Koperasi Desa Merah Putih Wujud Komitmen Pemerintah terhadap Ekonomi Rakyat

Oleh: Raka Naufal Wisudi

Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi rakyat melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Koperasi ini diharapkan menjadi penggerak utama ekonomi lokal yang berpihak kepada masyarakat kecil, terutama petani dan pelaku UMKM. Koperasi ini dirancang untuk memangkas rantai distribusi, meningkatkan nilai jual produk lokal, serta memberikan akses permodalan yang adil dan transparan bagi masyarakat di desa.

Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa Koperasi Merah Putih adalah langkah strategis dalam transformasi ekonomi nasional. Pada peluncuran resmi KDMP, pihaknya menyampaikan sebanyak 81.148 unit koperasi telah terbentuk dan hampir semuanya sudah memiliki badan hukum resmi. Kemudian pihaknya juga  menambahkan program ini membuka babak baru dalam pengembangan koperasi, dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi desa yang berlandaskan potensi lokal serta kebutuhan masyarakat setempat.

Budi Arie juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dan masyarakat dalam pengelolaan koperasi Merah Putih. Pihaknya berharap koperasi ini bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi yang tidak hanya menyediakan barang dan jasa, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Selain itu, ia mengingatkan bahwa koperasi harus dikelola berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif dari seluruh anggota.

Hal senada juga dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang menyatakan bahwa koperasi Merah Putih menjadi solusi untuk mempersingkat rantai distribusi pangan yang selama ini panjang dan kurang efisien. Zulkifli menjelaskan bahwa koperasi ini akan menyediakan berbagai kebutuhan dasar seperti sembako, gas LPG 3 kilogram, pupuk, dan layanan keuangan. Zulkifli menambahkan bahwa dengan adanya koperasi, masyarakat desa tidak lagi harus bergantung pada tengkulak atau pinjaman online yang sering merugikan.

Zulkifli juga menegaskan bahwa koperasi Merah Putih harus mampu mengembangkan potensi lokal seperti pertanian, perikanan, kerajinan tangan, dan pariwisata desa. Ia berharap koperasi ini dapat menjadi penggerak utama ekonomi desa yang berkelanjutan dan mandiri. Selain itu, ia mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kualitas tata kelola dan partisipasi aktif masyarakat desa.

Pemerintah daerah juga memegang peran penting dalam mendukung pengembangan koperasi Merah Putih. Dengan koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan koperasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pengelolaan koperasi agar koperasi tersebut bisa berkembang dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa koperasi Merah Putih adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi rakyat di tingkat desa. Saat mengunjungi beberapa daerah di Jawa Timur, Khofifah melihat antusiasme masyarakat dalam mendirikan koperasi yang berlandaskan potensi lokal. Khofifah menambahkan bahwa pemerintah provinsi siap memberikan dukungan teknis dan fasilitasi agar koperasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Khofifah juga menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendampingi serta mengawasi koperasi agar dapat berfungsi sesuai tujuan dan prinsip koperasi. Khofifah berharap koperasi Merah Putih bisa menjadi contoh ekonomi inklusif yang memberdayakan masyarakat desa serta mengurangi kesenjangan ekonomi antara desa dan kota. Selain itu, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengelola koperasi dengan semangat gotong royong dan saling mendukung.

Pemerintah telah menetapkan target pembentukan 80.000 koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia, hingga saat ini sudah terbentuk 81.148 koperasi, dan hampir semuanya telah memiliki badan hukum resmi. Program ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat serta memberdayakan masyarakat desa melalui koperasi yang berlandaskan potensi lokal dan kebutuhan masyarakat setempat.

Kemudian Koperasi Merah Putih mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, antara lain dengan menyediakan akses terhadap layanan dasar seperti sembako, gas LPG, pupuk, serta layanan keuangan. Selain itu, koperasi juga berpotensi menjadi pusat kegiatan ekonomi yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan keberadaan koperasi, masyarakat desa tidak lagi perlu bergantung pada pinjaman ilegal atau pinjaman online yang sering merugikan.

Koperasi Merah Putih juga dapat mengelola potensi lokal, seperti pertanian, perikanan, kerajinan tangan, dan pariwisata desa. Dengan demikian, koperasi bisa menjadi penggerak utama ekonomi desa yang berkelanjutan dan mandiri. Selain itu, koperasi juga dapat memperkuat jaringan distribusi pangan dan produk lokal sehingga dapat mengurangi kesenjangan ekonomi antara desa dan kota.

Koperasi Merah Putih menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi rakyat dan memberdayakan masyarakat desa. Melalui kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan koperasi ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Dengan keberadaan koperasi, masyarakat desa bisa mendapatkan akses layanan dasar, modal usaha, dan pasar yang lebih adil, sehingga kesejahteraan dan kemandirian ekonomi desa dapat meningkat.

)* Penulis merupakan Pengamat Ekonomi

 

Pemerintah Imbau Generasi Muda Hormati Simbol Negara, Tanpa Bendera Bajak Laut

Jakarta, – Pemerintah Republik Indonesia menegaskan pentingnya menjaga kehormatan simbol negara, khususnya Bendera Merah Putih, di tengah munculnya tren pengibaran bendera bajak laut dari serial animasi Jepang One Piece yang marak terjadi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-80.

