Dukung Kreativitas Anak Bangsa, Pemerintahan Presiden Prabowo Perluas Akses Ekonomi Kreatif

Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus berkomitmen memperluas akses ekonomi kreatif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan agenda strategis untuk meningkatkan kapasitas usaha kecil, menengah, dan koperasi.

“Ada banyak isu yang harus ditangani cepat, salah satunya penyediaan data tunggal agar bantuan tepat sasaran. Pemerintah juga mendorong sinergi antara usaha besar dan UMKM,” ujar Muhaimin.

Dalam mendukung sektor ekonomi kreatif, pemerintah akan memperluas akses pendanaan bagi UMKM, koperasi, dan pekerja migran melalui skema pinjaman berbunga rendah.

“Kami menginisiasi model simpan pinjam dengan bunga rendah yang akan dikoordinasikan dengan kementerian terkait, khususnya Kementerian Keuangan,” tambahnya.

Sebagai bagian dari peringatan 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran, pemerintah menguatkan komitmen untuk mendorong kolaborasi antara pendidikan dan industri dalam mendukung ekonomi kreatif.

Salah satu langkah konkret adalah penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) antara Universitas Indonesia (UI) dan Kementerian Ekonomi Kreatif.

Rektor UI, Heri Hermansyah, menyambut baik kerja sama tersebut. “Melalui program studi vokasi yang kami miliki, UI siap mendukung pengembangan sumber daya manusia kreatif dan inovatif,” ungkapnya.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kerja sama dengan akademisi menjadi langkah penting dalam mewujudkan visi Presiden Prabowo.

“Presiden Prabowo menargetkan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Sinergi dengan institusi pendidikan seperti UI akan membawa dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Pemerintah juga telah mencanangkan inisiatif “Kota Kreatif” berbasis potensi lokal guna menciptakan ekosistem kreatif yang inklusif.

Pada November 2024, Kementerian Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri meluncurkan program untuk membuka lapangan kerja serta memperkuat ekonomi lokal.

“Pemerintah terus membangun ruang kreatif di berbagai daerah sebagai pusat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas kreatif,” pungkas Teuku Riefky.

Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif, baik di dalam maupun luar negeri.

Digitalisasi dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting untuk memastikan produk-produk kreatif Indonesia mampu bersaing di pasar global. Program pelatihan dan pendampingan bagi wirausahawan muda pun semakin diperkuat agar mereka mampu menghadapi tantangan industri kreatif yang terus berkembang.

Diharapkan ekonomi kreatif terus berkembang dan menjadi pilar pertumbuhan ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

MBG Penuhi Standar Porsi dan Kualitas Sesuai Ketentuan yang Berlaku

Oleh: Dhita Karuniawati )*

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan. Program ini bertujuan untuk memastikan setiap penerima mendapatkan asupan gizi yang cukup sesuai dengan standar kesehatan yang telah ditetapkan. Pemerintahan Presiden Prabowo memastikan bahwa program MBG telah memenuhi standar porsi dan kualitas sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam implementasinya, MBG tidak hanya menyediakan makanan secara cuma-cuma, tetapi juga memastikan bahwa porsi dan kualitas makanan yang diberikan sesuai dengan standar yang berlaku. Program ini diharapkan mampu mengurangi angka gizi buruk, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal bagi anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya.

Pemerintah telah menetapkan standar porsi dan kualitas makanan yang harus dipenuhi agar program MBG berjalan efektif. Standar ini mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan serta ketentuan dari organisasi pangan dan kesehatan dunia seperti FAO dan WHO.

Pelaksanaan program MBG menuai beberapa kritik atau isu negatif. Salah satunya yakni Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengungkapkan, KPK menerima laporan bahwa anggaran untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) diutak-atik. Besaran anggaran yang ditetapkan pemerintah pusat semakin sedikit ketika sampai di daerah, sehingga berdampak terhadap kualitas makanan.

Selain pemotongan harga, KPK juga menduga adanya kecurangan dalam penentuan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Ada sejumlah tempat yang mendapatkan perlakuan khusus. Pemilihan eksklusif itu bisa menjadi celah korupsi dalam proyek Makan Bergizi Gratis. KPK turut menyoroti pemberian susu yang berbeda di tiap daerah. Pemerintah harus menyamakan susu yang akan diberikan untuk anak-anak.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana memberi klarifikasi terkait harga per porsi program makan bergizi gratis yang diotak-atik dari Rp 10.000 menjadi Rp 8.000.

Dadan menjelaskan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selaku pihak yang mendapat laporan tersebut, belum mendapat penjelasan bahwa pagu anggaran bahan baku memang ada yang berbeda. Pagu yang disiapkan untuk anak PAUD sampai siswa SD kelas 3 adalah Rp 8.000, sedangkan anak lainnya Rp 10.000.

