Dua Pelajar Simeulue Terpilih sebagai Duta Pelajar Sadar Hukum 2024

BANDA ACEH – Raihan Afif dan Nadya Azzhara, dua pelajar asal SMA Negeri 1 Sinabang, Kabupaten Simeulue, berhasil meraih gelar Duta Pelajar Sadar Hukum 2024 setelah melalui seleksi ketat yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Aceh. Pengemuman itu disampaikan juri pada penutupan Duta Pelajar Sadar Hukum 2024 tadi malam, Senin 10 Desember 2024.

Seleksi yang berlangsung di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, pada 9–10 Desember 2024, melibatkan pelajar tingkat SMA/SMK sederajat dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Para peserta diuji dalam berbagai materi hukum, seperti hukum pidana, tindak pidana korupsi, narkotika, dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Muhibuddin, S.H., M.H., melalui Asisten Intelijen, Mukhzan, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas suksesnya program ini. Ia menilai, kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran hukum generasi muda di Aceh.

“Program ini bertujuan menanamkan kesadaran hukum kepada para pelajar agar mereka tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter dan mampu menjadi pemimpin di masa depan,” ungkap Mukhzan dalam sambutannya.

Ia juga berharap para duta yang terpilih dapat menjadi inspirasi di daerah masing-masing serta berperan aktif dalam menyebarluaskan kesadaran hukum di lingkungan mereka.

Daftar Juara Duta Pelajar Sadar Hukum 2024

Juara 1:

Putra: Raihan Afif (SMAN 1 Sinabang, Simeulue)

Putri: Nadya Azzhara (SMAN 1 Sinabang, Simeulue)

Juara 2:

Putra: Muhammad Afgan (SMAN 1, Bireuen)

Putri: Stevani Havizni Putri (SMAN 1 Bandar, Bener Meriah)

Juara 3:

Putra: Aulya Ghyfar Firmanda (SMA Unggul Tunas Bangsa, Abdya)

Putri: Erwalin Edla (SMAN 1 Seunagan, Nagan Raya)

Juara Harapan 1:

Putra: Muhammad Fatan Nur (SMA Modal Bangsa, Aceh Besar)

Putri: Azuhra (SMA Tunas Bangsa, Abdya)

Juara Harapan 2:

Putra: Irvan Almidar (SMAN 1 Bandar, Bener Meriah)

Putri: Cut Shereen Alicia (SMAN 1 Darul Imarah, Aceh Besar)

Program Duta Pelajar Sadar Hukum diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya paham hukum tetapi juga menjadi agen perubahan bagi Aceh yang lebih baik.

Meneliti Sejarah Perkembangan Islam di Afrika Selatan, Peneliti Negeri Rempah Foundation Berkunjung ke Cape Town

ACEH | TIGA peneliti Negeri Rempah Foundation berkunjung ke Cape Town, Afrika Selatan dalam misi menelusuri sejarah masuknya Islam di Afsel bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI, Sabtu-Rabu (7-11/12/2024).

Ketiga peneliti tersebut adalah Yanuardi Syukur (dosen antropologi Universitas Khairun, Ternate), Abdul Kadir Ali (dosen Universitas Nuku, Tidore) dan Irma Zahrotunnisa Wijaya (peneliti Negeri Rempah Foundation). Selain ke Afsel, Negeri Rempah juga mengirimkan delegasinya pada misi di beberapa negara lainnya.

Khusus kehadiran mereka di Cape Town untuk melacak jejak penyebaran Islam di Afsel melalui jalur rempah. Mereka disambut dengan hangat oleh Konsul Jenderal RI Cape Town Tudiono. Di sela-sela makan malam di Wisma KJRI Cape Town, Tudiono menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap agar kemitraan antara Indonesia dan Afsel, khususnya Cape Town dapat berjalan semakin bermakna khususnya dalam relasi keislaman. la bahkan mendorong agar berbagai studi terkait relasi Islam di kedua negara dapat terus diintensifkan sebagai bentuk diplomasi budaya Indonesia di luar negeri.

Konjen Tudiono menjelaskan bahwa ulama, tokoh dan pejuang Indonesia memiliki peran signifikan dalam tersebarnya Islam di wilayah tersebut. la menyebut beberapa nama seperti Syekh Yusuf al-Makassari di abad ke-17 dan Tuan Guru Abdullah bin Qadhi Abdussalam dari Tidore pada abad ke-18 yang menjadi inspirator tidak hanya bagi penyebaran Islam tapi juga bagi kemerdekaan Afsel hingga saat ini. Setiap tahun, Tudiono juga menggelar berbagai event kultural dan ekonomi untuk mendekatkan antara Indonesia dan Afsel.

Ketua Tim Negeri Rempah Foundation yang juga pengurus kompartemen luar negeri Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Yanuardi Syukur menjelaskan bahwa Mantan Presiden Afsel Nelson Mandela bahkan menganggap dua tokoh tersebut sebagai inspirator dalam perjuangan bangsanya.

