Kepala SMK Pembangunan Jaya Ajak Siswa Hindari Bahaya Judi Online

Jakarta – Kepala Sekolah SMK Pembangunan Jaya (YAKAPI), Warsidi menegaskan pentingnya kegiatan sosialisasi dan edukasi untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan oleh judi online. Dalam acara yang melibatkan seluruh siswa, guru, serta staf sekolah, Warsidi mengungkapkan bahwa judi online dapat merusak generasi bangsa, sehingga perlu adanya langkah preventif untuk mengatasi permasalahan ini.

“Judi online sangat berbahaya bagi masa depan generasi muda. Selain mengancam kesehatan mental, judi online juga bisa menyebabkan kerugian finansial yang besar, bahkan berujung pada perilaku kriminal. Karena itu, kegiatan hari ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para siswa agar mereka dapat menghindari bahaya judi online yang marak di dunia maya,” ujar Warsidi.

Warsidi juga mengimbau agar para siswa dapat lebih aktif dalam mensosialisasikan bahaya judi online di lingkungan sekitar mereka. “Para siswa tidak hanya diminta untuk menjaga diri mereka sendiri, tetapi juga untuk menyebarkan informasi tentang bahaya judi online kepada teman-teman, keluarga, dan masyarakat sekitar. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari pengaruh buruk judi online,” tambahnya.

Sementara itu, adanya pelayanan pengaduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan kasus judi online dapat menghubungi layanan melalui Whatsapp dengan nomor 085283555830, Email forumindonesiaemas@gmail.com, dan Instragram dengan akun @fie_indonesiaemas, serta Telegram t.me/ForumIndonesiaEmas.

Warsidi juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti akun Instagram Forum Indonesia Emas yang memiliki misi untuk menyebarkan kesadaran mengenai bahaya judi online. “Dengan menjadi followers di akun Instagram Forum Indonesia Emas, kita bisa mendapatkan informasi dan tips untuk menghindari judi online. Kami juga mendorong siswa dan guru untuk melaporkan segala bentuk aktivitas judi online yang mereka temui di sekitar mereka,” ujar Warsidi.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya sekolah untuk mendukung program-program pemerintah dalam mencegah peredaran judi online yang semakin marak. Warsidi berharap, dengan adanya kampanye ini, generasi muda Indonesia akan lebih bijak dalam menghadapi tantangan zaman, serta terhindar dari ancaman judi online yang dapat merusak masa depan mereka.

Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan menyebar ke berbagai sekolah di Indonesia, demi menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan bebas dari pengaruh negatif judi online. []

Seluruh Elemen Masyarakat Dukung Pemerintah Berantas Judi Online

Oleh : Joanna Alexandra Putri )*

Praktik judi online terus menjadi ancaman yang semakin mengkhawatirkan bagi generasi muda Indonesia. Fenomena ini bukan hanya merusak moral individu, tetapi juga mengancam keberhasilan bangsa dalam mencetak generasi emas pada 2045. Judi online, yang semakin marak melalui platform digital, tidak hanya menggerus potensi anak muda tetapi juga menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan hukum yang serius.

Perkembangan teknologi yang pesat, khususnya di era digital, turut memudahkan akses terhadap judi online. Dalam situasi ini, generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan terpapar.

Dampak negatif dari judi online tidak hanya bersifat moral tetapi juga mencakup aspek mental dan spiritual. Praktik judol sudah sangat merugikan tidak hanya masyarakat bahkan melibatkan aparat penegak hukum dan pengambil kebijakan.

Muhammad Fathinnuddin, akademisi dari Universitas Muhammadiyah Jakarta sekaligus pegiat media sosial, mengungkapkan bahwa penggunaan gadget sangat bergantung pada niat penggunanya. Jika digunakan untuk hal positif, gadget dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat. Namun, jika digunakan untuk kegiatan seperti judi online, hanya dosa dan kehancuran yang dihasilkan.

Kepala Sekolah SMK Pembangunan Jaya – YAKAPI, Warsidi, menegaskan bahwa judi online berpotensi merusak masa depan generasi bangsa. Ia menilai bahwa kebiasaan berjudi tidak hanya membawa dampak buruk secara individu tetapi juga memiliki efek domino yang merusak lingkungan sosial.

Para siswa diharapkan dapat memahami dan menghindari praktik judi online sekaligus menyosialisasikan bahaya tersebut di lingkungan sekitar mereka. Keterlibatan aktif generasi muda dalam melaporkan aktivitas judi online juga menjadi salah satu langkah penting untuk memerangi fenomena itu secara kolektif.

Selain hukuman agama yang mengharamkan judi, hukum positif juga memberikan sanksi tegas bagi pelaku judi online. Dalam hal ini, hukum tidak memberikan celah toleransi terhadap aktivitas perjudian.

Lebih lanjut, Fathinnuddin menjelaskan bahwa judi online menimbulkan kecanduan yang sulit diatasi dan menyebabkan pelakunya jauh dari prestasi. Kehilangan fokus akibat praktik tersebut akan menjauhkan generasi muda dari pencapaian yang seharusnya mendukung Indonesia untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Generasi muda yang terjerumus dalam judi online cenderung kehilangan potensi diri, baik dalam pendidikan, karier, maupun kehidupan sosial. Sementara itu, mereka yang terjerumus dalam judi online tidak hanya merugikan dirinya sendiri tetapi juga keluarganya, bahkan lingkungan sekitarnya.

