Danantara sebagai Langkah Penting dalam Pengelolaan Dana untuk Kemakmuran Negara

JAKARTA – Pemerintah meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan pengelolaan aset negara untuk kesejahteraan rakyat.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pendirian Danantara mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.

“Saya bersama pemerintah yang saya pimpin, didukung oleh koalisi yang solid, bertekad keras untuk membangun suatu pemerintahan yang bersih, yang bebas dari korupsi,” katanya.

“Saya akan melawan korupsi dengan sekeras-kerasnya, dengan segala tenaga dan upaya yang bisa saya kerahkan tanpa pandang bulu. Prinsip yang sama akan menjadi fondasi dalam pengelolaan Danantara Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Danantara Indonesia dirancang sebagai sovereign wealth fund dengan total aset lebih dari US$900 miliar, menjadikannya yang terbesar di dunia.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa badan ini tidak hanya berperan sebagai lembaga investasi tetapi juga sebagai instrumen pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lebih optimal.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, memberikan apresiasi atas terbentuknya Danantara dan menilai bahwa badan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mendayagunakan BUMN untuk kemakmuran rakyat.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah bahwa Danantara ini sudah terbentuk,” ungkapnya.

“Pemerintah mempunyai sebuah pemikiran yang besar bagaimana mendayagunakan BUMN sebagai sebuah state-owned company, sebuah Badan Usaha Milik Negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujar Misbakhun.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan Danantara akan diawasi oleh berbagai pihak, termasuk presiden, mantan presiden, mantan wakil presiden, serta lembaga pengawas seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Karena Danantara ini strukturnya ada pengawasnya, yang terdiri dari presiden, mantan presiden, mantan wakil presiden. Kemudian siapa pun kata Bapak Presiden, bisa mengawasi pelaksanaan Danantara,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyampaikan harapannya agar badan ini dapat membawa dampak positif bagi perekonomian nasional.

“Semoga bisa menggerakkan perekonomian nasional,” ujar Puan.

Ia juga menekankan pentingnya Danantara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat serta mendorong investasi di Indonesia.

“Melalui Danantara, kami berharap dapat berdampak positif pada pertumbuhan perekonomian di Tanah Air yang akhirnya membawa kesejahteraan untuk rakyat,” lanjutnya.

Dengan mandat untuk mengelola tujuh BUMN strategis, Danantara diharapkan mampu mendorong investasi ke sektor-sektor berkelanjutan seperti energi terbarukan, manufaktur canggih, dan industri hilir.

Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai delapan persen melalui optimalisasi pengelolaan aset negara oleh Danantara. (*)

Pengamat Dukung Danantara Mampu Hadirkan Keberlanjutan Pembangunan Lebih Luas

Oleh: Wahyu Gunawan
Danantara, badan pengelola investasi yang telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk para pengamat dan pemerintah. Pembentukan badan tersebut dinilai sebagai langkah strategis yang akan mendorong keberlanjutan pembangunan secara lebih luas di Indonesia.

Dengan modal awal sebesar 20 miliar dolar AS, Danantara diharapkan menjadi motor penggerak investasi nasional yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga berdampak positif terhadap pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai bahwa keberadaan Danantara dapat menjadi penopang utama dalam pembangunan infrastruktur transportasi yang lebih baik. Menurutnya, investasi yang dilakukan badan tersebut harus mampu mengakomodasi kepentingan publik, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas daerah-daerah tertinggal.

Infrastruktur yang lebih baik tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam mendukung berbagai program utama pemerintah. Djoko menekankan bahwa Danantara harus dikelola dengan pendekatan yang tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memastikan pembangunan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo juga menaruh harapan besar terhadap keberadaan Danantara dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis. Menurutnya, investasi yang masuk harus dikelola dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas agar benar-benar memberikan dampak positif bagi rakyat.

Infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, tetapi merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Dody juga menyoroti pentingnya efisiensi dalam pengelolaan aset negara, sehingga setiap proyek yang didukung oleh Danantara dapat berjalan dengan optimal.

Selain itu, Dody mengungkapkan bahwa Danantara membuka peluang lebih besar bagi sektor swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional. Keterlibatan sektor swasta dinilai dapat mempercepat realisasi proyek-proyek strategis sekaligus menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan yang dilakukan harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan, termasuk pengembangan energi hijau, sistem transportasi yang ramah lingkungan, serta digitalisasi infrastruktur.

Dengan demikian, Danantara dapat menjadi instrumen yang mendukung pembangunan hijau dan inklusif, sehingga Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan global, termasuk perubahan iklim.

Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya saat meresmikan Danantara menegaskan bahwa badan tersebut bukan sekadar pengelola investasi biasa, melainkan instrumen strategis dalam optimalisasi kekayaan negara.

Menurutnya, pengelolaan investasi yang dilakukan Danantara harus mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi Indonesia, baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun ketahanan nasional.

Prabowo menekankan bahwa dalam 100 hari pertama pemerintahannya, telah berhasil diamankan dana sebesar 300 triliun rupiah atau setara 20 miliar dolar AS yang kini dikelola oleh Danantara untuk diinvestasikan dalam berbagai proyek nasional.

Keberadaan Danantara dipandang sebagai langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan industrialisasi dan hilirisasi yang berkelanjutan. Presiden meyakini bahwa proyek-proyek yang dijalankan melalui badan tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta meningkatkan kesejahteraan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, tata kelola Danantara harus dilakukan secara hati-hati, transparan, dan bertanggung jawab agar setiap investasi yang masuk dapat menghasilkan dampak yang optimal.

Selain itu, peluncuran Danantara juga dipandang sebagai tonggak sejarah dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian ekonomi. Dengan pengelolaan yang profesional dan berorientasi jangka panjang, badan tersebut diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju dan sejahtera, asalkan setiap langkah pembangunan dilakukan dengan perencanaan yang matang serta didukung oleh sistem yang solid.

Secara keseluruhan, dukungan penuh dari para pengamat dan pemerintah terhadap Danantara menunjukkan optimisme tinggi terhadap masa depan pembangunan di Indonesia. Dengan tata kelola yang transparan dan prinsip good governance, badan ini berpeluang besar untuk menghadirkan keberlanjutan pembangunan yang lebih luas.

Keberadaannya tidak hanya akan mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan investasi nasional, tetapi juga membuka kesempatan bagi Indonesia untuk semakin mandiri dalam mengelola sumber daya dan aset strategisnya. Jika dikelola dengan baik, Danantara dapat menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing di tingkat global. (*)

Peneliti Ekonomi dan Pembangunan – Forum Ekonomi Sejahtera Indonesia

Ahli Ekonomi Dunia Dukung Penuh Adanya Danantara

Oleh: Agus Soepomo
Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengukuhkan langkah strategis dalam mengelola investasi negara. Pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara mendapat respons positif dari berbagai kalangan, terutama dari para ahli ekonomi dunia yang menilai inisiatif ini sebagai gebrakan yang dapat membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia ke tingkat lebih tinggi.

Presiden Prabowo Subianto telah menggelar pertemuan penting dengan sejumlah konglomerat Indonesia serta tokoh internasional di Istana Kepresidenan, Jakarta. Salah satu tamu istimewa dalam pertemuan tersebut adalah Ray Dalio, investor legendaris asal Amerika Serikat yang dikenal atas pengalamannya dalam mengelola investasi berskala global.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa kehadiran Dalio merupakan aset berharga bagi Indonesia, mengingat wawasan serta pemahamannya mengenai dinamika pasar internasional.

Keberadaan Dalio dalam struktur Danantara diyakini dapat membawa perspektif strategis dalam mengelola investasi negara secara lebih efektif. Prabowo menekankan bahwa masukan dari tokoh ekonomi global seperti Dalio sangat dibutuhkan untuk memastikan kebijakan investasi yang diambil tetap relevan dengan perkembangan ekonomi dunia. Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun dalam dunia investasi, Dalio diharapkan mampu memberikan pandangan yang kritis dan solutif bagi Indonesia.

Selain Dalio, sejumlah pengusaha besar Indonesia turut hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk tokoh-tokoh seperti Anthony Salim, Chairul Tanjung, hingga Prajogo Pangestu. Keterlibatan mereka dalam mendukung Danantara mencerminkan keyakinan bahwa badan pengelola investasi ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi nasional. Danantara diposisikan sebagai alat utama dalam mengelola dana negara secara profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil yang menguntungkan bagi bangsa.

Ahli ekonomi dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyoroti pentingnya pemilihan tokoh yang tepat dalam struktur Danantara. Menurutnya, kehadiran figur-figur global yang memiliki kredibilitas tinggi dan reputasi baik dapat memberikan dampak signifikan dalam menarik investor asing.

Ia menegaskan bahwa pemilihan anggota Dewan Penasihat harus dilakukan secara selektif untuk memastikan efektivitas kerja Danantara dalam menjalin hubungan dengan komunitas investasi internasional.

Wijayanto juga mengingatkan bahwa jumlah anggota Dewan Penasihat perlu dibatasi agar tetap efisien dan tidak membebani anggaran. Dengan hanya memilih beberapa tokoh berpengaruh, Danantara dapat memperoleh nasihat yang berharga tanpa mengeluarkan biaya yang tidak perlu. Menurutnya, strategi ini akan memperkuat kredibilitas badan tersebut dalam mengelola investasi negara.

Badan ini akan membuka peluang bagi tokoh-tokoh asing untuk bergabung dalam Dewan Penasihat. Langkah ini bertujuan agar para ahli dari berbagai bidang, seperti manajemen risiko dan investasi, dapat memberikan wawasan yang relevan sesuai dengan keahlian mereka. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan tata kelola yang lebih baik dalam pengelolaan investasi nasional.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengonfirmasi bahwa susunan lengkap pengurus dan manajemen badan ini akan segera diumumkan kepada publik.

Ia memastikan bahwa individu-individu yang dipilih memiliki rekam jejak bersih dan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan Danantara. Transparansi dalam pemilihan pengelola diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat serta investor terhadap badan pengelola investasi tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Dalio turut memberikan berbagai masukan strategis kepada pemerintah dan jajaran Danantara. Pengalaman luasnya dalam bidang investasi menjadi sumber wawasan berharga bagi Indonesia dalam merancang kebijakan yang lebih efektif.

Dalio menekankan pentingnya tata kelola yang baik serta pengelolaan risiko yang matang dalam mengelola investasi negara. Menurutnya, pendekatan ini akan memastikan bahwa Danantara dapat mencapai tujuan utamanya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Rosan menegaskan bahwa Danantara akan mengadopsi praktik terbaik dari berbagai negara, dengan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi domestik. Badan ini akan beroperasi secara terbuka dan transparan, memastikan bahwa setiap keputusan investasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Pemerintah menekankan bahwa prinsip kehati-hatian serta transparansi menjadi kunci utama dalam keberhasilan Danantara.

Langkah pemerintah dalam mendirikan Danantara mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, baik dari dalam negeri maupun internasional. Kepercayaan terhadap badan ini semakin kuat seiring dengan keterlibatan para ahli dan pengusaha berpengaruh yang siap berkontribusi dalam mengembangkan ekonomi nasional. Dengan strategi yang matang dan tata kelola yang transparan, Danantara diyakini mampu menjadi instrumen investasi negara yang memberikan manfaat maksimal bagi Indonesia. (*)

Konsultan Kebijakan Ekonomi – Forum Ekonomi Rakyat

Swasta Dorong Inovasi Teknologi untuk Capai Swasembada Energi Nasional

Jakarta – Upaya mewujudkan swasembada energi nasional semakin mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta yang terus berinovasi dalam penyediaan energi. Salah satu langkah konkret datang dari PT ARSynergy NiX Indonesia yang memperkenalkan produk LPG terbaru, ArsyGas, untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri dengan standar keamanan tinggi.

Presiden Direktur PT ARSynergy NiX Indonesia, Achmad Harijanto, menegaskan bahwa kehadiran ArsyGas merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah mencapai swasembada energi.

“Dengan kehadiran ArsyGas di tengah masyarakat dan industri saat ini, kami memiliki visi besar untuk mendukung komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi nasional,” ujarnya.

Produk LPG ini telah beredar di Pulau Jawa hingga Bali selama sembilan bulan terakhir dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi di berbagai sektor, seperti perhotelan, restoran, perkebunan, serta industri lainnya. PT ARSynergy NiX Indonesia juga menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan mutu dan efisiensi energi.

“Teknologi ini memungkinkan pengawasan terhadap kualitas isi tabung serta distribusi yang lebih akurat melalui aplikasi yang tersedia di platform Android dan iOS. Dengan integrasi kilang LPG, stasiun pengisian LPG, dan saluran distribusi sendiri, perusahaan memastikan kualitas dan efisiensi energi yang lebih baik bagi pengguna,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Grup Engineering dan Teknologi PGN, Suseno, mengatakan PGN terus memperkuat infrastruktur gas dengan membangun jaringan pipa sepanjang lebih dari 33.000 km serta terminal LNG guna menjamin pasokan energi yang cukup. Pembangunan infrastruktur ini menjadi kunci dalam mendukung swasembada energi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Peran PGN di sini adalah menyediakan energi gas bumi yang bersih untuk bahan bakar dan bahan baku, dalam rangka menunjang pertumbuhan industri-industri domestik,” katanya di Jakarta.

Senada, Anggota Dewan Energi Nasional, Abadi Purnomo, turut menyoroti pentingnya perencanaan jangka panjang dalam transisi energi Indonesia. Ia menegaskan bahwa meskipun pengembangan energi terbarukan menjadi prioritas, peran gas bumi tetap penting dalam menopang sektor industri dan pembangkit listrik.

“Kami berharap dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia akan mampu mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, dengan tetap menjaga kestabilan ekonomi dan industri,” ungkapnya.

Dengan berbagai inisiatif dan dukungan dari sektor swasta, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya, Indonesia semakin optimistis dalam mencapai swasembada energi. Inovasi teknologi dan penguatan infrastruktur menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan. {}

Optimalisasi Infrastruktur Jadi Langkah Penting untuk Swasembada Energi

Jakarta, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan swasembada energi sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Dalam upaya mewujudkan ketahanan energi yang berkelanjutan, optimalisasi infrastruktur energi menjadi langkah strategis yang harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi di berbagai sektor industri, transportasi, dan rumah tangga, pemerintah menilai pentingnya penguatan infrastruktur energi yang lebih modern dan efisien. Hal ini mencakup pembangunan serta revitalisasi jaringan listrik, fasilitas penyimpanan energi, serta optimalisasi pemanfaatan energi terbarukan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah terus mengembangkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di bendungan eksisting. Pembangunan bendungan harus dimanfaatkan secara optimal, termasuk sebagai sumber energi listrik untuk ketahanan energi nasional.

“Kami ingin bendungan berperan dalam mencapai swasembada energi sesuai dengan Asta Cita. Untuk itu, berbagai langkah perlu dilakukan agar pemanfaatan bendungan lebih maksimal,” kata Yuliot.

Selain itu, penguatan jaringan distribusi listrik di daerah terpencil dan pulau-pulau terluar menjadi perhatian serius. Pemerintah akan meningkatkan kapasitas transmisi listrik, membangun smart grid, serta mengadopsi sistem manajemen energi berbasis digital guna meningkatkan efisiensi distribusi.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti mengatakan dalam rangka mewujudkan swasembada energi, pemerintah juga akan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam domestik, seperti gas alam dan batu bara yang diolah dengan teknologi ramah lingkungan.

“Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi serta meningkatkan daya saing industri nasional. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor energi serta meningkatkan daya saing industri nasional,” ujar Diana.

Plt Direktur Perencanaan dan Pengembangan Proyek Infrastruktur Prioritas Nasional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Sumedi Andono Mulyo mengatakan dari sisi regulasi, pemerintah tengah menyiapkan kebijakan yang lebih fleksibel dan adaptif untuk menarik investasi di sektor energi.

“Dengan kebijakan yang lebih adaptif, kami berharap investor dapat lebih mudah berpartisipasi dalam pengembangan infrastruktur energi nasional. Hal Ini bertujuan untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan berkelanjutan,” ucap Sumedi.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintahan Presiden Prabowo optimis bahwa Indonesia dapat mencapai target swasembada energi dalam beberapa tahun ke depan. Keberhasilan ini tidak hanya akan meningkatkan ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara luas. []

Pembangunan Pembangkit Listrik dan Kilang Minyak Dorong Swasembada Energi

Oleh: Maskawi Syaifuddin *)

Pemerintah Indonesia terus memperkuat langkah menuju swasembada energi melalui pembangunan infrastruktur strategis, seperti pembangkit listrik dan kilang minyak. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi nasional yang bertujuan meningkatkan ketahanan energi sekaligus mendukung visi pembangunan jangka panjang. Untuk mewujudkannya, pemerintah menggandeng sektor swasta melalui berbagai skema kerja sama, termasuk Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Pendekatan ini memungkinkan proyek-proyek energi berjalan lebih efektif dan efisien, sekaligus mengurangi beban anggaran negara. Dengan strategi tersebut, Indonesia berupaya memenuhi kebutuhan energi domestik, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memperkokoh posisinya sebagai negara yang mandiri di bidang energi.

Salah satu fokus utama dalam upaya ini adalah pemanfaatan bendungan sebagai sumber energi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Bendungan yang dibangun selama ini tidak hanya dimaksudkan untuk menyediakan air bagi irigasi atau kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan. Seperti yang disampaikan oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, yakni pembangunan juga harus dimanfaatkan secara optimal sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Optimalisasi bendungan untuk PLTA dianggap sebagai langkah strategis guna mendukung swasembada energi, sejalan dengan visi kebijakan nasional yang menekankan inovasi dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya. Pemanfaatan energi air ini juga mencerminkan komitmen untuk memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan, mengingat Indonesia memiliki banyak sungai dan wilayah berpotensi tinggi untuk PLTA.

Dalam rangka mempercepat pengembangan PLTA, pemerintah menerapkan skema KPBU pada sejumlah bendungan yang telah ada. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum, Rachman Arief Dienaputra, menjelaskan bahwa terdapat tiga bendungan dalam proses KPBU, yakni Bendungan Tiga Dihaji di Sumatera Selatan, Bendungan Bintang Bano di Nusa Tenggara Barat, dan Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat. Ketiga bendungan ini memiliki kapasitas menghasilkan listrik hingga puluhan megawatt, menjadikannya aset penting dalam mendukung pasokan energi nasional. Lebih jauh lagi, dari 61 bendungan yang telah dibangun pada periode 2015-2024, sebanyak 43 di antaranya dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi PLTA. Sebanyak 35 bendungan bahkan telah dimasukkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa integrasi pembangunan bendungan dan PLTA dalam satu skema KPBU akan meningkatkan efisiensi. Dengan menggabungkan fungsi irigasi, penyediaan air baku, dan pembangkit listrik dalam satu paket proyek, nilai keekonomian menjadi lebih menarik bagi pelaku usaha swasta. Pendekatan ini juga memungkinkan percepatan pembangunan sekaligus menjamin keberlanjutan infrastruktur energi, terutama di wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses listrik. Selain itu, model ini mendukung pemerataan pembangunan energi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai pelosok negeri.

Di sisi lain, pengembangan kilang minyak menjadi pilar penting lainnya dalam strategi swasembada energi. PT Pertamina (Persero), sebagai perusahaan energi milik negara, memegang peran sentral dalam melaksanakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Proyek-proyek ini mencakup pengembangan kilang hijau, produksi biofuel, dan pembangunan jaringan gas, yang semuanya dirancang untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Upaya ini juga sejalan dengan tujuan jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar dan mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Tujuh PSN yang dijalankan Pertamina terdiri dari dua proyek baru dan lima proyek lanjutan. Proyek baru meliputi Biorefinery Sumatera di Riau dan Refinery Development Master Plan (RDMP) Refinery Unit VI Balongan di Jawa Timur. Sementara itu, proyek lanjutan mencakup ekspansi Kilang Minyak Tuban di Jawa Timur, pengembangan biofuel berbasis metanol dan etanol di Bojonegoro, RDMP RU IV Cilacap di Jawa Tengah, Biorefinery Cilacap, serta pembangunan jaringan gas perkotaan di kota-kota besar seperti Batam, Palembang, dan Jakarta. Keberagaman proyek ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam memenuhi kebutuhan energi, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga penyediaan infrastruktur distribusi.

Pembangunan jaringan gas perkotaan menjadi salah satu prioritas utama dalam RPJMN 2025-2029, mengingat ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga oleh ketersediaan infrastruktur pendukung yang merata. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap energi bersih yang lebih terjangkau dan efisien, sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar fosil konvensional yang mahal dan kurang ramah lingkungan. Dengan jaringan gas yang lebih luas, pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem energi yang inklusif, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Melalui sinergi antara pembangunan pembangkit listrik dan kilang minyak, pemerintah menunjukkan komitmen kuat untuk mencapai kemandirian energi. Kolaborasi dengan sektor swasta melalui skema KPBU memungkinkan percepatan pembangunan tanpa mengorbankan keberlanjutan fiskal. Pendekatan ini juga mencerminkan kebijakan yang berorientasi pada efisiensi, keberlanjutan, dan kesejahteraan masyarakat. Dengan strategi yang matang dan terintegrasi, Indonesia semakin optimistis menuju masa depan energi yang mandiri, kompetitif, dan mampu memenuhi kebutuhan generasi mendatang, sekaligus memperkuat posisinya di kancah global.

*) Pengamat Ekonomi dari Pancasila Madani Institute

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Percepat Swasembada Energi Nasional

Oleh : Rivka Mayangsari *)

Indonesia terus bergerak menuju kemandirian energi dengan berbagai strategi yang diterapkan oleh pemerintah dan sektor swasta. Ketahanan energi yang kuat akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Upaya untuk mencapai swasembada energi ini semakin intensif dilakukan melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya domestik serta efisiensi dalam pengelolaan energi nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, ketergantungan Indonesia terhadap energi impor terus menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, berbagai kebijakan diterapkan untuk meningkatkan produksi energi dalam negeri dan mempercepat transisi ke sumber energi yang lebih berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi faktor kunci dalam upaya ini, di mana investasi yang tepat dapat mempercepat pengembangan infrastruktur energi yang lebih maju dan mandiri.

Dalam rangka mencapai swasembada energi nasional, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci utama untuk mewujudkan ketahanan energi yang berkelanjutan. Berbagai langkah strategis telah dilakukan oleh berbagai pihak guna mempercepat transisi energi yang lebih mandiri, efisien, dan ramah lingkungan.

Salah satu pemain utama dalam sektor energi, produsen LPG atau gas alam cair PT ARSynergy NiX Indonesia, telah menyatakan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi nasional. Presiden Direktur PT ARSynergy NiX Indonesia, Achmad Harijanto, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengambil langkah nyata dengan menghadirkan produk LPG terbaru, ArsyGas, yang telah didistribusikan ke pasar dalam negeri, terutama di Pulau Jawa hingga Bali dalam sembilan bulan terakhir.

Dengan membawa konsep “Gas yang Benar”, ArsyGas hadir di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap LPG sebagai salah satu sumber energi utama yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia saat ini. Kehadiran ArsyGas di tengah masyarakat dan industri diharapkan dapat mendukung komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi nasional.

Selain dari sektor swasta, pemerintah juga terus mengembangkan kebijakan strategis dalam pengelolaan energi nasional. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menekankan pentingnya mengintegrasikan pembangunan bendungan dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dalam satu skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Menurutnya, jika skema KPBU dapat menggabungkan pembangunan bendungan dan PLTA dalam satu paket, maka prosesnya akan lebih efisien dan bernilai ekonomi tinggi.

Dengan skema satu paket yang mencakup irigasi, air baku, dan PLTA, perencanaan ekonomi dapat lebih matang sejak awal. Ketika ditawarkan dalam skema KPBU, nilai keekonomiannya bagi pelaku usaha juga menjadi lebih menarik. Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi besar terhadap swasembada energi dengan memanfaatkan sumber daya yang telah tersedia. Lebih jauh, skema ini memungkinkan percepatan pembangunan infrastruktur listrik secara efisien melalui keterlibatan pihak swasta, yang pada akhirnya akan mempercepat pencapaian target energi nasional.

Dalam upaya lain untuk memperkuat infrastruktur energi, PT PLN Energi Primer Indonesia juga memainkan peran penting dalam transisi energi nasional. Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia, Iwan Agung Firstantara, menyatakan bahwa saat ini PLN tengah fokus pada pengembangan infrastruktur midstream gas guna mendukung program gasifikasi pembangkit. Proyek gasifikasi ini berpotensi mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 2,3 juta kiloliter per tahun.

Terdapat sekitar delapan proyek utama yang tengah dikembangkan oleh PLN, mencakup wilayah-wilayah strategis seperti Cluster Nias, Kalimantan, Sulawesi-Maluku, Nusa Tenggara, North-Papua, South Papua, Jawa, dan Bali. PLN menegaskan dukungannya terhadap Peraturan Presiden, terutama dalam upaya menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Berbagai langkah telah dilakukan, termasuk melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

PLN juga telah mencanangkan bahwa 75 persen dari total kapasitas pembangkitan listrik di masa depan akan bersumber dari energi terbarukan. Sementara itu, dalam masa transisi menuju target tersebut, gas akan menjadi energi perantara yang sangat dibutuhkan dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Oleh karena itu, pengembangan infrastruktur gas menjadi prioritas penting guna memastikan kelancaran proses transisi energi.

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam percepatan swasembada energi nasional tidak hanya bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor, tetapi juga untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan sinergi yang semakin kuat, diharapkan Indonesia mampu mencapai target swasembada energi dalam waktu yang lebih singkat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses energi yang lebih andal dan berkelanjutan.

Masa depan energi Indonesia bergantung pada langkah-langkah nyata yang diambil saat ini. Dengan investasi yang tepat, pemanfaatan teknologi canggih, serta kebijakan yang mendukung transisi energi, Indonesia dapat mewujudkan visinya sebagai negara yang mandiri dalam sektor energi. Keberhasilan swasembada energi bukan hanya akan memberikan dampak positif bagi industri, tetapi juga memastikan kesejahteraan dan keberlanjutan bagi generasi mendatang. Dengan terus mengoptimalkan kolaborasi antara pemerintah dan swasta, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin energi di kawasan Asia Tenggara dan bahkan di tingkat global.

*) Pemerhati energi

Dukung Pemberantasan Narkoba demi Selamatkan Masa Depan Generasi Muda

Oleh: Mathius Sitinjak*

Pemberantasan narkoba merupakan salah satu agenda krusial dalam menjaga masa depan generasi muda Indonesia. Narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan sendi-sendi kehidupan sosial dan ekonomi bangsa. Oleh karena itu, perlawanan terhadap peredaran gelap narkoba harus dilakukan secara komprehensif oleh seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum.

Keberhasilan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri dalam mengungkap 6.881 kasus narkotika menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tidak memberi ruang bagi peredaran gelap narkoba. Dengan barang bukti mencapai 4,1 ton narkotika yang berhasil disita, Polri telah menyelamatkan lebih dari 11 juta jiwa dari ancaman narkoba. Capaian ini menunjukkan bahwa perang terhadap narkoba harus terus digencarkan agar tidak ada lagi generasi muda yang terjerumus dalam jerat barang haram ini.

Pemerintah telah menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas narkoba dengan berbagai tindakan tegas yang telah dilakukan. Dengan capaian penyitaan barang bukti yang mencapai 4,1 ton, termasuk 1,2 ton sabu, 138 kg ekstasi, 493 kg ganja, 3,4 kg kokain, 1,6 ton tembakau gorila, dan 659,9 kg obat keras,

Kabareskrim Komjen Wahyu Widada menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkotika telah berjalan on the track dengan berbagai strategi yang dilakukan secara komprehensif. Jumlah tersangka yang berhasil diamankan mencapai 9.586 orang, menegaskan betapa besarnya skala peredaran narkoba di Tanah Air. Polri optimistis bahwa upaya pemberantasan narkoba terus berada di jalur yang tepat. Pihaknya akan terus menggencarkan operasi agar Indonesia semakin terbebas dari bahaya narkotika.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Marthinus Hukom, mengatakan bahwa pengungkapan kasus narkoba dengan nilai barang bukti mencapai Rp1 triliun menunjukkan bahwa aparat penegak hukum terus berupaya memutus mata rantai peredaran narkoba dari akar hingga ke jaringan internasional. Lebih dari sekadar menindak pelaku, langkah strategis untuk menelusuri aliran uang hasil kejahatan narkoba juga menjadi agenda utama agar bandar besar dapat diberantas tuntas.

Tidak hanya aspek penegakan hukum, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba juga harus diperhatikan. Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengatakan bahwa Kemensos telah menunjukkan komitmennya dengan menyediakan layanan rehabilitasi sosial bagi korban narkoba di berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi penting dalam memastikan bahwa para penyalahguna narkoba mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali ke masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik.

Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat. Masyarakat harus berani melaporkan setiap indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar agar dapat segera ditindaklanjuti. Selain itu, keluarga memiliki peran utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dengan memberikan pendidikan dan pengawasan kepada anak-anak agar tidak terpengaruh oleh godaan narkoba.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, menegaskan bahwa pengungkapan kasus narkoba dalam jumlah besar ini merupakan bukti nyata keseriusan negara dalam memerangi narkoba. Keberhasilan ini sekaligus menjadi alarm bahwa ancaman narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu, selain pengungkapan dan penindakan hukum, negara juga harus memastikan adanya langkah-langkah preventif yang berkelanjutan.

Generasi muda adalah aset bangsa yang harus dilindungi dari ancaman narkoba. Dengan semakin banyaknya modus operandi yang digunakan oleh para pengedar, maka upaya pencegahan harus dilakukan secara lebih inovatif dan terintegrasi. Kampanye edukasi tentang bahaya narkoba perlu terus digencarkan, baik melalui lembaga pendidikan maupun melalui media sosial yang menjadi wadah utama interaksi generasi muda saat ini.

Selain itu, kolaborasi antara lembaga negara dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba harus diperkuat. Penyediaan alternatif kegiatan positif bagi anak-anak muda, seperti pengembangan keterampilan, olahraga, dan seni budaya, dapat menjadi langkah strategis dalam mencegah mereka terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan efektivitas pemberantasan narkoba. Kebijakan yang berorientasi pada pencegahan harus diperkuat melalui peningkatan sosialisasi dan edukasi yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas narkoba dengan berbagai tindakan tegas yang telah dilakukan. Namun, tantangan ke depan masih besar. Perang terhadap narkoba harus terus dilanjutkan dengan lebih banyak inovasi, koordinasi yang lebih kuat, serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, Indonesia dapat membangun masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda, bebas dari ancaman narkoba.

*Penulis merupakan mahasiswa asal Sumatera Utara

Pemblokiran DigitalOcean Buktikan Komitmen Pemerintah Basmi Judi Online

Oleh : Abdul Hakim )*

Pemblokiran DigitalOcean oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) merupakan langkah yang tepat dan harus didukung. Keputusan ini diambil setelah ditemukan ratusan subdomain yang digunakan untuk menyebarkan konten judi online, membuktikan bahwa platform ini rentan disalahgunakan.

DigitalOceanSpaces.com adalah layanan penyimpanan berbasis cloud yang memungkinkan penggunanya menyimpan dan mengelola berbagai jenis data secara online. Namun, keleluasaan ini justru dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk menyebarkan konten ilegal, termasuk perjudian daring. Temuan Kemkomdigi menunjukkan bahwa ada 123 subdomain dalam situs ini yang berisi konten perjudian, sehingga perlu tindakan tegas.
Pemblokiran ini bukan tanpa dasar hukum. Kemkomdigi mengambil langkah ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 serta Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik. Dengan adanya regulasi yang jelas, tindakan tegas terhadap platform yang membiarkan konten judi online berkembang menjadi langkah yang wajib dilakukan demi melindungi masyarakat dari dampak negatifnya.

Langkah tegas ini patut diapresiasi sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menutup akses terhadap praktik judi online. Judi daring telah menjadi masalah serius yang merusak generasi muda, menghancurkan ekonomi keluarga, dan bahkan memicu tindakan kriminal. Keputusan untuk memblokir DigitalOcean menunjukkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi ancaman ini.

Keberanian pemerintah dalam menindak platform yang digunakan untuk judi online patut diapresiasi. Ini bukan hanya tentang satu situs, tetapi juga pesan kepada semua penyedia layanan digital bahwa mereka harus lebih bertanggung jawab dalam memastikan layanan mereka tidak disalahgunakan untuk kegiatan ilegal. DigitalOcean sebagai perusahaan teknologi global seharusnya memiliki sistem pengawasan dan keamanan yang lebih ketat untuk mencegah platformnya digunakan untuk kejahatan siber.
Selain itu, pemblokiran ini berdampak positif dalam membatasi akses ke perjudian daring yang kian merajalela. Dengan menutup akses ke platform yang digunakan untuk menyebarluaskan konten judi, pemerintah turut melindungi masyarakat dari bahaya kecanduan judi yang dapat menyebabkan masalah finansial dan sosial. Banyak korban judi online yang terjerumus ke dalam utang besar dan kehilangan harta benda akibat permainan yang selalu merugikan pemainnya ini.

Kemkomdigi sebelumnya sempat mempertimbangkan normalisasi akses DigitalOceanSpaces.com pada 3 Maret 2025. Namun, keputusan ini dibatalkan setelah ditemukan kembali subdomain baru yang mengandung konten perjudian. Hal ini semakin membuktikan bahwa platform tersebut masih belum memiliki sistem keamanan yang memadai untuk mencegah penyalahgunaan layanan mereka. Oleh karena itu, kebijakan pemblokiran tetap diterapkan demi menjaga ketertiban digital dan melindungi masyarakat dari dampak negatifnya.
Langkah pemerintah ini juga sejalan dengan strategi nasional dalam memberantas judi online. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan pemblokiran semata, tetapi juga mengembangkan strategi berbasis teknologi dan kerja sama lintas sektor untuk menutup peluang bagi pelaku judi online. Dengan kolaborasi lintas sektor, pengawasan terhadap perjudian daring dapat semakin diperketat.

Keputusan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa Indonesia tidak memberikan toleransi terhadap praktik perjudian online. Negara harus tetap tegas dalam menindak segala bentuk penyalahgunaan ruang digital yang berpotensi merusak moral dan ekonomi masyarakat. Keberhasilan pemblokiran DigitalOcean juga diharapkan menjadi contoh bagi platform digital lainnya agar lebih berhati-hati dan proaktif dalam mengawasi konten di dalam sistem mereka.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam memberantas judi online. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan lebih selektif dalam mengakses situs dan aplikasi digital. Jika menemukan indikasi judi online di suatu platform, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti. Selain itu, penting untuk mengedukasi lingkungan sekitar, terutama generasi muda, tentang bahaya judi online dan cara menghindarinya.
Orang tua juga harus lebih aktif dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka, mengingat judi online sering kali menyasar kaum muda dengan berbagai bentuk iklan yang menggiurkan. Dengan meningkatkan literasi digital dan kesadaran akan bahaya judi online, masyarakat dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan internet yang lebih sehat dan aman.

Saat ini, momentum Ramadhan seharusnya menjadi waktu bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Menjauhi judi online adalah bagian dari menjaga moral dan spiritualitas agar tidak terjerumus dalam praktik yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Dalam bulan suci ini, masyarakat sebaiknya lebih fokus pada ibadah dan kegiatan positif yang mendukung kehidupan yang lebih baik.
Masyarakat juga harus lebih waspada terhadap ancaman judi online yang kian berkembang dengan berbagai modus. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan instan yang pada akhirnya hanya membawa kerugian. Dukung langkah pemerintah dalam memberantas judi online demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk masyarakat, penyelenggara layanan internet, serta aparat penegak hukum, sangat dibutuhkan untuk memastikan ekosistem digital yang lebih aman dan bersih dari perjudian daring.

)* Penulis adalah kontributor Jaringan Muda Indonesia Maju

Pemerintah Perkuat UMKM: Tulang Punggung Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju

Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama perekonomian nasional.

Berbagai kebijakan dan program telah diluncurkan untuk memperkuat sektor ini, mengingat UMKM berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis guna memastikan UMKM terus berkembang.

“Peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia sangat signifikan. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong UMKM naik kelas dan meningkatkan daya saingnya di kancah internasional, Berbagai insentif telah disiapkan untuk mempermudah akses UMKM dalam pembiayaan, digitalisasi, dan ekspor,” ujar Airlangga.

Selain itu, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta, Drs. Tri Karyadi Riyanto Raharjo, S.H., M.Si. menekankan pentingnya perubahan mindset di kalangan pelaku UMKM.

“UMKM harus memiliki kinerja tinggi. Presiden Prabowo menegaskan bahwa menuju Indonesia Emas 2045, UMKM merupakan salah satu sektor penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Program pelatihan UMKM terus digalakkan untuk meningkatkan keterampilan manajerial dan inovasi produk bagi pelaku usaha,” katanya.

Pemerintah juga terus memperluas akses pembiayaan dengan skema kredit berbunga rendah dan memberikan berbagai bentuk subsidi guna meringankan beban pelaku usaha. Selain itu, percepatan transformasi digital dilakukan melalui pendampingan teknologi dan integrasi dengan platform e-commerce nasional dan internasional. Berbagai pameran dan forum bisnis internasional akan diselenggarakan guna meningkatkan akses pasar UMKM ke tingkat global, menjadikan produk lokal semakin kompetitif.

Dengan berbagai upaya konkret ini, pemerintah memastikan bahwa UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan. Pemerintah optimistis bahwa melalui sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan sektor swasta, UMKM dapat berkembang menjadi pilar utama dalam mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta membawa Indonesia menuju era ekonomi yang lebih kuat dan mandiri.