Ekonomi RI Tumbuh Solid, Pemerintah Jaga Optimisme dan Daya Beli Rakyat

JAKARTA — Perekonomian Indonesia tumbuh resilien sebesar 5,29 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,12 persen (yoy).

Capaian ini diraih di tengah kondisi global yang masih dibayangi ketidakpastian, didorong oleh investasi yang kuat, konsumsi rumah tangga yang meningkat, serta berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan terus memperkuat mesin-mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

“Di tengah tantangan global yang masih tinggi, Pemerintah akan terus memperkuat mesin-mesin pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan dan reformasi struktural guna menjaga momentum pertumbuhan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen (yoy) dan tetap menjadi penopang utama perekonomian nasional.

Daya beli masyarakat terjaga lewat penyaluran gaji ke-13, program perlindungan sosial, pemberian subsidi, hingga inflasi yang tetap terkendali.

Keyakinan konsumen pun tetap solid, tercermin dari peningkatan Mandiri Spending Index serta naiknya penjualan listrik, kendaraan bermotor, dan bahan bakar minyak.

Dari sisi investasi, Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh kuat 6,87 persen (yoy), ditopang belanja modal pemerintah dan investasi swasta.

Realisasi investasi langsung tumbuh 7,1 persen, dengan penanaman modal asing melonjak 25,7 persen, mencerminkan kepercayaan investor yang tetap terjaga seiring keberhasilan Satuan Tugas Debottlenecking dalam menuntaskan berbagai hambatan investasi.

Perbaikan ekonomi turut berimbas positif pada pasar kerja. Jumlah penduduk bekerja pada Mei 2026 mencapai 148,19 juta orang, bertambah 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka menurun menjadi 4,65 persen.

Tingkat kemiskinan turut turun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026, berkurang sekitar 430 ribu orang dibandingkan September 2025.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai pertumbuhan ekonomi tersebut semakin berkualitas karena diiringi penurunan kemiskinan dan pengangguran.

“Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya solid secara angka, tetapi juga semakin berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Qodari menambahkan, daya beli masyarakat turut terjaga lewat kebijakan pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi serta pelaksanaan sejumlah program prioritas.

Guna menjaga momentum pada semester II 2026, pemerintah menyiapkan Paket Stimulus Ekonomi senilai Rp26,34 triliun, mencakup bantuan pangan bagi 33,4 juta penerima manfaat, insentif tarif transportasi, serta program magang nasional dan pelatihan vokasi bagi angkatan kerja muda.

Pemerintah menyatakan sejumlah agenda lanjutan akan digarap dalam beberapa waktu ke depan, di antaranya hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. (*)

Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Kuota Baru Program Magang Nasional Batch 2

Jakarta – Pemerintah terus memperluas kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja melalui Program Magang Nasional. Pada Program Magang Nasional Angkatan II Tahun 2026, pemerintah meningkatkan kuota peserta menjadi 150 ribu orang yang terbagi dalam beberapa batch. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, peningkatan kuota dilakukan setelah evaluasi pelaksanaan program sebelumnya menunjukkan hasil positif. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan semakin banyak lulusan baru mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan memperoleh pengalaman kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Ini suatu hal, kabar baik buat adik-adik kita yang baru lulus dari perguruan tinggi. Jadi kenaikannya jumlah peserta itu dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang,” ujar Yassierli.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menilai Program Magang Nasional merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu lulusan perguruan tinggi memasuki dunia kerja. Menurutnya, persoalan transisi dari bangku kuliah menuju pekerjaan menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapatkan perhatian melalui program yang memberikan pengalaman kerja secara langsung.

Peningkatan kuota tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses terhadap pengalaman kerja bagi lulusan perguruan tinggi. Melalui program magang, peserta tidak hanya memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang didapat selama perkuliahan, tetapi juga mengenal secara langsung pola kerja, budaya perusahaan, serta kebutuhan kompetensi yang berkembang di dunia industri. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja.

“Salah satu PR Pemerintah yang terus ada sejak dulu adalah bagaimana caranya mahasiswa khususnya S1 yang lulus kuliah bisa langsung dapat kerja dan dapat gaji,” kata Teddy.

Pemerintah juga terus melakukan penyempurnaan terhadap tata kelola program. Penguatan dilakukan melalui kurikulum berbasis kebutuhan industri, peningkatan kualitas mentor, evaluasi perusahaan penyelenggara, serta pengawasan untuk memastikan hak-hak peserta terlindungi. Program ini juga diarahkan untuk terintegrasi dengan sistem sertifikasi kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pada batch pertama Angkatan II 2026, sebanyak 50 ribu posisi disediakan dan jumlah pendaftar mencapai sekitar 300 ribu lulusan. Tingginya animo tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap program yang dapat memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru.