Dampak luas dari judi online terhadap kesehatan mental dan sosial juga menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Kapolsek Pasar Minggu, Anggiat Sinambela, memaparkan bahwa judi online tidak hanya menghancurkan kondisi keuangan tetapi juga memicu tindak kriminal, memperburuk hubungan sosial, hingga meningkatkan risiko bunuh diri.

Ia juga menyebut bahwa beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Timur, menjadi daerah dengan kasus judi online terbanyak. Hal ini menunjukkan betapa masifnya penyebaran ancaman tersebut di tengah masyarakat.

Sinambela menambahkan bahwa hukum di Indonesia memberikan sanksi tegas kepada pelaku judi online melalui Pasal 303 KUHP dan Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 27 ayat 2 UU ITE. Pemerintah juga telah menyediakan saluran aduan untuk membantu masyarakat melaporkan aktivitas judi online. Langkah kolaboratif antara masyarakat dan aparat penegak hukum menjadi kunci penting untuk mengikis fenomena ini dari akarnya.

Penting untuk dipahami bahwa judi online bukan hanya masalah hukum dan moral tetapi juga persoalan ekonomi yang besar. Para pemain judi sering kali mengalami kehancuran finansial yang merugikan tidak hanya dirinya sendiri tetapi juga keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Kehilangan uang akibat judi online sering memicu konflik keluarga, utang yang tak terbayar, hingga tindakan kriminal seperti pencurian dan penipuan.

Selain dampak sosial dan hukum, ancaman judi online terhadap kesehatan mental semakin nyata. Pemain judi online kerap mengalami stres berkepanjangan akibat kerugian finansial, ketegangan emosional, dan kehilangan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya. Fenomena tersebut tidak hanya mencerminkan kegagalan individu tetapi juga kegagalan kolektif dalam melindungi generasi muda dari bahaya yang menghancurkan.

Sebagai langkah nyata melawan ancaman ini, para siswa dan tenaga pendidik SMK Pembangunan Jaya – YAKAPI mendeklarasikan sikap tegas menolak segala bentuk judi online. Mereka berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, mendukung kebijakan negara dalam memberantas judi online, serta mengajak pelajar di seluruh Indonesia untuk bersatu memerangi aktivitas tersebut. Deklarasi ini juga menekankan pentingnya bekerja sama dengan aparat penegak hukum guna menciptakan masyarakat yang kondusif dan terbebas dari ancaman judi online.

Langkah nyata lainnya ditunjukkan oleh sekitar 800 siswa dan guru SMK Pembangunan Jaya – YAKAPI yang secara aktif bergabung dalam platform sosial Forum Indonesia Emas. Mereka menyatakan komitmen untuk membantu melaporkan aktivitas judi online di lingkungan mereka sekaligus menyosialisasikan bahaya praktik tersebut kepada keluarga, teman, dan masyarakat sekitar.

Gerakan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pendidikan, kesadaran masyarakat, dan penegakan hukum dapat menjadi benteng pertahanan yang kokoh dalam melawan bahaya judi online.

Judi online bukan sekadar persoalan individu tetapi telah menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa. Jika dibiarkan, ancaman ini dapat merusak moral, melemahkan potensi generasi muda, dan menghambat perjalanan bangsa menuju kemajuan.

Dalam upaya mencetak generasi emas yang mampu membawa Indonesia mencapai visi besar pada 2045, semua pihak perlu berperan aktif dalam memerangi ancaman tersebut. Dengan kesadaran kolektif, kebijakan tegas, dan tindakan nyata, masa depan generasi muda Indonesia dapat diselamatkan dari bahaya yang mengintai di era digital.

)* Penulis adalah kontributor Jeka Media Institute

Mengapresiasi Komitmen Pemerintah dalam Meningkatkan Infrastruktur Jelang Nataru 2024/2025

Jakarta – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi momentum besar bagi masyarakat Indonesia, dengan meningkatnya mobilitas dan kebutuhan transportasi yang signifikan. Untuk menyikapi hal tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan komitmennya dalam memastikan kelancaran dan keselamatan transportasi. Hal ini tercermin dari berbagai langkah strategis yang telah disiapkan menjelang libur Nataru 2024/2025 salah satunya menyiapkan infrastruktur yang baik.

Meningkatnya Infrastruktur menjelang libur Nataru 2024/2025 ditegaskan oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, yang mengatakan bahwa infrastruktur transportasi nasional siap mendukung aktivitas masyarakat. Menhub juga menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan evaluasi menyeluruh dan menyusun kebijakan strategis untuk menghadapi berbagai tantangan dan mitigasi bencana.

“Mengantisipasi kemacetan, penumpukan pada simpul transportasi, isu keselamatan, serta antisipasi perubahan cuaca pada masa angkutan Nataru 2024/2025, Kemenhub mengambil langkah kebijakan strategis dan rencana mitigasi bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Menhub menjelaskan bahwa pada sektor transportasi darat, Kemenhub telah menyediakan kantong parkir, buffer zone, pemberlakuan delaying system, izin insidentil untuk perusahaan otobus, hingga pengaturan contra flow. Selanjutnya, pada sektor transportasi laut, disiapkan kapal navigasi dan patroli, pelabuhan alternatif, serta protokol tanggap darurat untuk situasi tidak terduga.

Di sisi udara, langkah-langkah antisipasi meliputi penanganan dampak aktivitas vulkanik, mekanisme kompensasi keterlambatan penerbangan, hingga penanganan kemacetan akses bandara. Adapun pada transportasi kereta api, kesiapan personel, alat material untuk siaga (AMUS), serta pengawasan lintasan kereta api yang rawan macet menjadi prioritas.

