https://suaradewata.com/berita/202405208427/pemerintahan-prabowo-raih-rapor-biru-publik-puas-di-semester-awal-2025

Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kinerja positif pada semester pertama 2025. Hal ini tercermin dari hasil survei yang dipresentasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan dalam rapat bersama Menteri Koordinator Kabinet dengan DPR RI pada 7 Juli 2025.

Menko Polkam, Budi Gunawan mengungkapkan bahwa survei tersebut mencatatkan kepuasan publik sebesar 81,2%.

“Survei ini mencatat pemerintah mencapai rapor biru, pada 5 aspek utama, yaitu aspek sosial budaya 95,1 persen, keamanan nasional 83,1 persen, stabilitas politik 70,8 persen, penegakan hukum 67,8 persen, kinerja ekonomi makro 67,4%,” terangnya.

Budi Gunawan menilai temuan ini sebagai sinyal kuat bahwa stabilitas politik dan keamanan yang dijaga secara kolektif mulai berbuah dengan kepercayaan publik yang semakin meningkat.

Sementara itu, Politisi Partai Gerindra, Hendarsam Marantoko menilai Presiden Prabowo Subianto sosok strong man dan strong leader yang membawa semangat revolusi dalam membangun fundamental negara dengan sistem yang berpihak pada rakyat.

Menurutnya, gagasan-gagasan Presiden Prabowo sejatinya bukan hal baru. Tapi sudah dituangkan jauh hari dalam buku-bukunya.

“Kini, visi tersebut mulai menetes dari atas ke bawah dan benar-benar dirasakan rakyat kecil. Prabowo-Gibran sudah di jalur yang tepat,” katanya.

Hendarsam mencontohkan bagaimana sektor ketahanan pangan semakin membaik. Para petani kini merasakan manfaat kebijakan pemerintah karena rantai tengkulak mulai terputus.

Di sektor energi, Pemerintah mengatur distribusi dan pengelolaan agar tetap berjalan sesuai rencana nasional. Keberadaan Koperasi Merah Putih disebut berhasil memutus mata rantai pasok barang subsidi agar sampai ke masyarakat dengan lebih efektif.

Dia juga menekankan bahwa pemerintahan Prabowo dikenal dengan karakter 3B – berdikari, berdaulat, dan bargaining position yang kuat. Namun, semua itu tetap memerlukan waktu dan langkah strategis agar berjalan optimal.

Hadi Suprapto Rusli, Pengamat Politik, turut menyoroti keberhasilan Presiden Prabowo di panggung politik global, meskipun tantangan di sektor ekonomi tetap memerlukan perhatian khusus.

“Pak Prabowo selalu mengingatkan untuk tidak berpuas diri, melainkan terus melakukan evaluasi objektif. Citra positif presiden harus diikuti oleh kinerja para menteri dan pelaksana program,” tegasnya.

 

Kesepakatan CEPA dengan Uni Eropa Jadi Langkah Strategis Pemerintahan Prabowo

Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil menuntaskan negosiasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat perekonomian nasional dan memperluas akses pasar Indonesia di kancah internasional.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan mencapai kesepakatan CEPA merupakan langkah maju yang signifikan bagi Indonesia dalam membuka peluang untuk memasuki pasar Uni Eropa. Di samping itu, Presiden juga menyoroti potensi ekonomi kawasan tersebut sebagai mitra dagang yang penting bagi Indonesia.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyebut kesepakatan ini sebagai peluang besar bagi ekspor nasional, terutama karena tarif impor ke Uni Eropa bisa ditekan hingga 0%.

“Indonesia-European Union (IEU)-CEPA sudah selesai. Kemarin bersama Bapak Presiden (Prabowo Subianto) sudah diumumkan di Brasil. Setelah hampir 10 tahun perundingan, akhirnya diselesaikan. Kita akan mendapatkan banyak akses pasar, kemudahan ekspor sampai 0% tarifnya. Sehingga ini kesempatan yang besar,” ujar Budi.

Menurutnya, pasar Uni Eropa merupakan salah satu pasar terbesar dunia. Potensi ekspornya sangat terbuka lebar, mengingat saat ini total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut masih tergolong kecil.

“Kalau kita lihat, impor Uni Eropa dari dunia itu sekitar US$6,6 triliun. Impor Amerika dari dunia itu sekitar US$3,4 triliun. Artinya kalau kita bisa masuk pasar Uni Eropa, yang kita sekarang total perdagangannya baru US$30 miliar dengan Uni Eropa,” paparnya.

