Mariah Carey Konser di Indonesia, Segini Harga Tiketnya

Jakarta: Kabar gembira bagi Anda seorang penggemar Mariah Carey. Tahun ini, Mariah Carey akan menggelar konser di Indonesia bertajuk ‘The Celebration of MIMI’.

Siapa sangka, jika konser ini merupakan kedua kalinya ia berkunjung ke Indonesia setelah konser sebelumnya pada tanggal 2018. Melansir dari situs promotor Color Asia Live, berikut adalah jadwal konser, lokasi, dan harga tiket Mariah Carey.

1. Konser Mariah Carey Berlokasi di Sentul, Bogor

Setelah tujuh tahun berlalu, Maria Carey kembali menyapa penggemar setianya di Indonesia. Konser Mariah Carey di Indonesia akan berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/10/2025).

2. Daftar Harga Tiket Konser Mariah Carey

Daftar seatplan dan harga tiket konser ini pun telah dirilis oleh Color Asia Live selaku pihak promotor, Senin (16/6/2025). Harga tiket yang ditawarkan mulai Rp7.000.000 hingga paling murah Rp1,250.000.

– SUPER VVIP: Rp7.000.000

– SAPPHIRE VIP: Rp6.000.000

– DIAMOND VIP: Rp4.500.000

– PLATINUM: Rp4.000.000

– GOLD: Rp2.950.000

– SILVER: Rp2.100.000

– BRONZE: Rp1.250.000

Harga tiket yang ditawarkan belum termasuk pajak 20 persen. Sebagai catatan, semua kategori yang tersedia adalah tempat duduk bernomor.

3. Jadwal Penjualan Tiket Mariah Carey

Bagi Anda penggemar berat Mariah Carey tentunya tidak ingin melewatkan kesempatan sang idola tampil lagi di Indonesia. tiket akan dijual mulai 19 Juni 2025 pukul 11.59 WIB melalui situs mariahcareyindonesia.com atau tiket.com.

Meskipun harga tiket tertinggi dimiliki oleh SUPER VVIP dan SAPPHIRE VVIP. Pemegang tiket ini akan mendapatkan sejumlah benefit yaitu berupa lanyard, PVC card, snack, dan minuman.

Inilah Deretan Rangkaian Acara HUT Ke-498 DKI Jakarta

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempersiapkan rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 DKI Jakarta. Acara ini nantinya akan dilaksanakan pada Minggu (22/6/2025).

Melansir dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta, berikut rangkaian acara puncak HUT ke-498 lengkap dengan waktu dan lokasinya. Agar tidak lupa, pentingnya mencatat jadwal hiburan ini di buku catatan atau handphone Anda.

1. Wonders Of Jakarta

– Waktu: 22 Juni 2025

– Lokasi: Ecopark Ancol

2. Monas Week

– Waktu: 22 Juni 2025 & 28-29 Juni 2025

– Lokasi: Sisi Barat Monas

3. Upacara HUT ke-498 Kota Jakarta

– Waktu: 22 Juni 2025

– Lokasi: Sisi Selatan Monas

4. Rapat Paripurna HUT Kota Jakarta

– Waktu: 22 Juni 2025

– Lokasi: Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta

5. Resepsi HUT ke-498 Kota Jakarta

– Waktu: 22 Juni 2025

– Lokasi: Balairung, Balai Kota

6. Malam Hiburan HUT ke-498 Kota Jakarta

– Waktu: 22 Juni 2025

– Lokasi: Lapangan Banteng

7. Pameran Lukisan Perupa Sarnadi Adam

– Waktu: 23-30 Juni 2025

– Lokasi: Lobby Grha Ali Sadikin, Pendopo Balai Agung

8. Reflections on The History of Sounds and Listening by Points of Listening

– Waktu: 22 Juni 2025-Agustus 2025

– Lokasi: Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, RTH sebelah Kedutaan Besar Jerman, RTH lain sesuai saran

9. Khitanan Massal

– Waktu: 16-22 Juni 2025

– Lokasi: RPTRA Mustika Kramat Jati, RPTRA Anggrek Bintaro, RPTRA Tipar Asri, RPTRA Cengkareng Timur, RPTRA Tidung Ceria, RPTRA Borobudur