Fenomena tersebut menjadi perhatian serius pemerintah setelah sejumlah laporan dan dokumentasi di media sosial memperlihatkan pengibaran bendera bajak laut, bahkan dalam beberapa kasus dipasang berdampingan dengan atau lebih tinggi dari Bendera Merah Putih. Pemerintah menilai hal ini sebagai bentuk kekeliruan dalam memahami batas ekspresi dan kebebasan berekspresi di ruang publik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah tidak melarang kreativitas anak muda yang mengekspresikan kecintaan terhadap budaya populer. Namun ia menegaskan, hal tersebut tidak boleh dilakukan dengan cara yang merendahkan atau menandingi posisi simbol negara.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk menghormati simbol-simbol negara. Kreativitas itu sah, tapi tidak boleh melewati batas etika kebangsaan. Bendera Merah Putih adalah simbol kedaulatan. Tidak boleh ada yang dipasang sejajar, apalagi lebih tinggi darinya,” ujar Prasetyo.

Pemerintah juga menyoroti aspek hukum dalam penggunaan simbol non-negara yang berpotensi bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara. Pengibaran bendera selain Merah Putih di ruang publik dalam konteks kenegaraan dianggap dapat menimbulkan persepsi yang salah dan merusak makna dari perayaan kemerdekaan.

“Ini bukan persoalan suka atau tidak suka terhadap budaya luar. Tapi kita sedang merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sudah seharusnya simbol negara mendapat tempat yang utama dan dihormati oleh semua pihak,” tegas Prasetyo.

Sementara itu, Menko Polhukam Budi Gunawan menilai pengibaran bendera selain Merah Putih dalam momentum kemerdekaan dapat melanggar Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.

”Tindakan tersebut dapat dikenai sanksi hukum bila terbukti merendahkan kehormatan Bendera Merah Putih”, Jelasnya.

Di sisi lain, Pemerintah memandang fenomena pengibaran bendera bajak laut yang viral di media sosial sebagai cerminan dari meningkatnya antusiasme anak muda terhadap komunitas dan budaya digital. Namun, dalam momen nasional seperti peringatan 17 Agustus, seluruh masyarakat diimbau untuk mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dan tidak mencampurkan simbol budaya pop dengan simbol negara dalam konteks seremonial.

Pemerintah juga meminta para tokoh masyarakat, pendidik, serta orang tua untuk turut mengedukasi generasi muda terkait makna dan kedudukan simbol negara dalam kehidupan berbangsa. Upaya ini penting untuk memastikan bahwa semangat nasionalisme tetap tumbuh.

Jangan Korbankan Nilai Kebangsaan Demi Tren Bendera Bajak Laut

Jakarta – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap simbol-simbol kebangsaan kembali menjadi sorotan utama. Namun, di tengah antusiasme masyarakat menyambut hari bersejarah tersebut, muncul fenomena yang menimbulkan keprihatinan, yaitu tren penggunaan atribut dan bendera bajak laut (One Piece) yang kian marak di ruang publik, termasuk dalam dekorasi perayaan kemerdekaan.

Simbol negara seperti bendera Merah Putih, lambang Garuda Pancasila, dan lagu kebangsaan Indonesia Raya merupakan penanda identitas, kedaulatan, dan perjuangan panjang bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Oleh karena itu, menggantikan atau menyamakan simbol-simbol kebangsaan dengan atribut hiburan global tanpa pemahaman yang mendalam berisiko mengikis makna dan nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kesakralan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Ini bukan persoalan membenci budaya luar. Ini soal menempatkan simbol pada tempatnya. Jangan campuradukkan simbol hiburan dengan simbol negara, apalagi dalam konteks sakral seperti peringatan kemerdekaan,” kata Idrus

Idrus menegaskan, kreativitas generasi muda adalah kekuatan penting dalam membangun bangsa. Namun, menurutnya, ekspresi budaya pop tidak boleh memasuki ruang-ruang kenegaraan yang bersifat simbolik dan sakral.

“Kalau dipakai di event cosplay atau komunitas, silakan. Tapi kalau sudah menggantikan posisi Merah Putih di bulan Agustus, itu bukan hanya soal ekspresi, tapi sudah mengaburkan identitas nasional kita,” ujarnya.

Penggunaan simbol bajak laut dalam konteks hiburan mungkin dimaknai sebagian orang sebagai ekspresi kebebasan, perlawanan terhadap ketidakadilan, atau keberanian. Namun, dalam kerangka kenegaraan, simbol tersebut tidak memiliki posisi ideologis yang relevan dengan perjuangan bangsa Indonesia.

Senada dengan Idrus, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi juga menyatakan keprihatinannya. Dia mengimbau generasi muda untuk tidak terjebak pada tren sesaat yang melenceng dari semangat kebangsaan.

“Yang jadi masalah itu kan adalah misalnya begini, kemudian ada pihak-pihak yang kemudian dalam tanda kutip ya, memanfaatkan kreativitas tersebut untuk hal-hal yang menurut pendapat kita itu juga sebaiknya jangan sampai terjadi,” ujar Prasetyo

Diperlukan penguatan edukasi dan literasi kebangsaan yang lebih adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman. Pendidikan karakter yang berbasis Pancasila, sejarah perjuangan nasional, serta pemahaman terhadap simbol-simbol negara harus terus diperkuat. Di saat yang sama, pendekatan komunikasi yang kreatif dan dialogis harus dilakukan oleh para pemangku kepentingan, agar pesan-pesan nasionalisme tetap diterima tanpa kesan menggurui atau mengekang kebebasan berekspresi.

Tren Budaya Pop Pada Penggunaan Bendera Bajak Laut Harus Diikuti Dengan Semangat Nasionalisme

Oleh: Fauzan Hidayat )*

Tren budaya populer di Indonesia tengah menunjukkan pertumbuhan yang pesat, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu fenomena terkini adalah munculnya keinginan sebagian masyarakat untuk mengibarkan bendera bajak laut dari serial animasi Jepang One Piece, yaitu Jolly Roger, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Fenomena ini menjadi perbincangan luas, bahkan memunculkan reaksi beragam di media sosial.