Melalui penambahan kuota dan peningkatan kualitas penyelenggaraan, pemerintah berharap Program Magang Nasional mampu memperluas akses generasi muda terhadap pengalaman kerja yang relevan. Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi jembatan menuju dunia kerja, tetapi juga meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja Indonesia. (*)

Program Magang Nasional Batch 2 Dibuka September, Kuota Puluhan Ribuan Peserta

JAKARTA — Program Magang Nasional Angkatan 2 kembali menjadi salah satu stimulus pemerintah untuk memperluas kesempatan lulusan muda memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi. Program ini menyasar lulusan sarjana atau diploma di seluruh Indonesia.

Pada tahap pertama, pemerintah menyiapkan sebanyak 50.000 kuota peserta magang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46.160 peserta resmi mengikuti program magang nasional angkatan kedua tahap pertama tahun 2026.

“Alhamdulillah batch pertama sudah kita buka hari ini. Ada 50 ribu orang dan tadi sudah ada kegiatan bersama interaksi dengan mereka hadir online dari semua ya kita undang semua peserta magang dan 500 orang tadi hadir offline,” kata Yassierli.

Tingginya minat terhadap program tersebut terlihat dari jumlah pendaftar. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 732.482 calon peserta mendaftar sejak program dibuka. Setelah dilakukan pemeriksaan persyaratan, sebanyak 244.982 orang dinyatakan lolos untuk mengikuti proses lebih lanjut. Kemudian, sebanyak 226.719 calon peserta mengajukan lamaran ke berbagai lowongan yang tersedia.

“Besarnya jumlah peserta menunjukan tingginya kebutuhan lulusan muda untuk memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan kompetensi dan mendapatkan kesempatan kerja,” kata Darmawansyah.

Pada tahap akhir, Kemnaker mencatat sebanyak 48.088 orang diterima oleh penyelenggara untuk diproses lebih lanjut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46.160 orang dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai peserta magang nasional angkatan kedua tahap pertama tahun 2026.

“Dengan demikian pada hari ini kita secara resmi memulai program pemagangan bagi seluruh peserta yang lolos,” tegasnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 4,14 triliun untuk mendukung program ketenagakerjaan tersebut. Program tersebut bakal dimulai pada Juli 2026 dengan target sebanyak 150.000 peserta.

“Program magang nasional dan batch 4 ini akan dilakukan di bulan Juli untuk 150.000 peserta dengan anggaran sebesar Rp 4,14 triliun,” ujar Airlangga

Program Magang Nasional Angkatan 2 merupakan bagian dari stimulus pemerintah yang disiapkan pada semester II-2026. Pelaksanaan program diharapkan dapat membantu lulusan muda memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan keterampilan, serta memperbesar peluang mereka memasuki pasar kerja.

Dengan antusiasme pendaftar yang tinggi dan dukungan anggaran pemerintah, program magang nasional diharapkan mampu menjangkau lebih banyak lulusan muda di berbagai daerah sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi kebutuhan dunia industri. (*)

Antusiasme Publik Rayakan HUT ke-81 RI Tunjukkan Semangat Persatuan Bangsa

Jakarta – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di berbagai penjuru Tanah Air. Beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat persatuan bangsa.

Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menilai antusiasme masyarakat dalam merayakan Hari Kemerdekaan tetap terjaga dari tahun ke tahun. Menurutnya, berbagai perlombaan telah menjadi ruang yang efektif untuk mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa.

“Antusiasme masyarakat dalam merayakan hari jadi proklamasi kemerdekaan tidak berubah dari tahun ke tahun. Denyut nadi kehidupan dan kebahagiaan masyarakat tertuang dalam setiap Sabtu dan Minggu melalui lomba-lomba di masing-masing RT dan RW,” ujarnya.

Fathoni menegaskan bahwa makna peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada kemeriahan perlombaan semata. Ia menekankan bahwa perjuangan generasi saat ini adalah merawat keberagaman sebagai fondasi kokoh persatuan nasional.

“Perjuangan kemerdekaan di masa lalu susahnya luar biasa. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah bagaimana merawat keberagaman sebagai pilar utama persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” tambahnya.

Semangat serupa disampaikan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, yang mengapresiasi pemerintah bersama masyarakat atas penyelenggaraan berbagai kegiatan dalam menyambut HUT ke-81 RI.

Menurutnya, momentum kemerdekaan menjadi pengingat bahwa kebebasan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu bangsa.

“Momentum HUT Kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini diperoleh melalui perjuangan yang panjang. Karena itu, semangat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan harus terus kita pelihara dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Kemudian, antusiasme masyarakat juga terlihat dalam penyelenggaraan Merdeka Run 2026 yang mendapat sambutan luar biasa. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa seluruh tiket kegiatan tersebut habis terjual hanya dalam waktu dua jam sejak pendaftaran dibuka.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang begitu antusias menyambut Merdeka Run. Tiket habis hanya dalam waktu dua jam sejak pendaftaran dibuka. Ini menunjukkan semangat masyarakat untuk berolahraga sekaligus merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sangat luar biasa,” katanya.