Dalam kesepakatan ini, menurut dia, sejumlah produk ekspor utama Indonesia akan mendapatkan fasilitas tarif 0%. Budi berharap hal ini akan mendorong daya saing produk Indonesia dan memperluas jangkauan pasar ke benua biru.

Pakar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, menilai keberhasilan CEPA akan berdampak pada kelancaran arus barang dari Uni Eropa ke Indonesia.

“Keberhasilan CEPA akan membuat arus barang dari Uni Eropa ke Indonesia semakin lancar dan sebaliknya,” kata Hikmahanto.

Sebagai informasi, dalam lawatan di Belgia, Prabowo bertemu Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, dan Raja Belgia Philippe. Dalam kunjungan ini, Indonesia-Uni Eropa berhasil menyepakati Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) yang proses negosiasinya memakan waktu 10 tahun.

Menurut Hikmahanto, kunjungan Prabowo ke Belgia hingga Prancis berdampak positif bagi Indonesia. Dia menyebut kunjungan ini menunjukkan Prabowo sangat dipandang di negara-negara Eropa.

Dengan penuntasan CEPA ini, pemerintahan Presiden Prabowo berkomitmen untuk terus mendorong reformasi ekonomi dan membuka ruang kerja sama yang menguntungkan bagi Indonesia di tingkat global.

Koperasi Merah Putih, Langkah Strategis Presiden Prabowo Capai Swasembada Pangan

Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terus mendorong berbagai langkah strategis untuk mencapai swasembada pangan nasional. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih.

Upaya ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33, yang menyatakan bahwa perekonomian Indonesia disusun atas usaha bersama yang didasarkan pada asas kekeluargaan.

“Koperasi desa sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan,” ujar Prabowo dikutip dari laman resmi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menyampaikan, gagasan pembentukan KpDes/Kel Merah Putih berasal langsung dari Presiden Prabowo. KopDes/Kel Merah Putih dirancang sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mengatasi persoalan ekonomi di pedesaan.

“Koperasi ini juga diharapkan dapat memutus mata rantai distribusi barang yang selama ini merugikan produsen dan konsumen, supaya bisa lebih murah harga-harga di masyarakat,” tegasnya.

Sementara Kepala Center of Digital Economy and SMEs (CODES) Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Izzudin Al Farras menilai ide dan konsep pelaksanaan program KopDes/Kel Merah Putih sangat baik.

“Kami dukung adanya program ini untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mendukung ketahanan pangan sehingga masyarakat bisa menjangkau harga pangan dengan baik dan kesejahteraan petani meningkat,” katanya dalam wawancara di kanal YouTube Indef.

Izzudin mengingatkan, pelaksanaan program tersebut memiliki sejumlah tantangan, seperti anggaran, tata kelola, dampak ke pengusaha lokal, hingga pengawasan.

Diketahui, Presiden Prabowo dijadwalkan meresmikan program nasional Kopdes Merah Putih pada 21 Juli 2025 di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Program ini merupakan bagian dari realisasi visi Asta Cita ke-6, yaitu memperkuat pertumbuhan ekonomi yang merata dan inklusif, serta mengentaskan kemiskinan melalui penguatan kelembagaan ekonomi desa.

Pemerintah melalui koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bersama kementerian dan lembaga terkait, telah bergerak cepat untuk mewujudkan target pembentukan 80.000 koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Kepemimpinan Prabowo Bebas Oligarki dan Fokus pada Kesejahteraan Rakyat

Jakarta – Kerja nyata Prabowo Subianto selama menjabat sebagai Presiden RI patut diacungi jempol. Publik merasa puas dengan kerja-kerja nyata dari Presiden dan jajarannya selama 9 bulan ini.

Hal ini diutarakan Koordinator Justicia Networking Forum (JNF), Anto Yulianto. Menurutnya, Presiden Prabowo berserta jajaran telah mewujudkan janji satu persatu selama 9 bulan ini.

“Mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), subsidi pupuk untuk petani, Sekolah Rakyat, hingga terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih,” jelasnya.

Anto pun mengajak, semua pihak untuk mendukung program-program kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto bersama-sama.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Prabowo, kekuasaan tidak lagi akan dikuasai oleh segelintir oligarki yang selama ini hanya mementingkan keuntungan pribadi tanpa memberi dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat luas.