10. Jakarta Fair Kemayoran 2025

– Waktu: 19 Juni-13 Juli 2025

– Lokasi: Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat

11. Pameran Jakarta Provoke! 2025

– Waktu: 19 Juni-3 Juli 2025

– Lokasi: POS Bloc Jakarta

12. Gymnastic Jakarta Open 2025

– Waktu: 20-22 Juni 2025

– Lokasi: GOR Senam Raden Inten Duren Sawit

Sebagai informasi, HUT ke-497 mengangkat tema tentang ‘Jakarta Kota Global dan Berbudaya’. Tema ini merayakan semangat Jakarta maju, refleksi sejarah panjang, inovasi, dan kolaborasi atasi tantangan kota bersama.

Langkah Mudah Membeli Tiket Jakarta Fair 2025

Jakarta: Jakarta Fair 2025 kembali digelari dalam memperingati HUT ke-498 Jakarta. Acara ini akan berlangsung selama satu bulan di JIExpo Kemayoran Jakarta pada 19 Juni hingga 13 Juli 2025.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Jakarta Fair 2025 akan menghadirkan ribuan pameran dari UMKM nasional hingga beragam hiburan musik. Berikut adalah jadwal dan harga tiket Jakarta Fair 2025.

​Tiket Jakarta Fair 2025 dapat dibeli melalui dua cara, yaitu online dan langsung di lokasi. Berikut adalah langkah-langkahnya.

Jadwal dan Jam Operasional
Adakalanya Anda harus memastikan jam operasional Jakarta Fair 2025. Pameran Jakarta Fair 2025 dibuka setiap hari, dengan jam operasional sebagai berikut:

– Senin-Jumat: 15.30-22.00 WIB

– Sabtu, Minggu, dan Hari Libur: 10.00-22.00 WIB

Harga Tiket Jakarta Fair 2025
Harga tiket masuk Jakarta Fair 2025 dibedakan berdasarkan hari kunjungan. Berikut harga tiket Jakarta Fair 2025.

– Senin: Rp40 ribu

– Selasa-Jumat: Rp50 ribu

– Sabtu, Minggu, dan Hari Libur: Rp60 ribu

Anak dengan tinggi di bawah 1 meter dan lansia diatas 60 tahun tidak dikenakan biaya masuk alias gratis. Selain tiket reguler, para pengunjung juga bisa membeli tiket bundling untuk menikmati konser.

Cara Membeli Tiket Jakarta Fair 2025
Pembelian Online

– Akses laman jakartafair.co.id​

– Pilih menu “Beli Tiket”

– Tentukan tanggal kunjungan dan jenis tiket

– Lanjutkan ke proses pembayaran

– E-ticket akan dikirim ke email atau WhatsApp yang terdaftar

Pembelian Langsung (On the Spot)

– Pengunjung juga bisa membeli tiket langsung di loket masuk JIExpo

– Pembayaran dapat dilakukan secara tunai maupun nontunai

Sejarah Permainan Catur, Dari India Kuno hingga Modern

Semarang: Catur, adalah permainan yang memikat hati selama berabad-abad. Lebih dari sekadar permainan papan, catur adalah kombinasi seni, ilmu pengetahuan, dan olahraga yang menuntut kecerdasan, ketelitian, dan perencanaan matang.

Permainan catur diyakini berasal dari India Utara sekitar abad ke-6 Masehi, dengan nama Chaturanga. Nama “Chaturanga” sendiri memiliki arti “empat divisi (militer)”, merujuk pada empat komponen utama pasukan India kala itu: infanteri (pion), kavaleri (kuda), gajah (gajah), dan kereta perang (benteng).

Raja dan menteri (kemudian menjadi ratu) melengkapi formasi ini. Berbeda dengan catur modern, Chaturanga dimainkan oleh empat orang, bukan dua.

Setiap pemain memiliki satu raja, satu gajah, satu kuda, satu benteng, dan empat pion. Gerakan bidak juga sedikit berbeda, dan kemenangan seringkali tidak hanya didapat dengan checkmate (skakmat) raja lawan, tetapi juga dengan melenyapkan seluruh bidak lawan.

Dari India, Chaturanga menyebar ke Persia pada abad ke-7 Masehi, di mana ia dikenal sebagai Shatranj. Bangsa Persia lah yang memperkenalkan konsep checkmate (skakmat) sebagai tujuan utama permainan.