Lebih lanjut, Menhub mengatakan bahwa untuk memastikan kelancaran perjalanan dan meningkatkan minat masyarakat bepergian selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Kementerian Perhubungan telah mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana transportasi. Fasilitas yang disediakan meliputi 32.130 unit bus dengan kapasitas total 1,2 juta penumpang, 113 terminal tipe A, 764 kapal laut berkapasitas 60 ribu penumpang, serta 110 pelabuhan laut.

Di sektor kereta api, tersedia 2.683 kereta dengan kapasitas mencapai 4,1 juta penumpang, didukung oleh jaringan jalur kereta api di wilayah Sumatera, Jawa, dan Sulawesi Selatan. Pada transportasi udara, telah disiapkan 417 unit pesawat dengan kapasitas 8 juta penumpang, serta 56 bandara.

Selanjutnya untuk penyeberangan, tersedia 159 kapal dengan kapasitas 2,1 juta penumpang, 11 lintas pelabuhan penyeberangan, dan berbagai fasilitas pendukung, seperti 29 dermaga moveable bridge, 2 dermaga ponton, dan 17 dermaga plengsengan.

Langkah nyata ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan pelayanan transportasi publik dan keselamatan masyarakat. Dengan sinergi antarinstansi, termasuk BMKG, Basarnas, dan Korlantas Polri, serta kerja sama dengan pemerintah daerah, diharapkan semua upaya ini mampu memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman dan aman selama Nataru 2024/2025. Dengan hal tersebut tentunya masyarakat patut mengapresiasi komitmen pemerintah yang terus berupaya memperbaiki infrastruktur dan layanan transportasi di Indonesia. {*}

Presiden Prabowo Pastikan Keamanan Nasional Terjaga Jelang Nataru

Jakarta – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, Presiden Prabowo Subianto, berkomitmen untuk memastikan stabilitas dan keamanan nasional tetap terjaga. Dalam pernyataannya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan bekerja keras untuk menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat Indonesia, baik dalam kegiatan ibadah Natal maupun perayaan Tahun Baru yang melibatkan mobilitas tinggi.
“Keamanan dan ketertiban adalah prioritas utama kami dalam menghadapi periode Natal dan Tahun Baru yang biasanya diwarnai dengan peningkatan aktivitas sosial dan mobilitas warga. Kami pastikan bahwa aparat keamanan akan hadir di seluruh daerah untuk menjaga kelancaran perayaan dan mencegah potensi gangguan,” ujar Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah melalui berbagai instansi terkait, telah merancang strategi pengamanan yang melibatkan kepolisian, TNI, dan berbagai lembaga lainnya. Koordinasi antar instansi juga akan diperkuat untuk memastikan tidak ada celah bagi potensi ancaman, baik yang bersifat kriminal maupun terorisme.
“Sekali lagi, lintas Kementerian lintas lembaga bekerja, memang disini tentunya Menko Infrastruktur, Menteri Perhubungan Menteri PU Menteri Pariwisata, Kapolri, TNI yang akan menghadapi beban tugas yang meningkat menjelang akhir tahun ini,” ujar Kepala Negara.
Presiden yakin jajarannya bakal mampu menyelenggarakan semua persiapan dengan sebaik-baiknya. Presiden Prabowo ingin seluruh jajarannya meyakinkan masyarakat akan bisa menghadapi tahun baru dengan dengan aman, dengan tertib dan lancar.
“Ini juga manfaat kita, momentum kita untuk meningkatkan perekonomian kita,” ujar Presiden Prabowo.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan sebanyak 141.443 personel akan disiagakan untuk menjaga perayaan Naratu. Pengerahan pasukan itu dilakukan untuk menjaga lonjakan aktivitas yang akan terjadi saat momentum Nataru.
“Apakah itu kegiatan wisata, apakah itu kegiatan mudik, baik antarprovinsi atau di dalam provinsi kepergian,” kata Listyo.
Kapolri melanjutkan, 141.443 personel itu merupakan gabungan antara TNI dan Polri. Mereka akan ditempatkan di 2.794 posko operasi lilin yang tersebar di seluruh Indonesia.
Tidak hanya melakukan penjagaan di posko, Listyo memastikan personelnya juga akan berpatroli ke beberapa titik keramaian untuk mengantisipasi adanya tindak kriminal.
“Kita bisa mempersiapkan pengamanan khususnya dan juga penyelenggaraan rangkaian Nataru, sehingga bisa berjalan dengan lebih baik,” tutup Listyo.[*]

Pemerintah Tingkatkan Sinergitas Demi Pastikan Nataru Lancar dan Damai

Oleh : Maya Naura Lingga )*

Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) adalah momen yang dinantikan oleh banyak orang, bukan hanya sebagai waktu berkumpul dengan keluarga, tetapi juga sebagai peluang untuk berlibur dan merayakan. Namun, momen bahagia ini juga sering kali membawa tantangan tersendiri, terutama dalam hal keamanan dan kelancaran arus lalu lintas.

Di sinilah pentingnya kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, kepolisian, hingga sektor swasta. Semua pihak perlu bersinergi agar momen Nataru bisa berlangsung dengan aman, damai, dan menyenangkan bagi semua pihak.

Dengan adanya peran aktif dari berbagai pihak, seperti penyedia layanan transportasi, aparat keamanan, hingga masyarakat umum, kita bisa meminimalisir berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat kelancaran perjalanan.

