Presiden Prabowo Kerahkan Respons Cepat Pemerintah untuk Penanganan Gempa NTT

JAKARTA – Pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui pengerahan personel, bantuan logistik, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Langkah tersebut dilakukan atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh jajaran pemerintah memberikan respons cepat untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa pemerintah langsung mengambil langkah penanganan sejak bencana terjadi. Menurutnya, negara harus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan proses penanganan berjalan secara efektif.

“Pemerintah terus bergerak cepat menangani saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT),” kata Teddy.

Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat penanganan serta memastikan bantuan dapat segera diterima masyarakat.

“Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Presiden menugaskan sejumlah pejabat untuk turun langsung ke wilayah terdampak, yaitu Labuan Bajo dan Maumere. Rombongan tersebut terdiri atas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Sosial, serta tim dari PLN, Telkom, Pertamina, dan Bulog.

Selain mengirimkan personel, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa 50 ribu paket sembako yang berasal dari bantuan Presiden. Bantuan tersebut dikirim ke Maumere untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa.

“Selain itu telah diberangkatkan ke Maumere berupa 50 ribu paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak. Pemerintah akan terus hadir dan memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat dan tepat,” kata Teddy.

Di sisi lain, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menginstruksikan seluruh jajaran balai di NTT untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mendukung pemulihan infrastruktur pascabencana.

“Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan,” ujar Dody.

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT juga melakukan penanganan terhadap sejumlah titik longsor di ruas jalan nasional. Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto meminta pemerintah daerah segera menetapkan status tanggap darurat dan mengaktifkan posko agar koordinasi penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif. BNPB juga telah mengirimkan bantuan darurat dari gudang logistik di Flores Timur sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan penanganan di wilayah terdampak. (*)

Peningkatan Literasi Digital Kunci Mencegah Berkembangnya Provokasi dan Hoaks

Oleh: Cantika Rahayu )*

Peningkatan literasi digital semakin menjadi kebutuhan penting dalam membangun ruang digital nasional yang sehat, aman, dan bertanggung jawab. Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh, memproduksi, serta menyebarkan informasi. Kemudahan tersebut perlu diimbangi kemampuan memahami dan memverifikasi informasi agar ruang digital tidak menjadi tempat berkembangnya hoaks, disinformasi, maupun provokasi.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai literasi digital merupakan fondasi penting untuk menghadapi derasnya arus informasi di era media sosial. Dengan penetrasi internet yang mencapai 80,6 persen dari sekitar 287 juta penduduk dan cakupan jaringan telekomunikasi hingga 97 persen wilayah berpenghuni, ruang digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Besarnya jumlah pengguna internet membuat media sosial menjadi ruang komunikasi yang sangat aktif. Setiap pengguna dapat berperan sebagai penerima sekaligus pembuat informasi. Kondisi tersebut membuat sebuah informasi dapat menyebar dalam waktu singkat, termasuk informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Dalam situasi tersebut, kemampuan masyarakat memilah informasi menjadi semakin penting. Informasi yang diterima melalui media sosial tidak selalu memiliki sumber yang jelas. Judul provokatif, potongan video tanpa konteks, foto manipulatif, maupun narasi yang sengaja membangkitkan emosi dapat membuat masyarakat mengambil kesimpulan secara terburu-buru.

Pola konsumsi informasi melalui algoritma media sosial juga dapat membentuk filter bubble dan echo chamber. Pengguna cenderung menerima informasi yang sesuai dengan minat dan pandangannya. Jika tidak diimbangi kemampuan berpikir kritis, kondisi tersebut dapat mempersempit perspektif sekaligus memperbesar peluang seseorang mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Nezar Patria menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi ketika percakapan di media sosial tidak lagi menjadi dialog, melainkan seseorang hanya menyuarakan pandangannya dan menerima kembali gaung dari pandangan yang serupa. Dalam lingkungan seperti itu, sentimen dapat lebih dominan daripada fakta.

Provokasi menjadi semakin mudah berkembang ketika informasi dikemas dengan narasi yang memancing kemarahan, ketakutan, atau kebencian. Apabila masyarakat langsung membagikan konten tanpa melakukan pemeriksaan, informasi tersebut dapat meluas dan memengaruhi persepsi publik.