Kata “skakmat” sendiri berasal dari frasa Persia “shah mat” yang berarti “raja sudah mati.” Shatranj kemudian menyebar luas di dunia Arab setelah penaklukan Persia.

Melalui Kekaisaran Islam, Shatranj mencapai Eropa Barat, Afrika Utara, dan bahkan sebagian Asia. Bangsa Arab berperan penting dalam melestarikan dan menyebarkan permainan ini, serta menulis banyak karya tentang teori dan strategi catur.

Permainan catur tiba di Eropa sekitar abad ke-10 dan ke-11, dibawa oleh bangsa Moor melalui Spanyol, dan oleh pedagang serta tentara salib. Di Eropa, Shatranj mengalami beberapa perubahan, terutama pada abad ke-15.

Bidak-bidak catur mengalami “modernisasi” dan dipercepat gerakannya. Perubahan paling signifikan adalah pengenalan ratu (queen) dengan kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan menteri dalam Shatranj.

Ratu modern dapat bergerak secara horizontal, vertikal, dan diagonal sejauh mungkin. Perubahan ini secara drastis mengubah dinamika permainan, menjadikannya lebih cepat dan kompleks.

Selain itu, uskup (bishop) yang dulunya hanya dapat melompati satu kotak diagonal, kini dapat bergerak sejauh mungkin secara diagonal. Pion juga mendapatkan kemampuan untuk bergerak dua kotak pada langkah pertama.

Perubahan ini dikenal sebagai “Catur Modern” atau “Catur Ratu” dan menjadi dasar permainan catur yang kita kenal sekarang. Sejarahnya yang panjang dan kaya mencerminkan adaptasi, inovasi, dan daya tarik abadi dari permainan yang terus menantang pikiran dan menguji strategi.

Legislator Ajak Warga Manfaatkan Skrining Kesehatan Jiwa

Kota Bekasi: Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji meminta masyarakat bisa memanfaatkan layanan skrining kesehatan jiwa. Yang mana program tersebut bisa diakses melalui program cek kesehatan gratis.

Ia menjelaskan, skrining kesehatan jiwa diperlukan masyarakat sebagai cara melakukan deteksi dini. Sehingga masyarakat bisa tahu kondisi kesehatan jiwanya.

“Silahkan manfaatkan cek kesehatan gratis untuk memeriksa kondisi kesehatan jiwa masing-masing. Sehingga kita tahu kesehatan jiwa kita seperti apa,” kata dia, saat berada di Kota Bekasi, Senin (16/6/2025).

Dirinya mengatakan, masyarakat saat ini rentan mengalami gangguan kesehatan jiwa. Hal ini dampak semakin sulitnya perekonomian yang membuat sebagian masyarakat frustasi.

“Dalam kondisi perekonomian yang sulit, bisa memicu masyarakat terganggu kesehatan jiwanya. Karena itu skrining kesehatan jiwa menjadi penting,” kata dia.

Selain mendorong masyarakat melakukan skrining kesehatan jiwa, ia juga meminta masyarakat melakukan skrining kesehatan tubuh. Sehingga masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatan tubuh mereka.

“Silahkan manfaatkan program cek kesehatan gratis. Karena program ini bagus agar kita mengetahui apakah tubuh kita bebas penyakit atau tidak,” ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Ambil Langkah Tegas, Presiden Prabowo Stop Tambang Ilegal di Raja Ampat

Oleh : Saby Kossay )*

Pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam upaya melindungi kelestarian lingkungan Raja Ampat dengan melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas tambang nikel yang belakangan menjadi sorotan publik. Langkah ini patut diapresiasi, mengingat pentingnya menjaga ekosistem wilayah tersebut dari ancaman kerusakan akibat eksploitasi sumber daya alam secara masif. Kita sebagai masyarakat tentu diharapkan turut mendukung upaya pemerintah ini agar keberlanjutan alam Raja Ampat tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia memastikan diri siap melakukan pemantauan langsung di lokasi untuk mengawasi jalannya aktivitas tambang nikel di wilayah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Rencana ini akan dilaksanakan pada pekan depan sebagai bentuk perhatian serius terhadap persoalan yang telah menjadi perhatian publik dalam sepekan terakhir.

