Prabowo dan Agenda Penguatan Peran Guru dalam Pembangunan Bangsa

Oleh: Amanda Purnama )*

Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Dalam kerangka tersebut, guru dipandang sebagai elemen paling penting dalam proses mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Karena itu, berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah saat ini diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan, kompetensi, dan profesionalisme guru agar kualitas pendidikan nasional semakin meningkat.

Komitmen pemerintah terhadap penguatan peran guru terlihat dari langkah nyata yang dilakukan dalam perbaikan sistem kesejahteraan tenaga pendidik. Selama bertahun-tahun, persoalan birokrasi yang panjang dalam penyaluran hak-hak guru sering menjadi perhatian.

Pemerintah kemudian menghadirkan terobosan baru dengan memastikan gaji dan tunjangan dapat diterima langsung oleh guru melalui transfer ke rekening masing-masing setiap bulan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa mekanisme baru tersebut menjadi bagian dari upaya penyederhanaan birokrasi yang diinisiasi Presiden Prabowo.

Menurut Abdul, kebijakan ini dirancang agar para guru dapat merasakan manfaat program pemerintah secara langsung tanpa harus menghadapi proses administrasi yang berlarut-larut.

Kebijakan transfer langsung tunjangan guru menunjukkan perubahan pendekatan dalam tata kelola pendidikan. Pemerintah tidak hanya berupaya menyediakan anggaran yang memadai, tetapi juga memastikan setiap program berjalan secara efektif dan tepat sasaran.

Kebijakan transfer langsung tunjangan guru sekaligus memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan tenaga pendidik.

Peningkatan kesejahteraan guru juga diwujudkan melalui kenaikan tunjangan bagi guru non-ASN. Pemerintah menaikkan tunjangan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.

Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gaji pokok. Kebijakan tersebut mencerminkan perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik sebagai bagian dari investasi jangka panjang di bidang pendidikan.

Program peningkatan kompetensi guru menjadi agenda lain yang mendapat perhatian besar dari pemerintah. Selain memperkuat aspek kesejahteraan, pemerintah menyadari bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kapasitas tenaga pendidik.

Oleh sebab itu, berbagai program pengembangan kompetensi terus diperluas agar guru memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kualifikasi akademiknya.

Program beasiswa bagi guru yang belum memiliki gelar D4 atau S1 menjadi salah satu instrumen utama dalam agenda tersebut. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan sebanyak 150.000 guru menerima bantuan pendidikan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada tahun 2026. Melalui program itu, guru memperoleh bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester untuk menyelesaikan studi mereka.

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga menjadi bagian penting dari agenda reformasi pendidikan yang dijalankan pemerintah. Saat ini masih terdapat ratusan ribu guru aktif yang belum memiliki sertifikat pendidik. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mempercepat pelaksanaan PPG agar semakin banyak guru memperoleh sertifikasi profesional sekaligus mendapatkan akses terhadap tunjangan profesi.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa kesejahteraan dan profesionalisme merupakan dua aspek yang harus berjalan beriringan.

Menurut Fajar, peningkatan kualitas pendidikan tidak akan tercapai apabila salah satu aspek tersebut diabaikan. Karena itu, pemerintah terus mendorong keseimbangan antara peningkatan kompetensi dan peningkatan kesejahteraan guru.

Reformasi tata kelola guru yang dilakukan pemerintah juga menyentuh aspek beban kerja dan administrasi. Melalui regulasi terbaru, beban kerja guru diatur agar lebih berfokus pada kegiatan yang mendukung proses pembelajaran. Pendekatan ini bertujuan memberikan ruang yang lebih luas bagi guru untuk mengembangkan kualitas pengajaran dibandingkan menghabiskan waktu pada pekerjaan administratif.

Penyederhanaan sistem pelaporan kinerja guru menjadi langkah penting lainnya dalam reformasi tersebut. Jika sebelumnya laporan dilakukan melalui mekanisme yang cukup kompleks, kini proses pelaporan dibuat lebih sederhana dan efisien. Kebijakan ini memungkinkan guru memusatkan perhatian pada aktivitas belajar mengajar yang menjadi tugas utama mereka.

Perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan juga mencakup upaya menjaga keberlangsungan sekolah swasta. Melalui kebijakan redistribusi guru PPPK, pemerintah berusaha memastikan sekolah swasta tetap memiliki akses terhadap tenaga pendidik yang berkualitas. Kebijakan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah dalam menciptakan tata kelola pendidikan yang lebih adil dan merata.

Dukungan terhadap agenda penguatan guru turut datang dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Mufidah Kurniasih. Ia menilai kesejahteraan guru dan dosen merupakan faktor penting dalam keberhasilan transformasi pendidikan nasional.