Karena itu, peningkatan literasi digital perlu diarahkan tidak hanya pada kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga kecakapan mengenali informasi yang menyesatkan. Masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber, membandingkan informasi dengan sumber terpercaya, membaca secara utuh, serta memastikan konteks sebelum memberikan respons atau membagikan konten.

Disinformasi dan misinformasi menjadi tantangan global. Penyebaran informasi keliru dapat memengaruhi cara masyarakat memahami suatu persoalan, membentuk persepsi yang tidak tepat, dan dalam kondisi tertentu memperbesar polarisasi sosial.

Nezar Patria menyebut laporan World Economic Forum yang menempatkan disinformasi dan misinformasi sebagai salah satu risiko global utama dalam dua tahun mendatang. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan masyarakat memahami dan mengevaluasi informasi merupakan bagian penting dari ketahanan ekosistem digital.

Pemerintah merespons tantangan tersebut melalui penguatan moderasi konten berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Langkah tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran masyarakat agar pencegahan hoaks dan provokasi tidak hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga tumbuh dari kemampuan pengguna ruang digital.

Tantangan lain muncul dari perkembangan kecerdasan artifisial. Teknologi AI memungkinkan pembuatan konten sintetis dan deepfake yang semakin menyerupai materi autentik. Kemampuan membedakan konten asli dan hasil manipulasi pun semakin sulit bagi pengguna biasa.

Nezar Patria mengingatkan masyarakat agar membangun kebiasaan memeriksa asal-usul konten sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Pemerintah juga mendorong sosialisasi berbagai teknologi yang dapat membantu mengidentifikasi materi yang dibuat menggunakan AI.

Dimensi literasi digital juga berkaitan dengan karakter kebangsaan. Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, menilai Pancasila perlu menjadi pedoman masyarakat ketika beraktivitas di ruang digital. Kemajuan teknologi perlu berjalan bersama penguatan nilai kebangsaan agar ruang digital tidak dimanfaatkan untuk menyebarkan kebencian, provokasi, maupun informasi yang dapat mengganggu persatuan.

Nurul Arifin menyoroti potensi hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, dan polarisasi dalam memicu keresahan serta menurunkan kepercayaan masyarakat. Karena setiap orang kini dapat menjadi konsumen sekaligus produsen informasi, kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting.

Nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam perilaku digital. Nilai Ketuhanan mendorong kejujuran, nilai Kemanusiaan menekankan penghormatan terhadap martabat orang lain, sedangkan nilai Persatuan menguatkan komitmen menjaga kebinekaan. Nilai Kerakyatan dapat diwujudkan melalui dialog yang santun dan demokratis, sementara nilai Keadilan menjadi landasan membangun ruang digital yang inklusif.

Generasi muda memiliki posisi penting dalam proses tersebut. Kedekatan dengan teknologi perlu disertai kemampuan literasi, etika bermedia, dan kesadaran menghasilkan konten positif. Generasi muda bukan sekadar pengguna teknologi, tetapi juga memiliki peran dalam menentukan arah perkembangan ruang digital Indonesia.

Peningkatan literasi digital pada akhirnya menjadi salah satu kunci untuk mencegah berkembangnya provokasi dan hoaks. Masyarakat yang mampu memahami, memeriksa, dan mengevaluasi informasi tidak mudah terbawa arus konten menyesatkan.

Penguatan kemampuan tersebut akan membantu ruang digital tetap menjadi sarana komunikasi, pembelajaran, dan partisipasi publik. Dengan literasi digital yang semakin kuat, masyarakat tidak hanya semakin terkoneksi secara teknologi, tetapi juga semakin kritis, bertanggung jawab, dan mampu menjaga ruang digital dari berkembangnya hoaks serta provokasi.

*) Pengamat Isu Keamanan Digital

Literasi Media Jadi Benteng Masyarakat Hadapi Hoaks dan Provokasi

Jakarta – Masyarakat diingatkan untuk semakin kritis dalam menyaring informasi yang beredar di ruang digital. Kemampuan memeriksa sumber, kebenaran, dan konteks informasi menjadi penting agar publik tidak mudah terpengaruh hoaks maupun narasi provokatif yang dapat memicu keresahan.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan konten provokatif yang beredar di ruang digital menjadi perhatian pemerintah. Konten semacam itu dinilai berisiko memicu keresahan dan memengaruhi keputusan masyarakat.