Tak hanya itu, kolaborasi ini juga mencakup penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat mengenai protokol kesehatan, keselamatan berlalu lintas, serta pentingnya menjaga ketertiban. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, diharapkan Nataru tahun ini bisa berjalan lancar, tanpa ada kendala berarti, dan tentunya memberikan kenyamanan bagi setiap orang yang merayakannya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menyoroti pentingnya langkah antisipatif untuk menghadapi musim hujan yang kerap kali membawa risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Persiapan infrastruktur menjadi fokus utama. Pratikno menegaskan bahwa seluruh perjalanan selama liburan Nataru harus terkelola dengan baik, termasuk arus mudik dan balik, sehingga masyarakat dapat merasakan kenyamanan maksimal.

Koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi elemen penting, terutama dalam memastikan keamanan di tempat ibadah, kawasan wisata, hingga fasilitas publik lainnya. Setiap titik rawan diawasi dengan cermat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, jalur transportasi utama di wilayah yang rawan longsor dipantau secara intensif untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

Polda Sumatera Utara telah menunjukkan kesiapannya melalui pelaksanaan Operasi Lilin Toba 2024. Dalam operasi ini, berbagai elemen dikerahkan untuk menjaga keamanan selama perayaan Nataru. Kapolda Sumut Irjen. Pol. Whisnu Hermawan, melalui Kombes Pol. Hadi Wahyudi, menyampaikan bahwa koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk instansi terkait, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Operasi ini mencakup penyiapan personel di lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan, tempat ibadah, hingga titik-titik rawan kemacetan. Dengan langkah ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati liburan akhir tahun dengan rasa aman dan nyaman. Rapat lintas sektoral juga terus digelar untuk menyinkronkan langkah-langkah pengamanan yang komprehensif.

Peran Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dalam memastikan stabilitas jaringan telekomunikasi selama periode Nataru juga menjadi sorotan. Menteri Meutya Hafid menegaskan bahwa komunikasi yang lancar adalah bagian esensial dari mobilitas masyarakat. Langkah-langkah strategis seperti pengawasan spektrum frekuensi dan penyediaan platform informasi digital menjadi bagian integral dari kesiapan pemerintah.

Kemkomdigi juga bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk memperkuat pengelolaan transportasi. Kombinasi antara transportasi darat, laut, dan udara yang terintegrasi memastikan masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman. Dukungan teknologi membuat informasi perjalanan menjadi lebih mudah diakses, sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan mereka dengan lebih efisien.

Keselamatan transportasi juga menjadi prioritas utama dalam persiapan Nataru. Kementerian Perhubungan di bawah arahan Dudy Purwagandhi memastikan bahwa jalur-jalur transportasi utama berada dalam kondisi baik, meskipun tantangan seperti potensi longsor di beberapa lokasi tetap ada. Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Perhubungan menyediakan informasi real-time melalui kanal digital, sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.

Selain itu, berbagai moda transportasi, termasuk kereta api, bus, kapal laut, dan pesawat, dioptimalkan untuk melayani masyarakat. Pemerintah memastikan bahwa setiap moda transportasi beroperasi sesuai dengan standar keselamatan yang ketat. Upaya ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan yang nyaman bagi semua pengguna.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, aparat keamanan, sektor transportasi, dan telekomunikasi menunjukkan betapa pentingnya sinergi dalam menciptakan suasana harmonis selama liburan akhir tahun. Komitmen bersama ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Namun, keberhasilan upaya ini juga bergantung pada peran individu dalam menjaga ketertiban dan kewaspadaan terhadap potensi gangguan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap berita hoaks yang sering kali muncul di masa liburan. Pemerintah telah menyediakan berbagai saluran informasi resmi yang dapat digunakan sebagai referensi. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan menghindari kepanikan yang tidak perlu.

Di tengah persiapan yang matang ini, harapan besar disematkan agar seluruh rangkaian perayaan Nataru berjalan lancar. Dengan sinergi yang solid, tantangan yang mungkin muncul dapat diatasi secara efektif. Masyarakat diajak untuk turut menjaga suasana damai agar Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 menjadi momen penuh makna bagi semua kalangan.

Dengan semangat kebersamaan dan koordinasi yang solid, Nataru 2024/2025 diharapkan menjadi momen yang tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga memperkuat rasa persatuan. Mari bersama-sama mewujudkan liburan yang aman, nyaman, dan bermakna bagi semua.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Berkat Instruksi Presiden Prabowo, Harga Tiket Pesawat Turun Jelang Nataru

Oleh : Mayang Dwi Andaru )*

Pemerintah berhasil menurunkan harga tiket pesawat domestik sebesar 10% selama periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Kebijakan ini diambil untuk mendukung mobilitas masyarakat, khususnya menjelang periode puncak pergerakan orang di akhir tahun yang identik dengan lonjakan harga tiket. Terobosan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Indonesia dalam memprioritaskan kenyamanan rakyat, sekaligus memperkuat sektor pariwisata, logistik, dan ekonomi nasional.

Kebijakan penurunan harga tiket pesawat tersebut mulai berlaku sejak dua pekan lalu dan mendapat respons positif dari berbagai pihak. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menjelaskan bahwa penurunan harga tiket pesawat ini melibatkan koordinasi intensif dengan semua pihak terkait, mulai dari maskapai penerbangan hingga Kementerian Perhubungan. AHY menekankan pentingnya kolaborasi antar kementerian dan pihak terkait lainnya agar kebijakan tersebut dapat berjalan dengan efektif.

