Eks Karyawan Sritex Tolak Provokasi Demo, Fokus pada Solusi

Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa proses penyelesaian hak pekerja PT Sritex yang terdampak PHK telah berjalan sesuai mekanisme hukum dan mengimbau agar tidak terprovokasi oleh ajakan aksi yang berpotensi memperkeruh situasi. Stabilitas sosial dan ekonomi menjadi prioritas utama dalam menangani dampak kepailitan perusahaan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi menyatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan aksi unjuk rasa terkait PHK massal di PT Sritex. “Pekerja Sritex telah menunjukkan sikap yang kondusif dalam menghadapi situasi ini. Kami mengutamakan strategi advokasi dan negosiasi sebagai langkah utama,” ujar Ristadi.

Langkah ini menjadi contoh positif dalam hubungan industrial di Indonesia, di mana penyelesaian konflik ketenagakerjaan dapat dilakukan dengan dialog dan pendekatan hukum yang tepat. KSPN juga mendesak tim kurator agar mengutamakan pembayaran hak pesangon pekerja sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menegaskan bahwa pemerintah terus mengawal penyelesaian kasus ini agar hak-hak pekerja tetap terlindungi. “Presiden Prabowo Subianto telah mengumpulkan berbagai pihak untuk mencari solusi terbaik. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi pekerja,” tegas Yassierli.

Pemerintah saat ini sedang menyiapkan skema baru yang memungkinkan eks karyawan PT Sritex untuk kembali bekerja di bawah investor yang akan mengambil alih operasional perusahaan. Kepastian ini memberikan ketenangan bagi para pekerja dan mencegah dampak sosial yang lebih luas.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa tim kurator masih bernegosiasi dengan calon investor yang berminat mengambil alih PT Sritex. “Proses penyewaan aset perusahaan sedang berlangsung, dan karyawan yang terdampak PHK akan didata ulang untuk memastikan mereka dapat kembali bekerja,” pungkasnya.

Di sisi lain, Tim Kurator PT Sritex, Nurma Sadikin menjelaskan bahwa proses rekrutmen eks karyawan akan menjadi prioritas bagi investor baru. “Investor yang berminat menyewa aset PT Sritex akan menyerap kembali tenaga kerja yang terdampak PHK. Kami juga memastikan seluruh hak buruh dapat terpenuhi sesuai regulasi yang berlaku,” tutup Nurma.

Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga kondusivitas dalam menghadapi dinamika industri tekstil. Dengan solusi yang telah disiapkan, diharapkan tidak ada pihak yang merasa dirugikan dan industri tekstil dapat kembali bangkit dengan model bisnis yang lebih kuat.

Ramadhan Momentum Perkuat Solidaritas Berantas Judi Online

Oleh : Aditya Ramadhanu)*

Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang seharusnya menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan ketakwaan. Namun, maraknya judi online menjadi ancaman yang merusak nilai-nilai spiritual dan sosial yang ingin ditegakkan dalam bulan suci ini. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, media, dan masyarakat sangat penting untuk bersama-sama melawan judi online demi menjaga kesucian Ramadhan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyerukan agar lembaga penyiaran dan konten kreator di berbagai platform media sosial mengisi siaran Ramadhan dengan memperkuat literasi dan edukasi mengenai bahaya judi online. Menurut Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, judi online telah menyebar ke berbagai lapisan masyarakat dan menimbulkan dampak yang sangat merusak, baik secara ekonomi maupun moral. Oleh sebab itu, MUI meminta agar tayangan Ramadhan lebih menekankan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial, termasuk membantu mereka yang terpuruk akibat jeratan pinjaman online yang sering kali berkaitan dengan praktik judi online.

Selain itu, MUI menegaskan bahwa setiap isi siaran selama Ramadhan harus mematuhi ketentuan Undang-Undang Penyiaran serta fatwa MUI tentang muamalah melalui media sosial. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua narasumber dalam bidang agama memiliki kompetensi yang jelas dan berwawasan Islam Wasathiyah. MUI juga mengingatkan agar konten yang disiarkan tetap menghormati waktu-waktu penting dalam Ramadhan, seperti berbuka puasa, sahur, imsak, dan adzan, serta tidak menampilkan hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.

Di sisi lain, aparat kepolisian juga terus berupaya memberantas judi online, termasuk menjelang bulan suci Ramadhan. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengungkapkan bahwa Polda Aceh telah mengungkap puluhan kasus judi online dan memblokir ratusan situs terkait. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menindak praktik perjudian yang merusak tatanan sosial dan ekonomi masyarakat. Namun, upaya ini tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Peran serta masyarakat dalam memberikan edukasi kepada lingkungan sekitar serta melaporkan praktik judi online juga sangat diperlukan.

Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus, tetapi juga saat untuk menahan diri dari perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Judi online adalah salah satu bentuk kemaksiatan yang tidak hanya dilarang oleh agama, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum yang jelas. Oleh karena itu, bulan suci ini seharusnya menjadi titik tolak bagi individu dan komunitas untuk lebih peduli terhadap bahaya judi online serta mencegah penyebarannya di tengah masyarakat.

Selain itu, literasi digital juga menjadi kunci dalam menangkal bahaya judi online. Banyak masyarakat yang terjebak dalam perjudian daring karena kurangnya pemahaman tentang risikonya. Selain itu, peran keluarga juga sangat penting dalam upaya pencegahan judi online. Orang tua harus lebih aktif dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka dan memberikan pemahaman tentang bahaya perjudian daring.

Momentum Ramadhan harus dimanfaatkan untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga diri dari judi online. Kampanye anti-judi online bisa dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti ceramah agama, kajian keislaman, serta diskusi publik yang melibatkan tokoh agama, akademisi, dan praktisi hukum. Selain itu, komunitas-komunitas sosial juga dapat berperan dalam memberikan pendampingan kepada mereka yang telah terjerat dalam judi online agar bisa bangkit dan memulai hidup baru yang lebih baik.

Selain pendekatan hukum dan regulasi, penting juga untuk menciptakan alternatif hiburan yang lebih sehat selama Ramadhan. Pemerintah daerah dan komunitas masyarakat dapat mengadakan berbagai kegiatan positif, seperti festival seni Islami, kompetisi olahraga, dan program sosial yang dapat mengalihkan perhatian masyarakat dari judi online. Dengan adanya alternatif yang lebih bermanfaat, individu yang rentan terhadap perjudian daring dapat memiliki opsi lain untuk menghabiskan waktu mereka dengan lebih bermakna.

Perusahaan teknologi yang mengelola media sosial dan aplikasi perpesanan juga memiliki tanggung jawab dalam memerangi judi online. Dengan meningkatkan algoritma deteksi konten perjudian serta memperketat regulasi iklan yang berkaitan dengan judi online, perusahaan teknologi dapat membantu mencegah penyebaran informasi terkait judi daring. Pemblokiran iklan dan akun yang mempromosikan perjudian harus diperketat agar pengguna tidak tergoda untuk mencoba permainan berisiko ini.

Pendidikan di sekolah dan pesantren juga bisa berperan penting dalam membentuk kesadaran anti-judi online sejak dini. Kurikulum pendidikan agama dan budi pekerti dapat diperkuat dengan materi yang menjelaskan dampak negatif judi daring. Dengan pendekatan ini, generasi muda dapat memiliki ketahanan moral yang kuat untuk menolak segala bentuk perjudian.

Upaya pemberantasan judi online selama Ramadhan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Dengan bersinergi, kita dapat menjaga kesucian bulan Ramadhan dan mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, bersih dari praktik perjudian yang merusak moral dan ekonomi bangsa. Mari manfaatkan Ramadhan ini sebagai momentum memperkuat solidaritas untuk bersama-sama melawan judi online demi masa depan yang lebih baik.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Pastikan Solusi Pekerjaan bagi Eks Karyawan Sritex

Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam menangani dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di PT Sritex dengan memastikan para pekerja terdampak mendapatkan kepastian pekerjaan dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tengah dinamika industri tekstil nasional.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan solusi konkret agar para pekerja yang terkena PHK dapat kembali bekerja dalam waktu maksimal dua minggu. “Pemerintah memastikan seluruh pekerja terdampak segera mendapatkan pekerjaan kembali. Ini menjadi prioritas utama dalam menjaga kesejahteraan mereka,” ujar Yassierli.

Pemerintah bekerja sama dengan tim kurator dan calon investor untuk mempercepat proses penyelamatan perusahaan. Upaya ini mencerminkan keberpihakan terhadap tenaga kerja dan komitmen dalam melindungi hak-hak mereka di tengah perubahan industri.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menambahkan bahwa pemerintah telah mendorong PT Sritex agar tetap beroperasi dengan model bisnis yang diperbarui. “Kurator masih berkomunikasi dengan sejumlah investor untuk memastikan PT Sritex tetap beroperasi dan para pekerja yang terdampak dapat kembali bekerja,” tegasnya.

Kurator saat ini tengah melakukan pendataan terhadap para karyawan yang terkena dampak PHK guna memastikan mereka mendapatkan prioritas dalam rekrutmen ulang. Proses ini akan berlangsung paralel dengan pencarian investor baru yang berminat mengambil alih operasional PT Sritex.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi mengapresiasi langkah pemerintah dalam memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi. “Para pekerja telah bersikap kondusif dalam menyikapi kondisi ini. Kami memilih strategi advokasi dan negosiasi sebagai langkah utama dalam menghadapi proses kepailitan ini,” tambah Ristadi.