“Harapan besar masyarakat terhadap Prabowo Subianto sebagai presiden tidak hanya pada janji-janji kampanye saja , tetapi juga pada realisasi konkret dalam kebijakan yang berpihak pada rakyat, terutama di sektor ekonomi, Kesehatan dan kesejahteraan,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai realisasi ketiga program Prabowo, yaitu MBG, CKG, dan Sekolah Rakyat menjadi faktor kunci meningkatnya kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo.

“Popularitas Prabowo sudah di puncak. Kini persepsi terhadap kepemimpinannya juga makin kuat. Elektabilitas naik, pamor makin bersinar,” ujarnya.

Fernando menegaskan, MBG, Sekolah Rakyat, Kopdes Merah Putih, hingga program CKG, menunjukkan bahwa Prabowo bukan sekadar menebar janji, tetapi benar-benar mewujudkannya.

Menurut Fernando, jika pelaksanaan program tepat sasaran, maka masyarakat akan merasakan manfaat langsung dalam aspek pangan, pendidikan, hingga ekonomi.

Dengan berbagai capaian nyata yang telah direalisasikan selama sembilan bulan masa pemerintahannya, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat untuk memenuhi janji-janji kampanye dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Kepemimpinan yang kuat, berpihak pada rakyat, dan bebas dari kepentingan oligarki diharapkan dapat membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih adil, makmur, dan sejahtera.

Indonesia Capai Terobosan Besar Sejarah Perjanjian Dagang di Era Presiden Prabowo

Jakarta – Indonesia mencatatkan tonggak sejarah baru dalam dunia perdagangan internasional. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berhasil menyepakati perjanjian dagang strategis berskala global yang disebut-sebut sebagai terobosan terbesar dalam sejarah hubungan ekonomi Indonesia.

Presiden Prabowo menyambut baik capaian penting dalam hubungan antara Indonesia dan Uni Eropa, khususnya dalam penyelesaian perjanjian perdagangan yang telah lama dinegosiasikan.

Hal ini disampaikan Presiden dalam keterangannya kepada awak media usai melakukan pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa, António Costa, di Brussel, Belgia.

“Alhamdulillah tadi kita ada pertemuan dengan Uni Eropa, Komisi dan Dewan, President Commission, EU Commission, dan President European Council,” ujar Presiden Prabowo.

Kepala Negara mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan kemajuan signifikan berupa penyelesaian comprehensive economic partnership agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa.

“Luar biasa, terobosan besar. Setelah 10 tahun negosiasi, hari ini kita tembus, breakthrough, semua titik-titik persoalan sudah kita selesaikan,” ucapnya.

Perjanjian CEPA ini, menurut Presiden Prabowo akan membuka jalan menuju bentuk kerja sama perdagangan bebas atau free trade agreement. dengan penghapusan hampir seluruh tarif antara kedua pihak.

“Hampir semua tarif kita sudah selesai, hampir semuanya 0 persen di antara kita,” ungkap Presiden.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan mencapai kesepakatan CEPA merupakan langkah maju yang signifikan bagi Indonesia dalam membuka peluang untuk memasuki pasar Uni Eropa. Di samping itu, Presiden juga menyoroti potensi ekonomi kawasan tersebut sebagai mitra dagang yang penting bagi Indonesia.

“Jadi ini saya kira terobosan baru. Uni Eropa pasar yang sangat besar, jumlah penduduk 460 juta lebih, total GDP mereka sangat besar, perdagangan mereka juga sangat besar. Jadi ini alhamdulillah suatu peristiwa bersejarah. Kita dalam keadaan ketidakpastian dunia, sekarang kita punya alternatif-alternatif yang kuat,” katanya.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menyampaikan apresiasi langsung atas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menyelesaikan proses negosiasi CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa yang sempat mandek selama 10 tahun.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa kita baru saja mencapai kesepakatan politik terkait sebuah perjanjian perdagangan bebas yang ambisius, yaitu Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA). Setelah 10 tahun perundingan, kita berhasil mencapai terobosan besar. Bapak Presiden, saya mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan Anda,” kata Ursula von der Leyen.

Ursula menambahkan, tercapainya kesepakatan ini merupakan sinyal kuat bahwa kedua belah pihak berkomitmen membangun hubungan jangka panjang berdasarkan prinsip saling percaya dan nilai bersama.

