memang menggabungkannya, gitu.” Kemudian, apa yang kita dengar sekarang terjadi. Semoga Anda menikmati. Semoga hari-hari Anda lebih baik dengan “Memori Baik”. “Amin”, ucap Eross.

 

Dalam hal tema, “Memori Baik” sangat berbeda dari lagu-lagu Sheila on 7 sebelumnya, yang lebih banyak berfokus pada asmara. Namun, “Memori Baik” lebih emosional karena menceritakan tentang kasih sayang dan perhatian orang tua terhadap anaknya. Jika yang Anda dengar saat ini, memang itu spesifik, yaitu bahwa orang tua harus melepaskan anaknya ketika mereka sudah dewasa dan memulai hidup mereka sendiri. Intinya seperti itu, kata Eross pada awalnya.

 

Ditambahkan oleh Duta, lirik “Memori Baik” menunjukkan bahwa setiap orang harus mempersiapkan diri untuk legawa ketika orang-orang terdekat mereka, apakah itu sahabat, keluarga, atau teman masa kecil, harus menjalani kehidupan ini dengan kisah dan cara mereka sendiri.

 

Dalam ‘Memori Baik’, kebetulan yang diceritakan adalah bagaimana orang tua berusaha untuk menerima kenyataan bahwa anaknya telah tumbuh dan mulai menulis perjuangan dan kisah hidupnya sendiri. Karena semuanya bisa berubah seiring waktu, dan semuanya akan selalu menjadi ingatan, kan?Duta menyatakan

 

Eross menceritakan bahwa ‘Memori Baik’ dibuat sekitar empat tahun sebelumnya, tepatnya sebelum pandemi melanda. Liriknya pada awal pembuatannya tidak berbicara tentang kenangan orang tua pada anaknya; sebaliknya, itu berbicara tentang hal lain.

 

Saat itu, Eross secara pribadi mengkhawatirkan orang-orang terdekatnya karena dia juga tertekan dengan keadaan yang terjadi. Dari keluarganya sendiri, salah satunya adalah Sheila, yang berusia 7 tahun, yang harus tinggal di rumah masing-masing.

 

Jadi memang ada saat-saat ketika saya berpikir, “Bagaimana jika band ini berhenti?” Memang kami berada di tahap itu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada fase besok. Itu benar untuk semua lini musik, bukan hanya band. Eross mengatakan dia tidak tahu apakah ada hari esok.

 

Jadi, pikiran pertama saya saat itu adalah bahwa apa pun yang terjadi pada Sheila pada pukul 7 akan tetap menjadi kenangan yang baik bagi saya secara pribadi. Eross menambahkan, “Tentunya juga untuk teman-teman yang lain.”

 

Namun, tidak ada kesempatan untuk memperbaikinya, materi lagu itu tampaknya tersimpan begitu saja hingga waktu yang tepat tiba.

 

Eross menawarkan ide untuk lagu “Memori Baik” kepada Duta dan Adam karena momentum Sheila on 7 dengan format baru seperti sekarang. Eross mulai mengubah lirik dan menyempurnakannya bersama kedua temannya itu.

 

Eross mengatakan, “Saya berpikir, lagu ini mungkin relevan dengan kondisi saat ini jika liriknya diubah. Akhirnya liriknya disesuaikan dengan kondisi kami saat ini, sehingga semua yang sudah kita lewati bisa menjadi memori baik.”

 

Sementara, salah satu penikmat music Sheila On 7 sejak zaman SD yaitu Dosen Spesialis Medikal Bedah Prima Trisna Aji menyampaikan ikut senang tentang kabar rilisnya lagu baru Sheila On 7 tersebut, hal ini dikarenakan sudah lama sekali Sheila On 7 tidak merilis album baru dan lagu baru.

 

“Alhamdulillah yang dinanti – nanti datang juga, sudah lama saya menantikan lagu dan album baru Sheila On 7, karena sudah lama Sheila On 7 tidak merilis lagu baru. Terakhir Sheila On 7 merilis single baru Film Favorit ketika masih ada drummer mas brian”, Ucap Prima kepada media.

 

Prima juga menambahkan sudah mendengarkan lagu Sheila On 7 berjudul Memori Baik dari youtube Video Lirik, dan prima mengaku lagunya sangat bagus, lagu yang mendewasakan dan lagu easy listening yang sangat enak didengar.

“Saya sudah mendengarkan lagu Sheila On 7 Memori baik di youtube, lagunya sangat bagus, easy listening, sangat enak didengar, terasa ringan, lirik lagunya sangat bagus mengingatkan kita tentang memori indah kita dimasa kecil hingga sekarang. Saya yakin lagu ini bisa booming meledak kembali dengan format Sheila On 7 yang tetap mengedepankan ciri khas mereka dengan aransemen easy listening”, Tambah Prima.

 

Diakhir, Prima mengaku akan membuat kenangan – kenangan indah dengan lagu baru ini dengan keluarga serta anak tercinta.

 

“Kalau zaman dulu biasanya kalau ada lagu baru pasti ada kenangan yang tersimpan, kalau sekarang saya selalu mengajak istri serta anak untuk menciptakan kenangan – kenangan indah Bersama. Dan lagu memori  indah ini akan menciptakan kenangan indah beserta keluarga dan anak saya tercinta. Mari kita ciptakan kenangan – kenangan indah serta memori indah dalam hidup kita”, Tutup Prima kepada media.