Menurut Erick, ajang lari sejauh delapan kilometer dari Istana Merdeka itu tidak sekadar mengajak masyarakat hidup sehat, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan persatuan.

“Merdeka Run bukan hanya tentang berlari. Ini adalah momen kita bersama-sama merayakan kemerdekaan dengan penuh kebahagiaan, semangat kebersamaan dan persatuan. Kita ingin olahraga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan,” pungkasnya. (*)

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala

Oleh : Rivka Mayangsari*)

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum yang kembali memperlihatkan kuatnya semangat kebangsaan masyarakat. Antusiasme publik untuk mengikuti berbagai rangkaian perayaan kemerdekaan, khususnya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, menunjukkan bahwa rasa cinta terhadap Indonesia tetap hidup dan terus tumbuh di tengah masyarakat.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang ingin menyaksikan langsung upacara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Tercatat lebih dari 336 ribu masyarakat telah mendaftarkan diri melalui laman Pandang Istana. Angka tersebut menjadi gambaran kuat mengenai besarnya perhatian masyarakat terhadap momentum bersejarah yang setiap tahun menjadi simbol kebersamaan seluruh rakyat Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas tingginya minat untuk hadir langsung dalam momen peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Tingginya partisipasi publik dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana peringatan kemerdekaan yang semarak sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat dengan momentum kenegaraan.

Antusiasme tersebut tidak sekadar menunjukkan keinginan masyarakat untuk hadir dalam sebuah kegiatan seremonial. Lebih dari itu, tingginya jumlah pendaftar mencerminkan adanya keterikatan emosional masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa. Upacara kemerdekaan menjadi ruang bersama untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali komitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kehadiran masyarakat dalam perayaan kemerdekaan juga memperlihatkan bahwa nilai-nilai nasionalisme masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kehidupan yang semakin kompleks, momentum HUT RI tetap mampu menyatukan masyarakat dalam semangat yang sama, yaitu rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia.

Semangat kemerdekaan tersebut tidak hanya terlihat di lingkungan Istana Merdeka. Berbagai daerah di Indonesia turut menyambut Bulan Kemerdekaan dengan beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas. Perlombaan tradisional, kegiatan olahraga, pertunjukan seni, kegiatan sosial, hingga berbagai aktivitas kreatif menjadi bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-81 RI.

Prasetyo Hadi turut mengapresiasi berbagai kegiatan masyarakat dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, berbagai perlombaan dan kegiatan kreatif yang digelar di berbagai daerah menjadi bukti semangat masyarakat dalam mengisi Bulan Kemerdekaan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa nasionalisme tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan formal. Gotong royong, kegiatan sosial, perlombaan, kreativitas generasi muda, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar merupakan bentuk sederhana yang memperlihatkan bagaimana nilai kemerdekaan terus diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Perayaan HUT RI juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan secara bersama-sama membuka ruang interaksi tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi. Masyarakat dapat berkumpul, bekerja sama, dan merayakan kemerdekaan dalam suasana penuh kegembiraan.

Semangat kebersamaan tersebut memiliki arti strategis bagi pembangunan nasional. Indonesia membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan. Persatuan, gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat untuk berkontribusi menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan bangsa.

Antusiasme masyarakat juga menjadi bukti bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam memastikan berbagai agenda pembangunan berjalan secara berkelanjutan. Semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan melalui peningkatan produktivitas, kepedulian sosial, penghormatan terhadap perbedaan, serta kontribusi sesuai kapasitas masing-masing.

Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial, semangat kebangsaan juga perlu diteruskan kepada generasi muda. Keterlibatan anak-anak dan kaum muda dalam berbagai kegiatan kemerdekaan dapat menjadi sarana untuk mengenalkan sejarah perjuangan bangsa sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap masa depan Indonesia. Kreativitas generasi muda yang dipadukan dengan nilai persatuan akan menjadi kekuatan penting dalam menjaga identitas nasional.

Momentum HUT ke-81 RI juga dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menerjemahkan rasa cinta tanah air ke dalam tindakan nyata. Menjaga kerukunan, menghargai keberagaman, mendukung produk dalam negeri, meningkatkan prestasi, serta aktif dalam kegiatan sosial merupakan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak hanya hadir selama bulan Agustus, tetapi menjadi bagian dari karakter masyarakat Indonesia.

Karena itu, HUT ke-81 RI perlu dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat optimisme dan rasa memiliki terhadap bangsa. Kemerdekaan bukan hanya warisan sejarah, tetapi tanggung jawab bersama untuk terus menjaga persatuan dan membangun masa depan Indonesia.
Lebih dari 336 ribu masyarakat yang mendaftar untuk menghadiri peringatan di Istana Merdeka, ditambah semarak kegiatan di berbagai daerah, menjadi gambaran kuat mengenai besarnya antusiasme publik terhadap momentum kemerdekaan. Partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa rasa bangga terhadap Indonesia tetap tumbuh di tengah masyarakat.

Semangat tersebut perlu terus dipelihara agar peringatan HUT ke-81 RI tidak berhenti sebagai perayaan tahunan. Dari Istana Merdeka hingga berbagai pelosok daerah, masyarakat dapat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Antusiasme rakyat dalam merayakan HUT ke-81 RI menjadi bukti bahwa cinta terhadap Indonesia tetap menyala. Semangat tersebut merupakan modal sosial yang penting untuk menjaga persatuan sekaligus menggerakkan masyarakat bersama-sama mengisi kemerdekaan menuju Indonesia yang semakin maju, kuat, dan sejahtera.

*) Pemerhati sosial

Masyarakat Rayakan HUT RI dengan Damai, Gembira, dan Penuh Kebersamaan

Oleh : Garvin Reviano )*

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia telah menjadi momentum yang memperlihatkan kuatnya semangat persatuan masyarakat. Di berbagai daerah, kemeriahan perayaan kemerdekaan tidak hanya ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih dan pelaksanaan upacara, tetapi juga melalui beragam kegiatan yang menghadirkan kegembiraan, kebersamaan, serta semangat gotong royong. Suasana tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mampu menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus menjaga kehidupan sosial yang damai.

Setelah rangkaian peringatan HUT RI berlangsung, semangat yang terlihat di tengah masyarakat menjadi gambaran bahwa kemerdekaan bukan sekadar peristiwa sejarah yang dikenang setiap tahun. Kemerdekaan juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali membangun rasa memiliki terhadap bangsa. Perlombaan rakyat, kerja bakti, kegiatan sosial, pertunjukan seni, hingga berbagai aktivitas komunitas menjadi ruang sederhana yang mampu mempertemukan warga dari berbagai latar belakang dalam suasana penuh keakraban.

Kegembiraan dalam merayakan kemerdekaan juga sejalan dengan pesan pemerintah. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah mendorong masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT ke-81 RI sebagai momentum yang dirayakan dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, dan semangat kebangsaan. Menurutnya, suasana perayaan yang positif dapat memperkuat rasa persatuan serta meningkatkan optimisme masyarakat dalam mengisi kemerdekaan. Pesan tersebut memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan memang diharapkan menjadi momentum positif yang dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Kegembiraan tersebut pada akhirnya tidak berhenti pada kemeriahan acara. Di balik berbagai kegiatan perayaan, terdapat nilai sosial yang jauh lebih penting, yakni tumbuhnya interaksi antarmasyarakat. Warga yang sebelumnya jarang berkomunikasi dapat kembali berkumpul, anak-anak bermain bersama, pemuda mengambil peran sebagai panitia, sementara kelompok masyarakat lainnya berkontribusi sesuai kemampuan. Situasi semacam ini menjadi bentuk nyata bahwa kemerdekaan dapat dirayakan melalui kebersamaan yang sederhana tetapi bermakna.

Semangat persatuan juga berkaitan erat dengan pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mengajak masyarakat dan jajarannya memperkuat kebersamaan, integritas, serta budaya kerja yang harmonis. Dalam berbagai pesan kebangsaan, Nasaruddin menempatkan kerukunan dan persaudaraan sebagai kekuatan penting dalam membangun Indonesia yang damai dan maju. Semangat tersebut relevan dengan suasana perayaan HUT RI, ketika masyarakat dari beragam latar belakang dapat duduk bersama, bergembira, dan merayakan kemerdekaan tanpa menjadikan perbedaan sebagai penghalang.

Perayaan kemerdekaan yang berlangsung damai juga memperlihatkan kedewasaan masyarakat dalam menjaga ruang publik. Kemeriahan tidak harus diwujudkan melalui aktivitas berlebihan yang mengganggu kenyamanan orang lain. Sebaliknya, semangat perayaan dapat diwujudkan dengan tetap menghormati lingkungan, menjaga ketertiban, serta memastikan seluruh kegiatan berlangsung secara aman. Dengan demikian, kegembiraan yang tercipta tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi dapat dirasakan seluruh warga.

Momentum HUT RI juga memberikan pelajaran bahwa persatuan tidak selalu harus dibangun melalui kegiatan besar. Hal-hal sederhana seperti memasang bendera, mengikuti upacara, menghadiri perlombaan kampung, membantu tetangga, atau bergotong royong membersihkan lingkungan merupakan bentuk partisipasi kebangsaan yang memiliki arti penting. Ketika kegiatan tersebut dilakukan secara bersama-sama, masyarakat sesungguhnya sedang merawat modal sosial yang menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia.