“Bahkan ketika Mandela dibebaskan, lokasi pertama yang ia kunjungi adalah makam Tuan Guru Abdullah bin Qadhi Abdussalam di komplek Tana Baru, Cape Town,” kata Yanuardi.

Tak jauh dari kuburannya, juga masih berdiri Masjid al-Auwal, yakni masjid pertama di Afsel yang terletak di Jalan Dorp, yang didirikan oleh Tuan Guru Abdullah bin Qadhi Abdussalam setelah dibebaskan dari penjara di Robben Island.

Masjid tersebut hingga kini masih eksis sebagai simbol perjuangan umat Islam Cape Town untuk pengakuan islam dan kebebasan beribadah.

Menurut saat berkunjung ke lokasi masjid, tempat ibadah laki-laki berada di lantai dasar dan lantai duanya menjadi madrasah sore untuk anak-anak Muslim Cape Town serta tempat shalat perempuan. “Di situ, mereka belajar mengaji menggunakan Iqra’ seperti yang kita pakai di Indonesia dengan sedikit modifikasi,” tambah Yanuardi.

Sementara itu, Abdul Kadir Ali menyampaikan bahwa atas kiprah Tuan Guru di Afsel, maka penting untuk mempersiapkan pengusulan Tuan Guru Abdullah bin Qadhi Abdussalam sebagai pahlawan nasional Indonesia. Beliau bahkan menulis al-Qur’an sebanyak 6 copy, yang salah satunya saat ini dipajang di Masjid al-Auwal. “Kiprah Tuan Guru yang sangat luar biasa, maka patutlah untuk Pemerintah Indonesia mengangkatnya sebagai pahlawan nasional,” jelas Abdul Kadir Ali yang juga Dekan FISIP Universitas Nuku.

BPJS Kesehatan dan Dinas Sosial Kota Banda Aceh Ikut Peringati Hari Disabilitas Internasional

Banda Aceh – Untuk memberikan pemahaman dan peningkatan kualitas layanan informasi Program JKN, BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Program JKN kepada Peserta JKN penyandang Disabilitas yang berasal dari Kota Banda Aceh. Kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh puluhan penyandang disabilitas berkolaborasi bersama Dinas Sosial Kota Banda Aceh yang juga diselenggarakan pada kantor tersebut pada Selasa (9/12).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Safwan yang sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan apresiasinya dengan diadakannya sosialisasi ini oleh BPJS Kesehatan karena menurutnya ini merupakan tugas Dinas Sosial juga namun telah dibantu oleh BPJS Kesehatan sehingga penyandang disabilitas ini terfasilitasi dan terinformasi kemudahan yang didapatkan dalam mereka mengakses layanan kesehatan.

“Bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional, kami bersyukur dan apresiasi kepada BPJS Kesehatan yang telah membantu kami untuk melakukan sosialisasi seperti ini sehingga teman-teman disabilitas mengerti terhadap pelayanan kesehatan apa saja yang dapat mereka manfaatkan. Harapannya penyandang disabilitas ini sama seperti kita dan tidak ada perbedaan, setidaknya pada tahap awal untuk melakukan pendaftaran, dokumen apa saja yang harus disiapkan terlebih dahulu sendiri kemudian apa yang dapat kita bantu siapkan akan kita fasilitasi,” kata Safwan.

Safwan menambahkan, kedepannya terhadap informasi dan kebijakan terbaru yang harus diketahui oleh masyarakat untuk dapat dilakukan sosialisasi kembali khususnya kepada penyandang disabilitas ini. Oleh karena itu menurut Safwan, jika secara rutin dilakukan sosialisasi maka sangat membantu penyandang disabilitas ini ditengah keterbatasannya sehingga tidak ada kendala dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

“Saat ini jumlah penyandang disabilitas di Kota Banda Aceh berjumlah kurang lebih 900 jiwa dan saat ini kami terus membuat program untuk pemberdayaan bagi peyandang disabilitas termasuk apa yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan pada hari ini telah membantu memberikan informasi mengenai Program JKN. Oleh karena itu kami berharap agar kegiatan sosialisasi ini secara rutin dilakukan karena mungkin bagi teman-teman penyandang disabilitas yang telah mengetahui informasi terbaru sudah dapat melakukannya sendiri saat memerlukan akses pelayanan kesehatan, namun bagi yang belum mendapatkan informasi terkini dalam Program JKN, harapannya dapat kita bantu fasilitasi pemberian informasi salah satunya seperti sosialisasi saat ini,” jelas Safwan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Neni Fajar mengatakan bahwa sosialisasi ini yang diberikan dalam rangka memperingati hari Disabilitas Internasional agar dapat mengetahui informasi terkini seputar JKN serta lebih mendekatkan Program JKN kepada peserta. Sosialisasi ini juga merupakan bentuk kepedulian BPJS Kesehatan terhadap penyandang disabilitas untuk memberikan pelayanan yang mudah, cepat dan setara/tanpa diskriminasi.