Penurunan harga tiket pesawat sebesar 10% untuk periode Nataru tidak lepas dari dukungan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ikut menurunkan harga bahan bakar pesawat (avtur). AHY menyampaikan harapannya agar kebijakan serupa dapat diteruskan di masa mendatang, dengan tujuan untuk memperluas aksesibilitas transportasi udara bagi masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap langkah yang telah diambil oleh Kementerian Perhubungan dan semua kementerian terkait. Dalam rapat kabinet, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kerja sama yang solid antara para menteri.

Ia menyatakan bahwa penurunan harga tiket pesawat pada akhir tahun adalah hal yang luar biasa mengingat biasanya harga tiket cenderung naik menjelang liburan. Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam mengamankan periode liburan Nataru, agar proses transportasi berjalan lancar dan masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan nyaman.

Pemerintah melalui kebijakan tersebut juga mengharapkan dampak positif yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada sektor penerbangan. Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Akbar Djohan, mengapresiasi langkah yang diambil oleh Pemerintah, yang menurutnya sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Akbar menyebut bahwa kebijakan penurunan harga tiket pesawat tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap sektor logistik dan distribusi barang, terutama selama periode Nataru yang biasanya disertai dengan lonjakan permintaan.

Ketum ALFI itu menjelaskan bahwa dengan turunnya harga tiket pesawat, biaya operasional pengiriman barang melalui jalur udara bisa lebih efisien. Penurunan biaya logistik ini akan membantu kelancaran distribusi barang, khususnya yang diperlukan untuk kebutuhan mendesak selama liburan akhir tahun.

Lebih jauh, Akbar menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya menguntungkan masyarakat, tetapi juga berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan UMKM di destinasi wisata yang semakin ramai dengan tingginya aktivitas perjalanan.

Ia optimistis bahwa dengan meningkatnya aktivitas perjalanan dan pengiriman barang, sektor logistik udara akan semakin efisien, serta mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar destinasi wisata. Selain itu, dampak positif terhadap perekonomian daerah diharapkan semakin terasa melalui sektor pariwisata dan jasa terkait.

Menteri Perhubungan, Dedy Purwagandhi, juga turut menambahkan bahwa penurunan harga tiket pesawat tersebut terwujud berkat kerjasama antara berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk maskapai penerbangan, PT Angkasa Pura Indonesia, PT Pertamina, dan Airnav. Semua pihak bekerja keras untuk menurunkan biaya operasional dan fuel surcharge, sehingga penurunan harga tiket pesawat dapat terlaksana tanpa mengurangi kualitas layanan.

Dedy menegaskan bahwa meski harga tiket turun, keselamatan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama. Sejalan dengan itu, Pemerintah terus melakukan ramp check dan inspeksi berkala terhadap seluruh moda transportasi, termasuk pesawat, kereta api, bus, dan kapal laut, untuk memastikan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode Nataru.

Pemerintah memproyeksikan potensi pergerakan masyarakat yang mencapai 110,67 juta orang selama liburan akhir tahun ini, sehingga persiapan yang matang sangat diperlukan agar semua berjalan lancar.

Dalam rapat kabinet, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa penurunan harga tiket pesawat tersebut adalah bentuk komitmen Pemerintah dalam berpihak kepada rakyat. Beliau menyampaikan bahwa meskipun harga tiket pesawat biasanya naik menjelang liburan, Pemerintah justru mampu menurunkannya sedikit untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Ini merupakan langkah yang langka dan pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, di mana harga tiket pesawat dapat diturunkan menjelang Nataru.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menekankan bahwa meskipun harga tiket pesawat turun, Pemerintah tetap perlu menjaga stabilitas industri penerbangan agar tidak merugikan sektor tersebut dalam jangka panjang.

Presiden Prabowo meminta semua pihak untuk terus berkolaborasi guna menciptakan kebijakan yang dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, namun tetap memperhatikan kelangsungan industri penerbangan yang vital.

Dengan adanya kebijakan tersebut, Pemerintah berharap dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat yang ingin bepergian selama masa liburan akhir tahun. Penurunan harga tiket pesawat diharapkan tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga memberikan dorongan bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan, termasuk sektor pariwisata, logistik, dan UMKM.

Presiden Prabowo dan jajaran menteri terkait telah menunjukkan komitmen mereka untuk terus berupaya memajukan Indonesia dan mendukung rakyat, melalui kebijakan-kebijakan yang tepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

)* kontributor Lembaga Sadawira Utama

Pemerintahan Prabowo- Gibran Tingkatkan Akses Pembiayaan untuk UMKM

Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kemudahan akses pembiayaan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memimpin inisiatif ini dengan memanfaatkan teknologi Innovative Credit Scoring (ICS) untuk menilai kelayakan kredit bagi pelaku UMKM.

“Pemanfaatan ICS merupakan alternatif bagi bank untuk melakukan penilaian calon debitur. Hal ini tetap memperhatikan risk appetite sebagai langkah mitigasi risiko dalam penyaluran kredit atau pembiayaan kepada UMKM,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae,

Dian menjelaskan bahwa model ICS ini harus melalui asesmen berkala untuk memastikan akurasi nilai prediksi yang dihasilkan.

“Bank juga perlu melakukan kaji ulang secara berkala agar model yang digunakan dapat memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan,” tambahnya.