Anis Hidayah sebagai Ketua Komnas HAM menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah awal, termasuk berkomunikasi dengan sejumlah organisasi masyarakat sipil untuk menghimpun informasi dan data awal. Hasil dari komunikasi tersebut menyebutkan bahwa terdapat enam pulau kecil di Raja Ampat yang menjadi lokasi tambang nikel.

Enam pulau kecil ini diketahui telah menjadi lokasi aktivitas pertambangan nikel oleh lima perusahaan berbeda. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah PT Gag Nikel di Pulau Gag, PT Kawei Sejahtera Mining di Pulau Kawei, PT Anugerah Surya Pratama di Pulau Manuran, PT Nurham di Pulau Waigeo, serta PT Mulia Raymond Perkasa yang beroperasi di Pulau Batang Pele dan Pulau Manyaifun.

Dari kelima perusahaan yang memegang izin usaha pertambangan, diketahui empat perusahaan sudah memulai aktivitas penambangan, sedangkan PT Nurham di Pulau Waigeo dilaporkan belum memulai kegiatan apapun.

Komnas HAM pun bertekad untuk mendalami lebih jauh kondisi ini sebagai bagian dari tugas pengawasan dan penyelidikan yang menjadi kewenangannya sesuai amanat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Dalam pelaksanaan pemantauan mendatang, Komnas HAM akan mengupayakan pertemuan langsung dengan masyarakat setempat untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai dinamika sosial yang terjadi. Saurlin P. Siagian selaku Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM menegaskan pentingnya mengurai benang kusut konflik horizontal tersebut.

Saurlin menyoroti bagaimana video-video terkait insiden benturan antarwarga yang pro dan kontra terhadap tambang telah terjadi, sehingga mendesak perlunya penelusuran lapangan guna memperoleh fakta yang akurat.

Tidak hanya fokus pada konflik sosial, pemantauan Komnas HAM juga akan menyasar aspek lingkungan dan tindak lanjut atas kebijakan pencabutan izin usaha pertambangan yang baru-baru ini dilakukan pemerintah. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah mengambil langkah tegas dengan mencabut empat izin usaha pertambangan di Kabupaten Raja Ampat.

Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi pada awal pekan, sebagai bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap upaya perlindungan kawasan Raja Ampat dari dampak buruk penambangan nikel.

Empat perusahaan yang izinnya telah dicabut pemerintah adalah PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Mulia Raymond Perkasa, dan PT Kawei Sejahtera Mining. Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menilai perlu ada langkah konkret guna memastikan kawasan Raja Ampat terbebas dari ancaman kerusakan lingkungan yang lebih parah. Pemerintah berharap pencabutan izin ini menjadi awal dari upaya pemulihan ekosistem yang sudah terlanjur terdampak.

Komnas HAM juga akan meninjau langsung kondisi lapangan terkait aktivitas penambangan yang telah dihentikan. Pemantauan ini penting dilakukan agar dapat diketahui sejauh mana kerusakan lingkungan yang terjadi akibat aktivitas tambang, serta langkah-langkah pemulihan apa saja yang harus segera diambil agar kawasan tersebut dapat dipulihkan sebagaimana mestinya. Hal ini menjadi perhatian bersama agar tidak ada pihak yang abai terhadap kerusakan yang sudah terjadi, dan seluruh pemangku kepentingan diingatkan untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Langkah yang ditempuh pemerintah dengan mencabut izin usaha pertambangan di Raja Ampat harus dipandang sebagai bentuk komitmen serius dalam mengutamakan kelestarian alam dibanding keuntungan sesaat dari eksploitasi sumber daya alam.

Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam upaya ini, tetapi turut mengawal pelaksanaannya di lapangan agar keputusan tersebut benar-benar memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan warga setempat. Keberhasilan langkah ini akan menjadi contoh penting bagaimana negara hadir dalam menjaga hak-hak rakyat atas lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, langkah pengawasan dan pencabutan izin usaha pertambangan di Raja Ampat bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga warisan alam Indonesia yang bernilai tinggi. Oleh karena itu, kebijakan Pemerintah ini tentu saja perlu mendapat apresiasi luas dari seluruh lapisan masyarakat sebagai bukti keberpihakan negara kepada isu-isu lingkungan.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Mengapresiasi Langkah Tegas Presiden Prabowo Cabut 4 IUP di Raja Ampat

Oleh : Rebecca Marian )*

Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan adanya keberpihakan yang sangat nyata terhadap seluruh rakyat di Indonesia, khususnya mereka di Bumi Cenderawasih dan lingkungan melalui adanya keputusan penting, yakni mencabut empat Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Tindakan tersebut bukan hanya sekadar kebijakan secara administratif belaka, melainkan juga bagian manifestasi dari visi kepemimpinan yang terus berpijak pada prinsip keadilan ekologis dan tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan.