Menurut Mufidah, perhatian terhadap tenaga pendidik harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sarana pendidikan dan percepatan digitalisasi pembelajaran, terutama di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Pandangan Mufidah memperkuat keyakinan bahwa pembangunan pendidikan memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Guru yang sejahtera, kompeten, dan didukung fasilitas yang memadai akan mampu menghasilkan proses pembelajaran yang lebih berkualitas.

Agenda penguatan peran guru yang dijalankan Presiden Prabowo menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada infrastruktur atau kurikulum semata. Pemerintah juga memberikan perhatian besar kepada para tenaga pendidik sebagai aktor utama yang menentukan keberhasilan proses pendidikan.

Rangkaian kebijakan mulai dari kenaikan tunjangan, perluasan beasiswa, percepatan sertifikasi, penyederhanaan birokrasi, hingga reformasi tata kelola guru memperlihatkan arah kebijakan yang jelas dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional.
*) Pemerhati Kebijakan Publik

Prabowo dan Upaya Memuliakan Guru Indonesia

Oleh: Febrian Rizki )*

Presiden Prabowo Subianto menempatkan guru sebagai salah satu elemen terpenting dalam pembangunan bangsa. Bagi pemerintah, keberhasilan Indonesia menuju negara maju tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Dalam proses tersebut, guru memegang peran sentral sebagai penggerak utama lahirnya generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki daya saing tinggi.

Komitmen terhadap penguatan peran guru menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo. Perhatian tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyentuh aspek profesionalisme, peningkatan kompetensi, dan penyederhanaan tata kelola pendidikan.

Kebijakan peningkatan tunjangan guru menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa pemerintah telah menaikkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai ketentuan yang berlaku.

Kenaikan tunjangan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan penghargaan yang lebih layak kepada para guru. Selama ini, profesi guru sering disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Namun pemerintah berupaya memastikan penghargaan terhadap guru tidak hanya diwujudkan dalam bentuk pengakuan moral, tetapi juga melalui kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan mereka.

Kebijakan kesejahteraan guru semakin diperkuat melalui perubahan mekanisme penyaluran tunjangan. Pemerintah kini menerapkan sistem transfer langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan. Langkah tersebut menjadi terobosan penting karena memangkas jalur birokrasi yang sebelumnya dianggap kurang efisien dalam penyaluran hak-hak tenaga pendidik.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa sistem baru tersebut merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo untuk menciptakan birokrasi yang lebih sederhana dan efektif. Melalui mekanisme transfer langsung, guru dapat menerima manfaat program secara lebih cepat tanpa harus menghadapi proses administrasi yang panjang.

Selain meningkatkan kesejahteraan, pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan kompetensi tenaga pendidik. Pemerintah menyadari bahwa kualitas pendidikan nasional sangat dipengaruhi oleh kualitas guru yang berada di ruang-ruang kelas. Oleh karena itu, berbagai program peningkatan kapasitas guru terus diperluas agar mampu menjawab kebutuhan pendidikan yang semakin berkembang.

Program beasiswa bagi guru menjadi salah satu instrumen utama dalam agenda penguatan kualitas tenaga pendidik. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah melanjutkan program bantuan pendidikan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi akademik D4 atau S1 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program tersebut memberikan kesempatan yang lebih luas bagi guru untuk meningkatkan jenjang pendidikan mereka.

Target penerima beasiswa yang mencapai 150.000 guru pada tahun 2026 menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan. Melalui bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester, pemerintah berupaya mendorong percepatan peningkatan kualifikasi akademik guru di seluruh Indonesia.

Program RPL juga menjadi solusi yang relevan bagi guru yang telah memiliki pengalaman mengajar selama bertahun-tahun. Pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki diakui sebagai bagian dari proses akademik sehingga masa studi dapat ditempuh lebih singkat. Pendekatan tersebut menunjukkan upaya pemerintah menghadirkan sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan tenaga pendidik.

Keberhasilan program beasiswa yang telah berjalan sebelumnya memberikan optimisme terhadap keberlanjutan kebijakan tersebut. Ribuan guru penerima beasiswa yang mengikuti program pada tahun sebelumnya kini memasuki tahap akhir pendidikan dan diproyeksikan menyelesaikan studi mereka dalam waktu dekat.

Dukungan terhadap penguatan pendidikan juga datang dari Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief. Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional dan dunia industri. Karena itu, berbagai bentuk dukungan terhadap sektor pendidikan perlu terus diperkuat.

Pandangan Hendry memperlihatkan bahwa investasi di bidang pendidikan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Program beasiswa dinilai menjadi instrumen penting untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan Indonesia di masa depan.

Penguatan program beasiswa seperti Kartu Indonesia Pintar dan Program Indonesia Pintar juga dinilai penting untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda dalam memperoleh pendidikan yang berkualitas. Kebijakan tersebut membantu memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya.