Sebagai bagian dari langkah strategis ini, OJK akan menerbitkan Peraturan OJK (POJK) yang secara khusus mengatur kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk penggunaan ICS.

Selain itu, lembaga jasa keuangan juga dapat menetapkan kebijakan khusus dalam analisis kelayakan calon debitur UMKM jika diperlukan.

“Kami berharap kebijakan ini dapat mendorong pembiayaan kepada UMKM secara lebih optimal,” ujar Dian.

Di sisi lain, Wakil Menteri UMKM, Helvi Y Moraza, menegaskan pentingnya digitalisasi untuk mengatasi tantangan klasik yang dihadapi UMKM, seperti kesulitan dalam mengakses permodalan.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah memprioritaskan penguatan permodalan dan akses pasar.

“UMKM tidak lagi bisa bermanja-manja dengan sistem konvensional. Suka atau tidak, harus masuk ke sistem digitalisasi ekonomi,” tegas Helvi.

Dukungan terhadap kebijakan ini juga datang dari berbagai pihak. Founder dan CEO Hive Five, Sabar L. Tobing, menekankan pentingnya pendampingan untuk membantu UMKM bersaing dan berkembang.

“Dengan memiliki legalitas yang lengkap, pelaku UMKM bisa lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan. Di Hive Five, kami mendampingi mereka mulai dari perizinan hingga pengelolaan keuangan, sehingga mereka bisa fokus pada pertumbuhan bisnis,” kata Sabar. [*]

Pelatihan Digital Tingkatkan Peluang Pelaku UMKM Berkembang

Oleh : Gavin Asadit )*

Perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang besar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi bisnis mereka semakinn berkembang. Salah satu upaya strategismembangun pasar UMKM yang kuat adalah para pelaku lebih intensif memanfaatkan peluang melalui pelatihan digital, seperti yang dilaksanakan di Surabaya pada November 2024. Acara ini melibatkan 70 pelaku UMKM dan dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan mengelola usaha menggunakan teknologi terkini, termasuk aplikasi keuangan berbasis debit dan kredit serta strategi pemasaran digital melalui media sosial.

Koordinator Pusat Kajian Sistem Informasi FEB UGM, Fitri Amalia mengatakan kegiatan pelatihan tesebut sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengimplmentasikan teknologi digital untuk pengelolaan bisnis. Lebih lanjut bahwa sektor UMKM sudah banyak yang memanfaatkan platform digital seperti Shopee, Tiktok, dan Facebook untuk penjualan tetapi masih banyak pengelolaan bisnis yang dilakukan secara manual.

Di sisi lain, Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro pada Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM, Ari Anindya Hartika mengatakan pelatihan digital bagi pelaku UMKM menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing sektor usaha mikro agar skala usahanya bisa naik kelas.

Kemampuan digital menjadi sangat penting bagi UMKM untuk bisa bertahan dan berkembang di era digital. Dengan menguasai teknologi digital, UMKM dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggannya.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, hanya sekitar 20% dari 65 juta UMKM di Indonesia yang telah sepenuhnya mengadopsi teknologi digital. Padahal, digitalisasi memiliki potensi meningkatkan omzet hingga 30%. Tantangan seperti literasi digital rendah dan keterbatasan akses internet sering kali menjadi hambatan bagi UMKM untuk memanfaatkan peluang ini. Oleh karena itu, pelatihan yang dilakukan oleh institusi seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) bekerja sama dengan SMK Dr. Soetomo berperan penting dalam menjembatani kesenjangan ini.

Program ini tidak hanya membantu pelaku UMKM mengelola bisnis lebih baik, tetapi juga melibatkan siswa SMK untuk mendampingi mereka secara langsung. Para siswa mendapatkan pengalaman nyata dalam akuntansi, branding, dan pembuatan konten digital, yang menjadi bekal penting bagi karier mereka di era teknologi.

Selain mendorong sektor UMKM lebih melek digital, pelatihan tersebut juga untuk mendorong dan memberikan pelatihan yang membahas tentang isu keberlanjutan lingkungan yang berkaitan dengan dunia usaha. Kepala SMK Dr. Soetomo Surabaya, Julianto Hadi menyatakan bahwa program tersebut memberi kesempatan dan pengalaman berharga bagi para siswa untuk melakukan praktik lapangan

Digitalisasi UMKM bukan sekadar transformasi teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir dan budaya kerja. Dengan mengadopsi teknologi digital, pelaku usaha tidak hanya dapat memperluas pasar mereka ke skala nasional atau bahkan internasional, tetapi juga meningkatkan transparansi dan efisiensi operasional. Selain itu, penggunaan aplikasi keuangan membantu pelaku UMKM membuat keputusan berbasis data, yang sebelumnya mungkin sulit dilakukan dengan metode manual.

Melalui program pelatihan yang lebih luas dan berkelanjutan, pemerintah dan institusi terkait dapat mendorong lebih banyak UMKM untuk menikmati manfaat digitalisasi. FEB UGM, misalnya, telah merencanakan untuk memperluas cakupan pelatihannya ke sektor manufaktur, menargetkan pelaku usaha yang lebih beragam.

Dengan semakin banyaknya pelaku UMKM yang terintegrasi dengan teknologi digital, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional. Upaya bersama dari berbagai pihak menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi ini dapat terwujud sepenuhnya.

Sementara itu, di tengah gempuran teknologi yang pesat, UMKM yang tidak beradaptasi akan tertinggal. Pendampingan dan pelatihan digital membantu UMKM membangun fondasi digital yang kuat, mulai dari membangun situs web hingga mengelola media sosial. Dengan bimbingan dari para ahli, UMKM dapat mengoptimalkan kehadiran online mereka dan menjangkau pelanggan baru.