Dengan tercapainya kesepakatan CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa, Indonesia menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam lanskap perdagangan global. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan diplomasi ekonomi yang kuat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga membuka babak baru kerja sama strategis yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Prabowo Wujudkan Akses Gizi Merata Lewat Program Makan Bergizi Gratis

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintahan Prabowo merupakan terobosan baru dalam memberikan akses penguatan gizi yang merata di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengungkap capaian program MBG selama setengah tahun berjalan.

Dadan mengatakan sejak dilaksanakan atau kick off secara nasional 6 Januari 2025 lalu program MBG ini telah melayani 6,2 juta sasaran melalui 2.007 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis yang berhasil didirikan.

“Alhamdulillah dalam waktu 6,5 bulan kita sudah bisa mencapai target dan ini adalah milestone (tonggak capaian) yang ketiga,” kata Dadan.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Teti Rohayatiningsih menyebut bahwa program strategis nasional MBG adalah wujud perhatian pemerintah terhadap masyarakat dengan memberikan akses gizi. Gizi yang baik tentunya akan melahirkan generasi unggul yang jauh dari gizi buruk.

“Program Makan Bergizi Gratis ini yang merupakan cita-cita sejak lama Presiden untuk mewujudkan Generasi Emas 2045,” ucap Teti Rohayatiningsih.

Selain meningkatkan gizi, program MBG juga dirancang untuk meningkatkan perekonomian warga setempat dengan syarat harus terlibat aktif dalam menghidupi dapur sehat atau SPPG.

Direktur Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN), Gunalan mengatakan program ini tidak hanya menjadi solusi atas masalah gizi dan stunting, tetapi juga memberikan dampak sosial-ekonomi yang luas bagi masyarakat.

“Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, kuat dan unggul yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar penyediaan makanan, MBG dirancang sebagai upaya menyeluruh untuk menjawab tantangan bangsa. Gunalan menjelaskan bahwa program ini turut menyasar isu-isu struktural seperti kemiskinan, ketimpangan ekonomi, dan rendahnya kualitas SDM.

“Melalui MBG, pemerintah juga mendorong penciptaan lapangan kerja baru dan pemberdayaan ekonomi lokal,” jelasnya.

Melalui implementasi yang konsisten dan pengawasan yang ketat, MBG diyakini mampu mendorong percepatan tercapainya target Indonesia Emas 2045. Dengan menciptakan generasi yang sehat dan unggul sejak dini, Indonesia telah menyiapkan langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing tinggi di kancah global.

Keberhasilan Diplomasi Prabowo: Tarif Ekspor Indonesia ke AS Lebih Kompetitif

Jakarta – Keberhasilan Presiden Prabowo dalam mencapai kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS) terkait penyesuaian tarif impor produk Indonesia ke pasar AS menuai apresiasi dari berbagai pihak.

Sebagaimana diketahui, Presiden AS, Donald Trump mengumumkan tarif impor bagi produk Indonesia yang memasuki pasar Amerika melalui akun Truth Social pribadinya dan akun Instagram White House. Pengumuman itu menyebutkan bahwa kesepakatan tarif impor tersebut berdasarkan kontak langsung kedua kepala negara.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan para pelaku industri Indonesia mengapresiasi Presiden Prabowo yang berhasil mencapai kesepakatan mengenai pemberlakuan tarif resiprokal bagi kedua negara.

“Para pelaku industri nasional sangat mengapresiasi capaian Bapak Presiden Prabowo dalam upaya merundingkan kembali tarif impor Indonesia ke Amerika. Ini merupakan bukti nyata dari kepemimpinan beliau dalam memperjuangkan kepentingan industri dalam negeri di kancah global,” kata Menteri Agus.

Bahkan, berkat kepiawaian Presiden Prabowo dalam bernegosiasi, Indonesia berhasil memperoleh tarif yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan negara-negara pesaing. Hal ini menjadi modal penting bagi peningkatan daya saing industri nasional.

Menurut Menperin, kesepakatan ini akan menggairahkan sektor manufaktur Indonesia karena pintu ekspor ke Amerika kembali terbuka lebih luas lagi. Selain itu, kesepakatan ini juga akan meningkatkan daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar ekspor terutama di pasar Amerika.