“Ada beberapa tujuan dari pelaksanaan kegiatan sosialisasi program JKN pertama untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya program JKN, kedua, meningkatkan pengetahuan terhadap prosedur, hak dan kewajiban terhadap program JKN. Kemudian yang ketiga lanjut Neni, yaitu meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya melakukan perilaku hidup sehat dan gotong royong dalam program JKN dan keempat, membina komunitas sebagai salah satu kanal pemberian informasi kepada peserta JKN, dan kelima yaitu meningkatkan jumlah unduh, registrasi dan pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN karena banyak kemudahan yang dapat dimanfaatkan melalui aplikasi tersebut. Selain itu juga dapat memanfaatkan kanal layanan online ataupun pelayanan non tatap muka lainnya,” ucap Neni.

Neni berharap setelah mengikuti sosialisasi ini pemahaman tentang program JKN semakin baik, para pengurus dan anggota komunitas dapat mengoptimalkan penggunaan kanal–kanal yang telah dikembangkan oleh BPJS kesehatan, baik kanal layanan administrasi mapun kanal layanan pemberian informasi dan pengaduan jika ada keluhan untuk disampaikan kepada BPJS Kesehatan, serta kanal pembayaran iuran Program JKN.(rq)

BPJS Kesehatan dan Dinas Sosial Kota Banda Aceh Ikut Peringati Hari Disabilitas Internasional

Banda Aceh – Untuk memberikan pemahaman dan peningkatan kualitas layanan informasi Program JKN, BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Program JKN kepada Peserta JKN penyandang Disabilitas yang berasal dari Kota Banda Aceh. Kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh puluhan penyandang disabilitas berkolaborasi bersama Dinas Sosial Kota Banda Aceh yang juga diselenggarakan pada kantor tersebut pada Selasa (9/12).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Safwan yang sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan apresiasinya dengan diadakannya sosialisasi ini oleh BPJS Kesehatan karena menurutnya ini merupakan tugas Dinas Sosial juga namun telah dibantu oleh BPJS Kesehatan sehingga penyandang disabilitas ini terfasilitasi dan terinformasi kemudahan yang didapatkan dalam mereka mengakses layanan kesehatan.

“Bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional, kami bersyukur dan apresiasi kepada BPJS Kesehatan yang telah membantu kami untuk melakukan sosialisasi seperti ini sehingga teman-teman disabilitas mengerti terhadap pelayanan kesehatan apa saja yang dapat mereka manfaatkan. Harapannya penyandang disabilitas ini sama seperti kita dan tidak ada perbedaan, setidaknya pada tahap awal untuk melakukan pendaftaran, dokumen apa saja yang harus disiapkan terlebih dahulu sendiri kemudian apa yang dapat kita bantu siapkan akan kita fasilitasi,” kata Safwan.

Safwan menambahkan, kedepannya terhadap informasi dan kebijakan terbaru yang harus diketahui oleh masyarakat untuk dapat dilakukan sosialisasi kembali khususnya kepada penyandang disabilitas ini. Oleh karena itu menurut Safwan, jika secara rutin dilakukan sosialisasi maka sangat membantu penyandang disabilitas ini ditengah keterbatasannya sehingga tidak ada kendala dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

“Saat ini jumlah penyandang disabilitas di Kota Banda Aceh berjumlah kurang lebih 900 jiwa dan saat ini kami terus membuat program untuk pemberdayaan bagi peyandang disabilitas termasuk apa yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan pada hari ini telah membantu memberikan informasi mengenai Program JKN. Oleh karena itu kami berharap agar kegiatan sosialisasi ini secara rutin dilakukan karena mungkin bagi teman-teman penyandang disabilitas yang telah mengetahui informasi terbaru sudah dapat melakukannya sendiri saat memerlukan akses pelayanan kesehatan, namun bagi yang belum mendapatkan informasi terkini dalam Program JKN, harapannya dapat kita bantu fasilitasi pemberian informasi salah satunya seperti sosialisasi saat ini,” jelas Safwan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Neni Fajar mengatakan bahwa sosialisasi ini yang diberikan dalam rangka memperingati hari Disabilitas Internasional agar dapat mengetahui informasi terkini seputar JKN serta lebih mendekatkan Program JKN kepada peserta. Sosialisasi ini juga merupakan bentuk kepedulian BPJS Kesehatan terhadap penyandang disabilitas untuk memberikan pelayanan yang mudah, cepat dan setara/tanpa diskriminasi.

“Ada beberapa tujuan dari pelaksanaan kegiatan sosialisasi program JKN pertama untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya program JKN, kedua, meningkatkan pengetahuan terhadap prosedur, hak dan kewajiban terhadap program JKN. Kemudian yang ketiga lanjut Neni, yaitu meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya melakukan perilaku hidup sehat dan gotong royong dalam program JKN dan keempat, membina komunitas sebagai salah satu kanal pemberian informasi kepada peserta JKN, dan kelima yaitu meningkatkan jumlah unduh, registrasi dan pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN karena banyak kemudahan yang dapat dimanfaatkan melalui aplikasi tersebut. Selain itu juga dapat memanfaatkan kanal layanan online ataupun pelayanan non tatap muka lainnya,” ucap Neni.