Pemerintah tidak menanggapi secara reaktif, melainkan dengan pendekatan yang bijaksana dan merangkul. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa ekspresi terhadap budaya populer adalah bagian dari dinamika masyarakat yang sehat. Ia menilai bahwa semangat berekspresi melalui simbol populer seperti Jolly Roger tidak otomatis mencerminkan penolakan terhadap simbol-simbol nasional.

Namun demikian, Prasetyo juga mengingatkan bahwa dalam konteks kenegaraan, pengibaran bendera Merah Putih tetap harus menjadi ekspresi utama dalam setiap perayaan kemerdekaan. Simbol negara tidak boleh digantikan atau diposisikan sejajar dengan ikon budaya asing. Ia mendorong masyarakat untuk tetap mengutamakan semangat nasionalisme dalam setiap bentuk perayaan.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono. Ia menyebut bahwa tren budaya pop yang tengah berkembang tidak bisa dihindari, apalagi di era digital yang membuka akses luas terhadap berbagai konten global. Namun, ia berharap agar generasi muda tetap memiliki kesadaran sejarah dan identitas nasional yang kuat.

Menurut Edhie, penting bagi masyarakat untuk membedakan antara konsumsi budaya populer sebagai hiburan, dengan sikap terhadap simbol kenegaraan. Ia memandang bahwa budaya pop bisa menjadi jembatan untuk memperkuat nasionalisme, bukan sebaliknya. Penggunaan simbol-simbol asing dalam konteks hiburan sah-sah saja, namun tidak boleh melampaui batas saat berhadapan dengan momentum yang bersifat nasional seperti HUT RI.

Dari perspektif pertahanan, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengingatkan bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh militernya, tetapi juga oleh ketahanan budaya. Ia menilai bahwa pengaruh budaya asing yang terlalu dominan bisa melemahkan rasa kebangsaan jika tidak dibarengi dengan penguatan ideologi Pancasila dan semangat nasionalisme.

Sjafrie juga menekankan pentingnya edukasi yang tepat dalam menghadapi tren budaya pop. Ia mendorong agar institusi pendidikan, media, dan komunitas kreatif bersinergi memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga jati diri bangsa. Menurutnya, justru dari budaya pop inilah bisa dibentuk narasi yang positif untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap Indonesia.

Di tengah derasnya arus globalisasi, ekspresi kreatif memang menjadi bagian dari kebebasan individu yang dijamin dalam demokrasi. Namun, ekspresi tersebut tetap harus memiliki kesadaran terhadap konteks sosial dan nasional. Pemerintah dalam hal ini tidak membatasi, melainkan mengarahkan agar setiap bentuk kreativitas memiliki dampak konstruktif terhadap semangat kebangsaan.

Fenomena Jolly Roger menjadi pengingat bahwa masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, sedang berada dalam proses pencarian identitas yang lebih cair dan terbuka. Dalam kondisi ini, negara harus hadir bukan sebagai penghambat, tetapi sebagai pembimbing yang mampu menjembatani antara semangat ekspresif dengan nilai-nilai luhur kebangsaan.

Momentum menjelang peringatan kemerdekaan dapat dimanfaatkan untuk menegaskan kembali pentingnya menghormati simbol-simbol negara. Merah Putih bukan sekadar bendera, melainkan lambang perjuangan, persatuan, dan kedaulatan yang telah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa. Oleh karena itu, keberadaannya harus ditempatkan pada posisi yang paling tinggi dalam konteks kenegaraan.

Masyarakat perlu diajak untuk merayakan kreativitas tanpa kehilangan arah. Semangat inklusif yang ditunjukkan pemerintah menjadi bukti bahwa negara terbuka terhadap perkembangan zaman, namun tetap teguh menjaga marwah identitas nasional. Pendekatan kolaboratif, bukan represif, menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan kepatuhan terhadap norma-norma kebangsaan.

Penting pula untuk memahami bahwa kecintaan terhadap budaya populer tidak harus menggeser kebanggaan terhadap budaya sendiri. Justru dengan menginternalisasi nilai-nilai nasionalisme dalam ruang budaya global, Indonesia bisa tampil sebagai bangsa yang berkarakter di tengah dunia yang semakin terhubung.

Menguatkan semangat nasionalisme tidak selalu harus melalui cara-cara konvensional. Penggunaan simbol budaya pop bisa dijadikan sarana edukatif, selama dikemas dalam narasi kebangsaan yang relevan. Dalam konteks ini, peran pemerintah, masyarakat, dan tokoh publik sangat vital untuk membentuk kesadaran kolektif.

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang mampu berdiri sejajar dengan budaya manapun di dunia. Oleh karena itu, tren budaya populer yang datang dari luar seharusnya menjadi pemicu untuk semakin mencintai dan mengembangkan budaya sendiri, bukan sebaliknya.

Dengan memadukan kreativitas dan semangat nasionalisme, masyarakat Indonesia dapat menunjukkan bahwa modernitas dan kecintaan terhadap tanah air dapat berjalan beriringan. Momentum seperti peringatan HUT RI adalah saat yang tepat untuk menegaskan bahwa bendera Merah Putih tetap menjadi satu-satunya simbol kebanggaan bangsa Indonesia.