Langkah tersebut kemudian berhasil memicu banyak gelombang apresiasi dari berbagai kalangan, mulai dari parlemen, akademisi, hingga pakar komunikasi politik. Mereka memandang kebijakan tersebut sebagai titik balik penting dalam upaya pemerintah untuk menata ulang sektor pertambangan nasional yang selama ini kerap tercemar oleh praktik abu-abu dan kepentingan sesaat.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Doni Akbar, menilai bahwa pencabutan IUP tersebut nyatanya telah menjadi suatu momentum strategis untuk mereformasi tata kelola sumber daya alam.

Ia menekankan bahwa keputusan Presiden Prabowo menggambarkan adanya sikap kenegaraan yang terus berpihak pada masa depan rakyat, bukan semata pada keuntungan ekonomi jangka pendek.

Doni Akbar juga melihat bahwa kawasan seperti Raja Ampat, yang merupakan persilangan antara kepentingan ekologi dan ekonomi, harus dilindungi dari eksploitasi yang merusak nilai konservasi dan kearifan lokal.

Doni menegaskan negara wajib hadir menyelesaikan polemik yang berlarut-larut di wilayah sensitif seperti Raja Ampat. Ia melihat keputusan pemerintah sebagai bentuk kepemimpinan yang tidak sekadar berwacana, melainkan hadir nyata di tengah kepentingan masyarakat Papua dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam konteks itu, Raja Ampat dipandang sebagai aset dunia yang tak tergantikan dan memerlukan perlindungan maksimal. Ia juga menyatakan bahwa dukungan terhadap investasi bukan berarti membiarkan kerusakan lingkungan terus berlangsung, melainkan mendorong investasi yang berwawasan ekologis dan menghormati nilai-nilai lokal.

Pakar komunikasi politik Bawono Kumoro turut memberikan analisis mendalam terhadap kebijakan tersebut. Ia memandang keputusan pencabutan izin tidak sekadar sebagai reaksi atas tekanan publik atau kritik dari organisasi masyarakat sipil. Menurutnya, keputusan Presiden Prabowo tersebut mencerminkan arah baru dalam strategi pengelolaan sumber daya alam nasional yang lebih terukur dan bertanggung jawab.

Bawono menilai langkah pemerintah sebagai bentuk ketegasan negara terhadap aktivitas eksploitasi yang tidak sesuai peruntukannya, terutama di kawasan konservasi seperti Raja Ampat.

Ia meyakini bahwa pemerintah tidak boleh lagi bersikap permisif terhadap pelanggaran yang berpotensi merusak lingkungan secara permanen. Dalam hal ini, negara harus bertindak sebagai pengendali utama, bukan fasilitator dari kepentingan sempit segelintir pemilik modal.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Ali, seorang analis kebijakan lingkungan. Ia menilai keputusan Presiden Prabowo mencerminkan penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan secara nyata, bukan sekadar jargon politik.

Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan bahkan telah mengambil langkah sebelum persoalan ini mengemuka di media sosial, menandakan bahwa negara bekerja secara proaktif, bukan reaktif.

Ali menyoroti bahwa banyak praktik pertambangan selama ini kerap berlindung di balik narasi investasi namun mengabaikan aturan hukum dan merusak lingkungan. Ia menilai pencabutan empat IUP tersebut bukan hanya menyelesaikan masalah izin, tetapi juga menjadi preseden penting untuk memperkuat tata kelola sektor tambang secara nasional.

Lebih jauh, Ali memandang keputusan pemerintah yang tetap mengizinkan PT Gag Nikel beroperasi sebagai langkah proporsional. Ia menekankan bahwa perusahaan tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan hukum dan berada di luar kawasan Geopark, sehingga dapat menjadi contoh bagaimana dunia usaha seharusnya berjalan di bawah aturan yang jelas.