Neni berharap setelah mengikuti sosialisasi ini pemahaman tentang program JKN semakin baik, para pengurus dan anggota komunitas dapat mengoptimalkan penggunaan kanal–kanal yang telah dikembangkan oleh BPJS kesehatan, baik kanal layanan administrasi mapun kanal layanan pemberian informasi dan pengaduan jika ada keluhan untuk disampaikan kepada BPJS Kesehatan, serta kanal pembayaran iuran Program JKN.(rq)

Polisi Tangkap Residivs Kasus Pencurian di Kota Solok

Solok – Tim gabungan Unit Reskrim Polsek Kota Solok dan Unit Opsnal Reskrim Polres Solok Kota berhasil menangkap tersangka tindak pidana pencurian berinisial AS. Penangkapan dilakukan pada Senin, 9 Desember 2024, sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan Sawah Sianik, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok.

Kapolsekta Solok AKP Basri mengatakan, AS, yang diketahui sebagai residivis kasus pencurian dan pimpinan kegiatan tawuran antar kelompok ditangkap tanpa perlawanan. Setelah penangkapan, tersangka langsung dibawa ke Mako Polsek Kota Solok untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, AS dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Polisi menyebut bahwa tersangka tidak hanya memiliki catatan kriminal terkait pencurian, tetapi juga diduga sering memimpin aksi tawuran yang meresahkan masyarakat di wilayah Kota Solok.

Dengan ditangkapnya AS, pihak kepolisian berharap dapat menekan angka kriminalitas dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Penanganan kasus ini masih terus dilakukan untuk mengungkap keterlibatan tersangka dalam tindak pidana lainnya.

Pihak Polres Solok Kota mengimbau masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam memberikan informasi terkait aktivitas yang mencurigakan guna menjaga keamanan bersama. (oki)

Optimalisasi UMKM Desa Kedungsegog Melalui Program KKN Universitas Selamat Sri

BATANG –Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Selamat Sri (UNIS) melakukan inisiatif untuk mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat lokal dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Kegiatan KKN yang dimulai sejak pertengahan November, pemberdayaan ini berfokus pada pelaku UMKM yang sedang berkembang di Desa Kedungsegog. pelaku UMKM yang terus aktif dalam pengembangan usaha mereka diantaranya: Murniasih yang sedang aktif produksi keripik singkong, keripik pisang dan sale; Riswanto yang produksi keripik pisang; dan Diah yang produksi ikan asin, serundeng terasi dan udang krispi.

Program ini diharapkan dapat memperkuat daya saing produk UMKM Desa Kedungsegog sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas. “Kami melihat potensi besar di Desa Kedungsegog, khususnya pada produk-produk unggulan seperti makanan dan olahan ikan. Dengan program ini, kami berharap dapat membantu pelaku UMKM di desa ini meningkatkan nilai tambah produk mereka, serta kegiatan ini bertujuan membawa UMKM Desa Kedungsegog bisa dikenal lebih luas dengan packaging yang sudah rapi atau ideal dipasarkan untuk lebih luas ” ujar Oscar Mario selaku ketua KKN Desa Kedungsegog

Sebagai bagian dari program, mahasiswa KKN juga menggelar panggung UMKM & Seni Musik, di mana para pelaku UMKM diajarkan dan strategi cara memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Selain itu, mahasiswa juga memberikan pelatihan dan bantuan gratis dalam pembuatan brand bagi masyarakat Gedungsegog agar UMKM dapat lebih menarik. Acara ini juga dikuti oleh Ketua KKN UNISS 2024 Yohandika Tri Apriliyanto, DPL Desa Kdungsegog Wahyudino, Jamal dan Arianto, dan seluruh perangkat RT/RW dan oraganisasi di Desa Gedungsegog

Kepala Desa Kedungsegog Rusbab menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan harapannya agar program ini dapat memberikan dampak yang berkelanjutan. “Kegiatan ini sangat membantu warga kami, khususnya para pelaku UMKM. Semoga ilmu yang diberikan mahasiswa dapat diterapkan secara konsisten,” ujar Rusbab.

KKN Universitas Selamat Sri merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya memberikan dampak sosial, tetapi juga mendukung mahasiswa untuk memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Dengan program ini, diharapkan UMKM Desa Kedungsegog dapat berkembang lebih pesat dan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian lokal. (23/S/l)

Peringati Hari HIV/AIDS Sedunia, PT Semen Padang Gelar Sosialisasi

PADANG – Dalam rangka memperingati hari HIV/AIDS Sedunia yang digelar setiap 1 Desember, PT Semen Padang seperti tahun-tahun sebelumnya, kembali menggelar sosialisasi bahaya HIV/AIDS kepada karyawan PT Semen Padang, di Cloub House PT Semen Padang, Selasa (10/12/2024).