“Keputusan Amerika untuk menurunkan atau menyesuaikan tarif terhadap sejumlah komoditas ekspor manufaktur Indonesia tentu akan meningkatkan daya saing produk kita di pasar mereka. Ini akan berdampak langsung terhadap industri terutama utilisasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan struktur industri nasional,” lanjut Agus.

Pada kesempatan terpisah, Presiden Trump menyampaikan apresiasi dan rasa hormatnya kepada Prabowo usai mencapai kesepakatan dagang AS-Indonesia. Dia menyebut Presiden RI sebagai sosok yang hebat.

“Indonesia hebat, dia Presiden yang hebat, dan kami membuat kesepakatan hebat di mana mereka membuka seluruh akses untuk berdagang dengan Amerika Serikat,” puji Trump.

Senada, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menilai penurunan tarif itu merupakan keberhasilan Presiden Prabowo Subianto dalam melobi.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo memiliki daya tawar yang kuat di level global,” kata Dave.

Menurutnya, dalam konteks geopolitik dan perdagangan internasional, penurunan tarif ini bukan hanya kemenangan diplomasi, tapi juga kemenangan ekonomi bagi Indonesia.

Dave mengatakan langkah strategis Prabowo itu menciptakan fondasi baru menuju kemitraan yang strategis dan berkelanjutan. Menurutnya, kesepakatan itu menjadi bukti kepemimpinan Prabowo.

Penerima Bansos Untuk Judi Daring Diancam Sanksi, Pemerintah Tak Akan Toleransi

Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menin-dak tegas penerima bantuan sosial (bansos) yang menya-lahgunakan bantuan negara untuk bermain judi daring.

Kementerian Sosial (Kemensos) saat ini tengah mengevaluasi 603.999 penerima bansos yang terindikasi terlibat dalam ak-tivitas tersebut, berdasarkan hasil pemadanan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Dari sejumlah 603.999 yang terindikasi terlibat judi online, ada 228.048 KPM yang saat ini sudah tidak menerima bansos pa-da triwulan kedua. Sisanya masih kami evaluasi,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, dalam keterangan ter-tulisnya.

Temuan itu merupakan hasil penyandingan data lebih dari 32 juta penerima bansos, baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun sembako, dengan catatan transaksi mencurigakan. Setelah disaring melalui Data Terpadu Sejahtera Ekstrem Na-sional (DTSEN), teridentifikasi 603.999 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menyalahgunakan bansos.

“Data tersebut sudah kami tandai dalam sistem DTSEN se-bagai terindikasi judi online,” jelas Gus Ipul.

Ia mengungkapkan transaksi tertinggi yang tercatat mencapai lebih dari Rp 3 miliar, dengan rata-rata deposit sekitar Rp 2 juta.

Menurutnya, bansos diperuntukkan bagi kebutuhan pokok seperti bayi, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan biaya pendidikan anak.

“Sangat disayangkan. Masih banyak masyarakat yang betul-betul membutuhkan bantuan ini,” lanjutnya.

Ia memastikan evaluasi ini tidak mengurangi kuota bansos. Justru, pemerintah memperluas cakupan penerima dan mem-berikan penebalan bantuan.

“Tidak ada pengurangan kuota. Bahkan, Presiden memberikan penebalan bansos untuk bulan Juni dan Juli 2025,” tegas Gus Ipul.

Sebelumnya, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, turut mengingatkan agar bantuan tidak dipakai untuk judi dar-ing.

“Jangan sampai ya Bapak, Ibu ya. Mau pakai duit pribadi, mau pakai duit PKH, BSU, jangan ada,” kata Gibran.

Ia menekankan, PPATK dan Kemenkomdigi bisa melacak pen-yalahgunaan bantuan.

“Saya tekankan kalau dipakai untuk kegiatan-kegiatan seperti itu pasti bisa kita trace rekeningnya,” tegasnya.**

[edRW]

Pemerintah Tegas Menindak Penyalahgunaan Bansos untuk Judi Daring

Oleh : Umar Adisusanto)*

Ketika bantuan sosial diberikan negara, harapannya adalah lahirnya ketahanan keluarga. Namun ketika bansos justru dihamburkan untuk berjudi daring, maka itu adalah bentuk nyata pengkhianatan terhadap amanat negara.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial menunjukkan sikap yang tegas dan tidak kompromi terhadap penyalahgunaan bantuan sosial, khususnya untuk aktivitas judi online. Berdasarkan hasil pemadanan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), ditemukan lebih dari 600 ribu penerima bansos yang terindikasi terlibat dalam praktik ini. Dari angka tersebut, sebanyak 228 ribu lebih kini telah dihentikan bantuannya, sementara sisanya masih dalam proses evaluasi untuk triwulan selanjutnya.

Temuan ini mengejutkan sekaligus menyedihkan. Bansos semestinya menjadi bantalan ekonomi untuk kelompok paling rentan, mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, gizi anak, layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan bagi lansia serta penyandang disabilitas. Namun dalam praktiknya, ternyata ada segelintir penerima yang menyalahgunakan bantuan untuk memutar roda keberuntungan maya—sebuah tindakan yang tak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga mencederai kepercayaan publik.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, penyaluran bansos harus tepat sasaran dan tidak digunakan untuk kepentingan konsumtif yang merusak. Ia menyebut bahwa langkah evaluasi ini adalah bentuk nyata komitmen negara dalam memastikan bahwa bantuan hanya diterima oleh mereka yang benar-benar layak dan tidak menyimpang dari tujuannya. Koordinasi dengan PPATK akan terus dilanjutkan, termasuk dengan pelacakan aliran dana lewat rekening para penerima.

Perlu dipahami, pemerintah tidak sedang bermain-main. Presiden melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 telah menugaskan kementerian terkait untuk memperkuat sistem pengawasan berbasis data. Ke depan, seluruh Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima bansos akan terus dipantau agar tidak ada celah penyalahgunaan. Ini adalah ikhtiar besar demi menjaga kredibilitas program perlindungan sosial.

Sikap tegas serupa juga datang dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam kunjungannya ke Boyolali, ia mengingatkan secara lugas agar bantuan seperti Bantuan Subsidi Upah (BSU) tidak digunakan untuk praktik perjudian, baik daring maupun konvensional. Menurutnya, bantuan seperti BSU yang diberikan Rp600 ribu untuk dua bulan mestinya digunakan secara produktif, seperti membeli perlengkapan sekolah atau kebutuhan pokok, bukan untuk spekulasi nasib.

Apa yang disampaikan Gibran mencerminkan kekhawatiran yang sahih. Ia bahkan menegaskan, transaksi semacam itu dapat dilacak secara elektronik dan negara tak akan segan mengambil tindakan hukum. PPATK dan Kementerian Komunikasi dan Digital diminta untuk proaktif memantau aliran dana mencurigakan. Ini menandai era baru: transparansi dan akuntabilitas dalam sistem bansos tidak bisa ditawar.

Dampak dari judi daring tidaklah ringan. Psikolog Novy Yulianty mengungkapkan bahwa banyak pelaku judi terjebak dalam siklus biologis dan psikologis yang kompleks. Efek euforia dari kemenangan awal memicu pelepasan hormon dopamin di otak, yang kemudian menciptakan dorongan untuk terus bermain meski telah kalah berkali-kali. Lebih mengkhawatirkan lagi, banyak orang menggunakan judi sebagai pelarian dari stres atau kesulitan ekonomi. Mereka berharap akan ada ‘durian runtuh’ yang menyelesaikan masalah, padahal kenyataannya justru memperburuk.

Dalam banyak kasus, kekalahan tidak membuat jera. Sebaliknya, otak manusia justru mengingat kemenangan-kemenangan kecil yang bersifat ilusif. Siklus ini yang membuat individu terus mencoba lagi dan lagi. Maka, menurut Novy, proses keluar dari jeratan judi tidak cukup hanya dengan ceramah atau larangan, melainkan perlu pendekatan psikologis dan medis yang menyentuh akar persoalan.

Kini saatnya masyarakat menyadari bahwa judi daring adalah bentuk sabotase terhadap program keadilan sosial yang telah dirancang dengan serius oleh pemerintah. Ketika bantuan yang sedianya menyelamatkan hidup justru dijadikan alat kebinasaan, maka kerusakan yang ditimbulkan bukan hanya ekonomi rumah tangga, tapi juga etika kolektif kita sebagai bangsa.

Program bansos di Indonesia dirancang untuk menjadi alat pemulihan struktural atas ketimpangan. Presiden bahkan memperluas cakupan bantuan dan menambahkan nominal untuk lebih dari 18 juta penerima pada triwulan kedua 2025. Langkah ini menunjukkan keberpihakan negara terhadap rakyat kecil. Maka akan sangat ironis bila kesempatan ini justru disia-siakan demi perjudian.