Menurut Dadan, perbedaan pagu itu terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia bagian barat. Namun, pagu juga bisa berubah berdasarkan tingkat kemahalan bahan baku di masing-masing daerah. penggunaan anggaran bahan baku ini sifatnya at cost. Jika kelebihan, maka anggarannya akan dikembalikan. Kalau kekurangan, tentu akan ditambah. Pagu ini disusun oleh mitra dan Kepala SPPG setiap 10 hari. Dalam usulan sudah perinci dari awal berapa jumlah penerima manfaat masing-masing.

Senada, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi mempertanyakan di mana lokasi temuan KPK tersebut agar bisa diperiksa dan diverifikasi. Hasan mengatakan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) juga berjanji akan mengecek langsung ke lapangan. Tetapi, laporan ke KPK tersebut tetap harus ada informasi lengkap kapan dan di mana pemangkasan anggaran makan bergizi gratis itu dilakukan.

Hasan menjelaskan bahwa harga bahan makanan MBG itu bersifat actual cost. Rata-rata di Indonesia barat memang nilainya Rp10 ribu. Tapi di kepulauan Mentawai nilainya Rp14 ribu. Untuk anak PAUD dan kelas 1-4 SD di Jawa dan Sumatra nilainya rentang Rp7-9 ribu. Hal itu karena para siswa diberikan makanan dengan 350 kalori saja. Sementara di Puncak Jaya Papua nilainya bisa mencapai Rp41.000. BGN sudah punya indeks kemahalan untuk setiap kabupaten kota. Jadi pertemuan BGN dan KPK itu lebih kepada pencegahan, bukan bicara kasus hukum. BGN ingin pelaksanaan MBG bisa lebih transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Tutik Kusuma Wardhani bersama Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program makan bergizi gratis (MBG) telah memenuhi standar gizi yang ditetapkan termasuk kebutuhan akan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.

Tutik mengatakan bahwa MBG memperkuat gizi khususnya anak-anak sekolah dalam memastikan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia pada masa depan. Program MBG bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat terutama anak dan ibu hamil/menyusui, serta mengurangi angka stunting dan malanutrisi.

Program MBG merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia dan diluncurkan pada 6 Januari 2025. Adapun anggaran awal program itu mencapai Rp71 triliun untuk menjangkau 17,5 juta penerima manfaat hingga September 2025.

Menurut Kementerian Keuangan anggaran program itu rencananya akan ditambah Rp100 triliun, sehingga menjadi Rp171 triliun. Apabila terdapat tambahan anggaran itu, diperkirakan bisa menyasar sekitar 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir 2025.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam upaya mengatasi gizi buruk dan stunting. Dengan memenuhi standar porsi dan kualitas makanan sesuai ketentuan yang berlaku, program ini dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan dan perkembangan anak-anak serta kelompok rentan lainnya.

Untuk mencapai tujuan yang maksimal, program MBG harus didukung oleh pengelolaan yang baik, distribusi yang efektif, serta partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, masyarakat, dan sektor swasta. Dengan demikian, MBG dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

*) Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

Pemerintah Libatkan Lembaga Independen Dalam Pelaksanaan MBG

Jakarta, – Dalam upaya memastikan kualitas dan transparansi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) akan menggandeng lembaga independen untuk melakukan akreditasi terhadap pelaksanaan program tersebut.

Langkah ini bertujuan untuk mengontrol kualitas makanan yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta memastikan bahwa penerima manfaat mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa akreditasi ini akan dilakukan setelah program MBG mencakup 6 juta penerima manfaat dan dioperasikan oleh 2.000 SPPG.

“Nanti ada akreditasi terkait itu. Kita jalankan dulu intervensi sampai mentok di 2.000 SPPG mencakup enam juta orang, akan bertahan sampai Agustus. Selama tidak bertambah SPPG, kita akan lakukan akreditasi,” kata Dadan.

Dadan menjelaskan bahwa akreditasi ini akan membagi kualitas makanan ke dalam beberapa kategori.

“Lembaga independen untuk melakukan akreditasi nanti (makanan) yang bagus disebut unggul, yang menengah, baik sekali, yang standar itu baik,” ujarnya. Dengan adanya akreditasi ini, diharapkan kualitas makanan dalam program MBG semakin meningkat dan memenuhi standar kesehatan yang ketat.

Untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas program, Presidium Nasional BEM PTNU se-Nusantara, Arip Muztabasani, mendorong keterlibatan lembaga independen dalam pengawasan program.

“Sebagai salah satu solusi, kami mendorong pihak terkait melibatkan lembaga independen dalam pengawasan program untuk mencegah potensi penyimpangan. Pengawasan harus diperketat agar tidak ada makanan yang tidak layak konsumsi masuk dalam program ini,” ujarnya.

Pemerintah terus berkomitmen memperkuat transparansi dalam pelaksanaan program MBG. Melalui akreditasi dan pengawasan oleh lembaga independen, kualitas makanan akan lebih terjamin.