Peran dunia industri dalam mendukung pendidikan juga menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang kuat. Hendry menilai bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan dapat diarahkan untuk mendukung pendidikan melalui penyediaan fasilitas belajar, bantuan beasiswa, hingga penguatan sarana praktik yang dibutuhkan peserta didik.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan akan menciptakan hubungan yang saling menguatkan. Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, sementara dunia industri memperoleh sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan ekonomi nasional.

Kebijakan yang dijalankan Presiden Prabowo menunjukkan bahwa guru ditempatkan sebagai aktor utama dalam transformasi pendidikan Indonesia. Pemerintah tidak hanya memperhatikan aspek kesejahteraan, tetapi juga memastikan adanya ruang yang lebih besar bagi guru untuk berkembang dan meningkatkan kapasitas profesionalnya.

*) Pengamat Kebijakan Sosial

Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Guru, Program Beasiswa Diperbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat kualitas pendidikan nasional melalui peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru. Komitmen tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Usai pertemuan, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah telah menaikkan tunjangan guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Guru non-ASN kini menerima tunjangan Rp2 juta per bulan dari sebelumnya Rp1,5 juta, sedangkan guru ASN memperoleh tunjangan sebesar gaji pokok.

“Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan dari yang guru non-ASN, tunjangannya dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan kemudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok,” jelas Abdul Mu’ti.

Selain menaikkan tunjangan, pemerintah juga menerapkan mekanisme penyaluran langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan. Kebijakan tersebut diharapkan membuat manfaat program dapat diterima lebih cepat dan efisien.

“Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis dan agar guru dapat mendapatkan manfaat langsung dari transfer tunjangan yang ke rekening guru setiap bulan,” ungkapnya.

Peningkatan kesejahteraan juga diiringi dengan penguatan kualitas guru melalui program beasiswa. Pada 2025, pemerintah mengalokasikan beasiswa bagi 12.500 guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan bantuan Rp3 juta per semester.

“Tahun 2025 kami mengalokasikan biasiswa untuk 12.500 guru yang belum D4 atau S1 dengan beasiswa 3 juta per semester. Program ini sudah berjalan dengan sistem RPL, sudah masuk semester kedua, dan insyaallah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini,” kata Abdul Mu’ti.

Program tersebut akan diperluas secara signifikan pada 2026 dengan target menjangkau 150.000 guru di seluruh Indonesia.

“Dan sekarang masih proses pendaftaran, karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini. Itu yang berkaitan dengan kesejahteraan guru dan peningkatan kualitas guru,” lanjutnya.

Dukungan terhadap perluasan beasiswa juga disampaikan Hendry Munief. Menurutnya, pendidikan vokasi perlu mendapat perhatian lebih besar karena berperan penting dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang sesuai kebutuhan industri.

“Pendidikan vokasi harus menjadi prioritas karena langsung menjawab kebutuhan industri. Dukungan beasiswa dan fasilitas belajar menjadi kunci,” ujarnya.

Hendry juga mendorong penguatan program KIP dan PIP serta pemanfaatan program CSR industri untuk mendukung pendidikan vokasi.

“Beasiswa seperti KIP dan PIP harus diperkuat agar semakin banyak anak-anak kita tertarik masuk sekolah vokasi,” katanya.

Prabowo Perkuat Kesejahteraan Guru, Tunjangan Naik dan Beasiswa Diperluas

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat sektor pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru. Komitmen tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Usai pertemuan, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah telah menaikkan tunjangan bagi guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Menurutnya, tunjangan guru non-ASN naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, sementara guru ASN memperoleh tunjangan sebesar gaji pokok.

“Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan dari yang guru non-ASN, tunjangannya dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan kemudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok,” jelas Abdul Mu’ti.

Pemerintah juga menerapkan mekanisme baru penyaluran tunjangan yang dikirim langsung ke rekening guru setiap bulan. Langkah ini dinilai sebagai bentuk penyederhanaan birokrasi agar manfaat program dapat diterima secara lebih cepat dan tepat sasaran.

“Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis dan agar guru dapat mendapatkan manfaat langsung dari transfer tunjangan yang ke rekening guru setiap bulan,” ungkapnya.

Selain kesejahteraan, pemerintah memperluas program peningkatan kompetensi guru melalui beasiswa pendidikan. Pada 2025, sebanyak 12.500 guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1 mendapatkan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

“Tahun 2025 kami mengalokasikan biasiswa untuk 12.500 guru yang belum D4 atau S1 dengan beasiswa 3 juta per semester. Program ini sudah berjalan dengan sistem RPL,” kata Abdul Mu’ti.

Program tersebut akan diperluas pada 2026 dengan target menjangkau 150.000 guru di seluruh Indonesia.

“Dan sekarang masih proses pendaftaran, karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini,” lanjutnya.

Di bidang infrastruktur pendidikan, pemerintah juga mempercepat revitalisasi sekolah.

Setelah menuntaskan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan pada 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp14 triliun untuk memperbaiki total 71.744 sekolah pada 2026, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga SMA.

Menurut Abdul Mu’ti, program tersebut tidak hanya meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang besar.

“Kami memperkirakan penyerapan tenaga kerja untuk revitalisasi 71.744 sekolah ini mencapai sekitar 1,1 juta orang yang akan bekerja dalam rentang waktu tiga hingga delapan bulan,” ujarnya.

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai sekolah unggulan nonasrama yang akan mulai dibangun tahun ini, termasuk di Ibu Kota Nusantara.

Jangan Mudah Terprovokasi, Pemerintah Menjamin Keandalan Pasokan Listrik Nasional

Oleh: Anes Putra )*

Pemerintah memastikan keandalan pasokan listrik nasional tetap terjaga meskipun dalam beberapa hari terakhir terjadi gangguan kelistrikan di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Kepastian tersebut penting untuk menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat, terutama informasi yang mengaitkan pemadaman listrik dengan kelangkaan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa gangguan kelistrikan yang terjadi bukan disebabkan oleh menipisnya stok batu bara. Menurutnya, pemerintah terus memantau kondisi pasokan energi nasional dan memastikan seluruh kebutuhan pembangkit listrik dapat terpenuhi sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Kementerian ESDM menjelaskan bahwa penyebab utama pemadaman listrik yang sempat terjadi di sejumlah daerah adalah gangguan teknis pada beberapa mesin pembangkit. Karena itu, isu yang menyebutkan adanya krisis pasokan energi dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pemerintah menilai penting untuk meluruskan informasi tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Bahlil Lahadalia juga menyampaikan bahwa koordinasi dengan PT PLN (Persero) dilakukan secara intensif untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan. Langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani setiap gangguan yang muncul sekaligus memastikan layanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan optimal dalam waktu yang cepat.

Pasokan batu bara nasional saat ini berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik. Pemerintah bahkan telah menetapkan penugasan batu bara dalam jumlah besar guna menjamin keberlangsungan operasional sektor ketenagalistrikan.

Ketersediaan energi primer yang memadai menjadi bukti bahwa sistem kelistrikan nasional memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan operasional.

Gangguan teknis yang terjadi di sejumlah wilayah tidak dapat disamakan dengan persoalan pasokan energi. Dalam sistem kelistrikan yang kompleks, kendala operasional dapat terjadi sewaktu-waktu dan membutuhkan penanganan teknis yang tepat. Oleh karena itu, pemerintah memilih fokus pada percepatan perbaikan dibanding membiarkan spekulasi berkembang tanpa dasar yang jelas.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, turut menegaskan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan pasokan batu bara yang dapat mengganggu operasional pembangkit listrik nasional. Menurutnya, pemerintah telah berkomunikasi dengan PLN untuk memastikan seluruh langkah antisipasi berjalan baik sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.

Dwi Anggia juga memastikan bahwa informasi mengenai kemungkinan pemadaman listrik massal lanjutan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Penegasan tersebut menjadi penting karena berbagai kabar yang beredar di media sosial berpotensi menimbulkan kepanikan apabila tidak segera diklarifikasi oleh pihak yang berwenang.

Pemerintah terus memperkuat strategi pengelolaan energi guna menjaga keberlanjutan pasokan listrik nasional. Salah satu langkah yang disiapkan adalah relaksasi bertahap kuota produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan industri dan kecukupan pasokan energi dalam negeri.

Kebijakan pengelolaan batu bara yang adaptif menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada penyelesaian persoalan jangka pendek. Perencanaan yang matang juga dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan pembangunan di berbagai daerah.

PT PLN (Persero) sebagai operator sistem kelistrikan nasional juga bergerak cepat melakukan pemulihan setelah gangguan terjadi. Upaya tersebut dilakukan agar aktivitas masyarakat yang sempat terdampak dapat kembali berjalan normal. Langkah pemulihan yang cepat mencerminkan kesiapan PLN dalam menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Nurmalitasari, menyampaikan bahwa PLN memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat gangguan pasokan listrik tersebut. Karena itu, perusahaan terus berupaya memulihkan sistem dan meningkatkan keandalan jaringan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Masyarakat di sejumlah wilayah memang sempat merasakan dampak pemadaman terhadap aktivitas rumah tangga, pekerjaan, pendidikan, maupun usaha kecil. Namun respons cepat pemerintah dan PLN menunjukkan bahwa sistem penanganan gangguan berjalan efektif sehingga dampak yang muncul dapat segera diminimalkan.

Keandalan sistem kelistrikan nasional pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kecukupan pasokan energi, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah dan PLN dalam merespons setiap tantangan operasional. Dalam situasi ini, kedua pihak menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjaga stabilitas layanan listrik bagi seluruh masyarakat.

Masyarakat perlu lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar terkait sektor kelistrikan. Informasi yang berasal dari sumber resmi menjadi rujukan yang lebih dapat dipercaya dibandingkan spekulasi yang belum memiliki dasar fakta yang jelas.

Komitmen pemerintah dalam menjamin pasokan energi, mempercepat pemulihan gangguan teknis, dan menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional menjadi bukti bahwa kebutuhan listrik masyarakat tetap menjadi prioritas.

Dengan dukungan pasokan energi yang aman serta koordinasi yang kuat antara pemerintah dan PLN, keandalan pasokan listrik nasional tetap terjaga dan mampu mendukung berbagai aktivitas masyarakat maupun perekonomian nasional secara berkelanjutan.

*) Pengamat Infrastruktur Energi Nasional

Waspada Narasi Menyesatkan, Pemerintah Pastikan Listrik Andal untuk Masyarakat

Jakarta – Pemerintah memastikan pasokan energi untuk sektor kelistrikan nasional tetap aman dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap berbagai informasi yang menyebut pemadaman listrik di sejumlah daerah disebabkan oleh kelangkaan batu bara.

Pemerintah bersama PT PLN (Persero) menegaskan bahwa kondisi pasokan energi nasional tetap terkendali dan layanan kelistrikan terus dipulihkan secara bertahap.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir bukan disebabkan oleh menipisnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik.

Menurutnya, pemerintah terus berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan yang mengalami gangguan.

“Saya sampai hari ini, malam ini juga rapat sama PLN. Untuk membahas masalah ini,” kata Bahlil.

Ia menegaskan bahwa informasi mengenai kelangkaan batu bara tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Pemerintah telah menyiapkan pasokan batu bara yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik nasional.

“Masalah batu bara langka enggak benar, karena penugasan kita sudah 170 juta ton, hanya saja ada beberapa trouble di beberapa mesin seperti yang disampaikan PLN dan akan diselesaikan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Bahlil juga menyampaikan bahwa proses pemulihan terus dilakukan agar pelayanan listrik kepada masyarakat kembali optimal.

“Kemarin memang ada (pemadaman). Belum maksimal. Ini kita lakukan percepatan untuk pemulihan,” tuturnya.

Penjelasan serupa disampaikan Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia.

Ia membantah isu yang mengaitkan pemadaman listrik dengan menurunnya pasokan batu bara maupun energi untuk PLN. Menurutnya, gangguan yang terjadi bersifat teknis dan telah diantisipasi bersama PLN.

“Tidak ada batu bara menipis. Memang ada beberapa gangguan terkait teknis. Kita sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak berulang. Kalau ada isu-isu yang akan ada pemadaman itu tidak benar, dipastikan tidak benar,” kata Anggia.

Sementara itu, Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Nurmalitasari, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat.

Menurutnya, PLN memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat gangguan tersebut.

“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat manajemen beban listrik secara terbatas,” ujar Nurmalitasari.

Pemerintah menegaskan bahwa pasokan energi nasional tetap aman dan tidak terdapat gangguan terhadap suplai listrik.

Pemerintah Jamin Pasokan Listrik Aman, Masyarakat Diminta Waspada Hoaks

Jakarta – Pemerintah memastikan pasokan energi untuk pembangkit listrik nasional tetap aman di tengah beredarnya berbagai informasi yang mengaitkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa dengan kelangkaan batu bara.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih cermat menyikapi informasi yang beredar dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa gangguan listrik yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat, seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Karawang, tidak disebabkan oleh kekurangan pasokan energi primer.

Menurutnya, gangguan tersebut murni berasal dari kendala teknis pada sejumlah mesin pembangkit yang saat ini sedang ditangani bersama PT PLN (Persero).

“Memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN. Kami akan selesaikan dalam waktu secepatnya,” kata Bahlil.

Bahlil juga membantah isu yang menyebut PLN mengalami kekurangan batu bara untuk mengoperasikan pembangkit listrik. Ia menegaskan bahwa ketersediaan energi primer nasional berada dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu tidak benar,” tegasnya.

Pernyataan serupa disampaikan Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia. Ia memastikan tidak terdapat penurunan pasokan batu bara yang dapat mengganggu operasional pembangkit listrik nasional.

Menurutnya, penyebab gangguan yang terjadi lebih berkaitan dengan persoalan teknis yang sedang ditangani.

“Tidak ada pasokan batu bara yang menipis yang pasti. Memang ada beberapa gangguan terkait teknis,” ujar Anggia.

Ia juga menepis kabar yang menyebut akan terjadi pemadaman listrik massal lanjutan. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar dan tidak didukung oleh kondisi sistem kelistrikan nasional saat ini.

Sementara itu, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, memastikan sistem kelistrikan di Jawa saat ini beroperasi dalam kondisi terkendali.

Meski sempat terdapat kendala operasional yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik di beberapa wilayah, PLN terus melakukan langkah-langkah perbaikan untuk menjaga keandalan layanan.

“PLN terus berupaya secara intensif untuk menjaga keandalan pasokan listrik dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan,” kata Gregorius.

PLN juga menegaskan bahwa informasi mengenai blackout atau pemadaman total dalam skala luas tidak terjadi.

Karena itu, masyarakat diimbau mengikuti perkembangan informasi melalui kanal komunikasi resmi pemerintah dan PLN agar tidak terpengaruh hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Koperasi Desa Merah Putih Berpotensi Menjadi Pusat Energi Bersih Nasional

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*

Transisi menuju energi bersih menjadi salah satu agenda strategis yang tengah dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tuntutan pengurangan emisi karbon, diperlukan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

Dalam hal ini, desa memiliki posisi yang semakin penting. Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi berbasis sumber daya alam, desa juga menyimpan potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan yang dapat mendukung kemandirian energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan menilai bahwa Koperasi Desa Merah Putih memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak pengembangan energi bersih di tingkat lokal. Menurutnya, koperasi dapat berperan tidak hanya sebagai lembaga ekonomi masyarakat, tetapi juga sebagai institusi yang mengelola potensi energi terbarukan di wilayah pedesaan. Ia menjelaskan bahwa banyak desa memiliki sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi bersih, mulai dari tenaga surya, biomassa, hingga potensi energi lainnya yang selama ini belum dikelola secara optimal. Dengan kelembagaan koperasi yang kuat, pemanfaatan sumber daya tersebut dapat dilakukan secara lebih terorganisasi dan berkelanjutan.

Di samping itu, model koperasi memungkinkan masyarakat menjadi pelaku utama dalam proses produksi energi. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang dihasilkan tidak hanya dinikmati oleh investor atau perusahaan besar, tetapi juga langsung dirasakan oleh warga desa. Selain memberikan manfaat ekonomi, pengembangan energi bersih berbasis koperasi juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Ketika desa mampu memenuhi sebagian kebutuhan energinya secara mandiri, ketahanan energi nasional akan semakin kuat.

Potensi tersebut semakin relevan mengingat Indonesia memiliki ribuan desa yang tersebar di berbagai wilayah dengan karakteristik sumber daya yang berbeda-beda. Jika potensi ini mampu dimobilisasi secara sistematis, dampaknya terhadap pembangunan nasional akan sangat signifikan. Pengamat sosial dan pemerhati isu global, Paulus Lubis menilai bahwa transformasi Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat kedaulatan energi Indonesia. Menurutnya, pengembangan energi berbasis masyarakat akan menciptakan sistem yang lebih tangguh dan tidak terlalu bergantung pada pasokan energi terpusat.

Ia memandang bahwa konsep kedaulatan energi tidak hanya berbicara tentang ketersediaan pasokan, tetapi juga mengenai kemampuan masyarakat untuk mengelola sumber energinya sendiri. Dalam kerangka tersebut, koperasi menjadi wadah yang tepat untuk mengonsolidasikan partisipasi warga sekaligus memastikan manfaat ekonomi dapat dinikmati secara merata. Menurut Paulus, keberhasilan transisi energi sangat bergantung pada kemampuan pemerintah membangun ekosistem yang mendukung partisipasi masyarakat. Dukungan regulasi, akses pembiayaan, dan pendampingan teknis menjadi faktor penting agar koperasi mampu menjalankan peran tersebut secara optimal.

Ia juga menekankan bahwa energi bersih dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi desa. Selain memenuhi kebutuhan listrik lokal, energi terbarukan berpotensi menciptakan lapangan kerja dan mendorong lahirnya berbagai aktivitas ekonomi produktif. Meski demikian, pengembangan energi bersih berbasis koperasi memerlukan dukungan nyata dari berbagai pihak. Dalam konteks itulah peran pemerintah menjadi sangat penting sebagai fasilitator sekaligus akselerator transformasi energi di tingkat desa. Kebijakan yang tepat akan membantu mempercepat proses adopsi energi terbarukan oleh masyarakat.

Kementerian Koperasi telah memberikan contoh konkret melalui kerja sama dengan pihak swasta untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya bagi Koperasi Desa Merah Putih. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah mulai mendorong integrasi antara penguatan koperasi dan pengembangan energi bersih. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan, kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dan sektor swasta merupakan model yang dapat mempercepat perluasan akses energi terbarukan di tingkat desa. Melalui kerja sama tersebut, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga menjadi penggerak inovasi dan pembangunan berkelanjutan.

Inisiatif tersebut menunjukkan bahwa gagasan menjadikan koperasi sebagai pusat energi bersih bukan sekadar konsep teoritis. Sejumlah langkah nyata telah mulai dibangun untuk menciptakan ekosistem yang memungkinkan desa berperan lebih besar dalam transisi energi nasional. Apabila model ini berhasil dikembangkan secara luas, desa dapat menjadi simpul penting dalam sistem energi masa depan Indonesia. Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pendekatan ini juga akan memperkuat ketahanan energi nasional secara lebih merata.

Alhasil, pengembangan energi bersih berbasis koperasi desa menawarkan peluang untuk menjawab dua tantangan sekaligus, yakni pemerataan pembangunan dan transisi energi. Dengan memanfaatkan potensi lokal serta memperkuat kelembagaan masyarakat, desa dapat menjadi motor penggerak perubahan menuju ekonomi yang lebih hijau. Karena itu, upaya menjadikan koperasi desa sebagai pusat energi bersih nasional patut mendapat dukungan berkelanjutan. Ketika masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengelolaan energi, Indonesia tidak hanya bergerak menuju kemandirian energi, tetapi juga membangun fondasi pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.

)* Pemerhati isu sosial-ekonomi

Koperasi Merah Putih Membuka Akses Permodalan dan Memutus Ketergantungan pada Rentenir

Oleh : Abdul Razak)*

Upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus menunjukkan perkembangan positif di berbagai daerah. Program yang menjadi salah satu prioritas nasional tersebut tidak hanya bertujuan membangun kemandirian ekonomi desa, tetapi juga membuka akses permodalan yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap praktik rentenir yang selama ini menjadi persoalan klasik di pedesaan.

Keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal sering kali membuat petani, nelayan, pedagang kecil, dan pelaku usaha mikro kesulitan memperoleh modal usaha. Dalam kondisi mendesak, sebagian masyarakat memilih meminjam kepada rentenir karena prosesnya cepat, meskipun harus menanggung bunga yang tinggi. Situasi tersebut kerap menjerat masyarakat dalam lingkaran utang yang sulit diputus.

Hadirnya KDKMP menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Melalui sistem gotong royong dan pengelolaan yang profesional, koperasi diharapkan menjadi sarana pembiayaan yang sehat sekaligus wadah pengembangan usaha masyarakat desa.

Komitmen tersebut tercermin dari berbagai langkah konkret yang dilakukan pemerintah daerah. Di Kabupaten Jember, misalnya, pemerintah daerah menyerahkan 48 kendaraan operasional berupa 23 unit truk dan 25 unit kendaraan pick up untuk mendukung aktivitas KDKMP. Bantuan armada tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat distribusi hasil produksi masyarakat serta memperbesar peran koperasi dalam menggerakkan ekonomi desa.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa koperasi memiliki filosofi utama berupa pemerataan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat kecil. Menurutnya, filosofi koperasi adalah pemerataan ekonomi, pemberdayaan ekonomi mikro, dan pengurangan ketimpangan pendapatan. Karena itu, kehadiran KDKMP diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Fawait juga menekankan bahwa KDKMP tidak dibentuk untuk bersaing dengan pelaku usaha yang telah ada di desa. Sebaliknya, koperasi hadir untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, KDKMP bukan untuk bersaing dengan usaha masyarakat, melainkan hadir untuk memperkuat distribusi dan memperbesar manfaat ekonomi yang diterima warga desa.

Selain membuka akses ekonomi yang lebih luas, koperasi juga berperan menjaga stabilitas harga hasil pertanian. Pemerintah Kabupaten Jember berencana mendorong kerja sama antara koperasi dan Perum Bulog guna membantu penyerapan hasil panen petani. Melalui mekanisme tersebut, petani memperoleh kepastian pasar sekaligus perlindungan dari fluktuasi harga yang merugikan.

Fawait menjelaskan bahwa apabila penyerapan hasil panen berjalan baik, petani akan mendapatkan harga yang lebih layak dan stabilitas pasar dapat lebih terjaga. Kondisi ini menjadi penting karena kestabilan pendapatan petani akan berpengaruh langsung terhadap kebutuhan pembiayaan mereka. Ketika hasil panen terserap dengan harga yang baik, risiko petani terjebak pinjaman rentenir untuk memenuhi kebutuhan operasional dapat ditekan.

Lebih lanjut, KDKMP juga diproyeksikan menjadi bagian dari rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Produk pertanian dan komoditas unggulan desa dapat disalurkan melalui koperasi untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan pola tersebut, manfaat ekonomi dari program pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa karena kebutuhan bahan pangan disuplai dari desa itu sendiri.