Di tengah derasnya arus informasi digital, suasana damai selama perayaan kemerdekaan juga perlu dipertahankan di ruang siber. Masyarakat memiliki peran penting untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, provokasi, maupun konten yang dapat memecah persatuan. Sebaliknya, media sosial dapat digunakan untuk menyebarkan dokumentasi kegiatan positif, kreativitas masyarakat, serta pesan-pesan kebangsaan yang memperkuat optimisme terhadap masa depan Indonesia.

Semarak HUT ke-81 RI dengan demikian tidak hanya dapat diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga dari kualitas kebersamaan yang tercipta. Perayaan yang berlangsung tertib dan penuh kegembiraan menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki energi positif untuk menjaga persatuan. Semangat tersebut penting untuk terus dipelihara setelah rangkaian perayaan kemerdekaan berakhir, sehingga nilai gotong royong tidak hanya muncul setiap bulan Agustus, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kemeriahan HUT RI akan memiliki makna yang lebih dalam apabila mampu meninggalkan pesan persatuan setelah perayaan selesai. Damai, gembira, dan kebersamaan bukan sekadar suasana sesaat, melainkan nilai yang perlu terus dibawa dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, memperkuat gotong royong, dan mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang produktif, masyarakat turut memastikan bahwa semangat perjuangan para pendiri bangsa tetap hidup. HUT ke-81 RI pun menjadi momentum untuk menatap masa depan dengan optimisme, sembari menjaga Indonesia tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh rakyatnya.

Perayaan HUT ke-81 RI yang berlangsung damai, meriah, dan penuh kebersamaan menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Kegembiraan yang hadir melalui berbagai kegiatan tidak hanya menciptakan suasana positif, tetapi juga mempererat persaudaraan, memperkuat gotong royong, dan meneguhkan persatuan di tengah keberagaman. Semangat tersebut perlu terus dipelihara setelah momentum perayaan berakhir, sehingga nilai-nilai kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni, melainkan diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga ketertiban, serta berkontribusi secara positif bagi lingkungan dan bangsa.

)* Pemerhati Isu Sosial

Perayaan HUT RI Berlangsung Kondusif, Publik Tunjukkan Semangat Kebangsaan

Jakarta – Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia berlangsung aman dan kondusif di berbagai daerah. Antusiasme publik juga terlihat dari tingginya partisipasi dalam berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan, yang mencerminkan kuatnya semangat kebangsaan dan kebersamaan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia berjalan aman dan kondusif. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari sinergi Polri bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan selama rangkaian perayaan kemerdekaan.

“Kita bersama seluruh kementerian dan lembaga, khususnya yang memiliki tugas untuk menjaga stabilitas keamanan, bekerja sama dengan pemerintah daerah semuanya di seluruh Indonesia,” ujar Listyo.

Lebih lanjut, Kapolri mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan. Menurutnya, perayaan kemerdekaan merupakan momentum bersama yang perlu dijaga agar tetap berlangsung dengan tertib sekaligus memperkuat keutuhan bangsa.

“Tentunya ini adalah perayaan kita, perayaan kemerdekaan yang ke-81, perayaan kita bersama, tentunya mari kita rayakan bersama-sama dengan baik, dan kita jaga keutuhan bangsa ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka. Lebih dari 336 ribu masyarakat tercatat mengikuti mekanisme pendaftaran undangan atau war ticket yang dibuka pemerintah.

“Kami selaku Ketua Panitia, selaku Mensesneg menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah berpartisipasi di dalam war ticket untuk mendapatkan undangan. Ini menunjukkan dan membuktikan antusias masyarakat untuk dapat hadir mengikuti peringatan detik-detik proklamasi sangat tinggi,” ujar Prasetyo.

Prasetyo juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inisiatif masyarakat di seluruh Indonesia dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Beragam kegiatan yang digelar masyarakat, baik berupa perlombaan maupun aktivitas kreatif, tradisional, hingga modern, dinilai menunjukkan tingginya partisipasi publik dalam mengisi Bulan Kemerdekaan.

“Banyak inisiatif digelar di seluruh Indonesia. Kreativitas-kreativitas, inovasi-inovasi, perlombaan-perlombaan, mulai dari yang modern, tradisional sampai yang unik-unik,” katanya.

Antusiasme masyarakat untuk hadir dalam upacara kenegaraan serta maraknya berbagai kegiatan di daerah menunjukkan bahwa peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan rasa nasionalisme dan memperkuat kebersamaan. Kondisi keamanan yang tetap kondusif turut memberikan ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan secara tertib, positif, dan penuh semangat kebangsaan.

Sinergi pemerintah, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga suasana perayaan kemerdekaan tetap aman dan kondusif.