Upaya ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam memastikan setiap penerima manfaat mendapatkan makanan yang sehat, bergizi, dan sesuai standar.

Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga independen, dan masyarakat, Program MBG diharapkan mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mencegah potensi penyimpangan yang merugikan.

Pemerintah Pacu Inovasi demi Meningkatkan Ekonomi Kreatif

Oleh : Rivka Mayangsari*)

Ekonomi kreatif kini menjadi salah satu sektor unggulan dalam perekonomian Indonesia. Menyadari peran pentingnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah terus menggalakkan berbagai kebijakan untuk mempercepat inovasi dan memperkuat ekosistem kreatif di seluruh daerah.

Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pemerintah terus mengakselerasi inovasi dalam sektor ekonomi kreatif. Berbagai kebijakan dan strategi disiapkan guna memberdayakan generasi muda serta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di tingkat daerah. Dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor strategis yang mampu meningkatkan pendapatan nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Wakil Ketua MPR, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan bahwa pemberdayaan generasi muda melalui pengembangan ekonomi kreatif merupakan langkah strategis demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ibas mengajak anak muda agar tidak terjebak dalam tren sesaat atau FOMO (Fear of Missing Out) dan lebih fokus menekuni satu bidang secara mendalam, yang ia sebut dengan konsep YONO (You Only Need One).

Ibas juga menyatakan bahwa instrumen pemberdayaan generasi muda adalah bagian tak terpisahkan dari strategi nasional, di mana ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mencapai 8 persen. Selain itu, ia menekankan pentingnya menyeimbangkan inovasi ekonomi kreatif dengan 4 Pilar Kebangsaan agar tetap mempertahankan identitas serta jati diri bangsa.

Dalam mendukung penguatan sektor ini, Menteri Ekonomi Kreatif (Menkraf) Teuku Riefky Harsya mendorong kepala daerah untuk membentuk Dinas Ekonomi Kreatif di masing-masing wilayah. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Riefky menekankan bahwa ekonomi kreatif merupakan kunci dalam menggerakkan perekonomian nasional dari tingkat daerah. Ia juga menyoroti bahwa menuju Indonesia Emas 2045, ekonomi kreatif menjadi prioritas dalam menciptakan kemandirian bangsa.

Lebih lanjut, Riefky menyoroti potensi besar ekonomi kreatif dalam meningkatkan pendapatan daerah dan membuka peluang kerja berkualitas. Pemerintah telah menetapkan target peningkatan kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta pendapatan daerah melalui 17 subsektor prioritas, seperti kuliner, kriya, fashion, hingga seni rupa. Ia menambahkan bahwa potensi ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sekaligus pelaku ekonomi kreatif, Belgi Alhuda, menegaskan bahwa ekonomi kreatif tumbuh bersama seni dan budaya yang mencerminkan identitas bangsa. Ia juga menyatakan bahwa inovasi dan kemandirian harus didukung oleh kesehatan yang baik sebagai kunci pembangunan berkelanjutan.

Menurut Belgi, dalam semangat Asta Cita, pengembangan ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya harus diiringi dengan upaya meningkatkan kesehatan anak-anak. Ia menekankan bahwa program tebar gizi gratis harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi kreatif.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa misi pemerintah dalam mendorong kewirausahaan dan industri kreatif harus selaras dengan upaya pelestarian seni budaya serta peningkatan ekonomi kreatif. Dengan adanya dukungan kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kreatif, diharapkan ekonomi kreatif di Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi pilar utama dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung inovasi di sektor ekonomi kreatif dengan menciptakan regulasi yang kondusif, menyediakan akses permodalan, serta membangun infrastruktur yang mendukung ekosistem kreatif di seluruh Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif demi kesejahteraan yang lebih merata.

Sejalan dengan perkembangan teknologi digital, pemerintah juga mendorong pemanfaatan platform digital sebagai sarana untuk meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif. Digitalisasi memungkinkan produk kreatif Indonesia dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global. Oleh karena itu, program literasi digital bagi pelaku ekonomi kreatif terus digalakkan agar mereka mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Di samping itu, pemerintah terus mengoptimalkan program pendanaan dan pembiayaan bagi pelaku usaha kreatif, baik melalui skema bantuan modal usaha, insentif pajak, maupun kemudahan akses kredit perbankan. Dengan langkah ini, diharapkan semakin banyak pelaku ekonomi kreatif yang dapat berkembang dan bersaing di pasar internasional.

Lebih jauh, sektor pariwisata juga turut mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Kolaborasi antara ekonomi kreatif dan pariwisata dapat menciptakan pengalaman wisata yang lebih menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Produk kreatif lokal, seperti kerajinan tangan, seni pertunjukan, dan kuliner khas daerah, menjadi daya tarik utama yang dapat meningkatkan pendapatan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya.