 

Lirik Lagu Sheila On 7 – Memori Baik (2025)

Lirik: Eross Candra

Aransemen: Eross Candra, Duta Modjo, Adam Subarkah

 

Album foto berdebu

Memori membawaku kembali

Di saat muda pula bodoh

Indah penuh cerita

 

Senyum bahagia di setiap lembarnya

Ku simpan hingga ku menua

Walau selalu abaikan

Semua yang ditulis bintang

 

Ternyata semua bertumbuh pada akhirnya

 

Segenap cinta yang kau berikan

Tak akan hilang ditelan zaman

Kau yang terbaik

Memori baik

 

Melangkah dengan pilihan yang kau punya

Kami di sini kirim rindu yang sama

Tak mudah kadang tak mudah jalannya

 

Segenap cinta yang kau berikan

Tak akan hilang ditelan zaman

Kau yang terbaik

Memori baik

 

Semoga doa yang tersampaikan

Jadi cahaya jalan di depan

Kau yang terbaik

Memori baik

 

Segenap cinta yang kau berikan

Tak akan hilang ditelan zaman

Kau yang terbaik

Memori baik

 

Semoga doa yang tersampaikan

Jadi cahaya jalan di depan

Memori baik

Memori baik

Al-Ghazali Penutup Pintu Peradaban Umat Islam?

Dalam menghadapi kemunduran pemikiran Islam ini, para pemikir Islam modern menekankan pentingnya membuka kembali pintu ijtihad agar ide-ide pembaharuan dapat diwujudkan.

Umat Islam adalah salah satu agama abrahamik terbesar di dunia yang memiliki pengikut sebanyak 32% di dunia, terbanyak setelah Kristen. Pada tahun 750 M-1250 M pada masa dinasti Abbasiyah dan diteruskan pada masa kepemimpinan Kerajaan Turki Utsmani.

Umat Islam pernah mencapai puncak kejayaannya atau sering di bilang dengan the golden age, dimana pada zaman tersebut umat islam sangat maju dalam segala bidang, baik dari bidang ilmu pengetahuan, kedokteran, ekonomi, arsitektur, politik. Bahkan tidak bisa di pungkiri bahwa majunya peradaban barat/eropa yang saat itu mengalami the dark age terdapat campur tangan dari majunya peradaban umat islam untuk mencapai pada zaman renaisance dan kembali menjadi kiblat dunia.

Lalu mengapa ulama besar seperti Al-Ghazali yang sering menyumbangkan pemikiran terhadap peradaban islam ini dituduh sebagai penutup pintu peradaban umat islam?

Awal Tudingan

Pada tahun 1058/1111 M, Imam Al-Ghazali mendapat tudingan bahkan kritikan dikarenakan sebuah kitab yang berjudul tahafuth al-falsafah yang diduga menjadi sebuah penutup untuk umat Islam untuk menutup perkembangan ilmu pengetahuan umat Islam menjadi Jumud (statis) dan menjawab bahwasannya pemikiran-pemikiran filosof tidak sesuai dengan ajaran umat Islam atau keluar dari koridor akidah umat Islam.

Oleh karena itu, terdapat beberapa tokoh yang berpendapat bahwa Al-Ghazali harus bertanggung jawab atas kemunduran Umat Islam dan keretakan peradabannya yang disebabakan oleh pemikiran Al-Ghazali.

Bahkan tidak hanya satu kitab,kitabnya yang berjudul Ihya ulum al-din dituding sebagai biang kemunduran karena memandang rendah realita kehidupan dunia. Bagi mereka Sufisme, dalam pandangan mereka, adalah lebih dari sekadar gerakan rohani; ia adalah upaya untuk mencapai kesatuan dengan Allah secara pribadi. Dalam perjalanan ini, mereka meyakini bahwa keterikatan pada kenikmatan duniawi harus dilepaskan.

Seorang sufi diharapkan untuk merasa puas dengan apa yang dimilikinya dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, melalui pelaksanaan ibadah ritual yang konsisten.

Namun, beberapa kritik terhadap sufisme menyoroti kecenderungan ajarannya yang dianggap fatalis dan mengabaikan pentingnya kehidupan materi serta kesejahteraan sosial umat. Mereka juga mencatat bahwa sufisme terkadang terlalu fokus pada pencarian kebahagiaan pribadi, mengesampingkan tanggung jawab sosial dan kebutuhan masyarakat luas. Sebagai hasilnya, banyak yang menyalahkan Al-Ghazali atas kemunduran umat Islam dan ketinggalan dalam peradaban, mengklaim bahwa ajarannya telah menghambat kemajuan intelektual dan sosial umat Islam, membiarkan mereka tertinggal dibanding peradaban Barat.

Dampak/Efek terhadap peradaban

walaupun Tudingan ini nampaknya tidaklah berdasar, mungkin hanya sebatas menghubung-hubungkan saja. Tetapi faktor pintu ijtihad ditutup dan tidak integralnya antara agama dan sains bisa disebut menjadi faktor penyebab. Lalu apakah tidak berefek terhadap umat muslim pada saat ini?

Jika kita melihat realitas pada saat ini, banyak sekali bahwa negara-negara Islam bahwa menjadi negara yang sangat tertinggal baik dari bidang teknologi, ilmu pengetahuan, kedokteran, dll. Dalam bidang teknologi yang sangat gencar mengalami kemajuan ini pun negara-negara Islam tertinggal, dilansir dari world Digital Competitivesness Rangking, Hanya Uni Emirat Arab, satu-satunya negara Islam yang masuk sebagai 20 negara teratas yang memiliki keahlian dalam bidang teknologi. Bahkan indonesia, negara dengan umat muslim terbesar ke-2 di dunia, hanya menduduki ranking 45 dunia.

Di negara kita, Para pemuka agama Islam masih membedakan dan membanding-bandingkan antara ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan dunia. maka dari itu, tidaklah heran jika kita masih tertinggal dalam bidang IPTEK, bahkan sampai saat ini Ajaran kita masih tercampur dengan unsur-unsur di luar ajaran kita, seperti Bid’ah, Khurafat, dan Takhayul. Yang mana itu semua adalah faktor internal yang membuat ilmu pengetahuan Umat Islam menjadi Stuck atau menjadi menemui kebuntuan. Bahkan di masyarakat kita masih menjadi topik yang sangat laku jika kita membahas takhayul di masyarakat.

Penutupan pintu ijtihad telah berdampak negatif secara signifikan dengan menurunkan semangat keilmuan dan mereduksi pemanfaatan potensi akal secara optimal dalam kalangan umat Islam. Akibatnya, kontribusi dari umat Islam sering kali terbatas pada pengulangan tanpa adanya inovasi yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Dalam menghadapi kemunduran pemikiran Islam ini, para pemikir Islam modern menekankan pentingnya membuka kembali pintu ijtihad agar ide-ide pembaharuan dapat diwujudkan.

Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa dan agama, marilah kita rebut kembali kejayaan islam yang telah tercipta beribu-ribu tahun yang lalu, dengan memanfaatkan teknologi yang ada dan tidak membeda-bedakan antara ilmu agama dan ilmu dunia. Yang mana sebenarnya semua ilmu adalah sama, yang membedakan hanyalah bagaimana kita menggunakan ilmu tersebut. Dengan begitu diharapkan dapat mendongkrak kemajuan umat Islam.

Dosen Indonesia Presentasikan Inovasi Implementasi Hipertensi berbasis Digital di Malaysia

Kuala Lumpur – Dosen asal Indonesia yaitu Prima Trisna Aji pada hari Rabu (25/9) memaparkan Presentasinya berjudul “Efektivitas Edukasi Berbasis digital dalam acara Seminar Internasional di Negara Malaysia. Prima mempresentasikan inovasinya dihadapan reviewers dan peserta conference dari seluruh dunia.

Dalam presentasi tersebut reviewers yang memberikan masukan adalah Profesor Dr Radwan Hussein Ibrahim dari Dean College Of Nursing Ninevah University Iraq dan Fatimah Sham dari Centre Of Nursing Studies Faculty Of Health Sciences UiTM Malaysia.

Prima memberikan paparan dalam inovasinya yang berbentuk Literatur Review yang mendapatkan hasil penelitian bahwa inovasi Edukasi Hipertensi berbasis Digital dalam penelitian memiliki signifikansi yang tinggi dibandingkan edukasi secara konvensional.

“Jadi dengan seiring kemajuan zaman saat ini, inovasi edukasi hipertensi berbasis digital memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengam metode konvensional”, Ucap Prima.

Prima juga menambahkan bahwa dari banyak penelitian yang sudah dilakukan, Intervensi Hipertensi berbasis digital sangat efektif bagi penderita Hipertensi baik kalangan Dewasa, Pertengahan Lansia dan Lansia.

“Penelitian yang ingin saya kemukakan bahwa Inovasi intervensi berbasis digital ini sangat efektif bagi semua kalangan umur, serta sangat mudah digunakan serta diaplikasikan”, Tambah Prima.

Acara tersebut dilaksanakan bertempat di Hotel Summit Subang Malaysia yang bertema ICHAS tahun 2024. Profesor Shandep selaku Ketua Pelaksana kegiatan dari Lincoln College University Malaysia mengaku mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh panitia sehingga berjalan dengan lancar.

“Saya mengucapkan selamat datang kepada semua peserta dari seluruh dunia, saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini selesai dengan sukses”, Ucap Shandep.

Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Lincoln College Malaysia tersebut berjalan dengan lancar dan sukses. Pada sesi akhir salah satu pembicara dari negara Filiphina ikut menyumbangkan lagu untuk semua peserta.

“Jadi karena ini acara special, dalam acara penutup kali ini saya ingin menyumbang lagu untuk semua peserta”, Ucap salah satu pembicara asal neagra Filiphina tersebut.

Kisah Kasih Secangkir Kopi

“Life is too short to worry”, senandung pebiola Luluk Purwanto dari grup jazz Bhaskara yang hit di tahun 1980-an. Tetapi bagi pecandu kopi seperti saya, kalimat itu belum lengkap jika belum ditambahi, “if I could not drink a cup of coffee today”. Lebay? Mungkin iya, tapi kamu tidak bisa meraba perasaan saya, bukan?

Untuk itulah dalam keseharian saya dikelilingi kopi berbagai rasa dari berbagai daerah dan ini… dari sejumlah teman yang tahu perasaan saya, yang selalu berhasrat menikmati eksotisnya kopi. “Many friends, much coffee”, begitulah kira-kira.

anak-istri yang nebeng mobil cungat-cungit, “Kok wangi kopi, ya?” Kata Gadis, si bontot, yang diiyakan bundanya. Saya ambil bungkusan kopi Ciwidéy kiriman dari Cepi Husada. Saya tunjukkan kemasan kopi yang meruapkan aroma alami kopi itu. “Ini,” kata saya. Gadis mengamati bungkusan kopi beans itu, dikiranya parfum pengharum kabin mobil.

Kemarin saya menerima lagi dua jenis kopi yang dalam pikiran saya pastilah eksotis.

Kopi baru itu bermerak Tugu Kawi Sari, kopi yang konon sudah diproduksi sejak 1870 (tentu saya belum lahir saat itu hehe…), yaitu “Wine Infused Coffee” dan “Whiskey Infused Coffee”. What? “Wine” dan “Whiskey”? Haram itu, Babe Haikal pasti menolak memberi label halal pada kedua jenis kopi ini!

Tenang, woles, Bestie, sama seperti “Irish” yang beraroma rum, khomer yang diharamkan itu, “Wine” dan “Whiskey” di sini hanya meminjam istilah untuk aroma kopi yang dibuat mirip minuman yang sesungguhnya enak tapi diharamkan itu. Konon kopi ini dipetik dan disangray oleh gadis-gadis Jawa di Gunung Kawi khusus untuk saya, ahaaayy…

Sebagai muslim, saya tidak menyentuh ketiga jenis minuman itu kecuali pada masa lalu untuk pergaulan saat saya bertugas sebagai jurnalis, itupun cuma icip-icip saja, tidak diniatkan untuk mabuk-mabukan (mabuk cinta saja sudah lebih dari cukup, eh…). Tapi kalau aroma dan sensasi “Irish”, “Wine” atau “Whiskey”, itu yang saya cari. Kebetulan mas Sapto Hp punya dan sudi mengirimkannya, maka kompletlah sensasi kopi di rumah saya sekarang. Siapa yang mau mabuk sensasi di rumah saya?

Seperti api, ketika sensasi mabuk cinta sudah saya bunuh perlahan-lahan sehingga tinggal berupa sekam (semoga tak ada angin bertiup yang menjadikan sekam berubah bara), tetapi tidak dengan mabuk sensasi kopi yang justru sedang hot-hotnya saya jelajahi dan daki sampai di puncak kenikmatan. Ibarat petualang di masa nomaden dulu, saya kini sedang menjelajahi sensasi kopi dari wilayah sedenter ke sedenter lainnya, berharap perawan yang elok menyeduhkannya untuk saya di setiap persinggahan.

Lalu apa hubungannya dengan “trilogi menulis” yang saya tulis dan menjadi pendamping kopi ini? Tidak ada hubungannya memang, kecuali saya menulis ketiga buku itu dengan cinta dan aroma kopi yang memabukkan.

(Pepih Nugraha)

Tips dan Cara Melamar Pekerjaan via Email, Lewat HP Bisa!

Sebelum mulai menyusun email lamaran, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan terlebih dahulu.

 

Melamar pekerjaan lewat email kini menjadi salah satu cara yang paling efektif dan efisien. Dengan sedikit trik dan tips, kamu bisa membuat email lamaran yang menarik perhatian HRD dan meningkatkan peluangmu untuk mendapatkan panggilan wawancara.

Dilansir LokerLagi.com, email lamaran telah menjadi salah satu cara paling efektif untuk melamar pekerjaan di era digital. Namun, tidak semua orang tahu cara menyusun email lamaran yang menarik dan profesional. Artikel ini akan membahas secara lengkap langkah-langkah yang perlu kamu lakukan, mulai dari menyusun isi email hingga memilih lampiran yang tepat. Yuk, simak tips dan triknya!

Persiapkan Dirimu Sebelum Mulai

Sebelum mulai menyusun email lamaran, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan terlebih dahulu. Pertama, pastikan kamu sudah memiliki CV (Curriculum Vitae) yang up-to-date dan menarik. CV adalah salah satu dokumen terpenting dalam proses melamar pekerjaan, jadi pastikan semua informasi yang tercantum di dalamnya akurat dan relevan dengan posisi yang kamu lamar.

Selain CV, kamu juga perlu menyiapkan surat lamaran. Surat lamaran berfungsi sebagai pengantar CV dan merupakan kesempatanmu untuk memperkenalkan diri serta menjelaskan mengapa kamu tertarik dengan posisi tersebut. Dalam surat lamaran, kamu bisa menyampaikan keahlian, pengalaman, dan prestasi yang relevan dengan pekerjaan yang kamu inginkan.

Cara Membuat Email Lamaran yang Menarik

Setelah semua persiapan selesai, saatnya kita mulai menyusun email lamaran. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu ikuti:

  • Pilih Subjek Email yang Menarik: Subjek email adalah hal pertama yang akan dilihat oleh HRD. Oleh karena itu, pilihlah subjek email yang jelas, singkat, dan menarik perhatian. Contoh: [Nama Lengkap] – Lamaran Pekerjaan sebagai [Posisi yang Dilamar]
  • Sampaikan Salam Pembuka: Mulailah email lamaranmu dengan salam pembuka yang sopan dan formal, seperti “Yth. Bapak/Ibu [Nama HRD]”.
  • Perkenalkan Diri: Pada paragraf pertama, perkenalkan dirimu secara singkat. Sebutkan nama lengkapmu dan dari mana kamu mengetahui tentang lowongan pekerjaan tersebut.
  • Tunjukkan Minat: Jelaskan mengapa kamu tertarik dengan perusahaan dan posisi yang kamu lamar. Hubungkan minatmu dengan kualifikasi yang kamu miliki.
  • Tawarkan Nilai Tambah: Jelaskan apa yang bisa kamu berikan kepada perusahaan jika diterima bekerja. Sorotlah keahlian dan pengalamanmu yang relevan dengan posisi yang dilamar.
  • Lampirkan Dokumen: Jangan lupa untuk melampirkan CV dan surat lamaranmu dalam format PDF. Pastikan nama file yang kamu gunakan mudah diingat dan relevan.
  • Tutup dengan Salam Penutup: Akhiri email lamaranmu dengan salam penutup yang sopan, seperti “Hormat saya,” diikuti dengan nama lengkap dan informasi kontakmu.

Tips Tambahan untuk Meningkatkan Peluang Lolos Seleksi

Selain mengikuti langkah-langkah di atas, ada beberapa tips tambahan yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan peluangmu lolos seleksi:

  • Sesuaikan Bahasa: Sesuaikan bahasa yang kamu gunakan dengan budaya perusahaan. Jika perusahaan tersebut memiliki gaya komunikasi yang formal, gunakan bahasa yang formal pula. Sebaliknya, jika perusahaan tersebut memiliki budaya yang lebih santai, kamu bisa menggunakan bahasa yang lebih santai.
  • Periksa Kembali: Sebelum mengirim email, pastikan kamu sudah memeriksa kembali semua tulisanmu, baik dari segi tata bahasa maupun ejaan.
  • Ikuti Instruksi: Jika dalam pengumuman lowongan kerja terdapat instruksi khusus mengenai cara melamar, pastikan kamu mengikuti instruksi tersebut dengan seksama.
  • Berikan Follow Up: Beberapa hari setelah mengirim email lamaran, kamu bisa mengirimkan email follow up untuk menanyakan status lamaranmu.

Contoh Surat Lamaran Kerja via Email

Subjek: Lamaran Pekerjaan sebagai [Posisi yang Dilamar] – [Nama Lengkap]

Isi Email:

Yth. Bapak/Ibu [Nama HRD atau Pimpinan Perusahaan],

Dengan hormat,

Perkenalkan, saya [Nama Lengkap], seorang [Posisi/Jabatan saat ini atau terakhir] dengan pengalaman [Jumlah] tahun di bidang [Bidang yang relevan]. Saya tertarik dengan posisi [Posisi yang Dilamar] yang sedang Bapak/Ibu rekrut, sebagaimana tercantum di [Sumber informasi lowongan kerja].

[Tuliskan 2-3 kalimat yang menjelaskan mengapa kamu tertarik dengan perusahaan tersebut dan posisi yang dilamar, serta apa yang membuatmu cocok untuk posisi tersebut. Hubungkan dengan pengalaman dan keahlian yang kamu miliki.]

Sebagai contoh, selama [Jumlah] tahun berkarier di [Nama Perusahaan Sebelumnya], saya berhasil [Sebutkan pencapaian atau prestasi yang relevan]. Keterampilan saya dalam [Sebutkan keterampilan yang relevan, misal: analisis data, komunikasi, atau manajemen proyek] serta pengetahuan saya tentang [Sebutkan pengetahuan yang relevan, misal: software, industri, atau metodologi] membuat saya yakin dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perusahaan.

Saya telah melampirkan CV terbaru saya untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja saya.

Terima kasih atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu. Saya sangat berharap dapat berkesempatan untuk berkontribusi di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.

Hormat saya,

 

 

[Nama Lengkap] [Nomor Telepon] [Alamat Email] [LinkedIn (jika ada)]

Tips Tambahan:

  • Sesuaikan dengan lowongan: Pastikan surat lamaranmu relevan dengan posisi yang dilamar.
  • Tunjukkan antusiasme: Sampaikan ketertarikanmu yang tulus terhadap perusahaan dan posisi tersebut.
  • Fokus pada manfaat: Jelaskan bagaimana keahlian dan pengalamanmu dapat memberikan manfaat bagi perusahaan.
  • Jaga format: Gunakan format yang profesional dan mudah dibaca.
  • Periksa ulang: Sebelum mengirim, pastikan tidak ada kesalahan pengetikan atau tata bahasa.

Kesimpulan

Melamar pekerjaan lewat email adalah cara yang mudah dan efektif untuk mencari pekerjaan. Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa membuat email lamaran yang menarik dan meningkatkan peluangmu untuk mendapatkan panggilan wawancara.

Menyelamlah, Apapun Agama yang Dianut

Dengan menyelami samudra spiritual yang ada di dalam setiap agama, ataupun di luar agama, kita menemukan kebijaksanaan yang menenangkan hati, keberanian yang menghadapi tantangan, dan kebahagiaan yang tidak tergantung pada lingkungan yang ada.

Menghidupkan Sisi Spiritual Manusia (9)

 

MENYELAMLAH, APAPUN AGAMA YANG DIANUT

 

Denny JA

 

“Samudra kebenaran ada di kedalaman batin, bukan di permukaan. Setiap agama menyediakan kapal untuk menyelami makna sejati.”

 

Mengapa banyak orang merasa tergoda untuk meninggalkan agama mereka dalam pencarian makna hidup yang lebih dalam?

 

Faktanya, tidak perlu meninggalkan agama yang dianut. Setiap agama, jika diselami lebih dalam, menawarkan samudra spiritual yang kaya akan kebijaksanaan, kedamaian, dan pencerahan.

 

Tak perlu mencari di luar; cukup menyelam lebih dalam untuk menemukan makna sejati.

 

Penelitian dari berbagai sumber mendukung pentingnya spiritualitas dalam menjalani hidup yang bermakna.

 

Sebuah studi dari The Journal of Positive Psychology menunjukkan bahwa orang-orang yang merasa terhubung dengan spiritualitas lebih mungkin merasakan kebahagiaan yang mendalam dan memaknai hidup dengan optimisme.

 

Spiritualitas, baik yang berakar pada agama atau refleksi batin di luar agama formal, memberi landasan yang kokoh dalam menjalani kehidupan yang penuh tekanan.

 

Kata kunci untuk spiritualitas adalah koneksi diri kepada sesuatu yang lebih besar dari sekadar kepentingan pribadi, seperti kebajikan, kemanusiaan, keadilan, kekudusan, dan sebagainya.

Riset dari University of Pennsylvania mengungkapkan bahwa meditasi dan refleksi spiritual dalam agama membantu meningkatkan fokus mental dan kesehatan fisik.

Orang yang terlibat dalam praktik ini dilaporkan memiliki tingkat stres yang lebih rendah, serta peningkatan dalam kesehatan jantung dan sistem kekebalan tubuh.

Ini membuktikan bahwa spiritualitas bukan sekadar ritus, tetapi juga komponen kesehatan menyeluruh.

Bagi mereka yang tidak percaya pada agama formal, penelitian dari Harvard Medical School menemukan bahwa meditasi dan refleksi batin dapat memiliki dampak positif yang sama seperti spiritualitas religius.

Praktik-praktik ini berakar pada biologi manusia, khususnya di sistem saraf, yang membantu menciptakan kedamaian batin dan meningkatkan kesehatan mental.

Spiritualitas, dalam hal ini, bukanlah hak eksklusif agama, melainkan sesuatu yang universal dan dapat diakses siapa saja.

Apa Itu Samudra Spiritual dan Mengapa Penting?

Samudra spiritual dalam setiap agama adalah kedalaman batin yang membawa seseorang ke hubungan yang lebih erat dengan Tuhan, alam semesta, atau diri sejati.

Ini adalah pengalaman batin yang melampaui batas-batas formalitas agama, menjangkau ke inti kedamaian dan makna hidup.

Ia bukan sekadar ritual, tetapi sebuah perjalanan untuk menemukan apa yang tak terlihat oleh mata tetapi dirasakan dalam jiwa.

Pentingnya menyelam lebih dalam ke spiritualitas adalah untuk menemukan keseimbangan hidup, makna, dan ketenangan.

Dalam dunia yang terus bergerak cepat dan penuh ambisi material, spiritualitas menjadi jangkar yang membantu kita tetap tenang di tengah badai kehidupan.

Ia memberi kita ruang untuk merenung, mengingat apa yang benar-benar penting dalam hidup, dan mengatasi tekanan dunia modern.

Kritik terhadap spiritualitas datang dari mereka yang merasa terkekang oleh dogma agama. Beberapa orang merasa perlu meninggalkan agama mereka untuk menemukan kebebasan spiritual.

Namun, ini sering kali hanya persepsi. Pada kenyataannya, setiap agama mengandung kedalaman spiritual yang sering terabaikan dalam ritus-ritus formal.

Jika seseorang menyelam lebih dalam ke ajaran agama yang dianutnya, ia akan menemukan pencerahan dan kedamaian yang sama tanpa harus mencari di luar.

Kritik Terhadap Samudra Spiritual

Tidak sedikit yang mengkritik bahwa spiritualitas dalam agama bisa menjadi pelarian dari kenyataan.

Orang yang menghadapi tantangan pribadi seperti depresi atau krisis hidup sering kali menggunakan jalur spiritual sebagai cara untuk menghindari tanggung jawab atau mencari penyelesaian yang mudah.

Ada juga kekhawatiran bahwa dalam beberapa kasus, spiritualitas bisa digunakan untuk menghindari perawatan medis yang seharusnya.

Namun, spiritualitas yang otentik tidak melarikan diri dari kenyataan. Sebaliknya, ia memberikan kekuatan untuk menghadapi dunia dengan pikiran yang lebih terbuka dan hati yang lebih kuat.

 

Penelitian dari University of California, Berkeley menunjukkan bahwa mereka yang terlibat dalam praktik spiritual yang mendalam memiliki ketahanan emosional yang lebih tinggi dalam menghadapi tantangan hidup.

 

Mereka yang sungguh-sungguh menyelam ke dalam spiritualitas mereka menjadi lebih bijak, lebih tenang, dan lebih tangguh dalam menghadapi kesulitan hidup.

Ada juga kritik bahwa spiritualitas bisa dimanipulasi untuk tujuan kekuasaan. Sejarah mencatat banyak pemimpin yang menggunakan ajaran spiritual untuk menundukkan orang lain, menciptakan hierarki kekuasaan, atau bahkan untuk membenarkan diskriminasi.

Namun, spiritualitas sejati tidak memecah-belah, melainkan menyatukan. Ia melampaui batasan-batasan ras, suku, atau agama, dan mendorong kita untuk terhubung dengan cinta kasih yang universal.

Berikut adalah beberapa contoh tokoh dari berbagai latar belakang agama yang menemukan makna hidup dengan menyelam ke kedalaman batin dan spiritualitas mereka:

Mahatma Gandhi menemukan makna hidupnya melalui prinsip ahimsa (non-kekerasan) dan pencarian batin yang mendalam dalam tradisi Hindu.

Meditasi, doa, dan refleksi batin membantunya mengembangkan prinsip hidupnya dan memperjuangkan kemerdekaan India dengan cara damai.

Spiritualitas Gandhi memberinya kekuatan dan ketenangan dalam menghadapi tantangan hidup yang berat.

Saint Teresa of Ávila, seorang mistikus Katolik dari Spanyol, mengalami pengalaman batin yang dalam dalam pencariannya akan Tuhan.

Melalui doa dan kontemplasi, ia menemukan kedamaian batin dan makna hidup yang mendalam, yang kemudian dituangkan dalam karya-karya seperti The Interior Castle.

Ia percaya bahwa perjalanan menuju kedekatan dengan Tuhan adalah sebuah perjalanan batin yang membawa kedamaian dan pencerahan.

Jalaluddin Rumi, penyair dan sufi besar dari Persia, menemukan makna hidup melalui sufisme dan pencarian batin.

Dalam puisi-puisinya yang mendalam, ia menggambarkan cinta ilahi dan pencarian jiwa untuk bersatu dengan Sang Pencipta.

Rumi menekankan bahwa kebahagiaan sejati ditemukan melalui penyatuan dengan Tuhan, bukan dalam keinginan duniawi.

Thich Nhat Hanh, biksu Buddhis asal Vietnam, mengembangkan konsep mindfulness atau kesadaran penuh sebagai bentuk kedamaian batin.

Melalui meditasi dan praktik kesadaran, ia menemukan makna hidup yang berfokus pada cinta kasih dan perhatian terhadap diri sendiri dan orang lain.

Ajarannya telah diterima di seluruh dunia dan menjadi cara untuk mencapai kedamaian batin tanpa harus terikat pada agama formal.

Thomas Merton, seorang biarawan Trappist dan penulis terkenal, menemukan makna hidup dalam tradisi mistik Kristen melalui doa, meditasi, dan refleksi mendalam.

Dia percaya bahwa kedamaian batin dapat dicapai melalui hubungan yang dalam dengan Tuhan dan melalui pengenalan akan hakikat batin diri.

Buku-bukunya, seperti The Seven Storey Mountain, menginspirasi banyak orang dalam pencarian spiritual mereka.

Dalai Lama, sebagai pemimpin spiritual Buddhis, mengajarkan bahwa kedamaian batin dan kebahagiaan sejati datang dari belas kasih dan pengendalian diri.

Dalam pengasingan dari Tibet, ia menemukan makna hidup melalui meditasi dan nilai-nilai Buddhis, yang membantunya menginspirasi jutaan orang tentang pentingnya kasih sayang dan perdamaian.

Eckhart Tolle menemukan makna hidup di luar agama formal yang ada setelah ia mengalami pencerahan batin yang mendalam yang membawanya keluar dari depresi.

Karyanya, The Power of Now, mengajarkan pentingnya hidup di saat ini sebagai kunci untuk mencapai kebahagiaan dan kedamaian batin.

Meskipun tidak terikat pada agama tertentu, Tolle menggabungkan elemen-elemen dari berbagai tradisi spiritual dalam ajarannya.

Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa perjalanan batin dapat membawa seseorang pada makna hidup yang lebih dalam, terlepas dari agama atau kepercayaan tertentu.

Mereka mengajarkan bahwa spiritualitas adalah tentang perjalanan menuju diri sejati dan hubungan dengan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri.

Spiritualitas itu samudra yang tak bertepi, dan setiap agama menyediakan kapal untuk menyeberanginya.

Tidak perlu meninggalkan agama atau mencari di luar; cukup menyelam lebih dalam untuk menemukan makna sejati yang ada di dalamnya.

Bagi mereka yang tidak terikat pada agama, spiritualitas tetap dapat ditemukan di dalam diri melalui refleksi dan kesadaran.

Pada akhirnya, spiritualitas bukan hanya tentang ritus atau doktrin. Ia adalah perjalanan menuju kedalaman diri, menuju kedamaian batin, dan menuju makna yang lebih besar.

Ketika kita merangkul spiritualitas, kita tidak hanya menemukan diri kita, tetapi juga dunia yang lebih bermakna dan damai.

Dengan menyelami samudra spiritual yang ada di dalam setiap agama, ataupun di luar agama, kita menemukan kebijaksanaan yang menenangkan hati, keberanian yang menghadapi tantangan, dan kebahagiaan yang tidak tergantung pada lingkungan yang ada.

Denny JA

Ali Azhar D: Tradisi Sedekah Bumi Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Ali Azhar D juga menyoroti perlunya kolaborasi antara pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan komunitas budaya, untuk merevitalisasi Sedekah Bumi.

Ali Azhar D, seorang konten kreator yang kerap membagikan konten seputar sejarah, budaya, pariwisata, dan isu-isu kepemudaan, berbagi pandangannya mengenai perkembangan tradisi Sedekah Bumi di masyarakat Jawa.

“Sedekah Bumi merupakan ritual yang sarat akan makna dan nilai-nilai luhur yang patut kita lestarikan bersama,” ujar Ali Azhar D dalam wawancara dengan kami.

Menurutnya, tradisi ini merepresentasikan rasa syukur masyarakat Jawa atas hasil bumi yang melimpah. “Di dalamnya terkandung filosofi harmonisasi antara manusia, alam, dan leluhur yang sangat berharga,” imbuhnya.

Namun, Ali Azhar D mengakui bahwa Sedekah Bumi tak luput dari pengaruh perubahan zaman. Ia mencontohkan adanya pergeseran pada prosesi kuliner dalam ritual tersebut.

“Dulu, menyembelih kambing menjadi sajian wajib dalam kenduri. Namun, kini hal itu semakin jarang kita jumpai. Penggunaan tumpeng pun lebih banyak menggantikan hidangan tradisional lainnya,” jelasnya.

Selain itu, Ali Azhar D juga menyoroti perubahan pada kesenian yang menyertai ritual Sedekah Bumi. “Tari tayuban yang identik dengan Sedekah Bumi kini telah berasimilasi dengan budaya modern, seperti penambahan yel-yel dan tarian kontemporer. Bahkan, penggunaan sound system ‘Horeg’ turut merubah suasana yang semestinya khidmat dan syahdu.”

Meskipun demikian, Ali Azhar D menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini. Ia melihat potensi besar dalam memanfaatkan teknologi digital untuk melestarikan Sedekah Bumi.

“Dokumentasi melalui video, media sosial, dan platform digital lainnya dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan apresiasi masyarakat, terutama generasi muda, terhadap warisan budaya ini,” ungkapnya.

Selain itu, Ali Azhar D juga menyoroti perlunya kolaborasi antara pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan komunitas budaya, untuk merevitalisasi Sedekah Bumi.

“Dengan cara ini, tradisi ini dapat terus menjadi bagian integral dari identitas budaya Jawa dan menjadi inspirasi bagi banyak orang,” pungkasnya.

Semua Pihak Wajib Hormati Masa Tenang Pilkada 2024

Jakarta – Masa tenang Pilkada Serentak 2024 yang merupakan tahapan krusial menjelang hari pemungutan suara, resmi dimulai. Untuk memastikan tahapan ini berlangsung damai dan kondusif, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, memimpin Apel Siaga Masa Tenang, Pemungutan, dan Penghitungan Suara di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.
Dalam apel tersebut, Wapres Gibran menyampaikan bahwa Pilkada 2024 adalah perhelatan demokrasi terbesar yang pernah diadakan di Indonesia. “Ini adalah pilkada terbesar yang pernah kita selenggarakan. Oleh sebab itu, kita harus mendukung penuh pelaksanaan pilkada serentak ini agar prosesnya berjalan baik dan lancar, sehingga masyarakat dapat memberikan hak suaranya dengan aman, nyaman, luber, dan jurdil,” ujarnya.
Wapres juga menegaskan pentingnya menjaga kedamaian selama masa tenang dan tahapan berikutnya. “Penting bagi masyarakat untuk menjaga kedamaian dan menghindari konflik selama tahapan Pilkada, mulai dari masa tenang hingga perhitungan suara,” kata Gibran. Ia menambahkan, dalam alam demokrasi, setiap warga memiliki hak untuk menyampaikan pandangan dan pilihannya, tetapi harus dilakukan dengan cara yang saling menghormati.
Seruan senada juga disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT, Jemris Fointuna. Ia mengimbau masyarakat, pasangan calon, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menghormati masa tenang. “Kami mengajak seluruh masyarakat, pasangan calon, dan tim kampanye untuk dapat menghormati masa tenang dengan tidak melakukan kegiatan apapun yang berpotensi melanggar hukum,” tegas Jemris.
Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Majalengka, Dede Rosada, mengingatkan pasangan calon dan tim kampanye untuk segera mematuhi aturan terkait alat peraga kampanye. “Pasangan calon, partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu, dan tim kampanye agar membersihkan alat peraga kampanye sebelum jadwal masa tenang. Selain itu, menonaktifkan akun resmi media sosial paling lambat sebelum dimulainya masa tenang,” jelas Dede.
Masa tenang merupakan momen penting untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat merefleksikan pilihannya tanpa gangguan kampanye. Tindakan yang melanggar aturan pada masa tenang, seperti kampanye terselubung atau praktik politik uang, dapat merusak integritas proses demokrasi.
Pemerintah dan lembaga terkait juga telah meningkatkan pengawasan untuk memastikan tidak ada pelanggaran selama masa tenang. Aparat keamanan dikerahkan untuk menjaga stabilitas di lapangan, sementara Bawaslu bersama tim gabungan terus memantau aktivitas digital guna mencegah kampanye terselubung di media sosial. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif hingga hari pemungutan suara tiba.
Dengan keterlibatan seluruh pihak, dari penyelenggara pemilu, pasangan calon, hingga masyarakat, diharapkan Pilkada Serentak 2024 dapat menjadi momentum demokrasi yang aman, damai, dan bermartabat. Semua pihak diimbau mematuhi aturan demi mewujudkan pemilu yang berkualitas dan mencerminkan kehendak rakyat.