Sosialisasi yang diikuti oleh puluhan karyawan PT Semen Padang itu, menghadirkan dokter perusahaan sekaligus Staf Health Unit Safety Health Environment (SHE) PT Semen Padang, dr. Andy Riva Dana, sebagai narasumber.

Selain sosialisasi tentang HIV/AIDS, pada kesempatan itu PT Semen Padang juga mengedukasi para karyawan tentang Mengendalikan Indeks Massa Tubuh (IMT) demi mendukung kesehatan karyawan. Edukasi ini disampaikan oleh dokter spesialis gizi klinik dari Semen Padang Hospital (SPH) dr. Ainil Mardiah, SpGK.

Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis, menjelaskan bahwa sosialisasi ini tidak hanya dilaksanakan untuk memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia, tetapi juga sebagai bagian dari kewajiban perusahaan yang diatur oleh peraturan pemerintah dan ketenagakerjaan.

“Edukasi tentang HIV/AIDS merupakan amanat dari regulasi nasional karena penyakit ini telah menjadi isu kesehatan global. Kita harus sadar bahwa fenomena HIV/AIDS ibarat gunung es. Kasus yang terdeteksi hanya sebagian kecil dibanding jumlah sebenarnya yang tidak terlihat,” ujarnya.

Menurut Iskandar, penting bagi perusahaan untuk terus menyebarluaskan informasi mengenai HIV/AIDS agar masyarakat, khususnya karyawan, memahami cara penularan, pencegahan, hingga mengurangi stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS (ODHIV).

Dalam sesi sosialisasi, dr. Andy Riva Dana memaparkan bahwa HIV menular melalui berbagai cara seperti seks bebas, penggunaan jarum suntik bersama, dan transfusi darah yang terkontaminasi. Meski demikian, ia menjelaskan bahwa penularan melalui transfusi darah kini sangat jarang terjadi karena proses seleksi dan pengujian ketat yang dilakukan sebelum donor darah.

Sebaliknya, HIV tidak menular melalui aktivitas sehari-hari seperti berbagi makanan, penggunaan toilet bersama, atau melalui sentuhan fisik seperti berjabat tangan. “HIV hanya bisa menular melalui cairan tubuh seperti darah, cairan kelamin, dan ASI. Kontak sosial biasa tidak menularkan HIV,” jelasnya.

Andy juga menjelaskan tahapan perkembangan penyakit HIV hingga menjadi AIDS. Pada fase awal yang disebut “periode jendela” (3-6 bulan pertama setelah terinfeksi), seseorang mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi tetap bisa menularkan virus.

“Setelah 5-8 tahun, gejala seperti penurunan berat badan drastis, sering merasa lelah, dan demam tanpa sebab mulai muncul. Sistem kekebalan tubuh terus melemah, dan pada tahun ke-8 hingga ke-10, penderita bisa mengalami tahap AIDS dengan kondisi kesehatan yang sangat buruk dan berisiko menyebabkan kematian,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan edukasi tentang Mengendalikan Indeks Massa Tubuh atau IMT, dr. Ainil Mardiah, SpGK menjelaskan bahwa IMT adalah ukuran yang digunakan untuk mengetahui status gizi seseorang berdasarkan berat dan tinggi badan. IMT yang tidak ideal, terutama yang menunjukkan obesitas, dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung.

“Obesitas terjadi jika asupan energi lebih besar daripada energi yang dikeluarkan. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, maka seseorang berisiko mengalami penyakit metabolik yang serius,” jelas dr. Ainil sembari menyebut pemahaman tentang IMT membantu kita mengatur pola makan dengan lebih baik.

Ia menekankan pentingnya menjaga pola makan seimbang dan memperhatikan kebutuhan energi harian sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik. “Kita harus menyesuaikan porsi makan dengan aktivitas sehari-hari. Jangan makan berlebihan atau terlalu sedikit,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan tips praktis menjaga berat badan ideal, seperti memilih makanan rendah lemak dan gula, meningkatkan konsumsi sayuran dan buah-buahan, serta rutin berolahraga.(yose)

Gedung Perkantoran di IKN Sudah Siap Digunakan

Jakarta – Pemerintahan Prabowo-Gibran tengah fokus mempercepat keberlanjutan pembangunan IKN. Berbagai gedung dan fasilitas negara maupun publik masih dalam proses pembangunan hingga saat ini. Pada perkembangannya, gedung perkantoran IKN secepatnya siap digunakan.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN),

Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa seluruh gedung perkantoran dan hunian di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, akan siap digunakan pada Desember 2024.

“Jadi, perkantoran harus sudah siap Desember ini dan insyaallah sudah siap semua,” ucap Basuki.

Basuki menjelaskan bahwa kompleks perkantoran kementerian koordinator akan terdiri dari 16 tower, sementara area hunian akan memiliki 47 tower.

Untuk mendukung ekosistem kehidupan di IKN, berbagai fasilitas penunjang juga telah disiapkan. Fasilitas-fasilitas tersebut mencakup restoran, kafe, layanan laundry, hingga barbershop untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para penghuni.

Dalam aspek pembangunan, pengembangan IKN tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga memperhatikan aspek nonfisik. Salah satu contohnya adalah penataan kawasan Sepaku yang membutuhkan pendekatan rekayasa sosial yang kuat untuk mengakomodasi masyarakat setempat.

Basuki juga menyatakan tantangan teknis dalam pembangunan IKN, terutama terkait kondisi tanah. Beberapa area memiliki tanah clay shale dengan daya dukung rendah yang membutuhkan penanganan khusus. Untuk mengatasi hal tersebut, OIKN mengalihfungsikan area-area tersebut menjadi kawasan konservasi sumber daya air.

“Kami membangun 60 embung-embung di sana. Dari riparian, dari air limpasan (run-off). Jadi kita sangat melihat kondisi tanah dan kondisi konservasi sumber daya air,” jelas Basuki.

Pembangunan IKN yang kompleks ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Basuki menekankan pentingnya peran PII dalam menyelesaikan berbagai aspek pembangunan, baik fisik maupun nonfisik, untuk mewujudkan ibu kota baru yang layak huni dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN yang juga Plt Deputi Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan gedung-gedung Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah terlayani air minum yang bersumber dari Instalasi pengolahan Air (IPA) Sepaku 300 liter per detik. Terkait kebutuhan listrik Gedung Kantor Kemenko 1, 3, dan 4 juga sudah terlayani (energized) yang bersumber dari Gardu Induk PLN.

“Sedangkan untuk Gedung Kantor Kemenko 2 masih menggunakan listrik konstruksi yang bersumber dari jaringan eksisting (kabel udara),” ujar Danis.

Khusus di Gedung Kantor Kemenko 1, sudah ada sejumlah penyewa atau retail tenant seperti coffee shop, minimarket, dan layanan kesehatan.
Adapun peruntukan dan pembagian Gedung kantor Kemenko, sebagai berikut: Gedung Kemenko 1 untuk Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves); Gedung Kemenko 2 untuk Kemenko Bidang Perekonomian; Gedung Kemenko 3 untuk Kemenko Bidang Politik, Hukum, dan HAM (Polhukam); dan Gedung Kemenko 4 untuk Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).[*]

Presiden Prabowo Prioritaskan Percepatan Pembangunan IKN

Oleh: Damar Jasin)*

Dalam upaya mempercepat pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen penuh terhadap proyek strategis nasional ini. Pemerintah menganggap pembangunan IKN sebagai salah satu langkah besar dalam pemerataan pembangunan serta penguatan infrastruktur di luar Pulau Jawa. Pendekatan yang diambil mencakup percepatan pembangunan fisik, optimalisasi anggaran, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Presiden menyampaikan bahwa keberlanjutan proyek ini menjadi simbol modernisasi dan masa depan Indonesia. Dengan menjadikan IKN sebagai pusat pemerintahan baru, Indonesia diharapkan dapat mengurangi beban Jakarta sebagai pusat ekonomi dan politik yang selama ini terlampau berat. Selain itu, IKN dirancang menjadi kota berkelanjutan dengan konsep hijau dan teknologi canggih, yang mencerminkan visi Indonesia sebagai negara maju pada 2045.

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) buka-bukaan soal nasib pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di era Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pembangunan megaproyek IKN dilanjutkan dengan fokus pada penyelesaian pusat pemerintahan.

Fokus pada pembangunan fasilitas eksekutif, legislatif, dan yudikatif merupakan keputusan yang strategis. Sebagai “central for government,” penyelesaian infrastruktur ini menjadi fondasi utama yang harus disiapkan sebelum IKN dapat berfungsi sepenuhnya. Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar simbol, tetapi sebuah kebutuhan mendesak untuk mengurangi beban Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi yang sudah terlalu padat.

Sejumlah langkah konkret dilakukan untuk mendukung percepatan pembangunan. Pemerintah memfokuskan pada penyelesaian infrastruktur dasar, seperti jalan, fasilitas air bersih, dan jaringan listrik. Hal ini dilakukan agar area IKN dapat siap digunakan oleh instansi pemerintahan pada tahap awal pemindahan.

Pemerintah juga berusaha memastikan bahwa pembangunan ini membawa manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Salah satu langkahnya adalah melalui pelibatan tenaga kerja lokal dalam proyek konstruksi, yang bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat setempat. Di sisi lain, Presiden juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap adat dan budaya lokal, sehingga pembangunan IKN tidak mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal Kalimantan Timur.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Diana Kusumastuti, mengungkapkan bahwa proyek Tol Akses IKN Seksi 2B Segmen Kariangu-Simpang Tempadung akan dilengkapi dengan perlintasan atau terowongan satwa. Langkah ini tidak hanya mendukung pembangunan infrastruktur, tetapi juga melindungi ekosistem satwa liar yang menjadi bagian tak terpisahkan dari lingkungan di Kalimantan Timur.

Pembangunan infrastruktur besar sering kali dihadapkan pada dilema antara kebutuhan manusia dan pelestarian lingkungan. Proyek Tol Akses IKN adalah salah satu contoh nyata di mana kedua aspek ini dapat diseimbangkan. Terowongan satwa menjadi wujud dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa pembangunan tidak mengorbankan keberlangsungan ekosistem yang ada. Kalimantan Timur, dengan kekayaan flora dan faunanya, merupakan rumah bagi berbagai spesies satwa liar yang harus dilindungi dari dampak pembangunan masif.

Untuk mendukung pembiayaan, pemerintah terus menjajaki kerja sama dengan berbagai investor, baik dari dalam negeri maupun internasional. Kerangka regulasi disiapkan agar investasi dapat berjalan lancar tanpa mengorbankan transparansi dan akuntabilitas. Model pembiayaan ini diharapkan tidak hanya mengurangi beban anggaran negara, tetapi juga memastikan kelancaran pembangunan dalam jangka panjang.

Selain aspek infrastruktur, perhatian khusus diberikan pada pembangunan ekosistem lingkungan di kawasan IKN. Pemerintah merancang IKN sebagai kota ramah lingkungan yang menggunakan energi terbarukan dan transportasi publik modern. Kawasan ini juga diproyeksikan menjadi percontohan pengelolaan kota pintar dengan sistem digital yang terintegrasi. Langkah ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menghadapi tantangan global terkait perubahan iklim.

Pernyataan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, bahwa seluruh gedung perkantoran dan hunian di IKN akan siap digunakan pada Desember 2024, mencerminkan ambisi besar pemerintah untuk mempercepat perwujudan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia. Dengan kompleks perkantoran yang mencakup 16 menara untuk kementerian koordinator dan 47 menara hunian, proyek ini tampak menjanjikan. Namun, target tersebut tidak hanya menguji kapasitas pembangunan fisik, tetapi juga komitmen terhadap kualitas, keberlanjutan, dan fungsi jangka panjang dari IKN.

Dari perspektif teknis, menyelesaikan infrastruktur berskala besar dalam waktu singkat membutuhkan perencanaan dan eksekusi yang sangat efisien. Pemerintah perlu memastikan bahwa pembangunan tidak hanya fokus pada percepatan, tetapi juga menjaga kualitas konstruksi. Kompleks perkantoran dan hunian di IKN akan menjadi wajah baru pemerintahan Indonesia. Jika infrastruktur ini tidak memenuhi standar yang memadai, baik dari segi keamanan maupun kenyamanan, risiko yang dihadapi akan jauh lebih besar daripada manfaat yang diharapkan.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa percepatan pembangunan IKN juga menghadapi berbagai tantangan. Beberapa pihak mengkritik potensi dampak lingkungan, perlunya alokasi anggaran yang efisien, serta koordinasi lintas lembaga yang kompleks.

Melalui berbagai kebijakan dan langkah konkret, Presiden Prabowo berharap pembangunan IKN dapat menjadi simbol kebangkitan baru bagi Indonesia. Proyek ini tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga mencerminkan visi besar bangsa untuk menciptakan pemerataan ekonomi, modernisasi, serta keberlanjutan. IKN diharapkan menjadi warisan bagi generasi mendatang, sekaligus membuktikan bahwa Indonesia mampu mengelola perubahan besar dengan bijaksana.

)* penulis merupakan Pengamat Kebijakan Ekonomi Digital – Lembaga Ekonomi Digital Nusantara

Presiden Prabowo Gencarkan Transformasi Ekonomi Melalui Hilirisasi Ciptakan Pemerataan Ekonomi

Oleh : Arzan Malik Narendra )*

Dalam upayanya untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menggagas strategi hilirisasi sebagai landasan utama kebijakan ekonomi nasional.

Langkah ini bukan hanya sekadar kebijakan teknis, tetapi visi besar yang bertujuan untuk mengubah wajah ekonomi Indonesia, memanfaatkan potensi alam, dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Strategi ini menjadi pijakan untuk menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Hilirisasi, dalam pandangan Presiden Prabowo, adalah langkah strategis yang membawa dampak luas, tak hanya sekadar menambah nilai ekonomis, tapi juga menjadi fondasi pemerataan ekonomi yang selama ini diidamkan.

Dengan mengurangi ekspor bahan mentah dan mulai memprosesnya di dalam negeri, pemerintah berharap dapat menghadirkan peluang ekonomi bagi daerah-daerah di seluruh Nusantara. Ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang memastikan kesejahteraan dapat dirasakan merata, dari pusat hingga pelosok.