Dengan berbagai strategi dan inisiatif yang telah digalakkan, ekonomi kreatif diharapkan semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi pembangunan nasional. Generasi muda sebagai motor utama dalam sektor ini diharapkan dapat mengambil peran aktif dan menjadikan ekonomi kreatif sebagai kekuatan utama dalam menggerakkan perekonomian Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang.

*) Pemerhati ekonomi

Porsi dan Kualitas MBG Terjamin Sesuai Ketentuan

Jakarta — Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dijalankan secara nasional memiliki standar porsi dan kualitas yang terjamin. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, dengan pengawasan ketat dari berbagai pihak, termasuk lembaga independen.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa kualitas makanan yang diproduksi oleh Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan melalui proses akreditasi khusus. Proses ini tidak dilakukan oleh BGN secara langsung, melainkan oleh lembaga independen guna menjamin objektivitas penilaian.
“Nanti ada akreditasi terkait itu, bukan BGN dong, lembaga independen,” ujar Dadan. Ia menyebutkan bahwa akreditasi akan dilakukan berdasarkan indikator mutu dengan kategori unggul, baik sekali, dan baik.
Dadan menjelaskan bahwa akreditasi akan dilakukan setelah intervensi awal program mencapai skala maksimal, yaitu pada 2.000 SPPG yang melayani sekitar 6 juta orang.
“Nanti kita jalankan dulu intervensi sampai mentok di 2 ribu SPPG mencakup 6 juta orang, akan bertahan sampai Agustus, selama tidak bertambah SPPG kita akan lakukan akreditasi,” katanya.
Sementara itu, Pakar Gizi dari BGN Ikeu Tanziha menuturkan bahwa komposisi menu MBG selama bulan Ramadan 2025 akan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan konsumsi saat berpuasa. Roti, telur, sereal, hingga buah kurma akan menjadi menu utama.
“Standar gizinya tetap sesuai standar gizi yang biasa,” ujarnya.
Ikeu menjelaskan, kebutuhan gizi pelajar dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga kelas 3 Sekolah Dasar, porsi gizi MBG mencukupi 20–25 persen dari angka kecukupan gizi harian. Sedangkan untuk pelajar kelas 4 SD hingga tingkat SMA, mencakup 30–35 persen kebutuhan gizi.
Ikeu juga mengungkapkan bahwa menu MBG saat Ramadan dikonsep sebagai makanan kering guna mencegah risiko makanan basi yang dapat mengganggu keamanan pangan. “Makanan yang disimpan selama kurang lebih 11 jam berpotensi menyebabkan ketidakamanan dalam makanan tersebut. Sehingga diputuskan makanan kering,” jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap membuka ruang inovasi bagi setiap SPPG untuk mengembangkan menu makanan, selama tetap memenuhi standar kualitas, keamanan, dan gizi.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Ia menilai MBG merupakan langkah nyata membangun generasi sehat dan cerdas sejak dini. “Program makan bergizi gratis harus berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan berkualitas,” tegas Ibas.
Ia juga mendorong keterlibatan aktif para dokter, ahli gizi, dan influencer untuk mengawal program ini serta memastikan validasi data penerima akurat. “Agar kualitas sesuai, agar anggaran sesuai dan agar distribusi tepat sasaran, sesuai edukasi pentingnya gizi seimbang,” tambahnya.
Dengan pengawasan berlapis dan pelibatan berbagai pihak, program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi tonggak penting peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

Bersatu Dukung Program Nasional, Demo Indonesia Gelap Jilid 2 Tidak Relevan

Oleh : Andi Mahesa )*

Belakangan ini, masyarakat Indonesia kembali dihadapkan pada seruan untuk menggelar demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap Jilid 2.” Gerakan ini tidak perlu dilanjutkan, karena jelas-jelas menyasar pemerintah. Sebaliknya, masyarakat seharusnya mendukung pemerintah dalam menjalankan tugas dan amanah yang telah diberikan. Ketika negara sedang bekerja keras untuk menciptakan perubahan positif, dukungan masyarakat justru akan mempercepat pencapaian tujuan bersama.

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan demonstrasi semacam itu tidak diperlukan. Sebab, pemerintah sedang giat bekerja untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Banyak tuntutan masyarakat yang sejatinya sudah dijawab oleh kebijakan-kebijakan yang telah diterapkan oleh Presiden Prabowo Subianto bersama seluruh stakeholder terkait. Berbagai program kerja telah diinisiasi untuk mengatasi permasalahan sosial-ekonomi yang ada, dan ini perlu dilihat dengan objektif. Adalah hal yang wajar jika ada kritik, namun kritik tersebut harus disampaikan dengan cara yang konstruktif, sesuai dengan aturan yang berlaku.

Demonstrasi memang menjadi salah satu cara masyarakat menyampaikan aspirasi. Namun, apakah dengan memobilisasi massa dan menciptakan ketegangan di jalanan akan menyelesaikan masalah? Tentu saja tidak. Sebagai negara demokratis, Indonesia sudah memiliki saluran-saluran yang tepat untuk menyampaikan aspirasi, seperti melalui pertemuan dengan perwakilan rakyat di lembaga legislatif atau melalui forum-forum dialog yang sudah ada. Demo yang hanya bertujuan untuk membuat kerusuhan bukanlah jalan yang bijak, apalagi ketika banyak masalah yang telah ditangani dengan baik oleh pemerintah.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berani menyuarakan apa yang terbaik bagi rakyat Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa suara generasi muda tetap sangat penting dalam proses demokrasi. Namun, kritik yang ada akan lebih efektif jika disampaikan melalui saluran yang sesuai dan produktif, seperti melalui lembaga DPRD Kaltim yang akan menyuarakan aspirasi masyarakat sesuai dengan kewenangan dan tugas lembaga tersebut. Semua elemen bangsa memiliki peran yang besar dalam proses pembangunan, dan saluran yang tepat dapat memastikan bahwa semua suara tersebut didengar dan dipertimbangkan dengan baik.

Di sisi lain, Anggota DPRD Jawa Timur, Yordan Batara Goa, mengatakan pihaknya akan terus berjuang untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan mengawal program-program pemerintah dan memastikan agar program tersebut dapat terlaksana dengan baik tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Dalam hal ini, peran legislatif sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan pemerintah benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Namun, Yordan juga mengingatkan bahwa peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan perubahan yang diinginkan. Masyarakat tidak seharusnya hanya berfokus pada kekurangan yang ada, tetapi juga harus memberi kesempatan bagi pemerintah untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan tantangan zaman.

Sebagai masyarakat, kita harus memahami bahwa perubahan yang terjadi membutuhkan waktu. Tidak ada perubahan besar yang bisa terjadi dalam semalam. Pemerintah saat ini telah menunjukkan komitmennya untuk bekerja dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia. Langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan menunjukkan upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tentu, dalam perjalanan ini, masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan disempurnakan. Namun, itu bukan berarti kita harus terjebak dalam rasa pesimis dan terus-menerus meragukan kinerja pemerintah.

Mari kita dukung upaya pemerintah dalam mengatasi berbagai tantangan yang ada. Jika ada hal-hal yang masih kurang, mari kita suarakan dengan cara yang benar dan konstruktif. Kritik yang membangun akan lebih membantu daripada sekadar menuntut perubahan tanpa memberikan solusi yang jelas. Negara ini adalah milik kita bersama, dan untuk maju, kita harus bersatu dan bekerja sama.

Melihat bagaimana berbagai elemen pemerintah, dari legislatif hingga eksekutif, berusaha keras untuk memenuhi harapan rakyat, kita seharusnya merasa optimis. Setiap kebijakan yang diambil pasti berdasarkan pertimbangan matang dan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tentu saja, setiap kebijakan akan selalu menghadirkan pro dan kontra. Namun, dengan cara yang tepat, protes dan kritik bisa disalurkan untuk menciptakan perbaikan, bukan hanya untuk menunjukkan ketidakpuasan semata.

Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus menjaga kedamaian dan tidak mudah terprovokasi oleh seruan untuk demo yang dapat merugikan banyak pihak. Demonstrasi yang tidak konstruktif hanya akan menambah ketegangan dan memperburuk situasi. Mari dukung pemerintah dalam menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, dan sampaikan aspirasi kita dengan cara yang lebih bermartabat. Kita semua memiliki peran penting dalam membangun bangsa ini. Dengan kerja sama yang solid, kita bisa mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

)* Penulis merupakan Mahasiswa yang tinggal di Jakarta.

Jaga Stabilitas Nasional, Tolak Aksi Indonesia Gelap Jilid 2

Oleh: Nana Sukmawati )*

Stabilitas nasional menjadi faktor utama dalam menjaga kelangsungan dan kemajuan pembangunan di Indonesia. Tanpa kondisi yang kondusif, berbagai program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan sulit terlaksana. Oleh karena itu, wacana aksi Indonesia Gelap Jilid 2 yang kembali muncul perlu disikapi dengan bijak agar tidak mengganggu stabilitas yang telah terjaga.

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah bekerja keras untuk menjawab berbagai tuntutan masyarakat. Menurutnya, pemerintahan Prabowo Subianto telah menjalankan berbagai kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya kritik yang bersifat membangun agar tidak merusak proses pemerintahan yang tengah berjalan.

Aksi protes merupakan bagian dari demokrasi, namun jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan dampak negatif. Demonstrasi yang tidak terkendali berpotensi menimbulkan ketegangan dan memperlambat jalannya pembangunan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat menyalurkan aspirasinya melalui jalur yang lebih konstruktif.

Isunya muncul Mahasiswa di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta, mulai menggalang kekuatan untuk melaksanakan aksi Indonesia Gelap Jilid 2. Mereka berkumpul dalam berbagai forum diskusi guna merancang strategi dan tuntutan yang akan disampaikan. Aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang berlangsung sejak Februari lalu, dengan tuntutan yang beragam.

Tuntutan utama mereka mencakup pendidikan gratis, pembatalan pemangkasan anggaran, pencabutan proyek strategis nasional yang dianggap bermasalah, serta evaluasi program makan bergizi gratis. Selain itu, mereka juga menolak revisi sejumlah undang-undang yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Namun, perlu dipertanyakan apakah semua tuntutan ini telah melalui kajian yang komprehensif.

Pemerintah saat ini terus berupaya menjalankan berbagai kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini, dialog dan diskusi terbuka antara pemerintah dan masyarakat menjadi solusi yang lebih efektif dibandingkan aksi demonstrasi besar-besaran yang berpotensi menimbulkan instabilitas.

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengatakan bahwa masa depan Indonesia tidaklah gelap. Pihaknya optimis bahwa dengan kerja keras semua elemen bangsa, Indonesia akan menjadi negara maju. Oleh karena itu, seluruh masyarakat untuk berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih baik, bukan justru terjebak dalam aksi yang dapat menghambat kemajuan.

Menurut SBY, Indonesia adalah negara yang penuh harapan dan memiliki potensi besar untuk mencapai kemajuan. Namun, hal ini hanya dapat terwujud jika seluruh elemen bangsa bekerja sama dalam suasana yang kondusif. Perdebatan dan kritik terhadap pemerintah memang penting, tetapi harus diimbangi dengan tindakan nyata untuk membangun negeri.

Seiring dengan dinamika politik dan sosial yang berkembang, stabilitas nasional harus tetap dijaga. Ketidakstabilan hanya akan memperlambat investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, setiap aksi harus dipastikan tidak berdampak negatif terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat secara luas.

Sebagai negara demokrasi, Indonesia tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Namun, kebebasan ini harus digunakan dengan penuh tanggung jawab. Kritik yang konstruktif lebih efektif dibandingkan aksi yang berpotensi memicu ketegangan.

Pemerintah terus membuka jalur komunikasi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan memanfaatkan mekanisme yang telah disediakan, seperti audiensi dan forum diskusi, agar solusi dapat dicapai dengan cara yang lebih efektif.

Di era digital saat ini, media sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan aspirasi tanpa harus turun ke jalan. Penyampaian kritik melalui jalur yang lebih modern dan rasional dapat membantu pemerintah dalam mengevaluasi kebijakan tanpa menimbulkan gangguan stabilitas.

Semua elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan akademisi, memiliki peran dalam menjaga kedamaian serta memastikan jalannya pembangunan yang berkelanjutan. Aksi yang mengganggu ketertiban hanya akan membawa dampak negatif bagi seluruh pihak.

Indonesia telah menghadapi berbagai tantangan, tetapi tetap mampu bertahan dan berkembang berkat semangat persatuan. Oleh karena itu, aksi-aksi yang berpotensi merusak stabilitas harus dihindari demi masa depan yang lebih baik.

Presiden Prabowo telah berkomitmen untuk menjalankan pemerintahan yang pro-rakyat. Oleh sebab itu, sebaiknya pemerintah diberikan waktu dan kesempatan untuk membuktikan kinerjanya sebelum masyarakat melakukan aksi yang dapat memperkeruh situasi.

Demonstrasi yang tidak terkontrol juga berisiko dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan ketidakstabilan. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap potensi penyusupan dan provokasi sangat diperlukan agar tidak terjadi kekacauan yang lebih luas.

Masyarakat perlu bersikap kritis, tetapi tetap rasional dalam menyikapi setiap isu. Informasi yang didapat harus berasal dari sumber yang kredibel agar keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan fakta, bukan sekadar provokasi.

Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju. Namun, untuk mencapai hal tersebut, seluruh elemen bangsa harus berperan aktif dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi pembangunan.

Stabilitas nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat luas. Selain itu, aksi-aksi yang dapat mengganggu ketertiban sebaiknya dikaji ulang agar tidak menghambat kemajuan yang telah dicapai.

Masa depan Indonesia bergantung pada bagaimana masyarakatnya bersikap dalam menghadapi tantangan. Dengan menjaga persatuan dan mengedepankan dialog, Indonesia dapat melangkah menuju masa depan yang lebih cerah tanpa perlu menghadapi gejolak yang tidak perlu.

)* Penulis adalah mahasiswa Palembang tinggal di Jakarta

Tolak Aksi Indonesia Gelap Jilid 2, Pemerintah Sedang Bekerja untuk Rakyat

Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus bekerja demi kesejahteraan rakyat dan menjaga stabilitas negara, menanggapi berbagai spekulasi dan gerakan yang berpotensi merusak tatanan sosial dan politik Indonesia.

Terkait dengan isu “Indonesia Gelap Jilid 2”, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengingatkan agar para mahasiswa lebih jeli dalam memahami kebijakan efisiensi anggaran yang telah diterapkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, tidak ada sama sekali efisiensi yang menyasar anggaran pendidikan.

“Bahwa tidak betul, tidak ada (efisiensi anggaran) yang berdampak terhadap pendidikan, terutama untuk adik-adik mahasiswa. Masalah KIP (Kartu Indonesia Pintar), kemudian beasiswa IPI (Institut Pendidikan Indonesia) itu tetap semua jalan. LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) tetap semua jalan” kata Prasetyo.

Prasetyo juga menekankan pentingnya semangat yang konstruktif dalam kritik terhadap pemerintah. Ia mengungkapkan, meskipun aksi demonstrasi mahasiswa merupakan bagian dari kebebasan berekspresi, kritik yang disampaikan harus mendukung perbaikan dan tidak menyebarkan energi negatif yang dapat merusak kemajuan bersama.

“Pemerintah akan terus menerima masukan. Sebab, bagi kami, masukan-masukan itu adalah koreksi juga kepada kami. Yang penting adalah semangatnya. Semangatnya harus konstruktif,” ujar Prasetyo.

Menanggapi wacana aksi Indonesia Gelap jilid 2 yang kembali digulirkan oleh sejumlah kelompok masyarakat, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa pemerintahan saat ini tengah bekerja untuk merespons tuntutan rakyat dan memperbaiki keadaan. Menurutnya, kritik terhadap kinerja pemerintah adalah hal yang wajar, namun harus dilakukan dengan cara yang konstruktif.

“Semua ini pemerintah lagi bekerja, tuntutannya kan sudah dijawab dengan kerjanya Pak Presiden” Ujar Cucun.

Cucun, yang juga politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tidak mempermasalahkan adanya aksi tersebut. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari dinamika demokrasi, namun ia mengimbau agar kritik yang disampaikan bersifat membangun dan tidak berujung pada tuntutan yang tidak sesuai mekanisme.

“Kalau kritik jangan terlalu berlebihan sampai ke arah sana. Ada mekanisme, mengacu pada upaya pemakzulan Presiden Prabowo yang disebut-sebut dalam wacana aksi tersebut.” lanjut Cucun.

Pemerintah akan terus memantau setiap perkembangan dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketertiban dan keamanan tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia. Keamanan dan kedamaian bangsa menjadi prioritas utama yang tidak bisa dikompromikan.

Waspadai Provokasi Aksi Indonesia Gelap Jilid 2, Jaga Keharmonisan Bangsa

Jakarta – Wacana aksi Indonesia Gelap Jilid 2 yang dikabarkan akan digelar dalam waktu dekat memicu kekhawatiran berbagai pihak. Aksi ini disebut-sebut memiliki agenda yang lebih radikal dibandingkan aksi sebelumnya, termasuk tuntutan pemakzulan presiden dan wakil presiden.

Sejumlah tokoh politik dan pengamat mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh gerakan yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa pemerintah telah merespons tuntutan aksi Indonesia Gelap Jilid 1 dengan tindakan nyata. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh provokasi yang dapat merusak persatuan bangsa.

“Semua ini pemerintah lagi bekerja. Tuntutannya kan sudah dijawab dengan kerjanya Pak Presiden,” ujar Cucun saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, ia mengimbau agar kritik yang disampaikan bersifat konstruktif dan tidak mengarah pada tuntutan yang berlebihan, seperti pemakzulan Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau kritik jangan terlalu berlebihan sampai ke arah sana. Ada mekanisme yang sudah diatur dalam konstitusi,” tegasnya.

Senada dengan itu, pengamat pemerintahan dari kalangan milenial, Andrea Yudias, menyayangkan perubahan arah aksi yang semula hanya berupa kritik terhadap kebijakan pemerintah, kini bergeser menjadi upaya untuk melengserkan kepala negara. Ia menilai langkah tersebut tidak rasional dan justru bertentangan dengan upaya pemberantasan korupsi yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

“Pergantian tujuan demo dari sekadar mengkritik pemerintah di jilid pertama, menjadi melengserkan presiden dan wakil presiden pada jilid kedua adalah komedi,” ujarnya.

Andrea menambahkan bahwa saat ini pemerintah sedang gencar melakukan penindakan terhadap para koruptor. Oleh karena itu, ia menilai bahwa tuntutan pemakzulan presiden justru dapat diartikan sebagai upaya membela kepentingan kelompok tertentu yang merasa terancam oleh kebijakan tegas pemerintah.

“Jelas-jelas saat ini presiden dan wakil presiden sedang menggencarkan penangkapan koruptor. Jadi jika mahasiswa ingin melengserkan presiden, sama dengan ngebelain dan mendukung para koruptor. Semoga masyarakat tidak terprovokasi,” tegasnya.

Pemerintah saat ini terus berupaya menjaga stabilitas nasional dengan berbagai kebijakan strategis, termasuk di bidang ekonomi dan pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, berbagai pihak mengajak masyarakat untuk tidak mudah terhasut oleh narasi yang dapat memecah belah bangsa.

Kesadaran dan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan dan demokrasi yang sehat. Kritik yang membangun akan lebih bermanfaat bagi bangsa dibandingkan seruan provokatif yang berpotensi menciptakan instabilitas politik dan sosial di Indonesia.

Pemerintah Perkuat Komitmen dalam Mendorong Ekonomi Kreatif

Oleh: Ananda Putera*

Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sebagai pilar utama pembangunan nasional. Ekonomi kreatif kini tidak hanya menjadi sektor yang berkembang pesat tetapi juga berperan strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan devisa, serta memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. Komitmen ini ditegaskan oleh berbagai pemangku kebijakan yang melihat potensi besar dari sektor ekonomi kreatif dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.

Wakil MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan pentingnya pemberdayaan generasi muda melalui ekonomi kreatif sebagai bagian dari strategi nasional. Menurutnya, sektor ini memiliki peran sentral dalam menciptakan inovasi dan membuka lapangan pekerjaan baru. Ibas juga menyoroti bagaimana ekonomi kreatif telah berkembang sejak era cetak biru ekonomi kreatif Presiden SBY, yang kini berkontribusi secara signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dengan kontribusi yang meningkat tajam dari Rp500 triliun menjadi Rp1.400 triliun serta menyerap 27 juta tenaga kerja, ekonomi kreatif semakin menjadi mesin pertumbuhan baru bagi bangsa.

Selain itu, Ibas menekankan perlunya perubahan pola pikir di kalangan generasi muda. Ia mengajak mereka untuk meninggalkan sifat FOMO (Fear of Missing Out) yang membuat mereka mudah terjebak dalam tren sesaat, dan beralih ke pendekatan fokus pada satu bidang yang ditekuni secara serius. Dengan pendekatan ini, diharapkan para pelaku ekonomi kreatif dapat menjadi ahli di bidangnya dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf), Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan industri e-commerce. Dalam audiensi dengan Indonesian E-Commerce Association (idEA), Menekraf Riefky menyatakan bahwa pengembangan subsektor ekonomi kreatif, terutama yang berbasis digital, dapat menjadikan Indonesia sebagai basis ekonomi digital terbesar di kawasan. Dengan target 30 juta UMKM yang bergabung dalam ekosistem e-commerce pada tahun 2025, pemerintah terus berupaya menciptakan regulasi dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri ini.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, juga mengusulkan penciptaan hari khusus seperti Hari Belanja Produk Kreatif Nasional. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas produk lokal dan mendorong minat belanja konsumen domestik. Selain itu, pemerintah juga mendukung berbagai program edukasi dan pelatihan bagi UMKM agar dapat lebih kompetitif di pasar digital. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

Tidak hanya e-commerce, sektor ekonomi kreatif lainnya seperti industri gaming juga mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Dalam pertemuan dengan perwakilan Bukalapak, Wamenekraf Irene Umar membahas potensi kolaborasi dalam pengembangan industri gaming nasional. Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah aktivasi offline melalui program Mitra Bukalapak untuk meningkatkan brand awareness industri gaming. Pemerintah juga berupaya mengatasi tantangan yang dihadapi industri ini, termasuk dalam hal sistem pembayaran dan regulasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri digital.

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam ekonomi kreatif diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan industri ini dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. Dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, sektor ekonomi kreatif dapat menjadi motor penggerak utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional. Ke depan, diperlukan kebijakan yang lebih adaptif dan inovatif agar ekonomi kreatif dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Pemerintah juga harus memastikan bahwa ekonomi kreatif tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi tetapi juga memperkuat jati diri dan identitas bangsa. Seperti yang disampaikan oleh Ibas, dalam bingkai NKRI, ekonomi kreatif harus menjadi sarana untuk mengibarkan merah putih di kancah dunia serta mencerminkan nilai-nilai keberagaman dan kebangsaan. Hal ini selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu faktor utama dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dukungan bagi ekonomi kreatif juga dapat dilakukan dengan memperluas akses pasar bagi produk-produk kreatif Indonesia. Program seperti digitalisasi UMKM, pembukaan akses ke platform global, serta promosi besar-besaran untuk produk lokal akan membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing. Selain itu, insentif bagi inovasi dan pelatihan sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif perlu terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga produsen yang berdaya saing tinggi di tingkat internasional.

Dengan langkah-langkah strategis yang telah diambil, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai kekuatan utama dalam menghadapi tantangan global. Dukungan penuh dari pemerintah, kerja sama erat dengan sektor swasta, serta partisipasi aktif dari masyarakat akan menjadi kunci dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi kreatif dunia. Kini saatnya bagi semua pihak untuk bersinergi dan bekerja bersama agar ekonomi kreatif dapat menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing dan berkelanjutan.

*Penulis merupakan pelaku UMKM