Pemerintah membuka ruang pengaduan dan klarifikasi bagi masyarakat yang merasa diperlakukan tidak adil. Sistem verifikasi melibatkan Badan Pusat Statistik agar evaluasi tetap objektif dan transparan. Namun di sisi lain, masyarakat juga harus memiliki kesadaran etik: bahwa memutar bantuan sosial menjadi modal berjudi adalah pengkhianatan terhadap rasa keadilan publik.

Pendidikan literasi keuangan dan penguatan nilai-nilai moral menjadi kebutuhan mendesak. Masyarakat perlu diajak untuk membangun mindset produktif dan tidak tergoda oleh ilusi keberuntungan. Butuh kolaborasi lintas sektor—pendidikan, agama, media, dan komunitas—untuk memadamkan api judi daring yang telah menghanguskan banyak masa depan.

Negara telah menjalankan fungsinya: memberi, mengawasi, dan menindak. Kini giliran masyarakat mengambil peran untuk menjaga integritas bantuan sosial agar benar-benar menjadi jaring pengaman bagi yang membutuhkan. Jangan sampai bansos yang mestinya menyelamatkan, justru menjerumuskan.

Gunakan bantuan sosial sesuai peruntukannya. Jangan pernah gunakan bansos untuk judi daring, karena itu bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mengkhianati solidaritas bangsa.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Khatulistiwa Institute

[edRW]

Danantara Jadi Motor Penggerak Investasi Strategis BUMN

Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara mempercepat transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui kolaborasi strat-egis, baik di tingkat nasional maupun global.

Managing Director BPI Danantara, Setyanto Hantoro, menyebut transformasi BUMN berlangsung dalam empat tahap utama.

“Tahap pertama adalah fundamental business review, atau peninjauan mendalam atas pondasi bisnis. Kami sedang meninjau lebih dari 900 entitas satu per satu secara me-nyeluruh,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahap kedua meliputi restrukturisasi dan penyederhanaan karena banyak BUMN mengalami tumpang tindih peran dan persaingan internal.

“Restrukturisasi menjadi keharusan untuk menghindari duplikasi fungsi,” jelasnya.

Tahap ketiga adalah konsolidasi bisnis. Danantara menargetkan pembentukan entitas besar yang lebih efisien secara operasional dan kuat secara finansial. Tahap terakhir adalah inovasi dan eksekusi, untuk membuka nilai tambah bagi negara, investor, dan rakyat.

“Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 memberi kami ruang lebih luas untuk mengelola dividen, menyalurkan modal secara strategis, dan menyatukan arah BUMN,” tambah Setyanto.

Dalam konteks global, Danantara telah bermitra dengan berbagai sovereign wealth fund (SWF), termasuk Qatar Investment Authority (QIA), Future Fund Australia, dan China In-vestment Corporation (CIC), guna mempercepat restrukturisasi aset sesuai standar in-ternasional.

Managing Director Global Relations and Governance Danantara, Mohamad Al-Arief, menyampaikan bahwa Danantara menargetkan pendanaan investasi sebesar $5 miliar hingga akhir 2025.

“Selain pendanaan awal senilai $20 miliar, kami juga membidik dividen tahunan hingga $8 miliar dari portofolio BUMN,” katanya.

Al-Arief menegaskan bahwa kemitraan Danantara bukan sekadar transaksi, melainkan transformasi tata kelola berbasis praktik global.

“Kami bermitra langsung dengan pengelola aset kelas dunia untuk memperkuat institusi secara jangka panjang,” ucapnya.

Kolaborasi pertama dengan QIA dimulai April lalu dengan dana senilai US$4 miliar, difokuskan pada hilirisasi, energi terbarukan, dan layanan kesehatan.

Pada Mei, Danantara menjalin kerja sama dengan Future Fund Australia, dan disusul CIC pada akhir bulan yang sama dalam proyek ASEAN-Tiongkok.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patra Sjahrir, menambahkan bahwa Danantara mengelola operasional 889 BUMN.

“Dividen dari BUMN akan kami investasikan ulang, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Pandu.

Ia juga menyebut tantangan terbesar Danantara adalah sumber daya manusia.

“Kami rekrut talenta global melalui headhunter demi mewujudkan visi Presiden Prabowo untuk menciptakan dampak dan warisan jangka panjang,” tegasnya.