)* Pemerhati Kebijakan Publik

Bendera Bajak Laut Tidak Relevan dengan Nilai-Nilai Kemerdekaan

Oleh: Achmad Ramdani)*

Setiap tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan sebagai momen reflektif atas perjuangan panjang yang telah ditempuh para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah. Kemerdekaan bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah, melainkan melalui darah, air mata, dan pengorbanan jiwa. Di tengah semangat ini, muncul fenomena yang meresahkan, yakni penggunaan simbol-simbol yang tidak mencerminkan nilai-nilai luhur perjuangan yakni dengan adanya pengibaran bendera bajak laut.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan keprihatinannya atas pengibaran bendera bajak laut menjelang HUT RI ke-80. Pihaknya menegaskan bahwa dalam momentum peringatan kemerdekaan, seharusnya yang dikedepankan adalah simbol-simbol nasional yang merepresentasikan semangat perjuangan dan persatuan, bukan justru mengangkat ikon asing yang dapat mengaburkan nilai-nilai kebangsaan. Lebih lanjut, Dasco mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali pada jati diri bangsa dan menjadikan Merah Putih sebagai satu-satunya bendera yang layak dikibarkan dalam perayaan Hari Kemerdekaan.

Bendera bajak laut atau Jolly Roger, dengan simbol tengkorak dan tulang bersilang, sering kali digunakan dalam konteks hiburan, komunitas, atau kegiatan seremonial yang mengklaim kebebasan berekspresi. Namun, perlu dipahami bahwa simbol ini mengandung sejarah kekerasan, perampokan, dan tindakan di luar hukum. Mengaitkan simbol semacam itu dengan perayaan kemerdekaan justru mengurangi esensi dari makna luhur kemerdekaan itu sendiri.

Secara historis, bendera bajak laut digunakan oleh kelompok perompak laut untuk menebar teror. Bendera tersebut dimaksudkan untuk menakut-nakuti musuh dan melambangkan ancaman kekerasan. Simbol tengkorak mewakili kematian, dan dalam banyak kebudayaan, hal ini diasosiasikan dengan kehancuran dan kekacauan. Simbol bajak laut bukanlah lambang kebebasan atau pemberontakan terhadap ketidakadilan dalam pengertian positif.

Sebaliknya, simbol bajak laut merupakan simbol kejahatan yang merugikan orang lain demi keuntungan pribadi. Bajak laut merampok kapal dagang, membunuh awak kapal, dan merusak jalur perdagangan resmi. Tidak ada nilai kepahlawanan dalam tindakan mereka. Oleh karena itu, menjadikan bendera bajak laut sebagai representasi semangat kemerdekaan adalah bentuk penyimpangan makna. Kemerdekaan yang diperjuangkan bangsa Indonesia berlandaskan pada keadilan sosial, martabat manusia, dan cita-cita kolektif, bukan pada semangat anarkisme dan kekerasan individual.

Nilai-nilai kemerdekaan Indonesia tercermin dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang menekankan pentingnya kebebasan, keadilan, dan perdamaian abadi. Proklamasi 17 Agustus 1945 bukan sekadar deklarasi lepas dari penjajahan, tetapi juga janji kepada rakyat untuk membangun negara yang beradab, berkeadilan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Nilai-nilai seperti gotong royong, persatuan, nasionalisme, dan pengorbanan adalah elemen-elemen penting dalam perjuangan bangsa. Para pahlawan rela mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan bangsa.

Mengibarkan bendera bajak laut dalam konteks perayaan kemerdekaan berarti mencampuradukkan antara nilai perjuangan dengan nilai kejahatan. Hal ini menyesatkan generasi muda yang seharusnya belajar menghargai sejarah bangsanya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Sebagian pihak mungkin berdalih bahwa penggunaan simbol-simbol seperti bendera bajak laut merupakan bagian dari kebebasan berekspresi.

Dalam negara demokratis seperti Indonesia, kebebasan berekspresi memang dijamin oleh konstitusi. Namun, kebebasan tersebut tidak bersifat absolut, tetapi harus dijalankan dalam kerangka tanggung jawab sosial, norma budaya, dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur bangsa.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Budi Gunawan, menilai bahwa pengibaran simbol itu sebagai provokasi yang menurunkan kewibawaan bendera merah putih. Sehingga diperlukannya penekanan dalam menjaga martabat simbol negara sesuai dengan UU NO.24/2009 Pasal 24 ayat (1) yakni “Setiap orang dilarang mengibarkan Bendera Negara di bawah bendera atau lambang apa pun”.

Kebebasan berekspresi tidak berarti bebas menyinggung atau merusak makna simbol-simbol kenegaraan. Perayaan kemerdekaan seharusnya menjadi ajang untuk memperkuat identitas nasional, bukan ajang untuk memperkenalkan simbol-simbol asing yang tidak relevan dengan nilai perjuangan bangsa. Apalagi jika simbol tersebut berasal dari budaya kekerasan yang justru bertentangan dengan semangat damai dan beradab yang menjadi dasar negara kita.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, mengatakan bahwa pengibaran simbol bajak laut dalam konteks Hari Kemerdekaan bukan tindakan kreatif, tetapi penyimpangan makna. Pihaknya juga menambahkan jika semua bebas memaknai hari kemerdekaan seenaknya, maka bangsa ini akan kehilangan arah ideologis. Menurutnya, membiarkan simbol-simbol asing masuk dalam perayaan kemerdekaan berpotensi merusak kesadaran kolektif bangsa terhadap sejarah perjuangan dan cita-cita kemerdekaan.