Capaian Ekonomi RI Membuktikan Optimisme Bukan Sekadar Narasi, tetapi Fakta

Oleh: Adhitya Ramadani)*

Optimisme terhadap perekonomian Indonesia pada 2026 bukan sekadar narasi, melainkan tercermin dalam capaian ekonomi yang terukur. Di tengah tekanan ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian geopolitik, konflik berkepanjangan, serta dinamika perdagangan internasional, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan. Kinerja tersebut menjadi bukti bahwa fondasi ekonomi nasional tetap kuat dan mampu menjaga momentum pertumbuhan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai 5,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kuartalan, ekonomi nasional tumbuh 3,73 persen dibandingkan triwulan I 2026. Sementara secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa optimisme terhadap perekonomian nasional memiliki dasar yang nyata karena ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang tetap solid.

Kinerja tersebut semakin penting ketika ditempatkan dalam konteks perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tantangan. Konflik geopolitik di Ukraina dan kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya mereda, sementara perang dagang dan perubahan kebijakan perdagangan sejumlah negara turut menciptakan ketidakpastian. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan di atas lima persen. Ketahanan tersebut menunjukkan bahwa perekonomian nasional memiliki daya adaptasi yang semakin baik terhadap perubahan lingkungan eksternal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tetap berada pada level yang positif. Bahkan, capaian pertumbuhan sepanjang semester I 2026 sebesar 5,45 persen menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kinerja ekonomi yang baik di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut memperkuat gambaran bahwa perekonomian nasional mampu menjaga stabilitas sekaligus mempertahankan ekspansi di tengah situasi global yang penuh tantangan.

Salah satu bukti kuat dari ketahanan ekonomi nasional terlihat dari konsumsi rumah tangga yang tetap menjadi penopang utama pertumbuhan dan mampu tumbuh di atas lima persen. Konsumsi yang terjaga menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak. Perputaran konsumsi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap sektor perdagangan, jasa, industri, serta berbagai kegiatan ekonomi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Kekuatan permintaan domestik menjadi semakin penting karena memberikan perlindungan bagi perekonomian nasional ketika kondisi eksternal menghadapi tekanan. Ketika perdagangan global bergerak dinamis, pasar domestik tetap mampu menjadi sumber pertumbuhan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi 5,29 persen memperlihatkan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada faktor eksternal, tetapi juga memiliki basis domestik yang cukup kuat.

Capaian tersebut juga tidak terlepas dari kebijakan yang menjaga aktivitas ekonomi sejak awal tahun. Strategi frontloading belanja negara mendorong percepatan perputaran ekonomi pada semester I 2026. Belanja pemerintah memberikan dorongan terhadap aktivitas usaha, pendapatan masyarakat, dan konsumsi sehingga menciptakan efek pengganda bagi perekonomian.

Stabilisasi harga energi di tengah gejolak global turut memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha. Di sisi lain, stimulus konsumsi membantu mempertahankan pengeluaran masyarakat sehingga permintaan domestik tetap bergerak. Kombinasi kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa optimisme ekonomi dibangun melalui langkah konkret yang diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi.

Selain itu, Peneliti Ekonomi GREAT Institute, Trisha Indraswari, mengatakan pertumbuhan 5,29 persen menunjukkan bahwa fondasi permintaan domestik Indonesia masih kuat. Pertumbuhan tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan China yang tumbuh 4,3 persen dan Arab Saudi sebesar 4,8 persen berdasarkan data triwulan II yang telah dirilis. Perbandingan tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan daya tahan ekonomi yang baik.

Dari sisi ketenagakerjaan, perkembangan ekonomi juga memberikan gambaran positif. Pada Februari 2026, jumlah penduduk bekerja meningkat sekitar 1,90 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,68 persen. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi terus menciptakan ruang bagi peningkatan kesempatan kerja dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan produktif.

Memasuki semester II 2026, momentum pertumbuhan dapat semakin diperkuat melalui peningkatan investasi swasta, khususnya pada sektor manufaktur, agroindustri, pariwisata, konstruksi, dan perumahan. Sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas kesempatan kerja. Kemudahan pembiayaan, percepatan perizinan, penguatan penjaminan, dan penyederhanaan regulasi dapat menjadi instrumen untuk memperbesar kontribusi dunia usaha.

Dengan pertumbuhan 5,29 persen pada triwulan II dan 5,45 persen sepanjang semester I 2026, optimisme terhadap ekonomi Indonesia memiliki pijakan yang jelas. Konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, kebijakan fiskal yang mampu menjaga aktivitas ekonomi, investasi yang terus berkembang, serta ketahanan terhadap tekanan global menjadi bukti bahwa optimisme tersebut hadir dalam bentuk capaian nyata.