Pelatihan digital, seperti yang telah diadakan di Surabaya, membuktikan bahwa inovasi teknologi dapat menjadi alat yang ampuh untuk memajukan UMKM. Inisiatif ini perlu didorong lebih jauh agar semakin banyak pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia mampu berkembang dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

.

Selain pelatihan digital, sinergitas antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta juga terus didorong untuk menyediakan ekosistem yang mendukung transformasi digital UMKM. Dukungan ini dapat berupa kebijakan insentif, akses ke teknologi dengan biaya terjangkau, serta penyediaan infrastruktur digital di daerah terpencil. Dengan cara ini, pelaku UMKM dari berbagai wilayah dapat memiliki kesempatan yang sama untuk mengadopsi teknologi, sehingga mempersempit kesenjangan digital antara daerah perkotaan dan pedesaan.

Pada akhirnya, keberhasilan digitalisasi UMKM akan berdampak positif tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi perekonomian nasional secara keseluruhan. Dengan daya saing yang meningkat, UMKM mampu berkontribusi lebih besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan negara, dan mengurangi angka kemiskinan. Digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi menjadi kebutuhan utama untuk memastikan UMKM tetap relevan dan menjadi pilar utama dalam perekonomian Indonesia yang semakin terintegrasi dengan teknologi global.

)* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

Penindakan Tegas Terhadap Sindikat Narkoba, Aparat Gencar Lakukan Penegakan Hukum

Jakarta – Kepolisian Republik Indoensia (Polri) terus menggencarkan upaya pemberantasan sindikat narkoba dengan penindakan tegas terhadap para pelaku peredaran gelap narkoba di Indonesia.

Dalam sebulan terakhir, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berhasil mengungkap tiga kasus besar. Tiga kasus tersebut terjadi di berbagai wilayah, yaitu Jawa Barat, Bali, dan Jakarta.

“Dalam hal ini mungkin kami sampaikan tiga pengungkapan kasus menonjol narkoba yang beberapa waktu sudah dilaporkan atau mungkin dirilis secara parsial,” ujar Jenderal Sigit.

Kasus pertama yang berhasil diungkap adalah penggerebekan pabrik obat keras excimer di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sebanyak sembilan orang ditangkap dalam operasi ini, termasuk pengendali, pemodal, peracik, dan pencetak pil.

Dari hasil penggerebekan, polisi berhasil mengamankan satu juta butir pil obat kertas dengan nilai sekitar Rp 700 juta.

Kasus kedua melibatkan peredaran sabu jaringan Afghanistan yang berhasil diungkap di Kampung Ambon, Jakarta Barat, pada 17 November 2024.

Polisi berhasil mengamankan 389 kilogram sabu yang diperkirakan bernilai sekitar Rp 800 miliar. Dalam operasi ini, seorang tersangka berhasil diamankan, dan pengembangan kasus masih terus dilakukan.

“Dan tentunya kita bisa menyelamatkan masyarakat dari penyalahgunaan penggunaan narkoba ini sebesar 2,2 juta jiwa.” Kata Kapolri.

Kasus ketiga adalah pembongkaran laboratorium rahasia pembuatan hashish di Uluwatu, Bali, pada 8 November 2024.

Empat orang tersangka ditangkap dalam pengungkapan ini. Polisi menyita barang bukti berupa 1.163.210 butir Happy Five, 132,9 kilogram hashish, 7.365 cartridge vape, dan 17 unit mesin dengan total estimasi barang bukti senilai Rp 1,52 triliun.

“Jika dilepaskan, barang bukti ini akan berdampak pada 1,49 juta jiwa,” jelas Jenderal Sigit.

Kapolri menambahkan, dari seluruh barang bukti yang berhasil diamankan, totalnya dapat menyelamatkan sekitar 10 juta masyarakat Indonesia dari penyalahgunaan narkoba.

Selain pengungkapan sindikat narkoba, BNNP Jawa Timur juga menggeledah rumah Aiptu Arif Susilo, anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba internasional.

Ditemukan bukti berupa empat buku rekening atas nama Arif.

Arif diduga sebagai pengendali jaringan pengedar narkoba yang menghubungkan Sumatera Utara, Surabaya, dan NTB.

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen, Wahyu Widada, menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi oknum anggota polisi yang terlibat dalam aktivitas ilegal ini.

“Jika ditemukan oknum yang terlibat dalam mendukung kegiatan ilegal ini, maka akan diproses secara hukum (peradilan pidana) dan kode etik kedinasan tanpa terkecuali!” tegas Wahyu.

Wahyu menambahkan, pihaknya memastikan akan memproses segala bentuk tindak pidana narkoba secara tegas dan tuntas. Mengingat, pemberantasan narkoba masuk dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. []

Pemerintahan Prabowo-Gibran Komitmen Berantas Narkoba demi Masa Depan Indonesia Gemilang

Oleh: Anwar Salahudin *)

Pemerintahan Prabowo-Gibran berkomitmen kuat untuk membebaskan masa depan Indonesia dari ancaman narkoba yang mengintai generasi muda. Di tengah peningkatan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, pemerintah melihat ini sebagai tantangan serius yang harus ditangani melalui langkah-langkah komprehensif.

Upaya ini tidak hanya menitikberatkan pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup program pencegahan dan pemberdayaan untuk menciptakan benteng yang kokoh bagi generasi muda melawan pengaruh buruk narkoba. Kebijakan-kebijakan strategis pun digulirkan, mulai dari penguatan peran keluarga hingga pengawasan komunitas, demi melindungi masa depan bangsa, dengan visi besar membangun Indonesia bebas narkoba dan siap menyongsong masa depan gemilang.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Wahyu Widada, menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Baru-baru ini, Polri berhasil mengungkap laboratorium clandestine narkoba di Bali setelah menyelidiki kasus hashish di Yogyakarta. Operasi ini menghasilkan penangkapan empat pelaku yang dijerat dengan ancaman hukuman berat, termasuk pidana mati dan denda besar.

Selain itu, Polri berkolaborasi dengan Desk Pemberantasan Narkoba melalui Kemenko polkam untuk memperkuat langkah pencegahan dan penindakan. Upaya ini diharapkan mampu mencegah masuknya narkoba ke masyarakat lebih luas dan menciptakan efek jera bagi pelaku.

Sementara itu, Mantan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, juga turut mengambil inisiatif dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkoba melalui pesantren. Salah satunya dengan mendukung pesantren rehabilitasi narkoba. Dalam acara “Genggong Bershalawat” di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Khofifah menyoroti upaya Gus Hafid dari Pondok Pesantren Nurul Qadim yang merintis pesantren khusus rehabilitasi narkoba. Pesantren ini dirancang untuk memberikan perawatan intensif yang terpisah dari santri reguler, bertujuan membantu generasi muda pulih dari kecanduan sekaligus menjadikan mereka duta anti-narkoba.

Dalam acara yang sama, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf menyoroti pentingnya shalawat, silaturahmi, dan kegiatan sosial seperti santunan anak yatim sebagai senjata mujarab untuk menghadapi tantangan zaman, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Habib Syech juga menekankan bahwa pesantren memiliki peran strategis tidak hanya dalam pembentukan akhlak tetapi juga prestasi akademik. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, pesantren diharapkan menjadi garda terdepan dalam membangun generasi yang kuat dan sehat, serta terbebas dari narkoba.

Berdasar data Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan bahwa sekitar 312 ribu remaja Indonesia terjerat narkoba, dengan faktor penyebab utama seperti rasa ingin tahu dan pengaruh teman sebaya. Menanggapi hal ini, pemerintahan Prabowo-Gibran mengutamakan pendekatan berbasis keluarga dan lingkungan sebagai garda terdepan. Program Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar), yang didukung pemerintah, bertujuan menciptakan desa-desa bebas narkoba melalui penguatan peran keluarga dan komunitas lokal. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang positif dan aman bagi remaja.

Selain narkoba, perhatian juga diberikan pada pengurangan prevalensi merokok, yang sering menjadi pintu masuk bagi penyalahgunaan zat adiktif lainnya. Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA, menyoroti pentingnya langkah preventif, termasuk melalui program Forum Nasional Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) 2024. KIPAN difokuskan pada peningkatan kapasitas pemuda sebagai agen perubahan, yang dapat mengedukasi dan memengaruhi lingkungan sekitar untuk menjauhi narkoba dan rokok.

Dampak narkoba yang menghancurkan individu dan masa depan bangsa menjadi perhatian utama pemerintah. Oleh karena itu, kebijakan lintas sektoral diperkuat untuk memitigasi penyalahgunaan narkoba, baik dari aspek pencegahan maupun penanganan. Pemerintah juga menyoroti dampak sosial dan ekonomi dari narkoba, seperti hilangnya produktivitas dan meningkatnya beban masyarakat. Untuk itu, strategi pencegahan difokuskan pada perbaikan struktur masyarakat yang lebih sehat.

Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam menangani tantangan ini. Koordinasi antara kejaksaan, kepolisian, dan lembaga pemasyarakatan terus diperkuat, seperti yang ditegaskan oleh Koordinator Pidum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Evelin Nur Agusta, SH., MH, dalam rapat koordinasi peradilan pidana. Upaya ini diharapkan menciptakan efek jera bagi pelaku dan mencegah remaja rentan terjerat narkoba.

Selain pemberantasan, aspek pencegahan melalui edukasi juga menjadi prioritas. Pemerintah menggencarkan penyuluhan dan pendidikan sejak usia dini untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya narkoba. Keluarga, sekolah, dan lembaga agama diberdayakan untuk menanamkan nilai-nilai positif dan memberikan pengawasan yang efektif. Pemerintah juga memberikan dukungan rehabilitasi bagi pengguna narkoba, memastikan penanganan menyeluruh dari pencegahan hingga pemulihan.

Dengan berbagai langkah strategis ini, pemerintahan Prabowo-Gibran optimis dapat menciptakan generasi muda yang sehat, bebas narkoba, dan berdaya saing tinggi. Kesuksesan upaya ini memerlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda. Partisipasi aktif setiap individu dan keluarga sangat penting untuk mengawasi dan mendampingi anak-anak muda agar terhindar dari bahaya narkoba.

Ke depan, pemerintah terus berinovasi dalam menciptakan program yang relevan untuk generasi muda, tidak hanya agar menjauhi narkoba, tetapi juga menjadi pelopor perubahan menuju lingkungan yang positif. Dengan komitmen kuat dan konsisten, Indonesia diharapkan dapat mencapai visi Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda tampil sebagai pilar unggul dan produktif, bebas dari ancaman narkoba.

*) Pemerhati Sosial dari Pancasila Madani Institute