Dalam hal ini, pemerintah menunjukkan bahwa komitmennya bukan menolak investasi, melainkan mendorong investasi yang bertanggung jawab dan menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan.

Kebijakan mencabut IUP bermasalah di Raja Ampat sesungguhnya menyampaikan pesan kuat kepada semua pemangku kepentingan. Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menjalankan kewajiban administratif, tetapi juga membentuk arah baru kepemimpinan nasional yang berani mengambil sikap demi kebaikan jangka panjang.

Penataan ulang sektor pertambangan melalui pencabutan izin yang melanggar aturan merupakan sinyal bahwa Indonesia sedang bergerak menuju era pengelolaan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan.

Raja Ampat bukan hanya wilayah dengan nilai biodiversitas tinggi, tetapi juga simbol dari tanggung jawab negara dalam menjaga warisan ekologis. Keputusan mencabut empat IUP tersebut sekaligus mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa terus berlangsung dengan mengorbankan lingkungan dan masa depan generasi mendatang. Dalam kerangka besar visi Indonesia Emas 2045, kebijakan tersebut menjadi pondasi penting yang menegaskan bahwa pembangunan beradab harus sejalan dengan keadilan ekologis.

Ke depan, pengawasan dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh izin tambang di kawasan konservasi dan pulau kecil perlu dilakukan. Pemerintah memiliki kewajiban tidak hanya mencabut izin yang melanggar, tetapi juga membangun sistem pengawasan yang mampu mencegah kerusakan sejak dini. Presiden Prabowo telah membuka jalan, dan publik berharap langkah-langkah tegas seperti ini menjadi standar baru dalam arah pembangunan nasional. (*)

)* Penulis adalah mahasiswa Papua Tinggal di Jakarta

PBNU Apresiasi Pemerintah Cabut 4 IUP Tambang di Raja Ampat

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan apresiasi tingginya terhadap langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mencabut empat Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai sebuah langkah yang progresif dalam menjaga kelestarian alam dan juga memastikan terwujudnya keadilan pada pengelolaan sumber daya alam di Tanah Papua.

Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla menyampaikan pujian atas ketegasan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan Presiden Prabowo tersebut telah menunjukkan adanya keseriusan pemerintah dalam menanggapi aspirasi yang datang dari masyarakat.

“Saya mengapresiasi pemerintahan Prabowo yang dengan cepat melakukan tindakan tegas mencabut IUP empat perusahaan dan memberikan pengawasan yang lebih ketat lagi terhadap PT Gag Nikel yang masih beroperasi di sana,” kata Ulil.

Bagi PBNU, prinsip yang kita pegang adalah pengelolaan sumber daya alam, terutama pertambangan, itu harus pertama dilakukan dengan prosedur yang sesuai dengan aturan dan diselenggarakan untuk mencapai kemaslahatan publik

“Pengelolaan sumber daya alam harus terus mengikuti dan menaati bagaimana prosedur yang sah, serta mampu membawa kemaslahatan bagi publik,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pencabutan 4 IUP di Raja Ampat tersebut dilakukan setelah melalui verifikasi legal, historis, dan faktual di lapangan.

“Dari lima IUP, hanya PT Gag Nikel yang masih diizinkan beroperasi. Empat lainnya dicabut,” ujar Bahlil.

Ia menyebutkan bahwa perusahaan tersebut berbeda secara hukum karena memang berstatus kontrak karya sejak 1998, dengan eksplorasi awal dimulai pada 1972.

Empat perusahaan yang dicabut izinnya adalah PT Anugerah Surya Pratama, PT Mulia Raymond Perkasa, PT Kawei Sejahtera Mining, dan PT Nurham. Perusahaan itu terindikasi melakukan pelanggaran lingkungan dan tidak memenuhi standar legal yang berlaku saat ini.*

Pemerintah Tegas Lindungi Raja Ampat dengan Cabut Izin Tambang Nikel

Jakarta, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sikap tegas dalam menjaga kelestarian Raja Ampat dengan mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) empat perusahaan nikel. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi pada 10 Juni 2025.

“Atas arahan Bapak Presiden, pemerintah memutuskan untuk mencabut izin usaha pertambangan empat perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Raja Ampat,” ujar Prasetyo Hadi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut keputusan ini diambil usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo bersama jajaran kabinet sehari sebelumnya. Keputusan ini lahir dari hasil pertimbangan menyeluruh.

“Terkait aspirasi tersebut, Bapak Presiden telah memutuskan dengan mempertimbangkan seluruh aspek untuk mencabut izin usaha empat perusahaan di luar wilayah Pulau Gag,” kata Bahlil.

Bahlil menekankan bahwa pencabutan izin ini dilakukan karena adanya pelanggaran di bidang lingkungan yang dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut.

“Ditemukan sejumlah pelanggaran lingkungan, setelah mempertimbangkan temuan di lapangan serta masukan dari gubernur dan bupati. Mereka ingin wilayahnya berkembang,” jelas Bahlil.

Adapun perusahaan yang izinnya dicabut meliputi PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Mulia Raymond Perkasa, dan PT Kawei Sejahtera Mining. Sementara itu, PT Gag Nikel yang merupakan perusahaan negara masih diizinkan beroperasi dengan pengawasan yang lebih ketat.

Pelanggaran yang dilakukan mencakup deforestasi lebih dari 500 hektare, pencemaran lingkungan, kerusakan terumbu karang, serta operasi di dalam kawasan geopark. Kondisi ini memicu protes luas, termasuk gerakan ‘Save Raja Ampat’ di Jakarta dan kampanye aktivis lingkungan seperti Greenpeace yang mendokumentasikan kerusakan melalui investigasi dan analisis citra satelit.

Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena mengapresiasi langkah pemerintah itu dan menyebut keputusan tersebut sebagai upaya nyata penyelamatan alam.

“Saya sangat mendukung pencabutan izin tambang di Raja Ampat. Ini menyangkut keindahan alam ciptaan Tuhan yang tidak bisa digantikan oleh buatan manusia,” ujar Samuel.

Samuel menambahkan bahwa tindakan ini harus diikuti dengan pengusutan pihak yang memberikan izin.

“Kita tidak bisa sekadar bilang, ‘Oke, diberhentikan, terima kasih, goodbye’. Harus diusut siapa yang menerbitkan izin. Perusahaan tidak mungkin beroperasi tanpa dasar hukum yang sah. Ini menyentuh ranah hukum,” ujarnya.

Pemerintah juga tengah mengevaluasi izin lingkungan PT Gag Nikel dan mewajibkan pemulihan ekologis. Langkah ini diambil demi menjaga keberlanjutan Raja Ampat sebagai aset pariwisata dan lingkungan bagi generasi mendatang. **

Program Listrik Desa Jadi Fokus Utama Pemerintahan Presiden Prabowo

Oleh : Gavin Asadit )*

Pemerintah menjadikan program listrik desa sebagai salah satu prioritas utama dalam lima tahun masa kepemimpinannya. Komitmen ini tercermin dari perintah langsung Presiden kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mempercepat elektrifikasi desa di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dalam pernyataannya awal tahun ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh masyarakat Indonesia berhak menikmati akses energi, dan negara memiliki kewajiban untuk memastikan hal itu terjadi tanpa kecuali.

Menurut data yang dirilis Kementerian ESDM, masih terdapat sekitar 5.758 desa yang belum sepenuhnya tersambung dengan jaringan listrik nasional. Jika dihitung lebih luas berdasarkan satuan dusun dan komunitas kecil, jumlahnya mencapai lebih dari 10.000 titik yang belum mendapatkan layanan listrik yang layak. Program Listrik Desa (Lisdes) 2025–2029 ditargetkan akan menjangkau seluruh titik tersebut. Menteri Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp48 triliun untuk program ini, atau setara Rp9 triliun per tahun, sebagai bagian dari strategi pembangunan berkeadilan.

PLN sebagai badan usaha milik negara yang bertugas dalam penyediaan tenaga listrik ditunjuk sebagai pelaksana utama program ini. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang baru saja diluncurkan, disebutkan bahwa PLN akan membangun pembangkit listrik dengan total kapasitas 394 megawatt untuk mendukung program Lisdes. Selain pembangunan pembangkit, perluasan jaringan distribusi juga menjadi fokus utama. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa pihaknya akan mengintegrasikan teknologi energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya, mikrohidro, dan diesel hybrid untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit diakses melalui jaringan listrik konvensional.

Pemerintah juga mendorong keterlibatan sektor swasta dan badan usaha lokal dalam pelaksanaan proyek Lisdes. Skema kerja sama pemerintah-swasta (PPP) diupayakan agar pelaksanaan proyek berjalan lebih efisien dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah. Bahlil Lahadalia menekankan bahwa program ini bukan hanya untuk menyediakan listrik, melainkan sebagai alat untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat desa. Listrik akan membuka akses terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi produktif seperti pengolahan hasil pertanian dan usaha mikro.

Dampak dari pelaksanaan awal program ini mulai dirasakan oleh masyarakat. Di Desa Sukabangun, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, listrik yang kini menyala 24 jam penuh telah membawa perubahan signifikan. Sebelumnya warga hanya mengandalkan lampu pelita dan genset dengan biaya tinggi. Kini, dengan akses listrik, kegiatan belajar mengajar di malam hari bisa berjalan, usaha kecil seperti penggilingan padi dapat beroperasi lebih lama, dan anak-anak bisa mengakses informasi dari internet. Hal serupa juga terjadi di wilayah Maluku Utara, di mana pemerintah menargetkan penyambungan listrik ke 19 desa dan 1.600 pelanggan baru pada tahun 2025 saja.

Namun, pelaksanaan program Lisdes tidak lepas dari tantangan besar. Kendala geografis menjadi hambatan utama, terutama di wilayah pegunungan, hutan lebat, dan pulau-pulau kecil yang tersebar di Indonesia Timur. Untuk itu, pemerintah menyiapkan pendekatan berbasis wilayah, dengan peta jalan pembangunan yang disesuaikan dengan kondisi setempat. PLN telah menyiapkan roadmap khusus untuk menjangkau daerah-daerah ini, termasuk mengoperasikan pembangkit listrik mini dan off-grid system yang mampu melayani wilayah terpencil secara mandiri.

Selain pendekatan teknis dan infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan instrumen ekonomi untuk mendukung keberlanjutan program ini. Salah satunya adalah penguatan skema subsidi energi. Meski sempat muncul wacana pemberian diskon tarif listrik sebesar 50 persen bagi pelanggan kecil selama bulan Juni dan Juli 2025, kebijakan tersebut akhirnya tidak dilanjutkan. Presiden Prabowo memutuskan untuk mengalihkan anggaran ke program bantuan subsidi upah (BSU) yang dinilai lebih tepat sasaran. Pemerintah menaikkan nilai BSU menjadi Rp300.000 per bulan per pekerja, sebagai bentuk dukungan daya beli masyarakat sambil tetap menjaga anggaran negara tetap efisien.

Berdasarkan laporan terakhir dari PLN, hingga akhir 2024 rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 99,83 persen, sedangkan rasio desa berlistrik mencapai 99,94 persen. Dengan program Lisdes 2025–2029, pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik mencapai 100 persen pada akhir masa jabatan Presiden Prabowo. Ini tidak hanya akan menjadi pencapaian simbolis, tetapi juga berdampak nyata terhadap kualitas hidup jutaan rakyat Indonesia.

Pencapaian target 100 persen elektrifikasi menjadi bagian dari visi besar Presiden Prabowo untuk mewujudkan keadilan sosial melalui pemerataan infrastruktur dasar. Presiden menyebut bahwa listrik bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan fondasi utama bagi pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa kementerian terkait harus memastikan program ini berjalan tepat waktu, transparan, dan tanpa hambatan birokrasi.

Program Listrik Desa bukan hanya soal penyambungan kabel dan pemasangan tiang listrik. Ia adalah simbol dari kehadiran negara dalam menjangkau wilayah yang selama ini tertinggal. Ia adalah janji keadilan sosial yang diupayakan untuk ditepati. Dan yang terpenting, ia menjadi jembatan bagi jutaan rakyat Indonesia untuk bangkit, berkembang, dan sejajar dalam menikmati hasil-hasil pembangunan. Di tangan pemerintahan Presiden Prabowo, Listrik Desa tidak sekadar proyek teknokratis, melainkan warisan pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan rakyat di garis terdepan Republik.

)* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan