Anak-Anak Banggabeak Sambut Gembira Pangkas Rambut Gratis Satgas Habema

NDUGA – Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) Para Raider 503/Mayangkara Kostrad, sebagai salah satu Satuan Jajaran Komando Operasi HABEMA di Papua, tengah melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Mobil RI-PNG, khususnya di wilayah Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.

Pada hari Sabtu, (23/11/2024), Satgas Yonif 503 Kostrad, khususnya Pos Batas Batu pimpinan Kapten Inf Galih Widiharyo, melaksanakan kegiatan Teritorial bertajuk “TNI Peduli Pangkas Rambut”. Kegiatan ini dilaksanakan oleh para Prajurit TNI terhadap anak-anak Kampung Banggabeak, Distrik Krepkuri, di sela tugas pengamanan wilayah.

Example 300x600

Dalam penekanannya kepada para Prajurit TNI, Komandan Satgas Yonif 503 Kostrad, Letkol Inf Gurbasa Samosir, menyampaikan pentingnya perhatian Satgas kepada kebutuhan dasar masyarakat di sekitar Pos. Oleh sebab itu, pada hari Sabtu tersebut, para Prajurit TNI memanfaatkan tugas pengamanan wilayah melalui interaksi dan komunikasi dengan anak-anak Kampung Banggabeak.

Melalui komunikasi tersebut, para Prajurit TNI menyampaikan pentingnya kerapihan dan kebersihan diri bagi anak-anak yang akan menjadi Tulang Punggung Bangsa di masa depan. Selanjutnya, para Prajurit TNI menawarkan anak-anak untuk dipangkas rambutnya sebagai salah satu realisasi kerapihan dan kebersihan diri. Tidak butuh waktu lama, anak-anak tersebut langsung merespons dengan cepat, “Mau, Komandan, mau”. Sambil memangkas rambut mereka, para Prajurit TNI juga mengajak Komunikasi Sosial (Komsos) dengan menyisipkan nilai-nilai Pancasila dalam implementasi kehidupan sehari-hari. Penyampaian Komsos Prajurit TNI tersebut direspon antusias oleh anak-anak dengan mendengarkan secara seksama serta menjawab dengan spontan ketika ditanya. Usai kegiatan, salah satu anak yang dipangkas rambutnya, Rio Kogoya mengucapkan terima kasih atas perhatian dari prajurit TNI.

“Terima kasih Komandan 503, sudah pangkas rambut saya,” ucapnya gembira.

Terpisah, Panglima HABEMA, Brigjen TNI Lucky Avianto, pasca menerima laporan pelaksanaan kegiatan, mengapresiasi inisiatif Satgas Yonif 503 Kostrad yang menggelar kegiatan Komsos bertajuk “TNI Peduli Pangkas Rambut” terhadap anak-anak warga Kampung Banggabeak.

“Kegiatan ini merupakan implementasi Komsos inklusif dengan seluruh kelompok masyarakat secara kreatif, guna mendukung upaya percepatan pembangunan di wilayah Papua,” ungkapnya.

Jasa Raharja Pastikan Seluruh Korban Kecelakaan Beruntun yang Libatkan Truk Trailer di Semarang Terjamin Santunan

SEMARANG – Jasa Raharja menjamin seluruh korban akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan truk trailer dengan sejumlah kendaraan di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah pada Kamis (21/11/2024).

Direktur Operasional Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menyampaikan bahwa seluruh korban meninggal dunia mendapat santunan sebesar Rp50 juta yang diserahkan kepada ahli waris sah. Sementara bagi korban luka akan mendapat jaminan biaya perawatan maksimal Rp20 juta yang dibayarkan kepada rumah sakit tempat korban dirawat. “Santunan tersebut merupakan bentuk perlindungan dasar sebagai salah satu wujud kehadiran negara terhadap masyarakat,” ujarnya Guna percepatan proses santunan, sesaat setelah mendapatkan informasi, petugas Jasa Raharja bertindak proaktif dengan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan rumah sakit untuk melakukan pendataan korban.

Jasa Raharja menyampaikan turut prihatin dan berduka cita atas musibah ini, semoga keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan, dan seluruh korban yang sedang mendapat perawatan segera disembuhkan seperti sedia kala. “Kami terus mengingatkan kepada para pengguna jalan raya agar senantiasa waspada dan berhati-hati. Kami juga mengimbau kepada para pemilik kendaraan, baik pribadi maupun perusahaan, untuk memastikan kelaikkan kendaraan sebelum digunakan untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan,” imbuh Dewi. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu diduga akibat pengendara truck trailer tidak waspada saat jalanan menurun di turunan Silayur hingga menabrak kendaraan truck colt diesel, beberapa sepeda motor, dan ruko. Akibat musibah tersebut, 2 orang meninggal dunia dan 10 orang luka. Seluruh korban dievakuasi dan mendapat perawatan di RSUP dr. Kariadi, RS Permata Medika, RS Hermina Pandanaran, dan RSUD Adhyatma Tugurejo.

Bhabinkamtibmas Pulau Pramuka Himbau Nelayan Waspadai Cuaca Buruk dan Gunakan Life Jacket

Jakarta –  Bhabinkamtibmas Pulau Pramuka, Polres Kepulauan Seribu, Bripka Marwansyah, melaksanakan kegiatan sambang kepada para nelayan di Pulau Pramuka, Sabtu (23/11/2024). Dalam kunjungan ini, Bripka Marwansyah memberikan imbauan penting terkait keselamatan melaut, khususnya penggunaan life jacket dan kewaspadaan terhadap cuaca buruk yang sering terjadi pada akhir tahun.

 

Dalam sambangnya, Bripka Marwansyah mengingatkan para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. “Musim penghujan sering disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Pastikan untuk selalu memantau informasi cuaca dan melengkapi peralatan keselamatan seperti life jacket,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam menjalankan aktivitas melaut.

 

Para nelayan menyambut baik kehadiran Bhabinkamtibmas yang selalu peduli terhadap keselamatan mereka. Salah satu nelayan, Pak Junaedi, mengungkapkan apresiasinya atas imbauan tersebut. “Kami berterima kasih atas perhatian Pak Polisi. Dengan adanya sambang seperti ini, kami jadi lebih sadar pentingnya menjaga keselamatan saat bekerja di laut,” katanya.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Polres Kepulauan Seribu dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya nelayan, terhadap pentingnya keselamatan selama melaut. Bripka Marwansyah juga mengajak para nelayan untuk segera melapor jika menemukan situasi darurat atau membutuhkan bantuan saat berada di laut. Dengan terus menjalin komunikasi dan memberikan edukasi, diharapkan angka kecelakaan laut dapat diminimalisir di wilayah Pulau Pramuka dan sekitarnya.

Kembangkan Desa Wisata Berkeselamatan, Jasa Raharja Luncurkan Program Beta-JR di Desa Karangrejek

GUNUNG KIDUL –  Jasa Raharja meluncurkan program inovatif “Bakti Talenta Jasa Raharja” (Beta-JR) di Dukuh Karangrejek, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Program ini dibuka oleh Asisten Deputi Bidang TJSL Kementerian BUMN, Edi Eko Cahyono, dan Direktur Operasional Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana. Beta-JR diikuti oleh 15 pegawai muda Jasa Raharja dari seluruh Indonesia, dengan tujuan untuk mewujudkan desa wisata berkeselamatan.

Selama lima hari (19-23 November), peserta berperan sebagai relawan yang terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti sosialisasi keselamatan berkendara, literasi pajak kendaraan, pendidikan lalu lintas, kampanye pencegahan stunting, serta pembinaan pariwisata dan konservasi lingkungan. Mereka juga tinggal bersama warga setempat untuk memahami permasalahan desa secara langsung.

Desa Karangrejek dipilih karena memiliki potensi besar, namun menghadapi tantangan seperti tingginya angka kecelakaan lalu lintas dan prevalensi stunting. Dengan program ini, Jasa Raharja berharap dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Sosialisasi Pengendara Kendaraan yang Belum Melakukan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Jakarta Barat

JAKARTA – Pemeriksaan kendaraan bermotor lintas sektoral yang diinisiasi oleh Bapenda Provinsi DKI Jakarta berlangsung hari ini di Jakarta Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Wakil Kepala Bapenda DKI Jakarta, Elvarinsa, Kasatlantas Jakarta Barat, Kompol Mujiyanto, dan pejabat KUPTD dari wilayah Jakarta Barat Hawan Aries Birawa, KUPTD Jakarta Timur Alberto Ali, sert KUPTD wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pengendara kendaraan bermotor terkait kewajiban pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Dalam kegiatan sosialisasi ini, pihak Bapenda, bersama aparat kepolisian dan Jasa Raharja, memberikan edukasi mengenai pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan daerah serta untuk mendukung pembangunan daerah melalui pendapatan asli daerah (PAD).

Wakil Kepala Bapenda DKI Jakarta, Elvarinsa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk mengurangi jumlah kendaraan yang belum melakukan pembayaran PKB, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang mekanisme pembayaran yang lebih mudah dan praktis.

Selain itu, dalam kesempatan ini juga dijelaskan prosedur pembayaran PKB melalui berbagai platform digital, serta layanan-layanan yang tersedia untuk mempermudah masyarakat. Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pajak dan mendukung keberlanjutan program-program pembangunan di Jakarta.

Kegiatan ini juga melibatkan PT. Jasa Raharja Perwakilan Jakarta Barat yang turut memberikan informasi mengenai asuransi kendaraan bermotor yang wajib dimiliki setiap pemilik kendaraan. Kepala PT. Jasa Raharja Perwakilan Jakarta Barat, Syafaat Rahman, menyampaikan pentingnya asuransi bagi setiap pengendara sebagai bentuk perlindungan diri di jalan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan kewajiban membayar PKB, serta manfaat yang dapat diperoleh dari pembayaran pajak yang tepat waktu.

Wuling Bawa Lengkap Lini Produk di Mandiri Utama Finance Gaikindo Jakarta Auto Week

TANGERANG– Wuling Motors (Wuling) berpartisipasi dalam Mandiri Utama Finance GAIKINDO
Jakarta Auto Week (MUF GJAW) 2024, pameran otomotif terbesar dan terlengkap di akhir tahun. Dengan mengusung
semangat “Year End Sale,” Wuling memberikan penawaran terbaik kepada konsumen untuk bisa memiliki lini produk Wuling impian.

Bertempat di ICE BSD City sejak 22 November hingga 1 Desember 2024, Wuling memamerkan berbagai lini produk unggulannya di booth 10A yang memiliki area seluas 880 meter persegi.

“Secara total ada 13 mobil yang kami bawa dan tampilkan di MUF GJAW 2024 yang terbagi dalam tiga segmen, mulai dari segmen EV, segmen ICE dan segmen Hybrid. Kami juga menyediakan berbagai lini produk di area test drive untuk memberikan pengalaman langsung mengendarai produk-produk Wuling kepada para pengunjung,” terang Ricky Christian,
Marketing Operation Direktur Wuling Motors.

 

Dalam segmen kendaraan listrik, Wuling menampilkan rangkaian inovasi ABC Stories, dimulai dengan A yaitu Air ev ‘Drive For A Green Life’, mobil listrik pertama Wuling yang memiliki desain compact, cocok untuk mobilitas harian masyarakat
perkotaan yang membutuhkan solusi ramah lingkungan dan praktis. Kemudian B mewakili BinguoEV ‘Drive Electric, Be
The Icon’ , hatchback listrik berdesain ikonik yang mencerminkan gaya hidup modern dan dinamis.

Menutup rangkaian ini, C adalah Cloud EV ‘Driving the Future of Comfort’, kendaraan listrik medium hatchback dengan keunggulan interior yang menawarkan kenyamanan maksimal bagi penggunanya.

Untuk solusi mobilitas ramah lingkungan lainnya, Wuling membawa serta lini kendaraan hybrid yakni New Almaz RS Hybrid ‘Unlimit Your Life.

Mengusung mesin bensin dan motor listrik, perpaduan ini menghasilkan emisi yang lebih rendah serta meningkatkan efisiensi bahan bakar. Teknologi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang dimiliki Almaz Hybrid
memiliki peran untuk membagi daya secara cepat dan tanpa jeda dengan pilihan tiga mode berkendara, yaitu EV Mode,
Series Hybrid, dan Parallel Hybrid.
Beralih ke kelas Internal Engine Combustion (ICE), Wuling memamerkan pilihan kendaraan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam konsumen dengan gaya hidup modern, seperti Wuling Alvez ‘Style and Innovation in One SUV’, mobil ini memadukan desain modern dengan fitur canggih untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan
berkendara sehari-hari. Lalu, ada Wuling Cortez ‘Innovating Comfort Zone yang hadir sebagai medium MPV dengan mesin turbo, ruang kabin luas dan nyaman, serta tampilan eksterior yang stylish cocok untuk perjalanan keluarga maupun
keperluan bisnis.

Disamping deretan produk-produk unggulan selama MUF GJAW 2024, Wuling menyediakan layanan test drive bagi para
pengunjung pameran agar dapat mengeksplorasi produk, teknologi, hingga fitur yang dimiliki oleh kendaraan Wuling.

Tersedia 8 unit kendaran yang terdiri dari 2 (dua) unit Air ev, 2 (dua) unit BinguoEV, 2 (dua) unit Cloud EV, serta masing-masing 1 (satu) unit untuk Alvez dan Almaz Hybrid. Pendaftaran untuk test drive pun cukup mudah, pengunjung
hanya perlu mendaftarkan diri di booth Wuling dan mengikuti prosedur yang telah ditentukan.

“Pameran Mandiri Utama Finance GAIKINDO Jakarta Auto Week 2024 menjadi wadah yang tepat bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan Wuling di akhir tahun ini. Kami turut mengundang seluruh pengunjung pameran bisa merasakan
langsung keunggulan produk di booth Wuling dan area test drive serta menikmati program pembelian dengan ragam promo menarik. Bersama Wuling, mari wujudkan hidup yang lebih baik dan ramah lingkungan,” tambah Ricky.

Mengenal Amiruddin, Wajah Pemuda Pejuang

Dalam karya sastra, karakter tokoh menjadi unsur penting yang memengaruhi alur dan makna suatu karya. Artikel ini, akan berfokus pada tokoh Amiruddin. Sedikit mengenal tentang Amiruddin, Amiruddin adalah tokoh utama yang digambarkan dalam novel Cinta Tanah Air karya Nur Sutan Iskandar.