Komitmen pemerintah dalam menyelamatkan industri tekstil nasional juga menjadi bagian dari strategi besar menjaga daya saing industri manufaktur. Pemerintah memastikan tidak ada pihak yang dirugikan dalam proses ini, terutama para pekerja yang menggantungkan hidupnya dari sektor ini. [^]

Pemerintah Terus Perluas Progran Cek Kesehatan Gratis

Oleh: Sesilia Putri )*

Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan memperluas akses layanan cek kesehatan gratis. Program ini dirancang untuk memastikan seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali, mendapatkan layanan kesehatan berkualitas tanpa harus terbebani oleh biaya pemeriksaan. Melalui kebijakan ini, pemerintah ingin menegaskan bahwa kesehatan adalah hak fundamental setiap warga negara yang harus dijamin oleh negara.

Sebagai bagian dari visi Asta Cita Presiden, program ini diresmikan dengan tujuan utama memberikan akses yang lebih luas terhadap layanan kesehatan preventif. Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjelaskan bahwa layanan ini merupakan wujud nyata dari upaya negara dalam membangun sistem kesehatan yang lebih merata dan inklusif. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala, sehingga kehadiran program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran tersebut.

AHY menegaskan bahwa cek gratis ini terbuka bagi seluruh pemegang kartu BPJS Kesehatan dan dapat diakses di fasilitas kesehatan terdekat. Untuk tahap awal, layanan ini tersedia di puskesmas utama di berbagai kota, dan secara bertahap akan diperluas ke puskesmas pembantu di seluruh Indonesia. Pemerintah memastikan bahwa fasilitas kesehatan yang ditunjuk siap memberikan pelayanan optimal dengan tenaga medis yang kompeten serta infrastruktur yang memadai.

Program ini juga didukung oleh inovasi teknologi melalui aplikasi Satu Sehat Mobile yang memungkinkan masyarakat untuk mendaftar serta mendapatkan informasi mengenai layanan kesehatan secara daring. Bagi warga yang mengalami kendala dalam penggunaan aplikasi, tenaga medis di puskesmas akan siap membantu proses pendaftaran agar layanan ini dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa hambatan teknis.

Keseriusan pemerintah dalam memastikan program ini berjalan dengan baik terlihat dari langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang terus mengevaluasi pelaksanaannya di seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah di luar Pulau Jawa. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa pemerataan akses layanan kesehatan menjadi prioritas utama, sehingga tidak ada ketimpangan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Ia juga menyebutkan bahwa target pemerintah adalah mencapai 100 juta peserta dalam program ini, dengan setidaknya 50 persen dari target tersebut dapat tercapai dalam waktu dekat.

Pemerintah juga merancang program ini agar mencakup berbagai kelompok masyarakat dengan kebutuhan kesehatan yang beragam. Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah cek kesehatan gratis bagi siswa sekolah, yang diharapkan dapat dimulai pada bulan Juli mendatang.

Selain itu, layanan ini juga diperuntukkan bagi ibu hamil dan balita sebagai bagian dari upaya pencegahan dini terhadap berbagai masalah kesehatan. Program ini dikemas dalam beberapa skema, seperti pemeriksaan ulang tahun yang menyediakan layanan bagi anak usia 0-6 tahun dan masyarakat dewasa berusia 18 tahun ke atas, yang dilakukan di fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

Untuk memastikan keberhasilan program ini, pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tenaga medis, serta instansi terkait lainnya. Anggota Komisi IX DPR RI, Alifudin, menekankan bahwa kesiapan infrastruktur kesehatan di lapangan menjadi kunci utama agar program ini berjalan lancar. Ia juga mengingatkan pentingnya sosialisasi yang efektif agar masyarakat memahami manfaat dari layanan ini dan dapat memanfaatkannya dengan optimal.

Pemerintah menyadari bahwa program ini tidak hanya harus berjalan dalam jangka pendek, tetapi juga harus menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan cakupan serta kualitas layanan yang diberikan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa program cek kesehatan gratis ini tetap relevan dan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.

Sebagai bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor kesehatan nasional, anggaran sebesar Rp3,2 triliun telah dialokasikan dari APBN 2025 untuk mendukung program ini. Dana tersebut akan digunakan untuk memastikan ketersediaan fasilitas, tenaga kesehatan, serta berbagai kebutuhan lain yang diperlukan dalam penyelenggaraan layanan kesehatan gratis ini. Dengan dukungan anggaran yang memadai, diharapkan program ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.