Penting bagi generasi muda untuk memahami sejarah bangsanya secara utuh, termasuk simbol-simbol yang digunakan dalam perayaan nasional. Institusi pendidikan memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kritis mengenai simbol-simbol sejarah, termasuk mana yang patut diteladani dan mana yang harus dihindari. Penggunaan simbol bajak laut dalam perayaan kemerdekaan bukanlah bentuk kreativitas, melainkan bentuk distorsi sejarah. Generasi muda harus didorong untuk merancang simbol atau ekspresi kemerdekaan yang menggambarkan semangat nasionalisme, keberanian, dan solidaritas, bukan ketakutan dan intimidasi.

Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia adalah momen sakral yang harus dijaga kesuciannya dari segala bentuk penyimpangan simbolik. Mengibarkan bendera bajak laut atau simbol yang tak sesuai dengan nilai-nilai perjuangan bangsa tidak hanya tidak relevan, tetapi juga melecehkan semangat para pahlawan yang telah gugur membela tanah air. Kemerdekaan bukan tentang kebebasan tanpa batas. Tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa yakni masyarakat adil dan makmur, beradab, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

)*Penulis merupakan Pengamat Keamanan Nasional

Tumbuh 5,12 Persen, Buktikan Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Bawah Pemerintahan Prabowo

Jakarta, Ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif di tengah tekanan global. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,12 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II 2025, menandai kinerja terbaik dalam beberapa kuartal terakhir.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, mengungkapkan bahwa produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada periode tersebut tercatat sebesar Rp5.947 triliun, sementara atas dasar harga konstan mencapai Rp3.396,3 triliun.

“Sehingga pertumbuhan Indonesia pada kuartal II 2025 bila dibandingkan dengan kuartal II 2024 tumbuh sebesar 5,12 persen,” ujar Edy.

Pertumbuhan ini juga meningkat dibandingkan kuartal I 2025 yang hanya mencatat 4,87 persen. Secara triwulan, ekonomi tumbuh 4,04 persen (quarter-to-quarter/qtq), menunjukkan pemulihan yang kuat setelah awal tahun mengalami tekanan.

Menanggapi capaian tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut bahwa strategi Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada sektor produktif dan transformasi digital telah membuahkan hasil.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 sebesar 5,12% merupakan sinyal kuat bahwa ekonomi Indonesia masih resilien. Ini tertinggi dalam beberapa kuartal terakhir,” ungkap Airlangga.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ditopang oleh kinerja perusahaan publik, khususnya di sektor ritel. Tren konsumsi masyarakat yang mulai bergeser ke kanal digital turut memperkuat pemulihan sektor industri. Minimarket, kios, dan e-commerce menjadi poros utama perubahan perilaku belanja.

“Fenomena belanja dadakan masih ada, tapi sektor ritel justru makin terstruktur secara digital. Ekonomi digital kini menjadi pilar penting, dengan Indonesia menguasai hampir 40 persen pasar digital ASEAN,” ucap Airlangga.

Untuk mempertahankan momentum ini, pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif seperti Kredit Industri Padat Karya serta optimalisasi devisa hasil ekspor (DHE). Tak hanya itu, Kerja sama ekonomi juga diperluas melalui Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dan Free Trade Agreement (FTA).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa Bank Indonesia (BI) turut memperkirakan ekonomi akan tumbuh dalam kisaran 4,6 hingga 5,4 persen sepanjang 2025. Pertumbuhan ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor yang meningkat signifikan.

“Pertumbuhan keseluruhan tahun 2025 diprakirakan berada dalam kisaran 4,6-5,4 persen,” kata Ramdan.

Kebijakan terukur pemerintah di bawah Presiden Prabowo dinilai berhasil menjaga daya beli, mendorong investasi, dan membuka peluang pasar ekspor yang lebih luas.****

Ekonomi RI Melesat di Tengah Tekanan Global Berkat Kepemimpinan Presiden Prabowo

Jakarta – Kinerja ekonomi Indonesia kembali mencatat hasil menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud menjelaskan, pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp5.947 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) Rp3.396,3 triliun.

“Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 bila dibandingkan dengan kuartal II 2024 tumbuh sebesar 5,12 persen,” jelasnya.

Laju pertumbuhan tersebut lebih baik dibanding kuartal I 2025 yang berada di angka 4,87 persen. Bahkan, jika dibanding kuartal II 2024 yang mencatat 5,05 persen, hasil ini menunjukkan akselerasi ekonomi yang signifikan.

“Capaian ini sejalan dengan pola musiman yang terjadi tiap tahun. Pertumbuhan kuartal II memang cenderung lebih tinggi dari kuartal I,” ujarnya.

Edy merinci bahwa konsumsi rumah tangga menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi sebesar 2,64 persen. Disusul investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang menyumbang 2,06 persen.

“Dari sisi triwulan ke triwulan (qtq), ekonomi tumbuh 4,04 persen pada kuartal II, melonjak dibanding kuartal I yang sempat terkontraksi 0,98 persen. Capaian ini menjadi bukti bahwa kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menggenjot sektor produktif mulai menampakkan hasil,” terang Edy.

Penguatan ekonomi juga berdampak langsung pada pasar keuangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (5/8) ditutup menguat 50,54 poin atau naik 0,68 persen ke level 7.515,19. Sepanjang hari, IHSG konsisten berada di zona hijau, dengan nilai transaksi mencapai Rp18,46 triliun.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menggarisbawahi bahwa lonjakan ekspor turut menyumbang percepatan pertumbuhan ekonomi. Banyak pelaku usaha melakukan ekspor dalam jumlah besar sebelum penerapan tarif baru oleh pemerintah Amerika Serikat pada 7 Agustus mendatang.