Berlanjutnya tahun 2026, momentum pertumbuhan perlu terus dijaga agar semakin menghasilkan manfaat luas. Pertumbuhan ekonomi bukan hanya perlu dipertahankan, tetapi juga terus diarahkan untuk memperkuat produktivitas, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan aktivitas usaha, dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Dengan fondasi yang telah terbukti melalui berbagai indikator ekonomi, optimisme terhadap masa depan perekonomian Indonesia memiliki alasan kuat untuk terus dipelihara.

)* Penulis adalah Mahasiswa tinggal di Jakarta

Perpres Ojol Targetkan Aturan Lebih Adil bagi Pengemudi dan Aplikator

Jakarta – Pemerintah terus memfinalisasi Peraturan Presiden (Perpres) tentang ekosistem transportasi digital yang mengatur ojek online (ojol). Regulasi tersebut ditargetkan rampung sebelum 17 Agustus 2026 dan diarahkan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi pengemudi maupun perusahaan aplikator. Pemerintah juga memastikan sejumlah substansi penting, termasuk pola pembagian pendapatan dan status pengemudi, terus diselaraskan.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa tahapan finalisasi Perpres telah dilakukan dan pemerintah berharap regulasi tersebut dapat segera diterbitkan. Menurutnya, penyelesaian aturan diperlukan agar berbagai kebijakan yang sudah berjalan di lapangan memiliki kepastian hukum yang lebih kuat.

“Semoga bisa sebelum 17 Agustus ya. Ini masalah administrasinya kan,” kata Prasetyo.

Prasetyo menjelaskan bahwa pemerintah juga memastikan pengemudi ojol akan dikategorikan sebagai pelaku UMKM dalam kerangka aturan baru. Status tersebut diharapkan memberikan ruang lebih luas bagi pengemudi untuk memperoleh berbagai kebijakan pemberdayaan ekonomi. Di sisi lain, pemerintah masih menyelesaikan sejumlah aspek administratif dan substansi agar regulasi dapat diterapkan secara efektif dan tidak menimbulkan ketidakpastian bagi seluruh pihak.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman, menilai pengaturan tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi pengemudi ojol sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem transportasi digital.

“Perpres itu juga bisa memberikan kemanfaatan ekonomi kepada semua pihak, khususnya tentunya buat teman-teman ojek online yang ada di seluruh Tanah Air,” ujar Maman.

Maman juga menjelaskan bahwa status pengemudi sebagai pelaku UMKM dapat membuka kesempatan memperoleh berbagai insentif dan memperluas peluang usaha. Pemerintah menegaskan bahwa pengemudi tidak akan dikenai pajak baru hanya karena perubahan status tersebut, sementara fleksibilitas waktu bekerja tetap menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.

Selain status pengemudi, pemerintah telah menjalankan skema pembagian pendapatan 92 persen untuk pengemudi dan maksimal 8 persen untuk aplikator sejak 1 Juli 2026. Ketentuan tersebut menjadi salah satu substansi penting yang akan memberikan kepastian dan keseimbangan dalam hubungan antara mitra pengemudi dan perusahaan platform.

Melalui finalisasi Perpres, pemerintah berharap hubungan pengemudi dan aplikator semakin adil, transparan, dan berkelanjutan. Regulasi tersebut diharapkan sekaligus memperkuat perlindungan pengemudi, menjaga keberlangsungan perusahaan aplikasi, serta memastikan ekosistem transportasi digital terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Magang Nasional Menyiapkan Generasi Kerja Makin Kompeten

Oleh: Dhita Karuniawati )*

Pemerintah kembali memperluas Program Magang Nasional pada 2026 sebagai salah satu upaya memperkuat kesiapan lulusan perguruan tinggi memasuki dunia kerja. Program yang memasuki Angkatan 2 ini tidak sekadar diarahkan untuk memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menjadi jembatan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp4,14 triliun, bukan Rp414 triliun sebagaimana dapat muncul dalam sejumlah penulisan judul. Anggaran tersebut merupakan bagian dari paket kebijakan stimulus ekonomi pemerintah dan ditujukan antara lain untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan baru perguruan tinggi.

Skala program tahun ini juga meningkat. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pemerintah menaikkan kuota peserta dari 100 ribu orang pada 2025 menjadi 150 ribu peserta pada 2026. Penambahan tersebut dibagi dalam tiga tahap, masing-masing sebanyak 50 ribu peserta. Menurut Teddy, peningkatan kuota merupakan bentuk dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap upaya memperluas akses lulusan muda memperoleh pengalaman profesional sebelum masuk ke pasar kerja secara penuh.

Program ini memiliki relevansi kuat di tengah tantangan transisi dari pendidikan ke dunia kerja. Gelar akademik tidak selalu identik dengan kesiapan profesional. Dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu berkomunikasi, bekerja dalam tim, memecahkan masalah, beradaptasi dengan teknologi, serta memahami budaya dan target organisasi.