Selain memberikan manfaat langsung bagi individu, program ini juga memiliki dampak ekonomi yang luas. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan cek kesehatan secara berkala, risiko penyakit yang memerlukan biaya pengobatan tinggi dapat diminimalisir. Hal ini tidak hanya mengurangi beban finansial individu, tetapi juga mengurangi tekanan terhadap sistem kesehatan nasional. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang sehat dan produktif, dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional juga akan semakin terasa.

Sebagai langkah besar dalam transformasi sistem kesehatan nasional, cek kesehatan gratis untuk semua kalangan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. Dengan adanya program ini, pemerintah telah menunjukkan keseriusannya dalam memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan akses kesehatan yang layak, tanpa hambatan biaya. Di masa depan, kebijakan ini akan terus dikembangkan agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh rakyat Indonesia.

)* Pengamat kebijakan publik

Presiden Prabowo Tegas Berantas Mafia Migas, Kasus Korupsi Pertamina Jadi Prioritas

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memberantas mafia migas, menyusul terbongkarnya mega korupsi Pertamina yang merugikan negara hingga Rp193,7 triliun per tahun selama periode 2018-2023. Kasus ini mencakup markup impor minyak mentah, impor BBM, serta pengapalan impor minyak mentah dan BBM yang dilakukan oleh oknum di anak perusahaan Pertamina dan beberapa perusahaan swasta.

Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Fahmy Radhi, MBA, menilai bahwa kasus ini seharusnya tidak dialihkan pada perdebatan mengenai modus blending, karena hal tersebut hanya mengaburkan praktik perampokan negara yang sebenarnya.

“Kejaksaan Agung harus tetap fokus pada penanganan dugaan mega korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina periode 2018-2023,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa perdebatan antara Kejaksaan Agung dan Pertamina terkait blending justru dapat berdampak negatif terhadap migrasi konsumen Pertamax ke SPBU asing atau ke BBM subsidi seperti Pertalite, yang pada akhirnya dapat membebani APBN.

Dr. Fahmy Radhi menegaskan bahwa pembersihan besar-besaran harus dilakukan terhadap semua pihak yang terlibat dalam mafia migas, baik di Pertamina maupun di kementerian terkait, termasuk mereka yang menjadi backing mafia migas.

“Saat menjadi Menteri BUMN, Dahlan Iskan menyampaikan bahwa dirinya tidak sanggup membubarkan Petral, anak perusahaan Pertamina, yang ditengarai sebagai sarang mafia migas lantaran backing-nya sangat kuat,” ungkap Fahmy.

Menurutnya, pengungkapan mega korupsi ini baru terjadi di awal 2025 setelah berlangsung selama lima tahun, yang menunjukkan bahwa ada kekuatan besar yang melindungi praktik tersebut sebelumnya.

“Seolah selama 2018-2023 mega korupsi tidak tersentuh sama sekali karena kesaktian backing dan tidak sakti lagi sejak awal 2025. Tanpa operasi besar-besaran terhadap jaringan mafia migas, termasuk menyikat backing-nya, mega korupsi Pertamina pasti terulang lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan bahwa Kejaksaan Agung telah mengumpulkan sejumlah barang bukti terkait dugaan korupsi, termasuk dokumen, laptop, handphone, serta alat komunikasi lainnya.

“Sudah ada beberapa barang bukti yang dikumpulkan pihak Kejaksaan Agung, antara lain dokumen-dokumen, laptop, handphone, alat komunikasi. Itu sudah berlangsung pada saat pemeriksaan sebelumnya,” ungkap Simon.

Simon juga menegaskan bahwa Pertamina akan mendukung penuh proses hukum dan bersikap transparan dalam penyelidikan.

“Jika dalam perjalanan nanti dibutuhkan tambahan barang bukti, tentunya kami sangat menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan sangat menghormati Kejaksaan Agung dalam proses penyelidikan ini. Jadi akan kami dukung,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk menyelamatkan negara dari kerugian triliunan rupiah akibat praktik mafia migas. Kejaksaan Agung diberi kewenangan penuh untuk mengusut kasus ini hingga ke akar-akarnya, termasuk menindak backing kuat yang selama ini melindungi para pelaku korupsi di sektor energi.

Dengan pendekatan tegas dan dukungan penuh dari berbagai pihak, mega korupsi Pertamina diharapkan menjadi titik balik dalam reformasi tata kelola migas di Indonesia, memastikan keuangan negara tidak lagi dirugikan oleh praktik korupsi yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Sinergi Swasta dan PPATK dalam Memerangi Judi Online melalui Gebuk Judol

Oleh : Andi Mahesa )*

Maraknya judi online di Indonesia menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama dengan semakin luasnya akses terhadap platform digital. Data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024 terdapat lebih dari 209 ribu transaksi terkait judi online dengan nilai mencapai Rp359 triliun. Lebih mencengangkan lagi, jumlah pemain judi online mencapai 8,8 juta orang, dengan kelompok usia 30-50 tahun mendominasi angka tersebut. Bahkan, sekitar 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun diduga turut terlibat dalam aktivitas ini. Situasi ini menuntut langkah konkret dari berbagai pihak guna menekan peredaran judi online secara signifikan.

Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya judi online, PT Visionet Internasional (Ovo) berinisiatif mengadakan Gerakan Bareng Ungkap Judi Online (Gebuk Judol). Program ini mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendeteksi dan melaporkan akun yang disalahgunakan untuk transaksi terkait judi online. Dengan menggandeng PPATK, Ovo berupaya memperkuat sistem deteksi dini guna mencegah aktivitas ilegal ini merajalela di ruang digital.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memberantas judi online dan menciptakan ekosistem keuangan digital yang lebih aman. Inisiatif ini pertama kali diperkenalkan pada November 2024 dalam Seminar Gerakan Nasional: Memerangi Judi Online dan Kejahatan Baru Era Ekonomi Digital 5.0. Sejak itu, Ovo terus mengembangkan sistem keamanan dengan mengoptimalkan teknologi untuk mendeteksi transaksi mencurigakan serta memperketat verifikasi pengguna melalui Customer Due Diligence (CDD) dan Enhanced Due Diligence (EDD).

Gebuk Judol resmi dibuka pada 24 Februari 2025 dan berlangsung hingga 24 Maret 2025. Masyarakat dapat melaporkan akun yang terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online melalui situs resmi Gebuk Judol dan Pusat Bantuan di aplikasi Ovo. Untuk meningkatkan partisipasi publik, Ovo menyediakan apresiasi berupa hadiah senilai total Rp60 juta bagi tiga pelapor dengan jumlah laporan valid terbanyak. Hal ini diharapkan dapat mendorong masyarakat agar lebih proaktif dalam menjaga keamanan ruang digital dari praktik judi online yang semakin masif.

Sebagai bagian dari upaya transparansi, Ovo akan secara berkala mengumumkan jumlah laporan yang masuk, baik yang valid maupun tidak valid, serta tindakan yang diambil terhadap laporan tersebut. Dengan dukungan PPATK, akun yang terbukti digunakan untuk judi online akan diblokir, sementara informasi terkait akan diteruskan ke pihak berwenang untuk langkah lebih lanjut.

Selain melibatkan masyarakat, Ovo juga melakukan patroli siber untuk mengidentifikasi situs, aplikasi, atau platform yang terlibat dalam praktik judi online. Dari hasil pemantauan ini, Ovo menyusun Daftar Pantau Judi Online yang terus diperbarui guna meningkatkan keamanan sistem keuangan digital. Dengan demikian, platform ini tidak hanya mengandalkan laporan dari masyarakat, tetapi juga secara aktif melakukan deteksi terhadap kemungkinan transaksi mencurigakan.

Pihak PPATK menilai langkah yang dilakukan Ovo melalui Gebuk Judol sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat pencegahan judi online. Program ini juga dikaitkan dengan Asta Cita ke-7 yang diusung Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pemberantasan judi online sebagai bagian dari perlindungan terhadap kepentingan bangsa dan negara. Dengan adanya sinergi antara sektor swasta dan regulator, harapannya peredaran judi online dapat ditekan secara signifikan.

Gebuk Judol merupakan contoh nyata bagaimana kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dapat berkontribusi dalam menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks. Langkah ini tidak hanya membantu dalam penegakan hukum terhadap pelaku judi online, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya judi online serta bagaimana mereka dapat berperan dalam memberantasnya.

Melalui konsep gotong royong, Ovo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam upaya menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat dan bebas dari praktik ilegal. Dengan semakin tingginya partisipasi publik dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan inisiatif seperti Gebuk Judol dapat memberikan dampak nyata dalam menekan laju judi online di Indonesia. Lebih dari sekadar kampanye, ini adalah bentuk tanggung jawab sosial dalam menjaga keamanan finansial masyarakat serta mendukung pemerintah dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan berintegritas.

Namun, keberhasilan program ini juga bergantung pada keberlanjutan dan komitmen berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat. Selain itu, peningkatan literasi digital perlu terus dilakukan agar masyarakat dapat lebih memahami risiko judi online serta dampak negatifnya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi. Dengan kombinasi strategi pengawasan ketat, edukasi publik, dan penegakan hukum yang tegas, diharapkan judi online dapat diberantas secara menyeluruh dan tidak lagi menjadi ancaman bagi generasi mendatang.

Pemberantasan judi online membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Langkah-langkah seperti pemantauan transaksi keuangan, pemblokiran akun terindikasi, serta peningkatan literasi digital menjadi strategi utama dalam menekan laju penyebaran judi online di Indonesia. Inisiatif seperti Gebuk Judol menunjukkan bahwa kolaborasi antara regulator dan pelaku industri keuangan dapat memperkuat sistem pengawasan dan pencegahan. Dengan pengawasan yang lebih ketat, edukasi yang berkelanjutan, serta penegakan hukum yang tegas, diharapkan judi online dapat diberantas secara menyeluruh, menciptakan ruang digital yang lebih aman dan berintegritas.

)* Penulis merupakan Mahasiswa yang tinggal di Jakarta.

Presiden Prabowo Tegas Menumpas Mafia Migas Demi Kedaulatan Energi

Oleh: Khaylila Nafisah )*

Indonesia selama bertahun-tahun menghadapi tantangan besar dalam sektor migas, mulai dari skandal korupsi, praktik monopoli, hingga tata kelola yang tidak transparan, yang tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat upaya menuju kemandirian energi. Namun, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, komitmen untuk memberantas mafia migas semakin nyata.

Keseriusan pemerintah dalam menegakkan transparansi di sektor energi terlihat dari dukungan penuh terhadap penyelidikan dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina (Persero) periode 2018-2023. Pemerintah mendukung upaya Komisi VI DPR RI yang mendorong pembentukan Panitia Kerja (Panja) guna mengusut lebih dalam praktik korupsi yang merugikan negara.

Upaya pemberantasan mafia migas mendapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi VI DPR, Adisatrya Suryo Sulisto, Menurutnya banyak anggota Komisi VI yang menginginkan Panja segera dibentuk untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia sendiri menyetujui usulan tersebut dan menegaskan bahwa keputusan akhir masih menunggu pembahasan lebih lanjut di Komisi VI.

Selain dukungan dari DPR, Kejaksaan Agung juga telah mengambil langkah konkret dengan menetapkan sembilan tersangka dalam kasus pengoplosan BBM. Salah satu tersangka utama adalah Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, yang diduga terlibat dalam pencampuran Pertalite dengan bahan lain dan menjualnya sebagai Pertamax. Skandal ini menunjukkan bagaimana praktik mafia migas tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga berpotensi merugikan konsumen yang bergantung pada kualitas bahan bakar yang dijual di pasaran.

Pemerintah tidak hanya fokus pada pemberantasan korupsi, tetapi juga berupaya memperbaiki tata kelola industri migas agar lebih transparan dan efisien. Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa Pertamina kini berkomitmen untuk menyerap seluruh produksi minyak mentah yang menjadi bagian pemerintah guna diolah di kilang dalam negeri. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor minyak mentah dan memastikan bahwa produksi dalam negeri dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, Wakil Direktur Utama Pertamina, Wiko Migantoro, menyoroti tantangan yang masih dihadapi dalam negosiasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Menurutnya, tahun lalu Indonesia masih mengekspor sekitar 70 ribu barel minyak mentah per hari, tetapi dengan adanya dukungan dari pemerintah, bagian produksi yang menjadi hak pemerintah kini telah dialokasikan sepenuhnya untuk kebutuhan kilang domestik. Namun, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk mendorong KKKS lainnya agar mengutamakan pasokan minyak mentahnya untuk kebutuhan dalam negeri daripada menjualnya ke luar negeri.

Skandal dugaan korupsi tata kelola minyak mentah ini menjadi momentum bagi pemerintahan Presiden Prabowo untuk melakukan reformasi besar-besaran di sektor migas. Dengan adanya dukungan dari DPR untuk membentuk Panja serta langkah tegas pemerintah dalam meningkatkan transparansi, diharapkan kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.

Presiden Prabowo memahami bahwa kemandirian energi adalah kunci bagi ketahanan ekonomi nasional. Oleh karena itu, reformasi di sektor migas tidak hanya bertujuan untuk menindak para pelaku korupsi, tetapi juga memastikan bahwa industri ini dikelola dengan prinsip akuntabilitas dan keberlanjutan. Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar dan meningkatkan efisiensi produksi dalam negeri.

Keberhasilan dalam menumpas mafia migas tidak hanya berdampak pada perbaikan tata kelola industri, tetapi juga pada kesejahteraan rakyat. Dengan sistem yang lebih transparan dan bersih, harga bahan bakar diharapkan lebih stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, optimalisasi penggunaan sumber daya energi dalam negeri akan memperkuat ketahanan energi nasional, sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar negeri.

Ketahanan energi yang lebih kuat akan menciptakan stabilitas ekonomi jangka panjang, mengurangi risiko inflasi akibat fluktuasi harga minyak global, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha serta investor dalam sektor industri dan transportasi. Di sisi lain, reformasi sektor migas juga berpotensi membuka peluang investasi baru dalam pengembangan energi alternatif, yang dapat mempercepat transisi Indonesia menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Komitmen Presiden Prabowo dalam memberantas mafia migas menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan sektor energi yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan dukungan dari DPR, Kejaksaan Agung, dan Pertamina, berbagai langkah konkret telah diambil untuk mengungkap skandal korupsi dan memperbaiki tata kelola migas.

Meski masih menghadapi tantangan, langkah ini menjadi pijakan penting bagi Indonesia dalam mewujudkan industri migas yang lebih bersih dan mandiri. Reformasi ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan tata kelola yang lebih baik, Indonesia dapat memastikan bahwa sumber daya energi nasional benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk keuntungan segelintir elite yang bermain di balik layar mafia migas.

)* Penulis merupakan pegiat antikorupsi

Program Makan Bergizi GratisTerus Berjalan Selama Bulan Ramadan

oleh: Abdul Muis*

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan selama bulan Ramadan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan kecukupan gizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Meskipun terdapat perubahan dalam mekanisme pendistribusian, program ini tetap dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi ibadah puasa agar tetap efektif dan bermanfaat.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa program MBG tetap dijalankan selama Ramadan. Namun, berbeda dengan hari biasa, makanan bergizi yang diberikan kepada siswa akan dikemas secara khusus agar bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa. Langkah ini bertujuan untuk tetap memenuhi kebutuhan gizi anak-anak tanpa mengganggu ibadah mereka. Menu yang disiapkan terdiri dari makanan yang tahan lama seperti telur rebus, susu, kurma, kue kering fortifikasi, serta buah-buahan, yang dirancang untuk menjaga keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan selama Ramadan.

Untuk memastikan keberlanjutan program ini, pemerintah juga menerapkan kebijakan penggunaan kantong makanan yang dapat digunakan kembali. Setiap siswa menerima dua kantong, satu diisi dengan makanan dan dibawa pulang, sementara kantong kosong yang dikembalikan ke sekolah akan ditukar dengan kantong baru yang berisi makanan. Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan kepada anak-anak dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Program MBG telah mencakup 38 provinsi di seluruh Indonesia, termasuk daerah terbaru yang baru mengoperasikan program ini, yaitu Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Ilaga. Hingga saat ini, program tersebut telah melayani lebih dari 2 juta penerima manfaat di berbagai wilayah. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa pemerintah serius dalam memastikan bahwa setiap anak mendapatkan akses terhadap makanan sehat dan bergizi, meskipun di tengah tantangan bulan Ramadan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, menekankan pentingnya program MBG dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Menurutnya, program ini dapat berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dengan memastikan bahwa anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup. Program serupa telah diterapkan di berbagai negara dengan skema yang berbeda, dan Indonesia kini turut berupaya mengimplementasikannya secara optimal.

Dalam skala global, lebih dari 418 juta orang telah menerima manfaat dari program makan bergizi gratis di berbagai negara. Di Indonesia, target penerima manfaat tahun ini mencapai hampir 18 juta orang, dengan peningkatan jumlah penerima secara bertahap. Pemerintah menargetkan 2 juta penerima pada bulan Maret dan meningkat hingga 5 juta pada bulan Mei. Sasaran utama program ini meliputi anak-anak usia di bawah lima tahun yang berada dalam masa pertumbuhan kritis, siswa dari jenjang SD hingga SMA, serta ibu hamil dan menyusui yang membutuhkan nutrisi lebih untuk menunjang kesehatan mereka dan bayi yang dilahirkan.

Pemerintah juga memastikan bahwa pelaksanaan program ini dilakukan dengan pengawasan ketat oleh tenaga ahli gizi dan chef yang bekerja secara bergantian di dapur umum. Setiap dapur melayani hingga 3.000 penerima manfaat, sehingga dibutuhkan manajemen yang baik agar program dapat berjalan dengan lancar dan sesuai standar kesehatan.

Di sisi lain, Menteri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyoroti dampak ekonomi positif dari program ini. Dengan meningkatnya kebutuhan akan bahan pangan bergizi, program MBG turut membantu meningkatkan permintaan terhadap produk pertanian lokal serta mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah yang bergerak di sektor pangan. Hal ini menciptakan efek berantai yang tidak hanya menyejahterakan masyarakat penerima manfaat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain manfaat langsung bagi kesehatan dan ekonomi, program ini juga memberikan dampak positif dalam membentuk kebiasaan hidup sehat di kalangan anak-anak dan keluarga mereka. Dengan tersedianya makanan bergizi secara konsisten, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya pola makan sehat, yang pada akhirnya berkontribusi dalam menciptakan generasi yang lebih kuat dan kompetitif di masa depan. Edukasi tentang pentingnya sarapan sehat dan pemilihan makanan bergizi juga terus disosialisasikan oleh pemerintah agar program ini dapat memberikan efek jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan segala pencapaiannya, program MBG di bulan Ramadan menjadi bukti nyata bahwa pemerintah berkomitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat terus diperbaiki dan diperluas agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaatnya, terutama mereka yang berada di daerah terpencil dan rentan terhadap masalah gizi. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, program ini dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.

*Penulis merupakan pelaku UMKM

Pengamat Dukung Swasembada Energi dan Pangan Pemerintah

Jakarta – Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi dan pangan mendapat dukungan dari para pengamat.

Mereka menilai bahwa program yang dijalankan saat ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sumber daya nasional guna memperkuat ketahanan di kedua sektor tersebut.

Ekonom yang juga Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, menegaskan bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi. Namun, ia menekankan pentingnya komitmen kuat serta penanganan yang tepat dan holistik agar tujuan tersebut tercapai.

“Kalau bicara swasembada pangan dan energi, nuansa yang dibangun dari Presiden Prabowo tampaknya lebih pada konsep ketahanan yang selama ini relatif kita tinggalkan,” ujar Piter

Menurutnya, ketahanan pangan dan energi merupakan aspek krusial bagi kemandirian bangsa. Ia menilai bahwa tanpa pencapaian swasembada di dua sektor tersebut, ketahanan nasional Indonesia akan tetap rentan.

Piter juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Indonesia, baik di sektor pertanian maupun energi. Ia mencontohkan bahwa padi bisa ditanam hingga tiga kali dalam setahun, tetapi berbagai kendala seperti alih fungsi lahan dan berkurangnya jumlah petani muda menjadi tantangan yang harus segera diatasi.

“Di balik masalah ini kita ada peluang. Kalau petani keuntungannya tinggi, tidak perlu didorong-dorong maka petani akan meningkatkan produksinya. Akan banyak yang tertarik dengan pertanian. Swasembada pangan akan tercapai,” jelasnya.

Sementara itu, terkait sektor energi, Piter menegaskan bahwa Indonesia memiliki hampir semua sumber energi, mulai dari panas bumi, gas bumi, minyak bumi, batu bara, hingga energi angin. Namun, ia menekankan bahwa pengelolaan yang optimal menjadi kunci keberhasilan.

“Yang perlu ditekankan adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara optimal. Perlu upaya holistik, di mana kerangka kebijakan nasional yang kemudian mengerucut pada kerangka kebijakan terkait energi,” katanya.

Senada, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Anggono Mahendrawan, menuturkan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan potensi energi yang ada. “Kami mempertahankan dan melakukan optimalisasi potensi yang ada. Selain itu, kami juga akan mempercepat proyek-proyek agar segera produksi,” ujarnya.

Dengan dukungan berbagai pihak dan kebijakan yang terarah, upaya swasembada pangan dan energi diharapkan dapat segera terwujud demi ketahanan nasional yang lebih kuat.

Pemerintah Percepat Swasembada Pangan dan Energi Melalui Pembangunan Infrastruktur

Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto, semakin serius dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah percepatan pembangunan infrastruktur irigasi di 14 provinsi, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025.

Pembangunan irigasi ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Keuangan. Proyek ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya percepatan pengolahan lahan pertanian di berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya melihat potensi besar di NTT yang bisa menjadi solusi mengatasi kemiskinan dan meningkatkan ketahanan pangan. Jika pertanian bergerak, maka sektor lainnya pun ikut berkembang,” ujarnya.

Senada, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menuturkan bahwa program Tanam Padi Nusantara (TAMPAN) menjadi strategi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ada potensi 400 ribu hektare lahan perkebunan sawit yang dapat dimanfaatkan untuk program intercropping dengan tanaman padi,” jelasnya.

Di sektor energi, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Anggono Mahendrawan, menegaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan potensi sumber energi dalam negeri.

“Kami mempertahankan dan melakukan optimalisasi potensi yang ada. Selain itu, kami juga akan mempercepat proyek-proyek agar segera produksi,” ujarnya.

Sementara itu, ekonom dan Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, menilai bahwa swasembada pangan dan energi membutuhkan pendekatan yang holistik.

“Kalau bicara swasembada pangan dan energi, nuansa yang dibangun dari Presiden Prabowo tampaknya lebih pada konsep ketahanan yang selama ini relatif kita tinggalkan,” katanya.