Novel ini diterbitkan pada tahun 1944 oleh Balai Pustaka dan berkisar pada kisah Amiruddin, seorang pemuda yang terperangkap dalam dilema cinta dan patriotisme di tengah penjajahan Jepang. Dalam perjalanannya menuju Jakarta, Amiruddin bertemu dengan Astiah, seorang wanita yang membuatnya terpesona, sementara dia juga harus menghadapi panggilan untuk berjuang bagi tanah airnya.

Novel ini mengisahkan cinta sepasang pemuda yang diperkuat oleh cinta tanah air. Latar waktu dalam novel ini berada pada masa penjajahan Jepang, menciptakan konteks yang kaya akan perjuangan dan emosi.

 

Informasi Dasar Novel:

– Jumlah Halaman: 182

– Cetakan pertama: 1945

– Cetakan kesembilan: 2011

– ISBN: 979-666-186-1

– Bahasa: Indonesia

– Penerbit: PT. Balai Pustaka (Persero)

– Berat: 500 Gram

– Dimensi Produk: 14,8 x 21 cm

 

Lebih lanjut, artikel ini akan berfokus pada penggambaran watak tokoh utama, Amiruddin, dengan menggunakan  lima cara yang diusulkan oleh Jakob Sumardjo dan Saini KM untuk memahami bagaimana karakter ini dibangun dalam cerita.

 

a. Melalui apa yang diperbuatnya, tindakan-tindakannya, terutama bagaimana ia bersikap dalam situasi kritis.

Ah, rupanya takkan dapat trem aku ini,” kata seorang anak muda yang berumur kira-kira 23 atau 24 tahun dengan perlahan-lahan, sambil berjalan selangkah-selangkah di pinggir jalan dekat perhentian trem di Gang Kenanga.

“Akan berdesak-desak dengan orang banyak itu, tak mungkin. Sampai di kota tentu sudah basah pakaianku kena peluh.”

Amiruddin menunjukkan sikap yang berhati-hati dan penuh pertimbangan. Dalam situasi menunggu trem yang penuh sesak, ia memilih untuk tidak ikut berdesakan. Tindakan ini mencerminkan bahwa ia peduli pada penampilannya dan tidak ingin terlihat kotor. Ini menunjukkan karakter Amiruddin sebagai seseorang yang menghargai dirinya sendiri dan berusaha untuk menjaga citra yang baik. Ia juga memiliki kemampuan untuk membuat keputusan yang bijak dalam situasi sulit.

b. Melalui ucapan-ucapannya. Dari ucapan dapat mengetahui apakah tokoh tersebut orang tua, orang berpendidikan, wanita atau pria, kasar atau halus.

“Boleh saya duduk di sini, Tuan?”

Amiruddin lalu duduk serta mengucapkan perkataan:

“Terima kasih.”

Ucapan Amiruddin yang sopan ini mencerminkan etika dan nilai-nilai yang dihargai dalam masyarakat. Dengan permintaan izin untuk duduk, ia menunjukkan rasa hormat terhadap orang lain. Tak lupa, Amiruddin juga mengucapkan terima kasih. Hal ini menyoroti karakter Amiruddin sebagai pribadi yang memiliki moralitas tinggi dan kemampuan berinteraksi sosial yang baik, serta menunjukkan bahwa ia dibesarkan dalam lingkungan yang mengajarkan tata krama.

 

c. Melalui penggambaran fisik tokoh.

“… memandangi bajunya dan celananya yang putih bersih dan sepatunya yang hitam berkilat warnanya. Dasinya daripada sutra ungu, terbentang di dadanya di atas kemeja kain poplin yang kuning seperti gading.”

Deskripsi fisik Amiruddin yang terperinci menunjukkan bahwa ia sangat memperhatikan penampilannya. Pakaian yang rapi dan bersih mencerminkan status sosial yang baik serta menunjukkan selera yang tinggi. Penggambaran ini tidak hanya memberikan gambaran fisiknya tetapi juga mencerminkan karakter Amiruddin yang terampil dalam menjaga penampilan dan citra diri di hadapan orang lain.

d. Melalui pikiran-pikirannya

Anak-anak sekolah yang baru naik itu pun bernyanyi dengan gembira, berdengung-dengung, bercampur dengan deru trem yang telah berlari kencang. Amiruddin terus memandang ke luar. Di muka segala rumah dan toko yang dilalui trem itu kelihatan bendera Matahari Terbit berkibar-kibar dengan permai ditiup angin malam.

Di atas Sungai Ciliung yang lebar lagi lurus itu terbentang pelakat daripada kain putih yang bertulisan pelbagai semboyan, berantara-antara 500 meter:

‘Sekutu mesti hancur.

Asia Raya bangkit.

Indonesia! Bela tanah airmu!’