Sementara itu, penguatan kelembagaan koperasi juga terus dilakukan di berbagai daerah. Di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Dinas Koperasi dan UMKM secara intensif melakukan pendampingan terhadap 152 unit Koperasi Merah Putih agar mampu dikelola secara profesional dan akuntabel.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika Semuel Yogi mengatakan bahwa penguatan kapasitas manajemen menjadi faktor penting dalam keberhasilan koperasi. Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan merupakan langkah pendalaman manajemen bagi para pengurus koperasi. Pemerintah ingin memastikan pengelolaan manajemen keuangan dan organisasi berjalan optimal sesuai dengan pembagian tugas antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Penguatan tata kelola tersebut menjadi fondasi penting agar koperasi mampu menjalankan berbagai fungsi ekonomi, termasuk layanan simpan pinjam yang sehat dan terpercaya. Dengan pengelolaan yang baik, masyarakat akan semakin yakin untuk memanfaatkan koperasi sebagai alternatif utama dalam memperoleh pembiayaan usaha dibandingkan meminjam kepada rentenir.

Di Kabupaten Karawang, percepatan operasionalisasi KDKMP juga terus dilakukan. Saat ini telah terbentuk 309 koperasi yang secara bertahap didorong untuk segera beroperasi melalui pembangunan gerai usaha, penguatan kelembagaan, serta kerja sama dengan berbagai mitra usaha dan lembaga keuangan.

Kepala Bidang Koperasi Disperindagkop UKM Kabupaten Karawang Puguh Tri Hutomo menjelaskan bahwa tujuan utama pengembangan koperasi adalah menjadikannya sebagai penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong agar seluruh KDKMP memiliki sarana dan prasarana yang memadai, legalitas yang lengkap, serta mampu beroperasi secara profesional.

Keberadaan KDKMP yang tersebar di berbagai daerah di Nusantara menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan. Dengan dukungan pemerintah, penguatan tata kelola, serta pengembangan berbagai unit usaha produktif, koperasi dapat menjadi sumber permodalan yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.

)* Analis Kebijakan

Pemerintah Percepat Operasional Koperasi Merah Putih untuk Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Bandung – Pemerintah terus mempercepat penguatan dan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi rakyat sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif. Langkah ini diyakini mampu memperluas pemerataan kesejahteraan melalui penguatan ekonomi berbasis komunitas dan sektor produktif.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi di suatu negara tidak akan banyak berarti apabila pemerataan tidak terjadi. Oleh karena itu, instrumen yang dinilai paling tepat adalah koperasi salah satunya Koperasi Kelurahan Desa Merah Putih (KDKMP).

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih selain untuk mendorong angka pertumbuhan 8 persen, juga menjadi cara yang digunakan untuk memeratakan pertumbuhan ekonomi,” kata Wamenkop Farida.

Menurut Farida, saat ini terdapat sekitar 222 ribu koperasi aktif di Indonesia dan 83 ribu di antaranya merupakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Jaringan koperasi tersebut didukung oleh sekitar 31 juta anggota aktif, dengan modal mencapai sekitar Rp300 triliun, total aset sekitar Rp325 triliun, serta akumulasi Sisa Hasil Usaha (SHU) yang mendekati Rp8 triliun. Potensi tersebut menjadi modal besar dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Pemerintah juga mendorong koperasi agar semakin berorientasi pada sektor produksi sehingga mampu menciptakan nilai tambah dan efek berganda (multiplier effect) yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan konsolidasi kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses pembiayaan, serta percepatan digitalisasi tata kelola koperasi.

“Ketika kita berkeinginan agar koperasi kita ini bisa menguasai di sektor produksi, maka dua hal yang bisa dilakukan yaitu adalah inkubasi koperasi yang masih skala kecil, yang kedua adalah penguatan koperasi yang produksinya sudah skala besar,” ujar Farida.

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk OJK dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), berkomitmen memberikan pendampingan, penguatan regulasi, fasilitasi pembiayaan, serta pembinaan kepada koperasi eksisting maupun KDKMP agar mampu tumbuh lebih kompetitif. Sinergi tersebut diharapkan menciptakan ekosistem koperasi yang sehat, modern, dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.

Farida optimistis bahwa dukungan kebijakan yang komprehensif akan menjadikan koperasi sebagai motor utama pembangunan ekonomi berbasis rakyat.

“Dengan dukungan regulasi, pembiayaan, dan digitalisasi, koperasi diyakini mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi 8 persen yang merata,” ucap Farida.

Penguatan operasional Koperasi Merah Putih di berbagai daerah diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pelaku usaha lokal, tetapi juga memperluas lapangan kerja, memperkuat rantai pasok sektor pertanian, peternakan, dan UMKM, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional melalui model pembangunan yang berlandaskan prinsip gotong royong dan pemberdayaan masyarakat.