“Dalam kerangka edukasi publik, kami perlu mengingatkan masyarakat,” ujar Meutya.

Meutya meminta masyarakat lebih kritis terhadap informasi yang beredar di ruang digital. Menurut dia, masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya. Langkah tersebut penting agar konten yang sengaja dibuat untuk memicu kecemasan tidak berkembang luas.

Literasi media menjadi semakin penting karena ruang digital memungkinkan informasi menyebar dengan cepat. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen informasi, tetapi juga dapat memproduksi dan menyebarkan konten kepada publik.

Di tempat terpisah, Pakar hukum Prof Henry Indraguna turut mengingatkan masyarakat agar cermat menghadapi konten yang dapat memicu kepanikan. Ia menyoroti pola penyebaran kembali video lama demonstrasi atau kerusuhan yang dikemas seolah-olah merupakan kejadian terkini.

“Aksi mendaur ulang video jadul demonstrasi atau kerusuhan tahun-tahun lalu lalu digoreng kembali di media sosial adalah kejahatan informasi yang sangat berbahaya,” tegas Henry.

Menurut Henry, manipulasi konten dapat menciptakan persepsi keliru mengenai kondisi keamanan. Karena itu, masyarakat perlu memeriksa sumber, waktu kejadian, serta konteks video sebelum membagikannya melalui media sosial.

Dari perspektif hukum, Henry menilai penyebaran berita bohong dan manipulasi rekaman yang memicu keresahan dapat berhadapan dengan ketentuan pidana yang berlaku. Penegakan hukum juga perlu dilakukan secara terukur terhadap pihak yang terbukti sengaja memproduksi maupun menyebarkan propaganda provokatif.

“Negara wajib hadir memberikan perlindungan hukum bagi rakyat dari segala bentuk teror informasi,” pungkas Prof Henry seraya mengajak seluruh elemen bangsa menjaga kedamaian dan kondusivitas perayaan kemerdekaan.

Pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, masyarakat diharapkan semakin cerdas memilah informasi dan tidak memberi ruang bagi provokasi. Literasi media menjadi benteng agar ruang digital tidak mudah dimanfaatkan untuk menyebarkan ketakutan dan keresahan.*

Perkuat Literasi Digital, Masyarakat Diajak Bijak Hadapi Provokasi dan Hoaks

Jakarta – Masyarakat diingatkan untuk semakin kritis menyikapi informasi yang beredar di ruang digital. Kemampuan memeriksa kebenaran informasi penting agar publik tidak mudah terpengaruh hoaks, disinformasi, maupun narasi provokatif dan Hoaks yang dapat memicu perpecahan.

Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya menjaga ruang digital agar tetap sehat dan tidak menjadi arena politik kebencian, polarisasi, serta kepentingan yang memecah belah masyarakat. Menurutnya, derasnya arus informasi harus diimbangi kecermatan dan kedewasaan pengguna.

“Perkembangan ruang digital telah membuka ruang yang semakin luas bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, menyampaikan aspirasi, dan memberikan kritik,” ujar Puan.

Puan menyebut kemudahan tersebut juga membawa tantangan berupa disinformasi, hoaks, serta konten yang dimanipulasi atau dilepaskan dari konteks. Informasi semacam itu dapat memperuncing polarisasi dan mengaburkan batas antara kritik konstruktif dan provokasi.

Ia mencontohkan informasi keliru terkait DPR, seperti kutipan palsu yang mengatasnamakan pimpinan atau anggota DPR serta informasi tidak benar mengenai pembahasan rancangan undang-undang. Video lama yang digunakan kembali dengan narasi baru juga berpotensi membentuk persepsi yang keliru.

“Karena itu, menjaga ruang digital yang sehat membutuhkan peran dan kedewasaan semua pihak,” ujar Puan.

Senada, Analis Komunikasi Politik Silvanus Alvin juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai konten yang ramai beredar di media sosial. Ia menyoroti kembali munculnya video lama aksi demonstrasi mahasiswa yang dikemas seolah-olah sebagai peristiwa terkini.