“Jadi banyak pesanan ekspor sebelum kenaikan tarif itu dilakukan, bahkan sesudah terjadi pengumuman tersebut,” jelas Sri Mulyani.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah akan terus memantau dampak tarif impor baru dari AS sebesar 19 persen terhadap barang dari Indonesia.

“Kita harapkan momentum akan terjaga di kuartal tiga dan empat,” imbuhya.****

Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen Perkuat Optimisme Pemerintahan Presiden Prabowo

Oleh: Ardiansyah Putra

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,12 persen pada kuartal II 2025 menegaskan arah positif yang tengah dibangun di masa awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Capaian ini tidak hanya menjadi indikator keberlanjutan dari kebijakan makroekonomi yang kuat, tetapi juga mencerminkan respons cepat pemerintah dalam menjawab dinamika global yang tidak menentu. Di tengah tekanan geopolitik internasional dan ancaman perlambatan ekonomi di berbagai negara mitra dagang, Indonesia justru menunjukkan ketahanan yang layak diapresiasi.

Deputi Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusan Statistik (BPS), Edy Mahmud, menjelaskan bahwa lonjakan aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri berperan besar dalam mendorong pertumbuhan pada kuartal ini. Konsumsi rumah tangga mengalami penguatan signifikan, terlihat dari kontribusinya yang mencapai 53,31 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Fenomena ini menandakan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga, berkat stabilitas harga dan distribusi bantuan sosial yang konsisten. Momentum konsumsi yang kuat ini memberikan efek berganda terhadap sektor-sektor lain seperti transportasi, akomodasi, dan jasa makanan.

Penguatan pada sisi konsumsi turut dibarengi dengan investasi yang tumbuh stabil, terutama pada sektor konstruksi dan pengadaan barang modal. Pemerintah melalui berbagai proyek strategis nasional, termasuk pembangunan kawasan industri dan infrastruktur energi, berhasil menciptakan kepercayaan bagi pelaku usaha dalam menanamkan modal. Di sisi lain, permintaan domestik yang membaik ikut mendorong pelaku industri untuk memperluas kapasitas produksinya. Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara kebijakan fiskal yang ekspansif dan iklim investasi yang terjaga baik.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menilai bahwa stabilitas sektor keuangan memberikan ruang yang luas bagi pembiayaan terhadap sektor produktif. Penyaluran kredit kepada UMKM dan industri pengolahan terus tumbuh, didukung oleh digitalisasi layanan keuangan dan penguatan tata kelola lembaga perbankan. Di tengah ketidakpastian global, sistem keuangan domestik tetap solid berkat pengawasan ketat dan mitigasi risiko yang dilakukan secara terukur. Hal ini mencerminkan bahwa sektor keuangan berperan aktif dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Perkembangan ini tidak dapat dilepaskan dari arah kebijakan makro yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Strategi pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri, memperkuat ketahanan pangan, serta memperluas transformasi digital terbukti mulai menunjukkan hasil. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga meletakkan dasar yang kuat untuk pembangunan berkelanjutan.

Kinerja ekspor juga turut menyumbang pertumbuhan, meskipun kondisi global belum sepenuhnya pulih. Pemerintah tetap konsisten mendorong ekspor barang bernilai tambah melalui kebijakan hilirisasi dan diversifikasi pasar. Seiring dengan itu, belanja pemerintah yang diarahkan pada sektor produktif dan perlindungan sosial menjadi pengungkit tambahan bagi permintaan agregat. Strategi ini menjaga roda perekonomian tetap bergerak tanpa menimbulkan tekanan fiskal yang berlebihan.

Kepercayaan publik terhadap arah pembangunan nasional semakin terlihat dari konsistensi indikator makro yang terjaga. Inflasi tetap rendah, nilai tukar stabil, dan cadangan devisa berada pada tingkat aman. Semua ini memperkuat optimisme terhadap ketahanan ekonomi jangka menengah, sekaligus membuka ruang bagi reformasi struktural lanjutan yang tengah disiapkan oleh pemerintah. Reformasi ini mencakup perbaikan regulasi investasi, digitalisasi sektor layanan publik, serta penguatan konektivitas antarwilayah.

Optimisme ini juga dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat luas. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, agenda pembangunan dijalankan secara terukur dan berorientasi hasil. Pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Komitmen ini tercermin dalam program-program yang diarahkan untuk penguatan UMKM, pembangunan desa, dan peningkatan kualitas SDM nasional.

Meski tantangan global masih membayangi, Indonesia kini berada dalam posisi yang lebih siap dan tangguh. Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan, termasuk penguatan cadangan fiskal, perluasan kemitraan perdagangan, dan akselerasi belanja infrastruktur yang strategis. Dengan pendekatan yang adaptif dan kolaboratif, pemerintah berupaya memastikan bahwa momentum pertumbuhan ini tidak hanya terjaga, tetapi juga terus ditingkatkan.

Secara keseluruhan, capaian pertumbuhan 5,12 persen menjadi penanda penting bahwa strategi pembangunan yang dijalankan pemerintah berada di jalur yang tepat. Dengan fondasi yang semakin kokoh, koordinasi antarsektor yang semakin kuat, dan kepemimpinan yang visioner, Indonesia diyakini mampu melangkah lebih percaya diri menuju target sebagai negara maju pada tahun-tahun mendatang. Pemerintahan Presiden Prabowo telah menunjukkan bahwa stabilitas dan kemajuan ekonomi dapat berjalan beriringan dalam satu arah yang solid dan berkelanjutan.

Momentum positif ini juga didorong oleh keberhasilan pemerintah dalam menjaga ekspektasi pelaku pasar dan meningkatkan kepercayaan dunia usaha. Pelaksanaan berbagai reformasi struktural secara simultan, termasuk penyederhanaan perizinan, peningkatan kualitas layanan birokrasi, serta percepatan digitalisasi ekonomi, telah menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.

Di sisi lain, kerja sama lintas sektor dan harmonisasi kebijakan antara pusat dan daerah turut memperkuat efektivitas program-program pemulihan ekonomi. Dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal positif atas transformasi ekonomi yang tengah berlangsung secara bertahap namun pasti.

)* Pengamat Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi 5,12% Bukti Awal Keberhasilan Presiden Prabowo Jaga Konsumsi dan Investasi

Oleh: Dewi Lestari )*

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan arah kebijakan ekonomi yang tegas dan terukur dalam memperkuat fondasi pertumbuhan nasional. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 sebesar 5,12 persen secara tahunan. Pencapaian ini menjadi sinyal positif bahwa strategi yang ditempuh pemerintah, terutama dalam mendorong konsumsi rumah tangga dan investasi, berhasil memberikan hasil konkret di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Pertumbuhan yang tercatat tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya mencapai 4,87 persen, serta melampaui capaian pada periode yang sama tahun lalu. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini terutama disokong oleh dua komponen utama, yakni konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi.

Peningkatan konsumsi didorong oleh kebutuhan pokok masyarakat yang terus naik, serta tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur keagamaan dan sekolah. Di sisi lain, pertumbuhan investasi mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi sektor produktif yang mulai menggeliat kembali.

Pemerintah merespons capaian ini dengan menginisiasi rangkaian kebijakan lanjutan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah tengah menyusun paket stimulus ekonomi semester II-2025 dengan fokus utama tetap pada konsumsi dan penciptaan lapangan kerja. Stimulus ini melanjutkan pola yang telah diterapkan sebelumnya, namun dengan beberapa penyesuaian sesuai dengan kondisi terkini. Di antara program yang dioptimalkan adalah perluasan program padat karya, peningkatan alokasi Kredit Investasi Padat Karya, serta percepatan dalam penyaluran bantuan perumahan berbasis swadaya masyarakat.

Airlangga juga menekankan pentingnya persiapan menyambut momen libur Natal dan Tahun Baru. Untuk itu, pemerintah akan menyediakan rangkaian insentif seperti diskon tiket transportasi umum dan penyelenggaraan event nasional guna menggerakkan sektor pariwisata dan perdagangan. Langkah ini diyakini akan memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mendorong perputaran uang di sektor riil.

Sebagai bentuk komitmen lebih jauh, pemerintah menyelaraskan kebijakan fiskal untuk memperkuat daya tahan sosial masyarakat kelas menengah ke bawah. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menguraikan bahwa Presiden Prabowo telah menyetujui lima kelompok kebijakan dalam paket stimulus yang mencakup sektor transportasi, bantuan sosial, subsidi upah, dan penguatan program perumahan. Setiap kebijakan dirancang dengan mempertimbangkan dampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan keberlanjutan aktivitas perekonomian nasional.

Kebijakan subsidi transportasi menjadi komponen penting dalam menjaga konsumsi rumah tangga. Diskon harga tiket kereta, pesawat, dan kapal laut ditujukan untuk menjangkau jutaan pengguna jasa angkutan. Pemerintah juga memberikan diskon tarif tol sebagai bagian dari upaya memudahkan mobilitas masyarakat dengan skema kerja sama non-APBN bersama Badan Usaha Jalan Tol. Inisiatif ini menunjukkan pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta dalam menjaga momentum pertumbuhan.

Dalam hal perlindungan sosial, pemerintah menggelontorkan tambahan anggaran untuk bantuan pangan dan subsidi upah. Sekitar 18,3 juta penerima Kartu Sembako akan menerima bantuan tambahan tunai dan beras selama dua bulan. Sementara itu, subsidi upah ditargetkan kepada 17,3 juta pekerja berpenghasilan rendah, termasuk guru honorer, dengan nilai bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan. Selain itu, iuran jaminan kecelakaan kerja untuk pekerja di enam sektor padat karya juga mendapatkan diskon 50 persen guna menjaga perlindungan mereka dalam menghadapi tekanan ekonomi global.

Kepala BPS Moh. Edy Mahmud menyoroti bahwa dari sisi produksi, sektor jasa menunjukkan lonjakan pertumbuhan tertinggi, mengindikasikan adanya pemulihan sektor tersier yang signifikan. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari separuh total Produk Domestik Bruto, sementara PMTB menyumbang hampir 28 persen. Hal ini memperlihatkan efektivitas kebijakan pemerintah yang memusatkan strategi pada sektor-sektor dengan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Upaya Presiden Prabowo untuk mempertahankan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada kebijakan jangka pendek. Langkah-langkah strategis seperti Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan tiga juta unit rumah, serta penguatan koperasi desa menunjukkan adanya arah pembangunan ekonomi jangka panjang yang inklusif dan berkelanjutan. Program-program ini selain memberikan efek langsung terhadap permintaan domestik, juga menciptakan peluang kerja baru yang berdampak terhadap pengurangan pengangguran struktural.

Pembangunan infrastruktur sosial dan ekonomi ini diharapkan mampu menjaga daya tahan masyarakat dalam jangka menengah hingga panjang. Pemerintah menargetkan kelompok masyarakat dengan daya beli rendah sebagai prioritas penerima manfaat, sebagaimana ditegaskan Airlangga bahwa masyarakat pada Desil-1 dan Desil-2 akan diutamakan dalam rekrutmen tenaga kerja di program-program strategis nasional.

Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12 persen pada kuartal kedua ini merupakan hasil nyata dari serangkaian kebijakan yang terukur dan adaptif. Dengan penguatan konsumsi domestik, stimulus berbasis kebutuhan masyarakat, serta dorongan terhadap sektor produktif, pemerintah menunjukkan komitmen penuh dalam menjaga stabilitas dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Kebijakan Presiden Prabowo bukan hanya memberikan respons atas tantangan jangka pendek, tetapi juga membentuk fondasi ekonomi yang tangguh untuk menghadapi ketidakpastian global di masa mendatang.

Melalui langkah-langkah yang telah disusun secara sistematis dan berpihak pada masyarakat luas, arah pembangunan ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan prospek yang menjanjikan. Kolaborasi antara kementerian, dunia usaha, dan masyarakat menjadi elemen penting dalam menciptakan pertumbuhan yang tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkualitas dan inklusif.

)* Pemerhati Kebijakan Publik

Ribuan Rekening Tidak Aktif Diblokir, Perputaran Dana Judi Daring Turun Drastis

Jakarta – Pemerintah melalui sinergi antarlembaga kembali menunjukkan langkah nyata dalam memberantas judi daring yang semakin meresahkan masyarakat. Terobosan strategis dilakukan dengan memblokir ribuan rekening tidak aktif atau dormant yang selama ini disalahgunakan oleh sindikat kejahatan digital untuk menyamarkan aliran dana ilegal. Hasilnya, perputaran dana judi daring tercatat turun drastis hingga lebih dari 70 persen dalam beberapa bulan terakhir.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan telah meminta perbankan untuk memblokir sedikitnya 25.912 rekening yang terindikasi digunakan dalam aktivitas judi daring. Permintaan ini disampaikan setelah OJK menerima data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penegakan terhadap transaksi keuangan ilegal yang merusak integritas sistem perbankan nasional.

“OJK telah meminta bank untuk memblokir sekitar 25.912 rekening berdasarkan data dari Komdigi, serta menindaklanjuti dengan penutupan rekening yang memiliki kesesuaian dengan nomor identitas kependudukan dan menerapkan EDD,” ujar Dian.

Menurutnya, pemblokiran rekening disertai dengan pengawasan ketat terhadap transaksi mencurigakan, serta penguatan kemampuan deteksi insider cyber untuk menghadapi ancaman siber yang semakin sistematis dan terorganisir.

“Dengan meningkatnya ancaman siber yang lebih sistematis dan terorganisir, OJK juga telah meminta bank untuk kembali meningkatkan dan memperkuat kemampuan deteksi insider cyber dengan melakukan pemantauan setiap saat terhadap anomali transaksi keuangan yang berpotensi fraud,” kata Dian.

OJK mengungkap sudah meminta pemblokiran 17.026 rekening terkait judi daring. Artinya, hanya dalam waktu kurang dari sebulan, jumlah rekening yang diblokir bertambah hampir 9.000. OJK juga meminta bank lebih waspada terhadap rekening dormant atau tidak aktif.

Menurut Dian, rekening semacam ini rawan disalahgunakan dan perlu diawasi agar tidak menjadi sarana kejahatan keuangan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana menyebut transaksi judi daring atau judi daring menurun setelah lembaganya memblokir rekening dormant, yakni rekening yang menganggur. Langkah itu, menurut dia, menyasar akun yang kerap dipakai pelaku kejahatan untuk menyamarkan aliran dana ilegal.

“Makna paling baik yang kami lihat ketika kami melakukan pemblokiran rekening, transaksi judi daring turun sampai 70%,” ujar Ivan.

Ivan mengatakan, banyak di antara rekening pasif itu dimanfaatkan sebagai jalur aktivitas judi daring.

“Jumlah deposit judi daring melonjak hingga Rp 5 triliun saat momen Lebaran. Setelah rekening dormant dibekukan sementara, pada bulan setelahnya, yakni Mei, angkanya menyusut menjadi Rp 2,9 triliun. Lalu turun lagi pada Juni dengan jumlah deposit Rp 1,5 triliun. Frekuensi transaksi turun terus, dari Rp 33 juta sampai kurang dari Rp 3 juta,” kata dia.

Ia pun mengklaim bahwa kebijakan pemblokiran rekening dormant yang dilakukan PPATK berkontribusi terhadap terganggunya operasional sejumlah jaringan judi daring dan aktivitas tindak pidana lainnya.

Ia menjelaskan bahwa rekening dormant yang diblokir PPATK diduga rawan disalahgunakan untuk kejahatan keuangan, termasuk tindak pidana pencucian uang. Dari sekitar satu juta rekening yang diduga terkait TPPU, PPATK menemukan 150 ribu di antaranya merupakan rekening dormant.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Substansi Humas PPATK M Natsir Kongah menjelaskan, puluhan ribu rekening itu tidak aktif. Selain itu, tak ada pembaruan data nasabah. Artinya, rekening itu diperoleh dari aktivitas jual beli rekening, peretasan atau hal lainnya secara melawan hukum. Selanjutnya rekening itu digunakan untuk menampung dana dari hasil tindak pidana, yang kemudian menjadi menjadi tidak aktif atau dormant.

“Lebih dari 50.000 rekening tidak ada aktifitas transaksi rekening sebelum teraliri dana illegal,” kata Natsir.

Penghentian transaksi ini bertujuan agar bank dan nasabah memverifikasi ulang rekening mereka. PPATK juga telah meminta perbankan untuk segera memverifikasi data nasabah, serta memastikan reaktivasi rekening ketika keberadaan nasabah serta kepemilikan rekening yang bersangkutan sudah diverifikasi.