Langkah konkret Presiden Prabowo terlihat dari penyempurnaan roadmap hilirisasi yang telah dirancang untuk berbagai komoditas unggulan Indonesia, seperti nikel, tembaga, bauksit, kelapa sawit, hingga produk hasil perikanan dan kehutanan.

Tidak hanya berhenti pada aspek produksi, roadmap ini mencakup aspek finansial, teknis, dan legal yang diharapkan dapat memudahkan proses investasi, baik untuk investor asing maupun pelaku usaha lokal. Dengan inisiatif ini, Presiden Prabowo mengundang semua pihak untuk berkolaborasi dan mengambil peran dalam menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan merata.

Salah satu langkah hilirisasi paling mencolok yang telah dilakukan adalah penghentian ekspor nikel mentah sejak 2020. Langkah ini bukan tanpa alasan. Sejak keputusan itu diberlakukan, nilai ekspor nikel yang diolah di dalam negeri melonjak drastis, dari hanya US$3 miliar menjadi lebih dari US$30 miliar.

Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa dengan mempertahankan proses produksi dalam negeri, Indonesia dapat mengoptimalkan keuntungan ekonomis sekaligus menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Proyeksi ke depan menunjukkan potensi investasi di sektor nikel ini bisa mencapai US$127,90 miliar pada 2040, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai US$43,20 miliar dan menciptakan ratusan ribu pekerjaan baru.

Selain itu, untuk memastikan hilirisasi juga dinikmati oleh pengusaha daerah, Presiden Prabowo menerbitkan Peraturan Menteri Investasi Nomor 1 Tahun 2022. Regulasi ini mengharuskan investor besar untuk bekerjasama dengan pelaku usaha lokal. Tujuannya jelas: memberikan ruang bagi pengusaha daerah untuk berkembang dan berperan aktif dalam ekonomi nasional.

Dengan demikian, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diharapkan mampu naik kelas dan terlibat dalam rantai ekonomi nasional yang lebih besar. Harapan besarnya adalah agar distribusi ekonomi semakin merata dan para pengusaha lokal bisa berkembang menjadi pemain utama di negeri sendiri.

Di sisi lain, dukungan terhadap hilirisasi ini juga datang dari berbagai kalangan, salah satunya adalah Anggota DPR RI Bambang Soesatyo. Ia menilai hilirisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo sejalan dengan kebutuhan zaman di era Industri 4.0 dan kecerdasan buatan. Dengan mendorong hilirisasi, menurutnya, Indonesia tidak hanya menciptakan produk dengan nilai tambah, tetapi juga menyiapkan warisan ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Hilirisasi ini membawa perubahan paradigma dalam pengelolaan sumber daya alam; bukan lagi semata-mata menggali dan menjual bahan mentah, tetapi berfokus pada produk akhir yang siap bersaing di pasar global.

Namun, hilirisasi bukan tanpa tantangan. Prosesnya membutuhkan biaya barang modal yang tinggi dan masih bergantung pada impor untuk beberapa komponen penting. Di sinilah peran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi krusial.

Institusi riset ini diharapkan dapat mendorong inovasi dalam hal proses produksi yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Dengan meneliti dan mengembangkan teknologi produksi lokal, Indonesia diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada impor dan menciptakan barang modal sendiri yang dapat mendukung hilirisasi.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., Sunarso, juga menyambut baik langkah hilirisasi ini. Menurutnya, kebijakan hilirisasi adalah salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperbaiki distribusi pendapatan.

Contohnya adalah sektor agrikultur, di mana hilirisasi produk seperti minyak kelapa sawit dapat menciptakan lapangan kerja baru dan pemerataan pendapatan. BRI melihat potensi besar dalam sektor hilir agrikultur sebagai peluang bisnis yang tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Hilirisasi juga dilihat sebagai langkah untuk menghindari middle income trap atau jebakan pendapatan menengah. Jika Indonesia hanya bergantung pada ekspor bahan mentah, maka sulit bagi ekonomi negara ini untuk mengalami lonjakan signifikan.

Dengan memproduksi barang bernilai tambah di dalam negeri, Indonesia tidak hanya meningkatkan PDB, tetapi juga menyebarkan manfaatnya ke seluruh rakyat. Presiden Prabowo berharap, melalui hilirisasi, setiap lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, dapat merasakan manfaat ekonomi yang adil dan merata.

Presiden Prabowo menyadari bahwa visi besar ini hanya akan tercapai jika ada kerjasama solid antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Hilirisasi bukan hanya tugas pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama. Dengan komitmen yang kuat dan langkah konkret, pemerataan ekonomi yang diinginkan melalui hilirisasi akan menjadi kenyataan.

Dengan dorongan ini, kita diharapkan tidak hanya menyaksikan pertumbuhan angka ekonomi, tetapi juga merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Inilah langkah strategis yang diharapkan dapat membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.

 

)* Penulis adalah kontributor Lembaga Siber Nusa