“Entah apa maksud dan tujuannya, banyaknya video demo lama yang diviralkan kembali menunjukkan sebuah pola yang patut diduga bertujuan untuk menggiring opini publik. Apalagi meskipun akun-akunnya berbeda, narasi yang dikeluarkan seragam,” kata Alvin.

Alvin meminta publik melakukan pengecekan silang sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi. Menurutnya, masyarakat dapat membandingkan informasi di media sosial dengan pemberitaan media pers yang kredibel dan menerapkan standar jurnalistik.

“Dalam konteks ini, masyarakat harus mau melakukan check and recheck yakni mencocokkan dan memeriksa kembali kebenaran suatu informasi, berita, atau data angka,” jelasnya.

Sikap kritis tersebut menjadi bagian penting dari literasi digital. Dengan membiasakan diri memeriksa sumber, konteks, dan kebenaran informasi, masyarakat dapat menghindari penyebaran konten menyesatkan sekaligus menjaga ruang digital tetap sehat dan kondusif. *

Impact Papua Jadi Panggung Anak Muda Mengangkat Kreativitas dan Budaya ke Tingkat Nasional

JAYAPURA – Komunitas kreatif Imaji Papua menggelar Impact Papua: Film, Culture & Creativity di halaman Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih, Jayapura, Rabu (12/8/2026). Bertepatan dengan Hari Pemuda Internasional, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda Papua untuk menampilkan karya, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi di bidang ekonomi kreatif.

Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kreativitas anak muda Papua terus berkembang dan mampu mengolah kekayaan budaya lokal menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi. Sineas, fotografer, desainer, ilustrator, musisi hingga pelaku UMKM melebur dalam satu ruang untuk memperkuat ekosistem kreatif berbasis komunitas.

Head of Imaji Papua Yulika Anastasia mengatakan kolaborasi menjadi kunci agar potensi ekonomi kreatif Papua dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kalau berkolaborasi, akan jauh lebih meyakinkan semua pihak, bisa bergandengan tangan, dan tumbuh bersama. Hari ini tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” ujar Yulika Anastasia.

Salah satu karya yang menjadi perhatian adalah film dokumenter berdurasi 33 menit berjudul Tong Masih di Sini. Film garapan Yulika Anastasia tersebut merekam kehidupan pelaku ekonomi lokal, mulai dari anak muda yang menjadi petani kopi, petani sagu, pedagang pinang hingga petani sayur-mayur. Cerita tersebut menggambarkan bagaimana masyarakat biasa turut berperan menggerakkan ekonomi daerah.

Semangat serupa terlihat dalam Fashion Show Noken yang menghadirkan lima desainer muda Papua, yakni Agusta Bunai, Pretty Syul Rogi, Margaretha Uktoselya, Lusi Umbora dan Alfianty Mandosir. Mereka memadukan kearifan lokal dengan sentuhan desain kontemporer.

Desainer Agusta Bunai menilai panggung tersebut memberikan ruang penting bagi talenta lokal untuk meningkatkan nilai karya sekaligus memperkenalkan produk Papua kepada khalayak yang lebih luas.

“Panggung Impact Papua menjadi kesempatan besar untuk memamerkan karya, meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, sekaligus menambah jam terbang,” ujar Agusta Bunai.

Dari bidang fotografi, sebanyak 240 karya hasil kurasi 34 fotografer muda dipamerkan. Karya tersebut merekam keindahan alam, budaya, aktivitas ekonomi masyarakat hingga perkembangan pembangunan Papua dari perspektif kreator lokal. Koordinator Pameran Yosin Kogoya mengatakan karya fotografi tersebut dihadirkan untuk mengajak publik melihat Papua melalui pengalaman dan cerita masyarakatnya sendiri.

Dukungan terhadap kreativitas generasi muda juga disampaikan Pemerintah Kota Jayapura. Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Pemkot Jayapura Sem Meraudje menilai kemampuan anak muda Papua memanfaatkan film, media digital dan seni audio-visual semakin kuat.

“Anak-anak muda Papua semakin cerdas dan adaptif memanfaatkan platform digital, film, media sosial, hingga seni audio-visual untuk menceritakan realitas dan keindahan tanah Papua secara utuh kepada dunia,” tegas Sem Meraudje.

Menurut Sem Meraudje, karya kreatif tersebut tidak hanya menjadi sarana menjaga identitas budaya, tetapi juga berpotensi membawa nama Papua ke tingkat nasional hingga internasional.

“Tong masih ada di sini, tra habis. Daya cinta itu masih ada, masih bisa bangkit dan terus berkarya. Keberadaan ini membawa nilai-nilai positif bagi tanah ini,” pungkas Sem Meraudje.

Impact Papua pun menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda dapat menjadi kekuatan baru dalam memperkenalkan wajah Papua yang kaya budaya, produktif, adaptif dan penuh peluang. (*)

Generasi Muda Papua Bergerak, Impact Papua Hidupkan Ekonomi Kreatif

JAYAPURA – Semangat generasi muda Papua untuk berkarya dan mengembangkan potensi daerah terus mendapat ruang. Momentum tersebut terlihat dalam gelaran “Impact Papua: Film, Culture & Creativity” yang digelar komunitas kreatif Imaji Papua di Halaman Museum Loka Budaya, Universitas Cenderawasih, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Pemuda Internasional itu dihadiri ratusan warga.

Impact Papua tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni, tetapi menjadi ruang bertemunya para pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas jejaring, memperkenalkan karya, dan membuka peluang ekonomi. Berbagai subsektor seperti film, fotografi, mode, musik, hingga kuliner khas Papua tampil dalam satu rangkaian kegiatan yang menonjolkan kekuatan kreativitas lokal.

Head of Imaji Papua Yulika Anastasia mengatakan kolaborasi menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Papua. “Di tanah Papua, para kreator perlu bergandengan tangan, berkolaborasi membangun Papua lewat ekonomi kreatif, dan maju bersama,” ujar Yulika.

Semangat tersebut salah satunya diwujudkan melalui Fashion Show Noken yang menghadirkan karya lima desainer muda, yakni Agusta Bunai, Pretty Syul Rogi, Margaretha Uktoselya, Lusi Umbora, dan Alfianty Mandosir. Koleksi yang ditampilkan memadukan unsur budaya Papua dengan sentuhan desain modern sehingga memiliki nilai artistik sekaligus peluang ekonomi.

Desainer asal Wamena Agusta Bunai menampilkan busana berbahan benang noken rajutan tangan mama-mama Papua. “Ini upaya mempertahankan kearifan lokal sekaligus menambah nilai jual produk untuk meningkatkan perekonomian masyarakat asli Papua,” ungkap Agusta.

Dari dunia sinema, Impact Papua turut menghadirkan film dokumenter “Tong Masih Disini” karya Yulika Anastasia. Film tersebut mengangkat kehidupan empat tokoh dari Wamena, Jayapura, dan Merauke yang memiliki keterhubungan melalui aktivitas ekonomi, mulai dari kopi, pinang, hingga sagu.

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan Papua tidak hanya tercermin dari keindahan alam, tetapi juga dari ketekunan masyarakat dalam mengembangkan usaha dan menjaga hubungan dengan lingkungan. Pesan serupa hadir melalui pameran fotografi yang melibatkan 34 fotografer dari berbagai wilayah Papua dengan 240 karya terpilih.

Kurator pameran Yosin Kogoya mengatakan fotografi dapat menjadi medium untuk memperkenalkan kehidupan Papua secara lebih dekat. “Pengunjung diharapkan tidak hanya melihat keindahan visual, tetapi juga merasakan kisah hidup di balik setiap bingkai,” kata Yosin.

Dukungan terhadap ruang kreatif tersebut disampaikan Kepala Taman Budaya Papua Melki Ohee. “Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat identitas budaya Papua sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkarya melalui film, fashion, musik, dan seni visual,” ujarnya.

Staf Ahli Pemerintahan Kota Jayapura Stem Meraudje menilai geliat kreativitas anak muda menjadi modal penting bagi pembangunan daerah. “Tong masih di sini, tong masih berkarya. Di tengah berbagai tantangan, semangat untuk membangun dan berkontribusi tidak pernah padam,” tegasnya.

Melalui Impact Papua, kreativitas anak muda mendapat panggung sekaligus diarahkan menjadi kekuatan ekonomi yang berakar pada budaya lokal. Kolaborasi antarpelaku kreatif diharapkan semakin memperluas kesempatan bagi generasi muda Papua untuk berkarya, berdaya, dan memperkenalkan potensi Papua kepada masyarakat luas. (*)

Rangkaian HUT RI Berlangsung Kondusif, Publik Tunjukkan Semangat Kebangsaan

Jakarta – Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia berlangsung aman dan kondusif di berbagai daerah. Antusiasme publik juga terlihat dari tingginya partisipasi dalam berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan, yang mencerminkan kuatnya semangat kebangsaan dan kebersamaan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia berjalan aman dan kondusif. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari sinergi Polri bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan selama rangkaian perayaan kemerdekaan.

“Kita bersama seluruh kementerian dan lembaga, khususnya yang memiliki tugas untuk menjaga stabilitas keamanan, bekerja sama dengan pemerintah daerah semuanya di seluruh Indonesia,” ujar Listyo.

Lebih lanjut, Kapolri mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan. Menurutnya, perayaan kemerdekaan merupakan momentum bersama yang perlu dijaga agar tetap berlangsung dengan tertib sekaligus memperkuat keutuhan bangsa.

“Tentunya ini adalah perayaan kita, perayaan kemerdekaan yang ke-81, perayaan kita bersama, tentunya mari kita rayakan bersama-sama dengan baik, dan kita jaga keutuhan bangsa ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka. Lebih dari 336 ribu masyarakat tercatat mengikuti mekanisme pendaftaran undangan atau war ticket yang dibuka pemerintah.

“Kami selaku Ketua Panitia, selaku Mensesneg menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah berpartisipasi di dalam war ticket untuk mendapatkan undangan. Ini menunjukkan dan membuktikan antusias masyarakat untuk dapat hadir mengikuti peringatan detik-detik proklamasi sangat tinggi,” ujar Prasetyo.

Prasetyo juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inisiatif masyarakat di seluruh Indonesia dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Beragam kegiatan yang digelar masyarakat, baik berupa perlombaan maupun aktivitas kreatif, tradisional, hingga modern, dinilai menunjukkan tingginya partisipasi publik dalam mengisi Bulan Kemerdekaan.

“Banyak inisiatif digelar di seluruh Indonesia. Kreativitas-kreativitas, inovasi-inovasi, perlombaan-perlombaan, mulai dari yang modern, tradisional sampai yang unik-unik,” katanya.

Antusiasme masyarakat untuk hadir dalam upacara kenegaraan serta maraknya berbagai kegiatan di daerah menunjukkan bahwa peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan rasa nasionalisme dan memperkuat kebersamaan. Kondisi keamanan yang tetap kondusif turut memberikan ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan secara tertib, positif, dan penuh semangat kebangsaan.

Sinergi pemerintah, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga suasana perayaan kemerdekaan tetap aman dan kondusif.

Antusiasme Publik Rayakan Momentum HUT ke-81 RI Tunjukkan Semangat Persatuan

Jakarta – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di berbagai penjuru Tanah Air. Beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat persatuan bangsa.

Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menilai antusiasme masyarakat dalam merayakan Hari Kemerdekaan tetap terjaga dari tahun ke tahun. Menurutnya, berbagai perlombaan telah menjadi ruang yang efektif untuk mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa.

“Antusiasme masyarakat dalam merayakan hari jadi proklamasi kemerdekaan tidak berubah dari tahun ke tahun. Denyut nadi kehidupan dan kebahagiaan masyarakat tertuang dalam setiap Sabtu dan Minggu melalui lomba-lomba di masing-masing RT dan RW,” ujarnya.

Fathoni menegaskan bahwa makna peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada kemeriahan perlombaan semata. Ia menekankan bahwa perjuangan generasi saat ini adalah merawat keberagaman sebagai fondasi kokoh persatuan nasional.

“Perjuangan kemerdekaan di masa lalu susahnya luar biasa. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah bagaimana merawat keberagaman sebagai pilar utama persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” tambahnya.

Semangat serupa disampaikan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, yang mengapresiasi pemerintah bersama masyarakat atas penyelenggaraan berbagai kegiatan dalam menyambut HUT ke-81 RI.

Menurutnya, momentum kemerdekaan menjadi pengingat bahwa kebebasan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu bangsa.

“Momentum HUT Kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini diperoleh melalui perjuangan yang panjang. Karena itu, semangat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan harus terus kita pelihara dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Kemudian, antusiasme masyarakat juga terlihat dalam penyelenggaraan Merdeka Run 2026 yang mendapat sambutan luar biasa. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa seluruh tiket kegiatan tersebut habis terjual hanya dalam waktu dua jam sejak pendaftaran dibuka.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang begitu antusias menyambut Merdeka Run. Tiket habis hanya dalam waktu dua jam sejak pendaftaran dibuka. Ini menunjukkan semangat masyarakat untuk berolahraga sekaligus merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sangat luar biasa,” katanya.

Menurut Erick, ajang lari sejauh delapan kilometer dari Istana Merdeka itu tidak sekadar mengajak masyarakat hidup sehat, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan persatuan.

“Merdeka Run bukan hanya tentang berlari. Ini adalah momen kita bersama-sama merayakan kemerdekaan dengan penuh kebahagiaan, semangat kebersamaan dan persatuan. Kita ingin olahraga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan,” pungkasnya. (*)

Ekonomi RI Tumbuh, Buktikan Indonesia Tetap Tangguh

Oleh: Citra Kurnia Khudori )*

Pertumbuhan ekonomi sering kali dibaca sebagai angka statistik yang menggambarkan aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi suatu negara. Namun, di balik angka tersebut terdapat cerita mengenai daya tahan masyarakat, kemampuan dunia usaha bertahan menghadapi tekanan, serta kapasitas pemerintah menjaga perekonomian tetap bergerak ketika situasi global belum sepenuhnya bersahabat.

Indonesia menunjukkan bahwa ketahanan tersebut masih terjaga melalui pertumbuhan ekonomi 5,29 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan. Angka itu menjadi sinyal bahwa mesin ekonomi nasional tetap bekerja, sementara konsumsi masyarakat, investasi, dan aktivitas domestik mampu menjadi penyangga ketika perekonomian dunia menghadapi ketidakpastian.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melihat pertumbuhan ekonomi nasional sebagai modal penting untuk memperkuat kepercayaan investor. Ia menilai kondisi ekonomi yang tetap tumbuh memberikan ruang bagi pemerintah untuk terus menarik investasi, termasuk melalui penguatan pasar modal sebagai bagian dari pembiayaan pembangunan.

Menurutnya, pasar modal memiliki posisi strategis karena dapat mempertemukan kebutuhan pembiayaan perusahaan dengan sumber dana investor. Penguatan ekosistem pasar modal juga menjadi penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada belanja pemerintah, tetapi semakin ditopang oleh investasi swasta dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 sendiri menunjukkan bahwa aktivitas domestik masih menjadi kekuatan penting Indonesia. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan dengan nilai PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun dan atas dasar harga konstan sebesar Rp3.576,2 triliun.

Edy menegaskan bahwa kinerja tersebut ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik. Pertumbuhan triwulan II 2026 juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang berada di level 5,12 persen, meskipun secara kuartalan laju pertumbuhan melambat dari 5,61 persen pada triwulan sebelumnya.

Kinerja tersebut memberikan pelajaran bahwa kekuatan pasar domestik tetap menjadi salah satu benteng utama perekonomian Indonesia. Ketika perdagangan global, geopolitik, dan pasar keuangan menghadirkan ketidakpastian, konsumsi rumah tangga dan investasi domestik dapat menjadi penyangga agar aktivitas ekonomi tidak kehilangan momentum.

Namun, pertumbuhan sebesar 5,29 persen harus terus dikawal agar kualitasnya semakin baik, terutama melalui penciptaan pekerjaan produktif, peningkatan daya saing industri, serta penguatan sektor-sektor yang memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai pertumbuhan ekonomi 5,29 persen semakin berkualitas karena berjalan beriringan dengan perbaikan sejumlah indikator sosial. Ia mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 22,93 juta orang, atau berkurang sekitar 430 ribu orang dibandingkan September 2025, sementara tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 berada di 4,68 persen.

Qodari menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga juga tumbuh 5,06 persen secara tahunan, yang menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga. Menurutnya, investasi turut memberikan kontribusi melalui pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 6,87 persen, sebuah sinyal bahwa dunia usaha masih melihat peluang untuk melakukan ekspansi di tengah ketidakpastian global.

Gambaran tersebut memperkuat alasan untuk melihat pertumbuhan ekonomi secara lebih komprehensif. Ketika konsumsi bertahan, investasi bergerak, kemiskinan menurun, dan pengangguran terkendali, pertumbuhan memiliki fondasi sosial yang lebih kuat dibandingkan pertumbuhan yang hanya ditopang oleh satu atau dua sektor.

Di samping itu, pemerintah juga perlu memastikan investasi yang masuk memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional. Investasi idealnya tidak hanya menghasilkan peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat industri lokal, menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan mendorong keterhubungan antara perusahaan besar dengan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Agenda hilirisasi menjadi salah satu jalan untuk mencapai tujuan tersebut. Pengolahan sumber daya alam di dalam negeri dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar, memperluas rantai pasok industri, sekaligus membuka kesempatan kerja apabila dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekosistem industri yang kompetitif.

Qodari mengungkapkan pemerintah akan menjaga momentum pertumbuhan pada semester II 2026 melalui sejumlah kebijakan, termasuk Paket Stimulus Ekonomi Semester II senilai Rp26,34 triliun. Paket tersebut mencakup bantuan pangan, insentif tarif transportasi, program magang nasional, dan pelatihan vokasi bagi angkatan kerja muda.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa mempertahankan pertumbuhan membutuhkan kombinasi antara kebijakan jangka pendek dan strategi struktural. Stimulus dapat menjaga daya beli dan aktivitas ekonomi dalam jangka pendek, sementara hilirisasi, infrastruktur, ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang.

Dengan fondasi konsumsi domestik, investasi, dan kebijakan pemerintah yang terus diperkuat, Indonesia memiliki modal untuk menjaga momentum pertumbuhan. Angka 5,29 persen bukan garis akhir, melainkan pijakan untuk membangun ekonomi yang lebih inklusif, produktif, dan tahan terhadap guncangan.

)* Pemerhati isu sosial-ekonomi

Ekonomi Indonesia Tetap Perkasa di Tengah Tekanan Global

JAKARTA – Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketangguhannya di tengah berbagai tantangan global. Pada triwulan II 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen (year on year/yoy), mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi di tengah ketidakpastian akibat konflik geopolitik, perang dagang, dan disrupsi teknologi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai capaian tersebut sangat positif karena Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan yang kuat saat banyak negara masih menghadapi perlambatan ekonomi.

“Walaupun berbagai lembaga melihat pertumbuhan ekonomi global hanya tumbuh rata-rata di atas 3 persen, Indonesia masih mampu tumbuh di triwulan kedua sebesar 5,29 persen,” kata Airlangga di Kemenko Perekonomian

Airlangga menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi 5,29 persen pada triwulan II 2026 menjadi semakin berarti karena tidak ditopang momentum konsumsi besar seperti Hari Raya Idulfitri yang telah berlangsung pada triwulan I. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kuatnya fundamental ekonomi nasional. Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen, termasuk salah satu yang tertinggi di ASEAN, sekaligus memperpanjang tren pertumbuhan di atas 5 persen selama tujuh tahun terakhir.

“Jadi angka 5,29 ini angka yang cukup baik dan kita sepanjang satu semester ini kita tumbuh sebesar 5,45 persen. Dan tumbuh ini kita menjaga terhadap dijaganya 7 tahun pertumbuhan di atas 5 persen. Sehingga dengan pertumbuhan 5,45 persen sepanjang satu semester ini juga di antara negara lain termasuk di ASEAN itu salah satu adalah top, salah satu yang top,” tegas dia.

Data BPS menunjukkan perekonomian Indonesia pada triwulan II 2026 berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan mencapai Rp3.576,2 triliun.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2026 bila dibandingkan dengan triwulan II tahun 2025 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,29 persen, bila dibandingkan dengan triwulan 1 tahun 2026 atau secara quartal to quartal tumbuh sebesar 3,73 persen,” ujar Edy saat Rilis BPS, Rabu (5/8/2026).

BPS juga mencatat industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 0,90 persen. Selain itu, sektor perdagangan menyumbang 0,83 persen, konstruksi 0,62 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 0,48 persen. Kinerja sektor-sektor strategis tersebut menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat optimisme bahwa Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas dan daya saing ekonomi di tengah tekanan global yang masih berlangsung.