Ketika itu jua lupalah Amiruddin akan apa-apa yang ada di sekelilingnya. Angan-angannya melayang ke masa yang akan datang, ke masa Indonesia berbahagia dalam lingkungan kemakmuran bersama di Asia Timur Raya.

Bela tanah airmu! Siapa yang akan membelamu? Nyanyi anak-anak itu pun menderu pula, ‘Kita, pemuda harapan bangsa ….’ Perasaan Amiruddin bergelora, berkobar-kobar seperti api yang menyala-nyala, sebab disiram dengan minyak … cinta tanah air.”

Dialog ini menggambarkan pikiran dan perasaan Amiruddin yang mendalam. Ketika ia memperhatikan suasana sekitarnya, dengan bendera yang berkibar dan semboyan nasionalisme.

Ia membayangkan masa depan Indonesia yang makmur, itu menunjukkan bahwa Amiruddin adalah seorang pemuda yang optimis dan berkomitmen terhadap perjuangan bangsa. Pikiran dan angan-angannya yang melambung menggambarkan cintanya yang mendalam terhadap tanah air, menjadikannya karakter yang peduli terhadap nasib bangsanya.

 

e. Melalui penerangan langsung

Aku akan jadi serdadu, akan maju ke medan perang, bagaimana perasaan seorang perempuan yang baru kawin melepas suami demikian? Dan kalau singkat pintaku, sampai ajalku di medan perang, tentu aku menjadikan dia randa gadis…. Tidak, Ibu, aku takkan kawin. Aku korbankan cintaku itu untuk tanah air.”

 

 

Dalam dialog ini, Amiruddin secara langsung menyatakan niat dan prinsipnya. Ia rela mengorbankan kebahagiaannya untuk berjuang demi tanah air, menunjukkan sifatnya yang patriotik dan berani. Keputusannya untuk tidak menikah demi mengabdikan diri kepada bangsa menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Ini mencerminkan bahwa Amiruddin adalah karakter yang memiliki integritas tinggi, bersedia menanggung risiko demi cita-cita yang lebih besar.

Dalam novel Cinta Tanah Air, Amiruddin tidak hanya sebagai tokoh utama yang mengalami perasaan cinta, tetapi juga mewakili semangat perjuangan generasi muda Indonesia pada masa penjajahan. Melalui tindakan, ucapan, penggambaran fisik, pikiran, dan penerangan langsung, karakter Amiruddin terbangun dengan kompleksitas yang mendalam. Ia adalah sosok yang mengedepankan cinta terhadap tanah air, berani mengambil langkah

Semoga analisis ini dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai karakter Amiruddin dan pesan-pesan yang terkandung dalam karya Nur Sutan Iskandar ini, terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA.

Iskandar, Nur Sutan. (2011). Cinta Tanah Air. Jakarta: PT Balai Pustaka (Persero).

Juwati, dan Syaiful Abid. (2021). Teori Sastra. Surabaya: CV Jakad Media Publishing

Alasan Utama Mayoritas Penduduk Indonesia Sukar Menguasai Bahasa Inggris

Kemampuan berbahasa Inggris masyarakat Indonesia terbilang masih rendah sebagai dampak dari ketimpangan akses pembelajaran dan kesenjangan kualitan pengajaran yang ditemukan di berbagai daerah. Laporan indeks kecakapan bahasa Inggris yang dirilis Education First (EF) dalam 2 tahun terakhir, dari tahun 2022 hingga 2023, menunjukkan penduduk Indonesia di wilayah Jawa terlihat lebih baik kecakapan bahasa Inggrisnya ketimbang mereka yang menetap di luar pulau Jawa.

Survei dari lembaga pendidikan global terkemuka ini diadakan terhadap lebih dari 2 juta peserta tes di lebih dari 100 negara untuk mengetahui secara mendalam tingkat kemahiran bahasa Inggris di seluruh dunia. Data Indeks Kemahiran Bahasa Inggris EF 2023 (EF EPI 2023) menyebutkan Indonesia berada di peringkat 79 dari 113 negara dengan tingkat kemahiran bahasa Inggris yang masih berada di kategori rendah.

Dari data diketahui pulau Jawa adalah wilayah dengan kemahiran bahasa Inggris tertinggi. Tingkat kecakapan bahasa Inggris tertinggi di Surabaya dan kemudian di Jakarta. Sementara tingkat kemahiran bahasa Inggris terendah terdapat di Papua.

Dari indeks kecakapan bahasa Inggris yang dirilis EF tiap tahun ini diketahui terdapat kesenjangan generasi dalam kemahiran berbahasa Inggris di Indonesia. Kecakapan berbahasa Inggris disebutkan terdapat di kisaran usia 26-30 tahun dan seterusnya. Pelajar yang duduk di usia sekolah jenjang SMA hingga kuliah diketahui kemahiran berbahasa Inggrisnya masih di bawah kemahiran mereka yang sudah bergabung di dunia kerja.

Masyarakat di wilayah perkotaan memiliki kecakapan berbahasa Inggris lebih baik. ”Di kota lebih banyak kesempatan kerja sehingga kebutuhan berbahasa Inggris pun meningkat,” kata EF Head of Academic Affairs David Bish, seperti dikutip oleh harian KOMPAS.

Kenyataan ini diantaranya adalah karena adanya fakta kesadaran di kalangan pencari kerja dan profesional bahwa kemahiran berbahasa Inggris membuka kesempatan yang lebih besar dalam meningkatkan keterampilan dan jejaring lebih luas.

Sementara kesadaran ini masih rendah apabila dibandingkan dengan mereka yang berada di usia sekolah karena belum melihat langsung dampak bahasa asing terhadap kesuksesan di masa depan.

David Bish menerangkan penguasaan bahasa Inggris yang baik berdampak signifikan di dunia kerja. Daya saing ekonomi, pembangunan sosial, dan inovasi suatu negara juga tinggi, selain pendapatan negara.

Permasalahan dalam proses pembelajaran

Penulis dengan berbekal pengalaman mengajar bahasa Inggris di sekolah dan mata kuliah umum bahasa Inggris di universitas, melihat kegagalan penguasaan bahasa Inggris di kalangan pelajar tidak semata-mata karena kurang tumbuhnya kesadaran akan pentingnya peran bahasa asing bagi kesuksesan masa depan mereka.

Kenyataan yang ditemukan penulis dan beberapa kolega di lapangan menunjukkan fakta baik guru dan siswa masih  menghadapi banyak masalah dalam proses pembelajaran. Indikasi ini terlihat pada sikap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, hasil belajar siswa, dan partisipasi dalam kegiatan kelompok maupun individu.

Kehadiran instruktur bahasa yang profesional diperlukan untuk mencetak peserta  didik yang berkualitas. Tidak hanya itu saja, selain penguasaan materi yang memadai, pengajar bahasa asing juga dituntut untuk mengetahui penguasaan bahasa asing setiap peserta didik. Ini karena setiap siswa memiliki beragam karakteristik yang mencakup teknik belajar dan tingkat penyerapan pelajaran seperti tertuang dalam konsep intelegensi majemuk (Stanford, 2003).

Ada 4 keterampilan yang harus diketahui peserta didik dalam berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, serta menulis. Dalam  proses  pembelajaran  bahasa  Inggris, seorang  siswa  tentu  pernah mengalami hambatan dalam belajar sehingga berdampak ke kurang maksimalnya hasil belajar siswa. Fakta ini dapat terjadi pada siapa saja termasuk pada mahasiswa yang mengambil program studi bahasa Inggris maupun non-bahasa Inggris.

Hasan (2000) menerangkan umumnya kesulitan yang dihadapi oleh pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing adalah ketidakpahaman pada  pengucapan  bahasa   Inggris yang diutarakan dengan kecepatan normal melalui materi listening.

Dalam keterampilan membaca, Rahmawati (2011) berpendapat masalah yang ditemui dalam pemahaman teks bacaan terletak pada kurangnya pengetahuan tentang bahan bacaan dan ketidaktahuan bagaimana cara mengaitkan ide antara kalimat satu dengan yang lain.

Sementara dalam keterampilan berbicara, Megawati & Mandarani (2016) dalam  penelitiannya, menemukan kesulitan yang kerap ditemui siswa dalam berbicara bahasa Inggris  terletak pada minimnya kosa kata bahasa Inggris. Keterampilan menulis menempati tingkat kesulitan tertinggi karena kegiatan ini menuntut proses pemikiran yang kompleks dan sistematis.

Permasalahan pada pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya ditemukan di tingkat pendidikan dasar, menengah, dan atas, tetapi juga hingga di perguruan tinggi.

Mahasiswa yang tidak berlatar belakang pengetahuan bahasa Inggris mumpuni sejak SD hingga SMA akan sangat terbebani dengan hal ini. Tidak heran, sebagai pembelajar bahasa Inggris yang tidak mendalami ilmu di bidangnya menunjukkan beragam respon kesulitan dalam proses pembelajaran (Zuomin, 1995)

“Mahasiswa  dapat  dikatakan aktif saat  dalam  proses  pembelajaran turut menjawab pertanyaan, mengajukan pertanyaan, dan sering menjelaskan pendapat saat kegiatan kelompok. Mereka yang kurang aktif dapat diamati  dari  intensitas  interaksi  yang  jarang  terjalin  antara  mahasiswa tersebut  dengan  dosen.  Mereka  hanya  aktif saat diminta  atau  ditunjuk  dosen untuk  menjelaskan  pendapatnya,” jelas Anna Rifaatul Afiah, M.Pd., pengajar mata kuliah umum bahasa Inggris Universitas Pembangunan Jaya.

Sementara koordinator mata kuliah umum bahasa Inggris Universitas Pembangunan Jaya, Andi Dagmarbumi, M.Hum., berpendapat  faktor penyebab   kesulitan   dalam   belajar berbicara bahasa Inggris terlihat dari jumlah frekuensi praktik berbicara bahasa Inggris dan faktor psikologi yang tergolong dalam faktor afektif. “Mahasiswa terbilang pasif dimana mahasiswa hampir tidak pernah berkontribusi secara lisan dalam bahasa Inggris dengan dosen maupun teman kelas, dan nilai kuis atau ujian tengah dan akhir semester rendah,” tutur Andi Dagmarbumi.

Kompetensi instruktur bahasa Inggris

Dr. Li. Nurdiana, S.Psi., M.Hum., dosen tetap Program Studi Magister Linguistik Terapan Universitas Al Azhar Indonesia, berpendapat bahwa masih cukup banyak ditemukan pengajar bahasa Inggris yang kemampuan bahasa Inggrisnya sebenarnya masih belum mumpuni untuk menjadi pengajar. Hal ini diketahui dari hasil observasi Dr. Li. Nurdiana, S.Psi, M.Hum saat mengadakan semiloka dan pelatihan terhadap guru-guru bahasa Inggris yang mengajar di sekolah.

“Sejatinya, guru merupakan sumber language input saat mereka mengajar dan berinteraksi dengan siswa. Pembelajar yang menjadi siswa guru-guru tersebut mendengar dan boleh jadi merekam bahasa yang digunakan oleh guru. Jika yang diingat adalah penggunaan diksi dan tata bahasa yang kurang tepat, maka hal ini akan memberikan dampak yang kurang baik terhadap kemampuan bahasa Inggris siswa,” kata Dr. Li. Nurdiana.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim, sempat menyampaikan rencana dari kementeriannya tahun lalu untuk menanggapi keprihatinan terhadap kompetensi pengajar bahasa Inggris di Indonesia. Menurut Nadiem, kementeriannya sedang menggagas program peningkatan kemampuan berbahasa Inggris para guru bahasa Inggris di Indonesia dengan menghadirkan penutur asli (native speakers) atau orang yang kemampuannya mendekati (semi-native speakers) untuk memberikan pelatihan.

Pertanyaan yang muncul dari program yang sedang dipertimbangkan Kemendikbudristek itu sekarang adalah apakah benar bahwa lemahnya kecakapan berbahasa Inggris orang Indonesia disebabkan hanya oleh rendahnya kecakapan berbahasa Inggris guru bahasa Inggris. Pertanyaan lain yang tak kalah penting adalah apakah kompetensi guru bahasa Inggris di Indonesia akan secara efektif meningkat apabila mendapatkan pelatihan dari instruktur native speakers atau semi-native speakers.

Hal yang pasti adalah pemerintah tidak dapat secara parsial melihat permasalahan ini tanpa melibatkan para akademisi lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) bahasa Inggris dan fungsionaris organisasi profesi pendidikan bahasa Inggris di tingkat nasional seperti The Association for the Teaching of English as a Foreign Language in Indonesia (TEFLIN) untuk mengatasi permasalahan yang ada secara komprehensif.

Keseriusan pemerintah juga harus terlihat dalam kebijakannya yang benar-benar ditujukan untuk meningkatkan kecakapan bahasa Inggris baik ke kalangan pelajar maupun pengajar. Keseriusan ini sempat dipertanyakan setelah muncul ketentuan pasal 81 RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). RUU Sisdiknas ini ternyata tidak memasukkan bahasa Inggris sebagai muatan wajib.

 

 

TEFLIN memprotes kebijakan tersebut karena berpotensi kepada hilangnya acuan resmi untuk memunculkan mata pelajaran bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya dalam struktur kurikulum. Menurut TEFLIN, potensi hilangnya bahasa Inggris dan bahasa asing lain dari kurikulum dapat berdampak kepada ketertinggalan generasi bangsa dalam berkompetisi di kancah internasional.

Pemerintahan baru Indonesia yang akan terbentuk dalam tahun ini harus mengkaji ulang kebijakan yang justru berpotensi melemahkan kemampuan bangsa untuk mengembangkan diri dalam pemerolehan kecakapan bahasa Inggris maupun bahasa asing lainnya.

Keseriusan pemerintah dalam penyusunan kebijakannya merupakan bagian cerminan kesiapan bangsa ini membekali generasinya dengan kecakapan bahasa Inggris untuk menyambut Indonesia Emas 2045, yaitu saat Indonesia diharapkan menjadi negara maju yang siap menghadapi tantangan kompetisi global.

Banda Neira “Selera Wisata Kawula Muda”

“Gue pengen deh, kalo udah gede nanti pengen ke Banda Neira”

“Emangnya di sana ada apa?

“Ada biru. Lautnya, pantainya, awannya berwarna biru”

Begitulah, penggalan potret percakapan anak muda Ibu Kota jika ditanyai “Lo pengen liburan kemana?”. Tentu tidak ada yang salah akan jawaban tersebut. Namun, timbul pertanyaan “Emangnya di Jakarta nggak ada langit biru?” tentu saja birunya tertutup polusi Kota Jakarta yang kini eksistensinya tidak lagi menjelma sebagai Ibu Kota Indonesia. Banda Neira, memiliki satu tempat tersendiri di hati anak muda, mereka menyebutnya dengan konotasi indah seperti “Surga Kecil di Timur Indonesia”.

Banda Neira simbol estetika anak muda

Terlintas terpikir apa yang membuat Banda Neira se-spesial ini di kalangan anak muda, bahkan istilah pulau ini bukan menjadi pulau yang tidak dikenali, melainkan kini menjelma menjadi tujuan wisata anak muda.

Istilah Banda Neira yang kini dikenal, tampak telah mengalami perubahan dari istilah aslinya yakni Banda Naira atau Banda Tengah. Dikutip dari Wikipedia, Banda Neira merupakan salah satu pulau di Kepulauan Banda sebagai pusat administratif Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Secara administratif, Banda Neira terbagi dalam 12 desa, yakni Dwiwarna, Kampung Baru, Merdeka, Nusantara, Rajawali,Tanah Rata, Lonthoir, Walang, Katoro, Kumber, Selamon, Dender, Waer dan Pulau Hatta. Bahkan tiap nama kecamatannya selalu saja estetik.

Ke-estetika-nya ini, membuat istilah Banda Neira digunakan sebagai nama grup musik “Banda Neira” yang diprakarsai oleh Rara Sekar dan Ananda Badudu yang telah menghasilkan lagu-lagu hits di kalangan anak muda seperti “Sampai Jadi Debu” “Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti” “Biru” “Langit dan Laut” dan masih banyak lagi.

 

 

Pun selain digunakan sebagai nama grup musik, istilah Banda Neira turut menjadi lokasi cerita dalam beberapa Novel, salah satunya dalam buku novel “Kata” karya Rintik Sedu yang turut menjadikan Banda Neira menjadi salah satu lokasi dalam alur cerita dari novel tersebut.

Selain itu, Sekar Ayu Asmara menggunakan istilah Banda Neira sebagai judul novelnya yaitu “Akulah Banda Neira”

Istilah Banda Neira memang dikenal luas oleh anak muda karena keindahannya yang turut “memanggil” kawula. muda untuk melihatnya langsung.

Fakta Banda Neira

  1. Pulau Penghasil Rempah
    Banda Neira selain kaya dengan keindahan, pulau ini juga merupakan penghasil rempah-rempah utamanya lada lalu cengkeh, dan lada. Bahkan Banda Neira dinilai sebagai pulau penghasil pala terbaik di dunia. Tak heran jika pada masa penjajahan, Banda Neira menjadi “rebutan” bangsa Inggris dan Belanda.
  2. Tempat Pengasingan
    Siapa tahu jika dibalik keindahannya, Banda Neira pernah menjadi saksi bisu bagi sejarah bangsa Indonesia pada masa penjajahan. Banda Neira, menjadi lokasi pengasingan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir.
  3. Digambarkan dalam pecahan uang
    Ada yang ingat gambar uang pecahan Rp1.000 edisi 2016? Ya! Itu adalah Banda Neira yang dengan indah didokumentasikan dalam uang pecahan.

Itulah sepotong surga dari timur yang dibawa melalui artikel ini. Kini, Banda Neira tidak hanya digambarkan melalui uang pecahan saja, namun dikenang melalui Grup musik, lagu, tokoh cerita dan lain sebagainya yang semakin membuat terbayang-bayang akan keindahannya yang eksotis.

Wisatawan Bogor Resah Aksi Premanisme dan Pengamen, 20 Orang Ditangkap Artikel ini telah tayang di Idntimes.com dengan judul “Wisatawan Bogor Resah Aksi Premanisme dan Pengamen, 20 Orang Ditangkap”. Klik untuk baca: https://www.idntimes.com/news/indonesia/linna-susanti/wisatawan-bogor-resah-aksi-premanisme-dan-pengamen-20-orang-ditangkap.

Polresta Bogor Kota bersama Sat Pol PP, dan Dinas Sosial menggelar operasi penertiban premanisme, pengamen, serta pengemis di beberapa titik strategis di Kota Bogor pada Sabtu (23/11/2024).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menanggapi laporan masyarakat yang meresahkan akibat tindakan premanisme dan pengamen yang memaksa meminta uang. Operasi ini bertujuan untuk menciptakan kenyamanan bagi wisatawan domestik dan asing yang berkunjung ke Kota Bogor.

“Kami akan terus melakukan kegiatan ini sampai aksi premanisme hilang di Kota Bogor, sehingga para wisatawan domestik maupun asing nyaman dan aman berada di Kota Bogor,” kata Kasatreskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Rizaldi.