Karena itu, pengalaman langsung di lingkungan kerja menjadi bagian penting dari proses pembentukan kompetensi. Melalui masa magang selama enam bulan, peserta memperoleh kesempatan untuk berhadapan dengan persoalan pekerjaan secara nyata sekaligus menguji kemampuan yang diperoleh selama pendidikan.

Data pelaksanaan sebelumnya menunjukkan adanya hasil yang cukup signifikan. Pada Angkatan 1, sebanyak 102 ribu lulusan perguruan tinggi mengikuti program dan sekitar 95 persen peserta berhasil menyelesaikan masa pemagangan. Evaluasi pemerintah juga menunjukkan 66 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi secara signifikan, termasuk dalam kemampuan teknis, komunikasi, dan kerja sama tim. Sebanyak 26 persen peserta bahkan dilaporkan memperoleh tawaran pekerjaan setelah menyelesaikan program.

Sementara itu, Teddy mengatakan hasil evaluasi tahun sebelumnya menunjukkan sekitar 30 hingga 40 persen peserta berhasil langsung bekerja setelah masa magang. Angka tersebut menunjukkan bahwa proses seleksi, pembekalan, serta pengalaman kerja selama enam bulan dapat menjadi mekanisme yang efektif untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kualitas tenaga kerja muda. Ia juga mencontohkan manfaat ekonomi yang diperoleh peserta selama mengikuti program. Peserta yang ditempatkan di Jakarta, misalnya, dapat menerima uang saku sekitar Rp5,5 juta hingga Rp5,7 juta per bulan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pada Angkatan 2 Batch 1, antusiasme masyarakat juga terlihat sangat tinggi. Pemerintah mencatat 732.483 pendaftar, dengan 244.982 orang dinyatakan memenuhi persyaratan. Setelah melalui proses seleksi nasional, sebanyak 46.160 peserta ditetapkan mengikuti program. Tahap pertama tersebut melibatkan 3.672 penyelenggara yang terdiri atas 1.830 perusahaan dan 1.842 kementerian/lembaga, dengan 28.455 lowongan pemagangan.

Besarnya jumlah pendaftar sekaligus memperlihatkan persoalan yang tidak boleh diabaikan, kebutuhan lulusan muda terhadap pengalaman kerja jauh lebih besar dibandingkan kapasitas yang tersedia. Dengan demikian, keberhasilan Program Magang Nasional tidak seharusnya hanya diukur dari jumlah peserta yang diterima. Ukuran yang lebih penting adalah berapa banyak peserta yang benar-benar mengalami peningkatan kompetensi dan kemudian mampu memasuki pekerjaan yang produktif.

Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Badan Komunikasi Pemerintah, Fahd Pahdepie, mengatakan bahwa tingginya jumlah pendaftar mencerminkan kebutuhan besar lulusan muda terhadap pengalaman profesional. Ia juga menggarisbawahi bahwa program magang seharusnya tidak berhenti pada penempatan peserta, melainkan menjadi jembatan menuju pekerjaan dan perkembangan karier yang lebih baik.

Fahd menjelaskan sebanyak 66% peserta mengalami peningkatan kompetensi secara signifikan, mulai dari kemampuan komunikasi, keterampilan teknis, hingga kerja sama tim. Selain itu, sebanyak 26% peserta magang langsung mendapatkan tawaran kerja sebagai karyawan setelah program berakhir.

Tantangan berikutnya berada pada kualitas pelaksanaan. Perusahaan dan lembaga penyelenggara perlu memastikan peserta benar-benar memperoleh pekerjaan yang relevan, pendampingan, target pembelajaran, serta evaluasi kompetensi. Tanpa mekanisme tersebut, magang berisiko berubah menjadi sekadar aktivitas administratif yang memberikan pengalaman terbatas.

Pemerintah juga perlu menggunakan data hasil program untuk memperbaiki kesesuaian antara bidang pendidikan peserta, kebutuhan industri, dan jenis pekerjaan yang tersedia. Semakin kuat hubungan antara pendidikan, pemagangan, dan rekrutmen, semakin besar pula peluang program ini mengurangi kesenjangan kompetensi tenaga kerja.

Program Magang Nasional 2026 bukan sekadar program penempatan 150 ribu lulusan. Lebih jauh, program ini merupakan investasi terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia. Jika dikelola dengan standar pembelajaran yang jelas, pengawasan yang kuat, serta keterlibatan serius dunia usaha, magang dapat menjadi tahap transisi yang efektif dari kampus menuju pekerjaan.

Keberhasilan program tidak berhenti ketika peserta menyelesaikan enam bulan pemagangan. Ukuran akhirnya adalah lahirnya generasi kerja yang lebih kompeten, adaptif dan siap bersaing serta semakin banyak lulusan muda yang mampu mengubah pengalaman magang menjadi karier nyata.

*) Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia